Rahasia di Dalam Laci

EtIndonesia. Sebuah laci—  adalah ujian tentang sejauh mana seseorang menghormati pasangannya.

Dia percaya bahwa hal paling berharga dalam hubungan suami istri adalah saling percaya.

Karena itu, setiap kali sang istri mengambil surat dari kotak pos, dia selalu memisahkan surat masing-masing. Surat miliknya dibaca sendiri, surat suaminya pun dibiarkan dibaca oleh sang suami. Dia tidak pernah bertanya, apalagi mencampuri.

Selama sepuluh tahun pernikahan, mereka hidup dalam suasana saling menghormati dan saling mencintai, menjalani hari-hari yang bahagia.

Namun ada satu hal yang mengganjal di hati sang suami. Dia memperhatikan bahwa istrinya selalu mengunci laci meja rias. Di dalam hatinya, dia merasa hal itu sedikit banyak menunjukkan kurangnya kepercayaan kepadanya.

Dia tidak pernah mengutarakan perasaan itu. Dia takut jika istrinya justru menganggapnya berpikiran sempit dan curiga berlebihan.

Kadang-kadang, dia bercermin pada dirinya sendiri, melihat bayangan-bayangan pikiran yang samar antara nyata dan khayal.

Namun pada akhirnya, dia selalu menasihati dirinya sendiri: kecurigaan adalah sesuatu yang tidak sehat dalam pernikahan.

Meski begitu, dia tetap tidak bisa memahami  mengapa istrinya mengunci laci itu.

“Mungkin sejak awal menikah laci itu sudah terkunci?”
“Setidaknya sudah lima tahun…”
“Memangnya rahasia apa yang tidak boleh diketahui?”

Walau dia sadar bahwa membuka laci itu saat istrinya tidak ada di rumah adalah tindakan yang tidak terhormat, dia tetap tak sanggup menahan gejolak batin dan rasa ingin tahunya.

Akhirnya, dia membuka laci itu.

Dan dia tertegun.

Di dalam laci tersebut, penuh dengan surat-surat yang dikembalikan. Surat-surat itu… adalah surat yang dia tulis untuk mantan kekasih pertamanya.

Setiap surat masih tersegel, tak satu pun pernah dibuka.

Dia terdiam lama. Lalu perlahan, dia menutup kembali laci itu.

Sejak hari itu, dia tidak pernah lagi menyinggung soal laci tersebut, dan tidak pernah lagi menulis surat kepada cinta pertamanya.

Selama ini, dia selalu mengira dirinya adalah suami yang sangat menghormati privasi pasangan. Namun justru pada detik ketika dia membuka laci itu, dia baru menyadari betapa kecil dan sepele sikapnya di hadapan sang istri.

Istrinya bukan hanya menghormati privasinya, tetapi juga telah menoleransi kenyataan bahwa selama lima tahun dia terus menulis surat kepada cinta lamanya.

Demi menjaga harga dirinya, sang istri memilih tidak membongkar kebenaran itu. Dia tidak membuang surat-surat yang dikembalikan, agar suaminya tidak merasa dia sedang cemburu atau menaruh prasangka.

Kadang, kita merasa sudah melakukan banyak hal. Padahal, apa yang pasangan kita lakukan secara diam-diam, sering kali jauh melampaui bayangan kita sendiri.

Renungan

Sebuah cerita, dua lapis makna.

Selain pesan utama: “Kadang kamu merasa sudah berbuat banyak, padahal pengorbanan diam-diam dari pihak lain jauh lebih besar dari yang kamu kira,” cerita ini juga memberikan sebuah sudut pandang lain.

Manusia pada dasarnya adalah makhluk yang penuh rasa ingin tahu. Semakin sesuatu dilarang atau dibatasi, semakin kuat dorongan untuk mencoba dan menyelidikinya.

Mungkin saja sang istri memahami sifat manusia ini, dan dengan sengaja membiarkan suaminya sendiri menemukan sebuah jawaban— jawaban yang sudah “dirancang” untuk membuatnya merasa bersalah sekaligus tersentuh.

Namun apa pun kebenaran sesungguhnya, cara sang istri telah membuat pasangannya merasa malu tanpa kehilangan harga diri, dan pada saat yang sama, dia juga berhasil menjaga serta memenangkan kebahagiaan yang layak dia miliki.(jhn/yn)

Pernikahan Juga Bisa Terserang Stroke

EtIndonesia. Seorang pria terserang stroke. Bagian kiri tubuhnya lumpuh dan tidak bisa digerakkan. Dia merasa sangat menderita secara batin.

Para kerabat dan sahabat datang untuk menghiburnya.

Namun pria itu berkata : “Aku tidak takut penyakitku ini tidak bisa disembuhkan. Yang paling kutakutkan adalah… aku tak bisa mempertahankan istriku.”

Tak lama kemudian, kekhawatirannya benar-benar terjadi. Istrinya meninggalkannya.

Para kerabat mencaci sang istri, menyebutnya wanita yang dingin dan tak berperasaan.

Namun pria itu berkata dengan tenang: “Jangan salahkan dia. Yang bersalah adalah aku.”

Lalu dia mengaku dengan penuh penyesalan:

“Saat dia sibuk memasak dan kewalahan, aku hanya duduk diam di depan televisi tanpa membantu sedikit pun. Saat dia sakit dan perlu pergi ke rumah sakit, aku berdalih sibuk bekerja dan membiarkannya pergi sendiri

Ketika dia membeli baju baru dengan penuh kegembiraan dan bertanya pendapatku, aku bahkan tidak meliriknya.

Saat dia membutuhkan kehadiranku, aku justru memilih lembur hingga larut malam demi menyenangkan atasan, bermain kartu di kantor.

Bahkan pada hari ulang tahunnya, jika bukan karena pengingat darinya, aku baru teringat keesokan harinya.”

Sesungguhnya, pernikahan kami sudah lama terkena stroke karena semua sikapku itu.
Hanya saja, dulu aku tidak menyadarinya.”

Sekarang, setelah sisi kiri tubuhku benar-benar lumpuh, aku baru merasakannya dengan jelas.”

Kisah dan pengakuan ini kemudian sampai ke telinga sang istri.

 Dia sangat tersentuh.

Wanita itu berkata:  “Kalau dia bisa menyadarinya sampai sejauh ini, aku akan kembali.”

Di bawah perawatan penuh kasih sang istri, kondisi pria itu perlahan membaik.

Suatu senja, mereka berjalan bersama.  Sang istri bertanya: “Bagaimana kamu bisa terpikir bahwa pernikahan juga bisa terkena stroke?”

Pria itu menjawab: “Ketika tangan kananku digigit nyamuk dan terasa sangat gatal, tangan kiriku sama sekali tidak bereaksi. Kalau aku tidak terkena stroke, mungkinkah hal itu terjadi?
Dulu, kamu begitu lelah dan berjuang sendirian, sementara aku sama sekali tidak ikut menanggungnya. Sekarang aku sadar, itulah yang disebut stroke dalam pernikahan.”

Kini, mereka telah menjadi pasangan yang penuh kasih. 

Karena melalui penyakit itu, sang pria menemukan sebuah teori pernikahan baru: “Suami dan istri seharusnya seperti tangan kiri dan tangan kanan. Saat tangan kiri lelah membawa barang, tanpa diminta tangan kanan akan segera membantu. Saat tangan kanan terluka, tanpa perlu berteriak atau memohon, tangan kiri akan langsung terulur.”

Jika tangan kiri terasa gatal tetapi tangan kanan tak mampu menjangkaunya, maka tubuh orang itu pasti telah terkena stroke atau lumpuh.

Begitu pula dengan tubuh bernama cinta dan pernikahan. Jika salah satu pihak tidak lagi berinisiatif untuk peduli dan memperhatikan, lama-kelamaan, seiring memburuknya keadaan, hubungan itu pun akan mengalami stroke dan kelumpuhan.

Hikmah Cerita

Manusia adalah makhluk yang hidup dengan perasaan. Hubungan antarmanusia membutuhkan perhatian dan kepedulian untuk tetap terjaga.

Ketika satu pihak memberi dengan tulus, tetapi yang diterima hanyalah sikap dingin dan tak peduli, maka ikatan itu akan semakin rapuh, hingga akhirnya kedua orang tersebut berjalan di jalan masing-masing.

Banyak hal, sekali hilang, hampir mustahil untuk kembali seperti semula. Karena itu, sebelum kehilangan, belajarlah untuk menghargai dan menjaga apa yang sudah dimiliki.(jhn/yn)

Rudal, Kapal Induk, dan Ledakan Misterius: 10 Februari Jadi Titik Balik?

EtIndonesia. Pada 10 Februari 2026, Perdana Menteri Israel,  Benjamin Netanyahu melakukan kunjungan resmi ke Gedung Putih untuk bertemu Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Menurut pejabat senior Israel, pertemuan tersebut bukan sekadar konsultasi rutin, melainkan dialog strategis yang membahas skenario konkret menghadapi Iran, termasuk opsi militer apabila jalur diplomasi gagal.

Netanyahu dijadwalkan memaparkan pembaruan intelijen terbaru mengenai:

  • Perkembangan program nuklir Iran
  • Percepatan produksi rudal balistik Teheran
  • Kesiapan militer regional Iran dan jaringan proksinya

Fokus utama pembicaraan mencakup ruang lingkup negosiasi AS–Iran serta langkah lanjutan jika perundingan runtuh.

Tiga Isu Kritis yang Dibahas

Sumber Israel mengungkapkan terdapat tiga perhatian utama dalam pembahasan tersebut:

  1. Lonjakan kemampuan rudal balistik Iran
    Intelijen Israel memperkirakan Iran dapat memiliki 1.500 hingga 2.000 rudal balistik dalam hitungan minggu atau bulan ke depan.
  2. Kebebasan bertindak Israel
    Israel menginginkan jaminan bahwa dalam kesepakatan apa pun di masa depan, Tel Aviv tetap memiliki kebebasan melakukan operasi militer terhadap target di Iran apabila dianggap perlu.
  3. Koordinasi strategis dengan Washington
    Israel menilai koordinasi militer dan intelijen dengan AS sangat krusial untuk menjaga keseimbangan kekuatan di kawasan.

Ledakan di Teheran Saat Pertemuan Berlangsung

Menariknya, bersamaan dengan kunjungan Netanyahu, pada 10 Februari 2026 dilaporkan terjadi sejumlah ledakan dan kebakaran besar di beberapa wilayah Teheran.

Informasi awal menyebutkan:

  • Kebakaran terjadi di sebuah pembangkit listrik di Teheran barat
  • Ledakan dilaporkan di fasilitas lain yang belum dijelaskan secara rinci

Hingga kini belum ada konfirmasi resmi mengenai penyebab insiden tersebut, namun waktu terjadinya menambah dimensi dramatis dalam dinamika politik yang sedang berlangsung.

Sikap Tegas Trump: “Kesepakatan Harus Total”

Menurut laporan Axios, sebelum pertemuan berlangsung, Trump telah memperingatkan bahwa kesepakatan apa pun dengan Iran harus mencakup:

  • Program nuklir
  • Persediaan dan pengembangan rudal balistik

Jika kedua isu tersebut tidak masuk dalam kesepakatan, Washington siap mengambil langkah militer yang “sangat keras”.

Trump juga mengungkapkan bahwa dia tengah mempertimbangkan:

  • Pengiriman tambahan satu kapal induk
  • Penambahan pasukan ke Timur Tengah

Sementara itu, dalam wawancara dengan Oman TV, pemerintah Iran menegaskan bahwa selain isu nuklir, tidak ada topik lain yang akan dinegosiasikan dengan Amerika Serikat.

Opsi Pengerahan Kapal Induk AS

Saat ini, kapal induk USS Abraham Lincoln telah berada di kawasan operasional.

Secara teori, beberapa kapal induk lain yang bisa dikerahkan meliputi:

  • USS Gerald R. Ford – namun belum ada rencana keberangkatan.
  • USS George H.W. Bush – sedang berlatih di lepas pantai Virginia; membutuhkan sekitar dua minggu menyelesaikan latihan dan dua minggu tambahan untuk mencapai wilayah tanggung jawab United States Central Command (CENTCOM).
  • USS George Washington – berbasis di Yokosuka, Jepang; pengerahannya akan mengurangi kemampuan AS menghadapi Tiongkok di Indo-Pasifik.

Langkah ini menunjukkan bahwa Washington masih menghitung dengan cermat keseimbangan antara Timur Tengah dan Asia Timur.

Tekanan Ekonomi dan Risiko Pasar Minyak

Laporan The Wall Street Journal menyebut pemerintahan Trump sempat mempertimbangkan penyitaan kapal tanker pengangkut minyak Iran sebagai bentuk tekanan tambahan.

Namun opsi tersebut ditahan karena kekhawatiran:

  • Iran akan melakukan pembalasan
  • Pasar minyak global bisa terguncang
  • Harga energi melonjak tajam

Pada 9 Februari 2026, Amerika Serikat mengeluarkan panduan keselamatan navigasi terbaru bagi kapal berbendera AS di Selat Hormuz. Kapal-kapal dianjurkan menjauhi perairan Iran, dan awak kapal diminta tidak melakukan perlawanan bersenjata jika terjadi pemeriksaan oleh pasukan Iran guna mencegah eskalasi.

Israel Siap Bertindak Sendiri

Menurut The Jerusalem Post, pejabat Israel menegaskan bahwa Israel telah menetapkan “garis merah” terkait rudal balistik Iran.

Jika Iran menolak membatasi program tersebut, Israel:

  • Siap melakukan aksi militer secara mandiri
  • Bahkan sebelum putaran kedua perundingan AS–Iran dimulai

Sementara itu, Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio baru-baru ini menyetujui penjualan senjata kepada Israel senilai 6,7 miliar dolar AS, memperkuat kemampuan pertahanan dan ofensif Tel Aviv.

Pergerakan Militer Regional

Citra satelit yang diperoleh Reuters menunjukkan bahwa pada awal Februari 2026 hingga 10 Februari:

  • Hingga 10 peluncur sistem Patriot di Pangkalan Udara Al Udeid, Qatar, dipasang pada kendaraan untuk mobilitas cepat.
  • Sistem THAAD di Yordania terpantau aktif.

Selain itu:

  • Sebuah pesawat patroli maritim AS dilaporkan memasuki wilayah udara Iran tanpa tembakan balasan.
  • Dua pesawat kargo Boeing 747 Iran terpantau menuju Moskow dan Tiongkok.
  • Rusia mulai mengevakuasi personel pentingnya dari Iran, termasuk staf perusahaan energi nuklir negara.

Langkah-langkah ini mengindikasikan kesiapsiagaan yang meningkat di berbagai pihak.

Faktor Tiongkok: Sinyal Dukungan?

Di tengah meningkatnya tekanan, atase militer Tiongkok dilaporkan menghadiahkan model jet tempur siluman J-20 kepada komandan Angkatan Udara Iran.

Meski bersifat simbolik, langkah ini memicu spekulasi kemungkinan kerja sama militer lebih erat, termasuk potensi penjualan pesawat tempur generasi kelima kepada Teheran.

Kesimpulan: Tekanan Maksimum atau Jalan Perang?

Seluruh dinamika sejak 9–10 Februari 2026 memperlihatkan strategi yang konsisten dari Washington: tekanan maksimum terhadap Iran, baik melalui diplomasi keras, pengerahan militer, maupun opsi ekonomi.

Pertanyaan krusial kini terbuka:

  • Apakah Iran akan menerima syarat Washington yang mencakup pembatasan nuklir dan rudal?
  • Apakah Israel akan bertindak lebih dulu jika merasa ancaman semakin mendesak?
  • Seberapa jauh AS bersedia meningkatkan kehadiran militernya?

Dengan kapal induk bersiaga, sistem pertahanan udara diperkuat, dan ledakan misterius terjadi di Teheran, Timur Tengah kembali berada di ambang ketidakpastian strategis yang berpotensi mengubah peta kekuatan kawasan secara drastis.

Tim Trump Membahas Kemungkinan Menyita Kapal Tanker yang Membawa Minyak Iran Tetapi Memutuskan untuk Tidak Melakukannya

EtIndonesia. Para pejabat pemerintahan Trump membahas kemungkinan menyita kapal tanker yang membawa minyak Iran. Washington berupaya menekan Teheran terkait kesepakatan nuklir tetapi membatalkan rencana tersebut karena risiko tindakan balasan, menurut The Wall Street Journal.

AS telah menyita beberapa kapal tanker yang membawa minyak Iran sebagai bagian dari blokade selama dua bulan yang menargetkan kapal-kapal yang dikenai sanksi yang melayani Venezuela. Kapal-kapal tanker ini, bagian dari apa yang disebut “armada bayangan,” mengangkut “minyak ilegal” dari beberapa negara yang dikenai sanksi ke pembeli, termasuk Tiongkok.

Politico melaporkan bahwa keputusan Washington untuk memblokir pengiriman minyak dari Iran untuk kapal tanker lain yang dikenai sanksi dapat melemahkan sumber pendapatan utama Teheran, memperluas strategi agresif yang diuraikan oleh Gedung Putih pada bulan Desember di Karibia.

Para pejabat mengatakan ini adalah salah satu dari beberapa opsi yang dipertimbangkan pemerintahan Trump untuk menekan Teheran agar mencapai kesepakatan yang membatasi program nuklirnya. Namun, langkah seperti itu akan menghadapi hambatan besar dan dapat dianggap sebagai tindakan perang.

Sebagai tanggapan, Iran mungkin akan menyita kapal tanker yang membawa minyak sekutu AS atau memasang ranjau di Selat Hormuz, yang dilalui sekitar 25% pasokan minyak global. Kedua langkah tersebut kemungkinan akan mendorong harga minyak naik tajam, berpotensi memicu reaksi politik di Gedung Putih.

Menurut para pejabat, pada tahun 2026 saja Departemen Keuangan AS telah memberlakukan sanksi terhadap lebih dari 20 kapal tanker yang membawa minyak Iran, menjadikannya target potensial untuk penyitaan.

AS meningkatkan tekanan, Iran menuntut keringanan

Baru-baru ini, Presiden AS, Donald Trump menandatangani perintah yang memungkinkan pemerintahannya untuk mengenakan tarif pada barang-barang dari negara-negara yang berbisnis dengan Iran. Meskipun tarif belum segera diterapkan, tarif tersebut dapat mencapai hingga 25%.

Selain itu, kepala Organisasi Energi Atom Iran Mohammad Eslami mengatakan negara itu dapat menyetujui pengenceran uranium yang diperkaya hingga 60%, tetapi hanya jika semua sanksi keuangan dicabut sepenuhnya. (yn)

Perpustakaan Pindah Tempat

EtIndonesia. Gedung lama Perpustakaan Inggris sudah tua dan rusak di banyak bagian. Karena itu, sebuah gedung perpustakaan baru dibangun di lokasi lain. Setelah gedung baru selesai, seluruh koleksi buku dari gedung lama harus dipindahkan ke gedung baru.

Pada dasarnya, ini hanyalah pekerjaan perusahaan jasa pindahan—tidak perlu perencanaan rumit: buku dimuat ke truk, diangkut, lalu dipindahkan ke gedung baru.

Masalahnya, anggaran yang dibutuhkan mencapai 3,5 juta pound sterling, sementara perpustakaan tidak memiliki dana sebesar itu. Musim hujan pun segera tiba. Jika pemindahan tidak dilakukan secepatnya, kerugian besar tak terelakkan. Kepala perpustakaan memikirkan berbagai cara, tetapi tak satu pun yang membuahkan hasil.

Di tengah kebingungannya, seorang staf perpustakaan datang menghadap dan mengatakan bahwa dia memiliki solusi—namun tetap membutuhkan 1,5 juta pound sterling.

Kepala perpustakaan sangat gembira, karena jumlah itu masih sanggup ditanggung.

“Cepat katakan!” desaknya tak sabar.

Staf itu berkata : “Gagasan yang bagus juga punya nilai. Saya punya satu syarat.”

“Apa syaratnya?”

“Jika seluruh 1,5 juta pound habis terpakai, anggap saja itu sumbangan saya untuk perpustakaan. Tetapi jika ada sisa, sisa uang itu menjadi milik saya.”

“Itu bukan masalah!” jawab kepala perpustakaan tegas. “Anggaran 3,5 juta saja saya setujui. Jika dari 1,5 juta masih ada sisa dan menjadi milikmu, saya bisa langsung menyetujuinya!”

“Kalau begitu, mari kita buat kontrak,” ujar sang staf, menyadari peluang besar di hadapannya.

Kontrak pun ditandatangani, dan tak lama kemudian rencana pemindahan versi sang staf dilaksanakan. Hasilnya, bahkan tanpa menghabiskan seluruh 1,5 juta pound, seluruh koleksi perpustakaan berhasil dipindahkan ke gedung baru.

Bagaimana caranya?

Ternyata, perpustakaan memasang sebuah pengumuman besar di surat kabar: “Mulai hari ini, Perpustakaan Inggris membuka peminjaman buku gratis tanpa batas bagi masyarakat, dengan satu syarat: buku dipinjam dari gedung lama dan dikembalikan ke gedung baru.”

Hikmah Cerita

Saat membaca kisah ini, solusi yang terlintas di benak saya ternyata sama dengan ide cerdas sang staf: memanfaatkan sistem peminjaman yang sudah ada. Dengan mengandalkan masyarakat yang meminjam dan mengembalikan buku, koleksi dapat berpindah secara alami dari gedung lama ke gedung baru.

Cara ini bukan hanya menghemat biaya pindahan dalam jumlah besar, tetapi juga menyelesaikan tugas dengan rapi dan efisien.

Inilah pelajaran penting dalam hidup dan pekerjaan: selama caranya tepat, hasilnya bisa berlipat ganda. Kita dapat menghemat uang, tenaga, dan waktu—sekaligus memberi manfaat bagi masyarakat. Menguntungkan diri sendiri dan orang lain.

Catatan: Dana 1,5 juta pound tersebut digunakan untuk biaya pemasangan iklan.

Membaca menambah kebijaksanaan—membuat kita melihat persoalan dengan lebih dalam, lebih jauh, dan lebih cermat. Selamat membaca, semoga bermanfaat.(jhn/yn)

Tim Trump Membahas Kemungkinan Menyita Kapal Tanker yang Membawa Minyak Iran Tetapi Memutuskan untuk Tidak Melakukannya

EtIndonesia. Para pejabat pemerintahan Trump membahas kemungkinan menyita kapal tanker yang membawa minyak Iran. Washington berupaya menekan Teheran terkait kesepakatan nuklir tetapi membatalkan rencana tersebut karena risiko tindakan balasan, menurut The Wall Street Journal.

AS telah menyita beberapa kapal tanker yang membawa minyak Iran sebagai bagian dari blokade selama dua bulan yang menargetkan kapal-kapal yang dikenai sanksi yang melayani Venezuela. Kapal-kapal tanker ini, bagian dari apa yang disebut “armada bayangan,” mengangkut “minyak ilegal” dari beberapa negara yang dikenai sanksi ke pembeli, termasuk Tiongkok.

Politico melaporkan bahwa keputusan Washington untuk memblokir pengiriman minyak dari Iran untuk kapal tanker lain yang dikenai sanksi dapat melemahkan sumber pendapatan utama Teheran, memperluas strategi agresif yang diuraikan oleh Gedung Putih pada bulan Desember di Karibia.

Para pejabat mengatakan ini adalah salah satu dari beberapa opsi yang dipertimbangkan pemerintahan Trump untuk menekan Teheran agar mencapai kesepakatan yang membatasi program nuklirnya. Namun, langkah seperti itu akan menghadapi hambatan besar dan dapat dianggap sebagai tindakan perang.

Sebagai tanggapan, Iran mungkin akan menyita kapal tanker yang membawa minyak sekutu AS atau memasang ranjau di Selat Hormuz, yang dilalui sekitar 25% pasokan minyak global. Kedua langkah tersebut kemungkinan akan mendorong harga minyak naik tajam, berpotensi memicu reaksi politik di Gedung Putih.

Menurut para pejabat, pada tahun 2026 saja Departemen Keuangan AS telah memberlakukan sanksi terhadap lebih dari 20 kapal tanker yang membawa minyak Iran, menjadikannya target potensial untuk penyitaan.

AS meningkatkan tekanan, Iran menuntut keringanan

Baru-baru ini, Presiden AS, Donald Trump menandatangani perintah yang memungkinkan pemerintahannya untuk mengenakan tarif pada barang-barang dari negara-negara yang berbisnis dengan Iran. Meskipun tarif belum segera diterapkan, tarif tersebut dapat mencapai hingga 25%.

Selain itu, kepala Organisasi Energi Atom Iran Mohammad Eslami mengatakan negara itu dapat menyetujui pengenceran uranium yang diperkaya hingga 60%, tetapi hanya jika semua sanksi keuangan dicabut sepenuhnya. (yn)

Orang yang Ditempatkan di Posisi yang Salah

EtIndonesia. Apakah kita sedang ditempatkan di posisi yang salah? Jika kita berada di posisi yang tepat, kita akan tampil sebagai “jenius” yang penuh percaya diri. Namun jika berada di posisi yang keliru, kita akan dicap sebagai “orang bodoh” yang tak becus apa-apa.

Padahal, dalam hidup sebenarnya tidak ada yang benar-benar mutlak benar atau salah. Begitu pula manusia—tidak ada pembagian mutlak antara “jenius” dan “orang bodoh”.

Kesadaran inilah yang kini perlahan menjadi kesepakatan sosial, seiring semakin banyak orang mengenal dan menyadari jati dirinya.

Huang adalah seorang lulusan baru dari fakultas bisnis—talenta muda yang penuh ambisi. Dia masuk ke sebuah perusahaan swasta dan bekerja di bidang hubungan masyarakat (public relations). Namun setelah beberapa tahun bekerja, orang-orang menilai dia memiliki satu kekurangan besar: dia terlalu sensitif.

Karena terlalu sensitif, satu kalimat yang dilontarkan orang lain tanpa maksud apa pun, bisa membuatnya menderita berjam-jam lamanya.

Sifat kepribadian ini membuatnya merasa sangat tersiksa dan putus asa dalam pekerjaannya sebagai staf PR.

Suatu hari Minggu, sebagai seorang Kristen, dia datang ke gereja dengan hati yang penuh beban dan mencurahkan semua keluh kesahnya kepada pendeta. 

Tiba-tiba sang pendeta mendapat inspirasi dan berkata, “Saudari Huang, melihat betapa peka dan telitinya dirimu terhadap hal-hal kecil, mengapa tidak mencoba beralih ke bidang akuntansi saja? Jangan lagi bekerja di PR. Cobalah mengelola pembukuan.”

Nona Huang merenung dan merasa saran itu masuk akal. Sebagai lulusan bisnis, dia pun meluangkan beberapa bulan untuk mengulang kembali ilmu keuangan yang pernah dipelajarinya. Beberapa bulan kemudian, dia mengajukan permohonan pindah ke bagian akuntansi.

Hasilnya sungguh di luar dugaan.

Sifat “terlalu sensitif” yang dulu dianggap sebagai kekurangan, justru membuatnya berkembang pesat di bagian akuntansi. Tidak ada lagi rekan kerja yang menganggapnya tidak kompeten. Sebaliknya, atasannya justru memuji dia sebagai sosok yang sangat teliti dan langka.

Benar saja—sensitif, jika ditempatkan di posisi yang tepat, akan berubah menjadi ketelitian.

Begitu pula dengan sifat-sifat lainnya:

  • Orang yang terburu-buru, jika ditempatkan dengan tepat, akan menjadi cekatan dan proaktif.
    – Orang yang pendiam dan kaku, jika ditempatkan dengan tepat, bisa menjadi tulus dan dapat dipercaya.

Ada sebuah ungkapan yang mengatakan: “Jenius adalah orang yang ditempatkan di posisi yang tepat.”

Di dunia ini tidak ada orang bodoh, tidak ada orang tak berguna—yang ada hanyalah orang-orang yang berada di posisi yang keliru.

Segala sesuatu memiliki dua sisi. Kekurangan seseorang, jika dilihat dari sudut lain, justru adalah kelebihan dan ciri khasnya. Selama kita mampu menempatkan diri di posisi yang tepat dan memanfaatkan karakter kita dengan bijak, kita pun bisa hidup dan bekerja dengan nyaman—seperti ikan yang kembali ke air.

Hikmah Cerita

Ada pepatah yang berkata: “Jika ingin melakukan pekerjaan dengan baik, peralatan harus tepat.”

Manusia pun sama. Hanya dengan berada di posisi yang tepat, potensi diri bisa benar-benar berkembang. Jika salah posisi, bahkan orang berbakat pun bisa dianggap tak berguna.

Orang yang benar-benar cerdas adalah mereka yang mampu mencari ruang hidup dan ruang kerja yang paling sesuai dengan dirinya. Sementara mereka yang pasif hanya menunggu ditempatkan oleh orang lain—jika beruntung, hidupnya lancar; jika tidak, dia akan menjalani hidup biasa-biasa saja tanpa pernah bersinar. (jhn/yn)

Penangkapan Zhang Youxia Guncang Beijing: Jadi Obrolan Panas di Meja Makan Hingga Warga Fokus Beli Emas

Setelah diumumkan jatuhnya Zhang Youxia—tokoh nomor dua di militer Partai Komunis Tiongkok (PKT)—peristiwa tersebut tidak hanya mengejutkan dunia internasional, tetapi juga memicu guncangan besar di dalam negeri, khususnya di Beijing. Baru-baru ini, seorang warga Beijing kelahiran tahun 1980-an menceritakan kepada Epoch Times apa yang ia lihat dan alami secara langsung.

EtIndonesia. Pada 24 Januari, militer PKT mengumumkan bahwa Zhang Youxia dan Kepala Staf Departemen Staf Gabungan Komisi Militer Pusat (KMP), Liu Zhenli, telah tumbang. Tuduhan yang dilontarkan bukan sekadar “narasi korupsi”, melainkan tuduhan politik tingkat tinggi berupa “enam pelanggaran serius”, termasuk secara serius menginjak-injak dan merusak sistem tanggung jawab Ketua KMP. 

Bahkan, dituduh memiliki sikap keliru dalam isu prinsip besar; mengosongkan dan secara pasif melaksanakan keputusan KMP; serta menimbulkan bahaya nyata terhadap kepemimpinan mutlak Partai atas militer. Setelah itu, melalui dua artikel opini di surat kabar militer, tuduhan terhadap Zhang Youxia kemudian diarahkan ke isu korupsi.

Seorang pria kelahiran 1980-an di Beijing bernama samaran Li Wei, yang memiliki beberapa properti dan hidup relatif mapan, serta gemar bergaul dengan berbagai kalangan—termasuk pejabat dan perwira aktif—mengatakan kepada Epoch Times bahwa setelah insiden Zhang Youxia, semua orang terkejut dan kebingungan.

 “Di bawah semuanya membicarakan, langkah selanjutnya bagaimana? Arahnya ke mana? Sampai rakyat sekarang benar-benar bingung, tidak tahu harus bagaimana,” ujarnya.

Li Wei mengatakan bahwa di antara teman-teman masa kecilnya di kompleks perumahan, banyak yang kini menjadi perwira aktif.

 “Para perwira militer berpangkat brigadir ke atas merasa ini sangat buruk. Mereka semua khawatir, apakah ini akan merembet ke saya? Setelah pensiun, apakah saya akan dipanggil untuk mengungkit urusan lama? Semua orang takut, suasananya sangat mencekam.”

Ia menambahkan bahwa pemimpin tertinggi (Xi Jinping) bisa menangkap siapa pun tanpa melalui proses hukum.

 “Mengapa? Karena dari sepuluh pejabat, ada sebelas yang korup. Tinggal soal mau atau tidak mau menindak. Kalau mau, bahkan tidak perlu mencari bukti.”

Menurut Li Wei, banyak orang di dalam negeri justru menilai menjatuhkan Zhang Youxia itu tidak baik.  “Karena Zhang Youxia benar-benar pernah berperang, punya pengalaman militer nyata, dan punya kualifikasi untuk bicara soal ini.”

“Kamu (Xi Jinping) seorang ‘murid SD’, mana bisa disamakan dengan orang yang pernah turun ke medan perang? Kamu boleh jadi pemimpin, tapi kamu harus membuat rakyat hidup layak,” tambahnya.

Terkait hampir semua jenderal senior PKT yang tumbang dan imbasnya ke perwira bawah, yang membuat kekuatan tempur militer diragukan dunia luar, Li Wei balik bertanya:
“Apakah tentara itu bisa berperang? Para pejabat militer itu selain makan, minum, bisa berperang tidak? Dari belasan tentara yang dulu tinggal satu kompleks dengan saya, ada yang bisa berperang? Main jalan-jalan bisa, main perempuan bisa, minum keras bisa—tapi berperang? Tidak bisa. Sudah berapa puluh tahun tidak naik medan perang.”

Insiden Zhang Youxia Memicu Ketidakstabilan, Beijing Diliputi Ketegangan

Setelah kasus Zhang Youxia mencuat, berbagai rumor beredar luas, dengan lebih dari sepuluh versi berbeda tentang kejatuhannya. Pada 4 Februari, PKT menggelar sidang ke-20 Komite Tetap Kongres Rakyat Nasional. 

Sidang ini dianggap “darurat” karena digelar lebih cepat dari siklus normal dua bulanan dan hanya berlangsung satu hari. Publik memperkirakan sidang ini terkait Zhang Youxia dan Liu Zhenli. Namun, pengumuman resmi justru hanya menyebut pencabutan status anggota parlemen terhadap tiga teknokrat dari sistem militer, tanpa menyinggung Zhang dan Liu.

Li Wei mengatakan bahwa teman-temannya di kalangan pejabat berpendapat pemimpin tertinggi mungkin tidak sepenuhnya mampu mengendalikan orang-orang di bawah “nomor dua”.
“Kasus Zhang Youxia ini sangat tidak stabil. Rakyat juga tahu situasinya sangat tidak stabil, jadi semua sedang menunggu dan mengamati.”

Ia melanjutkan, “Sekarang ini suasananya seperti ‘diam lebih keras dari kata-kata’. Tidak ada yang berani bicara. Dalam kondisi seperti ini, siapa pun yang bisa ke luar negeri, ingin segera pergi.”

Seorang temannya yang bekerja di Air China mengatakan bahwa tiket penerbangan langsung ke Australia kini sangat mahal—7.000 hingga 8.000 yuan—namun selalu penuh.

 “Padahal biasanya saat ini warga Tionghoa di luar negeri pulang ke Tiongkok untuk Tahun Baru Imlek, bukan sebaliknya.”

Li Wei menegaskan bahwa suasana benar-benar mencekam.

 “Beijing sangat tegang. Bahkan kalau kamu bawa anak jalan-jalan atau naik MRT, identitas diperiksa, data dicek, sangat ketat. Terutama di dalam Ring Road ke-3, ke-2, dan sekitar Chang’an Avenue—malam hari polisi bersenjata senapan mesin berdiri, mobil dihentikan dan diperiksa satu per satu.”

Ia menambahkan, semakin dekat ke Zhongnanhai dan wilayah Ring Road ke-2—khususnya wilayah utara Chang’an Avenue—pengawasan makin ketat karena di sanalah para pemimpin pusat tinggal.   “Jauh lebih ketat dibanding pemeriksaan KTP di MRT sebelumnya.”

Ia juga mengatakan warga Beijing makin enggan bekerja sama dan sering mengeluh:
“Ada apa? Saya buronan ya? Ini KTP 110 saya!”

Ia menjelaskan bahwa kode 110 adalah nomor KTP paling awal di Beijing, dan berulang kali menekankan empat kata untuk menggambarkan suasana: “kemarahan besar.”

Di Mobil dan Jamuan Makan Semua Mengumpat, Warga Berebut Emas

Li Wei mengatakan, topik obrolan di mobil dan jamuan makan sekarang adalah:
“Ekonomi negara tidak bisa diurus, militer juga kacau, malah sibuk proyek-proyek aneh seperti ‘Belt dan Road’, terutama ‘Kawasan Baru Xiong’an’ di utara—sekarang itu proyek mangkrak besar.”

Ia menambahkan bahwa awalnya pemerintah ingin memindahkan BUMN dan BUMN pusat ke Xiong’an, tapi gagal dan akhirnya mundur.

 “Sekarang tidak bisa mundur lagi. Perusahaan yang membangun gedung di Beijing harus pindah ke sana. Tempat itu benar-benar tidak ada apa-apa, tapi harus dibangun dan tidak boleh gagal.”

Ia menyimpulkan dengan nada keras:  “Ini sudah seperti kegilaan. Sekarang negara diatur oleh pemimpin yang seperti orang sakit jiwa, dan rakyatlah yang paling menderita.”

Ia juga menyebutkan bahwa di Pasar Bai Cai Kou di Beijing, warga berbondong-bondong membeli emas.

 “Mengapa beli emas? Zaman kacau baru orang menyimpan emas. Sekarang semua beli emas batangan dan simpan di rumah—itu yang paling aman.”

“Kapan orang beli barang antik? Saat masa damai dan makmur. Sekarang pasar barang antik di Tiongkok hancur. Mangkuk porselen yang dulu bisa dijual puluhan juta, sekarang beberapa juta saja sudah bisa dibeli.”

Rakyat Paham Betul, Pandangan terhadap PKT Semakin Jelas

Li Wei menilai bahwa warga Beijing kini tahu betul negara dan partai ini bermasalah.
“Busuk dari akarnya, busuk dari dalam hati. Semua tahu, bahkan tanpa peristiwa Zhang Youxia pun sudah paham.”

“Hanya saja tidak berani bicara. Tidak ada pilihan. Sekarang anak-anak lagi dijejali propaganda ‘tanpa Partai Komunis tak ada Tiongkok baru’, harus patuh pada partai, harus cinta negara. Apa itu cinta negara? Negara dan partai itu dua konsep berbeda, tapi sengaja dicampur. Kalian kira rakyat bodoh?!”

Ia juga menyebutkan bahwa di BUMN sekarang orang-orang hanya ‘asal kerja’.
“Satu pekerjaan bisa dikerjakan tujuh atau delapan orang. Begitu bel pulang berbunyi, langsung pergi. Jangan ikut campur urusan apa pun, anggap tidak melihat apa-apa—paling aman menghindar.”

Judul asli: Warga Beijing Kelahiran 1980-an: Pandangan Saya tentang Insiden Zhang Youxia
(Sumber: Epoch Times / Editor: Yue Yuan)

Diplomat dan Petugas Intelijen Rusia yang Diusir dari Eropa Menuju Afrika untuk Bekerja

EtIndonesia. Rusia mengirimkan sejumlah besar petugas intelijen, diplomat, dan agen yang dinyatakan sebagai persona non grata di Eropa ke negara-negara Afrika, menurut laporan tahunan 2026 dari Dinas Intelijen Luar Negeri Estonia (EFIA).

Laporan tersebut mencatat bahwa dengan mengirimkan personelnya ke Afrika, Rusia tidak hanya memperkuat kehadirannya di benua hitam tersebut tetapi juga mengatasi tantangan kepegawaian internal.

Selama dekade terakhir, negara-negara Barat telah mengusir ratusan diplomat Rusia dan menutup beberapa konsulat karena kebijakan agresif dan aktivitas spionase Moskow. Memperkuat hubungan dengan Afrika memungkinkan Kremlin untuk mempekerjakan pegawai negeri yang tidak lagi dapat bekerja di Uni Eropa.

Di luar kerja sama militer tradisional, Rusia secara aktif mempromosikan alat “kekuatan lunak” di benua tersebut melalui program pendidikan dan budaya.

Laporan tersebut menyoroti bahwa badan federal Rossotrudnichestvo, yang memainkan peran kunci dalam operasi pengaruh negara, memperluas jaringan kantornya di Afrika, dengan cabang baru dibuka di Guinea dan Burkina Faso.

Selain itu, Yayasan Russkiy Mir, yang mempromosikan bahasa Rusia di luar negeri, telah membuka pusat-pusat baru di Burundi dan Uganda.

Menurut intelijen Estonia, melalui struktur-struktur ini, Moskow menyebarkan narasi anti-Barat, menggambarkan kebijakan Barat sebagai “neokolonial dan paternalistik.” Sebaliknya, Rusia memposisikan dirinya sebagai “juara tatanan dunia multipolar” dan “pembela kedaulatan,” menawarkan kerja sama dengan kedok kemitraan yang setara.

Mahasiswa Afrika dikirim untuk berperang di Ukraina

Laporan tersebut juga berfokus pada penggunaan mahasiswa Afrika dalam perang melawan Ukraina. Data EFIA menunjukkan bahwa pada tahun 2025, sekitar 35.000 mahasiswa Afrika belajar di universitas-universitas Rusia. Otoritas Rusia dilaporkan mengeksploitasi situasi keuangan mereka yang sulit, menawarkan pilihan antara deportasi atau menandatangani kontrak dengan Kementerian Pertahanan Rusia.

Akibatnya, menurut dinas Estonia, ratusan warga negara dari Zambia, Tanzania, Guinea, Kamerun, Eritrea, Nigeria, dan negara-negara lain dikirim untuk berperang melawan Ukraina. (yn)

Kisruh di Internal Militer Berlanjut, Sejumlah Pejabat PKT Kehilangan Jabatan dan Aktivitas yang Tak Biasa Diamati Selama Acara Tahunan

Setelah Zhang Youxia dan Liu Zhenli ditangkap untuk diselidiki, guncangan di tubuh militer Partai Komunis Tiongkok (PKT) terus berlanjut. Baru-baru ini, Wakil Menteri Departemen Jaminan Logistik Komisi Militer Pusat (KMP) He Song dicabut statusnya sebagai anggota Komite Nasional Konferensi Konsultatif Politik Rakyat Tiongkok (CPPCC). Sebelumnya, tiga pejabat tinggi dari sistem industri militer juga telah tumbang, sementara berbagai aktivitas tahunan KMP menunjukkan kejanggalan. Para pakar menilai, rangkaian fenomena ini mencerminkan bahwa perebutan kekuasaan di tingkat atas PKT telah mencapai tahap “hidup atau mati”.

EtIndonesia. Pada 6 Februari 2026, CPPCC Nasional menggelar Rapat Ketua ke-46, yang menyetujui pencabutan keanggotaan Tian Xuebin dan He Song sebagai anggota Komite Nasional CPPCC ke-14.

Berdasarkan informasi resmi PKT yang pernah dirilis, He Song sebelumnya menjabat sebagai Wakil Menteri Departemen Jaminan Logistik Komisi Militer Pusat.

Sebelum itu, sudah ada tiga pejabat tinggi industri militer PKT yang dipastikan jatuh. Pada 4 Februari, menurut pengumuman Komite Tetap Kongres Rakyat Nasional (NPC), mantan Ketua AVIC (Aviation Industry Corporation of China) Zhou Xinmin, Kepala Insinyur China National Nuclear Corporation Luo Qi, serta Presiden China Academy of Engineering Physics Liu Cangli dicopot dari jabatan sebagai anggota NPC.

Analisis menyebutkan bahwa kasus mereka kemungkinan terkait dengan korupsi di sistem industri militer, dan juga bisa berkaitan dengan perkara Zhang Youxia yang baru saja tumbang.

 “Perusahaan industri militer dan para jenderal militer sangat berkaitan. Zhang Youxia pernah menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi Militer Pusat, dan dalam jangka panjang mengelola Departemen Perlengkapan Logistik Umum,” ujar penulis kolom Epoch Times, Wang He. 

“Karena itu, keterlibatannya dengan perusahaan industri militer sangat dalam. Jika Xi Jinping ingin mencabutnya sampai ke akar-akarnya, maka akan melibatkan banyak personel di perusahaan industri militer, bukan hanya para jenderal tingkat tinggi,” tambahnya. 

Pengamat politik yang bermukim di Amerika Serikat, Chen Pokong, mengatakan:  “Ini sepenuhnya merupakan bentuk dari sistem itu sendiri. Karena sistem ini adalah sistem kekuasaan personal, tanpa pengawasan dan tanpa mekanisme saling mengimbangi, serta tanpa nasionalisasi militer, maka militer itu sendiri tetap menjadi militer yang korup.”

Setelah Zhang Youxia dan Liu Zhenli diselidiki pada akhir bulan lalu, media militer PKT terbaru menilai bahwa keduanya telah “secara serius menginjak-injak dan merusak sistem tanggung jawab Ketua Komisi Militer Pusat”, dan kemudian mengecam mereka sebagai unsur korup.

 “Ini adalah trik lama PKT. Karena seluruh militer sudah korup, semua orang korup. Kalau tidak korup pun akan dituduh mendorong korupsi. Kali ini mereka menambahkan tuduhan ‘mendorong korupsi’ terhadap Zhang Youxia dan Liu Zhenli,” ujar Chen Pokong.

“Bahkan sebelum bukti korupsi ditemukan, orangnya sudah dijatuhkan, digulingkan dengan cara kudeta—ini jelas tidak masuk akal. Pada akhirnya, mereka hanya bisa menggunakan isu antikorupsi untuk membodohi para perwira dan prajurit, khususnya tentara di lapisan bawah,” tambahnya. 

Pada 6 Februari spre, kegiatan Komisi Militer Pusat untuk慰問 (kunjungan/hiburan) para pejabat militer senior yang bertugas di Beijing digelar. Tayangan CCTV menunjukkan bahwa di belakang Xi Jinping hanya ada satu orang yang mendampingi, yakni Wakil Ketua KMP Zhang Shengmin. Dibandingkan dua tahun sebelumnya, jumlah anggota KMP yang mendampingi menurun drastis—pada 2024 berjumlah 13 orang, sementara tahun lalu 10 orang.

Pengamat politik Tang Jingyuan mengatakan:  “Perubahan ini dengan sangat jelas menunjukkan bagaimana Komisi Militer Pusat PKT, di tengah pertarungan internal yang sengit dan saling membunuh, sedang mengalami proses penghancuran diri secara menyeluruh.”

Selain itu, dari gambar di lokasi terlihat beberapa pria muda bertubuh tinggi mengenakan seragam militer, yang diduga merupakan personel keamanan. Ekspresi wajah mereka tampak tegang dan serius. Terutama saat Xi Jinping berjabat tangan dengan para pejabat senior, para prajurit terlihat sangat gugup.

Analisis menilai bahwa hal ini cukup untuk mengungkap krisis mendalam di dalam tubuh militer PKT.

“Saat ini Xi Jinping sebenarnya berada dalam kondisi yang sangat tidak stabil. Meskipun penangkapan Zhang Youxia membuatnya sedikit membalikkan keadaan, namun pertarungan kekuasaan antara dirinya dan faksi anti-Xi tetap berlangsung dengan sangat sengit,” kata Tang Jingyuan. 

Laporan wawancara oleh reporter New Tang Dynasty, Tang Rui, dan reporter tamu Luo Ya.

Iran Tingkatan Penindakan Keras Setelah Negosiasi dengan AS, Hukuman Peraih Nobel Perdamaian Diperpanjang

Setelah menewaskan ribuan orang dalam penindasan terhadap aksi protes nasional, rezim otoriter Iran kembali meningkatkan tekanan terhadap para pembangkang. Pada akhir pekan lalu, seorang peraih Nobel Perdamaian dijatuhi tambahan hukuman penjara selama 7,5 tahun, sementara sejumlah tokoh politik reformis ternama juga ditangkap oleh pihak berwenang.

Peraih Nobel Perdamaian dan aktivis HAM Iran, Narges Mohammadi, menyatakan:  “Halo! Salam untuk kebebasan! Perempuan, kehidupan, kebebasan! Kebebasan adalah hak kami!”

Etindonesia. Peraih Nobel Perdamaian sekaligus aktivis HAM Iran, Narges Mohammadi, dijatuhi tambahan hukuman penjara selama 7,5 tahun. Pada 8 Februari, ia menelepon pengacaranya dari dalam penjara dan mengonfirmasi bahwa sehari sebelumnya ia kembali dijatuhi vonis ilegal terbaru.

Pada hari yang sama, media milik negara Iran mengumumkan bahwa empat tokoh politik reformis, termasuk mantan Wakil Menteri Luar Negeri urusan Amerika Serikat Mohsen Aminzadeh dan tokoh politik senior Ebrahim Asgharzadeh, telah ditangkap pada akhir pekan lalu.

Mereka dituduh melanggar Konstitusi Iran, berupaya merusak stabilitas negara, serta berkolusi dengan “rezim Zionis dan Amerika Serikat” untuk menghasut kerusuhan, di antara berbagai tuduhan lainnya.

Pada 8 Februari, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyampaikan pernyataan keras dalam konferensi kebijakan luar negeri nasional, menegaskan bahwa rezim Islam Iran tidak akan menghentikan program pengayaan uranium.

“Mengapa kami terus bersikeras menjalankan program pengayaan uranium, bahkan ketika perang dipaksakan kepada kami? Karena tidak ada seorang pun yang berhak menentukan apa yang boleh atau tidak boleh kami miliki,” katanya.

Pada Jumat lalu, Amerika Serikat dan Iran kembali memulai perundingan terkait program nuklir Teheran. Panglima Komando Pusat AS, Laksamana Brad Cooper, turut menghadiri perundingan tersebut.

Setelah perundingan tidak langsung AS–Iran, Laksamana Cooper mendampingi utusan Gedung Putih Steve Witkoff serta menantu Presiden Trump, Jared Kushner, meninjau kapal induk USS Abraham Lincoln yang berlabuh di Laut Arab.

Pada hari yang sama, ketika ditanya wartawan mengenai perundingan AS–Iran, Presiden Donald Trump kembali mengeluarkan peringatan kepada pemerintah Iran.

Presiden AS Donald Trump mengatakan:  “Iran tampaknya sangat ingin mencapai kesepakatan. Kita harus melihat seperti apa isi kesepakatannya. Namun saya pikir Iran memang sangat, sangat ingin mencapai kesepakatan—dan memang seharusnya begitu. Mereka tahu konsekuensinya. Jika tidak ada kesepakatan, harga yang harus dibayar akan sangat mahal. Kita tunggu saja.”

Menteri Luar Negeri Israel Gideon Sa’ar menyatakan bahwa upaya Iran untuk memperoleh senjata nuklir bukan hanya mengancam Timur Tengah, tetapi juga perdamaian dunia.

Kantor Perdana Menteri Israel merilis pernyataan bahwa Perdana Menteri Benjamin Netanyahu akan berkunjung ke Washington pada Rabu (11/2) pekan ini untuk bertemu Presiden Trump dan membahas perundingan kesepakatan nuklir AS–Iran.

Pernyataan tersebut menyebutkan:  “Perdana Menteri menilai bahwa semua perundingan harus mencakup pembatasan rudal balistik (Iran) serta penghentian dukungan terhadap poros Iran.” Hal dimaksud dengan “poros Iran” adalah kelompok-kelompok seperti Hizbullah di Lebanon dan Hamas di wilayah Palestina.

Laporan kompilasi oleh reporter New Tang Dynasty Television, Zhao Fenghua.

Jika Jalan yang Ditempuh Sudah Benar, Jarak Tak Lagi Menakutkan

EtIndonesia. Di New York, suatu kali saya berkesempatan mengunjungi Metropolitan Museum of Art yang sangat terkenal.

Setelah membayar tiket, petugas loket memberikan sebuah keping logam kecil—ukurannya kira-kira setara koin sepuluh dolar Taiwan—dengan dua penjepit, sehingga mudah disematkan di kerah pakaian.

Seorang teman memberi tahu saya bahwa selama kunjungan, kita boleh keluar masuk museum kapan saja. Jika ingin masuk kembali, tiket tidak perlu diserahkan—cukup gunakan tiket yang sama. Namun, jika sudah yakin tidak akan masuk lagi, tiket tersebut dimasukkan ke dalam kotak kaca akrilik di pintu keluar.

Saya bertanya: “Apakah bentuk atau warna tiketnya diganti setiap hari?”

Teman saya menjawab: “Tidak.”

Saya pun melanjutkan: “Kalau begitu, bukankah bisa saja ada orang yang membawa pulang tiketnya lalu kembali beberapa hari kemudian? Atau sepuluh orang masuk hanya membeli lima tiket, lalu satu orang keluar membawa tiket untuk diberikan kepada yang lain?”

Teman saya tertawa terbahak-bahak: “Hanya orang Taiwan yang berpikir seperti itu! Orang Amerika berpikir jauh lebih sederhana. Masuk ya beli tiket, tidak masuk lagi ya serahkan tiket. Pada dasarnya, orang Amerika percaya bahwa semua orang adalah warga yang taat aturan. Karena itu, petugas di pintu masuk pun sangat sedikit.”

Saat itu juga saya merasa malu. Ternyata cara berpikir yang terlalu fokus pada pencegahan kecurangan, bahkan mencari celah, telah menjadi bagian dari budaya kita—lebih sibuk mencegah kebocoran daripada mendorong kebaikan.

Belakangan ini saya diminta mengajar di TSMC. Saya mendapati bahwa kantin TSMC, seperti perusahaan lain di kawasan sains, menggunakan sistem outsourcing—bersih, rapi, dan terang.

Perbedaannya, tidak ada petugas yang menyajikan makanan. Semua diambil sendiri. Di bagian buah, terpasang selembar kertas bertuliskan:  “Setiap orang hanya boleh mengambil satu kantong (sudah dicuci dan dipotong).”

Di pintu masuk pun hampir tidak ada penjagaan. Untuk masuk kantin, karyawan cukup memindai kartu identitas, dan biaya makan akan otomatis dipotong dari gaji di akhir bulan.

Seorang wakil manajer TSMC bercerita:  “Pernah ada karyawan ketahuan makan tanpa memindai kartu. Pelanggaran pertama diberi peringatan. Pelanggaran kedua—langsung diberhentikan.”

Saya menyadari satu hal: semakin tinggi tingkat saling percaya, semakin sedikit aturan dan pengawasan. Segalanya menjadi lebih mudah, biaya turun, dan suasana kerja pun lebih menyenangkan.

Sebaliknya, jika yang tumbuh adalah kecurigaan—saling menjaga jarak, saling mengawasi—produktifitas menurun, pekerjaan menjadi pasif, dan suasana kerja terasa tidak bahagia.

Saudara-saudari sekalian, bukankah Anda juga merasakan bahwa ketika berada di lingkungan yang penuh kepercayaan—dengan teman atau rekan kerja—segala hal berjalan lebih efisien dan penuh keselarasan?

Namun ketika diliputi prasangka dan ketidakpercayaan, apa pun terasa seret dan sulit berkembang.

Jika Anda memahami prinsip ini, mulai sekarang bukalah hati. Hadapilah setiap rekan dengan sikap terbuka dan penuh kepercayaan. Mungkin pada awalnya Anda akan merasa sering dirugikan, karena orang lain belum terbiasa dengan cara Anda memperlakukan mereka.

Ingatlah satu hal: bertahanlah.
-Hal yang benar patut diperjuangkan.
-Hanya dengan keteguhan, kebaikan bisa bertahan lama.
-Jika jalan yang ditempuh sudah benar, jarak sejauh apa pun tak perlu ditakuti.

Hikmah Cerita

Jika di dunia ini manusia bisa saling percaya sepenuhnya, masyarakat akan hidup seperti pada masa Zhenguan Zhizhi di Dinasti Tang—jalan-jalan aman tanpa barang tercecer, pintu rumah tak perlu dikunci di malam hari, dan rakyat hidup tenteram.

Kepercayaan yang utuh tidak hanya lahir dari hubungan darah atau cinta, tetapi juga dari keyakinan bahwa orang lain memiliki moral dan etika yang baik. Ketika setiap orang menjunjung tinggi nilai moral—bahkan menganggap reputasi lebih penting daripada hidup itu sendiri—maka masyarakat akan bergerak menuju kesempurnaan.(jhn/yn)

Absen dari Rapat! Sejumlah Besar Pejabat Tinggi di Zhongnanhai Tak Terlihat, Masa Depan Zhang Shengmin Dihadapkan Lima Bahaya Besar

Memasuki tahun 2026, situasi politik internal Partai Komunis Tiongkok (PKT) tampak sangat tidak biasa. Baru-baru ini, empat pejabat tinggi setingkat wakil negara (副國級) PKT absen dari rapat Ketua Konferensi Konsultatif Politik Rakyat Tiongkok (CPPCC), memicu perhatian luas. Selain itu, setelah peristiwa penangkapan Wakil Ketua Komisi Militer Pusat (KMP) Zhang Youxia, masa depan Wakil Ketua KMP lainnya, Zhang Shengmin, juga menjadi bahan spekulasi.

EtIndonesia. Pada 6 Februari 2026, rapat Ketua ke-46 CPPCC Nasional ke-14 digelar di Beijing. Ketua CPPCC Wang Huning memimpin dan menyampaikan pidato. Wakil Ketua CPPCC Hu Chunhua, Shen Yueyue, Ho Hau-wah, Su Hui, Wang Yong, dan Zhou Qiang hadir dalam rapat tersebut.

Menurut laporan, dari 23 Wakil Ketua CPPCC Nasional, 19 orang hadir dan 4 orang absen. Keempat orang tersebut adalah Wakil Ketua CPPCC sekaligus Wakil Sekretaris Kelompok Partai Shi Taifeng, Wakil Ketua CPPCC Pabala·Gelelangjie, mantan Ketua Daerah Otonom Zhuang Guangxi Chen Wu, serta Wakil Ketua Eksekutif Komite Sentral Asosiasi Pembangunan Demokrasi Tiongkok Qin Boyong.

Hingga kini, alasan ketidakhadiran keempat orang tersebut masih belum diketahui. Dalam setengah bulan terakhir, Shi Taifeng telah dua kali absen dari rapat tingkat tinggi CPPCC. Qin Boyong telah absen dari rapat tingkat tinggi CPPCC selama lebih dari empat bulan berturut-turut, dan sebelumnya sempat beredar kabar bahwa ia sedang diselidiki. Chen Wu juga pernah dua kali absen dari rapat Ketua CPPCC.

Dalam beberapa tahun terakhir, otoritas PKT telah menangani sejumlah besar pejabat tinggi partai, pemerintahan, dan militer. Namun, banyak dari mereka yang setelah dicopot dari jabatannya justru tidak diketahui keberadaannya, bahkan “menghilang”.

Komentator independen Du Zheng sebelumnya menulis di media Taiwan bahwa dalam beberapa tahun terakhir, penanganan PKT terhadap sejumlah pejabat tinggi sudah tidak lagi dilakukan secara terbuka. Banyak orang yang setelah dicopot tidak diketahui ke mana perginya, dan lebih banyak lagi yang diselidiki tanpa pengumuman resmi. Disebutkan bahwa mereka termasuk dalam kategori “penanganan internal”, bahkan ada yang diduga dieksekusi secara rahasia.

Menurut statistik, sejak tahun 2023 sedikitnya lebih dari 122 jenderal militer PKT telah diselidiki. Pada Januari tahun ini, peristiwa penangkapan Wakil Ketua KMP Zhang Youxia dan anggota KMP Liu Zhenli mengguncang opini publik. Peristiwa ini juga menyoroti bahwa konflik internal di tingkat atas telah benar-benar terbuka.

Komisi Militer Pusat ke-20 yang dibentuk langsung oleh Xi Jinping pada tahun 2022 beranggotakan tujuh orang. Kini, selain Xi Jinping sendiri, hanya Zhang Shengmin yang tersisa. Wakil Ketua KMP Zhang Youxia dan He Weidong, serta anggota KMP Li Shangfu, Miao Hua, dan Liu Zhenli semuanya telah tumbang.

Pada 6 Februari sore, ketika Xi Jinping menghadiri pertunjukan seni Tahun Baru untuk veteran militer di Beijing, dari jajaran pimpinan militer hanya Wakil Ketua KMP Zhang Shengmin yang mendampingi. Cuplikan yang ditayangkan media resmi PKT tampak sangat ironis dibandingkan dengan masa lalu.

Peneliti Institut Penelitian Pertahanan dan Keamanan Nasional Taiwan, Shen Mingshi, mengatakan kepada New Tang Dynasty bahwa hanya satu orang, Zhang Shengmin, yang mendampingi Xi Jinping berjabat tangan. Siapa pun dapat melihat bahwa Komisi Militer Pusat kini benar-benar berada dalam kondisi kosong atau “hampa”.

Orang-orang terdekat Xi Jinping satu per satu tumbang, dan kini masa depan Zhang Shengmin pun menjadi perbincangan. Banyak pengamat menilai bahwa Zhang Shengmin juga berada dalam posisi berisiko tinggi, dan mungkin suatu hari akan disingkirkan oleh Xi.

Mantan pejabat Komisi Disiplin Pusat Partai Komunis Tiongkok, Wang Youqun, menulis di Epoch Times pada 9 Februari bahwa pandangan ini masuk akal. Meskipun Zhang Shengmin kini menjadi satu-satunya Wakil Ketua KMP, berada tepat di bawah Xi dan di atas lebih dari dua juta personel militer, pada kenyataannya ia berjalan di atas es tipis—sedikit saja lengah, bisa terjerumus ke dalam jurang.

Penulis menganalisis lima alasan mengapa posisi Zhang Shengmin sangat berbahaya:

  1. Zhang Shengmin membantu Xi menyelidiki orang-orang Zhang Youxia, dan juga membantu Zhang Youxia menyelidiki orang-orang Xi;
  2. Zhang Shengmin telah menyinggung terlalu banyak orang;
  3. Di belakang Zhang Shengmin tidak ada pelindung kuat;
  4. Xi bahkan berani menjatuhkan Zhang Youxia, apalagi Zhang Shengmin;
  5. Konon Xi sangat percaya pada ramalan dan selalu gelisah terhadap sebuah ramalan dalam kitab ramalan Dinasti Tang Tui Bei Tu, serta terus berusaha mencegah ramalan itu menjadi kenyataan.

Penulis berpendapat bahwa semakin banyak kasus besar yang ditangani Zhang Shengmin, semakin banyak orang yang ia singgung dan semakin banyak permusuhan yang tercipta. Akibatnya, semakin banyak pula pihak yang ingin menjatuhkannya. Selain itu, Xi Jinping tidak menunjukkan belas kasihan kepada Zhang Youxia, sehingga terhadap Zhang Shengmin pun ia bisa berbalik kapan saja.

Disebutkan bahwa Xi sangat sensitif terhadap ramalan Tui Bei Tu. Menurut penulis, nama keluarga Zhang Youxia mengandung unsur karakter “gong” (busur). Kini Zhang Youxia telah disingkirkan. Nama keluarga Zhang Shengmin juga mengandung unsur karakter “gong”. Apakah Xi Jinping akan mentoleransi keberadaan Zhang Shengmin?

Penulis menyimpulkan bahwa dalam sistem pejabat PKT, semua orang ingin naik jabatan. Namun, ketika jabatan sudah sangat dekat dengan Ketua Komisi Militer Pusat, posisi tersebut justru menjadi sangat berbahaya. Saat ini, Zhang Shengmin sebagai satu-satunya Wakil Ketua KMP tetap menghadapi masa depan yang penuh risiko, bahkan tidur pun mungkin harus dengan satu mata terbuka.

Du Zheng baru-baru ini menulis di media Taiwan Up Media bahwa dengan jatuhnya Zhang Youxia, Xi Jinping juga menghadapi krisis baru yang belum pernah terjadi sebelumnya. Selain kekacauan personel militer, Xi tidak lagi memiliki orang yang benar-benar dapat dipercaya. Termasuk Zhang Shengmin yang masih bertahan di KMP—seorang “penyeimbang” yang justru sangat berbahaya. Selain itu, moral militer bergejolak dan kemarahan terpendam semakin menumpuk, yang berpotensi memicu pemberontakan saat perang. (Hui)

Editor bertanggung jawab: Tang Zheng

Video Bentrokan Besar Meletus di Hainan, Tiongkok, Polisi Bertindak Keras Hingga Membuat Warga Murka dan Balas Melempar dengan Batu 

Belakangan ini, bentrokan besar antara polisi dan warga meletus di Desa Daya, Kabupaten Lingao, Provinsi Hainan, Tiongkok. Otoritas setempat mengerahkan sejumlah besar aparat kepolisian untuk melakukan penindasan secara brutal. Warga desa terpaksa mengambil tanah dan batu bata untuk melawan. Bentrokan tersebut menyebabkan banyak warga terluka dan harus dirawat di rumah sakit.

EtIndonesia. Pada 9 Februari 2026, akun media mandiri bernama “Zuótiān” (Kemarin) yang berfokus pada insiden kerusuhan massal di Tiongkok daratan mengungkapkan bahwa pada 1 Februari telah terjadi bentrokan sengit antara polisi dan warga di Desa Daya, Kabupaten Lingao, Provinsi Hainan. 

Warga desa mengungkapkan bahwa mereka telah lama menumpuk ketidakpuasan terhadap pemerintah setempat akibat praktik pembongkaran paksa yang berkepanjangan, korupsi, serta ketidakadilan dalam pemilihan umum. Pada hari itu, warga melakukan aksi menuntut hak di depan kantor komite desa Daya dan mencegat sebuah kendaraan pemerintah untuk meminta penjelasan.

Tak lama kemudian, pihak berwenang dengan cepat mengerahkan sejumlah besar polisi, polisi anti huru-hara (SWAT), serta aparat pemerintah ke lokasi, yang langsung memicu bentrokan. Dalam prosesnya, polisi dan aparat pemerintah menyemprotkan cairan merica ke arah warga dan memukuli massa dengan tongkat. Di tengah kekacauan, warga terpaksa mengambil tanah dan batu bata untuk membalas serangan.

Rekaman video menunjukkan bahwa setelah bentrokan, lokasi kejadian menjadi porak-poranda. Banyak warga tergeletak di tanah, dan mereka yang mengalami luka serius segera dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan darurat.

Menurut laporan tersebut, dalam beberapa tahun terakhir pemerintah daerah Lingao dengan dalih “pembangunan dan pengembangan” secara besar-besaran mendorong pengadaan lahan dan pembongkaran, berebut kepentingan dengan rakyat, sehingga memicu berbagai konflik. Pada November 2025, sebuah kuil di Desa Meiya juga tidak luput dari pembongkaran paksa, yang memicu kemarahan besar masyarakat.

Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah pejabat di Kabupaten Lingao telah jatuh tersandung kasus hukum.

Pada 16 Januari tahun ini, mantan Wakil Sekretaris Partai Kota Sansha sekaligus mantan Wali Kota, Wen Bin, diselidiki. Sejak Maret 2020, Wen Bin pernah menjabat sebagai Sekretaris Partai Kabupaten Lingao, Provinsi Hainan.

Sebelumnya, mantan Sekretaris Partai Kabupaten Lingao Wu Guanghua (divonis 13 tahun penjara), Jiang Hua’an (jatuh pada 13 November 2020), serta Wakil Sekretaris Partai Kabupaten Lingao Cao Wen (diselidiki saat masih menjabat pada Juli 2020) juga telah tumbang. (Hui)

Editor bertanggung jawab: Li Siya