Merekam Kamp Konsentrasi Xinjiang Secara Diam-diam dengan Risiko Besar: Wawancara dengan Guan Heng yang Menceritakan Perjalanannya (Bagian 1)

Pembangkang Partai Komunis Tiongkok, Guan Heng, pernah merekam dan mempublikasikan video tentang kamp konsentrasi di Xinjiang, yang menarik perhatian luas dari berbagai pihak. Lebih dari lima bulan lalu, ia ditangkap oleh otoritas imigrasi AS karena sebelumnya masuk ke Amerika Serikat melalui jalur ilegal. Kini, permohonan suaka politik Guan Heng telah disetujui dan ia telah dibebaskan dari pusat detensi imigrasi. Tim reporter kami melakukan wawancara eksklusif dengan Guan Heng dan ibunya.

EtIndonesia. Pada 28 Januari 2026, permohonan suaka politik Guan Heng disetujui, dan pada 3 Februari ia dibebaskan.

Guan Heng mengatakan bahwa masa penahanan di pusat detensi imigrasi mungkin merupakan periode paling sulit dalam hidupnya. Sementara itu, ibunya, Luo Yun, menyatakan bahwa saat mengetahui suaka putranya disetujui, lebih dari seratus hari ketegangan dan kekhawatiran akhirnya sirna.

Ibu Guan Heng, Luo Yun, mengatakan:  “Setelah melihat anak saya, perasaan saya benar-benar sangat terharu. Akhirnya semuanya benar-benar selesai.”

Awal dari semua ini bermula pada tahun 2018, ketika Guan Heng mulai mendokumentasikan perjalanan dan merekam video terkait berbagai isu sosial. Pada tahun 2020, ia secara diam-diam merekam kamp konsentrasi di Xinjiang, dan pada tahun 2021 ia memutuskan untuk mempublikasikan video tersebut.

Pembangkang Tiongkok, Guan Heng, mengatakan:  “Saya hanyalah warga biasa yang kebebasan berpendapatnya dibatasi oleh pemerintah PKT. Saya bersimpati dengan penderitaan mereka.”

Dalam proses kunjungan lapangan, Guan Heng menemukan sejumlah tempat yang secara resmi disebut sebagai “sekolah pelatihan”. Dari luar tampak seperti sekolah, tetapi sebenarnya berbeda, termasuk salah satu “sekolah pelatihan” yang telah ditinggalkan.

Guan Heng berkata:  “Namun, sebuah sekolah yang di atas temboknya dipasangi kawat berduri, dan bagian dalamnya terlihat jelas bukan tempat yang biasa.”

Ia juga mengatakan bahwa di Urumqi terdapat sejumlah bangunan tanpa papan nama atau keterangan apa pun, tetapi dijaga dengan sangat ketat. Bangunan-bangunan tersebut bahkan tidak ditandai di peta. Saat itulah ia mulai menyadari bahwa proses pengambilan gambar penuh dengan risiko.

Guan Heng menjelaskan:  “Saat itu saya menyembunyikan kartu SD di sudut-sudut mobil yang tidak mencolok. Saya tahu jika saya mengunggah video di Tiongkok, saya pasti akan ditangkap. Dan jika saya ditangkap, saya pasti akan mengalami penyiksaan, karena banyak akun internet orang lain dihapus akibat ancaman dari polisi.”

Karena itu, ia memutuskan untuk meninggalkan Tiongkok.

Guan Heng berkata:  “Saat itu saya berpikir, jika video saja tidak bisa dipublikasikan, apa arti semua yang sudah saya lakukan? Karena itu, setelah bulan Mei, saya memutuskan untuk meninggalkan Tiongkok dan mencari tempat di mana saya bisa mengunggah video.”

Guan Heng menegaskan bahwa ia tidak pernah menyesal mengungkap keberadaan kamp konsentrasi di Xinjiang.

Guan Heng mengatakan:  “Saya tidak pernah menyesal, karena sekarang ketika menengok kembali apa yang telah saya lakukan, saya merasa semua itu bermakna.”

Laporan wawancara oleh reporter New Tang Dynasty Television: Flora Hua, Hong Sheng, dan reporter magang Meng Yu, New York.

Perempuan dan Serigala

EtIndonesia. Ada seorang perempuan yang hidup dalam keluarga yang sangat bahagia. Kehidupannya berkecukupan, suaminya pun sangat mencintai dan menyayanginya.

Suatu hari, dia berkenalan dengan seorang pria muda. Rayuan manis dan kata-kata indah pria itu membuat hatinya goyah, hingga akhirnya mereka terjerumus dalam hubungan yang tidak semestinya.

Suatu ketika, pria muda itu berkata kepadanya:  “Hubungan sembunyi-sembunyi seperti ini tidak akan membawa kebebasan. Lebih baik kita meninggalkan kampung halaman, pergi ke tempat baru, dan membangun rumah tangga kita sendiri.”

Perempuan itu merasa kata-kata tersebut masuk akal. Maka, saat suaminya sedang pergi, dia mengambil seluruh harta paling berharga dari rumah, lalu pergi ke pelabuhan untuk bertemu dengan pria muda itu.

Pria itu berkata: “Kamu serahkan dulu semua barang berharga itu kepadaku. Biarkan aku mengantarnya ke seberang lebih dulu, nanti aku kembali menjemputmu. Kalau sampai tertangkap, akibatnya tidak terbayangkan.”

Perempuan itu kembali merasa masuk akal. Dia pun menyerahkan seluruh harta bendanya, dan tinggal di tempat itu sambil menunggu.

Namun tak disangka, sehari berlalu,dua hari berlalu, tiga hari berlalu—pria muda itu tidak pernah kembali.

Dia kelaparan dan kedinginan, tetapi dia tidak berani pulang. Dia benar-benar terjebak dalam keputusasaan.

Tiba-tiba, dia melihat seekor serigala berlari melewatinya sambil menggigit seekor burung. Burung itu masih berusaha sekuat tenaga untuk melepaskan diri.

Serigala itu berlari ke tepi air. Ketika melihat seekor ikan di dalam air, dia melepaskan burung itu dan mencoba menangkap ikan.

Namun ikan itu segera berenang menjauh, sementara burung itu pun terbang pergi.

Melihat kejadian itu, perempuan tersebut tertawa dan berkata : “Serigala ini benar-benar bodoh. Sudah mendapatkan seekor burung yang begitu bagus, malah dilepaskan demi mengejar ikan. Akhirnya burung dan ikan sama-sama hilang. Benar-benar bodoh!”

Tiba-tiba, anjing serigala itu menoleh dan berkata:  “Kebodohanku hanya membuatku kelaparan untuk sementara. Tetapi kebodohanmu telah menghancurkan seluruh hidupmu.”

Saat itulah perempuan bodoh itu seperti terbangun dari mimpi.

Dengan penuh penyesalan dia berkata : “Aku rela meninggalkan suami yang mencintaiku dan keluarga yang stabil demi orang seperti itu. Aku telah menghancurkan kebahagiaan seumur hidupku. Semua ini adalah akibat dari keserakahan dan hawa nafsuku sendiri!”

Manusia biasa sering kali menuruti keinginan hati. Meski mungkin memperoleh kenikmatan sesaat, pada akhirnya justru akan mencelakakan diri sendiri.

Dalam kehidupan sehari-hari, kita tak terhindar dari godaan yang membuat hati terguncang. Namun kita harus segera membangkitkan kesadaran dan kejernihan batin, mengendalikan keserakahan dan nafsu, agar tidak tersesat sesaat dan kemudian harus menanggung penderitaan serta penyesalan tanpa akhir.

Renungan

Sering kali, orang yang terlibat langsung menjadi bingung, sementara orang yang melihat dari luar justru lebih jernih.

Dalam cerita ini, perempuan tersebut berada pada posisi pengamat, sehingga ia dengan mudah menertawakan anjing serigala yang karena mengejar ikan justru melepaskan burung, dan akhirnya kehilangan keduanya.

Namun ketika ia sendiri berada dalam posisi yang sama, ia tidak mampu mengendalikan godaan, dan justru melakukan kesalahan yang serupa dengan anjing serigala itu.

Kisah ini memberikan dua pelajaran penting:

Pertama. Sangat mudah bagi kita melihat kesalahan dan kelemahan orang lain, namun sering kali kita tidak menyadari bahwa diri kita pun melakukan kesalahan yang sama.

Kedua. Ada kebodohan yang dampaknya ringan dan tidak terlalu membahayakan, tetapi ada pula kebodohan yang sekali dilakukan akan menutup seluruh jalan untuk kembali.

Karena itu, selama masih menjalani hidup, setiap perkataan, tindakan, dan pilihan perlu dijaga dengan kehati-hatian. (jhn/yn)

Video Tekanan Ekonomi Kian Terasa : Gelombang Tuntutan Upah dan Nasib Buruh Migran Menjelang Imlek

Perekonomian Tiongkok terus mengalami kemerosotan, keuangan pemerintah daerah semakin tertekan, dan berbagai sektor industri dilanda gelombang kebangkrutan serta pelarian pemilik usaha. Sejak awal tahun 2026, berbagai daerah di Tiongkok dilaporkan mengalami lonjakan aksi tuntutan pembayaran upah dan pembelaan hak pekerja. 

Pada saat yang sama, suasana Tahun Baru Imlek yang seharusnya ramai dengan arus mudik justru tampak muram—stasiun-stasiun sepi dan gerbong kereta kosong mencerminkan kemerosotan ekonomi yang menusuk.

EtIndonesia. Data terbaru yang dirilis otoritas Partai Komunis Tiongkok (PKT) menunjukkan bahwa pasar investasi domestik terus melemah, sementara investasi aset tetap dan properti di seluruh negeri juga mengalami penurunan.

Selain itu, data yang baru-baru ini diumumkan Kementerian Keuangan PKT menunjukkan bahwa pendapatan fiskal Tiongkok tahun lalu turun 1,7%. Mengingat pemerintah Tiongkok kerap memalsukan data, kondisi sebenarnya diyakini jauh lebih buruk.

 “Kita semua tahu angka-angka seperti ini pasti dimanipulasi. Data yang diumumkan semuanya palsu dan telah dipoles. Namun hal ini justru menunjukkan bahwa ekonomi Tiongkok memang telah mencapai kondisi yang tidak lagi dapat diselamatkan,” kata ekonom dari Washington Institute for Information and Strategy, Li Hengqing. 

Menjelang Tahun Baru Imlek, video-video yang beredar di internet memperlihatkan banyak pabrik dan perusahaan di berbagai daerah ditinggalkan pemiliknya yang melarikan diri, sementara banyak toko tutup dan bangkrut. Jalanan dan pusat perbelanjaan yang biasanya ramai menjelang hari raya kini tampak lengang dan sepi.

Seorang blogger daratan Tiongkok berkata:  “Hari ini 30 Januari 2026, pukul 19.22 malam, tidak ada orang sama sekali.”

Setelah pemilik usaha kabur, banyak pekerja yang gajinya tertunggak tidak tahu harus mengadu ke mana. Tanpa uang, mereka bahkan tidak mampu pulang kampung untuk merayakan Tahun Baru.

 “Industri riil secara umum sedang lesu. Perusahaan-perusahaan, termasuk perusahaan besar, ramai-ramai melakukan PHK dan pemotongan gaji. Jumlah pengangguran terus meningkat, membuat banyak orang biasa merasa cemas dan bingung, sampai sulit tidur,” ujar seorang pemilik usaha di Zhejiang bermarga Chen. 

Belakangan ini, di Guangdong, Shaanxi, Shanxi, Sichuan, Tianjin, Hubei, Chongqing, dan berbagai daerah lainnya, terjadi banyak aksi tuntutan upah oleh para pekerja dan buruh migran.

Pada 6 Februari, di Universitas Yibin, Kota Yibin, Provinsi Sichuan, para buruh migran yang gajinya ditunggak menggelar aksi tidur di depan gerbang kampus untuk menuntut pembayaran upah.

Seorang buruh migran di Chongqing bermarga Zhang mengatakan:  “Saya bekerja dengan jujur, tapi gaji ditunggak setengah tahun. Tidak punya uang untuk merayakan Tahun Baru. Pemilik usaha tidak membayar gaji dan melarikan diri. Para pekerja tidak bisa menemukan perusahaan. Masih ada lebih dari 30 pekerja dengan total gaji tertunggak sekitar 360–370 ribu yuan, dan tidak ada yang mengurus.”

Para buruh migran menangis mengeluhkan nasib mereka. Upah yang sudah rendah membuat mereka hampir tidak bisa menabung dalam setahun, ditambah lagi gaji yang ditunggak membuat kondisi ekonomi keluarga semakin sulit. Tahun ini, mereka bahkan tidak mampu membeli kebutuhan pokok untuk Tahun Baru.

Seorang warga Desa Guanzhong, Wang Shun, berkata:  “Tahun ini sama sekali tidak dapat uang, semuanya miskin. Saya sekarang bahkan tidak membeli satu jin daging pun. Tahun-tahun sebelumnya saya bisa membeli 50–60 jin daging, sayur juga banyak. Tahun ini hanya beli sedikit, cukup untuk beberapa hari saja, tidak mampu beli daging.”

Sejak Januari, berbagai daerah di Tiongkok mengalami insiden perlawanan massal. Pihak berwenang mengerahkan polisi untuk menjaga stabilitas dan melakukan penindasan.

Pada 4 Februari, perusahaan Yalei Exploration Shenzhen Co., Ltd. di Kota Shenzhen, Provinsi Guangdong, dituduh menunggak gaji. Sejumlah pekerja berkumpul di depan kantor perusahaan untuk menuntut pembayaran. Rekaman menunjukkan petugas keamanan dengan tameng anti huru-hara berjaga di pintu masuk.

Para analis menilai bahwa seiring memburuknya kondisi ekonomi Tiongkok secara keseluruhan, konflik dan ketegangan sosial akan semakin meningkat.

Li Hengqing menambahkan:  “Selama lebih dari sepuluh tahun pemerintahan Xi Jinping, segalanya berpusat pada dua tujuan inti: mempertahankan kediktatoran satu partai dan kediktatoran pribadi. Karena itu, ketika menghadapi penolakan dari rakyat, yang dilakukan hanyalah menjaga stabilitas dan menekan. Rakyat Tiongkok benar-benar menderita. Yang mereka hadapi adalah masalah kelangsungan hidup—krisis hidup yang nyata. Dan saya pikir krisis hidup ini pasti akan membawa krisis kekuasaan bagi Partai Komunis Tiongkok.”

Laporan hasil wawancara oleh wartawan New Tang Dynasty Television: Tang Rui, Xiong Bin, dan Hong Ning.

Kanada Diguncang Penembakan di Sekolah: 10 Tewas, 25 Luka, Penembak Perempuan Bundir 

Pada Selasa (10 Februari), sebuah wilayah terpencil di Provinsi British Columbia, Kanada, dilanda penembakan massal di sebuah sekolah, mengakibatkan sedikitnya 10 orang tewas dan sekitar 25 orang luka-luka. Polisi mengkonfirmasi bahwa pelaku penembakan telah bunuh diri.

EtIndonesia. Polisi menerima laporan sekitar pukul 13.20 waktu setempat pada 10 Februari, yang menyebutkan bahwa seorang penembak telah memasuki Sekolah Menengah Tumbler Ridge. 

Setelah memasuki area sekolah, polisi menemukan enam jenazah di dalam sekolah. Dua korban lainnya ditemukan meninggal di sebuah rumah, dan satu orang meninggal dunia dalam perjalanan ke rumah sakit. 

Selain itu, sedikitnya dua orang dengan luka serius telah dilarikan ke rumah sakit, sementara hingga 25 orang lainnya sedang menjalani perawatan medis.

Polisi menyatakan bahwa identitas pelaku telah diketahui, namun demi melindungi privasi dan kelancaran penyelidikan, rincian lebih lanjut belum akan diumumkan. 

Menurut keterangan polisi, tersangka adalah seorang perempuan berambut cokelat yang mengenakan gaun terusan, dan ditemukan meninggal dunia di dalam sekolah akibat “bunuh diri”.

Tumbler Ridge adalah sebuah kota kecil terpencil yang terletak di kaki Pegunungan Rocky bagian utara Provinsi British Columbia, dengan jumlah penduduk sekitar 2.400 orang. Kota ini berjarak sekitar 1.155 kilometer (sekitar 717 mil) di timur laut Vancouver. Jumlah siswa di Sekolah Menengah Tumbler Ridge kurang dari 200 orang.

Setelah penembakan terjadi, Sekolah Menengah Tumbler Ridge serta sekolah dasar setempat sempat memberlakukan penguncian dan perintah berlindung di tempat, yang kemudian dicabut pada sore hari.

Kabar ini mengejutkan seluruh Kanada. Insiden ini disebut sebagai penembakan sekolah paling mematikan kedua dalam sejarah Kanada, setelah tragedi di Politeknik Montréal pada 6 Desember 1989 yang menewaskan 14 orang.

Pemerintah Kota Tumbler Ridge dalam sebuah pernyataan mengatakan bahwa komunitas setempat “sedang mengalami peristiwa yang sangat menyayat hati. Hati kami bersama semua pihak yang terdampak, dan kami memahami bahwa banyak warga mungkin merasa terkejut, takut, dan kebingungan.”

Perdana Menteri Kanada, Mark Carney, menyampaikan pernyataan melalui platform X, menyebut insiden penembakan ini sebagai peristiwa yang “mengerikan”, serta menyampaikan belasungkawa dan doa bagi keluarga serta kerabat para korban. (Hui)

Dilaporkan oleh reporter Jin Jing / Diedit oleh Wen Hui

Senat Filipina Meloloskan Resolusi yang Mengutuk Sikap Tak Sopan Kedutaan Besar  Partai Komunis Tiongkok di Manila

EtIndonesia. Di tengah memanasnya sengketa kedaulatan Laut Cina Selatan antara Filipina dan Tiongkok, Senat Filipina pun mengambil langkah tegas. Pada 9 Februari 2026, Senat Filipina menggelar sidang pleno dan secara resmi meloloskan Resolusi No. 256 yang diajukan oleh Senator Francis “Kiko” Pangilinan.

Resolusi tersebut secara langsung menyebut dan dengan keras mengecam Kedutaan Besar PKT di Manila, dengan alasan bahwa kedutaan tersebut baru-baru ini melontarkan pernyataan yang sangat tidak sopan terhadap sejumlah anggota parlemen dan pejabat Filipina.

Resolusi itu juga menekankan bahwa dalam situasi tegang di Laut Filipina Barat (West Philippine Sea), independensi legislatif parlemen dan kedaulatan negara harus dipertahankan, serta tidak boleh membiarkan kekuatan asing ikut campur atau menunjuk-nunjuk urusan dalam negeri.

Mosi ini memperoleh dukungan lintas partai di Senat. Sejumlah tokoh politik penting turut menandatangani, termasuk Ketua Senat Vicente Sotto III, Ketua Senat sementara Panfilo Lacson, serta Pemimpin Mayoritas Juan Miguel Zubiri, yang semuanya berdiri pada posisi yang sama.

Peristiwa ini bermula ketika Kedutaan Besar PKT di Manila sebelumnya secara terbuka mengkritik dan menyebut nama beberapa senator Filipina, termasuk Pangilinan, Risa Hontiveros, dan Erwin Tulfo. Para senator tersebut menjadi sasaran serangan verbal karena secara terbuka menyatakan dukungan terhadap klaim kedaulatan Filipina di Laut Filipina Barat.

Dalam sidang tersebut, Pangilinan menyatakan bahwa Filipina tentu berharap sengketa maritim tetap dipisahkan dari hubungan ekonomi dan perdagangan. Namun, kedaulatan adalah garis merah yang tidak bisa ditawar, dan kepentingan nasional tidak boleh ditukar dengan keuntungan ekonomi apa pun.

 “Ketika kepentingan (Komunis Tiongkok ) berbenturan dengan kepentingan negara kita, maka tentu saja kami akan berdiri teguh di pihak kepentingan nasional,” katanya. 

Resolusi ini juga menyampaikan dukungan penuh kepada Departemen Pertahanan Nasional (DND) dan Angkatan Bersenjata Filipina (AFP), mengapresiasi sikap tegas mereka baru-baru ini terkait situasi di Laut Filipina Barat, serta menegaskan kembali kedaulatan Filipina atas wilayah perairan tersebut.

Para senator juga memanfaatkan kesempatan ini untuk secara serempak menyerukan perlindungan penuh terhadap nelayan Filipina dan Penjaga Pantai Filipina (PCG), agar mereka tidak lagi menghadapi gangguan dan ancaman dari pihak PKT di laut.

Secara keseluruhan, langkah Senat kali ini dapat dipandang sebagai “perjuangan bahu-membahu” antara lembaga legislatif dan sektor pertahanan Filipina dalam isu Laut Tiongkok Selatan. Pesan yang disampaikan kepada Beijing sangat jelas: Filipina menghormati diplomasi, tetapi dalam urusan kedaulatan, tidak ada ruang untuk tawar-menawar. (Hui)

AS Sarankan Kapal Dagang Menjauhi Perairan Iran, Rezim Iran Perketat Penindasan terhadap Oposisi

Pada 9 Februari, Amerika Serikat mengeluarkan pedoman baru bagi kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz, dengan meminta kapal yang mengibarkan bendera AS untuk sebisa mungkin menjauh dari sisi perairan Iran. Dalam beberapa waktu terakhir, ketegangan hubungan AS–Iran meningkat, dan Iran pernah mengganggu kapal dagang yang mengibarkan bendera Amerika.

EtIndonesia. Badan Administrasi Maritim di bawah Departemen Perhubungan AS pada  Senin (9/2/2026) merilis pedoman terbaru yang menyarankan kapal komersial berbendera AS agar menjauh sejauh mungkin dari perairan teritorial Iran, serta menolak secara lisan jika militer Iran meminta untuk naik ke kapal.

Pedoman tersebut menyatakan:  “Kami menyarankan kapal komersial berbendera Amerika Serikat yang melintasi perairan ini, selama tidak membahayakan keselamatan pelayaran, untuk sebisa mungkin menjauh dari perairan teritorial Iran.”

Pedoman itu juga menegaskan:  “Jika militer Iran menaiki kapal komersial berbendera Amerika Serikat, awak kapal tidak boleh melakukan perlawanan secara fisik terhadap pihak yang naik ke kapal.”

Langkah ini diambil karena Iran di masa lalu pernah mengancam akan menutup Selat Hormuz, serta menahan kapal dagang dan kapal tanker dengan dalih “dicurigai melakukan penyelundupan”.

Belakangan ini juga terjadi insiden Iran mengganggu kapal dagang AS. Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan bahwa pada 3 Februari, dua kapal milik Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) dan sebuah pesawat nirawak mendekati dengan kecepatan tinggi sebuah kapal dagang berbendera AS yang dioperasikan oleh awak Amerika, serta mengancam akan naik dan menyita kapal tanker tersebut. Beruntung, sebuah kapal perusak Angkatan Laut AS tiba tepat waktu dan berhasil mengawal kapal tanker itu melanjutkan perjalanan, sehingga mencegah eskalasi situasi.

Pada hari yang sama, sebuah drone Iran juga mendekati kapal induk AS USS Abraham Lincoln dan ditembak jatuh oleh militer AS.

Meski militer AS telah mengerahkan kekuatan di Teluk Persia, Amerika Serikat tetap berharap menyelesaikan isu nuklir Iran melalui jalur diplomasi. Jumat lalu, Amerika Serikat dan Iran mengadakan pertemuan dengan mediasi Oman, dan kedua pihak sepakat untuk melanjutkan pembicaraan.

Namun, perbedaan posisi kedua pihak masih sangat besar. Iran hanya bersedia membahas isu nuklir, sementara Amerika Serikat menuntut agar perundingan juga mencakup pembatasan rudal balistik Iran, penghentian dukungan terhadap kelompok bersenjata di kawasan, serta isu hak asasi manusia.

Pemicu utama ketegangan AS–Iran kali ini adalah penindasan brutal pemerintah Iran terhadap aksi protes rakyat. Media resmi Iran melaporkan bahwa otoritas Iran sedang meningkatkan penindasan dan penangkapan terhadap kelompok oposisi, bahkan memperpanjang masa hukuman para pemimpin oposisi.

Menurut laporan Kantor Berita Fars, media resmi Iran, pasukan keamanan Iran baru-baru ini melancarkan gelombang penangkapan terhadap tokoh-tokoh senior reformis, dengan tuduhan merencanakan penggulingan rezim Islam, serta dakwaan seperti “menentang konstitusi”, “berkolusi dengan kekuatan asing”, dan “menghasut penyerahan diri”.

Pengacara mengonfirmasi bahwa pada 7 Februari, simbol aktivisme Iran sekaligus peraih Hadiah Nobel Perdamaian, Narges Mohammadi, dijatuhi hukuman oleh sebuah pengadilan revolusioner.

Selain hukuman sebelumnya selama 13 tahun 9 bulan, ia dijatuhi tambahan 7 tahun penjara atas tuduhan “berkumpul dan berkolusi” serta “kegiatan propaganda”. Ia juga dijatuhi larangan bepergian selama dua tahun, serta pengasingan selama dua tahun ke sebuah daerah terpencil yang berjarak sekitar 740 kilometer di tenggara Teheran. (Hui)

Australia Beri Peringatan ke Roblox di Tengah Tuduhan Grooming Anak

Menteri komunikasi Australia mengatakan Roblox dapat diklasifikasikan ulang di tengah kekhawatiran soal grooming dan konten.

EtIndonesia. Pemerintah federal Australia telah memberi peringatan kepada platform gim daring Roblox menyusul laporan adanya anak-anak didekati dan digrooming oleh predator di layanan tersebut.

Menteri Komunikasi Australia Anika Wells mengatakan ia telah meminta pertemuan darurat dengan para eksekutif Roblox, seraya menyampaikan kekhawatiran mengenai “konten buatan pengguna yang bersifat grafis dan berlebihan,” termasuk materi yang mengandung unsur seksual eksplisit dan bunuh diri.

“Saya telah melihat laporan bahwa ada pedofil di platform ini yang mengincar anak-anak kita, bahkan anak-anak itu ada yang berusia empat atau lima tahun. Mereka harus bertanggung jawab atas hal ini,” katanya kepada wartawan pada 10 Februari.

Apa Itu Roblox?

Roblox adalah platform gim dan sosial daring tempat pengguna dapat membuat dan memainkan gim yang dibuat oleh pemain lain.

Platform ini mencakup dunia virtual, ruang berkumpul, dan pengalaman interaktif, dengan pengguna dapat berkomunikasi melalui obrolan teks dan suara.

Karena banyak digunakan oleh anak-anak dan remaja, Roblox berulang kali menjadi sorotan terkait kontrol keamanan, moderasi konten, dan risiko eksploitasi.

Menteri Komunikasi Menuntut Penjelasan

Menteri Wells mengatakan ia tengah menempuh tiga langkah.

“Pertama, saya telah menulis surat kepada Roblox dan meminta mereka datang menemui saya untuk rapat dan mempertanggungjawabkan diri, menjelaskan apa yang mereka lakukan untuk menjaga anak-anak kita tetap aman di dunia daring,” ujarnya, seraya menambahkan bahwa perusahaan tersebut sudah membalas.

“Kedua, saya telah meminta Komisaris eSafety untuk mempertimbangkan dan memberi saya nasihat mengenai langkah-langkah yang lebih mendesak,” katanya.

Wells juga mengatakan pemerintah sedang mengembangkan model “kewajiban kehati-hatian digital” (digital duty of care) yang akan mengalihkan tanggung jawab kepada platform teknologi untuk melindungi anak-anak.

“Sambil kami mengerjakan hal itu, saya meminta Komisaris eSafety memberi saya saran apakah ada langkah-langkah yang lebih mendesak, tuas-tuas tambahan yang dapat saya tarik sementara waktu,” katanya.

Ketiga, klasifikasi Roblox saat ini dinilai sudah kedaluwarsa, dengan peringkat “PG” yang diberikan pada 2018.

“Saya rasa kita semua sepakat banyak hal telah berubah sejak 2018, dan mengingat apa yang kini kita ketahui tentang apa yang terjadi di platform ini, saya ingin mereka mengklasifikasikannya ulang,” kata Wells.

eSafety Bergerak Menguji Komitmen Roblox

Intervensi Wells dilakukan setelah pekan lalu eSafety memberi tahu Roblox bahwa pihaknya akan secara langsung menguji apakah platform tersebut telah memenuhi sembilan komitmen keselamatan yang dibuat kepada regulator keselamatan daring Australia tahun lalu.

Komitmen tersebut mencakup pengaturan akun di bawah usia 16 tahun menjadi privat secara default, pembatasan kontak orang dewasa dengan anak di bawah umur, serta menonaktifkan fitur obrolan hingga pengguna menyelesaikan pemeriksaan usia.

Roblox telah memberi tahu eSafety bahwa langkah-langkah tersebut telah diterapkan pada akhir 2025.

Namun, Komisaris eSafety Julie Inman Grant mengatakan ia dapat mengambil tindakan lebih lanjut berdasarkan Undang-Undang Keselamatan Daring (Online Safety Act).

“Kami tetap sangat prihatin dengan laporan berkelanjutan mengenai eksploitasi anak-anak di layanan Roblox, serta paparan terhadap materi berbahaya,” katanya.

Kode keselamatan daring baru yang menargetkan materi dengan batasan usia, termasuk pornografi, kekerasan berdampak tinggi, dan tindakan menyakiti diri sendiri, akan mulai berlaku pada 9 Maret dan juga berlaku bagi Roblox.

Tekanan Hukum dan Global Kian Menguat

Australia bukan satu-satunya yurisdiksi yang mengambil langkah terhadap gim ini.

Turki melarang platform tersebut pada 2024 setelah menyatakannya tidak aman bagi anak-anak. Oman, Qatar, dan Tiongkok kemudian memberlakukan pembatasan atau larangan.

Di Amerika Serikat, negara bagian Texas menggugat Roblox dengan tuduhan mengekspos anak-anak kepada predator serta menyesatkan keluarga mengenai tingkat keamanan platform tersebut.

Jaksa Agung Texas Ken Paxton mengatakan perusahaan itu akan menghadapi “kekuatan penuh hukum” jika terus membiarkan terjadinya bahaya.

Roblox sebelumnya membela pendekatan keamanannya, dengan mengatakan bahwa mereka telah menghabiskan hampir 20 tahun membangun platform tersebut dan berinvestasi besar dalam moderasi konten.

“Setiap hari, puluhan juta orang dari segala usia mendapatkan pengalaman yang aman dan positif di Roblox,” kata perusahaan itu.
“Kami menghabiskan ratusan juta dolar setiap tahun untuk menjaga platform kami tetap aman.”

The Epoch Times telah menghubungi Roblox untuk meminta komentar.

Militer Dijadikan Kelompok Bersenjata, Fraksi Xi Menghabisi Lawan Politik, Li Ka-shing Terdepak dari Terusan Panama

 oleh Jin Ran

oleh Jin Ran

Pada 30 Januari, Xi Jinping mengadakan pertemuan Politbiro yang misterius di Beijing. Bahkan media audiovisual corong Partai Komunis Tiongkok (PKT) China Central TV pun tidak menayangkan rekaman pertemuan tersebut dalam gambar kecuali teks. Ini berarti seluruh rakyat tidak tahu siapa yang hadir atau absen. Membuat banyak orang berspekulasi: Apakah seseorang yang konon telah “terkonsolidasi kekuasaannya” menjadi semakin gelisah, wajahnya pucat pasi karena marah, sementara yang lain juga menyimpan motif tersembunyi, wajah mereka juga pucat karena gelisah? Jadi suasana pertemuan kurang pantas untuk disiarkan secara terbuka?

EtIndonesia. Pertemuan Politbiro pada 30 Januari ini adalah pertemuan pertama tahun 2026 dan pertemuan pertama setelah pengumuman pemecatan Zhang Youxia dan Liu Zhenli, sehingga menarik perhatian luas. 

Menurut kebiasaan, ini adalah hari di mana Sekretaris Jenderal Partai Komunis Tiongkok mendengarkan dan mempelajari laporan kerja kelompok pimpinan Partai dari Komite Tetap Kongres Rakyat Nasional, Dewan Negara, Komite Nasional Konferensi Konsultatif Politik Rakyat Tiongkok, Mahkamah Agung Rakyat, dan Kejaksaan Agung Rakyat, serta laporan kerja Sekretariat Komite Sentral Partai Komunis Tiongkok. 

Sekarang, pertemuan ini telah berubah menjadi pertemuan rahasia para gangster. Menurut pendapat penulis, ini sama sekali bukan pertemuan yang membahas urusan negara, melainkan fraksi Xi Jinping yang sedang “menghabisi lawan politik”.

“Tidur Siang” Trump yang Tertangkap Kamera, Vance Bercanda Mengatakan Dirinya Datang untuk Menikmati Kopi Gratis

Secara kebetulan, pada 29 Januari Presiden Trump juga mengadakan rapat kabinet pertamanya untuk tahun 2026. Ini memberikan kesempatan yang baik untuk membandingkan pertemuan tingkat tertinggi dari dua negara paling representatif di dunia saat ini, Amerika Serikat dan PKT. Yang satu adalah pertemuan kotak hitam tanpa direkam, sementara yang lain disiarkan langsung, dengan lebih banyak wartawan di sekitar meja rapat daripada anggota kabinet Trump yang hadir, dan suasananya santai seperti lagi berpesta.

Rapat kabinet Trump ini hanya berlangsung selama 1 jam 20 menit. Momen paling menarik adalah ketika Trump memberikan pidato penutupnya dan meminta Wakil Presiden JD. Vance untuk menyampaikan beberapa patah kata. 

Namun Vance langsung dengan nada canda mengatakan: “Sudahlah Mr. Presiden, saya di sini untuk melayani negara bersama semua orang, sekalian menikmati kopi gratis!” Ucapannya itu langsung membuat seluruh hadirin tertawa terbahak-bahak. Bisakah kita membayangkan bila adegan semacam ini terjadi di dalam ruang rapat kelompok PKT?

Trump bahkan bercanda tentang rapat kabinet sebelumnya di mana ia tertangkap sedang memejamkan mata karena mengantuk, menyebabkan semua orang di ruangan itu, dari pejabat hingga wartawan tertawa.

 Seorang netizen berkomentar: “Rapat yang menyenangkan!” Netizen lain, yang pernah menjadi wartawan di daratan Tiongkok mengatakan bahwa ketika dirinya menjadi jurnalis, ia benci meliput rapat resmi, karena panjang, bertele-tele dan menyebalkan seperti kain perban kaki wanita tua zaman feodal. Sekarang, setelah melihat rapat Trump, ia ingin menjadi jurnalis lagi.”

Jangan berasumsi bahwa rapat kabinet Trump hanya dipenuhi senyum dan tawa, tanpa diskusi serius. Di balik suasana santai itu terdapat rencana strategis yang kejam dan cepat. Pada 28 Januari, Trump me-retweet unggahan tentang campur tangan PKT dalam pemilihan AS dan penyebaran virus serta vaksin beracun. Ini sama saja dengan menjatuhkan vonis bagi PKT. Kebencian nasional yang mendalam ini akan menjadi dasar bagi potensi tindakan keras Trump terhadap PKT di masa mendatang.

AS Melancarkan “Serangan dengan Pengurangan Dimensi”, Li Ka-shing Kehilangan Pelabuhan Panama

Sementara pemimpin puncak PKT terlibat dalam perebutan kekuasaan internal, Trump secara aktif berupaya untuk menghilangkan pengaruh PKT di Benua Amerika. Pada 29 Januari, Mahkamah Agung Panama mengeluarkan putusan mengejutkan, yang mencabut hak operasi PKT di Terusan Panama yang sudah berlangsung selama lebih dari dua dekade. Keputusan tersebut membuat tatanan strategis PKT di Belahan Barat mengalami keruntuhan. 

Proses pengambilan kembali hak yang tidak mudah dan perubahan dramatis ini tak kalah mendebarkan dibandingkan dengan adegan dalam film Hollywood. Ini dapat dianggap sebagai “granat kejut” kedua Trump sejak kembali ke Gedung Putih, setelah berhasil memutus ekspor minyak Venezuela ke Tiongkok lewat penangkapan Nicolas Maduro.

Pengalihan hak operasi pelabuhan ini awalnya adalah kesepakatan besar senilai USD 22,8 miliar. Raksasa Wall Street, BlackRock, membidik 43 pelabuhan global yang dikendalikan oleh Hutchison Whampoa milik Li Ka-shing, termasuk dua pelabuhan di Terusan Panama. Tawaran akuisisi yang harganya melebihi kapitalisasi pasar Hutchison Whampoa pada saat itu, langsung mendapat sambutan. Bagi Li Ka-shing ini adalah kesempatan emas, di mana memungkinkan ia untuk mencairkan asetnya dan dengan mudah mentransfer aset sensitif ini ke perusahaan AS, sekaligus meredakan “kemarahan” Trump.

Namun, Xi Jinping turun tangan. PKT menggunakan pengawasan antimonopoli sebagai “senjata” untuk menghalangi transaksi tersebut selama 10 bulan penuh. Syarat-syaratnya sangat menindas: Menghendaki COSCO Shipping, sebuah perusahaan milik negara yang dikendalikan langsung oleh Dewan Negara, yang harus mengakuisisi saham mayoritas. Singkatnya, PKT ingin menggunakan kesepakatan ini untuk mengalihkan hak kendali pelabuhan di kedua ujung Terusan Panama dari tangan Li Ka-shing, seorang warga sipil yang dijadikan “orang suruhan,” kepada “tim nasional” PKT.

PKT mengira bahwa memegang hak operasi pelabuhan akan memungkinkan mereka untuk menantang Trump. Tetapi apa yang terjadi? Dengan mediasi pemerintah AS, Mahkamah Agung Panama langsung mengeluarkan putusan: kontrak yang diberikan kepada Li Ka-shing dan Hutchison Whampoa untuk mengoperasikan pelabuhan di kedua ujung terusan melanggar Konstitusi Panama dan oleh karena itu dinyatakan tidak sah!

Keputusan tersebut membuat PKT benar-benar tercengang. Bagaimana dengan peninjauan antimonopoli? Bagaimana dengan COSCO Holdings? Semuanya berubah menjadi kertas yang tidak berharga. 

Nasib Li Ka-shing bahkan lebih buruk. Semestinya ia bisa meraup kekayaan lebih dari USD 20 miliar dan kemudian menarik diri, tetapi sekarang bukan hanya uangnya yang hilang, tetapi dua pelabuhan telah diambil kembali dan sedang bersiap untuk ditender ulang. Hutchison Whampoa bahkan menghadapi investigasi audit yang mengungkapkan penyimpangan senilai USD 1,5 miliar dan denda yang sangat besar. Ini adalah kasus klasik “menolak yang mudah berarti memilih cara sulit,” yang pada akhirnya kehilangan segalanya.

Banyak orang bertanya, dari mana keberanian Panama, sebuah negara kecil untuk bersikap begitu keras terhadap PKT? Sederhana saja: Panama memiliki dukungan pemerintahan Trump. Ingat pernyataan kampanye pemilihan Trump bahwa PKT secara efektif mengendalikan Terusan Panama, mengancam keamanan nasional AS, dan dia berjanji untuk merebutnya kembali. Sekarang, Trump benar-benar telah mengambil tindakan.

Kekuatan terbesar bagi PKT dalam mempromosikan “Inisiatif Sabuk dan Jalan” di luar negeri adalah melakukan kolusi dengan para elit lokal, beroperasi secara rahasia, dan menandatangani perjanjian konsesi jangka panjang yang tidak transparan. PKT percaya bahwa selama ia mendapatkan dukungan dari pihak berwenang lokal, maka ia dapat membangun pijakan di sana. Namun, PKT mengabaikan fakta bahwa di banyak negara pasar berkembang, sistem peradilan dapat independen dari sistem eksekutif. Pada November 2023, kontrak konsesi 20 tahun untuk tambang tembaga Kanada di Panama dibatalkan oleh pengadilan yang sama dengan tuduhan tidak konstitusional. Sekarang giliran PKT.

Faktanya, tekad rakyat Panama sudah terlihat sebulan sebelumnya: pada akhir tahun lalu, “Monumen Persahabatan Tiongkok-Panama” disingkirkan oleh pemda di Panama tanpa peringatan terlebih dahulu. Di bawah tekanan dari AS, presiden Panama secara terbuka berjanji untuk tidak memperbarui perjanjian apa pun yang terkait dengan proyek-proyek usungan Sabuk dan Jalan PKT. 

Sementara itu, miliaran dolar yang sebelumnya dipinjamkan PKT kepada pemerintah Maduro di Venezuela, yang dimaksudkan sebagai imbalan atas pasokan minyak jangka panjang, hingga kini menjadi macet tak terlunasi. 

Namun, rezim Venezuela saat ini baru saja mengumumkan bahwa mereka tidak mengakui utang luar negeri pemerintah Maduro. Tampaknya PKT lagi-lagi menggunakan uang hasil jerih payah rakyat Tiongkok untuk menggelar tontonan menghambur-hamburkan uang rakyat. Ini juga menandakan kebangkrutan total dari “diplomasi dolar” PKT di Benua Amerika.

Strategi Trump sangat jelas: versi modern dari “Doktrin Monroe”, yaitu tidak akan mengizinkan kekuatan musuh untuk menyusup ke “halaman belakang” AS. Terusan Panama, arteri vital yang menghubungkan Samudra Atlantik dan Pasifik, menangani sekitar 40% lalu lintas kapal kontainer AS dan 70% impor dan ekspornya. Jika jatuh ke tangan PKT, rantai pasokan AS dapat dipersenjatai kapan saja, dan sejumlah besar intelijen militer dan ekonomi AS dapat bocor.

Beberapa netizen yang menguasai geomansi dan feng shui telah menyamakan Terusan Panama dengan mutiara naga yang menghubungkan dua samudra, sedangkan PKT dan AS diibaratkan dengan dua naga yang bermain dan merebut mutiara. Siapa pun yang mengendalikan Terusan Panama nantinya akan menikmati kemakmuran yang berkelanjutan, sementara yang lain akan mengalami kemunduran.

Ancaman Aksi Militer Rubio terhadap Venezuela telah Meruntuhkan Inisiatif Sabuk dan Jalan PKT di Amerika Selatan

Sejak menjabat, Trump diam-diam telah berupaya mencapai tujuan yang ia kampanyekan dalam pemilu. Sejak awal tahun, tindakannya cepat dan tegas: Ia berhasil menangkap Maduro, merebut kendali pemerintahan Venezuela dan memutus pasokan minyak berkualitas tinggi dan murah kepada PKT. Pada akhir  Januari, kaki tangan PKT diusir dari Terusan Panama. 

Selanjutnya giliran Kuba, tempat pangkalan intelijen PKT berada. Ini adalah serangkaian langkah terkoordinasi Trump yang bertujuan untuk mencabut “lingkup pengaruh” yang telah dipupuk PKT di Benua Amerika selama beberapa dekade terakhir.

Beberapa orang mungkin bertanya-tanya, bagaimana Anda tahu AS menargetkan PKT dalam hal Venezuela? Dalam dua hari terakhir, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio secara blak-blakan mengungkapkan bahwa minyak Venezuela telah lama diberikan kepada PKT dengan harga diskon USD $20 per barel. Ini adalah perampokan terang-terangan terhadap rakyat Venezuela. Menurut data yang tercatat bahwa pada tahun 2025, Venezuela akan mengekspor 642.000 barel minyak per hari ke PKT!

Rubio langsung mengeluarkan peringatan keras: jika rezim Venezuela saat ini tidak segera mematuhi semua arahan AS, AS siap menggunakan kekerasan lagi.

Selama ini PKT selalu percaya bahwa dengan mengendalikan sumber daya dan pelabuhan, ia berkesempatan untuk mencekik AS dalam permainan geopolitik di masa mendatang. PKT telah mempersenjatai investasi komersial dan mempolitisasi tinjauan antimonopoli. Selama 10 bulan menghalangi akuisisi pelabuhan Terusan Panama oleh perusahaan AS, PKT merasa memiliki alat tawar menawar untuk memaksa AS melakukan konsesi.

Tetapi mereka tidak menyangka bahwa Trump akan sepenuhnya mengabaikan taktik politisasi perdagangan ini. Pemerintahan Trump secara langsung mendorong perubahan logika yang mendasarinya. Karena kontrak tersebut ditandatangani dengan pejabat korup, pemerintah langsung menyatakan kontrak tersebut tidak konstitusional. Ini adalah “Dimension reduction strike” (serangan dengan pengurangan dimensi).

PKT telah lama membangun kehadirannya di Belahan Barat, menciptakan banyak pelabuhan dan lumbung. Namun, struktur “Inisiatif Sabuk dan Jalan” yang dibangun di atas korupsi dan kontrak yang tidak transparan, akan mulai runtuh begitu terungkap. Dengan keterlibatan pemerintahan Trump, kecepatan keruntuhannya akan melebihi ekspektasi semua orang.

Perubahan dramatis di Terusan Panama menandai disintegrasi tatanan lama dan kedatangan era baru. “Masa-masa indah” Partai Komunis Tiongkok di Benua Amerika benar-benar telah berakhir. (sin)

Inggris Perluas Skema Visa Hong Kong Setelah Vonis terhadap Jimmy Lai

Kementerian Dalam Negeri Inggris (Home Office) mengatakan vonis terhadap Jimmy Lai “menunjukkan bagaimana Undang-Undang Keamanan Nasional yang diberlakukan Beijing telah mengkriminalisasi perbedaan pendapat, sehingga mendorong banyak orang meninggalkan wilayah itu.”

EtIndonesia. Pemerintah Inggris pada Senin (9/2/2026) mengumumkan perluasan skema visa yang memungkinkan puluhan ribu orang tambahan pindah dari Hong Kong ke Inggris, menyusul vonis terhadap aktivis pro-demokrasi dan warga negara Inggris, Jimmy Lai, di Hong Kong.

Dalam sebuah pernyataan, Home Office menyebutkan bahwa anak-anak dewasa pemegang status British National (Overseas) atau BN(O) yang masih berusia di bawah 18 tahun pada saat penyerahan Hong Kong dari Inggris ke Tiongkok pada 1997 kini dapat mengajukan visa secara mandiri tanpa bergantung pada orang tua mereka.

Pasangan dan anak-anak mereka juga akan diizinkan datang ke Inggris. Pemerintah memperkirakan jumlah kedatangan di bawah skema ini selama lima tahun ke depan akan mencapai sekitar 26.000 orang.

Menteri Luar Negeri Inggris, Yvette Cooper, mengatakan dukungan pemerintah Inggris terhadap rakyat Hong Kong “tetap teguh.”

“Itulah sebabnya kami memastikan bahwa kaum muda yang sebelumnya tidak mendapatkan perlindungan pemukiman kembali karena faktor usia kini akan tercakup,” kata Cooper.

Home Office menambahkan bahwa sejak jalur visa bagi pemegang status BN(O) diperkenalkan, lebih dari 230.000 orang di Hong Kong telah diberikan visa, dan sekitar 170.000 di antaranya telah pindah ke Inggris.

Pemegang visa BN(O) berhak atas jalur lima tahun menuju izin tinggal permanen di Inggris, yaitu setengah dari masa kualifikasi izin tinggal permanen bagi sebagian besar imigran lainnya.

Inggris meluncurkan jalur visa BN(O) pada 31 Januari 2021, setelah Beijing memberlakukan Undang-Undang Keamanan Nasional di Hong Kong pada 2020. Pemerintah Inggris saat itu mengatakan bahwa Beijing telah melanggar Deklarasi Bersama Tiongkok–Inggris dan membatasi hak serta kebebasan rakyat Hong Kong.

Vonis terhadap Lai

Dalam pernyataannya, Home Office mengatakan bahwa perluasan visa tersebut “menghormati komitmen historis Inggris terhadap rakyat Hong Kong dan dilakukan di tengah terus memburuknya hak dan kebebasan di wilayah tersebut.”

Vonis terhadap Lai “menunjukkan bagaimana Undang-Undang Keamanan Nasional yang diberlakukan Beijing telah mengkriminalisasi perbedaan pendapat, sehingga mendorong banyak orang meninggalkan wilayah itu,” kata kementerian tersebut.

Home Office juga menambahkan bahwa Perdana Menteri Inggris Keir Starmer telah mengangkat kasus Lai kepada pemimpin Tiongkok Xi Jinping saat kunjungannya ke Tiongkok pada Januari.

“Sekarang setelah vonis dijatuhkan, pemerintah akan segera meningkatkan keterlibatan lebih lanjut terkait kasus Tuan Lai,” kata Home Office.

Pada 9 Februari, Lai—pendiri surat kabar pro-demokrasi Apple Daily yang kini sudah ditutup dan pengkritik vokal rezim komunis Tiongkok—dijatuhi hukuman 20 tahun penjara dalam sebuah kasus keamanan nasional yang bersejarah.

Lai, 78 tahun, dinyatakan bersalah pada Desember atas dua dakwaan “bersekongkol dengan kekuatan asing” berdasarkan Undang-Undang Keamanan Nasional dan satu dakwaan “hasutan” berdasarkan undang-undang hasutan era kolonial. Lai menyatakan tidak bersalah atas ketiga dakwaan tersebut.

Vonis itu menuai kecaman dari kelompok-kelompok pembela hak asasi manusia.

Benedict Rogers, salah satu pendiri Hong Kong Watch yang berbasis di London, menyerukan kepada Inggris, Amerika Serikat, Kanada, Australia, Uni Eropa, dan Jepang untuk “bertindak segera tanpa penundaan guna menekan Tiongkok agar membebaskan Tuan Lai dengan alasan kondisi kesehatannya yang memburuk.”

“Ini seharusnya menjadi peringatan bagi semua pemerintah, organisasi sektor swasta, dan individu yang ingin berbisnis di Hong Kong,” kata Rogers. “Ketika hukum telah dipelintir untuk menganiaya satu individu, hampir pasti hukum itu akan dipelintir lagi. Nasib Tuan Lai seharusnya menjadi peringatan bagi kita semua.”

Setelah vonis dijatuhkan, Menteri Luar Negeri Inggris menyatakan keprihatinannya terhadap kondisi kesehatan Lai dan menyerukan kepada otoritas Hong Kong agar membebaskannya atas dasar kemanusiaan.

“Warga negara Inggris Jimmy Lai hari ini dijatuhi hukuman 20 tahun penjara di Hong Kong karena menjalankan haknya atas kebebasan berekspresi, menyusul penuntutan yang bermotif politik. Undang-Undang Keamanan Nasional Beijing diberlakukan di Hong Kong untuk membungkam para pengkritik Tiongkok,” kata Cooper.

“Kami berdiri bersama rakyat Hong Kong, dan akan selalu menghormati komitmen historis yang dibuat di bawah Deklarasi Bersama Tiongkok–Inggris yang mengikat secara hukum. Tiongkok juga harus melakukan hal yang sama.”

Frank Fang berkontribusi dalam laporan ini.

“Waktu untuk Perang?” Netanyahu Terbang Darurat ke Washington, Iran di Ambang Serangan Besar

EtIndonesia. Dalam beberapa hari terakhir, dinamika geopolitik di Timur Tengah bergerak dengan kecepatan yang mencengangkan. Jika sebelumnya publik internasional masih bertanya-tanya kapan konflik terbuka terhadap Iran benar-benar akan dimulai, maka rangkaian peristiwa sejak awal Februari 2026 kini memberikan sinyal bahwa eskalasi besar bukan lagi sekadar wacana.

Dari taruhan spekulatif bernilai fantastis, pernyataan religius bernada perang, kunjungan darurat tingkat tinggi, hingga pengerahan militer dan evakuasi teknisi asing—semua potongan ini membentuk satu pola yang sulit diabaikan.

Taruhan 100.000 Dolar dan Malam 9 Februari

Pada 8 Februari 2026, platform prediksi global Polymarket mencatat kemunculan akun anonim yang memasang taruhan sebesar 100.000 dolar AS. Spekulasinya sangat spesifik: Amerika Serikat akan melancarkan serangan militer terhadap Iran pada malam 9 Februari 2026.

Saat taruhan itu dipasang, probabilitas yang dihitung pasar hanya 2,5 persen. Namun jika prediksi tersebut benar, nilai kemenangan diperkirakan bisa melonjak hingga 4 juta dolar AS.

Serangan yang diprediksi itu tidak terjadi pada malam 9 Februari. Meski demikian, kemunculan taruhan besar tersebut memicu perhatian luas. Di tengah suasana regional yang sudah tegang, spekulasi bernilai ratusan ribu dolar itu dipandang sebagian pengamat sebagai indikator bahwa ada pihak-pihak yang memperkirakan eskalasi militer tinggal menunggu waktu.

10 Februari 2026: Netanyahu Terbang ke Washington

Perkembangan paling signifikan terjadi pada 10 Februari 2026, ketika Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, melakukan kunjungan darurat ke Washington untuk bertemu Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Sejak Trump kembali menjabat untuk periode keduanya, keduanya telah enam kali bertemu dalam forum resmi yang terjadwal. Namun pertemuan kali ini berbeda: tidak diumumkan jauh-jauh hari dan disebut sebagai pertemuan mendesak di tengah meningkatnya ancaman regional.

Sehari sebelum keberangkatannya, Netanyahu menyampaikan pernyataan yang langsung mengundang perhatian dunia. 

Dia mengutip Kitab Pengkhotbah: “Ada waktu untuk damai, dan ada waktu untuk perang. Sekarang adalah waktu untuk perang.”

Dalam tradisi budaya Yahudi dan Kristen, kutipan semacam ini bukan sekadar metafora politik. Dia kerap dimaknai sebagai legitimasi moral untuk mengambil tindakan keras ketika ancaman dianggap telah melewati batas toleransi.

Secara resmi, agenda pembahasan mencakup situasi Gaza dan stabilitas kawasan. Namun berbagai sumber diplomatik menilai isu utama tetap Iran—khususnya perkembangan kemampuan militer dan program strategisnya.

Lonjakan Produksi Rudal Iran

Laporan terbaru dari kalangan militer dan intelijen Israel menunjukkan peningkatan signifikan dalam kapasitas produksi rudal Iran sepanjang 2025 hingga awal 2026.

Meskipun berada di bawah sanksi ekonomi internasional, industri pertahanan Iran dilaporkan mampu memproduksi sekitar 300–500 rudal balistik per bulan.

Setelah konflik singkat selama 12 hari pada 2025 yang sempat menguras persediaan rudal jarak menengah Iran hingga tersisa sekitar 1.000–1.500 unit, stok tersebut kini diperkirakan telah kembali meningkat menjadi 2.000–3.000 unit.

Proyeksi jangka menengah yang beredar di kalangan analis keamanan bahkan memperkirakan:

  • Akhir 2026: sekitar 6.000 rudal
  • Pertengahan 2027: mendekati 8.800 rudal
  • Tahun 2028: berpotensi melampaui 10.000 rudal

Bagi Israel—negara dengan wilayah geografis yang relatif kecil—angka-angka tersebut dipandang sebagai ancaman eksistensial.

Sumber-sumber di Yerusalem menyebutkan bahwa pesan Netanyahu ke Washington jelas: diplomasi telah diberi ruang. Namun jika jalur negosiasi gagal menahan laju penguatan militer Iran, Israel siap bertindak—baik dengan dukungan penuh Amerika maupun secara mandiri.

Pengerahan Militer Amerika Serikat

Di sisi lain, Washington menunjukkan tanda-tanda peningkatan kesiapsiagaan.

Pangkalan dan Sistem Pertahanan

Amerika Serikat memiliki sedikitnya 19 pangkalan utama di Timur Tengah, termasuk:

  • Al Udeid Air Base di Qatar
  • Markas Armada Kelima di Bahrain
  • Fasilitas militer di Kuwait, Irak, Suriah, dan Yordania

Awalnya, banyak dari pangkalan tersebut dirancang untuk operasi kontra-terorisme. Namun dalam skenario konflik skala besar dengan Iran, fasilitas ini berpotensi menjadi sasaran serangan rudal balistik dan drone.

Sebagai respons, AS mempercepat pengerahan sistem pertahanan:

  • THAAD untuk menghadapi rudal balistik jarak menengah
  • MIM-104 Patriot untuk ancaman jarak lebih pendek dan rudal jelajah

Gugus Tempur Kapal Induk

Di laut, gugus tempur yang dipimpin oleh USS Abraham Lincoln dilaporkan berada di sekitar Laut Oman sejak awal Februari 2026.

Uni Emirat Arab disebut turut memperkuat sistem pertahanan udara di wilayahnya guna melindungi jalur operasional kapal induk tersebut.

Di udara, jet tempur F-15 yang ditempatkan di Yordania serta F-35 di Siprus menjalankan patroli pengawasan intensif, khususnya untuk mengantisipasi potensi serangan drone atau rudal jelajah jarak jauh.

Rusia Evakuasi Personel dari Bushehr

Perkembangan yang tak kalah penting terjadi pada 9–10 Februari 2026. Rusia dilaporkan mulai mengevakuasi sejumlah insinyur nuklir senior dari fasilitas Bushehr Nuclear Power Plant.

Dalam kurun 24 jam, sedikitnya empat pesawat Rusia disebut telah membawa ratusan ahli dan anggota keluarga mereka keluar dari Iran.

Sebagai perbandingan, pada konflik singkat 2025, Rusia baru mengevakuasi personelnya beberapa hari setelah pertempuran dimulai. Kali ini, langkah itu diambil bahkan sebelum terjadi serangan terbuka.

Langkah tersebut dipandang banyak analis sebagai sinyal bahwa Moskow memperkirakan potensi eskalasi dalam waktu dekat—atau setidaknya tidak ingin terseret langsung dalam konfrontasi militer yang melibatkan Israel dan Amerika Serikat.

Ledakan di Teheran dan Pernyataan Washington

Pada saat yang sama, laporan mengenai ledakan dan kebakaran di sejumlah lokasi di Teheran mulai beredar pada 9 Februari 2026. Otoritas setempat menyebut insiden itu sebagai kebakaran gudang militer, namun waktunya yang sensitif memicu spekulasi luas.

Sementara itu, dalam wawancara dengan media Israel Channel 12, Presiden Trump menyatakan bahwa jika kesepakatan dengan Iran gagal, Amerika Serikat akan mengambil langkah “sangat keras”.

Pernyataan tersebut mempertegas bahwa opsi militer tetap berada di meja perundingan.

Menuju Titik Kritis

Jika seluruh rangkaian peristiwa ini dirangkai secara kronologis:

  • 8 Februari 2026: taruhan 100.000 dolar muncul di pasar prediksi
  • 9 Februari 2026: evakuasi Rusia dan laporan ledakan di Teheran
  • 10 Februari 2026: Netanyahu melakukan kunjungan darurat ke Washington

Maka gambaran yang terbentuk adalah konsolidasi politik dan militer dalam tempo sangat cepat.

Deklarasi “waktu untuk perang”, pengerahan sistem pertahanan AS, kesiagaan gugus tempur laut, evakuasi teknisi Rusia, serta meningkatnya produksi rudal Iran—semuanya menunjukkan bahwa kawasan Timur Tengah tengah bergerak menuju titik kritis.

Apakah badai benar-benar akan pecah atau masih ada ruang diplomasi terakhir?

Untuk saat ini, dunia menyaksikan dengan tegang—karena setiap keputusan yang diambil dalam beberapa hari ke depan berpotensi mengubah bukan hanya keseimbangan kawasan, tetapi juga stabilitas global.

Trump Perintahkan Pengerahan Gugus Kapal Induk Kedua ke Timur Tengah Jika Perundingan dengan Iran Gagal

 “Entah kita akan mencapai kesepakatan, atau kita harus melakukan sesuatu yang sangat keras seperti terakhir kali,” kata Trump.

EtIndonesia. Presiden Amerika Serikat Donald Trump tengah mempertimbangkan untuk mengerahkan gugus serangan kapal induk Amerika Serikat kedua ke Timur Tengah apabila perundingan dengan Iran gagal menghasilkan konsesi yang memadai.

Bulan lalu, Trump mengumumkan bahwa ia telah memerintahkan pengerahan “armada besar” ke kawasan Teluk, dan kapal induk USS Abraham Lincoln beserta unsur-unsur gugus serangannya sejak itu telah dialihkan ke perairan Timur Tengah.

“Kami memiliki armada yang sedang menuju ke sana dan satu lagi mungkin akan menyusul,” kata Trump pada 10 Februari dalam wawancara dengan Axios, seraya menegaskan kepada media tersebut bahwa ia sedang “memikirkan” untuk memerintahkan pengerahan gugus kapal induk kedua ke kawasan itu.

Pentagon merujuk pertanyaan lanjutan mengenai kemungkinan pengerahan kapal induk tersebut kepada Gedung Putih.

“Entah kita akan membuat kesepakatan, atau kita harus melakukan sesuatu yang sangat keras, seperti terakhir kali,” ujar Trump kepada Axios, merujuk pada serangan Amerika Serikat pada Juni 2025 yang menargetkan tiga fasilitas nuklir Iran.

Dalam beberapa pekan terakhir, Trump berulang kali mengisyaratkan kemungkinan aksi militer baru AS terhadap Iran. Peringatan terbarunya muncul tak lama setelah putaran perundingan antara perwakilan AS dan Iran pada 6 Februari di Oman.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi, yang mewakili Teheran dalam perundingan di Oman, mengatakan pembahasan tersebut dimulai dengan “awal yang baik.” Ia juga menyebutkan bahwa Oman akan membantu mengoordinasikan putaran perundingan lanjutan.

Cakupan pasti perundingan AS–Iran ke depan kemungkinan akan menjadi isu yang diperdebatkan. Sejauh ini, Teheran memberi sinyal kesediaan untuk membahas proyek nuklir Iran, namun Washington mungkin akan menuntut konsesi tambahan, termasuk pembatasan kemampuan rudal Iran.

Pada 7 Februari, sehari setelah perundingan di Oman berakhir, kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengumumkan bahwa ia akan berbicara dengan Trump di Washington pada 11 Februari.

“Perdana Menteri meyakini bahwa setiap perundingan harus mencakup pembatasan rudal balistik serta penghentian dukungan terhadap poros Iran,” kata kantor Netanyahu.

Setelah pasukan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada Juni, pasukan Iran membalas dengan rentetan serangan rudal yang membebani sistem pertahanan udara Israel.

Dalam wawancara dengan Al Jazeera di Qatar pada 7 Februari, Araghchi mengatakan program rudal Iran tidak akan dinegosiasikan. Ia juga memperingatkan bahwa Iran akan menanggapi setiap serangan baru AS dengan menargetkan pangkalan-pangkalan yang menampung pasukan Amerika Serikat di seluruh Timur Tengah.

Menyusul serangan AS terhadap fasilitas nuklir Iran pada Juni, pasukan Iran membalas dengan meluncurkan salvo rudal ke sebuah pangkalan yang menampung pasukan AS di Qatar. Trump mengatakan Teheran telah memberi tahu Washington terlebih dahulu mengenai serangan balasan tersebut, sehingga pasukan AS dapat mencegat rudal-rudal itu tanpa menimbulkan korban jiwa.

Trump dan Netanyahu Membahas Strategi Terkait Iran dalam Pertemuan di Gedung Putih

Pejabat Israel mengatakan pertemuan tersebut akan berfokus pada perundingan AS–Iran dan kemungkinan skenario jika pembicaraan gagal.

EtIndonesia. WASHINGTON—Presiden Amerika Serikat Donald Trump akan menjamu Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di Gedung Putih pada 11 Februari di tengah ketegangan yang berkelanjutan dengan Iran terkait program nuklirnya. Kunjungan ini merupakan yang ketujuh bagi Netanyahu sejak Trump menjabat pada awal 2025.

Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt mengonfirmasi dalam pengarahan pers pada 10 Februari bahwa presiden akan mengadakan pertemuan bilateral dengan pemimpin Israel tersebut.

Netanyahu tiba di Washington pada Selasa malam dan tak lama kemudian bertemu dengan Utusan Khusus AS Steve Witkoff serta menantu Trump, Jared Kushner, di Blair House, wisma resmi tamu presiden.

Menurut Jerusalem Post, dalam pertemuan tersebut Witkoff dan Kushner memberi pengarahan kepada Netanyahu mengenai putaran pertama perundingan dengan Iran yang digelar di Oman pada 6 Februari.

Trump baru-baru ini memerintahkan peningkatan kekuatan militer AS di Timur Tengah dan mengancam akan melancarkan serangan baru terhadap Iran jika kesepakatan antara Washington dan Teheran tidak tercapai.

Sebelumnya, Netanyahu menyuarakan kekhawatiran atas perundingan tersebut dan menegaskan bahwa setiap negosiasi dengan Teheran harus mencakup pembatasan rudal balistik serta penghentian dukungan terhadap poros Iran, yang mencakup kelompok-kelompok ekstremis seperti Hizbullah dan Hamas.

Sebelum bertolak ke Washington, Netanyahu menyampaikan kepada wartawan agenda yang akan dibahasnya dengan Trump.

“Saya akan menyampaikan kepada Trump prinsip-prinsip perundingan dengan Iran yang penting bukan hanya bagi Israel, tetapi juga bagi siapa pun yang menginginkan perdamaian dan keamanan,” ujarnya.

Pada Juni lalu, setelah pasukan Israel melancarkan serangan terhadap Iran, pasukan Iran membalas dengan mengepung kota-kota Israel melalui rentetan serangan rudal selama beberapa hari.

Pejabat Israel menggambarkan pertemuan dengan Trump sebagai sesi penyusunan strategi yang berfokus pada perundingan AS–Iran dan kemungkinan hasil jika pembicaraan gagal, termasuk potensi serangan militer AS.

Pada 7 Februari, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan kepada Al Jazeera bahwa program rudal Iran tidak dapat dinegosiasikan. Araghchi merupakan bagian dari delegasi Iran yang menghadiri perundingan di Oman.

Berbicara kepada wartawan di Air Force One pada 6 Februari, Trump mengatakan Iran “sangat ingin membuat kesepakatan.”

Bulan lalu, Trump mengumumkan bahwa ia telah memerintahkan pengerahan “armada besar” ke kawasan Teluk. Kapal induk USS Abraham Lincoln beserta unsur-unsur gugus serangannya sejak itu telah dialihkan ke Timur Tengah.

Kini, ia tengah mempertimbangkan untuk mengirimkan gugus serangan kapal induk AS kedua ke kawasan tersebut jika perundingan gagal.

“Kami memiliki armada yang sedang menuju ke sana, dan satu lagi mungkin akan menyusul,” kata Trump kepada Axios pada 10 Februari.

“Entah kita akan mencapai kesepakatan, atau kita harus melakukan sesuatu yang sangat keras, seperti terakhir kali,” ujarnya, merujuk pada serangan AS pada Juni 2025 yang menargetkan tiga fasilitas nuklir Iran.

Trump terakhir kali bertemu dengan Netanyahu di kediamannya di Mar-a-Lago, Palm Beach, Florida, pada 29 Desember untuk membahas Gaza, Iran, Suriah, dan isu-isu lainnya.

“Saya rasa kami mencapai banyak kesimpulan,” kata Trump setelah pertemuan tersebut. “Hampir tidak ada perbedaan dalam apa yang kami lihat, dan ke mana kami ingin menuju.”

Ryan Morgan berkontribusi dalam laporan ini.

Pesawat Tanpa Ledakan yang Bisa Menjatuhkan Negara: Sinyal Perang Baru AS

EtIndonesia. Di tengah memburuknya hubungan Amerika Serikat dan Iran, serta meningkatnya ketegangan militer di Timur Tengah, militer AS diam-diam melakukan sebuah pengerahan strategis yang dinilai sangat tidak biasa dan sarat makna geopolitik.

Pada awal Februari 2026, sebuah pesawat peperangan elektronik strategis generasi terbaru EA-37B terbang langsung dari daratan Amerika Serikat menuju Pangkalan Udara Ramstein, Jerman. Pangkalan ini dikenal sebagai salah satu simpul komando dan logistik paling krusial militer AS di Eropa, yang selama puluhan tahun menjadi pusat dukungan operasi militer AS di Timur Tengah, Eurasia, dan Afrika.

Bagi para pengamat militer, langkah ini jauh melampaui sekadar pemindahan satu unit pesawat.

Bukan Sekadar Pengerahan, Melainkan Persiapan Sistemik

Penilaian dominan di kalangan analis pertahanan menyebutkan bahwa kehadiran EA-37B di Ramstein kemungkinan besar menandakan persiapan sistem pelumpuhan medan perang secara menyeluruh, khususnya jika konflik AS-Iran meningkat menjadi operasi militer intensitas tinggi.

Sejumlah pakar bahkan secara terbuka menyebut pengerahan ini sebagai indikator bahwa kemampuan perang pelumpuhan tingkat nasional Amerika Serikat telah memasuki fase kesiapan tempur nyata.

Berbeda dengan pesawat tempur konvensional, EA-37B tidak dirancang untuk menjatuhkan bom atau menembakkan rudal. Misi utamanya jauh lebih fundamental: melumpuhkan kemampuan berperang lawan dari akarnya.

EA-37B: Senjata Pembuka Perang Modern

EA-37B mampu melakukan penekanan elektromagnetik berskala luas, dengan target utama meliputi:

  • Radar pertahanan udara
  • Pusat komando dan kendali
  • Jaringan komunikasi militer
  • Sistem kendali peluncuran rudal

Dalam doktrin perang modern, platform semacam ini dikenal sebagai “kunci pembuka perang”. Artinya, sebelum gelombang serangan udara dan rudal dimulai, sistem deteksi dan koordinasi musuh terlebih dahulu dibutakan, membuat pertahanan runtuh bahkan sebelum tembakan pertama dilepaskan.

Ketika rantai komando terputus, radar menjadi buta, dan komunikasi lumpuh, maka serangan lanjutan dapat berlangsung nyaris tanpa hambatan—seperti memasuki rumah tanpa kunci pintu.

Jumlah Terbatas, Makna Strategis Besar

Yang membuat pengerahan ini semakin signifikan adalah fakta bahwa jumlah EA-37B sangat terbatas, dan lokasi penempatannya selama ini dijaga dengan tingkat kerahasiaan tinggi. Kemunculan pesawat ini secara terbuka di Eropa sudah cukup untuk memicu spekulasi strategis luas.

Meski pihak militer AS menyatakan kepada publik bahwa kehadiran EA-37B di Ramstein merupakan bagian dari latihan koordinasi NATO dan uji kemampuan tempur—serta menegaskan bahwa pesawat tersebut belum memasuki penugasan tempur penuh—komunitas analis menilai pernyataan ini sebagai strategi ambiguitas yang disengaja.

Dengan kata lain, Washington tidak menyatakan akan berperang, namun secara bersamaan mengirim pesan tegas bahwa jika perang pecah, bentuk operasinya akan jauh melampaui serangan udara konvensional.

Postur Militer AS terhadap Iran Terus Menguat

Secara paralel, tata letak militer AS di kawasan Timur Tengah juga mengalami peningkatan signifikan. Di wilayah tanggung jawab Komando Pusat AS, kelompok tempur kapal induk, pesawat siluman, serta sistem pertahanan berlapis kini membentuk jaringan tempur terintegrasi tingkat tinggi.

Sebagian besar penilaian militer menyebutkan bahwa AS saat ini memiliki kemampuan untuk:

  • Melancarkan serangan presisi berskala besar dalam waktu sangat singkat
  • Memperluas medan perang secara cepat
  • Mengendalikan eskalasi konflik di berbagai domain sekaligus

Dalam peperangan elektronik taktis, AS selama ini mengandalkan EA-18G Growler serta pesawat intelijen elektronik RC-135, yang telah lama beroperasi di sekitar wilayah udara Iran untuk mengumpulkan data frekuensi radar dan komunikasi.

Namun, EA-37B berada satu tingkat di atas semuanya—bukan sekadar taktis, melainkan strategis tingkat negara.

Menuju Konsep “Perang Penghancuran Sistem”

Banyak analis meyakini bahwa jika AS benar-benar memilih opsi militer terhadap Iran, bentuknya hampir pasti adalah perang majemuk terintegrasi, yang menggabungkan:

  • Pengeboman presisi jarak jauh
  • Peperangan elektronik berskala nasional
  • Serangan siber simultan
  • Penghantaman target strategis secara serempak

Tahap pertama perang ini kemungkinan tidak dimulai dengan rudal, melainkan dengan serangan elektromagnetik tak kasat mata. Begitu sistem peringatan dini, jaringan komando, dan komunikasi militer Iran runtuh, pertahanan udara bisa jatuh ke dalam “lubang hitam informasi”.

Dalam skenario terburuk, bahkan sistem komando tingkat negara dapat ikut lumpuh, membuat seluruh struktur militer kehilangan kemampuan koordinasi.

Karena itu, banyak peneliti militer mulai memandang EA-37B sebagai simbol inti doktrin “perang penghancuran sistem” Amerika Serikat—melumpuhkan kemampuan berperang suatu negara dalam waktu singkat tanpa harus menghancurkannya secara fisik.

Israel, Iran, dan Eskalasi Regional

Di sisi lain, Israel terus mengawasi ketat program nuklir dan rudal Iran. Perdana Menteri Israel dijadwalkan mengunjungi Amerika Serikat pekan ini, dan diperkirakan akan menuntut tekanan maksimal terhadap Teheran, termasuk pemindahan seluruh uranium yang telah diperkaya ke luar negeri serta pembatasan ketat kemampuan rudal balistik Iran.

Sumber keamanan Israel menyebutkan bahwa Iran baru-baru ini memindahkan sebagian rudalnya ke wilayah timur, meningkatkan kompleksitas serangan pencegahan. Tanpa pengawasan, stok rudal Iran diperkirakan bisa kembali mendekati 2.000 unit, hampir setara dengan sebelum serangan tahun lalu.

Iran sendiri merespons dengan memperkuat strategi perang asimetris—mulai dari pengerahan rudal hipersonik, latihan penutupan Selat Hormuz, hingga kesiapan serangan siber dan aktivasi jaringan proksi regional.

Ketegangan Internal Iran Ikut Memanas

Di dalam negeri, situasi Iran juga tengah bergejolak. Awal Februari 2026, pemerintah mengumumkan penangkapan empat tokoh reformis terkemuka, yang dituduh berkolusi dengan AS dan Israel.

Namun banyak pengamat menilai langkah ini sebagai manuver kubu garis keras untuk menekan kelompok moderat dan memperketat kontrol internal di tengah tekanan eksternal yang kian besar.

Penutup: Pertarungan Senyap Telah Dimulai

Secara keseluruhan, situasi saat ini menyerupai permainan catur berisiko tinggi. Iran memperluas kemampuan militernya secara diam-diam, Israel bersiap bertindak sendiri, dan Amerika Serikat mengawasi dengan kesiapan penuh.

Dalam lanskap perang modern, tembakan pertama mungkin bukan suara ledakan, melainkan lenyapnya sinyal.

Dan di bawah langit Timur Tengah hari ini, pertarungan senyap itu tampaknya telah dimulai.