Militer Israel Bombardir Bangunan di Lebanon Selatan, 6 Anggota Hezbollah Tewas

EtIndonesia. Militer Israel menyatakan bahwa dalam baku tembak di kota Bint Jbeil, Lebanon selatan, sebanyak 6 anggota kelompok Hezbollah tewas.

Dikutip dari laporan Sabtu (25/4/2026), juru bicara Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengatakan pasukan menemukan para militan tersebut di kota Bint Jbeil dan segera terjadi baku tembak. Dalam pertempuran itu, 2 militan tewas. Setelah itu, pasukan menyerang bangunan tempat persembunyian mereka dan menewaskan 4 militan lainnya.

Dalam pernyataannya, IDF mengatakan, “Ini merupakan pelanggaran terang-terangan lainnya terhadap perjanjian gencatan senjata oleh Hezbollah.”

Seiring upaya Israel untuk mengendalikan wilayah Lebanon selatan dan membentuk zona penyangga, kota Bint Jbeil—yang hanya berjarak beberapa kilometer dari perbatasan Israel—telah menjadi medan pertempuran penting, baik secara strategis maupun simbolis.

Menjelang perundingan langsung yang jarang terjadi antara Israel dan Lebanon—yang pertama dalam beberapa dekade—militer Israel pekan lalu menyatakan bahwa mereka telah mengepung kota Bint Jbeil di Lebanon selatan. (Hui)

Sumber : ntdtv.com

Militer AS Bahas Sanksi untuk Sekutu Eropa, Spanyol Terancam Dikeluarkan dari NATO

Baru-baru ini, menurut laporan media, Pentagon secara internal sedang mengevaluasi kemungkinan menjatuhkan sanksi terhadap sekutu Eropa yang bersikap pasif dalam perang Iran. Bahkan muncul wacana untuk mencabut keanggotaan Spanyol dari NATO. Menanggapi hal ini, berbagai pihak menunjukkan sikap berbeda. Meski dalam aturan NATO tidak ada mekanisme pengusiran anggota, aliansi tersebut memang tengah menghadapi ujian yang belum pernah terjadi sebelumnya.

EtIndonesia. Pada Jumat (24 April), Kantor berita Reuters mengutip pejabat anonim yang menyebutkan bahwa email internal Departemen Pertahanan AS membahas cara menghukum negara sekutu yang tidak membantu militer AS dalam konflik Iran. Salah satu opsi yang dibahas adalah mengeluarkan Spanyol dari NATO, yang mencerminkan ketidakpuasan Washington terhadap sebagian sekutu yang menolak memberikan akses pangkalan militer dan izin melintas.

Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sánchez, mengatakan:  “Kami tidak bertindak berdasarkan email. Pekerjaan kami didasarkan pada dokumen resmi dan posisi resmi. Mengenai hal ini (pengusiran Spanyol dari NATO), sikap pemerintah AS adalah apa yang tercantum dalam dokumen resmi.”

Perdana Menteri Italia, Giorgia Meloni, yang saat itu menghadiri KTT Uni Eropa di Siprus, menyerukan persatuan di antara negara-negara NATO. Ia menyatakan bahwa pilar Eropa dan pilar Amerika dalam NATO bersifat saling melengkapi.

Menteri Pertahanan AS, Hegseth, kembali mendesak sekutu Eropa agar tidak hanya berdiskusi, tetapi segera mengambil tindakan.

Ia mengatakan:  “Kami menyambut baik upaya serius Eropa untuk mengatasi masalah Selat Hormuz dan jalur pelayaran, karena hal ini berkaitan dengan kemampuan pasokan energi mereka. Saya pikir ini adalah peringatan bagi mereka, sekaligus bagi dunia.”

Pemerintahan Trump sebelumnya telah berulang kali menyatakan bahwa NATO tidak seharusnya menjadi “hubungan satu arah”, serta mengkritik sekutu yang tidak membantu membuka jalur pelayaran di Selat Hormuz.

Namun, pakar pertahanan Eropa Sven Biscop menyatakan bahwa aturan NATO tidak memuat ketentuan untuk mengeluarkan anggota, sehingga ia tidak yakin Amerika Serikat dapat benar-benar mengeluarkan negara mana pun.

Ia mengatakan:  “Prinsip inti NATO adalah keamanan yang tidak terpisahkan. Tidak ada anggota yang dapat dikeluarkan. Serangan terhadap satu anggota berarti serangan terhadap seluruh anggota.”

Laporan oleh Ren Hao, koresponden NTD di Washington DC.

Suara Tembakan Terdengar Saat Jamuan Makan Malam Jurnalis Gedung Putih, Presiden Trump Dievakuasi

Agen Dinas Rahasia telah mengonfirmasi bahwa presiden dalam keadaan aman dan pelaku penembakan telah ditahan

EtIndonesia. WASHINGTON—Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Ibu Negara Melania Trump dievakuasi dari acara Dinner Asosiasi Jurnalis Gedung Putih di Washington Hilton Sabtu (25/4/2026) malam waktu setempat setelah terdengar suara tembakan dari dalam ruangan.

Dinas Rahasia mengonfirmasi bahwa presiden, ibu negara, dan semua pihak yang dilindungi dalam keadaan aman. Lembaga tersebut menyatakan bahwa tersangka penembak telah diamankan.

Sejumlah staf Epoch Times di lokasi mendengar tembakan sekitar pukul 20.40 dan menyaksikan reaksinya. Segera setelah terdengar sekitar lima tembakan, agen Dinas Rahasia bergegas menuju panggung.

Kemudian pada malam itu, Trump membagikan foto-foto di Truth Social yang menunjukkan tersangka terbaring di tanah dengan tangan di belakang punggungnya. Ia juga memposting rekaman keamanan yang memperlihatkan seorang pria menerobos perimeter keamanan.

Setelah kembali ke Gedung Putih, Trump mengadakan konferensi pers, di mana ia mengonfirmasi bahwa satu agen Dinas Rahasia tertembak dalam insiden tersebut.

“Seorang petugas tertembak, tetapi selamat karena ia mengenakan rompi antipeluru yang sangat baik,” kata Trump dari ruang konferensi pers Gedung Putih. “Ia ditembak dari jarak sangat dekat dengan senjata yang sangat kuat.”

Presiden mengatakan bahwa ia telah berbicara dengan agen tersebut dan bahwa kondisinya “sangat baik.”

Trump menghadiri acara makan malam tersebut untuk pertama kalinya sebagai presiden dan dijadwalkan menyampaikan pidato sekitar pukul 21.00 waktu setempat. Ia duduk di panggung di bagian depan ballroom.

Anthony Guglielmi, kepala komunikasi Dinas Rahasia, mengatakan dalam sebuah unggahan di X bahwa lembaga tersebut, “berkoordinasi dengan Departemen Kepolisian Metropolitan, sedang menyelidiki insiden penembakan di dekat area pemeriksaan magnetometer utama.”

Sekitar pukul 21.05, Weijia Jiang, presiden Asosiasi Koresponden Gedung Putih, mengumumkan bahwa acara malam itu akan dilanjutkan dan rincian lebih lanjut akan diberikan seiring diperolehnya informasi. Namun, pada pukul 21.41, Jiang menyampaikan pidato emosional yang mengumumkan pembatalan acara tersebut.

Trump memposting pesan di Truth Social pada pukul 21.17 yang menyatakan bahwa ia akan mengikuti arahan penegak hukum sebelum kembali ke ballroom.

“Malam yang luar biasa di D.C. Dinas Rahasia dan penegak hukum melakukan pekerjaan fantastis. Mereka bertindak cepat dan berani,” tulis presiden. “Penembak telah ditangkap, dan saya merekomendasikan agar kita ‘LANJUTKAN ACARA’ tetapi sepenuhnya akan mengikuti arahan penegak hukum. Mereka akan segera mengambil keputusan. Apa pun keputusan itu, malam ini akan sangat berbeda dari rencana, dan kita harus mengadakannya kembali. Presiden DONALD J. TRUMP.”

Connecticut Avenue, tempat Hotel Hilton berada, telah ditutup untuk kendaraan dan pejalan kaki.

Pada pukul 21.36, Trump memposting di media sosial bahwa acara makan malam tersebut resmi dibatalkan dan ia akan segera mengadakan konferensi pers.

“Penegak hukum meminta kami meninggalkan lokasi sesuai protokol, dan kami akan melakukannya segera,” tulis Trump. “Saya akan mengadakan konferensi pers dalam 30 menit dari ruang konferensi pers Gedung Putih. Ibu Negara, Wakil Presiden, dan semua anggota kabinet dalam kondisi sempurna. Kami akan berbicara kepada Anda dalam setengah jam. Saya telah berbicara dengan semua pihak penyelenggara, dan kami akan menjadwalkan ulang dalam 30 hari.”

Jamuan Makan Malam Koresponden Gedung Putih adalah acara gala resmi yang dihadiri ratusan tokoh media, pemimpin bisnis, selebritas, anggota parlemen, dan pejabat kabinet untuk merayakan peran pers (Fourth Estate) dan para jurnalis yang meliput Gedung Putih.

Para tamu mulai tiba di karpet merah sejak pukul 18.00 waktu setempat.

Pada 2 Maret tahun ini, Trump mengumumkan niatnya untuk menghadiri acara tersebut melalui unggahan di Truth Social, “Merupakan kehormatan bagi saya untuk menerima undangan mereka dan bekerja untuk menjadikannya makan malam terbesar, terpanas, dan paling spektakuler dari semua jenis, sepanjang masa.”

Asosiasi Jurnalis Gedung Putih didirikan pada tahun 1914 untuk menjamin kebebasan pers dan melindungi akses ke Gedung Putih, dan jamuan makan malam pertamanya diadakan pada tahun 1921. Presiden pertama yang menghadiri acara ini adalah pada tahun 1924.

Agen federal mengeluarkan senjata mereka setelah sebuah insiden pada Jamuan Makan Malam Tahunan Asosiasi Jurnalis Gedung Putih di Washington pada 25 April 2026. Nathan Howard/Getty Images
Para agen berjaga setelah sebuah insiden pada Jamuan Makan Malam Tahunan Asosiasi Jurnalis Gedung Putih pada 25 April 2026 di Washington, DC. Andrew Harnik/Getty Images
Orang-orang berlindung setelah sebuah insiden pada Jamuan Makan Malam Tahunan Asosiasi Jurnalis Gedung Putih di Washington pada 25 April 2026. Nathan Howard/Getty Images
Tersangka yang ditahan, yang diduga melepaskan beberapa tembakan termasuk satu yang mengenai seorang agen Dinas Rahasia, saat Jamuan Makan Malam Jurnalis Gedung Putih di Washington pada 25 April, dalam gambar yang dirilis oleh Presiden Donald Trump di Truth Social.
Tersangka yang ditahan, yang diduga melepaskan beberapa tembakan termasuk satu yang mengenai seorang agen Dinas Rahasia, saat Jamuan Makan Malam Jurnalis Gedung Putih di Washington pada 25 April, dalam gambar yang dirilis oleh Presiden Donald Trump di Truth Social.

Jakarta : Peringatan 27 Tahun Peristiwa Permohonan Damai 25 April Para Praktisi Falun Gong di Beijing, Warga Berikan Dukungan 

EtIndonesia. Sejumlah praktisi Falun Gong menggelar aksi damai dalam rangka peringatan ke-27 aksi  damai di Tiongkok. Para warga memberikan dukungan dengan membubuhkan tanda tangan mereka dalam sebuah petisi.  Kegiatan yang berlangsung tertib dan lancar tersebut digelar di Depan Kedutaan Besar Tiongkok di Kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (25/4/2026) 

Aksi damai tersebut, yang kini dikenal sebagai “Aksi 25 April”, berlangsung pada hari itu di tahun 1999. Dua puluh tujuh tahun lalu pada hari yang sama, puluhan ribu praktisi Falun Gong dari seluruh penjuru Tiongkok, berasal dari berbagai lapisan masyarakat, berkumpul di depan Zhongnanhai—pusat kekuasaan pemerintah Partai Komunis Tiongkok—untuk melakukan salah satu aksi petisi terbesar dan paling damai dalam sejarah Tiongkok.

Peristiwa ini menjadi salah satu aksi protes terbesar dalam sejarah modern Tiongkok di bawah pemerintahan komunis, ketika sekitar 10.000 praktisi Falun Gong berkumpul di ibu kota Beijing, untuk menuntut pembebasan para rekan-rekan mereka yang ditahan serta hak untuk menjalankan keyakinan mereka secara bebas.

Namun, peristiwa tersebut tidak menghasilkan perluasan kebebasan. Kurang dari tiga bulan kemudian, Partai Komunis Tiongkok (PKT) melancarkan penindasan brutal terhadap kelompok tersebut. Penindasan ini terus berlangsung tanpa henti hingga hari ini, dan oleh sebagian pakar bahkan digambarkan sebagai “genosida dingin.” Bahkan kegiatan aksi damai dipelintir sebagai pengepungan. 

Pada 25 April 1999, puluhan ribu praktisi Falun Gong melakukan aksi petisi damai di Kantor Pengaduan di Beijing (Minghui.org).
Sebelum penindasan Falun Gong oleh Partai Komunis Tiongkok pada tahun 1999, lokasi latihan Falun Gong di Taman Ditan, Beijing. (Minghui.org)

“Selama lebih dari 27 tahun terakhir, praktisi Falun Gong telah menghadapi gelombang teror, kekerasan dari partai komunis Tiongkok dengan tanpa kekerasan, menyikapi penganiaya dengan belas kasih dan martabat kemanusiaan, membongkar gelombang fitnah dan menjelaskan fakta sesungguhnya, serta mengungkap agenda kejahatan komunis yang hendak menghancurkan moralitas dan umat manusia,” ujar seorang seorang praktisi Falun Gong saat membacakan press rilis Himpunan Falun Dafa Indonesia.

Ia menjelaskan, selama 27 tahun terakhir, para praktisi Falun Gong telah mempertahankan keteguhan hati pada nilai-nilai Sejati-Baik-Sabar dan keyakinan mendasar bahwa berupaya menjadi insan yang baik hati dan lebih baik lagi adalah tidak salah. 

Sementara itu, kata dia, permohonan damai 25 April 1999 di Beijing, telah tercatat dalam sejarah sebagai tonggak kebangkitan moral, perlawanan damai terhadap kekejaman dan kebohongan dari sebuah pemerintah totaliter, pemerintah komunis Tiongkok – yang sepenuhnya tanpa dasar dan melanggar konstitusi serta hak-hak warganya sendiri. 

Falun Gong, yang juga dikenal sebagai Falun Dafa, adalah sebuah disiplin spiritual dengan latihan gerakan yang lembut dan ajaran yang berlandaskan pada prinsip Sejati-Baik-Sabar. Praktik ini diperkenalkan kepada publik di Tiongkok pada tahun 1992 dan menyebar dengan cepat dari mulut ke mulut di seluruh negeri. Menjelang akhir dekade tersebut, setidaknya 70 juta orang telah mempraktikkannya, menurut perkiraan resmi pada saat itu.

Pada awalnya, media milik negara Tiongkok menggambarkan Falun Gong secara positif. Sebuah artikel tahun 1993 di majalah milik negara China Today menyoroti daya tarik luasnya, dengan mencatat bahwa para praktisinya berasal dari berbagai lapisan masyarakat, termasuk personel militer, pejabat pemerintah, profesor, dan mahasiswa. Pada November 1998, publikasi milik negara Yangcheng Evening News melaporkan bahwa sekitar 5.000 orang berkumpul di sebuah taman untuk mempraktikkan latihan Falun Gong.

Laporan tersebut menjadi salah satu contoh terakhir pemberitaan positif tentang Falun Gong di Tiongkok.

Pada 11 April 1999, sebuah perguruan tinggi di Tianjin—kota yang berdekatan dengan Beijing—menerbitkan artikel di majalah kampus yang mengkritik praktik tersebut. Publikasi ini mendorong para praktisi Falun Gong di kota itu untuk menemui pejabat pemerintah setempat dan perwakilan sekolah guna menanggapi tuduhan yang dianggap menyesatkan dalam artikel tersebut.

Kemudian pada bulan yang sama, Biro Keamanan Publik Tianjin mengerahkan polisi anti huru-hara, yang menggunakan kekerasan terhadap para praktisi Falun Gong yang berkumpul, sehingga mengakibatkan 45 orang ditangkap.

Kekerasan polisi di Tianjin dengan cepat menyebar. Pada 25 April 1999, sekitar 10.000 praktisi Falun Gong berkumpul di Beijing untuk menuntut pembebasan para tahanan di Tianjin serta meminta kebebasan untuk menjalankan keyakinan mereka. Setelah pertemuan antara pejabat Partai Komunis Tiongkok (PKT) dan lima perwakilan Falun Gong di Dewan Negara, pihak berwenang Tianjin memenuhi permintaan tersebut. Bahkan, Perdana Menteri saat itu, Zhu Rongji keluar menemui perwakilan praktisi Falun Gong. 

Namun, kurang dari tiga bulan kemudian, pada 20 Juli 1999 diperintahkan oleh Sekjen Partai Komunis Tiongkok Jiang Zemin saat itu, PKT meluncurkan kampanye nasional untuk memberantas Falun Gong. Pada saat yang sama, media milik negara Tiongkok mulai menerbitkan propaganda tentang aksi damai tersebut, sering kali menggambarkannya sebagai sebuah “pengepungan” terhadap rezim PKT.

Sementara itu, Fadjar Pratikto dari Global Human Rights Effort (GHURE) menyatakan peringatan 25 April merupakan peristiwa aksi damai yang sangat penting dikarenakan menjadi awal penganiayaan Falun Gong secara luas di Tiongkok. 

Walaupun yang dilakukan para praktisi Falun Gong merupakan hal lumrah untuk meminta pembebasan rekan mereka yang ditahan secara ilegal, namun demikian Partai Komunis Tiongkok justru melakukan penindasan secara resmi mulai 20 Juli 1999. 

“Saya kira ini wajar sekali, untuk menuntut hak-hak mereka supaya bisa berlatih dengan damai, tapi ternyata yang dilakukan partai komunis Tiongkok justru menekan Falun Dafa sehingga melarangnya, ini keprihatinan kami dari  masyarakat sipil,” katanya. 

Lebih jauh lagi, Fadjar menambahkan penindasan tersebut masih berlangsung hingga saat ini. Bahkan, penindasan tersebut sudah mencapai dalam lingkup lintas negara hingga menimbulkan kekacauan di dunia internasional. Ia juga memberikan apresiasi kepada praktisi Falun Gong yang mana dengan keteguhan hati serta tak luntur menyuarkan kebenaran tentang Falun Gong. 

 “Sebuah apresiasi kepada praktisi Falun Gong yang mana secara konsisten terus menyampaikan aspirasi dan solidaritas terhadap rekan mereka yang masih dianiaya di Tiongkok,” pungkasnya.

Sejumlah praktisi Falun Gong menggelar aksi damai dalam rangka peringatan ke-27 aksi damai di Tiongkok yang digelar di Depan Kedutaan Besar Tiongkok di Kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (25/4/2026)


Seorang praktisi Falun Gong membacakan press rilis dalam rangka peringatan ke-27 aksi damai di Tiongkok yang digelar di Depan Kedutaan Besar Tiongkok di Kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (25/4/2026).

Fadjar Pratikto dari Global Human Rights Effort (GHURE) menyampaikan orasinya dalam rangka peringatan ke-27 aksi damai di Tiongkok yang digelar di Depan Kedutaan Besar Tiongkok di Kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (25/4/2026).

Warga memberikan petisi dukungan dalam aksi damai dalam rangka peringatan ke-27 aksi damai di Tiongkok yang digelar di Depan Kedutaan Besar Tiongkok di Kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (25/4/2026)
Warga memberikan petisi dukungan dalam aksi damai dalam rangka peringatan ke-27 aksi damai di Tiongkok yang digelar di Depan Kedutaan Besar Tiongkok di Kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (25/4/2026)


Suasana aksi damai dalam rangka peringatan ke-27 aksi damai di Tiongkok yang digelar di Depan Kedutaan Besar Tiongkok di Kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (25/4/2026)
Suasana aksi damai dalam rangka peringatan ke-27 aksi damai di Tiongkok yang digelar di Depan Kedutaan Besar Tiongkok di Kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (25/4/2026)
Suasana aksi damai dalam rangka peringatan ke-27 aksi damai di Tiongkok yang digelar di Depan Kedutaan Besar Tiongkok di Kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (25/4/2026)
Suasana aksi damai dalam rangka peringatan ke-27 aksi damai di Tiongkok yang digelar di Depan Kedutaan Besar Tiongkok di Kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (25/4/2026)
Suasana aksi damai dalam rangka peringatan ke-27 aksi damai di Tiongkok yang digelar di Depan Kedutaan Besar Tiongkok di Kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (25/4/2026). Mereka membawa poster rekan-rekan mereka yang meninggal dunia akibat penganiayaan yang diluncurkan partai komunis Tiongkok
Suasana aksi damai dalam rangka peringatan ke-27 aksi damai di Tiongkok yang digelar di Depan Kedutaan Besar Tiongkok di Kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (25/4/2026). Mereka membawa poster rekan-rekan mereka yang meninggal dunia akibat penganiayaan yang diluncurkan partai komunis Tiongkok
Suasana aksi damai dalam rangka peringatan ke-27 aksi damai di Tiongkok yang digelar di Depan Kedutaan Besar Tiongkok di Kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (25/4/2026). Mereka membawa poster rekan-rekan mereka yang meninggal dunia akibat penganiayaan yang diluncurkan partai komunis Tiongkok
Suasana aksi damai dalam rangka peringatan ke-27 aksi damai di Tiongkok yang digelar di Depan Kedutaan Besar Tiongkok di Kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (25/4/2026). Mereka membawa poster rekan-rekan mereka yang meninggal dunia akibat penganiayaan yang diluncurkan partai komunis Tiongkok

Konflik Iran-Israel Ancam Pasokan BBM RI, Pakar ITS: Ini Saatnya Indonesia Berdikari Energi!

Surabaya, 22 April 2026 – Memanasnya konflik geopolitik di Timur Tengah, khususnya antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat (AS), membuat ketahanan energi global berada di ujung tanduk. Kekhawatiran kini melanda Indonesia: apakah pasokan bahan bakar minyak (BBM) dan LPG nasional akan terganggu?

Menanggapi situasi ini, pakar strategi bisnis dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Dr Ir Arman Hakim Nasution MEng, memberikan peringatan keras. Menurutnya, Indonesia masih sangat rentan karena nyaris separuh kebutuhan BBM dan sebagian besar LPG masih bergantung pada impor.

Selat Hormuz Terancam, Harga BBM Bisa Melonjak

Arman menjelaskan bahwa ketegangan yang berpusat di kawasan pemasok energi dunia berpotensi mengganggu jalur distribusi vital, terutama Selat Hormuz. “Hal inilah yang menjadi kekhawatiran seluruh dunia karena berpotensi memicu lonjakan harga pasokan BBM,” ujarnya.

Dosen Departemen Manajemen Bisnis ITS itu menambahkan, krisis energi tak akan berhenti di situ. Kenaikan harga BBM akan merambat ke sektor lain, seperti industri plastik dan pupuk. “Prinsip ekonomi itu saling terhubung. Ketika sektor energi terganggu, sektor lainnya pasti ikut terdampak,” bebernya.

Fakta Memprihatinkan: 49,5% BBM & 84% LPG Masih Impor

Arman memaparkan data yang cukup mengkhawatirkan. Indonesia masih menggantungkan 49,5 persen kebutuhan BBM dan 80 hingga 84 persen kebutuhan Liquefied Petroleum Gas (LPG) dari pasokan luar negeri. “Keadaan ini cukup mengkhawatirkan mengingat kondisi geopolitik yang masih tidak menentu,” ungkapnya.

Ketergantungan ini, lanjut Arman, bukan hanya masalah ekonomi tetapi juga ancaman stabilitas nasional. “Dalam krisis seperti ini, gejolak ekonomi khususnya di sektor energi dapat memicu tekanan sosial. Masyarakat yang terdesak kebutuhan energi dan bahan pokok akan menjadi masalah utama dalam menjaga kedaulatan negara,” tegasnya.

Ironis: Geothermal Melimpah Tapi Tak Terkelola

Lelaki berkacamata itu juga menyoroti kelemahan mendasar: rendahnya kemampuan pengolahan energi dalam negeri. “Sumber daya alam kita sebenarnya melimpah untuk diolah sebagai pasokan energi, tetapi belum dimanfaatkan secara optimal. Akibatnya, kita bergantung pada negara lain,” sesalnya.

Padahal, Indonesia adalah produsen energi panas bumi (geothermal) terbesar kedua di dunia. “Indonesia perlu segera mengembangkan teknologi untuk memanfaatkan sumber daya ini demi menyokong ketahanan energi nasional,” tambah Arman yang juga Kepala Pusat Studi Pengembangan Industri dan Kebijakan Publik (PIKP) ITS.

Solusi dari ITS: Panel Surya di Daerah Panas, Biogas dari Limbah Ternak

Sebagai langkah awal menuju kemandirian, Arman mengusulkan pendekatan berbasis potensi lokal. Setiap daerah dapat memanfaatkan ciri khasnya untuk menciptakan cadangan energi. “Daerah dengan suhu tinggi bisa mendayagunakan panel surya. Sementara wilayah peternakan dapat mengolah limbah menjadi biogas,” ujarnya.

Seruan Kolaborasi: Hemat, Inovasi, dan Kebijakan

Menutup pemaparannya, Arman menegaskan bahwa kedaulatan energi tidak bisa diraih sendiri-sendiri. Ia menyerukan kolaborasi total antara masyarakat, industri, dan pemerintah.

“Masyarakat perlu berhemat dalam penggunaan energi, industri perlu menggalakkan inovasi, sementara pemerintah harus aktif mengkaji kebijakan guna mendukung usulan kemandirian energi bangsa,” tuturnya mengingatkan.

Komitmen ITS dalam mendorong kemandirian energi ini sejalan dengan upaya mencapai Sustainable Development Goals (SDGs), terutama poin ke-7 tentang Energi Bersih dan Terjangkau serta poin ke-9 tentang Industri, Inovasi, dan Infrastruktur. 

Rektor ITS Turun Gunung ke 48 Lokasi UTBK 2026: 12.585 Peserta Terfasilitasi, Kantin Buka Jam 5.30!

Surabaya, 22 April 2026 – Hari pertama pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026 di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) berlangsung dengan pengawasan super ketat. Tak hanya memantau dari ruang kerja, Rektor ITS Prof Dr (HC) Ir Bambang Pramujati ST MSc Eng PhD bersama jajarannya turun langsung menyisir sejumlah lokasi ujian, Rabu (22/4) pagi.

Ditemani metal detector dan kecerdasan buatan (AI), sang rektor memastikan sendiri kesiapan 48 titik lokasi ujian yang tersebar di seluruh area kampus ITS. Tahun ini, ITS melayani sebanyak 12.585 peserta yang akan mengikuti ujian mulai 22 hingga 29 April (kecuali 26 April) dengan rata-rata sekitar 1.022 peserta per sesi.

Pemeriksaan ala Bandara, Teknologi AI untuk Cegah Kecurangan

Di sela inspeksinya di Gedung Tower 1 ITS, Prof Bambang mengaku puas dengan kondisi ruangan dan kesiapan pengawas. “Sisi pelaksanaan dan jumlah pengawas sudah cukup baik,” ujarnya.

Ia juga menunjukkan komitmen ITS terhadap integritas ujian. Setiap peserta diperiksa dengan metal detector, termasuk jam tangan, kacamata, hingga aksesori yang mencurigakan. “Semua hal yang mencurigakan kami periksa agar tidak ada kecurangan,” tegasnya.

Tak berhenti di situ, ITS juga mengimplementasikan teknologi face recognition berbasis Artificial Intelligence (AI) untuk memastikan tidak ada perpindahan orang antara pendaftaran, pelaksanaan ujian, hingga daftar ulang nanti. “Teknologi ini kami gunakan untuk memastikan peserta yang mendaftar, mengikuti ujian, dan melakukan daftar ulang adalah orang yang sama,” jelas alumnus S1 Teknik Mesin ITS tersebut.

Kantin Buka Jam 5.30, Ruang Tunggu dan Posko Informasi Siaga

Melihat antusiasme peserta yang sudah datang jauh sebelum ujian, ITS pun menyiapkan layanan istimewa. Kantin Pusat ITS akan beroperasi lebih awal hingga pukul 05.30 WIB, sehingga peserta dan keluarga bisa sarapan dengan nyaman sebelum ujian.

Selain itu, disediakan ruang tunggu yang memadai serta lima posko informasi UTBK di area kampus. “Kami ingin memastikan peserta fokus ujian tanpa khawatir masalah logistik,” tambahnya.

Catatan Hari Pertama: 38 Tidak Hadir, 13 Pelanggaran Administrasi

Pada sesi pertama pelaksanaan, tercatat 38 peserta tidak hadir dan 13 peserta melakukan pelanggaran administrasi. Pelanggaran paling umum adalah tidak membawa ijazah SMA/SMK sederajat atau surat keterangan sebagai siswa kelas XII dari sekolah.

Server Ditambah, Perkuliahan Daring untuk Jaga Jaringan

Tak hanya meninjau ruang ujian, Rektor ITS juga memantau langsung kondisi server dan jaringan utama di Gedung Research Center ITS Lantai 4. Direktur Pengembangan Teknologi dan Sistem Informasi (PTSI) ITS, Bagus Jati Santoso SKom PhD, mengungkapkan bahwa pihaknya meningkatkan jumlah server dari dua menjadi tiga unit untuk memperlancar pengiriman jawaban ke pusat.

“Jaringan internet pun diperkuat dengan mengalihkan perkuliahan mahasiswa ke daring,” tambah Bagus. Langkah ini diambil demi memastikan koneksi tetap stabil selama gelombang ujian berlangsung.

Melalui persiapan matang, teknologi mutakhir, dan perhatian penuh dari rektor, ITS menegaskan komitmennya menciptakan seleksi perguruan tinggi yang adil dan setara. Hal ini sejalan dengan dukungan ITS terhadap Sustainable Development Goals (SDGs) poin 4 tentang Pendidikan Berkualitas. (*)

Sebuah Toko Emas Dijarah Habis, Pria 50 Tahun Masuk Lewat Plafon dan Putus Kabel CCTV (Video)

Baru-baru ini, sebuah toko perhiasan Zhou Liufu Jewelry di Kabupaten Duchang, Kota Jiujiang, Provinsi Jiangxi, Tiongkok mengalami pencurian besar-besaran hingga barang di dalamnya “dikuras habis”. Dilaporkan bahwa pelaku masuk melalui plafon dan memutus kabel pengawasan sebelum melakukan pencurian.

EtIndonesia. Pada 22 April, seorang warganet mengunggah video di media sosial yang menunjukkan bahwa toko tersebut, yang terletak di lantai satu pusat perbelanjaan Fudelong Shopping Plaza di Jalan Dongfeng, pintunya dirusak dan diduga menjadi sasaran pencurian dengan nilai kerugian yang besar.

Video yang beredar memperlihatkan pintu rolling toko terbuka, sementara pintu kaca di bagian dalam pecah dengan serpihan kaca berserakan di lantai. Area sekitar juga telah dipasangi garis polisi.

Menurut laporan media lokal, pada 23 April, staf dari cabang lain Zhou Liufu Jewelry membenarkan bahwa toko di Fudelong memang mengalami insiden, namun tidak bersedia memberikan rincian lebih lanjut.

Sejumlah pekerja toko di sekitar lokasi juga menyatakan bahwa memang terjadi kejadian di toko tersebut dan menarik perhatian publik setempat, tetapi detailnya belum diketahui secara jelas.

Pada hari yang sama, manajer toko yang menjadi korban mengatakan kepada media bahwa pada 22 April dini hari, sejumlah besar barang dicuri dengan kerugian yang signifikan, dan berharap barang-barang tersebut dapat segera ditemukan kembali.

Manajer tersebut menjelaskan bahwa polisi telah mengidentifikasi tersangka. Pelaku diduga memahami struktur internal gedung, masuk ke dalam toko melalui plafon, lalu memotong kabel CCTV sebelum melakukan aksi pencurian. Saat ini, pihak toko masih melakukan pendataan aset yang hilang.

Warganet di Tiongkok berspekulasi mengenai nilai kerugian, dengan berbagai angka beredar—mulai dari jutaan hingga puluhan juta yuan, bahkan ada yang menyebut jumlah emas mencapai beberapa kilogram. Ada juga yang menduga pelaku adalah “orang dalam”.

Pada 24 April, polisi Kabupaten Duchang, Jiujiang, mengumumkan bahwa kasus pencurian di sebuah toko emas dalam kompleks komersial di Jalan Dongfeng terjadi pada 22 April. Seorang pria bermarga Xu, berusia 50 tahun, menjadi tersangka utama. Ia ditangkap sekitar pukul 09.00 pagi pada 23 April, dan seluruh barang yang dicuri telah berhasil ditemukan kembali.

Namun, pihak kepolisian tidak mengungkap identitas lengkap maupun motif pelaku.

Sumber : NTDTV.com

Di Daerah Ini Anjing Dicelup Jadi “Panda” untuk Foto Berbayar, Diduga Giginya Dicabut dan Diberi Obat

Di kawasan wisata Hongya Cave di Chongqing, Tiongkok ditemukan seekor anjing yang bulunya dicat hitam-putih menyerupai panda, lalu digunakan sebagai objek foto berbayar bagi wisatawan. Setelah kejadian ini terungkap, muncul dugaan adanya penyiksaan terhadap hewan.

EtIndonesia. Baru-baru ini, seorang warganet mengungkap bahwa ada orang yang mengecat bulu anjing menjadi warna hitam-putih agar tampak seperti panda, lalu mengenakan biaya 20 yuan per sesi bagi wisatawan untuk berfoto sambil menggendongnya. Anjing tersebut diduga kesulitan membuka mata akibat iritasi dari pewarna, namun terlihat sangat jinak secara tidak wajar, sehingga dicurigai telah disuntik obat penenang.

Menurut laporan media Modern Express pada 23 April, biaya foto adalah 20 yuan per kali tanpa batas waktu. Seorang wisatawan mengatakan bahwa seluruh tubuh anjing itu telah dicat, dan kemungkinan karena efek pewarna, matanya sulit terbuka. Kepalanya terkulai, tampak lesu, dan tidak melawan saat dipegang atau diatur posenya untuk difoto.

Wisatawan tersebut awalnya mengira anjing itu hanya mengantuk, tetapi kemudian mengetahui bahwa anjing itu sudah lama dijadikan objek foto di lokasi tersebut dan setiap hari terlihat tidak bersemangat. Ia juga menduga, demi mencegah anjing menggigit, giginya mungkin telah dicabut.

Dari rekaman video wisatawan, anjing yang telah dicat tersebut sekilas memang tampak seperti panda kecil. Beberapa warganet berkomentar bahwa anjing itu kemungkinan jenis Chow Chow dan masih berusia muda.

Pada  23 April siang, pihak pengelola kawasan Hongya Cave menyatakan bahwa orang yang membawa anjing tersebut bukan bagian dari pedagang resmi di area wisata, dan sebenarnya tidak diperbolehkan berjualan di dalam kawasan. Mereka mengaku sebelumnya tidak menyadari situasi tersebut dan berjanji akan meningkatkan pengawasan.

Namun, tanggapan ini justru memicu keraguan dari warganet, yang mempertanyakan bagaimana praktik tersebut bisa berlangsung lama tanpa diketahui.

Warganet di Tiongkok mengecam keras kejadian ini: “Kejam”, “Tidak berperikemanusiaan”, “Demi uang tanpa batas”, hingga “manusia sudah kehilangan hati nurani demi uang.”

Ada juga yang menyoroti bahwa proses pewarnaan sendiri sudah berbahaya bagi kesehatan hewan, apalagi jika disertai dugaan pemberian obat atau perlakuan lain yang menyiksa.

Sebagian warganet menyerukan hukuman tegas terhadap pelaku, menyebut tindakan ini sebagai perbuatan yang tidak bermoral dan melanggar kemanusiaan, bahkan bagi mereka yang bukan pecinta hewan sekalipun.

Sumber : NTDTV.com

Cegah Membawa Pisau, Siswa di Sekolah Menengah Kota Ini Dilarang Membawa Tas, Wajib Pakai Kantong Plastik Transparan

Baru-baru ini, warganet di Jingzhou, Provinsi Hubei, Tiongkok melaporkan bahwa sebuah sekolah menengah, Songzi No.4 Middle School, melarang siswa pulang-pergi (tidak tinggal di asrama) membawa tas ke sekolah. Sebagai gantinya, mereka diminta menggunakan kantong plastik transparan untuk membawa perlengkapan belajar. Alasan kebijakan ini adalah untuk mencegah siswa membawa pisau atau barang berbahaya ke dalam sekolah, yang mana kemudian memicu perdebatan luas.

EtIndonesia. Sebuah pemberitahuan yang beredar menyebutkan bahwa mulai keesokan hari, semua siswa non-asrama dilarang membawa tas ke kampus. Orang tua diminta menyiapkan kantong plastik transparan untuk membawa perlengkapan belajar harian.

Setiap pagi, sekolah akan melakukan pemeriksaan di gerbang. Tas yang melanggar aturan akan disita sementara, diberi label nama dan kelas, lalu dikembalikan pada sore hari.

Kebijakan ini langsung memicu perdebatan di internet.

Sejumlah warganet berspekulasi bahwa mungkin sebelumnya telah terjadi insiden serius yang tidak dipublikasikan. Ada yang berkomentar, “Setiap aturan yang terlihat berlebihan biasanya ada kejadian yang lebih ekstrem di baliknya,” sementara yang lain menyebut pernah ada kasus siswa menyerang guru atau membawa senjata tajam di sekolah lain.

Pengumuman itu memicu diskusi hangat di dunia maya.

Menanggapi hal ini, pihak Dinas Pendidikan dan Olahraga Kota Songzi awalnya menyatakan bahwa kebijakan tersebut bertujuan mencegah potensi bahaya, termasuk membawa pisau dan barang terlarang ke sekolah, serta telah didaftarkan secara resmi.

Namun, banyak warganet mengkritik kebijakan tersebut. Ada yang menulis, “Bayangkan, siswa SMA usia 16–17 tahun diminta mengganti tas mereka dengan kantong plastik transparan agar semua orang bisa melihat isi barang mereka.”

Komentar lain menyebut bahwa pemeriksaan ketat dilakukan di gerbang, dan tas yang dianggap melanggar langsung disita. Kritik juga menyoroti bahwa kantong plastik tidak praktis—tidak tahan air, mudah robek, tidak cukup menampung buku atau peralatan seperti papan gambar dan alat eksperimen. Selain itu, aturan ini hanya berlaku bagi siswa non-asrama, sementara siswa asrama tetap boleh membawa tas, yang dianggap sebagai standar ganda.

Sebagian warganet menilai kebijakan ini sebagai bentuk “kemalasan administratif”, di mana beban pengelolaan dialihkan kepada siswa tanpa mempertimbangkan kepraktisan, bahkan mengorbankan privasi dan martabat siswa.

Komentar lain lebih tajam, menyebut kebijakan ini “tidak masuk akal”, bahkan membandingkan sekolah dengan “pos pemeriksaan penjara”. Ada juga yang menyindir agar pihak sekolah mencoba sendiri menggunakan kantong plastik selama seminggu.

Setelah menuai perhatian publik, pada 21 April, otoritas pendidikan Kota Songzi mengeluarkan pernyataan resmi. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa sebelumnya memang ada beberapa siswa yang membawa barang terlarang ke dalam sekolah, sehingga menimbulkan risiko keamanan. 

Saat ini, pihak sekolah telah diperintahkan untuk segera memperbaiki kebijakan tersebut dan melakukan evaluasi, serta memberikan pembinaan kepada pihak yang bertanggung jawab.

Dilaporkan oleh Li Li / Diedit oleh Xu Gengwen – NTDTV.com

Mengerikan! Beredar Video Traktor di Jiuquan, Tiongkok  Menabrak Kendaraan dan Pejalan Kaki Secara Acak

EtIndonesia.  Insiden kekerasan acak yang mengerikan dilaporkan semakin sering terjadi di Tiongkok. Beredar video yang menunjukkan seorang pria mengemudikan traktor di Kota Jiuquan, Provinsi Gansu, Tiongkok menabrak kendaraan dan pejalan kaki di sepanjang jalan.

Video yang beredar memperlihatkan seorang pria berbaju merah mengemudikan traktor melawan arah, lalu mendorong sebuah mobil pribadi berwarna merah ke pinggir jalan dan menabraknya berulang kali. Ia juga sempat mengarahkan traktor ke arah pejalan kaki di tepi jalan. Setelah menghancurkan mobil tersebut, traktor kemudian menabrak mobil putih yang terparkir di pinggir jalan, lalu kembali mengejar pejalan kaki yang sedang menyaksikan kejadian di tengah jalan. Para pejalan kaki pun berlarian menghindar.

Traktor itu juga terlihat menerobos pembatas hijau di tengah jalan menuju jalur berlawanan, sementara dari kejauhan terdengar beberapa kali suara benturan kendaraan. Tak lama kemudian, traktor kembali berbalik dan kembali menabrak mobil putih tersebut.

Karena traktor bergerak relatif lambat dan berat, sebagian besar pejalan kaki berhasil menghindar tepat waktu. Namun, belum diketahui apakah ada orang di dalam mobil yang ditabrak.

Warganet menyebutkan bahwa kejadian ini terjadi di Kota Jiuquan, Provinsi Gansu. Hingga kini, penyebab insiden maupun jumlah korban belum diketahui.

Belakangan ini, sejumlah insiden serupa juga beredar di internet, termasuk laporan tentang alat berat yang menabrak kerumunan di wilayah Fangshan, Beijing, yang menurut kabar menyebabkan puluhan korban jiwa dan luka-luka.

Sumber anonim juga menyebutkan bahwa insiden kekerasan acak semacam ini terjadi setiap hari di berbagai wilayah, namun banyak informasi yang tidak tersebar luas karena dibatasi, sehingga hanya sebagian kecil yang diketahui publik.

Sumber : NTDTV.com

Trump Keluarkan Perintah Keras: Kendalikan Selat Hormuz, Siapa Pun Menebar Ranjau Akan Ditenggelamkan

EtIndonesia. Sebagai bagian dari operasi blokade terhadap Iran, militer AS pada Rabu (22 April) mencegat kapal tanker kedua yang mengangkut minyak dari Iran di Samudra Hindia. Presiden Donald Trump pada Kamis menyatakan bahwa militer AS kini sepenuhnya mengendalikan Strait of Hormuz, serta telah mengeluarkan perintah tegas: setiap kapal Iran yang menebar ranjau akan langsung ditenggelamkan untuk menghilangkan ancaman tersebut.

Pada saat yang sama, kelompok tempur kapal induk ketiga AS, yakni USS George H.W. Bush, telah tiba di kawasan Timur Tengah, membuat situasi semakin tegang.

Militer AS menyatakan siap menaiki kapal tanker “Majestic X”.  Pentagon pada Kamis (23 April) mengkonfirmasi bahwa kapal tersebut telah dicegat dan diperiksa di perairan Samudra Hindia.

Menurut laporan Associated Press, kapal tanker super besar itu sedang mengangkut minyak dari Iran menuju Tiongkok. Ini merupakan kapal kedua dalam beberapa hari terakhir yang dicegat AS di perairan antara Sri Lanka dan Indonesia karena terkait perdagangan minyak Iran.

Seorang jurnalis asing menjelaskan bahwa kapal tersebut sebelumnya telah dikenai sanksi oleh Departemen Keuangan AS dan diduga bagian dari “armada bayangan” Iran, yang digunakan untuk mengekspor minyak mentah yang terkena sanksi ke pasar Asia, khususnya Tiongkok.

Kapal tanker super Iran lainnya, “Dorena”, juga dicegat saat mencoba menembus blokade.

Trump menyatakan, “Kami sepenuhnya mengendalikan Selat Hormuz. Tanpa persetujuan Angkatan Laut AS, tidak ada kapal yang boleh keluar masuk. Selat ini ‘ditutup rapat’ sampai Iran mencapai kesepakatan!”

Di sisi lain, Iran merilis video yang menunjukkan Islamic Revolutionary Guard Corps sebelumnya menyita dua kapal kontainer internasional. Rekaman memperlihatkan personel bersenjata bertopeng menaiki kapal menggunakan tangga. Namun, pengamat menilai video tersebut memiliki unsur propaganda karena diambil dari berbagai sudut kamera.

Sumber menyebutkan sekitar 40 awak berada di kapal yang disita, dan kedua kapal telah dibawa ke pelabuhan Bandar Abbas di Iran selatan.

Selain itu, IRGC dilaporkan menggunakan kapal nelayan yang dimodifikasi dan kapal cepat untuk secara diam-diam menempatkan ranjau laut, baik tipe kontak maupun sensor, di Selat Hormuz.

Trump kemudian mengumumkan telah memberi wewenang kepada Angkatan Laut AS untuk tanpa ragu menenggelamkan kapal apa pun yang menebar ranjau di Selat Hormuz, tanpa memandang ukuran kapal. Ia juga memerintahkan peningkatan upaya pembersihan ranjau hingga tiga kali lipat.

Analis pelayaran menyebutkan bahwa pembersihan ranjau merupakan syarat utama agar kapal dapat kembali melintasi jalur strategis tersebut. Berbagai metode dapat digunakan, termasuk helikopter, kapal tempur pesisir, drone laut, bahkan lumba-lumba terlatih.

Pada hari yang sama, wakil ketua parlemen Iran mengklaim bahwa Teheran telah menerima pembayaran pertama biaya transit dari kapal-kapal yang melewati Selat Hormuz, namun tidak mengungkap pihak pembayar maupun jumlahnya. Sebelumnya, Trump telah memperingatkan bahwa kapal yang membayar biaya tersebut kepada Iran tidak akan luput dari tindakan.

Dengan kedatangan kapal induk USS George H.W. Bush di kawasan, analis menilai hal ini tidak hanya memperkuat blokade laut AS, tetapi juga memberikan dukungan kekuatan militer yang lebih besar jika Washington memutuskan untuk melanjutkan operasi militer terhadap Iran.

Reporter NTD Television, Yi Jing, melaporkan.

Israel Tiba-tiba Nyatakan Perang! Menhan Israel Katz : Target Sudah Dikunci, Tinggal Tunggu Perintah Trump

EtIndonesia. Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, pada Kamis (23 April) secara tiba-tiba menyatakan bahwa militer Israel telah siap sepenuhnya. Mereka hanya menunggu satu sinyal dari Presiden AS Donald Trump untuk segera melancarkan serangan. Ia menegaskan bahwa serangan kali ini akan berbeda dari sebelumnya, dengan dampak yang menghancurkan terhadap titik paling sensitif dari rezim Iran.

Israel juga memperingatkan bahwa serangan ini dapat mengguncang fondasi kekuasaan Iran dan bahkan berpotensi menyebabkan runtuhnya rezim tersebut. Menanggapi hal ini, Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) menyatakan bahwa Teheran juga telah siap untuk berperang.

Sementara itu, menurut laporan Channel 12 Israel, Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, dikabarkan telah mengundurkan diri dari tim negosiasi dan tidak lagi memimpin pembicaraan dengan Amerika Serikat. Hal ini dianggap sebagai indikasi meningkatnya konflik kekuasaan di tingkat tinggi Iran.

Dalam pernyataannya, Katz menegaskan bahwa jika mendapat “lampu hijau” dari Trump, militer Israel akan melancarkan serangan yang jauh lebih mematikan dan destruktif dibanding sebelumnya, dengan tujuan menghancurkan target-target paling vital di Teheran serta melemahkan fondasi kekuasaan yang dipimpin oleh Ali Khamenei.

Tak lama setelah pernyataan tersebut, media semi-resmi Iran Mehr News Agency melaporkan bahwa Teheran kembali mengaktifkan sistem pertahanan udara untuk menghadapi kemungkinan serangan musuh.

Meski kedua pihak belum menyebutkan waktu pasti dimulainya serangan, suasana menjelang konflik besar semakin terasa di kawasan Timur Tengah.

Di sisi lain, laporan Channel 12 juga menyebut bahwa pengunduran diri Ghalibaf dipicu oleh meningkatnya campur tangan IRGC dalam proses negosiasi, yang menyebabkan perpecahan internal. Namun, informasi ini belum mendapat konfirmasi resmi.

Presiden Trump mengatakan, “(Iran) bahkan tidak tahu siapa yang memimpin negara mereka. Mereka berada dalam kekacauan, jadi kami memberi mereka sedikit kesempatan untuk menyelesaikan situasi tersebut.”

Laporan oleh Ren Hao, Washington DC.

Beredar Laporan Seorang Pria Lanjut Usia Menggergaji Palang Parkir Mall Setelah Tunggakan Gajinya Tak Kunjung Dibayar Lunas 

EtIndonesia. Baru-baru ini, sebuah video yang menunjukkan seorang pria lanjut usia di Hailar, Mongolia Dalam, berkali-kali menggergaji palang parkir sebuah pusat perbelanjaan menjadi viral. Beredar kabar bahwa mal tersebut menunggak hutang dalam jumlah besar kepadanya. Meski sudah memenangkan gugatan di pengadilan, ia tidak kunjung menerima pembayaran, sehingga melakukan aksi tersebut sebagai bentuk protes.

Sejak April, video yang beredar di media sosial Tiongkok menunjukkan seorang kakek di Hailar beberapa kali datang dengan kursi roda ke bawah gedung Guomao Home Furnishing Mall. Ia menggunakan gergaji untuk memotong palang parkir di pintu keluar, lalu mengarahkan kendaraan untuk lewat, sehingga pengendara bisa menikmati “parkir gratis”. Palang yang telah dipotong kadang ia tinggalkan di lokasi, kadang dibawa pergi.

Video lain menunjukkan bahwa jumlah palang yang telah dipotong mencapai 9 buah. Rekaman lanjutan bahkan menyebut jumlahnya telah bertambah menjadi lebih dari 40.

Ada video yang menyebutkan bahwa awalnya ia menggunakan kunci pas untuk melepas palang. Setelah pihak mal mengelas palang tersebut ke tiang, ia beralih menggunakan gergaji.

Menurut informasi yang beredar, warga sekitar dan para pengendara mendukung aksinya. Jika ada palang baru dipasang, mereka akan memberitahu sang kakek secara online, dan ia disebut dapat tiba dalam waktu 10 menit untuk kembali membongkarnya.

Video lain juga memperlihatkan bahwa pihak mal akhirnya terpaksa menggunakan tali sebagai pengganti palang untuk tetap menarik biaya parkir.

Mengenai alasan aksinya, beredar kabar bahwa mal tersebut menunggak hutang hingga ratusan ribu yuan kepada sang kakek. Meski ia telah memenangkan kasus di pengadilan, pihak mal disebut menolak membayar. Karena kesulitan mencari keadilan dan diduga mendapat tekanan, ia akhirnya memilih cara ini untuk menuntut haknya.

Dalam video juga terlihat tulisan tangan berisi slogan protes seperti “tidak punya rumah” di pintu masuk mal, meskipun belum dipastikan apakah itu dibuat oleh kakek tersebut.

Hingga kini, hanya para pengguna media sosial yang menyuarakan dukungan terhadapnya, sementara media resmi belum melaporkan kejadian ini. Banyak warganet berpendapat bahwa meskipun klaim utang belum terkonfirmasi, sikap pihak mal yang tidak memberikan tanggapan terbuka maupun tindakan tegas terhadap sang kakek menimbulkan dugaan bahwa mereka berada di pihak yang bersalah. 

Sumber : ntdtv.com

Armada Iran Dihantam, Tapi Serangan Balik Menggila: Kapal Disita, Drone Ditembak, Ada Ledakan di Kota-Kota? 

EtIndonesia. Situasi keamanan di Timur Tengah kembali memanas meski gencatan senjata secara resmi telah diperpanjang. Serangkaian insiden militer yang terjadi pada 22 April 2026 menunjukkan bahwa konflik antara Amerika Serikat dan Iran masih jauh dari kata selesai, bahkan berpotensi memasuki fase yang lebih kompleks.

Angkatan Laut Iran Terpukul, Namun Taktik Asimetris Masih Kuat

Sejumlah pejabat Amerika Serikat yang memahami evaluasi intelijen mengungkapkan kepada CBS News bahwa operasi gabungan Amerika Serikat dan Israel telah berhasil menghancurkan sebagian besar kekuatan angkatan laut konvensional Iran.

Namun demikian, ancaman belum sepenuhnya hilang. Angkatan laut milik Garda Revolusi Iran—yang memang dirancang untuk perang asimetris—dilaporkan masih mempertahankan sekitar 60% kekuatannya, terutama dalam bentuk kapal cepat bersenjata ringan.

Kapal-kapal ini dikenal memiliki kemampuan manuver tinggi, jejak radar rendah, serta fleksibilitas tinggi untuk disebarkan maupun disembunyikan di berbagai lokasi, termasuk pangkalan pesisir, pulau kecil, hingga fasilitas bawah tanah.

Media pro-Israel bahkan menyebut armada ini sebagai “armada kawanan lebah”, dengan jumlah yang diperkirakan mencapai ratusan hingga ribuan unit.

Serangan di Selat Hormuz: Jalur Energi Dunia Terancam

Pada hari yang sama, 22 April, ketegangan meningkat tajam di Selat Hormuz—jalur vital distribusi minyak dunia.

Angkatan laut Garda Revolusi Iran dilaporkan menembaki tiga kapal dagang yang hendak keluar dari selat tersebut, dan berhasil menyita dua di antaranya. Sementara itu, citra satelit menunjukkan sekitar 33 kapal serang cepat Iran kembali ke pangkalan di pesisir utara dalam formasi rapat, menandakan adanya koordinasi militer yang terstruktur.

Aksi ini mempertegas bahwa Iran masih memiliki kemampuan untuk mengganggu jalur energi global, meskipun kekuatan konvensionalnya telah terpukul.

Gencatan Senjata Dipertanyakan, Serangan Proksi Terus Terjadi

Ironisnya, insiden ini terjadi hanya sehari setelah Donald Trump mengumumkan perpanjangan gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran.

Namun di lapangan, situasi berkata lain. Media Kurdistan melaporkan bahwa milisi Irak yang didukung Iran mencoba melancarkan serangan terhadap pangkalan militer AS di Irak.

Pada malam 22 April 2026, di wilayah udara Soran, Irak timur laut, jet tempur koalisi pimpinan AS berhasil menembak jatuh drone kamikaze Iran. Ledakan keras terdengar oleh warga setempat, meski tidak dilaporkan adanya korban jiwa.

Serangan lain yang terjadi pada hari yang sama menargetkan kelompok oposisi Kurdi Iran, melibatkan sedikitnya empat drone dan menyebabkan 3 hingga 5 orang mengalami luka-luka.

Peristiwa ini semakin memperkuat dugaan bahwa Iran tetap mengandalkan jaringan proksi untuk melanjutkan tekanan militer, meskipun secara formal terikat dalam kesepakatan gencatan senjata.

Blokade Jadi Senjata Utama Amerika

Dalam wawancara pada hari Rabu, 23 April 2026, Donald Trump menegaskan bahwa Amerika Serikat tidak terburu-buru mengakhiri konflik dan tidak menetapkan batas waktu operasi.

Ia juga membantah bahwa tekanan politik domestik, termasuk pemilu, memengaruhi keputusan militernya.

Trump menekankan bahwa blokade ekonomi merupakan strategi yang jauh lebih efektif dibandingkan serangan militer langsung. Menurutnya, Iran telah terbiasa menghadapi pemboman, namun sangat rentan terhadap tekanan ekonomi.

Ia bahkan memperingatkan bahwa jika sumur minyak Iran ditutup, kerusakan yang terjadi bisa bersifat permanen.

Secara teknis, penghentian produksi minyak dapat menyebabkan penurunan tekanan bawah tanah secara drastis. Hal ini memungkinkan air masuk ke dalam reservoir dan menyumbat jalur minyak. Selain itu, kandungan lilin dan sedimen dalam minyak dapat mengeras, membuat sumur sulit—bahkan mustahil—untuk diaktifkan kembali.

Operasi Global: Kapal Iran Dicegat di Berbagai Perairan

Tekanan terhadap Iran tidak hanya terjadi di Timur Tengah. Pada 22 April 2026, militer AS dilaporkan mencegat sedikitnya tiga kapal yang terkait Iran di perairan sekitar India, Malaysia, dan Sri Lanka, serta memaksa mereka untuk mengubah arah.

Komando Pusat AS (CENTCOM) juga mengungkapkan bahwa sejak operasi blokade dimulai, sebanyak 31 kapal telah dipaksa kembali ke pelabuhan Iran.

Untuk mendukung operasi ini, Amerika Serikat telah mengerahkan lebih dari:

  • 10.000 personel militer
  • 100+ pesawat tempur
  • 17 kapal perang
  • Satu kelompok tempur kapal induk

Langkah ini menunjukkan skala tekanan militer dan ekonomi yang sangat besar terhadap Iran.

Ledakan Misterius Guncang Lima Kota Besar Iran

Di tengah situasi yang sudah tegang, peristiwa misterius terjadi pada malam 22 April 2026.

Lima kota besar Iran—Teheran, Qom, Isfahan, Karaj, dan Chitgar—dilaporkan mengalami ledakan besar hampir secara bersamaan.

Menariknya, tidak ada klaim serangan dari pihak Amerika Serikat maupun Israel terkait insiden ini.

Pemerintah Iran kemudian menyatakan bahwa suara ledakan tersebut berasal dari aktivasi sistem pertahanan udara dalam rangka latihan militer. Namun, penjelasan ini justru memicu keraguan publik.

Banyak warga mempertanyakan bagaimana latihan militer bisa menghasilkan ledakan sebesar itu, sementara sebagian lainnya menyindir efektivitas sistem pertahanan udara Iran.

Ketegangan Masih Jauh dari Akhir

Rangkaian peristiwa pada 22–23 April 2026 memperlihatkan satu hal yang jelas: meskipun gencatan senjata telah diperpanjang, konflik di Timur Tengah masih berlangsung di bawah permukaan.

Serangan proksi, gangguan jalur energi global, operasi militer lintas wilayah, hingga ledakan misterius di dalam negeri Iran menunjukkan bahwa ketegangan belum mereda—justru semakin kompleks.

Pertanyaan besar kini muncul di panggung internasional:
Apakah ini hanya fase sementara sebelum eskalasi besar berikutnya, atau justru awal dari konflik jangka panjang yang lebih sulit dikendalikan? (***)

Malam Mencekam di Teheran! Ledakan, Rudal, dan Drone Jadi Sinyal Perang Baru

EtIndonesia — Situasi keamanan di Timur Tengah kembali menunjukkan eskalasi serius dalam kurun waktu 22 hingga dini hari 23 April 2026. Sejumlah insiden militer, pernyataan politik, serta pergerakan strategis pasukan Amerika Serikat dan Iran memperlihatkan bahwa gencatan senjata yang ada saat ini berada dalam kondisi rapuh dan berpotensi pecah sewaktu-waktu.


Drone Kamikaze Iran Dicegat di Langit Irak

Pada 22 April 2026, menurut kesaksian sejumlah saksi mata, jet tempur Amerika Serikat berhasil mencegat drone kamikaze yang diduga milik Iran di atas wilayah Erbil, kawasan Kurdistan Irak.

Pencegatan tersebut memicu ledakan di udara yang terlihat jelas dari daratan. Warga setempat melaporkan setidaknya dua kali operasi intersepsi, dengan kilatan api yang cukup terang di langit malam.

Sejumlah laporan awal menyebutkan bahwa drone tersebut kemungkinan diluncurkan oleh milisi Irak yang didukung Iran. Para analis menilai aksi ini sebagai indikasi pelanggaran terhadap kesepakatan gencatan senjata, sekaligus sinyal bahwa konflik tidak sepenuhnya mereda.


Trump: Tidak Terburu-buru, Tapi Tekanan Terus Ditingkatkan

Dalam perkembangan terpisah pada hari yang sama, Presiden AS, Donald Trump, menanggapi spekulasi mengenai batas waktu negosiasi dengan Iran dalam wawancara telepon yang dilaporkan oleh Fox News.

Trump menegaskan bahwa:

  • Tidak ada batas waktu 3–5 hari seperti yang diberitakan media
  • Proses negosiasi tidak berada di bawah tekanan waktu
  • Tujuan utama adalah mencapai kesepakatan terbaik, bukan tercepat

Namun, di sisi lain, ia menekankan bahwa blokade militer terhadap Iran jauh lebih efektif dibandingkan serangan langsung, karena mampu memberikan tekanan ekonomi yang signifikan.


AS Kerahkan Puluhan Pesawat ke Timur Tengah

Masih pada 22 April 2026, berbagai laporan militer mengungkapkan bahwa:

  • Puluhan pesawat angkut dan tanker pengisian bahan bakar AS bergerak menuju Timur Tengah
  • Sejumlah pesawat telah mendarat di Israel
  • Aktivitas ini menunjukkan kesiapan penuh militer AS menghadapi kemungkinan eskalasi konflik

Para analis menilai langkah ini sebagai bentuk mobilisasi strategis, bukan sekadar rotasi pasukan biasa.


Reza Pahlavi Serukan Perubahan dari Dalam Iran

Di tengah meningkatnya tekanan geopolitik, tokoh oposisi Iran di pengasingan, Reza Pahlavi, mengeluarkan pernyataan yang mengguncang.

Ia menyatakan bahwa:

Jika tiba waktunya untuk menyerukan perubahan besar, ia akan melakukannya langsung dari dalam Iran, bahkan siap mempertaruhkan nyawanya.

Pernyataan ini dengan cepat menyebar di kalangan oposisi dan dianggap sebagai tantangan terbuka terhadap rezim Iran saat ini, sekaligus memperkuat sinyal adanya potensi gejolak internal.


Blokade Selat Hormuz Picu Kerugian Besar

Melalui platform Truth Social, Trump pada 22 April 2026 mengklaim bahwa:

  • Blokade Selat Hormuz menyebabkan Iran kehilangan hingga 500 juta dolar AS per hari
  • Pemerintah Iran menghadapi tekanan finansial serius
  • Aparat keamanan dilaporkan mulai mengalami keterlambatan pembayaran gaji

Trump juga mendesak agar Selat Hormuz segera dibuka kembali untuk mencegah krisis yang lebih dalam.


Ledakan dan Aktivasi Pertahanan Udara di Teheran

Situasi semakin memanas ketika pada malam 22 April hingga dini hari 23 April 2026, sejumlah wilayah di Teheran dilaporkan mengalami aktivitas militer intensif.

Menurut laporan media internasional Iran:

  • Ledakan keras terdengar di wilayah timur laut Teheran, termasuk Pardis dan Bumehen
  • Sistem pertahanan udara diaktifkan secara besar-besaran
  • Wilayah barat Teheran juga mengalami aktivitas anti-udara intensif

Warga melaporkan:

  • Suara tembakan anti-udara
  • Kilatan cahaya di langit
  • Objek terbang yang menyerupai rudal atau pesawat tempur

Latihan atau Ancaman Nyata?

Hingga saat ini, belum ada penjelasan resmi dari pemerintah Iran mengenai insiden tersebut.

Beberapa kemungkinan yang berkembang:

  • Uji respons sistem pertahanan udara Iran
  • Operasi pengintaian atau tekanan terbatas oleh pihak luar, termasuk dugaan keterlibatan Israel
  • Respons terhadap ancaman nyata dari target tak dikenal

Meski demikian, belum ada laporan mengenai eskalasi konflik besar. Aktivitas masih dikategorikan sebagai operasi pertahanan lokal dengan intensitas terbatas.


AS Keluarkan Peringatan Evakuasi dari Lebanon

Di front lain, pada 22 April 2026, Kedutaan Besar AS di Beirut mengeluarkan imbauan mendesak kepada seluruh warga negara Amerika untuk segera meninggalkan Lebanon.

Pernyataan resmi menyebutkan:

  • Situasi keamanan sangat kompleks dan tidak stabil
  • Kondisi dapat berubah secara cepat tanpa peringatan
  • Warga yang tetap tinggal harus siap menghadapi situasi darurat, termasuk ancaman amunisi yang belum meledak

Langkah ini menambah indikasi bahwa kawasan Timur Tengah sedang memasuki fase ketidakpastian tinggi.


Kesimpulan: Gencatan Senjata di Ujung Tanduk

Rangkaian peristiwa pada 22–23 April 2026 menunjukkan bahwa:

  • Gencatan senjata antara AS dan Iran masih berlangsung, tetapi sangat rapuh
  • Aktivitas militer di berbagai titik justru meningkat
  • Tekanan ekonomi, politik, dan militer terus diperkuat secara bersamaan

Kondisi ini menimbulkan pertanyaan besar:
Apakah kawasan Timur Tengah benar-benar menuju perdamaian, atau justru sedang berada di ambang konflik yang lebih luas?

Perkembangan selanjutnya akan menjadi penentu arah stabilitas kawasan dalam waktu dekat. (***)