Perang Iran Picu Kekurangan Pasokan BBM, Hantam Pusat Industri Plastik Tiongkok

Dampak situasi di Timur Tengah menyebabkan harga minyak melonjak tajam dan mengguncang rantai pasok global. Kota perdagangan plastik terbesar di Tiongkok selatan, yaitu Zhangmutou, baru-baru ini mengalami lonjakan harga, kelumpuhan logistik, serta aksi penimbunan panik. Pelaku usaha setempat menggambarkan dampaknya datang sangat cepat dan keras.

EtIndonesia. Konflik di Timur Tengah mendorong kenaikan harga minyak, sehingga harga bahan baku plastik di Tiongkok dan Eropa melonjak hingga sekitar 60% sejak Maret, membuat pabrik-pabrik hilir kewalahan.

 “Kenaikan harga mencapai sekitar 50% hingga 60%. Dan saat ini sama sekali belum ada tanda-tanda akan berhenti, harga terus naik setiap hari,” kata Manajer umum Guangdong Rongsu New Materials Co., Ltd., Peng Xin. 

Peng Xin menyatakan bahwa stok cadangan aman di pabrik telah habis, dan pembelian bahan baku baru hanya bisa dilakukan dengan harga pasar yang sangat tinggi. Tekanan ini akan segera diteruskan ke pelanggan di hilir.

Karena kekhawatiran bahwa situasi di Timur Tengah tidak akan mereda dalam satu hingga dua bulan ke depan, banyak perusahaan mulai menimbun barang lebih awal. Gelombang pembelian ini juga menyebabkan kemacetan serius di gudang dan jalan.


“Sejak setelah 5 Maret, dalam waktu sekitar satu minggu, seluruh Zhangmutou mengalami kemacetan. Panjang antrian bisa mencapai sekitar 10 hingga 15 kilometer. Semua gudang penuh sesak, dan aktivitas keluar-masuk barang sangat terganggu,” ujar pemilik gudang, Han Bing. 

Di sisi hulu, pabrik petrokimia menaikkan harga akibat kekurangan minyak mentah dan bahan baku. Bahkan, beberapa pabrik kimia hulu menolak memenuhi kontrak lama dengan harga rendah.

“Uang muka sudah dibayar dan sudah sampai waktu pengiriman, tetapi mereka menolak mengirim barang dengan alasan force majeure. Namun, jika kami sebelumnya menandatangani kontrak dengan harga tinggi, mereka tetap bisa mengirim. Jadi bagi saya, alasan force majeure itu tidak dapat diterima,” kata seorang pedagang di pasar plastik Zhangmutou, Xiao Zejia. 

Menurut laporan tahun 2025 dari Organisation for Economic Co-operation and Development, Tiongkok adalah produsen, konsumen, dan eksportir produk plastik terbesar di dunia.

Laporan disusun secara komprehensif oleh reporter NTD, Xu Zhe dan Wang Yanjiao.

28 Kapal Iran Tenggelam? Trump Ungkap Fakta Mengejutkan, AS Bergerak Cepat!

EtIndonesia — Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali menjadi sorotan dunia setelah secara terbuka memaparkan kondisi terkini Iran melalui platform media sosialnya, Truth Social, pada malam 11 April 2026 waktu setempat.

Dalam pernyataannya, Trump secara tidak biasa langsung menyerang media yang ia sebut sebagai “berita palsu”. Ia menilai sejumlah pemberitaan telah menyesatkan publik dengan menggambarkan Iran berada di posisi unggul, padahal menurutnya, situasi sebenarnya justru sebaliknya.


Trump Klaim Iran Mengalami Kekalahan Besar

Trump menegaskan bahwa Iran saat ini tengah mengalami kemunduran signifikan di berbagai sektor militer. Ia menyebut:

  • Angkatan laut Iran disebut telah lumpuh
  • Angkatan udara tidak lagi berfungsi secara efektif
  • Sistem pertahanan udara hancur total
  • Radar tidak aktif
  • Pabrik rudal dan drone hampir sepenuhnya dihancurkan

Lebih jauh, Trump juga menyinggung bahwa struktur kepemimpinan strategis Iran telah mengalami perubahan besar dan tidak lagi sekuat sebelumnya.

Salah satu pernyataan paling mencolok adalah klaim bahwa seluruh 28 kapal penebar ranjau milik Iran telah tenggelam ke dasar laut.


Ancaman Ranjau Laut Jadi “Kartu Terakhir” Iran

Menurut Trump, satu-satunya kekuatan yang masih dimiliki Iran saat ini adalah ancaman ranjau laut di kawasan Selat Hormuz.

Namun, ancaman ini dinilai tidak sepenuhnya terkendali oleh Iran sendiri. Ia mengungkapkan bahwa:

  • Ranjau dipasang secara terburu-buru oleh Garda Revolusi Iran
  • Banyak lokasi ranjau tidak tercatat secara akurat
  • Sebagian ranjau berpotensi berpindah karena arus laut

Dalam proses negosiasi, Iran bahkan disebut mengakui bahwa mereka sendiri tidak mengetahui secara pasti posisi seluruh ranjau tersebut.


AS Mulai Operasi Pembersihan Selat Hormuz

Masih pada 11 April 2026, Trump mengumumkan bahwa Amerika Serikat telah resmi memulai operasi pembersihan ranjau di Selat Hormuz, jalur pelayaran paling strategis bagi distribusi energi global.

Pada hari yang sama, United States Central Command (CENTCOM) mengonfirmasi bahwa dua kapal perusak Angkatan Laut AS telah melintasi selat tersebut sebagai langkah awal membuka jalur aman.

Komandan CENTCOM, Jenderal Cooper, menyatakan bahwa pihaknya tengah membangun jalur pelayaran baru yang aman untuk mendukung arus perdagangan internasional.


Teknologi Canggih Dikerahkan: Robot Bawah Air dan Sonar Presisi Tinggi

Operasi ini tidak hanya mengandalkan kapal perang, tetapi juga teknologi mutakhir:

  • Kapal perusak dilengkapi sonar canggih untuk deteksi ranjau secara real-time
  • Kapal tempur pesisir kelas Independence akan mengoperasikan robot bawah air
  • Robot menggunakan sonar presisi tinggi untuk menyisir area secara sistematis

Teknologi ini disebut telah dikembangkan lebih dari satu dekade dan sebelumnya hanya digunakan dalam latihan militer. Operasi ini menjadi penggunaan pertama dalam situasi nyata.

Sejumlah pengamat menyebut langkah ini menunjukkan kesenjangan teknologi yang signifikan antara Amerika dan Iran.


Strategi Lanjutan: Lemahkan Peran Strategis Selat Hormuz

Selain operasi militer, langkah strategis lain juga mulai disiapkan.

Pada 10 April 2026, lembaga pemikir Atlantic Council mengusulkan agar:

  • Arab Saudi dan Uni Emirat Arab memperluas jaringan pipa minyak lintas semenanjung
  • Distribusi minyak dapat dialihkan langsung ke Laut Merah jika Selat Hormuz terganggu

Jika strategi ini terealisasi, maka ketergantungan dunia terhadap Selat Hormuz akan berkurang drastis, sekaligus melemahkan posisi strategis Iran.


AS Galang Dukungan Global, Tekanan terhadap Iran Meningkat

Langkah berikutnya yang diambil Washington adalah memperluas tekanan secara internasional.

Trump disebut tengah menggalang dukungan dari negara-negara NATO serta negara-negara besar pengimpor minyak di Asia untuk:

  • Mengategorikan tindakan Iran sebagai ancaman terhadap kepentingan global
  • Menekan Iran agar segera membersihkan ranjau
  • Meningkatkan isolasi diplomatik terhadap Teheran

Dengan strategi ini, Iran tidak lagi hanya berhadapan dengan Amerika Serikat, tetapi juga dengan tekanan ekonomi global.


Respons Iran: Bantahan dan Tanda Kepanikan

Di tengah tekanan tersebut, militer Iran mulai memberikan respons defensif.

Pada 11 April 2026, juru bicara militer Iran, Zolfaghari, membantah bahwa kapal perang Iran pernah memasuki Selat Hormuz, dan menegaskan bahwa jalur tersebut masih berada di bawah kendali Teheran.

Namun, sejumlah analis militer menilai pernyataan ini justru menunjukkan tanda-tanda kepanikan.


Selat Hormuz: Kartu Terakhir Iran di Meja Negosiasi

Banyak pengamat menilai bahwa Selat Hormuz merupakan aset strategis paling penting bagi Iran.

Jika Iran kehilangan kendali atau tidak lagi mampu menggunakan selat tersebut sebagai alat tekanan:

  • Posisi tawar Iran dalam negosiasi akan melemah drastis
  • Pengaruhnya dalam konflik regional bisa menurun signifikan
  • Bahkan berpotensi kehilangan leverage utama dalam konflik global

Dampak Lebih Luas: Efek Domino ke Kawasan Lain

Situasi ini juga dinilai memiliki kemiripan dengan dinamika geopolitik di kawasan lain, termasuk hubungan lintas Selat Taiwan.

Beberapa analis menilai bahwa dalam kondisi tekanan global, setiap kekuatan besar akan berusaha mempertahankan “kartu strategis” terakhirnya—baik dalam bentuk wilayah, jalur ekonomi, maupun pengaruh politik.


Kesimpulan: Momentum Penentu dalam Konflik Global

Perkembangan hingga 11 April 2026 menunjukkan bahwa konflik antara Amerika Serikat dan Iran telah memasuki fase yang sangat krusial.

Dengan dimulainya operasi pembersihan ranjau di Selat Hormuz, dukungan internasional yang semakin luas, serta strategi ekonomi jangka panjang, posisi Iran kini berada di bawah tekanan yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Dunia kini menanti: apakah Iran akan bertahan dengan strategi lamanya, atau justru dipaksa mengubah arah dalam menghadapi tekanan global yang semakin intens. (***)

AS Kunci Iran dari Segala Arah! Selat Hormuz Ditutup, Tiongkok Terancam Hingga Dunia Panik

EtIndonesia. — Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, secara resmi mengumumkan kebijakan drastis berupa blokade laut terhadap Iran yang mulai diberlakukan pada 13 April 2026 pukul 10.00 pagi waktu Pantai Timur AS (EDT).

Langkah ini secara langsung berdampak pada salah satu jalur energi paling vital di dunia, yaitu Selat Hormuz, yang kini dinyatakan ditutup tanpa batas waktu untuk seluruh aktivitas yang berkaitan dengan Iran.


Blokade Total: Semua Jalur Laut Iran Ditutup

Dalam pernyataan resminya, United States Central Command (CENTCOM) menyebutkan bahwa operasi ini akan dilaksanakan oleh Angkatan Laut AS bersama berbagai unsur kekuatan militer lainnya.

Blokade tersebut mencakup:

  • Seluruh kapal yang menuju atau keluar dari pelabuhan Iran
  • Aktivitas pelayaran di sepanjang Teluk Persia dan Teluk Oman
  • Pengawasan ketat terhadap kapal yang berinteraksi dengan Iran

Namun, terdapat satu pengecualian penting:

  • Kapal internasional yang hanya melintas di Selat Hormuz tanpa menuju Iran tetap diizinkan berlayar

Meski demikian, keputusan ini tetap dipandang sebagai eskalasi besar yang meningkatkan tekanan militer dan ekonomi terhadap Teheran.


Negosiasi Gagal, Ketegangan Memuncak

Kebijakan blokade ini muncul setelah kegagalan perundingan antara AS dan Iran yang berlangsung di Islamabad.

Menurut laporan lembaga pemikir Institute for the Study of War, negosiasi berakhir tanpa kesepakatan setelah Iran:

  • Menolak melepaskan kendali atas Selat Hormuz
  • Tidak memberikan jaminan tegas terkait penghentian pengembangan senjata nuklir

Meskipun Iran mengklaim program nuklirnya bertujuan damai dan bersedia menurunkan tingkat pengayaan uranium, pihak AS menilai langkah tersebut tidak cukup menjamin keamanan global.

Sebagai respons, Trump mengumumkan strategi yang disebut sebagai “pemblokiran ala Venezuela”, yaitu menekan akses ekonomi dan logistik Iran melalui jalur laut.


Operasi Militer Dimulai, Ancaman Langsung Dikeluarkan

Selain melakukan penyisiran terhadap ranjau laut yang diduga dipasang Iran, militer AS juga akan:

  • Mencegat kapal yang membayar biaya transit kepada Iran
  • Mengawasi seluruh aktivitas pelayaran di kawasan strategis tersebut

Trump bahkan mengeluarkan peringatan keras:

Setiap pihak Iran yang menyerang kapal Amerika atau kapal sipil akan “dihancurkan sepenuhnya”.

Pada saat yang sama, muncul indikasi eskalasi militer lebih lanjut setelah pesawat pembom siluman Northrop Grumman B-2 Spirit dilaporkan lepas landas dari pangkalan Diego Garcia, menandakan kemungkinan dimulainya fase baru operasi militer AS.


Israel Siaga Tinggi, Risiko Perang Terbuka Meningkat

Di tengah meningkatnya ketegangan, Israel juga mengambil langkah cepat.

Kepala Staf Angkatan Bersenjata Israel, Eyal Zamir, memerintahkan seluruh pasukan untuk:

  • Masuk dalam status siaga tinggi
  • Bersiap menghadapi kemungkinan serangan mendadak dari Iran

Media lokal Israel melaporkan bahwa sebagian pejabat militer bahkan melihat peluang konflik lanjutan sebagai langkah untuk:

  • Menekan program nuklir Iran
  • Menghentikan pengembangan rudal balistik

Hal ini menunjukkan bahwa kawasan Timur Tengah kini berada di ambang potensi konflik besar yang bisa kembali meledak kapan saja.


Tiongkok Ikut Terdampak, Krisis Energi Global Mengintai

Blokade ini tidak hanya berdampak pada Iran, tetapi juga berpotensi mengguncang ekonomi global—terutama Tiongkok.

Analisis menunjukkan bahwa:

  • Sekitar 60%–80% ekspor minyak Iran mengalir ke Tiongkok
  • Gangguan pasokan dapat memicu krisis energi dan lonjakan harga minyak dunia

Selain itu, laporan terbaru mengungkap bahwa beberapa kapal kargo China sebelumnya telah mengirim:

  • Bahan bakar khusus
  • Unit kontrol sistem senjata

yang disebut-sebut dapat mendukung produksi lebih dari 5.000 rudal balistik Iran.

Situasi ini semakin memperumit hubungan antara Washington dan Beijing.


Trump Perketat Tekanan Ekonomi terhadap Tiongkok

Dalam perkembangan terkait, Trump juga kembali menegaskan kebijakan keras terhadap Tiongkok, termasuk:

  • Tarif 100% untuk mobil impor dari Tiongkok

Ia menilai bahwa kendaraan Tiongkok telah:

  • Merusak pasar otomotif Eropa
  • Mengancam industri global, termasuk perusahaan seperti Mercedes-Benz dan BMW

Trump memperingatkan bahwa jika mobil Tiongkok masuk secara bebas ke pasar AS, maka:

  • Industri dalam negeri seperti General Motors dan Ford dapat mengalami kerusakan serius

Kesimpulan: Dunia di Ambang Ketidakpastian Besar

Penutupan Selat Hormuz oleh Amerika Serikat pada 13 April 2026 menandai salah satu langkah paling agresif dalam konflik AS–Iran dalam beberapa tahun terakhir.

Dengan:

  • Jalur energi global terancam
  • Militer AS dan Israel dalam posisi siaga tinggi
  • Tiongkok ikut terdampak secara ekonomi

dunia kini menghadapi situasi yang sangat sensitif, di mana satu kesalahan kecil saja dapat memicu konflik berskala besar dengan dampak global yang luas. (***)

Masih Nomor 2 Dunia setelah 4 Tahun, inDrive Catat Lonjakan Pengguna Dua Digit di Indonesia

0

Jakarta, 9 April 2026 – Persaingan industri ride-hailing global kian ketat, namun inDrive tetap kokoh di posisi kedua. Berdasarkan laporan terbaru dari Sensor Tower, aplikasi ini berhasil mempertahankan statusnya sebagai aplikasi ride-hailing dengan unduhan terbanyak nomor dua di dunia selama empat tahun berturut-turut.

Tak hanya itu, di Indonesia, inDrive mencatat pertumbuhan pengguna dua digit sepanjang 2026 dibandingkan tahun sebelumnya—sebuah sinyal jelas bahwa model layanan yang transparan dan berbasis negosiasi langsung semakin diminati oleh masyarakat Tanah Air.

Naik ke Peringkat 4 Global Kategori Travel

Pencapaian lain yang tak kalah membanggakan: inDrive kini naik ke peringkat keempat sebagai aplikasi paling banyak diunduh secara global dalam kategori travel, naik satu tingkat dari posisi kelima pada tahun sebelumnya. Lonjakan ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan dan adopsi aplikasi di berbagai negara, termasuk di pasar berkembang seperti Indonesia.

Secara keseluruhan, sejak pertama kali diluncurkan, aplikasi inDrive telah diunduh lebih dari 400 juta kali dan kini hadir di lebih dari 1.000 kota di 48 negara.

Model Negosiasi Langsung: Kunci Transparansi dan Keadilan

Apa yang membedakan inDrive dari kompetitor? Model harga berbasis negosiasi langsung antara pengemudi dan penumpang. Pendekatan ini memberikan fleksibilitas, transparansi, dan rasa adil bagi kedua belah pihak—sesuatu yang dirasakan langsung oleh pengguna di Indonesia.

Rio Aristo, Country Manager inDrive Indonesia, mengungkapkan rasa syukurnya atas capaian ini.

“Pencapaian ini menjadi bukti kepercayaan pengguna terhadap inDrive, termasuk di Indonesia. Kami berkomitmen untuk terus menghadirkan layanan yang adil dan transparan, sekaligus memberikan pilihan yang lebih fleksibel bagi pengguna dan mitra pengemudi, sesuai dengan kebutuhan pasar lokal.”

Bertransformasi Menuju Super App

Sepanjang tahun 2025, inDrive terus memperluas layanannya. Tidak hanya transportasi antar kota, kini tersedia pula:

  1. Layanan kurir
  2. Pengantaran bahan pokok
  3. Layanan keuangan

Langkah ini merupakan bagian dari transformasi inDrive menuju super app yang mampu memenuhi berbagai kebutuhan sehari-hari pengguna dalam satu platform.

Teknologi seperti kecerdasan buatan (AI) dan analitik lanjutan juga terus dikembangkan untuk meningkatkan pengalaman pengguna—mulai dari estimasi waktu perjalanan yang lebih akurat hingga rekomendasi layanan yang lebih personal.

Super App Jadi Tren Utama, inDrive Siap Beradaptasi

Laporan Sensor Tower juga menegaskan bahwa tren super app semakin menjadi pendorong utama pertumbuhan industri ride-hailing, terutama di pasar berkembang. Hal ini sejalan dengan strategi inDrive yang terus beradaptasi dengan kebutuhan pengguna lokal sekaligus memberikan nilai tambah dalam penggunaan sehari-hari.

Di Indonesia, inDrive berkomitmen untuk terus memperkuat posisinya dengan menghadirkan solusi mobilitas yang fleksibel serta mendukung keseimbangan antara kebutuhan pengguna dan kesejahteraan mitra pengemudi.

Tiga Kapal Tanker Super Melintasi Selat Hormuz, Qatar Pulihkan Pelayaran di Perairan Teritorialnya

Pada 11 April 2026, beberapa jam setelah sebuah kapal Yunani melintasi Selat Hormuz, dua kapal tanker super asal Tiongkok yang mengangkut minyak mentah juga melewati selat tersebut. Selain itu, otoritas Qatar mengumumkan bahwa aktivitas pelayaran di perairan teritorialnya, yang sebelumnya dihentikan akibat konflik Iran, akan kembali beroperasi mulai  12 April.

EtIndonesia. Laporan Bloomberg News menyebutkan bahwa sejak pecahnya perang Iran pada akhir Februari yang menyebabkan lalu lintas di Selat Hormuz terhenti, tanggal 11 April menjadi hari dengan volume ekspor minyak mentah tertinggi melalui selat tersebut. Ini juga merupakan kapal-kapal pertama yang meninggalkan Teluk Persia sejak Amerika Serikat dan Iran mencapai kesepakatan gencatan senjata selama dua minggu.

Ketiga kapal tanker tersebut secara total mengangkut sekitar 6 juta barel minyak mentah. Namun, minyak tersebut bukan berasal dari Iran dan tidak memiliki keterkaitan langsung yang jelas dengan negara tersebut.

Dua kapal tanker Tiongkok yang dimaksud bernama Cospearl Lake dan He Rong Hai, yang merupakan kapal pertama dari Tiongkok yang terlihat mengangkut minyak mentah keluar dari Teluk Persia sejak konflik dimulai. Kapal pertama memuat minyak di Irak, sementara kapal kedua di Arab Saudi. Kapal Yunani Serifos juga memuat minyak di Arab Saudi.

Sementara itu, Kementerian Transportasi Qatar menyatakan bahwa aktivitas pelayaran di perairan negaranya yang sempat dihentikan akibat konflik Iran akan kembali dibuka mulai 12 April.

Dalam pernyataannya disebutkan bahwa semua jenis kapal dan alat transportasi laut diizinkan beroperasi antara pukul 06.00 hingga 18.00 waktu setempat. Kapal nelayan yang memiliki izin tetap dapat beroperasi sepanjang waktu seperti biasa.

Kementerian juga memperingatkan agar para pelaku usaha tidak memanfaatkan situasi untuk menaikkan harga secara tidak wajar, serta menekankan pentingnya mematuhi hukum maritim dan perlindungan konsumen.

Laporan dari CNN menyebutkan bahwa meskipun Qatar telah memulihkan pelayaran di perairannya, hal ini tidak berarti kebebasan navigasi di Selat Hormuz telah sepenuhnya pulih.

Saat ini, Iran yang secara de facto mengendalikan Selat Hormuz, belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait adanya koordinasi dengan Qatar.

Sebelumnya, Komando Pusat Militer Amerika Serikat telah mengumumkan bahwa dua kapal perang Angkatan Laut AS telah melewati jalur strategis tersebut untuk menjalankan misi pembersihan ranjau laut.

Sementara itu, televisi pemerintah Iran pada 12 April melaporkan bahwa Garda Revolusi Islam memperingatkan akan mengambil tindakan “tegas” terhadap kapal militer mana pun yang mencoba melintasi Selat Hormuz.

Menurut pernyataan tersebut, Selat Hormuz hanya mengizinkan kapal sipil untuk melintas dalam “kondisi tertentu”.

Sumber : NTDTV.com

Anjing Karantina Temukan Barang Mencurigakan Lalu Langsung Memakannya, Membuat Petugas Bandara “Patah Semangat”

EtIndonesia. Baru-baru ini, sebuah kejadian lucu terjadi di Bandara Internasional Pulau Jeju, Korea Selatan. Seekor anjing karantina yang sedang memeriksa barang bawaan penumpang, setelah lama mengendus, ketika semua orang mengira ia menemukan barang mencurigakan, ternyata justru mengeluarkan sepotong kue dan langsung memakannya di tempat, membuat para petugas tertawa sekaligus tak berdaya.

Menghadapi godaan makanan, bahkan anjing karantina yang terlatih pun tak luput dari “kesalahan”. Pada 3 April, seorang warganet mengunggah video di media sosial yang memperlihatkan seekor anjing karantina berwarna hitam sedang bekerja serius bersama petugas di dekat ban berjalan bagasi di Bandara Internasional Jeju.

Anjing tersebut tampaknya mencium adanya sesuatu yang mencurigakan di dalam sebuah tas, lalu memasukkan kepalanya ke dalam tas itu cukup lama tanpa mengangkatnya. Saat petugas mengira ia menemukan sesuatu yang mencurigakan, anjing itu justru mengeluarkan sebuah “kue gulung susu” yang masih terbungkus dari dalam tas.

Melihat hal tersebut, petugas terkejut dan segera menarik anjing itu serta menepuk mulutnya dengan ringan untuk menghentikannya. Namun kue tersebut sudah terlanjur ditelan, membuat petugas langsung “putus asa”.

Setelah video tersebut beredar luas di internet, banyak warganet yang terhibur oleh tingkah anjing yang “lupa tugas” dan tak mampu menahan godaan manis. Mereka bercanda:

“Ini kue dari toko mana sampai anjing pelacak pun tak tahan?”

“Ia bukan sedang makan, tapi sedang menguji apakah beracun atau tidak.”

“Lapor komandan, benda ini ‘sangat beracun’, jadi saya sudah menanganinya terlebih dahulu.”

Sebagian pecinta anjing juga merasa kasihan melihat anjing yang rakus itu ditepuk mulutnya oleh petugas, dan berkomentar bahwa “cukup dipeluk saja sebagai hukuman”. Insiden tak terduga ini pun menambah suasana santai dan lucu di tengah ketatnya pemeriksaan keamanan bandara. (hui)

Perayaan di Benteng Tua Haiti Picu Insiden Desak-desakan Menewaskan 30 Orang

EtIndonesia. Pada 11 April 2026, sebuah benteng dari awal abad ke-19 di Haiti bagian utara mengalami insiden desak-desakan yang menyebabkan sedikitnya 30 orang tewas. Pihak berwenang memperingatkan bahwa jumlah korban jiwa kemungkinan masih akan bertambah.

Menurut laporan Reuters, kepala badan pertahanan sipil wilayah utara Haiti, Jean Henri Petit, mengatakan bahwa insiden tersebut terjadi di Citadelle Laferrière, yang merupakan situs Warisan Dunia UNESCO. Benteng ini adalah salah satu objek wisata paling populer di Haiti.

Petit menjelaskan bahwa pada 11 April, lokasi kejadian dipadati pelajar dan wisatawan yang datang untuk menghadiri perayaan tahunan. Insiden terjadi di pintu masuk objek wisata, dan hujan yang turun saat itu memperparah situasi.

Perdana Menteri Haiti, Alix Didier Fils-Aime, dalam sebuah pernyataan menyampaikan “duka cita yang mendalam kepada keluarga korban” serta menyatakan solidaritas dan dukungan di tengah masa duka dan penderitaan ini.

Ia juga mengatakan bahwa banyak anak muda yang ikut dalam perayaan tersebut, namun identitas para korban belum dapat dipastikan, dan jumlah korban dalam pernyataannya tidak dirinci.

Haiti sendiri tengah menghadapi situasi sulit akibat kekerasan geng, di mana warga sipil kerap menjadi korban pembantaian, sementara operasi penindakan oleh aparat keamanan juga semakin mematikan. 

Negara ini juga pernah mengalami sejumlah tragedi besar, termasuk ledakan tangki bahan bakar pada 2024 yang menewaskan 24 orang, ledakan serupa pada 2021 yang menewaskan 90 orang, serta gempa bumi pada tahun yang sama yang menyebabkan sekitar 2.000 korban jiwa. (Hui)

Berhasil Mengorbit Bulan, “Orion” Kembali dengan Selamat — Mantan Astronot Bagikan Pengalaman Pribadi

EtIndonesia. Misi Artemis II yang berlangsung selama 10 hari berhasil menyelesaikan penerbangan mengelilingi Bulan dengan sempurna, sekaligus memecahkan sejumlah rekor penerbangan luar angkasa manusia. Pada Jumat (10 April) malam, kapsul Orion mendarat dengan selamat di Samudra Pasifik. Astronot terkenal Amerika, Jeffrey Hoffman, dalam wawancara eksklusif, membagikan pandangan unik serta pengalaman pribadinya.

Hoffman telah menjalankan lima misi luar angkasa. Ia mengatakan bahwa dalam penerbangan luar angkasa, kondisi tanpa gravitasi (zero gravity) adalah salah satu pengalaman paling menakjubkan bagi astronot. Namun saat kembali ke Bumi, gaya gravitasi akan kembali terasa.

 “Orang-orang yang pernah terbang ke luar angkasa akan ingat bahwa saat memasuki atmosfer, Anda secara bertahap mulai merasakan gravitasi kembali. Tangan Anda akan terasa berada di atas lutut, bukan lagi melayang di depan mata seperti saat tanpa gravitasi. Jika melihat ke luar jendela, Anda akan menyaksikan pertunjukan cahaya yang spektakuler,” katanya. 

Metode pendaratan kapsul Orion yang menggunakan teknik “splashdown” (mendarat di laut) sangat berbeda dengan pesawat ulang-alik (space shuttle) pada masa Hoffman, sehingga memberikan pengalaman yang sama sekali berbeda.

Jeffrey Hoffman (tangkapan layar)

Hoffman menjelaskan:  “Saya belum pernah bertemu astronot dari era Apollo yang kembali dengan kapsul dan menyukai sensasi terombang-ambing di laut, terutama saat tubuh sedang beradaptasi kembali dengan gravitasi Bumi. Hal ini dapat mempengaruhi sistem vestibular otak secara aneh, sehingga sensasinya lebih tidak nyaman dibandingkan orang yang terbiasa dengan gravitasi Bumi.”

Hoffman menilai bahwa performa misi Artemis II secara keseluruhan sangat baik. Beberapa gangguan teknis yang muncul, seperti masalah pada sistem air minum di kapsul, merupakan hal yang normal dalam penerbangan uji coba.

Ia mengatakan:  “Secara keseluruhan, jika dalam penerbangan uji tidak ditemukan masalah, berarti kita tidak belajar cukup banyak. Saya ingat pada masa awal pengembangan roket, ketika banyak roket sering meledak, seorang penanggung jawab uji coba pernah berkata: jika peluncuran berjalan sempurna tanpa cacat, maka mereka tidak belajar apa pun.”

Tujuan akhir dari program Artemis adalah membangun pangkalan jangka panjang di Bulan, sekaligus membuka jalan bagi eksplorasi ke Mars di masa depan. Keberhasilan Artemis II sangat penting bagi rencana luar angkasa Amerika ke depan.

Hoffman menambahkan:  “Sumber daya di berbagai wilayah Bulan sangat menarik perhatian. Siapa yang lebih dulu tiba, akan bisa memilih lokasi terbaik untuk membangun basis. Jadi, tidak menunda terlalu lama adalah sebuah keuntungan.”

Laporan gabungan oleh wartawan NTD Television, Tang Li dan Liu Fei.

Militer AS Menewaskan 5 Orang dalam Dua Serangan Kapal Narkoba di Pasifik Timur

EtIndonesia. Dalam perkembangan terbaru, militer AS pada hari Minggu (12 April) mengatakan bahwa mereka telah menewaskan lima orang di kapal-kapal yang diduga menyelundupkan narkoba di Pasifik Timur, dengan satu orang selamat dari serangan tersebut.

Serangan tersebut dilakukan terhadap dua kapal pada tanggal 11 April, Komando Selatan AS mengumumkan dalam sebuah unggahan di X, disertai dengan video udara dari serangan tersebut. Jumlah korban tewas dalam kampanye AS melawan penyelundup narkoba telah mencapai setidaknya 168 orang.

“Dua teroris narkoba laki-laki tewas, dan satu teroris narkoba selamat dari serangan pertama. Tiga teroris narkoba laki-laki tewas selama serangan kedua,” katanya, tanpa memberikan bukti apa pun atas klaim perdagangan narkoba tersebut.

Amerika Serikat mulai menargetkan kapal-kapal yang diduga menyelundupkan narkoba pada September 2025 dengan pemerintahan Presiden AS, Donald Trump yang menegaskan bahwa tujuannya adalah untuk memberantas “teroris narkoba” yang beroperasi di Amerika Latin.

Namun, pemerintah belum memberikan bukti pasti bahwa kapal-kapal yang menjadi targetnya terlibat dalam perdagangan narkoba. Hal ini memicu perdebatan sengit tentang legalitas operasi tersebut.

Para ahli hukum internasional dan kelompok hak asasi manusia mengatakan serangan tersebut kemungkinan besar merupakan pembunuhan di luar hukum karena tampaknya menargetkan warga sipil yang tidak menimbulkan ancaman langsung bagi Amerika Serikat.

Washington telah mengerahkan kekuatan angkatan laut yang besar di Karibia, di mana pasukannya dalam beberapa bulan terakhir telah menyerang kapal-kapal yang diduga menyelundupkan narkoba, menyita kapal tanker minyak, dan melakukan serangan mengejutkan untuk menangkap pemimpin sayap kiri Venezuela, Nicolas Maduro.

Penangkapan Maduro

Pada bulan Januari, pasukan Amerika menangkap pemimpin Venezuela Nicolas Maduro, yang dituduh oleh Trump menyelundupkan narkoba ke Amerika Serikat.

Pada tanggal 3 Januari, militer AS meluncurkan Operasi Absolute Resolve, di mana mereka memasuki Venezuela, membom Caracas, dan menangkap Maduro dan istrinya, Cilia Flores, dari istana kepresidenan mereka.

Meskipun tidak ada korban jiwa dari pihak AS dalam operasi tersebut, otoritas Havana mengatakan bahwa 32 warga Kuba tewas selama serangan AS di Caracas yang mengakibatkan penangkapan Maduro. Satu warga Kolombia juga tewas. Trump juga telah memperingatkan Meksiko, Kolombia, dan Kuba tentang kemungkinan aksi militer AS.(yn)

Penambangan Batu Bara di Guizhou, Tiongkok Sebabkan Gunung Retak, Lebih dari 400 Warga Terjebak dalam Bahaya

EtIndonesia. Tiongkok, Provinsi Guizhou — sebagai akibat penambangan batu bara selama bertahun-tahun, sebuah gunung mengalami retakan parah. Lebih dari 400 warga desa di sekitarnya kini menghadapi kondisi berbahaya, dengan rumah-rumah mengalami penurunan tanah dan retakan dinding. Namun, karena saling lempar tanggung jawab antar pihak berwenang, warga tidak memiliki tempat untuk pergi dan kesulitan mendapatkan bantuan.

Menurut laporan media daratan “Da Xiang News”, di Desa Pojiao, Kota Liupanshui, sebuah gunung setinggi sekitar 800 meter di belakang desa telah menjadi “kosong” akibat penambangan jangka panjang. 

Gunung tersebut kini dipenuhi banyak retakan, dengan lebar mencapai 4–5 meter—cukup besar hingga kendaraan berat bisa terperosok—dan kedalamannya tak terlihat. Pada malam hari, sering terdengar suara batu retak, dan saat hujan deras, risiko longsor besar sangat tinggi.

Karena banyaknya retakan, pemerintah setempat telah menutup semua akses jalan menuju gunung.

Lebih dari 400 warga desa hidup dalam ketakutan setiap hari. Rumah mereka umumnya mengalami penurunan tanah, retakan pada dinding, serta atap yang mulai runtuh. Pada malam hari, warga sering mendengar suara retakan batu dari gunung—yang menurut mereka menandakan retakan terus melebar.

Dalam rekaman terlihat rumah seorang warga dengan retakan yang membentang dari sudut dinding hingga ke atap. Warga tersebut mengatakan bahwa awalnya retakan hanya kecil, tetapi dalam dua hingga tiga bulan berubah menjadi celah besar. Tangga semen juga mulai longgar dan bergetar saat diinjak, sehingga tidak berani digunakan.

Warga lain, Liu Na, mengatakan bahwa dalam tiga bulan terakhir, dinding rumahnya sering mengelupas dan runtuh, hingga dalam waktu kurang dari setengah hari, dapur dan meja makan dipenuhi debu tebal. Karena tidak tahan, ia bersama empat anaknya pindah ke rumah kakaknya. Namun rumah tersebut juga dipenuhi retakan di setiap dinding, bahkan celah terlebar bisa dimasuki telapak tangan.

Yang paling mengkhawatirkan adalah datangnya musim hujan. Ancaman dari gunung jauh lebih berbahaya dibanding retakan rumah. Jika terjadi longsor, keselamatan lebih dari 400 warga desa tidak dapat dipastikan.

Menghadapi situasi ini, warga berkali-kali mengajukan permohonan relokasi kepada pemerintah kota dan komite desa, tetapi ditolak karena saling lempar tanggung jawab antar instansi. Meskipun ada dokumen “evakuasi darurat” dari pihak terkait, kepala desa menyatakan bahwa warga tidak memenuhi syarat untuk dipindahkan.

Pejabat pemerintah setempat juga menolak dengan alasan “perlu dibahas dalam rapat”, bahkan menyarankan warga untuk “mengajukan gugatan lagi”.

Sebelumnya, 14 keluarga warga pernah mengajukan gugatan ke pengadilan dan memenangkan kasus dengan kompensasi sekitar 450.000 yuan (RMB). Namun setelah dikurangi biaya penilaian dan pengacara, masing-masing keluarga hanya menerima kurang dari 10.000 yuan—jumlah yang jauh dari cukup untuk memperbaiki rumah.

Lebih mengejutkan lagi, setelah mengajukan gugatan, beberapa warga mengalami pembalasan. Banyak dari mereka yang bekerja di tambang batu bara dipecat. Tanpa sumber penghasilan, warga terpaksa terus tinggal di rumah yang retaknya semakin parah.

Sumber : NTDTV.com

Ketika Iran Menolak Tinggalkan Program Nuklir, JD Vance Tinggalkan Pakistan; Media Iran Klaim Pembicaraan Dilanjutkan Esok Hari

EtIndonesia. Setelah perundingan damai bersejarah antara Amerika Serikat dan Iran di Islamabad, Wakil Presiden AS JD Vance menyatakan bahwa pihak AS telah menetapkan “garis merah” dengan jelas, namun Iran “tidak menyetujui syarat-syarat kami”. Ia juga mengatakan bahwa delegasi AS bersiap meninggalkan Pakistan. Sementara itu, media Iran sebelumnya menyebut bahwa setelah sesi pembicaraan pertama berakhir, perundingan akan dilanjutkan kembali pada 12 April.

Menurut laporan cepat dari BBC News, Vance mengatakan:  “Kami tidak dapat mencapai situasi di mana Iran dapat menerima syarat-syarat kami.”

Laporan dari CNN menyebutkan bahwa Vance mengatakan hambatan utama adalah Iran menolak menghentikan program nuklirnya.

Perbedaan Pernyataan Kedua Pihak

Vance menyatakan, “Kami telah berunding selama 21 jam,” namun “kabar buruknya adalah kami belum mencapai kesepakatan.” Ia menambahkan bahwa Amerika Serikat saat ini berencana meninggalkan Pakistan.

Ia juga mengatakan:  “Sebelum kami pergi, kami telah meninggalkan sebuah proposal yang sangat sederhana sebagai tawaran final dan terbaik kami. Kami akan melihat apakah Iran akan menerimanya.”

Vance menambahkan bahwa pihak AS mengikuti perundingan dengan sikap fleksibel dan “niat tulus”, namun menyesalkan bahwa kedua pihak pada akhirnya gagal mencapai kesepakatan.

Namun, media Iran memberikan versi berbeda. Mereka menyebut bahwa putaran pertama pembicaraan telah berakhir dan akan dilanjutkan kembali setelah matahari terbit. Menurut laporan media Iran, perundingan maraton hari pertama yang berlangsung hampir 15 jam telah selesai, dan pembicaraan tingkat tinggi akan dilanjutkan pada 12 April.

Mengutip laporan Agence France-Presse yang merujuk pada Tasnim News Agency, disebutkan:
“Putaran pertama negosiasi antara Iran dan Amerika Serikat di Islamabad telah berakhir, dengan pembicaraan maraton selama 15 jam.”

Media Iran lainnya, Mehr News Agency, menyatakan bahwa putaran berikutnya akan digelar setelah matahari terbit. (Hui)

Sumber : NTDTV.com

Reuters Ungkap : Pemimpin Baru Iran Mojtaba Alami Luka Parah, Wajah Rusak dan Kaki Putus

EtIndonesia. Menurut laporan Reuters yang mengutip tiga sumber, pemimpin baru Iran, Mojtaba Khamenei, mengalami serangan pada 28 Februari di kediaman Pemimpin Tertinggi di pusat kota Teheran. Serangan tersebut menyebabkan wajahnya rusak (cacat) dan satu atau kedua kakinya mengalami luka parah. Saat ini ia masih dalam masa pemulihan.

Keterangan mengenai kondisi luka Mojtaba ini sejalan dengan pernyataan Pete Hegseth pada 13 Maret, yang menyebut bahwa Mojtaba “terluka dan kemungkinan mengalami cacat wajah”.

Seorang sumber yang memahami penilaian intelijen Amerika mengungkapkan bahwa Mojtaba diyakini telah kehilangan satu kaki.

Sejak serangan udara pada hari pecahnya perang, serta sejak Mojtaba (Mojtaba Khamenei) ditunjuk pada 8 Maret untuk menggantikan ayahnya, belum ada foto, video, maupun rekaman suaranya yang dipublikasikan. Keberadaan, kondisi kesehatan, dan kemampuannya dalam memerintah hingga kini masih menjadi misteri.

Informasi terbaru ini merupakan gambaran paling rinci sejauh ini mengenai luka yang dialami Mojtaba dari kalangan dalam Iran. Namun, Reuters menyatakan tidak dapat memverifikasi kebenaran informasi tersebut secara independen.

CIA menolak memberikan komentar terkait kondisi Mojtaba. Kantor Perdana Menteri Israel juga tidak menanggapi, demikian pula perwakilan Iran di Perserikatan Bangsa-Bangsa tidak menjawab pertanyaan Reuters mengenai kondisi luka Mojtaba maupun alasan belum dirilisnya foto atau video dirinya.

Namun, seorang sumber yang dekat dengan Mojtaba menyebutkan bahwa foto dirinya kemungkinan akan dirilis dalam satu hingga dua bulan ke depan, dan ia hanya akan tampil di publik jika kondisi kesehatan dan keamanan memungkinkan.

Menurut laporan Reuters, Mojtaba yang kini berusia 56 tahun meskipun masih dalam pemulihan, tetap dianggap memiliki pikiran yang tajam. Dua sumber menyebutkan bahwa ia mengikuti rapat tingkat tinggi melalui konferensi audio, serta tetap terlibat dalam pengambilan keputusan penting, termasuk terkait perang dan negosiasi dengan Washington.

Pada hari yang sama saat Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran, Mojtaba mengalami luka, sementara ayahnya, Ali Khamenei, yang berkuasa sejak 1989, tewas dalam serangan tersebut.

Peneliti senior dari Middle East Institute, Alex Vatanka, menyatakan bahwa terlepas dari berat atau ringannya luka, pemimpin baru yang kurang berpengalaman akan sulit membangun kembali otoritas absolut seperti ayahnya dalam waktu singkat. Mojtaba perlu membuktikan dirinya sebagai sosok yang dapat dipercaya, berpengaruh, dan memiliki otoritas kuat.

Sumber : NTDTV.com

Serangan Angkatan Udara Nigeria yang Menargetkan Boko Haram Menghantam Pasar, Menewaskan Lebih dari 100 Orang

EtIndonesia. Serangan Angkatan Udara Nigeria yang menargetkan pemberontak jihadis yang diduga menghantam pasar yang ramai di timur laut Nigeria, menewaskan lebih dari 100 warga sipil dan melukai banyak lainnya, menurut Amnesty International dan laporan media lokal. Beberapa laporan mengatakan bahwa setidaknya 200 orang dikhawatirkan tewas dalam serangan tersebut.

Insiden tersebut dilaporkan terjadi pada hari Sabtu (11/4) di Negara Bagian Yobe dekat perbatasan dengan Borno, wilayah yang telah lama dilanda pemberontakan.

Pihak berwenang mengakui bahwa serangan tersebut gagal tetapi hanya memberikan sedikit detail. Pemerintah Negara Bagian Yobe mengatakan serangan itu ditujukan pada benteng Boko Haram tetapi mengkonfirmasi bahwa warga sipil di pasar mingguan Jilli terkena dampaknya.

Amnesty International mengatakan telah memverifikasi dari para korban selamat bahwa setidaknya 100 orang tewas dalam serangan tersebut.

“Kami berhubungan dengan orang-orang yang berada di sana… kami berbicara dengan rumah sakit… dan para korban,” kata direktur Amnesty Nigeria, Isa Sanusi.

Sumber keamanan setempat mengatakan intelijen menunjukkan bahwa para pejuang Boko Haram telah berkumpul di dekat pasar dan diduga sedang merencanakan sesuatu.

“Intelijen tersebut dibagikan dan jet Angkatan Udara bertindak berdasarkan informasi yang kredibel,” kata seorang anggota kelompok keamanan sipil yang bekerja sama dengan militer.

Militer Nigeria menyatakan bahwa mereka telah melakukan serangan yang sukses terhadap “kantong teroris dan pusat logistik,” mengklaim bahwa beberapa militan tewas saat mengendarai sepeda motor. Namun, mereka tidak secara langsung menanggapi laporan tentang korban sipil atau dugaan kesalahan tembak.

Badan Manajemen Darurat Negara Bagian Yobe mengkonfirmasi adanya korban dan mengatakan tim respons telah dikirim ke daerah tersebut. Pihak berwenang mendesak warga untuk tetap tenang sementara upaya penyelamatan dan medis terus berlanjut.

Serangan itu terjadi di zona rawan di mana aktivitas pemberontak telah berlangsung selama lebih dari satu dekade. Nigeria terus bergulat dengan krisis keamanan yang kompleks yang melibatkan banyak kelompok bersenjata, termasuk Boko Haram dan cabangnya, Provinsi Negara Islam Afrika Barat (ISWAP), yang beroperasi di seluruh timur laut. (yn)

Docomo Akui Pelanggaran, KPPU Percepat Proses Hukum Akuisisi

Jakarta, 7 April 2026 — Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) melanjutkan penanganan perkara keterlambatan notifikasi akuisisi yang melibatkan Docomo Inc. ke tahap pemeriksaan cepat. Keputusan ini diambil setelah pihak terlapor mengakui substansi Laporan Dugaan Pelanggaran (LDP) dalam sidang yang digelar di Jakarta.

Sidang perkara Nomor 16/KPPU-M/2025 tersebut dipimpin oleh Anggota KPPU Mohammad Reza sebagai Ketua Majelis Komisi, bersama Hilman Pujana dan Eugenia Mardanugraha sebagai anggota majelis. Dalam persidangan, Docomo melalui kuasa hukumnya menyatakan menerima dan mengakui laporan yang disampaikan oleh investigator.

Selain pengakuan tersebut, Docomo juga mengajukan permohonan keringanan sanksi. Perusahaan menyatakan telah bersikap kooperatif selama proses penyelidikan dan pemeriksaan berlangsung. Mereka juga menegaskan bahwa keterlambatan notifikasi yang terjadi tidak menimbulkan dampak anti persaingan di pasar relevan di Indonesia.

Pihak Docomo turut menunjukkan itikad baik dengan bersikap transparan selama proses hukum berjalan. Hal ini menjadi salah satu pertimbangan dalam proses penanganan perkara oleh KPPU.

Menanggapi pengakuan tersebut, Majelis Komisi memutuskan untuk melanjutkan perkara ke tahap pemeriksaan cepat. Tahap ini merupakan mekanisme percepatan proses penanganan perkara, khususnya ketika pihak terlapor mengakui dugaan pelanggaran yang disampaikan.

Sidang lanjutan dijadwalkan berlangsung pada Senin, 13 April 2026 pukul 08.00 WIB dengan agenda pemeriksaan terhadap pihak terlapor. Informasi terkait perkembangan perkara dan jadwal persidangan dapat diakses melalui laman resmi KPPU.

Kasus ini menjadi perhatian karena menyangkut kewajiban notifikasi dalam proses merger dan akuisisi, yang merupakan salah satu instrumen penting dalam menjaga persaingan usaha tetap sehat. Keterlambatan dalam notifikasi dapat berimplikasi pada pengawasan yang kurang optimal terhadap potensi praktik monopoli atau persaingan usaha tidak sehat.

KPPU sendiri menegaskan komitmennya untuk terus mengawasi pelaksanaan merger dan akuisisi guna memastikan seluruh pelaku usaha mematuhi ketentuan yang berlaku.

“Nugget Caviar” dan “Nasi Uduk Roll” Jadi Senjata: ARTOTEL Harmoni Jakarta Berontak dengan Menu Nabati Berani Rasa

JAKARTA, 7 April 2026 – Selama ini, makanan sehat dan berbasis nabati kerap dicitrakan membosankan, hambar, dan jauh dari kesan “mewah”. ARTOTEL Harmoni Jakarta bersama Burgreens dan Green Rebel mematahkan stigma itu dengan meluncurkan kolaborasi kuliner berjudul “A Rebellious Hunger” —sebuah revolusi menu nabati yang tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga menggugah selera dengan cita rasa berani dan teknik penyajian modern.

Peluncuran resmi berlangsung di Eatspace, ARTOTEL Harmoni Jakarta, dalam acara Media Launching yang dihadiri jurnalis dan pegiat kuliner. Kampanye ini merupakan bagian dari program ARTOTEL Dine, divisi Food & Beverages Artotel Group yang berfokus pada pengembangan praktik dining berkelanjutan di seluruh properti grup.

Gigitan Pemberontak: Menu dengan Bahan Nabati Premium

Kolaborasi ini menghadirkan empat hidangan andalan yang memadukan bahan nabati kualitas premium dengan teknik memasak modern:

  • Nugget Caviar (Rp48.000++) – Perpaduan chick’n nugget Burgreens dengan sea grapes (anggur laut) yang memberikan sensasi umami segar layaknya caviar asli. Sebuah “kaviar nabati” yang mewah dan terjangkau.
  • The Stack Burger (Rp115.000++) – Burger berlapis Beev Green Rebel yang juicy, disajikan dengan vegan cheddar cheese dan saus gurih khas lokal.
  • Nasi Uduk Roll (Rp65.000++) – Interpretasi baru nasi uduk dalam bentuk roll praktis, dengan isian lauk nabati pedas yang menggoyang lidah.
  • Signature Cocktails – Amaretto Sour 100% vegan (menggunakan chickpeas water pengganti putih telur) dan Banana Chocolate Shake berbahan dasar pisang serta susu nabati (Rp55.000++).

“Kami Ingin Mendobrak Stigma”

Arbiter Gerhard, General Manager ARTOTEL Harmoni Jakarta, menyatakan bahwa kampanye ini lahir dari keyakinan bahwa keberlanjutan tidak harus mengorbankan kenikmatan.

“Kami ingin mendobrak stigma bahwa makanan sehat atau berbasis nabati itu membosankan. Melalui ‘A Rebellious Hunger’, kami menawarkan ‘gigitan pemberontak’ yang tidak hanya memanjakan lidah dengan rasa yang bold, tetapi juga membawa dampak positif bagi planet kita.”