Serangan Kilat di Qom! Tokoh Elit Iran Tewas Sekaligus, Wilayah Udara Teheran Dikuasai AS–Israel

EtIndonesia. Perang antara koalisi militer Amerika Serikat–Israel melawan Iran memasuki hari keempat pada 3 Maret 2026, dengan intensitas serangan yang semakin meningkat. Operasi militer yang berlangsung di berbagai wilayah Iran menunjukkan bahwa kedua negara telah memperoleh keunggulan udara hampir sepenuhnya, sementara serangan terhadap fasilitas militer, pusat komando, dan infrastruktur strategis Iran terus diperluas.

Pada hari yang sama, berbagai rekaman video dan laporan resmi militer memperlihatkan rangkaian operasi militer besar yang melibatkan kapal perang, pesawat tempur, pembom strategis, serta sistem pertahanan udara dari berbagai negara sekutu.


Serangan Rudal Tomahawk dari Kapal Perang Amerika

Pada 3 Maret 2026, Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) merilis sejumlah rekaman video yang memperlihatkan kapal perang Angkatan Laut Amerika Serikat meluncurkan rudal jelajah Tomahawk ke berbagai target militer penting di wilayah Iran.

Rekaman tersebut diambil pada waktu yang berbeda—sebagian direkam pada siang hari dan sebagian lainnya pada malam hari. Dalam video itu terlihat rudal Tomahawk diluncurkan satu demi satu dari kapal perang, melesat ke langit malam sebelum menuju target yang berada ratusan kilometer jauhnya.

Rudal Tomahawk merupakan salah satu senjata presisi jarak jauh utama militer Amerika Serikat. Senjata ini mampu menyerang sasaran dengan akurasi tinggi dari jarak lebih dari 1.600 kilometer, sehingga memungkinkan kapal perang AS menyerang target di dalam wilayah Iran tanpa harus mendekati garis pantai.


Serangan Udara Israel Menghancurkan Pertemuan Elit Iran di Qom

Salah satu peristiwa paling penting pada 3 Maret 2026 adalah serangan udara Angkatan Udara Israel terhadap sebuah pertemuan rahasia para tokoh elit rezim Iran di kota Qom.

Menurut berbagai laporan, pertemuan tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting dari kalangan ulama dan pejabat tinggi yang bertujuan untuk membahas sekaligus memilih calon pemimpin tertinggi Iran di masa depan setelah kekosongan kepemimpinan.

Namun sebelum pertemuan itu selesai, pesawat tempur Israel melancarkan serangan presisi terhadap gedung tempat rapat berlangsung.

Rekaman dari lokasi kejadian menunjukkan bahwa bangunan tersebut hancur total akibat serangan udara. Laporan awal menyebutkan bahwa seluruh tokoh senior yang menghadiri pertemuan tersebut tewas dalam satu serangan sekaligus, menjadikannya salah satu operasi “decapitation strike” paling signifikan dalam konflik ini.


Washington Isyaratkan Eskalasi Serangan

Pada hari yang sama, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio menyatakan dalam sebuah wawancara bahwa operasi militer terhadap Iran akan segera meningkat secara signifikan.

Rubio mengatakan bahwa dalam beberapa jam hingga beberapa hari ke depan, dunia akan menyaksikan gelombang serangan yang jauh lebih besar.

Menurutnya:

  • Skala operasi militer akan diperluas
  • Intensitas serangan akan meningkat
  • Dua kekuatan udara paling kuat di dunia—Amerika Serikat dan Israel—akan bekerja sama untuk melumpuhkan seluruh kemampuan militer Iran

Washington menegaskan bahwa tujuan operasi ini adalah menghancurkan struktur militer rezim Iran yang selama ini mereka tuduh mendukung berbagai organisasi teror di kawasan Timur Tengah.


Teheran Diguncang Ledakan Beruntun

Sejumlah rekaman video dari warga sipil menunjukkan situasi dramatis di ibu kota Iran, Teheran, sepanjang 3 Maret 2026.

Dalam berbagai video tersebut terlihat ledakan besar terjadi secara beruntun di berbagai wilayah kota. Suara pesawat tempur dan rudal yang melintas di langit terdengar terus-menerus, sementara kilatan api dari ledakan menerangi cakrawala malam.

Pada malam hari, beberapa rekaman memperlihatkan langit Teheran dipenuhi cahaya dari ledakan, sementara api dan asap tampak menyebar di berbagai bagian kota.

Pada siang hari berikutnya, asap tebal terlihat membumbung tinggi dan menyelimuti sebagian besar wilayah ibu kota. Banyak warga melaporkan bahwa langit kota dipenuhi asap hitam akibat pemboman intensif.

Para analis militer menyebut kondisi ini sebagai tanda bahwa Iran telah kehilangan kendali atas wilayah udaranya, memungkinkan pesawat tempur Amerika dan Israel beroperasi tanpa hambatan berarti.


Serangan terhadap Bandara Mehrabad

Salah satu target utama serangan pada 3 Maret adalah Bandara Mehrabad di Teheran, yang memiliki fungsi ganda sebagai fasilitas sipil sekaligus pangkalan militer.

Rekaman dari udara menunjukkan bandara tersebut tertutup asap tebal yang membumbung ratusan meter ke langit.

Target serangan di area bandara dilaporkan meliputi:

  • fasilitas penyimpanan bahan bakar
  • Skuadron Tempur ke-11 Angkatan Udara Iran yang mengoperasikan pesawat MiG-29
  • berbagai fasilitas militer lainnya

Gelombang kejut dari ledakan bahkan dilaporkan merusak kendaraan warga sipil di sekitar area bandara. Banyak mobil berhenti di pinggir jalan akibat kerusakan, dan beberapa warga dilaporkan mengalami luka-luka.


Operasi Udara Israel di Lebanon dan Iran

Pada 3 Maret, Pasukan Pertahanan Israel (IDF) juga merilis video yang memperlihatkan aktivitas intensif Angkatan Udara Israel.

Operasi udara tersebut mencakup beberapa tahap:

  1. Serangan udara di wilayah selatan Lebanon
  2. Pesawat tempur Israel terbang melalui Suriah dan Irak utara
  3. Serangan terhadap target di wilayah barat Iran

Target utama operasi tersebut antara lain:

  • kota-kota besar di Iran barat laut
  • ibu kota Teheran
  • fasilitas strategis di Isfahan

Trump Dukung Pemberontakan Kurdi

Pada hari yang sama, Presiden Amerika Serikat Donald Trump dilaporkan melakukan percakapan telepon dengan para pemimpin Kurdi di kawasan Timur Tengah.

Dalam percakapan tersebut, Trump menyatakan dukungan terhadap pasukan Kurdi untuk melawan rezim Iran.

Bangsa Kurdi tersebar di beberapa negara:

  • Turki
  • Iran
  • Irak
  • Suriah

Di Irak dan Suriah terdapat kelompok militer Kurdi yang cukup kuat. Jika mereka menyeberangi perbatasan dan memulai pemberontakan di wilayah Kurdi Iran, hal ini berpotensi menjadi pukulan strategis besar bagi pemerintahan Teheran.


Iran Serang Pangkalan Kurdi

Sebagai respons terhadap kemungkinan keterlibatan Kurdi, Iran melancarkan serangan udara terhadap pangkalan militer Kurdi di wilayah Kurdistan Irak.

Serangan tersebut menargetkan basis militer yang digunakan kelompok bersenjata Kurdi yang selama ini menentang pemerintah Iran.

Dalam beberapa waktu terakhir, Amerika Serikat juga dilaporkan melakukan serangan terhadap posisi Garda Revolusi Iran di wilayah Kurdi Iran, yang menurut analis bertujuan menciptakan kondisi bagi potensi pemberontakan di masa depan.


B-52 Resmi Dikerahkan

Perkembangan militer penting lainnya pada 3 Maret 2026 adalah pengerahan pembom strategis B-52 Stratofortress oleh Amerika Serikat.

Berbeda dengan pembom B-2 yang bersifat siluman atau B-1B yang supersonik, B-52 memiliki keunggulan utama berupa kapasitas muatan bom yang sangat besar.

Pesawat ini mampu membawa hingga 70.000 pon amunisi, termasuk bom dan rudal jarak jauh.

Saat ini Amerika Serikat memiliki sekitar 76 unit B-52, dan pengerahan pesawat ini menunjukkan bahwa:

  • wilayah udara Iran dianggap relatif aman bagi pesawat besar
  • koalisi telah memperoleh superioritas udara penuh

Israel Mulai Operasi Darat di Lebanon

Pada 3 Maret, Israel juga mengumumkan pengerahan pasukan darat ke wilayah Lebanon selatan.

Tujuan operasi tersebut adalah:

  • menciptakan zona penyangga keamanan antara Israel dan Lebanon
  • menghancurkan kekuatan militer Hizbullah

Pada hari yang sama, Israel juga melancarkan serangan udara terhadap fasilitas militer Hizbullah di Beirut, ibu kota Lebanon.


Lebih dari Selusin Negara Siap Terlibat

Pada 3 Maret 2026, dilaporkan bahwa lebih dari selusin negara telah menghubungi Amerika Serikat untuk menyatakan kesiapan mereka ikut terlibat dalam konflik secara defensif.

Negara-negara tersebut tidak akan menyerang Iran secara langsung, tetapi akan membantu:

  • mencegat drone Iran
  • mencegat rudal balistik
  • melindungi negara-negara Teluk

Di antara negara yang terlibat adalah Inggris dan Prancis.

Kementerian Pertahanan Inggris bahkan merilis video yang memperlihatkan jet tempur F-35B Inggris berhasil mencegat drone Iran, meskipun lokasi kejadian tidak diungkapkan.


Serangan Balasan Iran Melemah

Meskipun Iran masih meluncurkan rudal balistik dan drone, intensitas serangan pada 3 Maret dilaporkan menurun drastis.

Menurut laporan Fox News:

  • Sabtu sebelumnya Iran menembakkan sekitar 90 rudal ke Israel
  • Pada 3 Maret jumlahnya turun menjadi sekitar 20 rudal

Pasukan Pertahanan Israel menyatakan bahwa mereka telah menghancurkan lebih dari 300 kendaraan peluncur rudal Iran.

Jika tren ini terus berlanjut, Iran kemungkinan akan kehilangan kemampuan untuk meluncurkan serangan rudal skala besar dalam waktu dekat.


Sistem Pertahanan Udara Aktif di Teluk

Pada malam 3 Maret, rekaman dari Dubai, Uni Emirat Arab, memperlihatkan sistem Patriot diluncurkan untuk mencegat rudal balistik Iran.

Sementara itu, di Israel, helikopter serang Apache terlihat menembak jatuh drone Shahed Iran menggunakan meriam otomatis.


Situasi Medan Perang

Dari berbagai perkembangan yang terjadi pada 3 Maret 2026, sejumlah kesimpulan dapat ditarik:

  • Amerika Serikat dan Israel telah memperoleh superioritas udara di Iran
  • berbagai pangkalan militer di sekitar Teheran menjadi sasaran pemboman
  • pembom B-1B, B-2, dan B-52 telah dikerahkan
  • beberapa negara Barat mulai terlibat dalam operasi pertahanan
  • kemampuan serangan balasan Iran mulai melemah

Suasana di Israel

Di tengah sirene peringatan serangan udara yang terus berbunyi di berbagai kota Israel, banyak warga justru menunjukkan sikap yang relatif tenang.

Beberapa rekaman memperlihatkan warga Israel berkumpul di tempat perlindungan bom, bernyanyi dan bahkan mengadakan pesta kecil sambil menyanyikan lagu terkenal “I Will Survive.”

Bagi sebagian warga Israel, konflik ini diyakini sebagai perang terakhir antara Israel dan Iran, yang mereka harapkan akan mengakhiri kekuasaan rezim Iran saat ini. (***)

Mulai 28 Maret 2026, Pemerintah Larang Anak-anak di Bawah 16 Tahun Main Media Sosial 

EtIndonesia. Pemerintah resmi menetapkan bahwa anak di bawah 16 tahun tidak lagi dapat memiliki akun pada platform digital berisiko tinggi. Ini setelah Kementerian Komunikasi dan Digital RI (Komdigi) resmi mengeluarkan Peraturan Menteri Nomor 9 Tahun 2026 turunan dari  Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP TUNAS).

Aturan ini diterapkan mulai 28 Maret 2026 yang mana implementasi dilakukan secara bertahap, dimulai pada platform seperti YouTube, TikTok, Facebook, Instagram, Threads, X, Bigo Live, dan Roblox.

“Hari ini, kami mengeluarkan Peraturan Menteri turunan dari PP TUNAS. Melalui peraturan ini, pemerintah menunda akses akun anak di bawah 16 tahun pada platform digital berisiko tinggi termasuk media sosial dan layanan jejaring,” ujar Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid di Jakarta Pusat, Jumat (06/03/2026) dalam siaran persnya. 

Keputusan ini  diambil karena ancaman di ruang digital bagi anak-anak semakin nyata: pornografi, perundungan siber, penipuan online, hingga adiksi digital.

Ia mengakui bahwa implementasi kebijakan ini akan memerlukan penyesuaian dari berbagai pihak. Namun, upaya ini adalah langkah terbaik yang perlu diambil pemerintah untuk memastikan ruang digital yang lebih aman bagi anak-anak.

Meutya menilai langkah ini menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara yang mengambil sikap tegas dalam perlindungan anak di era digital.

“Kita patut berbangga, karena Indonesia menjadi salah satu pelopor negara non-Barat yang mengambil langkah tegas dalam pelindungan anak di ruang digital. Langkah ini kita ambil untuk memastikan masa depan anak-anak kita tumbuh sehat di era teknologi,” tegasnya.

Melalui kebijakan ini, pemerintah berharap ruang digital Indonesia dapat menjadi lingkungan yang lebih aman, sehat, dan bertanggung jawab bagi generasi muda, sekaligus memastikan transformasi digital berjalan seiring dengan perlindungan terhadap anak.

“Kita ingin teknologi memanusiakan manusia dan mendukung perkembangan generasi muda secara utuh,” pungkasnya.

AS Laporkan Hasil Perang : Rudal Iran Berkurang 86%, Strategi AS Beralih ke Serangan Presisi

Pada Rabu (4 Maret 2026), Menteri Perang Amerika Serikat Pete Hegseth dan Ketua Kepala Staf Gabungan Jenderal Dan Caine memberikan pengarahan di Pentagon mengenai perkembangan terbaru Operasi “Epic Pury”. Mereka mengungkapkan bahwa kemampuan serangan Iran telah menurun tajam, sementara amunisi militer AS masih sangat mencukupi.

EtIndonesia.  Militer AS kini meningkatkan intensitas serangan dan memanfaatkan momentum dengan mengubah strategi—dari serangan besar jarak jauh menjadi serangan presisi yang lebih dalam ke wilayah Iran.

Ketua Kepala Staf Gabungan Jenderal Dan Caine mengatakan:“Jumlah rudal balistik yang diluncurkan Iran pada 3 Maret berkurang 86% dibandingkan hari pertama perang, dan 23% lebih sedikit dibandingkan 24 jam sebelumnya. Jumlah peluncuran drone serangan satu arah juga turun 73% dibandingkan awal konflik.”

Departemen Pertahanan AS melaporkan bahwa dalam empat hari serangan terhadap Iran, militer AS telah mencapai hasil besar, termasuk:

  • Menghancurkan lebih dari 2.000 target
  • Menenggelamkan sekitar 20 kapal perang Iran

Menteri Perang Pete Hegseth mengatakan: “Angkatan udara Iran pada dasarnya sudah tidak ada lagi.  Kekuatan militer yang dibangun sejak 1996 itu telah dihancurkan pada 2026. Angkatan laut Iran kini tenggelam di dasar Teluk Persia.  Mereka tidak memiliki kemampuan tempur, tidak mampu membalas, telah dipukul telak, dihancurkan, dan dikalahkan—apa pun istilahnya.”

Ia juga mengungkapkan bahwa malam sebelumnya militer AS menenggelamkan kapal perang Iran “Soleimani”.

Hegseth kemudian memutar sebuah video yang menunjukkan sebuah kapal selam AS menenggelamkan kapal perang Iran di Samudra Hindia.

Ia menjelaskan: “Sebuah kapal selam Amerika bergerak di bawah kapal perang Iran. Kapal itu merasa aman di perairan internasional, tetapi kemudian dihantam torpedo dan tenggelam secara diam-diam.  Ini adalah pertama kalinya sejak Perang Dunia II kapal musuh ditenggelamkan oleh torpedo.”

Hegseth juga menyatakan bahwa pemimpin tertinggi Iran dan tokoh yang memerintahkan rencana pembunuhan terhadap Presiden AS Donald Trump telah tewas.

Sementara itu, anggota dewan pemerintahan sementara yang bertugas menunjuk pemimpin baru sebagian telah tewas, hilang, atau bersembunyi di bunker.

Ia menambahkan: “Para jenderal senior Iran, perwira menengah, hingga prajurit dari berbagai pangkat tidak dapat berkomunikasi atau berkoordinasi, apalagi melanjutkan operasi serangan.  Hal ini memberikan pukulan besar terhadap moral mereka.”

Menurut Hegseth, persediaan amunisi AS masih sangat cukup dan sistem pertahanan mereka sangat kuat. Militer AS juga telah mencegat ribuan rudal, sekaligus memindahkan lebih dari 90% pasukan keluar dari jangkauan serangan Iran.

Saat ini, militer AS meningkatkan serangan dan memperkirakan dalam waktu seminggu dapat sepenuhnya menguasai wilayah udara Iran, tanpa perlu mengerahkan pasukan darat.

Hegseth menegaskan: “Iran tidak memiliki kemampuan untuk melawan perang jangka panjang dengan kami.  Kami akan memastikan bahwa melalui kekuatan ofensif dan defensif kami, kami yang menentukan tempo dan arah pertempuran ini.”

Jenderal Dan Caine menjelaskan bahwa serangan militer AS kini meluas dari wilayah pesisir menuju pedalaman Iran. Sementara itu, rudal dan drone Iran menyerang tanpa target yang jelas dan memiliki akurasi rendah, yang mana menyebabkan korban warga sipil yang tidak bersalah.

Ia mengatakan: “Seiring perkembangan pertempuran, Komando Pusat AS pada hari keempat perang telah menyesuaikan strategi—  dari serangan jarak jauh di luar jangkauan musuh menjadi serangan presisi langsung di atas wilayah udara Iran.”

Sejak perang dimulai, pemerintah Iran telah memutus akses internet dan komunikasi di dalam negeri, sehingga informasi dari dalam negara sulit diperoleh.

Hegseth juga mendesak media untuk melaporkan situasi secara objektif.

Laporan oleh wartawan New Tang Dynasty Television, Ren Hao, dari Washington DC.

Ratusan Profesor dan Profesional Keturunan Iran Serukan Pengembalian Kekuasaan kepada Rakyat

EtIndonesia. Sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan gabungan terhadap Iran, ratusan profesor universitas dan profesional teknologi keturunan Iran di seluruh dunia mengeluarkan pernyataan bersama.

Mereka menyatakan bahwa rezim Iran saat ini tidak sah dan tidak memiliki legitimasi, serta menyerukan agar sisa kekuatan rezim segera menghentikan perlawanan dan mengembalikan kekuasaan kepada rakyat, guna mencegah negara mengalami pertumpahan darah dan kerusakan yang lebih besar.

(Tangkapan layar dari internet)

Pernyataan tersebut dirilis dalam bahasa Persia dan bahasa Inggris. Dalam pernyataan itu disebutkan bahwa:

“Konstitusi suatu negara adalah perwujudan kehendak kolektif rakyat dan kontrak sosial antara rakyat dan negara. Konstitusi Republik Islam Iran, karena secara mendasar tidak sesuai dengan tuntutan mayoritas rakyat, telah kehilangan legitimasi.”

Pernyataan itu juga menyebutkan bahwa selama tiga puluh tahun terakhir, setiap permintaan warga untuk merevisi konstitusi atau mengadakan referendum nasional selalu ditanggapi oleh rezim dengan:

  • penindasan
  • kekerasan
  • pembunuhan

Karena itu, mereka menyatakan bahwa Konstitusi Republik Islam Iran, serta setiap lembaga, komite, atau individu yang memperoleh kekuasaan dari konstitusi tersebut, adalah sepenuhnya tidak sah dan ilegal.

(Daftar sebagian penandatangan, tangkapan layar dari internet)

Dalam pernyataan tersebut juga ditegaskan bahwa struktur pemerintahan Iran dan pemimpin masa depan negara itu harus sepenuhnya ditentukan oleh rakyat Iran melalui pemungutan suara.

Para penandatangan menyerukan agar semua sisa kekuatan rezim saat ini segera menyerahkan kekuasaan kepada pemilik sahnya, yaitu rakyat Iran, agar negara tidak mengalami lebih banyak pertumpahan darah dan kerusakan.

Mereka juga menyatakan kesiapan untuk bekerja sama dengan Iran guna membantu rekonstruksi dan kemakmuran negara setelah masa Republik Islam berakhir.

Hingga 3 Maret 2026 pukul 17:00, jumlah penandatangan pernyataan tersebut telah mencapai 441 orang.

Para penandatangan mencakup:

  • profesor dan peneliti dari universitas terkenal dunia seperti
    • Stanford University
    • Massachusetts Institute of Technology
    • University of Oxford
  • serta insinyur dan pakar teknologi dari perusahaan teknologi besar seperti
    • Google
    • Apple
    • Amazon
    • Nvidia

Saat ini, jumlah penandatangan pernyataan tersebut masih terus bertambah.

Laporan gabungan oleh reporter Li Li / Editor: Lin Qing

Israel Tingkatkan Serangan terhadap Sistem Militer dan Kepolisian Iran, Disebut Membuka Jalan bagi Pemberontakan Rakyat

Militer Israel baru-baru ini meningkatkan operasi militernya terhadap Iran dengan menargetkan fasilitas militer dan kepolisian di Teheran. Pada Rabu (4 Maret), pihak militer Israel mengumumkan bahwa mereka telah menjatuhkan ratusan amunisi yang diarahkan pada mesin “negara polisi” Iran yang selama ini digunakan untuk menindas aksi protes. Serangan itu juga membombardir markas lembaga keamanan seperti Garda Revolusi Iran, yang disebut-sebut bertujuan membuka jalan bagi pemberontakan rakyat Iran.

EtIndonesia. Militer Israel pada Rabu (4/3/2026)  menyatakan bahwa mereka telah melaksanakan serangan besar-besaran terhadap sebuah fasilitas militer di Teheran.

Pasukan Pertahanan Israel (IDF) menyatakan bahwa di dalam fasilitas tersebut terdapat markas berbagai lembaga keamanan Iran, termasuk markas Garda Revolusi Iran serta badan intelijen.

Menurut laporan The Times of Israel, seorang pejabat militer mengatakan bahwa Israel mengerahkan lebih dari 100 pesawat tempur angkatan udara dan menjatuhkan lebih dari 250 amunisi.

Target serangan tersebut meliputi:

  • Markas Garda Revolusi Islam Iran (IRGC)
  • Pasukan Quds
  • Badan Intelijen Iran
  • Milisi Basij
  • Pasukan siber Iran
  • Pasukan keamanan dalam negeri Iran
  • Unit khusus pasukan keamanan dalam negeri
  • Serta sebuah unit yang bertanggung jawab menekan aksi protes rakyat.

Militer Israel menyatakan bahwa saat serangan terjadi, para pejabat rezim Iran yang bertanggung jawab memimpin operasi militer, mendorong rencana teror terhadap Israel dan negara-negara kawasan, serta menindas warga sipil Iran sedang berada di dalam fasilitas tersebut.

Selain itu, militer Israel juga baru-baru ini melancarkan serangan udara terhadap sebuah kantor polisi di Teheran.

Saat ini, sejumlah laporan menyebutkan bahwa kemungkinan penerus rezim Iran adalah Mojtaba Khamenei, putra dari pemimpin tertinggi Iran, yang memicu perdebatan luas.

Pihak Gedung Putih menyatakan bahwa badan intelijen Amerika Serikat sedang memantau situasi tersebut dengan cermat.

Juru bicara Gedung Putih Leavitt mengatakan:  “Sebanyak 49 pemimpin tinggi rezim Iran, termasuk pemimpin tertinggi, telah dieliminasi, dan jumlahnya masih terus bertambah.”

 “Kami juga melihat laporan-laporan ini, dan lembaga intelijen kami sedang memantau serta menelitinya dengan sangat ketat. Kami berada dalam kesiapsiagaan tinggi.”

Leavitt menegaskan kembali bahwa Gedung Putih tidak akan mentolerir rezim Iran yang tanpa ragu menjadikan warga sipil sebagai sasaran serangan.

Ia juga menambahkan :  “Amerika Serikat berharap rakyat Iran memperoleh kebebasan. Itu adalah hal yang baik, dan pada akhirnya kami berharap kebebasan berada di tangan mereka sendiri.”

Ketidakpuasan rakyat Iran telah berlangsung selama dua bulan terakhir. Faktor-faktor seperti masalah ekonomi, penolakan lama terhadap aturan politik dan sosial Republik Islam, serta kemarahan atas kematian para demonstran pada Januari lalu telah memperburuk situasi.

Organisasi nirlaba yang berbasis di Amerika Serikat, Human Rights Activists in Iran, mengkonfirmasi bahwa tindakan penindasan tersebut telah menyebabkan lebih dari 7.000 warga sipil tewas.

Gedung Putih juga menyatakan bahwa Presiden AS Donald Trump sedang aktif berdiskusi dengan tim keamanan nasional mengenai kemungkinan peran Amerika Serikat dalam urusan Iran setelah operasi militer berakhir. Namun untuk saat ini, prioritas utama tetap memastikan keberhasilan operasi militer.

Laporan oleh wartawan New Tang Dynasty Television, Wang Ziyi dari Amerika Serikat.

Segelas Air Putih dan Sepiring Cabai

EtIndonesia. Seorang gadis dari selatan menikah dengan seorang pria bertubuh besar dari utara.

Si gadis terbiasa dengan makanan bercita rasa ringan dan tidak pedas.
Sementara sang suami tidak bisa makan tanpa cabai.

Karena perbedaan selera itu, si gadis sering pulang ke rumah orang tuanya untuk makan.

Suatu hari, ayahnya memasak dan tanpa sengaja membuat masakan agak terlalu asin. Ibunya tidak berkata apa-apa. Ia hanya mengambil segelas air putih, menjepit sedikit lauk dengan sumpit, mencelupkannya ke dalam air untuk mengurangi rasa asin, lalu baru memakannya.

Gerakan kecil itu sederhana, hampir tak terlihat.
Namun dari situ, sang gadis belajar sesuatu.

Keesokan harinya, ia memasak makanan kesukaan suaminya.
Tentu saja, semua masakan diberi cabai seperti yang disukai sang suami.

Hanya saja, di depan piringnya sendiri kini ada segelas air putih.

Ia makan dengan tenang, mencelupkan lauk pedas itu ke dalam air sebelum menyantapnya.

Sang suami melihatnya makan dengan lahap seperti itu.
Matanya perlahan berkaca-kaca.

Beberapa waktu kemudian, sang suami pun ingin memasak.
Anehnya, dalam masakannya tak ada cabai sama sekali.

Namun di depannya, tersedia sepiring kecil cabai tumbuk dengan bawang putih.
Ia mencelupkan lauknya ke dalam cabai itu sebelum memakannya, dan setiap suapan terasa begitu memuaskan.

Demi cinta, dan juga demi diri masing-masing,
yang satu setia pada segelas air putih,
yang satu setia pada sepiring cabai.

Dan dari situlah mereka belajar menjaga sesuatu yang lebih besar—
cinta yang panjang umur, mengalir tenang seperti air.


Renungan

Dalam cinta, bukan soal siapa yang harus selalu mengalah.
Yang ada adalah saling memahami dan saling menjaga.

Banyak orang berharap diperhatikan, dimengerti, dilayani.
Namun lupa bahwa perhatian juga perlu dibalas, dan pengertian perlu diberikan kembali.

Jika hanya ingin menerima tanpa memberi, hubungan itu tak akan bertahan lama.

Cinta sejati bukan tentang mengubah pasangan menjadi seperti diri kita.
Cinta adalah menemukan cara agar dua perbedaan bisa tetap berdampingan tanpa saling melukai.

Cinta adalah anugerah dari-Nya.
Namun berapa lama hadiah itu bisa bertahan, tergantung pada seberapa tulus dua orang menjaganya.

Cerita ini sederhana, tapi dalam sekali maknanya. (jhon)

Kapan Manusia Paling Mengerti? Kapan Manusia Baru Benar-benar Sadar?

EtIndonesia. Kebanyakan orang hidup dalam siklus: kadang sadar, kadang lalai. Tidak ada yang seumur hidup selalu bijak, dan tidak ada pula yang selamanya bodoh—kecuali kasus gangguan mental tentu berbeda.

Orang yang dianggap cerdas hanyalah mereka yang lebih sering sadar daripada lalai. Bahkan orang yang dipuji sangat pintar pun bisa mengalami momen “seumur hidup cerdas, sesaat saja bodoh.” Apalagi manusia biasa.

Lalu, kapan seseorang benar-benar mengerti? Itu berbeda-beda, tergantung pribadi dan keadaan.

Orang yang serakah, ketika melihat uang, sering kehilangan akal sehat—berani mengambil risiko tanpa memikirkan akibatnya. Orang yang dikuasai hawa nafsu, ketika bertemu godaan, sulit mengendalikan diri. Ia tahu itu jebakan, tahu itu perangkap, tetapi tetap saja melangkah masuk.


Manusia Paling Mengerti Saat Terpuruk

Ketika hidup berjalan mulus, semua orang terasa akrab. Makan bersama, minum bersama, saling menyebut saudara.

Namun saat kesulitan datang—ketika nasib jatuh, ketika harta habis, ketika keadaan memburuk—barulah terlihat siapa yang benar-benar peduli, siapa yang sekadar penonton, bahkan siapa yang menambah beban.

Di saat itulah seseorang memahami:
Siapa sahabat sejati.
Siapa yang tulus menasihati.
Siapa yang hanya pandai bermuka manis.

Dan setelah memahami itu, ia mulai tahu bagaimana memilih teman, bagaimana melangkah, bagaimana menggunakan uangnya.


Manusia Paling Mengerti Setelah Sakit Parah

Setelah mengalami sakit berat, barulah seseorang menyadari bahwa kesehatan adalah segalanya.

Tubuh adalah angka “1”, sementara harta, jabatan, dan segala hal lain hanyalah “0”. Tanpa angka 1, sebanyak apa pun nol tidak ada artinya.

Banyak hal yang dulu terasa penting dan berat, tiba-tiba menjadi ringan dan tidak berarti setelah melewati sakit besar.

Kadang orang yang terlalu terikat pada nama dan keuntungan baru benar-benar sadar ketika berbaring di ruang perawatan intensif, dengan selang dan alat medis menempel di tubuhnya. Setelah keluar dari rumah sakit, ia seperti menjadi orang yang berbeda.


Manusia Paling Mengerti Saat Menjelang Ajal

Banyak tokoh sejarah baru menyadari makna hidup di detik-detik terakhirnya.

Saat kematian mendekat, barulah terasa bahwa kejayaan, kekuasaan, dan ambisi hanyalah bayangan.

Di ujung hidup, semua gelar dan harta menjadi kosong.


Manusia Paling Mengerti Setelah Turun Jabatan

Ketika seseorang kehilangan jabatan, ia langsung melihat kenyataan.

Dulu rumahnya ramai, kini sepi.
Dulu orang datang silih berganti, kini jarang ada yang berkunjung.
Dulu bawahan begitu hormat, kini bersikap biasa saja.

Barulah ia sadar, orang-orang dahulu menghormati bukan dirinya—melainkan jabatan dan kekuasaan yang melekat padanya.

Menjadi pejabat hanyalah sementara.
Menjadi manusia adalah seumur hidup.


Manusia Paling Mengerti Setelah Pensiun

Setelah pensiun, barulah terasa bahwa persaingan dulu—demi jabatan, pangkat, pengakuan—sebenarnya tidak terlalu berarti.

Semua itu hanyalah hal duniawi. Saat pensiun, semuanya sama. Pangkat tinggi atau rendah, akhirnya semua disebut “pensiunan.”

Jika memang akhirnya sama, mengapa dulu harus saling menjatuhkan?


Manusia Paling Mengerti Setelah Masuk Penjara

Di penjara, seseorang mengerti bahwa hukum bukan sekadar ancaman kosong.

Ia sadar bahwa tidak ada obat penyesalan. Makanan penjara memang gratis, tetapi rasanya pahit.

Dan ia akhirnya memahami satu hukum sederhana:
Kebaikan akan berbuah kebaikan, keburukan akan berbuah keburukan—bukan tidak dibalas, hanya belum waktunya.


Renungan

Saat hidup lancar, manusia mudah terbuai oleh nama, kekayaan, kekuasaan, dan pujian.

Kita merasa menjadi pusat dunia.

Namun hanya ketika gagal atau jatuh, kita benar-benar melihat kenyataan.

Pepatah mengatakan, “Perjalanan panjang menguji kekuatan kuda, waktu panjang menguji hati manusia.”

Tak ada yang selalu berada di atas. Justru saat kesulitan datang, kita baru tahu siapa yang tulus dan siapa yang hanya teman pesta.

Kesuksesan memberi pelajaran berharga.
Tetapi kegagalan sering kali memberi pelajaran yang lebih dalam.

Karena terkadang, manusia baru benar-benar mengerti ketika sesuatu telah hilang. (jhon)

Markas Badan Keamanan Iran Dibom, Pimpinan Tewas atau Bersembunyi 

Pada 4 Maret 2026, pasukan gabungan Amerika Serikat dan Israel terus melancarkan serangan udara ke Iran. Markas besar lembaga keamanan Iran yang terletak di Teheran dilaporkan hancur akibat serangan tersebut. Menteri Perang AS Pete Hegseth mengatakan bahwa serangan militer AS sangat menghancurkan, dan saat ini para pemimpin Iran “entah sudah tewas atau bersembunyi”.

EtIndonesia. Pada 4 Maret, Menteri Perang AS Pete Hegseth bersama Ketua Kepala Staf Gabungan Jenderal Dan Caine memberikan pengarahan di Pentagon mengenai perkembangan terbaru operasi militer yang disebut Operation Epic Fury.

Perang tersebut telah berlangsung sekitar 100 jam. Amerika Serikat dilaporkan telah menyerang sekitar 2.000 target di tiga bidang utama, yaitu:

  • lokasi peluncuran rudal,
  • angkatan laut Iran,
  • serta pabrik industri militer Iran.

Hegseth menyatakan bahwa Amerika Serikat sedang meraih “kemenangan yang menentukan, menghancurkan, dan tanpa belas kasihan” dalam operasi militer ini. Ia juga menambahkan bahwa para pemimpin Iran saat ini “sudah tewas atau sedang bersembunyi”.

Sementara itu, militer Israel pada 4 Maret menyatakan bahwa mereka telah melancarkan serangan udara “berskala besar” terhadap sebuah fasilitas militer besar di Teheran. Fasilitas tersebut menampung markas berbagai lembaga keamanan Iran, termasuk:

  • markas Islamic Revolutionary Guard Corps
  • unit Quds Force
  • badan intelijen Iran
  • organisasi milisi Basij
  • pasukan siber Iran
  • pasukan khusus keamanan dalam negeri Iran
  • serta unit keamanan nasional yang bertugas menekan aksi protes.

Israel Defense Forces (IDF) menyatakan bahwa pada saat serangan terjadi, para pejabat rezim Iran yang bertanggung jawab mengkoordinasikan aktivitas teror terhadap Israel dan negara-negara di kawasan, merencanakan operasi teror, serta menindas rakyat Iran, sedang berada di markas tersebut.

Pejabat Israel secara jelas mengatakan bahwa mereka berharap serangan udara ini dapat menghancurkan mesin “negara polisi” Iran sehingga masyarakat Iran dapat bangkit dan mengambil alih kekuasaan.

Foto-foto yang beredar menunjukkan pusat kota Teheran dipenuhi asap tebal setelah serangan udara. Beberapa kantor polisi dan bangunan di pusat kota mengalami kerusakan parah, sementara warga terlihat berjalan melewati bangunan yang hancur akibat pemboman. (Hui)

Reporter: Luo Tingting / Editor Wen Hui

4 Maret 2026: Asap mengepul dari pusat kota Teheran setelah serangan udara AS. (ATTA KENARE / AFP via Getty Images)
4 Maret 2026: Pemandangan setelah serangan terhadap kantor polisi di pusat kota Teheran. (AFP via Getty Images)
4 Maret 2026: Seorang wanita dan anak berjalan melewati bangunan yang rusak di Teheran, yang diserang beberapa hari sebelumnya dalam operasi militer AS-Israel. (Majid Saeedi/Getty Images)
4 Maret 2026: Bangunan-bangunan yang dibom di pusat kota Teheran. (Majid Saeedi/Getty Images)
4 Maret 2026: Pemandangan setelah serangan terhadap kantor polisi di pusat kota Teheran. (Majid Saeedi/Getty Images)
4 Maret 2026: Seorang pria di dalam bangunan yang rusak, yang diserang beberapa hari sebelumnya dalam operasi militer AS-Israel. (Majid Saeedi/Getty Images)
Seorang pria berjalan melewati bangunan yang hancur di Teheran pada 4 Maret 2026. (AFP via Getty Images)

Polisi berdiri di depan bangunan yang hancur di Teheran setelah serangan udara pada 4 Maret 2026. (AFP via Getty Images)

Krisis Energi Memburuk, Banyak Wilayah di Kuba Mengalami Pemadaman Listrik Besar

EtIndonesia. Perusahaan listrik milik negara Kuba, Union Electrica de Cuba (UNE), menyatakan bahwa sebagian besar wilayah Kuba, termasuk ibu kota Havana, mengalami pemadaman listrik pada Rabu (4 Maret). Salah satu penyebabnya adalah krisis energi yang dipicu oleh pembatasan pasokan minyak akibat kebijakan Amerika Serikat.

Wilayah yang terdampak pemadaman listrik membentang dari provinsi Camagüey Province di bagian tengah hingga Pinar del Río Province di ujung barat negara tersebut.

Kementerian Energi Kuba menyatakan bahwa pembangkit listrik tenaga panas Felton 1 Power Plant yang terletak di Holguín di wilayah timur masih beroperasi, dan proses pemulihan pasokan listrik sedang dilakukan.

Foto yang beredar menunjukkan seorang pemilik toko di Havana menggunakan generator listrik setelah pemadaman terjadi.

Dalam beberapa tahun terakhir, Kuba telah berkali-kali mengalami pemadaman listrik besar, bahkan sebelum Amerika Serikat menghentikan pengiriman minyak ke negara tersebut. Pemerintah Kuba menyalahkan krisis ekonomi yang terjadi pada sanksi ekonomi jangka panjang yang diberlakukan oleh Amerika Serikat.

Sejak revolusi tahun 1959 yang dipimpin oleh Fidel Castro, Kuba telah dikenai embargo perdagangan oleh Amerika Serikat.

Belakangan ini, akibat tekanan dari Amerika Serikat, pasokan minyak dari Venezuela dan Meksiko ke Kuba juga berkurang, sehingga memperparah kekurangan energi yang sudah ada sebelumnya.

Sumber : NTDTV.com

Seorang pemilik toko menggunakan generator setelah pemadaman listrik di Havana pada 4 Maret 2026. (Yamil LAGE / AFP via Getty Images)
Pada 4 Maret 2026, sebuah hotel di Havana tetap terang benderang di tengah pemadaman listrik. (Adalberto ROQUE / AFP via Getty Images)
Pada 4 Maret 2026, sebuah becak melintas di dekat lampu lalu lintas yang mati akibat pemadaman listrik di Havana. (YAMIL LAGE / AFP via Getty Images)
Pada 4 Maret 2026, sebuah foto di Havana menunjukkan lampu lalu lintas yang mati akibat pemadaman listrik. (YAMIL LAGE / AFP via Getty Images)

Tujuh Kapal Tanker Terjebak di Selat Hormuz, Korea Selatan Minta Segera Menuju Wilayah Aman

EtIndonesia. Ketegangan perang di Timur Tengah semakin meningkat. Setelah Iran mengumumkan penutupan Selat Hormuz dan mengancam akan menyerang kapal yang melintas, dilaporkan bahwa tujuh kapal tanker Korea Selatan yang mengangkut minyak mentah terjebak di kawasan tersebut. Pemerintah Korea Selatan segera mengaktifkan langkah darurat dan meminta kapal-kapal itu berpindah ke perairan yang lebih aman.

Menurut laporan Reuters, dari tujuh kapal tanker yang terdampak, tiga di antaranya mengangkut minyak mentah untuk perusahaan penyulingan Korea Selatan. Setiap kapal membawa sekitar 2 juta barel minyak mentah, dengan total sekitar 6 juta barel yang terutama digunakan untuk memenuhi kebutuhan energi domestik Korea Selatan.

Pemerintah Korea Selatan telah segera mengaktifkan langkah penanganan darurat dan meminta kapal-kapal terkait untuk berpindah ke wilayah laut yang lebih aman.

Menurut laporan Korea JoongAng Daily yang mengutip Kementerian Kelautan dan Perikanan Korea Selatan, saat ini terdapat sekitar 40 kapal dagang Korea Selatan yang beroperasi di Selat Hormuz dan perairan sekitarnya, dengan 26 kapal berada di dalam wilayah selat tersebut.

Pemerintah Korea Selatan telah meminta kapal-kapal yang berlayar di dekat selat itu untuk segera menuju wilayah aman, sekaligus melarang kapal Korea Selatan lainnya memasuki jalur pelayaran tersebut.

Berdasarkan data dari platform pelacakan kapal MarineTraffic yang dianalisis oleh Reuters, diperkirakan saat ini setidaknya 200 kapal tertahan di perairan dekat negara-negara utama penghasil minyak di Teluk Persia. Kapal-kapal tersebut sebagian besar berlabuh di perairan terbuka di dekat pantai Irak, Arab Saudi, dan Qatar.

Pada saat yang sama, ratusan kapal lainnya juga tertahan di luar Selat Hormuz dan tidak dapat memasuki pelabuhan. 

Sumber : NTDTV.com 

Kebijaksanaan Merebus Sepanci Air

EtIndonesia. Seorang pemuda dengan hati penuh kegelisahan mendatangi seorang bijak. Setelah lulus kuliah, ia pernah menetapkan banyak target dengan semangat membara. Namun beberapa tahun berlalu, ia merasa tetap tidak mencapai apa-apa.

Ketika ia tiba, sang bijak sedang membaca di sebuah gubuk kecil di tepi sungai. Ia mendengarkan keluhan pemuda itu dengan tenang, lalu tersenyum dan berkata,

“Baiklah, sebelum kita berbicara lebih jauh, tolong bantu aku merebus sepanci air.”

Pemuda itu melihat sebuah panci besar di sudut ruangan dan sebuah tungku kecil di sampingnya. Namun ia tidak menemukan kayu bakar, jadi ia keluar mencarinya.

Ia mengumpulkan beberapa ranting kering, mengisi panci dengan air hingga penuh, lalu menyalakan api. Namun karena pancinya terlalu besar dan kayu yang dikumpulkan terlalu sedikit, kayu habis terbakar sementara air belum mendidih.

Ia pun berlari keluar lagi mencari kayu tambahan. Ketika kembali, air dalam panci sudah hampir kembali dingin.

Kali ini ia lebih cermat. Ia tidak langsung menyalakan api, melainkan pergi mengumpulkan lebih banyak kayu terlebih dahulu. Setelah kayu cukup, ia baru menyalakan api. Tak lama kemudian, air pun mendidih.

Sang bijak lalu bertanya,
“Jika kayu bakarnya tidak cukup, bagaimana caramu membuat air itu mendidih?”

Pemuda itu berpikir sejenak, lalu menggeleng.

Sang bijak berkata,
“Kalau begitu, kurangi saja air di dalam pancinya.”

Pemuda itu terdiam, mulai memahami.

Sang bijak melanjutkan,
“Di awal, kamu penuh ambisi dan menetapkan terlalu banyak target—seperti panci besar yang diisi terlalu banyak air. Sementara kemampuan dan sumber dayamu, seperti kayu bakar, belum cukup. Jika ingin air mendidih, kamu harus mengurangi airnya atau menambah kayunya.”

Pemuda itu akhirnya mengerti.

Sepulangnya, ia menghapus banyak target dalam rencananya, menyisakan beberapa yang paling dekat dan paling realistis. Sementara itu, ia menggunakan waktu luangnya untuk terus menambah keterampilan dan pengetahuan—mengumpulkan “kayu bakar” bagi masa depannya.

Beberapa tahun kemudian, hampir semua target yang tersisa berhasil ia capai.

Karena hanya dengan menyederhanakan tujuan dan memulai dari yang paling dekat, seseorang dapat melangkah perlahan menuju keberhasilan. Jika terlalu banyak hal digenggam sekaligus, yang terjadi hanyalah berhenti di tengah jalan.

Dan hanya dengan terus mengumpulkan “kayu bakar”—menambah kemampuan dan bekal diri—kehidupan kita bisa terus menghangat, hingga akhirnya benar-benar mendidih.


Pesan Cerita

Kayu bakar diibaratkan sebagai kemampuan diri, sedangkan air mendidih adalah tujuan yang ingin dicapai—perumpamaan yang sangat tepat.

Untuk menyadarkan seseorang, terkadang penjelasan panjang tidak cukup. Lebih efektif jika ia mengalami sendiri prosesnya. Dari pengalaman itulah ia menyadari kekurangannya dan benar-benar menerima nasihat.

Karena pemahaman yang lahir dari kesadaran sendiri akan jauh lebih kuat dibandingkan sekadar nasihat yang didengar. (jhon)

Para Ahli Menganalisis Tentang Sistem Pertahanan Udara Iran yang Dibantu Partai Komunis Tiongkok Saat Serangan AS-Israel 

EtIndonesia. Baru-baru ini, senat Amerika Serikat menolak sebuah resolusi yang bertujuan membatasi kewenangan perang Presiden Donald Trump dengan hasil pemungutan suara 53 berbanding 47. Resolusi tersebut mengusulkan penghentian serangan udara terhadap Iran dan menuntut agar setiap tindakan militer terhadap Iran harus mendapat persetujuan dari Kongres. Namun pada akhirnya resolusi itu ditolak.

Sementara itu, sejak 28 Februari, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan militer besar-besaran terhadap Iran. Operasi tersebut menewaskan pemimpin tertinggi Iran Ali Khamenei serta hampir 50 pejabat tinggi Iran lainnya.

Pengamat kemudian menemukan bahwa radar dan sistem pertahanan udara buatan Tiongkok yang digunakan Iran dalam perang tersebut ternyata tidak mampu berfungsi efektif, sehingga memicu perdebatan luas.

Sistem pertahanan tidak mampu mendeteksi dan mencegat

Dalam perang tersebut, pasukan pertahanan udara Iran menggunakan jaringan pertahanan yang terdiri dari sistem buatan Rusia, sistem produksi dalam negeri, serta sistem buatan Tiongkok.

Namun kenyataannya menunjukkan bahwa radar dan peralatan pertahanan udara buatan Tiongkok tidak mampu mendeteksi maupun mencegat serangan ketika menghadapi teknologi perang elektronik dan pesawat siluman milik militer AS.

Direktur Institute for National Defense and Security Research di Taiwan, Su Tzu-yun, menjelaskan tiga alasan utama:

  1. Sistem pertahanan udara Iran berasal dari Rusia, Tiongkok, dan buatan Iran sendiri, sehingga tingkat kompatibilitasnya rendah.
  2. Radar utama telah dihancurkan oleh serangan AS dan Israel, sehingga rudal pertahanan udara kehilangan panduan.
  3. AS dan Israel menggunakan “soft kill” melalui perang elektronik untuk mengacaukan sistem, lalu melakukan “hard kill” dengan serangan udara-ke-darat untuk menghancurkannya.

Radar yang diklaim mampu mendeteksi pesawat siluman gagal total

Dalam pertempuran tersebut, Iran mengerahkan radar peringatan dini jarak jauh YLC-8B buatan Tiongkok yang diklaim memiliki kemampuan kuat untuk mendeteksi pesawat siluman, serta sistem pertahanan udara seri Hongqi (HQ).

Sebelumnya pihak Tiongkok mengklaim bahwa sistem tersebut mampu mendeteksi pesawat tempur siluman canggih seperti F-35 Lightning II dan F-22 Raptor.

Namun dalam pertempuran nyata, pesawat tempur AS justru dapat beroperasi seolah-olah tanpa perlawanan, sementara radar dan sistem pertahanan udara Tiongkok tetap “diam” tanpa reaksi.

Peneliti dari Institute for National Defense and Security Research, Chung Chih-tung, mengatakan bahwa sistem pertahanan udara tersebut dalam praktiknya tidak memberikan efek apa pun.

Kurang pengalaman tempur dan masalah kualitas

Su Tzu-yun menambahkan bahwa sistem senjata Tiongkok sebenarnya memiliki performa dasar yang cukup baik, tetapi keandalannya masih bermasalah. Ketika berhadapan dengan teknologi perang elektronik yang lebih maju dari Barat, kelemahan tersebut langsung terlihat.

Ia juga mencontohkan bahwa kasus serupa pernah terjadi sebelumnya:

  • ketika Tiongkok memasok radar seri YLC dan JY ke Suriah,
  • yang diklaim mampu mendeteksi F-35,
  • namun tetap berhasil dihancurkan oleh militer Israel.

Para analis menyebutkan bahwa kelemahan utama senjata Tiongkok adalah kurangnya pengalaman tempur nyata serta kontrol kualitas yang tidak stabil.

Namun para pakar juga mengingatkan agar tidak meremehkan kemampuan militer Tiongkok secara berlebihan.

Chung Chih-tung mengatakan bahwa Tiongkok kemungkinan akan memanfaatkan kejadian ini untuk mengevaluasi sistem senjatanya dan memahami mengapa hasil di medan perang jauh berbeda dari yang diharapkan.

Kesenjangan teknologi dengan AS lebih dari 10 tahun

Para ahli menilai bahwa meskipun Tiongkok memiliki keunggulan jumlah senjata, kemampuan perang elektroniknya masih tertinggal setidaknya 10 tahun dari Amerika Serikat.

Jika kesenjangan teknologi tersebut terjadi di kawasan Indo-Pasifik, dampaknya bisa lebih besar karena konflik di kawasan itu kemungkinan besar akan didominasi oleh perang laut dan udara, bukan operasi darat seperti di Iran.

Laporan oleh wartawan NTD: Yi Jing dan Luo Ya.

ARTOTEL Cabin Bromo Luncurkan Paket Liburan Terintegrasi Sambut Lebaran 2026

Bromo, 3 Maret 2026 – Menghadapi masa libur Hari Raya Idulfitri 2026, ARTOTEL Cabin Bromo meluncurkan paket menginap khusus bertajuk “Bromo Adventure Stay”. Paket ini menggabungkan akomodasi dengan tur wisata terstruktur menuju destinasi utama kawasan Bromo, menyasar segmen keluarga dan pasangan yang mencari efisiensi perjalanan selama musim liburan.

Dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Jumat (6/3), manajemen hotel menyebutkan bahwa paket ini ditawarkan dengan harga mulai Rp2.888.000 per malam. Tarif tersebut sudah mencakup private jeep tour menuju jalur sunrise serta eksplorasi area Kawah Bromo, dua ikon utama yang menjadi magnet wisatawan domestik dan mancanegara.

General Manager ARTOTEL Cabin Bromo, Sugiono Triwibowo, menyatakan bahwa inisiatif ini merupakan respons terhadap tingginya permintaan akomodasi selama periode libur Lebaran. “Momentum Lebaran adalah waktu yang sangat tepat untuk berkumpul bersama keluarga sekaligus menikmati pengalaman baru. Melalui paket Bromo Adventure Stay, kami ingin memberikan kemudahan bagi tamu untuk menikmati keindahan Bromo secara eksklusif dan nyaman, tanpa perlu repot mengatur perjalanan secara terpisah,” ujarnya.

Kawasan Gunung Bromo selama ini tercatat sebagai destinasi unggulan Jawa Timur, dengan daya tarik utama berupa pemandangan matahari terbit, hamparan lautan pasir, serta kawah aktif yang dapat diakses oleh wisatawan. Tingkat okupansi hotel di kawasan ini umumnya meningkat signifikan pada musim liburan nasional.

ARTOTEL Cabin Bromo mengoperasikan 30 unit kabin bergaya minimalis modern yang terletak di ketinggian 2.200 meter di atas permukaan laut. Properti ini melengkapi layanannya dengan fasilitas Caldera Restaurant, ruang terbuka hijau, serta aktivitas tematik yang melibatkan komunitas lokal. Hotel ini berada di bawah naungan Artotel Group, jaringan hotel nasional yang mengelola lebih dari 100 properti dengan berbagai segmen pasar.

Mengapa “Super Lansia” Ini Tidak Mengalami Demensia? Penelitian Mengungkap Penyebabnya

EtIndonesia. Otak manusia akan mengalami penuaan seiring bertambahnya usia. Namun, ada sebagian orang berusia 80 hingga 90 tahun yang memiliki daya ingat sama baiknya dengan orang berusia 50–60 tahun. Penelitian baru dari ilmuwan Israel dan Amerika Serikat menemukan bahwa otak para “super lansia” ini memiliki kemampuan regenerasi dan menghasilkan lebih banyak neuron baru dibandingkan orang seusianya.

Orang yang berusia di atas 80 tahun tetapi tetap memiliki pikiran jernih dan kemampuan kognitif setara dengan orang berusia sekitar 50–60 tahun—mampu mengingat peristiwa sehari-hari dan pengalaman pribadi di masa lalu—disebut sebagai “super lansia”.

Fenomena ini menunjukkan bahwa meskipun seseorang telah menua, otaknya masih dapat mempertahankan aktivitas biologis, kemampuan beradaptasi, dan fleksibilitas. Namun selama ini para peneliti belum mengetahui penyebab di balik fenomena tersebut.

Penelitian yang baru-baru ini diterbitkan dalam jurnal Nature menyatakan bahwa setelah menganalisis secara mendalam sampel otak yang disebut milik “super lansia”, tim peneliti menemukan bahwa neuron muda memainkan peran kunci.

Jumlah neuron muda yang dihasilkan oleh “super lansia” adalah dua kali lipat dibandingkan orang dewasa sehat, dan sekitar 2,5 kali lebih banyak dibandingkan pasien Alzheimer’s disease.

Neuron muda merupakan sel otak dengan kemampuan adaptasi dan plastisitas paling kuat. Sel-sel ini memiliki kemampuan tinggi untuk tumbuh, berintegrasi, serta “mengorganisasi diri” ke dalam jaringan otak. Dalam otak para super lansia, masih terdapat banyak neuron yang sangat aktif dan belum sepenuhnya matang—sel-sel ini energik dan siap untuk mengirimkan sinyal kapan saja.

Penelitian tersebut juga menemukan bahwa di bagian hipokampus—bagian otak yang bertanggung jawab atas memori—para super lansia memiliki lingkungan sel yang unik yang mendukung neurogenesis (pembentukan neuron baru). Lingkungan ini membantu kelahiran dan kelangsungan hidup neuron baru, meningkatkan plastisitas otak, serta memungkinkan otak memperbaiki diri selama proses penuaan sehingga kemampuan kognitif tetap terjaga.

Para ahli mengatakan bahwa sebelumnya banyak orang percaya bahwa sel otak tidak dapat diperbarui. Penelitian baru ini memberikan lebih banyak bukti bahwa neurogenesis berperan penting dalam ketahanan kemampuan kognitif, sekaligus membuka peluang baru untuk diagnosis dini gangguan kognitif seperti penyakit Alzheimer.

Menariknya, para “super lansia” ini memiliki beberapa kesamaan karakteristik: mereka umumnya memiliki sikap hidup positif dan optimistis, gemar membaca atau belajar, dan banyak di antaranya bahkan masih bekerja hingga usia lebih dari 80 tahun. Mereka juga sangat aktif bersosialisasi dan sering melakukan kegiatan sukarela di komunitas. (Hui)

KPPU Canangkan Hari Persaingan Usaha 2026: Persaingan Sehat Kunci Produktivitas dan Inovasi

Jakarta, 5 Maret 2026 – Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) memperingati Hari Persaingan Usaha untuk keempat kalinya pada hari ini, Kamis (5/3). Mengusung tema “Persaingan Sehat di Keseharian Kita”, KPPU menegaskan bahwa persaingan usaha yang adil bukan sekadar kepatuhan terhadap regulasi, melainkan fondasi bagi produktivitas, inovasi, dan kesejahteraan masyarakat.

Ketua KPPU, M. Fanshurullah Asa, dalam pernyataan resminya menyampaikan bahwa di tengah dinamika global dan transformasi digital, penguatan budaya persaingan sehat menjadi prioritas nasional. “Pasar yang efisien harus memberi manfaat nyata bagi konsumen, pelaku UMKM, dan investor. Persaingan sehat adalah budaya ekonomi yang memberi pilihan, menurunkan harga, dan mendorong inovasi demi kesejahteraan publik,” ujarnya.

Peringatan ini juga menjadi momentum untuk menyoroti sejumlah indikator makroekonomi dan indeks internasional. Indonesia tercatat berada di peringkat ke-55 dalam Global Innovation Index 2025, sementara dalam IMD World Competitiveness, posisi Indonesia melonjak ke peringkat 27 pada 2024 namun kembali turun pada 2025. Fluktuasi ini, menurut KPPU, menandakan perlunya reformasi kebijakan dan efisiensi pemerintahan untuk meningkatkan daya saing.

Di sisi ketenagakerjaan, tingkat pengangguran terbuka turun menjadi sekitar 4,9 persen pada 2024, dengan produktivitas tenaga kerja mencapai Rp89,33 juta per tenaga kerja. Data tersebut menunjukkan perbaikan pasar tenaga kerja yang akan semakin optimal jika persaingan pasar berjalan sehat.

KPPU juga merilis Indeks Persaingan Usaha (IPU) tahun 2025 yang mencapai skor 5,01 dari skala 1–7. Skor ini mencerminkan struktur pasar di Indonesia yang secara umum menunjukkan dinamika persaingan relatif sehat, meskipun kewaspadaan terhadap penyalahgunaan posisi dominan dan praktik monopoli, termasuk di sektor digital, tetap diperlukan.

Dalam praktik keseharian, persaingan sehat terwujud ketika UMKM mendapatkan akses platform digital yang adil, konsumen memperoleh produk berkualitas dengan harga bersaing, dan inovator mendapat insentif untuk berinvestasi tanpa gangguan praktik curang.

Untuk memperkuat ekosistem persaingan usaha, KPPU menyusun sejumlah langkah strategis, antara lain perluasan program edukasi publik tentang hak dan etika persaingan, kolaborasi dengan kementerian/lembaga daerah untuk mempermudah akses pasar UMKM, percepatan penyelesaian perkara, serta penyusunan kode etik sektoral dan mekanisme dialog berkala antara regulator, asosiasi, dan platform digital.

“KPPU terus memproses dan memutus perkara persaingan serta menjatuhkan sanksi dan mengawasi pelaksanaan kemitraan yang melindungi UMKM dari praktik tidak sehat sebagai bukti nyata peran pengawas dalam menjaga pasar,” tegas Fanshurullah.

Melalui peringatan Hari Persaingan Usaha 2026, KPPU mengajak seluruh pemangku kepentingan—pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat—untuk menggelorakan budaya persaingan sehat dalam setiap aspek ekonomi dan kehidupan sehari-hari. “Mari kita jadikan persaingan sehat sebagai budaya yang mendorong inovasi, produktivitas, pilihan konsumen yang lebih baik, serta akses yang adil ke pasar bagi pelaku usaha besar maupun UMKM,” pungkasnya.