Keterlaluan! Menunggak Pembayaran Proyek 5 Tahun Tidak Melanggar Hukum, Menagih Hutang 1 Hari Langsung Dianggap “Mencari Gara-gara”
EtIndonesia. Menjelang akhir tahun saat tibanya tahun baru Imlek, selalu menjadi puncak musim penagihan utang dan upah di industri konstruksi Tiongkok. Seorang pengacara perempuan dari Guangdong, Ye Ying, mengunggah sebuah video pada malam Tahun Baru Imlek tahun ini, mengenang rasa tak berdaya yang ia alami saat masih menjadi kontraktor pada 2023, ketika ia menagih tunggakan proyek sebesar 7 juta yuan dari sebuah BUMN pada malam Tahun Baru.
Dalam videonya, Pengacara Ye menceritakan bahwa pihak lawan bersikap sangat arogan dan secara terang-terangan mengatakan : “Menunggak pembayaran proyek itu tidak melanggar hukum, tapi kamu membentangkan spanduk di depan pintu kami itu namanya mencari gara-gara dan membuat onar!”
“Saat itu saya benar-benar merasa ini keterlaluan. Menunggak pembayaran proyek selama lima tahun tidak melanggar hukum, tapi saya menagih hutang satu hari saja sudah dianggap melanggar hukum,” katanya dalam video tersebut.
“Ini masyarakat seperti apa, sampai memaksa orang seperti saya—yang berpendidikan tinggi—menjadi seperti perempuan kasar di jalanan.”
Menurut penuturan Pengacara Ye, BUMN tersebut telah menunggak sisa pembayaran proyek hampir 7 juta yuan selama lima tahun. Ia pernah mengadu melalui jalur pengaduan resmi, namun diberitahu bahwa pengaduan hanya menangani upah buruh migran, bukan sengketa ekonomi terkait pembayaran proyek. Ia juga mencoba berkomunikasi langsung dengan BUMN tersebut, tetapi telepon tidak diangkat dan berbagai departemen saling melempar tanggung jawab.
Dalam kondisi benar-benar buntu, pada malam Tahun Baru Imlek 2023, ia nekat turun hujan membawa spanduk dan pengeras suara untuk menagih pembayaran kepada pemilik proyek. Karena sendirian, ia membentangkan spanduk di tanah dan duduk di anak tangga pintu masuk gedung pemilik proyek. Tak lama kemudian, pihak pemilik langsung melaporkannya ke polisi.
Polisi dari kantor setempat datang dan berkata: “Kalau ada masalah, silakan ajukan gugatan ke pengadilan. Jangan mengganggu ketertiban umum di sini.”
Pengacara Ye mengatakan bahwa saat itu ia benar-benar putus asa. Selain cara seperti ini untuk memperjuangkan haknya, seolah tidak ada jalan lain yang tersisa.
Fenomena ini memicu perdebatan luas di kalangan warganet. Seorang netizen membagikan pengalamannya sendiri:
“Lebih dari sepuluh tahun lalu kakak perempuan saya ditipu skema investasi dan kehilangan 200 ribu yuan. Bosnya terlibat kasus senilai 600 juta yuan. Setelah kami menemukan alamatnya dan mendatangi rumahnya, orang itu bebas berkeliaran dengan jaminan, rumahnya penuh mobil Rolls-Royce dan Bentley, vila dibangun seperti istana. Begitu kami datang, mereka langsung lapor polisi, dan justru kami yang ditangkap.”
Sebelumnya, Kongres Rakyat Nasional Tiongkok menciptakan istilah baru bernama “penagihan upah secara jahat”. Mereka yang dianggap melakukan “penagihan upah secara jahat” akan dimasukkan ke dalam daftar hitam sistem kredit sosial. Hal ini secara tidak langsung memberi perlindungan hukum bagi praktik penunggakan upah.
Ironisnya, pencetus konsep “penagihan upah secara jahat” tersebut, Ketua Hebei Construction Group sekaligus anggota Kongres Rakyat Nasional, Li Baozhong, justru dilaporkan sering menunggak upah buruh selama bertahun-tahun, serta terlibat banyak sengketa hukum.
Seorang netizen menanggapi video Pengacara Ye dengan berkata: “Istilah ‘penagihan upah secara jahat’ itu jelas dibuat khusus untuk BUMN. Kalau tidak begitu, mana mungkin bisa lolos.”
Netizen lain menulis: “Kejahatan Partai Komunis Tiongkok ada di sini. Mereka boleh dengan jahat menunggak upah, tapi saat kamu menagih hakmu, kamu malah dicap ‘jahat’. Benar-benar kejam.”
Penyunting Penanggung Jawab: Xu Rui
Gara-gara Memberi Makan Kucing Liar Picu Perselisihan dengan Tetangga, Seorang Istri Ceritakan Suaminya Tewas Ditusuk
Gelombang kekerasan sosial di daratan Tiongkok terus meningkat. Baru-baru ini, seorang pria di Mongolia Dalam tewas setelah ditusuk tetangganya, menyusul perselisihan akibat memberi makan kucing liar di kompleks tempat tinggalnya. Peristiwa ini memicu perhatian luas publik.
EtIndonesia. Pada 16 Februari 2026, seorang perempuan mengunggah video di internet dan mengatakan bahwa suaminya, Bai Yu (37), pada 11 Desember tahun lalu mendengar kucing liar merintih di depan pintu unit apartemen mereka. Ia kemudian memberi kucing tersebut tulang berdaging. Tindakan itu diketahui oleh seorang pria lain di kompleks yang sama.
Pria tersebut memotret tulang-tulang itu dan mengunggahnya ke grup pengelola properti dengan keterangan bernada menghina seperti “peninggalan siapa ini” dan “persembahan rumah siapa”, yang kemudian memicu adu argumen di grup tersebut.
Setelah itu, pria tersebut membawa pisau lipat (switchblade) dan turun ke bawah gedung untuk melakukan provokasi. Bai Yu turun tanpa membawa alat pertahanan apa pun untuk menghadapi situasi tersebut, lalu ditusuk di bagian dada. Ia meninggal dunia dalam perjalanan menuju rumah sakit.
Perempuan tersebut mengatakan bahwa suaminya adalah anak tunggal dalam keluarga—di atasnya ada ibu yang sudah lanjut usia, dan di bawahnya ada dua anak yang masih kecil. Kepergian tulang punggung keluarga itu menimbulkan dampak yang sangat menghancurkan bagi keluarganya.
Ia mengecam pelaku, menyebut bahwa pelaku telah dua kali bercerai dan kehidupannya tidak berjalan baik, lalu melampiaskan dendam kepada masyarakat hingga tega membunuh tetangga karena persoalan sepele. Ia berharap aparat penegak hukum menjatuhkan hukuman berat, termasuk hukuman mati, kepada pelaku.
Perempuan tersebut juga mengatakan bahwa keluarga pelaku berupaya membela pelaku dengan menyebarkan rumor bahwa Bai Yu lebih dulu melakukan pemukulan.
Di kolom komentar video tersebut, sejumlah warganet menuliskan versi yang berbeda-beda, antara lain:
- “Mereka melempar sisa tulang ke bawah gedung. Warga lantai satu memotret dan memaki di grup, lalu suaminya mendatangi rumah orang lain, terjadi cekcok, dan akhirnya ditusuk sampai mati.”
- “Yang paling penting, suaminya yang lebih dulu memukul dan menampar orang itu. Orang tersebut pulang mengambil pisau lalu kembali menusuknya.”
- “Pria itu melempar tulang sisa makanan ke bawah, dimarahi tetangga, lalu beralasan untuk memberi makan kucing. Setelah adu mulut dan saling mendatangi, ia akhirnya terbunuh.”
Kedua pihak menyampaikan versi masing-masing. Disebutkan bahwa kasus ini telah memasuki proses hukum, namun hingga kini belum ada pengumuman resmi dari pihak berwenang mengenai detail perkara tersebut.
Banyak warganet menilai:
“Ini tidak ada hubungannya dengan kucing atau perempuan itu—ini jelas pembunuhan berencana.”
“Apakah ini cara berpikir orang dewasa? Perselisihan yang tak masuk akal, kekerasan yang lebih tak masuk akal. Dua keluarga hancur.”
“Sedikit-sedikit cabut pisau, terlalu kejam.”
“Apa pun alasannya, membunuh harus dibalas dengan hukuman setimpal.”
“Ini bukan soal memberi makan kucing, ini pembunuhan acak.”
“Prinsip orang beruntung adalah mengalah—kalau bertemu orang yang kasar dan tidak rasional, lebih baik menjauh. Kekerasan sosial sekarang sangat berat.”
Laporan gabungan oleh reporter Li Li / Penyunting Penanggung Jawab: Xu Gengwen
[Berita Singkat] Dalam Tiga Hari Terjadi Empat Gugatan Anti-PKT di Texas, Temu Dituduh sebagai Perangkat Lunak Mata-mata
EtIndonesia. Jaksa Agung Texas, Ken Paxton, pada Kamis (19/2/2026) mengajukan gugatan terhadap Pinduoduo serta platform e-commerce lintas negara miliknya, Temu, termasuk entitas operasionalnya di Amerika Serikat, WhaleCo Inc..
Gugatan tersebut menuduh mereka menjalankan bisnis di AS atas nama platform belanja daring global “Temu”, melakukan penipuan terhadap konsumen secara ilegal, sekaligus secara diam-diam mengumpulkan data pribadi warga Texas dan mengeksposnya kepada Partai Komunis Tiongkok (PKT).
Jaksa Agung Texas menegaskan bahwa Temu adalah perangkat lunak mata-mata PKT yang menyamar sebagai aplikasi belanja.

Dalam pernyataannya, Paxton menyebutkan bahwa ketika konsumen menggunakan situs web atau aplikasi Temu, mereka menghadapi ancaman keamanan siber. Temu disebut menggunakan fungsi perangkat lunak berbahaya yang sama sekali tidak lazim bagi aplikasi ritel e-commerce biasa. Fitur-fitur tersebut mengungkapkan hakikat Temu sebagai Trojan horse, yang mampu melewati protokol keamanan dan menciptakan “pintu belakang” pada data pengguna.
Paxton juga mengecam bahwa Temu mengklaim kepada konsumen “menyediakan produk berkualitas dengan harga murah”, namun pada saat yang sama justru mengubah konsumen menjadi produk, dengan mengumpulkan data dalam jumlah besar dan menyimpannya di server yang berada di Tiongkok.
Selain Temu, negara bagian Texas juga menggugat perusahaan perangkat jaringan asal Tiongkok TP-Link, perusahaan Anzu Robotics yang memiliki keterkaitan dengan drone DJI, serta perusahaan kamera pengawas Lorex yang memiliki hubungan dengan perusahaan-perusahaan terkait PKT.
Laporan gabungan oleh reporter New Tang Dynasty Television, An Qi dan Yu Wei.
Benarkah Ada Alien dan UFO? Trump Perintahkan Pembukaan Dokumen Pemerintah yang Relevan
EtIndonesia. “Apakah kehidupan luar angkasa benar-benar ada?”—topik ini sejak lama menarik perhatian banyak orang. Pada Kamis malam (19 Februari), Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan bahwa ia akan menginstruksikan Menteri Pertahanan Pete Hegseth serta lembaga terkait lainnya untuk mengidentifikasi dan membuka dokumen pemerintah yang berkaitan dengan alien, kehidupan di luar Bumi, fenomena udara tak dikenal (UAP), dan benda terbang tak dikenal (UFO).
Presiden Trump menulis di platform Truth Social pada Kamis malam:
“Mengingat besarnya minat publik, saya akan menginstruksikan Menteri Pertahanan serta departemen dan lembaga terkait lainnya untuk mulai mengidentifikasi dan mempublikasikan arsip pemerintah yang berkaitan dengan kehidupan luar angkasa, fenomena udara tak dikenal, dan benda terbang tak dikenal, serta informasi lain apa pun yang terkait dengan isu-isu yang sangat kompleks namun juga sangat menarik dan penting ini.”
Pada Kamis, saat berada di pesawat kepresidenan Air Force One, Presiden Trump menjawab pertanyaan wartawan mengenai pandangannya tentang kemungkinan alien mengunjungi Bumi.
Wartawan bertanya:
“Obama mengatakan alien itu nyata. Apakah Anda pernah melihat bukti adanya pengunjung non-manusia ke Bumi?”
Presiden AS Donald Trump menjawab:
“Dia telah membocorkan informasi rahasia. Dia seharusnya tidak melakukan itu.”
Wartawan kembali bertanya:
“Jadi, apakah alien itu nyata?”
Presiden Trump menjawab:
“Saya tidak tahu apakah itu benar-benar ada. Yang bisa saya katakan, dia telah membocorkan rahasia. Dia seharusnya tidak melakukan itu. Itu kesalahan besar—dia mengungkapkan informasi rahasia. Tidak, saya tidak punya pandangan soal ini. Saya tidak pernah membicarakannya. Banyak orang membicarakannya, banyak yang percaya. Kamu percaya, Pete?”
Sebelumnya, antara tahun 2020 hingga 2023, Gedung Putih mengakui bahwa para pilot, serta Angkatan Laut dan Angkatan Udara AS, pernah melaporkan penampakan fenomena udara tak dikenal.
Laporan gabungan oleh reporter New Tang Dynasty Television, Tang Li dan Yuwei.
Trump Tetapkan Batas Waktu, Banyak Negara Mendesak Warganya Segera Tinggalkan Iran
EtIndonesia. Setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali mengisyaratkan kemungkinan tindakan militer terhadap Iran, pada Jumat (20 Februari) Jerman, Swedia, Slovakia, dan sejumlah negara lain mendesak warga negaranya yang berada di Iran agar segera dievakuasi. Sehari sebelumnya, Perdana Menteri Polandia juga mengeluarkan seruan serupa.
Dalam beberapa waktu terakhir, ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran terus meningkat. Di tengah perundingan yang sedang berlangsung, pada 19 Februari, Trump menetapkan batas waktu terakhir, menyatakan bahwa Iran hanya memiliki waktu sekitar 10 hingga 15 hari untuk mencapai kesepakatan dengan Amerika Serikat.
Jerman: Iran Ancam Akan Membalas
Kementerian Luar Negeri Jerman pada 20 Februari mengeluarkan pernyataan di situs resminya yang menyebutkan : “Karena perwakilan pemerintah Iran berulang kali mengancam akan melakukan tindakan balasan jika sanksi kembali diberlakukan, kami tidak dapat mengesampingkan kemungkinan bahwa kepentingan Jerman dan warga negara Jerman di Iran akan terdampak.”
Pernyataan tersebut juga memperingatkan bahwa saat ini Kedutaan Besar Jerman di Teheran hanya dapat memberikan bantuan konsuler yang terbatas.
Tidak Bisa Evakuasi Massal, Swedia Imbau Segera Pergi
Menteri Luar Negeri Swedia, Maria Malmer Stenergard, menulis di platform media sosial X bahwa warga Swedia “harus segera meninggalkan Iran selagi masih ada kesempatan, dan tidak terus menunggu.”
Ia menekankan bahwa saat ini masih dimungkinkan untuk meninggalkan Iran melalui penerbangan atau jalur darat.
“Warga Swedia harus pergi sekarang, jangan menunggu. Siapa pun yang memilih untuk tetap tinggal harus menanggung risiko besar sendiri. Kementerian Luar Negeri Swedia tidak akan mampu mengorganisasi evakuasi dari Iran,” tegasnya.
Risiko Konflik Besar, Polandia Minta Warga Segera Angkat Kaki
Perdana Menteri Polandia, Donald Tusk, pada 19 Februari mengatakan dalam konferensi pers: “Setiap warga negara Polandia yang masih berada di Iran harus segera meninggalkan negara itu. Dalam kondisi apa pun, tidak seorang pun seharusnya merencanakan perjalanan ke sana.”
Ia menambahkan bahwa kemungkinan terjadinya konflik besar sangat tinggi, dan dalam hitungan jam atau puluhan jam ke depan, evakuasi mungkin tidak lagi memungkinkan. Ini merupakan kali kedua dalam beberapa bulan terakhir pemerintah Polandia menyerukan warganya untuk meninggalkan Iran.
Pejabat Amerika Serikat pada 14 Februari juga menyatakan bahwa, seiring meningkatnya ketegangan di Timur Tengah, AS telah mengambil langkah pencegahan dengan menarik sebagian personel dari pangkalan-pangkalan penting.
Media Inggris The I Paper melaporkan bahwa, menyikapi kemungkinan serangan oleh Amerika Serikat, Inggris juga sedang menarik sebagian personel dari sebuah pangkalan angkatan udara di Qatar.
Sementara itu, sebagai respons atas meningkatnya ketegangan dengan Iran, pemerintah Italia sejak 14 Januari telah dengan keras menyerukan warga negaranya di Iran untuk segera meninggalkan negara tersebut. Italia juga menerapkan langkah-langkah perlindungan preventif bagi lebih dari 900 tentaranya yang ditempatkan di kawasan Timur Tengah.
Kedutaan Besar Prancis di Iran, demi kehati-hatian, telah mengevakuasi staf non-esensial sejak 12 Januari, meski tidak mengungkapkan jumlah pastinya. Kementerian Luar Negeri Prancis mengatakan kepada AFP: “Struktur kedutaan telah disesuaikan kembali untuk memastikan tugas-tugas dapat dijalankan sesuai dengan perkembangan situasi setempat. Keselamatan personel dan warga negara kami adalah prioritas utama.” (hui)
Sumber : NTDTV.com
[Liputan Terlarang] Menjual Darah Demi Bertahan Hidup : Ratapan Pengangguran di Tiongkok
EtIndonesia. Di Tiongkok terdapat satu kelompok khusus—yang disebut “penjual darah”. Di antara mereka, ada yang pernah menjadi pengusaha dengan kekayaan puluhan juta yuan, ada pula anak muda yang baru lulus kuliah. Dalam bayang-bayang resesi ekonomi, aset mereka lenyap, utang menumpuk, pekerjaan sulit didapat, dan menjual darah menjadi satu-satunya jalan untuk bertahan hidup. Kini, di jalanan Beijing dan di depan Rumah Sakit 301 Beijing, kisah para “penjual darah” dan “mafia darah” berlangsung diam-diam.
Wang Hao (nama samaran) setelah lulus kuliah bekerja sebagai insinyur perangkat lunak otomasi. Setelah menabung ratusan ribu yuan, pada 2011 ia memulai usaha di bidang peralatan pendingin gudang berskala besar, dengan aset yang sempat melampaui puluhan juta yuan. Namun tiga tahun masa penguncian (lockdown) membuat hidupnya hancur total. Utang dan penyakit datang bertubi-tubi, hingga ia terpaksa bertahan hidup dengan menjual darah.
“Kadang saya bahkan tidak punya uang untuk biaya hidup. Saya pergi ke sekitar rumah sakit, diam-diam bertanya ke orang-orang, juga ke stasiun darah. Tapi tidak bisa bilang terang-terangan mau jual darah, karena itu ilegal. Jadi saya tanya, ‘Kalau donor darah ada kompensasi tidak?’ Dua atau tiga kali di stasiun darah, dan dua kali di rumah sakit,” kata pengusaha bangkrut Wang Hao.
“Pernah sekali ada pasien operasi, bayaran lebih tinggi. Orangnya baik, memberi 1.500 yuan, ambil 400 atau 600 mililiter. Tapi jarang sekali dapat yang seperti itu. Kalau satu rumah sakit tidak ada, ya pindah ke yang lain. Pokoknya, saat tidak punya uang, apa pun caranya harus bertahan hidup,” tambahnya.
Wu Hong, warga Beijing, juga pernah didekati perantara penjual darah saat hidupnya terhimpit.
“Tahun 2023 dan 2024 orangnya banyak sekali, puluhan orang. Waktu itu saya bahkan tidak punya uang makan. Mereka menyuruh saya jual darah. Penjualan darah ini terorganisasi. Ada orang yang khusus nongkrong di sini untuk membujuk Anda,” ujarnya.
“Mereka semacam perantara dari perantara. Di atas mereka ada rumah sakit atau stasiun darah. Melihat Anda tidak punya uang dan tidak punya jalan keluar, mereka tanya mau jual darah atau tidak. Mereka dapat untung, rumah sakit juga dapat untung,” katanya.
Seorang perantara penjual darah di Beijing, Yang Dong (nama samaran), baru-baru ini mengatakan kepada The Epoch Times bahwa harga berbeda tergantung golongan darah.
“Sekarang darah A dan O seharga 800 yuan, AB dan B 700 yuan. Yang paling langka A dan O, karena paling banyak digunakan pasien,” katanya. Ia mengklaim bisa menghubungkan ke seluruh rumah sakit di Beijing, membantu membuat surat dan mengatur jadwal donor.
Yang Dong juga menyebut, “Hari ini saya di Rumah Sakit 301. Biasanya yang datang ke sini pasien penyakit berat.” Rumah Sakit 301 merupakan rumah sakit militer dan pusat layanan kesehatan bagi elite Partai Komunis Tiongkok, menangani perawatan penyakit untuk seluruh zona tempur dan cabang militer, sekaligus menerima pasien sipil.
Perdagangan darah dilarang oleh hukum di Tiongkok. Namun karena biaya pelanggaran sangat rendah sementara keuntungannya sangat tinggi, “mafia darah” dan pedagang darah tumbuh liar, membentuk jaringan kepentingan yang rumit.
Sekitar 2016, otoritas mengklaim telah menindak ratusan kasus pedagang darah yang lama bercokol di titik-titik donor dan rumah sakit. Pada 2018, pemerintah juga mewajibkan penghentian “donor darah gotong royong”, yakni praktik mengumpulkan orang secara berantai.
Namun selama bertahun-tahun, pengawasan hanya formalitas belaka dan para pedagang darah tidak pernah benar-benar hilang. Saat ini, banyak pengangguran di Tiongkok tidak mendapatkan bantuan, dan terpaksa menjadi penjual darah.
Wang Hao berkata: “Kalau sudah miskin sampai harus jual darah, siapa lagi peduli aturan negara. Negara juga tidak peduli hidup mati Anda. Kalau mati di pinggir jalan, lalu bagaimana? Saya pernah coba mengajukan bantuan ke dinas sosial, itu lebih sulit dari naik ke langit. Mereka bilang, meski saya berhutang, saya lulusan universitas, punya pendidikan, lalu cari berbagai alasan untuk menolak. Intinya, mereka mudah mengambil uang Anda, tapi kalau Anda mau minta sedikit dari mereka—yang paham ya paham.”
Pada Oktober tahun lalu, Wang Hao menjual darah beberapa kali dan total hanya mendapatkan 2.000 yuan.
“Dua bulan terakhir saya tidak menjual lagi. Mau jual, tapi orang lain tidak berani ambil. Mereka bilang kalau ambil lagi, saya bisa mati. Sekali diambil saja sudah cukup merusak tubuh. Sekarang saya kadang jongkok lalu berdiri, pandangan langsung gelap. Jadi ini benar-benar tidak disarankan, kecuali kalau hidup memang sudah terjepit sekali,” katanya.
Donor darah normal memiliki batas jumlah dan jarak waktu minimum yang ketat demi menjaga kesehatan. Namun penjualan darah mengandung risiko besar: kesehatan penjual darah tidak terjamin, kualitas darah bisa menurun, bahkan berpotensi menjadi sumber penularan penyakit melalui darah.
Editor: Shang Yan/ Wawancara: Yi Ru, koresponden khusus Gu Xiaohua
Trump Mengeluarkan Pernyataan, Umumkan Pengenaan Tarif Global 10%
Pada 20 Februari 2026, sesaat setelah Mahkamah Agung Amerika Serikat memutuskan bahwa kebijakan tarif Presiden Donald Trump melanggar hukum, Trump segera mengeluarkan pernyataan yang menyatakan akan menggunakan dasar hukum lain untuk memberlakukan tarif baru sebesar 10% terhadap seluruh dunia.
EtIndonesia. Pada hari yang sama, Mahkamah Agung memutuskan bahwa tarif yang diberlakukan Trump berdasarkan International Emergency Economic Powers Act (IEEPA) adalah ilegal. Enam hakim agung menyatakan bahwa kewenangan darurat yang coba digunakan presiden “tidak memiliki dasar yang cukup”.
Namun, tiga hakim agung lainnya—Clarence Thomas, Samuel Alito, dan Brett Kavanaugh—menyatakan tidak setuju. Mereka menilai bahwa, baik dari teks hukum, sejarah, maupun preseden Mahkamah Agung sebelumnya, seharusnya keputusan tersebut mendukung Trump.
Begitu putusan diumumkan, Trump langsung mempublikasikan pernyataan di platform Truth Social.
Ia mengatakan: “Putusan Mahkamah Agung mengenai tarif ini sangat mengecewakan! Saya merasa malu terhadap beberapa hakim agung yang ternyata tidak memiliki keberanian untuk melakukan hal yang benar demi kepentingan negara kita.”
Selanjutnya, ia secara khusus menyampaikan terima kasih kepada tiga hakim agung yang mendukungnya, seraya berkata: “Terima kasih atas keberanian, kebijaksanaan, dan kecintaan kalian terhadap negara kita. Bangsa ini saat ini juga merasa sangat bangga kepada kalian.”
Bagian terpenting ada di sini. Trump menyatakan bahwa ia kini akan mengambil jalur lain—dan menurutnya, jalur ini bahkan lebih kuat daripada pilihan sebelumnya.
Ia secara langsung mengumumkan: “Hari ini, saya akan menandatangani sebuah perintah eksekutif untuk memberlakukan tarif global sebesar 10% berdasarkan Pasal 122.”
Saat ini, Uni Eropa, Inggris, dan Kanada mulai mencermati dengan serius dampak lanjutan dari kebijakan tersebut.
Menurut laporan AFP, juru bicara perdagangan Uni Eropa Olof Gill menyatakan bahwa Uni Eropa sedang menganalisis putusan ini dan tetap menjalin komunikasi dengan pemerintah Amerika Serikat untuk memahami bagaimana langkah selanjutnya dari pihak AS. Ia menegaskan bahwa dunia usaha di kedua sisi Atlantik membutuhkan hubungan dagang yang stabil dan dapat diprediksi.
Komite Perdagangan Parlemen Eropa awalnya dijadwalkan pada 24 Februari untuk menyetujui perjanjian antara Uni Eropa dan Amerika Serikat. Namun, dengan keluarnya putusan ini, pelaksanaan perjanjian tersebut dipastikan akan terdampak. Ketua komite, Bernd Lange, menyambut baik putusan pengadilan, tetapi juga menyatakan bahwa rapat darurat akan digelar pada tanggal 23 untuk mengevaluasi dampaknya.
Juru bicara pemerintah Inggris mengatakan bahwa Inggris akan bekerja sama dengan Amerika Serikat untuk memahami dampak putusan ini terhadap perjanjian perdagangan kedua negara. Meski demikian, Inggris tetap berharap status perdagangan preferensial antara Inggris dan AS dapat terus dipertahankan.
Sementara itu, Menteri Kanada yang bertanggung jawab atas perdagangan AS–Kanada, Dominic LeBlanc, menyatakan bahwa tarif-tarif yang paling berdampak bagi Kanada—seperti tarif terhadap baja, aluminium, dan industri otomotif—tetap berlaku setelah putusan tersebut. Ia berjanji Kanada akan terus bekerja sama dengan Amerika Serikat untuk menciptakan pertumbuhan dan peluang bagi kedua pihak. (Hui)
Sumber : NTDTV.com
Warga Tionghoa Perantauan yang Kembali ke Daratan Tiongkok Terkejut: Jalanan Sepi dan Harga-harga Sangat Murah
Baru-baru ini, dua warga Tionghoa yang telah lama tinggal di luar negeri kembali ke Tiongkok dan merekam berbagai pengalaman mereka. Yang satu melakukan perjalanan dinas selama beberapa minggu di Shanghai, Beijing, dan Jinan; yang lainnya, untuk pertama kalinya dalam 40 tahun, pulang ke Nanning untuk merayakan Tahun Baru Imlek. Kesan yang sama mereka rasakan: jalanan kota terasa kosong dan lengang.
EtIndonesia. Seorang konten kreator yang kerap bolak-balik Tiongkok–Amerika Serikat dengan nama samaran “Mei Dashi” mengatakan bahwa pada Januari–Februari tahun ini, karena pekerjaan, ia tinggal beberapa waktu di Shanghai, Beijing, dan Jinan. Saat berjalan di jalanan Shanghai—makan mi di restoran atau berbelanja di supermarket—kesan terkuatnya adalah hampir tidak terlihat orang. Kondisi serupa juga ia temukan di Jinan.
Sebagai contoh, area sekitar Jembatan Jalan Zhejiang dan Jembatan Jalan Fujian di Shanghai—yang hanya berjarak kurang dari 10 menit berjalan kaki dari Jalan Pejalan Kaki Nanjing—dulunya merupakan pusat kota lama. Kini, banyak bangunan kosong dan banyak warga telah pindah.
Kawasan kuliner Jalan Yunnan di Shanghai juga masuk dalam rencana relokasi pemerintah kota. Banyak merek lama satu per satu pergi; warga pindah, dan nuansa keramaian pun menghilang.
Ia mengamati bahwa di pusat kota yang “kosong” tersebut dibangun banyak pusat perbelanjaan baru. Namun, penduduk asli telah direlokasi ke pinggiran kota, sehingga yang tersisa hanyalah wisatawan dan influencer yang datang untuk berfoto. Akibatnya, pusat perbelanjaan ramai hanya beberapa hari setelah dibuka, lalu cepat sepi karena basis konsumen sesungguhnya tidak lagi tinggal di sekitar sana.
Sementara itu, seorang blogger yang bermigrasi ke Kanada dengan nama samaran “Feng Jie” mengatakan dalam video pada 18 Februari bahwa tahun ini adalah pertama kalinya dalam 40 tahun ia pulang ke kampung halaman di Nanning untuk merayakan malam Tahun Baru Imlek. Ia mengaku tertegun saat berjalan-jalan di siang hari: jalan besar yang dulu ramai kini nyaris tanpa orang dan kendaraan. Kota itu terasa seperti kota kosong. Ia merasakan kekosongan di mana-mana, bahkan di dalam hatinya, dengan perasaan yang sulit diungkapkan.
“Feng Jie” menambahkan, hanya lentera merah yang tergantung di tiang lampu jalan yang mengingatkan bahwa itu adalah masa perayaan Tahun Baru, sementara sekelilingnya tetap lengang—kontrasnya sangat kuat. Orang yang sesekali terlihat pun kebanyakan wisatawan.
Selain sepinya orang, kesan kuat lainnya adalah harga barang yang sangat murah hingga terasa tak masuk akal.
“Mei Dashi” memberi beberapa contoh: makan prasmanan di hotel bintang lima Hyatt di Shanghai, dua orang hanya membayar 136 yuan (sekitar 68 yuan per orang); menikmati dim sum pagi di restoran Kanton kelas atas di Jinan, hanya 9,9 yuan sudah mendapat satu meja kudapan lengkap dengan teh; di lobi bar Sheraton, 38 yuan sudah termasuk kopi dan pencuci mulut, bahkan bisa duduk berlama-lama sepanjang sore.
Menurutnya, bagi orang yang lama tinggal di Eropa atau Amerika, harga semurah ini justru membuat orang meragukan kualitasnya.
Ia menganalisis bahwa penyebabnya adalah kompetisi berlebihan yang menekan harga. Konsumen kini menganggap layanan kelas lima bintang seharusnya murah; jika tidak, mereka enggan berbelanja. Para pelaku usaha, demi merebut pasar yang terbatas, terpaksa terus menurunkan harga. Ketika harga ditekan hingga batasnya, margin keuntungan menyusut, investasi berkurang, kenaikan gaji sulit, bahkan berujung pada pemutusan hubungan kerja.
Ia juga menyinggung masalah kualitas udara. Pertengahan Januari, saat terbang dari Amerika Serikat ke Shanghai, ia langsung melihat kabut polusi yang jelas. Indeks kualitas udara (AQI) melampaui 200, tergolong polusi berat. Teman-teman setempat mengatakan bahwa jumlah hari dengan udara buruk meningkat pada musim dingin ini.
Selama empat hari tinggal di Jinan, cuaca juga terus berkabut. Dari lantai 47, ia memotret panorama kota yang diselimuti kabut abu-abu. (Hui)
Putusan Mahkamah Agung AS Pada Jumat Memicu Gelombang Reaksi Besar di Seluruh Dunia
Putusan Mahkamah Agung Amerika Serikat pada Jumat 20 Februari 2026, bersamaan dengan pengumuman Presiden Donald Trump tentang penerapan tarif tambahan sebesar 10%, menjadi dua kabar paling berdampak di dunia. Menanggapi hal ini, reaksi di Amerika Serikat maupun di berbagai negara di dunia sangat beragam.
Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum mengatakan: “Kami akan mempelajari putusan tersebut dengan saksama dan dengan senang hati akan menyampaikan pandangan kami setelahnya.”
EtIndonesia. Amerika Serikat adalah mitra dagang terbesar Meksiko. Dalam setahun terakhir, kebijakan tarif Trump telah memaksa Meksiko untuk meningkatkan pemberantasan kartel narkoba, dan juga berhasil mendorong banyak perusahaan memindahkan kembali lini produksi mereka dari Meksiko ke Amerika Serikat.
Pejabat tertinggi Kanada yang bertanggung jawab atas perdagangan AS–Kanada, Dominic LeBlanc, menulis di media sosial bahwa putusan Mahkamah Agung AS tersebut sejalan dengan kepentingan Kanada.
Amerika Serikat juga merupakan mitra dagang terbesar Kanada. Dalam setahun terakhir, Kanada bersikap keras menentang tarif Trump, dan perundingan dagang antara kedua negara beberapa kali mengalami kebuntuan.
Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada menandatangani perjanjian perdagangan trilateral pada tahun 2020. Saat ini, perjanjian tersebut memasuki masa peninjauan bersama setelah enam tahun pelaksanaan.
Pada Desember tahun lalu, Perwakilan Dagang AS mengusulkan kemungkinan mengganti perjanjian tiga pihak tersebut dengan kesepakatan bilateral.
Juru bicara perdagangan Uni Eropa, Olof Gill, menyatakan bahwa pihaknya tetap menjaga komunikasi erat dengan para pejabat Amerika Serikat. Ia menekankan bahwa dunia usaha di kedua sisi Atlantik sama-sama bergantung pada hubungan dagang AS–Eropa yang stabil dan dapat diprediksi.
Ketua Komite Perdagangan Internasional Parlemen Eropa sekaligus anggota parlemen Jerman, Bernd Lange, mengatakan bahwa tim perunding perdagangan Parlemen Eropa akan menggelar rapat pada Senin depan untuk membahas kerangka perdagangan AS–Eropa, yakni Perjanjian Turnberry.
Di dalam Amerika Serikat sendiri, respons terhadap putusan Mahkamah Agung dan kebijakan terbaru Trump juga terbelah tajam.
Partai Demokrat hampir secara bulat mendukung Mahkamah Agung, sementara sebagian besar anggota Partai Republik mendukung presiden.
Ketua DPR AS Mike Johnson mengatakan bahwa tarif telah membawa pendapatan puluhan miliar dolar bagi Amerika Serikat, dan menjadi alat tawar-menawar yang besar untuk mencapai kesepakatan perdagangan “America First” dengan negara lain.
Ia menambahkan bahwa dalam beberapa pekan ke depan, Kongres akan bekerja sama dengan pemerintah federal untuk menentukan arah terbaik bagi Amerika Serikat.
Sementara itu, Menteri Keuangan AS Scott Bessent berpidato di Dallas Economic Club, menyatakan dukungan kuat kepada presiden.
“Perkiraan Departemen Keuangan menunjukkan bahwa dengan menggunakan kewenangan Pasal 122 Undang-Undang Perdagangan, dikombinasikan dengan tarif berdasarkan Pasal 232 dan Pasal 301 Undang-Undang Perdagangan, pendapatan tarif Amerika Serikat pada tahun 2026 hampir akan tetap tidak berubah,” katanya.
Laporan oleh reporter New Tang Dynasty Television, Ren Hao, dari Washington DC, Amerika Serikat.
BI Siapkan Rp24,6 Triliun Uang Layak Edar di Jatim Jelang Ramadan–Idulfitri 2026
Surabaya — Bank Indonesia menyiapkan uang layak edar (ULE) sebesar Rp24,6 triliun untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Jawa Timur selama periode Ramadan dan Idulfitri 1447 Hijriah. Nilai tersebut meningkat 5,69% dibanding realisasi tahun lalu sebesar Rp23,3 triliun, mencerminkan proyeksi kenaikan mobilitas dan konsumsi musiman.
Peluncuran program Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idulfitri (SERAMBI) 2026 dilakukan pada 19 Februari di Gedung De Javasche Bank, Surabaya, oleh Kepala Perwakilan BI Provinsi Jawa Timur, Ibrahim. Kegiatan ini menjadi bagian strategi otoritas moneter untuk menjaga kelancaran sistem pembayaran sekaligus memastikan ketersediaan uang tunai berkualitas selama periode puncak transaksi.
Dalam rilis resminya, BI menyatakan peningkatan pasokan uang tunai mempertimbangkan pertumbuhan aktivitas ekonomi daerah serta pola konsumsi masyarakat yang biasanya melonjak saat Ramadan dan Lebaran. Momentum hari besar keagamaan secara historis menjadi salah satu motor penggerak peredaran uang kartal di daerah.
240 Titik Penukaran
Untuk distribusi, BI membuka layanan penukaran uang mulai 19 Februari hingga 15 Maret 2026 melalui tiga kanal utama. Pertama, mobil kas keliling yang beroperasi di lokasi strategis seperti tempat ibadah, pusat keramaian, dan jalur mudik hingga 13 Maret. Kedua, kerja sama dengan perbankan menyediakan 240 titik penukaran di 38 kabupaten/kota wilayah kerja BI Jawa Timur, termasuk kantor perwakilan Malang, Kediri, dan Jember.
Ketiga, layanan penukaran terpusat diselenggarakan pada 7 Maret di Ciputra World Surabaya dan 8 Maret di Grand City Convention and Exhibition. Masyarakat diwajibkan mendaftar terlebih dahulu melalui aplikasi PINTAR untuk memastikan kepastian layanan dan menghindari antrean.
Dorong Transaksi Non-Tunai
Sejalan dengan agenda digitalisasi sistem pembayaran, BI juga mendorong penggunaan instrumen nontunai seperti QRIS, uang elektronik, layanan transfer cepat BI-FAST, dan mobile banking. Otoritas menilai pemanfaatan kanal digital dapat meningkatkan efisiensi transaksi sekaligus menekan kebutuhan uang tunai fisik.
Selain itu, masyarakat diimbau berbelanja secara bijak dan mewaspadai uang palsu dengan prinsip 3D—dilihat, diraba, diterawang—serta memperkuat kampanye Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah.
BI menegaskan sinergi dengan perbankan dan lembaga terkait akan terus diperkuat guna menjaga stabilitas sistem pembayaran regional. Langkah ini diharapkan mendukung pertumbuhan ekonomi Jawa Timur tetap solid selama periode hari raya, ketika konsumsi rumah tangga menjadi penopang utama aktivitas ekonomi daerah.
Video: Truk Pengangkut Gas Cair Terbalik dan Meledak di Chili, 4 Tewas
EtIndonesia. Setidaknya empat orang tewas ketika sebuah truk pengangkut gas cair di ibu kota Chili, Santiago, terbalik dan meledak, kata pihak berwenang pada hari Kamis (20/2).
Sebanyak 17 orang lainnya terluka, kata seorang kepala polisi kepada wartawan dalam konferensi pers, mengatakan bahwa pengemudi truk kehilangan kendali dan menabrak.
Pihak berwenang mengatakan pengemudi truk termasuk di antara mereka yang tewas dalam insiden tersebut.
Kantor kejaksaan sedang menyelidiki penyebab kecelakaan tersebut. Truk tersebut berafiliasi dengan perusahaan gas lokal Gasco.
Tragična nesreča v Čilu 🇨🇱, eksplozija vlačilca cisterne z utekočinjenim plinom.https://t.co/gUc7whnesw pic.twitter.com/mSb1pX9TvV
— Schall_abweiser0002 (@Schallabweiser2) February 20, 2026
Gasco tidak segera menanggapi permintaan komentar dari Reuters.
Video di media sosial menunjukkan kobaran api di lokasi ledakan. Kecelakaan itu terjadi di komune Renca, Santiago utara, dekat jalan raya utama dan kawasan industri.
Ledakan tersebut terasa dalam radius sekitar 150 hingga 200 meter dan merusak setidaknya 50 kendaraan, menurut petugas pemadam kebakaran.
Presiden Gabriel Boric mengatakan beberapa puing beterbangan ke tiga bisnis, tetapi sejauh ini belum ada laporan kerusakan lebih lanjut yang meluas.
Lima orang dilaporkan dalam kondisi serius, menurut Claudio Orrego, gubernur wilayah metropolitan Santiago.
“Satu orang mengalami luka bakar yang meliputi 100% tubuhnya dengan risiko kematian yang sangat tinggi,” kata Orrego. (yn)
