Kucing Sakti Rusia Ramalkan Pemenang Laga Pembuka Piala Dunia

EpochTimesId – Kucing ‘sakti’ Rusia, Achilles, mendapat tugas untuk memprediksi pemenang pertandingan pembuka Piala Dunia 2018 Rusia. Tuan rumah akan menghadapi Arab Saudi, Kamis (14/6/2018).

Kucing berbulu putih salju itu ditampilkan ke hadapan para pekerja media internasional di pusat pers Piala Dunia St. Petersburg.

Achilles tinggal di Museum Hermitage St Petersburg. Sang Kucing disebut-sebut memiliki kekuatan batin.

Alhasil, binatang peliharaan yang dikenal sebagai seteru abadi itu pun di tampilkan di hadapan para ‘penyambung lidah’ publik. Kucing itu memprediksi pemenang pertandingan pembukaan dengan cara yang cukup unik.

Dua piring makanan kesukaannya ditempatkan pada sisi bendera Rusia dan Arab Saudi. Bendera digunakan untuk menentukan, negara mana yang diramalkan oleh Achilles menjadi pemenang laga pembuka.

Setelah mengendus, menunggu beberapa lama, Achilles akhirnya ‘menarik hidungnya’ dari piring Saudi. Dia kemudian ‘berpesta’ untuk beberapa saat di atas makanan kucing pada sisi bendera Rusia.

Achilles, yang merupakan kucing tuli kon-genital, memprediksi pemenang pertandingan selama Piala Konfederasi 2017. Sehingga ‘semua mata’ tertuju pada prediksinya, untuk pemenang turnamen Piala Dunia 2018.

Tuan rumah Rusia dijadwalkan untuk menghadapi Arab Saudi di Stadion Luzhniki, Moskow pada Rabu, 14 Juni 2018, pukul 18:00 waktu setempat. Atau pukul 4 sore waktu Inggris, 11 pagi waktu New York, atau pukul 1 dinihari (15 Juni) di East Coast Australia. (Reuters/The Epoch times/waa)

Video Pilihan :

https://youtu.be/fTKcu82AtsA

Gempa Mengguncang Sumenep, 6 Orang Terluka dan 77 Rumah Rusak

Epochtimes.id- Menjelang lebaran, masyarakat di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur dikejutkan oleh gempabumi dengan kekuatan 4,8 SR pada (13/6/2018) pukul 20.06 WIB.

BMKG melaporkan episenter gempa di darat pada jarak sekitar 6 km arah Timur Laut Sumenep, Jawa Timur dengan kedalaman 12 kilometer. Gempa tidak berpotensi tsunami. Gempabumi yang terjadi ini merupakan jenis gempabumi intraplate dengan hiposenter dangkal akibat aktivitas patahan lokal.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho mengatakan gempa dirasakan kuat selama 5 detik. Masyarakat berhamburan panik ke luar rumah dan bangunan. Pada saat bersamaan juga sedang berlangsung sholat tarawih. Guncangan gempa dirasakan naik turun disertai dengan bangunan yang rusak.

Menurut Sutopo, guncangan keras ini dirasakan masyarakat di Kecamatan Batu Putih meliputi Desa Bulaan, Desa Batu Putih Laok, Desa Bantelan, Desa Sergeng, dan di Kecamatan Dasuk di Desa Dasuk Timur.

Sutopo menambahkan, data sementara 6 orang luka ringan, 25 unit rumah rusak berat, 52 unit rumah rusak ringan, 2 unit masjid rusak berat, 1 unit masjid rusak ringan, 1 unit madrasah rusak berat dan 1 unit ponpes rusak ringan. Kerugian diperkirakan ratusan juta rupiah.

BPBD Kabupaten Sumenep bersama aparat dari Kodim 0827 Sumenep, Polri, Basarnas, PMI, relawan dan SKPD masih melakukan pendataan dan penanganan darurat.

Pendataan jumlah kerugian materiil akibat gempa masih dilakukan. Petugas bersama masyarakat membersihkan puing-puing bangunan yang roboh. Bantuan disalurkan kepada masyarakat yang menjadi korban gempa.

Sementara itu di tempat lain, gempa beruntun mengguncang wilayah Kabupaten Kepulauan Mentawai pada (13/6/2018) hingga (14/6/2018).

BMKG melaporkan adanya aktivitas gempabumi susulan (aftershock) sebanyak 12 kali di Kepulauan Mentawai pascagempa dengan kekuatan 5,8 SR pada 13/6/2018 pukul 06.08 WIB.

pisenter gempabumi terletak pada koordinat 2,0 LS dan 98,76 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 90 km arah barat Kota Tua Pejat, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Propinsi Sumatera Barat pada kedalaman 13 km. (asr)

Tiongkok Ketakutan Batasi Siswa Belajar ke Taiwan

EpochTimesId – Sejumlah universitas negeri di Taiwan hanya menerima total 800 orang siswa asal Tiongkok daratan. Minimnya jumlah itu karena adanya penyusutan jumlah siswa Tiongkok yang diijinkan untuk belajar di Taiwan.

Analisis para sarjana menyebutkan pembatasan oleh Tiongkok, dikarenakan takut terpengaruh oleh ‘ideologi liberalisme’. Alasan berikutnya adalah demi menjamin ‘bibit-bibit merah tidak berubah warna’ sehingga pengaturan perlu untuk dilakukan.

Central News Agency mengutip ucapan seorang mahasiswa asal Daratan yang tidak mau namanya disebutkan, melaporkan bahwa lulusan siswa yang belajar di Taiwan akan sulit untuk mendapatkan pekerjaan setelah kembali ke Tiongkok. Bahkan, untuk magang kerja di lembaga pemerintah saja sangat sulit sekali.

Apalagi, jika ingin menjadi pegawai negeri. Jadi mereka hanya dapat menempuh jalur swasta, bekerja di perusahaan swasta.

“Kami ini seperti kuman, ditakuti pemerintah Tiongkok,” keluh mahasiswa tersebut.

Pemerintah Tiongkok tahun ini kembali mengurangi jumlah siswa SMA daratan yang diberikan ijin untuk mendaftar di perguruan tinggi dan universitas Taiwan. Panitia Kerjasama Taiwan untuk Perekrutan Siswa Daratan pada akhir bulan Mei lalu mengumumkan bahwa, siswa yang terdaftar hanya 800 orang saja.

Padahal untuk tahun pelajaran 2017-2018, siswa asal Daratan Tiongkok yang belajar di 77 universitas atau perguruan tinggi di Taiwan mencapai 1.325 orang. Jumlah itu merupakan 88 persen dari siswa yang mendaftarkan diri dan mengikuti ujian. Ini adalah angka paling rendah selama 8 tahun terakhir.

Wang Zhisheng, Sekretaris Asosiasi Kibijakan Lintas Selat memberikan analisanya bahwa, akibat terpengaruh oleh ideologi liberalisme dan demokrasi ala Taiwan sehingga pemerintah memandang perlu untuk melakukan pembatasan terhadap siswa lulusan SMA yang ingin melajutkan pendidikan di Taiwan. Akan tetapi, kasusnya sedikit berbeda dengan para siswa doktoral karena umumnya mereka lebih matang dalam pemikiran sosial dan masa belajarnya pun lebih pendek, sehingga tidak dibatasi.

Wang mengatakan universitas di Taiwan kini juga terpengaruh oleh penurunan angka kelahiran. Sehingga perguruan tinggi dan universitas swasta di Taiwan, akan menjadi paling terkena pengaruh jika ditambah pembatasan mahasiswa Tiongkok yang belajar ke Taiwan.

Pihak Tiongkok dapat menggunakan sekolah swasta itu untuk memberikan tekanan kepada pemerintah Taiwan, memaksa Taiwan menerima premis politik Tiongkok. Selain itu, juga untuk memaksa sekolah-sekolah swasta untuk bekerja sama lebih erat dengan pihak Tiongkok.

Sumber dari program pertukaran mahasiswa lintas selat yang tak mau disebutkan namanya mengungkapkan bahwa pihak Tiongkok di masa lalu membiarkan pihak akademi Taiwan untuk merekrut siswa langsung dari Daratan. “Mereka bisa bekerja sama dengan pihak dari kantor urusan yang berada di ‘provinsi’ untuk berkendaraan mencari siswa,” katanya.

Tetapi sejak bulan Mei lalu, cara tersebut sudah tidak dimungkinan lagi. Sumber itu pun mempertanyakan mengenai hal mempertahankan ‘pertukaran siswa, belajar lintas selat’ dapat berjalan seimbang. Kondisi yang ada sekarang yaitu, siswa Taiwan yang belajar di Tiongkok ada sekitar 10.000 orang sedangkan siswa mereka di Taiwan tidak sampai 10.000 orang.

“Jelas berat sebelah. Apalagi penyusutan masih diberlakukan. Yang paling ditakuti pihak Tiongkok adalah mereka kena cuci otak,” kata narasumber itu.

Kantor Urusan Taiwan rezim komunis Tiongkok pada tahun 2011 mengeluarkan surat menyangkut ‘Permberitahuan untuk Mencegah Institusi Lintas Selat Melakukan Pelanggaran dalam Perekrutan Siswa Daratan Tiongkok untuk Belajar di Perguruan Tinggi dan Universitas Taiwan’. Surat itu diantaranya melarang institusi Taiwan tanpa persetujuan otoritas untuk melakukan kegiatan publikasi, dan perekrutan siswa di Daratan Tiongkok.

Pemostingan ulang pengumuman tersebut pada bulan Desember tahun lalu oleh Kantor Urusan Taiwan dari Pemerintah Provinsi Hunan menunjukkan ada tanda-tanda bahwa Tiongkok berupaya untuk mencegah institusi Taiwan pergi ke Tiongkok untuk merekrut mahasiswa.

Seorang sumber asal siswa Tiongkok mengatakan, di mata pemerintah Tiongkok, siswa yang belajar di Taiwan seperti badan berkuman yang harus dijauhi. Siswa Tiongkok yang mendalami ilmu informasi dan komunikasi memanfaatkan libur musim panas untuk kerja magang di media pemerintah di kota Beijing. Di luar dugaan, Dia diberitahu, “Anda bisa datang untuk belajar, tetapi tidak dapat mengikuti beberapa pertemuan karena Anda belajar di Taiwan.”

Siswa tersebut mengemukakan bahwa sebentar lagi dia akan diwisuda. Setelah kembali ke Tiongkok, Dia hanya bisa bekerja di lembaga swasta. Mahasiswa itu kini dapat merasakan sebuah perlakuan sistem politik lintas selat yang jauh berbeda. (ET/Sinatra/waa)

Video Pilihan :

https://youtu.be/fTKcu82AtsA

KTT Trump-Kim Capai 4 Konsensus Besar dan Isu HAM Tidak Ketinggalan

oleh Lin Lan- NTDTV

Hari Selasa (12/06/2018) siang, KTT AS – Korut  yang pertama sejak 73 tahun telah terselenggara di Singapura.

Hari itu Presiden AS Donald Trump dan Kepala Negara Korea Utara Kim Jong-un menandatangani pernyataan bersama yang berisikan komitmen untuk denuklirisasi Semenanjung Korea dan membangun hubungan bilateral AS – Korea Utara.

Pada pukul 09:04 hari itu, Sebuah jabatan tangan bersejarah selama 12 detik telah berlangsung antara Trump dengan Kim Jong-un di depan gedung pertemuan. Trump dengan menepuk secara ringan lengan kanan Kim untuk menunjukkan dominasinya.

Pukul 09:15 pertemuan 4 mata Trump – Kim dimulai dalam ruang tertutup dan berlangsung sekitar 38 menit.

Trump : “Sangat baik, sangat sangat baik ! Kami telah membangun hubungan yang sangat baik, Terima kasih.”

Sekitar pukul 10 :00 pertemuan yang diperluas dimulai, masing-masing pihak melibatkan 3 orang pejabat senior untuk mengikuti pembahasan.

Pertemuan tersebut berlangsung sekitar 90 menit, kedua pihak kepada pers yang meliput mengatakan bahwa mereka sedang membangun rasa saling percaya tahap awal.

Trump : “Kami akan mencoba mengatasi kesulitan besar”

“Kim Jong-un : “Masa depan penuh dengan tantangan, tetapi kita akan bekerjasama dengan Trump”

Setelah pukul 11:30 siang, Kedua negara menyelenggarakan makan siang kerja. Usai santap siang Trump mengatakan bahwa pertemuan pagi itu telah membuat kemajuan positif.

Trump : “Pembicaraan sangat mulus, banyak kemajuan, sangat positif, saya pikir itu jauh lebih baik daripada apa yang diperkirakan orang.”

Pada pukul 13:40, Trump dan Kim Jong-un menandatangani pernyataan bersama yang berisikan 4 poin utama, yakni :

1, Amerika Serikat dan Korea Utara berjanji akan menjalin hubungan diplomatik yang baru.

2, Amerika dan Korea Utara akan membangun kerja sama untuk menciptakan mekanisme perdamaian demi stabilitas jangka panjang Semenanjung Korea.

3, Korea Utara berkomitmen untuk bekerja keras menuju denuklirisasi lengkap di Semenanjung Korea.

4, Mengumpulkan jenazah para tahanan perang.

Reporter di lapangan bertanya.

Reporter : “Bapak presiden, apakah kita setuju dengan denuklirisasi ?”

Trump : “Kami akan memulai proses (denuklirisasi) dalam waktu singkat. Sangat, sangat cepat, itu mutlak”.

Usai KTT, pada pukul 16:00 Trump mengadakan siaran pers tunggal. ia mengindikasikan bahwa Kim Jong-un telah menghancurkan sebuah lokasi uji coba rudal. Dan ia percaya bahwa Korea Utara akan segera memulai operasi penghentian program pengembangan senjata nuklir demi memperbaiki prospek ekonomi negara itu dan untuk memperoleh jaminan keamanan dari AS.

Trump : “Dia menegaskan kembali tentang komitmennya yang teguh pada denuklirisasi lengkap di Semenanjung Korea, dan kami juga sepakat untuk melakukan negosiasi yang kuat sesegera mungkin untuk merealisasikan pernyataan bersama tersebut”.

Trump mengatakan bahwa dalam waktu singkat ia akan menyatakan berakhirnya perang. Dia juga berharap bahwa Amerika Serikat dan Korut akan membentuk hubungan diplomatik sesegera mungkin, tetapi terlalu dini untuk melihat cara kerjanya.

Trump juga menegaskan bahwa latihan militer bersama Korea Selatan akan ditangguhkan selama KTT berlangsung, tetapi pada tahap ini AS tidak akan menarik pasukannya dari Korea Selatan, juga belum saatnya untuk mencabut sanksi ekonomi yang diberlakukan kepada Korea Utara.

Trump : “Begitu kami yakin bahwa tidak akan ada masalah dalam proses denuklirisasi maka sanksi akan dicabut”.

Trump mengatakan bahwa ia juga menyinggung soal hak asasi manusia dengan Kim Jong-un.

Reporter : “Catatan pelanggaran HAM mereka paling serius, apakah kalian ada membicarakan masalah HAM ?”

Trump : “Ada, pembahasan lebih mendalam dapat dilanjutkan di masa mendatang”.

Trump juga menegaskan bahwa ia telah menyampaikan undangan kepada Kim Jong-un untuk berkunjung ke Gedung Putih pada saat yang tepat, dan ia pun berharap dapat melakukan kunjungan kenegaraan ke Pyongyang nanti pada waktunya.

Hal yang menjadi perhatian utama masyarakat internasional saat ini adalah soal apakah denuklirisasi Korea Utara yang CVID yakni lengkap, dapat diverifikasi, tidak dapat direversikan akan tercapai dalam proses pembahasan lanjutan untuk menghindari terulangnya taktik akal-akalannya rezim Korut. (Sin/asr)

Terungkap! Krisis Sosial di Balik Mogok Kerja Besar-Besaran Pengemudi Truk Tiongkok

oleh Xiao Lusheng – Epochtimes.com

Pemogokan nasional pengemudi truk yang sedianya akan berlangsung secara bersamaan pada 10 Juni 2018 tetapi telah terjadi pada 8 Juni lalu, dan masih berlanjut sampai berita tersebut diturunkan.

Para pengamat berpendapat bahwa pengemudi truk tersebut hanya merupakan bagian kecil dari kekuatan masyarakat. Namun jika seluruh kekuatan masyarakat bergabung untuk menentang kepemimpinan Partai Komunis Tiongkok, maka akan memberikan kontribusi besar pada keruntuhan partai jahat itu.

Belakangan ini, puluhan ribu pengemudi truk kargo di seluruh negeri melakukan pemogokan kerja untuk memprotes perlakuan tidak adil seperti harga minyak yang tinggi, tarif angkutan rendah, dan pungutan liar polisi lalu lintas, sehingga penghasilan pengemudi menurun sampai tingkat yang sulit untuk bertahan hidup.

Pemogokan itu semula dijadwalkan akan dimulai pada 10 Juni. Namun, pengemudi truk di Shandong sudah mulai mogok pada 8 Juni, kemudian sejumlah besar pengemudi truk pada 9 Juni juga menyambut pemogokan kerja dengan menghentikan kendaraannya di jalan tol. jalan raya, jalan jalur nasional, dan tempat-tempat parkir.

Setelah itu, pengemudi truk kota-kota lain di Shandong, Jiangxi, Shanghai, Hubei, Anhui, Chongqing, Guizhou, Henan dan lainnya ikut berpartisipasi.

Sampai pada 10 Juni, masih ada ratusan truk besar yang diparkir di Taman Logistik Gedadian di Distrik Baohe, Kota Hefei, Provinsi Anhui. Dilaporkan bahwa protes ini akan berlangsung selama 10 hari.

Ma Xiaoming, mantan wartawan media dari Provinsi Shaanxi kepada Epoch Times mengatakan bahwa ia sendiri memiliki kerabat sebagai pengemudi truk kargo, mereka bekerja sangat keras sampai makan dan tinggal di dalam kendaraan, bila badan letih, mereka menghentikan kendaraan di pinggir jalan atau tempat-tempat perawatan kendaraan untuk beristirahat. Terkena denda bila kelebihan muatan, tetapi jika muatan tidak dilebihkan mereka tidak dapat memperoleh uang yang cukup untuk biaya hidup. Belum lagi pungutan-pungutan yang berbau institusional.

Pada saat yang sama, di internet juga muncul 10 hal yang dipertanyakan oleh para pengemudi truk kepada pihak berwenang PKT, antara lain SIM keluaran negara yang berlaku 15 tahun mengapa akan dihapus ? Bagaimana kelangsungan hidup kita bila truk akan dikurangi dari lebih seratus ribu buah menjadi sekitar lima puluh ribu buah ? Siapa sebenarnya yang berwenang melakukan pemeriksaan terhadap truk yang berada di jalanan, polisi lalin atau Banpol ? Siapa yang menerima uang suap itu polisi lalin atau Banpol ? Kapan hal itu bisa diatasi ….

Ma Xiaoming mengatakan bahwa PKT telah menyebabkan meletusnya konflik sosial di Tiongkok dan telah menggunakan berbagai istilah dan cara untuk mengeksploitasi pekerja Tiongkok.

“Eksploitasi terhadap pengemudi truk terjadi berlapis-lapis melalui belasan macam cara denda, pemeriksaan… Sampai pemogokan bisa terjadi serentuk di seluruh negeri ini menjelaskan bahwa masalah sudah sangat serius dan sudah tidak tertahankan lagi, untuk itu para sopir bergerak serentak untuk melakukan protes”, kata Ma Xiaoming.

Sesungguhnya pemogokan berskala besar seperti ini telah terjadi lebih dari sebulan lalu. Pada akhir bulan April, pengemudi kendaraan katrol di lebih dari 40 kota dari hampir 20 provinsi di Tiongkok memaparkan spanduk yang bertuliskan tuntutan untuk kenaikan gaji, dan menetapkan 1 Mei untuk melakukan pemogokan besar nasional.

Namun, beberapa pengemudi diundang wawancara kemudian ditangkap oleh pihak berwenang. Aksi Mogok Sopir Kendaraan Katrol Pada 1 Mei akhirnya hanya berlangsung di beberapa provinsi dan kota sebagaimana yang sudah dijadwalkan semula.

Ma Xiaoming menganalisis bahwa pemogokan nasional merupakan unjuk rasa dalam bentuk  yang rasional, mereka protes setelah segala cara yang ditempuh mengalami kebuntuan. Hasil dari keluhan yang sudah menumpuk.

“Rakyat percaya terhadap pemerintah, tetapi pemerintah dan partai sendiri yang menghancurkan kepercayaan yang diberikan oleh rakyat. Seluruh masyarakat, termasuk penduduk lapisan paling bawah, akan bangkit untuk melakukan perlawanan akibat terus menerus ditekan”.

PKT tidak mungkin mengubah diri sendiri, tidak mungkin membubarkan diri, Ma Xiaoming mengatakan bahwa, jika massa sudah mengenali partai jahat itu kemudian melawan dan menentangnya, niscaya partai bisa hancur dan bubar.

“Partai Komunis Tiongkok tidak akan dengan mudah mengambil tindakan untuk menyelesaikan tuntutan rakyatnya. Dari sifat dasar partai itu sudah dapat dikenali bahwa partai tersebut baru dapat berlangsung dengan menjarah kekayaan rakyat, jadi ia tidak akan berdisiplin, mengoreksi diri untuk berbuat yang menguntungkan rakyat,” kata Ma Xiaoming.

Ma Xiaoming mengatakan :  “Dari timbulnya satu, dua kasus unjuk rasa tenaga kerja pabrik berkembang sampai pemogokan yang berskala besar, nantinya akan memancing protes yang berskala lebih besar. Pada akhirnya, setelah semua jenis sinergi masyarakat bergabung, dari yang kecil sampai yang besar, melawan partai itu sampai ia membubarkan diri dan mengakhiri kediktatoran satu partai.” (Sin/asr)

Gunung Agung Kembali Erupsi, Tinggi Kolom Abu Teramati 2.000 Meter

Epochtimes.id- Pusat Vulkanologi dan Mitigas Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi, Kementerian ESDM melaporkan telah terjadi erupsi G. Agung di Bali, Rabu (13/06/2018) pukul 11:05 WITA dengan tinggi kolom abu teramati ± 2.000 m di atas puncak (± 5.142 m di atas permukaan laut).

Menurut PVMBG, kolom abu teramati berwarna kelabudengan intensitas tebal condong ke arah barat daya dan barat. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 25 mm dan durasi ± 2 menit 12 detik.

Saat ini G. Agung berada pada Status Level III (Siaga). Atas insiden ini PVMBG menerbitkan  rekomendasi:

  • Masyarakat di sekitar G. Agung dan pendaki/pengunjung/wisatawan agar tidak berada, tidak melakukan pendakian dan tidak melakukan aktivitas apapun di Zona Perkiraan Bahaya yaitu di seluruh area di dalam radius 4 km dari Kawah Puncak G. Agung. Zona Perkiraan Bahaya sifatnya dinamis dan terus dievaluasi dan dapat diubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan data pengamatan G. Agung yang paling aktual/terbaru.
  • Masyarakat yang bermukim dan beraktivitas di sekitar aliran-aliran sungai yang berhulu di Gunung Agung agar mewaspadai potensi ancaman bahaya sekunder berupa aliran lahar hujan yang dapat terjadi terutama pada musim hujan dan jika material erupsi masih terpapar di area puncak. Area landaan aliran lahar hujan mengikuti aliran-aliran sungai yang berhulu di Gunung Agung.

Status Gunung Agung maka per tanggal 10 Februari 2018 pukul 09.00 WITA status aktivitas Gunung Agung diturunkan dari AWAS (Level IV) menjadi SIAGA (Level III).

Masyarakat dihimbau untuk tetap tenang. Tidak perlu khawatir Gunung Agung akan meletus besar. Gunung selalu memberikan tanda-tanda alam jika akan meletus, yang ditangkap oleh instrumentasi yang ada di sekitar Gunung Agung.

PVMBG telah memasang peralatan canggih di Gunung Agung sehingga dapat memberikan peringatan dini kepada masyarakat. (asr)

Trump Puji Pembicaraan Empat Mata dengan Kim Jong-un

0

EpochTimesId – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump dan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un melakukan pembicaraan 4 mata dalam pertemuan bersejarah di Singapura, pada 12 Juni 2018. Usai pertemuan, Trump mengatakan kepada media bahwa pembicaraan berlangsung sangat-sangat baik.

“Very good, very very good!” (Sangat baik, sangat-sangat baik!)” Trump sampai menggunakan kata very (sangat) sampai tiga kali. Itu menunjukkan bahwa dia sangat puas dengan hasil pertemuan tersebut.

Trump dan Kim Jong-un berangkat dari tempat menginap mereka sekitar pukul 8 pagi (waktu setempat) menuju gedung pertemuan. Setelah tiba, kedua pemimpin berjabat tangan dan mengambil foto di depan gedung. Mereka kemudian memasuki gedung pertemuan untuk salam pendek dan memulai pembicaraan 4 mata yang berlangsung tertutup.

Sebagai salam pembuka Kim Jong-un mengatakan bahwa, ‘jalan’ untuk datang ke ‘Singapura’ tidak mudah. Namun, dengan tekadnya untuk mengesampingkan semua hambatan yang ada akhirnya bisa tiba di Singapura.

“Saya percaya hubungan kami akan sangat baik,” lanjut Trump.

Dia memandang positif pertemuan ini.

Pembicaraan 4 mata yang sedianya dijadwalkan akan berlangsung 45 menit selesai 5 menit lebih awal. Namun Kim Jong-un tidak memberikan jawaban, ketika ada wartawan yang bertanya mengenai apakah dia bermaksud meninggalkan program pengembangan senjata nuklir.

Namun, Trump meramalkan bahwa dirinya dan Kim Jong-un akan bekerja sama untuk memecahkan masalah besar, dilema besar. Dia berharap bahwa kesepakatan mengenai isu nuklir Pyongyang tersebut akhirnya dapat tercapai. (Wu Minzhou/ET/Sinatra/waa)

Video Pilihan :

https://youtu.be/fTKcu82AtsA

Trump dan Kim Tandatangani Dokumen Bersama dalam KTT Bersejarah

Oleh : Charlotte Cuthbertson dan Jasper Fakkert – The Epochtimes

Epochtimes.id- Presiden Amerika Serikat Donald Trump sudah menyelesaikan konferensi pers  di mana dia menjawab pertanyaan selama hampir satu jam sebelum meninggalkan Pulau Sentosa dalam perjalanan ke pangkalan AU Paya Lebar  untuk terbang kembali dengan Air Force One, Selasa (12/06/2018).

Trump menyatakan optimisme dan keyakinan bahwa Kim Jong Un akan menindaklanjuti komitmennya; terutama denuklirisasi.

Trump mengatakan Kim memiliki jumlah senjata nuklir “sangat besar”, tetapi Kim berkomitmen untuk denuklirisasi dalam proses yang dikatakan Trump akan diselesaikan dengan nyata dan mekanisme secepat mungkin.

Sanksi akan tetap berlaku untuk saat ini, tetapi Trump mengatakan latihan militer “perang” yang diadakan AS dengan Korea Selatan akan ditiadakan.

Pada pertanyaan apakah ia menganggap Kim sejajar, Trump mengatakan: “Saya akan melakukan apa pun untuk membuat dunia yang lebih aman.”

Trump  mengatakan dia yakin Kim tulus dalam keinginannya untuk menjadi negara bebas nuklir dan mengantar perdamaian dan kemakmuran bagi Korea Utara.

Tentang hak asasi manusia, Trump mengatakan bahwa ia memang mengangkat topik itu, meskipun pembicaraannya singkat dibandingkan dengan pembicaraan tentang denuklirisasi.

“Saya percaya itu situasi yang sulit di sana,” kata Trump. “Kami memang membicarakannya hari ini. Kami akan melakukan sesuatu. ”

Presiden mengatakan dia yakin KTT itu tidak akan terjadi jika bukan karena kematian tragis Otto Warmbier.

Warmbier meninggal pada Juni tahun lalu, hanya beberapa hari setelah rezim Korea Utara mengirimnya pulang dalam keadaan koma setelah menahannya di penjara selama 17 bulan.

Trump mengatakan dia telah membantu orang Korea Utara untuk bertemu dengan Kim.

“Saya pikir mereka akan menjadi pemenang besar dari hari ini.”

Trump mengatakan minggu depan dia akan bekerja sama dengan Penasihat Keamanan Nasional John Bolton dan timnya untuk membahas langkah detail selanjutnya.

Trump dan Kim kembali berjabat tamgam sebelum Kim meninggalkan KTT. Trump ditanya apa yang paling mengejutkannya tentang Kim.

“Kepribadian hebat dan sangat cerdas — kombinasi yang bagus,” kata Trump, seraya menambahkan bahwa dia adalah negosiator yang tepat.

“Seorang negosiator yang sangat berharga dan sangat cerdas. Kami mengalami hari yang luar biasa dan kami belajar banyak tentang satu sama lain dan negara kami. ”

Trump mengatakan dia mengetahui bahwa Kim adalah “orang yang sangat berbakat” yang “sangat mencintai negaranya.”

Trump mengatakan dia dan Kim akan “bertemu berkali-kali” di masa mendatang.

Trump dan Kim menandatangani tiga dokumen, yang disebut Trump “komprehensif,” tanpa merinci. Dia mengatakan isi dokumen akan dirilis pada konferensi pers  (dijadwalkan pukul 4 sore waktu setempat).

Kim mengatakan, “Hari ini kami mengadakan pertemuan bersejarah dan memutuskan untuk meninggalkan masa lalu dan kami akan membuat perubahan bersejarah.”

Kim mengatakan dia ingin mengucapkan terima kasih kepada Trump karena membuat pertemuan itu terjadi.

Trump mengatakan proses denuklirisasi mulai “sangat cepat” dan bahwa “benar-benar saya akan” mengundang Kim ke Gedung Putih.

Trump dan Kim muncul dari makan siang dan sedang menuju untuk menandatangani dokumen, namun tidak akan mengatakan apa isinya.

Trump berkata: “Ini luar biasa. Kami memiliki pertemuan yang sangat fantastis. Banyak kemajuan. Sungguh, sangat positif, saya pikir lebih baik dari siapa pun bisa menduga, di atas garis, benar-benar bagus. ”

Kim mengabaikan pertanyaan tentang apakah dia akan melakukan denuklirisasi atau membubarkan penjaranya.

Selanjutnya makan siang dilakukan. Hanya anggota pers Singapura yang diizinkan masuk ke lokasi lebih awal. Dilaporkan bahwa Kim mengatakan pertemuan itu adalah “pendahuluan menuju perdamaian.”

Trump mengatakan kepada kru kamera, “Mendapatkan gambar yang bagus semua orang? Jadi kami terlihat bagus dan tampan dan kurus? Sempurna.”

Menurut Sekretaris Pers Wakil Gedung Putih, Raj Shah, peserta KTT akan hadir di pertemuan puncak saat makan siang:

Ikut menyertai Donald Trump yakni Menlu AS Mike Pompeo, Kepala Staf Jenderal John Kelly, Penasihat Keamanan Nasional John Bolton, Sekretaris Pers Gedung Putih Sarah Sanders, Duta Besar AS untuk Filipina Sung Kim, dan Asisten Deputi Presiden untuk Urusan Asia Matthew Pottinger .

Pihak Korea Utara mendampingi Ketua Kim Jong Un, Wakil Ketua Kim Yong Chol, Wakil Ketua Ri Su Yong, Menteri Luar Negeri Ri Yong Ho, Menteri Angkatan Bersenjata Rakyat No Kwang Chol, Wakil Menteri Luar Negeri Choe Son Hui, Wakil Direktur Pertama Kim Yo Jong, dan Direktur Han Kwang Sang.

Menu  permulaan saat santapan bersama yakni koktail udang tradisional disajikan dengan salad alpukat, kerapu hijau mangga dengan saus jeruk nipis & gurita segar, dan mentimun isi Korea.

Hidangan utama termasuk daging iga sapi disajikan dengan kentang dauphinois dan broccolini , saus anggur merahi, dan babi renyah manis & asam dengan nasi goreng Yangzhou serta saus cabai XOi, dan ikan cod rebus kedelai dengan lobak dan sayuran Asia.

Makanan pencuci mulut termasuk tartlet ganache cokelat hitam, es krim haagendazs vanilla dengan ceri ceri, dan tropezienne.

Trump dan Kim menggelar pembicaraan sekitar 38 menit, berakhir pada jam 9:50 waktu setempat. Mereka hadir pada pertemuan, di mana hanya ada penerjemah, dan selanjutnya menggelar pertemuan bilateral .

Selain dari dua pemimpin, peserta dari pertemuan bilateral  termasuk: Wakil Ketua Korea Utara, Kim Yong Chol, Menteri Luar Negeri Korea Utara, Ri Yong Ho, mantan menteri luar negeri Korea Utara Ri Su Yong, dan seorang penerjemah.

Di pihak Amerika adalah Penasihat Keamanan Nasional John Bolton, Menlu Mike Pompeo, Kepala Staf John Kelly, dan seorang penerjemah. Tentang pertemuan itu saat jumpa pers, Trump mengatakan “sangat baik. Hubungan yang sangat baik.” Kim diminta setidaknya tiga kali tentang denuklirisasi, tetapi menolak untuk menjawab. (asr)

Sebelas Tewas dalam Kecelakaan Kapal Sungai Jelang Piala Dunia Rusia

0

EpochTimesId – Sebelas orang penumpang kapal pesiar sungai tewas ketika kapal mereka bertabrakan dengan kapal tugboat Selasa (12/6/2018) dinihari, di kota Volgograd, Rusia. Kota tersebut akan menjadi salah satu tuan rumah pertandingan sepak bola pada turnamen Piala Dunia.

Badan SAR Rusia, menerima pemberitahuan sekitar jam 10 malam waktu setempat bahwa kapal-kapal itu bertabrakan di Sungai Volga. Dua kapal bertabrakan sekitar 250 meter dari tepi sungai.

Kapal pesiar tersebut dilaporkan mengangkut 16 orang. Walau menjelang Piala Dunia, tidak ada orang asing dalam kapal tersebut. Semua korban adalah orang Rusia, menurut kantor berita RIA yang mengutip pernyataan pemerintah setempat.

Lima orang berhasil diselamatkan. Tiga korban yang selamat dilarikan dan dirawat di rumah sakit, menurut situs gubernur daerah Andrei Bocharov.

Investigasi terkait penyebab tabrakan masih diinvestigasi oleh otoritas terkait. Menurut saluran TV negara, Rossiya-24, kapal penumpang kelebihan muatan dan lampu penanda mati ketika tabrakan terjadi.

Volgograd, dikenal sebagai Stalingrad dari 1925-1961 dan tempat pertempuran terbesar dan paling berdarah dari Perang Dunia II. Eks-Stalingard itu akan menjadi tuan rumah pertandingan babak grup penyisihan Piala Dunia yang melibatkan Inggris, Tunisia, Nigeria, Islandia, Arab Saudi, Mesir, Jepang dan Polandia.

Pertandingan pertama digelar pada 18 Juni antara Inggris dan Tunisia. (Reuters/The Epoch Times/waa)

Video Rekomendasi :

https://youtu.be/fTKcu82AtsA

Kecelakaan Lalin, Pengendara Motor Terlindas Masih Mampu Bangun Sendiri

Epochtimes.id- Seorang pengendara motor berhelm warna hijau jatuh sendiri ketika memaksakan diri untuk mendahului truk kontainer pada 5 Juni lalu, tetapi pengendara ini masih dapat langsung berdiri dan berjalan menepi dengan helm yang berubah bentuk karena terlindas ban truk.

Meskipun tak lama kemudian ia pun ambruk terbaring di trotoar. Salah satu komentar warganet  berbunyi : Beli di mana helmnya ?

Dari video dapat dilihat, seorang pengendara motor dengan memakai helm berwarna hijau sedang melaju tidak kencang di sebuah jalan di kota Cainta, Filipina.

Tampaknya ia ingin mendahului truk kontainer yang berada di depannya yang jalannya cukup perlahan. Mungkin ia melihat ada kesempatan untuk mendahului maka ia melakukan hal itu, tetapi naas, jalan yang sempit membuat motornya oleng sehingga jatuh ke arah ban truk yang berjalan.

Tak ayal lagi roda belakang truk langsung menggilas helm sampai berubah bentuk. Sejumlah kendaraan bermotor yang berada di belakang truk yang menyaksikan kejadian itu langsung berhenti.

Melihat pria pengendara motor itu melepaskan helm dan bangun sendiri berjalan ke trotoar di sampingnya untuk beristirahat atau menenangkan diri. Tampaknya ia tidak mengalami cidera.

Di saat itu ada kendaraan lain yang lewat begitu saja, tetapi ada yang bersuara lantang menanyakan apakah membutuhkan bantuan ? Tetapi tak lama kemudian terlihat pengendaraan motor yang duduk di trotoar jatuh pingsan.

Pejalan kaki yang melihat kebingungan dan langsung menghubungi polisi untuk meminta bantuan.

Saat berita dimuat, reporter belum memperoleh konfirmasi dari kepolisian tentang kondisi si pengendara tersebut, meskipun ada warganet yang menulis komentar di Youtube mengatakan bahwa ia akhirnya meninggal, tetapi langsung dibantah oleh warganet lainnya yang menegaskan ia tidak meninggal dunia. (Sinatra/asr)

Penyelundup Jual Anak-Anak untuk Imigran Gelap yang Akan Masuk Ke Amerika Serikat

0

EpochTimesId – Komplotan penyelundup imigran gelap di Meksiko menjual dan menyewakan anak-anak untuk mempermudah akses sebagai pengungsi ke Amerika Serikat. Anak-anak digunakan sebagai salah satu strategi mengeksploitasi setiap celah keamanan perbatasan Amerika selama beberapa dekade.

Saat ini, tren tameng anak-anak sedang meningkat pesat. Dalam strategi tersebut, anak-anak digunakan untuk menyeberangi perbatasan secara ilegal oleh orang dewasa. Imigran dewasa kemudian mengklaim suaka sebagai sebuah unit keluarga, dan berharap akan dilepas ke pedalaman Amerika Serikat lebih cepat.

“Kami punya intelijen bahwa organisasi penyelundup asing membuat anak-anak tersedia untuk orang dewasa lajang sehingga mereka bisa datang dan mengaku sebagai unit keluarga dan tidak ditahan,” kata Deputi Direktur Imigrasi dan Bea Cukai AS (ICE), Tom Homan pada 7 Mei 2018.

“Kami memiliki situasi di mana anak yang sama telah melintasi perbatasan beberapa kali dalam jangka waktu berdekatan, dengan orang-orang yang mengaku sebagai orang tua. Jadi jelas, ada perdagangan manusia.”

Pada tahun fiskal 2017, ‘Homeland Security’ (Departemen Keamanan Dalam Negeri) melihat 46 kasus anak-anak digunakan secara curang oleh orang dewasa yang menyeberang secara ilegal. Dalam lima bulan pertama tahun fiskal 2018, 191 kasus telah dilaporkan.

“Angka-angka yang telah kami kumpulkan menunjukkan dengan jelas bahwa penyelundup, pedagang manusia, dan aktor jahat berusaha menggunakan ratusan anak untuk mengeksploitasi undang-undang imigrasi kami dengan harapan bisa masuk ke Amerika Serikat,” kata jurubicara Departemen Keamanan Dalam Negeri, Katie Waldman.

Dua celah yang digunakan para penyelundup adalah UU Reauthorization Perlindungan Korban Trafficking (TVPRA) dan Kesepakatan Penyelesaian Flores (Flores Settlement). Di bawah ‘Flores Settlement’, unit keluarga tidak dapat ditahan selama lebih dari 20 hari, yang biasanya berarti keluarga dilepaskan ke pedalaman Amerika Serikat dengan tanggal pengadilan yang berpotensi tertunda selama bertahun-tahun.

TVPRA tidak mengizinkan Amerika Serikat menolak masuknya anak-anak yang bukan berasal dari Meksiko dan mengirim mereka kembali ke Meksiko. Oleh karena itu jumlah besar migran Amerika Tengah yang masuk secara ilegal sebagai unit keluarga atau anak di bawah umur yang tidak didampingi dan mengklaim suaka. Hanya sekitar 20 persen dari kasus suaka yang akhirnya disetujui oleh hakim federal.

Pemerintah sedang mencoba untuk mengendalikan celah dengan kebijakan ‘nol toleransi’ dengan ‘Sans Congressional action’, yang diperkenalkan oleh Jaksa Agung AS, Jeff Sessions baru-baru ini. Kebijakan yang berjanji untuk mengadili semua orang dewasa yang memasuki negara secara ilegal. Kebijakan itu bukan tindakan hukum yang baru, namun kebijakan itu itu tidak ditegakkan selama pemerintahan Obama.

Peningkatan penuntutan berarti bahwa semakin banyak orang dewasa yang ditahan, sambil menunggu kasus mereka. Dalam hal ini, anak-anak mereka akan ditahan secara terpisah. Homeland Security juga akan menahan anak-anak secara terpisah jika tidak mungkin untuk membangun hubungan kustodian (sponsor), atau Homeland Security percaya bahwa kustodian dapat menjadi ancaman bagi anak.

“Angka-angka itu menunjukkan situasi yang mengerikan di perbatasan yang membutuhkan tindakan mendesak dari Kongres untuk mengatasi celah yang membuat anak-anak ini berisiko. Kami akan terus mengambil tindakan untuk melindungi anak-anak ini,” kata Waldman. (Charlotte Cuthbertson/The Epoch Times/waa)

Video Rekomendasi :

https://youtu.be/fTKcu82AtsA

KTT Trump – Kim, Media Korea Utara Singgung Reunifikasi

Jasper Fakkert – The Epochtimes

Menjelang pertemuan antara Donald Trump dan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un yang sangat dinantikan, media negara Korea Utara mengatakan negara itu terbuka terhadap reunifikasi dengan Korea Selatan.

Perubahan yang luar biasa Korea Utara dan KTT yang akan datang terjadi menyusul sepanjang tahun kampanye oleh pemerintahan Trump.

“Utara dan selatan Korea dapat meningkatkan hubungan mereka, meredakan ketegangan di semenanjung, dan membuat terobosan dalam mencapai reunifikasi negara independen,” kata kantor berita KCNA yang dikendalikan Korut pada 9 Juni 2018.

Media pemerintahan Korut memuji Deklarasi Panmunjom yang diadopsi oleh Kim dan presiden Korea Selatan, Moon Jae-in pada bulan April tahun ini.

“Penerapan Deklarasi Panmunjom adalah manifestasi yang nyata dari keinginan untuk mengantar era baru rekonsiliasi nasional, perdamaian, dan kemakmuran,” kata KNCA.

Media Korea Utara juga memuji Kim atas upayanya untuk menempuh perdamaian, meskipun konflik telah menjadi komponen kunci dari propaganda domestik dan internasional selama bertahun-tahun.

“Perubahan drastis ini adalah hasil berharga yang dihasilkan oleh Kamerad Kim Jong Un, membuat keputusan yang berani keluar dari cinta ningratnya bagi bangsa dan keinginan kuat untuk mengamankan perdamaian,” katanya.

KCNA dan media negara Korea Utara lainnya, yang mewakili resmi garis rezim komunis Korea Utara, biasanya terang-terangan bermusuhan dengan Amerika Serikat dan sekutunya.

Selama sebagian besar tahun pertama Trump, media Korea Utara sering mengancam daratan AS serta Jepang, dan Korea Selatan dengan serangan nuklir.

Pada Oktober tahun lalu, media Korea Utara mengancam akan membawa “awan nuklir” ke Jepang.

“Kegaduhan Jepang seperti yang memicu ketegangan di semenanjung Korea adalah tindakan bunuh diri yang akan membawa awan nuklir ke kepulauan Jepang,” komentar di media negara Korea Utara.

Ancaman Korea Utara seusai dengan serangkaian uji coba rudal balistik antarbenua (ICBM), serta uji coba nuklir bawah tanah pada September tahun lalu.

Pada akhir November, Korea Utara mengejutkan dunia dengan meluncurkan ICBM ke ruang angkasa. Menteri Pertahanan AS Jim Mattis menyatakan Korea Utara memiliki kemampuan untuk mencapai sasaran tempat mana pun di dunia.

Tekanan Kampanye

Setelah resmi menjabat di Gedung Putih pada Januari 2017, Trump memulai kampanye tekanan dengan maksud agar denuklirisasi Korea Utara.

Menggunakan kombinasi tekanan diplomatik, sanksi ekonomi, dan ancaman militer yang kredibel, Trump mampu menekan Korea Utara sampai titik di mana sekarang ini.

Amerika Serikat meningkatkan kehadirannya di wilayah itu dengan menempatkan lebih banyak peralatan militer di sana, termasuk pesawat F-35 di Jepang, serta sistem pertahanan rudal canggih di Korea Selatan dan Jepang. Trump juga mampu mengamankan peningkatan signifikan dalam pengeluaran militer serta meningkatkan kemampuan militer Amerika.

Hal instrumental adalah kemampuan Trump untuk meyakinkan pemimpin Tiongkok Xi Jinping agar menerapkan sanksi Dewan Keamanan PBB, serta sanksi ekonomi tambahan terhadap Korea Utara.

Perang yang Sedang Berlangsung

Meskipun mengakhiri pertempuran terbuka Perang Korea pada tahun 1953, sebuah perjanjian damai tak pernah ditandatangani. Permusuhan antara Korea Utara dan Korea Selatan tetap kuat selama beberapa dekade.

Pada Maret 2010, kapal angkatan laut Korea Selatan tenggelam setelah dihantam torpedo Korea Utara, menewaskan 46 pelaut. Pada November 2010, Korea Utara menembakkan 170 peluru artileri ke Pulau Yeonpyeong dan menyerang sasaran sipil dan militer Korea Selatan.

Selama pertemuan bulan April antara Kim dan Moon Jae-in, para pemimpin berbicara untuk menyepakati mengakhiri perang. Pertemuan itu terjadi setelah Direktur CIA yang saat itu dan Menteri Luar Negeri saat ini, Mike Pompeo, bertemu secara rahasia dengan Kim di Korea Utara.

Pompeo melanjutkan untuk bertemu Kim pada bulan Mei, mengikuti pembebasan tiga sandera Amerika yang telah ditawan di Korea Utara.

Janji untuk Masa Depan Lebih Baik

Selama kunjungan ke Korea Selatan November lalu, Trump telah menjanjikan Korea Utara jalan ke depan, jika setuju untuk meninggalkan program senjata nuklirnya.

“Korea Utara bukan surga yang diimpikan kakek Anda. Ini adalah neraka yang tidak pantas bagi siapa pun. Namun, terlepas dari setiap kejahatan yang Anda lakukan terhadap Tuhan dan manusia, Anda siap untuk menawarkan, dan kami akan melakukannya – kami akan menawarkan jalan menuju masa depan yang jauh lebih baik, ”kata Trump ketika berbicara dengan Kim dalam pidatonya.

“Ini dimulai dengan mengakhiri agresi rezim Anda, penghentian pengembangan rudal balistik, dan denuklirisasi penuh, dapat diverifikasi, dan total,” katanya.

Dalam pidatonya, Trump menarik perbedaan tajam antara Korea Selatan yang secara ekonomi maju dan makmur dan Korea Utara yang miskin.

“Pemandangan langit atas semenanjung ini menunjukkan sebuah bangsa cahaya yang mempesona di Selatan dan kegelapan tak tertembus di Utara,” kata Trump.

“Kami mencari masa depan cahaya, kemakmuran, dan perdamaian. Tetapi kami hanya siap untuk membahas jalan yang lebih cerah ini untuk Korea Utara jika para pemimpinnya menghentikan ancaman mereka dan membongkar program nuklir mereka.”

“Apa yang telah dicapai Korea Selatan di semenanjung ini lebih dari kemenangan untuk negara Anda. Ini adalah kemenangan bagi setiap bangsa yang percaya pada jiwa manusia. Dan itu adalah harapan kami bahwa, suatu hari nanti, semua saudara dan saudari dari Utara akan dapat menikmati sepenuhnya kehidupan yang dimaksudkan oleh Tuhan. ”

Jika Korea Utara memang bersedia meninggalkan program senjata nuklirnya, Korea Utara bisa menjadi langkah pertama menuju perdamaian abadi dan potensi reunifikasi Utara dan Selatan. (asr)

Wartawan Online Meninggal Dunia di Lapas, Berikut Penjelasan Dewan Pers

Epochtimes.id- Seorang wartawan online, Muhammad yusuf meninggal dunia di sel tahanan Lapas Kelas II Kotabaru, Kalimantan Selatan, Minggu (10/06/2018). Atas kasus ini nama Dewan Pers ikut disebut-sebut dalam kasus yang diusut oleh Polres Kotabaru.

Muhammad Yusuf (42) dijebloskan ke penjara usai dilaporkan oleh salah satu perusahaan sawit di Kalimantan Selatan gara-gara berita yang dia tulis di sebuah media online. Status tersangka pun disematkan kepada Yusuf.

Oleh karena itu, Dewan Pers menyampaian keterangan pers atas kasus ini :

“Menanggapi informasi yang beredar di media massa maupun media sosial berkenaan meninggalnya Muhammad Yusuf saat yang bersangkutan ditahan di Lapas Kelas II B Kotabaru, Kalimantan Selatan, Dewan Pers menyatakan duka cita sedalam-dalamnya dan berharap agar almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi-NYA,” tercantum dalam rilis Dewan Pers, Senin (11/6/2018).

“Dewan Pers pun berharap, kasus meninggalnya Yusuf ditangani dan diselesaikan setransparan mungkin sesuai hukum yang berlaku,” lanjut Dewan Pers.

Terkait informasi bahwa penahanan almarhum dilakukan atas rekomendasi Dewan Pers menyampaikan rekomendasi sebagai berikut :

“Dewan Pers menyatakan tidak pernah menerima pengaduan pihak-pihak yang dirugikan terkait berita yang dibuat Muhammad Yusuf. Dewan Pers terlibat setelah Kapolres Kotabaru, AKBP Suhasto meminta surat permintaan keterangan Dewan Pers selaku ahli.”

Adapun keterlibatan Dewan Pers, setelah Kapolres Kotabaru, Kalimantan Selatan, AKBP Suhasto, SI.K, M.H mengirim surat permintaan Keterangan Ahli pada 28 Maret 2018. Surat ini diikuti kedatangan tiga penyidik dari Polres Kotabaru Kalimantan Selatan ke kantor Dewan Pers pada tanggal 29 Maret 2018.

Penyidik itu datang untuk meminta keterangan Ahli dari Sabam Leo Batubara yang telah ditunjuk Dewan Pers untuk memberikan Keterangan Ahli terkait kasus ini.Pada saat itu penyidik menunjukkan dua berita yang ditulis di kemajuanrakyat.co.id.

Selanjutnya pada tanggal 2 dan 3 April, polisi kembali mendatangi Dewan Pers guna mengajukan 21 artikel lain untuk diuji dan ditelaah oleh Dewan Pers selaku ahli. Empat berita dimuat di kemajuanrakyat.co.id sisanya dimuat di berantasnews.com.

Berdasarkan telaah terhadap dua berita yang dilaporkan dalam pertemuan tanggal 29 Maret 2018 dan 21 berita yang dilaporkan dalam pertemuan tanggal 2-3 April 2018, berikut penilaian Ahli Pers dari Dewan Pers:

  1. Berita-berita tersebut, secara umum tidak memenuhi standar teknis maupun Etika Jurnalistik

2 Rangkaian pemberitaan yang berulang-ulang dengan muatan yang mengandung opini.

  1. Pemberitaan berulang yang hanya menyuarakan kepentingan salah satu pihak, mengindikasikan berita tersebut tidak bertujuan untuk kepentingan umum dan tidak sesuai dengan fungsi dan peranan pers sebagaimana diamanatkan dalam pasal 3 dan pasal 6 Undang-Undang No 40/1999 tentang Pers.
  2. Pihak yang dirugikan oleh rangkaian pemberitaan tersebut dapat menempuh jalur hukum dengan menggunakan UU lain di luar UU No 40/1999 tentang Pers.

Terkait informasi dari penyidik bahwa Muhammad Yusuf adalah penggerak demonstrasi dan membagikan uang kepada para demonstran, Ahli Pers menyatakan, hal itu bukan domain pekerjaan wartawan profesional. Terkait pertanyaan penyidik yang mempersoalkan pemuatan berita-berita tersebut di media sosial, Ahli Dewan Pers menyatakan, hal itu di luar ranah Dewan Pers

Permintaan Keterangan Ahli dari Dewan Pars oleh penyidik Polri merupakan implementasi dari Nota Kesepahaman/Memorandum of Understanding (MoU) antara Dewan Pers dengan Polri tentang Koordinasi dalam Perlindungan Kemerdekaan Pers dan Penegakan Hukum Terkait Penyelahgunaen Profesi Wartawan.

Nota Kesepahaman ini memuat dua substansi penting yakni upaya untuk menjaga agar kasus pelanggaran etik vang dilakukan oleh pers profesional tidak diselesaikan melalui proses pidana.  Dan terhadap kasus penyalahgunaan profesi wartawan yang diproses pidana oleh Polri, Dewan Pers akan menyediakan Ahli Pers untuk memberkan Keterangan Ahli.

“Kemerdekaan Pers adalah bagian dari Hak Asasi Manusia. Salah satu fungsi utama Dewan Pers adalah menjaga kemerdekaan pers antara lain dengan senantiasa mendororg pers untuk se alu bersikap profesional dan taat kepada Undang-Undang No 40/1999 tentang Pers, Kode Etik Jurnalistik dan Peraturan-Peraturan Dewan Pers lain yang pada dasarnya merupakan peraturan yang dibuat sendiri oleh kamunitas pers sebagai implementasi dari swa regulasi (sef regulation),” pungkas Dewan Pers. (asr)

Hikayat Dua Denuklirisasi: Trump Ingin Melucuti, Kim Ingin Bertahan

Oleh Paul Huang – The Epochtimes

Di antara poin-poin teratas dalam agenda KTT Presiden Donald Trump dan diktator Kim Jong Un pada 12 Juni adalah masalah senjata nuklir Korea Utara, yang dituntut oleh Amerika Serikat agar dilikuidasi, yang biasa disebut dengan “denuklirisasi.”

Para pakar telah berulang kali memperingatkan, bagaimanapun, Pyongyang tidak pernah secara jelas mendefinisikan apa itu denuklirisasi, atau lebih buruk lagi, bahwa ia memiliki pemahaman yang sama sekali berbeda tentang apa arti istilah itu.

Amerika Serikat

Selama beberapa dekade, kebijakan AS terhadap Korea Utara telah menuntut denuklirisasi total program senjata nuklir Korea Utara, dapat diverifikasi, dan tidak dapat dipulihkan. Apa artinya ini? Bahwa Pyongyang akan menghancurkan semua nuklirnya, dan tidak akan bisa membuat yang baru lagi, satu lagi yakni dalam jangka selamanya.

Dalam pengertian ini, “irreversible” berarti fasilitas Pyongyang yang ada digunakan untuk melakukan uji coba nuklir dan membuat hulu ledak tidak dapat diaktifkan kembali setelah dibongkar. Amerika Serikat telah menggunakan bahasa ini sejak tahun 2006 dalam resolusi Dewan Keamanan PBB.

“Dapat Diverifikasi” berarti bahwa Pyongyang harus mengizinkan pengamat dari luar untuk masuk ke dalam negeri dari waktu ke waktu sehingga mereka dapat memeriksa situs yang dibongkar dan tempat lain, untuk memastikan nuklir tidak lagi dibuat.

Selain itu, penasihat keamanan nasional Trump, John Bolton, sosok yang terkenal sebagai garis keras terhadap Korea Utara, berpandangan lebih jauh dan mengatakan dalam sebuah wawancara kepada media bahwa kesepakatan denuklirisasi harus mencakup penghancuran rudal balistik Korea Utara,  senjata kimia dan biologi. Meskipun tuntutan semacam itu bahkan kurang disetujui oleh Pyongyang.

Korea Utara

Di sisi lain, beberapa pengamat Korea Utara percaya bahwa rezim Kim siap menyerahkan senjata nuklir Korut sepenuhnya.

“Terlepas dari semua ucapan bahagia yang kami dengar dari presiden [Trump] tentang surat-surat yang bagus dan kata-kata yang baik [dari Kim Jong Un], tidak ada yang berubah dalam pernyataan Korea Utara tentang denuklirisasi,” kata Victor Cha. Ketua Korea di Pusat Kajian Strategis & Internasional (CSIS) pada briefing 8 Juni tentang KTT Trump-Kim.

Korea Utara tidak pernah menjelaskan apakah pemahamannya tentang istilah denuklirisasi berarti pembubaran senjata nuklirnya sendiri, senjata yang secara konsisten dipaksakan Pyongyang adalah alat yang sah untuk menjamin kelangsungan hidup rezim.

Bahkan jika Kim setuju dengan versi denuklirisasi AS, para pengamat mengatakan itu mungkin hanya tipuan untuk memeras konsesi ekonomi dan politik dari komunitas internasional, mengingat catatan panjang Korea Utara melanggar perjanjian yang dibuat dengan negara lain.

“Korea Utara akan membuka banyak pintu jebakan untuk Anda,” kata Cha.

“Salah satunya akan menjadi janji, komitmen untuk perjanjian damai dan normalisasi dengan imbalan janji-janji denuklirisasi yang samar jauh ke masa depan.”

Terlebih lagi, telah banyak dicatat oleh pengamat bahwa Pyongyang dengan sengaja menggunakan istilah itu untuk merujuk pada kemampuan pencegahan nuklir strategis AS, atau payung nuklir di Semenanjung Korea dan wilayah sekitarnya.

Dalam pengertian ini, Pyongyang melihat denuklirisasi  berarti bahwa Amerika Serikat akan menarik jaminan keamanannya untuk melindungi Korea Selatan dengan senjata nuklir AS, sesuatu yang sebagian besar para ahli sepakati bahwa Trump akan menemukan hal yang sama sekali tidak dapat diterima.

Korea Utara juga diperkirakan akan meminta pengurangan atau penarikan total 28.000 pasukan AS yang ditempatkan di Korea Selatan, sebagai prasyarat bagi Pyongyang untuk melakukan tingkat denuklirisasi apa pun.

“Ketika Anda menarik kesimpulan perjanjian damai, itu akhirnya merongrong alasan untuk memiliki kehadiran pasukan AS di Korea Selatan,” kata Sue Mi Terry, seorang rekan senior di kursi Korea CSIS. Korea Utara tidak “harus meminta pengurangan kehadiran pasukan. Mereka hanya perlu meminta perjanjian damai untuk mencapai tujuan itu. ” (asr)

FBI Selamatkan Ratusan Anak dari Eksploitasi dan Perdagangan Seks

0

EpochTimesId – Dalam waktu kurang dari sebulan, sebuah operasi FBI di Atlanta, Georgia, menyelamatkan sebanyak 149 anak-anak yang hilang dan dieksploitasi. Penyelamatan dan penangkapan itu adalah bagian dari operasi “Safe Summer” yang berlangsung dari 1 Mei hingga 25 Mei 2018.

Siaran pers FBI 5 Juni mengatakan operasi dilakukan menjelang awal musim panas untuk meningkatkan kesadaran dan mengirim pesan penting. Khususnya ketika anak-anak adalah komunitas paling rentan menjadi target eksploitasi.

“Tujuan operasi adalah untuk memerangi eksploitasi anak dan perdagangan seks anak dan membuat komunitas kami lebih aman bagi anak-anak kami dalam menyambut musim panas,” ujar rilis FBI.

Menurut laporan dari WSB-TV di Atlanta, jumlah anak yang diselamatkan masih terus bertambah. Karena operasi penegakan hukum yang dibantu penuh oleh Kepolisian Negara Bagian Atalanta masih terus berlangsung.

“Mereka adalah kejahatan yang menjadi perhatian khusus FBI dan penegakan hukum pada umumnya,” Asisten Agen Khusus FBI, Matt Alcoke mengatakan kepada WSB-TV.

“Karena korban sangat rentan sebagai anak-anak dan karena pelanggar bisa dari hampir semua kalangan, dari anggota geng hingga seseorang yang sangat sukses dan terpandang.”

Dalam salah satu kasus, Jaquan Barnes dituduh melakukan perdagangan seks dan tuduhan lainnya. Penangkapannya menyebabkan selamatnya seorang gadis 17 tahun, menurut laporan dari Atlanta Journal-Constitution.

Dalam kasus lain, Trevey Parks, yang sudah terdaftar sebagai pelaku kejahatan seksual, dituduh menghasilkan gambar mesum anak-anak di bawah umur.

Menurut The Atlanta Journal-Constitution, banyak kasus terkait dengan prostitusi. Laporan FBI mencatat bahwa korban berusia antara 3 hingga 17 tahun.

Operasi itu dipimpin oleh Satuan Tugas Eksploitasi Anak Atlanta Metro (MATCH) FBI. Operasi itu melibatkan 38 lembaga penegak hukum lokal, negara bagian, dan federal. Termasuk Dinas Investigasi Keamanan Dalam Negeri, Kantor Pengacara AS, Biro Investigasi Georgia, polisi daerah, dan polisi kota.

FBI telah melakukan beberapa operasi serupa akhir-akhir ini, termasuk di Atlanta. Pada 18 Oktober 2017, FBI menyelamatkan 84 anak di bawah umur. Mereka juga menangkap 120 pelaku perdagangan manusia jaringan operasi nasional, dalam operasi yang hanya berlangsung selama empat hari.

“Kami di FBI tidak memiliki misi yang lebih besar daripada melindungi anak-anak bangsa kita dari bahaya,” kata Direktur FBI, Christopher Wray, dalam rilis FBI pada Oktober 2017. “Sayangnya, jumlah pedagang yang ditangkap, dan jumlah anak-anak yang diselamatkan, menunjukkan bahwa kejahatan itu masih terus terjadi dan penegak hukum masih perlu terus melakukan pekerjaan penting ini (penangkapan).”

Pusat Nasional untuk Anak Hilang dan Tereksploitasi mencatat dalam rilis bahwa perdagangan seks anak sedang terjadi di setiap wilayah di seluruh Amerika. (Joshua Philipp/The Epoch Times/waa)

Video Rekomendasi :

https://youtu.be/fTKcu82AtsA