Iran Akui Bantu Serangan Teroris 911 WTC

0

EpochTimesId – Seorang pejabat tinggi Iran untuk pertama kalinya mengakui membantu teroris yang akan pergi untuk menerbangkan pesawat ke Menara Kembar World Trade Center di New York City, Pentagon, Washington, dan sebuah lapangan di Pennsylvania. Serangan para teroris itu menewaskan hampir 3.000 orang.

Mohammad-Javad Larijani, seorang asisten urusan internasional di pengadilan Iran, mengatakan hal itu kepada televisi yang dikendalikan negara. Larijani mengatakan bahwa para pejabat intelijen Iran secara diam-diam memberikan jalan kepada para teroris 9/11. Intelijen Iran mengamankan mereka untuk berlindung menjelang serangan, menurut terjemahan dari pernyataan yang diterbitkan oleh Al Arabiya.

“Pemerintah kami setuju untuk tidak mencap paspor beberapa dari mereka. Karena mereka sedang dalam penerbangan transit selama dua jam, dan mereka melanjutkan penerbangan mereka tanpa dicap paspor mereka. Namun, gerakan mereka berada di bawah pengawasan penuh intelijen Iran,” kata Larijani.

Tidak ada pejabat senior Iran yang sebelumnya mengakui peran rezim Islam dalam serangan itu.

Komisi 9/11, yang ditugaskan untuk menyelidiki serangan teroris, telah menyimpulkan bahwa Iran memainkan peran dalam pembantaian 9/11 dengan membantu teroris al-Qaeda. Laporan itu juga menyatakan bahwa pejabat keamanan Iran membiarkan para teroris melakukan perjalanan melalui Iran tanpa dicap paspor mereka.

Bulan lalu, seorang hakim New York memerintahkan Iran untuk membayar 6 miliar dolar AS (sekitar 80 triliun rupiah) kepada para korban serangan. Iran tidak pernah menanggapi gugatan itu, dan hakim menjalankan penilaian default. Tahun lalu, sebuah pengadilan Eropa di Luksemburg menolak untuk mencairkan 1,6 miliar dolar AS dana Iran yang dipegang oleh bank di sana untuk korban serangan 9/11.

Larijani mengepalai Dewan Tinggi Hak Asasi Manusia Iran, yang telah dituduh oleh organisasi hak asasi manusia internasional melakukan pelanggaran dan menutup-nutupinya. Dalam wawancara yang sama, Dia menegaskan bahwa pejabat intelijen Iran selalu berhubungan dengan teroris al-Qaeda.

Pada bulan November tahun lalu, CIA merilis sekumpulan dokumen yang disita ketika pemimpin teroris al-Qaeda, Osama Bin Laden, tewas. Iran menonjol dalam beberapa file. Sebuah surat dari seorang anggota al-Qaeda terkemuka menegaskan bahwa Iran bersedia menyediakan segala yang dibutuhkan Al-Qaeda untuk menyerang kepentingan Amerika di Arab Saudi dan kawasan Teluk. Dokumen itu juga menguatkan pernyataan Larijani, yang menunjukkan bahwa operasi intelijen Iran membantu teroris al-Qaeda dengan visa dan pelabuhan yang aman.

Al-Qaeda mengambil tawaran Iran. Pejabat senior al-Qaeda Abu Hafs al-Mauritani merundingkan perjanjian dengan Iran menjelang serangan tersebut.

Satu batch dokumen CIA yang dirilis pada Maret 2016 berisi surat dari bin Laden dengan instruksi tentang bagaimana menangani Iran. Dalang teroris menulis bahwa Iran adalah pemain kunci dalam ‘gerakan’ al-Qaeda.

Dokumen pengadilan dari gugatan 9/11 lainnya di New York mengungkapkan bahwa kedutaan Iran di Eropa membantu koordinator serangan 9/11, Ramzi bin al-Shibh, dalam perjalanannya. Kedutaan Iran di London dan Berlin mengeluarkannya dengan visa perjalanan.

Bulan lalu, Presiden Donald Trump menarik diri dari kesepakatan nuklir dengan Iran yang dibuat oleh pendahulunya, mantan Presiden Barack Obama. Trump menyebut kesepakatan itu, yang berjudul Rencana Aksi Komprehensif Gabungan, sebagai kesepakatan yang mengerikan dan sepihak. Jalan keluar berarti bahwa Amerika Serikat akan memberlakukan sanksi yang semakin melumpuhkan pada rezim Islam.

Sebuah draft laporan dari Subkomite Permanent Senat Investigasi Senat, yang dirilis 7 Juni, menemukan bahwa Obama memberikan Iran akses kepada sistem keuangan AS meskipun ada klaim publik dari pejabat bahwa mereka akan melarangnya.

Laporan itu menarik perhatian Trump, dan dia menyerukan penyelidikan.

“Pemerintahan Obama sekarang dituduh mencoba memberikan akses rahasia untuk Iran kepada sistem keuangan Amerika Serikat. Ini benar-benar ilegal. Selidiki!” Trump berkicau di Twitter pada 7 Juni 2018. (The Epoch Times/waa)

Video Pilihan :

https://youtu.be/fTKcu82AtsA

Trump Peringati Kim Jong-un Kesempatan Hanya Sekali

oleh Wu Ying

Pada hari Sabtu, Presiden AS Trump mengatakan bahwa ia merasa optimis dengan pertemuan dengan Kim Jong-un, meskipun ia tetap mengingatkan pemimpin Korea Utara itu agar tidak menyia-nyiakan kesempatan emas dan sekali terlewatkan, tidak akan ada kesempatan untuk kedua kalinya.

Pada Sabtu (9/06/2018) siang, Trump mengakhiri pertemuan KTT G7 lebih cepat dari jadwal,  dan mengadakan konferensi pers sebelum berangkat ke Singapura. Ia mengatakan bahwa akan bertemu dengan Kim Jong-un pada 12 Juni untuk membahas isu-isu denuklirisasi dan mengakhiri Perang Korea.

Ia berharap KTT pertama tersebut dapat membawa perdamaian kepada dunia dan menjadikan Korea Utara negara yang lebih baik dalam waktu singkat.

Trump menambahkan bahwa mulai sekarang Amerika Serikat dan Korea Utara telah melakukan koordinasi yang cukup baik. “Kita melihat apa yang akan terjadi. dan kita dapat melihatnya dalam waktu dekat. ”

“Meskipun Korea Utara asing bagi kami, tetapi saya benar-benar merasa percaya diri.”

Trump mengatakan, “Sekarang Kim Jong-un memiliki kesempatan (mengubah status quo) ini dan ia tidak akan memiliki kesempatan seperti ini lagi di masa mendatang. ”

“Ini adalah satu-satunya kesempatan. Saya pikir peluang ini akan memiliki hasil yang sangat baik,” tambahnya.

Ketika wartawan bertanya kepada Trump kapan berita baik pertemuan dengan Kim dapat diketahui, dan sejauh mana keseriusan Kim menghadapi KTT. Trump menjawab : “Saya dapat dengan cepat mengetahui, sejak menit pertama pertemuan dimulai saya sudah bisa tahu”

“Jika saya prediksi tidak akan membawa hasil yang baik, saya tak akan memboroskan waktu saya, juga waktunya (Kim)” tegas Trump.

Soal apasaja masalah yang akan dibicarakan, Trump mengatakan : “Kami akan mengajukan semua permasalahan dan setiap pertanyaan akan kami ajukan”

Dalam penerbangan menuju Singapura, Trump mengeluarkan berita tweet yang bunyinya : Di Singapura saya akan memiliki peluang untuk mencapai hasil yang benar-benar berguna bagi Korea Utara dan dunia, Selain itu saya rasa kesempatan ini tidak akan disia-siakan. (Sinatra/asr)

Kim Tiba di Singapura, Media AS : Bertaruh Habis-Habisan

oleh Xu Jian

Kepala Negara Korea Utara Kim Jong-un pada 10 Juni siang tiba di Singapura. Analisis media asing menyebut Kim Jong-un meninggalkan Pyongyang dengan membawa misi politik terbesarnya saat ini yang dapat digambarkan sebagai siap untuk bertaruh habis-habisan.

Kim yang berangkat dari Pyongyang dengan pesawat Air China nomor penerbangan CA61 pada 10 Juni pagi, mendarat di Bandara Changi Singapura pada pukul 14:37.

Presiden AS Trump juga menyusul akan tiba di bandara yang sama untuk menghadiri KTT pada 12 Juni nanti.

Sebagaimana kita ketahui, keluarga Kim jarang mau bepergian dengan menumpang pesawat terbang, Kim Jong-il, ayah Jong-un hanya mau naik kereta api jika kenegeri orang karena takut terjadi pembunuhan terhadap dirinya.

Kim Jong-un belakangan ini sering muncul di masyarakat internasional, termasuk baru-baru ini ia melakukan pembicaraan dengan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in di perbatasan Utara-Selatan, atau ke Tiongkok untuk kunjungan singkat, tidak peduli ke mana ia pergi, pengamanannya selalu berlapis-lapis.

Tetapi KTT di Singapura kali ini jelas berbeda. Kim Jong-un akan tampil di depan lebih kurang 3.000 wartawan internasional. Fox News menganalisa bahwa meskipun Kim Jong-un disanjung setinggi langit oleh 25 juta rakyat Korea Utara. Tetapi pada hakekatnya, Kim Jong-un kini mulai gelisah dengan kebohongan politik yang ia susun selama ini. Situasi telah mencapai titik balik yang bukan ia lagi bisa kendalikan.

Jika demikian, mengapa Kim Jong-un berani mengambil risiko untuk menghadiri KTT dengan Presiden Trump ?

Menurut Fox News bahwa alasan yang paling langsung adalah bertemu dengan presiden AS adalah satu-satunya kesempatan, meskipun mengandung risiko keamanan.

Berbeda dengan presiden AS terdahulu, Trump bersedia mempertimbangkan untuk dialog langsung dengan Korea Utara dalam rangka memberikan kesempatan, Ini yang membuat Kim tidak ingin kehilangan peluang tersebut.

Pada 6 Juni lalu Associated Press mengungkapkan bahwa tim pengacara Trump, Rudolph Giuliani ketika menghadiri pertemuan bisnis mengatakan bahwa setelah KTT dibatalkan oleh Trump pada 24 Mei lalu, “Kim Jong-un sampai berlutut untuk meminta penjadwalan ulang (KTT),” katanya.

Fox News mengutip ucapan Joseph Yun, seorang ahli urusan Korea Utara di AS memberitakan bahwa dapat berdialog langsung dengan Amerika Serikat adalah sebuah realisasi dari mimpi pemimpin Korea Utara sejak berpuluh-puluh tahun. Karena itu merupakan tanda bahwa Korea Utara telah diterima komunitas internasional.

“Dalam pertemuan saya dengan para pejabat Korea Utara. Kementerian Luar Negeri Korea Utara telah berulang kali menekankan bahwa hanya dialog antar kepala negara yang dapat mematahkan kebuntuan dalam menyelesaikan isu nuklir. Hal yang paling menjadi perhatian para pemimpin adalah masalah eksistensi dari rezim,” tulis Joseph Yun. (Sin/asr)

Trump Pertimbangkan Pengampunan untuk Petinju Legendaris Muhammad Ali

EpochTimesId – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump memiliki daftar rekomendasi pengampunan di meja kerjanya. Salah satu nama yang ada dalam daftar tersebut adalah petinju legendaris (almarhum), Muhammad Ali. Trump mengatakan sedang mempertimbangkannya dengan serius.

Trump diminta pada hari Kamis (6/6/2018) lalu untuk mengeluarkan lebih banyak pengampunan. Permintaan itu muncul setelah dia mengampuni Alice Marie Johnson, 63 tahun dari Tennessee, sehari sebelumnya.

“Akan ada lebih banyak pengampunan,” katanya kepada wartawan sebelum berangkat ke KTT G7. “Saya sedang memikirkan (pengampunan untuk) seseorang yang Anda semua kenal dengan baik dan dia sering mengalami banyak hal dan dia tidak terlalu populer saat itu. Namanya sangat populer sekarang. Saya sedang memikirkan Muhammad Ali. Saya memikirkan hal itu dengan sangat serius.”

Muhammad Ali dijatuhi hukuman karena menghindari kewajiban (wajib militer) pada 1967. Dia kemudian diadili dan dihukum lima tahun penjara, denda 10.000 dolar AS, dan larangan beraktifitas selama 3 tahun dari dunia tinju. Dia juga dilucuti dari gelar kelas berat 1964.

Namun, Ali kemudian mengajukan banding atas kasusnya dan tidak pernah masuk penjara. Mahkamah Agung membatalkan putusan bersalah pada tahun 1971. Karena hukuman Ali telah dibatalkan, maka pengampunan Presiden, jika diberikan, akan menjadi isyarat simbolis.

Ali dianggap sebagai salah satu petinju terbesar sepanjang masa. Dia memenangkan tiga gelar kelas berat dan, pada tahun 1960, satu medali emas Olimpiade. Beberapa tahun setelahnya, dia divonis menderita penyakit Parkinson. Pada tahun 2005, Ali dianugerahi Presidential Medal of Freedom, kehormatan sipil tertinggi AS, oleh Presiden saat itu, George W. Bush.

Ali meninggal pada 3 Juni 2016, di Phoenix, Arizona. Dia menikah empat kali dan memiliki sembilan anak.

Trump mengatakan bahwa ‘Jaksa Pengampunan’-nya sudah mempersiapkan rekomendasi untuk pengampunan Ali. Rekomendasi tersebut kemudian akan diserahkan kepada Presiden.

Trump menambahkan, bahwa dia memiliki daftar 3.000 orang yang sedang dipertimbangkan untuk mendapat pengampunan sejenis ‘grasi’ tersebut.

“Kami melihat ribuan nama orang yang telah menjadi perhatian kami yang diperlakukan tidak adil atau di mana hukuman mereka terlalu lama,” kata Trump.

Ali akan menjadi petinju kedua yang mendapatkan ‘grasi anumerta’ yang langka dari Trump. Dia baru-baru ini mengeluarkan satu ‘grasi anumerta’ untuk legenda tinju lainnya, Jack Johnson.

Karir Johnson di awal abad ke-20 hancur setelah dituntut dan dipenjara atas tuduhan ‘bermotif rasial’.

Sejumlah petinju, sejarawan, akademisi, dan politisi telah memperjuangkan pengampunan untuk Johnson selama 14 tahun. Presiden George W. Bush dan Barack Obama tidak pernah bertindak atas permintaan tersebut.

Trump mengungkapkan pada bulan April bahwa dia sedang mempertimbangkan pengampunan penuh setelah mendengar tentang hal itu dari aktor Sylvester Stallone.

Trump sejauh ini telah mengeluarkan lima pengampunan. Nama penerima grasi lainnya adalah pembuat film konservatif, Dinesh D’Souza. Trump mengatakan Dinesh adalah korban penuntutan selektif atas pelanggaran hukum keuangan kampanye.

Kontribusi kampanye D’Souza disidik oleh FBI setelah dia merilis sebuah film dokumenter pada tahun 2012. Dokumenternya menggali masa lalu dan motivasi dari Presiden Obama saat itu.

Penerima Grasi Alice Marie Johnson dijatuhi hukuman seumur hidup pada tahun 1997 karena bekerja sama dengan sekelompok orang yang mendapatkan kiriman besar kokain dari Houston dan mendistribusikannya di Memphis.

Dia menggunakan uang dari perusahaan kriminal untuk membeli waralaba perusahaan pembersih komersial dan membayar uang muka di sebuah rumah. Dia dinyatakan bersalah atas lima tuduhan, termasuk konspirasi narkoba dan pencucian uang. Itu adalah perbuatan pidana pertamanya.

Trump juga mengubah hukuman Sholom Rubashkin, yang dijatuhi hukuman 27 tahun penjara karena melakukan pencucian uang setelah dia berbohong kepada bank tentang kemampuan keuangan perusahaan pengepakan dagingnya, untuk mendapatkan lebih banyak kredit. Trump membebaskannya pada 20 Desember 2017, setelah menjalani hukuman selama delapan tahun. (Petr Svab/The Epoch Times/waa)

Video Rekomendasi :

https://youtu.be/fTKcu82AtsA

Angkatan Udara Amerika Bantu NASA dalam Penelitian Misi Mars

0

EpochTimesId – Angkatan Udara Amerika Serikat membantu badan antariksa negara itu, NASA dalam mempersiapkan misi penjelajah Mars berikutnya pada tahun 2020. Angkatan udara bekerjasama dengan laboratorium ‘NASA Jet Propulsion Laboratory’.

Fasilitas Uji Erosi Partikel Penelitian Angkatan Udara (AFRL) di Ohio sedang melakukan pengujian yang dapat membantu memastikan lapisan luar robot penjelajah terlindungi dari debu, partikel, dan bebatuan kecil.

Menurut laporan Pentagon dari AFRL, fasilitas ini secara informal disebut sebagai ‘rig-pasir’. Peneliti mengatakan di laboratorium ini ada ledakan benda dengan partikel berbeda yang sesuai dengan apa yang mungkin akan dialami di lingkungan eksplorasi yang berbeda.

Untuk mensimulasikan kondisi Planet Mars, para peneliti meluncurkan benda-benda halus dengan kecepatan hingga 500 mph (sekitar 750km/jam).

“Masuk ke atmosfer adalah aspek yang paling merusak dari perjalanan,” kata Pemimpin Tim Erosi AFRL, Joseph Shumaker dalam laporan itu. “Jadi itulah yang kami tugaskan untuk dievaluasi.

“Idealnya, kami mencoba untuk meniru kerusakan yang akan diamati di Mars. Sangat menyenangkan mencoba memikirkan tentang bagaimana kami akan meniru kerusakan akibat batuan Mars,” sambungnya.

NASA saat ini bekerja mempersiapkan misi kembali ke bulan, serta misi berawak ke Mars, di bawah arahan Presiden Donald Trump. Misi ini diharapkan dapat membantu Amerika Serikat mengembangkan teknologi baru dalam sektor material canggih, energi baru, pertanian, penerbangan luar angkasa, kendaraan tanpa awak, dan teknologi super canggih lainnya.

Pada Desember 2017, Trump mengatakan, “Instruksi (Presiden) yang saya tandatangani hari ini akan memfokuskan kembali program luar angkasa Amerika pada eksplorasi dan penemuan manusia. Ini menandai langkah pertama dalam mengembalikan astronot Amerika ke bulan untuk pertama kalinya sejak 1972, untuk eksplorasi dan penggunaan jangka panjang.”

“Kali ini, kami tidak hanya akan menanam bendera kami dan meninggalkan jejak kaki. Kami akan membangun landasan untuk misi akhir ke Mars, dan mungkin suatu hari nanti, dunia luar (planet yang lebih jauh lainnya),” Trump menambahkan.

Menurut NASA, robot penjelajah untuk misi 2020 kira-kira seukuran mobil. Dengan panjang ‘rover’ sekitar 10 kaki (sekitar 3 meter), lebar 9 kaki, dan tinggi 7 kaki. (Joshua Philipp/The Epoch Times/waa)

Video Rekomendasi :

Terpilih Anggota Tidak Tetap Dewan Keamanan PBB, Jokowi Tegaskan Peranan RI ke Depan Berdasarkan Tiga Hal Ini

Epochtimes.id- Republika Indonesia (RI) terpilih sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-bangsa (DK PBB) dalam sidang Majelis Umum PBB, di New York, Amerika Serikat (AS), Jumat (8/6/2018) malam WIB.

Presiden Joko Widodo menyambut gembira terpilihnya Indonesia. Presiden menegaskan tiga peranan Indonesia setelah dipercayakan oleh negara-negara dunia.

“Alhamdulillah, Indonesia terpilih menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB,” tulis Presiden Jokowi melalui tulisan yang diunggahnya dalam akun twitternya @jokowi.

“Sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB periode 2019-2020, Presiden Jokowi menegaskan, kita akan berperan melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial,” lanjut Jokowi.

Indonesia meraih 144 suara dari 193 suara dalam pemilihan  anggota tidak tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK-PBB) periode 2019-2020, dalam sidang Majelis Umum PBB, di New York, Amerika Serikat, Jumat (8/6).

Selain Indonesia, terpilih Belgia, Republik Dominika, Afrika Selatan, dan Jerman sebagai anggota tidak tetap DK PBB periode 2019-2020.

PBB dalam pemberitaan situs resminya menyebutkan, Jerman, Indonesia, Afrika Selatan, Republik Dominika dan Belgia, resmi memulai tugas pada 1 Januari 2019.

Kelima negara ini akan mengisi kursi yang dikosongkan oleh Bolivia, Ethiopia, Kazakhstan, Belanda, dan Swedia pada akhir tahun ini, setelah masing-masing menjabat masa jabatan dua tahun di Dewan Keamanan yang beranggotakan 15 negara.

Berdasarkan Piagam PBB, Dewan Keamanan memiliki tanggung jawab utama untuk perdamaian dan keamanan internasional, dengan semua Negara Anggota PBB diharuskan untuk mematuhi keputusan Dewan.

Dewan sepuluh kursi non permanen, dialokasikan sesuai dengan pola rotasi yang ditetapkan oleh Majelis pada tahun 1963, untuk memastikan perwakilan regional yang adil di Dewan: lima dari Afrika dan Asia dan Pasifik; satu dari Eropa Timur; dua dari Amerika Latin; dan dua dari Eropa Barat dan Negara Lain (WEOG).

Indonesia mengamankan tempatnya setelah bersaing dengan Maladewa untuk kursi Grup Asia-Pasifik.

Ini akan menjadi pertama kalinya Republik Dominika di Dewan Keamanan dengan empat negara lainnya.

Lima kursi lainnya di Dewan – yang dikenal sebagai kursi permanen – dipegang oleh Amerika Serikat, Prancis, Rusia, Inggris dan RRT. (asr)

Donald Trump Usul Rusia Kembali Masuk G7

0

EpochTimesId – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump meminta para pemimpin G-7 untuk mengembalikan Rusia sebagai anggota, Jumat (8/6/2018) waktu setempat.

Komunitas G-7, atau disebut sebagai G-8 sebelum Rusia dikeluarkan. Rusia didepak sebagai hukuman atas aneksasi Crimea (dari Ukraina) pada 2014.

“Apakah Anda suka atau tidak, dan itu mungkin tidak benar secara politik, tetapi kami memiliki dunia untuk dijalankan,” kata Trump sebelum berangkat ke KTT G-7 di Kanada. “Dan di G-7, yang dulunya adalah G-8, mereka mengusir Rusia. Mereka harus membiarkan Rusia masuk karena kita harus memiliki Rusia di meja perundingan.”

Trump mengatakan bahwa dia telah jauh lebih tangguh terhadap Rusia daripada lawannya dalam pemilihan 2016, Hillary Clinton.

Presiden Trump menghukum dan menjatuhkan sanksi ekonomi terhadap badan-badan intelijen Rusia, dan individu Rusia pada bulan Maret 2018 karena diduga mengganggu pemilihan presiden dan diduga kuat melakukan serangan dunia maya. Pada bulan April, pemerintah AS menambah daftar target sanksi dengan tujuh oligarki Rusia dan 12 pejabat penting pemerintah, yang memicu jatuhnya pasar saham Rusia.

“Saya mencintai negara kita. Saya telah menjadi mimpi terburuk bagi Rusia,” kata Trump.

“Tapi, dengan (fakta) itu dikatakan, Rusia harusnya ada dalam pertemuan ini,” tambah Trump. “Mengapa kita mengadakan pertemuan, tanpa Rusia berada di pertemuan.”

Rusia diundang untuk bergabung dengan Amerika Serikat, Kanada, Italia, Prancis, Jepang, Jerman, dan Inggris pada tahun 1998. Bergabungnya eks-Soviet itu mengubah G-7 menjadi G-8. Nama berubah lagi pada tahun 2014, pasca pencaplokan Crimea oleh Rusia.

Amerika Serikat menganggap Crimea bagian dari Ukraina. AS melihat aneksasi Rusia sebagai pendudukan asing. Bulan lalu, Departemen Luar Negeri AS mengutuk pembangunan jembatan yang menghubungkan Rusia dan Krimea tanpa izin Ukraina. Departemen itu menyetujui daftar panjang orang dan perusahaan yang menjadi target sanksi sehubungan dengan aneksasi.

“Konstruksi jembatan Rusia berfungsi sebagai pengingat kesediaan Rusia yang terus menerus untuk mencemooh hukum internasional,” Juru Bicara Departemen Luar Negeri, Heather Nauert mengatakan dalam sebuah pernyataan pada 15 Mei.

Trump terbang ke KTT G-7 di Quebec, Kanada, setelah membuat komentar terkait Rusia. Dia diperkirakan akan mempertahankan kebijakan dan tarif perdagangannya pada pertemuan tersebut.

Amerika Serikat mengenakan tarif pada baja dan aluminium impor pada beberapa negara anggota G-7. Para pemimpin negara-negara yang terkena dampak mengatakan, mereka akan menerapkan langkah-langkah balasan.

Trump sendiri menerapkan kebijakan tarif masuk impor guna menegosiasikan kembali kesepakatan perdagangan sehingga tarif bersifat timbal balik. Pada hari Jumat, Trump menyinggung tarif 270 persen yang diterapkan Kanada terhadap produk susu Amerika Serikat. (Ivan Pentchoukov/The Epoch Times/waa)

Video Pilihan :

https://youtu.be/fTKcu82AtsA

Pemerintah Terlambat Pahami Intensitas Letusan Dahsyat Gunung Api Guatemala

0

EpochTimesId – Sebuah gangguan komunikasi antara petugas penanggulangan bencana dan ahli vulkanologi di Guatemala menunda evakuasi warga. Awan panas dan abu mengalir menuruni gunung berapi Fuego dengan sangat cepat pada hari Minggu (3/6/2018) lalu.

Hujan dan awan memperumit situasi, karena menyembunyikan tanda-tanda hujan beracun dari puing-puing. Campuran hujan air, hujan abu vulkanik, dan awan panas, dikenal sebagai aliran piroklastik. Aliran itu meluncur menuruni lereng gunung, sekaligus menghalangi pengamatan visual.

Bahan yang mendidih yang keluar dari Gunung Fuego (yang berarti ‘Api’ dalam bahasa Spanyol) menewaskan sedikitnya 100 orang. Dimana lebih dari 190 korban hilang. Operasi SAR (pencarian dan penyelamatan) dihentikan pada Kamis (7/6/2018) dihentikan karena terlalu berbahaya bagi para pekerja SAR.

Hampir semua korban berasal dari dusun miskin yang berada di lereng gunung yang kini sebagian besar terkubur material letusan gunung api.

Pada saat Pedro Morales, teknisi lapangan di lembaga bencana Guatemala, melihat arus puing-puing, yang diduga bergerak dengan kecepatan hingga 190 mil per jam, material muntahan dari letusan gunung berapi sudah dekat dengan rumah-rumah warga.

“Ketika Anda akhirnya bisa melihatnya, itu di bawah awan hujan, di bagian bawah sangat dekat dengan rumah-rumah. Itu sudah terlalu dekat dengan pemukiman,” katanya.

Sementara visibilitas miskin menunda reaksi penduduk desa sendiri terhadap bahaya yang akan datang. Puluhan kilometer jauhnya di Guatemala City, otoritas bencana gagal memahami besarnya letusan, yang berarti rendahnya tingkat siaga yang menyebabkan evakuasi wajib tidak segera dilakukan, kepala lembaga pemerintah yang bertanggung jawab mengakui hal itu pada hari Rabu.

Itu berarti orang-orang yang tersisa di rumah mereka tidak menyadari ancaman yang datang sejak berjam-jam sebelumnya setelah aliran berbahaya menuruni lereng gunung. Kini, kinerja pemerintah disorot dan menyebabkan seruan oposisi untuk tuduhan kriminal dan pengunduran diri pemerintah.

Jaksa penuntut umum Guatemala mengatakan pada hari Kamis bahwa mereka akan membuka penyelidikan, apakah protokol diikuti untuk menginformasikan pengambilan keputusan yang tepat dalam penanganan bencana.

Dalam pertemuan menegangkan di Kongres Guatemala pada hari Rabu, kepala institut vulkanologi negara itu menuduh rekannya di lembaga bencana CONRED gagal memperhatikan buletin peringatan bahwa Fuego meletus sangat dahsyat. Bahkan ini adalah letusan terbesar sejak 40 tahun terakhir.

Ketua CONRED, Sergio Cabanas menerima perintah evakuasi terlambat, tetapi menyalahkan vulkanolog karena tidak cukup eksplisit menyampaikan bahwa situasinya berbahaya.

“Laporan-laporan itu tidak memasukkan cukup detail tentang aktivitas gunung berapi, dan kawasan pemukiman mana yang akan terpengaruh,” kata Cabanas.

Ketika ditanya apakah dia telah menerima buletin, dia menjawab, “Tentu, tetapi itu tidak mengatakan apa-apa.”

Buletin pertama dari ahli vulkanologi memperingatkan aliran piroklastik turun dari Fuego pada jam 6 pagi (1200 GMT) pada hari Minggu, sekitar delapan jam sebelum badan bencana serius meningkatkan upaya evakuasi.

Mengacu buletin pagi itu, anggota parlemen senior oposisi, Mario Taracena menuduh Cabanas tidak kompeten. Taracena bahkan mengatakan dia bertanggung jawab pidana atas kematian warga.

“Siapa pun di ruangan ini dengan sedikit akal sehat akan melakukan sesuatu,” katanya. “Kamu adalah kepala agensi bencana dan kamu tidak peduli.”

“Disorganisasi kelembagaan seperti itu dapat berakibat fatal,” kata Jeff Schlegelmilch, wakil direktur Pusat Kesiapan Bencana Nasional Universitas Columbia.

“Badan-badan bencana perlu fokus pada sistem peringatan dini untuk menghindari berebut keputusan sepersekian detik begitu keadaan darurat terjadi,” lanjutnya.

Morales, ahli gunung api, menyaksikan bencana itu terjadi setelah dia dikirim untuk memantau pasca buletin bencana diterbitkan pada minggu pagi. Dia mengatakan bahwa di sebuah desa, seorang pejabat berteriak menghimbau warga untuk mengungsi sambil melalui jalan-jalan dengan menumpangi taksi roda tiga yang dikenal sebagai tuk-tuk.

Banyak penduduk setempat yang makan siang di dalam rumah mereka tidak mendengar. Ada pula yang mengabaikan peringatan tersebut, sementara deru deras batu dan gas yang fatal diam-diam mendekat.

“Aliran piroklastik tidak membuat suara besar seperti ledakan,” kata Morales. “Aliran piroklastik senyap, tapi mematikan.” (Reuters/The Epoch Times/waa)

Video Rekomendasi :

https://youtu.be/fTKcu82AtsA

Miss World Kanada 2016 Anastasia Lin Desak Australia Ikut Cegah PKT Lakukan Pengambilan Paksa Organ

oleh Qin Yufei

Anastasia Lin, aktris Kanada etnis Tionghoa mendesak pemerintah Australia untuk berpartisipasi dalam mencegah PKT melakukan kejahatan pengambilan paksa organ dari tubuh hidup manusia.

Radio Australia melaporkan bahwa Anastasia Lin yang pernah memenangkan kejuaraan dunia kecanikan di Kanada tahun 2015 dan juga seorang aktris pembela hak asasi manusia, mempertanyakan tujuan PKT menyelenggarakan Pameran Tubuh di kota Sydney.

Anastasia Lin menyerahkan bukti kepada Komite Parlemen Australia dan memintanya untuk melakukan penyelidikan mengenai kasus penyelundupan organ tubuh manusia dan wisata transplantasi organ ke Tiongkok.

Dalam sidang dengar pendapat di Canberra, Lin mengungkapkan bahwa saat ia berpartisipasi dalam sebuah film tentang pengambilan paksa organ oleh PKT, dalam proses meninjau data karakter, ia melihat banyak informasi tentang pelanggaran hak asasi manusia oleh Partai Komunis Tiongkok.

“Penyalahgunaan organ transplantasi yang dilakukan Partai Komunis Tiongkok adalah kejahatan negara yang sangat mengakar dan sistematis” kata Anastasia Lin dalam sidang dengar pendapat.

Ia mengatakan bahwa beberapa warga Australia pergi ke Tiongkok untuk transplantasi organ. “Negara Barat yang demokrasi memiliki kemampuan dan tanggung jawab untuk ikut campur tangan dalam melakukan pencegahan terhadap perjalanan tersebut.”

Ia mengatakan bahwa negara Barat dapat melalui undang-undang untuk mencegah warganya tidak menjadi bagian dari kejahatan transplantasi PKT.

Anastasia Lin pernah menegaskan bahwa ia juga seorang praktisi Falun Gong.

Dalam dokumen yang diserahkan kepada sidang Kongres, Himpunan Falun Dafa Australia menyatakan bahwa praktisi Falun Gong yang ditahan di Tiongkok telah menjadi sumber organ vital terbesar.

“Kebanyakan praktisi Falun Gong ditahan tanpa prosedur hukum. Organ mereka diambil paksa melalui kerjasama pusat penahanan, polisi, tentara, dan rumah sakit.” demikian penjelasan yang ditulis dalam dokumen yang diserahkan.

Pejabat Kementerian Luar Negeri Australia juga menghadiri sidang.

Graham Fletcher, penanggung jawab Kementerian Luar Negeri Australia juga didengar pendapatnya oleh anggota sidang tentang apakah pemerintah pernah mengemukakan soal kekhawatiran pemerintah Australia tentang pengambilan organ yang dilakukan oleh PKT ?

Graham Fletcher mengatakan bahwa pemerintah Tiongkok membantah adanya kejadian tersebut.

PKC mengklaim untuk mengubah sistem donasi organ dan tidak lagi menggunakan organ dari narapidana mati. Namun, tahun lalu seorang pejabat kesehatan senior dari Partai Komunis Tiongkok mengakui bahwa pengambilan paksa organ tahanan mungkin masih terus terjadi.

Anastasia Lin mengkritik Pameran Tubuh Manusia yang diadakan oleh PKT di Sydney. Pameran ini menampilkan spesimen jaringan biologis manusia yang diplastinasi.

“Ini adalah tubuh manusia. Mereka dulunya adalah manusia yang hidup” Anastasia Lin  mengatakan bahwa jaringan biologis manusia tersebut dijual ke sekolah kedokteran dan universitas di negara-negara Barat.

Lin mengatakan bahwa spesimen terplastinasi ini mengungkap pelanggaran hak asasi manusia yang dilakukan PKT.

Senator Moore mencatat bahwa banyak orang dalam persidangan prihatin tentang tubuh manusia tersebut.

“Mereka adalah jasad dari orang yang pernah hidup dan sekarang dipertontonkan dalam pameran” kata Moore, “Kita harus menyelidiki masalah ini”.

Bayangkan perusahaan pameran adalah penyelenggara pameran. 20 buah tubuh manusia dan 200 spesimen anatomi manusia itu dipertontonkan kepada masyarakat dalam pameran keliling ke Amerika Serikat, Inggris, dan Australia. (Sinatra/asr)

Seorang Tentara AS Tewas dan 4 Terluka di Somalia Saat Pertempuran dengan Militan yang Berafiliasi Al-Qaeda

Epochtimes.id- Militer Amerika Serikat mengungkapkan seorang tentara AS tewas dan empat lainnya luka-luka ketika mereka diserbu di Somalia saat operasi terhadap kelompok teror al-Shabaab.

Pasukan operasi khusus AS berperang bersama sekitar 800 pasukan dari Pasukan Keamanan Nasional Somalia dan Pasukan Pertahanan Kenya. Saat itu mereka diserang sekitar pukul 2.45 malam dengan mortir dan tembakan senjata api.

Seorang tentara lokal turut terluka dalam serangan tersebut. Militer AS dalam pernyataan tanpa mengklarifikasi apakah pejuang itu adalah bagian dari pasukan bersenjata Somalia atau Kenya.

Meskipun salah satu orang Amerika yang terluka tidak menerima perawatan tambahan setelah dirawat di lapangan. Tiga tentara lainnya dan tentara lokal yang terluka dievakuasi secara medis untuk perawatan lanjutan.

Pasukan ini dikirim membereskan al-Shabaab dari daerah diperebutkan serta desa-desa yang dikendalikan kelompok teror. “Mendirikan tempur pos permanen” untuk memperluas jangkauan negara Somalia, Komando Militer AS di Afrika dalam sebuah pernyataan.

“AS memberikan saran, bantuan, dan pengawasan udara selama misi,” katanya.

Sekitar 500 pasukan AS dikerahkan di Somalia.

Al-Shabaab, kelompok fundementalist jihadis yang terkait al-Qaeda, berjuang untuk menggulingkan pemerintah pusat Somalia dan menetapkan pemerintahannya sendiri berdasarkan interpretasinya.

Sejak terdesak terusir dari Mogadishu pada tahun 2011, kelompok ini kehilangan kendali atas sebagian besar kota dan kota Somalia, tetapi tetap mempertahankan keberadaan yang kuat di wilayah di luar ibu kota. (asr)

Isu Awan Gempa di Yogyakarta, Begini Tanggapan BMKG

Epochtimes.id- Belum lama ini masyarakat khususnya diramaikan dengan adanya isu awan gempa di Yogyakarta. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menanggapi tentang beredarnya kabar ini.

Deputi Bidang Geofisika BMKG, Muhamad Sadly menyampaikan siaran pers resmi BMKG,Sabtu (09/06/2018). Dia menegaskan sumber foto awan tidak jelas dan bukan dari Institusi/ lembaga resmi.

Berikut tanggapan BMKG :

  • Sumber Foto Awan tidak jelas dan bukan dari Institusi/ Lembaga Resmi.
  • Terkait fenomena awan yang dihubungkan dengan prakiraan akan terjadinya gempa bumi belum ada teori ilmiah yang dapat dijadikan rujukan. Apalagi sudah disimpulkan secara deterministik disebutkan akan terjadi gempabumi besar dalam waktu 2-3 hari ke depan. Memang ada beberapa paper yang menghubungkan fenomena awan dengan kejadian gempa bumi tektonik, tetapi hal itu masih sebagai hipotesis.
  • Dalam meteorologi syarat terbentuknya awan harus ada uap air yang cukup, temperatur lingkungan rendah, adanya aerosol (polutan), dan ketidakstabilan atmosfer. Apakah syarat terbentuknya awan tersebut sudah terpenuhi saat gambar diambil? Hal ini tidak dijelaskan dalam gambar tersebut diatas.
  • Berdasarkan hasil monitoring dan analisis magnet bumi, TEC, dan Radon milik BMKG di Yogyakarta (Sleman, Pundong, dan Piyungan) tidak menunjukkan adanya tanda awal (anomaly) akan terjadi gempa bumi pada tanggal 1 Juni 2018 (saat gambar di upload di Facebook akun Kota Yogya) maupun beberapa hari sebelumnya.
  • Awan garis lurus yang memanjang dari barat ke timur diperkirakan terbentuk oleh lintasan pesawat, hal ini sesuai dengan ciri ketebalan awan dari barat ke arah timur yang semakin tebal sesuai dengan arah jalannya pesawat, waktu kemunculan awan yang singkat dan panjangnya lintasan.

Oleh karena ini BMKG menyimpulkan :

Awan garis lurus pada gambar tersebut di atas bukan merupakan awan gempa dan tidak berkorelasi dengan terjadinya gempa bumi sebagaimana yang diisukan.

(asr)

Pria Seoul Menabrak Kedubes AS dengan Mobil, Belum Diketahui Motifnya

oleh A Zhu

Pada petang hari pada 7 Juni seorang pria mengendarai sedan dan menabrakkan mobilnya ke pintu kedutaan AS di Seoul, Korea Selatan, menyebabkan bagian depan kendaraan dan seorang wanita dalam kendaraan terluka. Pintu kedubes AS juga mengalami kerusakan karenanya.

Media melaporkan, saat pria pengendaraan sedan tersebut setelah keluar dari sedan ia sempat berteriak minta tolong. Ia mengaku sebagai seorang pembelot Korut yang meminta suaka politik. Tetapi polisi Korea Selatan menyatakan yang bersangkutan adalah seorang pejabat pemerintah Korea Selatan. Apa motifnya melakukan penabrakan, belum diketahui.

Menurut laporan media Korea Selatan bahwa penabrakan itu terjadi sekitar pukul 19:15 waktu setempat oleh seorang pria yang mengendaraan sedan berwarna abu-abu melintas dari arah Balai Kota Seoul menuju Gwanghwamun.  Tetapi secara tiba-tiba mengubah arah melaju menuju gedung kedubes AS dan menabrak pintu gerbangnya. Bagian depan sedan rusak, seorang wanita yang berada dalam sedan terluka dan dilarikan ke rumah sakit.

Pria yang mengendarai sedan menuruni kendaraan sendiri dan berulang kali berteriak minta tolong, ia mengaku bekerja di pemerintahan Pyongyang yang mau mencari suaka di Amerika Serikat, dan mengklaim membawa sejumlah berita tentang Korea Utara. Pria itu kemudian ditangkap oleh petugas polisi.

Selanjutnya, Kepolisian Seoul mengklarifikasi bahwa pria bermarga Yun, 48 tahun, diidentifikasi sebagai pejabat senior dari Departemen Kesetaraan Gender Korea Selatan yang kantornya berada di seberang gedung kedutaan AS.

Polisi mengatakan bahwa pria itu telah diuji dengan menggunakan breathalyzer untuk mengetahui apakah ia sedang mabuk alkohol, apa motif yang bersangkutan menabrakkan sedan ke pintu kedubes belum jelas, tetapi polisi sebelumnya mengesampingkan kemungkinan serangan teroris.

Media Korea Selatan Daum melaporkan bahwa pria itu mungkin tidak puas dengan KTT Trump – Kim yang akan diselenggarakan di Singapura sehingga melakukan unjuk rasa dengan  cara menabrakkan sedannya. (Sin/asr)

Perwira Tinggi Tiongkok Ungkap Kelemahan Terbesar Militer Negaranya

0

EpochTimesId – Seorang perwira tinggi Tentara Pembebasan Rakyat Tiongkok, Wakil Dekan Akademi Ilmu Militer bernama He Lei mengungkapkan kelemahan terbesar militer Tiongkok. Dia berbicara dalam sebuah forum yang diadakan di Hotel Shangri-La, Singapura.

‘Business Insider’ melaporkan bahwa Tiongkok sedang gencar membangun angkatan laut kelas dunia. Mereka berharap menjadi kekuatan militer yang dapat bersaing bahkan melampaui kekuatan angkatan laut Amerika Serikat.

Tiongkok komunis memiliki jumlah personil militer terbesar di dunia, tenaga kerja yang murah, pasukan spionase dalam jumlah besar dan kemampuan untuk mencuri rahasia militer AS lewat ‘cyber army’. Namun, mereka masih saja belum mampu untuk menyaingi kekuatan militer AS.

“Sebentar lagi saya akan pensiun. Penyesalan terbesar saya adalah bahwa saya tidak akan pernah memiliki kesempatan untuk terjun ke medan perang,” tutur Aaron Connelly, seorang Direktur Proyek Asia Tenggara dari Lowy Institute for International Policy, Australia mengutip ucapan yang disampaikan oleh He Lei.

Meskipun hidup di era perdamaian adalah berkat. Namun, He Lei secara akurat menunjukkan kelemahan terbesar dari Tentara Pembebasan Rakyat Tiongkok yang sekarang adalah, ‘kurangnya pengalaman’.

Selama beberapa dekade terakhir, Tentara Pembebasan Rakyat Tiongkok komunis tidak pernah terlibat dalam peperangan nyata. Misi mereka pada dasarnya menyangkut bantuan kemanusiaan dan menjaga stabilitas dalam negeri.

Selain perang berskup kecil dan penugasan di wilayah perbatasan dengan Vietnam, India, Rusia dan pernah berpartisipasi dalam Perang Korea, setelah Perang Dunia Kedua, militer Tiongkok dapat dikatakan hidup dalam era yang damai.
Sebaliknya, militer AS dan Rusia sering terlibat dalam konflik perang.

Meskipun doktrin militer baru Tiongkok logis dan jelas di telinga, tetapi tidak pernah teruji secara praktis.

Selain itu, jet tempur dan kapal perang angkatan laut tampaknya telah membuat kemajuan pesat. Namun, Komandan Korps Marinir AL-AS, Tom Rowden pada tahun 2017 memberitahu media ‘Defense News’ bahwa itu mungkin saja hasil menjiplak.

Tom Rowden menjelaskan bahwa tampaknya kapal perang AS dan Tiongkok terlihat sudah siap untuk bertempur, “Tapi, yang satu sangat lemah, yang lain dapat menembus hambatan,” ujar Tom. (Qin Yufei/ET/Sinatra/waa)

Video Rekomendasi :

https://youtu.be/fTKcu82AtsA

Fosil Dinosaurus Raksasa Terjual di Bursa Lelang Paris

EpochTimesId – Kerangka sepanjang 30 kaki (sekitar sembilan meter) milik jenis dinosaurus yang tidak dikenal terjual dalam bursa lelang di Paris. Fosil itu diyakini milik spesies baru dinosaurus.

Fosil itu laku terjual senilai lebih dari 2,3 juta dolar AS (sekitar 32 miliar rupiah), pada lelang yang digelar di lantai pertama Menara Eiffel di Paris, Prancis Senin (4/6/2018) awal pekan ini.

Fosil itu digali di Amerika Serikat bagian barat pada tahun 2013. Jenis fosil ini diketahui hanya milik dinosaurus karnivora besar. Para ilmuwan yang telah mempelajarinya mengatakan ada beberapa perbedaan dengan spesies yang selama ini diketahui.

“Pembeli adalah orang Prancis, dan dia memberi tahu saya sebelum penjualan … ‘jika saya mendapatkannya, saya akan memamerkannya kepada publik’ dan ini luar biasa,” kata juru lelang, Claude Aguttes.

“Semua orang akan dapat melihatnya, itu (fosil) akan segera dipinjamkan ke museum, itu akan dipelajari oleh para ilmuwan, semuanya sempurna,” sambung Aguttes.

Pembeli dan penjual, yang diidentifikasi hanya sebagai pengusaha berkebangsaan Inggris, tidak disebutkan namanya. Balai lelang Prancis, Aguttes, sebelumnya juga pernah menjual kerangka mammoth dan dinosaurus jenis lain.

Balai lelang itu mengatakan sebelum penjualan hari Senin bahwa pembeli mungkin dapat memberi nama spesies baru itu. Namun, itu memicu keberatan dari asosiasi peneliti AS.

‘Society of Vertebrate Paleontology’ mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa hal ini mungkin bertentangan dengan aturan penamaan. Mereka menyerukan agar lelang dibatalkan.

Asosiasi itu mengatakan bahwa kepemilikan pribadi dapat membatasi jangkauan studi ilmiah. Bahkan, jika kerangka itu kemudian dilepas ke para peneliti.

Sebagian dari hasil lelang akan diberikan kepada dua badan amal yang bekerja untuk melindungi spesies yang terancam punah, termasuk cheetah dan satwa laut. (Reuters dan BNO News/The Epoch Times/waa)

Video Pilihan :
https://youtu.be/fTKcu82AtsA

Kontraktor Keamanan Ganti Mesin X-Ray dengan Frekuensi Radio

0

EpochTimesId – Sebuah perangkat baru yang dioperasikan dengan telepon seluler akan segera menggantikan mesin X-ray di bandara dan pos pemeriksaan keamanan pada objek vital lainnya. Alat ini diperkirakan memiliki harga yang terjangkau bagi sekolah dan klub malam.

Metal-gate yang menggunakan sinar-X seringkali membutuhkan alat yang besar dan berat. Masalah tersebut akan segera teratasi dengan aplikasi SWORD ini.

SWORD menggunakan frekuensi radio. Teknologi ini dapat mencapai efek yang mirip dengan sinar-X, tetapi dengan cara non-invasif. Alat ini juga tidak menghasilkan radiasi berlebih, hanya sebatas yang biasanya dipancarkan oleh ponsel.

“Platform SWORD akan membantu mengantisipasi dan mencegah serangan teroris dan penembakan massal. Penanggulangan reaktif akan menjadi proaktif,” ujar Barry Oberholzer, CEO Royal Holdings, yang menciptakan sistem tersebut.

“Jika Anda melihat semua penembak massal dan serangan teror yang telah terjadi, kami yakin produk yang kami kembangkan ini proaktif dan dapat menyelamatkan nyawa,” kata Oberholzer.

“SWORD tidak reaktif seperti yang kebanyakan orang harapkan saat ini, (untuk menanggulangi teror dan penembakan),” sambungnya.

Oberholzer mengatakan sistem itu adalah jawaban atas ancaman yang disaksikannya dalam pekerjaannya sebagai kontraktor intelijen. Dia telah bekerja dengan Satuan Tugas Gabungan Terorisme FBI, Badan Intelijen Bea Cukai Belgia, dan lembaga keamanan lainnya untuk melawan operasi kriminal, termasuk jaringan terorisme dan penyelundupan.

SWORD bekerja melalui casing ‘ponsel cerdas khusus’, dengan prosesor internal dan antena yang memancarkan gelombang frekuensi radio. Gelombang ini dapat memindai orang dan tas, dan mengirimkan data kembali ke telepon.

SWORD kemudian menjalankan data melalui aplikasi di telepon itu sendiri, yang terhubung ke database ancaman AI-driven. Alat itu kemudian dapat memberi peringatan apakah orang membawa senjata atau bahan peledak.

Aplikasi juga dapat melakukan pengenalan wajah untuk mendeteksi apakah seseorang terlarang untuk memasuki suatu lokasi. Alat itu juga dapat mengenali buronan pihak berwenang.

Oberholzer mengatakan sistem baru akan memberikan kemampuan pada petugas keamanan untuk memindai individu dan tas tanpa kontak fisik. Sehingga petugas keamanan dapat bekerja lebih cepat, tanpa terlebih dahulu harus memanggil polisi, unit K-9, atau regu penjinak bom, yang sering membutuhkan waktu berjam-jam. (Joshua Philipp/The Epoch Times/waa)

Video Pilihan :
https://youtu.be/fTKcu82AtsA