Polisi Meksiko Tangkap Istri El Mencho Kartel Sadis Meksiko

0

EpochTimesId – Polisi Federal Meksiko menangkap istri gembong kartel sadis Nemesio Oseguera. Sang suami adalah salah satu bandar besar narkoba di negara itu.

Dikenal sebagai “El Mencho”, Oseguera dituding sebagai penyebab meningkatnya pengiriman heroin ke Amerika Serikat. El Mencho juga dikenal sadis dan bertanggungjawab atas gelombang eksekusi berdarah.

Sang istri, Rosalinda Garcia ditahan di pinggiran kota Guadalajara, Zapopon di negara bagian Jalisco Barat. Tiga pejabat keamanan mengatakan kepada Reuters, dengan syarat tidak disebutkan namanya.

Mereka menolak untuk memberikan rincian lebih lanjut tentang penangkapan istri kepala ‘Kartel Jalisco Generasi Baru’ itu. Jalisco menjadi raja obat paling diburu aparat Meksiko setelah Joaquin “El Chapo” Guzman diekstradisi ke Amerika Serikat tahun lalu, untuk menghadapi persidangan.

Alasan penangkapan Garcia belum jelas. Tetapi pejabat keamanan mengatakan akan segera menggelar konfrensi pers dan rilis kasus.

Pada bulan Maret, agen-agen Amerika Serikat di Chicago menjuluki El Mencho sebagai musuh publik Nomor 1 terbaru. Amerika menyalahkan gengnya karena menggunakan ‘kekerasan ekstrem’ untuk memperluas wilayah kekuasaan mereka dalam perdagangan heroin.

Geng Jalisco telah menantang kartel Sinaloa Guzman dan geng-geng lain di seluruh Meksiko. Mereka terlibat persaingan penguasaan rute perdagangan narkoba ke Amerika Serikat.

Persaingan antar kartel tersebut turut memicu lonjakan tingkat pembunuhan menuju rekor tertinggi dalam 20 tahun terakhir di Meksiko. Permasalahan menjadi semakin rumit karena kartel tersebut juga berusaha menancapkan pengaruh politik dengan membiayai dan mendukung calon perwakilan dan kepala daerah, khususnya di daerah-daerah terpencil. (Reuters/The Epoch Times/waa)

Simak juga, Pengakuan Dokter yang Dipaksa Panen Organ Hidup :
https://youtu.be/0x2fRjqhmTA

Operator Alat Berat Gunakan Pemetik Ceri Selamatkan Wanita dari Jembatan

EpochTimesId – Tiga operator alat berat berhasil menyelamatkan seorang wanita yang hendak bunuh diri dari tepi jembatan layang di Inggris. Mereka bekerjasama mengikat perempuan itu, sebelum mengevakuasinya dengan fordclift pemetik ceri.

Awalnya, polisi dihubungi oleh warga setempat di Exeter, Inggris, Kamis (24/5/2018) lalu. Warga mengatakan seorang wanita berdiri di tepi luar pagar jembatan layang, dan mengancam untuk melakukan aksi bunuh diri.

Petugas tidak dapat mengamankan wanita itu karena posisinya yang berbahaya.

Seorang pekerja konstruksi, Mark Hitchens dan Richard Norris melihat wanita yang bermasalah itu. Mereka mengetahui bahwa tempat kerja mereka memiliki peralatan dan perlengkapan untuk melakukan penyelamatan.

“Kami melihatnya di jembatan, Mark dan saya memutuskan kami harus mendapatkan semacam tali pengaman atau tali kekang di sekelilingnya dan mencoba mengikatnya di pagar,” kata Norris.

Mereka mengambil tali dan bergegas ke tempat kejadian. Seorang pejalan turut membantu, dengan mengajak wanita itu berbicara. Dia kemudian berhasil menenangkannya.

“Seorang perempuan muda yang cantik, saya tidak tahu siapa dia. Dia terus berbicara dengannya dan membuatnya tetap tenang. Dia berhasil menenangkannya, upaya yang luar biasa,” kata Norris.

Mereka kemudian menggunakan tali untuk mengikat wanita yang hendak bunuh diri itu.

Sementara itu, operator alat berat Danny Clavin segera mengemudikan fordclift ‘pemetik ceri’ ke lokasi kejadian. Dia kemudian mengarahkan ember yang berisikan paramedia dan petugas evakuasi ke wanita itu. Wanita itu kemudian bersedia dievakuasi.

Seorang juru bicara Polisi Lokal Kota ‘Devon and Cornwall’ mengatakan bahwa sejumlah pekerja konstruksi dan operator alat berat bekerja sama membantu polisi. Mereka menggunakan forklift dengan ember (seri pemetik ceri) sehingga berhasil mengevakuasi korban dengan selamat.

“Wanita itu kemudian dibawa ke perawatan medis profesional,” tambahnya.

Seorang juru bicara untuk pengusaha pekerja konstruksi, Apex Scaffolding, memuji tindakan pekerja mereka.

“Ini adalah situasi yang mengerikan, tetapi senang mengetahui bahwa kami mempekerjakan orang-orang semacam itu. Pekerja yang tidak hanya duduk dan menonton, tetapi membantu ketika diperlukan. Saya pikir itu menunjukkan kualitas tertentu pada dua orang itu.” (SWNS/The Epoch Times/waa)

Simak juga, Pengakuan Dokter yang Dipaksa Panen Organ Hidup :
https://youtu.be/0x2fRjqhmTA

Tentara Israel Kembali Menewaskan Dua Pejuang Palestina di Perbatasan Gaza

Epochtimes.id- Serangan dari tank Israel kembali menewaskan dua anggota kelompok pejuang Palestina dan melukai korban lainnya di Jalur Gaza pada Minggu (28/05/2018).

Insiden ini terjadi protes skala besar selama berminggu-minggu dengan aksi tembakan mematikan dari tentara Israel.

Militer Israel menegaskan pihaknya menargetkan pos pengamatan. Israel menyebut serangan balasan atas sebuah bom yang ditempatkan di samping pagar perbatasan.

“Bom itu diledakkan oleh insinyur militer, tidak menyebabkan korban jiwa,” tulis militer di Twitter.

Perseteruan di perbatasan Gaza berkembang pesat sejak warga Palestina mulai melakukan demonstrasi massal pada 30 Maret lalu. Namun Israel menuding sebagai upaya untuk melanggar pagar perbatasan.

Menurut Israel, setidaknya 113 warga Palestina banyak di antaranya telah diidentifikasi sebagai anggota gerilyawan telah tewas. Bahkan ribuan orang terluka oleh tembakan tentara Israel.

Tidak ada korban dari pihak Israel di sepanjang perbatasan Gaza. Meski demikian Israel telah melaporkan terjadi kerusakan di lahan pertanian di sisi perbatasan yang dikuasai Israel gara-gara layang-layang pembawa api yang diterbangkan dari Gaza.

Gaza berada di bawah kendali Hamas, gerilyawan yang berperang dengan Israel.

Militer Israel mengumumkan Sabtu (26/05/2018) seorang tentara yang terluka parah akhirnya tewas dalam serangan di Tepi Barat. Tentara ini terluka ketika warga Palestina menjatuhkan lempengan batu di kepalanya dari sebuah gedung. Ratusan orang menghadiri pemakamannya pada Minggu (27/05/2018) di Yerusalem. (asr)

Donald Trump Sambut Sandera Amerika yang Dibebaskan dari Venezuela

0

EpochTimesId – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump menyambut seorang sandera Amerika yang dibebaskan dari Venezuela. Trump menerima Joshua Holt di Gedung Putih, Sabtu (26/5/2018) waktu setempat.

Joshua Holt adalah seorang pria asal Utah yang disandera oleh pemerintah sosialis Venezuela selama hampir dua tahun. Dia kembali berkumpul dengan keluarganya dan bertemu dengan presiden di Gedung Putih.

Penyanderaan itu adalah salah satu balasan diktator sosialis Venezuela, Nicolas Maduro, di tengah intensifnya sanksi yang dijatuhkan oleh Amerika Serikat. Namun Gedung Putih mengatakan bahwa melepaskan sandera tidak akan mengubah kebijakan Amerika Serikat terhadap rezim otoriter Venezuela.

“Rejim Maduro harus menyerukan pemilihan yang bebas, adil, dan transparan, konsisten dengan konstitusinya. Proses pemilihan yang terjadi pada 20 Mei tidak sah,” kata Sekretaris Pers Gedung Putih, Sarah Sanders dalam sebuah pernyataan.

“Rejim harus memungkinkan semua orang Venezuela dan partai politik untuk berpartisipasi secara bebas dalam pemilihan baru dan proses demokrasi,” tambah Sanders.

“Penguasa harus membebaskan semua tahanan politik, dan harus menerima bantuan kemanusiaan internasional yang sangat dibutuhkan bagi warga negara Venezuela yang sedang sekarat.”

Pada pertemuan dengan keluarga Hold, Trump menunjukkan bahwa 17 sandera yang ditahan di luar negeri telah dibebaskan selama masa jabatannya. Baru-baru ini, Korea Utara membebaskan tiga orang Amerika menjelang KTT Trump dan Kim Jong Un.

“Anda telah melalui banyak hal,” kata Trump kepada Holt, “Lebih dari kebanyakan orang yang bisa bertahan.”

Pria 26 tahun itu adalah misionaris Mormon, yang menuntunnya untuk bertemu calon istrinya, Thamara Caleño, 27, seorang ibu dari dua anak dan juga seorang Mormon. Setelah bertemu Caleño untuk pertama kalinya di Republik Dominika, Holt melakukan perjalanan, pada 11 Juni 2016, ke Caracas, Venezuela, untuk menikahinya.

Namun, setelah bulan madu selama seminggu di pulau Margarita yang tenang, hidup mereka berubah menjadi mimpi buruk.

Pada 30 Juni, polisi melakukan penggeledahan dari rumah ke rumah di kompleks perumahan umum Ciudad Caribia yang penuh kejahatan, tempat tinggal Caleño. Holt tinggal di apartemennya dan ketika polisi datang sekitar jam 6 pagi, dia mengeluarkan ponselnya dan mulai merekamnya.

“Di negaranya, Anda tidak dapat menggeledah tanpa surat perintah, jadi dia pikir itu penting,” seorang saksi, yang ingin tetap anonim, mengatakan kepada Miami Herald. “Mereka menyita ponselnya dan membawanya pergi dengan beberapa warga lainnya.”

Dua jam kemudian, sekitar 30 petugas bertopeng datang ke kompleks apartemen. Mereka mengangkut tas besar hitam ke apartemen pasangan itu sementara beberapa tetangga mengawasi. Beberapa petugas mengalihkan perhatian Caleño, salah satu petugas pergi keluar dari pandangan dan kemudian mengumumkan bahwa polisi menemukan tas hitam dengan senjata di dalamnya, kata saksi.

Kantor berita Venezuela kemudian melaporkan bahwa dua senapan, AK-47 dan AR-15 palsu, ditemukan oleh polisi, bersama dengan granat.

Saksi yakin pasangan itu dijebak oleh polisi. Polisi sengaja membawa senjata itu untuk dikatakan bahwa Holt lah yang memiliki senjata itu.

“Satu-satunya alasan mereka memilikinya adalah karena dia adalah seorang gringo,” kata wanita itu. “Saya tidak peduli apa warna matanya, apa warna rambutnya, di mana paspornya mengatakan dia berasal — dia tidak bersalah dan hak asasi manusianya dilanggar.”

Dia mengatakan Holt tidak mungkin membeli senjata karena kerabat Caleño terus mengawasinya. Bahasa Spanyol-nya tidak terlalu bagus dan mereka khawatir akan mendapat masalah. Selain itu, putri Caleño, yang berusia 5dan 8 tahun, tinggal di apartemen itu.

“Saya yakin, jika mereka telah menyentuh apa pun, itu akan menghancurkan tiga gedung,” kata saksi.

Holt dan Caleño dilaporkan ditahan di Caracas di El Helicoide, sebuah gedung kantor militer dan intelijen yang digabungkan dengan sebuah penjara.

Setelah pemberontakan pecah di penjara pada bulan Mei, Holt membarikade dirinya di selnya. Dia kemudian mengirim pesan video dan suara ke dunia luar.

“Saya menelepon orang-orang Amerika, saya butuh bantuan Anda untuk mengeluarkan saya dari tempat ini,” kata Holt dalam satu pesan, menurut Miami Herald.

“Saya telah memohon pemerintah saya selama dua tahun. Mereka mengatakan mereka sedang melakukan sesuatu, tetapi saya masih di sini dan sekarang hidup saya sedang terancam. Berapa lama saya harus menderita di sini?”

Senator Hatch menjabarkan upaya untuk membebaskan Holts, yang dibantu oleh Komite Hubungan Luar Negeri Senat serta Caleb McCarry, mantan pejabat Pemerintahan Bush kedua dengan keahlian di Venezuela.

“Selama dua tahun terakhir saya telah bekerja dengan dua pemerintahan Presiden, kontak diplomatik yang tak terhitung jumlahnya, duta besar dari seluruh dunia, jaringan kontak di Venezuela, dan Presiden Venezuela sendiri, dan saya tidak bisa lebih terhormat untuk menjadi mampu menyatukan kembali Josh dengan keluarganya yang manis dan lama menderita di Riverton,” klaim Hatch.

Presiden Donald Trump memberlakukan sanksi tambahan terhadap Venezuela pada hari Senin, 21 Mei 2018. Sanksi embargo dijatuhkan tidak lama setelah diktator sosialis Maduro memenangkan pemilihan presiden. Pilpres yang oleh pejabat senior pemerintahan Amerika disebut palsu.

Empat belas negara di Amerika Selatan menolak untuk mengakui Pilpres Venezuela pada 20 Mei itu di sebagai pemilu yang sah. Pernyataan itu disampaikan bersama oleh Kelompok Lima yang beranggotakan Argentina, Brasil, Kanada, Chili, Kolombia, Kosta Rika, Guatemala, Guyana, Honduras, Meksiko, Panama, Paraguay, Peru, dan Saint Lucia. (Petr Svab dan Ivan Pentchoukov/The Epoch Times/waa)

Simak juga, Pengakuan Dokter yang Dipaksa Panen Organ Hidup :
https://youtu.be/0x2fRjqhmTA

Polisi Kanada Buru Dua Peledak Bom pada Restoran India di Kanada

0

EpochTimesId – Polisi secara aktif memburu dua tersangka yang diyakini berada di balik ledakan yang mengguncang sebuah restoran India di sebelah barat Toronto, Kanada. Ledakan bom rakitan membuat 15 orang terluka dan dikirim ke rumah sakit.

Kepala pasukan investigasi Kepolisian Peel Region, Jennifer Evans, mengatakan penyelidikan terhadap ledakan Kamis (24/5/2018) malam waktu setempat di restoran Bombay Bhel di Mississauga, Masih dalam tahap awal. Akan tetapi insiden tersebut saat ini tidak diyakini sebagai kejahatan kebencian atau tindakan terorisme.

“Ini adalah penyelidikan yang sangat serius. Kami ingin menggunakan waktu kami, pastikan kami sangat metodis di dalamnya. Jadi kami menempatkan banyak sumber daya ke dalam kasus ini sekarang,” kata Evans.

Evans mengatakan dua tersangka masuk ke restoran, yang terletak di dekat Jalan Hurontario dan Eglinton Avenue, sekitar pukul 10:30 malam. Saat itu, ada dua kelompok terpisah mengadakan pesta ulang tahun.

Laki-laki berpakaian hoodie terlihat membawa bom rakitan pada saat itu. Mereka kemudian melarikan diri dari tempat kejadian di dengan kendaraan yang tidak teridentifikasi.

Ledakan bom rakitan kemudian melukai 15 orang yang berusia antara 23 hingga 69 tahun. Mereka dievakuasi ke tiga rumah sakit yang berbeda di daerah itu.

Sebanyak tiga korban luka sempat berada dalam kondisi kritis usai ledakan. Mereka adalah seorang pria Brampton berusia 35 tahun, seorang wanita Mississauga berusia 48 tahun, dan seorang wanita Mississauga berusia 62 tahun.

Namun, kini kondisi mereka telah stabil, setelah mendapat tindakan medis intensif. Namun, ketikanya masih dirawat di rumah sakit, sementara 12 korban lainnya sudah diperbolehkan rawat jalan.

Restoran mengalami kerusakan signifikan dalam ledakan itu, meskipun tidak ada yang terlihat dari luar. Dia tidak memberikan rincian tentang susunan alat peledak atau di mana tepatnya bom itu diledakkan.

Evans mengatakan anak-anak di bawah usia 10 tahun ada di restoran itu saat ledakan. Beruntung tidak ada diantara mereka yang terluka.

Kehadiran anak-anak sangat mengejutkan Walikota Mississauga, Bonnie Crombie, yang mengatakan bahwa ketidakseriusan insiden itu bergema dengan dirinya sebagai seorang ibu.

“Ini adalah tindakan keji dan tercela, yang dilakukan oleh para pengecut yang akan datang ke restoran di mana orang-orang rentan, merayakan dengan keluarga mereka, di mana anak-anak hadir,” kata Crombie. “Siapa pun yang telah melakukan tindakan keji ini perlu menjawab atas kejahatan mereka dan dibawa ke pengadilan.”

Andre Larrivee, yang tinggal di gedung kondominium di dekat restoran, mengatakan dia sedang menonton televisi pada Kamis malam ketika dia mendengar ledakan.

“Itu benar-benar keras,” katanya, membandingkan kebisingan dengan generator listrik yang meledak di lokasi konstruksi di dekatnya baru-baru ini.

Polisi telah merilis foto dari dua tersangka. Polisi meminta siapa pun yang memiliki informasi untuk melapor.

Crombie mengatakan, Konsulat Jenderal India telah menyiapkan hotline untuk mereka yang terkena dampak ledakan dan telah berhubungan dengan dia secara langsung, tetapi mengatakan nama-nama para korban belum dirilis.

Menteri Luar Negeri India, Sushma Swaraj, men-tweet tentang ledakan itu. Dia mengatakan selalu menghubungi Komisaris Tinggi India di Kanada dan Konsul Jenderal di Toronto tentang insiden tersebut. (The Canadian Press/The Epoch Times/waa)

Video Pilihan :
https://youtu.be/fTKcu82AtsA

Pejabat Amerika Nyeberang ke Korea Utara untuk Persiapkan KTT Trump-Kim

0

EpochTimesId – Sekelompok pejabat Amerika Serikat menyeberang ke Korea Utara pada hari Minggu (27/5/2018). Mereka pergi untuk membahas persiapan pertemuan bersejarah antara Presiden Donald Trump dan Kim Jong Un.

“Tim Amerika Serikat kami telah tiba di Korea Utara untuk membuat pengaturan KTT antara Kim Jong Un dan saya sendiri,” tulis Trump di Twitter pada hari Minggu.

“Saya benar-benar percaya bahwa Korea Utara memiliki potensi cemerlang dan akan menjadi Negara ekonomi dan keuangan yang besar suatu hari nanti. Kim Jong Un sependapat dengan saya, tentang ini. Itu akan terjadi!”

Pemimpin delegasi AS, Sung Kim, dipanggil dari tugasnya sebagai utusan Filipina, menurut Washington Post. Sung Kim menyeberang ke Korea Utara dan bertemu dengan Wakil Menteri Luar Negeri rezim komunis Choe Son Hu. Mereka berdua, sebelumnya pernah merundingkan perjanjian denuklirisasi pada tahun 2005.

Tim Amerika juga termasuk Allison Hooker, seorang ahli Korea di Dewan Keamanan Nasional. Ada pula seorang pejabat Departemen Pertahanan yang tidak disebutkan namanya.

Sung Kim adalah seorang duta besar untuk Korea Selatan dari tahun 2011 hingga 2014. Dia kemudian menjadi perwakilan khusus Kebijakan Korea Utara.

Amerika diperkirakan akan melanjutkan pertemuan pada hari Senin (28/5/2018) dan Selasa, dengan hanya lebih dari dua minggu lagi sampai pertemuan puncak 12 Juni 2018 yang direncanakan di Singapura.

Pembicaraan itu diadakan di Unification House, gedung yang sama di mana Kim Jong Un dan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in bertemu pada hari Sabtu (26/5/2018).

Kim mengatakan pada Moon bahwa dia masih berkomitmen untuk bertemu dengan Trump dan menyelesaikan denuklirisasi.

“Kami dua pemimpin setuju pada 12 Juni, KTT Korea Utara-AS harus berhasil diadakan,” kata Moon, menurut the Post.

Kesediaan Kim Jong Un untuk mengadakan KTT sebagaimana dijadwalkan adalah kemenangan taktis bagi Trump, yang pada Kamis sempat menyatakan mundur dan membatalkan pertemuan. Pembatalan sepihak itu menggunakan alasan retorika agresif dari Pyongyang.

Setelah Trump mundur, Korea Utara membalas dengan pernyataan marah, namun mengindikasikan bahwa pihaknya masih mau bertemu. Tak lama setelah itu, Trump mengungkapkan bahwa pembicaraan antara kedua negara terus berlangsung. Dia juga mengatakan bahwa masih ada kemungkinan KTT akan berlangsung sesuai jadwal.

Trump akan menjadi presiden Amerika pertama yang bertemu langsung dengan pemimpin Korea Utara, jika pertemuan tersebut benar-benar terrealisasi.

Korea Utara telah membuat beberapa konsesi besar. Pyongyang melepas tiga sandera berkebangsaan Amerika, menyetujui tujuan perdamaian di semenanjung Korea dan denuklirisasi total. Korut juga menghancurkan satu-satunya tempat uji coba nuklirnya.

Trump mengakui upaya Kim, dan semua konsesi. Akan tetapi, dia tetap mempertahankan komitmen untuk melanjutkan tekanan dan sanksi maksimum sampai Pyongyang sepenuhnya meninggalkan program senjata nuklirnya. (Ivan Pentchoukov/The Epoch Times/waa)

Video Rekomendasi :

Sejumlah Orang Tewas dan 40 Hilang Setelah Socotra Yaman Diterjang Topan Siklon

Epochtimes.id- Lima orang tewas dan setidaknya 40 orang hilang di pulau Yaman, Socotra, Jumat ketika Siklon Mekunu menghantam daerah itu sebelum menuju ke pantai selatan Semenanjung Arab.

Sumber Reuters menyebutkan, korban tewas adalah empat warga Yaman dan satu warga negara India, sementara korban hilang termasuk warganegara Yaman, India dan Sudan.

Di antara mereka yang hilang adalah tiga pelaut lokal yang hilang ketika kapal mereka terbalik di lepas pantai pulau itu.

Yaman mengumumkan keadaan darurat pada Kamis untuk Socotra, yang terletak di antara Yaman selatan dan Ujung Afrika. Wilayah ini terkenal karena hewan dan tumbuhannya yang unik.

Sebagian besar wilayah tersebut tidak tersentuh oleh perang tiga tahun Yaman. Daerah ini dibawah kendali pemerintah yang diakui secara internasional yang presidennya, Abdu Rabbu Mansour Hadi, berada di pengasingan di Arab Saudi.

Badai membanjiri desa-desa dan perahu terbalik Socotra, meninggalkan banyak pulau tanpa akses komunikasi.

Pihak berwenang di negara tetangga Oman mengatakan mereka memperkirakan topan akan melewati kota Salalah pada Jumat malam. Saat angin dan hujan mulai menerpa Oman selatan pada siang hari, mereka memperpanjang penutupan bandara di kota hingga Sabtu.

Kementerian Transportasi Oman memperingatkan penduduk di seluruh provinsi selatan Dhofar untuk tinggal di rumah mereka, dengan kepuangan luapan dari sungai membanjiri sebagian besar jalan utama.

Seorang anak di Salalah dirawat di rumah sakit karena luka-luka yang disebabkan oleh angin yang dahsyat.

Badai Mekunu diperkirakan akan melemah menjadi badai tropis sebelum mencapai tenggara Arab Saudi pada Sabtu, menurut otoritas meteorologi kerajaan.

Yaman terjebak dengan salah satu krisis kemanusiaan terburuk di dunia. Perang telah menewaskan lebih dari 10.000 orang, menelantarkan tiga juta orang lainnya, memicu wabah kolera dan mendorong negara miskin itu ke ambang kelaparan. 9asr)

Oleh Mohammed Mokhashaf/Reuters

Dua Pemimpin Korea Kembali Menggelar Pertemuan Kejutan

Epochtimes.id- Presiden Korea Selatan, Moon Jae-in mengadakan pertemuan kejutan dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un pada Sabtu (26/05/2018).

Pertemuan dua pimpina Korea ini untuk memastikan pertemuan puncak antara Presiden Kim dan AS Donald Trump berjalan dengan sukses seperti diungkapkan seorang pejabat Korsel.

Itu adalah tanda yang paling jelas bahwa pertemuan sekali lagi antara Trump dan Kim akan diadakan seperti yang disetujui pada awalnya, di Singapura pada 12 Juni mendatang.

Pertemuan yang tidak diumumkan di desa perbatasan Panmunjom antara Moon dan Kim setelah sebulan mereka mengadakan pertemuan antar-Korea pertama kalinya dalam lebih dari satu dekade di tempat yang sama. Mereka berdua menyatakan akan menuju semenanjung Korea yang bebas nuklir.

“Kedua pemimpin secara terbuka bertukar pandangan tentang Korea Utara-AS. KTT yang sukses dan tentang penerapan Deklarasi Panmunjom, ”kata juru bicara kepresidenan Korea Selatan dalam sebuah pernyataan.

Dia tidak mengkonfirmasi bagaimana pertemuan rahasia itu digelar atau pihak mana yang meminta digelarnya pertemuan.

Video dan salah satu foto yang dirilis oleh Istana Kepresidenan Korsel pada Sabtu menunjukkan Kim memeluk Moon dan mencium pipinya tiga kali saat ia melihat Moon setelah pertemuan mereka di Tongilgak, gedung Utara di desa gencatan senjata, yang terletak di Demiliterisasi Zone (DMZ).

KTT kedua pimpinan Korea ini sebelumnya diadakan di sisi selatan perbatasan.

Moon, yang kembali ke Seoul awal pekan ini setelah bertemu dengan Trump, akan mengumumkan rincian pertemuan dengan Kim pada Minggu pagi.

Trump mengatakan pada Jumat (25/05/2018) bahwa Washington sedang mengadakan “pembicaraan produktif” dengan Pyongyang tentang mengembalikan pertemuan yang sediakala akan digelar pada 12 Juni mendatang.

Trump mengatakan di cuitan Twitter pada Jumat malam, “Kami melakukan pembicaraan yang sangat produktif tentang mengembalikan KTT, jika itu terjadi, kemungkinan akan tetap di Singapura pada tanggal yang sama, 12 Juni., Dan, jika perlu, akan diperpanjang di luar tanggal itu. ”

Sebelumnya Trump telah menyatakan bahwa KTT itu dapat diselamatkan setelah menerima pernyataan damai dari Korea Utara dan mengatakan pihaknya tetap terbuka untuk pembicaraan.

“Itu adalah pernyataan yang sangat bagus yang mereka keluarkan,” kata Trump kepada wartawan di Gedung Putih. “Kita akan lihat apa yang terjadi — itu bahkan bisa menjadi yang ke-12.”

“Kami sedang berbicara dengan mereka sekarang. Mereka sangat ingin melakukannya. Kami ingin melakukannya, ”katanya.

Komentar di pertemuan puncak dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un berselang hanya satu hari setelah Trump membatalkan pertemuan, mengutip “permusuhan terbuka” Pyongyang.

Juru bicara kepresidenan Korea Selatan mengatakan dalam tanggapannya, “Sangat beruntung adanya harapan masih hidup untuk dialog AS-Korea Utara. Kami terus memantau perkembangan dengan cermat. ”

Oleh Hyunjoo Jin dan Soyoung Kim/Reuters

Space X Luncurkan Tujuh Satelit dengan Satu Roket Falcon 9

0

The Epoch Times – Space X membawa dua satelit penelitian NASA dan lima satelit komunikasi Iridium Next menuju orbit dengan roket Falcon 9.

Rekaman yang dirilis oleh NASA menunjukkan bahwa peluncuran dilakukan pada 22 Mei 2018 lalu. Peluncuran berlangsung di Pangkalan Angkatan Udara Vandenberg di California pada pukul 3:47 siang EDT.

“Liftoff untuk GRACE Follow-On, melanjutkan warisan misi GRACE untuk melacak pergerakan air di planet kita,” ujar komentator peluncuran NASA, mengumumkan saat Falcon 9 melambung ke langit.

Inisiatif ini adalah bagian dari Gravity Recovery dan Climate Experiment Follow-On (GRACE-FO). Kerjasama itu adalah kolaborasi antara NASA dan Pusat Penelitian Jerman untuk Geosains untuk memantau perubahan iklim.

Menurut laporan dari Space.com, GRACE-FO melacak pergerakan air dan es di atas dan di bawah permukaan Bumi. GRACE-FO juga melacak perubahan medan berat (massa) dan gravitasi planet.

Rekaman peluncuran ini mencakup deskripsi peran pesawat ruang angkasa. (The Epoch Times/waa)

Kemungkinan Batalnya Pertemuan Trump-Kim : Di Balik Perubahan Sikap Kim Adalah Ketakutan

Pada tanggal 16 Mei Korea Utara tiba-tiba mengumumkan dibatalkannya Rapat Tingkat Tinggi Korsel-Korut yang diselenggarakan hari itu, dan ditunda tanpa ada batas waktu, alasannya adalah karena AS dan Korsel mengadakan latihan perang bersama dan menurut pihak Korut ini adalah latihan persiapan untuk menginvasi Korea Utara. Beberapa jam kemudian, Korut kembali mengeluarkan pernyataan, mengatakan jika AS bersikukuh “denuklirisasi sepihak”, maka Korut akan membatalkan pertemuan dengan Trump. Padahal minggu lalu, Presiden AS Donald Trump baru saja mengumumkan pertemuannya dengan Kim Jong-Un akan digelar di Singapura pada tanggal 12 Juni mendatang.

Zhou Xiaohui

Perubahan sikap Kim Jong-Un secara mendadak sudah diduga, dan latihan militer AS-Korsel itu hanya alasan saja, penyebab utamanya adalah Kim Jong-Un sendiri tidak sungguh-sungguh berniat melakukan denuklirisasi, maka dengan sendirinya tidak mau menerima persyaratan yang dikemukakan AS.

Sebelumnya saat bertemu dengan Presiden Korsel Moon Jae-In dan dua kali pertemuan dengan Xi Jinping sempat menyebutkan “denuklirisasi”, bisa dikatakan pada dasarnya hanya sekedar lagak yang lebih besar daripada isi perutnya.

Denuklirisasi yang diharapkan oleh Kim Jong-Un adalah diwujudkan secara “bertahap dan serempak”. Dengan kata lain, Korut berjanji akan denuklirisasi, dengan cara setahap demi setahap, dan saat Korut melakukannya, AS dan masyarakat internasional akan mencabut semua sanksi, dan bahkan mendapat bantuan dan subsidi dari Amerika dan negara lain. Pada pertemuan terakhirnya dengan Xi Jinping ia telah mengemukakan pemikirannya tersebut.

Hal ini mau tidak mau memperbesar kecurigaan berbagai pihak, Kim Jong-Un tengah memainkan sandiwara usang versi ayahnya, yakni di satu sisi mengendurkan sanksi dan tekanan ancaman militer, dan di sisi lain mengulur-ulur waktu untuk mendapatkan teknologi rudal nuklir yang lebih canggih, kemudian mempermaikan masyarakat internasional lebih lanjut.

Karena sikap plin plan rezim keluarga Kim sudah dikenal dunia, ditambah lagi dengan sejumlah fenomena baru-baru ini, seperti rapat rahasia yang digelar Korut untuk melindungi fasilitas nuklir Yongbyon, mengisyaratkan Korut layak disebut sebagai negara “pemilik nuklir” dan lain-lain, semua itu membuat AS dan masyarakat internasional ekstra waspada, sama sekali tidak bisa mempercayai kemauan Korut “secara bertahap secara serempak”.

Pemerintah Trump sama sekali tidak bisa mentolerir: terus memberlakukan sanksi sampai Kim Jong-Un benar-benar telah merampungkan denuklirisasi. Dan Amerika bahkan telah memberikan berbagai data terkait teknik pemusnahan nuklir, migrasi teknisi nuklir dan lain sebagainya, serta menyatakan setelah Korut benar-benar telah melakukan denuklirisasi, Amerika baru akan memberikan bantuan ekonomi.

Menurut berita, Kim Jong-Un belum menanggapi rekomendasi dari AS tersebut. Jelas tindakan Amerika yang hendak menyelesaikan masalah secara tuntas, telah membuat Kim Jong-Un yang tidak sungguh-sungguh berniat denuklirisasi sangat cemas dan ketakutan.

Kim Jong-Un cemas akan AS yang mungkin telah melihat niat busuknya, dan Beijing belum tentu mau memberikan dukungan padanya; dan Kim takut, jika melakukan sesuai rekomendasi AS, di masa mendatang Korut sangat tidak mungkin lagi mengembangkan senjata nuklir, Korut akan kehilangan modal untuk menakuti (memeras) dunia dan juga menipu rakyatnya, yang terpenting adalah, berapa lama lagi rezim diktator Kim Jong-Un bisa bertahan masih menjadi suatu tanda tanya.

Selain itu Kim juga cemas, jika tiba saatnya menghadiri “Pertemuan Puncak Trump-Kim”, namun tidak bisa memenuhi tuntutan AS, menolak pemeriksaan nuklir oleh Badan Atom Internasional, maka digelarnya “pertemuan Trump-Kim” bukan saja sama sekali tidak bermakna, tapi juga mungkin akan membuat AS dan Trump geram.

Senator senior AS Lindsey Graham pernah memperingatkan Kim secara langsung, jika Kim mau “bertemu langsung” dengan Trump dan “mempermainkan Presiden Trump”, ia tidak akan menuai hasil yang baik. Karena “jika melakukan hal itu, maka Anda dan rezim Anda akan berakhir [“A word of warning to North Korean (leader) Kim Jong Un – the worst possible thing you can do is meet with President Trump and try to play him,” kata senator Graham. “If you do that, it will be the end of you – and your regime.”]

Dan menjelang pertemuan Trump-Kim yang akan segera tiba, Trump juga secara lugas menyatakan, “Hasil akhir seperti apa yang akan terjadi, kita lihat saja nanti. Mungkin akan ada hal baik terjadi, mungkin kita semua hanya buang-buang waktu saja, tapi semoga berbagai hal terkait akan menjadi baik. Saya mungkin akan dengan cepat meninggalkan tempat, bahkan mungkin juga tidak akan terlaksana, siapa pun tidak bisa memprediksi.”

Subteks mengatakan jika Kim Jong-Un tidak bisa memenuhi persyaratan AS, maka pertemuan belum tentu akan digelar, walaupun dilaksanakan pun Trump akan meninggalkan lokasi. Oleh sebab itu, pilihan Kim Jong-Un hanya ada satu, dan tidak bisa mempermainkan AS.

Oleh karenanya, perubahan sikap Kim Jong-Un sebenarnya adalah refleksi dari isi hatinya yang sebenarnya, yakni setelah bersandiwara dan menyadari ternyata tidak bisa mencapai tujuan yang diharapkan, maka terpaksa mencari berbagai alasan untuk menolak “pertemuan Trump-Kim”, dan akan membuat seolah-olah tidak terselenggaranya “pertemuan Trump-Kim” disebabkan oleh ulah Amerika, untuk menghindari membuat berang Amerika.

Dilihat dari pernyataan sikap Korut baru-baru ini dan kebijakan AS yang tidak mengalah terhadap Korut, “pertemuan Trump-Kim” sangat mungkin akan batal dilangsungkan, kecuali Kim Jong-Un dengan senang hati menerima tuntutan Amerika.

Lalu pertanyaan berikutnya adalah, apakah yang akan dilakukan Kim Jong-Un selanjutnya? Tidak diragukan lagi, selama Kim Jong-Un tidak melakukan denuklirisasi hingga tuntas, sanksi ekonomi dari AS dan masyarakat internasional tidak akan pernah berakhir.

Jika Kim Jong-Un tetap nekad, atau tetap melakukan uji coba nuklir, atau membalas dengan menyerang negara tetangga, maka nyawanya akan terancam. Karena Amerika selama ini tidak pernah mengabaikan opsi untuk menggunakan kekuatan militer.

Penulis menduga, “pertemuan Trump-Kim” jika batal, jika Kim Jong-Un ingin tetap bertahan, sangat besar kemungkinan akan menunda sementara pengembangan nuklirnya, dan akan meminta bantuan ekonomi dari PKT karena terdesak, dan apa keputusan para petinggi Beijing adalah suatu tanda tanya besar. (SUD/WHS/asr)

“Jiwa Itu Adalah Abadi” dari Kesaksian Seorang Pembaca Media Inggris

0

Banyak orang percaya bahwa jiwa manusia akan pergi ke dunia lain setelah meninggalkan jasad, dan akan menemui kehidupan lain di masa depan.

Ada juga orang yang pernah dihubungi oleh kerabat dan teman yang telah tiada atau menerima pesan dari mereka.

Artikel ini adalah beberapa contoh seperti keterangan di atas yang dibagikan oleh pembaca media Inggris ‘Daily Mail’.

oleh Chen Juncun – EpochWeekly

Pada saat melahirkan, saya merasakan energi dari almarhum ayah yang menyelimuti dan melindungi saya

Jane Dawson (49 tahun). Warga Ayrshire Utara, Skotlandia adalah ibu dari 3 orang anak. Dia membagikan pengalaman uniknya kepada pembaca ketika melahirkan putra bungsu. Sebuah kejadian yang benar-benar mengubah pandangan hidupnya.

Jane Dawson menceritakan, ia telah menghabiskan empat jam dalam proses persalinan. Pada fase terakhir itu, mendiang ayahnya tiba-tiba ‘menampakkan diri’, ia kemudian memberitahu ayahnya bahwa putranya segera akan lahir dan meminta ayah dapat membantu memberikan perlindungan.

Ketika alharhum ‘menampakkan diri’, Jane Dawson merasakan ada energi ayahnya memenuhi seluruh ruang persalinan, dan Jane tahu bahwa itu adalah ayahnya. “Ya Tuhan. ayahku berada di sini !” teriak Jane spontan. Para bidan yang ada dalam ruangan lalu memandang ke sekeliling dan mengira Jane hanya ingin menyampaikan bahwa dia (ayahnya) telah memasuki ruangan.

Setelah Jane Dawson usai melahirkan dan diijinkan pulang ke rumah, cenayang memberitahunya bahwa ayahnya masih bersamanya. Sedangkan Jane sendiri juga merasakan aneh karena uang koin acap muncul di dalam sepatunya. Ini mengingatkan Jane kepada almarhum ayah.

Jane Dawson mengatakan bahwa pengalaman-pengalaman ini telah mengubah keyakinannya. Dia sebelumnya tidak pernah memikirkan mengenai kehidupan di masa depan, tetapi dia tiba-tiba percaya bahwa manusia akan terus eksis dalam beberapa bentuk setelah ajal menjemput.

Suami memberitahu istri bahwa dirinya sudah berada di dunia lain

Sonia Mackett adalah seorang penduduk Norfolk berusia 64 tahun, suaminya telah meninggal dunia pada tahun 2010 akibat tumor otak. Setelah sakit, suami Sonia jadi sangat takut dengan bayang-bayang hitam yang muncul dalam kamar, karena itu Sonia membeli sebuah lampu yang diletakkan di samping tempat tidur, ini membuat suaminya senang karena terasa aman.

Suami Sonia Mackett tidak percaya dengan kehidupan masa lampau atau masa mendatang, tetapi ia sering bercanda mengatakan, jika ia meninggal lebih dahulu, ia akan memberikan kabar apakah ada kehidupan di masa mendatang.

Beberapa setelah kematiannya, suatu saat ketika Sonia sedang bebaringan di atas tempat tidur, lampu di samping yang perlu disentuh sampai 3 kali baru bisa mencapai terang yang maksimum, tiba-tiba berubah jadi terang sekali tanpa disentuh. Sonia mengatakan : “Baiklah, Saya tahu Anda ingin memberitahu saya, tetapi sekarang saya agak takut”. Setelah itu, pijaran lampu kembali pada posisi sebelumnya.

Sonia berpikir bahwa almarhum suaminya ingin memberitahukannya melalui pijaran lampu samping tempat tidur bahwa, ia masih berada di sini dan merasa aman.

Setelah pemakaman ibu mertua, menantunya merasa ‘disapa’ oleh mendiang

Barbara Wharfe yang berusia 72 tahun tinggal bersama suaminya di Bolton, Inggris. Dia mengklaim bahwa ibu mertuanya mengirim pesan kepadanya pada hari pemakamannya.

Barbara Wharfe mengatakan bahwa ibu mertuanya adalah seorang wanita jujur dan serius. semasa hidup, ia sering berpesan kepada mereka bahwa jika dunia lain itu memang ada, setibanya di sana ia akan memberitakan kepada Barbara. Tetapi pasangan Barbara tidak ambil pusing dengan ucapan seperti itu.

Ibu mertua Barbara meninggal pada tahun 1964 dalam usia 68 tahun. Setelah pemakamannya, kerabat dan teman-teman berkumpul di rumahnya untuk mengobrol, dan Barbara memberi mereka makanan sandwich.

Ketika Barbara berjalan menuju suaminya, ia merasakan angin dingin meniup ke arahnya. Tiba-tiba, sebuah gambar kecil yang tergantung di dinding yang berada di belakang Barbara  ‘melompat’ keluar dari pakunya, terpental sampai satu meter dan jatuh di samping kakinya.

Suami Barbara menunjukkan tatapan ragu-ragu dan berkata : “Ibuku!”

Barbara mengatakan, paku yang panjangnya 7.6 cm masih tertancap di dinding, tidak mungkin gambar bisa melompat keluar dari paku gantungannya. Mereka pikir ini bukan hal kebetulan.

Mendiang suaminya menghadiri acara pemakamannya

Liz Daniel, seorang penduduk Somerset, Inggris kini berusia 77 tahun, suaminya meninggal dunia pada bulan September tahun lalu. Karena mereka tidak memiliki anak, Liz merasa kesepian begitu suaminya meninggal.

Atas saran orang lain, Liz pergi ke sebuah gereja dengan maksud untuk berkomunikasi dengan suaminya melalui bantuan cenayang. Hal yang membuatnya terkejut adalah cenayang  yang ditemuinya tahu tentang nama baptis Liz, padahal Liz tidak pernah memberitahu nama baptisannya kepada siapa pun. Tetapi karena cenayang hanya menyampaikan beberapa hal yang sifatnya umum. maka ia memutuskan untuk datang kembali sebulan kemudian.

Kali ini, seorang cenayang yang berbeda menyampaikan kepada Liz bahwa suaminya sudah berada di samping. cenayang mengatakan bahwa almarhum suaminya hadir saat pemakamannya. Cenayang juga mampu melukiskan penampilan suami Liz dan suasana spesifik pada hari pemakamam.

Cenayang mengatakan bahwa suaminya meminta maaf kepada Liz karena meninggal lebih awal dari Liz, juga meninggal beberapa pesan untuk dilakukan Liz.

Menurut cenayang, alharhum suami Liz berpesan agar Liz lebih berhati-hati ketika naik tangga, menghindari jatuh. Memberitahu Liz bahwa telinga kanannya bermasalah agar segera berobat untuk menghindari ketulian.

Liz memang sudah 2 minggu lebih mengalami sakit di bagian bawah dari telinga sebelah kanannya, tetapi ia tidak memberitahu orang lain. Mendengar pesan cenayang ia langsung pergi ke rumah sakit keesokan harinya. Liz mengatakan bahwa, sebagian orang mungkin berpikir bahwa hal itu hanya suatu kebetulan belaka, tetapi karena ia sendiri percaya jika jiwa manusia memiliki kehidupan lain. Sekarang setiapminggu ia selalu pergi ke gereja untuk berdoa dan bersyukur.

Setiap kali saya memikirkan kepedulian suami, seakan-akan rasa nyaman mengelilingan saya, kata Liz Daniel. (Sinatra/asr)

Korea Utara Diberitakan Mungkin Menyembunyikan Senjata Nuklir di Dekat Perbatasan

Annie Wu – The Epochtimes

Epochtimes.id- Tepat sebelum Presiden Donald Trump membatalkan pertemuan  dengan diktator Korea Utara Kim Jong Un pada 24 Mei 2018, terbit sebuah berita dari Korea Selatan yang menunjukkan  bahwa rezim Korea Utara baru-baru ini menunjuk sebuah provinsi dekat perbatasan ke Tiongkok sebagai zona militer khusus, untuk menyembunyikan senjata nuklir di sana.

Mengutip sebuah sumber tingkat tinggi di Pyongyang, situs berita Korea Selatan, Daily NK, mengungkapkan pada 23 Mei bahwa selama pertemuan para pejabat keamanan nasional bulan lalu, Provinsi Chagang, yang terkenal karena medan keras, ditetapkan sebagai “zona revolusioner militer pertama khusus.”

“Meskipun senjata nuklir dapat disembunyikan di mana saja jika mereka tertarik, tampaknya pihak berwenang tampaknya mempertimbangkan tempat di mana sulit untuk dipahami oleh satelit,” kata sumber itu, karena mereka bisa tidak terdeteksi di pegunungan yang dalam.

“Menyembunyikan senjata nuklir dan material di sana juga berarti pihak berwenang berencana menyimpannya di fasilitas yang sangat lengkap.”

Sumber itu menambahkan bahwa pegunungan Chagang juga berisi terowongan bawah tanah untuk Kim, keluarganya, dan penggunaan eksklusif anak buah tertingginya jika mereka harus melarikan diri melintasi perbatasan ke Tiongkok.

Berita ini pertama kali muncul pada tahun 2015. Terowongan ini beberapa ratus meter di bawah permukaan, meskipun hanya sedikit yang mengetahui lokasi tepatnya dari mereka karena kerahasiaan pembangunan tempat ini, demikian dikatakan sebuah sumber di Korea Utara mengatakan kepada Harian NK  pada Desember 2015.

“Ketika para pekerja diangkut ke lokasi terowongan untuk menggali, jendela-jendela dihitamkan sehingga mereka tidak tahu ke mana mereka pergi. Ketika mereka hadir untuk melakukan pekerjaan mereka, mereka ditutup matanya sampai mereka tiba di lokasi konstruksi, ”menurut Daily NK.

Laporan harian NK terbaru mencatat bahwa pos-pos pemeriksaan telah didirikan di Provinsi Chagang untuk membatasi orang dan kendaraan yang melewatinya. Rezim ini juga merencanakan indoktrinasi ideologis lebih banyak bagi penduduk di sana untuk memastikan rahasia tentang kawasan itu agar dilindungi.

Perkembangan baru

Berita itu diturunkan ketika wartawan internasional diundang untuk menyaksikan pada 23 Mei 2018 pembongkaran situs nuklir Punggye-ri Korea Utara di Provinsi Hamgyong Utara.

Sebelumnya, para ilmuwan Tiongkok telah mengkonfirmasi bahwa situs itu tidak stabil setelah uji bom digelar berulangkali. Uji coba nuklir pada September 2017, yang terbesar di Korea Utara, memicu gempa berkekuatan 6,3 skala Richter yang menyebabkan sebagian situs itu runtuh. Para ilmuwan memperingatkan bahwa debu radioaktif bisa lolos melalui retakan di gunung.

Situs kedua, fasilitas Yongbyon yang terletak di Provinsi Pyongan Utara, baru-baru ini menghentikan kegiatan.

Namun Amerika Serikat dan Korea Selatan mengatakan mereka yakin Korea Utara memiliki situs tambahan yang terkait dengan program pengayaan uranium, karena Korea Utara kaya akan bijih uranium.

Beberapa jam setelah Punggye-ri dihancurkan, Trump mengumumkan bahwa dia telah membatalkan pertemuan mendatang dengan Kim dijadwalkan bulan depan.

“Sayangnya, berdasarkan kemarahan yang luar biasa dan permusuhan terbuka yang ditampilkan dalam pernyataan terbaru Anda, saya merasa itu tidak pantas, pada saat ini, untuk pertemuan yang direncanakan lama ini,” tulis Trump dalam sebuah surat kepada Kim.

“Tolong biarkan surat ini berfungsi untuk mewakili bahwa KTT Singapura, untuk kebaikan kedua belah pihak, tetapi merugikan dunia, tidak akan terjadi.”

Seminggu sebelumnya, setelah mengunjungi Beijing, Kim menunjukkan nada yang lebih keras dan mengancam akan keluar dari KTT. Kim juga sangat marah dengan saran penasihat nasional Amerika Serikat, John Bolton untuk menggunakan Libya sebagai model pelucutan senjata nuklir.

Pemimpin Libya Muammar Gaddafi menyerahkan program pengembangan nuklirnya yang belum selesai pada tahun 2003. Dia dibunuh pada tahun 2011 oleh pejuang yang didukung NATO yang dipimpin oleh Presiden Barack Obama. (asr)

Ideologi Kebencian: Roh Bersama Terorisme & Komunisme

Oleh : Iswahyudi

“Kebencian adalah kekuatan, Kemarahan adalah tenaga.” Gunawan Mohamad dalam majalah Tempo edisi 11-17 Januari 2016. Saya berpendapat bahwa pernyataan di atas kurang lengkap. Yang benar adalah “Kebencian adalah kekuatan yang menghancurkan, dan kemarahan adalah tenaga yang merusak kedamaian”..

Akhir-akhir ini atmosfir kebencian semakin pekat menyelimuti ruang publik di negeri ini, di televisi, media online, media sosial bahkan menular ke dunia nyata. Sentimen agama dan rasial kembali muncul dan diam-diam merasuki hati sebagian anak bangsa. Dalam kontestasi pemilu dan pilkada, sentimen kebencian semakin membara yang memanfaatkan beberapa institusi sosial untuk tujuan politik demi merebut kekuasaan. Akibatnya keharmonisan sosial jadi taruhannya.

Dorrrrr. Boomm. Blarrrrr!!!!! Mei 2018 Indonesia Panen Raya Teror!!!!! Pertama, Tanggal 8-9 Mei 2018: drama penyanderaan oleh Narapidana Terorisme (Napiter) terjadi di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok dengan menewaskan 6 orang (5 dari Polisi dan 1 dari Napiter) dan berujung pemindahan 145 Napiter ke Lapas High Maximum Security di Nusakambangan.

Kedua, Sabtu, 12 Mei 2018, Penangkapan dua perempuan yang akan menusuk polisi di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok. Ketiga, Minggu, 13 Mei 2018 dini hari aksi kontra terorisme di Cikarang, Cianjur dan Sukabumi. Densus 88 menembak mati 4 terduga teroris dari kelompok Jamaah Ansharut Daulah yang berafiliasi dengan ISIS. Keempat, Minggu, 13 s/d 14 Mei Surabaya diguncang bom sebanyak 5 kali. Pukul 06.30 ledakan terjadi di Gereja Santa Maria Tak Bercela. Pukul 07.15 ledakan di Gereja Kristen Indonesia di Jl. Diponegoro. Pukul 07.53 di Gereja Pantekosta Pusat Surabaya Jl. Arjuno. Pukul 21.15 ledakan terjadi di Rusunawa Wonocolo Sidoarjo. Korban keseluruhan 25 tewas dan 57 terluka.

Kelima, Senin, 14 Mei 2018 pukul 07.30 Penggerebekan Terduga teroris di Perum Puri Maharani Sukodono, Sidoarjo dengan menewaskan 1 terduga teroris dan menangkap tiga orang lainnya. Keenam, Senin, 14 Mei 2018 pukul 08.30 Ledakan bom bunuh diri di gerbang Polwiltabes Surabaya menewaskan 4 pelaku, melukai 4 polisi dan 6 warga. Ketujuh, Rabu 16 Mei 2018 Serangan teroris di Mapolda Riau dengan menggunakan samurai dan menabrakkan mobilnya ke polisi, 1 polisi gugur, 4 teroris Tewas, 4 terluka. Dan seterusnya.

Panen raya teror, akumulasi kemarahan yang merusak kedamaian ini menghentakkan pikiran dan hati publik, Karena selain menyebabkan duka bagi para korban juga mengamplifikasikan ketakutan kepada warga. Pertanyaannya adalah, kenapa ini terjadi? Jawabannya: karena anak bangsa ini menabur benih-benihnya dan menyirami dari waktu ke waktu. Adalah benih-benih kebenciaan yang menyebabkan panen raya teror ini. Tepatnya adalah benih Ideologi kebencian.

Adalah ideologi yang melestarikan, mewariskan dan melembagakan sentimen kebencian kepada orang-orang yang BERBEDA dari segi agama (kepercayaan), suku, antar golongan dan ras. Pelestarian kebencian ini disadari atau tidak menjadi modal bagi orang yang berkepentingan.

Semisal kebencian karena berbeda agama (kepercayaan). Bagaimana kebencian berbeda agama ini dilestarikan? Pertama, biasanya para elite agama mencari justifikasi dari kitab suci atas penafsiran sendiri untuk mengabsahkan kebencian kepada sekelompok umat yang lain. Kedua, mengeksploitasi memori kelam perseteruan antara penganut kedua belah agama di masa lalu dalam konteks kekinian walaupun perseteruaan ini sudah berlangsung ribuan tahun yang sebenarnya terjadi lebih dikarenakan kecelakan sejarah. Ketiga, Pelestarian sentimen kebencian itu dengan mewariskannya dari generasi ke generasi melalui pelembagaan dengan pembentukan ormas dan institusi-institusi pendidikan atau melalui propaganda lewat oral (di tempat ibadah atau ruang publik) maupun bentuk tulisan seperti buku, publikasi, situs internet dan yang terkini berbentuk audio-video yang berpengaruh sangat besar pada pembentukan opini, sikap dan perilaku publik.

Atmosfir kebencian yang semakin pekat ini ibarat bom waktu yang siap meledak begitu tersentuh pemicunya atau orang yang ingin memanfaatkannya untuk kepentingan pribadi demi mendulang kuasa dan pengaruh. Dan dapat dipastikan biaya sosial dan ekonominya akan sangat tinggi.

Kebencian itu bisa menjadi tindakan terorisme tentunya melalui suatu tahapan-tahapan. Dimulai dengan pelabelan (labeling), menciptakan prejudice (prasangka), melakukan aksi didasari karena prasangka (act of prejudice), meningkat menjadi sikap diskriminasi, lalu menelurkan kekerasan (violence) dan pada tingkat yang paling tinggi adalah aksi terorisme (genosida).

Ditambah lagi ketika kebencian itu sudah begitu mengakar dan diperkuat oleh justifikasi teologi semisal jaminan masuk surga memungkinkan menimbulkan aksi bom bunuh diri yang membuat rasionalitas publik terperangah, apalagi pada kasus teror beberapa saat lalu melibatkan satu keluarga bahkan anak-anak di bawah umur. Fenomena inilah yang dinamakan sindrome dilusi superhero.

Hampir semua agama dan kepercayaan mempunyai misi yang sangat ideal semisal “menyebarkan rahmat bagi seluruh alam semesta”, “menyebarkan kasih tak terbatas”, “Belas Kasih bagi semua makhluk”, “Mencapai kesempurnaan moralitas”, “Cintai yang di bumi, maka yang di Langit akan mencintaimu”. Tidak jauh dari visi cinta, belas kasih dan rahmat bagi semesta dan segala isinya. Ketika membajak dalil-dalil kitab suci untuk misi kebencian, maka bisa dipastikan adalah perbuatan yang merusak agama dan kepercayaan. Bisa dipastikan sedang melakukan kejahatan besar yang membuat dosa yang tak akan sanggup ditanggung di hadapan Sang Pencipta.

Kebencian : Roh Bersama (joint-spirit) Terorisme dan Komunisme

Setiap manusia diciptakan dengan dualitas sifat, yaitu sifat baik vs. sifat buruk, sifat keilahian vs.  sifat keiblisan, sifat belas kasih vs. kebencian. Sang Pencipta memberikan kebebasan memilih pada manusia untuk mengkultivasikan (menanam/memperbaiki) sifat yang mana, tetapi mereka tidak bisa memilih konsekuensi dari pilihan sifat yang dikultivasikan. Ada hukum alam yang tidak bisa ditawar bahwa, ”Berbuat baik dapat balasan baik, berbuat jahat dapat balasan jahat”.

Dalam sejarah manusia bisa ditemukan banyak tragedi kemanusiaan semisal pembantaian (genosida) yang akarnya adalah ideologi kebencian. Yang mengerikan adalah aksi genosida yang dilakukan oleh partai komunis di dunia yang telah membantai musuh kelas atau “kaum kontrarevolusi” sebanyak seratusan juta orang di Rusia, Tiongkok, Kamboja, Indonesia dan lain sebagainya.

Tragedi ini berawal dari ideologi kebencian yang difirmankan oleh “nabi”-nya Karl Marx yang mengatakan bahwa dalam revolusi dan pertarungan kelas, cara kekerasan itu keniscayaan. Dalam buku “the Dead End of Communism” disebutkan bahwa “Esensi dari komunisme adalah roh jahat, ia terbentuk dari kebencian dan makhluk sampah tingkat rendah dari alam semesta, ia penuh benci dendam dan ingin memusnahkan umat manusia.”

Kebanyakan orang di dunia berpendapat bahwa komunisme telah mati bersama runtuhnya Tembok Berlin, bubarnya Uni Soviet dan Blok Negara Eropa Timur serta berubahnya RRT yang komunis menjadi kapitalis secara ekonomi namun masih mempertahankan sistem komunis dalam politik. Kebanyakan orang mengganggap bahwa komunisme sebagai sebuah aliran/paham yang gagal yang sudah menjadi masa lalu. Namun sebenarnya komunisme adalah “roh jahat” yang terbentuk oleh kebencian yang selalu berubah wajah dan sedang menyusup keseluruh dunia dengan menyebarkan pengaruh dan kebudayaan ke segenap institusi sosial seperti superinstitusi dunia, negara, agama, kepercayaan, media dan pusat-pusat kebudayaan.

Karakteristik budaya komunis adalah anti Tuhan, antitradisi dan nir moralitas, ideologi kebencian dan filosofi pertentangan, tak segan membunuh untuk mewujudkan tujuan. Tujuan Terakhir Komunisme adalah memusnahkan manusia dan kemanusiaan serta membuat surga versi komunis di dunia.

Dari sisi eksploitasi kebencian, kekerasan dan teror dalam mewujudkan tujuannya, komunisme dan terorisme berbasis agama nampaknya punya akar yang sama. Keduanya menghalalkan revolusi kekerasan untuk mewujudkan tujuan walaupun dengan motif ideologi yang berbeda. Terorisme berbasis agama  berlandaskan radikalisme theisme untuk mewujudkan mimpinya semisal menciptakan satu pemerintahan terpusat di seluruh dunia, sementara itu komunisme lebih bermotifkan radikalisasi ateisme dan perjuangan kelas untuk mewujudkan mimpi surga komunis di dunia.

Terorisme berbasis agama yang mengeksploitasi ideologi kebencian pada dasarnya adalah pengkhianatan terbesar bagi suatu agama yang sejatinya membawa misi cinta, belas kasih dan rahmat bagi semesta. Pada titik ini terorisme berbasis agama dan komunisme bisa dikatakan identik. Berwujud dua tapi berjiwa satu yaitu ROH KEBENCIAN. Kedua-duanya ingin memusnahkan manusia dan kemanusiaan.

Akhirnya, terorisme berbasis agama dan komunisme adalah ancaman bagi kemanusiaan. Sekilas mereka menawarkan sebuah harapan akan dunia yang lebih baik. Sebenarnya yang dijanjikan adalah kehancuran, karena tidak ada kebaikan dan kemakmuran yang didasari KEBENCIAN. Kebencian adalah kekuatan yang menghancurkan (kehidupan). Sangat berbeda dengan BELAS KASIH, dia sejenis energi yang mampu melumerkan gunung kebencian menjadi abu. Menumbuhkan sahara gersang menjadi taman nan hijau dan “……Belas kasih mampu mencairkan langit dan bumi untuk mendatangkan musim semi, …….” Li Hongzhi. (ISW/WHS/asr)

Artikel sudah dipublikasikan di versi cetak Epoch Times bahasa Indonesia di edisi 555 dengan judul Ideologi Kebencian: Roh Bersama Terorisme & Komunisme

Serangan Bom Landa Restoran India di Kanada

0

EpochTimesId – Dua pria tak dikenal masuk ke sebuah restoran di Kota Mississauga, Kanada, Kamis (24/5/2018) malam waktu setempat. Mereka kemudian meledakkan bom di dalam restoran yang melukai lebih dari selusin orang.

Setelah meledakkan bom, dua pelaku kemudian melarikan diri, menurut polisi setempat. Serangan bom itu terjadi di restoran Bombay Bhel sekitar pukul 22.30 waktu setempat.

Sebanyak 15 orang kemudian dilarikan ke rumah sakit. Tiga korban di antaranya mengalami luka-luka sangat serius, dan berada dalam kondisi kritis, Peel Regional Paramedic Service mengatakan dalam sebuah Tweet.

“Dua tersangka laki-laki melarikan diri setelah meledakkan bom rakitan,” tulis polisi Peel Regional di twitter.

Para tersangka yang melarikan diri kini sedang dikejar dan diburu oleh pihak berwenang. Polisi menambahkan belum ada pihak yang mengaku bertanggung jawab atas serangan itu. Mereka juga belum bisa memastikan motif serangan bom itu.

Polisi memposting sebuah foto di Twitter yang menunjukkan dua orang tertangkap kamera CCTV berjalan memasuki sebuah bangunan. Seseorang tampak membawa sebuah benda, yang diduga bom yang diledakkan.

Polisi Peel mengatakan seorang tersangka berusia sekitar 25 tahun berbadan kekar. Dia mengenakan celana jins biru gelap dan hoody gelap menutupi kepalanya, dengan kain hitam menutupi wajahnya.

Tersangka kedua berbadan lebih kurus. Dia mengenakan jins biru pudar, kaos abu-abu dan hoody gelap di atas kepalanya, juga dengan wajah tertutup.

Jalan di daerah itu ditutup. Polisi dalam jumlah yang cukup banyak memenuhi setiap sudut kawasan. Tampak pula petugas polisi taktis bersenjata lengkap, disiagakan sebagai bagian dari respon darurat berskala besar, seperti dilaporkan media setempat.

Serangan di Mississauga terjadi sebulan setelah seorang pengemudi menabrakkan mobil van kepada kerumunan orang yang sedang makan siang di Toronto. Serangan van itu menewaskan 10 orang dan melukai 15 korban lainnya.

Mississauga adalah kota terbesar keenam Kanada, dengan populasi 700.000 orang. Kota ini terletak di Danau Ontario sekitar 32 km (20 mil) sebelah barat Toronto. Bombay Bhel adalah jaringan restoran India di area metro Mississauga.

Menteri Luar Negeri, India Sushma Swaraj mengatakan dalam tweet bahwa dia selalu berkomunikasi dengan Konsul Jenderal di Toronto. Dia juga sudah menghubungi Komisaris Tinggi India di Kanada, dan mengatakan bahwa misi diplomatik akan bekerja sepanjang waktu. (Reuters/The Epoch Times/waa)

Simak juga, Pengakuan Dokter yang Dipaksa Panen Organ Hidup :
https://youtu.be/0x2fRjqhmTA

Ini Hal Perlu Diketahui Tentang Virus Nipah Mematikan yang Mengancam

Epochtimes.id- Baru-baru ini sebuah wilayah di India, Kerala dilanda wabah virus Nipah. Akibat penyebaran virus ini 10 orang tewas. Kini virus mematikan mengancam kita.

Seperti apakah virus ini? berikut rangkuman yang ditulis oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO).

Virus Nipah (NiV) adalah virus zoonotik (virus yang ditularkan ke manusia dari hewan seperti kelelawar).

Pada orang yang terinfeksi, virus Nipah menyebabkan berbagai penyakit dari infeksi asimptomatik (subklinis) hingga penyakit pernapasan akut dan peradangan otak yang disebut encephalitis.

NiV juga dapat menyebabkan penyakit berat pada hewan seperti babi, yang mengakibatkan kerugian ekonomi yang signifikan bagi para peternak.

Virus Nipah sangat erat kaitannya dengan virus Hendra. Keduanya adalah anggota genus Henipavirus, kelas virus baru dalam keluarga Paramyxoviridae.

Meskipun virus Nipah hanya menyebabkan sedikit wabah, virus ini menginfeksi berbagai jenis hewan dan menyebabkan penyakit parah dan kematian pada manusia, membuatnya menjadi masalah kesehatan masyarakat.

Wabah Masa Lalu

Virus Nipah pertama kali dikenal pada tahun 1998 saat terjadi wabah di antara peternak babi di Kampung Sungai Nipah, Malaysia. Tidak ada wabah baru yang dilaporkan di Malaysia dan Singapura sejak 1998 silam.

NiV pertama kali diakui di Bangladesh pada tahun 2001 dan tahunan wabah hampir telah terjadi di negara itu, dengan penyakit juga diidentifikasi secara berkala di India Timur.

Penularan Virus

NiV adalah virus zoonotik (virus yang ditularkan ke manusia dari hewan). Selama wabah awal di Malaysia dan Singapura, sebagian besar infeksi manusia disebabkan oleh kontak langsung dengan babi yang sakit atau mereka yang tertular.

Penularan diduga terjadi melalui pernapasan, kontak dengan tenggorokan atau sekresi hidung dari babi, atau kontak dengan hewan yang sakit.

Di Bangladesh dan India, konsumsi buah atau produk buah (misalnya nira dari kurma mentah) yang terkontaminasi dengan air seni atau air liur dari kelelawar buah yang terinfeksi adalah sumber infeksi paling memungkinkan.

Penularan manusia yang terbatas pada manusia NiV juga telah dilaporkan di antara keluarga dan pemberi perawatan terhadap pasien NiV yang terinfeksi.

Selama wabah di Bangladesh dan India, virus Nipah menyebar langsung dari manusia ke manusia melalui kontak era.

Di Siliguri, India, penularan virus juga terhadap layanan kesehatan (nosokomial), di mana 75% kasus terjadi di antara staf rumah sakit atau pengunjung.

Dari tahun 2001 hingga 2008, sekitar setengah dari kasus yang dilaporkan di Bangladesh adalah karena penularan dari manusia ke manusia melalui penyediaan perawatan untuk pasien yang terinfeksi.

Tanda dan Gejala

Infeksi manusia berkisar dari infeksi tanpa gejala, infeksi pernafasan akut (ringan, berat), dan encephalitis fatal.

Orang yang terinfeksi awalnya mengalami gejala seperti demam influenza, sakit kepala, mialgia (nyeri otot), muntah dan sakit tenggorokan. Efek ini diikuti oleh pusing, mengantuk, kesadaran yang berubah, dan tanda-tanda neurologis yang menunjukkan ensefalitis akut.

Beberapa orang juga dapat mengalami pneumonia atipikal dan masalah pernapasan berat, termasuk gangguan pernapasan akut. Ensefalitis dan kejang-kejang terjadi pada kasus yang berat, berlanjut menjadi koma dalam 24 hingga 48 jam.

Masa inkubasi (interval dari infeksi hingga timbulnya gejala) diyakini berkisar antara 4-14 hari. Namun periode inkubasi selama 45 hari telah dilaporkan.

Kebanyakan orang yang selamat dari ensefalitis akut mengalami pemulihan penuh, tetapi kondisi neurologis jangka panjang telah dilaporkan pada mereka yang selamat.

Angka kematian kasus diperkirakan mencapai 40% hingga 75%. Namun, jumlah ini dapat bervariasi tergantung pada kemampuan lokal untuk surveilans epidemiologi dan manajemen klinis.

Pengobatan

Saat ini tidak ada obat atau vaksin khusus untuk infeksi NiV meskipun ini adalah penyakit prioritas pada Cetak Biru R & D WHO. Hanya perawatan suportif dan intensif yang dilakukan kepada penderita.

Virus Nipah

Kelelawar buah dari keluarga Pteropodidae – terutama spesies yang termasuk dalam genus Pteropus – adalah inang alami untuk virus Nipah. Tidak ada penyakit yang tampak pada kelelawar buah.

Wabah Nipah pada babi dan hewan domestik lainnya (kuda, kambing, domba, kucing dan anjing) pertama kali dilaporkan selama wabah Malaysia awal pada tahun 1999.

Virus Nipah sangat menular pada babi. Babi bersifat infeksi selama masa inkubasi, yang berlangsung dari 4 hingga 14 hari.

Seekor babi yang terinfeksi tidak dapat menunjukkan gejala, tetapi beberapa mengalami penyakit demam akut, gejala neurologis seperti gemetar, berkedut dan kejang otot. Umumnya, angka kematian rendah kecuali pada anak babi muda.

Gejala-gejala ini tidak berbeda dari penyakit-penyakit pernapasan dan syaraf lainnya dari babi. Nipah harus dicurigai jika babi juga memiliki suara yang tidak biasa atau jika ada kasus encephalitis pada manusia. (asr)