Polisi India Selidiki Bos Besar AirAsia Tony Fernandes

Epochtimes.id- Polisi federal India pada Selasa (29/05/2018) menggeledah kantor maskapai penerbangan AirAsia karena para penyelidik menuduh bos perusahaan itu yakni Tony Fernandes mendapatkan lisensi secara ilegal.

Biro Investigasi Pusat mengatakan sedang menyelidiki dugaan bahwa Fernandes melobi pejabat India agar mendapatkan perlakuan yang menguntungkan mengenai lisensi untuk maskapai berbiaya rendah.

“Kami telah mengajukan kasus terhadap Pimpinan Air Asia Tony Fernandes, rekan-rekannya dan pejabat pemerintah atas pengadaan lisensi secara ilegal,” kata pejabat CBI, R.K. Kata Gaur seperti ditulis AFP.

“Penyelidik menggeledah kantor-kantor AirAsia di kota-kota besar India sebagai bagian dari penyelidikannya,” tambahnya.

Fernandes dituduh oleh para penyelidik melobi untuk memiliki peraturan penerbangan yang mudah demi keuntungannya seperti dilaporkan Press Trust of India (PTI).

Salah satunya adalah apa yang disebut aturan 5/20 menetapkan bahwa perusahaan harus memiliki lima tahun pengalaman domestik dan armada 20 pesawat sebelum memenuhi syarat untuk beroperasi di luar negeri.

Selain Fernandes, para penyidik juga menunjuk seorang direktur AirAsia, konsultan penerbangan dan pejabat pemerintah India yang tidak dikenal dalam kasus pendahuluannya seperti laporan PTI.

AirAsia dan mitra joint venture lokalnya Tata Sons meluncurkan operasi penerbangan domestik di India pada tahun 2014 dengan menawarkan promosi menarik untuk memikat para pelancong.

Fernandes, seorang mantan eksekutif musik jutawan, telah menjadikan dirinya sebagai jawaban Asia bagi taipan Inggris Richard Branson.

Perusahaan itu mendapat masalah bulan ini ketika CEO Air Asia India, Amar Abrol mengundurkan diri.

Maskapai penerbangan berbiaya rendah ini mengoperasikan penerbangan dari pangkalan-pangkalannya di Bengaluru dan Delhi ke beberapa kota termasuk Goa, Jaipur dan Kochi.

Seorang juru bicara untuk AirAsia tidak segera mengomentari kasus tersebut ketika dihubungi oleh AFP. (asr)

Tiongkok akan Beli Batubara AS Sambut Negosiasi Perdagangan Putaran Ketiga

EpochTimesId – Seorang sumber yang mengetahui masalah memberikan informasi kepada Bloomberg bahwa Tiongkok akan membeli batubara Amerika Serikat. Rencana itu untuk mengurangi defisit perdagangan dengan AS. Tiongkok dikabarkan melirik batubara dari negara bagian Virginia Barat.

Amerika juga menghasilkan batubara dari negara bagian lain. Namun, kemungkinan bahwa Tiongkok juga akan membeli batubara yang dihasilkan oleh negara bagian lainnya, masih belum mencapai keputusan akhir.

Menurut data yang dikumpulkan oleh pabean Tiongkok, tahun 2017 Tiongkok telah mengimpor batubara sebanyak 271 juta ton. Impor terbanyak dari Indonesia, yang jumlahnya mencapai 109 juta ton, diikuti oleh Australia 79,9 juta ton berat dan dari Amerika Serikat sebanyak 3,2 juta ton.

Pada pertengan bulan Mei, negosiasi perdagangan putaran kedua diadakan di Washington DC. Pada 19 Mei kedua belah pihak mengeluarkan pernyataan bersama yang isinya mengenai Tiongkok berjanji akan memperbesar jumlah pembelian komoditas ekspor Amerika Serikat.

Tiongkok akan membeli produk pertanian dan produk-produk energi, dalam rangka mengurangi defisit perdagangan AS. Defisit itu kini jumlahnya mencapai 375 miliar Dolar AS. Janji Tiongkok sekaligus demi meredakan konflik perdagangan antara kedua negara.

Kebutuhan akan batubara dalam struktur energi Tiongkok masih tetap tinggi. Menurut Energy Information Administration (EIA) AS bahwa, pembangkit listrik tenaga batubara Tiongkok menyumbang 72 persen dari kapasitas listrik negara tersebut pada tahun 2015. EIA memperkirakan bahwa proporsi ini akan terus menurun hingga di bawah 50 persen pada tahun 2040.

Andrew Cosgrove, seorang analis dari Bloomberg Intelligence mengatakan, jika harga rata-rata batubara AS ditetapkan sebesar 122 Dolar AS per ton sebagai dasar perhitungan, maka ekspor batubara AS ke Tiongkok tahun lalu (2017) bernilai sekitar 395 juta Dolar AS. Sekitar 90 persen batubara metalurgi digunakan untuk industri besi dan baja.

Menurut statistik EIA, pada tahun 2017 ekspor batubara AS ke negara-negara Asia meningkatkan lebih dari dua kali lipat jumlahnya menjadi 32,8 juta ton. Sementara volume ekspor global meningkat 61 persen dibandingkan tahun sebelumnya. India adalah eksportir terbesar.

Presiden Trump berjanji untuk merevitalisasi industri batubara selama kampanyenya pada tahun 2016. Dan setelah menjabat, ia menandatangani surat instruksi yang menghapus peraturan tentang perlindungan sungai dari penambangan batubara pada bulan Februari 2017.

Pada Oktober 2017, administrasi Trump mengusulkan penghapusan American Clean Energy and Security Act (Undang-Undang Energi Bersih dan Keamanan Amerika Serikat). Undang-undang tersebut bertujuan untuk mengurangi emisi CO2 dari pusat pembangkit listrik di AS.

Menurut statistik EIA, produksi batubara Virginia Barat menyumbang 11 persen dari total produksi AS. Batubara yang diproduksi di Virginia Barat sebagian besar merupakan batubara bitumen dengan berbagai kandungan sulfur. Sekitar 75 persen batubara Virginia Barat dijual ke negara bagian bagian AS lainnya, dan juga diekspor ke negara lain. (Wu Ying/ET/Sinatra/waa)

https://youtu.be/fTKcu82AtsA

Pejabat Tinggi Korea Utara Datangi Amerika Serikat

0

EpochTimesId – Salah satu pejabat tinggi Korea Utara akan datang ke New York, Amerika Serikat. Dia akan bertemu dengan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo.

Sementara itu, pertemuan delegasi dua negara juga sedang berlangsung di Korea Utara. Pertemuan tersebut dan pengiriman utusan Korut ke AS, adalah persiapan pertemuan puncak antara Trump dan diktator komunis Kim Jong Un. KTT rencananya akan digelar pada 12 Juni di Singapura.

“Kami telah menempatkan tim yang hebat bersama untuk pembicaraan kami dengan Korea Utara,” kata Trump di Twitter pada hari Selasa, 29 Mei 2018 waktu AS. “Pertemuan saat ini sedang berlangsung mengenai KTT, dan banyak lagi. Kim Young Chol, Wakil Ketua Korea Utara, menuju ke New York. Tanggapan yang konkret untuk surat saya, terima kasih!”

Kim Yong Chol, adalah wakil ketua Partai Buruh Korea. Di sebelumnya juga pernah menjabat direktur Biro Pengintaian Umum, badan intelijen utama Utara.

Dia akan bertemu dengan Menlu AS, Mike Pompeo akhir pekan ini, Gedung Putih mengatakan dalam rilis Selasa sore. Jika benar-benar berlangsung, ini akan menjadi pertemuan pejabat Korea Utara yang paling senior untuk bertemu dengan pejabat tinggi di Amerika Serikat sejak tahun 2000.

Selama pertemuan bersejarah para pemimpin Utara dan Selatan pada tanggal 27 April, mereka sepakat untuk mencari ‘denuklirisasi penuh’ dari semenanjung Korea. Rencana itu sudah dimulai untuk KTT Kim Jong Un dengan Trump.

Trump sempat menyatakan mundur dari pertemuan 12 Juni (Singapura) pekan lalu. Trump mengirim surat kepada Kim Jong-un setelah Korea Utara mundur dari pertemuan kedua yang dijadwalkan dengan Korea Selatan. Trump mengancam akan membatalkan pertemuan puncak, karena Korut meningkatkan prospek perang nuklir, dan menghina Wakil Presiden Mike Pence.

“Saya sangat menantikan untuk berada di sana bersama Anda. Sayangnya, berdasarkan kemarahan yang luar biasa dan permusuhan terbuka yang ditampilkan dalam pernyataan terbaru Anda, saya merasa itu tidak pantas. Pada saat ini, untuk memiliki pertemuan yang direncanakan (sejak) lama ini,” tulis Trump dalam surat yang diterbitkan kepada Kim Jong Un.

Korea Utara menanggapi dengan pernyataan damai dan Trump kembali menanggapi pada 25 Mei, “pembicaraan yang sangat produktif sedang dilakukan untuk mengembalikan (tetap menggelar) KTT itu.”

Presiden Korea Selatan, Moon Jae-in mengadakan pertemuan kejutan dengan Kim Jong Un pada Sabtu, 26 Mei 2018 di desa perbatasan Panmunjom, perbatasan antara Utara dan Selatan.

“Kedua pemimpin secara terbuka bertukar pandangan tentang hubungan Korea Utara-AS. KTT yang berhasil dan tentang penerapan Deklarasi Panmunjom,” kata juru bicara kepresidenan Korea Selatan dalam sebuah pernyataan.

Dan pada hari Minggu, Departemen Luar Negeri AS mengatakan bahwa para pejabat Amerika dan Korea Utara telah bertemu di Panmunjom. Sung Kim, mantan duta besar AS untuk Korea Selatan dan duta besar saat ini untuk Filipina, memimpin delegasi Amerika itu, seorang pejabat Amerika mengatakan kepada Reuters.

Persiapan KTT, hingga kini tampaknya berjalan lancar.

Kepala staf de fakto Kim Jong Un, Kim Chang Son, sementara itu, terbang ke Singapura melalui Beijing pada Senin malam, penyiar NHK Jepang melaporkan.

Pada saat yang sama, tim ‘pra-muka AS’ melakukan perjalanan ke Singapura untuk bertemu dengan Korea Utara, kata Gedung Putih.

Pejabat pemerintah AS, termasuk wakil kepala staf Gedung Putih untuk operasi Joe Hagin, meninggalkan Pangkalan Udara Yokota AS di Jepang menuju Singapura pada Senin (28/5/2018), kata NHK.

Choe Kang Il, seorang pejabat kementerian luar negeri Korea Utara yang terlibat dengan masalah Amerika Utara, juga terlihat di Bandara Internasional Ibu Kota Beijing, menurut Yonhap. Laporan itu tidak mengatakan apakah Choe menemani Kim Yong Chol.

Kim Yong Chol telah menjadi pemain sentral dalam negosiasi baru-baru ini antara Korea Utara dan Korea Selatan, serta Amerika Serikat.

Dia adalah bagian dari delegasi Korea Utara untuk upacara penutupan Olimpiade Musim Dingin 2018 di Korea Selatan; Ia bergabung dengan Kim Jong Un dalam dua pertemuannya dengan Presiden Korea Selatan, Moon Jae-in pada bulan April dan Mei; dan menjadi tuan rumah bagi Pompeo ketika dia mengunjungi Pyongyang paling awal awal bulan ini.

Amerika Serikat dan Korea Selatan memasukkan Kim Yong Chol dalam daftar hitam, karena mendukung program nuklir dan rudal Korea Utara pada tahun 2010 dan 2016.

Karena sanksi terhadapnya, Kim Yong Chol dilarang mengunjungi Amerika Serikat secara normal. Setiap kunjungan ke Amerika Serikat akan diberikan pengecualian untuk urusan-urusan tertentu.

Selama masa jabatannya sebagai pejabat intelijen senior, Kim Yong Chol dituduh oleh Korea Selatan mendalangi serangan mematikan pada kapal angkatan laut Korea Selatan dan sebuah pulau pada tahun 2010. Dia juga dikaitkan oleh intelijen AS dalam serangan cyber pada Sony Pictures pada tahun 2014. Korea membantah terlibat dalam serangan itu.
(Laporan Reporter Epoch Times, Ivan Pentchoukov dan Reuters/Petr Svab/The Epoch Times/waa)

Simak juga, Pengakuan Dokter yang Dipaksa Panen Organ Hidup :
https://youtu.be/0x2fRjqhmTA

Trump Menarik Diri dari Perjanjian Nuklir Iran, Tiongkok Terpukul

Pada 8 Mei, Presiden AS Trump mengumumkan pengunduran dirinya dari perjanjian nuklir Iran, yang menyebabkan dampak besar pada komunitas internasional.

Selain Iran yang paling terpukul adalah Tiongkok komunis.

Jika Amerika Serikat menerapkan sanksi ekonomi tingkat tertinggi sanksi ekonomi, Tiongkok  akan menderita kerugian besar.

oleh Wang He – EpochWeekly

Amerika Serikat menarik diri dari perjanjian nuklir Iran dan mereformasi tatanan internasional

Pada 8 Mei Presiden Trump mengumumkan pengunduran diri AS dari perjanjian nuklir Iran. Ini merupakan peristiwa besar bagi Amerika Serikat yang mulai meninggalkan kebijakan peredaan (Appeasement-ism), dan berkehendak untuk mereformasi tatanan internasional, pergeseran posisi strategis AS ini jelas mengejutkan otoritas Beijing.

Pada Tahun 2015, Inggris, Prancis, Jerman, Amerika Serikat, Rusia, dan Tiongkok mencapai kesepakatan dengan Iran berupa pencabutan sanksi ekonomi yang diberlakukan kepada Iran bila pihak berwenang Teheran bersedia mengekang program nuklir mereka.

Tetapi, “Perjanjian tersebut pada dasarnya cacat” (bahasa Trump), di satu sisi, kesepakatan nuklir ini hanya memberikan kesempatan kepada Iran untuk bernapas, bahkan itu sebagai alasan untuk memberi kelonggaran atau mencabut sanksi ekonomi terhadap mereka. Memberikan kesempatan kepada Iran untuk menata kembali kekuatan ekonominya. Dan sepuluh tahun kemudian, Iran masih akan memulai kembali program nuklirnya.

Di sisi lain, perjanjian nuklir tidak memasukkan program rudal balistik Iran dan dengan cara bagaimana untuk mengekang aktivitas Iran di wilayah tersebut ke dalam perjanjian nuklir, tetapi hanya murni menargetkan kegiatan nuklir Iran, oleh karena itu tidak komprehensif.

Pada saat itu, para pemerintah negara Inggris, Jerman, Prancis, Amerika Serikat bukannya tidak menyadari adanya cacat ini, tetapi semata karena mementingkan kemudah dan kepentingan sesaat, sehingga membiarkan itu tanpa koreksi, menerapkan kebijakan paliatif terhadap Iran.

Dalam hal ini, Otoritas Beijing tidak hanya senang dengan hasil yang dicapai, tetapi juga menggunakan teori yang disimpangkan untuk mendukung, mendorong, dan memperluas ideologi peredaan Barat. Untuk waktu yang lama, rezim Tiongkok komunis sendiri juga mendapat manfaat dari kebijakan kompromi Barat seperti itu.

Trump mengumumkan bahwa sanksi terhadap Iran akan kembali diterapkan

Ideologi peredaan (apeasement-ism) Barat menjadi kedaluwarsa seiring dengan naiknya seorang politikus yang memiliki kemampuan untuk bertindak, memiliki visi strategis, dan berani mengambilan keputusan politik sebagai Presiden Amerika Serikat. Sebuah era baru mulai tumbuh. Tali yang menjerat leher Tiongkok komunis mulai mengencang. Dengan mundurnya AS dari perjanjian nuklir Iran, Tiongkok menyadari kalau dirinya terpukul tetapi tidak berani bertanya / berkomentar.

yang kedua, Trump mengumumkan bahwa AS akan memulai kembali menerapkan sanksi terhadap Iran, pada saat yang sama memberi pukulan terhadap kepentingan Partai Komunis Tiongkok di Iran.

Secara strategis, aliansi kepentingan Tiongkok – Rusia – Iran menimbulkan ancaman besar bagi Amerika Serikat. Trump menggunakan kesempatan keluar dari perjanjian nuklir Iran untuk mempersempit ruang strategis Partai Komunis Tiongkok.

Secara ekonomi, cadangan minyak dan gas alam Iran sangat besar, menurut data pelacakan kapal yang dibuat oleh Thomson Reuters Corporation, pembeli minyak mentah Iran terbesar adalah Tiongkok (impor Tiongkok pada pertengahan tahun 2016 mencapai sekitar 900.000 barel per hari, namun pada tahun 2018 angka ini telah menurun menjadi sekitar 600.000 barel per hari).

Tiongkok juga memiliki banyak kontrak karya yang bernilai sangat besar di Iran (terutama pembangunan infrastruktur, fasilitas petrokimia yang jumlahnya mungkin mencapai miliaran Dolar AS). Periode kontraknya pun panjang, ada yang sampai belasan bahkan puluhan tahun lamanya,

Perusahaan BUMN Tiongkok seperti PetroChina, China Railway masing-masing memiliki kantor kerjanya di Iran. Komoditas Tiongkok yang diekspor ke Iran macamnya cukup banyak termasuk perdagangan senjata.

Saat ini, perang ekonomi dan perdagangan AS – Tiongkok nyaris meletus. ZTE, salah satu perusahaan telekomunikasi terbesar Tiongkok terkena embargo akibat melanggar sanksi AS terhadap Iran.

Departemen Perdagangan AS pada 16 April mengumumkan pelaksanaan embargo teknologi selama  jangka waktu tujuh tahun hingga tahun 2025, melarang perusahaan Amerika menjual perangkat lunak dan teknologi kepada ZTE. Pada 9 Mei, ZTE mengumumkan bahwa kegiatan bisnis utama perusahaan tidak dapat dilanjutkan. Perusahaan raksasa komunikasi Tiongkok lainnya Huawei juga sedang diselidiki oleh Departemen Kehakiman AS menyangkut dugaan melanggar sanksi AS terhadap Iran.

Dapat diperkirakan bahwa jika Amerika Serikat menerapkan sanksi ekonomi tingkat tertinggi  terhadap Iran, maka Tiongkok komunis juga akan menderita kerugian besar.

Pendirian Tiongkok tentang program nuklir Korut terpukul oleh KTT Trump – Kim Jong-un

Ketiga, Amerika Serikat menarik diri dari perjanjian nuklir Iran akan berdampak besar pada KTT Trump – Kim Jong-un yang akan datang, dan memukul pendirian Tiongkok tentang program nuklir Korea Utara.

Di bawah tekanan strategi Trump, Kim Jong-un terpaksa pergi ke meja perundingan. Satu-satunya ‘kartu AS’ yang dapat ia mainkan adalah Tiongkok. Tetapi Tiongkok di satu sisi khawatir akan terdepak dari situasi terbaru di Korea Utara, dan pada saat yang sama, ia ingin menggunakan ‘kartu Korea Utara’ untuk menambah poin dalam perang dagang dengan AS.

Oleh karena itu, adegan dramatis terjadi, Kim Jong-un dan Xi Jinping yang masing-masing menjabat sebagai kepala negara pada 2011 dan 2012 tidak saling bertemu selama bertahun-tahun, tetapi tiba-tiba 2 kali bertemu secara rahasia dalam waktu 40 hari menjelang KTT Trump – Kim.

Setelah Kim Jong-un kembali menemui Xi Jinping di Dalian pada 7 – 8 Mei, media resmi Tiongkok mengatakan bahwa kedua negara sepakat dalam melakukan penghentian program pengembangan nuklir, Korea Utara akan menggunakan metode bertahap dan disinkronkan. Ini jelas berlawanan dengan keinginan Amerika Serikat.

Menurut laporan Wall Street Journal, ketika Mike Pompeo mengunjungi Korea Utara untuk bertemu dengan Kim Jong-un pada 1 April lalu, Kim Jong-un menyiratkan keinginannya untuk melaksanakan denuklirisasi secara bertahap. tetapi Pompeo langsung menolak.

Pompeo juga menegaskan bahwa Korut jangan berharap untuk memperoleh imbalan sebelum pelaksanaan.

Bahkan, Amerika Serikat dan Korea Utara pada 21 Oktober 1994 telah menandatangani ‘Perjanjian Kerangka Kerja Nuklir’ yang isinya berupa Korea Utara dapat menerima bantuan ekonomi dari AS jika membekukan fasilitas senjata nuklirnya, dan melonggarkan sanksi.

Namun, Korea Utara telah menipu Amerika Serikat, ia selain tidak meninggalkan senjata nuklir, malahan menggunakan dukungan ekonomi dari AS untuk mempercepat program pengembangan senjata nuklir.

Mengenai masalah nuklir Korea Utara, sikap pemerintahan Trump sangat jelas : Denuklirisasi dilaksanakan secara lengkap, dapat diverifikasi, dan tidak dapat dipulihkan.

Di hari kedua setelah Trump mengumumkan pengunduran dirinya dari perjanjian nuklir Iran, Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo kembali terbang ke Korea Utara. Komentar Trump tentang perjanjian nuklir Iran dapat dianggap sebagai pukulan terhadap Kim Jong-un dan Tiongkok.

Jika KTT Trump – Kim Jong-un berlangsung sesuai jadwal yang ditetapkan sebelumnya, Trump niscaya akan mendesak Kim Jong-un untuk merealisasikan denuklirisasi dalam waktu sesingkat mungkin (menurut jadwal yang ditentukan).

Jika Kim Jong-un menolak membuka kartu dan hanya bisa memilih meninggalkan nuklir. Meskipun Tiongkok ingin hati secara bertahap, tetapi apa daya tangan tak sampai. (Sinatra/asr)

Malaysia Batalkan Proyek Kereta Cepat Kuala Lumpur-Singapura

Epochtimes.id- Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohammad menyampaikan keputusan Pemerintah untuk membatalkan proyek High Speed Rail (HSR) yang menghubungkan Singapura dan Kuala Lumpur adalah final.

Menurut Tun Mahathir, kompensasi yang dibebankan pada pemerintah untuk pembatalan perjanjian yang ditandatangani sebelumnya mencapai setengah miliar ringgit.

“Ini adalah keputusan akhir, tetapi ini akan memakan waktu karena pemerintah memiliki perjanjian dengan Singapura.”

“Saya mengerti (bernilai) hampir RM500 juta,” katanya kepada media pada konferensi pers di markas BERSATU di Petaling Jaya, (28/05/2018).

Proyek HSR disebutkan menjadi bagian dari Program Transformasi Ekonomi Perdana Menteri sebelumnya, Datuk Seri Najib Razak. Itu dilaksanakan pada tahun 2010.

Perjanjian bilateral antara Putrajaya – Singapura untuk proyek HSR ditandatangani enam tahun kemudian.

Dua mitra untuk melaksanakan proyek – Malaysian Resources Corp Bhd-Gamuda Bhd dan Perusahaan Konstruksi Yeoh Tiong Lay Sdn Bhd-TH Properties Sdn Bhd menandatangani perjanjian kerjasama bulan lalu.

Proyek Tidak Dibutuhkan

Ketika selesai sepenuhnya perjalanan antara Kuala Lumpur dan Singapura hanya membutuhkan waktu 90 menit.

Menurut Dr Mahathir, proyek HSR tidak menguntungkan negara serta mempersingkat waktu perjalanan antara kedua lokasi, serta sejumlah besar uang.

“Pemerintah tidak akan mendapat untung sama sekali dari operasinya,” kata Mahathir.

Ditanya apakah pemerintah Singapura telah diberitahu, atau dia akan bertemu dengan mitranya tentang masalah ini, Dr Mahathir berkata: “Saya tidak tahu.”

Tetapi anggota parlemen Langkawi mengatakan pemerintah akan berusaha meminimalkan biaya sebanyak mungkin dalam langkah pembatalan.

Sebelumnya dalam sebuah wawancara dengan Financial Times, Dr Mahathir mengatakan HSR adalah salah satu proyek pemerintah yang “tidak perlu”.

Karena itu, dia mengatakan penghematan harus diambil untuk menghindari kebangkrutan negara.

“Pemerintah perlu menyisihkan beberapa proyek yang tidak perlu, seperti proyek HSR yang menyebabkan pemerintah Malaysia menghabiskan RM110 miliar, dan itu tidak akan menguntungkan bahkan satu sen,” katanya. (asr)

Gempa Bumi Dangkal Mengguncang Bima, Sumbawa dan Mataram

Epochtimes.id- Laporan BMKG menyebutkan wilayah Sumba Barat, Bima, Sumbawa, dan Mataram diguncang gempabumi tektonik, Selasa (29/05/2018) pukul 02:25:26 WIB.

Hasil analisis BMKG menunjukkan bahwa informasi awak gempabumi ini berkekuatan M=5,6 selanjutnya dimutakhirkan menjadi M=5,3.

Episenter terletak pada koordinat 9,39 LS dan 118,45 BT tepatnya di laut pada jarak 57 km arah barat Kota Waikahaka, Kabupaten Sumba Baratdaya, Propinsi Nusa Tenggara Timur pada kedalaman 20 km.

Plt. Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Rachmat Triyono mengatakan dampak gempabumi yang digambarkan oleh Peta tingkat guncangan (shakemap) BMKG dan laporan masyarakat menunjukkan guncangan dirasakan di Sumba Barat dan Sumba Baratdaya dalam skala intensitas III-IV MMI sementara di Bima, Sumbawa, Mataram dalam III MMI.

Dia menambahkan, jika ditinjau dari kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat aktivitas penyesaran di dasar laut.

“Hal Ini sesuai dengan hasil analisis BMKG yang menunjukkan bahwa gempabumi di lokasi tersebut dibangkitkan oleh aktivitas sesar mendatar (strike slip fault),”  kata Rachmat dalam rilis tertulis BMKG.

Hingga pukul 03:20 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan (aftershock). Kepada masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenaranya. (asr)

Obama Tidak Melakukan Apa-apa Ketika Rusia Bantu Clinton di Pilpres Amerika

0

EpochTimesId – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump mengatakan, Minggu (27/5/2018) lalu bahwa Presiden Barack Obama tidak mengambil tindakan ketika Rusia mencampuri Pemilihan Presiden. Obama tidak menghalangi campur tangan Rusia dalam pemilu 2016 yang dituding untuk mengamankan kemenangan bagi Hillary Clinton.

“Mengapa Presiden Obama tidak melakukan sesuatu yang disebut Russian Meddling ketika dia diberitahu tentang hal itu oleh FBI sebelum Pemilihan Umum?” Tulis Trump di Twitter.

“Karena dia pikir Crooked Hillary akan menang, dan dia tidak ingin membuat gerobak apel menjadi marah! Dia yang bertanggung jawab, bukan aku, dan (Obama) tidak melakukan apa-apa.”

Pesan teks antara pejabat senior FBI, Peter Strzok dan Lisa Page menunjukkan bahwa Gedung Putih ketika dipimpin Obama bersekongkol dengan CIA, FBI, dan Senat Demokrat pada tahap awal penyelidikan terhadap dugaan dugaan tim kampanye Trump terkait dengan Rusia. Investigasi tentang bagaimana penyelidikan ditangani mengungkapkan bahwa pemerintahan Obama menggunakan penyadapan, membuka rahasia, perintah pengadilan rahasia, dan setidaknya satu mata-mata untuk memantau dan menginfiltrasi tim kampanye Trump.

Di tengah operasi kontra intelijen yang luas, pemerintahan Obama tidak pernah memberitahu kandidat Presiden Trump bahwa tim kampanyenya adalah sasaran campur tangan asing. Departemen Kehakiman mengumumkan pekan lalu bahwa pihaknya sedang menyelidiki apakah ada orang di pemerintahan Obama yang terlibat dalam menginfiltrasi tim kampanye Trump untuk ‘tujuan yang tidak pantas’.

Investigasi tentang bagaimana penyelidikan penggunaan server email pribadi Hillary Clinton yang ditangani juga berada di bawah pengawasan. Teks-teks Page-Strzok menunjukkan bahwa Obama ingin “mengetahui segalanya” tentang penyelidikan.

Awal bulan ini, pengawas Departemen Kehakiman, Michael Horowitz, menyerahkan laporan rancangan “yang sangat panjang dan menyeluruh” tentang penanganan penyelidikan surat elektronik Clinton. Laporan itu diperkirakan akan mengarah ke setidaknya satu rujukan untuk penuntutan pidana, sumber yang akrab dengan temuan itu mengatakan kepada koresponden keamanan nasional, Sara Carter.

Asal-usul penyelidikan Rusia kini tengah dicermati karena setidaknya satu mata-mata FBI menyusup ke dalam tim kampanye Trump lebih awal dari, atau mendahului penyelidikan resmi terkait dugaan intervensi Rusia pada 31 Juli 2016. Departemen Kehakiman (DOJ) telah menghalangi permintaan Kongres dan Gedung Putih untuk mempelajari lebih lanjut tentang mata-mata dan asal mula penyelidikan.

DOJ mempresentasikan setidaknya beberapa dokumen yang berkaitan dengan mata-mata kepada anggota Kongres dan pejabat dari Departemen Kehakiman dan FBI pada 24 Mei.

Pengacara presiden, Rudy Giuliani, mengatakan kepada Fox News pada hari Minggu bahwa presiden akan menolak panggilan dari Penasihat Khusus Robert Mueller. Kecuali jika rincian tentang mata-mata dan asal-usul penyelidikan Rusia kepada tim Trump diungkap.

“Jika mereka tidak menunjukkan kepada kita dokumen-dokumen ini, baik, kita hanya harus mengatakan tidak,” ujar Giuliani kepada Fox.

“Kami lebih yakin, seperti yang kita lihat, bahwa ini adalah penyelidikan yang curang,” pengacara itu mengatakan kepada CNN dalam kesempatan terpisah.

“Sekarang kita memiliki benda ‘Spygate’ baru yang dilemparkan di atasnya, di atas pertanyaan yang sudah sangat sah.”

Sampai saat ini, tujuh pejabat pemerintahan Obama yang memainkan peran dalam operasi pengawasan pada tim kampanye Trump telah dirujuk untuk penyelidikan kriminal. (Ivan Pentchoukov/The Epoch Times/waa)

https://youtu.be/fTKcu82AtsA

Sungai Songhua Kering Warga Kota Harbin Pungut Kerang di Dasar Sungai

0

EpochTimesId – Sejak musim semi tahun ini, ketinggi air Sungai Songhua di bagian kota Harbin terus mengalami penurunan. Bulan Mei 2018 ini debit air telah mencapai tingkat terendah sejak tahun 2007.

Media Tiongkok pada 28 Mei melaporkan bahwa ketinggi air Sungai Songhua bagian kota Harbin terus mengalami penurunan. Menurut data yang terkumpul oleh dinas pemantau ketinggian air sungai di kota Harbin menunjukkan, ketinggian air Sungai Songhua terendah mencapai 113,64 meter, menjadi yang terendah selama 11 tahun terakhir.

Dengan menyusutnya air sungai dalam jangka waktu yang cukup lama telah menyebabkan sebagian dari cabang sungai mengalami kekeringan. Bahkan mengakibatkan kapal kandas, sehingga transportasi sungai dihentikan. Banyak pula ikan kecil dan kerang sungai yang mati di atas dasar sungai yang mengering.

Di bawah jembatan KA Binzhou, terlihat dasar sungai tanpa air seluas kira-kira 3-4 km persegi. Dasar sungai yang mengering berbentuk seperti pulau-pulau kecil yang dipenuhi bangkai ikan kecil dan kerang-kerangan sungai. Sebagian warga pun menggali lumpur untuk menangkap kerang.

Kondisi ini menjadi perhatian publik dan warganet Tiongkok. Ada netizen menyebutkan, “Kerangnya besar dan gemuk-gemuk!”

Netizen lain menulis, “Belum pernah saya melihat Sungai Songhua yang begitu memprihatinkan! Hujan tidak lagi turun di Harbin, petani hampir menangis!”

Kemudian, @forAlexDq menulis, “Air Sungai Songhua sangat kotor, Limbah pabrik kimia yang dulu dibuang ke dalam sungai ini sampai sekarang belum larut benar, berani dimakan?”

Air Sungai Songhua yang terus menyusut menyebabkan kekhawatiran masyarakat. Beberapa orang beranggapan bahwa ini bukan pertanda baik. Tetapi ahli dari dinas pemantau ketinggian air sungai Harbin mengatakan bahwa alasan menyusutnya air karena pengaruh curah hujan yang sangat sedikit selama 30 hari terakhir.

Penyebab lainnya, karena otoritas memperbesar debit air untuk keperluan irigasi dengan membuka pintu air yang berada di bagian hulu sungai.

Informasi publik menunjukkan, Sungai Songhua yang bersumber dari Tianchi, pegunungan Changbai, menghubungkan 80 persen dari aliran sungai dan danau di wilayah Propinsi Jilin, yang membuat tanah hitam semakin subur. Oleh karena itu penduduk setempat menyebutnya sebagai Ibu Sungai dari Propinsi Jilin.

Namun, dalam 10 tahun terakhir Sungai Songhua terus menerus mengalami ancaman berupa polusi dan kekeringan. Penelitian telah menunjukkan bahwa, terutama sejak tahun 1990-an daerah aliran sungai Songhua terus menerus mengalami berbagai bencana kekeringan dan banjir bandang.

Dalam hal polusi, 13 November 2005, ketika pabrik pengolahan minyak milik PetroChina Jilin mengalami kecelakaan kebakaran dan ledakan hebat pada 13 Nopember 2005, seratus ton benzena polutan mengalir ke Sungai Songhua. Polutan menyebabkan polusi serius bagi Sungai Songhua.

Pada 27 Juli 2010, Kota Yongji di Jilin terserang badai berintensitas tinggi, sehingga banjir menggenangi seluruh kota. Dua pabrik kimia turut hancur oleh air bandang. Lebih dari 7.000 barel bahan baku yang mengandung chlorosilane trimetil bersama puing-puing bangunan dibawa air masuk menuju Sungai Songhua.(Li Xinan/ET/Sinatra/waa)

Video Pilihan :

https://youtu.be/fTKcu82AtsA

Trump Keluarkan Aturan untuk Permudah Pecat Pegawai Federal

0

EpochTimesId – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump mengeluarkan tiga perintah eksekutif pekan lalu. Peraturan Presiden itu akan membuatnya lebih mudah memecat pegawai pemerintah dan juga mengurangi dukungan pemerintah bagi serikat pekerja federal.

“Untuk memberdayakan pegawai sipil kami, untuk membantu orang lain sebaik mungkin, pemerintah harus selalu beroperasi lebih efisien dan lebih aman,” kata Trump dalam sebuah pernyataan.

Pemerintah mengharapkan salah satu perintah akan menyelamatkan uang pemerintah hingga 100 juta dolar AS per tahun ketika benar-benar diterapkan.

Berdasarkan salah satu peraturan, PNS federal Amerika yang berkinerja buruk hanya akan memiliki satu bulan untuk memperbaiki kinerja. Dalam aturan sebelumnya, mereka memiliki waktu tiga hingga empat bulan untuk memperbaiki kinerja, sebelum mereka dipindahkan, diturunkan jabatannya, atau dipecat.

“Diperlukan waktu 6 bulan hingga 1 tahun untuk menghapus pegawai federal bertenor untuk kinerja yang buruk, ditambah rata-rata 8 bulan lagi untuk menyelesaikan banding. Karyawan federal bertenor juga 44 kali lebih kecil kemungkinannya untuk dipecat atau diberhentikan daripada pekerja sektor swasta,” kata lembar fakta tentang peraturan baru.

Perintah Eksekutif itu juga mendorong badan dan lembaga negara untuk memecat karyawan, tidak merumahkan mereka, jika terdapat situasi yang memungkinkan untuk itu.

“Pegawai federal bertenor telah mencuri properti agensi, menjalankan bisnis pribadi dari tempat kerja, dan telah ditangkap karena menggunakan obat-obatan saat istirahat makan siang dan tidak dipecat,” kata lembaran fakta peraturan, yang melatarbelakangi terbitnya Perintah Eksekutif.

Lembaga negara juga harus melaporkan tindakan disipliner dan manajemen pekerja yang buruk ke Kantor Manajemen Personalia, yang akan merilis data kepada publik (tanpa informasi pribadi).

“Survei sudut pandang karyawan federal telah secara konsisten menemukan bahwa kurang dari sepertiga karyawan federal percaya bahwa pemerintah berurusan dengan kinerja yang buruk secara efektif,” kata perintah eksekutif.

Peraturan yang lain mengarahkan lembaga negara untuk menegosiasikan kembali kontrak serikat pekerja untuk mengurangi dua pertiga waktu yang dihabiskan oleh pekerja pemerintah untuk bekerja di serikat pekerja dengan dihonor dengan uang negara.

Karyawan akan diharuskan menghabiskan setidaknya 75 persen waktu mereka untuk mengerjakan pekerjaan mereka, kecuali dalam beberapa kasus kerja serikat yang terbatas.

Pegawai federal berserikat (tidak termasuk pekerja pos) menghabiskan lebih dari 3,6 juta jam melakukan kerja serikat dengan biaya pembayar pajak pada tahun 2016. Data itu naik dari sekitar 3,1 juta pada tahun 2010. Ini berarti pemerintah membayar karyawannya hampir 175 juta dolar untuk menangani masalah serikat pekerja di tahun fiskal 2016, menurut laporan April oleh Kantor Manajemen Personalia.

“Lebih dari 470 pegawai Departemen Veteran menghabiskan 100 persen dari jam tugas mereka untuk bekerja di serikat pekerja dan bukannya melayani veteran. Ini termasuk 74 perawat penuh waktu,” kata lembaran fakta peraturan.

Perintah eksekutif juga melarang karyawan menggunakan jam kerja mereka untuk melobi pemerintah atau mengejar keluhan serikat pekerja terhadap pemerintah.

Selain itu, perwakilan serikat tidak akan diizinkan untuk menggunakan properti atau sumber daya pemerintah secara gratis atau dengan diskon.

“Properti dan sumber daya tersebut termasuk kantor atau ruang pertemuan, ruang parkir yang disediakan, telepon, komputer, dan sistem komputer,” kata peraturan baru.

Urutan terakhir bertujuan untuk mempersingkat waktu untuk menawar kontrak serikat menjadi kurang dari satu tahun.

“Lembaga negara membayar gaji serikat juru runding, sehingga merugikan pembayar pajak ketika tawar-menawar berlarut-larut selama bertahun-tahun. Gaji untuk negosiator serikat buruh menghabiskan 16 juta dolar AS pada tahun 2016 saja,” sambung lembar fakta.

Kesepakatan serikat juga akan dipublikasikan secara online sehingga masyarakat Amerika dapat mengukur sendiri apakah mereka mendapat kesepakatan yang bagus.

Perwakilan serikat pekerja pemerintah menolak peraturan baru yang dikeluarkan oleh Trump. Mereka sedang mempertimbangkan langkah yang tepat, termasuk melalui tindakan hukum, menurut Pejabat Pemerintah dalam sebuah publikasi online. (Petr Svab/The Epoch Times/waa)

Simak juga, Pengakuan Dokter yang Dipaksa Panen Organ Hidup :
https://youtu.be/0x2fRjqhmTA

KontraS Desak Penyelesaian Kasus Penghilangan Paksa di Indonesia

Epochtimes.id- Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) lahir dari semangat perjuangan keluarga korban penghilangan paksa. Bagi KontraS, Kejahatan penghilangan paksa adalah sebuah praktik sahih sebuah rezim otoritarianisme untuk melanggengkan hegemoni kekuasaan dengan jalan membungkam suara-suara sumbang di luar kekuasaan yang mengancam dengan jalan melakukan penculikan, penahanan, penyiksaan bahkan pembunuhan.

Koordinator KontraS, Yati Andriyani mengatakan pada pekan terakhir bulan Mei, dunia internasional memperingati Pekan Penghilangan Paksa Internasional (International Week of The Disappeared).

Menurut Yati, pekan penghilangan paksa ini dimulai karena protes secara lokal yang terjadi di Argentina dan diinisiasi oleh Latin American Federation of Associations of Relatives of Disappeared-Detainees (FEDEFAM) yang terjadi lebih dari tiga dekade yang lampau. Protes ini berangsur menjadi sebuah gerakan global karena menimbang bahwa praktek penghilangan paksa menjadi sebuah wabah dunia.

“Di Indonesia, praktek keji ini juga menghiasi sejarah berbangsa dan bernegara kita. Praktek penghilangan paksa mulai timbul semenjak kekuasaan orde baru bercokol menggantikan pemerintahan Soekarno,” tulisnya dalam rilis KontraS, (26/05/2018).

Berdasarkan data KontraS, praktek penghilangan paksa di Indonesia terjadi pada dua pembabakan. Babak pertama terjadi selama pemerintahan orde baru mulai dari tahun 1965 (peristiwa pembantaian massal PKI dan pendukung Soekarno yang di PKI-kan), 1984 (Tanjung Priok), 1989 (Talangsari, Lampung), okupasi di Timor Timur, Peristiwa sepanjang tahun 1997-1998 (Penculikan aktivis pro-demokrasi). Babak yang kedua terjadi selama orde reformasi yakni pemberlakuan Daerah Operasi Militer di Aceh dan Papua.

Negara dalam kasus penghilangan paksa ini masih terkesan menutup sebelah mata. Alih-alih untuk menemukan orang-orang hilang tersebut dengan melakukan pembentukan Tim Pencari Orang Hilang yang selama ini didesak oleh korban dan keluarga korban, untuk memberikan suatu jaminan ketidakberulangan (Non-Repetition) saja, negara tidak mampu dan terkesan tidak mempunyai komitmen.

Jaminan ketidakberulangan melalui sebuah norma hukum yang konstitusional masih menjadi sebuah pekerjaan rumah bagi Pemerintah Indonesia, hal ini dibuktikan dengan belum dilakukannya ratifikasi Konvensi Internasional Perlindungan Semua Orang terhadap Kejahatan Penghilangan Paksa (International Convention on Protection of All Peoples from Enforced Disappearances, selanjutnya disebut Konvensi). Padahal pada tahun 2010, Indonesia telah melakukan penandatanganan Konvensi.

Sebuah aturan hukum yang secara jelas dan spesifik mengatur mengenai kejahatan penghilangan paksa mutlak diperlukan mengingat kejadian serupa masih bisa terjadi di tengah tindakan represifitas aparat keamanan dalam konteks penanggulangan terorisme dan perang terhadap gembong narkoba. Karena secara definitif kejahatan penghilangan paksa adalah sebuah alat teror negara melalui aparatur keamanan dan dilakukan di luar proses hukum, baik secara prosedural maupun esensial.

Pentingnya ratifikasi Konvensi ini karena kejahatan penghilangan paksa termasuk klasifikasi kejahatan yang terus berlanjut sebelum korban ditemukan (Continous Crime) sehingga hal ini bisa menjadi sebuah langkah antisipasi agar peristiwa-peristiwa serupa seperti yang pernah terjadi di Indonesia tidak berulang lagi. Negara juga memiliki tanggung jawab untuk memastikan adanya instrumen hukum yang dapat mencegah atau menindak kejahatan penghilangan paksa.

Oleh karena itu, KontraS mendesak Presiden untuk:

1. Menjalankan secara menyeluruh Rekomendasi Pansus Orang Hilang yang dibentuk oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia Tahun 2009, yang merekomendasikan Presiden untuk: 1) Membentuk Pengadilan HAM ad hoc; 2) Melakukan pencarian terhadap 13 orang yang oleh Komnas HAM masih dinyatakan hilang; 3) Memberikan rehabilitasi dan kompensasi terhadap keluarga korban yang hilang; 4) Melakukan ratifikasi Konvensi Anti Penghilangan Paksa.

2.Mempercepat proses pembahasan ratifikasi Konvensi yang telah dimasukkan dalam Perpres 38/2018 Tentang Perubahan Atas Perpres 75/2015 Tentang Rencana Aksi Nasional Hak Asasi Manusia (RANHAM), sehingga terdapat aturan hukum yang jelas mengatur mengenai kejahatan penghilangan paksa di Indonesia. (asr)

1MDB Dinilai Bailout Terbesar dalam Sejarah Malaysia, Najib Razak Diminta Bertanggung Jawab

Epochtimes.id- Menteri Keuangan Malaysia, Lim Guan Eng mengatakan mantan perdana menteri Malaysia harus bertanggung jawab atas skandal suap 1MDB yang juga melibatkan bailout terbesar dalam sejarah negara itu untuk menyelamatkan perusahaan investasi.

“Datuk Seri Najib Razak harus bertanggung jawab atas skandal korupsi 1MDB.”

“Departemen Keuangan telah membayar berbagai klaim keuangan yang dikenakan pada 1MDB sejak April 2017. Pembayaran sekarang di 6.98 miliar ringgit. Lain dari 954 juta ringgit yang dibayarkan sebelum akhir tahun ini.”

“Namun, mantan perdana menteri Datuk Seri Najib Razak menulis bahwa” salah untuk menyebut pembayaran sebagai bailout “pada hari Jumat di halaman Facebook-nya,” kata Lim dalam sebuah pernyataan dilansir dari Malaysia Kini.

Lim mengomentari pernyataan Najib pada 25 Mei 2018 yang membantah bahwa 1MDB menerima hampir 7 miliar ringgit dalam bentuk “bail out” (suntikan dana) dari pemerintahan Barisan Nasional sebelumnya.

“Tidak hanya ini menyesatkan, itu adalah upaya bermotif politik untuk mengaburkan fakta,” kata Najib, yang juga mantan menteri keuangan.

Namun, Lim Guan Eng menggambarkan 1MDB sebagai bailout terbesar dalam sejarah negara tersebut.

“Karena itu, label pembayaran sebesar 6,98 miliar ringgit atas nama 1MDB sebagai ‘bailout’ cukup akurat.”

“Sebenarnya itu adalah bailout terbesar dalam sejarah Malaysia.”

“Karena itu, kami tidak perlu berdebat apakah pembayaran ini ‘bailout’ atau tidak,” kata Lim. (asr)

Kim Mengaku Masih Berkomitmen Tentang Denuklirisasi Penuh Serta Pertemuan dengan Trump

Epochtimes.id- Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un menegaskan kembali komitmennya untuk “menyelesaikan” denuklirisasi semenanjung Korea dan pertemuan yang direncanakan dengan Presiden AS Donald Trump.

Pernyataan demikian disampaikan oleh Presiden Korea Selatan Moon Jae-in pada Minggu (28/05/2018).

Moon, yang kembali ke Seoul pada Kamis pagi setelah bertemu Trump di Washington, mengatakan pada konferensi pers di Seoul bahwa ia menyampaikan pesan kepada Kim pada Sabtu tentang “keinginan kuat” Trump untuk mengakhiri hubungan bermusuhan dengan Korea Utara dan mengejar kerja sama ekonomi bilateral yang diberikan bahwa Korea Utara melakukan denuklirisasi penuh.

“Saya memberi tahu Ketua Kim bahwa jika dia memutuskan dan mempraktikkan denuklirisasi penuh, Presiden Trump bersedia untuk kerjasama ekonomi dan mengakhiri hubungan bermusuhan,” kata Moon.

Moon mengatakan bahwa selama pertemuan dadakan dengan Kim pada Sabtu lalu, mereka berdua menyatakan keinginan mereka tentang KTT Korea Utara-AS berlangsung dengan sukses.

“Ketua Kim dan saya setuju bahwa KTT 12 Juni harus diadakan dengan sukses, dan upaya kami untuk denuklirisasi di Semenanjung Korea dan rezim perdamaian abadi tidak boleh dihentikan,” kata Moon.

Moon mengatakan bahwa Kim menegaskan kembali komitmennya untuk bekerja menuju akhir formal Perang Korea 1950-1953.

Media pemerintah Korea Utara, KCNA, mengatakan Kim dan Moon setuju untuk mengadakan pembicaraan tingkat tinggi antara kedua negara mereka pada 1 Juni untuk mengambil langkah-langkah untuk segera mengimplementasikan upaya mereka untuk denuklirisasi di semenanjung Korea.

Pertemuan itu merupakan perubahan dramatis terbaru selama seminggu penuh pasang surut diplomatik seputar prospek pertemuan puncak antara Amerika Serikat dan Korea Utara yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo, yang bertemu Kim dua kali di Pyongyang, mengatakan kepada komite Senat pada 24 Mei 2018 bahwa Korea Utara belum menanggapi upaya kontak dalam beberapa hari terakhir.

“Selama beberapa hari terakhir, kami telah berusaha untuk melakukan apa yang telah disetujui oleh Ketua Kim dan saya untuk menempatkan tim persiapan untuk mulai bekerja untuk KTT dan kami tidak menerima tanggapan atas pertanyaan kami kepada mereka,” kata Pompeo.

Para pejabat AS juga mengatakan bahwa Korea Utara belum menunjukan siap soal pertemuan yang direncanakan di Singapura pekan lalu.

“Kami belum dapat melakukan persiapan antara kedua tim kami yang akan diperlukan untuk menggelar pertemuan puncak dengan sukses,” kata Pompeo.

Dalam sebuah surat kepada Kim pada Kamis pagi, Trump mengatakan dia membatalkan rencana KTT Singapura tetapi tetap terbuka untuk berdialog.

Pada Jumat, Trump mengungkapkan bahwa Korea Utara telah mengirim pernyataan “hangat dan produktif” dan mengatakan bahwa KTT 12 Juni yang direncanakan mungkin masih berlangsung sesuai jadwal.

“Sangat bagus untuk menerima pernyataan hangat dan produktif dari Korea Utara,” tulis Trump di Twitter.

“Kami akan segera melihat ke mana ia akan digiring, semoga kekal dan kemakmuran abadi dan perdamaian. Hanya waktu yang akan mengetahuinya. ”

Presiden Korsel juga dihubungi pada Jumat lalu oleh Korea Utara. Kim menyatakan harapan untuk bertemu untuk berdialog dengan tulus seperti dilaporkan Yonhap.

“Pertemuan digelar karena para pejabat dari kedua negara berpikir bahwa pertemuan tatap muka akan lebih baik daripada panggilan telepon,” kata Moon pada Minggu.

Pertemuan dadakan pada hari Sabtu berlangsung selama dua jam dan merupakan yang kedua antara kedua belah pihak, menyusul pertemuan bersejarah pada 27 April ketika kedua Korea mengatakan dalam deklarasi Panmunjom bahwa mereka akan bersama menuju semenanjung Korea yang bebas nuklir dan resmi mengakhiri perang Korea pada 1950-1953 silam.

Video dan foto yang dirilis oleh Presiden Korea Selatan pada Sabtu menunjukkan Kim memeluk Moon dan mencium pipinya tiga kali saat ia melihat Moon setelah pertemuan mereka di Tongilgak, gedung Korea Utara di desa gencatan senjata, yang terletak di Zona Demiliterisasi (DMZ).

Sebelumnya, pertemuan antar-Korea kedua telah dijadwalkan untuk 16 Mei, tetapi Korea Utara tiba-tiba membatalkan pembicaraan yang direncanakan mengutip provokasi dari latihan militer AS-Korea Selatan di selatan.

Moon adalah satu-satunya pemimpin Korea Selatan yang pernah bertemu dengan pemimpin Korea Utara dua kali, dua kali di DMZ, yang merupakan simbol permusuhan tanpa akhir antara negara-negara setelah Perang Korea berakhir pada 1953 dalam gencatan senjata, bukan perjanjian damai.

Pada Sabtu, Trump mengatakan bahwa pembicaraan dalam persiapan untuk KTT 12 Juni di Singapura sekarang berjalan dengan sangat baik.

“Kami melakukan dengan sangat baik dalam hal pertemuan puncak dengan Korea Utara,” kata Trump di Gedung Putih.

“Ini bergeser dengan sangat baik. Jadi kami sedang melihat tanggal 12 Juni di Singapura. Itu belum berubah. Jadi, kita akan lihat apa yang terjadi. ”

Satu tim Gedung Putih akan berangkat seperti yang dijadwalkan di Singapura akhir pekan ini untuk mempersiapkan kemungkinan KTT seperti diungkapkan seorang jurubicara Gedung Putih pada Sabtu lalu. (asr)

Oleh Hyonhee Shin dan Josh Smith dari Reuters. Laporan tambahan oleh staf The Epoch Times.

RI-Uni Eropa Tingkatkan Ekspor dan Kerja Sama Industri

Epochtimes.id- Indonesia terus berupaya memperluas pasar ekspor bagi produk-produk industri ke kawasan Uni Eropa. Beberapa produk manufaktur nasional yang tengah ditingkatkan nilai ekspornya ke negara-negara di Benua Biru tersebut, antara lain makanan dan minuman, tekstil, pakaian, dan alas kaki, serta minyak kelapa sawit dan turunannya.

“Perekonomian Indonesia dan Uni Eropa selama ini bersinergi. Selain itu persaingan komoditas di antara kedua pihak berbeda sehingga bisa saling melengkapi,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto seusai menerima kunjungan Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia Vincent Guerend di Kementerian Perindustrian, Jakarta, Jumat (25/5/2018) dalam rilis Kemenprin.

Kemenperin mencatat, nilai total perdagangan Indonesia-Uni Eropa pada tahun 2017 mencapai USD25,2 miliar, dengan ekspor Indonesia ke Uni Eropa sebesar USD14,5 miliar dan impor sekitar USD10,7 miliar sehingga surplus di angka USD3,8 miliar. Sementara itu, nilai investasi Uni Eropa di Indonesia tahun 2016 sebanyak USD2,6 miliar dengan jumlah 2.813 proyek.

Dalam upaya meningkatkan kerja sama ekonomi bilateral, Menperin juga mendorong percepatan penyelesaian perundingan Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA). “Perundingan ke-4 IEU-CEPA telah dilaksanakan pada Februari 2018 di Surakarta, Jawa Tengah. Perundingan ke-5 akan dilaksanakan pada Juli 2018 di Brussels, Belgia,” ungkapnya.

Adapun 15 isu perundingan yang di bahas, yaitu Trade in Goods, Rules of Origin, Customs and Trade Facilitation, Technical Barriers to Trade, Sanitary and Phytosanitary, Trade Remedies, Trade in Services, Investment, Competition, Small and Medium Enterprises, Government Procurement, Economic Cooperation and Capacity Building (ECCB), Intellectual Property Rights, Trade and Sustainable Development, dan Dispute Settlement.

Di samping itu, Menteri Airlangga aktif memacu peningkatan kerja sama antara pelaku industri nasional dengan pelaku industri di negera-negara Uni Eropa. Kemitraan ini diharapkan dapat menarik investasi dan transfer teknologi.

“Beberapa perusahaan Eropa yang sudah ada di Indonesia, kami pun ajak untuk terus ekspansi,” terangnya.

Perluasan kerja sama tersebut, misalnya di sektor industri alat transportasi udara, antara PT Dirgantara Indonesia (PT DI) dengan Airbus. Airlangga menuturkan, PT DI telah cukup lama memasok beberapa komponen pesawat untuk mendukung produksi Airbus seperti pesawat militer Airbus EADS CASA C-295 dan helikopter Airbus (Eurocopter).

“Kami harap nanti pasar Eurocopter bisa diperluas lagi,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Vincent, selama ini PT DI sudah terlibat dalam rantai pasok proses produksi pesawat terbang dan helikopter Airbus. “Beberapa spare part Airbus dibuat di Bandung (PT DI) dan kemudian dikirim ke seluruh penjuru dunia melalui produk pesawat Airbus. Ini contoh kerja sama yang baik dan perlu ditingkatkan,” ucapnya.

Vincent juga menyampaikan, delegasi Uni Eropa dengan terdiri dari sebanyak 50 perusahaan akan berkunjung ke Indonesia pada Oktober mendatang untuk menawarkan konsep kerja sama yang disebut circular economy, selain upaya menjajaki peningkatan kerja sama di sektor industri.

Circular economy ini merupakan konsep baru yang tengah digalakkan di Eropa dengan tujuan mengurangi sampah dan meningkatkan daur ulang sampah,” jelasnya. (asr)

Astronot Keempat yang Berjalan di Bulan Meninggal Dunia

0

EpochTimesId – Astronot Amerika Serikat, Alan Bean, yang berjalan di bulan pada tahun 1969 meninggal di Houston pada hari Sabtu (26/5/2018) waktu setempat. Almarhum berjalan di bulan dalam misi Apollo 12.

Bean adalah astronot yang bertugas bersama seorang kru di stasiun luar angkasa Skylab pada tahun 1973. Dia kemudian meninggalkan karirnya dan berganti profesi menjadi pelukis. Almarhum meninggal pada usia 86 tahun.

Veteran Astronot itu adalah pilot uji Angkatan Laut AS sebelum menjadi astronot. Dia adalah satu dari 12 orang yang pernah menginjakkan kakinya di bulan. Bean meninggal di Rumah Sakit Methodist Houston, seperti dikatakan keluarganya dalam sebuah pernyataan yang dirilis oleh Badan Penerbangan dan Antariksa Nasional (NASA) Amerika Serikat. Dia jatuh sakit sejak dua minggu lalu saat bepergian di Fort Wayne, Indiana.

“Alan adalah pria terkuat dan paling baik yang pernah saya kenal. Dia adalah cinta dalam hidupku dan aku sangat merindukannya,” kata Leslie, istri Bean selama 40 tahun terakhir, dalam sebuah pernyataan. “Seorang warga Texas asli, Alan meninggal dengan tenang di Houston dikelilingi oleh orang-orang yang mencintainya.”

Meninggalkan jejak kakinya di wilayah yang disebut Ocean of Storms (di Bulan), Bean pada November 1969 menjadi orang keempat yang berjalan di bulan. Dia adalah salah satu astronot pada misi pendaratan di Bulan oleh NASA yang kedua, Apollo 12.

Untuk 40 tahun pendaratan di bulan bersama Apollo 11, Bean memamerkan lukisannya tentang adegan bulan di Museum Udara dan Antariksa Nasional Smithsonian Institution di Washington.

Pendaratan di bulan dilakukan hanya empat bulan setelah orang Amerika lainnya, Neil Armstrong menjadi manusia pertama yang berjalan di bulan dalam misi Apollo 11 NASA yang bersejarah pada bulan Juli 1969.

Bean menjabat sebagai pilot modul bulan pada Apollo 12. Dia dan seorang kru, Pete Conrad menjelajahi permukaan bulan dan melakukan eksperimen. Sementara Richard Gordon mengorbit di atas pada modul komando, mencari lokasi pendaratan untuk misi bulan selanjutnya.

“Saya ingat pernah melihat kembali ke Bumi dan mulai berpikir, ‘Wah, itu indah.’ Kemudian saya berkata pada diri sendiri, ‘Berhenti mengacau dan pergi mengumpulkan batu.’ Kami pikir refleksi tidak produktif,” kata Bean kepada majalah People pada 1981.

Misi itu sukses, meskipun dimulai dengan tersentak. Tak lama setelah lepas landas, roket itu disambar petir, tetapi kru mampu melanjutkan penerbangan selama tiga hari ke bulan. Bean dan Conrad menghabiskan lebih dari 31 jam di permukaan bulan, termasuk lebih dari tujuh jam bekerja di luar modul.

Pada 1973, Bean memimpin misi kedua ke Skylab, stasiun ruang angkasa AS pertama. Bersama dengan kru Owen Garriott dan Jack Lousma, mereka menghabiskan 59 hari di orbit rendah Bumi.

Bean kemudian memainkan peran kunci dalam mempersiapkan astronot masa depan, bertugas dalam peran itu sampai penerbangan pertama dari pesawat ulang-alik pada tahun 1981. Dia bahkan bekerja dengan aktris “Star Trek” Nichelle Nichols pada upaya mencari calon astronot.

Keputusannya pada tahun 1981 untuk mengakhiri karir NASA-nya guna menjadi seniman penuh waktu mengejutkan beberapa rekannya.

“Anda harus mewujudkan impian Anda bahkan jika orang lain berpikir itu kacau,” kata Bean dalam wawancara lisan NASA tahun 2010. “Sekitar setengah astronot mengira itu adalah krisis paruh baya atau sesuatu. Setengah lainnya, yang lebih otak kanan, berpikir bahwa itu ide yang cukup bagus.”

Bean teringat memberi tahu seorang pejabat senior NASA bernama George Abbey alasan dia meninggalkan badan luar angkasa.

“Saya berkata, ‘saya akan menjadi seorang seniman,'” tutur Bean. “Jika dia tidak memiliki jendela di belakangnya, dia akan mundur ke belakang. … Komentar pertamanya: ‘Dapatkah Anda mencari nafkah dengan itu?’ … Saya berkata, ‘Saya tidak tahu, tetapi jika saya tidak bisa, saya akan pergi bekerja di Jack in the Box (restoran makanan cepat saji hamburger)”.

Bekerja di rumahnya di Houston, Bean membuat lukisan yang berfokus pada misi Apollo, dengan gambar dirinya dan astronot lainnya di bulan yang diberikan dengan keaslian dalam pencahayaan dan warna yang hanya dapat diberikan oleh seorang saksi mata. Lukisannya dijual seharga puluhan ribu dolar per buah.

Mantan koleganya menjadi pengagum. Armstrong pernah berkata, “Alan Bean dan ‘astroartistry’ menciptakan kembali drama dan kegembiraan eksplorasi manusia di bulan karena hanya bisa dicatat oleh seseorang yang telah berada di sana.”

“Saya pikir saya ingin diingat pada akhirnya sebagai astronot dan seniman,” kata Bean kepada People. “Saya pikir semua orang bisa melakukan lebih dari satu hal dengan hidupnya.”

Bean lahir pada 15 Maret 1932, di Wheeler, Texas, dan dibesarkan di Fort Worth. Dia bercita-cita untuk menjadi pilot dan memulai pelatihan penerbangan pada usia 17 tahun. Dia memperoleh gelar dalam teknik penerbangan di University of Texas, kemudian ditugaskan sebagai perwira di Angkatan Laut.

Dia dilatih sebagai pilot uji Angkatan Laut di bawah Conrad, yang bertahun-tahun kemudian selama hari-hari astronot mereka memainkan peran kunci dalam merekrut Bean yang ditunjuk untuk misi Apollo 11.

Kapten purnawirawan Angkatan Laut itu tinggal bersama istrinya, Leslie, di Houston. Dia memiliki dua anak dari pernikahan sebelumnya. (Reuters/The Epoch Times/waa)

Simak juga, Pengakuan Dokter yang Dipaksa Panen Organ Hidup :
https://youtu.be/0x2fRjqhmTA

Badai Picu Evakuasi Massal dan Banjir Bandang di Amerika

0

EpochTimesId – Ribuan penduduk Florida mengungsi meninggalkan rumah, Minggu (27/5/2018) sore waktu setempat, saat Badai Subtropis bergerak menuju utara melalui Teluk Meksiko. Prakiraan cuaca mengatakan, badai berpotensi membawa banjir yang mengancam jiwa ke negara-negara bagian pesisir Selatan Amerika Serikat.

Badai itu sudah mencapai 105 mil sebelah selatan Apalachicola, Florida, di pantai Teluk Meksiko pada Minggu pukul 8 malam. Badai diperkirakan akan menyape Florida pada hari Senin (28/5/2018) waktu setempat, menurut Pusat Badai Nasional AS.

Sebuah sistem badai terpisah pada hari Minggu menyebabkan banjir bandang di pinggiran kota Baltimore, Ellicott City, Maryland, yang mengubah Jalan Utama bersejarahnya menjadi sungai yang mengamuk dengan air yang melewati lantai pertama gedung dan menyapu mobil di jalan, video berita setempat menunjukkan.

Gubernur Larry Hogan mengumumkan keadaan darurat untuk membangun kembali daerah itu dari banjir dahsyat sekitar dua tahun lalu yang menewaskan dua orang dan merusak puluhan bangunan.

Sebuah sistem badai terpisah juga menyebabkan banjir bandang di pinggiran kota Baltimore, Ellicott City, Maryland. Banjir mengubah Jalan Utama bersejarah Baltimore menjadi sungai dengan air yang mengamuk dan meluber menyapu lantai pertama gedung. Sungai dadakan juga menyapu mobil di jalan.

Gubernur Larry Hogan mengumumkan keadaan darurat untuk membangun kembali daerah itu dari banjir dahsyat sekitar dua tahun lalu. Banjir itu menewaskan dua orang dan merusak puluhan bangunan.

Badai yang lebih dahsyat, Alberto, badai Atlantik pertama yang dinamai pada 2018, yang berputar sampai berhari-hari sebelum dimulainya musim topan 1 Juni, sedang mengemasi angin berkelanjutan dengan kecepatan maksimum mendekati 65 mil per jam. Badai diprediksi akan membuat hujan lebat dengan curah 12 inci, dari wilayah negara bagian Mississippi hingga Georgia barat.

Setelah itu, badai akan membawa angin kencang dan hujan lebat saat bergerak ke Lembah Tennessee pada hari Selasa dan Rabu, kata pusat badai. Badai datang selama akhir pekan Memorial Day dan dikhawatirkan mengganggu transportasi pada hari Senin, karena banyak orang kembali dari perjalanan liburan.

Tornado terisolasi mungkin terjadi di seberang semenanjung Florida tengah dan utara pada Minggu malam, menurut pusat badai. Sementara Alberto juga diperkirakan akan membawa gelombang badai sekitar 2 hingga 4 kaki ke daerah dataran rendah.

Ada sejumlah badai mematikan di Amerika Serikat dan Karibia tahun lalu. Dimana pemukiman warga termasuk di Texas, Florida dan Puerto Rico, mengalami kerusakan dengan total kerugian hingga ratusan miliar dolar. Badai juga mengakibatkan pemadaman listrik besar-besaran dan hancurnya ratusan ribu bangunan.

Franklin County, di Florida Panhandle, telah mengeluarkan evakuasi wajib untuk pulau-pulau penghalang di Teluk Meksiko yang mempengaruhi sekitar 4.200 unit rumah. Sementara Taylor County, di timur, memiliki perintah evakuasi sukarela untuk wilayah pesisir.

Gubernur Florida Rick Scott, mengeluarkan status keadaan darurat sejak Sabtu (26/5/2018) di semua 67 provinsi negara bagian. Garda Nasional Florida juga menyiagakan 5.500 personil, yang siap dikerahkan jika diperlukan.

“Jika evakuasi telah disampaikan di komunitas Anda, jangan diabaikan,” kata Scott di Twitter feed-nya.

Layanan Cuaca Nasional telah mengeluarkan peringatan potensi banjir untuk area yang membentang dari Mississippi hingga North Carolina. Kawasan yang menjadi rumah bagi jutaan orang. (Reuters/The Epoch Times/waa)

Simak juga, Pengakuan Dokter yang Dipaksa Panen Organ Hidup :
https://youtu.be/0x2fRjqhmTA