Kemerosotan Ekonomi Rusia: Perusahaan Kereta Api Rusia Memangkas Investasi untuk Tahun Ketiga Berturut-turut

EtIndonesia. Perusahaan Kereta Api Rusia telah memangkas investasi untuk tahun ketiga berturut-turut. Secara khusus, program investasi untuk tahun 2026 telah dikurangi hampir seperlima, menandakan pengakuan atas kegagalan manajemen, menurut Dinas Intelijen Luar Negeri Ukraina.

Para pejabat intelijen menekankan bahwa, di tengah stagnasi kronis dalam sistem transportasi Rusia, pemotongan pendanaan lebih lanjut hanya akan mempercepat degradasinya. Alih-alih pengembangan dan modernisasi, sebagian besar sumber daya sekarang disalurkan ke apa yang mereka gambarkan sebagai pemeliharaan dasar aset yang sudah usang dan penyediaan keselamatan transportasi yang minimal.

Mereka menyoroti situasi yang sangat kritis dengan empat proyek yang dimaksudkan untuk meningkatkan kapasitas pada jalur menuju pelabuhan Baltik. Berdasarkan tingkat pendanaan saat ini, implementasi pada tahun 2026 secara efektif telah gagal, sehingga rute strategis menjadi terbatas dan mengurangi peluang ekspor bagi perekonomian.

Dinas Intelijen Luar Negeri Ukraina mencatat bahwa investasi telah menurun untuk tahun ketiga berturut-turut, menunjukkan krisis sistemik dalam infrastruktur transportasi. Akibatnya, proyek-proyek penting tidak terlaksana, kontraktor kehilangan pekerjaan, dan jaringan kereta api terus memburuk.

“Ini bukan hanya masalah sektoral; ini mencerminkan degradasi ekonomi Rusia secara keseluruhan, yang bahkan tidak mampu menopang program investasi dasar,” kata publikasi tersebut.

Sinyal kelemahan tambahan adalah keputusan untuk menunda selama tiga tahun dimulainya pembangunan koridor kereta api Arktik (Jalur Kereta Api Lintang Utara), sebuah proyek yang bernilai lebih dari 800 miliar rubel. Menurut penilaian intelijen, sumber pendanaan masih belum jelas, sehingga prospek proyek tersebut tidak pasti.

Dengan latar belakang ini, rencana Pemerintah Rusia untuk “menghidupkan kembali pesawat udara” digambarkan sebagai upaya untuk menciptakan ilusi kemajuan teknologi. Meskipun sebuah konsep hingga tahun 2035 menyebut pesawat udara kargo dan penumpang sebagai “teknologi yang menjanjikan,” para pejabat intelijen berpendapat bahwa, di tengah kekurangan pendanaan sistemik dan proyek infrastruktur yang gagal, pernyataan tersebut hanya menggarisbawahi sifat kebijakan transportasi yang kacau dan tidak efektif.

Singkatnya, para pejabat intelijen menyimpulkan bahwa sinyal pasar sudah jelas: investasi menyusut, proyek-proyek gagal, dan rencana strategis berubah menjadi khayalan.(yn)

Arab Saudi Melakukan Eksekusi Sebanyak 356 Orang pada Tahun 2025

EtIndonesia. Otoritas Saudi mengeksekusi 356 orang pada tahun 2025, menurut perhitungan AFP, menetapkan rekor baru untuk jumlah narapidana yang dihukum mati di kerajaan tersebut dalam satu tahun.

Para analis sebagian besar mengaitkan lonjakan eksekusi ini dengan “perang melawan narkoba” yang diluncurkan Riyadh dalam beberapa tahun terakhir — dengan banyak dari mereka yang pertama kali ditangkap baru dieksekusi sekarang, setelah proses hukum dan vonis.

Data resmi yang dirilis oleh pemerintah mengatakan 243 orang dieksekusi dalam kasus terkait narkoba pada tahun 2025 saja, menurut perhitungan AFP.

Angka dari tahun 2025 menandai tahun kedua berturut-turut Arab Saudi menetapkan rekor baru untuk eksekusi, setelah otoritas mengeksekusi 338 orang pada tahun 2024.

Arab Saudi melanjutkan eksekusi untuk pelanggaran narkoba pada akhir tahun 2022, setelah menangguhkan penggunaan hukuman mati dalam kasus narkotika selama sekitar tiga tahun.

Ekonomi terbesar di dunia Arab ini juga merupakan salah satu pasar terbesar untuk captagon, stimulan ilegal yang merupakan ekspor terbesar Suriah di bawah pemimpin yang digulingkan Bashar al-Assad — menurut PBB.

Assad digulingkan dari kekuasaan pada Desember 2024.

Sejak melancarkan perang melawan narkoba, negara tersebut telah meningkatkan pos pemeriksaan polisi di jalan raya dan di perbatasan, di mana jutaan pil telah disita dan puluhan penyelundup ditangkap.

Hingga saat ini, warga asing sebagian besar menanggung dampak terberat dari kampanye tersebut.

Kerajaan Teluk tersebut telah menghadapi kritik berkelanjutan atas penggunaan hukuman mati, yang dikecam oleh kelompok hak asasi manusia sebagai tindakan berlebihan dan sangat kontras dengan upaya negara tersebut untuk menampilkan citra modern kepada dunia.

Para aktivis mengatakan bahwa dukungan berkelanjutan Riyadh terhadap hukuman mati merusak citra masyarakat yang lebih terbuka dan toleran yang merupakan inti dari agenda reformasi Visi 2030 pemimpin de facto Putra Mahkota Mohammed bin Salman.

Arab Saudi tengah berinvestasi besar-besaran pada infrastruktur pariwisata dan acara olahraga besar seperti Piala Dunia sepak bola 2034 sebagai upaya diversifikasi ekonomi yang bergantung pada minyak.

Namun, pihak berwenang di kerajaan tersebut berpendapat bahwa hukuman mati diperlukan untuk menjaga ketertiban umum dan hanya digunakan setelah semua upaya banding telah dilakukan.

Amnesty International mulai mendokumentasikan eksekusi di Arab Saudi pada tahun 1990.

Angka-angka sebelum tahun tersebut sebagian besar tidak jelas.(yn)

[10 Berita Internasional Terpenting Tahun 2025] Sebuah Negara Perlu Diselamatkan: Kematian Charlie Kirk Membangkitkan Seluruh Amerika

EtIndonesia. Pada 10 September 2025 tengah hari, ketika Charlie Kirk tersenyum sambil mengambil mikrofon dan seperti biasa bersiap memulai pidato debatnya, ia tidak tahu bahwa itu akan menjadi pidato terakhirnya. Namun, mungkin ia sudah lama siap. Dikarenakan sepanjang hidupnya, Charlie Kirk sangat memahami satu hal: ketika Anda membela kebenaran dan melawan kejahatan; ketika Anda membela kebebasan dan berusaha membangunkan orang lain, maka Anda ditakdirkan untuk berdiri di pusat badai.

Berikut ini adalah Tokoh Tahunan — Charlie Kirk.

Pada 10 September 2025, Charlie Kirk datang ke Utah Valley University untuk mengikuti kegiatan debat keliling kampus. Saat itu, sekitar 3.000 orang hadir di lokasi.

Sekitar pukul 12:20 siang, ketika Kirk sedang bersiap menjawab sebuah pertanyaan tentang kekerasan senjata api dan transgender, sebuah peluru tiba-tiba ditembakkan.

Rekaman di lokasi menunjukkan bahwa peluru tersebut ditembakkan dari sebuah gedung tinggi sekitar 200 meter jauhnya, dan dengan tepat mengenai leher Kirk. Darah langsung muncrat deras. Seketika, terdengar jeritan di tengah kerumunan, orang-orang berlarian menyelamatkan diri. Pada saat itu, tangan Kirk masih erat menggenggam mikrofon.

Tak lama kemudian, kabar duka datang: Charlie Kirk meninggal dunia akibat luka tembak. Tokoh aktivis sosial yang luar biasa ini, pemimpin muda gerakan konservatif Amerika, pun meninggal dunia!

Kematian Kirk dengan cepat menimbulkan reaksi besar di masyarakat Amerika. Orang-orang terkejut bahwa seorang anak muda yang selalu memicu pemikiran melalui debat yang damai dan pidato yang rasional, justru dibunuh karena pandangannya. 

Video-video debatnya di masa lalu kembali tersebar luas di media sosial, dan pernyataan-pernyataannya menjadi topik terpanas di masyarakat. Dengan citra sebagai martir muda yang berani menghadapi kontroversi dan membela keyakinannya, ia menjadi figur spiritual bagi kelompok konservatif Amerika. Kematiannya, dalam arti tertentu, berubah menjadi kekuatan inspirasi yang sangat besar.

Banyak anak muda mulai merenungkan kembali dampak komunisme dan pemikiran ekstrim kiri terhadap Amerika setelah kematian Kirk. Pengorbanannya membuat lebih banyak generasi muda benar-benar menyadari bahwa kebebasan bukanlah sesuatu yang bisa dianggap remeh. Berikut ini, mari kita saksikan cuplikan pidatonya di Korea pada 5 September, beberapa hari sebelum ia wafat.

Kematian Kirk dipandang sebagai “titik balik” bagi Amerika: di satu sisi, mengingatkan rakyat Amerika akan bahaya ekstrimisme politik dan ujaran kebencian; di sisi lain, menjadi kekuatan pemersatu yang besar bagi kubu konservatif dan iman Kristen, sekaligus kembali memperingatkan masyarakat tentang infiltrasi komunisme dan ideologi ekstrem kiri ke dalam Amerika.

Charlie Kirk mendirikan organisasi Turning Point USA (Amerika Berbalik Arah) pada usia 19 tahun, dan sejak saat itu mendedikasikan dirinya untuk menyebarkan nilai-nilai konservatif di kalangan anak muda Amerika serta membangun kembali iman kepada Tuhan. 

Selama lebih dari sepuluh tahun, ia dan timnya mengadakan kegiatan dan debat di berbagai universitas di seluruh Amerika, untuk memberitahu masyarakat tentang kerusakan serius yang ditimbulkan oleh komunisme dan ideologi ekstrim kiri terhadap Amerika.

Seri debat rasionalnya yang terkenal, “Prove Me Wrong” (Buktikan Saya Salah), mendapat respons yang sangat besar. Pada saat yang sama, melalui podcast, YouTube, dan platform media sosial lainnya, ia mengumpulkan banyak pengikut, yang semakin memperkuat pengaruhnya terhadap Partai Republik, gerakan MAGA, dan gerakan konservatif muda.

Setelah kematiannya, banyak anak muda mulai lebih memperhatikan kebijakan publik, isu sosial, dan aliran pemikiran politik. Mereka menjadi lebih aktif terlibat dalam komunitas, gereja, dan urusan publik — inilah yang selalu ditekankan Kirk semasa hidupnya: anak muda harus menjadi penjaga malam, harus bertanggung jawab terhadap masyarakat dan negara.

Salah satu slogan penyemangat yang sering dia sampaikan kepada anggota timnya adalah: “Come on, we have a country to save!” — “Ayo, ada sebuah negara yang perlu kita selamatkan!”

Saat wafat, Charlie Kirk baru berusia 31 tahun. Kabar duka ini juga membuat banyak anak muda kembali memikirkan hubungan mereka dengan Tuhan dan merenungkan makna iman dalam kehidupan. Banyak warganet mengunggah video yang menyatakan: untuk pertama kalinya mereka mengenakan jas, untuk pertama kalinya mereka masuk ke gereja. Banyak pula yang berharap dapat meneladani cara hidup Charlie.

Menteri Kesehatan Amerika Serikat, Robert F. Kennedy Jr., menceritakan sebuah kisah saat menghadiri acara peringatan Charlie Kirk.

 “Beberapa hari lalu, keponakan perempuan saya berangkat ke Eropa untuk kuliah. Ibunya memperhatikan bahwa ia membawa sebuah Alkitab. Ketika ibunya bertanya mengapa ia membawanya, ia menjawab: ‘Saya ingin hidup seperti Charlie,” katanya. 

Dalam sebuah wawancara, seorang pembawa acara pernah bertanya kepada Charlie: ketika semuanya berlalu, apa yang ingin ia agar orang-orang ingat tentang dirinya? Ia menjawab:

Charlie Kirk:  “Saya berharap orang-orang mengingat keberanian dan iman saya! Itulah yang paling penting. Hal terpenting dalam hidup saya adalah iman saya!”

Dalam waktu hanya sepuluh tahun, Charlie Kirk membangun organisasi konservatif muda terbesar di Amerika, Turning Point USA, menantang narasi komunisme dan ekstrem kiri melalui tak terhitung pidato dan debat; membangunkan satu generasi yang kebingungan dengan iman yang teguh dan kefasihan berbicara. 

Namun, pada suatu siang yang cerah, ia terkena peluru kejahatan. Pada saat itu, tak terhitung banyak orang mulai memahami: kebebasan beriman dan kebenaran begitu berharga, karena ada orang-orang yang bersedia membayar harga nyawa demi itu.

 Charlie Kirk telah pergi, tetapi api yang ia nyalakan tidak akan pernah padam. (Hui)

Kisah Inspiratif: Menyeberangkan Diri Sendiri

EtIndonesia. Dalam perjalanan hidup, ada hari-hari cerah, tetapi juga akan datang hari mendung, hujan, bahkan salju. Di jalan kehidupan, ada dataran yang lapang dan mulus, namun ada pula saat kita tiba di dermaga tanpa perahu, di tepi sungai tanpa jembatan.

Kegelisahan dan kesedihan kerap datang seperti hujan badai di musim panas—tiba-tiba melanda. Kegagalan dan penderitaan sering menerjang tanpa peringatan; bahkan sebelum sempat menarik napas panjang, kita sudah terhempas jatuh.

Terjatuh di tepi kegagalan, di tepi penderitaan—di sekeliling hanya kegelapan tanpa batas. Tak ada cahaya, tak ada bintang, bahkan tak ada tanda kehidupan. Rasa takut dan putus asa menjulur dari kegelapan, mencengkeram rapat kehidupan yang rapuh.

Ada orang yang jatuh di tepi itu dan tak pernah bangkit lagi. Ada pula yang, di tengah gelap, melipat sebuah perahu untuk dirinya sendiri, lalu menyeberangkan diri ke seberang.

Pada usia 20 tahun, Shi Tiesheng mendadak kehilangan fungsi kedua kakinya. Dia pun melipat sebuah perahu untuk dirinya—perahu bernama “menulis”. Dengan keyakinan bahwa “kematian bukanlah sesuatu yang perlu diburu; dia adalah sesuatu yang tak akan terlewatkan betapapun ditunda”, dia—dari atas kursi roda—melipat perahu itu, menyeberangkan dirinya keluar dari godaan kematian, dan berkata pada diri sendiri: “Cobalah hidup.”

Ketika sedang menempuh studi doktoral, Stephen Hawking didiagnosis penyakit neuron motorik—tak bisa berbicara, tak bisa bergerak. Dia pernah bermimpi dirinya akan dieksekusi. Saat terbangun, dalam kehampaan yang nyaris total, dia tersadar: jika dia “diampuni”, masih ada begitu banyak hal bernilai yang bisa dia lakukan. Maka dia melipat perahu pemikiran, berlayar ke semesta yang misterius—menyelami galaksi, lubang hitam, quark, partikel “beraroma”, partikel “berputar”, dan panah waktu.

Perahu-perahu yang dilipat tergesa di tepi penderitaan itu, pada akhirnya menjadi jalan penebusan dari nasib yang getir.

Mungkin kita tak akan mengalami bencana sebesar itu. Namun bukankah kita tak pernah benar-benar lepas dari hari mendung, hujan, salju—dari lilitan keputusasaan? Adegan yang menggerogoti hidup sering kali tiba-tiba berdiri menghadang di depan kita.

Ketika kita memahami bahwa penderitaan adalah keadaan normal kehidupan—bahwa kegelisahan dan sakit adalah sahabat setia perjalanan—mengapa kita harus mengasihani diri, menyerah terlalu dini, dan berputus asa terlalu cepat?

Ada yang melipat naluri bertahan hidup menjadi perahu, lalu menyeberang keluar dari jurang putus asa. Ada yang melipat hasrat baru menjadi perahu, lalu melewati sakit dan lesu pasca-gagal.  Ada yang melipat harapan menjadi perahu, berlayar menembus lapis demi lapis kegelapan.

Dan bagi mereka yang benar-benar merasa tak punya perahu, bahkan melipat perahu dari imajinasi pun bisa—asal dengan segenap tenaga menyeberangkan diri ke seberang.

Mungkin kita belum merasakan perihnya patah hati, belum merasakan hantaman kegagalan besar, belum sampai pada putus asa tanpa jalan keluar. Namun di hari cerah sekalipun, angin muram dan hujan kelabu kerap menyelinap. Dia seperti gagak yang mengepakkan sayap di sekitar kita, mengacak-acak suasana hati yang semula baik. Pada saat-saat seperti itu, kita pun tetap membutuhkan sebuah perahu untuk menyeberangkan diri.

Perahu itu bisa berupa mendengarkan konser, membuka sebuah buku, mengirim email kepada teman dunia maya yang belum pernah kita jumpai, atau memanggul ransel dan pergi sejenak.

Karena apa pun gelapnya nasib, betapa pun seringnya hidup tersandung, selalu ada perahu penyeberangan—dan sering kali, perahu itu berada di tangan kita sendiri.(jhn/yn)

Tragedi! Pria Brasil Tewas Tersedak Saat Mengikuti Lomba Makan Semangka

EtIndonesia. Sebuah kecelakaan tragis baru-baru ini terjadi di sebuah resor wisata di Brasil. Seorang pria berusia 37 tahun meninggal dunia karena tersedak dan mengalami mati lemas saat mengikuti lomba makan semangka.

Menurut laporan media Inggris Metro, pria tersebut bernama Carlos Cerasomma, berusia 37 tahun, ayah dari empat anak. Pada 11 Desember sore, ia bersama istrinya mengikuti sebuah kegiatan hiburan berupa lomba makan semangka di Resor Pemandian Air Panas São Pedro, Brasil. Dalam lomba tersebut, para peserta diminta untuk menghabiskan semangka di atas meja secepat mungkin dengan kedua tangan diikat ke belakang.

Istri Cerasomma, Kimberly Santos, mengatakan bahwa seorang staf memberi tahu dirinya bahwa suaminya hanya tinggal memakan potongan terakhir semangka, namun kemudian mendapati ia sudah tidak bereaksi.

Setelah petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi, Cerasomma segera dilarikan ke Pusat Perawatan Darurat São Pedro. Di sana, ia dinyatakan meninggal dunia. Rumah sakit mengkonfirmasi bahwa penyebab kematiannya adalah mati lemas akibat penyumbatan saluran pernapasan.

Pernyataan dari dinas pemadam kebakaran menyebutkan:  “Korban tersedak makanan dan dibawa ke unit gawat darurat (UPA), namun akhirnya tidak tertolong dan meninggal dunia.”

Setelah kejadian, keluarga korban menyatakan bahwa pihak resor tidak melakukan penanganan darurat dengan layak dan harus bertanggung jawab. 

Santos mengatakan bahwa resor tersebut kekurangan tenaga medis, serta penjaga pantai dan staf lainnya tidak merespons dengan cepat. Kemudian seorang perawat memang datang, namun tidak memberikan perawatan apa pun kepada Carlos. Suaminya terbaring di tanah selama sekitar 30 menit sebelum akhirnya dibawa ke rumah sakit oleh petugas pemadam kebakaran. Dalam kesedihan mendalam, Santos menyatakan akan mengajukan gugatan hukum terhadap pihak hotel.

Santos juga menyebutkan bahwa suaminya memiliki tinggi badan sekitar 1,8 meter, sementara meja lomba sangat rendah, sehingga memaksanya mengambil posisi tubuh yang berpotensi menyebabkan tersedak.

Pihak resor mengeluarkan pernyataan yang membantah tuduhan tersebut. Menurut laporan, resor tidak menjawab pertanyaan terkait aturan keselamatan dalam kegiatan tersebut, serta tidak menjelaskan alasan awal mengapa kematian itu sempat disebut sebagai akibat penyakit mendadak.

Dinas pemadam kebakaran menyatakan bahwa “kasus ini telah didaftarkan di Kepolisian São Pedro sebagai kasus kematian yang mencurigakan.”

Diterjemahkan dan dilaporkan oleh jurnalis Jin Jing / Editor Lin Qing

Presiden Taiwan Kecam Keras Peluncuran 27 Roket Partai Komunis Tiongkok Saat Latihan Tembak Langsung di Sekitar Taiwan 

Partai Komunis Tiongkok (PKT) selama dua hari berturut-turut menggelar latihan militer mengepung Taiwan. Pada 30 Desember 2025, lebih dari seratus kali pergerakan pesawat dan kapal perang PKT masih terpantau beroperasi di sekitar Taiwan. Selain itu, pasukan roket jarak jauh PKT yang ditempatkan di Provinsi Fujian menembakkan total 27 roket ke arah perairan lepas pantai Keelung dan Tainan.

EtIndonesia. Presiden Republik Tiongkok (Taiwan), Lai Ching-te, mengecam keras intimidasi militer PKT yang merusak stabilitas kawasan serta secara serius mengancam keselamatan penerbangan global dan perdagangan maritim. 

Ia menegaskan bahwa Taiwan tidak akan meningkatkan konflik maupun memprovokasi perselisihan, namun tidak akan mundur sedikit pun dalam menghadapi ancaman. Taiwan juga akan terus menjalin komunikasi dan kerja sama erat dengan negara-negara sekutu untuk memantau dinamika militer PKT.

Latihan militer PKT yang mengepung Taiwan ini melibatkan ratusan sortie pesawat dan kapal yang berputar mengelilingi pulau tersebut. Dua gelombang peluncuran 27 roket dilakukan dari Pingtan dan Quanzhou di Fujian, dengan titik jatuh tersebar di perairan lepas pantai Keelung dan Tainan.

 “Pada pukul 9 pagi, sebanyak 17 roket peluncur ganda ditembakkan dari Pingtan, Fujian. Titik jatuhnya berada sekitar 70 mil laut di timur laut Keelung. Gelombang kedua diluncurkan sekitar pukul 1 siang, juga menggunakan peluncur ganda, sebanyak sekitar 10 roket. Titik jatuhnya berada sekitar 50 mil laut di barat Tainan. Jarak 50 mil laut ini berada dalam zona 24 mil laut kami, tetapi masih di luar 12 mil laut,” kata Wakil Kepala Kantor Intelijen Kementerian Pertahanan Taiwan, Hsieh Jih-sheng. 

Militer Taiwan mencatat bahwa pada  30 Desember terdapat 71 sortie pesawat PKT yang beroperasi, di mana 35 sortie melintasi garis tengah Selat Taiwan dan memasuki wilayah udara sekitar Taiwan. 

Selain itu, 11 kapal perang PKT memasuki zona 24 mil laut Taiwan. Dilaporkan pula terjadi konfrontasi antara kapal Angkatan Laut Taiwan Pan Chao dan kapal perang PKT Urumqi, termasuk pengaktifan radar penguncian, yang memicu reaksi keras dari pihak kapal PKT.

 “Dalam menghadapi berbagai tingkat ancaman musuh dan situasi intelijen, kali ini karena PKT mengumumkan latihan militer, kami bertindak sesuai prosedur penanganan yang telah ditetapkan. Kami pasti akan mengambil langkah peringatan komunikasi yang diperlukan. Namun detail respons tertentu bersifat sensitif, sehingga tidak akan kami bahas secara rinci di sini,” kata Kepala Staf Angkatan Laut Taiwan, Chiu Chun-jung.

Kementerian Pertahanan Taiwan juga menyebutkan bahwa 941 penerbangan sipil terdampak oleh latihan militer PKT. PKT juga dituding mengendalikan opini publik, termasuk menyebarkan klaim palsu bahwa empat pelabuhan utama Taiwan telah diblokade. Klaim tersebut telah dibantah oleh otoritas penjaga pantai Taiwan.

 “Terhadap kapal penjaga pantai Tiongkok yang secara ilegal memasuki perairan kami, kami selalu menerapkan pengawasan satu banding satu dan pengawalan sejajar, serta melakukan pengusiran secara tegas. Di perairan Republik Tiongkok, hanya penjaga pantai yang memiliki kewenangan penegakan hukum. Kami sama sekali tidak akan mentoleransi kapal penjaga pantai PKT melampaui kewenangannya,” kata Wakil Kepala Badan Penjaga Pantai Taiwan, Hsieh Ching-chin. 

Presiden Lai Ching-te juga melakukan konferensi video dengan Kementerian Pertahanan untuk mendengarkan laporan respons militer. Ia mengecam keras tindakan PKT yang secara terang-terangan menantang tatanan internasional, menegaskan kembali bahwa Taiwan tidak akan meningkatkan konflik, namun juga tidak akan mundur. Taiwan akan terus menjaga komunikasi dan kerja sama erat dengan negara-negara sahabat dan sekutu, serta memantau secara berkelanjutan dinamika militer PKT. (Hui)

Laporan: Wang Guan-lin, Lin Jia-wei, Liu Zi-yin, New Tang Dynasty Asia-Pacific Television, Taipei, Taiwan.

 Kisah Inspiratif: Kisah Sean

EtIndonesia. Dokter mengatakan bahwa Sean (Transliterasi-red) adalah anak dengan keterbatasan intelektual bawaan dan kemungkinan tidak akan hidup lama. 

Seperti yang diungkapkan ayahnya dengan getir: “Anakku tidak bisa belajar seperti anak-anak lain, dan tidak mampu memahami dunia seperti mereka.”

Suatu hari, Sean pergi ke taman bersama ayahnya. Mereka melihat sekelompok anak laki-laki yang Sean kenal sedang bermain bisbol. 

Setelah memperhatikan cukup lama, Sean mendongak dan bertanya dengan polos :  “Apakah mereka mau mengajakku bermain bersama?”

Ayahnya tahu betul, sebagian besar anak mungkin tidak ingin Sean—dengan segala keterbatasannya—berada di tim mereka. Namun sebagai seorang ayah, dia juga mengerti bahwa jika Sean bisa ikut bermain, dia akan mendapatkan rasa memiliki yang sangat dia butuhkan, serta kepercayaan diri bahwa meski dia berbeda, dia tetap diterima.

Dengan harapan yang tak terlalu besar, sang ayah mendekati salah satu anak dan bertanya apakah Sean boleh ikut bermain. 

Anak itu menoleh ke rekan-rekannya lalu berkata: “Kami sedang tertinggal enam poin dan sekarang sudah masuk inning ke-8. Kami akan mencoba memasukkan dia bermain di inning ke-9.”

Sean berjalan menuju area istirahat tim dengan wajah penuh kegembiraan, mengenakan seragam bisbol dengan gerakan yang kikuk. Sang ayah diam-diam meneteskan air mata.

Di inning ke-8, tim Sean berhasil mengejar ketertinggalan, meski masih kalah tiga poin. Pada awal inning ke-9, Sean mengenakan sarung tangan dan ditempatkan di right field. Tak satu pun bola mengarah ke posisinya, namun berada di lapangan saja sudah membuatnya sangat bahagia. Ayahnya melambai dari tribun, dan Sean tersenyum lebar.

Pada akhir inning ke-9, tim Sean kembali mencetak angka. Situasi menjadi dua out dengan semua base terisi—pemukul berikutnya berpeluang besar membalikkan keadaan. Dan pemukul itu… adalah Sean.

Inilah momen krusial.  Akankah mereka membiarkan Sean memukul dan mengorbankan peluang menang?

Semua orang tahu Sean hampir mustahil memukul bola. Dia bahkan belum tentu tahu cara menggenggam tongkat bisbol dengan benar, apalagi mengenai bola.

Namun yang terjadi sungguh di luar dugaan—mereka benar-benar menyerahkan tongkat pemukul kepada Sean.

Pitcher tampaknya memahami bahwa lawan telah melepaskan kemenangan demi satu momen penting dalam hidup Sean. Dia melangkah lebih dekat dan melempar bola yang sangat pelan, agar Sean setidaknya bisa menyentuhnya.

Lemparan pertama—Sean mengayun kikuk dan meleset. Pitcher maju beberapa langkah lagi dan kembali melempar bola pelan.

Kali ini, Sean berhasil memukul bola—sebuah ground ball pelan yang menggelinding lurus ke arah pitcher. Seharusnya, pitcher tinggal memungut bola itu dan melemparkannya ke base pertama untuk mengakhiri pertandingan.

Namun pitcher melempar bola tinggi-tinggi, melampaui kepala baseman pertama—hingga tak satu pun rekannya bisa menangkapnya.

Saat itu, penonton dari kedua kubu serempak berteriak : “Sean, lari ke base pertama! Lari ke base pertama!”

Seumur hidupnya, Sean belum pernah berlari sejauh itu. Namun dia tetap berlari sekuat tenaga dan menginjak base pertama. Matanya terbelalak, wajahnya penuh keterkejutan dan kebahagiaan.

Semua orang kembali berteriak: “Sean, ke base kedua! Ke base kedua!”

Dengan napas terengah, Sean tertatih-tatih menuju base kedua. Sementara itu, bola sampai ke right fielder—pemain paling pendek di tim lawan—yang untuk pertama kalinya berkesempatan menjadi pahlawan.

Dia sebenarnya bisa melempar bola ke base kedua. Namun dia memahami maksud sang pitcher. Dia pun sengaja melempar bola tinggi, melewati kepala baseman ketiga.

Saat pelari di depan berlari menuju home plate, Sean terhuyung-huyung menuju base ketiga.

Sorakan kembali menggema: “Ke base ketiga! Terus lari! Terus!”

Sean bisa mencapai base ketiga karena shortstop tim lawan berlari membantunya, menuntunnya ke arah yang benar. Ketika Sean menginjak base ketiga, semua pemain dari kedua tim dan seluruh penonton berdiri dan berseru: “Sean, home run! Home run!”

Saat Sean akhirnya berlari pulang dan menginjak home plate, sorak-sorai membahana, seolah-olah dia baru saja memukul grand slam dan memenangkan pertandingan untuk timnya.

Ayah Sean berkata: “Hari itu, anak-anak dari kedua tim dan seluruh penonton membawa cinta sejati serta cahaya kemanusiaan ke dunia ini.”

Sean tidak sempat melewati musim panas berikutnya. Dia meninggal dunia pada musim dingin tahun itu. Namun dia tak pernah melupakan bahwa dia pernah menjadi seorang pahlawan, dan pernah menerima begitu banyak dukungan serta cinta.

Kisah ini dikirimkan kepada saya oleh seorang teman dunia maya yang saya kenal.

Dia pernah menjadi istri yang bahagia dan ibu yang penuh kebanggaan. Namun musibah datang ketika anaknya kuliah. Akibat tekanan dan stres berkepanjangan, sang anak mengalami gangguan kejiwaan. Orangtua yang selama ini menaruh harapan besar tak sanggup menerima kenyataan itu, hingga nyaris runtuh secara mental.

Dia berkali-kali menuliskan kepedihannya kepada saya—bahwa demi kesembuhan anaknya, dia rela melakukan apa pun. Namun stigma dan diskriminasi lingkungan membuatnya tak berdaya. Di tidak berani memberi tahu rekan kerja, sahabat lama, teman bermain anaknya, bahkan para tetangga—karena terlalu banyak contoh diskriminasi yang membuatnya takut.

Dalam surat-suratnya, dia sering mengibaratkan dirinya seperti perahu kecil di tengah samudra luas, tanpa arah dan tanpa harapan.

Saya menyemangatinya untuk tetap percaya—karena keyakinan adalah prasyarat pemulihan. Perlahan, dia mulai terbuka. Dia bergabung dengan sebuah komunitas daring berisi para orangtua yang mengalami penderitaan serupa. Mereka saling berbagi pengalaman terapi, saling menguatkan.

Namun begitu keluar dari komunitas itu, mereka tetap harus menghadapi dinginnya sikap acuh masyarakat luas.

Menghadapi berbagai kelompok rentan, masyarakat kita sangat membutuhkan semangat seperti tim yang memberi kekuatan pada Sean. Bukan hanya demi mereka yang lemah, tetapi demi seluruh masyarakat.

Menolong Sean—sesungguhnya adalah menolong diri kita sendiri.(jhn/yn)

‘Avatar: Fire and Ash’ : Masih Formula Lama, Tapi Tetap Memukau

0

Kalau pun publik berharap James Cameron melahirkan karya orisinal baru, seri “Avatar” sudah seperti trilogi “Lord of the Rings”—lanjutkan saja kisah berikutnya.

Durasi | 3 jam 17 menit | Fantasi, Aksi | 2025

Setelah duduk selama 3 jam 17 menit menyaksikan seri terbaru “Avatar”, satu hal jelas: film senilai 400 juta dolar AS ini benar-benar memberikan tontonan sepadan dengan harganya. Meski “Avatar: Fire and Ash” tidak menuai pujian seluas dua pendahulunya, film ini tetap satu paket utuh —difilmkan beriringan dengan “Avatar: The Way of Water” (2022).


Kembali ke Pandora

“Fire and Ash” melanjutkan kisah mantan marinir Jake Sully (Sam Worthington) yang kini berpihak pada suku Na’vi berkulit biru setinggi tiga meter, penghuni bulan Pandora di sistem bintang Alpha Centauri, sekitar 4,37 tahun cahaya dari Bumi. Mereka terus melawan Sawtute—“Manusia Langit”—kolonis manusia rakus dari Bumi yang merampok sumber daya.

Neytiri (Zoe Saldaña), istri Jake Sully, dalam misi balas dendam di “Avatar: Fire and Ash.” 20th Century Studios

Kelompok ini dipimpin oleh Kolonel Marinir Miles Quaritch (Stephen Lang), yang secara teknologi “dihidupkan kembali” sebagai avatar Na’vi, dan menjabat Kepala Operasi Keamanan (SecOps) RDA di Pandora.

Quaritch dan Sully sama-sama mengklaim peran ayah bagi Spider (Jack Champion), seorang bocah manusia yang dibesarkan Na’vi namun harus memakai masker untuk bernapas di atmosfer Pandora yang beracun. Keduanya berebut melindungi dan membentuk masa depan bocah ini.

Kolonel Marinir Miles Quaritch (Stephen Lang) mengenakan cat perang Mangkwan, dalam “Avatar: Fire and Ash.” 20th Century Studios

Dari Biru, Hijau, Kini Merah-Putih

Varang (Oona Chaplain), pemimpin klan Mangkwan, dalam “Avatar: Fire and Ash.” 20th Century Studios

Na’vi asli berkulit biru. Film kedua memperkenalkan Metkayina, kerabat akuatik berkulit pirus yang tinggal di terumbu—matriarknya disuarakan Kate Winslet.

Sesuai judulnya, kini hadir varian Na’vi baru: merah untuk api, putih untuk abu—klan Mangkwan, penghuni wilayah vulkanik. Mereka dipimpin Varang, antagonis perempuan karismatik sekaligus mematikan (diperankan dan disuarakan melalui motion capture oleh Oona Chaplin, cucu Charlie Chaplin). Varang tampil ramping namun berlekuk, menggoda sekaligus mengerikan—penjahat yang sulit dilupakan.

Sully, yang masih menyimpan senjata sisa pertempuran terakhir dengan RDA—yang menewaskan putra sulungnya—menantang pasifisme spiritual Na’vi. Ia mendorong perlawanan terhadap keserakahan kapitalistik dan perusakan lingkungan oleh “kulit merah muda” (manusia). Cameron tampak terang-terangan mengusung narasi ras “kulit putih jahat”.

Putri angkat Sully, Kiri (Sigourney Weaver), yang bisa berkomunikasi dengan dewi Pandora, Eywa, memfasilitasi transformasi genetik yang memungkinkan Spider bernapas tanpa masker. Lahir dari tubuh avatar yang mati otak lewat peristiwa misterius—praktis “kelahiran perawan” oleh Eywa—Kiri kembali menghidupkan pola “Anak Terpilih”.

Anak angkat Jake Sully, Kiri (Sigourney Weaver), dalam “Avatar: Fire and Ash.” 20th Century Studios

Ya, di semua film “Avatar”, penonton perlu sedikit memejamkan mata dan bergumam “la-la-la” saat pseudo-sainsnya mulai menguji nalar.

Siapa yang akhirnya berhak memanggil Spider sebagai anak? Apakah Lo‘ak (Britain Dalton), putra bungsu Sully, akan membuktikan diri dan meraih pengakuan ayahnya? Dan akankah Tulkun—makhluk raksasa mirip paus—akhirnya membalas perburuan brutal ala kapal pemburu berteknologi tinggi yang bergaya Jepang? Jika itu terjadi, Anda pasti ingin menyaksikannya.

Tonton “Fire and Ash” di IMAX dan 3D jika bisa—di sanalah keajaiban Avatar benar-benar hidup. Tiga setengah jam film ini terasa berlalu dengan cepat.

Jake Sully bersama Toruk Makto yang legendaris, predator udara puncak yang ia jinakkan dalam film Avatar pertama, dalam “Avatar: Fire and Ash.” 20th Century Studios

Lalu, Apa Selanjutnya?

Kebaruan dunia Pandora memang mulai terasa menipis—maklum, ini sudah sekuel bertumpuk. Tapi Cameron jelas belum mau turun gas. Dua film “Avatar” lagi sudah antre di depan mata. Dan jujur saja, siapa yang bisa menyalahkannya? Walau tidak lagi penuh kejutan, “Avatar” tetap memanjakan mata dan efektif mengaduk emosi penonton. Satu hal yang terasa benar-benar baru: Pandora kini bukan sekadar dunia indah, tapi sudah berubah jadi “ladang senjata hidup”—di mana tumbuhan dan hewannya bisa dijadikan alat serang dan pertahanan.

Seorang anggota dari “Wind Traders” (Klan Tlalim, kelompok Na’vi nomaden yang berkeliling langit Pandora dengan kapal udara besar), dalam “Avatar: Fire and Ash.” 20th Century Studios

Apakah Cameron akan menghabiskan sisa kariernya di satu waralaba? Sangat mungkin. Tapi kalau ia memilih menutup hidupnya sambil terus membangun dunia Pandora, itu justru terdengar seperti akhir yang pantas bagi seorang maestro. Dan jika dua seri berikutnya sampai batal, penyebabnya hampir pasti bukan karena penonton bosan—melainkan karena ongkos produksinya yang makin menggila.

“Fire and Ash” mungkin menutup satu bab cerita, tapi sama sekali bukan titik akhir “Avatar”. Rasanya seperti “Lord of the Rings” dulu—tidak ada yang keberatan kalau kisahnya terus diperpanjang.

Poster promosi untuk “Avatar: Fire and Ash.” 20th Century Studios

‘Avatar: Fire and Ash’
Sutradara: James Cameron
Pemeran: Sam Worthington, Zoe Saldaña, Stephen Lang, Sigourney Weaver, Oona Chaplin
Rating MPAA: PG-13
Durasi: 3 jam 17 menit
Rilis: 19 Desember 2025
Nilai: 4 dari 5 bintang

Kisah Inspiratif: Tak Seorang pun Bisa Menggantikan Hidupmu

EtIndonesia. Suatu hari, ketika saya membawa para siswa berkunjung ke Caterham School di Inggris, seorang siswa saya pergi bermain ke pantai bersama seorang anak dari sekolah tersebut. Tak disangka, mereka terjebak gelombang besar.

Dalam sekejap, tempat yang mereka pijak berubah menjadi sebuah pulau kecil terisolasi. Menghadapi air laut yang mengamuk dan angin kencang, kedua anak itu diliputi ketakutan yang mendalam. Namun mereka sama-sama menyadari satu hal: jika tidak menyelamatkan diri, cepat atau lambat air laut akan menelan pulau berbahaya itu.

Anak dari Tiongkok segera terpikir untuk menelpon minta pertolongan, tetapi tak lama kemudian dia menyadari bahwa ponselnya sudah tidak ada sinyal. Sementara itu, anak Inggris bertindak berbeda—dia mencari dua batang kayu.

Setelah sekitar setengah jam, kondisi laut mulai sedikit mereda. Anak Inggris mengamati dengan cermat dan memperkirakan bahwa jarak dari pulau kecil itu ke daratan membutuhkan sekitar 10 menit berenang. Dia kemudian melepaskan pakaiannya, merobeknya, dan membuat dua tali, lalu mengikatkan tubuhnya dengan kuat ke batang kayu tersebut. Dia juga membantu mengikatkan kayu itu pada tubuh anak dari Tiongkok.

Jarak yang seharusnya hanya 10 menit berubah menjadi perjuangan hidup dan mati. Dihantam sisa ombak, keduanya berkali-kali tersedak air laut. Anak Inggris hampir kehabisan napas. Ketika dia menoleh ke temannya, anak dari Tiongkok sudah tidak sadarkan diri. Dia pun mendekat dengan susah payah dan mendorong tubuh temannya sambil terus berenang maju.

Setelah hampir tiga puluh menit, mereka akhirnya mencapai pantai. Anak Inggris yang sudah kelelahan memberikan napas buatan kepada anak Tiongkok, lalu mencari tim penyelamat yang telah tiba. Keduanya segera dibawa ke rumah sakit. Setelah pemeriksaan, dokter menyatakan bahwa mereka hanya mengalami beberapa luka ringan.

Ketika anak Tiongkok itu siuman, saya bertanya kepadanya:  “Apakah kamu tahu mengapa dia bisa menyelamatkan diri, sementara kamu hanya bisa menunggu untuk diselamatkan?”

Dia menggelengkan kepala.

Saya berkata pelan namun tegas : “Itu karena kamu terbiasa dibantu. Sedangkan dalam pemikiran anak Inggris itu, segala sesuatu harus diusahakan sendiri. Karena hidupmu adalah milikmu—kamu itu unik, dan tak seorang pun bisa menggantikanmu.”

Pesan Kehidupan

Mengandalkan bantuan orang lain mungkin terasa aman, tetapi bertanggung jawab atas hidup sendiri adalah kekuatan sejati.

Karena pada saat paling genting dalam hidup, tak ada siapa pun yang bisa menggantikanmu untuk bertahan dan melangkah.(jhn/yn)

Grand Mercure Malang Mirama Hadirkan Dua Konsep Seru dalam Perayaan Malam Tahun Baru 2026

0

Malang – Grand Mercure Malang Mirama kembali membuktikan diri sebagai trendsetter perayaan akhir tahun di kawasan Malang Raya dengan menyajikan dua konsep berbeda dalam satu malam pergantian tahun. Acara yang digelar serentak di Grand Ballroom dan Sky Lounge lantai 19 ini berlangsung meriah sejak pukul 18.00 hingga tengah malam.

Mengusung tema “Fur & Fiction (2F)” di Grand Ballroom dan “Antartic” di Sky Lounge, acara ini berhasil menarik minat berbagai kalangan usia, dari anak-anak hingga dewasa. Pengunjung dapat menikmati berbagai hiburan, termasuk penampilan dari Jingga Production, Emdy Dance, Brewok Magician, Marching Band Ekalavya Suara Brawijaya, serta beragam games seru yang dipandu oleh MC Titi & Abi.

Sugito Adhi, Cluster General Manager Grand Mercure Malang Mirama & Mercure Surabaya Grand Mirama, menjelaskan bahwa konsep tahun ini tidak hanya fokus pada kemeriahan, tetapi juga mengusung nilai literasi. “Kami ingin memberikan pengalaman yang berbeda, di mana acara tidak hanya tentang hiburan, tetapi juga tentang makna yang lebih dalam,” ujarnya.

Para tamu dimanjakan dengan sajian buffet beragam di Grand Ballroom dan menu khusus di Sky Lounge, lengkap dengan suasana dingin yang menghadirkan pengalaman unik layaknya di Antartika. Spot foto Celebrity Box yang kembali hadir menjadi daya tarik tambahan bagi pengunjung yang ingin mengabadikan momen.

Tak ketinggalan, berbagai hadiah menarik dibagikan sepanjang malam, termasuk 1 unit sepeda motor, 1 unit sepeda listrik, 1 malam menginap gratis di kamar Penthouse, serta berbagai peralatan elektronik. Puncak acara diakhiri dengan pemandangan kembang api yang menyala di beberapa titik Kota Malang, dinikmati langsung dari ketinggian Sky Lounge.

Grand Mercure Malang Mirama terus berinovasi dalam menyajikan pengalaman tak terlupakan bagi tamu, sekaligus memperkuat posisinya sebagai destinasi utama perayaan akhir tahun di Malang.

“Mirama Games Land” Sukses Gelar Perayaan Tahun Baru 2026 dengan Konsep Interaktif untuk Semua Generasi

0

Surabaya, – Mercure Surabaya Grand Mirama berhasil menghadirkan pengalaman tahun baru yang berbeda melalui acara bertajuk “Mirama Games Land” pada malam pergantian tahun 2025 menuju 2026. Dengan mengusung konsep hiburan interaktif berbasis permainan, acara ini berhasil menarik minat berbagai kalangan, mulai dari anak-anak, remaja, hingga dewasa, untuk merayakan momen spesial bersama keluarga dan kerabat.

Grand Ballroom hotel tersebut disulap menjadi arena permainan modern yang dilengkapi dengan berbagai fasilitas canggih seperti PlayStation 5 (PS5), Virtual Reality (VR), Nintendo Switch, serta permainan klasik seperti mesin capit boneka dan gacha. Tak hanya bermain, tamu juga dimanjakan dengan hidangan istimewa berupa buffet internasional yang menampilkan menu spesial seperti Roasted Lamb Carcas dan Beef Wellington.

Acara semakin meriah dengan rangkaian hiburan langsung dari panggung, seperti penampilan live band oleh Hi Music Entertainment, aksi panggung ULALA Dancer, atraksi sulap jalanan oleh Viko & Friend Entertainment, serta penampilan penutup dari DJ Henry yang memeriahkan malam hingga hitungan detik terakhir menuju 2026. Salah satu momen kejutan yang paling disorot adalah flashmob yang dilakukan oleh staf hotel, yang disambut antusias oleh para tamu.

Puncak acara terjadi pada sesi countdown pergantian tahun, dilanjutkan dengan pengundian Grand Prize Nintendo Switch yang semakin meningkatkan kegembiraan para pengunjung.

Dalam pernyataannya, Sugito Adhi selaku Cluster General Manager Mercure Surabaya Grand Mirama dan Grand Mercure Malang Mirama mengungkapkan, “Melalui Mirama Games Land, kami ingin memberikan ruang bagi tamu untuk melepas penat sambil menciptakan kenangan bersama keluarga. Antusiasme ini akan mendorong kami untuk terus menghadirkan konsep perayaan yang inovatif.”

Acara ini juga menjadi penutup rangkaian kegiatan Mercure Surabaya Grand Mirama sepanjang 2025, sekaligus memperkuat komitmen hotel dalam menyediakan pengalaman yang kreatif dan berkesan bagi tamu. Hotel ini juga telah menyiapkan berbagai promo menarik sepanjang Januari 2026, termasuk penawaran spesial untuk perayaan Imlek dan Ramadan.

KPPU Akhiri 2025 dengan Tegas, Raih Denda Rp 698,5 Miliar dan Kejar Kartel Fintech

JAKARTA – Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menutup tahun 2025 dengan catatan penegakan hukum yang lebih tegas, menegaskan perannya sebagai garda depan dalam menjaga iklim usaha yang sehat. Sepanjang tahun, lembaga antimonopoli ini telah menjatuhkan 13 putusan dengan total denda mencapai Rp 698,5 miliar.

Ketua KPPU M. Fanshurullah Asa menegaskan, penguatan sumber daya manusia menjadi pilar utama efektivitas penegakan hukum. Dalam situasi pasar yang dinamis, KPPU mengingatkan bahwa target pertumbuhan ekonomi 8% mustahil tercapai tanpa peningkatan Indeks Persaingan Usaha Nasional dari 4,95 menuju 6,33.

“Penegakan hukum persaingan bukan hanya untuk memberikan efek jera, tetapi untuk menciptakan fondasi pasar yang adil, yang pada akhirnya mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan,” tegas Asa.

Sanksi Besar dan Perkara Strategis

Dari total putusan, sanksi tertinggi sebesar Rp 449 miliar dijatuhkan dalam perkara dugaan integrasi vertikal dan penguasaan pasar oleh perusahaan truk Sany pada Agustus lalu. KPPU juga memberikan sanksan signifikan kepada raksasa teknologi, yakni Rp 202,5 miliar untuk Google (Januari 2025) dan Rp 15 miliar kepada TikTok Nusantara akibat keterlambatan notifikasi akuisisi Tokopedia (September 2025).

Kasus lain yang menyita perhatian adalah persekongkolan tender proyek air bersih di Lombok Utara dengan denda Rp 12 miliar. Namun, tantangan terbesar KPPU di tahun ini adalah menangani kasus dugaan kartel suku bunga pinjaman daring yang melibatkan 97 platform fintech dengan nilai pasar mencapai Rp 1.650 triliun. Sidang perdana yang dimulai Agustus 2025 ini menjadi ujian serius kemampuan KPPU merespons disrupsi ekonomi digital.

Kontribusi Keuangan Negara dan Pengawasan Merger

Penegakan hukum KPPU turut berkontribusi pada penerimaan negara. Hingga akhir tahun, total piutang denda persaingan usaha telah melebihi Rp 1 triliun, dengan 75% atau sekitar Rp 862 miliar telah dibayarkan ke Kas Negara. Khusus tahun 2025, realisasi pembayaran denda mencapai Rp 55,54 miliar.

Di sisi pengawasan merger, KPPU menerima 115 notifikasi sepanjang 2025 dengan total nilai transaksi fantastis, Rp 1.093,6 triliun, terutama di sektor real estat, pertambangan, dan logistik. Akuisisi Tokopedia oleh TikTok Nusantara yang disetujui bersyarat pada Juni lalu menjadi salah satu transaksi paling menonjol.

Jaga Komoditas Strategis dan Reformasi Kelembagaan

KPPU tidak hanya aktif menindak pelanggaran, tetapi juga proaktif menjaga kepentingan publik. Lembaga ini mendalami fenomena kelangkaan BBM non-subsidi sejak Agustus 2025 dan memantau kenaikan harga beras yang konsisten di atas HET. KPPU mendorong Bulog untuk memperkuat peran stabilisasi harga demi keterjangkauan komoditas pokok.

Menutup tahun, KPPU memperkuat fondasi kelembagaan dengan melantik 394 pegawai sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) pada Desember 2025. Ketua KPPU juga menekankan pentingnya revisi Undang-Undang No. 5/1999 tentang Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat untuk memperkuat mandat lembaga.

“Dengan dukungan kerangka hukum yang kuat dan SDM yang mumpuni, KPPU berkomitmen meningkatkan kualitas penegakan hukum secara konsisten. Ini sinyal kuat bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia harus berlangsung dalam koridor persaingan yang sehat dan berkeadilan,” pungkas Asa.

Transformasi kelembagaan ini diharapkan memperkuat posisi KPPU sebagai institusi yang tegas, independen, dan dipercaya publik dalam mengawal ekonomi pasar Indonesia di tahun-tahun mendatang.

Ratusan Tamu Rayakan Malam Tahun Baru dengan Sentuhan Nostalgia 90-an di Dafam Pacific Caesar Surabaya

0

Surabaya – Ratusan tamu memadati Pacific Sky Hall Dafam Pacific Caesar Surabaya dalam perayaan malam pergantian tahun yang mengangkat tema “Semarak Akhir Tahun: Wanderer Years Ahead”. Mengusung nuansa nostalgia era 90-an yang kental, acara ini berhasil menciptakan atmosfer hangat penuh kenangan sambil menyambut optimisme di tahun baru.

Bertempat di lantai 17 hotel, para tamu disuguhkan dengan gala dinner spesial yang menghadirkan beragam kuliner Nusantara. Menu unggulan malam itu mencakup Nasi Goreng Kemangi Ikan Teri, Sego Tempong, dan Brengkes Ikan Bumbu Jangkep. Pengalaman kuliner semakin interaktif dengan kehadiran live cooking station yang menyajikan Tahu Campur, Mie Tek Tek Nyemek, Sate Bakaran Suroboyo, dan Kebab Pegirian.

“Kami ingin tamu merayakan tahun baru dengan cita rasa yang akrab di lidah, namun dalam balutan suasana yang mewah,” ujar Hogi Budiarto, General Manager Dafam Pacific Caesar Surabaya.

Andry Bagus Prasetya, Food and Beverage Supervisor, menambahkan bahwa fokus acara adalah pada kualitas autentik kuliner lokal. “Respons tamu terhadap menu tradisional ini sangat luar biasa, membuktikan bahwa kuliner Nusantara tetap menjadi primadona di acara berkelas,” katanya.

Kemeriahan malam semakin lengkap dengan hiburan musik dari Barcode Band dan penampilan DJ Devie. Panitia juga membagikan puluhan doorprize berupa voucher staycation dan goodie bag menarik bagi para tamu yang hadir.

Darren Vai Celosse, salah satu tamu sekaligus pemain Pacific Caesar Basketball Club, mengungkapkan kekagumannya. “Sangat jarang menemukan acara tahun baru dengan pilihan makanan tradisional selengkap ini. Rasanya pas dinikmati sambil melihat kembang api dari lantai 17,” tuturnya.

Perayaan ini tidak hanya menjadi pesta tahun baru, tetapi juga sebuah perjalanan waktu yang penuh makna bagi seluruh tamu yang hadir, menegaskan komitmen Dafam Pacific Caesar Surabaya dalam menghadirkan pengalaman tak terlalui yang kaya akan rasa dan kenangan.

Dari Drone hingga Nuklir: Babak Tersenyap Perang Rusia–Ukraina yang Mengguncang Eropa

EtIndonesia. Ketika sebagian pengamat internasional menilai perang Rusia–Ukraina mulai bergerak menuju fase kebuntuan jangka panjang, serangkaian perkembangan justru menunjukkan arah yang jauh lebih berbahaya. Di balik garis depan, sebuah perang bayangan yang berfokus pada kemampuan serangan jarak jauh, tekanan psikologis, dan simbol ancaman nuklir tengah meningkat tajam menjelang pergantian tahun 2025.

Modal Timur Tengah Dorong Akselerasi Industri Pertahanan Ukraina

Di satu sisi, Ukraina memperoleh dorongan signifikan pada sektor militernya. Berdasarkan laporan harian Jerman Bild, raksasa industri pertahanan Uni Emirat Arab, Edge Group, berencana mengakuisisi 30 persen saham perusahaan Ukraina FirePoint dengan nilai transaksi mencapai 760 juta dolar. Kesepakatan ini diperkirakan akan difinalisasi pada akhir Desember 2025.

FirePoint dikenal sebagai salah satu bintang baru industri pertahanan Ukraina, dengan fokus utama pada pengembangan drone tempur dan sistem rudal jarak jauh. Produk unggulannya, rudal jelajah “Flamingo”, serta drone balistik FP-1 dan FP-2, telah digunakan secara nyata di medan tempur Rusia–Ukraina sepanjang 2025 dan dinilai sebagai sedikit dari sistem senjata produksi dalam negeri Ukraina yang teruji tempur dan terbukti efektif.

Masuknya modal besar dari Timur Tengah bukan sekadar kerja sama bisnis. Banyak analis menilai langkah ini sebagai pernyataan posisi geopolitik: di tengah sikap ambigu sejumlah negara, kepentingan keamanan dan potensi keuntungan industri pertahanan mulai mendorong pilihan yang lebih tegas ke arah Kyiv.

Ketegangan Diplomatik dan Kritik Standar Ganda

Menariknya, tak lama sebelum kabar investasi ini muncul, Uni Emirat Arab dan India sempat menyampaikan keberatan kepada Kyiv terkait rumor serangan drone Ukraina terhadap kediaman Presiden Rusia, Vladimir Putin. Namun rumor tersebut segera menuai tanda tanya besar karena tidak disertai bukti konkret. Ukraina secara resmi membantah, sementara pihak Rusia gagal menghadirkan verifikasi yang meyakinkan.

Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy kemudian menyampaikan kritik terbuka. Dia menyoroti sikap sejumlah negara yang diam terhadap pengeboman rutin Rusia atas fasilitas sipil Kyiv, namun justru membesar-besarkan kabar yang belum terverifikasi. Menurut Zelenskyy, standar ganda semacam ini mencerminkan kenyataan pahit politik internasional di tengah perang.

Rusia Tampilkan Rudal Nuklir di Belarus

Hampir bersamaan dengan dinamika tersebut, Belarus secara mengejutkan mengumumkan bahwa sistem rudal Rusia “Oreshnik” telah resmi memasuki status kesiapan tempur, disertai publikasi pertama citra penempatannya pada akhir Desember 2025.

Dalam tayangan resmi, kendaraan peluncur terlihat bermanuver di kawasan hutan yang kemudian diidentifikasi analis Barat sebagai Pangkalan Militer Keenam Krichev, Belarus timur—sekitar 5 kilometer dari perbatasan Rusia dan 180 kilometer dari Ukraina. Media Rusia menyebut sistem ini mampu membawa hulu ledak nuklir, serta ditempatkan di wilayah yang memungkinkan waktu tempuh serangan ke sasaran Eropa dipersingkat drastis, mencakup Polandia, Lituania, dan Latvia.

Putin mengklaim Oreshnik memiliki kecepatan lebih dari 10 Mach dan hampir mustahil dicegat. Namun, peneliti Amerika Serikat dengan cepat melacak lokasi tersebut melalui citra satelit, menegaskan bahwa penempatan rudal ini berada di bawah pengawasan intelijen Barat secara real time.

Lebih jauh, Presiden Belarus, Alexander Lukashenko secara tidak sengaja mengungkap bahwa jumlah sistem Oreshnik yang dikerahkan tidak akan melebihi 12 unit—sebuah pengakuan yang secara signifikan mengurangi kesan ancaman strategis berskala besar.

Banyak pakar militer Barat meragukan klaim jangkauan 5.500 kilometer yang disebut-sebut Moskow. Seorang pejabat Amerika bahkan menyatakan secara terbuka bahwa Oreshnik bukan senjata penentu perubahan medan perang, melainkan lebih menyerupai pertunjukan politik berbalut ancaman nuklir untuk menekan Barat agar menahan bantuan militer kepada Ukraina.

Tekanan Udara Rusia dan Bayang-bayang Korea Utara

Di tengah kebuntuan operasi darat dan tekanan ekonomi domestik, Rusia juga menghadapi kendala serius dalam dukungan udara dan serangan presisi. Hal ini tercermin dari pernyataan kontroversial pakar militer Rusia, Vladimir Khrustalyov, yang dilaporkan Defence Blog pada akhir Desember 2025.

Khrustalyov menyatakan Rusia secara realistis dapat menyewa pesawat serang Su-25 era Soviet dari Korea Utara untuk digunakan di Ukraina. Pernyataan ini muncul setelah parade peringatan 80 tahun Angkatan Udara Korea Utara, di mana Su-25 Pyongyang terlihat membawa rudal berprofil kotak yang dinilai mirip rudal jelajah Taurus buatan Jerman–Swedia.

Jika klaim tersebut benar, langkah ini akan menjadi pengakuan tersirat atas tekanan besar yang dialami Rusia dalam hal ketersediaan pesawat tempur dan amunisi berpemandu presisi.

Serangan Drone Ukraina Guncang Moskow

Sementara itu, Ukraina meningkatkan tekanan langsung ke jantung Rusia. Pada malam 30–31 Desember 2025, drone Ukraina menyerang wilayah Ramenskoye, tenggara Moskow. Sebuah gardu listrik besar dilaporkan terkena serangan, disertai ledakan beruntun.

Pemadaman listrik berskala luas terjadi di Ramenskoye, Lytkarino, dan Zhukovsky, dengan hampir satu juta penduduk terdampak. Meski otoritas Rusia mengklaim semua drone berhasil dicegat dan kerusakan disebabkan puing-puing, rekaman lapangan menunjukkan iring-iringan generator darurat dikerahkan ke berbagai sudut Moskow, menandakan pemulihan tidak berlangsung cepat.

Sepanjang 2025, frekuensi pemadaman listrik dan penutupan sementara bandara di Moskow tercatat melampaui total beberapa tahun sebelumnya, memperkuat kesan meningkatnya kerentanan infrastruktur ibu kota.

Kampanye Energi: Kilang dan Depot Minyak Jadi Sasaran

Tekanan Ukraina berlanjut ke sektor energi Rusia. Pada malam 31 Desember 2025, lembaga intelijen independen Astro melaporkan serangan drone ke Kota Tuapse di pesisir Laut Hitam. Kilang minyak Tuapse, dengan kapasitas lebih dari 12 juta ton per tahun, mengalami kebakaran hebat setelah unit AVT-12—jantung proses penyulingan—terbakar dan meledak berulang kali.

Hampir bersamaan, depot minyak Kopayevo di Oblast Yaroslavl, sekitar 282 kilometer dari Moskow, juga diserang. Api berkobar hingga fajar, dengan bola api besar terlihat dari pinggiran kota. Serangan ini menegaskan bahwa sasaran Ukraina kini tidak lagi terbatas pada wilayah perbatasan, melainkan mulai merambah ke pusat wilayah Rusia.

Analisis menunjukkan pola yang semakin jelas: Ukraina melakukan serangan rutin di selatan dekat Krimea, sambil memperluas jangkauan secara bertahap ke sekitar Moskow, menciptakan tekanan psikologis dan sistemik.

“Operasi Jaring” dan Perluasan Medan Perang

Tak lama sebelum akhir tahun, Dinas Keamanan Ukraina secara langka merilis ringkasan operasi 2025. Fokus utama tertuju pada rangkaian serangan berkode “Operasi Jaring”, yang diklaim berhasil melumpuhkan sejumlah pesawat pembom strategis Rusia, memaksa sebagian armada udara Moskow mundur ke pangkalan yang lebih jauh.

Laporan tersebut juga mengungkap tiga serangan terhadap Jembatan Krimea, berbagai serangan ke pelabuhan dan kilang Rusia, serta—untuk pertama kalinya—publikasi rekaman serangan terhadap anjungan minyak Rusia di laut lepas. Ini menandai perluasan signifikan medan perang ke jalur energi dan logistik strategis.

Kesimpulan

Menjelang 2026, perang Rusia–Ukraina jelas belum mendekati akhir. Sebaliknya, konflik ini memasuki fase yang lebih senyap namun jauh lebih berisiko: investasi militer lintas kawasan, demonstrasi ancaman nuklir, serangan presisi ke infrastruktur vital, dan eskalasi psikologis yang menembus jauh ke wilayah inti Rusia. Di balik kebuntuan garis depan, perang bayangan justru bergerak menuju titik yang semakin berbahaya bagi stabilitas regional dan global.

Video Malam Tahun Baru 2026, Partai Komunis Tiongkok Seperti Menghadapi Musuh Besar : Meski Dilarang! Warga Tetap Berkumpul, Menyalakan Kembang Api Langsung Dikejar Polisi 

Pada malam Tahun Baru 31 Desember 2025, Partai Komunis Tiongkok (PKT) bersikap waspada. Banyak daerah melarang kegiatan perayaan. Selain itu, mengerahkan sejumlah besar polisi bersenjata untuk siaga penuh. Namun, tetap banyak warga yang secara spontan berkumpul untuk merayakan Tahun Baru, bahkan ada yang menyalakan kembang api dan kemudian dikejar oleh polisi.

EtIndonesia. Menjelang tibanya tahun 2026, pemda di banyak daerah di daratan Tiongkok mengeluarkan pemberitahuan bahwa, dengan alasan “keadaan kahar” dan faktor lainnya, perayaan hitung mundur Tahun Baru 2026 di lokasi-lokasi besar dibatalkan. Meski demikian, pada malam pergantian tahun, di berbagai tempat tetap terlihat warga dalam jumlah besar berkumpul secara spontan untuk menyambut Tahun Baru.

Sejumlah video menunjukkan, di kawasan InTime Mall Hubin, Hangzhou, meskipun otoritas mengerahkan banyak polisi dan menerapkan penjagaan ketat di seluruh kota, pusat perbelanjaan tersebut menutup layar besar hitung mundur. Stasiun MRT Longxiangqiao di dekat Hubin InTime Mall juga ditutup dan dihentikan sementara pelayanannya.

Namun demikian, banyak warga tetap berkumpul secara spontan di lokasi tersebut untuk merayakan Tahun Baru. 

Seorang pemuda yang merekam video di InTime Mall menunjukkan bahwa polisi Hangzhou berjaga seperti menghadapi musuh besar, berdiri membentuk barikade manusia di jalan dan siaga penuh. Akan tetapi, mereka tampak tidak berdaya menghadapi para pemuda yang menyambut datangnya Tahun Baru.

Di lokasi, orang-orang bersama-sama menghitung mundur: “4, 3, 2, 1, Selamat Tahun Baru!” Pemuda tersebut bahkan sengaja menjadikan barisan polisi sebagai latar belakang dalam videonya.

Netizen daratan Tiongkok (tangkapan layar)

Dalam video tersebut, banyak warganet daratan Tiongkok meninggalkan komentar bernada sindiran terhadap otoritas PKT, seperti “suasana Tahun Baru yang luar biasa” dan “benar-benar pemandangan yang memalukan”.

Video-video terkait juga beredar di platform X. Seorang warganet berkomentar:  “Perayaan Tahun Baru yang aneh di akhir era Xi ini akan selamanya tercatat dalam sejarah.”

Di Qingdao, Provinsi Shandong, pemerintah setempat juga menerapkan pengendalian ketat terhadap kegiatan malam Tahun Baru. Sepanjang 1,7 kilometer garis pantai kawasan wisata Shilaoren dipasangi pagar, penjagaan dilakukan setiap beberapa langkah, dan di setiap pos pemeriksaan polisi melakukan pemeriksaan badan. 

Pada malam Tahun Baru, 31 Desember 2025, sejumlah besar petugas polisi bersenjata dikerahkan di Qingdao, Provinsi Shandong, untuk pengamanan. (Gambar dari internet)



Pada malam Tahun Baru, 31 Desember 2025, sejumlah besar petugas polisi bersenjata dikerahkan di Qingdao, Provinsi Shandong, untuk pengamanan. (Gambar dari internet)
Pada malam Tahun Baru, 31 Desember 2025, sejumlah besar petugas polisi bersenjata dikerahkan di Qingdao, Provinsi Shandong, untuk pengamanan. (Gambar dari internet)



Bahkan polisi bersenjata khusus dikerahkan untuk berpatroli. Meski demikian, banyak warga tetap berkumpul secara spontan di Lapangan 4 Mei, bersama-sama menghitung mundur, melepaskan balon, dan merayakan datangnya Tahun Baru.

Di platform X, sejumlah warganet mengkritik:  “Ini sampai mengerahkan pasukan? Tentara seharusnya untuk menghadapi musuh luar, kok malah digunakan ke dalam negeri? Benar-benar keterlaluan!”

“Pergantian tahun tidak diisi kembang api, tapi diawali pengerahan aparat; pantai seperti garis depan, warga seperti tersangka. Keamanan bergantung pada pagar, kegembiraan bergantung pada izin. Inilah yang disebut ‘stabilitas mengatasi segalanya’.”

“Mengapa mereka begitu takut warga berkumpul? Setiap hari raya, para aparat selalu bersikap seolah menghadapi musuh besar.”

“Apakah otoritas khawatir perayaan Tahun Baru akan langsung berubah menjadi aksi protes atau bahkan kerusuhan?”

“Apa yang disebut negara paling aman di dunia, demi ‘keamanan negara’ justru mencegah rakyat merayakan Tahun Baru. Bisa dimengerti.”

“PKT takut rakyat berkumpul dalam bentuk apa pun.”

“Natal tidak boleh dirayakan, Tahun Baru juga tidak boleh dirayakan. Kalau begitu, tunggu saja saat ‘kaisar’ (Xi Jinping) meninggal, baru kita rayakan bersama.”

Tangkapan layar

Ada pula video yang menunjukkan bahwa pada malam Tahun Baru, sejumlah anak muda mengabaikan larangan otoritas dan menyalakan kembang api untuk merayakan, namun kemudian dikejar oleh polisi, dan beberapa orang dibawa pergi.

Sebagian warganet di platform X menyatakan dukungan terhadap aksi perlawanan kaum muda Tiongkok:  “Anak muda harus punya sikap anak muda. Menghadapi pembatasan yang tidak masuk akal, harus melawan!”

Tangkapan layar

oleh reporter Luo Tingting / Wen Hui