Mengerikan Dampak Banjir Bandang Menerjang Kota Padang, Menghantam Rumah Hingga Memutus Jembatan 

EtIndonesia. Hujan mengguyur Kota Padang,  Sumatera Barat  sepanjang hari ini, Kamis (27/11). Bencana hidrometeorologi basah tak bisa dihindari menerjang beberapa titik di wilayah kota. BPBD setempat didukung dengan BPBD provinsi serta dinas terkait, termasuk TNI-Polri, melakukan penanganan darurat di lokasi terdampak. 

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, merilis bahwa pantauan  Kamis (27/11) pagi, arus banjir dengan volume debit air besar menerjang sejumlah rumah yang berada di bantaran Sungai Minturun. Material batang pohon dan lumpur merusak rumah warga di Lubuk Minturun, Koto Tengah, Kota Padang. Bencana ini menyebabkan korban jiwa. 

“Terdapat 4 warga meninggal dunia akibat peristiwa tersebut. Beberapa rumah mengalami kerusakan saat kejadian berlangsung pada dini hari, sekitar pukul 04.00 WIB,” katanya. 

Jembatan Gunung Nago putus akibat banjir bandang yang terjadi di Kecamatan Pauh, Kota Padang, Kamis (27/11).

Selain banjir bandang di Lubuk Minturun, jembatan penghubung di Koto Luar, Kecamatan Pauh, Kota Padang, putus akibat struktur jembatan yang dihantam material yang hanyut terbawa arus banjir. 

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang masih memprioritaskan penanganan darurat, seperti evakuasi, pengamanan di lapangan yang berpotensi mengancam keselamatan warga dan pelayanan warga yang terdampak. 

Data Pusat Pengendalian Operasi BPBD Provinsi Sumbar mencatat cuaca ekstrem berdampak di 17 kelurahan di 7 kecamatan di Kota Padang. Cuaca ekstrem tersebut menyebabkan banjir, longsor dan sejumlah pohon tumbang di 14 titik. BPBD setempat masih melakukan pemutakhiran data dampak bencana hingga sore ini.  

Sementara itu, dalam rapat tingkat menteri yang diselenggarakan secara virtual sore ini, Wakil Gubernur (Wagub) Sumbar Vasko Ruseimy menyampaikan, jajarannya dari unsur organisasi perangkat daerah bersama TNI-Polri terus melakukan operasi penanganan darurat. 

“Data terakhir di Sumatra Barat, korban meninggal dunia sebanyak 12 orang dan warga terdampak sekitar 12.000 jiwa,” ujar Vasko. 

Pada kesempatan itu, Wagub menambahkan beberapa tantangan yang dihadapi di antaranya pembersihan material, akses komunikasi dan perbaikan darurat infrastrutkur vital. 

“Titik longsor di badan jalan yang amblas, pohon tumbang di beberapa kabupaten dan kota,” tambahnya. 

Terkait dengan penetapan status, Wakil Gubernur Sumbar menjelasan pihaknya telah menetapkan status tanggap darurat dan juga beberapa kabupaten dan kota yang terdampak cuaca ekstrem. Sejumlah wilayah akan menyusul dalam penetapannya, ujar Wagub. (***)

Jembatan Gunung Nago putus akibat banjir bandang yang terjadi di Kecamatan Pauh, Kota Padang, Kamis (27/11).
Jembatan Gunung Nago putus akibat banjir bandang yang terjadi di Kecamatan Pauh, Kota Padang, Kamis (27/11).
Jembatan Gunung Nago putus akibat banjir bandang yang terjadi di Kecamatan Pauh, Kota Padang, Kamis (27/11).
Kerusakan akibat banjir yang membawa material pohon dan lumpur di pemukiman rumah warga di wilayah Lubuk Minturun, Koto Tengah, Kota Padang, Sumatra Barat, pada Kamis (27/11)
Kerusakan akibat banjir yang membawa material pohon dan lumpur di pemukiman rumah warga di wilayah Lubuk Minturun, Koto Tengah, Kota Padang, Sumatra Barat, pada Kamis (27/11)
Kerusakan akibat banjir yang membawa material pohon dan lumpur di pemukiman rumah warga di wilayah Lubuk Minturun, Koto Tengah, Kota Padang, Sumatra Barat, pada Kamis (27/11)
Kerusakan akibat banjir yang membawa material pohon dan lumpur di pemukiman rumah warga di wilayah Lubuk Minturun, Koto Tengah, Kota Padang, Sumatra Barat, pada Kamis (27/11)
Kerusakan akibat banjir yang membawa material pohon dan lumpur di pemukiman rumah warga di wilayah Lubuk Minturun, Koto Tengah, Kota Padang, Sumatra Barat, pada Kamis (27/11)
Kerusakan akibat banjir yang membawa material pohon dan lumpur di pemukiman rumah warga di wilayah Lubuk Minturun, Koto Tengah, Kota Padang, Sumatra Barat, pada Kamis (27/11)

Dahysatnya Terjangan Banjir dan Longsor yang Melumpuhkan Aceh, Sumut dan Sumbar

EtIndonesia. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mendata dampak banjir dan tanah longsor yang melanda 3 provinsi di Sumatera periode Rabu (26/11) sampai Kamis (27/11) pukul 07.00 WIB. Data yang dirilis oleh Abdul Muhari, Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB begitu dahsyat banjir yang melumpuhkan Aceh, Sumut dan Sumbar. 

Bencana di Aceh 

Kejadian pertama banjir kembali melanda Kota Lhokseumawe, Provinsi Aceh, setelah hujan berintensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut secara terus-menerus sejak Senin (24/11) 2025, sekitar pukul 04.35 WIB. 

Curah hujan yang berlangsung lama menyebabkan debit air meningkat signifikan, sehingga sejumlah kawasan pemukiman terendam banjir. Genangan air dilaporkan merata di empat kecamatan, mencakup total 43 gampong, dan menjadi bencana yang mengganggu aktivitas warga setempat.

Wilayah yang terdampak paling luas berada di Kecamatan Banda Sakti dengan sejumlah gampong seperti Tumpok Teungoh, Simpang Empat, Lhokseumawe, Pusong Baru, Kampung Jawa Baru, Banda Masem, Hagu Barat Laut, Hagu Selatan, Hagu Teungoh, Kampung Jawa Lama, Keude Aceh, Kuta Blang, Lancang Garam, Mon Geudong, Pusong Lama, Ujong Blang, Ulee Jalan, hingga Uteun Bayi turut terendam. 

Kondisi serupa juga terjadi di Kecamatan Blang Mangat yang mencakup wilayah Mesjid Punteut, Blang Punteut, Kumbang Punteut, Rayeuk Kareung, Asan Kareung, Mane Kareung, Blang Buloh, Blang Weu Baroh, Alue Lim, Baloi, Blang Cut, dan Blang Teue. 

Sementara itu, Kecamatan Muara Dua dan Muara Satu juga tidak luput dari dampak banjir, dengan sejumlah gampong seperti Panggoi, Paya Bili, Uteun Kot, Gampong, Blang Poroh, Mns Mee, Cot Girek, Paya Punteut, Mns Alue, Mns Mesjid, Padang, Cot Tring, Paloh Dayah, Ujong Pacu, dan Blang Pulo yang turut terendam air.

Hingga saat ini, sekitar 100 kepala keluarga mengungsi ke lokasi yang lebih aman. Data tersebut masih dalam proses pendataan karena beberapa wilayah belum sepenuhnya terjangkau petugas. Kerugian materil akibat banjir pun belum dapat dipastikan secara menyeluruh mengingat kondisi air yang belum surut menghambat pendataan di lapangan.

Hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi selama beberapa hari terakhir, mengakibatkan banjir Kota Langsa, Provinsi Aceh. pada Selasa (25/11). Sumber foto: BPBD Kota Langsa.

Sebagai langkah tanggap darurat, BPBD Kota Lhokseumawe melakukan kaji cepat untuk mengidentifikasi kebutuhan mendesak dan dampak kerusakan. Koordinasi lintas sektor dengan instansi terkait telah dilakukan untuk mempercepat penanganan. Selain itu, posko siaga bencana didirikan di sejumlah titik strategis, lengkap dengan dapur umum yang menyediakan kebutuhan dasar bagi warga terdampak.

Penanganan banjir melibatkan berbagai unsur, antara lain BPBD Kota Lhokseumawe, Damkar, TNI, Polri, relawan ERPA, dan masyarakat setempat yang aktif membantu proses evakuasi serta penyaluran bantuan. Meski upaya penanganan terus dilakukan, laporan terkini banjir masih belum surut. Situasi ini mendorong seluruh pihak untuk tetap siaga dan memperkuat koordinasi hingga kondisi kembali normal.

Di wilayah Provinsi Aceh lainnya, kali  ini melanda Kabupaten Aceh Barat. Kejadian tersebut dipicu oleh hujan berintensitas tinggi yang mengguyur kawasan setempat, sehingga menyebabkan peningkatan debit air pada Daerah Aliran Sungai (DAS) Krueng Woyla dan Meureubo. Debit air yang tidak mampu ditampung aliran sungai akhirnya meluap pada Rabu, (26/11), sekitar pukul 10.00 WIB, dan merendam permukiman warga di empat kecamatan dengan sebaran mencapai 16 gampong.

Wilayah terdampak tersebar di Kecamatan Sungai Mas yang meliputi Gampong Kajeng, Geudong, Lancong, Tungkop, Leubok Beutong, Gleng, Gunong Buloh, dan Gaseu. Selain itu, Kecamatan Arongan Lambalek juga turut terdampak, terutama di Gampong Teupin Peuraho. Kondisi serupa terjadi di Kecamatan Woyla Timur yang meliputi Gampong Seuradeuk, Pasi Ara, Rambong, dan Baro. 

Sementara Kecamatan Pante Ceureumen dilaporkan terdampak di Gampong Canggai, Keutambang, serta Seumantok. Genangan air di beberapa wilayah tersebut mengganggu aktivitas warga, menutup sebagian akses jalan, dan menyulitkan mobilitas kendaraan.

Dampak banjir ini dirasakan oleh sedikitnya 183 kepala keluarga yang tercatat sebagai terdampak langsung, dan sekitar 33 kepala keluarga terpaksa mengungsi ke wilayah yang lebih aman. 

Tim SAR yang melakukan evakuasi di wilayah Kab. Pidie Jaya, pada Rabu pagi 26 November 2025 (Dok Basarnas)

Selain merendam permukiman, banjir juga mengakibatkan kerusakan material, di antaranya 183 unit rumah yang terendam, satu unit kantor camat yang terdampak, serta sedikitnya dua akses jalan yang tidak dapat berfungsi normal. Upaya pendataan masih terus dilakukan karena beberapa lokasi belum dapat dijangkau secara optimal.

Sebagai langkah penanganan awal, BPBD Kabupaten Aceh Barat segera menjalin koordinasi dengan instansi terkait serta pihak kecamatan dan desa untuk mempercepat proses pendataan, pemantauan, dan penanganan. Tim BPBD juga dikerahkan ke Kecamatan Sungai Mas menggunakan perahu karet untuk mengevakuasi warga yang masih terisolasi banjir. Selain itu, dapur umum didirikan bersama masyarakat di Gampong Geudong dan Gampong Tungkop untuk memenuhi kebutuhan logistik para pengungsi dan warga terdampak.

Penanganan bencana ini berlangsung dalam kerangka status siaga bencana hidrometeorologi yang telah ditetapkan melalui Keputusan Bupati Aceh Barat Nomor 98 Tahun 2025. Status tersebut berlaku selama 120 hari mulai 12 September hingga 31 Desember 2025, sebagai bentuk kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana yang meningkat akibat cuaca ekstrem. Sejumlah pihak terlibat dalam penanganan, termasuk BPBD Kabupaten Aceh Barat, TNI, Polri, UKM PK UTU, serta masyarakat yang turut membantu evakuasi dan pendistribusian bantuan.

Laporan terkini, DAS Krueng Woyla dan Meureubo masih mengalami peningkatan debit air. Akses dari Gampong Seumantok menuju kecamatan terputus, sementara jalur menuju Pasi Ara masih terendam banjir. Beberapa warga telah mengungsi ke Gampong Kubu Capang. Ketinggian air di Kecamatan Sungai Mas rata-rata mencapai sekitar 130 cm, meskipun variasi ketinggian terjadi antar gampong. Sementara kawasan sekitar Kecamatan Woyla Timur mencatat ketinggian air mendekati satu meter. 

Banjir masih merendam wilayah Kabupaten Aceh Utara hingga Kamis (27/11). Sebanyak 130 gampang yang berada di 17 kecamatan terdampak. Foto: BPBD Kab. Aceh Utara
Banjir masih merendam wilayah Kabupaten Aceh Utara hingga Kamis (27/11). Sebanyak 130 gampang yang berada di 17 kecamatan terdampak. Foto: BPBD Kab. Aceh Utara
Banjir masih merendam wilayah Kabupaten Aceh Utara hingga Kamis (27/11). Sebanyak 130 gampang yang berada di 17 kecamatan terdampak. Foto: BPBD Kab. Aceh Utara

Selain kejadian baru, berikut perkembangan kejadian bencana di wilayah Provinsi Aceh meliput Kabupaten Aceh Utara, Kabupaten Aceh Timur, Kabupaten Aceh Singkil, dan Kabupaten Bireuen

Wilayah Kabupaten Aceh Utara hingga saat ini belum menunjukkan tanda-tanda surut. Kondisi di lapangan masih sangat terbatas, ditandai dengan terputusnya jaringan komunikasi, padamnya aliran listrik PLN, serta lumpuhnya layanan kantor pemerintahan. Situasi ini berdampak pada lambatnya proses pendataan dan penanganan darurat.

Peristiwa banjir dipicu oleh hujan berintensitas sedang hingga lebat sejak 20 November 2025, menyusul hujan yang mulai turun merata pada (19/11). Curah hujan yang berlangsung selama 3–10 jam menyebabkan peningkatan volume air permukaan. Kondisi tersebut diperburuk oleh sistem drainase yang tersumbat, kapasitas saluran yang tidak memadai, serta limpasan air dari kawasan perbukitan, sehingga menggenangi permukiman penduduk, fasilitas umum, tambak, lahan pertanian, dan akses jalan.

Banjir tercatat berdampak pada 17 kecamatan dengan total 130 gampong. Wilayah terdampak mencakup antara lain Kecamatan Tanah Jambo Aye, Seunuddon, Baktya, Muara Batu, Langkahan, Syamtalira Aron, Samudera, Baktya Barat, Lapang, Dewantara, Matangkuli, Banda Baro, Lhoksukon, Pirak Timu, Sawang, dan Nibong.

Jumlah warga terdampak mencapai 2.668 kepala keluarga atau 4.441 jiwa, sementara 1.270 kepala keluarga atau 3.507 jiwa mengungsi ke tempat yang lebih aman. Kerusakan materiil meliputi 2.668 unit rumah terdampak, terdiri atas tiga unit rusak berat, 17 unit rusak sedang, dan enam unit rusak ringan yang masih dalam pendataan. Selain itu, banjir turut mengakibatkan abrasi pada satu ruas jalan utama, merendam sekitar 420 hektare lahan sawah, serta menenggelamkan 571 unit tambak di 15 gampong wilayah Kecamatan Seunuddon.

Upaya penanganan darurat dilakukan melalui siaga Pusdalops-PB BPBD Kabupaten Aceh Utara yang telah aktif di pos-pos masing-masing. Penanganan ini berlangsung dalam kerangka Status Siaga Darurat yang ditetapkan melalui Keputusan Bupati Aceh Utara Nomor 360/845/2025, berlaku mulai 23 November 2025 hingga 15 Januari 2026. Sejumlah kebutuhan mendesak masih diperlukan, antara lain alat berat untuk normalisasi aliran air, makanan pokok, serta bantuan logistik.

Perkembangan di Kabupaten Aceh Timur kembali terjadi  banjir setelah sebelumnya mulai surut. Kondisi ini dipicu oleh hujan deras yang berlangsung sejak (20/11), disertai angin kencang yang membuat beberapa sungai di wilayah tersebut meluap. Genangan air dengan ketinggian antara 10 hingga 40 sentimeter kini merendam pemukiman penduduk, sarana umum, serta infrastruktur dasar, sehingga menghambat aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat.

Dampak banjir tersebar luas hingga meliputi 17 kecamatan dengan total 124 gampong terdampak. Wilayah yang paling parah mencakup Kecamatan Simpang Ulim, Nurussalam, Madat, Julok, Pante Bidari, Indra Makmur, Ranto Peureulak, Birem Bayeun, Sungai Raya, serta sejumlah kecamatan lainnya. 

Pendataan menunjukkan  7.972 kepala keluarga atau 29.706 jiwa terkena dampak, dengan rincian sebaran korban yang sangat rinci di tiap gampong. Banyak di antara warga tersebut terpaksa meninggalkan rumah dan bertahan sementara di masjid, meunasah, serta rumah keluarga maupun tetangga, dengan jumlah pengungsi mencapai 920 KK atau 2.456 jiwa.

Selain korban terdampak, kerusakan materil juga cukup signifikan. Sedikitnya 7.972 unit rumah dilaporkan terendam banjir dan masih dalam proses verifikasi. Sementara itu, dua unit rumah mengalami rusak berat, satu unit rusak sedang, dua fasilitas ibadah dan tiga fasilitas pendidikan terdampak, termasuk ambruknya lining depan masjid. Infrastruktur jalan pun tidak luput dari kerusakan, dengan dua akses utama terputus dan satu jembatan mengalami kerusakan, disertai terdampaknya lahan persawahan serta satu kedai yang mengalami rusak berat.

Beralih ke Kabupaten Aceh Singkil, perkembangan terkini menunjukkan bahwa banjir belum surut. Kondisi ini merupakan dampak lanjutan dari hujan intensitas tinggi yang terjadi sejak (19/11), menyebabkan Sungai Lae Cinendang meluap dan menggenangi permukiman di tujuh kecamatan. Air yang terus bertambah membuat beberapa wilayah kini memasuki kategori kritis, terutama di desa-desa dengan kontur rendah yang menjadi jalur aliran banjir.

Jumlah warga terdampak terus bertambah seiring perluasan area banjir. Hingga laporan ini diterbitkan, sebanyak  6.579 KK atau 25.827 jiwa tercatat terdampak, dan 684 KK di antaranya telah mengungsi. Mayoritas pengungsi memilih tinggal sementara di rumah kerabat maupun fasilitas umum, mengingat kondisi rumah mereka yang terendam tidak memungkinkan untuk ditempati. Kecamatan Singkil merupakan wilayah dengan dampak terbesar, sementara beberapa desa lainnya masih dalam proses pendataan.

Kerugian materil 6.000 unit rumah terendam, disertai kerusakan pada sejumlah fasilitas pendidikan, ibadah, kesehatan, serta jaringan jalan. Sebagian akses transportasi terputus, termasuk jalur penghubung antardesa dan jalan nasional di Kecamatan Singkil Utara serta Danau Paris. Beberapa titik longsor telah berhasil dibersihkan, namun masih terdapat lokasi yang belum mendapatkan penanganan.

BPBD Kabupaten Aceh Singkil terus memperkuat respons darurat dengan menurunkan tim ke lapangan, melakukan asesmen lanjutan, dan menyediakan sarana evakuasi, termasuk perahu untuk menjangkau wilayah yang terendam lebih dalam. Penanganan ini dilaksanakan sesuai status siaga bencana hidrometeorologi yang ditetapkan pemerintah daerah dan masih berlaku hingga akhir Desember 2025.

Kondisi terkini, banjir di Kabupaten Bireuen belum surut. Air masih menggenangi beberapa permukiman. Jalan Desa Ara Lipeh menuju Dusun Alue Seumayam dan akses ke perkebunan warga sepanjang kurang lebih delapan meter belum mendapatkan perbaikan sehingga belum dapat dilalui dengan normal. Di Desa Lhok Mambang, sejumlah warga yang rumahnya terendam masih bertahan di meunasah sebagai tempat perlindungan sementara, menunggu kondisi air menurun. Situasi lapangan masih dinamis dan pemantauan terus dilakukan untuk mengantisipasi perkembangan lebih lanjut

Banjir merendam wilayah Kabupaten Aceh Barat sejak Rabu (26/11). Banjir dipicu luapan air sungai Krueng Woyla dan Meureubo setelah sebelumnya hujan deras turun di wilayah tersebut. Sebanyak 183 unit rumah dilaporkan terdampak. FOTO: BPBD KAB. ACEH BARAT
Banjir merendam wilayah Kabupaten Aceh Barat sejak Rabu (26/11). Banjir dipicu luapan air sungai Krueng Woyla dan Meureubo setelah sebelumnya hujan deras turun di wilayah tersebut. Sebanyak 183 unit rumah dilaporkan terdampak. FOTO: BPBD KAB. ACEH BARAT

Peristiwa ini terjadi pada Minggu, (23/11), sekitar pukul 02.00 WIB, ketika hujan deras mengguyur Kecamatan Makmur. Curah hujan tinggi tersebut menyebabkan luapan air yang kemudian menggenangi sejumlah wilayah, terutama di area pemukiman warga.

Banjir kali ini berdampak pada tiga kecamatan dan empat gampong, yakni Kecamatan Makmur yang meliputi Gampong Ulee Glee, Leube Me, dan Ara Lipeh, serta Kecamatan Samalanga dan Kecamatan Gandapura, dengan Gampong Lhoak Mambang menjadi salah satu lokasi yang mengalami dampak cukup signifikan. Berdasarkan data yang dihimpun sebanyak 956 kepala keluarga atau 2.272 jiwa terdampak, sementara 40 KK atau 100 jiwa lainnya terancam terisolasi karena akses yang mulai tertutup air.

Meskipun skala genangan tidak setinggi banjir besar lainnya di Aceh, kerugian materil tetap menjadi perhatian. Sebanyak 12 unit rumah tergenang dan 20 unit rumah terancam terisolir, dengan tinggi muka air (TMA) berkisar 20–30 sentimeter. Kondisi ini mengganggu aktivitas warga dan memperlambat mobilitas, terutama pada jalur desa yang terendam air.

Banjir dan longsor di Wilayah Sumatera Utara

Banjir bandang melanda Kabupaten Humbang Hasundutan, Provinsi Sumatera Utara. Peristiwa tersebut dipicu oleh curah hujan yang tinggi disertai angin kencang, sehingga aliran air meluap dan menghanyutkan material dalam volume besar. Musibah ini melanda wilayah Kecamatan Pakkat, tepatnya di Desa Panggugunan, pada Selasa, (25/11) sekitar pukul 18.00 WIB. Arus banjir bandang yang datang secara tiba-tiba membuat warga tidak sempat menyelamatkan diri maupun harta benda mereka, sehingga menimbulkan korban jiwa dan kerusakan fasilitas pemukiman.

Berdasarkan laporan yang dihimpun BNPB, sebanyak lima orang ditemukan meninggal dunia akibat terseret aliran banjir. Selain itu, empat orang masih dinyatakan hilang dan dalam proses pencarian. Tujuh orang mengalami luka berat dan dua lainnya mengalami luka ringan. Kejadian ini menyisakan kepanikan di kalangan warga, mengingat peristiwa tersebut berlangsung cepat dan melibatkan volume air serta material yang cukup besar.

Kondisi banjir yang melanda wilayah Kabupaten Padang Sidempuan, Provinsi Sumatera Utara pada Selasa (25/11). Sumber foto: BPBD Kabupaten Padang Sidempuan

Kerugian materiel yang ditimbulkan juga cukup signifikan. Sebanyak enam unit rumah mengalami rusak berat, satu unit fasilitas ibadah rusak ringan, dan satu akses jalan utama tertutup material longsoran sehingga menghambat mobilitas warga. Selain itu, lahan pertanian turut terdampak dan masih dalam pendataan untuk memastikan luas area yang rusak. Dampak ini memperlihatkan betapa derasnya arus banjir yang menyeret berbagai material hingga menjangkau kawasan pemukiman.

Sebagai respon cepat, BPBD Kabupaten Humbang Hasundutan bersama TNI, Polri, dan masyarakat melakukan evakuasi korban dengan dukungan alat berat berupa excavator guna membersihkan material yang menutup akses dan mencari korban yang belum ditemukan. Upaya lanjutan juga dilakukan dengan mendirikan dapur umum dan menyediakan tempat pengungsian sementara yang memanfaatkan rumah warga. Langkah ini dilakukan agar kebutuhan logistik para penyintas dapat terpenuhi sembari menunggu pemulihan kondisi.

Personel Basarnas Medan melalui Pos SAR Mandailing Natal melakukan evakuasi warga terjebak banjir di Desa Muara Batang Angkola Kec. Siabu Kab. Mandailing Natal, Sumut (dok BASARNAS)

Hingga kini, korban dengan luka berat tengah dirawat intensif di RSUD Doloksanggul. Tim gabungan masih berjibaku di lapangan, dan proses pencarian serta evakuasi korban hilang direncanakan akan dilanjutkan pada Kamis, (27/11). Situasi di lokasi kejadian masih dipantau secara berkala, sementara pihak berwenang terus mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi bencana susulan mengingat kondisi cuaca yang belum sepenuhnya stabil.

Wilayah lainnya, banjir di Kabupaten Deli Serdang, yang merendam permukiman warga dan areal persawahan. Curah hujan tinggi yang terjadi secara terus-menerus diperparah oleh pasangnya air laut, sehingga ketinggian air mencapai sekitar 20 hingga 60 sentimeter. Peristiwa banjir ini terjadi pada Rabu, (26/11), sekitar pukul 15.15 WIB, dan menyebabkan aktivitas masyarakat di beberapa wilayah terganggu.

Kondisi terkini, genangan air masih bertahan di sejumlah titik dengan ketinggian mencapai 20 hingga 60 sentimeter. Hingga kini belum ada tanda-tanda air mulai surut, sehingga pemerintah daerah tetap siaga dan terus melakukan pemantauan lanjutan untuk mengantisipasi dampak yang lebih luas.

Banjir tersebut melanda dua kecamatan, yakni Kecamatan Hamparan Perak di Desa Paluh Kurau, serta Kecamatan Labuhan Deli di Desa Karang Gading. Kedua wilayah ini menjadi titik konsentrasi genangan air yang merendam rumah warga, fasilitas umum, serta area pertanian. Kedalaman air yang terus meningkat membuat sebagian warga terpaksa mengungsi ke lokasi yang lebih aman.

Personel Basarnas Medan laksanakan evakuasi warga di Desa Pekan Besitang, Dusun Kampung Lama , Kecamatan Besitang, Kabupaten Langkat, pada Rabu (26/11/2025)

Dari hasil pendataan sementara, tercatat sebanyak 427 kepala keluarga atau sekitar 1.618 jiwa terdampak banjir ini. Rinciannya, Desa Paluh Kurau menyumbang 226 KK dengan 814 jiwa terdampak, sementara Desa Karang Gading mencatat 201 KK atau 804 jiwa terdampak. Selain itu, sekitar 814 jiwa memilih mengungsi ke masjid Jami’arida dan masjid Al-Falah yang berada di Desa Paluh Kurau. Proses pendataan masih berlangsung mengingat kondisi air yang belum sepenuhnya surut.

Kerugian materiel juga cukup signifikan. Sebanyak 427 unit rumah terendam banjir, diikuti kerusakan pada kurang lebih 1,19 hektare lahan persawahan. Beberapa fasilitas umum turut terdampak, meliputi satu unit fasilitas ibadah, empat unit fasilitas pendidikan, satu unit fasilitas kesehatan, serta satu kantor desa yang mengalami gangguan operasional akibat genangan air.

Sebagai langkah penanganan awal, BPBD Kabupaten Deli Serdang langsung berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat untuk mempercepat proses pendataan dan kaji cepat dampak banjir, termasuk kerusakan lahan pertanian. Pemerintah Kecamatan Hamparan Perak bersama Desa Paluh Kurau juga telah membuka dapur umum di beberapa titik untuk memenuhi kebutuhan pangan warga terdampak dan para pengungsi. Upaya ini dilakukan guna memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi selama masa tanggap darurat.

operasi SAR hari ke-3 terhadap bencana banjir dan tanah longsor di Kota Sibolga, Kabupaten Tapanuli Tengah, dan Kabupaten Tapanuli Selatan (Dok BASARNAS)
operasi SAR hari ke-3 terhadap bencana banjir dan tanah longsor di Kota Sibolga, Kabupaten Tapanuli Tengah, dan Kabupaten Tapanuli Selatan (Dok BASARNAS)

Penanganan banjir melibatkan berbagai unsur, di antaranya TRC BPBD Kabupaten Deli Serdang, pemerintah kecamatan di wilayah terdampak, serta pemerintah desa setempat yang turut membantu proses evakuasi dan distribusi bantuan. 

Di Kabupaten Pakpak Bharat, Provinsi Sumatera Utara, terjadi banjir bandang di beberapa lokasi pada Selasa, (25/11). Intensitas hujan yang tinggi menyebabkan aliran air meluap hingga merendam permukiman dan infrastruktur di lima kecamatan. Kondisi tersebut membuat warga tidak sempat melakukan antisipasi, sehingga banjir berlangsung cepat dan menimbulkan dampak yang cukup signifikan.

Wilayah yang terdampak mencakup Kecamatan Salak, Kerajaan, Tinada, Sitellu Tali Urang Julu, dan Sitellu Tali Urang Jehe. Banjir yang melanda secara serentak di sejumlah kecamatan ini menimbulkan gangguan aktivitas masyarakat. Akses transportasi di beberapa titik menjadi terhambat akibat genangan air dan material yang terbawa arus banjir.

Peristiwa ini mengakibatkan satu orang meninggal dunia, sementara jumlah korban terdampak lainnya masih dalam proses pendataan. Kerugian materiel yang tercatat sementara meliputi dua unit rumah mengalami rusak berat dan satu akses jalan rusak serta tidak dapat dilalui secara normal. Kondisi ini menyulitkan proses mobilisasi warga dan petugas menuju lokasi terdampak.

Sebagai respons awal, BPBD Kabupaten Pakpak Bharat telah menurunkan tim untuk melakukan evakuasi warga dan pendataan kerusakan di seluruh wilayah terdampak. Namun, kondisi medan yang cukup sulit serta akses yang terbatas membuat proses penanganan berlangsung secara bertahap. Situasi ini juga mendorong perlunya dukungan tambahan untuk mempercepat pemulihan.

Sejumlah kebutuhan mendesak telah diidentifikasi, antara lain tambahan personel, logistik, peralatan, alat komunikasi, dan pasokan listrik guna memperkuat penanganan di lapangan. Kebutuhan tersebut penting mengingat cakupan wilayah terdampak yang luas dan keterbatasan sumber daya di lokasi kejadian.

Proses penanganan dan pendataan masih berlangsung oleh BPBD Kabupaten Pakpak Bharat. Aparat dan petugas terus bekerja di lapangan untuk memastikan seluruh korban terdampak tertangani, serta memulihkan akses dan sarana yang rusak. Pemerintah daerah juga mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi bencana susulan yang mungkin terjadi akibat cuaca yang belum sepenuhnya stabil.

Selain kejadian baru, BNPB mengupdate kejadian bencana di Provinsi Sumatera Utara meliputi Kabupaten Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara, Tapanuli Selatan, Kota Padang Sidempuan, dan Mandailing Natal

Perkembangan kejadian banjir di Kabupaten Tapanuli Tengah. Berdasarkan update pada Kamis (27/11) pukul 03.45 WIB, banjir masih menggenangi sejumlah titik dengan dampak yang luas. Peristiwa ini merupakan akibat hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut sejak (17/11) hingga (24/11), sehingga memicu kenaikan debit air, meluapnya aliran sungai, serta longsor di beberapa lokasi.

Banjir melanda 11 kecamatan, yang mencakup 15 kelurahan dan 8 desa, yakni Kecamatan Pandan, Sarudik, Badiri, Kolang, Tukka, Lumut, Barus, Sorkam, Pinangsori, Sibangun, dan Tapian Nauli. Kawasan-kawasan tersebut mencakup Kelurahan Lubuk Tukko, Sibuluan Nauli, Sibuluan Raya, Pasar Baru, Sibuluan Nalambok, Pondok Batu, Pasir Bidang, Sarud, Lopian, Hutabalang, Pasar Terandam, Padang Masiang, Kolang Nauli, dan sejumlah desa seperti Aek Horsik, Sijago-jago, Gunung Kelambu, Lumut, Lumut Maju, Lumut Nauli, hingga Parjalihotan Baru. Kondisi geografis dan curah hujan yang tinggi membuat sebagian wilayah berada dalam zona rawan banjir dan tanah longsor.

Dari sisi korban, tercatat 4 jiwa meninggal dunia, sementara jumlah pengungsi dan korban luka masih dalam pendataan. Banjir ini berdampak pada 1.902 kepala keluarga, dengan distribusi terdampak terbesar berada di Kecamatan Kolang sebanyak 1.261 KK, disusul Kecamatan Sarudik 338 KK, Pandan 150 KK, Lumut 78 KK, Barus 65 KK, dan Tukka 10 KK. 

Kerusakan material juga cukup signifikan. Sebanyak 1.902 unit rumah terdampak, 1 unit fasilitas ibadah rusak, dan 4 unit fasilitas pendidikan terdampak, ditambah rusaknya beberapa sarana infrastruktur yang menghambat mobilitas warga dan aktivitas ekonomi. 

Di lapangan, BPBD Kabupaten Tapanuli Tengah bersama TNI, Polri, Dinas Sosial, Satpol PP, aparat kecamatan, serta perangkat desa/kelurahan terus melakukan penanganan darurat. Petugas membantu evakuasi warga, mengamankan barang-barang berharga, mengatur arus lalu lintas di titik genangan, membersihkan material longsor menggunakan alat berat, mendirikan tenda pengungsian, dan menyalurkan bantuan sembako kepada masyarakat terdampak. 

Wilayah lainnya, banjir di wilayah Kabupaten Tapanuli Utara tercatat mulai menurun di sejumlah titik, namun hujan deras kembali terjadi pada Rabu siang, (26/11), sehingga potensi kenaikan debit air masih tinggi. Di Kecamatan Purbatua, Tarutung, dan Siatas Barita, tinggi muka air telah turun menjadi sekitar 30 cm, namun akses utama Aeksiansimun–Siandor Andor masih putus akibat ambles sepanjang 20 meter, sementara dua jembatan belum dapat difungsikan. Total 69 KK masih tercatat terdampak banjir dan proses pendataan lanjutan terus dilakukan oleh petugas bersama pemerintah kecamatan.

Selain itu, bencana longsor yang meluas di lima kecamatan masih berlangsung hingga Kamis pagi, (27/11). Material longsoran menutup sejumlah ruas jalan di 11 desa, memutus akses utama menuju beberapa permukiman dan 19 KK mengungsi. Longsor juga menyebabkan 3 korban jiwa, 5 orang hilang, serta 4 unit rumah tertimbun. Jalur alternatif Pangaribuan–Silantom menjadi satu-satunya rute yang dapat digunakan setelah sebagian ruas jalan utama tidak dapat dilalui.

Upaya penanganan dilakukan secara paralel oleh BPBD Tapanuli Utara bersama unsur TNI, Polri, Dinas PUTR, Dinas Perhubungan, kecamatan, desa, dan relawan. Pembersihan material longsor dikerahkan menggunakan alat berat, sementara TRC BPBD menurunkan perahu fiber untuk evakuasi di wilayah banjir. Di tengah proses ini, pemadaman listrik total menyebabkan komunikasi menjadi sangat terbatas, menyulitkan koordinasi dan mobilisasi peralatan ke lokasi terdampak.

Sebagai dasar percepatan penanganan, pemerintah daerah telah menetapkan Status Tanggap Darurat selama 14 hari, mulai 25 November hingga 9 Desember 2025 melalui SK Bupati Nomor 552 Tahun 2025. Petugas di lapangan kini fokus membuka akses darat yang terputus, melanjutkan pendataan kerusakan, serta memastikan jalur logistik tetap tersedia untuk masyarakat terdampak.

Perkembangan kejadian bencana di Kabupaten Tapanuli Selatan dampak banjir dan tanah longsor masih meluas dan penanganan di lapangan terus berlangsung. Hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi yang kembali turun sepanjang hari membuat ketinggian air di sejumlah wilayah tetap signifikan dan proses evakuasi serta pendataan belum selesai. Wilayah terdampak kini mencakup 11 kecamatan, dengan 5 desa dan 2 kelurahan mengalami gangguan serius terhadap akses permukiman, infrastruktur, serta aktivitas warga.

Sebaran lokasi meliputi Kecamatan Angkola Sangkunur (Desa Simataniari dan Kelurahan Rianiate), Kecamatan Batang Angkola (Kelurahan Sidadi II), Kecamatan Batang Angkola Selatan (Desa Gua Asom), Kecamatan Batang Toru (Desa Garoga), Kecamatan Muara Batang Toru (Desa Huta Raja), Kecamatan Marancar (Desa Aek Sabaon), serta Kecamatan Sipirok, Angkola Barat, Angkola Selatan, Sayur Matinggi, dan Tanah Timbangan Angkola. Di Kecamatan Angkola Sangkunur, tinggi muka air tercatat mencapai 162 cm, sedangkan di Kecamatan Batang Angkola berada pada 10–20 cm, sementara kecamatan lainnya masih dalam proses pendataan kondisi lapangan.

material longsor yang dipicu oleh cuaca ekstrem di Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara, Kamis (27/11). FOTO: BPBD Kabupaten Humbang Hasundutan

Dampak terhadap penduduk tercatat sangat signifikan. Hingga pembaruan ini dirilis, 15 jiwa meninggal dunia, 58 mengalami luka-luka, sementara data korban hilang masih dihimpun. Selain itu, sekitar 3.000 kepala keluarga mengungsi dan jumlahnya diperkirakan masih bertambah. Kerusakan materiel meliputi 12 rumah rusak berat, 6 rumah rusak sedang, 312 rumah rusak ringan, serta 1 fasilitas pendidikan terdampak, dengan penyebaran kerusakan dominan pada kawasan yang berada dekat aliran sungai dan permukiman rawan longsor.

BPBD Kabupaten Tapanuli Selatan telah melakukan asesmen di lokasi terdampak serta berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan unsur pendukung, termasuk TNI, Polri, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Basarnas, dan relawan. Di tengah kondisi yang belum stabil, kebutuhan mendesak telah diinventarisasi, antara lain 3.000 paket sembako, 200 family kit, 200 kitchen kit, 5 tenda pengungsi, 50 tenda keluarga, 500 kasur lipat selimut, 5 perahu karet, 10 chainsaw, 100 paket alat kebersihan, serta 500 porsi makanan siap saji untuk mendukung pengungsian dan pemulihan awal.

Sebagai dasar pelaksanaan penanganan, status tanggap darurat ditetapkan selama 14 hari, mulai Selasa, (25/11), sementara proses administrasi surat keputusan bupati masih berjalan. Dengan cuaca yang masih tidak stabil dan risiko bencana susulan belum menurun, masyarakat diimbau tetap waspada dan mengikuti arahan petugas di lapangan.

Beralih ke Kota Padang Sidempuan, perkembangan terkini dampak banjir yang semakin luas di tiga kecamatan, dengan ribuan warga masih terdampak dan proses pencarian satu korban hilang yang terseret arus sungai terus dilakukan oleh tim SAR. 

Wilayah terdampak meliputi 7 kelurahan yang tersebar di Kecamatan Padang Sidempuan Selatan (Kelurahan Hanopan Sibatu, Sidangkal, Ujung Padang, dan Wek IV LK), Kecamatan Padang Sidempuan Utara (Kelurahan Losung), serta Kecamatan Padang Sidempuan Hutaimbaru (Kelurahan Sabungan dan Lubuk Raya). Jumlah warga terdampak tercatat mencapai 240 KK atau 870 jiwa, dengan konsentrasi tertinggi di Kelurahan Ujung Padang dan Kelurahan Sabungan yang masing-masing mencatat 80 KK atau 300 jiwa.

Kerusakan materil masih dalam proses pendataan, namun laporan awal menunjukkan 240 unit rumah dan satu fasilitas ibadah terdampak banjir. Di lapangan, BPBD Kota Padang Sidempuan terus melakukan asesmen, memperingatkan masyarakat terkait potensi banjir lanjutan, serta mengaktifkan posko utama di Kantor Wali Kota. Sejumlah lokasi seperti Kelurahan Hanopan, Sabungan, Ujung Padang, Sidangkal, dan Losung telah dijadikan titik pengungsian dan dapur umum.

Kondisi banjir terkini di Kabupaten Mandailing Natal masih belum surut dan terus memberikan dampak signifikan terhadap akses wilayah serta pemukiman warga. Sejumlah titik masih terendam, termasuk Desa Muara Batang Angkola di Kecamatan Siabu, yang hingga Rabu, (26/11) masih berada dalam genangan dengan ketinggian air mencapai 1 meter. Di Kecamatan Hutabargot, kondisi infrastruktur belum pulih sepenuhnya, di mana Jembatan Huta Bargot hanya dapat diakses kendaraan roda dua, sehingga mobilisasi logistik dan bantuan menjadi terbatas.

Operasi pencarian korban hilang masih berlangsung, sementara evakuasi pohon tumbang telah selesai dilakukan sehingga akses jalan kembali normal. Kebutuhan mendesak yang saat ini teridentifikasi antara lain bahan pangan, gas, minyak goreng, sayur, telor, tomat, serta dukungan dapur umum untuk memastikan pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak. Banjir ini terjadi pada Minggu, (23/11), setelah hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan anak Sungai Aek Dolok dan aliran air di kawasan Desa Sayurmaincat meluap dan menggenangi permukiman serta lahan persawahan. Dampaknya kemudian meluas ke berbagai wilayah yang berada di daerah aliran sungai.

Hingga saat ini, banjir di 9 kecamatan dengan total 23 desa terdampak. Wilayah tersebut mencakup Kecamatan Hutabargot (Hutarimbaru, Binaga, Sayurmaincat, Bangun Sejati, Mondan), Kecamatan Muara Batang Gadis (Lubuk Kapundung I, Lubuk Kapundung II, Hutarimbaru, Ranto Panjang), Kecamatan Siabu (Tangga Bosi, Muara Batang Angkola), Kecamatan Panyabungan Barat (Barbaran Jae, Batang Gadis), Kecamatan Ranto Baek (Simpang Talap), Kecamatan Batahan (Batahan III, Batahan IV, Batu Sondat), Kecamatan Natal (Patiluban Mudik, Patiluban Hilir, Bonda Kase, Kampung Sawah, Sikara Kara VI), serta Kecamatan Batang Gadis dan Panyabungan Selatan.

Data terdampak mencatat 776 kepala keluarga dengan konsentrasi terbesar berada di Desa Lubuk Kapundung II (250 KK), Lubuk Kapundung I (200 KK), dan Desa Hutarimbaru (70 KK). Sementara itu, Kecamatan Panyabungan Barat menambahkan 20 KK dalam daftar warga terdampak. Kerusakan yang teridentifikasi meliputi 776 unit rumah, 14 unit rumah rusak berat, 1 fasilitas pendidikan terdampak, 1 jembatan rusak, serta 85 hektare lahan pertanian yang ikut terendam air. 

BNPB menghimbau masyarakat di wilayah rawan banjir dan longsor untuk selalu waspada. Masyarakat diminta segera mengevakuasi diri ke lokasi aman jika terdampak, mengikuti arahan petugas di lapangan, serta memanfaatkan posko pengungsian dan dapur umum yang telah disiapkan oleh BPBD bersama TNI, Polri, dan relawan. Selalu jaga kebersihan dan kesehatan, hindari genangan air banjir, serta terus pantau informasi terbaru dari sumber resmi untuk keselamatan diri dan keluarga. 

Bencana di Sumbar 

Bencana hidrometeorologi basah di wilayah Sumatera, salah satunya di Provinsi Sumatra Barat (Sumbar), menjadi perhatian pemerintah pusat. Sejumlah daerah dilanda banjir dan longsor akibat cuaca ekstrem yang dipicu adanya bibit siklon tropis 95B. Bantuan diberikan BNPB untuk penanganan darurat.

Kunjungan kerja Sekretaris Utama BNPB Dr. Rustian pada wilayah terdampak banjir dan longsor di Kabupaten Padang Pariaman, Rabu (26/11). Salah satunya peninjauan jalan Jambak-Lubuk Simantung, Kecamatan Lubuk Alung, Padang Pariaman, Sumatra Barat.

Sekretaris Utama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Dr. Rustian memberikan bantuan darurat kepada warga terdampak di Kabupaten Padang Pariaman dan Pesisir Selatan, Sumbar. 

Bantuan secara simbolis diserahkan Sekretaris Utama kepada pemerintah daerah di lokasi bencana pada hari ini, Rabu (26/11). Dukungan ini untuk mempercepat penanganan darurat, khususnya kebutuhan dasar yang diperlukan mereka yang terdampak langsung bencana. 

Kerusakan akibat banjir yang membawa material pohon dan lumpur di pemukiman rumah warga di wilayah Lubuk Minturun, Koto Tengah, Kota Padan, Sumatra Barat, pada Kamis (27/11)

“Empat hari hujan berturut-turut, ini hampir seluruh kabupaten-kota di Sumatra Barat, terkena banjir dan longsor. Cuaca memang sangat ekstrem sehingga ini menyebabkan banjir dan longsor. Ini mengakibatkan banyaknya warga yang mengungsi dan rusaknya infrastruktur,” ujar Rustian saat berada di Padang Pariaman didampingi wakil bupati setempat. 

Saat berada di Padang Pariaman, Sekretaris Utama BNPB melihat infrastruktur jalan yang putus karena tergerus air maupun amblas. Salah satunya ruas jalan Jambak-Lubuk Simantung di Nagari Salibutan Korong Sakayan, Kecamatan Lubuk Alung.  Tampak badan jalan sepanjang 200 meter putus. 

Petugas BPBD Kota Solok melakukan evakuasi warga terdampak banjir, Kamis (27/11). Sumber BPBD Kota Solok

“Selain itu, jembatan, seperti yang disampaikan Bupati Padang Pariaman, dan juga beberapa sekolah yang rusak akibat banjir dan longsor, masjid dan musala di 13 kabupaten-kota,” tambahnya. 

Setelah meninjau beberapa titik yang terdampak banjir dan longsor, Sekretaris Utama BNPB dan Wakil Gubernur Sumbar bertolak menuju Kabupaten Pesisir Selatan untuk melihat secara langsung kondisi pascabencana dan bertemu dengan warga yang terdampak banjir.  (***)

Banjir dan Tanah Longsor Menerjang 12 Kabupaten/Kota di Sumut : 43 Orang Meninggal Dunia, 81 Terluka, dan 88  Hilang

EtIndonesia. Banjir dan tanah longsor menerjang 12 Kota/Kabupaten di Sumatera Utara. Laporan yang dirilis oleh Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Utara  per Kamis (27/11/2025)  menyebutkan,  sebanyak 43 Orang  meninggal dunia, 81 Terluka, dan 88  hilang.

Adapun 12 kabupaten/kota yang terdampak adalah  Serdang Bedagai, Langkat, Nias, Nias Selatan (Nisel), Mandailing Natal, Pakpak Bharat, Tapanuli Tengah (Tapteng), Tapanuli Utara (Taput), Tapanuli Selatan (Tapsel), Humbang Hasundutan (Humbahas), Padangsidimpuan, hingga Kota Sibolga.

“Gelombang bencana ini mengakibatkan 212 korban terdiri dari 43 meninggal dunia, 81 luka-luka serta 88 orang masih dalam pencarian,” ujar Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Ferry Walintukan dalam keterangan kepada wartawan. 

Ia menjelaskan, data yang dipublikasikan tersebut merupaka data per pukul 12.30 WIB, pada  Kamis (27/11). Laporan ini juga disampaikan oleh Kapolda Sumut kepada Kapolri.  

Selain itu, pihak kepolisian mencatat  221 kejadian bencana meliputi tanah longsor, banjir, pohon tumbang hingga puting beliung di 12 kabupaten/kota.

Berikut rincian yang korban di wilayah Polda Sumut : 

  1. Padangsidimpuan, 1 meninggal dunia.
  2. Pakpak Bharat, 2 meninggal dunia
  3. Tapanuli Selatan, 17 meninggal dunia dan 73 luka-luka
  4. Tapanuli Tengah, 4 meninggal dunia dan 3 orang hilang
  5. Tapanuli Utara, 9 meninggal dunia, luka-luka 1 dan 31 orang hilang.
  6. Humbang Hasundutan, 2 meninggal dunia, 4 luka-luka dan 5 orang hilang.
  7. Nias Selatan, 1 meninggal dunia
  8. Sibolga, 7 meninggal dunia, 7 luka-luka dan 47 orang hilang.

Laporan terkini menunjukkan jumlah wilayah yang terdampak banjir dan longsor juga bertambah yakni Langkat, Padangsidimpuan, Nias Selatan, dan Serdang Bedagai. 

Ferry menyebutkan, Polda Sumut saat ini menunggu dukungan helikopter Mabes Polri untuk mempercepat pengiriman bantuan serta evakuasi khususnya ke lokasi-lokasi yang tidak dapat dijangkau kendaraan darat. 

Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Humbang Hasundutan, BPBD Provinsi Sumatera Utara, serta unsur TNI–Polri dan relawan untuk memastikan percepatan penanganan di lapangan.

Sebelumnya, BNPB juga mengimbau kepada pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana hidrometeorologi basah yaitu banjir, tanah longsor dan angin kencang yang disebabkan adanya Siklon Tropis KOTO di perairan Laut Sulu dan Bibit Siklon 95B yang terdeteksi di Selat Malaka.

Bibit Siklon 95B dapat memicu hujan sedang hingga lebat di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Riau, disertai angin kencang di Aceh dan Sumatera Utara.  (***)

49 Tahun Taiwan Technical Mission Hadir di Indonesia, Dorong Peningkatan Kesejahteraan dan Petani Rasakan Dampak yang Nyata

EtIndonesia. Dalam rangka  49 tahun pelaksanaan kerja sama pertanian antara Taiwan dan Indonesia serta menampilkan hasil dari berbagai proyek yang sedang berjalan, Taiwan Technical Mission (TTM) menggelar acara “Bridging the Past and the Future: A New Chapter of Technical Cooperation in Indonesia” di Jakarta, pada Kamis, (27/11/2025). 

Acara ini akan dihadiri oleh pejabat tinggi Kementerian Pertanian Republik Indonesia, anggota DPR RI, perwakilan pemerintah daerah, serta para mitra kerja jangka panjang untuk bersama-sama meninjau perjalanan kerja sama bilateral dan menyaksikan penguatan hubungan kemitraan pertanian antara Taiwan dan Indonesia.

Ketua Taipei Economic and Trade Office (TETO) di Indonesia, Bruce Hung mengatakan, merupakan suatu kehormatan bagi Taiwan untuk merayakan berbagai keberhasilan pertanian yang telah dibangun bersama dengan Indonesia melalui kerja sama erat selama bertahun-tahun. Apalagi, kata dia, sejak TTM didirikan di Indonesia pada  1976, kedua pihak telah saling belajar dan bersama-sama merasakan kemajuan yang dicapai para petani di berbagai wilayah Indonesia.

Bruce Hung Kepala TETO Indonesia (Dok TETO)

Bruce Hung merinci sejumlah keberhasilan yang telah dicapai. Di Karawang, para petani setempat berhasil meningkatkan teknik budidaya serta mutu produk mereka dengan dukungan dari TTM. Hasilnya, pasokan sayuran kini lebih lancar dikirim ke pasar-pasar di Jakarta, sehingga pendapatan petani meningkat secara signifikan. Di Sumatera Utara, kerja sama kita difokuskan pada peningkatan hasil dan kualitas produksi bawang putih dan bawang merah.

Ia juga mengatakan, ketika meningkatnya tantangan ketahanan pangan global, Presiden Prabowo Subianto secara aktif mendorong kebijakan nasional Indonesia terkait swasembada pangan. Sejalan dengan arah tersebut, langkah kongkrit yang akan dilakukan sudah akan diterapkan dalam waktu dekat. 

“Taiwan akan meluncurkan dua proyek baru bersama Indonesia tahun depan, masing-masing di Sulawesi Selatan dan Jawa Barat. Proyek-proyek ini akan berfokus pada benih jagung dan produksi sayuran untuk memperkuat sistem pemasaran,” katanya. 

Kao Hsiang Tai, leader Misi Teknis Taiwan di Republik Indonesia (Foto : Asari)

Berbicara mengenai persahabatan mendalam antara Taiwan dan Indonesia, kedua pihak perlu menyadari  bahwa hampir 400.000 sahabat dari Indonesia kini tinggal, belajar, dan bekerja di Taiwan. Mereka adalah tetangga, rekan kerja, sekaligus keluarga bagi Taiwan.  Bahkan, kehadiran mereka mempererat hubungan yang melampaui kerja sama antarpemerintah—hubungan yang berpijak pada kedekatan antarmanusia yang hangat dan tulus.

“Ke depan, Taiwan berkomitmen menjadi mitra yang dapat diandalkan dalam pembangunan Indonesia. Kami sangat terbuka untuk menjajaki peluang kerja sama di bidang pertanian, teknologi, pendidikan, pengembangan sumber daya manusia, dan banyak bidang lainnya,” harapnya. 

“Sebagai anggota komunitas global yang aktif dan bertanggung jawab, Taiwan siap membantu, dan saya percaya Indonesia mampu memimpin. Semoga persahabatan antara Taiwan dan Indonesia terus berkembang. Mari kita melangkah maju bersama,” imbuhnya. 

Anggota Komisi IV DPR RI, Daniel Johan mengapresiasi kerjasama yang sudah berlangsung yakni penempatan putra dan putri Indonesia magang di Taiwan. Ia juga menyebutkan  adanya peserta magang asal Kalimantan Barat yang mana bisa membantu kelompok tani secara teknik. 

Meski demikian, ia mendorong melakukan langkah yang lebih besar dan strategis disamping sejumlah program yang sudah berlangsung. Langkah yang dimaksud Daniel Johan adalah menjawab tantangan global yakni meningkatkan produktivitas pangan. 

“Jumlah penduduk makin besar, produktivitas semakin menurun, kalau Indonesia tidak mengantisipasi dunia pertanian dengan baik, satu titik tak ada lagi petani, karena produknya kalah bersaing,” katanya. 

Ia juga mendorong agar peran strategis yang dimiliki Taiwan dengan besarnya lahan subur di Indonesia, selanjutnya bisa berkontribusi lebih besar dalam menjadikan Indonesia tak hanya menjadi lumbung pangan untuk lokal. 

“Jadi, dengan kerjasama strategis Taiwan-Indonesia menjadikan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia, di sanalah peran yang kita harapkan,” katanya. 

Profesor Dr. Yunus dari Universitas Hasanuddin (UNHAS) akan menyampaikan presentasi utama berjudul “Bridging the Past and the Future: The Impact and New Chapter of Collaboration between Hasanuddin University and the Taiwan Technical Mission in South Sulawesi.”

Dalam paparannya, Yunus akan mengulas hasil luar biasa dari proyek benih padi di Sulawesi Selatan serta memperkenalkan proyek baru pengembangan benih jagung, yang melambangkan langkah baru dalam kerja sama dan inovasi pertanian antara Indonesia dan Taiwan, membuka babak baru dalam pertukaran teknologi dan pengembangan varietas unggul.

Selain sesi utama, acara ini juga akan menampilkan inovasi terbaru di bidang pertanian cerdas, termasuk sistem pemantauan data lahan dan penerapan teknologi drone dalam manajemen pertanian.

Sesi sore akan berfokus pada dua proyek utama, yaitu “Proyek Peningkatan Produksi dan Pemasaran Bawang Putih dan Bawang Merah di Sumatera Utara” serta “Proyek Penguatan Sistem Pemasaran Sayuran dan Buah di Karawang.”

Selain itu, para guru sekolah pertanian dan perwakilan petani muda akan berbagi pengalaman mereka secara langsung, memperlihatkan kontribusi nyata Taiwan dalam membantu modernisasi dan peningkatan rantai nilai pertanian di Indonesia.

Acara ini tidak hanya menjadi momen untuk meninjau kembali upaya dan kontribusi Taiwan Technical Mission selama hampir setengah abad di Indonesia, tetapi juga menegaskan semangat co-creation (penciptaan bersama), shared prosperity (kemakmuran bersama), dan mutual progress (kemajuan bersama) yang menjadi dasar kerja sama Taiwan–Indonesia.

TTM  berharap melalui acara ini dapat menyampaikan pesan kepada berbagai pihak bahwa Taiwan Technical Mission adalah mitra yang tepercaya dan berjangka panjang dalam pembangunan pertanian Indonesia, serta akan terus bekerja sama dalam mendorong inovasi dan pembangunan berkelanjutan demi masa depan pertanian Indonesia yang lebih maju. (***)

Vanvera – Aksesori Penetral Kentut Aneh yang Digunakan oleh Bangsawan Abad ke-17

EtIndonesia. Vanvera adalah aksesori aneh yang terutama dikenakan oleh bangsawan wanita yang memungkinkan mereka buang gas secara diam-diam selama acara sosial.

Asal-usul dan sejarah vanvera diselimuti misteri; beberapa sumber mengklaim bahwa alat ini dapat ditelusuri kembali ke Mesir kuno, sementara yang lain mengklaim terinspirasi oleh kreativitas Romawi, tetapi tidak ada bukti nyata bahwa penemuan peredam gas ini berakar pada sejarah kuno.

Semua orang tampaknya sepakat bahwa vanvera digunakan oleh bangsawan pada masa itu, terutama para wanita yang dapat dengan mudah menyembunyikannya di balik gaun mereka yang besar dan rumit.

Vanvera yang dipamerkan di Museum Mesin Seks di Praha terdiri dari kantong kulit yang terhubung ke bokong pemakainya, meredam kentut dan menampung gas berbau busuk selama acara sosial. Kemudian, kantong tersebut dapat dikosongkan secara diam-diam dengan menekannya.

Venezia Today menulis bahwa vanvera digunakan di kota Italia tersebut pada abad ke-17, dan tersedia dalam beberapa jenis. Ada tabung kecil yang dikenakan perempuan di balik rok mereka, dan alat yang lebih besar dan lebih rumit yang terdiri dari serangkaian pipa yang menyalurkan gas para bangsawan dari bawah selimut tempat tidur mereka, melalui jendela, ke luar.

Liekki Pieru menulis tentang jenis vanvera yang berbeda, sebuah kotak logam kecil yang dapat dipasang di pakaian dalam pemakainya. Kotak itu diisi dengan herba aromatik kering – lavender, rosemary, sage – dan ketika gas melewatinya, dia menjadi “beraroma seperti angin sepoi-sepoi dari ladang Provence”. Vanvera jenis ini tidak meredam suara kentut, sehingga tidak sepopuler desain karung kulit.

Vanvera hanyalah salah satu dari sekian banyak penemuan tak dikenal yang dilupakan kebanyakan orang, tetapi sesungguhnya dia berbicara banyak tentang kreativitas luar biasa spesies kita. (yn)

Pria Menyamar Sebagai Almarhum Ibunya untuk Terus Menerima Uang Pensiun

EtIndonesia. Seorang pria di Italia dituduh melakukan penipuan setelah tertangkap basah menyamar sebagai almarhumah ibunya saat mencoba memperbarui kartu identitas ibunya agar dapat terus menerima uang pensiun.

Penipuan pensiun cukup umum di Italia, dengan puluhan orang ditangkap setiap tahun karena menyamar sebagai orang yang telah meninggal untuk menerima uang pensiun. Namun, beberapa orang melakukan berbagai cara untuk mempertahankan penampilan dan uang yang mengalir. Contohnya, seorang pria mantan perawat berusia 57 tahun yang menganggur menyamar sebagai almarhumah ibunya untuk memperbarui kartu identitasnya dan dengan demikian terus menerima uang pensiunnya.

Penyelidik yakin bahwa Graziella Dall’Oglio meninggal karena sebab alami pada usia 82 tahun, di Kota Borgo Virgilio, dekat kota Mantua. Namun, putranya, yang namanya tidak diungkapkan oleh media, tidak pernah menyatakan kematiannya, melainkan mengawetkan jenazahnya di rumah keluarga dan menyamar sebagai ibunya selama tiga tahun agar dapat terus menerima uang pensiunnya.

Selama tiga tahun, tak seorang pun bertanya, dan putranya itu terus menerima uang pensiun ibunya. Namun, rencananya gagal awal bulan ini ketika dia terpaksa memperbarui kartu identitas ibunya yang telah kedaluwarsa. Karena di Italia, pemilik dokumen yang telah kedaluwarsa harus memperbaruinya sendiri, secara langsung, pria berusia 57 tahun itu tak punya pilihan selain menyamar sebagai perempuan tua dan datang ke kantor catatan sipil.

Rekaman kamera pengawas menunjukkan tersangka mengemudi ke kantor catatan sipil – Graziella tidak mengemudi – lalu berjalan ke gedung kantor dengan mengenakan pakaian perempuan. Seperti Robin Williams dalam Mrs. Doubtfire, pria berusia 57 tahun itu mengenakan wig, alas bedak, cat kuku, pakaian perempuan, dan perhiasan, tetapi terlepas dari usahanya yang terbaik, dia tetap terlihat mencolok.

Menurut media Italia, rambut gelap di tengkuk, tangan, dan dagulah yang pertama kali menarik perhatian petugas kantor catatan sipil. Setelah menyadari ada yang tidak beres, seorang karyawan menghubungi pihak berwenang, dan penipu pensiun itu pun terbongkar.

Setelah menggeledah rumah pria tersebut di Borgo Virgilio, polisi menemukan tubuh mumi Graziella Dall’Oglio yang disembunyikan di dalam lemari kecil dan dibungkus dengan dua kantong tidur. Diyakini bahwa putranya menggunakan pengalamannya sebagai mantan perawat untuk mengekstrak darah dan cairan tubuh dari tubuhnya agar tidak membusuk.

Diperkirakan pria tersebut memiliki pendapatan tahunan sebesar €53.000 (sekitar Rp 874 juta) yang diperoleh dari gabungan pembayaran pensiun ibunya dan pendapatan dari tiga rumah keluarga.

Pria berusia 57 tahun itu kini dituduh melakukan penipuan pensiun dan menyembunyikan mayat, di antara tuduhan lainnya. (yn)

Trump Mengatakan Akan Bertemu Putin dan Zelenskyy ‘Hanya Setelah Kesepakatan Ukraina Final’

EtIndonesia. Presiden Donald Trump mengutus negosiator senior untuk pertemuan tingkat tinggi tambahan dengan Rusia dan Ukraina, tetapi mengatakan dia hanya bersedia bertemu dengan para pemimpin negara-negara tersebut jika perundingan menghasilkan pakta yang sejauh ini sulit dicapai untuk mengakhiri perang.

“Rencana Perdamaian 28 Poin awal, yang dirancang oleh Amerika Serikat, telah disempurnakan, dengan masukan tambahan dari kedua belah pihak, dan hanya ada beberapa poin ketidaksepakatan yang tersisa” dengan “kemajuan luar biasa” yang dicapai selama seminggu terakhir, kata Trump dalam sebuah unggahan media sosial pada hari Selasa, merujuk pada proposal minggu lalu yang memicu kemarahan warga Ukraina dan Eropa.

Trump mengatakan Utusan Khusus Steve Witkoff akan bertemu dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin di Moskow kemungkinan minggu depan, dan mungkin akan didampingi oleh menantunya, Jared Kushner. Sekretaris Angkatan Darat Dan Driscoll – yang telah bertemu dengan Rusia di Abu Dhabi – diarahkan untuk berbicara dengan Ukraina. Trump mengatakan kepada wartawan bahwa dia tidak memiliki tenggat waktu untuk mencapai kesepakatan.

“Saya berharap dapat segera bertemu dengan Presiden Zelenskyy dan Presiden Putin, tetapi HANYA ketika kesepakatan untuk mengakhiri Perang ini FINAL atau, dalam tahap akhir,” kata Trump dalam unggahan media sosialnya.

Dorongan Trump ini muncul di tengah optimisme Gedung Putih tetapi juga keraguan internasional tentang apakah kesepakatan itu akan tercapai, dan meskipun laporan sebelumnya menunjukkan kesepakatan sudah dekat.

Namun, hanya sedikit yang menunjukkan bahwa kemajuan yang dicapai antara AS dan Ukraina akan terhindar dari jebakan yang sama seperti putaran sebelumnya: Apa yang memuaskan Ukraina kemungkinan besar akan menjadi pemecah kesepakatan bagi Rusia, dan sebaliknya.

Trump, yang berbicara di atas Air Force One Selasa malam, berusaha meredam kekhawatiran bahwa rencananya terlalu menguntungkan Moskow dengan meminta Ukraina untuk menyerahkan wilayah yang saat ini mereka kuasai.

“Pada akhirnya, wilayah itu, dalam beberapa bulan ke depan, mungkin akan tetap didapatkan oleh Rusia,” kata Trump. “Jadi, apakah Anda ingin berperang dan kehilangan 50, 60.000 orang lagi? Atau apakah Anda ingin melakukan sesuatu sekarang?”

Dia juga mengisyaratkan Kremlin membuat konsesi: “Mereka berhenti berperang dan tidak akan merebut tanah lagi.”

Komentar-komentar tersebut dapat memicu lebih banyak keresahan di Kyiv dan ibu kota Eropa, di mana kekhawatiran tinggi bahwa Trump dan Witkoff telah mengakomodasi keinginan Putin melalui negosiasi. Kekhawatiran itu mungkin semakin diperparah oleh pernyataan Trump bahwa Eropa akan “sangat terlibat” dalam memberikan jaminan keamanan.

Keengganan presiden AS untuk terlibat secara pribadi dalam memediasi perundingan juga dapat mempersulit tercapainya kesepakatan. Para pejabat Ukraina telah mengisyaratkan keinginan untuk diundang bertemu dengan Trump, yang meninggalkan Washington Selasa malam untuk menghabiskan liburan Thanksgiving di resor Mar-a-Lago miliknya di Florida.

Presiden AS, di sisi lain, mengatakan dia yakin Ukraina “cukup senang” dengan kemajuan yang dicapai.

“Orang-orang mulai menyadari bahwa ini adalah kesepakatan yang baik bagi kedua belah pihak,” katanya.

Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy sebelumnya pada hari itu tampaknya membantah anggapan bahwa Kyiv telah menandatangani kesepakatan potensial untuk mengakhiri invasi skala penuh Rusia.

“Komunikasi dengan pihak Amerika terus berlanjut,” kata Zelenskyy dalam sebuah unggahan di X setelah panggilan telepon dengan Kanselir Jerman, Friedrich Merz pada hari Selasa. “Saya berterima kasih atas semua upaya Amerika dan secara pribadi atas upaya Presiden Trump.”

Spekulasi merebak bahwa kesepakatan bisa saja tercapai setelah Trump mengisyaratkan dalam sebuah unggahan media sosial pada hari Senin bahwa “kemajuan besar” sedang dicapai dalam kesepakatan untuk Ukraina. ABC News pada hari Selasa melaporkan bahwa Ukraina menyetujui kesepakatan damai potensial dengan beberapa detail kecil yang akan diselesaikan, mengutip seorang pejabat AS.

Momentum apa pun menuju kesepakatan AS-Ukraina juga dapat terbentur, sekali lagi, dengan Rusia.

“Sangat sederhana: tujuan Trump tetaplah perdamaian yang langgeng. Tujuan Putin tetaplah kendali politik atas Ukraina,” kata John Herbst, mantan duta besar AS untuk Ukraina dan Uzbekistan yang sekarang berada di Dewan Atlantik. “Jadi kita tidak akan pernah sampai di sana kecuali Putin diyakinkan bahwa dia tidak dapat mencapai tujuannya.”

Delegasi AS dan Rusia telah bertemu di Abu Dhabi setelah perundingan di Jenewa akhir pekan lalu yang menghasilkan kemajuan dalam meredakan penolakan keras dari Kyiv dan sekutu-sekutunya di Eropa terhadap proposal perdamaian 28 poin yang diajukan tim Gedung Putih pekan lalu. Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan dia tidak memiliki laporan apa pun ketika ditanya tentang perundingan di Abu Dhabi, menurut kantor berita Interfax.

Rancangan rencana awal tersebut mengejutkan Kyiv dan sekutu Ukraina dengan tuntutannya agar negara yang dilanda perang itu membatalkan ambisinya untuk bergabung dengan NATO dan menyerahkan wilayah di wilayah Donbas timur, termasuk wilayah yang belum dikuasai Rusia. Trump, yang mengakui dampak negatif tersebut, mengatakan proposal awal dimaksudkan sebagai “konsep” atau “peta” untuk mengarahkan negosiasi.

Dokumen asli tersebut merupakan hasil percakapan Witkoff dengan para pejabat Rusia. Dalam panggilan telepon pada 14 Oktober yang berlangsung sedikit lebih dari lima menit, Witkoff memberi nasihat kepada Yuri Ushakov, ajudan utama kebijakan luar negeri Putin, tentang bagaimana pemimpin Rusia tersebut harus membicarakan masalah tersebut dengan Trump.

Panduannya mencakup saran untuk mengatur panggilan telepon Trump-Putin sebelum kunjungan Zelenskiy ke Gedung Putih akhir pekan itu dan menggunakan perjanjian Gaza sebagai jalan masuk.

Kepala intelijen militer Ukraina, Kyrylo Budanov, juga berada di Abu Dhabi untuk menghadiri pertemuan, menurut seorang sumber yang mengetahui masalah tersebut. Intelijen militer tidak menanggapi permintaan komentar dari Bloomberg News.

Cetak biru perdamaian tersebut dipersempit menjadi daftar baru berisi 19 proposal di Jenewa pada hari Minggu. Namun, setiap diskusi yang melibatkan isu teritorial, yang merupakan inti dari potensi penyelesaian, harus ditangani dalam pertemuan antara presiden Ukraina dan AS, menurut Ihor Brusylo, wakil kepala kantor Zelenskyy.

Rustem Umerov, sekretaris Dewan Keamanan dan Pertahanan Nasional, mengatakan sebelumnya pada hari Selasa bahwa delegasi AS dan Ukraina “mencapai kesepahaman bersama mengenai ketentuan inti perjanjian yang dibahas di Jenewa.” Ukraina berharap dapat mengatur kunjungan Zelenskyy ke AS sesegera mungkin bulan ini, tulisnya di X.

Panggilan Eropa

Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer dan Presiden Prancis, Emmanuel Macron mengadakan panggilan telepon pada hari Selasa dengan Zelenskyy dan para pejabat dari Jerman, Italia, Swedia, Selandia Baru, Estonia, dan Uni Eropa untuk membahas negosiasi tersebut. Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio bergabung dalam pertemuan tersebut untuk pertama kalinya, sebagai tanda terbaru bahwa dia bertindak sebagai jembatan Trump antara AS dan Eropa terkait perundingan damai terbaru.

Starmer mengatakan kepada para pemimpin bahwa Ukraina telah mengusulkan “perubahan konstruktif” pada kerangka kerja perjanjian damai dan bahwa Zelenskyy telah mengindikasikan bahwa “sebagian besar isi teks tampaknya” “dapat diterima.”

Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov mengatakan pada hari Selasa bahwa Moskow mengharapkan AS untuk mengajukan versi rencana tersebut setelah perundingan dengan negara-negara Eropa dan Ukraina. Namun, dia juga mengisyaratkan bahwa setiap penyimpangan dari kesepahaman yang dicapai selama pertemuan puncak Trump dengan Putin di Alaska awal tahun ini akan sulit diterima Kremlin.

“Jika semangat dan isi Anchorage dihapus dari kesepahaman kunci yang kami catat, maka, tentu saja, situasinya akan sangat berbeda,” kata Lavrov. “Namun sejauh ini, saya ulangi, belum ada yang secara resmi menyampaikan apa pun kepada kami.”

Rusia dan Ukraina saling serang semalam dengan serangan udara besar-besaran di Kyiv dan serangan di wilayah selatan Rusia.(yn)

Tak Ada Orang yang Sial Selamanya

EtIndonesia. Masa depan seperti apa? Itu adalah pertanyaan yang tak terhitung banyaknya orang ingin tahu jawabannya, tetapi hampir tak seorang pun bisa menjawab dengan pasti. Memang benar — masa depan penuh ketidakpastian. Tidak ada yang bisa memastikan seperti apa hidup seseorang kelak.

Pernah ada seorang guru yang memberikan pelajaran istimewa kepada sekelompok murid “bermasalah” — anak-anak yang dianggap nakal dan tidak punya harapan. 

Pada hari itu, dia menuliskan sebuah pertanyaan pilihan ganda di papan tulis: “Menurut kalian, siapa di antara tiga orang berikut yang kelak akan menjadi panutan dunia?”

A. Seseorang yang percaya pada dukun, memiliki dua selingkuhan, merokok selama bertahun-tahun, dan pemabuk berat.

 B. Seseorang yang pernah dua kali dipecat, bangun tidur selalu menjelang siang, setiap malam minum satu liter brendi, dan pernah memakai opium.

C. Seorang pahlawan perang, vegetarian, pecinta seni, jarang minum alkohol, dan semasa muda tidak pernah melakukan perbuatan melanggar hukum.

Mayoritas murid langsung memilih pilihan C.

Alasannya sederhana: Orang pertama dan kedua tampak bodoh, malas, dan memiliki kebiasaan buruk. Mustahil menjadi orang besar. Sebaliknya, pilihan C tampak memiliki prestasi, disiplin, dan kehidupan yang terarah.

Setelah semua murid selesai berbicara, guru itu tersenyum dan berkata: “Jawaban kalian masuk akal… tapi semuanya salah.

Faktanya: Orang pertama dan kedua menjadi tokoh besar yang dihormati dunia. Orang ketiga justru menjadi pembunuh massal yang dibenci seluruh umat manusia.”

Lalu dia menambahkan pelan: “Tiga orang itu adalah:
— Franklin D. Roosevelt, Presiden Amerika Serikat;
— Winston Churchill, Perdana Menteri Inggris;
— Adolf Hitler, dalang tragedi terbesar dalam Perang Dunia II.”

Kelas terdiam. Murid-murid itu tidak dapat membayangkan bahwa nasib tiga orang tersebut ternyata berbeda begitu jauh dari dugaan mereka.

Guru itu melanjutkan: “Tidak seorang pun bisa memprediksi masa depan. Setiap orang pernah melakukan kesalahan. Meskipun kalian sekarang memiliki banyak kekurangan, jika kalian mau berubah dan mulai lagi dari awal, siapa yang bisa menjamin bahwa kalian tidak akan menjadi Roosevelt atau Churchill berikutnya?”

Bertahun-tahun kemudian…

Anak-anak “bermasalah” itu tumbuh menjadi orang-orang sukses — tokoh penting, pebisnis, tenaga profesional. 

Mereka sering mengenang kembali hari itu dan berkata: “Ternyata, masa lalu benar-benar tidak menentukan masa depan.”

  • Masa lalu yang gemilang tidak menjamin masa kini dan masa depan akan tetap sukses.
  • Masa lalu yang buruk juga tidak berarti seseorang ditakdirkan gagal selamanya.

Tidak ada orang yang sejak lahir ditakdirkan menjadi kaya.
Tidak ada pula orang yang sejak lahir ditakdirkan menjadi pengemis.
Tidak ada yang beruntung selamanya, tetapi juga tak ada yang sial sepanjang hidup.

Yang terpenting adalah memiliki keyakinan dan harapan terhadap masa depan.

Selama kita hidup, selalu ada kesempatan untuk berubah

George Dawson adalah contoh terbaik. Dia hidup biasa-biasa saja selama puluhan tahun. Tidak ada prestasi, tidak ada yang istimewa.

Hingga usia 90 tahun, dia tersadar bahwa dirinya belum meninggalkan apa pun bagi dunia. Dia merasa hidupnya kosong.

Lalu dia mengambil langkah sederhana namun luar biasa berani: Dia masuk kelas baca-tulis untuk orang dewasa.

Setelah bisa membaca, dia jatuh cinta pada dunia literasi dan mulai menulis. Dia terus berlatih, tanpa henti, hingga akhirnya pada usia 102 tahun, dia menyelesaikan bukunya yang pertama — Life Is So Good (“Indahnya Hidup Ini”).

Begitu diterbitkan, buku itu langsung menjadi bestseller di Amerika.  George Dawson — yang dulu biasa saja — seketika menjadi penulis besar yang dicintai banyak orang.

Dawson memberi tahu dunia: “Nasib ada di tanganmu sendiri. Kamu ingin menjadi orang seperti apa, hidup seperti apa — semua itu ditentukan oleh pilihanmu.  Selama kamu ingin berubah, tidak pernah ada kata terlambat.”

Masa lalu bukan vonis. Selama kita berani melangkah, masa depan selalu terbuka. (jhn/yn)

Penjaga Perbatasan Ukraina Menghabisi Pasukan Rusia dalam Serangan Pesawat Nirawak

EtIndonesia. Penjaga perbatasan Ukraina melancarkan serangan pesawat nirawak terhadap pasukan Rusia, yang mengakibatkan kerugian bagi musuh, menurut Dinas Penjaga Perbatasan Negara Ukraina.

Sebagai hasil dari operasi tempur yang sukses, penjaga perbatasan dari unit Stalevyi Kordon (Perbatasan Baja) menghabisi setidaknya empat tentara Rusia dan melukai satu lainnya.

Serangan tersebut juga menghancurkan 10 tempat perlindungan dan posisi musuh, serta sebuah pesawat nirawak yang disembunyikan dalam penyergapan.

Kerugian Rusia

Menurut Staf Umum Angkatan Bersenjata Ukraina, hingga 26 November, pasukan Rusia telah kehilangan sekitar 1.168.550 tentara sejak dimulainya invasi skala penuh.

Pasukan Ukraina juga telah menghancurkan 11.372 tank, 23.625 kendaraan tempur lapis baja, dan 34.688 sistem artileri.

Terutama kemarin, pada 25 November, pasukan Rusia kehilangan 980 tentara di garis depan.

Kemarin, 25 November, diketahui bahwa serangan pesawat nirawak oleh pasukan Ukraina di Taganrog menghancurkan sebuah pesawat eksperimental Rusia A-60.

A-60 adalah laboratorium terbang yang dilengkapi dengan senjata laser.

Menurut Defence Express, pesawat ini dibangun di atas platform Il-76MD pada tahun 1990-an. Pesawat ini memiliki hidung yang memanjang dan dilengkapi dengan peralatan radar serta struktur besar yang terpasang di badan pesawat yang menampung laser berdaya sekitar 1 megawatt, yang dirancang untuk membutakan satelit dan menargetkan aerostat serta ancaman udara.

Citra satelit menunjukkan bahwa pesawat lain, A-100LL, yang dimaksudkan untuk menggantikan pesawat peringatan dini A-50 era Soviet, juga hancur dalam serangan tersebut.(yn)

Cerita Pendek Inspiratif — Kisah Psikologis yang Sarat Makna

1 Keahlian Mendengar

Dahulu kala, seorang utusan dari sebuah suku Mongolia datang ke Tiongkok membawa persembahan untuk kaisar: tiga patung manusia dari emas, bentuknya sama persis, berkilauan dan indah. Kaisar sangat senang.

Namun sang utusan mengajukan teka-teki: “Dari ketiga manusia emas ini, yang mana paling berharga?”

Kaisar memanggil pandai emas terbaik di negeri itu—mereka menimbang, memeriksa ukiran, meneliti setiap detail.

Hasilnya: semuanya sama, tidak ada perbedaan.

Kaisar bingung, utusan menunggu jawaban. Sebagai negara besar, tentu tidak boleh menjawab sembarangan. Akhirnya seorang menteri tua yang sudah pensiun berkata dia tahu caranya.

Di hadapan utusan, sang menteri mengambil tiga helai jerami, lalu memasukkannya ke telinga masing-masing patung emas.

  • Pada patung pertama, jerami masuk dari satu telinga dan keluar dari telinga satunya.
  • Pada patung kedua, jerami masuk dari telinga dan keluar lewat mulut.
  • Pada patung ketiga, jerami masuk… lalu menghilang di dalam, tidak keluar dari mana pun.

Sang menteri berkata: “Yang ketiga adalah yang paling berharga.”

Utusan itu diam—jawabannya benar.

Pesan cerita:  Orang yang paling berharga bukanlah yang paling pandai berbicara, tetapi yang mau mendengarkan.

Tuhan memberi kita dua telinga dan satu mulut untuk sebuah alasan: → lebih banyak mendengar, lebih sedikit bicara.  Kemampuan mendengarkan adalah tanda kedewasaan.

Jangan Hanya Melihat Gelasnya

Beberapa alumni berkunjung ke rumah dosen mereka. Ketika sang dosen bertanya, “Bagaimana hidup kalian sekarang?”, semua mulai mengeluh:

  • pekerjaan penuh tekanan,
  • hidup makin sulit,
  • bisnis tidak berjalan lancar,
  • karier mandek…

Setiap orang merasa hidupnya paling berat.

Sang dosen tersenyum, lalu membawa banyak gelas dan meletakkannya di meja: ada yang porselen, ada yang kaca, ada yang plastik—ada yang mewah, ada pula yang sederhana.

Dia berkata : “Kalian muridku, jadi anggap saja rumah sendiri. Silakan ambil gelas yang kalian suka dan isi dengan air.”

Masing-masing langsung memilih gelas yang paling indah dan unik. Tidak ada yang mengambil gelas plastik.

Setelah semua memegang segelas air, sang dosen berkata: “Perhatikan, kalian semua memilih gelas yang paling bagus, dan meninggalkan gelas yang sederhana.”

Itu adalah hal yang lumrah.

Dosen itu melanjutkan: “Inilah sumber semua kegelisahan kalian. Yang kalian butuhkan adalah air, bukan gelas. Dalam hidup, air itu adalah kebahagiaan, sedangkan gelas adalah jabatan, uang, status, penampilan.”

“Indah tidaknya gelas tidak mengubah rasa air. Jika kalian terlalu fokus pada gelas, bagaimana kalian bisa menikmati airnya?”

3 Sang Maestro Akting

Seorang maestro akting bersiap naik panggung. Seorang muridnya berbisik: “Guru, tali sepatu Anda terlepas.”

Maestro mengangguk, berterima kasih, lalu berjongkok untuk mengikatnya. Saat murid itu pergi, maestro kembali berjongkok… dan melepaskan kembali tali sepatunya.

Seorang yang melihat kejadian itu kebingungan: “Mengapa Anda mengikatnya, lalu melepasnya lagi?”

Maestro tersenyum: “Karena di atas panggung saya berperan sebagai seorang pengembara yang kelelahan. Perjalanan panjang membuat tali sepatu tokoh itu longgar. Detail ini membantu menunjukkan kelelahan dan perjuangannya.”

“Lalu kenapa Anda tidak menjelaskan hal itu kepada murid Anda?”

Maestro menjawab:“Karena dia sudah menunjukkan perhatian dan ketelitian. Tugas saya adalah menjaga semangat baik itu, bukan mematahkan rasa antusiasnya. Untuk menjelaskan teknik akting, akan ada waktunya nanti.”

Pesan cerita:  Seseorang tidak bisa melakukan segalanya sekaligus. Yang hebat adalah mereka yang tahu memilih prioritas.(jhn/yn)

Karibia di Ambang Ledakan: AS Siap Menghajar Maduro, Operasi Tinggal Hitungan Jam!

EtIndonesia. Hari Raya Thanksgiving — hari besar khas Amerika Serikat yang diperingati setiap Kamis keempat bulan November — jatuh pada 27 November 2025. Tradisi yang berakar dari tahun 1621, ketika para Puritan kapal Mayflower merayakan panen bersama penduduk asli Amerika, biasanya identik dengan kebersamaan dan makan malam kalkun.

Namun tahun ini, sebelum aroma kalkun memenuhi udara, bau mesiu dari arah Karibia justru lebih dahulu menyengat.

Dalam pekan menjelang Thanksgiving, Washington mengirim serangkaian sinyal yang menandakan potensi operasi militer besar terhadap Venezuela — sesuatu yang belum pernah terjadi dalam beberapa dekade terakhir.

Cuti Militer Dibatalkan: Tanda Operasi Besar dalam 10–30 Hari

Pada sekitar 22–24 November 2025, US Southern Command, komando militer yang bertanggung jawab atas kawasan Venezuela, tiba-tiba membatalkan seluruh cuti Thanksgiving dan Natal bagi personel mereka.

Semua permohonan cuti pribadi dalam waktu dekat juga ditolak.

Menurut sumber internal Pentagon, keputusan ini hanya dilakukan ketika:

  • operasi militer skala besar sedang dipersiapkan, atau
  • ancaman keamanan mencapai level critical.

Sumber tersebut menyebut jangka waktunya 10 hari hingga satu bulan, yang berarti operasi terhadap rezim Nicolás Maduro bisa dimulai kapan saja antara akhir November hingga akhir Desember 2025.

Peringatan Penerbangan Sipil: Langkah yang Sangat Jarang Terjadi

Pada 23 November 2025, Pemerintah AS mengeluarkan peringatan keras agar maskapai sipil menghindari wilayah udara Venezuela.

Peringatan seperti ini biasanya:

  • hanya dikeluarkan menjelang operasi militer besar, atau
  • ketika risiko keamanan udara meningkat drastis.

Dalam hitungan hari, dunia penerbangan langsung merespons: hampir tidak ada pesawat sipil yang berani melintas di atas Venezuela. Data pelacakan penerbangan menunjukkan langit negara itu “kosong” — seakan dipasangi jaring raksasa tak terlihat.

Venezuela Mengancam Dunia: Maskapai Dipaksa Kembali Terbang

Menariknya, pada 24–25 November 2025, pemerintah Maduro justru mengambil langkah konfrontatif: mereka mengancam bahwa maskapai yang tidak memulihkan rute ke Venezuela sebelum 27 November pukul 12: 00 siang akan dicabut izin terbangnya secara permanen.

Kebijakan ini dinilai Washington sebagai aksi menyandera maskapai internasional demi kepentingan politik Maduro.

Rubio Tetapkan Maduro sebagai Teroris

Pada 24 November 2025, Departemen Luar Negeri AS mengumumkan bahwa Senator Marco Rubio secara resmi memasukkan:

  • Nicolás Maduro,
  • lingkaran dalam kekuasaannya, dan
  • Cartel of the Suns (kartel narkoba yang dipimpin jenderal-jenderal Venezuela), ke dalam kategori “Foreign Terrorist Organization”.

Konsekuensinya:

  • seluruh aset mereka di luar negeri bisa dibekukan,
  • pihak AS mendapatkan landasan hukum penuh untuk operasi militer langsung,
  • kerja sama internasional terhadap Maduro otomatis menyempit tajam.

Ancaman balasan dari tokoh kartel Diosdado Cabello terdengar lemah dan tidak digubris Washington.

Mobilisasi Raksasa di Karibia: AS Tempatkan 30% Kapal Perang

Pada pertengahan November hingga 25 November 2025, AS meningkatkan pengerahan militer hingga level tertinggi dalam 30 tahun terakhir.

Yang kini berada di sekitar Venezuela:

  • Carrier Strike Group USS Ford
  • Ratusan rudal jelajah Tomahawk
  • 4 skuadron F/A-18 Super Hornet
  • Pesawat siluman F-35B
  • Pembom strategis B-52 dan B-1B
  • Kapal selam nuklir kelas Virginia
  • 15.000 Marinir di kapal amfibi
  • Pangkalan logistik utama di Puerto Riko

Departemen Pertahanan AS mengonfirmasi bahwa 30% total aset angkatan laut dan udara AS kini berada di Karibia.

Ini bukan pengerahan untuk operasi kecil — ini skala negara.

Jenderal Tertinggi AS Tiba di Puerto Riko

Pada 26 November 2025, Jenderal Kane, Ketua Kepala Staf Gabungan (posisi militer aktif tertinggi di Amerika Serikat), tiba di Puerto Riko untuk memimpin langsung Operasi Southern Spear.

Kehadiran pejabat setinggi ini menandakan:

  • operasi sudah memasuki tahap eksekusi,
  • bukan lagi latihan atau ancaman diplomatik.

Venezuela Siaga Tempur: 200.000 Tentara Dimobilisasi

Di sisi lain, Maduro menempatkan 200.000 tentara dalam status siaga penuh — mobilisasi militer terbesar Venezuela dalam bertahun-tahun.

Namun tindakan Maduro memperlihatkan ketidakteraturan:

  • memaksa pendukungnya bersumpah “siap mati”,
  • mengunjungi markas polisi karena takut digulingkan,
  • menari “tari perdamaian” di panggung,
  • merilis video latihan tentara ala drama kelas tiga,
  • mempertontonkan “kungfu tongkat” hasil kerja sama Tiongkok.

Donald Trump menertawakan video itu dan menyebutnya “ancaman besar” dengan nada penuh sindiran.

Mengapa Venezuela Menjadi Target Utama Trump?

Operasi besar AS memiliki tiga tujuan strategis:

  1. Menghentikan arus imigran ilegal ke AS
  2. Memutus jaringan perdagangan narkoba
  3. Mengusir pengaruh Rusia, Tiongkok, dan Iran dari Belahan Barat

Venezuela adalah pusat dari semua masalah itu.

1. Migrasi Massal

Kebijakan ekonomi Maduro menyebabkan 8 juta warga Venezuela melarikan diri, ribuan menuju AS.

2. Kartel Narkoba “Cartel of the Suns”

Dipimpin perwira militer Venezuela, kartel ini memasok:

  • kokain,
  • Fentanyl, ke AS dan Eropa.

3. Campur Tangan Kekuatan Asing

  • Rusia mengirim 120 penasihat militer (akhir November 2025).
  • Tiongkok memegang kendali atas energi dan pelabuhan Venezuela.
  • Iran membangun basis logistik hanya 600 mil dari perbatasan AS.

Bagi pemerintahan Trump, Venezuela kini adalah “kaki tangan tiga musuh besar” di halaman belakang Amerika.

Jika Maduro Jatuh, Efek Domino Akan Mengguncang Amerika Latin

Pejabat AS mengatakan, jatuhnya Maduro akan membuat negara-negara tetangga yang bermasalah dengan:

  • migrasi ilegal,
  • perdagangan narkoba,
  • ketergantungan pada Tiongkok/Rusia, akan “berguncang seperti monyet melihat ayam mati” — ungkapan populer untuk menggambarkan ketakutan ekstrem.

Era ketika kekuatan asing bercokol di Amerika Latin diprediksi akan berakhir.

Kesimpulan: Karibia Menjadi Titik Api Baru Dunia

Memasuki 27 November 2025, semua indikator menunjukkan bahwa Amerika Serikat benar-benar siap melancarkan operasi militer terbesar di Belahan Barat sejak invasi Panama tahun 1989.

Dengan:

  • cuti militer dibatalkan,
  • langit Venezuela kosong dari penerbangan sipil,
  • kapal induk dan pembom strategis AS berkumpul di Karibia,
  • status Maduro sebagai organisasi teroris internasional,
  • campur tangan Rusia–Tiongkok–Iran semakin dalam,

maka konflik besar di Venezuela bukan lagi sekadar kemungkinan — tetapi skenario yang sudah di depan mata.

Dunia kini menunggu satu hal: Kapan tombol operasi ditekan?

Sebuah Cerita Rakyat : Memilih Berkah atau Harta

EtIndonesia. Dahulu kala, hiduplah sepasang suami istri yang lama tidak dikaruniai anak. Mereka berdoa siang dan malam, memohon kepada Tuhan agar diberi keturunan. Doa mereka akhirnya terkabul—mereka memiliki seorang putra, dan tidak lama kemudian lahirlah seorang putri.

Waktu berlalu, anak-anak itu tumbuh besar. Suatu hari sang ayah jatuh sakit parah. 

Menjelang akhir hidupnya, ia memanggil kedua anaknya dan bertanya: “Kalian ingin apa dariku? Berkahku, atau hartaku?”

Putranya menjawab tanpa ragu: “Aku ingin harta.”

Sedangkan putrinya berkata lembut: “Aku ingin berkah Ayah.”

Sang ayah kemudian meletakkan tangan di kepala putrinya, memberinya doa dan restu. Tak lama kemudian, dia meninggal dunia.

Beberapa waktu setelah pemakaman ayahnya, ibu juga jatuh sakit dan tahu hidupnya tak lama lagi. Dia memanggil anak-anaknya dan bertanya hal yang sama: “Kalian ingin berkatku, atau hartaku?”

Putranya kembali menjawab: “Harta! Itu saja yang aku mau.”

Putrinya menjawab: “Ibu, berkahilah aku.”

Sang ibu memberikan restu kepada putrinya, lalu menutup mata untuk selamanya.

Sang Kakak Menyapu Bersih Segala Warisan

Setelah kedua orangtua mereka dimakamkan, sang kakak masuk ke kamar adiknya dan mengambil semua peninggalan orangtua—emas, barang-barang, perabot, bahkan pakaian.

Orang-orang di sekitar bertanya: “Kenapa kamu tidak memberikan sedikit pun untuk adikmu?”

Dan dia menjawab dengan angkuh: “Dia sudah memilih berkah. Aku memilih harta. Maka akulah yang layak memilikinya.”

Yang tersisa hanyalah sebuah lesung kecil dan sebuah panci tua, karena menurutnya itu tak berharga. Tetangga-tetangga yang butuh meminjam lesung atau panci itu memberi sang adik sedikit makanan, sehingga dia tetap bisa hidup.

Suatu hari, dia menyusuri seluruh rumah peninggalan orangtuanya, dia hanya menemukan beberapa biji benih labu. Dia menanam biji itu di pinggir sumur. Waktu berlalu, tanaman labu tumbuh dengan subur dan menghasilkan banyak buah besar.

Labu Ajaib yang Membawa Rezeki

Sang kakak akhirnya penasaran dan bertanya kepada orang-orang:“Dari mana adikku mendapatkan makanan?”

Tetangga menjelaskan: “Dia meminjamkan lesung dan panci, orang-orang memberi sedikit makanan sebagai balasan.”

Mendengar itu, kakaknya kembali datang ke rumah sang adik dan merampas lesung dan pancinya. Kini sang adik benar-benar tidak punya apa-apa.

Pagi berikutnya, lapar dan putus asa, dia pergi ke sumur. Betapa terkejutnya saat dia melihat labu-labu besar telah tumbuh. Dia memanen beberapa dan menjualnya. 

Orang-orang yang memakannya berkata: “Labu ini manis sekali! Belum pernah kami makan yang semanis ini!”

Kabar menyebar; banyak orang membawa makanan untuk ditukarkan dengan labu. Sang adik pun perlahan menjadi sejahtera.

Keserakahan Sang Kakak

Istri kakaknya mendengar kabar itu. Dia memanggil seorang budak dan berkata: “Bawa ini—beras dan makanan. Tukarkan dengan labu dari adik suamiku.”

Budak itu pergi. Ketika sang adik tahu budak itu datang dari keluarga kakaknya, dia memberikan satu-satunya labu yang tersisa, tanpa meminta balasan apa pun.

Setelah mencicipinya, istri kakaknya semakin tamak dan mengirim budak itu lagi untuk mengambil labu yang lain. 

Tetapi kali ini sang adik berkata: “Labu yang lain belum tumbuh. Sudah habis.”

Budak itu pulang dan menyampaikan berita itu. 

Istri kakaknya merasa sangat marah: “Bagaimana mungkin dia bilang tidak ada, padahal orang lain bisa membeli darinya?”

Ketika suaminya pulang, dia melampiaskan kemarahannya.

Sang kakak pun menggeram: “Besok aku akan pergi dan memetik semua labunya!”

Tragedi yang Menyayat Hati

Keesokan paginya, kakaknya datang dan menghardik: “Istriku mengirim makanan untukmu. Kenapa kamu tidak memberinya labu?”

Sang adik menjawab tenang: “Karena memang sudah tidak ada, Kak.”

“Kenapa kamu menjual kepada orang lain?”

“Aku tidak menjual apa pun. Labu-labu itu sudah habis dipetik.”

Sang kakak tidak percaya. Dia menuju kebun labu dan berkata: “Aku akan memetik satu sendiri!”

Sang adik menahan dengan panik dan berkata: “Kalau kakak tetap ingin mengambilnya… potong dulu tanganku!”

Yang mengejutkan—kakaknya benar-benar tega melakukannya. Dia menebas tangan kanan adiknya, memetik semua labu yang masih kecil, lalu mengambil seluruh barang-barang sang adik dan mengusirnya dari rumah.

Dia bahkan menjual rumah itu dan mengambil seluruh uangnya.

Sementara sang adik, yang terluka dan kehilangan segala-galanya, hanya dapat berjalan terseret memasuki hutan seorang diri.(yn)

44 Tewas Akibat Kebakaran di 7 Gedung Tinggi di Hong Kong, 3 Ditangkap

EtIndonesia. Petugas pemadam kebakaran masih memadamkan api dahsyat yang melanda sebuah kompleks gedung tinggi di Hong Kong pada hari Kamis, menewaskan sedikitnya 44 orang dan menyebabkan ratusan orang hilang menurut pihak berwenang.

Kebakaran besar — yang terburuk di pusat keuangan tersebut dalam beberapa dekade — terjadi pada Rabu (26/11) sore di sebuah kompleks perumahan yang terdiri dari delapan gedung dan 2.000 apartemen dan mengirimkan gelombang kejut ke seluruh kota, yang memiliki beberapa blok hunian terpadat dan tertinggi di dunia.

Polisi mengatakan pada Kamis pagi bahwa mereka telah menangkap tiga pria terkait kebakaran tersebut, setelah bahan-bahan mudah terbakar yang tertinggal selama pekerjaan pemeliharaan menyebabkan api “menyebar dengan cepat di luar kendali”.

Petugas menggeledah tempat-tempat di lingkungan terpisah pada Kamis pagi, menyita dokumen-dokumen dalam map yang berkaitan dengan tiga orang yang ditangkap, yang diduga polisi “bertindak dengan kelalaian berat” dengan meninggalkan kemasan busa di lokasi kebakaran.

Para jurnalis AFP di lokasi kejadian sesaat setelah fajar pada hari Kamis melihat beberapa apartemen masih terbakar, meskipun api telah meredup secara nyata pada dini hari.

Api yang hebat pertama kali membakar perancah bambu di beberapa blok apartemen 31 lantai di Wang Fuk Court pada hari Rabu di distrik utara Tai Po, yang sedang menjalani perbaikan di seluruh kompleks.

Seorang reporter AFP mendengar suara retakan yang keras, kemungkinan berasal dari bambu yang terbakar, dan melihat kepulan asap tebal mengepul dari gedung-gedung saat api dan abu membumbung tinggi ke langit.

Seorang warga berusia 65 tahun bermarga Yuen mengatakan bahwa dia telah tinggal di kompleks tersebut selama lebih dari empat dekade dan bahwa banyak tetangganya sudah lanjut usia dan mungkin tidak bisa bergerak.

“Jendela-jendela ditutup karena sedang dalam pemeliharaan, (beberapa orang) tidak tahu ada kebakaran dan harus diberitahu untuk mengungsi melalui panggilan telepon oleh tetangga,” kata Yuen kepada AFP. “Saya sangat terpukul.”

Departemen pemadam kebakaran Hong Kong menambah jumlah korban tewas menjadi 44 orang pada Kamis pagi.

Di antara korban tewas terdapat seorang petugas pemadam kebakaran berusia 37 tahun, yang ditemukan dengan luka bakar di wajahnya setengah jam setelah kehilangan kontak dengan rekan-rekannya, menurut direktur pemadam kebakaran Andy Yeung.

Seorang juru bicara pemerintah mengatakan kepada AFP bahwa 56 orang sedang dirawat di rumah sakit. Enam belas orang dalam kondisi kritis, 24 orang dalam kondisi serius, dan 16 orang dalam kondisi stabil.

Pemimpin kota John Lee mengatakan pada Kamis dini hari bahwa 279 orang hilang, meskipun petugas pemadam kebakaran kemudian mengatakan bahwa mereka telah melakukan kontak dengan beberapa orang tersebut.

Lee mengatakan lebih dari 900 orang mencari perlindungan di tempat penampungan sementara.

‘Tidak dapat menjangkau orang-orang’

Seorang petugas polisi di tempat penampungan sementara mengatakan kepada AFP bahwa tidak jelas berapa banyak orang yang hilang karena warga masih berdatangan hingga larut malam untuk melaporkan anggota keluarga yang hilang.

Bagian-bagian perancah yang hangus berjatuhan dari blok-blok yang terbakar dan api terlihat di dalam apartemen, terkadang menyemburkan cahaya jingga yang menakutkan ke langit malam melalui jendela, memancarkan cahaya jingga yang menakutkan ke gedung-gedung di sekitarnya.

“Suhu di lokasi kejadian sangat tinggi dan ada beberapa lantai di mana kami tidak dapat menjangkau orang-orang yang meminta bantuan, tetapi kami akan terus berusaha,” kata Derek Armstrong Chan, wakil direktur operasi pemadam kebakaran.

Dia mengatakan api kemungkinan menyebar dari satu gedung ke gedung lain karena angin dan puing-puing yang beterbangan, meskipun dia menambahkan bahwa pihak berwenang sedang menyelidiki penyebab kebakaran.

Lee mengatakan dia “sangat berduka” dan bahwa semua departemen pemerintah sedang membantu warga yang terdampak kebakaran.

‘Tidak berani pergi’

Seorang warga Tai Po bermarga So, 57 tahun, mengatakan kebakaran itu “memilukan”.

“Tidak ada yang bisa dilakukan terkait properti ini. Kami hanya bisa berharap semua orang, tua maupun muda, dapat kembali dengan selamat,” ujar So kepada AFP.

Seorang pemilik apartemen berusia 40-an yang tidak ingin disebutkan namanya mengatakan kepada AFP bahwa pemerintah perlu membantu mereka yang kehilangan tempat tinggal akibat kebakaran tersebut.

“Api belum terkendali dan saya tidak berani pergi, dan saya tidak tahu apa yang bisa saya lakukan,” ujarnya.

Warga terlihat dievakuasi menggunakan bus-bus besar, sementara media lokal melaporkan bahwa blok-blok di sekitarnya juga sedang dibersihkan.

Sebagian ruas jalan raya di dekatnya juga ditutup oleh operasi pemadam kebakaran.

Kebakaran mematikan dulunya merupakan momok yang biasa terjadi di Hong Kong yang padat penduduk, terutama di lingkungan yang lebih miskin.

Namun, langkah-langkah keamanan telah ditingkatkan dalam beberapa dekade terakhir dan kebakaran semacam itu menjadi jauh lebih jarang terjadi. (yn)

Banjir Bandang dan Longsor Lumpuhkan Aceh, Sumut dan Sumbar, Warga Diingatkan Potensi Cuaca Ekstrem Siklon Tropis KOTO dan Bibit Siklon 95B

EtIndonesia- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menghimpun kejadian bencana dan penanganan yang dilakukan oleh aparat setempat, periode Selasa (25/11) sampai Rabu (26/11/2025) pukul 07.00 WIB. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, merilis bahwa pada periode ini, bencana hidrometeorologi basah mendominasi kejadian bencana di Indonesia.

Lokasi pertama ialah banjir di Kota Langsa, Provinsi Aceh. Hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi selama beberapa hari terakhir, mengakibatkan banjir pada Selasa (25/11) pukul 10.20 WIB. 

Sebanyak 420 warga dari 150 kepala keluarga yang tinggal di Gampong Paya Bujok Seulemak, Kecamatan Langsa Baro terdampak dari kejadian ini. Ketinggian muka air berkisar antara 20 sampai 40 sentimeter. BPBD Kota Langsa masih melakukan penanganan dan pendataan di lokasi terdampak.

Hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi selama beberapa hari terakhir, mengakibatkan banjir Kota Langsa, Provinsi Aceh. pada Selasa (25/11). Sumber foto: BPBD Kota Langsa.
Hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi selama beberapa hari terakhir, mengakibatkan banjir Kota Langsa, Provinsi Aceh. pada Selasa (25/11). Sumber foto: BPBD Kota Langsa.

Peristiwa bencana berikutnya masih di Provinsi Sumatera Barat, banjir terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah Kabupaten Agam pada Selasa (25/11) sore hari. Wilayah terdampak yaitu Nagari Kampung Tengah di Kecamatan Lubuk Basung dan Nagari Bawan di Kecamatan Ampek Nagari. Tercatat 42 kepala keluarga / 143 jiwa dan 21 unit rumah terdampak. BPBD Kabupaten Agam bersama unsur terkait lainnya terus melakukan penanganan.

Tim gabungan mengevakuasi warga terdampak banjir di Kabupaten Agam, Provinsi Aceh pada Selasa (25/11). Sumber foto: BPBD Kabupaten Agam
Tim gabungan mengevakuasi warga terdampak banjir di Kabupaten Agam, Provinsi Aceh pada Selasa (25/11). Sumber foto: BPBD Kabupaten Agam

Beralih menuju Provinsi Sumatera Utara. Banjir dan tanah longsor terjadi di Kabupaten Tapanuli Utara pada Selasa (25/11). Sebanyak 50 unit rumah yang berada di Desa Simangumban Julu Kecamatan Simangumban dan Desa Siopat Bahal Kecamatan Purbatua terdampak. Peristiwa ini juga menyebabkan dua jembatan penghubung rusak dan tidak bisa dilalui warga. BPBD Kabupaten Tapanuli Utara telah berada di lokasi dan melakukan asesmen.

Peristiwa banjir juga terjadi di Kota Padang Sidempuan, Sumatera Utara. Banjir terjadi pada Selasa (25/11) pagi hari. Hasil kaji cepat menyatakan sekitar 220 jiwa dan 17 unit rumah terdampak. Satu orang dilaporkan hilang karena hanyut terbawa arus sungai. Lokasi kejadian di Kelurahan Hamopan Sibatu, Kecamatan Padang Sidempuan Selatan. BPBD Kabupaten Padang Sidempuan bersama tim gabungan melakukan operasi pencarian.

Kondisi banjir yang melanda wilayah Kabupaten Padang Sidempuan, Provinsi Sumatera Utara pada Selasa (25/11). Sumber foto: BPBD Kabupaten Padang Sidempuan.

Selanjutnya wilayah Tapanuli Tengah, hujan dengan intensitas tinggi sebabkan tanah longsor yang menimpa pemukiman warga pada Selasa (25/11). Sebanyak 1.902 unit rumah terdampak banjir di 9 kecamatan, antara lain Kecamatan Pandan, Sarudik, Badiri, Kolang, Tukka, Lumut, Barus, Sorkam dan Pinangsori. Dilaporkan 1.902 kepala keluarga terdampak. 

BPBD Kabupaten Tapanuli Tengah beserta tim gabungan melakukan pemantauan dan pembersihan material longsor serta bantuan permakanan bagi warga terdampak.

Potensi Cuaca Ekstrem Akibat Siklon Tropis KOTO dan Bibit Siklon 95B

BNPB mengimbau kepada pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana hidrometeorologi basah yaitu banjir, tanah longsor dan angin kencang yang disebabkan adanya Siklon Tropis KOTO di perairan Laut Sulu dan Bibit Siklon 95B yang terdeteksi di Selat Malaka.

Kunjungan kerja Sekretaris Utama BNPB Dr. Rustian pada wilayah terdampak banjir dan longsor di Kabupaten Padang Pariaman, Rabu (26/11). Salah satunya peninjauan jalan Jambak-Lubuk Simantung, Kecamatan Lubuk Alung, Padang Pariaman, Sumatra Barat (Dok BNPB)
Kunjungan kerja Sekretaris Utama BNPB Dr. Rustian pada wilayah terdampak banjir dan longsor di Kabupaten Padang Pariaman, Rabu (26/11). Salah satunya peninjauan jalan Jambak-Lubuk Simantung, Kecamatan Lubuk Alung, Padang Pariaman, Sumatra Barat.
Kunjungan Sekretaris Utama BNPB Dr. Rustian yang didampingi Wakil Bupati Padang Pariaman meninjau titik yang terdampak banjir di Nagari Kampung Galapung Ulakan, Kecamatan Ulakan Tapakis, pada Rabu (26/11). Personel BPBD, Polri dan organisasi perangkat daerah terkait masih melakukan pembersihan sampah dan lumpur yang terbawa banjir (Dok BNPB)

Bibit Siklon 95B dapat memicu hujan sedang hingga lebat di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Riau, disertai angin kencang di Aceh dan Sumatera Utara. 

Sementara itu, Siklon Tropis KOTO berpotensi memicu hujan sedang hingga lebat di Kalimantan Barat dan Kepulauan Riau, serta gelombang tinggi 1,25–2,5 meter di perairan Sangihe–Talaud, Laut Sulawesi, Laut Maluku, perairan Halmahera, Papua Barat Daya hingga Papua, dan Samudra Pasifik utara Maluku–Papua. 

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) merilis potensi dampak terhadap kondisi cuaca ekstrem dan perairan di wilayah Indonesia dalam 24 jam ke depan, pada periode 25 November 2025, pukul 19.00 WIB hingga 26 November 2025 pukul 19.00 WIB. (***)