MSIE Cetak Kinerja Positif di Tengah Tantangan Properti, Bidik Ekspansi Pendidikan Internasional di Bali

0

Surabaya – Di tengah dinamika industri properti dan ketidakpastian ekonomi sepanjang 2025, PT Multisarana Intan Eduka Tbk (MSIE) berhasil menjaga pertumbuhan bisnis sekaligus memperkuat fondasi keuangan perusahaan. Emiten penyedia infrastruktur properti untuk sektor pendidikan ini bahkan menyiapkan langkah ekspansi baru dengan membidik pasar pendidikan internasional, khususnya di Bali.

Hal tersebut disampaikan manajemen dalam Public Expose Tahunan 2026 yang digelar di Yello Hotel Jemursari, Surabaya, Senin (15/6/2026). Dalam kesempatan itu, perseroan memaparkan capaian kinerja tahun buku 2025 sekaligus strategi pertumbuhan untuk tahun 2026.

Pendapatan dan Laba Tumbuh

Sepanjang 2025, MSIE membukukan pendapatan sebesar Rp6,79 miliar, meningkat 5,92 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Perseroan juga berhasil mencatatkan laba bersih Rp254 juta dan laba komprehensif Rp257 juta. Kinerja tersebut diperkuat oleh perbaikan struktur keuangan perusahaan, di mana liabilitas berhasil ditekan hingga 35,75 persen menjadi Rp11,95 miliar, sementara ekuitas meningkat menjadi Rp112,98 miliar.

Pencapaian ini menunjukkan kemampuan perseroan menjaga profitabilitas sekaligus memperkuat kesehatan permodalan di tengah tantangan sektor properti yang masih menghadapi berbagai tekanan.

Yang menarik, seluruh aset properti pendidikan yang dimiliki perusahaan mencatat tingkat okupansi 100 persen sepanjang 2025. Tingginya tingkat keterisian tersebut menjadi indikator kuat bahwa fasilitas pendidikan yang dikelola MSIE masih memiliki permintaan yang tinggi dan hubungan jangka panjang yang solid dengan para penyewa.

Bali Jadi Motor Pertumbuhan Baru

Selain menjaga aset yang telah ada, MSIE juga mulai memperluas cakupan operasionalnya ke Bali. Langkah ini dilakukan setelah perusahaan melihat potensi besar sektor pendidikan internasional di Pulau Dewata.

Dalam sesi tanya jawab Public Expose, manajemen menjelaskan bahwa Bali dipilih karena memiliki komunitas ekspatriat yang besar serta kebutuhan pendidikan internasional yang terus meningkat.

Menurut manajemen, banyak keluarga asing yang menetap dan bekerja di Bali sehingga membutuhkan fasilitas pendidikan berstandar internasional. Kondisi tersebut menciptakan peluang pasar yang menjanjikan bagi penyedia infrastruktur pendidikan seperti MSIE.

“Pertumbuhan pendidikan internasional di Bali sangat baik, khususnya untuk masyarakat ekspatriat. Karena itu kami melihat peluang besar untuk terus mengembangkan fasilitas pendidikan di wilayah tersebut,” ungkap Direktur Utama PT Multisarana Intan Eduka Tbk, Tanu Widjaja dalam Public Expose.

Saat ini perusahaan telah membangun satu fasilitas pendidikan baru di Bali yang mulai beroperasi efektif pada tahun 2026. Ke depan, MSIE juga membuka peluang pembangunan fasilitas tambahan di lokasi berbeda guna menjangkau kawasan yang memiliki pertumbuhan komunitas internasional lebih tinggi.

MSIE menilai sektor pendidikan memiliki prospek jangka panjang yang menjanjikan. Kebutuhan terhadap pendidikan berkualitas diperkirakan terus meningkat seiring pertumbuhan kelas menengah dan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pendidikan.

Meski tidak secara langsung mengelola institusi pendidikan, perusahaan melihat perannya sebagai penyedia infrastruktur pendidikan memiliki posisi strategis dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

Manajemen bahkan menilai penyediaan sarana dan prasarana pendidikan menjadi salah satu fondasi penting untuk mendukung visi Indonesia Emas 2045.

“Kami ingin fasilitas pendidikan berkualitas tidak hanya tersedia di kota-kota besar, tetapi juga dapat menjangkau daerah-daerah lain yang membutuhkan,” jelas Tanu Wijaya.

Strategi 2026: Diversifikasi dan Ekspansi

Memasuki tahun 2026, MSIE menyiapkan sejumlah strategi untuk menjaga pertumbuhan berkelanjutan. Salah satunya adalah melakukan diversifikasi portofolio properti pendidikan ke wilayah di luar Surabaya. Perseroan juga akan memperkuat hubungan jangka panjang dengan para penyewa melalui kontrak sewa berjangka panjang.

Selain itu, perusahaan aktif menjajaki kerja sama dengan lembaga pendidikan internasional yang berencana berekspansi ke Indonesia. Strategi ini diharapkan mampu membuka sumber pendapatan baru sekaligus memperkuat posisi MSIE sebagai pemain utama di sektor properti pendidikan.

Perseroan juga akan terus meningkatkan kualitas fasilitas pendidikan yang dimiliki serta mengembangkan aset di wilayah strategis, termasuk Bali yang kini menjadi salah satu fokus utama ekspansi perusahaan.

Fokus Efisiensi dan Keberlanjutan

Di tengah kenaikan biaya operasional dan harga material bangunan yang terjadi secara global, MSIE mengaku tetap mengedepankan prinsip efisiensi dan pemeliharaan aset yang optimal.

Perusahaan berupaya menjaga kualitas bangunan sejak awal pembangunan sehingga biaya perawatan jangka panjang dapat ditekan. Pengawasan dan pemeliharaan berkala juga menjadi bagian penting dari strategi pengelolaan aset perusahaan.

Manajemen menegaskan akan tetap menerapkan prinsip kehati-hatian dalam menjalankan bisnis, termasuk mengantisipasi risiko konsentrasi penyewa utama, potensi kenaikan biaya operasional, serta perkembangan industri properti pendidikan yang terus berubah.

Dengan tingkat okupansi yang mencapai 100 persen, struktur keuangan yang semakin sehat, serta peluang besar di sektor pendidikan internasional, MSIE optimistis mampu mempertahankan pertumbuhan bisnis dalam beberapa tahun ke depan.

Perusahaan meyakini bahwa kebutuhan terhadap infrastruktur pendidikan berkualitas akan terus meningkat, baik dari lembaga pendidikan nasional maupun internasional. Melalui ekspansi ke Bali dan pengembangan aset di berbagai wilayah strategis, MSIE berharap dapat memperkuat ketahanan usaha sekaligus menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi pemegang saham dan seluruh pemangku kepentingan.

Sejak melantai di Bursa Efek Indonesia pada Agustus 2023 dengan kode saham MSIE, perusahaan terus memosisikan diri sebagai mitra strategis bagi dunia pendidikan Indonesia melalui penyediaan infrastruktur yang modern, berkelanjutan, dan berorientasi jangka panjang.

Gedung Putih Jadi Arena Tarung UFC Freedom 250! Saksikan Duel Panas di Sini 

Mixed martial arts  menjadi pusat perhatian di ibu kota negara AS, dengan tujuh pertarungan dijadwalkan berlangsung di arena oktagon khusus yang dibangun di South Lawn Gedung Putih.

EtIndonesia.com—Perayaan ulang tahun ke-250 Amerika Serikat resmi dimulai pada 14 Juni dengan ajang UFC Freedom 250 Fight, yang menampilkan tujuh pertarungan di South Lawn Gedung Putih.

Untuk membuka acara, Presiden AS Donald Trump dan Presiden sekaligus CEO UFC Dana White berjalan melintasi kompleks Gedung Putih melewati Presidential Walk of Fame yang baru sebelum menyapa penonton dari Truman Balcony.

Grup musik pemenang tiga Grammy, Zac Brown Band, menyanyikan lagu kebangsaan Amerika Serikat bersama U.S. Marine Band, sementara formasi 12 pesawat yang terdiri dari Navy Blue Angels dan Air Force Thunderbirds terbang di atas lokasi acara.

“Ini akan menjadi pertunjukan terbesar di dunia,” kata Trump saat meninjau panggung pada  Mei.

“Saya pikir ini akan menjadi acara terbesar yang pernah kami adakan di Gedung Putih.”

Pertunjukan spektakuler tersebut berlangsung bertepatan dengan Hari Bendera Amerika Serikat sekaligus ulang tahun ke-80 Trump.

Panitia membangun struktur setinggi 60 kaki yang dikenal sebagai “claw” (cakar), dengan pertandingan berlangsung di arena oktagon khas UFC yang didirikan di halaman depan Gedung Eksekutif Presiden.

Para petarung berjalan dari Gedung Putih menuju arena dengan dikawal anggota militer berseragam dan para penerima Medali Kehormatan (Medal of Honor).

Partai utama malam itu adalah pertarungan penyatuan gelar kelas ringan antara juara dunia kelas ringan UFC yang belum terkalahkan, Ilia “El Matador” Topuria, 29 tahun, melawan juara interim kelas ringan Justin “The Highlight” Gaethje, 37 tahun. Keduanya memiliki berat badan 155 pon. Topuria, yang dikenal karena teknik elit dan kekuatan knockout-nya, lebih diunggulkan, meskipun Gaethje tetap menjadi salah satu petarung papan atas yang terkenal karena kecerdasan bertarung dan daya tahannya.

Sebuah pesawat pengebom B-1 melintas di atas arena sebelum pertarungan keenam malam itu dimulai. Kekuatan pesawat tersebut sudah dapat dirasakan penonton sebelum suara gemuruhnya menggema di seluruh kota.

Petarung favorit penggemar, “Suga” Sean O’Malley, diharapkan membawa kepribadian khasnya ke arena saat menghadapi Aiemann Zahabi dalam pertarungan kelas bantam. Saat penimbangan, berat badan keduanya hanya berbeda setengah pon. Kecepatan pukulan O’Malley memberinya keunggulan, sementara Zahabi memasuki pertandingan dengan rekor tujuh kemenangan beruntun.

Kedua petarung saling bertukar pukulan pada ronde pertama sebelum O’Malley mendaratkan beberapa serangan tanpa balasan. Zahabi lebih sering melancarkan tendangan rendah pada ronde kedua, tetapi akhirnya terjatuh setelah O’Malley menjatuhkannya dengan jab kiri cepat yang diikuti pukulan kanan keras.

“Sulit mengungkapkannya dengan kata-kata. Manifestasi itu nyata,” kata O’Malley. “Saya sudah melihat ini sebelumnya. Luar biasa apa yang bisa dilakukan pikiran Anda jika digunakan dengan benar.”

Prospek baru yang belum terkalahkan, Josh Hokit, dengan berat 231 pon dan sembilan kemenangan beruntun, menantang Derrick “The Black Beast” Lewis yang berbobot 265 pon dalam pertarungan kelas berat malam itu. Hokit membawa energi muda ke arena, sementara Lewis dikenal sebagai pemukul elite dengan kemampuan knockout yang mematikan.

Lewis yang berasal dari Houston memasuki arena dengan iringan lagu “Tops Drop” karya mendiang artis hip-hop Fat Pat, yang dimainkan secara langsung oleh Marine Corps Band.

Pratinjau media mengenai persiapan arena UFC untuk ajang UFC Freedom Fight yang akan digelar pada 14 Juni, di South Lawn (Halaman Selatan) Gedung Putih, pada 11 Juni 2026. Madalina Kilroy/The Epoch Times

Hokit mendaratkan pukulan tangan kanan dan menjatuhkan Lewis ke kanvas pada ronde pertama. Ia kemudian melancarkan serangan yang merusak wajah lawannya sebelum menguncinya di lantai arena. Lewis membalas pada ronde kedua dengan dukungan penonton yang meneriakkan namanya, tetapi ia mulai kelelahan seiring berjalannya pertandingan. Hokit akhirnya mengakhiri pertarungan melalui rangkaian kombinasi pukulan.

“Saya adalah pria dengan rencana, sang monster yang siap berpesta,” kata Hokit setelah meraih kemenangan ke-10 berturut-turut dan tetap tidak terkalahkan.

Petarung kelas ringan asal Brasil, Mauricio Ruffy, menghadapi veteran Michael Chandler dalam pertandingan yang lebih mengunggulkan Ruffy.

Kemampuan gulat Chandler dan ledakan energinya sempat terlihat, tetapi Ruffy menghajarnya dengan tendangan tumit berputar, pukulan ke tubuh, dan uppercut beruntun hingga memenangkan pertarungan melalui knockout pada ronde pertama.

Ruffy mengucapkan terima kasih kepada Tuhan dan keluarganya setelah memenangkan pertandingan.

“Saya sangat senang dengan penampilan ini, sangat senang dengan kemenangan ini,” katanya, sebelum melamar kekasihnya langsung dari dalam oktagon.

Bo Nickal diperkirakan akan mengalahkan Kyle Daukaus dalam duel kelas menengah antara dua petarung berbobot 186 pon, sementara pertarungan kelas bulu antara Diego Lopes dan Steve Garcia membuka acara malam itu.

Lopes meraih kemenangan melalui knockout pada laga pembuka. Garcia mendaratkan lebih banyak pukulan pada ronde pertama dan membuat Lopes terus mundur setelah beberapa serangan awalnya berhasil mengenai sasaran. Keduanya saling bertukar jab pada ronde kedua sebelum Lopes mendominasi dengan rentetan pukulan yang menjatuhkan Garcia dan mengakhiri pertandingan.

“Ini luar biasa,” kata Lopes setelah menang.

“Tidak ada yang bisa mengalahkan saya dalam pertarungan kelas bantam.”

Nickal menjatuhkan Daukaus ke kanvas pada awal ronde pertama pertarungan kedua. Ia melancarkan serangan siku jarak dekat yang membuat wajah lawannya terluka. Wasit kemudian memisahkan keduanya dan memerintahkan mereka kembali berdiri, tetapi Nickal akhirnya memenangkan pertandingan melalui knockout pada detik-detik terakhir ronde tersebut.

“Ini tidak akan mungkin terjadi tanpa Anda,” katanya kepada Trump, yang telah lama mendukung Nickal, saat menyapa presiden setelah meraih kemenangan.

Pembawa acara sekaligus komentator Joe Rogan kemudian mewawancarai Nickal setelah pertandingan.

“Saya sangat menghormatinya [Trump], bersyukur bisa berada di sini, dan bersyukur menjadi bagian dari acara ini,” kata Nickal.

Ribuan anggota militer dan tamu undangan khusus duduk di sekitar arena, sementara area Ellipse dekat Gedung Putih disiapkan untuk menampung sekitar 100.000 penonton tambahan. Gerbang dibuka pukul 15.30 waktu setempat pada hari Minggu untuk partai utama dan pesta nonton Fan Fest, yang menampilkan replika oktagon, hiburan interaktif, musik langsung, stan merchandise, pertunjukan langsung, sesi temu penggemar dengan atlet UFC, kembang api, dan berbagai kegiatan lainnya.

Zac Brown Band menjadi penampil utama pada Sabtu malam, sementara sejumlah artis musik lainnya turut tampil bersama atraksi motocross dari Travis Pastrana.

Pejabat UFC mempromosikan ajang tersebut sebagai “acara olahraga paling bersejarah sepanjang masa,” dengan rangkaian perayaan yang bertepatan dengan momentum para pendiri Amerika Serikat menandatangani Deklarasi Kemerdekaan.

“UFC Freedom 250 memperingati ulang tahun ke-250 Amerika Serikat dengan perayaan semangat juang Amerika yang hanya terjadi sekali dalam satu generasi,” kata organisasi tersebut dalam sebuah pernyataan.

“Dari revolusi hingga oktagon, acara bersejarah ini akan menghubungkan para penggemar melalui kisah sinematik dan persaingan tanpa tandingan di panggung pembuktian terbesar di dunia.”

Pendiri Meta, Mark Zuckerberg, turut hadir dalam acara tersebut. Panitia juga mengumumkan upaya amal untuk menyediakan kacamata pintar Meta bagi para veteran tunanetra.

Masyarakat di seluruh dunia dapat menyaksikan pertarungan ini secara langsung melalui Paramount+ mulai pukul 20.00 waktu Timur Amerika Serikat.

Artikel ini sebelumnya terbit di The Epoch Times edisi Bahasa Inggris

Citra Satelit Diklaim Mengungkap 51 Pangkalan Militer Iran Hancur Diserang Militer AS

Menurut sebuah laporan yang mengutip analisis BBC, perbandingan berbagai citra satelit menunjukkan bahwa sejumlah fasilitas militer di seluruh Iran mengalami kerusakan berat akibat serangan udara yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel. Laporan tersebut menyebutkan bahwa para ahli telah mengidentifikasi lebih dari 50 instalasi militer utama, termasuk pangkalan angkatan udara, pangkalan angkatan laut, dan fasilitas rudal balistik, yang mengalami kerusakan serius.

EtIndonesia.com Sejak pecahnya konflik di kawasan Teluk pada 28 Februari 2026, militer Amerika Serikat mengklaim telah melancarkan serangan udara intensif terhadap sekitar 13.000 target di wilayah Iran.

Disebutkan pula bahwa meskipun Pentagon sebelumnya meminta penyedia citra satelit Planet untuk membatasi pembaruan gambar di wilayah terkait, BBC menggunakan data historis dan citra dari penyedia satelit internasional lainnya untuk mengidentifikasi 51 lokasi militer Iran yang mengalami kerusakan parah. Lokasi-lokasi tersebut mencakup pangkalan udara, fasilitas angkatan laut, dan markas Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).

Berdasarkan citra yang dianalisis, kekuatan utama angkatan udara dan angkatan laut konvensional Iran disebut hampir lumpuh. Pada 7 Maret, serangan udara Amerika Serikat terhadap kawasan militer di Bandara Internasional Mehrabad dilaporkan menghancurkan sedikitnya 17 pesawat tempur. Kemudian, antara 2 hingga 17 April, sedikitnya 13 pesawat lainnya dikabarkan hancur di Pangkalan Udara Shiraz.

Selain itu, Pelabuhan Bandar Abbas, yang berfungsi sebagai markas besar angkatan laut Iran, serta beberapa pangkalan laut lainnya seperti Konarak, dilaporkan mengalami kerusakan parah. Sejumlah kapal dan bangunan administrasi juga disebut ikut rusak.

Para analis yang dikutip dalam laporan tersebut berpendapat bahwa Amerika Serikat kini telah menguasai wilayah udara Iran. Sebelumnya, Presiden Donald Trump juga pernah menyatakan secara terbuka bahwa militer AS telah “menghancurkan 100%” kekuatan angkatan laut dan angkatan udara Iran dari sisi militer.

Laporan itu juga menyebutkan bahwa serangan udara tidak hanya menyasar fasilitas pertahanan, tetapi juga menargetkan struktur keamanan internal yang setia kepada pemerintahan Iran.

Markas besar Korps Garda Revolusi Islam dan pusat komando pasukan paramiliter Basij, yang bertugas menjaga keamanan dalam negeri dan menindak aksi oposisi, dilaporkan mengalami kerusakan berat. Selain itu, komandan angkatan laut IRGC, Jenderal Alireza Tangsiri, disebut tewas dalam operasi Israel pada akhir Maret.

Menurut analisis intelijen yang dikutip dalam laporan tersebut, serangan-serangan ini bertujuan melemahkan kemampuan aparat keamanan Iran sehingga dapat menciptakan kondisi yang mendukung perubahan politik dari dalam negeri.

Meski demikian, laporan tersebut menyatakan bahwa Iran masih memiliki kemampuan untuk melakukan perlawanan. Citra satelit terbaru dikabarkan menunjukkan bahwa selama masa gencatan senjata sementara yang rapuh, pemerintah Iran sedang melakukan perbaikan darurat pada setidaknya empat pangkalan rudal balistik bawah tanah.

Sebagai contoh, di Pangkalan Rudal Tabriz, puing-puing di jalan telah dibersihkan dan terowongan yang sebelumnya rusak akibat serangan udara sedang digali kembali. Di lokasi tersebut juga terlihat banyak kendaraan konstruksi dan alat berat.

Para pakar keamanan memperingatkan bahwa meskipun kekuatan militer konvensional Iran mungkin telah mengalami kerusakan besar, negara itu masih memiliki kemampuan perang asimetris yang signifikan. 

Dengan mengandalkan drone bunuh diri berbiaya rendah dan armada kapal cepat berukuran kecil yang sering dijuluki “armada nyamuk” (mosquito fleet), Iran dinilai masih mampu menimbulkan ancaman serius terhadap kapal-kapal militer Amerika Serikat maupun pelayaran komersial internasional di Selat Hormuz.

Sumber : NTDTV.com

Organisasi HAM Safeguard Defenders : Peralatan Ruang Interogasi Anti Bunuh Diri dari Penjara Gelap Tiongkok Terlihat di TikTok

EtIndonesia.com Baru-baru ini, di platform Douyin (TikTok versi Tiongkok) muncul sejumlah iklan yang mempromosikan peralatan untuk apa yang disebut sebagai “ruang interogasi antibunuh diri”. 

Kemunculan iklan-iklan tersebut menimbulkan keprihatinan. Organisasi hak asasi manusia Safeguard Defenders (Protect Defenders) menyatakan bahwa fasilitas semacam ini merupakan bagian dari sistem penahanan rahasia yang mereka sebut sebagai “penjara gelap” di Tiongkok.

Dalam salah satu video promosi disebutkan: “Di ruang penahanan, lampu menyala selama 24 jam. Anda tidak tahu sekarang pukul berapa, hanya tahu bahwa tiga kali makan selalu datang tepat waktu. Cahaya lampu yang terang membuat Anda sulit tidur.”

Menurut laporan tersebut, cuplikan tersebut ditemukan oleh organisasi Safeguard Defenders ketika sedang menyelidiki sistem penahanan rahasia di Tiongkok. Mereka menemukan bahwa tiga perusahaan Tiongkok mempromosikan fasilitas berlapis bantalan lunak khusus untuk ruang penahanan guna mencegah bunuh diri melalui akun-akun di Douyin. Satu perusahaan berasal dari Guangzhou, sementara dua lainnya berasal dari Provinsi Henan.

Video promosi lainnya menggambarkan fasilitas tersebut sebagai berikut:

“Dindingnya empuk, lantainya juga empuk. Ingin melempar sesuatu? Tidak ada yang bisa dilempar. Ingin berteriak keras? Suara akan diserap.”

Safeguard Defenders menyatakan bahwa dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah Tiongkok telah melembagakan dua bentuk sistem penahanan, yaitu:

  1. Liuzhi (留置), yang terutama diterapkan terhadap anggota Partai Komunis Tiongkok dan pejabat pemerintah yang sedang diperiksa dalam kasus disiplin atau korupsi.
  2. Residential Surveillance at a Designated Location (RSDL/指定居所監視居住), yaitu bentuk pengawasan atau penahanan di lokasi yang ditentukan dan dapat diterapkan dalam kasus-kasus pidana tertentu.

Dalam video promosi lainnya disebutkan:

“Ruang pemeriksaan dilengkapi dengan tempat tidur lunak antitabrakan berteknologi hidrolik tersembunyi, yang digunakan di lokasi pemeriksaan Komisi Inspeksi Disiplin.”

Berdasarkan data yang dikutip dalam artikel, Komisi Pusat Inspeksi Disiplin Tiongkok melaporkan bahwa sekitar 38.000 orang ditempatkan dalam sistem liuzhi pada tahun 2024, dan jumlah tersebut meningkat menjadi sekitar 47.000 orang pada tahun 2025.

Namun, Safeguard Defenders menyatakan bahwa jumlah sebenarnya orang yang terdampak oleh sistem penahanan tersebut kemungkinan jauh lebih besar daripada angka resmi.

Organisasi itu memperkirakan bahwa dampaknya dapat mencapai jutaan orang, meskipun estimasi tersebut merupakan penilaian organisasi tersebut dan bukan data resmi pemerintah.

Laporan disusun oleh jurnalis NTD Television, An Qi dan Wen Hui.

Anjing Berusia 22 Tahun Diduga Menyadari Ajalnya Sudah Dekat, Ia Diam-Diam Meninggalkan Rumah! Kisahnya Mengharukan Banyak Orang

0

EtIndonesia.com Baru-baru ini, seekor anjing berusia 22 tahun di Provinsi Jiangxi, Tiongkok, yang diduga menyadari bahwa hidupnya telah mendekati akhir, berjalan perlahan meninggalkan rumah dengan tubuh yang sudah sangat lemah. Respons sang pemilik yang memahami maksud anjing tersebut, serta momen ketika anjing itu menoleh ke belakang, membuat banyak warganet tersentuh.

Anjing Tua Berusaha Pergi dari Rumah

Di Tiongkok, terdapat kepercayaan yang diwariskan turun-temurun bahwa anjing memiliki naluri yang kuat. Konon, ketika merasa ajalnya sudah dekat, mereka akan memilih bersembunyi atau pergi meninggalkan rumah agar pemiliknya tidak melihat mereka meninggal.

Baru-baru ini di Jiangxi, seekor anjing berusia 22 tahun—usia yang dianggap setara dengan manusia berumur lebih dari 100 tahun—tampaknya menunjukkan tanda-tanda seperti itu. Alih-alih beristirahat di tempat tidurnya seperti biasa, anjing tersebut menyeret tubuhnya yang hampir tak mampu berdiri dan bersikeras berjalan ke arah luar rumah.

Setiap melangkah beberapa langkah, ia berhenti dan menoleh ke belakang, seolah ingin memastikan sesuatu atau mengucapkan salam perpisahan untuk terakhir kalinya.

Sang Pemilik Memanggilnya Pulang

Melihat pemandangan itu, sang pemilik merasa memahami apa yang sedang terjadi dan berulang kali memanggil dengan lembut:

“Masuklah! Jangan keluar. Jangan mati di luar rumah. Kalau memang waktunya tiba, matilah di rumah saja. Tidak ada yang akan membencimu.”

Mendengar suara yang dikenalnya, anjing tua itu berhenti berjalan dan menoleh ke arah pemiliknya. Tatapan matanya yang penuh rasa sayang dan enggan berpisah menyentuh hati banyak orang yang menyaksikan video tersebut.

Topik ini sempat menjadi perbincangan hangat di media sosial Tiongkok. Banyak warganet berkomentar, “Melihat tatapannya saat menoleh, rasanya ia benar-benar memahami apa yang dikatakan pemiliknya.”

Banyak Warganet Terharu

Sejumlah komentar yang muncul antara lain:

  • “Anjing tua berusia 22 tahun itu seolah tahu bahwa hidupnya akan segera berakhir, lalu diam-diam ingin pergi. Tatapan terakhirnya membuat banyak orang menangis. Seumur hidup ia menjaga rumah ini, tetapi di akhir hidupnya justru ingin menghadapi kematian sendirian agar pemiliknya tidak bersedih. Kasih sayang dan kelembutan seperti ini terasa begitu tulus.”
  • “Semua makhluk hidup memiliki perasaan. Ikatan emosional lintas spesies seperti ini sangat menyentuh. Semoga semua hewan peliharaan diperlakukan dengan penuh kasih sayang, dan terima kasih kepada mereka yang telah menemani hidup kita selama bertahun-tahun.”
  • “Ketika anjing kami menua, suatu hari ia pergi diam-diam saat tidak ada yang memperhatikan dan tidak pernah ditemukan lagi. Mungkin ia merasa tugasnya menjaga rumah telah selesai dan tidak ingin merepotkan keluarga.”

Ada Pula Pendapat yang Berbeda

Di sisi lain, sebagian warganet menganggap bahwa anggapan bahwa anjing sengaja pergi agar pemiliknya tidak sedih mungkin merupakan penafsiran emosional manusia.

Mereka berpendapat bahwa:

  • Perilaku meninggalkan kelompok atau mencari tempat tersembunyi saat kondisi fisik melemah bisa merupakan naluri alami pada hewan dari keluarga anjing (canidae). Di alam liar, hewan yang sakit atau lemah cenderung mencari tempat yang aman agar tidak mudah menjadi sasaran predator.
  • Pada anjing yang sangat tua, tubuh yang semakin lemah mungkin secara naluriah mendorong mereka untuk mencari tempat yang tenang dan tersembunyi.

Ada juga komentar yang menyebut hasil sebuah survei di Amerika Serikat yang mengindikasikan banyak anjing menunjukkan tanda-tanda ketakutan atau kecemasan dalam kehidupan sehari-hari, sehingga perilaku menjauh saat mendekati kematian bisa saja berkaitan dengan rasa takut atau stres, bukan semata-mata keinginan untuk melindungi perasaan pemiliknya.

Dilaporkan oleh Li Yun/ Xia He

AS dan Iran Capai Kesepakatan Damai, Trump Otorisasi Pembukaan Kembali Selat Hormuz

Upacara penandatanganan akan digelar pada 19 Juni di Swiss.

EtIndonesia.com Presiden AS Donald Trump pada Minggu (14/6/2026) mengatakan kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran telah tercapai. 

“Kesepakatan dengan Republik Islam Iran kini telah selesai,” tulis Trump dalam unggahan di Truth Social.

“Selamat kepada semuanya! Dengan ini saya sepenuhnya mengizinkan pembukaan Selat Hormuz tanpa pungutan biaya, dan pada saat yang sama mengizinkan pencabutan segera blokade Angkatan Laut Amerika Serikat.

“Kapal-kapal dunia, nyalakan mesin kalian. Biarkan minyak mengalir!”

Kesepakatan tersebut pertama kali diumumkan oleh Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif.

“Kedua pihak telah menyatakan penghentian segera dan permanen operasi militer di semua front, termasuk di Lebanon,” tulis Sharif di platform X beberapa saat sebelum Trump mengonfirmasi rencana tersebut.

Sharif mengatakan upacara penandatanganan akan diadakan pada 19 Juni di Swiss.

Wakil Presiden AS JD Vance mengatakan kepada Fox News bahwa ia berencana menghadiri upacara penandatanganan itu. 

“Saya tentu berencana hadir, tetapi ada kemungkinan presiden sendiri juga akan hadir,” katanya. “Kami akan memastikannya hari ini.”

Perjanjian damai ini menyusul gencatan senjata yang dimediasi Pakistan yang mulai berlaku pada 8 April dan kemudian diperpanjang tanpa batas waktu oleh Trump pada akhir bulan tersebut.

Trump mengatakan pada 13 Juni bahwa setelah perjanjian damai ditandatangani, Selat Hormuz akan segera “terbuka bagi semua pihak.”

Perang Iran dan kebuntuan yang menyusul antara Amerika Serikat dan Iran telah memengaruhi harga minyak serta menghambat sebagian besar lalu lintas komersial melalui Selat Hormuz, salah satu jalur transit minyak dan gas alam terpenting di dunia.

Menurut Administrasi Informasi Energi AS (EIA), harga minyak mentah berada pada level 56,80 dolar AS per barel pada 19 Desember 2025, namun melonjak menjadi 114,01 dolar AS per barel pada 6 April.

Pada akhir April, ratusan kapal dilaporkan menganggur di Teluk Persia.

Iran juga berulang kali mengganggu kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz. Militer AS menyatakan pada 13 Juni bahwa mereka telah menembak jatuh beberapa drone serang Iran yang menargetkan kapal-kapal dagang yang berlayar di jalur perairan tersebut.

Trump mengatakan dalam unggahan Truth Social pada 13 Juni bahwa perjanjian ini akan mencegah Iran memiliki senjata nuklir, yang menurutnya merupakan syarat utama bagi setiap kesepakatan damai.

“Faktanya, mereka tidak lagi menginginkan senjata nuklir, dan mereka juga tidak akan memilikinya, baik melalui pembelian, pengembangan, maupun bentuk perolehan lainnya,” tulis Trump pada 13 Juni.

Trump mengkritik serangan Israel terhadap Beirut, Lebanon, pada 14 Juni, dengan mengatakan bahwa serangan tersebut seharusnya tidak terjadi ketika para perunding sudah hampir mencapai kesepakatan damai dengan Iran.

Trump mengatakan Israel memiliki hak untuk membela diri, tetapi menggambarkan serangan yang memicu respons tersebut sebagai insiden kecil, seraya mencatat bahwa tidak ada korban tewas maupun luka-luka. Ia memperingatkan bahwa tindakan militer lebih lanjut dapat membahayakan upaya untuk mengamankan kesepakatan damai yang lebih luas.

Trump menyerukan semua pihak untuk menahan diri. Ia mendesak Israel menghentikan serangan di Lebanon dan meminta Hizbullah menghentikan serangan terhadap Israel. Menurutnya, kawasan tersebut kini berada sangat dekat dengan tercapainya sebuah kesepakatan damai yang berpotensi bersejarah.

Ia menulis, “Ini bisa menjadi awal dari perdamaian yang panjang dan indah — jangan sampai kita merusaknya!”

Jacki Thrapp turut berkontribusi dalam laporan ini.

Sumber : Theepochtimes.com

Seorang Siswa SMA Ceritakan Detik-detik Kejadian Ketika Dirinya Tersambar Petir Saat Mengendarai Motor Listrik

Seorang siswa SMA di Provinsi Guangdong, Tiongkok, yang baru saja mengikuti ujian masuk perguruan tinggi (Gaokao), menjadi sorotan setelah dilaporkan tersambar petir saat mengendarai sepeda motor listrik di tengah hujan badai.

EtIndonesia.com Pada 11 Juni, siswa yang diidentifikasi dengan nama keluarga Liu mengatakan kepada media setempat bahwa insiden tersebut terjadi pada 8 Juni malam. Saat itu hujan deras disertai petir, dan ia sedang mengendarai motor listrik sambil memegang payung.

“Tiba-tiba saya merasa seluruh tubuh saya mati rasa dan kebingungan selama beberapa saat. Setelah itu saya menyadari bahwa kemungkinan saya telah tersambar petir,” katanya. 

Setelah kejadian, Liu menjalani pemeriksaan di Rumah Sakit Rakyat Kota Lianjiang, Zhanjiang. Beruntung, hasil pemeriksaan menunjukkan tidak ada cedera serius. Keesokan harinya ia tetap mengikuti ujian Gaokao seperti biasa dan merasa dapat mengerjakan soal dengan cukup baik.

Catatan medis yang dibagikannya menunjukkan bahwa rumah sakit mendiagnosisnya mengalami cedera akibat sengatan listrik.

Belakangan, Liu mengunggah video di media sosial untuk menjawab pertanyaan warganet. Ketika ditanya mengapa ia tidak mengalami luka bakar parah, ia mengatakan bahwa menurut penjelasan dokter, saat itu ia sedang mengendarai motor listrik sehingga sambaran petir tidak membentuk jalur arus listrik melalui genangan air di tanah sebagaimana diduga, sehingga ia tidak mengalami cedera yang lebih serius.

Ia juga mengungkapkan bahwa pada malam yang sama, seorang wanita yang berada di lokasi juga tersambar petir. Menurutnya, wanita tersebut sedang berjalan dan menginjak permukaan tanah ketika kejadian terjadi.

“Kondisi beliau sebenarnya cukup serius. Yang saya tahu, beliau sampai dirawat di rumah sakit. Sedangkan saya baik-baik saja. Saya juga mendoakan semoga beliau segera pulih, meskipun saya tidak tahu bagaimana kondisinya sekarang.”

Saat ditanya apakah mengalami efek samping setelah kejadian, Liu menjelaskan bahwa ia melihat wanita tersebut terjatuh akibat tersambar petir. Karena khawatir terjadi masalah pada jantungnya sendiri, ia segera menghubungi layanan darurat dan ikut menuju rumah sakit dengan ambulans.

“Saya tidak apa-apa, hanya masih bingung saat itu. Setelah melihat ibu tersebut terjatuh, saya langsung menelepon ambulans. Saya ikut ke rumah sakit karena khawatir ada masalah pada jantung saya. Setelah menjalani pemeriksaan elektrokardiogram (EKG), dokter mengatakan kondisi saya tidak serius,” katanya. 

Ia menambahkan bahwa dokter sempat bertanya apakah dirinya terjatuh dari motor.

“Sebenarnya saya hanya linglung sesaat, lalu mengerem dan berhenti. Saya tidak sampai terjatuh,” katanya. 

Berita tersebut memicu banyak komentar dari warganet di Tiongkok, antara lain:

  • “Benar-benar selamat dari maut.”
  • “Keberuntungannya luar biasa.”
  • “Syukurlah dia tidak terluka.”
  • “Semoga ibu yang juga tersambar petir segera sembuh.”

Sebagian pengguna internet juga mencoba menjelaskan kemungkinan penyebab perbedaan dampak yang dialami kedua korban. Salah satu komentar menyebutkan bahwa wanita tersebut mungkin mengalami tegangan langkah (step voltage) saat berjalan di tanah sehingga menerima arus listrik yang lebih besar, sedangkan Liu yang sedang berada di atas kendaraan mungkin memiliki kondisi kontak dengan tanah yang berbeda sehingga dampaknya lebih ringan.

Namun demikian, penjelasan tersebut merupakan pendapat warganet dan belum merupakan kesimpulan resmi dari pihak berwenang atau tenaga medis.

Sumber : NTDTV.com

Senjakala Sang Pialang Kuasa: Kejatuhan ‘Empat Jenderal’ dan Pengepungan Terhadap Wang Qishan

EtIndonesia.com– Di balik tembok-tembok tinggi Zhongnanhai, sebuah drama politik besar sedang mencapai babak akhir yang dingin. Kabar singkat yang dirilis oleh Komisi Pusat Inspeksi Disiplin (CCDI) pada 2 Juni lalu mungkin hanya berisi puluhan kata, namun bagi para pengamat politik Tiongkok, maknanya sangat masif. Li Xiaohong, mantan Direktur Kantor Kelompok Pimpinan Pusat untuk Pekerjaan Inspeksi, resmi dinyatakan jatuh akibat “pelanggaran disiplin dan hukum yang serius”.

Li Xiaohong bukanlah figur sembarangan. Ia adalah “jenderal” terakhir dari empat orang kepercayaan paling inti milik Wang Qishan—mantan Wakil Presiden Tiongkok yang pernah dijuluki sebagai “Raja Sejajar” (Parallel King) karena pengaruhnya yang luar biasa besar di samping Xi Jinping,. Dengan jatuhnya Li, seluruh tulang punggung dari apa yang disebut sebagai “Pasukan Keluarga Wang” kini telah habis dikikis habis oleh mesin kekuasaan yang dulu mereka bantu bangun.

Akhir dari ‘Empat Penjaga’

Kejatuhan Li Xiaohong menyusul tiga orang kepercayaan Wang lainnya yang telah lebih dulu dijaring. Hanya dua bulan sebelumnya, pada 24 Maret 2026, Zhou Liang, Wakil Direktur Administrasi Pengawasan Keuangan Nasional, juga jatuh secara tiba-tiba. Sebelum mereka, Dong Hong dan Tian Huiyu—dua sosok yang telah mengikuti Wang sejak kariernya di Guangdong dan sektor perbankan—sudah lebih dulu dijatuhi hukuman mati dengan penangguhan,.

Narator kanal YouTube 新聞最嘲點 Mr.姜光宇, Jiang Guangyu, menyoroti betapa krusialnya peran Li Xiaohong bagi Wang Qishan. “Li Xiaohong adalah mata pisau paling tajam dari pisau CCDI. Ia adalah sosok yang paling diandalkan Wang untuk memegang kendali atas birokrasi inspeksi,” ujar Jiang dalam videonya.

Dong Hong, yang mengikuti Wang dari Guangdong, Hainan, hingga Beijing, adalah “bayangan” sang pialang kuasa. Tian Huiyu adalah tangan kanannya di China Construction Bank yang kemudian mengelola China Merchants Bank,. Sementara Zhou Liang, yang telah mengabdi selama 20 tahun, pernah menduduki posisi strategis sebagai Kepala Departemen Organisasi di CCDI,.

Jatuhnya keempat orang ini menandai keberhasilan strategi “memotong pinggiran rok” (cutting the skirt edges) yang diterapkan untuk mengisolasi Wang Qishan. “Inti dari Pasukan Keluarga Wang telah sepenuhnya dihancurkan dalam pembersihan yang ditargetkan secara presisi,” jelas Jiang.

Persahabatan Satu Selimut di Liangjiahe

Ironi dari pengepungan terhadap Wang Qishan terletak pada sejarah panjang hubungannya dengan Xi Jinping. Akar kekuasaan mereka bermula dari tanah kuning Shaanxi yang gersang pada tahun 1969, di tengah hiruk-pikuk Revolusi Kebudayaan,.

Saat itu, Xi Jinping yang ayahnya sedang dikucilkan, dikirim ke desa Liangjiahe, sementara Wang Qishan berada di komune tetangga. Dalam sebuah malam di gua tempat tinggal (yaodong) yang kumuh, keduanya pernah berbagi satu tempat tidur dan satu selimut yang sama, berbincang sepanjang malam tentang masa depan dan ekonomi. Wang bahkan meminjamkan buku-buku ekonomi langka miliknya kepada Xi.

Persahabatan “kawan seperjuangan” ini menjadi modal politik yang tak ternilai harganya. Ketika Xi naik ke puncak kekuasaan pada 2012, ia membutuhkan “pedang” yang paling tajam dan paling setia untuk membersihkan musuh-musuh politiknya. Ia memilih Wang Qishan untuk memimpin CCDI.

Sang Penjinak Api dan Algojo Politik

Sebelum menjadi algojo korupsi, Wang dikenal sebagai “Komandan Pasukan Pemadam Kebakaran” karena kemampuannya menyelesaikan krisis sistemik. Ia adalah sosok yang membereskan krisis utang Guangdong pada 1998 dengan tangan besi, menolak memberikan bailout pemerintah dan memaksa kreditur Barat melakukan likuidasi. Ia juga yang dipanggil untuk menangani wabah SARS di Beijing pada 2003 setelah walikota sebelumnya dicopot karena menutupi data.

Namun, tugas terbesarnya adalah saat menjabat sebagai Ketua CCDI. Wang mengubah lembaga yang tadinya dianggap sebagai “kantor air jernih” yang pasif menjadi mesin penggiling politik yang efisien dan ditakuti. Di bawah komandonya, slogan “Lebih baik bertemu Raja Neraka daripada bertemu si Tua Wang” bergema di seluruh kantor pemerintahan.

Ia membantu Xi meruntuhkan faksi-faksi besar yang tersisa dari era Jiang Zemin dan Hu Jintao, termasuk menjatuhkan tokoh-tokoh kuat seperti Zhou Yongkang, Bo Xilai, hingga Xu Caihou. “Wang Qishan melihat orang, dia bunuh orang; melihat hantu, dia bunuh hantu,” Jiang Guangyu menggambarkan betapa mengerikannya sepak terjang Wang saat itu.

Perjamuan Terakhir dan Firasat Buruk

Meskipun jasanya begitu besar dalam mengamankan takhta Xi, Wang Qishan tampaknya sudah merasakan bahwa “setelah kelinci habis diburu, anjing pemburu akan dimasak” (tu si gou peng),.

Sebuah kisah menarik diungkapkan oleh Jiang Guangyu mengenai sebuah jamuan makan malam pada Juli 2016, setahun sebelum Kongres Nasional ke-19. Wang mengumpulkan sekitar 20 bawahan paling setianya, termasuk empat orang yang kini telah jatuh. Di tengah pengaruh alkohol, Wang berkata dengan jujur:

“Hari ini mungkin adalah terakhir kalinya saya bertemu dan makan bersama kalian. Di masa depan, kemungkinan tidak akan ada kesempatan seperti ini lagi. Saya sudah tua, tidak lagi mampu memegang payung untuk melindungi kalian dari hujan. Kalian semua, carilah jalan masing-masing dan berusahalah yang terbaik untuk diri sendiri.”

Prediksi Wang terbukti. Setelah Kongres ke-19, meskipun ia diberi jabatan seremonial sebagai Wakil Presiden dan dijuluki “Anggota Komite Tetap Kedelapan”, hubungan sekutu politik antara keduanya mulai retak. Dalam logika otokrasi, tidak boleh ada pusat kekuasaan kedua, terutama seseorang yang memiliki prestise internasional setinggi Wang. Wang bahkan mulai merendahkan diri dengan menyebut dirinya hanya sebagai “pembawa acara” (baomuyuan) bagi Xi di kancah internasional.

Pengepungan yang Dingin

Pembersihan sistematis dimulai pada tahun 2020 dengan penangkapan konglomerat properti Ren Zhiqiang, sahabat karib Wang sejak masa sekolah. Ren dihukum 18 tahun penjara setelah menulis kritik pedas yang menyindir Xi sebagai “badut yang telanjang namun tetap ingin menjadi kaisar”.

Hukuman berat bagi Ren adalah pesan langsung bagi Wang. Tak lama kemudian, satu per satu “Empat Jenderal” Wang ditangkap. Dimulai dari Dong Hong pada Oktober 2020, disusul Tian Huiyu pada 2022, lalu Zhou Liang dan Li Xiaohong di tahun 2026 ini,,.

Kini, Wang Qishan yang telah mendekati usia 80 tahun, hidup dalam kesunyian yang diawasi ketat. Tanpa anak atau keturunan yang bisa meneruskan pengaruhnya, ia menjadi sosok tua yang terisolasi di sebuah halaman rumah tradisional (siheyuan) di Beijing,.

Ramalan ‘Tie Ban Tu’ dan Akhir Sebuah Era

Kejatuhan faksi Wang Qishan juga dikaitkan oleh sebagian pihak dengan ramalan kuno “Tie Ban Tu” (Gambar Pelat Besi). Ramalan tersebut menggambarkan lima ekor burung yang terbang menuju gunung; empat burung hitam berhasil terbang melaluinya, namun burung kelima, yang memiliki bulu putih, menabrak gunung dan tewas bersimbah darah.

Secara etimologi, karakter Mandarin untuk “Xi” (習) terdiri dari dua bagian yang bermakna “bulu putih” (白羽). Ada spekulasi bahwa “gunung” yang ditabrak oleh sang pemimpin terakhir adalah Wang Qishan—bukan dalam arti Wang akan menjatuhkan Xi, melainkan bahwa setelah Wang membantu Xi menyingkirkan semua hambatan dan mencapai kekuasaan absolut, Xi akan menjadi “pemimpin tunggal” yang akhirnya membawa kehancuran bagi dirinya sendiri.

Di penghujung laporannya, Jiang Guangyu merenungkan nasib sang pialang kuasa: “Mungkin di tengah malam yang sunyi, hakim berwajah besi yang dulu ditakuti ini akan teringat kembali pada lampu minyak kuning di gua Shaanxi tahun 1969. Apakah ia akan menyesal telah ikut mengasah mesin penggiling kekuasaan yang kini menelannya bulat-bulat?”.

Kisah Wang Qishan adalah pengingat keras tentang hukum besi politik Tiongkok: mereka yang membantu membangun alat penindasan seringkali berakhir menjadi korban dari alat tersebut. Seperti pepatah kuno, mereka yang mengasah pisau, akhirnya akan mati di bawah mata pisau itu sendiri. (***)

Perusahaan Tiongkok Masuk Pasar Global Bergantung Subsidi, Pakar : Memicu Perlawanan Internasional

oleh Chen Wen dan Yi Ru

Sebuah laporan terbaru yang dirilis oleh Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (Organisation for Economic Co-operation and Development, OECD) menunjukkan bahwa dalam 20 tahun terakhir, hampir 60% pangsa pasar global yang diperoleh perusahaan-perusahaan Tiongkok bergantung pada subsidi negara dari Partai Komunis Tiongkok (PKT). OECD menyatakan bahwa perusahaan yang memperoleh pangsa pasar melalui subsidi sama seperti menggunakan obat-obatan stimulan (doping) dalam dunia olahraga.

Analisis pakar menyimpulkan bahwa upaya PKT untuk mengendalikan rantai pasokan global dan rantai industri, serta demi memperoleh dominasi geopolitik yang lebih besar, pasti mendatangkan perlawanan internasional, yang pada akhirnya nanti akan membawa risiko keruntuhan industri dan kebangkrutan bagi diri mereka sendiri.

Perusahaan Tiongkok Menerima Subsidi Rata-Rata 3 ~ 8 Kali Lipat Perusahaan Anggota OECD

OECD memiliki 38 negara anggota, sebagian besar negara maju dengan ekonomi pasar. Di antara negara-negara Asia, hanya Jepang dan Korea Selatan yang merupakan negara anggota OECD.

Pada 1 Juni 2026, OECD merilis sebuah laporan tentang subsidi industri berdasarkan basis data yang dikumpulkan oleh Manufacturing Groups and Industrial Companies (MAGIC). Basis data ini berisi perkiraan dan informasi keuangan tentang subsidi yang diterima oleh 525 kelompok manufaktur terbesar dunia di 15 sektor industri utama antara tahun 2005 hingga 2024. Sektor-sektor ini meliputi panel fotovoltaik surya, semikonduktor, aluminium, baja, pembuatan kapal, dan manufaktur otomotif, yang membentuk tulang punggung manufaktur global.

Dengan perkiraan yang konservatif laporan tersebut menyebutkan bahwa antara tahun 2005 hingga 2024, perusahaan-perusahaan Tiongkok menerima subsidi pemerintah rata-rata 3 hingga 8 kali lipat lebih besar daripada perusahaan-perusahaan di negara anggota OECD. Bahkan jauh lebih besar lagi daripada perusahaan-perusahaan di negara non-OECD seperti Brasil, India, Indonesia dan lainnya.

Studi tersebut bahkan menemukan, di antara sejumlah perusahaan yang mencapai pertumbuhan antara tahun 2005 hingga 2023, rata-rata sekitar 22% dari pertumbuhan pangsa pasar global yang mereka capai itu disebabkan oleh adanya subsidi. Namun, untuk perusahaan-perusahaan Tiongkok, angka ini mendekati 60%.

Analisis: Laporan OECD Memvalidasi Tuduhan Lama dari AS dan Uni Eropa

Sekretaris Jenderal OECD Mathias Cormann menyatakan pada konferensi peluncuran laporan tersebut hari itu: “Seperti doping dalam olahraga, risiko subsidi adalah bahwa subsidi membantu pemain yang kurang produktif untuk menang secara tidak adil dengan mengorbankan pemain yang lebih baik, lebih inovatif, dan lebih efisien.”

Ia menunjukkan bahwa subsidi meningkatkan pangsa pasar perusahaan tanpa menghasilkan peningkatan yang signifikan dalam produktivitas atau profitabilitas. “Perusahaan-perusahaan memenangkan pangsa pasar bukan melalui peningkatan efisiensi atau inovasi, tetapi dengan menerima subsidi dalam jumlah yang lebih besar.”

Pada 4 Juni 2026, Kementerian Perdagangan PKT dalam tanggapannya terhadap laporan OECD tersebut menyebutkan bahwa definisi konseptual laporan OECD tidak tepat, pemilihan sampelnya membias, sehingga kesimpulannya sepihak dan sewenang-wenang.

Ekonom Amerika Serikat Davy J. Huang mengatakan kepada The Epoch Times bahwa hasil penelitian yang dirilis oleh organisasi internasional pihak ketiga, OECD adalah fakta yang tak terbantahkan. “Hasil tersebut secara langsung mengkonfirmasi bahwa tuduhan yang dibuat oleh AS dan Eropa selama dekade terakhir mengenai kelebihan kapasitas Beijing, dumping, persaingan pasar yang terdistorsi, dan penetapan harga yang merugikan itu semua didasarkan pada data dan fakta yang solid, sama sekali tidak berkaitan dengan faktor politik.”

Fakta, Perusahaan Tiongkok Minus Keunggulan Kompetitif Hanya Bergantung pada Subsidi Ekspor Berskala Besar.

Menurut laporan otoritas PKT, Tiongkok saat ini adalah eksportir terbesar di dunia, dengan ekspor tahunan mencapai RMB 45,47 triliun yang mencakup hampir 15% dari pasar ekspor global. Industri yang disorot meliputi kendaraan energi baru, baterai lithium, produk fotovoltaik, dan pembuatan kapal.

Apakah ini berarti perusahaan-perusahaan Tiongkok memiliki keunggulan kompetitif di pasar internasional? Frank Tian Xie, seorang profesor di Aiken School of Business di Universitas South Carolina, mengatakan kepada The Epoch Times bahwa perusahaan-perusahaan Tiongkok sebenarnya kekurangan keunggulan kompetitif, itulah sebabnya mereka membutuhkan subsidi pemerintah.

Ia mengatakan: “Tanpa subsidi, mereka mungkin tidak akan mampu bersaing. Banyak perusahaan sebenarnya tidak menghasilkan keuntungan. Mereka hanya bergantung pada subsidi ekspor dari pemerintah untuk mendapatkan keuntungan. Mereka pada dasarnya melakukan dumping, menjual ke luar negeri dengan harga pokok atau di bawah harga pokok.”

Davy J. Huang mengatakan bahwa perusahaan-perusahaan Tiongkok tidak memiliki keunggulan dalam produktivitas dan profitabilitas, kecuali keunggulan dalam skala dan harga.

Ia lebih lanjut menjelaskan bahwa perusahaan-perusahaan Tiongkok diibaratkan seperti “menghasilkan cuma 2 sen dari investasinya yang satu dolar,” “tetapi karena investasinya yang tidak terbatas atau sangat besar, hasil akhirnya dapat meningkatkan pangsa pasar perusahaan—misalnya, panel surya sekarang menguasai sebagian besar pasar global—tetapi produktivitas dan profitabilitas perusahaan-perusahaan ini tidak saja belum meningkat secara signifikan, melainkan cukup rendah.”

PKT Mensubsidi Perusahaan Tiongkok demi Memperoleh Monopoli di Pasar Global

Untuk apa PKT melakukan subsidi besar-besaran terhadap perusahaan mereka?

Frank Tian Xie berpendapat bahwa PKT berharap menggunakan subsidi untuk menjaga agar perusahaan-perusahaan Tiongkok yang kelebihan kapasitas tetap berproduksi, untuk “mengatasi masalah ketenagakerjaan mereka,” dan di sisi lain, untuk mendorong ekspor demi “meningkatkan cadangan devisa PKT.”

Dengan cadangan devisa yang besar, PKT dapat berinvestasi di luar negeri atau melakukan hal-hal lain, “seperti membujuk dan menyuap pejabat pemerintah Barat untuk mengekspor ideologi komunis,” atau memungkinkan elit PKT untuk memperkaya diri mereka sendiri dengan mentransfer aset mereka ke luar negeri.

“Tentu saja, tujuan utama PKT adalah berharap produk-produk ekspor yang dijual dengan harga dumping dapat merebut pasar negara lain, memperoleh monopoli dominan, setelah itu harganya bisa dinaikkan,” tambah Frank Tian Xie.

Davy J. Huang juga percaya bahwa PKT memang sengaja melibatkan diri dalam “persaingan asimetris,” “Karena mereka ingin menggunakan metode cepat yang menentang prinsip-prinsip ekonomi pasar untuk mengganggu dinamika pasar normal, yang memungkinkan perusahaan-perusahaan Tiongkok untuk secara langsung menghancurkan margin keuntungan dari perusahaan-perusahaan Barat sejenis dengan biaya rendah—tujuan utamanya bukan soal apakah ada keuntungan di pasar, atau apakah perusahaan menghasilkan laba buat bertahan hidup, tetapi tentang menyingkirkan pesaing,” katanya.

Mencetak Uang dalam Jumlah Besar Guna Mensubsidi, Risiko Perdagangan Runtuh Sangat Besar 

Pelacakan basis data MAGIC memperlihatkan bahwa pada tahun 2024 saja, 525 perusahaan besar di 15 industri Tiongkok telah menerima “dukungan pemerintah” alias subsidi yang jumlahnya mencapai total USD 108 miliar. OECD mengkatagorikan subsidi langsung, keringanan pajak, pinjaman preferensial dari bank dan lembaga keuangan publik (yang tidak jarang dengan suku bunga pinjaman di bawah acuan resmi) sebagai “dukungan pemerintah.”

Namun, OECD juga menyatakan bahwa hanya sangat sedikit perusahaan Tiongkok yang mau mengungkapkan informasi tentang subsidi yang mereka terima, bahkan kebanyakan tidak bersedia. Jadi OECD melakukan kalkulasi dan estimasi berdasarkan data yang tersedia untuk umum dari perusahaan.

Davy J. Huang mengatakan bahwa subsidi dari PKT kepada perusahaan mencakup “suntikan fiskal, alokasi lahan gratis, dan dana pinjaman tanpa batas dari institusi keuangan,” yang pada dasarnya mewakili “kontribusi dari seluruh warga negara.” “Anggaran fiskal yang seharusnya digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, perawatan kesehatan, perawatan lansia, dan pendidikan semuanya dialihkan ke industri-industri ini.”

Frank Tian Xie menyinggung soal defisit fiskal berskala besar yang telah lama dialami oleh semua tingkatan pemerintahan PKT. Mereka menggunakan uang hasil pencetakan uang untuk mensubsidi ekspor dan secara paksa membeli devisa yang diperoleh perusahaan, pada saat yang sama memanipulasi nilai tukar untuk mengimbangi dampak dari depresiasi nilai renminbi.

“Adapun masalah yang ditimbulkan oleh pencetakan uang, inflasi, depresiasi nilai RMB, penurunan daya beli RMB, pada akhirnya akan ditanggung oleh wajib pajak, seluruh sistem keuangan, dan seluruh rakyat RRT,” kata Frank Tian Xie.

Apakah model ini bisa berkelanjutan? Davy J. Huang menjelaskan bahwa hal ini akan menyebabkan timbulnya “utang macet sistemik lembaga keuangan,” juga “deflasi jangka panjang dalam konsumsi domestik.” Selain itu juga menyebabkan terpuruknya perekonomian domestik, karena PKT terlalu banyak mencurahkan sumber daya ke dalam persaingan global, yang pada akhirnya “begitu subsidi kepada perusahaan-perusahaan ini dicabut, ekonomi pasar akan memberi mereka pelajaran. Pukulan berupa kebangkrutan.”

Frank Tian Xie menjelaskan bahwa Eropa dan AS sudah mulai membatasi ekspor Tiongkok. Jika wilayah lain juga tidak lagi bersedia menerima produk ekspor Tiongkok dalam skala besar, “Itulah saatnya perdagangan Tiongkok runtuh, dan dampak dari kerugiannya akan sangat besar.”

Di samping itu, ketika perusahaan-perusahaan berorientasi ekspor ini tidak dapat bertahan bahkan dengan subsidi pemerintah pun, maka industri-industri ini akan runtuh dengan sendirinya. Apalagi ada boikot dari pemerintah negara lain, “Ini akan menyebabkan industri-industri tersebut bangkrut, menciptakan masalah besar bagi perekonomian PKT.”

Upaya PKT Mengendalikan Rantai Pasokan Global Bisa Membawa Ketidakstabilan Bagi Dunia

Laporan OECD menunjukkan bahwa dalam ekonomi terbuka, dukungan pemerintah untuk aktivitas ekonomi melalui subsidi dapat mendistorsi pasar internasional dan menciptakan lingkungan persaingan yang tidak adil. Bukti telah menunjukkan bahwa subsidi ini sedang memengaruhi struktur pasar global dengan memungkinkan perusahaan penerima manfaat untuk meningkatkan pangsa pasar global mereka.

Apakah ada maksud strategis di balik subsidi kepada perusahaan-perusahaan Tiongkok untuk merebut pasar internasional? Frank Tian Xie mengatakan bahwa sambil mempromosikan ekonomi yang berorientasi ekspornya, PKT juga mendorong pembentukan seluruh rantai industri. “Dia (PKT) juga berupaya mengendalikan rantai pasokan global dan rantai industri, sehingga PKT dapat mengoperasikan rantai ini secara independen dari negara lain, sambil berharap membuat negara lain bergantung pada PKT. Ini akan memungkinkan PKT untuk mendapatkan dominasi geopolitik dan kekuatan penetapan harga atas produk hulu dan hilirnya. Kita telah melihat bahwa PKT menggunakan rantai industri untuk memeras negara lain, seperti selama pandemi COVID-19.”

Davy J. Huang juga memiliki pandangan ini, ia percaya bahwa PKT melalui “subsidi besar-besaran, mengeksploitasi orang lain, dan melakukan dumping dengan harga rendah,” sedang “merampas kekuatan penetapan harga di industri-industri global utama,” untuk “menulis ulang dominasi geopolitik global, yang pada akhirnya mencapai keinginan untuk mengubah dunia, menulis ulang aturan dunia, dan

Jika PKT berhasil, konsekuensinya akan tak terbayangkan. Coba bayangkan bahwa subsidi besar-besaran PKT pertama dan terutama menciptakan praktik perdagangan dan persaingan yang tidak adil secara global, mengekspor masalah pengangguran Tiongkok ke luar negeri, menyebabkan arus keluar modal dari negara lain, meningkatkan ketergantungan mereka pada ekonomi PKT, dan bahkan menyebabkan pengosongan industri mereka. Demikian kata Frank Tian Xie, “Situasi ekonomi dan perdagangan yang memburuk juga akan membawa perubahan geopolitik, jadi ini sebenarnya merupakan sumber ketidakstabilan politik, ekonomi, dan militer global di masa mendatang—suatu kerugian besar bagi dunia yang ditimbulkan oleh PKT,” tambahnya.

Davy J. Huang mengatakan bahwa PKT menggunakan seluruh kekuatan negara untuk bersaing dengan perusahaan swasta di negara lain, yang akan menyebabkan penyusutan industri, penutupan dan penghentian operasi pabrik, PHK tenaga kerja, perpecahan struktur sosial, dan deindustrialisasi di negara lain. Hal ini yang akan memaksa negara lain “membangun hambatan perdagangan” yang pada akhirnya memicu perang dagang yang berkepanjangan.

Davy mengatakan bahwa meskipun beberapa orang beranggapan bahwa Presiden Donald Trump yang mengobarkan perang dagang AS-PKT saat ini, tetapi sebenarnya itu adalah akibat dari PKT yang enggan mematuhi tatanan perdagangan dunia yang sudah berjalan. (***)

Bagaimana Filipina Membuat PKT Merasakan “Tenggorokan Tersangkut Duri”?

oleh Wang He

Memasuki tahun 2026, hubungan antara Filipina dan Partai Komunis Tiongkok (PKT) menjadi semakin tegang. Kendati PKT berharap adanya pembaikan hubungan dengan Filipina, tetapi tidak bersedia memberikan konsesi yang substansial, ia cuma mengandalkan sedikit tawaran bantuan sambil terus melakukan tekanan militer. “Kombinasi Pukulan” ini justru memicu serangan balik yang keras dari Filipina, meskipun dengan hasil yang tidak menguntungkan. Berikut ada 2 contoh yang kita ambil:

Konfrontasi Scarborough Shoal

Sejak mengambil kendali secara de facto terhadap Scarborough Shoal pada tahun 2012, PKT dengan menerapkan sikap garis keras, menggunakan taktik area abu-abu, yang berulang kali menyebabkan konfrontasi di perairan antar kapal kedua negara, dan mengakibatkan kerusakan pada kapal-kapal Filipina dan cederanya pada awak kapal.

Pada tahun 2025, PKT bahkan mengklaim akan mendirikan “cagar alam nasional” di Scarborough Shoal, Laut Tiongkok Selatan. Sejak tahun 2026, patroli dan kontrol de facto PKT atas Scarborough Shoal ini semakin meningkat.

(1) PKT mengerahkan penghalang apung dan melakukan blokade: Citra satelit menunjukkan bahwa dari pertengahan April 2026 PKT mengerahkan penghalang apung di pintu masuk laguna Scarborough Shoal dan menggunakan beberapa kapal penjaga pantai dan kapal nelayan Tiongkok untuk mengawasi area tersebut dengan ketat, melakukan segala upaya untuk mencegah nelayan Filipina memasuki laguna untuk menangkap ikan.

(2) PKT berpotensi untuk memperluas fungsi Scarborough Shoal: Kementerian Pertahanan Nasional Filipina dalam acara Dialog Shangri-La mengkorfirmasi bahwa pihak berwenang Filipina sedang menyelidiki isu mengenai apakah PKT sedang bersiap untuk membangun fasilitas militer dan infrastruktur baru di Scarborough Shoal.

(3) PKT berulang kali melakukan pencegatan dan pengusiran lewat jalur udara dan laut. Selain itu, tepat setelah latihan militer gabungan AS-Filipina berakhir pada 30 Mei tahun ini, Komando Teater Selatan dan Penjaga Pantai PKT langsung melancarkan patroli kesiapan tempur udara dan laut gabungan serta inspeksi penegakan hukum pada hari berikutnya (31 Mei). Juga mengirimkan pesawat dan kapal perang militer dalam jumlah besar untuk memasuki perairan teritorial dan wilayah udara Scarborough Shoal guna menegaskan hak kendali absolutnya.

Untuk mengimbangi kekuatan PKT, Filipina terpaksa meminta bantuan sekutu militernya Amerika Serikat. Amerika Serikat yang dengan tegas menentang taktik intimidasi PKT, jelas memanfaatkan kesempatan ini untuk memajukan strategi Indo-Pasifiknya. Undang-Undang Otorisasi Pertahanan Nasional AS untuk Tahun Fiskal 2026 telah melimpahkan wewenang kepada Kongres AS untuk memberikan dana dalam bentuk Pembiayaan Militer Asing (Foreigh Militery Financing, FMF) hingga USD 2,5 miliar, dan dalam bentuk pinjaman penjualan kebutuhan militer hingga USD 1 miliar kepada Filipina. Sampai saat ini, Filipina menjadi negara di Pasifik Barat yang menerima bantuan militer AS terbesar.

Pada 25 hingga 26 Januari, Filipina dan AS mengadakan Maritime Cooperative Activity (MCA) pertama untuk tahun 2026 di perairan sekitar Scarborough Shoal. Mekanisme untuk meningkatkan interoperabilitas antar Angkatan Bersenjata Filipina dan Komando Indo-Pasifik AS yang dimulai pada November 2023 telah terselenggara sebanyak 11 kali. Dari 26 hingga 30 Mei tahun ini, kapal-kapal Penjaga Pantai AS dan Angkatan Bersenjata Filipina melakukan patroli gabungan pertama mereka di perairan dekat Scarborough Shoal, Laut Tiongkok Selatan.

Pada 2 Juni, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio dalam sidang dengar pendapat di hadapan Komite Hubungan Luar Negeri Senat mengatakan: “Masalah ini telah diangkat dalam setiap kontak yang saya lakukan dengan pihak Tiongkok, dan baru-baru ini diangkat kembali melalui jalur diplomatik. Kami sangat prihatin dengan aktivitas mereka di sekitar Scarborough Shoal akhir-akhir ini, dan pembangunan infrastruktur yang tampaknya mereka ingin menegaskan klaim teritorial yang sejak lama kami anggap tidak memiliki dasar hukum.”

Perlu dicatat bahwa Scarborough Shoul awalnya tidak tercakup dalam Perjanjian Pertahanan Bersama (Mutual Defense Treaty, MDT) antara Amerika Serikat dan Filipina yang ditandatangani pada tahun 1951. Dan, pemerintah AS pun untuk waktu yang lama mempertahankan kebijakan netral dalam sengketa teritorial di Laut Tiongkok Selatan. Namun, pada tahun 2020 dan setelah Perang Dingin baru antara AS dan PKT, AS melakukan perubahan sikap yang dramatis (saat itu Menteri Luar Negeri Mike Pompeo mengeluarkan pernyataan resmi “Posisi AS tentang Klaim Maritim di Laut Tiongkok Selatan”), yang isinya menyatakan bahwa putusan Pengadilan Arbitrase Permanen di Den Haag tahun 2016 tentang hak maritim di Laut Tiongkok Selatan mengikat secara hukum baik bagi PKT maupun Filipina.

Selain itu juga meniadakan hak dan klaim PKT di Laut Tiongkok Selatan, dan secara eksplisit memasukkan perairan di sekitar Scarborough Shoal dalam cakupan MDT. (Namun, AS hanya melindungi keselamatan personel dan kapal Filipina yang beroperasi di wilayah tersebut, tanpa menentukan kedaulatan atas pulau-pulau dan terumbu karang. Hingga sekarang AS tetap mempertahankan kebijakannya untuk “tidak mengambil posisi mengenai kedaulatan akhir pulau-pulau dan terumbu karang tertentu di Laut Tiongkok Selatan.”)

Konfrontasi di Scarborough Shoal memancing intervensi AS. Bagaimana PKT menafsirkan untung ruginya?

Kisah di Balik Bantuan Ekonomi PKT untuk Filipina

Pada 28 Maret 2026, pertemuan ke-11 Mekanisme Konsultasi Bilateral Tiongkok-Filipina (Bilateral Consultation Mechanism on the South China Sea, BCM) mengenai isu Laut Tiongkok Selatan diadakan di Kota Quanzhou, Fujian dengan kedua belah pihak tetap pada pendirian masing-masing.

Di tengah puncak konflik di Timur Tengah pada bulan Maret tahun ini, PKT memberikan bantuan Filipina sekitar 260.000 barel minyak diesel dan 150.000 ton pupuk urea (sebelumnya, pada tahun 2023, PKT telah menyumbangkan 20.000 ton pupuk secara cuma-cuma). Beijing berharap meredakan ketegangan hubungan Filipina dan PKT dengan hal ini, sekaligus merebut inisiatif dan posisi moral yang tinggi, serta mendapatkan rasa terima kasih dari Filipina.

Namun, Filipina tidak “terjebak dalam perangkap” ini, Menteri Pertahanan Filipina Gilberto Teodoro, dalam sebuah wawancara dengan Reuters selama Dialog Shangri-La, menyatakan bahwa meskipun ketegangan antara AS dan PKT tampaknya mereda, Filipina masih menghadapi ancaman dari PKT dan harus terus berupaya menghadapi perilaku agresif Beijing. “Kita akan menghadapi perjuangan jangka panjang,” katanya.

Meskipun PKT telah memberikan pupuk dan bahan bakar kepada Filipina, hal itu belum menunjukkan ketulusan jangka panjang dan hanyalah kedok dan tipu muslihat. Seberapa pun bantuan itu dibesar-besarkan, itu akan sia-sia dan tidak akan mengubah persepsi Manila terhadap Tiongkok yang komunis.

Pada 2 Juni, seorang juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok secara terbuka mengkritik Gilberto Teodoro. Pada 3 Juni, media Filipina mengutip berita dari sumber melaporkan bahwa Teodoro dan keluarganya dimasukkan dalam daftar larangan masuk Tiongkok, dan jika keluarganya memiliki aset di Tiongkok, aset tersebut mungkin akan dibekukan.

Sore itu, Teodoro menjawab: “Saya tidak memiliki aset di Tiongkok dan tidak berniat pergi ke sana. Meskipun saya ingin sesekali berkunjung untuk menikmati makanan di sana yang konon enak dan warganya pun ramah tamah, tetapi semua itu telah dirusak oleh sistem pemerintahan mereka yang suka menindas.” Teodoro memiliki keturunan Tionghoa. Ia menyebutkan bahwa leluhurnya meninggalkan Tiongkok menuju Filipina sekitar enam atau tujuh generasi yang lalu, ia menambahkan: “Untungnya mereka datang dan tidak pernah berpikir untuk kembali, kalau tidak saya tidak akan berada di posisi saya sekarang.”

Pada pertengahan Mei tahun ini, Teodoro memimpin penggerebekan di pabrik baja milik Tiongkok “San Jia Steel” dan menangkap 69 orang warga negara Tiongkok dan satu warga negara Filipina yang diduga melakukan pekerjaan ilegal, yang menyiratkan bahwa pabrik tersebut mungkin menimbulkan ancaman terhadap keamanan nasional. San Jia Steel terletak di kawasan industri yang dikendalikan oleh militer Filipina. Mantan ketua partai tersebut, Yang Jianxin, diduga memiliki hubungan dekat dengan Alice Guo, mantan walikota Kota Pampang yang ditangkap pada tahun 2024. Alice Guo dijatuhi hukuman penjara seumur hidup pada November lalu karena perdagangan manusia. Pihak berwenang mencurigai dia adalah mata-mata Tiongkok.?

Gilberto Teodoro adalah calon potensial dalam pemilihan presiden Filipina 2028. Apakah PKT menargetkan Teodoro hanya ingin merusak reputasinya atau berniat menghambat hubungan PKT-Filipina di masa mendatang?

Langkah Diplomasi Filipina yang Semakin Efektif 

Dengan Filipina dipercaya untuk memegang jabatan ketua ASEAN pada tahun 2026, dan bertepatan dengan peringatan sepuluh tahun putusan arbitrase Laut Tiongkok Selatan oleh Mahkamah Den Haag, sikap Filipina terhadap PKT semakin tidak tergoyahkan. Apalagi diplomasi Filipina telah mencapai hasil yang signifikan pada tahun 2026.

(1) Pada 16 April, Amerika Serikat mengumumkan bahwa setelah Manila bergabung dengan inisiatif Pax Silica yang dipimpin Washington yang bertujuan untuk mengamankan rantai pasokan kecerdasan buatan dan semikonduktor, kedua negara akan bersama-sama membangun pusat industri seluas 4.000 acre (1.620 hektar) di Koridor Ekonomi Luzon di Filipina. “Kedua sekutu berkomitmen untuk memperkuat rantai pasokan bersama dalam mineral utama, semikonduktor, elektronik, dan komoditas lainnya.” Hal ini dipandang sebagai peluang signifikan bagi Filipina untuk beralih dari basis manufaktur tradisional ke rantai pasokan teknologi tinggi, dan juga melambangkan bahwa aliansi Filipina-AS meluas dari kerja sama militer ke bidang keamanan ekonomi dan industri. Ini jauh lebih signifikan daripada PKT yang menyediakan minyak diesel dan pupuk urea.

(2) Pada 28 Mei, Presiden Filipina Marcos Jr. bertemu dengan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi di Tokyo, mengumumkan peningkatan hubungan bilateral menjadi “kemitraan strategis komprehensif” (aliansi semu) dan memulai negosiasi tentang Perjanjian Keamanan Umum Informasi Militer (GSOMIA). Jepang dan Filipina juga mengumumkan dimulainya negosiasi tentang penetapan batas Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) dan landas kontinen mereka. Sebelumnya, Jepang merevisi Tiga Prinsip tentang Transfer Peralatan Pertahanan dan pedoman operasionalnya.

Peralatan pertahanan yang diharapkan akan diperoleh Filipina dari Jepang meliputi kapal perusak bekas, rudal anti-kapal dan anti-pesawat, serta kendaraan lapis baja darat. Untuk tujuan ini, kedua negara sepakat untuk bersama-sama membentuk kelompok kerja baru, yang menyatukan departemen kebijakan, operasional, dan peralatan dari otoritas pertahanan kedua negara untuk koordinasi langsung. Para pemimpin Jepang dan Filipina juga mengeluarkan pernyataan bersama untuk pertama kalinya yang berisi keprihatinan mendalam mereka atas masalah Selat Taiwan.

Selain itu, tahun ini Jepang mulai berpartisipasi dalam latihan militer gabungan “Balikatan” dalam peran tempur untuk pertama kalinya, dan selama latihan tersebut, Jepang meluncurkan rudal anti-kapal Tipe 88, menenggelamkan kapal musuh simulasi. Ini adalah pertama kalinya sejak Perang Dunia II Jepang meluncurkan rudal ofensif ke luar negeri.

Sehari sebelumnya, dalam latihan militer Angkatan Darat AS juga meluncurkan rudal jelajah Tomahawk dengan menggunakan sistem peluncuran rudal jarak menengah Typhon. Latihan tembak langsung ini menandai pertama kalinya sistem Typhon melakukan peluncuran rudal Tomahawk di luar Amerika Serikat. Hal ini menunjukkan kemajuan pesat kerja sama militer antara AS, Jepang, dan Filipina.

(3) Dari 31 Mei hingga 1 Juni, pemimpin tertinggi Partai Komunis Vietnam mengunjungi Filipina untuk pertama kalinya, dan kedua negara mengumumkan peningkatan hubungan bilateral mereka menjadi “kemitraan strategis yang ditingkatkan.” Presiden Marcos Jr. menyatakan bahwa kemitraan yang ditingkatkan tersebut menegaskan kembali posisi unik dan abadi Vietnam sebagai satu-satunya mitra strategis Filipina di Asia Tenggara. Kedua negara juga menegaskan kembali bahwa “menjaga perdamaian, stabilitas, kebebasan navigasi, dan penerbangan di Laut Tiongkok Selatan adalah keputusan yang tidak dapat dinegosiasikan.”

Baik Filipina maupun Vietnam adalah pihak yang mengklaim isu teritorial di Laut Tiongkok Selatan, dan keduanya telah mengalami bentrokan maritim dengan PKT dalam beberapa tahun terakhir. Semakin dekatnya hubungan antara kedua negara ditafsirkan secara luas sebagai sinyal koordinasi sikap mengenai isu Laut Tiongkok Selatan.

Kesimpulan

Dalam beberapa tahun terakhir, hubungan Filipina-PKT mengalami pemburukan, dan berbagai taktik serangan PKT, baik yang lunak maupun keras, dapat ditangkis secara jeli oleh Filipina. Mengapa Filipina, sebuah negara kecil di Laut Tiongkok Selatan dapat memerankan “duri yang menyangkut di tenggorokan” PKT yang konon raksasa? Di satu sisi, konfrontasi bipolar antara AS dan PKT semakin intensif, yang secara tidak langsung meningkatkan pentingnya strategis Filipina.

Di sisi lain, PKT melakukan serangkaian langkah bodoh, yang membuat dirinya terisolasi. Lebih jauh lagi, Filipina tidak terintimidasi oleh PKT, diplomasi efektifnya telah mendapatkan dukungan dari banyak negara, dan telah berulang kali mempermalukan PKT. Hal ini sekali lagi membuktikan kebenaran dari sebuah pernyataan, yang pernah diucapkan oleh Presiden AS Franklin D. Roosevelt yaitu “Satu-satunya hal yang harus kita takuti adalah rasa takut itu sendiri.” (***)

Amerika Serikat Merilis Gelombang Ketiga Dokumen UFO, Termasuk Video dan Laporan Baru

EtIndonesia.com Departemen Perang Amerika Serikat pada hari ini mengumumkan gelombang ketiga dokumen mengenai benda terbang tak dikenal (UFO), yang mencakup video dan laporan yang sebelumnya belum pernah dipublikasikan. Menurut departemen tersebut, sejak situs web resmi UFO diluncurkan pada 8 Mei tahun ini, perhatian publik dari seluruh dunia sangat tinggi, dengan jumlah kunjungan yang telah melampaui 1,7 miliar kali.

Kumpulan dokumen yang baru di deklasifikasi ini meliputi puluhan berkas, gambar, video, rekaman audio, serta laporan dari berbagai lembaga seperti CIA, FBI, NASA, dan Departemen Pertahanan AS. Selain itu, dokumen tersebut juga memuat kesaksian langsung dari para saksi yang mengaku melihat fenomena tersebut.

Berbeda dengan materi yang dirilis sebelumnya, yang sebagian besar berupa rekaman militer, kali ini terdapat empat video yang direkam langsung oleh para saksi mata, memperlihatkan pengalaman mereka saat menyaksikan fenomena udara tak dikenal. 

Menurut FBI, video-video tersebut telah melalui proses verifikasi dan dinilai memiliki tingkat kredibilitas yang sangat tinggi.

Salah satu video, yang diberi nama “Insiden Bola Cahaya di Timur Laut” dan terjadi pada Juli 2025, memperlihatkan dua bola cahaya merah terang bergerak di langit. Para saksi menggambarkan bahwa kedua objek tersebut bergerak dengan tenang tanpa suara, seolah-olah terbang dalam formasi atau saling terhubung oleh suatu ikatan sehingga bergerak secara serempak.

Video lainnya yang berjudul “Bola Cahaya di Atas Kolam” merekam sebuah peristiwa pada Oktober 2024, sekitar 40 kilometer dari lokasi insiden sebelumnya. Dalam rekaman tersebut terlihat sebuah objek bercahaya muncul di dekat cakrawala dan melayang di atas sebuah kolam, diperkirakan berjarak sekitar 2.700 kaki (sekitar 823 meter) dari perekam.

Saksi menyatakan bahwa objek bercahaya itu menyerupai “bola plasma”, dengan bentuk dan tingkat kecerahan yang terus berubah. Pada beberapa saat, sumber cahaya utamanya tampak terpecah menjadi beberapa titik cahaya yang lebih kecil.

Untuk membantu merekonstruksi kejadian berdasarkan keterangan para agen dan saksi, FBI juga membuat gambar rekonstruksi digital, yang diselesaikan pada tahun ini.

Menteri Perang Amerika Serikat, Pete Hegseth, menyatakan bahwa publikasi dokumen-dokumen yang telah diklasifikasi tersebut menunjukkan komitmen pemerintahan Donald Trump untuk mendorong tingkat transparansi yang belum pernah terjadi sebelumnya terkait informasi mengenai fenomena udara tak dikenal.

Sumber : NTDTV.com

Gadis 18 Tahun di Chongqing, Tiongkok Dikirim ke Kamp Pendidikan, Pacarnya Temukan Rekaman Dugaan Kekerasan oleh Instruktur

EtIndonesia.com  Baru-baru ini, sebuah kasus dugaan kekerasan di Pangkalan Pendidikan Karakter Yincheng (Chongqing Yincheng Quality Education Base) di Chongqing menjadi sorotan publik setelah seorang pria yang mencari pacarnya yang hilang tanpa sengaja merekam seorang instruktur sedang memukuli seorang peserta didik.

Pacar Kehilangan Kontak dengan Kekasihnya

Menurut laporan media Tiongkok pada 12 Juni, seorang gadis berusia 18 tahun yang disamarkan dengan nama Xiaoman masih berlibur dan berkomunikasi secara normal dengan pacarnya, Deng Feng, hingga sebelum 21 April. Namun, pada sore hari tanggal tersebut, Xiaoman tiba-tiba tidak dapat dihubungi. Teleponnya tidak diangkat dan semua pesan di media sosial tidak mendapat balasan.

Setelah berbagai upaya menghubungi gagal, Deng Feng memanfaatkan akun navigasi yang mereka gunakan bersama. Melalui sistem navigasi kendaraan, ia menemukan lokasi pacarnya berada sekitar 70 kilometer dari pusat kota, di sebuah daerah pegunungan terpencil yang teridentifikasi sebagai “Chongqing Yincheng Quality Education Base”.

Belakangan, Deng mengetahui bahwa hasil ujian masuk perguruan tinggi (gaokao) Xiaoman tidak memenuhi harapan keluarganya. Ibunya kemudian diduga mengirimnya secara paksa ke pusat pendidikan tersebut untuk mengikuti program “pendidikan karakter” selama satu tahun dengan tujuan memperbaiki mental dan sikapnya.

Tak lama setelah memasuki fasilitas itu, telepon genggam dan seluruh sarana komunikasi Xiaoman disita sehingga ia tidak dapat berhubungan dengan dunia luar.

Mencari Pacarnya ke Daerah Pegunungan

Untuk memastikan kondisi pacarnya, pada 2 Mei Deng Feng mengemudi sendiri menuju lokasi fasilitas tersebut yang berada di kawasan pegunungan.

Sesampainya di sana, ia menemukan bahwa tempat itu berada di lokasi yang sangat terpencil, dikelilingi pegunungan dan jauh dari permukiman. Keamanan dijaga ketat, tembok tinggi mengelilingi kompleks, dan seluruh jendela bangunan dipasangi kawat besi sehingga orang luar sulit masuk.

Deng kemudian menghubungi beberapa mantan peserta yang pernah menjalani pelatihan di sana. Mereka mengaku bahwa peserta diwajibkan menjalani latihan fisik dengan intensitas tinggi, termasuk berlari puluhan putaran setiap hari, dan bahwa hukuman fisik berupa pemukulan disebut-sebut sering terjadi. Menurut mereka, peserta bisa dihukum karena masalah kedisiplinan maupun hanya karena dianggap tidak menyenangkan oleh instruktur.

Rekaman Dugaan Penganiayaan

Pada 10 Mei, dari sebuah bukit di dekat kompleks tersebut, Deng menggunakan kamera ponsel dengan lensa telefoto dan merekam sebuah kejadian yang mengejutkan.

Dalam video itu, seorang pria berbaju biru yang diduga instruktur terlihat menindih seorang peserta berpakaian loreng di tanah sambil melayangkan pukulan bertubi-tubi. Peserta tersebut menutupi kepalanya dengan kedua tangan untuk melindungi diri.

Instruktur itu juga tampak menunjuk-nunjuk peserta sambil memarahinya, kemudian kembali memukul bagian kepala dan menendang punggungnya dengan keras. Setelah instruktur pergi, peserta yang dipukul terlihat masih berjongkok sambil memeluk lututnya dan diduga menangis karena mengalami tekanan emosional.

Deng menunjukkan rekaman tersebut kepada beberapa mantan peserta, yang mengidentifikasi pria berbaju biru itu sebagai salah satu instruktur di fasilitas tersebut.

Polisi Melakukan Penyelidikan

Setelah memperoleh rekaman tersebut, Deng segera melapor kepada polisi. Kepolisian Distrik Nanchuan membuka penyelidikan pada 2 Juni. Kantor Polisi Nancheng kemudian menyatakan bahwa memang ditemukan adanya praktik hukuman fisik di fasilitas tersebut.

Seiring berkembangnya kasus ini, kepolisian, otoritas pengawas pasar, dinas pendidikan, dan sejumlah instansi terkait lainnya ikut melakukan penyelidikan menyeluruh terhadap Yincheng Quality Education Base dan menjatuhkan sanksi kepada lembaga yang bersangkutan.

Tentang Pusat Pendidikan Tersebut

Berdasarkan informasi publik, Yincheng mempromosikan diri sebagai pusat yang menyediakan layanan seperti:

  • Konseling psikologis,
  • Pelatihan fisik,
  • Koreksi perilaku,

dengan sistem tertutup yang ditujukan untuk “membina” remaja yang dianggap memberontak, kecanduan internet, atau putus sekolah.

Biaya yang dipublikasikan mencapai 8.800 yuan per bulan, dan sebagian besar peserta mengikuti program selama minimal enam bulan. Mayoritas peserta adalah anak di bawah umur, sedangkan peserta yang telah dewasa diwajibkan menandatangani persetujuan sendiri.

Kontroversi Serupa Pernah Terjadi

Artikel tersebut juga menyebutkan bahwa berbagai pusat “pendidikan karakter” dan “rehabilitasi kecanduan internet” di Tiongkok beberapa kali menjadi sorotan karena dugaan praktik kekerasan, hukuman fisik, hingga penahanan ilegal.

Sebagai contoh, pada tahun 2022 sebuah lembaga di Provinsi Jiangsu dilaporkan melakukan hukuman fisik terhadap peserta, termasuk mengunci mereka di ruang isolasi dan memaksa mereka berpuasa. Kasus tersebut memicu kecaman publik dan berujung pada perintah penghentian operasional lembaga tersebut.

Dilaporkan oleh Li Yun/Disunting oleh Xia He

Pendapatan Bisnis Memecahkan Rekor Seiring Dimulainya Piala Dunia FIFA 2026 AS-Kanada-Meksiko

EtIndonesia.com Piala Dunia FIFA 2026 yang diselenggarakan bersama oleh Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko telah resmi dimulai pada 11 Juni, dengan pertandingan pembuka berlangsung di Mexico City. Selain menjadi ajang olahraga terbesar di dunia, turnamen ini juga diperkirakan menjadi mesin penggerak ekonomi global dengan potensi nilai bisnis yang sangat besar. 

Diperkirakan lebih dari 5 miliar penonton di seluruh dunia akan menyaksikan turnamen ini, sementara peluang bisnis yang tercipta diperkirakan melampaui US$10 miliar. Berbagai merek internasional pun telah memanfaatkan momentum ini melalui kampanye pemasaran besar-besaran.

Di luar stadion, para penggemar berkumpul mengelilingi pertunjukan budaya tradisional Meksiko, menari mengikuti irama musik dengan penuh semangat. Pertandingan pembuka digelar di Stadion Azteca, Mexico City, dan menarik ribuan suporter dari berbagai negara.

“Saya benar-benar sangat bersemangat. Setelah 20 tahun, Republik Ceko akhirnya kembali lolos ke turnamen ini,” ujar seorang pendukung asal Republik Ceko, Slechta. 

Sementara itu, penggemar Afrika Selatan, Church, mengungkapkan: “Luar biasa. Sejak naik pesawat menuju Mexico City kemarin, saya sudah merasa sangat antusias.”

Piala Dunia edisi 2026 juga mencatat sejumlah sejarah baru, antara lain:

  • Menjadi Piala Dunia pertama yang diselenggarakan bersama oleh tiga negara, yaitu Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
  • Dengan durasi 39 hari, turnamen ini menjadi Piala Dunia terpanjang dalam sejarah.
  • FIFA memperkirakan total pendapatan mencapai sekitar US$11 miliar, memecahkan rekor dan sekitar 1,5 kali lebih besar dibandingkan Piala Dunia Qatar 2022.
  • Dampak ekonomi bagi tiga negara tuan rumah diperkirakan dapat melampaui US$12 miliar.
  • Pendapatan dari penjualan iklan global diperkirakan mencapai US$227 juta, meningkat sekitar 30% dibandingkan edisi sebelumnya.
  • Jumlah penonton di seluruh dunia diperkirakan melebihi 5 miliar orang, mencetak rekor baru dalam sejarah Piala Dunia.

Gelombang antusiasme ini juga dimanfaatkan oleh berbagai merek olahraga dunia dalam kampanye pemasaran mereka. Aktor Timothée Chalamet dan bintang NBA LeBron James turut tampil dalam promosi yang berkaitan dengan Piala Dunia.

Dalam salah satu iklan, Timothée Chalamet berkata: “Itu adalah rencana cadangan saya.”

Sedangkan LeBron James berkomentar: “Kalau dipikir-pikir memang agak berlebihan. Maksud saya… astaga.”

Selain itu, perusahaan-perusahaan besar seperti Coca-Cola, Hyundai Motor, dan LEGO juga ikut memanfaatkan momentum Piala Dunia untuk memperkuat pemasaran mereka.

Piala Dunia 2026 diperkirakan akan menarik sekitar 1,2 juta wisatawan internasional, dengan rata-rata lama tinggal 12 hari dan pengeluaran harian lebih dari US$400 per orang. Melihat peluang tersebut, sejumlah pelaku industri perhotelan meluncurkan paket layanan premium bagi pelanggan kelas atas.

Seorang direktur operasional sekaligus manajer umum sebuah hotel di New York, Kenchiton, menjelaskan: “Anda akan mendapatkan pengalaman menonton pertandingan dengan layanan kelas atas, termasuk jalur masuk cepat ke stadion. Paket ini juga mencakup enam tiket pertandingan dengan tempat duduk di dekat lapangan dan garis tengah, serta akses ke ruang VIP pribadi.”

Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko tidak hanya menjadi panggung persaingan para pesepak bola terbaik dunia, tetapi juga berkembang menjadi salah satu ajang dengan daya tarik ekonomi terbesar, memberikan manfaat besar bagi berbagai merek global, industri pariwisata, dan para penggemar yang menikmati kemeriahan turnamen itu.

Televisi NTD, Chen Huimo dan Ning Yuxiang melaporkan.

Ledakan Dahsyat di Guilin, Guangxi, Tiongkok :  Sumber Mengungkapkan Seorang Veteran Diduga Merakit Bom Sendiri Demi Balas Dendam

EtIndonesia.com Pada 11 Juni 2026 dini hari, terjadi ledakan hebat di Kabupaten Xing’an, Kota Guilin, Provinsi Guangxi, Tiongkok, yang mengakibatkan sedikitnya 7 orang tewas dan 17 orang mengalami luka berat. Sejumlah warga setempat mengungkapkan bahwa ledakan tersebut diduga dilakukan oleh seorang pria lanjut usia yang pernah bertugas di satuan zeni militer. 

Menurut mereka, ia mengalami perselisihan ekonomi terkait pembelian teh yang diklaim sebagai obat dan kemudian melakukan aksi balas dendam menggunakan bom rakitan. Pelaku sendiri dilaporkan turut tewas dalam ledakan itu.

Ledakan Dahsyat di Tengah Malam Mengguncang Kota

Sekitar pukul 01.40 dini hari pada 11 Juni, ledakan besar terjadi di Jalan Lingxiang, Kecamatan Xing’an. Polisi setempat menyatakan bahwa insiden tersebut menewaskan 7 orang dan menyebabkan 17 orang luka berat. Penyelidikan awal menyebutkan bahwa ledakan tidak disebabkan oleh pipa gas atau kebocoran gas alam, sementara penyebab pastinya masih terus diselidiki.

Menurut laporan berbagai media, kekuatan ledakan sangat besar hingga digambarkan “seperti diterjang tornado”. Dari titik ledakan hingga tepi sungai, banyak kaca pecah, dinding retak, dan kusen pintu rusak. Bahkan warga yang tinggal sekitar 4 kilometer dari lokasi mengaku masih dapat merasakan getarannya.

Rumah sakit Kabupaten Xing’an menerima lebih dari 30 korban luka. Sebagian diantaranya mengalami cedera serius, termasuk seorang anak berusia dua tahun yang kemudian dirujuk ke Guilin untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

Penduduk setempat mengatakan kawasan sekitar pusat ledakan didominasi rumah-rumah milik pribadi yang dihuni berbagai kalangan, mulai dari pegawai pemerintah, guru hingga petani.

Setelah kejadian, pejabat daerah segera menuju lokasi. Dalam pemberitahuan resmi, kepolisian menggunakan istilah “insiden” alih-alih “kecelakaan”, dan menyatakan penyebabnya masih dalam penyelidikan.

Perusahaan gas setempat juga menegaskan bahwa ledakan tersebut tidak berkaitan dengan jaringan gas. Sejumlah pengamat mencatat bahwa pengumuman awal dikeluarkan oleh kepolisian, bukan badan penanggulangan darurat, sehingga muncul dugaan adanya kemungkinan unsur tindak pidana.

Warga: Veteran Diduga Tertipu Saat Membeli Teh untuk Pengobatan, Lalu Merakit Bom sebagai Balas Dendam

Walaupun pernyataan resmi masih berhati-hati, beberapa warga memberikan keterangan tambahan mengenai dugaan latar belakang kejadian.

Seorang warga bermarga Xu mengatakan bahwa pelaku menghabiskan sekitar 80.000 yuan untuk membeli teh yang diklaim dapat menyembuhkan penyakit, tetapi tidak memberikan hasil sehingga ia datang untuk membalas dendam. Menurut informasi yang didengarnya, pelaku menggunakan bom rakitan dan kemungkinan juga tewas akibat ledakan tersebut.

Warga lain bermarga Han mengatakan pelaku adalah seorang pria tua yang kehilangan puluhan ribu yuan setelah diduga tertipu. Karena kondisi kesehatannya buruk dan tidak memiliki biaya berobat serta gagal mendapatkan kembali uangnya, ia diduga membuat bahan peledak sendiri. Han menambahkan bahwa ia enggan berbicara lebih rinci karena khawatir dipanggil aparat.

Seorang warga bermarga Jiang mengungkapkan bahwa pelaku diduga melemparkan dua bom ke arah pihak yang dianggap sebagai musuhnya. Ia mengatakan pria tersebut pernah menjadi tentara dan memiliki pengetahuan mengenai bahan peledak.

Menurut Jiang, pelaku berasal dari Desa Shuibo, dan ledakan menyebabkan kaca-kaca di lingkungan sekitar, termasuk di rumahnya sendiri  pecah.

Sumber lain bermarga Dong memberikan penjelasan lebih rinci. Ia menyebut sengketa tersebut berawal dari pembelian teh untuk pengobatan yang dianggap tidak efektif dan uangnya tidak dikembalikan. Menurutnya, pelaku lahir pada tahun 1953 dan pernah bertugas sebagai personel zeni sehingga memiliki pengetahuan tentang bahan peledak. Ia diduga membuat alat peledak sendiri dengan memanfaatkan bahan-bahan yang tersedia dan kemudian melakukan aksi balas dendam sebelum akhirnya turut tewas.

Meski demikian, beberapa warga menyatakan enggan berbicara secara terbuka karena khawatir menghadapi konsekuensi dari pihak berwenang. Seorang warga mengatakan mereka hanya berani membicarakan masalah itu secara pribadi, sementara warga lain menyebut banyak aparat keamanan tambahan dikerahkan dan area kejadian dijaga ketat.

Pada 12 Juni, wartawan yang mencoba menghubungi kepolisian setempat dilaporkan tidak berhasil memperoleh tanggapan.

Kasus Kekerasan Balas Dendam Ekstrem Disebut Semakin Sering Terjadi

Ledakan di Xing’an bukanlah kasus yang berdiri sendiri. Disebutkan bahwa dalam beberapa tahun terakhir terjadi sejumlah peristiwa kekerasan ekstrim di berbagai wilayah Tiongkok, termasuk penabrakan menggunakan kendaraan dan penikaman yang menimbulkan korban jiwa.

Seorang narasumber anonim yang mengaku mengetahui situasi internal dan menyatakan bahwa terdapat banyak kasus penyerangan dengan senjata tajam setiap hari, termasuk puluhan kasus serangan acak yang serius. Namun, klaim tersebut tidak disertai bukti independen dan belum dapat diverifikasi secara terpisah.

Lebih lanjut, narasumber tersebut mengklaim bahwa otoritas keamanan telah mengeluarkan instruksi internal kepada kepolisian daerah untuk melakukan pendataan terhadap kelompok-kelompok yang dianggap berpotensi menimbulkan konflik atau memiliki kecenderungan ekstrem.

Hanya dalam periode Maret hingga Mei tahun ini, sejumlah kasus kriminal besar yang sangat serius terjadi secara beruntun.

Pada 29 Maret, di Kota Zhoukoudian, Distrik Fangshan, Beijing, seorang pria asal Provinsi Liaoning mengendarai alat berat jenis loader dan menerjang pasar secara membabi buta. Ia melindas kios-kios dan kerumunan orang tanpa pandang bulu, menyebabkan banyak korban tewas dan terluka. Sejumlah saksi mata mengatakan mereka melihat 7 hingga 8 orang tewas, sementara beredar kabar di media sosial bahwa jumlah korban meninggal mencapai 13 orang dengan sekitar 12 orang terluka. Namun, pihak berwenang menutup rapat informasi mengenai kasus tersebut, dan sejumlah warganet yang membocorkan informasi juga dipanggil oleh polisi.

Pada 4 April, terjadi insiden penikaman massal yang mengerikan di dekat Jalan Taiyuan, Distrik Heping, Kota Shenyang, Provinsi Liaoning. Menurut informasi yang beredar di internet, 6 orang tewas dan lebih dari 10 orang terluka. Salah seorang korban pria bahkan dikabarkan tewas setelah dipenggal di tempat kejadian. Pelaku kemudian melompat dari gedung dan meninggal dunia.

Pada 19 April, sebuah mobil menabrak kerumunan orang di Kota Shuitou, Nan’an, Provinsi Fujian. Menurut laporan resmi pemerintah setempat, insiden tersebut menyebabkan 2 orang tewas dan 1 orang terluka. Namun, sejumlah saksi mata mengatakan kepada wartawan bahwa jumlah korban sebenarnya kemungkinan lebih tinggi daripada angka yang diumumkan secara resmi.

Pada 22 April pagi, terjadi insiden penikaman acak di Lapangan Rekreasi Zhongyuan, Kabupaten Boluo, Kota Huizhou, Provinsi Guangdong. Menurut warga setempat, seorang pria menusuk 5 orang secara beruntun, mengakibatkan 1 orang meninggal dunia dan 4 orang mengalami luka berat. Otoritas setempat menutup akses informasi terkait kasus tersebut. Wartawan Epoch Times mengonfirmasi kebenaran kejadian ini melalui wawancara dengan warga setempat.

Memasuki Mei, tragedi serupa terjadi tanpa henti. Kota Chengdu, Liuzhou, Wenzhou, Luoyang, dan Luchuan berturut-turut mengalami insiden tabrak lari terhadap pejalan kaki, penikaman, serta berbagai tindak kekerasan dan pembunuhan tanpa pandang bulu.

Salah satu kasus terjadi di Kota Wushi, Kabupaten Luchuan, Guangxi, pada 22 Mei, ketika seorang pria menyerang dan menikam polisi di jalan raya. Menurut laporan resmi, total 7 orang, termasuk polisi dan warga sipil, mengalami luka-luka. Namun, warga setempat mengungkapkan bahwa sebenarnya terdapat 2 orang tewas dan 6 orang terluka. Mereka juga menyebutkan bahwa motif pelaku adalah balas dendam karena menyimpan dendam lama terhadap polisi lalu lintas.

Dipublikasi ulang  dari The Epoch Times / Editor Yue Yuan

TV Iran Tiba-Tiba Tampilkan Ledakan Raksasa! Di Balik Layar, Trump dan Iran Disebut Sudah Capai Kesepakatan Rahasia

EtIndonesia.com – Situasi politik dan keamanan di Timur Tengah kembali menjadi sorotan dunia setelah televisi nasional Iran secara tidak terduga menayangkan gambar yang sangat mengejutkan pada Jumat, 12 Juni 2026. Dalam siaran tersebut terlihat kilatan cahaya yang sangat terang, diikuti kemunculan awan berbentuk jamur raksasa yang menyerupai ledakan besar di atas sebuah kota yang tidak diketahui lokasinya.

Tayangan tersebut hanya muncul dalam waktu singkat, namun cukup untuk memicu gelombang spekulasi dan kepanikan di berbagai wilayah Iran, khususnya di ibu kota Teheran. Banyak warga mengaitkan gambar tersebut dengan meningkatnya ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat yang dalam beberapa pekan terakhir berada di ambang konfrontasi militer terbuka.

Tak lama setelah video tersebut beredar luas di media sosial, pihak berwenang Iran segera memberikan klarifikasi. Mereka menyatakan bahwa gambar tersebut muncul akibat kesalahan penyuntingan internal dan bukan merupakan hasil peretasan sistem siaran televisi nasional.

Meski demikian, penjelasan resmi tersebut tidak sepenuhnya meredakan kekhawatiran publik. Waktu kemunculan tayangan tersebut dinilai sangat sensitif karena terjadi tepat ketika Washington dan Teheran disebut sedang berada di tahap akhir negosiasi sebuah perjanjian penting yang berpotensi mengakhiri ketegangan yang telah berlangsung selama berbulan-bulan.


Trump Mendadak Batalkan Serangan ke Pulau Khark

Insiden siaran misterius itu terjadi hanya beberapa jam setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara mendadak membatalkan rencana operasi militer terhadap Pulau Khark.

Pulau Khark merupakan pusat ekspor minyak terbesar Iran dan selama beberapa minggu terakhir disebut-sebut menjadi salah satu target utama yang dipertimbangkan Washington dalam upaya meningkatkan tekanan terhadap Teheran.

Menurut berbagai laporan yang beredar pada 12 Juni 2026, keputusan pembatalan operasi tersebut terjadi setelah adanya komunikasi tingkat tinggi yang melibatkan Pakistan sebagai pihak penengah.

Sumber-sumber diplomatik menyebutkan bahwa sebuah panggilan telepon penting dari Islamabad menjadi salah satu faktor yang mendorong perubahan sikap Gedung Putih. Pada saat yang sama, negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran dikabarkan telah mencapai tahap yang sangat maju sehingga peluang tercapainya kesepakatan dinilai semakin besar.

Keputusan Trump tersebut mengejutkan banyak pengamat karena sebelumnya Washington terus mengeluarkan pernyataan keras dan bahkan sempat mengindikasikan kemungkinan operasi militer baru terhadap fasilitas strategis Iran.


Amerika Bergerak Cepat, Pesawat C-17 Dikirim ke Eropa

Tak lama setelah pembatalan operasi militer diumumkan, aktivitas diplomatik dan logistik Amerika Serikat meningkat secara signifikan.

Empat pesawat angkut militer C-17 Globemaster III dilaporkan lepas landas menuju Eropa dengan membawa berbagai perlengkapan komunikasi, kendaraan pengawalan, serta perangkat pendukung keamanan yang berkaitan dengan kunjungan Wakil Presiden Amerika Serikat, JD Vance.

Menurut informasi yang beredar, Vance dijadwalkan mewakili Presiden Trump dalam proses penandatanganan sebuah perjanjian yang sementara ini disebut sebagai “Perjanjian Islamabad”, yang direncanakan berlangsung di Jenewa, Swiss, pada akhir pekan 13–14 Juni 2026.

Meskipun nama resmi dan rincian final perjanjian tersebut belum diumumkan secara terbuka, sejumlah dokumen dan draf yang beredar mulai memberikan gambaran mengenai isi kesepakatan yang sedang dinegosiasikan.


Isi Draf Kesepakatan AS–Iran yang Beredar

Menurut informasi yang beredar di kalangan diplomatik, draf perjanjian tersebut berfokus pada penghentian konflik serta stabilisasi keamanan dan ekonomi kawasan Timur Tengah.

Beberapa poin utama yang disebut masuk dalam rancangan kesepakatan antara lain:

1. Pembukaan Kembali Selat Hormuz

Selat Hormuz, jalur pelayaran energi terpenting dunia, akan kembali dibuka sepenuhnya untuk lalu lintas internasional.

Langkah ini dipandang sangat penting karena hampir seperlima pasokan minyak global melewati perairan tersebut setiap hari.

2. Penghapusan Biaya Transit

Kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz tidak akan dikenakan biaya transit tambahan.

Kebijakan ini bertujuan memulihkan kepercayaan pasar dan mengurangi tekanan terhadap rantai pasokan energi dunia.

3. Gencatan Senjata 60 Hari

Amerika Serikat dan Iran akan menjalankan gencatan senjata penuh selama 60 hari.

Periode ini dimaksudkan sebagai masa transisi untuk menyelesaikan isu-isu yang lebih kompleks melalui jalur diplomasi.

4. Lebanon Masuk dalam Cakupan Kesepakatan

Konflik yang melibatkan kelompok-kelompok bersenjata di Lebanon juga akan masuk dalam mekanisme penghentian permusuhan.

5. Jadwal Penarikan Pasukan Israel

Israel diminta menyampaikan kerangka waktu dan jadwal penarikan pasukan dari wilayah-wilayah yang menjadi bagian pembahasan keamanan regional.

6. Pelonggaran Sanksi terhadap Iran

Iran akan memperoleh pelonggaran sanksi secara bertahap sesuai tingkat kepatuhan terhadap isi perjanjian.

Setiap tahap pelonggaran akan dievaluasi oleh mekanisme pengawasan internasional.

7. Akses terhadap Dana yang Dibekukan

Dana milik Iran yang dibekukan di Qatar, yang nilainya diperkirakan melebihi 16 miliar dolar AS, berpotensi memperoleh jalur khusus agar sebagian dana tersebut dapat kembali digunakan untuk kebutuhan ekonomi dan kemanusiaan.


Program Nuklir Iran Menjadi Fokus Utama

Meskipun isu nuklir merupakan inti dari seluruh proses negosiasi, draf yang beredar menunjukkan bahwa hanya terdapat dua komitmen utama yang secara eksplisit dicantumkan.

Iran Berjanji Tidak Akan Memiliki Senjata Nuklir

Iran disebut menyatakan komitmennya untuk tidak mengembangkan maupun memiliki senjata nuklir di masa depan.

Pengenceran Uranium yang Telah Diperkaya

Teheran juga bersedia mengencerkan uranium yang telah diperkaya di bawah pengawasan internasional.

Langkah ini dimaksudkan untuk mengurangi risiko proliferasi nuklir sekaligus membangun kepercayaan antara Iran dan negara-negara Barat.

Sementara berbagai isu lain yang lebih rumit, termasuk kapasitas pengayaan uranium jangka panjang dan pengaturan inspeksi internasional, akan dibahas selama masa gencatan senjata 60 hari.


Israel Mulai Menunjukkan Ketidakpuasan

Reaksi Israel terhadap perkembangan terbaru ini menunjukkan sikap yang lebih berhati-hati.

Kantor Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengeluarkan pernyataan resmi yang menyatakan bahwa Israel bukan merupakan pihak penandatangan kesepakatan tersebut.

Meski demikian, pemerintah Israel menyampaikan apresiasi kepada Presiden Trump atas komitmennya untuk memastikan bahwa kesepakatan akhir nantinya akan mencakup:

  • Penghapusan uranium yang telah diperkaya.
  • Pembongkaran fasilitas pengayaan uranium.
  • Pembatasan program rudal balistik Iran.
  • Penghentian dukungan Iran terhadap kelompok-kelompok proksi di kawasan.

Para analis politik di Israel segera menyoroti makna penting dari pernyataan tersebut.

Menurut mereka, ketika Israel menegaskan bahwa dirinya bukan pihak penandatangan, hal itu berarti Tel Aviv tidak terikat secara langsung oleh ketentuan-ketentuan dalam perjanjian yang sedang dirundingkan.

Selain itu, penyebutan “kesepakatan akhir di masa depan” dianggap sebagai sinyal bahwa isu-isu yang paling sensitif bagi Israel justru belum terselesaikan dalam perjanjian tahap awal yang akan ditandatangani akhir pekan ini.


Mengapa Trump Ingin Segera Mengakhiri Konflik?

Sejumlah analis menilai terdapat setidaknya tiga faktor besar yang mendorong Washington mempercepat penyelesaian konflik dengan Iran.

1. Persediaan Amunisi Mulai Menjadi Perhatian

Sebuah simulasi perang yang beredar di kalangan lembaga kajian strategis Amerika menunjukkan bahwa selama 39 hari terakhir militer AS telah menggunakan jumlah amunisi yang sangat besar.

Laporan tersebut menyebut penggunaan:

  • Lebih dari 850 rudal jelajah Tomahawk.
  • Ribuan rudal udara-ke-permukaan jarak jauh.
  • Lebih dari separuh stok rudal pencegat Patriot.

Menurut simulasi tersebut, industri pertahanan Amerika memerlukan waktu hingga tiga tahun untuk mengganti seluruh amunisi yang telah digunakan.

Kondisi ini memunculkan kekhawatiran mengenai kesiapan militer Amerika apabila muncul krisis besar lainnya, terutama di kawasan Indo-Pasifik.

2. Faktor Waktu dan Harga Minyak Dunia

Profesor Robert Pape menilai bahwa Trump saat ini masih memiliki ruang untuk mengendalikan pasar energi melalui tekanan diplomatik dan kebijakan politik.

Namun ia memperingatkan bahwa antara pertengahan Juli hingga awal Agustus 2026, pasar minyak global berpotensi menghadapi penurunan cadangan yang signifikan.

Apabila situasi tersebut terjadi, posisi tawar Iran dalam pasar energi internasional dapat meningkat secara drastis.

Karena itu, Washington dinilai ingin menyelesaikan konflik sebelum memasuki periode yang lebih sulit secara ekonomi maupun politik.

3. Risiko Besar Jika Merebut Pulau Khark

Pulau Khark dianggap sebagai target strategis yang sangat penting, tetapi juga sangat sulit dipertahankan apabila berhasil direbut.

Mantan Komandan United States Central Command, Joseph Votel, pernah memperkirakan bahwa sekitar 800 hingga 1.000 personel militer cukup untuk mempertahankan pulau tersebut.

Namun para analis menilai tantangan sebenarnya bukan pada proses perebutan wilayah, melainkan pada upaya mempertahankannya dalam jangka panjang.

Pasukan yang ditempatkan di Pulau Khark akan sangat bergantung pada jalur logistik laut dan udara yang rentan terhadap serangan Iran. Selain itu, Teheran masih memiliki kemampuan untuk menyerang fasilitas energi di negara-negara Teluk seperti Arab Saudi.

Jika skenario tersebut terjadi, harga minyak dunia berpotensi melonjak tajam dan memicu gangguan ekonomi global yang lebih luas.

Kesimpulan

Perkembangan pada 12–13 Juni 2026 menunjukkan bahwa situasi Timur Tengah sedang berada di titik yang sangat menentukan. Di satu sisi, pembatalan serangan terhadap Pulau Khark dan persiapan penandatanganan perjanjian menunjukkan adanya peluang nyata menuju deeskalasi konflik. Namun di sisi lain, munculnya siaran misterius di televisi Iran, ketidakpuasan Israel terhadap isi kesepakatan awal, serta masih banyaknya isu strategis yang belum terselesaikan menunjukkan bahwa jalan menuju perdamaian permanen masih penuh tantangan.

Akhir pekan ini diperkirakan akan menjadi momen penting yang dapat menentukan apakah kawasan Timur Tengah benar-benar memasuki fase baru diplomasi atau justru kembali menghadapi ketegangan yang lebih besar di masa mendatang. (***)