Trump: Xi Jinping “Sangat Paham” Konsekuensi Jika Menyerang Taiwan

EtIndonesia. Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan bahwa pemimpin Partai Komunis Tiongkok, Xi Jinping, “sangat paham” apa yang akan terjadi jika ia memutuskan untuk menyerang Taiwan. Karena itu, topik mengenai Taiwan sama sekali tidak disebutkan dalam pertemuan bilateral antara Trump dan Xi di Korea Selatan.

“Dia tahu jawabannya. Kemarin dia sama sekali tidak menyinggung hal itu. Tidak sepatah kata pun,” kata Trump dalam wawancara dengan program televisi Amerika 60 Minutes pada 31 Oktober, sehari setelah pertemuan Trump–Xi. Cuplikan wawancara tersebut dirilis secara online pada 2 November.

Sebelumnya, beberapa media melaporkan bahwa menjelang perundingan dagang AS–Tiongkok, pihak Beijing menekan Washington agar mengubah sikapnya terkait Taiwan. Trump menyebut banyak pihak “sedikit terkejut” karena Xi sama sekali tidak membicarakan isu Taiwan.

“Dia tidak menyinggungnya sama sekali, karena dia tahu, dan dia sangat tahu,” ujar Trump.

 “Xi Jinping telah secara terbuka mengatakan, begitu juga orang-orangnya dalam pertemuan itu, bahwa ‘selama Presiden Trump masih menjabat, kami tidak akan melakukan apa pun,’ karena mereka tahu konsekuensinya.”

Dalam masa jabatan keduanya, Trump berperan penting dalam mengakhiri sejumlah konflik internasional, termasuk antara Thailand dan Kamboja. Belum lama ini, ia menandatangani Perjanjian Perdamaian Kuala Lumpur bersama para pemimpin kedua negara tersebut.

Dalam wawancara itu, Trump menolak menjawab apakah Amerika Serikat akan membela Taiwan jika Tiongkok menyerang. Namun, ia menegaskan bahwa “pihak lawan juga tahu apa yang akan terjadi.”

Xi Jinping telah berulang kali menyatakan niatnya untuk “merebut kembali Taiwan.” Ia bahkan memerintahkan militer PKT agar siap secara penuh untuk merebut Taiwan sebelum tahun 2027.

Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, menyatakan kekhawatirannya atas agresi militer Beijing di kawasan tersebut. Setelah bertemu dengan Menteri Pertahanan PKT Dong Jun pada 30 Oktober, Hegseth menulis di platform X:

“Saya menekankan pentingnya menjaga keseimbangan kekuatan di kawasan Indo-Pasifik, dan menyoroti kekhawatiran Amerika Serikat terhadap aktivitas PKT di Laut Tiongkok  Selatan, sekitar Taiwan, serta terhadap sekutu dan mitra AS di wilayah Indo-Pasifik.”

Hegseth menambahkan, “Amerika Serikat tidak mencari konflik. Kami akan terus dengan tegas melindungi kepentingan nasional kami dan memastikan kami memiliki kemampuan untuk mempertahankannya di kawasan tersebut.”

Belakangan ini, Hegseth juga bertemu dengan pejabat tinggi pertahanan dari Vietnam, Jepang, India, dan Filipina untuk membahas isu keamanan regional, dengan fokus pada tindakan provokatif Tiongkok. (Hui)

Fenomena Benda Antarbintang Kembali Mengguncang Sains : Influencer Turut Angkat Suara, Video Ditonton Jutaan Kali dan Diserbu Ribuan Komentar

EtIndonesia. Akhir-akhir ini, perhatian manusia di seluruh dunia tampak tertuju ke langit. Sejak benda antarbintang ketiga — 3I/ATLAS — memasuki tata surya, kedatangannya yang misterius terus memicu perbincangan hangat. 

Layaknya “sebuah batu yang menimbulkan ribuan gelombang”, perdebatan pun muncul: apakah 3I/ATLAS hanyalah komet besar biasa, ataukah merupakan teknologi luar angkasa dari peradaban asing?

Percakapan Ilmiah yang Menggugah Dunia

Perdebatan ini membuka kembali luka lama di dunia sains. Baru-baru ini, ilmuwan Harvard Dr. Avi Loeb menjadi tamu di acara podcast milik Joe Rogan, influencer dengan lebih dari 20 juta pengikut. Dalam wawancara itu, Loeb berbicara tentang pengalamannya difitnah oleh The New York Times serta menegaskan tekadnya untuk mencari kebenaran ilmiah. Sikapnya itu memicu gelombang dukungan luas di media sosial.

Sejak 3I/ATLAS ditemukan pertama kali pada 1 Juli 2025, Dr. Loeb telah meneliti gambar dan data tanpa henti, mempublikasikan lebih dari 100 unggahan dan 11 makalah penelitian terkait objek misterius ini. Namun, sebagian ilmuwan menuduhnya mencari popularitas, dengan menganggap 3I/ATLAS hanya komet biasa.

Pada 28 Oktober, wawancara Joe Rogan dengan Dr. Loeb di YouTube telah mencapai 1,8 juta penayangan, lebih dari 40.000 suka, dan 10.000 komentar. Banyak penonton terinspirasi oleh ketulusan dan semangat Dr. Loeb dalam mengejar kebenaran ilmiah demi masa depan umat manusia. Beberapa bahkan menawarkan bantuan hukum gratis untuk membelanya dari fitnah di dunia akademik.

Permintaan Data kepada NASA: Apakah Tertunda karena Penutupan Pemerintah?

Pada 1 November, melalui situs pribadinya (avi-loeb.medium.com), Dr. Loeb mengungkapkan bahwa NASA belum merilis gambar dari kamera HiRISE milik Mars Reconnaissance Orbiter (MRO) selama lebih dari empat minggu. Gambar tersebut diambil pada 2–3 Oktober 2025, saat 3I/ATLAS berjarak sekitar 30 juta kilometer dari Mars.

Menurutnya, gambar-gambar itu sangat penting karena memiliki resolusi 30 km per piksel, tiga kali lebih baik dibanding gambar terbaik yang dirilis oleh Teleskop Hubble pada 21 Juli 2025.

“Gambar Hubble diambil dari sudut tepi karena posisi Bumi dan Matahari hanya berjarak sekitar 10 derajat dari pandangan ke 3I/ATLAS. Sedangkan citra HiRISE memberikan pandangan samping, yang penting untuk memahami bagaimana materi komet menguap saat mendekati Matahari,” tulis Loeb.

Ia pun mempertanyakan alasan keterlambatan publikasi tersebut.

 Apakah ini disebabkan oleh penutupan sementara pemerintahan AS pada 1 Oktober? Ataukah karena data tersebut mengandung bukti keberadaan teknologi luar angkasa?

“Keterlambatan ini bukan tanda adanya kecerdasan alien,” ujarnya, “melainkan tanda kebodohan manusia. Kita tidak boleh membiarkan ilmu pengetahuan menjadi korban dari politik pemerintah.”

Joe Rogan kemudian menyarankan agar Loeb langsung menghubungi Sean Duffy, pejabat pelaksana NASA. Dr. Loeb juga meminta bantuan dari anggota Kongres Anna Paulina Luna, yang pada 31 Oktober mengirim surat resmi kepada Duffy untuk meminta agar NASA mempublikasikan data pengamatan terkait 3I/ATLAS dan objek antarbintang lainnya.

“Data ini sangat penting untuk meningkatkan pemahaman kita tentang tamu antarbintang dan interaksinya dengan tata surya,” tulis Luna.

“Menunjuk Gajah, Disebut Zebra” — Loeb tentang Tekanan di Dunia Akademik

Dalam wawancara dengan Joe Rogan, Dr. Loeb menceritakan tekanan besar yang dia hadapi dari komunitas ilmiah. Banyak ilmuwan menolak hasil temuannya karena tidak sesuai dengan teori yang telah mapan. Ia menggambarkan situasi itu dengan perumpamaan:

“Bayangkan seseorang mendeskripsikan zebra. Ia pergi ke kebun binatang, melihat seekor gajah, lalu berkata: ‘Oh, zebra itu cuma kehilangan belangnya.’ Sementara saya berkata: ‘Tidak, itu hewan yang benar-benar berbeda.’”

Menurut Loeb, pesawat luar angkasa tidak bisa disamakan dengan batu atau komet karena tidak memiliki ekor komet dan digerakkan oleh mekanisme berbeda.

Ia juga mengenang pengalamannya pada 2020 ketika menjabat sebagai ketua Physics and Astronomy Committee di Akademi Ilmu Pengetahuan Nasional AS. 

Saat itu, NASA mengkonfirmasi bahwa sebuah meteorit yang jatuh di Samudra Pasifik 99,999% berasal dari luar tata surya. Ia dan timnya berhasil menemukan 850 butir fragmen dari meteorit tersebut, dan sekitar 10% di antaranya memiliki struktur kimia yang tidak ditemukan di tata surya kita.

Namun, media arus utama menuduh mereka salah lokasi, bahkan menyamakan sinyal seismik dari jatuhnya meteorit dengan “getaran akibat truk yang lewat”. The New York Times pun menerbitkan laporan yang merendahkannya.

Dr. Loeb kemudian mengirim surat protes: “Bagaimana Anda bisa menulis laporan tanpa mengkonfirmasi dengan saya? Lokasi ini dikonfirmasi oleh data satelit pemerintah AS, bukan dari perkiraan seismik.”

Ia juga menegur redaksi surat kabar itu:

“Jika kalian memperlakukan sains dengan cara seperti ini, bagaimana publik bisa mempercayai laporan politik kalian?”

“Mereka tidak hanya menolak membicarakan kemungkinan teknologi alien,” ujarnya, “tetapi juga menekan siapa pun yang berani membicarakannya.”

Ledakan Minat Publik terhadap Benda Antarbintang

Meski mengalami penolakan dari rekan-rekannya, Dr. Loeb tetap bersemangat dan berpikiran terbuka.

“Saya lebih senang berbicara dengan penulis fiksi ilmiah kelas satu daripada ilmuwan kelas dua,” ujarnya sambil tertawa.

Ia awalnya ingin menjadi filsuf, namun takdir membawanya menjadi ilmuwan. Ia berseloroh bahwa kini dirinya “sudah memiliki kulit setebal titanium.”

Fenomena ini juga melahirkan gelombang minat baru terhadap sains. Seorang pilot Angkatan Udara AS mengatakan kepada Loeb:

“Karena Anda, putri saya ingin menjadi ilmuwan.”

Seorang jurnalis Inggris juga menulis: “Saya membacakan artikel Anda kepada anak-anak saya, dan mereka semua ingin menjadi ilmuwan.”

Dr. Loeb menekankan bahwa ilmuwan dibiayai oleh pajak rakyat, sehingga mereka berkewajiban untuk mengabdi kepada publik. Ia menilai rekan-rekannya gagal memahami bahwa 3I/ATLAS justru membangkitkan semangat ilmiah di kalangan masyarakat dan anak muda.

“Pertanyaan sejati yang harus dijawab ilmuwan,” katanya, “adalah: Apakah manusia sendirian di alam semesta ini? Itu adalah pertanyaan paling romantis dalam sains.”

Dukungan dari Seorang Pengacara Filsafat

Seorang pengacara hak sipil menulis surat terbuka kepada Loeb — yang kemudian diunggah di situsnya — menyatakan bahwa kata philosophy berasal dari bahasa Yunani philos (cinta) dan sophos (kebijaksanaan).

“Filsuf sejati selalu mencintai pengetahuan di segala bidang,” tulis sang pengacara, “dan Anda telah menginspirasi banyak orang — termasuk saya — meskipun Anda mungkin tidak menyadarinya.”

Ia bahkan menawarkan bantuan hukum gratis jika Loeb membutuhkan perlindungan terhadap fitnah akademik.

“Apapun yang terjadi dalam tiga bulan ke depan, terima kasih karena telah mengingatkan saya bahwa masih ada orang yang rasional dan berhati baik di dunia ini,” tulisnya.
“Saya optimistis, jika suatu hari kita menemukan kecerdasan non-manusia, mungkin mereka telah memecahkan masalah besar yang dihadapi manusia — seperti perang dan krisis iklim.”

Sembilan Karakteristik Unik 3I/ATLAS yang Ditemukan oleh Dr. Avi Loeb

  1. Jalur orbitnya hanya menyimpang kurang dari 5° dari bidang orbit planet-planet (probabilitas 0,2%).
  2. Memiliki ekor yang mengarah ke Matahari — kebalikan dari komet biasa.
  3. Massa intinya 1 juta kali lebih besar dari 1I/‘Oumuamua dan 1.000 kali lebih besar dari 2I/Borisov, dengan kecepatan yang lebih tinggi (probabilitas <0,1%).
  4. Waktu kedatangannya sangat presisi: melintas dekat Mars, Venus, dan Jupiter pada jarak puluhan juta km, namun tak bisa diamati dari Bumi (probabilitas 0,005%).
  5. Kandungan nikel di gas sekitarnya jauh lebih tinggi daripada besi — setara dengan paduan industri (probabilitas <1%).
  6. Kandungan air hanya 4%, padahal air biasanya komponen utama komet.
  7. Memiliki polaritas negatif yang sangat kuat, belum pernah ditemukan pada komet lain (probabilitas <1%).
  8. Arah datangnya hampir sejajar dengan arah sinyal radio terkenal “Wow! Signal” (selisih <9°, probabilitas 0,6%).
  9. Kecerahannya meningkat sangat cepat saat mendekati Matahari, lebih cepat dan lebih biru dibanding komet mana pun yang diketahui.

Profil Singkat Dr. Avi Loeb

  • Kepala Galileo Project
  • Pendiri dan Direktur Black Hole Initiative, Universitas Harvard
  • Direktur Institute for Theory and Computation di Harvard-Smithsonian Center for Astrophysics
  • Ketua Departemen Astronomi Harvard (2011–2020)
  • Anggota President’s Council of Advisors on Science and Technology (AS)
  • Ketua Physics and Astronomy Committee, National Academies of Sciences
  • Penulis buku laris Extraterrestrial: The First Sign of Intelligent Life Beyond Earth
  • Penulis bersama buku teks Life in the Cosmos
  • Penulis buku baru Interstellar

Laporan oleh Jin Hong, diterjemahkan dan disunting oleh Lin Qing

Trump Ubah Target: Bukan Venezuela, Tapi Nigeria yang Akan Diserbu? Dunia Terkejut!

EtIndonesia. Di tengah spekulasi global bahwa Amerika Serikat akan segera melancarkan operasi militer terhadap Venezuela guna menggulingkan rezim Nicolás Maduro, sebuah ancaman baru justru mencuat dari Washington. Presiden Donald Trump tiba-tiba mengalihkan fokus militer ke Benua Afrika. Sasaran yang dia sebut secara terbuka: Nigeria.

Langkah mendadak ini langsung mengguncang dinamika geopolitik internasional. Publik global terhentak: apakah target gedor Amerika bergeser dari Caracas ke Abuja?

Trump: “Jika Pemerintah Nigeria Diam, Amerika Akan Bertindak”

Pada 1 November 2025, setelah kembali dari tur Asia dan beristirahat di kediaman pribadinya Mar-a-Lago, Florida, Trump menulis unggahan bernada keras di platform media sosial miliknya. Dia mengecam pemerintah Nigeria karena dinilai gagal menghentikan pembantaian terhadap umat Kristen di negara tersebut.

“Jika pemerintah Nigeria terus membiarkan umat Kristen dibantai, Amerika akan menghentikan seluruh bantuan. Dan jika perlu, kami akan masuk dengan kekuatan penuh untuk menghabisi para pelaku teror,” tulis Trump.

Dia bahkan menginstruksikan Departemen Perang AS untuk bersiap menghadapi kemungkinan operasi militer. 

“Jika dilancarkan, operasi akan cepat, brutal, dan total,” tegasnya.

Tak lama kemudian, Menteri Perang AS Pete Hegseth memperkuat pernyataan presiden: “Jika Nigeria tidak melindungi warganya, kami akan melenyapkan para ekstremis Islam yang melakukan kekejaman.”

Trump menambahkan bahwa Amerika “punya tanggung jawab moral untuk melindungi umat Kristen di seluruh dunia.”

Nigeria Marah: “Kami Bukan Koloni Amerika”

Reaksi resmi Pemerintah Nigeria baru muncul pada 2 November 2025. Menteri Luar Negeri Nigeria menolak keras pernyataan Washington, menuduh AS melakukan intervensi terhadap kedaulatan nasional.

Presiden Nigeria, Bola Tinubu ikut menanggapi dengan nada tegas: “Kami bukan koloni Amerika. Kami tidak perlu menjelaskan urusan dalam negeri kami kepada mereka.”

Pernyataan itu mengingatkan banyak pengamat pada narasi yang pernah digunakan Beijing pada peristiwa Tiananmen 1989, penindasan di Tibet, hingga protes Hong Kong.

Krisis Kemanusiaan Nigeria: Angka Kematian Mencekam

Konflik keagamaan di Nigeria bukan isu baru. Negara berpenduduk sekitar 226 juta jiwa itu telah lama terbelah antara mayoritas Muslim di utara dan mayoritas Kristen di selatan.

Sejak 2009, wilayah tengah Nigeria menjadi pusat serangan ekstremis Islam. Mereka membakar sekolah, mengebom gereja, hingga menculik dan membantai warga sipil.

Statistik mencengangkan:

  • >35.000 korban tewas sejak 2010
  • Mayoritas korban adalah umat Kristen
  • ~7.000 orang dibunuh hanya dalam 9 bulan pertama tahun 2025

Seorang warga Kristen Nigeria bersaksi: “Dalam satu hari, 20 anggota keluarga saya dibunuh. Rumah dan toko saya dibom. Semua hilang.”

Namun tragedi itu hampir tak tersorot dunia internasional. 

Seorang pendeta bahkan sampai menyampaikan seruan langsung: “Amerika, Presiden Trump, selamatkan kami.”

Apakah Serangan ke Venezuela Batal? Trump Menjawab

Di tengah isu Nigeria, wartawan bertanya langsung pada Trump di pesawat Air Force One: apakah serangan ke Venezuela dibatalkan?

Trump menjawab dengan gaya khasnya: “Kalau ada rencana rahasia, mana mungkin saya bilang? Siapa yang terang-terangan bicara soal itu?”

Dia lalu menyinggung masalah keamanan perbatasan AS dan arus kriminal lintas negara yang menurutnya terjadi akibat kebijakan “bodoh” pemerintahan Biden.

Dengan jawaban itu, spekulasi pun tetap hidup: Venezuela bisa saja tetap menjadi target berikutnya setelah Nigeria.

Dinamika Trump–Xi dan Perjanjian Ekonomi Besar

Konteks ancaman Nigeria ini muncul hanya beberapa hari setelah pertemuan Trump–Xi di Asia. Pertemuan tersebut berakhir tanpa konferensi pers bersama, menimbulkan tanda tanya besar.

Belakangan, Gedung Putih merilis dokumen kesepakatan. Isinya mengejutkan:

Tiongkok setuju untuk:

  • Mencabut hampir semua kontrol ekspor logam tanah jarang ke AS (menguasai 92% pasokan dunia)
  • Memperketat kontrol fentanyl
  • Menghapus semua tarif balasan terhadap produk AS
  • Membeli kedelai AS:
    • 12 juta ton dalam dua bulan terakhir 2025
    • 25 juta ton per tahun 2025–2028
  • Mencabut kasus anti-monopoli atas perusahaan semikonduktor AS
  • Menghapus sanksi sektor pelayaran AS

Sebagai imbalan, AS hanya:

  • Menunda tarif fentanyl 10% (1 tahun)
  • Menunda investigasi Section 301
  • Menunda tindakan atas industri kapal Tiongkok

Semua penundaan bersifat sementara dan bersyarat.

Reaksi pasar:

  • Dow Jones +1,5%
  • Nasdaq +2,8%
  • Intel & Qualcomm +10%

Warganet Tiongkok menyamakan kesepakatan itu dengan “Perjanjian Shimonoseki modern.”

Namun belum ada penandatanganan resmi. Banyak analis menyebut ini “permainan poker global” yang belum mencapai babak akhir.

Kesimpulan: AS Tunjukkan Kejutan Baru di Panggung Dunia

Ancaman mendadak ke Nigeria menjadi sinyal bahwa:

  • Amerika di bawah Trump kembali memakai strategi tekanan global tak terduga
  • Afrika kini masuk radar geopolitik Washington
  • Krisis kemanusiaan dapat menjadi pemicu intervensi militer
  • Venezuela belum sepenuhnya keluar dari daftar target

Dunia kini menunggu langkah selanjutnya.

Apakah Amerika akan benar-benar menembakkan peluru pertama di Afrika?
Atau ancaman ini sekadar manuver politik berlapis untuk menekan lawan di panggung global?

Satu hal jelas: panggung dunia kembali bergerak cepat, dan Trump tengah memegang kendali ritme permainan.

Israel Kembali Menerima Tiga Jenazah Sandera, Termasuk Seorang Warga AS

Pada Senin (3 November), Israel kembali menerima tiga jenazah sandera dari Hamas. Sejak gencatan senjata di Gaza mulai berlaku, Hamas telah menyerahkan total 20 jenazah sandera yang tewas, sementara 8 jenazah lainnya masih tertahan di Gaza. Pada hari yang sama, para menteri luar negeri dari sejumlah negara Arab dan Muslim bertemu di Istanbul untuk membahas tahap lanjutan dari perjanjian damai Gaza.

EtIndonesia. Militer Israel pada Senin (3 November) mengumumkan bahwa identitas tiga sandera yang tewas dan diserahkan oleh Hamas pada 2 November telah dikonfirmasi.

Mereka adalah:

  • Letnan Omri Neutra, 21 tahun, berkewarganegaraan ganda Amerika–Israel,
  • Kopral Oz Daniel, 19 tahun, dan
  • Kolonel Asaf Hamami, 40 tahun.

Neutra lahir di Long Island, New York. Setelah pindah ke Israel, ia bergabung dengan militer Israel (IDF). Ia gugur pada Desember tahun lalu setelah serangan teror besar Hamas pada 7 Oktober 2024.

Presiden AS Donald Trump mengatakan kepada wartawan di pesawat Air Force One pada 2 November bahwa ia telah berbicara dengan orang tua Neutra.

“Saya telah berbicara dengan orang tuanya. Mereka merasa bahagia sekaligus sedih. Tetapi kami sangat bersyukur karena akhirnya hal ini bisa terselesaikan,” ujar Trump. 

Daniel bertugas bersama Neutra dan gugur dalam pertempuran melawan hamas.

Kolonel Hamami adalah komandan brigade selatan Divisi Gaza IDF, dan merupakan perwira berpangkat tertinggi yang tewas dalam serangan  Hamas pada 7 Oktober.

Sebelumnya pada 2 November, Hamas mengeluarkan pernyataan bahwa jenazah-jenazah tersebut ditemukan di sebuah terowongan di bagian selatan Gaza.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada hari yang sama menegaskan bahwa operasi militer untuk menumpas sisa-sisa kekuatan Hamas di Gaza akan terus dilanjutkan.

“Di wilayah Gaza yang sudah berada di bawah kendali kami, masih ada sisa-sisa kekuatan Hamas yang bersembunyi. Kami sedang menumpas mereka secara sistematis. Di Rafah dan Khan Younis masih terdapat dua basis utama mereka — keduanya akan kami bersihkan,” ujarnya. 

Sementara itu, pada Senin, para menteri luar negeri dari negara-negara Arab dan Muslim berkumpul di Istanbul untuk membahas tahap lanjutan dari perjanjian damai Gaza, termasuk rencana pembentukan pasukan penjaga perdamaian internasional.

Pertemuan tersebut dihadiri oleh para menlu dari Turki, Qatar, Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Yordania, Pakistan, dan Indonesia.

Menteri Luar Negeri Turki, Hakan Fidan, mengatakan bahwa perlu adanya koordinasi dengan semua pihak terkait pembentukan pasukan penjaga perdamaian internasional di Gaza, termasuk dengan mediator dan pihak Palestina sendiri.

“Hari ini kami juga membahas mandat dan struktur pasukan penjaga perdamaian internasional itu. Pasukan tersebut diperkirakan akan dibentuk dalam beberapa hari mendatang,” ujarnya. 

Fidan menambahkan bahwa Hamas bersedia menyerahkan kendali Gaza kepada komite yang dipimpin oleh pihak Palestina sendiri. Ia juga menyatakan bahwa Turki siap berpartisipasi dalam pasukan penjaga perdamaian internasional di Gaza.

Namun, pihak Israel sebelumnya telah menyatakan keberatannya terhadap keikutsertaan Turki dalam pasukan penjaga perdamaian tersebut. (Hui/asr)

Laporan oleh Zhao Fenghua, disusun oleh NTD News

Armada Bayangan Putin Terbakar di Laut Hitam! Ukraina Melesatkan Drone Jarak Jauh Tanpa Ampun

EtIndonesia. Ukraina kembali meningkatkan intensitas perang dengan melancarkan serangan mendalam terhadap infrastruktur energi vital Rusia. Gelombang drone jarak jauh, sabotase darat, hingga operasi khusus pasukan elite menyasar pelabuhan minyak, kilang, gudang bahan bakar, dan jalur logistik strategis. Serangan ini memicu ledakan besar, membakar kapal tanker raksasa, dan menghantam stabilitas pasokan energi Rusia ke pasar global.

Di darat, pertempuran di Pokrovsk berubah menjadi salah satu fase perang paling brutal sejak invasi dimulai pada Februari 2022. Kiev mengklaim kemajuan signifikan, sementara Moskow mengerahkan cadangan besar-besaran.

 Serangan Energi Besar-besaran: Tuapse, Saratov, hingga Moskow

Drone Ukraina Hantam Pelabuhan Tuapse

Pada malam 2 November 2025, pelabuhan minyak Tuapse di wilayah Krasnodar kembali dihantam 12 drone Ukraina. Serangan itu menyebabkan:

  • Sedikitnya lima kapal tanker meledak
  • Satu kapal membawa 56.000 ton minyak
  • Satu kapal lain mengangkut 40.000 ton minyak
  • Dua kapal tanker kosong dan satu kapal kecil turut terbakar

Banyak kapal berbendera Liberia dan Panama, yang disebut bagian dari “armada bayangan Rusia” untuk menghindari sanksi internasional.

Langit Tuapse memerah dan asap hitam tebal menutupi kawasan industri. Pelabuhan ini adalah titik ekspor minyak utama Moskow, sehingga serangan memberi pukulan telak bagi rantai energi Rusia.

Kilang Saratov Terbakar

Di hari yang sama, serangan drone menghantam kilang Saratov, menghancurkan unit produksi AVT-6 dan memicu bola api raksasa. Kapasitas penyulingan 7,2 juta ton per tahun terganggu.

Ledakan Gudang Bahan Bakar di Donetsk

Di wilayah Donetsk yang diduduki Rusia, gudang bahan bakar di Shakhtarsk meledak setelah serangan drone, memicu kebakaran luas.

Aktivitas Sabotase Dekat Moskow dan Murmansk

Kelompok partisan ATESH mengklaim menghancurkan truk logistik Rusia di dekat Moskow, sementara di Murmansk terjadi kecelakaan kereta pembawa bahan bakar yang diperkirakan akibat sabotase.

Komandan unit drone Ukraina, Mazhar, menyebut lima dari delapan gardu listrik besar Rusia berhasil dihancurkan dengan kapasitas total 5.066 MVA, bagian dari strategi memutus jaringan energi dan memicu gangguan listrik skala besar.

 Pertempuran Brutal di Pokrovsk: Rusia Kerahkan 100 Ribu Pasukan

Ukraina mengonfirmasi telah merebut kembali Rodynske pada 3 November 2025. Unit Lintas Udara ke-7 menewaskan sedikitnya 19 tentara Rusia di sektor itu.

F-16 Hantam Target dengan GBU-39

Pesawat F-16 Ukraina dilaporkan melancarkan serangan presisi menggunakan bom luncur GBU-39, menekan pergerakan jet tempur Rusia.

Presiden Volodymyr Zelenskyy menyebut Pokrovsk sebagai pusat pertempuran paling intens, dengan:

  • 1/3 bentrokan garis depan berlangsung di sini
  • 1/2 serangan bom pintar Rusia diarahkan ke kota ini

Meski serangan udara terus menggempur, pasukan Rusia gagal menembus pertahanan Ukraina dalam beberapa hari terakhir.

Rusia Kerahkan Pasukan Besar-besaran

Moskow memusatkan operasi dengan:

  • 80.000–100.000 tentara
  • Operator drone tambahan
  • Komando langsung oleh Jenderal Valery Gerasimov

Namun laporan ISW mencatat kemajuan Rusia sangat lambat dan korban tewas mencapai ratusan per hari. Reuters menyebut ofensif musim panas Rusia hanya merebut 0,4% wilayah Ukraina.

Klaim Rusia soal penembakan helikopter Black Hawk Ukraina dibantah Kiev dan media internasional, yang menyatakan rekaman tersebut merupakan video lama.

Operasi Black Hawk Berisiko Tinggi

Pada 31 Oktober 2025, Kepala Intelijen Ukraina, Kyrylo Budanov memimpin operasi berani dengan dua helikopter Black Hawk terbang rendah ke barat laut Pokrovsk.

  • 21 prajurit elite diterjunkan
  • 11 tentara Rusia berhasil dinetralisir
  • Jalur logistik baru dibuka
  • Budanov berada langsung di garis depan

Operasi ini disebut sebagai tindakan paling berani sejak misi “Trident Sky.”

Front Lain: Kupiansk dan Kherson Panas

Kupiansk

  • Ukraina mendorong Rusia mundur
  • Posisi strategis di Sungai Oskil direbut
  • 50+ tentara Rusia ditangkap
  • 39 sistem artileri dihancurkan di sektor Dobropillia–Kucheryav Yar

Kherson

Rusia mencoba menyeberangi Sungai Dnipro lewat Jembatan Antonovsky, namun dicegat rudal anti-tank dan drone. Beberapa kendaraan lapis baja Rusia terbakar.

Serangan ke Krimea: S-400 Lumpuh

Pada malam 1–2 November, Ukraina menghancurkan sistem radar pertahanan udara Rusia:

  • S-400
  • ORL-EAS
  • P-18

Hal ini makin melemahkan pertahanan udara Rusia di Krimea.

 Dukungan Internasional & Eskalasi Baltik

  • 2 baterai Patriot dari Jerman tiba lebih cepat
  • Serbia mengejutkan dunia dengan menyatakan siap menjual amunisi ke Ukraina
  • Kroasia menyetujui paket pengadaan senjata baru untuk Kiev
  • Ukraina memamerkan rudal Neptunus (1.000 km) dan Hrim-2 (500+ km)

Pada 2 November, kapal patroli Rusia di perairan Estonia terlihat mengibarkan bendera Wagner, memicu ketegangan baru di Laut Baltik.

Kesimpulan

Serangan Ukraina terhadap infrastruktur energi Rusia menandai fase perang baru yang menekan kemampuan logistik dan ekonomi Moskow. Perang kota di Pokrovsk kini menjadi simbol kegigihan kedua pihak dalam mempertahankan dan merebut wilayah strategis.

Dengan dukungan militer Barat yang terus meningkat dan operasi berani Ukraina yang makin sering terjadi di belakang garis Rusia, dinamika perang menuju musim dingin 2025 semakin tidak terduga.

Supermoon Terbesar Tahun Ini, “Bulan Berang-berang”, Akan Segera Tampil di Langit

EtIndonesia. Sebuah pertunjukan astronomi yang sangat romantis akan segera hadir minggu ini. Supermoon terbesar dan paling terang tahun ini — yang dikenal sebagai “Bulan Berang-berang” (Beaver Moon) — akan mencapai puncaknya pada 5 November pukul 08.19 pagi waktu Timur AS (yakni malam hari waktu Asia).

Jangan khawatir jika tidak bisa melihatnya pada pagi hari, karena malam sebelumnya (4 November) dan malam sesudahnya (5 November) bulan akan tampak hampir sama bulat dan terang.

Ini merupakan supermoon terbesar dari tiga supermoon yang terjadi sepanjang tahun 2025.

Istilah supermoon digunakan ketika bulan berada lebih dekat dari biasanya ke Bumi, sehingga tampak lebih besar dan lebih terang di langit malam.

Menurut perhitungan astronom, kali ini jarak Bulan dari Bumi sekitar 221.000 mil (sekitar 355.000 km) — sekitar 17.000 mil lebih dekat dari rata-rata. Akibatnya, bulan akan tampak 7% lebih besar dan 16% lebih terang dari biasanya — meskipun perbedaannya mungkin tidak terlalu terlihat dengan mata telanjang.

Nama “Bulan Berang-berang” berasal dari sejarah awal Amerika Utara.  November dikenal sebagai masa ketika bulu berang-berang paling tebal, sekaligus periode tersibuk dalam perdagangan bulu pada masa kolonial, sehingga bulan purnama di bulan ini disebut “Beaver Moon.”

Berbagai suku asli Amerika memiliki sebutan berbeda untuk purnama bulan November:

  • Suku Assiniboine di Dataran Utara dan Cree di Tenggara menyebutnya “Frost Moon” (Bulan Embun Beku),
  • Suku Potawatomi di wilayah Danau Besar menyebutnya “Turkey Moon” (Bulan Kalkun), melambangkan panen melimpah,
  • Sementara Passamaquoddy menyebutnya “Freezing Moon” (Bulan Membeku), yang menandakan datangnya musim dingin.
    Setiap nama memiliki nuansa romantis tersendiri, bukan?

Yang menarik, supermoon kali ini juga akan menimbulkan fenomena “ilusi bulan”. Karena posisi purnama berdekatan dengan titik ekuinoks musim gugur, bulan akan terlihat sangat besar ketika muncul di dekat cakrawala. Ketika tampak berdampingan dengan rumah, pepohonan, atau gedung kota, pemandangan “bulan raksasa di atas kota” itu bisa terlihat nyata — tanpa bantuan edit foto!

Selain itu, ketika sinar bulan melewati lapisan atmosfer yang lebih tebal, warnanya bisa berubah menjadi oranye keemasan atau merah tembaga, menciptakan efek alami seperti “filter” yang memperindah langit malam — momen sempurna untuk memotret.

Para ahli astronomi juga menambahkan bahwa purnama kali ini akan memiliki “efek bulan panen” (Harvest Moon effect) — artinya bulan akan terbit lebih awal dan bertahan lebih lama di langit malam, sehingga malam itu akan diterangi cahaya bulan yang lebih lama dan lebih terang dari biasanya.

Jadi, jika cuaca cerah, luangkan waktu untuk keluar dan menyaksikan Supermoon “Bulan Berang-berang” ini. Ambil foto, buatlah permohonan — siapa tahu keberuntungan ikut datang bersama purnama yang indah ini. (Hui)

Sumber : NTDTV.com

Konflik Rusia–Ukraina Berlanjut, Ukraina Diizinkan Menempatkan Sistem Rudal Patriot

Perang antara Rusia dan Ukraina terus meluas. Pada Senin (3 November), Rusia tidak hanya melanjutkan serangan udara ke Ukraina, tetapi juga mengerahkan pasukan darat untuk terus maju di kota penting di timur, “Krasnoarmiisk” (dikenal juga sebagai “Kota Tentara Merah”). Sementara itu, Ukraina berhasil melancarkan serangan mendadak terhadap terminal minyak besar milik Rusia di Laut Hitam. Selain itu, Presiden Volodymyr Zelenskyy mengumumkan bahwa Ukraina telah menerima lebih banyak sistem rudal pertahanan udara Patriot, yang akan memperkuat pertahanan udaranya.

EtIndonesia. Pada Senin (3 November) dini hari, kota Mykolaiv di dekat Laut Hitam mengalami pemadaman listrik total dan 12 permukiman di sekitarnya juga kehilangan aliran listrik. Serangan drone Rusia menghantam infrastruktur energi di wilayah tersebut, termasuk sebuah supermarket besar seluas 2.000 meter persegi yang terbakar habis setelah terkena serangan.

Di wilayah timur laut Sumy, pasukan Rusia menyerang kawasan pemukiman, menewaskan seorang pria dan melukai lima orang, termasuk dua anak kecil.

Rekaman yang dirilis oleh militer Ukraina menunjukkan bahwa pertempuran paling sengit terjadi di kota strategis timur, “Kota Tentara Merah”. Kementerian Pertahanan Rusia pada Senin mengklaim bahwa pasukan mereka sedang bergerak maju ke dalam kota.

“Kelompok infiltrasi Rusia telah menembus sepanjang jalur-jalur utama. Jika Rusia terus memblokir area tersebut, pasukan Ukraina akan semakin sulit untuk mempertahankan posisinya,” ujar Robert Lee, peneliti senior di Institut Kebijakan Luar Negeri AS. 

Taktik Rusia adalah menggunakan drone untuk membombardir lebih dulu, kemudian mengirim pasukan infanteri secara bertahap untuk menyusup dari utara dan berusaha mengepung serta menguasai seluruh kota.

Untuk menahan serangan itu, Ukraina banyak menggunakan drone interseptor murah sebagai senjata efektif melawan drone Shahed milik Rusia yang jauh lebih mahal. Namun, untuk menghadapi rudal Rusia dan drone jet berkecepatan tinggi yang kini mulai dikerahkan, Ukraina membutuhkan sistem pertahanan udara yang lebih kuat.

Presiden Zelenskyy mengonfirmasi bahwa lebih banyak sistem rudal Patriot buatan AS telah tiba di Ukraina dan kini sedang dioperasikan.

“Kami dengan gembira mengumumkan bahwa sistem pertahanan udara kami telah mengalami kemajuan signifikan. Ukraina kini memiliki lebih banyak sistem Patriot. Saya berterima kasih kepada Kanselir Olaf Scholz, kepada Jerman, dan kepada semua pihak yang telah membantu kami,” ujarnya. 

NATO saat ini tengah mengkoordinasikan pengiriman rutin berbagai persenjataan berat ke Ukraina, sebagian besar dibeli oleh Uni Eropa dan Kanada dari Amerika Serikat.

Sambil memperkuat pertahanan udaranya terhadap serangan Rusia, Ukraina juga terus melancarkan serangan terhadap infrastruktur energi Rusia.

 Pada 2 November, drone Ukraina menyerang pelabuhan Tuapse, salah satu terminal minyak terbesar Rusia di Laut Hitam. Serangan itu merusak fasilitas dan kapal di pelabuhan tersebut, serta memicu kebakaran besar.

Untuk meningkatkan efektivitas serangan terhadap target energi dan militer Rusia, Ukraina telah lama berharap bisa memperoleh rudal jelajah jarak jauh Tomahawk dari Amerika Serikat. Namun, Presiden Donald Trump pada 2 November menegaskan bahwa ia saat ini tidak mempertimbangkan untuk memberikan rudal tersebut kepada Ukraina.

Ketika ditanya oleh wartawan:

“Apakah pemerintahan Anda akan memberikan rudal jarak jauh Tomahawk kepada Ukraina?”
Trump menjawab:
“Tidak, belum dipertimbangkan.”

Menurut laporan Bloomberg, Inggris telah mengirimkan lebih banyak rudal Storm Shadow kepada Ukraina untuk membantu pasukan Ukraina melancarkan serangan yang lebih presisi terhadap target di dalam wilayah Rusia. (Hui)

Laporan oleh Yi Jing, New Tang Dynasty Television

Inilah Serangan yang Tidak Diprediksi Kremlin: Infrastruktur Vital Rusia Berjatuhan

EtIndonesia. Gelombang serangan udara, drone, dan sabotase kembali mengguncang wilayah-wilayah kunci Rusia pada akhir Oktober–awal November 2025. Dalam rentang 31 Oktober sampai 2 November, serangkaian insiden menimpa pelabuhan, infrastruktur energi, dan basis militer, dengan klaim kerusakan signifikan pada jalur logistik militer Moskow serta kebakaran besar di kawasan pesisir Laut Hitam.

Ringkasan peristiwa utama:

  • Malam 2 November 2025: Pelabuhan Tuapse (Krai Krasnodar) diserang puluhan drone; kebakaran besar melalap fasilitas pelabuhan dan permukaan laut. Citra satelit yang beredar menunjukkan beberapa titik api besar di kawasan. Rusia mengakui adanya kerusakan namun menyebut dampaknya terbatas.
  • Malam 31 Oktober 2025: Kawanan drone dilaporkan menyerang tiga pipa minyak strategis yang memasok kawasan Moskow — menurut klaim Direktorat Intelijen Utama Ukraina (HUR), ketiga pipa itu “hancur total”. Pihak Rusia mengakui adanya kebakaran dan gangguan namun belum merilis angka kerugian rinci.
  • Malam 31 Oktober 2025: Serangan terkoordinasi juga menimpa gardu induk listrik di Oblast Lipetsk, memicu pemadaman di sejumlah wilayah.
  • 1 November 2025: Kawanan drone dan rudal jelajah Neptun diklaim menghantam PLTU Oryol sehingga beberapa menara pendingin rusak dan memicu kebakaran, memengaruhi pasokan listrik dan pemanasan setempat menjelang musim dingin.
  • Sepanjang periode itu terjadi pula serangkaian serangan di Krimea (Gurzuf), Kavkaz (tugboat dibakar), ladang minyak di Oblast Kemerovo, serta serangkaian ledakan di Tula, Belgorod, dan distrik-distrik di sekitar ibu kota.

Apa yang diserang dan mengapa penting

Tuapse merupakan pelabuhan ekspor minyak dan simpul logistik penting di Laut Hitam yang juga dipakai untuk kepentingan militer. Serangan ke sana, jika dikonfirmasi skala dan dampaknya, mengancam kemampuan Rusia memproses dan memindahkan bahan bakar ke front selatan.

Bolt energi yang diserang di sekitar Moskow—yang menurut klaim Ukraina membentuk “cincin” antara Moskow, Ryazan, dan Nizhny Novgorod—memainkan peranan krusial dalam suplai avtur, diesel, dan bensin untuk operasi militer serta sektor penerbangan. Ukraina menyatakan serangan itu dirancang untuk melemahkan logistik militer Moskow menjelang musim dingin.

Di level sistem kelistrikan, serangan terhadap gardu induk dan PLTU dimaksudkan untuk menciptakan tekanan ganda: mengurangi kemampuan industri pertahanan dan memperburuk kondisi sipil di musim dingin, yang menjadi bagian dari strategi tekanan berkelanjutan.

Klaim dan konfirmasi yang masih divergen

Klaim soal “tiga pipa minyak hancur total” berasal dari pernyataan HUR dan komunitas OSINT pro-Ukraina; otoritas Rusia mengakui kebakaran tetapi tidak merilis angka kerusakan penuh atau menyatakan jaringan pipa padam total. Demikian pula, laporan tentang jumlah drone yang diluncurkan (hingga ratusan malam itu menurut beberapa kanal pengamat) dan rincian korban infrastruktur masih belum tersinkronkan antar-sumber. Media Rusia cenderung menyebut dampak “terbatas” sementara sumber Ukraina menilai pukulan strategis itu melumpuhkan logistik musuh.

Aktivitas militer darat dan udara di garis depan

Di front timur, pertempuran memanas terutama di sektor yang disebut “Desa Tentara Merah” dan wilayah Kupiansk. Laporan intelijen dan rekaman lapangan menyebut penggunaan operasi udara presisi oleh Ukraina, termasuk serangan oleh jet Su-27 yang menargetkan konsentrasi personel dan peralatan Rusia (dilaporkan terjadi pada 31 Oktober). Ukraina juga mengklaim berhasil menghancurkan sistem pertahanan udara Buk-M3 dan beberapa radar pengintaian pada Oktober di beberapa sektor, termasuk Krimea dan Oblast Rostov.

Peran pasukan khusus dan komando lapangan

Direktur HUR, Kyrylo Budanov dikabarkan turun langsung memimpin operasi di sekitar “Desa Tentara Merah,” sementara pasukan khusus Ukraina melakukan penyusupan dan serangan terkoordinasi, termasuk penerjunan udara memakai helikopter UH-60 yang disuplai sekutu Barat. Kehadiran komandan tingkat tinggi di garis depan menegaskan prioritas Kyiv pada sektor ini.

Keterlibatan pasukan asing dan klaim tawanan

Beberapa laporan menyebut keterlibatan tentara Korea Utara yang dikirim untuk mendukung upaya Rusia; dua prajurit Korea Utara yang tertawan—menurut wawancara media Ukraina dan pernyataan pihak intelijen Korea Selatan—mengaku tidak ingin kembali dan berharap dipindahkan ke Korea Selatan. Jumlah personel Korea Utara yang ikut serta masih diperdebatkan; klaim berkisar puluhan ribu menurut beberapa estimasi luar, tetapi belum ada verifikasi independen yang definitif.

Di sisi lain muncul klaim dan kekhawatiran soal “internasionalisasi” konflik: tuduhan mengenai keterlibatan sukarelawan atau personel dari negara-negara seperti Laos, Kuba, serta penempatan pasukan sekutu NATO di perbatasan. Banyak klaim itu dibantah atau belum dikonfirmasi secara meyakinkan.

Bantuan dan respose internasional

Bantuan material untuk Kyiv terus mengalir. Prancis mengumumkan paket bantuan besar, dan negara-negara Barat meningkatkan suplai sistem pertahanan dan investasi ke industri pertahanan Ukraina—termasuk laporan tentang pengiriman atau rencana pengiriman baterai Patriot dari Jerman untuk mendukung perlindungan ibu kota dan infrastruktur vital.

Sumber intelijen AS dilaporkan menyetujui pasokan rudal jelajah Tomahawk ke Ukraina; sementara rudal jelajah buatan Ukraina yang disebut “Flamingo” dilaporkan telah digunakan beberapa kali dalam operasi. Pengiriman senjata jarak jauh semacam itu berpotensi memperpanjang kemampuan Kyiv melakukan serangan terukur ke infrastruktur penting lawan.

Dinamika tegang di kancah global

Eskalasi juga memicu respons NATO: Finlandia mengumumkan latihan gabungan berskala besar pada November yang melibatkan lebih dari 15 ribu personel—manuver yang dinilai sebagian pihak sebagai isyarat peringatan terhadap tindakan lebih lanjut Rusia. Ketegangan Amerika Serikat dengan Venezuela juga disebut meningkat seiring laporan perencanaan operasi terhadap fasilitas militer di Caracas, dan permintaan bantuan Maduro kepada sekutu internasional.

Dampak bagi warga sipil dan risiko musim dingin

Serangan terhadap pembangkit listrik, gardu induk, dan jaringan bahan bakar menjelang musim dingin meningkatkan risiko bagi populasi sipil: pemadaman listrik dan gangguan pemanas dapat menimbulkan krisis kemanusiaan skala lokal dan regional. Kerusakan pada infrastruktur energi dan logistik juga memperpanjang tekanan pada layanan darurat dan distribusi bahan bakar.

Penutup — menuju fase adu ketahanan

Dengan memasuki November 2025, konflik tampak bergeser menuju fase adu ketahanan. Kedatangan musim dingin akan menambah dimensi baru perhitungan strategis: setiap gangguan energi kini membawa implikasi tak hanya militer tetapi juga sosial-ekonomi. Baik Moskow maupun Kyiv tampak mempersiapkan operasi berjangka panjang, sementara komunitas internasional memantau eskalasi yang berpotensi menaikkan risiko multipihak.

Bocah di Tiongkok Menelan Biji Emas Saat ‘Latihan Kekuatan Lidah’, Pergi ke Rumah Sakit untuk BAB

EtIndonesia. Seorang bocah laki-laki berusia 11 tahun yang tidak sengaja menelan biji emas seberat 10 gram senilai 10.000 yuan (sekitar Rp 23 juta) secara tidak sengaja diberitahu oleh ibunya untuk tidak buang bab di luar karena akan “terlalu mahal”.

Kisah ini telah menghibur banyak orang di media sosial daratan, dan dengan cepat menjadi viral.

Insiden ini terjadi di Kunshan, Provinsi Jiangsu, Tiongkok tenggara, setelah seorang wanita bermarga Ji membeli biji emas seberat 10 gram tersebut pada 17 Oktober.

Dengan harga emas yang melonjak lebih dari 50 persen tahun ini, banyak orang Tiongkok menganggapnya sebagai aset yang paling stabil dan dapat diandalkan, terutama mengingat pasar saham dan properti yang melemah.

Pada 22 Oktober, tak lama setelah biji emas tersebut dikirim, putra Ji mulai memainkannya.

Saat Ji sedang sibuk mencuci pakaian di balkon, anak laki-laki itu bergegas menghampirinya dan berkata: “Bu, cepatlah, aku akan mati. Aku menelan emas itu.”

Dia menambahkan bahwa dia melakukannya setelah mencoba “melatih kekuatan lidahnya”.

Awalnya, Ji mengira dia bercanda. Namun setelah memastikan biji emas itu memang hilang, Ji merasa geli sekaligus khawatir.

Namun, dia tidak ingin menangani masalah ini di rumah.

“Keponakan saya pernah menelan koin,” kata Ji kepada Dawan News.

“Ketika kami membawanya ke rumah sakit, dokter mengatakan itu bukan masalah besar dan dia akan mengeluarkannya melalui tinja. Jadi ketika ini terjadi, saya mencari tahu dan melihat bahwa emas juga dapat dikeluarkan dengan cara yang sama, jadi saya tidak menganggapnya terlalu serius,” tambahnya.

Berharap dapat menemukan kembali “harta karun yang hilang”, setiap hari Ji memberi tahu putranya untuk tidak buang air besar di luar karena “kotorannya terlalu mahal”.

Namun, bahkan setelah lima hari berturut-turut memeriksa fesesnya dua kali sehari, dia tetap tidak menemukan emas tersebut.

Pada 26 Oktober, Ji membawa putranya ke Rumah Sakit Rakyat Kelima di Kunshan.

Pemeriksaan menemukan “benda asing di perut”, tetapi untungnya, anak laki-laki itu tidak menunjukkan tanda-tanda sakit perut atau muntah.

Kemudian di hari yang sama, emas tersebut berhasil dikeluarkan. Tidak jelas apakah emas tersebut dikeluarkan secara alami atau melalui intervensi medis.

“Harap pastikan untuk menyimpan emas Anda dengan benar dan jangan pernah biarkan anak-anak nakal melihatnya,” sang ibu memperingatkan.

Setelah ibu yang lega itu membagikan detailnya secara daring, cerita tersebut dengan cepat menjadi viral, menarik lebih dari 500.000 tayangan dan menyebabkan banyak gelak tawa.

Seorang pengamat daring berkata: “Mereka seharusnya segera pergi ke rumah sakit. Mereka benar-benar menunggu lima hari penuh? Sungguh ceroboh.”

Sementara yang lain bercanda: “Itu seperti biji emas yang beraroma.” (yn)

Mengambil Air dari Lereng Gunung — Pelajaran Besar Tentang Hidup



EtIndonesia. Dahulu kala, hiduplah dua sahabat bernama Afu dan Aguo, masing-masing di dua gunung yang berbeda. Di lembah di antara mereka mengalir sebuah sungai. Setiap pagi, keduanya harus turun gunung mengambil air, lalu memikulnya naik kembali ke rumah — pekerjaan berat yang mereka lakukan tanpa berhenti selama lima tahun penuh.

Hari Ketika Aguo Tak Lagi Muncul

Suatu pagi, Afu turun seperti biasa ke sungai. Namun aneh — Aguo tidak terlihat.

“Hm, mungkin dia bangun kesiangan,” pikir Afu.

Hari kedua, Aguo tetap tidak datang. Hari ketiga, hari keempat — tetap tidak muncul. Hingga seminggu penuh tanpa kehadirannya.

Afu mulai khawatir,: “Jangan-jangan dia sakit?”

Maka dia pun naik gunung seberang untuk memeriksanya.

Jawaban yang Tak Pernah Ia Duga

Sesampainya di rumah Aguo — Afu justru mendapati sahabatnya segarnya bukan main, sedang menanam bunga dengan santai di halaman!

Afu bertanya heran: “Sudah seminggu kamu tidak turun mengambil air — bagaimana kamu bertahan hidup?”

Aguo hanya tersenyum, lalu menunjuk ke arah sebuah sumur baru, tak jauh dari rumahnya.

“Selama lima tahun ini, setelah mengambil air dari sungai, aku tidak langsung beristirahat.  Aku perlahan menggali sumur ini setiap hari. Minggu lalu — aku berhasil menemukan sumber air. Sekarang, aku tak perlu turun gunung lagi. Aku punya lebih banyak waktu untuk melakukan hal lain.”

Dua Prinsip Hidup — Dua Takdir Berbeda

Padahal sama-sama memikul air lima tahun lamanya, Namun Afu hanya mengulang rutinitas,  sementara Aguo memutuskan mencari jalan yang baru.

Seseorang yang mencari jalan keluar saat hidup masih stabil, tidak akan panik saat badai datang.

Yang hanya berjalan, akan kelelahan.  Yang berpikir, akan melesat lebih jauh.

Hidup Adalah Buku Kosong — Kamu yang Melukisnya

Hidup ini seperti kanvas putih.

  • Ada yang mewarnainya cerah dan berani.
  • Ada juga yang membiarkannya memudar tanpa makna.

Karena itu — jangan hanya bertahan, tapi berani mencipta.  Jangan hanya bertahan hidup — tapi hiduplah dengan sengaja.

Keindahan hidup bukan pada panjangnya — melainkan pada kesadaran untuk menyadari.

  • Keriput di wajah seorang nenek — adalah garis indah perjalanan hidup.
  • Butiran padi di tangkai — adalah buah dari ketekunan.
  • Harum bunga mawar — adalah makna yang dirasakan, bukan sekadar dilihat.

Ketika hati kita berubah, jalan hidup pun berubah. Yang mengubah nasib bukan kekuatan — melainkan kesadaran.

Perubahan kecil hari ini — dapat menjadi pembeda besar di masa depan. Bukan nasib yang menentukan hidup kita — tapi cara kita memilih untuk menjalani hidup itu. (jhn/yn)

Serangan Pesawat Nirawak Eksplosif Melumpuhkan Dua Kilang Minyak Rusia

EtIndonesia. Dua kilang minyak di Rusia — sebuah pabrik petrokimia di Bashkiria dan kilang Nizhny Novgorod — telah menghentikan operasinya menyusul serangan pesawat nirawak semalam, menurut Andriy Kovalenko, kepala Pusat Penanggulangan Disinformasi Dewan Keamanan dan Pertahanan Nasional Ukraina.

“Dua fasilitas — pabrik petrokimia di Bashkiria dan kilang Nizhny Novgorod — telah menghentikan operasinya setelah serangan pesawat nirawak tadi malam,” kata Kovalenko.

Dia juga mencatat bahwa sumber-sumber Rusia melaporkan pemadaman listrik di beberapa wilayah di wilayah Kursk.

Latar Belakang

Sebelumnya, dilaporkan bahwa sebuah pabrik petrokimia lokal di Kota Sterlitamak, Bashkortostan (Rusia), rusak semalam setelah sebuah ledakan. Peringatan serangan pesawat nirawak telah diumumkan di wilayah tersebut sebelumnya.

Kemudian, wali kota kota tersebut mengonfirmasi bahwa ledakan tersebut terjadi di bengkel pengolahan air milik Pabrik Petrokimia Sterlitamak JSC, yang menyebabkan sebagian fasilitas runtuh. Tidak ada korban jiwa yang dilaporkan. Penyebab ledakan masih diselidiki.

Selain itu, pada malam tanggal 4 November, penduduk Lipetsk dan Nizhny Novgorod melaporkan adanya ledakan, dan sistem pertahanan udara aktif. Bandara di Volgograd, Tambov, Penza, Saratov, dan Samara ditutup sementara. Pada malam tanggal 3 November, pemadaman listrik dilaporkan terjadi di beberapa kota di Rusia.

Malam sebelumnya, tanggal 3 November, Pasukan Pertahanan Ukraina menyerang Kilang Minyak Saratov di wilayah Saratov, Rusia. Serangan tersebut dilaporkan mengenai sasaran, menyebabkan kebakaran di area kilang.

Kilang Saratov merupakan salah satu kilang minyak tertua di Rusia, dengan kapasitas pemrosesan sebesar 4,8 juta ton pada tahun 2023. Fasilitas ini terlibat dalam penyediaan bahan bakar untuk angkatan bersenjata Rusia.

Dalam beberapa hari terakhir, kepala Dinas Keamanan Ukraina (SBU) Vasyl Malyuk menyatakan bahwa pasukan Ukraina telah melakukan 160 serangan terhadap kilang dan target lainnya jauh di dalam wilayah Rusia. Menurutnya, pada bulan September-Oktober saja, beberapa kilang utama terkena dampak, yang mengakibatkan penurunan produksi minyak hingga 90% dan kekurangan bahan bakar melebihi 20%. (yn)

Memancing — Hobi atau Kekejaman?



EtIndonesia. Memancing sering dianggap sebagai hobi yang menyenangkan.  Tetapi — pernahkah kita membayangkan bila kail tajam menembus bibir kita sendiri?  Rasa perih seperti diiris sembilu itu, mampukah kamu menahannya?  Bagi ikan, itulah kenyataan — bukan rekreasi.

Di Thailand, hiduplah seorang pegawai pemerintah bernama Lin Jia Chun. Dia sangat hobi memancing, bahkan jadi anggota klub memancing dan sering pergi ke laut setiap akhir pekan.

Mereka minum-minum, tertawa, dan segera memanggang ikan yang baru saja mereka tangkap — ikan itu masih hidup beberapa menit sebelumnya.

Beberapa sebelumnya klub itu sangat aktif.  Namun sejak tahun lalu, lebih dari 30 anggota menyusut menjadi hanya 7–8 orang. Bahkan Lin yang keras kepala dan tak percaya karma, tiba-tiba kehilangan selera untuk memancing.

Karena — dua peristiwa mengerikan terjadi berturut-turut.

Peristiwa Pertama — Ikan Membalas dalam Diam

Seorang anggota lama, sebut saja Aban, ikut menghadiri perayaan ulang tahun ibu mertuanya. Hidangan melimpah: daging, ayam, bebek, ikan besar — semuanya tersaji mewah.

Aban sangat suka bagian perut dan organ dalam ikan. Tanpa banyak mengunyah, dia langsung menelan besar-besaran.

Tiba-tiba — dia tersedak keras.

Tidak bisa telan, tidak bisa dikeluarkan. Dia megap-megap, mata terbeliak, wajah memucat — akhirnya meninggal di perjalanan menuju rumah sakit.

Saat autopsi, dokter menemukan ada KAIL PANCING dalam isi perut ikan yang tersangkut di tenggorokannya.

Semua yang melihat langsung gemetar. Baru tersadar: Aban selama ini adalah pemancing paling ganas di klub — dan kini dia “mati seperti seekor ikan menelan kail”.

Peristiwa Kedua — Mulut Membayar Karma yang Diperlakukan terhadap Mulut Ikan

Anggota lain, juara memancing dua kali, Mr. Yang, sangat suka memancing dan  balap motor.

Suatu malam sepulang dari acara duka, dia mengalami kecelakaan hebat. Dia selamat — tetapi seluruh gigi copot. Bibir dan rongga mulut hancur parah.

Berulang kali dijahit — tujuh kali operasi — tetap MELEPUS lagi.  Dokter bingung — lukanya tidak mau sembuh.

Sampai istrinya, tanpa sengaja, berkata:“Mulutmu sekarang persis seperti mulut ikan yang kena kail…”

Kalimat itu menghantam kesadarannya. Dia langsung teringat: berapa banyak mulut ikan yang pernah dia sobek dengan penuh kepuasan?

Keesokan harinya, dia pergi ke vihara, bersujud, bertobat, dan bersumpah tidak akan memancing lagi seumur hidup.

Ajaib. Sejak hari itu — lukanya langsung mulai mengering dan sembuh total hanya dalam seminggu.

Setelah kejadian itu, dia mengumpulkan seluruh anggota klub dan menceritakan pengalaman ini.

Sejak hari itu — hampir semua berhenti memancing. Klub pun bubar dengan sendirinya.

Refleksi

Kadang karma tidak menunggu sampai kehidupan berikutnya. Dia bisa datang saat ini juga — lewat jalur yang paling tepat sasaran.

Mungkin bukan kutukan — melainkan pengingat halus dari alam, bahwa rasa sakit makhluk hidup bukanlah hiburan.(jhn/yn)

Korea Utara Menembakkan 10 Rudal ke Laut Kuning Saat Kunjungan Menhan AS ke Perbatasan

EtIndonesia. Angkatan bersenjata Korea Utara meluncurkan sekitar 10 rudal ke Laut Kuning sekitar satu jam sebelum Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth tiba di Zona Demiliterisasi (DMZ) antara Korea Utara dan Korea Selatan, menurut Yonhap.

Korea Utara dilaporkan meluncurkan sekitar sepuluh rudal sistem peluncur roket ganda (MLRS) ke Laut Kuning, bertepatan dengan kunjungan bersama kepala pertahanan Korea Selatan dan AS ke Zona Demiliterisasi (DMZ) yang memisahkan kedua Korea.

Menurut laporan, pada 3 November, menteri pertahanan Korea Selatan dan Amerika Serikat bersama-sama mengunjungi DMZ untuk pertama kalinya sejak 2017.

Para pejabat militer juga mengonfirmasi bahwa Korea Utara telah menembakkan sepuluh roket tambahan pada hari Sabtu, 1 November, sementara Presiden Korea Selatan, Lee Jae-myung dan pemimpin Tiongkok, Xi Jinping mengadakan pembicaraan tingkat tinggi di Kota Gyeongju di tenggara selama KTT Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC).

Kepala Staf Gabungan Korea Selatan mengatakan bahwa pasukan mereka memantau dengan cermat tindakan Korea Utara dan mempertahankan tingkat kesiapan gabungan yang tinggi dengan pasukan AS.

Meskipun penggunaan MLRS oleh Korea Utara tidak melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB, sistem 240 mm-nya mampu menargetkan Seoul dan wilayah sekitarnya.

Uji Coba Rudal Korea Utara

Sebagaimana dilaporkan sebelumnya, pada 28 Oktober, Korea Utara melakukan uji coba rudal jelajah laut-ke-permukaan di Laut Kuning. Rudal tersebut, yang dimodifikasi khusus untuk peluncuran vertikal berbasis kapal, dilaporkan terbang selama dua jam sepuluh menit.

Detail lebih lanjut, termasuk nama rudal, jangkauan, dan lokasi peluncurannya, tidak diungkapkan. Uji coba tersebut terjadi sesaat sebelum kunjungan Presiden AS, Donald Trump ke KTT APEC, yang setelahnya dia berjanji untuk “berurusan dengan negara tersebut.” (yn)

Prabowo Resmikan Stasiun Tanah Abang Baru, Modernisasi Fasilitas Tingkatkan Kapasitas Hingga 380 Ribu Pengguna per Hari

EtIndonesia. Presiden Prabowo Subianto meresmikan Stasiun Tanah Abang Baru, Selasa (4/11/2025). Ia didampingi oleh Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Menteri Sekretaris Negara, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah, Gubernur Provinsi Daerah Khusus Jakarta, Sekretaris Kabinet RI serta Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) beserta jajaran KAI Group.

Dalam sambutannya, Prabowo menyampaikan bahwa pembangunan Stasiun Tanah Abang Baru merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk terus memperkuat konektivitas antarmoda di Jakarta. 

Presiden Prabowo menegaskan bahwa transportasi publik yang aman, nyaman, dan terjangkau adalah hak seluruh warga negara serta fondasi penting bagi produktivitas dan pemerataan ekonomi nasional.

“Kereta api dan semua transportasi massal, mass transit system itu adalah bagian dari kehidupan masyarakat modern yang sangat-sangat strategis dan sangat vital. Kereta api Indonesia dengan semua sistemnya dilaporkan kepada saya mengangkut penumpang 1 tahun 486 juta,” ujarnya dikutip dari pemberitaan BPMI Setpres. 

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto meresmikan Stasiun Tanah Abang Baru, Selasa (4/11)

Sedangkan, Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah dalam menghadirkan stasiun yang modern, inklusif, dan berorientasi pelanggan.

“Stasiun Tanah Abang Baru adalah simbol transformasi layanan publik. Desainnya mengutamakan efisiensi pergerakan pelanggan, memperkuat konektivitas antarmoda, serta mendukung pertumbuhan kawasan berorientasi transit,” ujar Bobby.

Bobby menambahkan, peningkatan kapasitas hingga 380 ribu pengguna per hari berdampak langsung terhadap mobilitas dan perekonomian masyarakat.

“Stasiun ini menjadi salah satu simpul utama konektivitas KRL Jabodetabek yang memperkuat pertumbuhan ekonomi perkotaan sekaligus mendukung pengurangan emisi karbon melalui peningkatan penggunaan transportasi publik,” lanjutnya.

Sementara itu, Menteri Perhubungan RI Dudy Purwagandhi dalam laporannya menyampaikan apresiasi atas selesainya pembangunan Stasiun Tanah Abang Baru sebagai bagian dari transformasi layanan transportasi publik menuju Indonesia Maju.

“Stasiun Tanah Abang merupakan salah satu stasiun dengan intensitas tertinggi di Jabodetabek. Pengembangannya menjadi kebutuhan strategis untuk memperkuat konsep kawasan berorientasi transit yang aman, nyaman, dan inklusif,” ujar Dudy.

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto meresmikan Stasiun Tanah Abang Baru, Selasa (4/11)

Stasiun Tanah Abang Baru mulai beroperasi sejak Juni 2025 dan melayani empat lintas utama KRL yaitu Kampung Bandan, Rangkasbitung, Duri–Tangerang, dan Manggarai–Bogor–Cikarang (termasuk Bekasi). 

Saat ini, stasiun tersebut melayani lebih dari 210 ribu penumpang naik-turun dan transit per hari, atau sekitar 63 juta penumpang selama Januari–Oktober 2025, setara dengan 22% dari total penumpang KRL Jabodetabek.

Setelah pembangunan tahap pertama selesai, kapasitas Stasiun Tanah Abang meningkat dari 141 ribu menjadi 380 ribu penumpang per hari. Fasilitas yang disediakan mencakup 4 peron dan 6 jalur yang mampu melayani rangkaian 12 gerbong, dengan luas bangunan 23.000 m² di atas lahan 31.743 m². Nilai proyek pembangunan tahap pertama mencapai Rp3 80,93 miliar.

“Pembangunan ini merupakan hasil kerja sama antara Kementerian Perhubungan, Pemerintah Provinsi Daerah Khusus Jakarta, Kementerian Keuangan, Bappenas, Danantara, BP BUMN, dan seluruh pihak terkait. Kolaborasi lintas lembaga adalah kunci integrasi transportasi publik perkotaan,” tambah Dudy. (***)