Trump Mengatakan Masa Jabatan Maduro Sebagai Presiden Venezuela Tinggal Menghitung Hari

EtIndonesia. Presiden AS, Donald Trump mengatakan bahwa masa jabatan Nicolás Maduro sebagai presiden Venezuela akan segera berakhir, meskipun dia menyatakan keraguannya bahwa Amerika Serikat akan melakukan serangan militer terhadap negara tersebut, menurut CBS News.

Presiden AS, Donald Trump mengatakan bahwa masa jabatan pemimpin Venezuela Nicolás Maduro akan segera berakhir, meskipun dia menyatakan skeptisismenya terhadap kemungkinan aksi militer AS terhadap negara tersebut.

Ketika ditanya oleh seorang reporter apakah masa jabatan Maduro sebagai presiden telah berakhir, Trump menjawab: “Saya akan menjawab ya. Saya rasa begitu, ya.”

Dalam wawancara yang sama, dia ditanya apakah AS berencana menyerang Venezuela, mengingat USS Gerald R. Ford, kapal induk terbesar di dunia, sedang menuju Karibia.

“Saya ragu. Saya rasa tidak. Tapi mereka telah memperlakukan kita dengan sangat buruk, tidak hanya dengan narkoba, mereka telah membuang ratusan ribu orang yang tidak kita inginkan ke negara kita, orang-orang dari penjara, mereka mengosongkan penjara mereka ke perusahaan kita, negara kita. Mereka juga, jika Anda perhatikan, mereka mengosongkan rumah sakit jiwa dan rumah sakit jiwa mereka ke Amerika Serikat, karena Joe Biden adalah presiden terburuk dalam sejarah negara kita,” kata Trump.

Sikap Trump terhadap Maduro

Pada tahun 2020, selama masa jabatan pertama Trump, Departemen Kehakiman AS mendakwa Nicolás Maduro dengan tuduhan perdagangan narkoba, menuduhnya bekerja sama dengan kartel yang menyelundupkan kokain, fentanil, dan anggota geng ke Amerika Serikat.

Meningkatnya Ketegangan antara AS dan Venezuela

Militer AS telah memperkuat dan memperluas Pangkalan Udara Roosevelt Roads di Puerto Riko, yang ditutup sekitar dua dekade lalu, sebuah langkah yang dipandang para analis sebagai kemungkinan persiapan untuk operasi melawan Venezuela.

Roosevelt Roads pernah menjadi salah satu pangkalan Angkatan Laut AS terbesar di dunia, menawarkan akses strategis ke hampir seluruh wilayah Karibia. Renovasi jalur taksi menunjukkan bahwa fasilitas tersebut akan segera dapat menampung sejumlah besar jet tempur dan pesawat kargo untuk operasi intensif.

Konstruksi serupa sedang berlangsung di Saint Croix di Kepulauan Virgin AS, tempat fasilitas militer baru sedang dibangun di Bandara Henry E. Rohlsen.

Pada bulan Agustus, Trump menandatangani arahan rahasia yang mengizinkan operasi militer langsung terhadap kartel narkoba Amerika Latin, yang telah ditetapkan AS sebagai organisasi teroris asing.

Washington telah menawarkan hadiah 50 juta dolar untuk penangkapan Maduro. Saat ini, beberapa kapal Angkatan Laut AS dan sekitar 4.500 personel militer ditempatkan di Laut Karibia bagian selatan. (yn)

Ada Semacam Luka yang Disebut “Kasih Sayang Tanpa Batas”



EtIndonesia. Ada sebuah kisah seperti ini: Suatu musim gugur, sekelompok angsa liar dari utara terbang dan singgah di sebuah pulau kecil di Danau Angsa. Mereka hendak melanjutkan perjalanan ke selatan untuk menghindari musim dingin. Pulau itu dihuni oleh sepasang nelayan tua. Melihat para angsa datang, mereka sangat gembira. Mereka mengambil pakan ayam dan ikan kecil untuk memberi makan angsa-angsa itu dengan penuh kasih.

Musim dingin tiba. Anehnya, angsa-angsa itu tidak jadi terbang ke selatan. Ketika danau membeku dan makanan di alam tidak bisa mereka dapatkan, nelayan tua membuka pintu gubuk mereka, mengizinkan angsa-angsa itu masuk untuk menghangatkan diri, dan terus memberi mereka makan — hingga musim semi tiba dan danau mencair kembali.

Hari berganti hari, tahun berganti tahun — dan pasangan itu terus melakukan hal yang sama, merawat angsa-angsa itu tanpa henti, dengan kasih yang begitu tulus.

Hingga suatu hari, pasangan tua itu akhirnya meninggalkan pulau karena usia yang tak lagi kuat. Angsa-angsa pun menghilang. Tapi mereka bukan terbang menuju selatan. Mereka mati kelaparan — saat danau kembali membeku pada musim dingin berikutnya.

Pasangan nelayan itu mengasihi para angsa seperti anaknya sendiri — memberi makanan, tempat berlindung, dan kenyamanan tanpa kekurangan sedikit pun. 

Sekilas, kita merasa: “Alangkah baiknya pasangan ini, betapa beruntung angsa-angsa itu.”

Namun akhir cerita justru menyentak kita: kasih yang terlalu sempurna itu — telah membunuh kemampuan para angsa untuk bertahan hidup. Mereka terlena, kehilangan naluri, bahkan tak mampu lagi menghadapi perubahan alam. Akhirnya mereka mati — bukan karena musim dingin, melainkan karena terbiasa dimanjakan.

Cermin bagi Orangtua

Betapa banyak orangtua di dunia nyata yang melakukan hal yang sama kepada anak-anak mereka.Sejak kecil, anak selalu dijaga seperti kaca — takut jatuh, takut terluka. Apa pun yang diinginkan — langsung diberi. Tidak pernah disuruh membantu, tidak pernah dibiarkan lelah, apalagi menderita sedikit saja. Hidup anak dibentuk menjadi “tinggal minta, tinggal terima.”

Ketika besar, orangtua kembali mencarikan pekerjaan yang nyaman, aman, tanpa resiko. Bahkan diam-diam menyiapkan warisan agar anak “tidak perlu susah payah.” Semua dilakukan demi cinta — cinta yang mereka percaya sebagai kasih yang paling murni.

Namun, setelah mendengar kisah tentang angsa tadi — masihkah kita yakin bahwa itu bentuk cinta yang paling benar?

“Kasih Tanpa Tantangan” adalah Perangkap Terselubung

Kasih sayang memang dibutuhkan manusia. Tetapi ketika kasih itu berubah menjadi perlindungan total tanpa batas, menjadi buaian kenyamanan yang berkepanjangan, maka cinta itu tidak lagi menguatkan — melainkan melumpuhkan.

Orang yang dibesarkan hanya dalam kenyamanan, akhirnya hanya mewarisi dua hal:

  • ketergantungan
  • kemalasan

Dan ketika “danau kehidupan mereka membeku” suatu hari nanti — nasib mereka tidak akan lebih baik dari angsa-angsa itu.

Kasih semacam ini sebenarnya bukan lagi pertolongan — melainkan pisau yang membunuh secara perlahan — lembut, hangat, dan tidak terasa.(jhn/yn)

Trump Selesaikan Kunjungan ke Asia, Tandatangani Sejumlah Perjanjian

EtIndonesia. Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada 30 Oktober 2025 menyelesaikan kunjungan kenegaraan ke Malaysia, Jepang, dan Korea Selatan, di mana ia menghadiri KTT AS–ASEAN ke-13, menandatangani sejumlah perjanjian penting, serta mengadakan pertemuan bersejarah dengan pemimpin Tiongkok, Xi Jinping. 

Berikut rangkuman perjalanan Trump di Asia.

Tempat Persinggahan Pertama: Malaysia

Pada 26 Oktober, Trump tiba di Malaysia, tujuan pertama dalam lawatan Asia-nya.
Setelah 23 jam penerbangan, ia langsung disambut meriah oleh warga setempat dan bahkan ikut menari bersama mereka di bandara, menciptakan suasana penuh kegembiraan.

Trump sebelumnya berperan penting dalam mengakhiri konflik berdarah antara Kamboja dan Thailand pada Juli lalu, dan kali ini ia turut menyaksikan penandatanganan perjanjian gencatan senjata yang lebih luas antara kedua negara.

Trump: “Ini sungguh luar biasa, karena kami berhasil melakukan sesuatu yang banyak orang anggap mustahil. Hanya dengan perjanjian damai ini saja, kita telah menyelamatkan jutaan nyawa.”

Trump kemudian memimpin timnya menandatangani sejumlah perjanjian dagang dengan Thailand, Kamboja, dan Malaysia, yang mencakup investasi ke AS serta penyesuaian tarif, guna memperkuat kerja sama ekonomi dengan negara-negara ASEAN.

Menurut pernyataan bersama Gedung Putih, AS menetapkan tarif seragam 19% untuk sebagian besar produk dari ketiga negara tersebut. Thailand dan Malaysia juga akan memainkan peran lebih besar dalam rantai pasokan mineral penting bagi AS, terutama setelah Tiongkok memperketat ekspor logam tanah jarang (rare earth).

Tempat Persinggahan Kedua: Jepang

Pada 27 Oktober, Trump meninggalkan Malaysia dan tiba di Tokyo, Jepang. Setibanya di Bandara Haneda, ia menerima penyambutan kenegaraan di Istana Kekaisaran Tokyo, dan menjadi pemimpin asing pertama yang bertemu Kaisar Naruhito sejak naik takhta pada 2019.

Pada 28 Oktober, Trump mengadakan KTT bilateral dengan Perdana Menteri Jepang yang baru, Sanae Takaichi. Kedua pihak menandatangani pernyataan bersama, menegaskan pelaksanaan “perjanjian dagang bersejarah” yang telah dicapai pada 22 Juli, serta akan menugaskan kementerian terkait untuk menindaklanjutinya.

PM Sanae Takaichi: “Demi masa depan yang lebih kuat dan makmur bagi Jepang dan Amerika Serikat, saya berharap dapat bekerja sama erat dengan Presiden Trump untuk menciptakan era keemasan baru dalam aliansi Jepang–AS.”

Dalam bidang perdagangan, Jepang akan berinvestasi sebesar 550 miliar dolar AS di Amerika, termasuk pembelian kedelai, gas alam, dan truk pikap dari AS. Sebagai imbalannya, AS akan mempertahankan tarif impor Jepang sebesar 15%.

Kedua negara juga sepakat memperkuat rantai pasokan mineral penting dan logam tanah jarang (rare earth) untuk keperluan industri kendaraan listrik, pertahanan, dan teknologi canggih, demi mengurangi ketergantungan pasokan dari Tiongkok.

Salah satu momen mengharukan dalam pertemuan ini adalah peringatan terhadap mendiang mantan PM Shinzo Abe. Takaichi menyebut bahwa Abe sering memuji Trump atas kontribusinya bagi perdamaian dunia, yang membuatnya terinspirasi untuk melanjutkan kerja sama erat dengan AS.

Pengamat keamanan nasional Shen Mingshi menilai, “Takaichi berkomitmen menaikkan anggaran pertahanan hingga 2% dari PDB dan menandatangani kerja sama strategis tentang mineral penting dengan AS. Ini menunjukkan era ‘keemasan’ baru, dengan kerja sama yang lebih erat dalam menghadapi ancaman ekspansi PKT.”

Tempat Persinggahan Ketiga: Korea Selatan

Pada 29 Oktober siang, Trump menghadiri KTT CEO APEC di Gyeongju, Korea Selatan, dan menyampaikan pidato makan siang kepada para pemimpin bisnis. Ia menyoroti pemulihan cepat ekonomi AS yang kini lebih kuat dibanding tahun sebelumnya.

Trump: “Kita sedang memasuki era keemasan. Saya tahu kita bisa melakukannya, tapi tidak menyangka secepat ini. Dalam waktu kurang dari setahun, kami sudah mendapatkan komitmen investasi baru senilai lebih dari 18 triliun dolar AS.”

Pada sore harinya, Trump bertemu Presiden Korea Selatan Lee Jae-myung di Museum Gyeongju. Trump menerima Medali Bunga Mugunghwa, penghargaan tertinggi Korea Selatan, serta mahkota emas Dinasti Silla sebagai simbol kehormatan.

Setelah pertemuan tersebut, kedua negara mengumumkan kesepakatan tarif baru:

  • Tarif timbal balik barang ekspor Korea ke AS ditetapkan 15%;
  • Tarif mobil dan suku cadangnya diturunkan dari 25% menjadi 15%, sama dengan tarif Jepang;
  • Produk farmasi dan kayu mendapat status “most-favored nation”;
  • Suku cadang pesawat, obat generik, dan sumber daya non-AS akan dibebaskan dari tarif.

Kabar ini membuat nilai tukar won Korea naik 0,9% terhadap dolar AS, memulihkan kepercayaan pasar.

Trump: “Perjanjian ini akan menjadi kemenangan besar bagi kita semua.”

Pada malam hari, dalam jamuan kenegaraan di Korea, Trump menegaskan bahwa kemakmuran ekonomi AS akan membawa kemakmuran bagi para sekutunya.

Trump: “Ketika Amerika makmur, sekutu-sekutu kami juga makmur. Semua mitra aliansi kita akan berkembang bersama.”

Trump juga menegaskan kembali komitmen Amerika Serikat untuk membantu menjaga keamanan di Semenanjung Korea. (Hui)

Disusun oleh tim New Tang Dynasty News

Militer Israel : Tiga Jenazah yang Dikembalikan Hamas Bukan Sandera

Berdasarkan perjanjian gencatan senjata di Gaza yang dimediasi oleh Amerika Serikat, kelompok militan Palestina Hamas masih harus menyerahkan jenazah 11 sandera yang telah meninggal. Namun, pada Sabtu (1 November), militer Israel menyatakan bahwa tiga jenazah yang diserahkan melalui Palang Merah pada 31 Oktober bukanlah sandera yang sebelumnya diculik dari Israel.

EtIndonesia. Sejak perjanjian gencatan senjata mulai berlaku pada 10 Oktober, Hamas telah membebaskan seluruh 20 sandera yang masih hidup, dan mulai menyerahkan jenazah mereka yang tewas. Hingga kini, total 17 jenazah telah dikembalikan ke Israel — terdiri dari 15 warga Israel, 1 warga Thailand, dan 1 warga Nepal.

Namun, menurut militer Israel kepada AFP, hasil pemeriksaan forensik menunjukkan bahwa tiga jenazah yang diserahkan pada 31 Oktober tidak termasuk dalam daftar sandera yang pernah diculik.

Israel menuduh Hamas bergerak terlalu lambat dalam mengembalikan jenazah sandera, yang dianggap melanggar perjanjian. Sebaliknya, Hamas menyatakan bahwa proses menemukan lokasi jenazah di reruntuhan wilayah Gaza membutuhkan waktu.

Pada 29 Oktober, di Rafah, Gaza bagian selatan, terjadi serangan yang menewaskan satu tentara Israel. Sebagai balasan, Israel melancarkan serangan udara besar-besaran dari malam 28 hingga dini hari 29 Oktober. Serangan itu menjadi yang paling mematikan sejak gencatan senjata diberlakukan pada 10 Oktober, dengan laporan yang menyebutkan lebih dari 100 korban jiwa.

Israel pada pagi harinya menegaskan akan tetap mematuhi perjanjian gencatan senjata di Gaza, namun akan memberikan “tanggapan keras terhadap setiap pelanggaran.”

Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan mediator kawasan Qatar menyatakan keyakinan bahwa gencatan senjata akan tetap bertahan. Trump, saat berbicara kepada wartawan di pesawat Air Force One, mengatakan bahwa serangan udara Israel di Gaza tidak mengancam kesepakatan gencatan senjata yang didukung AS.

Trump menuturkan, “Sejauh yang saya tahu, mereka (Hamas) telah membunuh seorang tentara Israel, jadi Israel membalas — dan memang seharusnya mereka membalas.”

Ia menambahkan, “Tidak ada hal yang akan membahayakan perjanjian gencatan senjata ini. Kita harus memahami bahwa Hamas hanyalah bagian kecil dari perdamaian Timur Tengah, dan mereka juga harus menahan diri.”

Hamas di sisi lain membantah bahwa anggotanya terlibat dalam penembakan di Rafah, dan kembali menegaskan komitmennya untuk mematuhi gencatan senjata. (Hui/asr)

Disadur dari New Tang Dynasty News / Cheng Yiren

Kasus Perampokan Perhiasan di Museum Louvre: Dua Tersangka Baru Didakwa

EtIndonesia. Jaksa Paris pada Sabtu (1 November) mengajukan dakwaan terhadap dua tersangka baru yang diduga terlibat dalam kasus perampokan besar perhiasan di Museum Louvre.

Tiga hari sebelumnya, kedua tersangka ditangkap dalam operasi penyelidikan besar-besaran. Jaksa Paris, Laure Beccuau, dalam pernyataannya mengatakan bahwa seorang pria berusia 37 tahun didakwa atas tuduhan pencurian terorganisir dan konspirasi kriminal, sementara seorang wanita berusia 38 tahun didakwa sebagai kaki tangan. Keduanya kini ditahan.

Pada Sabtu, jaksa resmi mengajukan tuntutan terhadap mereka, meskipun kedua tersangka membantah terlibat dalam kejahatan tersebut.

Pengacara wanita tersangka, Adrien Sorrentino, menyatakan bahwa kliennya “sangat terpukul.”

Adrien Sorrentino berkata, “Dia benar-benar hancur. Dia menyangkal semua tuduhan dan tidak mengerti mengapa dia dikaitkan dengan kasus ini.”

Sebelumnya, polisi juga telah menangkap dua pria dari wilayah Aubervilliers di Paris utara, yang “sebagian mengakui” keterlibatan mereka dalam perampokan di Louvre. Diduga, merekalah yang memaksa masuk ke dalam Galeri Apollo di museum tersebut.

Untuk melindungi penyelidikan dan privasi korban, nama serta data pribadi para tersangka belum dipublikasikan. (Hui/asr)

Laporan oleh Tang Li dan Tian Yuan untuk NTD Television

Kerumunan Besar di Kuil India, Dorong-dorongan dan Injak-injakan Tewaskan 9 Orang

EtIndonesia. Sebuah tragedi terjadi di negara bagian Andhra Pradesh, India Selatan, pada Sabtu (1 November 2025), ketika ribuan orang memadati Kuil Venkateswara di kota Kasibugga, distrik Srikakulam. Kepadatan besar menyebabkan insiden dorong-dorongan dan injak-injakan yang menewaskan sedikitnya 9 orang.

Menurut laporan AFP, pada saat kejadian, ribuan umat Hindu sedang berkumpul di lokasi untuk melakukan ritual keagamaan ketika situasi menjadi tidak terkendali.

Kepala Menteri Andhra Pradesh, N. Chandrababu Naidu, menyampaikan belasungkawa mendalam atas meninggalnya sembilan orang tersebut. Perdana Menteri India, Narendra Modi, juga mengirimkan pesan duka kepada keluarga korban dan berdoa agar para korban luka dapat segera pulih.

India memang kerap mengalami insiden tragis akibat kepadatan massa dalam acara keagamaan atau politik. 

Pada September lalu, dalam sebuah kampanye politik di negara bagian Tamil Nadu, sedikitnya 36 orang tewas akibat desak-desakan. 

Sementara itu, pada Januari tahun ini, dalam perayaan Kumbh Mela di kota Prayagraj, India Utara, sekitar 30 orang tewas  dalam kejadian serupa. (HuI)

Sumber: Central News Agency / Lu Yongxin

Bayi Diperjualbelikan Secara Terbuka di Hunan, Tiongkok, Blogger Pelapor Justru Ditangkap Polisi

Kejahatan perdagangan bayi sudah lama terjadi di daratan Tiongkok, sementara pihak berwenang sering kali tidak bertindak, bahkan diduga terlibat langsung dalam praktik ini. Seorang blogger yang melaporkan kasus penjualan bayi secara terbuka di Huaihua, Provinsi Hunan, justru ditangkap oleh polisi setelah membantu mengungkap pelaku. Warganet mengungkap bahwa pihak berwenang setempat bertindak sebagai pelindung kejahatan.

EtIndonesia. Pada 1 November 2025, blogger terkenal Tiongkok bernama Shangguan Zhengyi menulis di media sosial: “Siang ini saya membantu menyelamatkan seorang bayi dan menangkap dua tersangka. Namun Kepala Kepolisian Substasiun Chengnan, Kota Huaihua, mengatakan saya melanggar hukum. Mereka menyita dua ponsel saya dan menugaskan orang untuk mengawasi saya. Mohon perhatian publik.”

Sebelumnya, blogger itu mengungkap bahwa setelah beberapa hari melakukan penyamaran, ia menemukan seorang perantara perempuan bernama Yuan, yang beroperasi di Huaihua, Hunan. 

Yuan menggunakan platform Xiaohongshu (Little Red Book) untuk mencari “pelanggan” dengan berpura-pura menjadi calon orang tua angkat. Ia membeli bayi dari gadis muda hamil atau yang baru melahirkan dengan harga murah, lalu menjual kembali dengan harga tinggi — sekitar 80.000 yuan (sekitar Rp180 juta) per bayi.

Menurut sang blogger, Yuan telah menjual beberapa bayi di berbagai daerah.

Salah satu kasus yang diungkap melibatkan gadis berusia 18 tahun asal Zhaotong, Yunnan, yang pada Juli pergi ke Huaihua untuk melahirkan seorang bayi perempuan di sebuah rumah sakit. 

Namun, nama wali pada catatan vaksin bayi itu adalah Yuan, bukan ibunya sendiri. Yuan mengaku bayi tersebut dijual seharga 85.000 yuan, dengan pembeli yang tidak diketahui.

Kasus lain melibatkan gadis 18 tahun dari Mongolia Dalam yang melahirkan bayi perempuan di Huaihua pada 11 Juli. Bayi itu diberi nama “Yuan Yi” dan terdaftar sebagai anak Yuan di kartu keluarga. Namun, tanggal lahir bayi itu diubah menjadi 16 Maret 2025 di dokumen resmi Yuan.

Selain itu, Yuan juga membeli dua bayi (laki-laki dan perempuan) dan mendaftarkan mereka sebagai anak kembar dengan nama Yuan Rui dan Yuan Qing. 

Surat keterangan lahir kedua bayi tersebut menunjukkan keduanya “lahir” di rumah sakit rakyat Huaihua dengan tanggal lahir 16 Maret 2025, dan semua dokumen resmi mengatasnamakan Yuan sebagai ibu.

Dalam kartu keluarga Yuan tercatat tiga bayi atas namanya — dua bayi kembar dan bayi perempuan dari gadis Mongolia Dalam tersebut. Yuan bahkan mengaku masih memiliki beberapa bayi lain yang belum dijual, termasuk seorang bayi laki-laki yang ia bawa dari Chifeng, Mongolia Dalam, serta seorang bayi dari Huizhou, Guangdong.

Yuan mengakui telah menjual sedikitnya lima bayi, masing-masing seharga 80.000–90.000 yuan, dan memiliki akses ke pihak dalam rumah sakit untuk memalsukan surat kelahiran dan dokumen medis agar identitas bayi tampak legal.

Blogger Menangkap Pelaku, Tapi Justru Ditangkap Polisi

Shangguan Zhengyi menjelaskan bahwa pada siang 1 November, ia bertemu dengan dua perantara dan seorang bayi yang akan dijual di wilayah Hecheng, Huaihua. Ia melapor ke polisi, dan polisi kemudian membawa dua pelaku serta bayi tersebut. Ia pun menyerahkan seluruh bukti tertulis kepada polisi.

Namun secara mengejutkan, polisi juga menahannya, menuduhnya melanggar hukum. Dua ponselnya disita, dan ia diawasi selama lebih dari tiga jam.

Seorang warganet menulis: “Saya menelepon nomor darurat 110 Huaihua dan Kantor Polisi Chengnan. Banyak orang juga menelepon, tapi sambungan langsung diputus sebelum sempat bicara. Seorang pelapor wajib bekerja sama dalam penyelidikan, tapi bukan berarti boleh ditahan atau disita alat komunikasinya.”

Pada malam hari, blogger itu menulis bahwa ia sudah meninggalkan Huaihua dengan selamat dan berterima kasih atas perhatian publik.

Komentar warganet membanjiri media sosial:

“Pasti semuanya sudah terlibat dan menerima uang. Di mana keadilan?”
“Kalau soal menangkap orang baik, polisi cepat sekali.”
“Efisiensi tinggi kalau korbannya orang jujur.”

Catatan dari Komisi Disiplin Hecheng, Huaihua (2024) menunjukkan bahwa dua pejabat polisi lokal (Yang dan Li) sebelumnya terlibat suap, pemalsuan bukti, dan menghalangi penyelidikan dalam kasus perdagangan wanita pada tahun 2023.

Beberapa warganet yang mengetahui situasi menulis:

“Polisi sebenarnya tahu ada perdagangan manusia, tapi mereka sengaja menutup mata. Karena satu jaringan besar, makanya mereka berani menangkap pelapor.”
“Kasus seperti ini sudah umum di Huaihua. Beberapa tahun lalu pun sudah terdengar banyak yang begitu — semua satu komplotan, dari atas sampai bawah.”

Ada juga yang mengaitkannya dengan kasus “anak anjing” di Yunnan dan kasus Yu Menglong, yang juga menyoroti kelalaian aparat:

“Jangan-jangan anak-anak ‘liar’ di Yunnan itu hasil jual beli bayi. Mereka diperlakukan seperti anjing, dijadikan tontonan di darknet untuk uang, lalu dijual lagi.”
“Pantas saja muncul rantai industri anak-anak ‘anjing’ itu. Kalau bayi bisa dijual semudah itu, apalagi anak-anak panti asuhan.”
“Ini cabang dari kasus anak anjing Yunnan.”
“Dalam kasus Yu Menglong, pelaku juga punya hubungan dengan jaringan di Xiaohongshu.”
“Platform Xiaohongshu itu memang sarang jaringan perdagangan semacam ini.”

oleh Li Li / Yun Tao – NTDTV.com

Mengepung Partai Komunis Tiongkok: Tur Asia Trump 2.0 Perkuat Aliansi AS–Jepang–Korsel

EtIndonesia. Tur Asia Presiden Amerika Serikat Donald Trump edisi kedua dimulai pada 25 Oktober 2025 dan berakhir pada 30 Oktober dengan pertemuan Trump–Xi di Korea Selatan. Menurut para pengamat, pertemuan tersebut tidak menyinggung soal Taiwan, karena Trump telah menetapkan garis batas yang tidak bisa ditawar terkait isu tersebut.

“Bagi Taiwan, Trump telah menetapkan batas yang tidak bisa dilanggar. Partai Komunis Tiongkok tidak akan bisa melewati garis merah itu. Ini juga menjadi bagian penting bagi perdamaian dan stabilitas kawasan Indo-Pasifik,”  ujar Direktur Institut Penelitian Strategi dan Sumber Daya Pertahanan Taiwan, Su Tzu-yun. 

Dalam kunjungan Asia perdananya di periode kedua ini, Trump membawa lima menteri kabinet dan sejumlah pejabat Gedung Putih

Pada 28 Oktober, Trump mengadakan pertemuan puncak pertamanya dengan Perdana Menteri Jepang yang baru, Sanae Takaichi. Pertemuan bersejarah ini memberikan sinyal yang jelas bagi stabilitas kawasan.

Takaichi menegaskan tekadnya untuk memperkuat kemampuan pertahanan Jepang, dan Trump secara langsung menyampaikan kepadanya:

“Atas nama negara kami, saya ingin Anda tahu bahwa kapan pun Anda menghadapi masalah, kekhawatiran, atau kebutuhan bantuan, selama saya bisa melakukan sesuatu untuk Jepang, kami akan ada di sana. Karena kita adalah sekutu paling kuat.”

Menurut Su Tzu-yun, “Trump jelas sedang berupaya mengepung Partai Komunis Tiongkok. Dalam kunjungannya ke Asia Tenggara, dia telah mencapai beberapa kesepakatan. Ia bahkan secara khusus mengundang Takaichi untuk naik helikopter kepresidenan Marinir AS ‘Marine One’ menuju kapal induk AS USS George Washington di Jepang dan meninjau pasukan AS — hal yang belum pernah terjadi sebelumnya. Ini menunjukkan betapa seriusnya Trump terhadap aliansi AS–Jepang, Korea, dan negara-negara Asia lainnya.”

Direktur Eksekutif Think Tank Strategi Indo-Pasifik, Akio Yaita, mengatakan bahwa hubungan Jepang–AS kini kembali menghangat, bahkan membuka babak baru dalam dinamika kawasan Indo-Pasifik:

“Trump mendukung kebijakan almarhum Shinzo Abe, yang terkenal dengan sikap keras terhadap PKT dan pembelaan terhadap Taiwan. Jadi, Trump secara eksplisit mendukung ‘garis Abe’ yang anti-Beijing dan pro-Taipei.”

Menanggapi hal itu, juru bicara Kementerian Luar Negeri PKT, Guo Jiakun, menyerukan agar Jepang “menghormati kekhawatiran keamanan negara-negara tetangganya.”

Namun Yaita menanggapi: “Pernyataan itu tidak ada artinya — hal yang sama sudah mereka ulangi selama puluhan tahun. Justru yang merusak perdamaian kawasan adalah PKT itu sendiri.”

Setelah pertemuan puncak AS–Jepang, Takaichi Sanae menyatakan bahwa ia dan Trump menegaskan kembali pentingnya perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan.

Dalam pidatonya di pangkalan militer AS, Trump menekankan bahwa aliansi AS–Jepang adalah fondasi keamanan di kawasan Pasifik.

Dua hari sebelumnya, dalam pertemuan bilateral Jepang–ASEAN pada 26 Oktober, Takaichi juga menyoroti pentingnya perdamaian di Selat Taiwan dan menegaskan penolakannya terhadap segala upaya sepihak untuk mengubah status quo dengan kekerasan atau paksaan.

Menurut Su Tzu-yun: “Pernyataan Takaichi bukanlah ekspresi emosional, tetapi berdasarkan pertimbangan strategis. Posisi geografis Taiwan sangat vital — 92% energi Jepang melewati Selat Taiwan, dan semua barang ekspor Jepang ke Eropa juga melalui jalur itu. Jadi, Taiwan merupakan kunci keamanan geopolitik di kawasan.”

Setelah menyelesaikan kunjungannya ke Jepang, Trump melanjutkan perjalanan ke Korea Selatan untuk mengadakan pertemuan bilateral dengan Presiden Lee Jae-myung. Keduanya membahas sejumlah isu penting.

“Aliansi AS–Jepang–Korsel kini kembali terkonsolidasi. Ketiga negara ini semuanya dipimpin oleh pemerintahan baru, sehingga hubungan trilateral ini kembali seperti pada masa Trump 1.0 — yaitu kerja sama untuk menghadapi dan menahan pengaruh PKT,” ujar Su Tzu-yun. 

“Bagi Beijing, ini tentu sangat merugikan. Di Asia Tenggara, ada segitiga strategis AS–Filipina–Australia yang berperan penting untuk menekan ekspansi PKT ke arah Samudra Pasifik,” jelasnya. 

Pada 29 Oktober, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth dan Menteri Pertahanan Jepang yang baru Shinjiro Koizumi mengadakan pertemuan tatap muka pertama di Tokyo.

Hegseth menegaskan bahwa aliansi Jepang–AS sangat penting untuk mencegah agresi militer PKT.

 Koizumi menyatakan bahwa Jepang akan mempercepat pencapaian target belanja pertahanannya.

“Seperti yang kami bahas hari ini, situasi keamanan di sekitar Jepang dan di kawasan ini sangat serius. Ancaman yang kita hadapi nyata dan semakin mendesak. Ekspansi militer PKT yang belum pernah terjadi sebelumnya dan tindakannya yang agresif sudah cukup jelas. Tidak diragukan lagi, aliansi AS–Jepang sangat penting untuk mencegah agresi militer PKT, menangani krisis di kawasan, dan melindungi keamanan nasional kita,” katanya. 

Sementara itu, Menteri Pertahanan Jepang Shinjiro Koizumi menambahkan: “Melihat peningkatan signifikan kemampuan rudal di sekitar wilayah Jepang, kami menilai penguatan sistem pertahanan rudal sangat penting. Apalagi, PKT terus meningkatkan anggaran pertahanannya secara besar-besaran tanpa transparansi yang memadai, sambil memperluas kekuatan militernya dengan cepat dan luas.” (Hui/asr)

Laporan gabungan oleh Huang Yanhua dan Wu Huizhen, New Tang Dynasty Television.

Xi Jinping Memberi Presiden Korsel Lee Jae-myung Ponsel Xiaomi — Langsung Ditanya “Keamanannya Bagaimana?”

Sebelum pertemuan resmi antara pemimpin partai komunis Tiongkok Xi Jinping dan Presiden Korea Selatan Lee Jae-myung pada 1 November, kedua pihak saling bertukar hadiah. Saat Xi memberikan dua unit ponsel Xiaomi, Lee langsung menanyakan, “Bagaimana dengan keamanan komunikasinya?” Xi pun menjawab sambil tersenyum canggung, “Coba lihat saja apakah ada backdoor.”

EtIndonesia. Menurut laporan JoongAng Ilbo Korea Selatan, sebelum pertemuan dimulai, Lee Jae-myung memberikan hadiah berupa satu set peralatan minum teh porselen putih, papan go dari kayu cemara, dan nampan bundar dengan hiasan pernis dan mutiara.

Sebagai balasan, Xi Jinping memberikan dua ponsel buatan Tiongkok (Xiaomi), perangkat teh tradisional, pena kaligrafi dengan gagang giok, serta batu tinta dan tinta padat dari Huizhou.

Namun, suasana menjadi agak lucu ketika Xi memperkenalkan hadiahnya. Ia menyarankan agar Lee menggunakan perangkat teh tersebut untuk minum teh Kungfu (teh tradisional Tiongkok). Setelah mendengar terjemahannya, Lee tersenyum dan berkata, “Kalau untuk minum teh Pu’er juga bagus.”

Momen paling menarik terjadi ketika pejabat Tiongkok memperkenalkan dua ponsel Xiaomi tersebut dan menyebut bahwa layar lengkungnya dibuat di Korea. Lee dengan cepat menimpali, “Apakah keamanan komunikasinya sudah dijamin?” Ucapan itu membuat semua orang di ruangan tertawa.

Mendengar terjemahan itu, Xi Jinping tersenyum kikuk lalu menjawab, “Lihat saja nanti, apakah ada backdoor (celah tersembunyi).” Lee Jae-myung pun langsung bertepuk tangan sambil tertawa lebar.

Di luar konteks humor itu, ponsel Xiaomi kerap dicurigai di luar negeri karena dugaan adanya perangkat lunak tersembunyi (backdoor) yang dapat mencuri data pribadi atau memantau aktivitas pengguna. Pada Agustus tahun ini, Apple dan Samsung bahkan menuduh Xiaomi melakukan “ambush marketing” (pemasaran curang) yang merugikan citra merek mereka.

Menanggapi kejadian tersebut, banyak warganet berkomentar di Facebook:

  • “Siapa berani pakai? Bisa disadap.”
  • “Memberi ponsel mata-mata, tapi tak masalah, katanya kan saudara baik.”
  • “Hadiah yang dikasih malah ponsel murahan Xiaomi.”
  • “Apakah Xiaomi lebih bagus dari Samsung? Presiden Korea sebaiknya tetap pakai produk dalam negeri.” (Hui)

Disadur dari New Tang Dynasty News /Wen Bin

6 Shio dengan Takdir ‘Kelas Satu’

EtIndonesia. Sering kali kita percaya bahwa nasib ada di tangan kita sendiri. Buktinya, banyak orang di sekitar kita yang berhasil mengubah hidup mereka lewat kerja keras, mengejar mimpi, dan akhirnya meraih kehidupan yang lebih baik. Namun pada kenyataannya, garis besar takdir seseorang sudah kurang lebih terbentuk sejak lahir. Lingkungan dan usaha memang bisa mengubah sebagian perjalanan itu, tapi fondasi “bawaan nasib” sering kali sulit digoyahkan — ada kalanya kita memang harus menerima apa yang telah digariskan langit.

Lalu, dari seluruh dua belas shio, shio manakah yang disebut memiliki “nasib kelas satu”, paling kuat dan paling diberkahi? 

Inilah 6 shio yang dianggap membawa takdir terbaik sejak lahir.

1. Shio Macan

Orang bershio Macan sejak lahir sudah membawa hoki besar — terutama terlihat dari karakter mereka yang luar biasa kuat. Mereka tegas, teguh, tidak mudah menyerah, dan berani menghadapi tantangan secara langsung. Daya tahan mental mereka luar biasa; apa pun rintangannya, mereka tetap melangkah tanpa goyah

 Kepribadiannya terbuka, berani bicara jujur, tidak suka perhitungan kecil, dan penuh semangat — sehingga sangat disukai banyak orang. Di manapun mereka berada, selalu mudah mendapat dukungan. Dalam karier, mereka punya jiwa pemimpin alami. Umumnya, hidup mereka terus naik dan saat memasuki usia matang, mereka bukan hanya sukses, tapi juga dihormati dan berkecukupan.

2. Shio Naga

Shio Naga dikenal dengan mental baja dan sifat pantang kalah. Mereka cerdas, cepat mengambil keputusan, dan berani bertindak. Mereka punya wibawa tinggi dan karisma alami seorang pemimpin.

Gaya kerja mereka tegas dan efisien — tidak suka bertele-tele. Karena itu, karier mereka sering meroket dengan cepat dan menyita perhatian banyak orang. Shio Naga hampir ditakdirkan untuk hidup sukses, penuh pencapaian, dan menjadi pribadi yang dikagumi.

3. Shio Kerbau

Orang bershio Kerbau dikenal pekerja keras dan tahan banting. Meski tidak secepat Shio Naga dalam menonjol, mereka menang dalam ketekunan dan konsistensi. Mereka berjalan pelan tapi pasti — setiap langkah mereka kokoh dan terukur.

Keunggulan lain: hati mereka tenang dan tidak mudah goyah. Ketika susah, mereka tidak meratap; saat mendapat keberuntungan, mereka tidak besar kepala. Umumnya, masa muda mereka agak lambat berkembang, tapi saat dewasa — jalan hidup mereka justru semakin terbuka lebar dan akhirnya mencapai puncak keberhasilan.

4. Shio Babi

Shio Babi sejak kecil sering hidup dalam kenyamanan. Mereka memiliki rezeki materi yang bagus sepanjang hidup. Walaupun sifatnya kadang terlihat santai atau malas, mereka berhati baik, rendah hati, dan jarang berkonflik dengan orang lain.

Mereka membawa “aura rezeki” yang kuat sejak lahir — uang datang dengan mudah, hidup jarang kekurangan, dan suasana kehidupan mereka umumnya penuh kehangatan dan kebahagiaan.

5. Shio Ular

Jangan tertipu oleh tampilan dingin mereka — orang bershio Ular sebenarnya penuh intuisi, observasi tajam, dan kecerdasan strategis. Mereka pandai melihat masa depan dan suka merencanakan jauh ke depan.

Yang paling istimewa adalah: mereka punya “dewa penolong” dalam hidup. Selalu ada orang penting seperti orangtua, pasangan, atau mentor yang mendukung mereka sepenuh hati di saat krusial. Hidup mereka relatif mulus, jarang mengalami badai besar, dan cenderung stabil serta bahagia.

6. Shio Tikus

Shio Tikus lahir dengan kecerdasan alami dan kemampuan sosial yang sangat kuat. Mereka pandai bergaul, mudah disukai, dan jago membangun jaringan. Saat menghadapi masalah besar, selalu saja ada teman atau relasi yang muncul untuk membantu.

Selain itu, rezeki mereka juga sangat stabil — kombinasi keberuntungan dan kecerdasan membuat hidup mereka ringan, jarang kekurangan, dan bahkan cenderung penuh tawa dan kenyamanan sejak muda hingga tua. (jhn/yn)

“Punya Senjata Nuklir yang Cukup untuk Meledakkan Dunia 150 Kali”: Trump Tentang Perundingan Denuklirisasi dengan Tiongkok

EtIndonesia. Beberapa hari setelah menyerukan gencatan senjata dagang dengan Tiongkok, Presiden AS, Donald Trump mengakui bahwa Washington adalah ‘ancaman’ bagi Beijing. Berbicara kepada CBS News, pemimpin Partai Republik itu menekankan bahwa Tiongkok “selalu mengawasi kita.”

Pernyataan tersebut muncul di tengah tuduhan badan intelijen Amerika Serikat terhadap Tiongkok yang telah menyusup ke beberapa bagian jaringan listrik dan sistem air AS. Beijing juga dituduh mencuri kekayaan intelektual Amerika dan data pribadi warga Amerika.

“Kami juga merupakan ancaman bagi mereka. Banyak hal yang Anda katakan, kami lakukan kepada mereka,” kata Trump.

“Lihat, ini dunia yang sangat kompetitif, terutama jika menyangkut Tiongkok dan AS. Dan—kita selalu mengawasi mereka, dan mereka selalu mengawasi kita. Sementara itu, saya pikir kita berhubungan baik, dan saya pikir—saya pikir kita bisa menjadi lebih besar, lebih baik, dan lebih kuat dengan bekerja sama dengan mereka, alih-alih hanya—menghancurkan mereka.”

Tentang Senjata Nuklir Tiongkok

Dia juga berbicara tentang persenjataan nuklir Tiongkok, mengklaim Beijing “membuatnya dengan cepat.”

“Yah, kita memiliki lebih banyak senjata nuklir daripada negara lain mana pun. Rusia kedua. Tiongkok berada di urutan ketiga yang sangat jauh, tetapi mereka akan menyamainya dalam lima tahun. Anda tahu, mereka membuatnya dengan cepat, dan saya pikir kita harus melakukan sesuatu tentang denuklirisasi,” katanya.

Trump mengakui bahwa dia membahas “denuklirisasi” dengan Presiden Rusia Putin dan Presiden Tiongkok Xi Jinping.

“Denuklirisasi adalah hal yang sangat penting. Kita memiliki cukup senjata nuklir untuk meledakkan dunia 150 kali. Rusia memiliki banyak senjata nuklir, dan Tiongkok akan memiliki banyak lagi. Mereka memiliki beberapa. Mereka memiliki cukup banyak,” tambahnya.

Mencoba membenarkan perintahnya baru-baru ini tentang uji coba senjata nuklir AS, Trump mengatakan Tiongkok dan Rusia juga sedang menguji senjata nuklir mereka, “Anda hanya tidak tahu tentang itu.”

Tentang ‘Kekuatan’ Tiongkok

Anggota Partai Republik tersebut mengklaim AS “berhasil melawan Tiongkok” tetapi mengakui bahwa Beijing memiliki “kekuatan” mineral tanah jarang atas Washington.

“Kami bermain sangat baik melawan Tiongkok. Dan tiba-tiba mereka berkata: ‘Kalian tahu, kita harus melawan balik.’ Maka mereka pun menggunakan kekuatan mereka. Kekuatan yang mereka miliki adalah logam tanah jarang karena mereka telah mengumpulkannya dan—dan benar-benar menjaganya selama 25, 30 tahun.”

Mineral-mineral tanah dibutuhkan oleh AS untuk segala hal, mulai dari komputer hingga senjata.

“Mereka menggunakannya untuk melawan kita, dan kita menggunakan hal-hal lain untuk melawan mereka. Misalnya, suku cadang pesawat. Itu masalah besar. Mereka memiliki ratusan pesawat Boeing. Kami tidak akan memberi mereka suku cadang. Kami berdua mungkin bertindak sedikit tidak rasional, tetapi pada akhirnya, hal terpenting yang kami miliki adalah tarif.”

Para pemimpin Tiongkok dan Amerika bertemu dalam Pertemuan Menteri Ekonomi APEC ke-32 di Korea Selatan pada 30 Oktober, pertemuan tatap muka pertama dalam lebih dari enam tahun. (yn)

Hidup Jangan Dibiarkan “Kosong”

EtIndonesia. Aku sangat menyukai sebuah perusahaan permen yang pada kertas bungkus permennya selalu menulis kalimat-kalimat singkat namun penuh makna.

Misalnya, “When life isn’t going right, go left.” (Ketika hidup tidak berjalan dengan baik, beloklah ke kiri.)

Secara harfiah sederhana, tapi maknanya dalam: ini seperti pepatah kita — “Bukan berarti jalan telah berakhir, mungkin kita hanya perlu berbelok.”

Kalimat itu sarat makna dan membuat orang merenung.

Ketika sesuatu tidak bisa diselesaikan, bahkan sampai memengaruhi hidup dan suasana hati, mungkin kita sebaiknya berhenti sejenak. Berilah jiwa kita kesempatan untuk beristirahat dan bermeditasi. Mungkin dengan mengganti cara, mengubah sudut pandang, atau mencoba jalan yang lain — semuanya akan terasa lebih mudah.

Ada pepatah Indian yang mengatakan: “Jika kita berjalan terlalu cepat, berhentilah sebentar agar jiwa kita dapat menyusul.”

Jangan biarkan diri terus terjebak dalam jurang penderitaan. Dalam hidup, kegagalan dan kesulitan adalah hal yang wajar — itu bukan akhir, melainkan tanda bahwa kita perlu berbelok arah.

Bukankah pepatah Tiongkok juga berkata: “Saat pegunungan dan sungai tampak menutup jalan, di balik pepohonan dan bunga yang rimbun, selalu ada desa lain menanti.”

Belajarlah untuk melepaskan — kuburlah masa lalu di lubuk hati dan simpan hanya kenangan terindah.

Melepaskan bukan berarti kalah; Melepaskan berarti kita mencari jalan yang lebih baik dan lebih indah. 

Sering kali, dalam hidup ini, kita perlu dengan sadar memilih untuk melepaskan. Ketika semua telah menjadi bayangan masa lalu, melepas adalah bentuk pemahaman terbaik — bahkan sebuah kebahagiaan.

Melepaskan kebencian berarti menyisakan cinta. Sebelum air mata jatuh, berbaliklah dan tinggalkan punggung yang anggun. Bebaskan hati agar ringan dan tenang, biarkan kedamaian menggantikan kepedihan. Ketika waktu perlahan berlalu, rasa itu pun memudar, menyisakan hanya perasaan cinta yang lembut di hati.

Keterikatan berlebihan adalah beban, bahkan penderitaan. Terlalu banyak perhitungan menjadi belenggu; Tersesat terlalu lama menjadi luka batin.

Melepaskan adalah bentuk kelapangan dada, tanda kedewasaan, dan bukti keyakinan terhadap diri sendiri. Melepaskan bukan berarti berhenti mengejar, melainkan menghadapi hidup dengan hati yang lapang.

Orang zaman dahulu berkata: “Kehilangan di timur, akan mendapat di barat.”

Dalam hidup, mendapatkan dan kehilangan hanyalah soal sekejap pikiran. Apa yang ingin kita miliki? Apa yang rela kita lepaskan? Itu semua tergantung cara pandang masing-masing.

Hidup ini singkat; kita hanyalah pengembara yang lewat di dunia ini. Dalam perjalanan hidup yang tampak singkat ini, jika kita kadang mendapat dan kadang kehilangan, apa salahnya?

Yang tak bisa dimiliki memang berharga, namun itu bukan yang paling penting. Yang paling berharga adalah kebahagiaan yang sedang kita genggam saat ini — dan orang-orang yang ada di depan mata, yang patut kita hargai sepenuh hati.

Seiring bertambahnya usia dan pengalaman, kita pun harus belajar menyesuaikan arah kehidupan kita. Kehilangan kadang terasa menyakitkan, tapi juga bisa membawa kebahagiaan.
Karena setelah kehilangan hijau musim semi, kita mendapatkan keemasan musim gugur.

Kehilangan matahari, kita menemukan langit penuh bintang. Bagaimana menghadapi “mendapat” dan “kehilangan” dalam hidup telah menjadi pertanyaan yang manusia renungkan selama ribuan tahun.

Yang didapat jangan disia-siakan; yang hilang lepaskan dengan tenang. Hargai saat memiliki, jangan sesali saat kehilangan. Terlalu peduli hanya akan mengurangi kebahagiaan hidup.

Ketika kita belajar memandang ringan segalanya, jiwa pun menjadi lebih damai dan bebas. Bukan berarti jalan telah berakhir — hanya saatnya kita berbelok.

Ada lagi kalimat yang berbunyi: “Live your life every day with no regrets. It’ll be worth it.”
(Hiduplah setiap hari tanpa penyesalan. Hidup seperti itu akan terasa berharga.)

Kalimat ini mengingatkanku pada kata-kata Einstein: “Hidup jangan dibiarkan kosong.” (生命不留白)

Dalam tulisannya “Dunia dalam Pandanganku,” Einstein berkata: “Kita semua hanyalah pengunjung singkat di dunia ini, namun entah mengapa, sering merasa bahwa perjalanan ini punya makna yang sakral. Yang kutahu hanyalah satu hal yang pasti: Manusia hidup demi manusia lain — terutama demi senyum orang-orang yang kita cintai. Selain itu, juga demi mereka yang bahkan tak kita kenal,  karena tali simpati yang halus mengikat nasib kita bersama. Aku percaya kehidupan yang sederhana dan rendah hati akan bermanfaat bagi tubuh dan jiwa setiap orang.”

Kata-kata Einstein itu seperti lonceng pagi dan genderang senja — membangunkan kesadaran kita.

Bahkan saat menghadapi kematian, Einstein tetap tenang.

Dia berkata:  “Semua orang pasti mati. Kematian adalah pembebasan terakhir, kebebasan abadi.  Kematian melepaskan kita dari semua belenggu — baik jasmani maupun rohani. Siapa yang pernah melihat orang mati menderita? Namun, manusia justru takut mati! Padahal, hanya dengan berakhirnya kehidupan individu, kehidupan spesies bisa terus berlanjut. Betapa cerdas dan indahnya pengaturan alam semesta ini!”

Dia menambahkan :  “Di dunia, di alam semesta, begitu banyak misteri yang belum terpecahkan. Lebih baik kita hidup pada saat ini, bekerja keras, dan melakukan sesuatu yang berarti bagi masyarakat dan sesama manusia.”

Itulah kata-kata seorang yang memiliki kebijaksanaan, kasih, dan keberanian besar — sesuatu yang sulit dicapai oleh orang biasa.

Menjelang akhir hidupnya, meski sakit parah, Einstein sering menolak dokter untuk menyuntiknya dengan morfin dan menolak menjalani operasi apa pun.

Dia berkata:  “Aku akan pergi ketika waktuku tiba. Memaksa memperpanjang hidup adalah hal yang sia-sia. Aku telah melakukan apa yang seharusnya kulakukan. Ketika waktuku tiba, biarkan aku pergi dengan tenang dan bermartabat.”

Sungguh semangat “Aku berjalan sendiri di antara seribu gunung, tak perlu ada yang mengantar” — betapa lapang dan bebasnya jiwa seperti itu!(jhn/yn)

Perlombaan Global untuk Logam Tanah Jarang Menjangkau Bukit Mrima di Kenya

EtIndonesia. Perpecahan dan kecurigaan telah mencengkeram lima desa di dekat pesisir Kenya ketika kekuatan global dari Amerika Serikat hingga Tiongkok mengincar hutan yang kaya akan logam tanah jarang — mineral penting bagi industri teknologi tinggi dan rendah karbon.

Pemerintah AS di bawah Presiden Donald Trump telah menjadikan pengamanan mineral penting sebagai pusat diplomasinya di Afrika, termasuk melalui kesepakatan damai di Republik Demokratik Kongo yang kaya sumber daya tahun ini.

Bukit Mrima — hutan seluas sekitar 390 hektar di dekat garis pantai Samudra Hindia Kenya — bisa menjadi target lainnya.

Bukit ini terletak dengan tenang di atas endapan logam tanah jarang yang sangat besar yang diperkirakan oleh Cortec Mining Kenya, anak perusahaan Pacific Wildcat Resources yang berbasis di Inggris dan Kanada, pada tahun 2013 bernilai 62,4 miliar dolar, termasuk cadangan niobium dalam jumlah besar, yang digunakan untuk memperkuat baja.

Pejabat AS, Marc Dillard mengunjungi bukit tersebut pada bulan Juni ketika dia menjabat sebagai duta besar sementara untuk Kenya.

Warga asing lain juga mencoba berkunjung dalam beberapa bulan terakhir, termasuk warga negara Tiongkok yang ditolak, menurut Juma Koja, seorang penjaga komunitas Bukit Mrima.

Sebuah konsorsium perusahaan pertambangan Australia, RareX dan Iluka Resources, mengumumkan tawaran tahun ini untuk menambang tanah jarang di lokasi tersebut, dan penduduk setempat mengatakan para spekulan tanah berbondong-bondong ke daerah tersebut.

Kekayaan Terpendam

Minat ini mengkhawatirkan masyarakat, sebagian besar dari kelompok etnis Digo, yang khawatir mereka akan diusir atau ditolak bagiannya dari keuntungan tak terduga dari pertambangan di masa mendatang.

Hutan yang rimbun ini merupakan rumah bagi tempat-tempat suci mereka dan telah lama mendukung pertanian dan mata pencaharian, meskipun saat ini lebih dari separuh penduduk hidup dalam kemiskinan ekstrem, menurut data pemerintah.

AFP awalnya dilarang masuk ke hutan.

“Orang-orang datang ke sini dengan mobil besar… tapi kami menolak mereka,” kata Koja.

Sikapnya berawal dari pertemuan sebelumnya dengan calon investor — sebuah proses yang menurutnya tidak transparan.

“Saya tidak ingin rakyat saya dieksploitasi,” katanya.

Kenya mencabut izin pertambangan yang diberikan kepada Cortec Mining Kenya pada tahun 2013, dengan alasan pelanggaran lingkungan dan perizinan.

Cortec mengklaim di pengadilan bahwa izin tersebut dicabut setelah menolak memberikan suap kepada Menteri Pertambangan Najib Balala saat itu, sebuah tuduhan yang dibantahnya. Perusahaan tersebut kalah dalam beberapa upaya hukum atas pencabutan tersebut.

Pada tahun 2019, Kenya memberlakukan larangan sementara atas izin pertambangan baru karena kekhawatiran akan korupsi dan degradasi lingkungan.

Namun, kini mereka melihat peluang besar, terutama karena Tiongkok — sumber logam tanah jarang terbesar — semakin membatasi ekspornya.

Kementerian Pertambangan Kenya mengumumkan “reformasi berani” tahun ini, termasuk keringanan pajak dan peningkatan transparansi perizinan, yang bertujuan untuk menarik investor dan meningkatkan sektor ini dari 0,8 persen PDB menjadi 10 persen pada tahun 2030.

Daniel Weru Ichang’i, pensiunan profesor geologi ekonomi di Universitas Nairobi, mengatakan Kenya masih memiliki jalan panjang, terutama dalam mengumpulkan data yang andal tentang sumber dayanya.

“Ada pandangan romantis bahwa pertambangan adalah bidang yang mudah, dan seseorang bisa cepat kaya… Kita perlu sadar,” katanya kepada AFP.

“Korupsi membuat bidang ini, yang sangat berisiko tinggi, kurang menarik untuk diinvestasikan.”

Persaingan antara Barat dan Tiongkok mendorong kenaikan harga, tetapi jika negara ingin untung, negara itu “harus menaati hukum, dan kepentingan individu harus ditundukkan di bawah kepentingan bangsa,” katanya.

‘Mrima Adalah Hidup Kami’

Di Bukit Mrima, penduduk setempat mengkhawatirkan mata pencaharian mereka, tempat-tempat suci, tanaman obat, dan hutan yang telah mereka kenal sepanjang hidup mereka.

“Mrima ini adalah hidup kami… Ke mana kami akan dibawa?” kata Mohammed Riko, 64 tahun, wakil ketua Asosiasi Hutan Masyarakat Bukit Mrima.

Koja prihatin dengan hilangnya pohon-pohon asli yang unik seperti anggrek raksasa, yang sudah menjadi masalah bahkan sebelum penambangan dimulai.

“Dalam hati saya menangis. Mrima ini telah mengancam spesies yang kita hilangkan,” katanya.

Namun yang lain, seperti Domitilla Mueni, bendahara asosiasi Bukit Mrima, melihat peluang ini.

Dia telah mengembangkan lahannya — menanam pohon, bertani — untuk meningkatkan nilai ketika perusahaan tambang datang membeli.

“Mengapa kita harus mati miskin sementara kita punya mineral?” tanyanya. (yn)