Trump: Penangguhan Misi Pengawalan Selat Hormuz dan Kegagalan Perundingan Perdamaian dapat Menyebabkan Perang

EtIndonesia. Operasi pengawalan kapal dagang oleh kapal perang Amerika Serikat di selat dimulai pada Senin (4 Mei), namun berakhir pada Selasa (5 Mei). Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa perundingan dengan Iran telah mencapai kemajuan besar. Meski pihak Iran dianggap “bermuka dua”, mereka tetap ingin mencapai kesepakatan.

Berikut laporan langsung bersama reporter NTD dari Washington, Zhang Liang.

Presiden AS Donald Trump pada 5 Mei mengumumkan di platform Truth Social bahwa militer AS akan menangguhkan sementara operasi ““Project Freedom ” di Selat Hormuz.

 “Berdasarkan permintaan Pakistan dan negara-negara lain, serta fakta bahwa perwakilan Iran dan kami telah mencapai kemajuan signifikan menuju kesepakatan menyeluruh dan final, kedua pihak telah sepakat bahwa sambil tetap mempertahankan efektivitas penuh operasi blokade, operasi kebebasan akan dihentikan sementara untuk waktu singkat guna melihat apakah kesepakatan tersebut dapat benar-benar diselesaikan dan ditandatangani,” ujarnya. 

Pada Rabu (6 Mei), Trump kembali menegaskan melalui unggahannya bahwa meskipun ini mungkin masih sebuah asumsi besar, jika Iran menyetujui kesepakatan yang telah dicapai, maka perang “Epic Pury” akan berakhir dan Selat Hormuz akan terbuka bagi semua pihak, termasuk Iran sendiri. Namun jika mereka tidak setuju, maka pemboman akan dimulai, dan sayangnya skalanya serta intensitasnya akan jauh lebih besar daripada sebelumnya.

Perubahan situasi ini tampak cukup mendadak, namun sebenarnya sejalan dengan tujuan dan prinsip Washington yang sejak awal ingin menyelesaikan masalah nuklir Iran melalui jalur diplomatik.

Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, pada Selasa juga mengatakan bahwa Presiden Trump sangat bersimpati kepada rakyat Iran. Sasaran yang ingin ditekan adalah rezim Iran, dengan tujuan utama agar Iran tidak memiliki senjata nuklir.

Berikut pernyataan Trump sebelumnya:

Presiden Amerika Serikat Donald Trump (5 Mei 2026):  “Iran ingin mencapai kesepakatan. Hal yang tidak saya sukai dari Iran adalah, ketika berbicara dengan saya secara pribadi mereka sangat hormat, tetapi kemudian muncul di televisi dan berkata: ‘Kami tidak berbicara dengan Presiden Amerika Serikat, kami tidak berbicara.’ Padahal saya baru saja berbicara dengan mereka, lalu mereka mengatakan ‘kami tidak berbicara dengan presiden’. Jadi mereka sedang bermain tipu muslihat. Tetapi saya katakan kepada Anda, mereka ingin mencapai kesepakatan.”

Trump menegaskan bahwa meskipun Iran bersikap “bermuka dua”, pemerintah Iran tetap ingin mencapai kesepakatan.

Namun demikian, selama operasi “Project Freedom” yang singkat itu berlangsung, militer AS dilaporkan telah menenggelamkan tujuh kapal cepat Iran. 

Sumber : NTDTV.com

Makan Telur Juga Ada “Zona Bahaya”, Ahli Gizi Ungkap Cara Konsumsi yang Benar

EtIndonesia. Telur memiliki nilai gizi tinggi dan bisa dimasak dengan berbagai cara. Namun, meskipun sama-sama telur, metode memasak yang berbeda dapat mempengaruhi kandungan nutrisi dan risiko kesehatannya. Ahli gizi Taiwan, Liu Yili, baru-baru ini menyebutkan di Facebook mengenai metode memasak telur yang sehat dan mana yang termasuk “ranjau” kesehatan yang sebaiknya dihindari.

Liu Yili mengatakan bahwa cara konsumsi dengan nilai gizi tinggi meliputi telur rebus, telur ceplok matang sempurna, dan telur orak-arik. Cara-cara ini mampu mempertahankan nutrisi telur sehingga menjadi pilihan terbaik untuk konsumsi sehari-hari.

Sementara itu, telur teh, telur rebus kecap, dan tamagoyaki biasanya ditambahkan banyak bumbu selama proses pengolahan sehingga kandungan natriumnya lebih tinggi. Orang dengan tekanan darah tinggi perlu berhati-hati dan mengkonsumsinya secukupnya agar tidak mempengaruhi kontrol tekanan darah.

Adapun telur dadar tebal, telur goreng, dan telur orak-arik lembut umumnya mengandung lebih banyak minyak dan kalori. Orang yang sedang menurunkan berat badan perlu lebih waspada. Terutama telur tumis saus telur asin yang digemari banyak orang, karena kandungan lemaknya sangat tinggi dan menjadi “zona bahaya” bagi pengontrol berat badan.

Beberapa telur setengah matang seperti ajitsuke tamago (telur setengah matang ala Jepang), saus telur mentah, dan tiramisu mungkin mengandung telur mentah atau kurang matang. Liu Yili mengatakan bahwa makanan tersebut berpotensi menimbulkan risiko keamanan pangan, sehingga orang dengan daya tahan tubuh rendah dan anak-anak harus lebih berhati-hati.

Sedangkan untuk telur besi (iron egg), Liu Yili menjelaskan bahwa nilai gizinya sedikit lebih rendah dibanding jenis olahan telur lainnya. Namun karena teksturnya enak, makanan ini cocok dijadikan camilan sesekali untuk memuaskan keinginan makan.

Dalam unggahan lainnya, Liu Yili juga menyebutkan bahwa kandungan gizi telur berkaitan dengan tingkat kematangannya. Penyerapan nutrisi oleh tubuh berbeda pada setiap tingkat kematangan telur. Tingkat penyerapan telur mentah hanya sekitar 50%, sedangkan telur rebus mencapai hingga 99%, hampir dua kali lebih tinggi dibanding telur mentah. Telur matang biasa (digoreng, ditumis, dikukus, dan sebagainya) memiliki tingkat penyerapan di atas 80%. Karena itu, dari sudut pandang kesehatan, mengkonsumsi telur matang lebih dianjurkan.

Sumber : NTDTV.com

“Tidur Nyenyak dengan Bantal Tinggi” Ternyata Keliru! Bantal Terlalu Tinggi Bisa Merusak Pembuluh Darah Otak

EtIndonesia. Di Tiongkok terdapat idiom “Tidur dengan bantal tinggi” yang berarti “tidur nyenyak tanpa kekhawatiran”. Banyak orang menganggap bahwa menggunakan bantal tinggi dapat memberikan kualitas tidur yang lebih baik. Namun penelitian menunjukkan bahwa bantal yang terlalu tinggi dapat merusak pembuluh darah otak dan meningkatkan risiko stroke.

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam European Stroke Journal menunjukkan bahwa penggunaan bantal yang terlalu tinggi dapat memicu diseksi arteri vertebralis, salah satu penyebab penting stroke.

Arteri vertebralis terletak di kedua sisi tulang leher dan bertugas memasok darah ke bagian belakang otak, batang otak, dan otak kecil. Bantal yang terlalu tinggi dapat menyebabkan leher teregang berlebihan sehingga lapisan dalam arteri vertebralis robek. Darah kemudian menumpuk di dinding arteri dan membentuk aneurisma. Aneurisma ini bisa pecah dan menyebabkan stroke atau bahkan kematian.

Risiko utama diseksi arteri vertebralis adalah memicu infark serebral sirkulasi posterior, terutama infark batang otak. Kondisi ini dapat menyebabkan gangguan fungsi saraf permanen, seperti kelumpuhan sebagian tubuh, gangguan bicara, bahkan mengancam jiwa.

Para peneliti menganalisis 106 peserta dengan usia rata-rata 49 tahun. Setengah dari mereka adalah pasien diseksi arteri vertebralis spontan yang dirawat di sebuah pusat stroke terpadu di Jepang pada 2018–2023, sementara sisanya adalah kelompok kontrol dengan penyakit lain.

Hasil penelitian menemukan bahwa pasien yang menggunakan bantal dengan tinggi lebih dari 12 sentimeter memiliki risiko terkena SCAD sebesar 2,89 kali lebih tinggi dibanding mereka yang menggunakan bantal di bawah 12 sentimeter. Sedangkan pengguna bantal lebih dari 15 sentimeter memiliki risiko 10,6 kali lebih tinggi dibanding pengguna bantal di bawah 15 sentimeter.

Selain itu, pada kelompok pasien, 34% responden menggunakan bantal tinggi di atas 12 sentimeter, sedangkan pada kelompok kontrol hanya 15%. Penggunaan bantal sangat tinggi di atas 15 sentimeter tercatat 17% pada kelompok pasien dan hanya 1,9% pada kelompok kontrol. Hasil statistik menunjukkan bahwa sekitar 10% kasus diseksi arteri vertebralis spontan berkaitan dengan penggunaan bantal tinggi.

Lalu, seperti apa bantal yang baik? Para ahli merangkum beberapa poin berikut:

  1. Tinggi bantal:
    Tinggi ideal kira-kira setara satu kepalan tangan atau lebar satu bahu, sehingga tulang leher, punggung atas, dan pinggang berada dalam satu garis lurus. Bantal yang terlalu tinggi dapat meluruskan lengkungan alami tulang leher, sedangkan bantal terlalu rendah dapat menyebabkan lengkungan leher berbalik arah.
  2. Tingkat kekerasan sedang:
    Bantal yang terlalu keras dapat memberi tekanan berlebih pada otot leher sehingga menyebabkan kekakuan atau cedera otot. Sebaliknya, bantal terlalu lembut membuat tulang belakang tidak dapat mempertahankan lengkungan fisiologis normal, yang dalam jangka panjang mudah menyebabkan ketidaknyamanan atau gangguan pada tulang leher. Bantal dengan tingkat kelembutan sedang dapat menopang kepala dan leher dengan baik sehingga membantu leher lebih rileks.

Para ahli menyarankan memilih bantal berbentuk “yuanbao” (bagian tengah lebih rendah dan kedua sisi lebih tinggi), karena bentuk ini lebih sesuai dengan lekukan leher dan membantu meningkatkan kualitas tidur.

Sumber : NTDTV.com

Saat Rudal Flamingo Ukraina Menghantam Pabrik Militer Rusia Setelah Terbang Sejauh Lebih dari 1.500 KM

Dalam rangka memperingati kemenangan Perang Dunia II, Presiden Rusia Vladimir Putin pada Senin (4 Mei) mengusulkan gencatan senjata sepihak selama sehari pada 8–9 Mei. Sementara itu, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy justru memajukan tanggal gencatan senjata dua hari lebih awal untuk menguji kesungguhan pihak Rusia. Namun pada Selasa (5 Mei), serangan antara kedua pihak tetap berlangsung sangat intens.

EtIndonesia. Militer Ukraina pada Selasa mengkonfirmasi bahwa Rusia semalaman meluncurkan 11 rudal balistik dan 164 drone serang ke wilayah Ukraina. Kota Zaporizhzhia diserang bom luncur, menewaskan sedikitnya 12 warga sipil.

Di hari yang sama, Ukraina juga melancarkan serangan besar-besaran menggunakan rudal dan drone ke berbagai wilayah Rusia.

Di kota Cheboksary, sebelah timur Moskow, terdengar ledakan terus-menerus. Sebagian wilayah dilaporkan dilalap api. Bahkan ada saksi mata yang merekam sebuah drone Ukraina menabrak langsung sebuah gedung, menciptakan pemandangan yang mengerikan.

Presiden Zelenskyy pada hari itu mengkonfirmasi bahwa selain drone, Ukraina juga menggunakan rudal jelajah domestik F-5 “Flamingo”, yang mampu menempuh jarak lebih dari 1.500 kilometer, untuk menyerang sejumlah target di Rusia, termasuk kompleks industri militer di Cheboksary. Pabrik tersebut memproduksi komponen navigasi bagi angkatan laut Rusia, industri rudal, penerbangan, dan kendaraan lapis baja.

Zelenskyy menyatakan bahwa saat ini militer Ukraina tidak hanya mempertahankan posisi, tetapi juga meningkatkan serangan ke wilayah dalam Rusia. Ia juga menyebut bahwa pihak Rusia mengalami kerugian besar, dengan lebih dari 35.000 personel tewas atau terluka parah hanya dalam bulan April.

Penyiar Rusia mengatakan:  “Berdasarkan keputusan Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata Rusia, diumumkan gencatan senjata pada 8 hingga 9 Mei.”

Untuk memperingati 81 tahun kemenangan Perang Dunia II, Kremlin pada Senin mengumumkan gencatan senjata sepihak pada Jumat (8 Mei) hingga Sabtu (9 Mei), serta meminta Ukraina untuk mematuhinya.

Zelenskyy menanggapi:  “Gencatan senjata satu hari, tetapi sebelum itu mereka membunuh rakyat kami—dengan kata lain, ini sama sekali tidak adil. Kami memberi mereka ‘libur’, lalu keesokan paginya, setelah tanggal 9, mereka kembali datang untuk membunuh kami?”

Zelenskyy juga mengusulkan rencana gencatan senjatanya sendiri, yaitu mulai tengah malam 5 Mei hingga 6 Mei, dua hari lebih awal dari yang diumumkan oleh Putin.

Menteri Luar Negeri Ukraina, Dmytro Kuleba, menyatakan bahwa tanggal 6 Mei akan menunjukkan apakah Moskow benar-benar memiliki niat baik—apakah menginginkan perdamaian atau sekadar parade militer.

Pada Selasa, otoritas Moskow memutus jaringan internet seluler bagi banyak pengguna di Rusia, dengan alasan untuk memastikan parade militer pada 9 Mei tidak diserang oleh drone Ukraina. Kremlin juga mengklaim bahwa parade tersebut tidak akan menampilkan peralatan militer apa pun.

Laporan oleh Yi Jing, NTDTV.

Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, WHO Menduga Penularan Terjadi dari Manusia ke Manusia

EtIndonesia. World Health Organization (WHO) pada Selasa (5 Mei) menyatakan bahwa terjadi wabah Hantavirus di kapal pesiar Belanda MV Hondius yang berlayar di Samudra Atlantik. Diduga telah terjadi fenomena langka penularan dari manusia ke manusia. Saat ini, tiga penumpang dilaporkan meninggal dunia dan sejumlah lainnya terinfeksi.

Biasanya, virus Hanta menyebar melalui hewan pengerat seperti tikus, dan manusia terinfeksi setelah menghirup udara yang terkontaminasi. Namun kali ini situasinya berbeda. 

Pakar WHO, Maria Van Kerkhove, mengatakan bahwa dalam kondisi kontak yang sangat dekat, kemungkinan terjadi penularan antar manusia. Meski demikian, ia menekankan bahwa risiko keseluruhan bagi masyarakat umum tetap rendah.

Saat ini, kapal telah berada di bawah pengendalian ketat. Rekaman yang diperoleh Associated Press menunjukkan bahwa kapal hampir sepenuhnya ditutup, para penumpang dikarantina di dalam kabin masing-masing, dan area publik nyaris kosong. Tenaga medis mengenakan alat pelindung diri (APD) dan bolak-balik ke kapal menggunakan perahu kecil untuk menangani kasus.

Kapal tersebut awalnya menjalani rute ke Antartika dan berangkat dari Argentina. Namun karena wabah, negara Afrika Barat Cape Verde menolak mengizinkan penumpang turun ke darat. Saat ini kapal hanya bisa berlabuh di perairan dekat negara tersebut sambil menunggu pengaturan lebih lanjut. Di dalam kapal terdapat 149 orang dari 23 negara, semuanya sedang dalam pengawasan.

Mengenai sumber virus, analisis awal menunjukkan kemungkinan berasal dari “strain Andes” (Andes virus), satu-satunya jenis virus Hanta yang diketahui dapat menular antar manusia, yang umumnya ditemukan di Amerika Selatan—sesuai dengan titik awal pelayaran ini.

Data saat ini mencatat 7 kasus, termasuk yang terkonfirmasi dan yang masih diduga. Beberapa pasien dalam kondisi serius sedang dipersiapkan untuk evakuasi, dan ada yang telah dirawat di unit perawatan intensif (ICU).

Terkait tujuan berikutnya kapal ini, masih belum ada kepastian. Sebelumnya sempat muncul kabar bahwa Spanyol mungkin akan mengizinkan kapal bersandar di Canary Islands, namun pihak Spanyol menyatakan belum menerima permohonan resmi dan akan menunggu lebih banyak data sebelum mengambil keputusan.

Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC) AS, saat ini belum tersedia vaksin maupun obat khusus untuk virus ini. Penanganan hanya bersifat suportif, seperti pemberian cairan dan istirahat, sementara kasus berat memerlukan bantuan ventilator. Oleh karena itu, pencegahan menjadi kunci, terutama dengan menghindari kontak dengan hewan pengerat untuk mengurangi risiko infeksi. 

Seorang Pekerja Migran di Sichuan, Tiongkok Menangis Histeris di Jalan : “Saya Tidak Punya Uang Sepeser pun” 

EtIndonesia. Di tengah perlambatan ekonomi di Tiongkok, banyak pekerja tidak dapat menemukan pekerjaan dan terpaksa hidup terlantar di jalanan kota. 

Beredar video dari Sichuan yang menunjukkan seorang pemuda duduk di pinggir jalan sambil menangis putus asa, mengatakan bahwa ia tidak memiliki uang sama sekali.

Video tersebut diunggah ke internet pada 3 Mei. Warganet setempat mengungkapkan bahwa pekerja tersebut sudah lama tidak mendapatkan pekerjaan, uang yang dimilikinya telah habis, bahkan tidak mampu membeli makanan. Karena terdesak situasi, ia akhirnya mengalami keputusasaan dan menangis histeris di jalan.

Selain itu, baru-baru ini juga beredar video dari Xi’an, Provinsi Shaanxi, yang menunjukkan seorang kurir makanan meninggal mendadak di atas sepeda listriknya.

Beberapa video lain di internet juga memperlihatkan bahwa di banyak kota di Tiongkok terdapat sejumlah besar anak muda yang tidur di jalanan, diduga karena tidak mendapatkan pekerjaan atau tidak mampu membayar sewa tempat tinggal.

Sumber : NTDTV.com

Iran Klaim Tembakkan Dua Rudal yang Tenggelamkan Kapal Perang AS, Ternyata Video Rekaman Latihan Perang 10 Tahun Lalu

EtIndonesia. Pemerintah Iran pada Senin (4 Mei) merilis sebuah video secara besar-besaran, mengklaim bahwa dua rudal yang ditembakkan Iran telah menghantam sebuah kapal perang Amerika Serikat. Video tersebut sempat viral luas. Namun tak lama kemudian, publik menemukan bahwa video itu sebenarnya adalah rekaman lama dari latihan militer AS sepuluh tahun lalu. Sejumlah warganet pun menyindir: kemampuan Iran dalam memalsukan informasi kini sudah “mengejar” Partai Komunis TIongkok (PKT)

Kantor berita resmi Iran merilis video tersebut pada Senin, menyatakan bahwa dua rudal Iran menghancurkan kapal perang AS di dekat Pulau Jask.

Video itu langsung menyebar luas dan banyak orang sempat mempercayainya.

Namun segera diketahui bahwa rekaman tersebut berasal dari 14 Juli 2016, saat militer AS dalam latihan RIMPAC di Hawaii menenggelamkan sebuah kapal fregat yang sudah dipensiunkan dengan tembakan langsung.

Seorang aktivis pro-demokrasi ternama, Tang Baiqiao, menyindir di platform X:
“Iran dalam hal pemalsuan sudah mengejar PKT, langsung pakai saja (video lama).”

Sejumlah warganet Tiongkok juga bercanda:  “Mungkin videonya disediakan oleh PKT.”

Ada juga yang mengatakan bahwa Iran tidak punya cukup dana untuk menggunakan teknologi AI, sehingga terpaksa “mencuri” video Amerika untuk membuat propaganda palsu tentang Amerika.

Beberapa pengamat militer juga menunjukkan bahwa kapal yang dikerahkan AS ke Timur Tengah adalah kapal perusak kelas Arleigh Burke dengan sistem Aegis, sedangkan kapal yang terlihat dalam video adalah fregat kelas Perry. Mereka menilai bahwa orang yang memahami militer tidak akan mudah tertipu oleh video tersebut.

Laporan oleh Ren Hao, NTDTV.

Kecelakaan China Eastern Airlines Tahun 2022 Menewaskan 132 orang, Data Kotak Hitam Menunjukkan Manipulasi yang Disengaja

EtIndonesia. Empat tahun setelah kecelakaan pesawat China Eastern Airlines yang melibatkan pesawat Boeing 737, data terbaru yang dideklasifikasi oleh pihak Amerika Serikat menunjukkan bahwa aliran bahan bakar ke kedua mesin telah dimatikan, yang mengarah pada kemungkinan tindakan disengaja oleh manusia. NTD  juga mewawancarai seorang pilot senior AS untuk mendapatkan analisisnya.

Badan National Transportation Safety Board (NTSB), atas permintaan berdasarkan Undang-Undang Kebebasan Informasi, baru-baru ini merilis data hasil decoding “kotak hitam” dari kecelakaan tahun 2022 tersebut, yang kembali menarik perhatian publik.

Pada 21 Maret 2022, pesawat China Eastern penerbangan MU5735 yang terbang dari Kunming ke Guangzhou jatuh di Wuzhou, Guangxi, menyebabkan seluruh 132 orang di dalamnya meninggal dunia.

Menurut data yang dirilis NTSB, saat pesawat berada di ketinggian jelajah sekitar 29.000 kaki, sakelar bahan bakar kedua mesin dipindahkan ke posisi mati, yang menyebabkan putaran mesin menurun.

Seorang pilot senior AS bernama Sky menjelaskan bahwa sakelar bahan bakar biasanya terletak di bagian belakang konsol tengah kokpit, tidak mudah tersentuh secara tidak sengaja, dan tidak disentuh selama penerbangan normal.

Sky mengatakan:  “Dalam kondisi normal, kapten tidak mengizinkan siapapun menyentuh atau mendekati area itu. Jika seseorang mencoba mendekatinya, dia akan langsung menarik tangan orang tersebut. Jika dimatikan, untuk menyalakan kembali mesin membutuhkan waktu yang cukup lama.”

Selain itu, sakelar pemutus bahan bakar pada Boeing 737 dilengkapi dengan mekanisme pengaman “tarik lalu geser”, sehingga kemungkinan terpicu secara tidak sengaja sangat kecil. Karena itu, muncul dugaan adanya tindakan manusia yang disengaja.

Sky menambahkan:  “Ada sistem pengaman. Anda harus menariknya keluar terlebih dahulu sebelum bisa menggeser ke atas atau ke bawah. Kemungkinan untuk tidak sengaja menyalakan atau mematikannya sangat kecil. Itulah sebabnya dirancang seperti itu, untuk mencegah sentuhan yang tidak disengaja.”

Data juga menunjukkan bahwa sebelum pesawat jatuh, terdapat operasi yang saling berlawanan di kokpit—satu pihak diduga mendorong tuas sehingga pesawat menukik, sementara pihak lain mencoba menariknya kembali ke atas.

Kopilot berusia 59 tahun memiliki pengalaman terbang hingga 30.000 jam, dan dilaporkan pernah diturunkan jabatannya, sehingga oleh sebagian pihak dianggap sebagai tersangka utama.

Sky mengatakan:  “Jika kopilot bisa menjangkau sakelar itu, berarti situasinya sangat tidak biasa. Pada dasarnya, begitu seseorang menyentuhnya, kami tahu apa yang ingin dia lakukan.”

Namun demikian, data yang dipublikasikan saat ini belum dapat memastikan siapa yang melakukan tindakan tersebut maupun motifnya.

Sky juga menyebut bahwa perekam data penerbangan dalam kotak hitam dapat menunjukkan apakah sakelar bahan bakar dimatikan secara manual. Namun hingga kini, otoritas penerbangan sipil Tiongkok belum merilis rekaman suara kokpit maupun laporan investigasi akhir yang paling krusial.

Sky menambahkan:  “Pertama adalah soal citra negara—mereka ingin tampil sebagai pemimpin. Kedua, setiap perusahaan cenderung menutupi hal-hal demi citra dan kepentingannya sendiri.”

Laporan oleh Chang Chun dan Zheng Shengxun dari Amerika Serikat.

Trump Mendesak Iran Agar Menyerah,  Laporan Menunjukkan Ia Mempertimbangkan untuk Memberikan Senjata kepada Warga Sipil 

EtIndonesia. Pada Selasa (5 Mei), Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa Iran seharusnya mengibarkan bendera putih sebagai tanda menyerah. Ia juga menyebut rakyat Iran sebenarnya ingin melawan tirani, tetapi tidak memiliki senjata. Akibatnya, 200 ribu orang bisa ditakuti hanya oleh 5–6 orang bersenjata.

Trump berkata:  “Mereka (Iran) seharusnya mengangkat bendera putih, bendera tanda menyerah.”

Trump juga mengatakan bahwa Iran sebenarnya sudah kalah, tetapi demi menjaga muka masih menunjukkan kekuatan dengan “senjata mainan”.

Trump: “Mereka sekarang seperti menembak dengan senjata kecil dari perahu-perahu kecil.”

Trump menambahkan:  “Mereka sedang bermain taktik. Tapi saya katakan kepada Anda, mereka benar-benar ingin mencapai kesepakatan. Siapa yang tidak ingin? Lagi pula, militer mereka sudah hancur total!”

Trump juga menyatakan bahwa para pemimpin Iran bersikap sangat sopan kepadanya, namun kemudian di televisi mengatakan tidak pernah bernegosiasi dengan Amerika Serikat. Mengenai kemungkinan Iran melanggar gencatan senjata, Trump mengatakan Teheran tahu apa yang tidak boleh mereka lakukan.

Terkait rumor bahwa AS akan membagikan senjata kepada rakyat Iran, Trump menolak membahasnya secara langsung, hanya menyebut bahwa rakyat Iran ingin melakukan protes tetapi tidak memiliki senjata.

Trump mengatakan:  “Anda bisa memiliki 200 ribu orang yang berdemonstrasi, lalu hanya 5–6 orang gila dengan senjata. Ketika mereka mulai menembak ke arah dahi para demonstran…”

Trump juga menyebut bahwa bulan lalu Iran telah membunuh 42.000 demonstran, dan sejak tahun lalu, pembunuhan terhadap peserta protes membuat sebagian orang tidak lagi berani melanjutkan aksi.

Kegiatan hari Selasa tersebut bertema pemulihan tes kebugaran anak-anak Amerika. Program ini awalnya dibentuk pada tahun 1950-an dan dihapus pada masa pemerintahan Barack Obama.

Tahun lalu, Trump mengaktifkan kembali program tersebut.

Dalam acara tersebut, banyak pelajar muda berkunjung ke Gedung Putih. Trump juga dengan antusias menyaksikan mereka bermain golf dan mengajarkan gerakan khas yang disebut “Trump dance”.

Laporan oleh Ren Hao dari Washington DC.

Li Ka-shing Kembali Menjual Bisnis Lainnya, Kali Ini Telekomunikasi Inggris Miliknya dengan Pendapatan Sebesar 4,3 Miliar Poundsterling

Baru-baru ini, perusahaan milik keluarga Li Ka-shing, CK Hutchison Holdings (CK Hutchison), mengumumkan bahwa anak perusahaannya telah menjual seluruh saham yang dimilikinya dalam bisnis telekomunikasi Inggris Vodafone Three. Transaksi ini akan menghasilkan dana tunai sebesar 4,3 miliar poundsterling.

EtIndonesia. Pada 5 Mei, CK Hutchison mengumumkan bahwa anak perusahaan yang sepenuhnya dimiliki, CK Hutchison Group Telecom Holdings Limited (CKHGT), telah setuju untuk menjual seluruh kepemilikannya di Vodafone Three. Melalui pembatalan sahamnya di perusahaan tersebut, CK Hutchison akan menerima pembayaran sebesar 4,3 miliar pound (sekitar 45,494 miliar dolar Hong Kong).

Setelah kabar ini dirilis, harga saham CK Hutchison sempat melonjak tajam sebelum akhirnya sedikit terkoreksi. Hingga penutupan perdagangan, saham berada di level 68 dolar Hong Kong per lembar, naik 4,13%, dengan kapitalisasi pasar terbaru mencapai 260,4 miliar dolar Hong Kong.

Menurut data publik, CKHGT memegang 49% saham, sementara Vodafone Group Plc memegang 51% sisanya. Kedua perusahaan telah menandatangani perjanjian pada Juni 2023 dan menyelesaikan merger pada tahun 2025.

Co-Managing Director CK Hutchison, Canning Fok dan Alex Chisholm, menyatakan bahwa transaksi ini merupakan situasi saling menguntungkan bagi grup dan mitra, serta membawa arus kas besar dan merealisasikan nilai investasi secara nyata.

Dalam beberapa tahun terakhir, grup CK Hutchison telah beberapa kali mengurangi investasinya di Inggris.

Pada Januari 2026, kelompok CK Hutchison (dipimpin oleh CK Infrastructure) telah menyelesaikan penjualan seluruh kepemilikan di perusahaan penyewaan kereta Inggris UK Rails (Eversholt Rail). Transaksi ini disetujui oleh otoritas persaingan Inggris, dengan pembeli adalah perusahaan leasing kereta Eropa Beacon.

Kemudian pada 26 Februari, kelompok Cheung Kong mengumumkan secara bersama bahwa perusahaan-perusahaan di bawah keluarga Li Ka-shing—termasuk CK Infrastructure, CK Hutchison, Power Assets Holdings, dan CK Asset Holdings—sepakat menjual seluruh saham mereka di perusahaan jaringan listrik Inggris UK Power Networks kepada Engie dengan harga 10,5 miliar pound. Transaksi tersebut disetujui dengan mayoritas besar dalam rapat umum pemegang saham pada 27 April.

Saat mengakuisisi UK Power Networks pada tahun 2010, kelompok ini mengeluarkan hampir 5,8 miliar pound. Dengan harga jual saat ini sebesar 10,5 miliar pound, nilainya hampir meningkat dua kali lipat.

Media Hong Kong sebelumnya melaporkan bahwa nilai pasar UK Power Networks saat ini mencapai 16,838 miliar pound. Ditambah dengan dividen sekitar 4,4 miliar pound yang telah diterima keluarga Li selama bertahun-tahun, total keuntungan dari investasi selama 16 tahun ini diperkirakan melebihi enam kali lipat.

Dua transaksi besar tersebut dinilai oleh pihak luar sebagai sinyal penting bahwa kelompok CK Hutchison sedang menarik diri dari Inggris, meskipun pihak perusahaan tidak memberikan tanggapan langsung mengenai hal tersebut.

Sumber : NTDTV.com

Modus Baru Penipuan Pencucian Uang di Tiongkok : Menyerahkan Rekening Bisa Berujung Penjara

EtIndonesia. Di Tiongkok, kasus penipuan terus bermunculan, bahkan ada warga yang tanpa sadar terseret ke dalam kasus pencucian uang. Para pelaku menggunakan berbagai modus seperti “kerja paruh waktu dengan imbalan tinggi” atau “memanipulasi arus transaksi untuk pinjaman” guna menipu korban agar memberikan rekening bank mereka, sehingga dana ilegal dapat “dicuci” menjadi tampak sah. Akibatnya, korban tidak hanya mengalami pembekuan rekening, tetapi juga menghadapi ancaman hukuman penjara.

Metode penipuan di Tiongkok sangat beragam. Banyak warga tertipu dan menyerahkan rekening mereka untuk membantu pencucian uang. Bahkan ada toko dan perusahaan yang menerima pembayaran yang ternyata merupakan uang hasil kejahatan, sehingga rekening mereka dibekukan dan polisi meminta pengembalian dana, yang akhirnya menyebabkan operasional usaha terhenti.

Seorang anggota keluarga korban bermarga Liu (nama samaran) mengatakan:
“Adik saya bekerja sebagai kurir (melalui aplikasi), menerima satu pesanan, lalu ditransfer 13.000 yuan untuk menerima pembayaran barang. Namun kemudian pemilik barang mengatakan pesanan dibatalkan dan meminta adik saya menarik uang itu untuk diserahkan kembali. Tidak lama kemudian, dia dibawa oleh kantor polisi setempat.”

Korban lain bermarga Zhang (nama samaran) mengungkapkan bahwa karena ketidaktahuannya, ia menjadi kaki tangan dalam pencucian uang oleh pelaku penipuan. Korban tersebar di seluruh negeri, dan polisi dari berbagai daerah secara bergantian menetapkan dirinya sebagai tersangka, membuatnya sangat terbebani.

Zhang mengatakan:  “Saat mencari kerja paruh waktu, saya menemukan sebuah situs. Mereka memindahkan kepemilikan sebuah perusahaan ke atas nama saya, meminta saya menandatangani surat pernyataan, lalu membuka rekening perusahaan. Total transaksi mencapai 5 juta yuan, dengan transaksi tunggal sekitar 9.800 yuan. Korbannya sangat banyak. Polisi sudah datang—di Anhui saya didakwa ‘membantu kejahatan’, di Sichuan didakwa ‘menyembunyikan hasil kejahatan’. Saya ditahan selama 21 hari, lalu dikenakan tahanan rumah.”

Diketahui, pelaku pencucian uang sering menggunakan dalih “imbal hasil tinggi” atau “membantu memperlancar pinjaman” untuk memancing pekerja paruh waktu agar menyerahkan rekening mereka. Melalui “platform perantara dana (running score)”, sejumlah besar uang dipecah dan dialirkan sehingga tampak sebagai sumber yang sah. Komisi dari aktivitas ini bahkan bisa mencapai 50%.

Seorang anggota kelompok “running score” mengungkapkan bahwa mereka membantu mencuci uang hasil penipuan dengan berpura-pura mengajukan pinjaman, serta merekrut orang secara online. Mereka menawarkan komisi 10% hingga 18% bagi siapa saja yang menyediakan kartu bank, akun WeChat, atau kode pembayaran Alipay. Ia sendiri bisa memperoleh pendapatan 100.000 hingga 200.000 yuan per bulan.

Anggota kelompok tersebut bermarga Yang (nama samaran) mengatakan:  “Saya merekrut orang untuk ‘memikul utang’ atas nama pinjaman. Klien datang untuk pinjaman, lalu dikatakan bahwa arus transaksi mereka tidak cukup dan perlu ‘dipoles’, padahal sebenarnya itu adalah aktivitas pencucian uang. Kami juga memasang iklan, menawarkan 10% komisi untuk yang ikut, dan untuk kode QR online bisa 15% sampai 18%.”

Seorang pengacara bermarga Wu mengungkapkan bahwa salah satu kliennya dijatuhi hukuman tiga setengah tahun penjara karena membantu teman mentransfer hampir 1 juta yuan. Saat itu, temannya beralasan kartu banknya diblokir dan meminta bantuan untuk menerima uang dengan imbalan tertentu. Ternyata uang tersebut adalah hasil kejahatan.

Pengacara Wu mengatakan:  “Undang-undang anti-penipuan telekomunikasi secara jelas melarang memberikan kartu bank kepada orang lain, membantu penarikan tunai, transfer, atau manipulasi arus transaksi. Orang-orang yang terlibat dalam ‘running score’ ini sebenarnya juga tertipu, tetapi karena ikut terlibat, mereka akhirnya memiliki catatan kriminal.”

Laporan oleh Xiong Bin dan Huang Yuning, NTDTV.

Para Praktisi Falun Gong di Luar Negeri Memohon Perhatian Internasional untuk Menyelamatkan Anggota Keluarga Mereka di Daratan Tiongkok

EtIndonesia. Pada 15 April 2026, otoritas di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, mengerahkan sejumlah besar polisi dan menangkap sekitar 17 praktisi Falun Gong di kawasan Distrik Baru Changjiang dan Distrik Xinzhou. Saat ini, setidaknya 4 praktisi masih ditahan secara ilegal di pusat penahanan dan fasilitas “cuci otak”, dengan kondisi hidup dan mati yang belum diketahui.

Di antaranya, keluarga dari Wang Youmei dan Tong Shuying yang berada di Amerika Serikat menyatakan kepada media ini bahwa mereka telah meminta bantuan dari masyarakat internasional, serta menyerukan tekanan terhadap Partai Komunis Tiongkok agar membebaskan para praktisi Falun Gong.

Saat ini, putri Wang Youmei dan kakak perempuan Tong Shuying telah mengirim surat kepada sejumlah anggota Kongres federal dan anggota legislatif negara bagian di Maryland dan New York, meminta bantuan untuk upaya penyelamatan.

Kakak perempuan Tong Shuying, Tong Shuzhen, mengatakan:  “(PKT) bisa menangkap siapa saja yang mereka mau dan menahan selama yang mereka inginkan. PKT harus segera menghentikan penganiayaan terhadap Falun Gong. Menjadi orang baik bukanlah kesalahan.”

Putri Wang Youmei, Alisa Zhou, mengatakan:  “Ketika saya berusia sembilan tahun, ada satu kejadian di mana para tetangga keluar untuk menghentikan polisi. Mereka berkata, ‘Mengapa kalian (polisi PKT) selalu menangkap orang baik, bukan orang jahat?’”

Kedua praktisi Falun Gong di Amerika Serikat tersebut menyatakan bahwa, seperti ratusan juta praktisi lainnya, banyak anggota keluarga mereka mengalami peningkatan moral setelah berlatih Falun Dafa, dan berbagai penyakit, termasuk penyakit serius, hilang tanpa jejak.

Namun, akibat penganiayaan oleh PKT, sejak Wang Youmei datang ke AS pada tahun 2019 untuk mengunjungi putrinya, ibu dan anak itu tidak pernah bisa berkumpul kembali.

Pada 20 Juli 2025, praktisi Falun Gong di wilayah New York dan sekitarnya mengadakan parade akbar di Pecinan Manhattan, menyerukan diakhirinya penganiayaan PKT terhadap praktisi Falun Gong dan mendukung 449 juta rakyat Tiongkok yang telah mengundurkan diri dari PKT, Liga Pemuda Komunis, dan Pionir Muda. (Dai Bing/The Epoch Times)

Alisa Zhou mengatakan:  “Sebelum penganiayaan pada tahun 1999, ibu saya menderita penyakit ginekologi. Kakek dan nenek saya harus mengeluarkan lebih dari 3.000 yuan setiap bulan untuk berobat dan membeli obat, dan kamar mereka penuh dengan botol obat. Tetapi setelah berlatih, hanya dalam beberapa bulan, penyakit ibu saya sembuh, kakek dan nenek saya juga menjadi sehat, tidak perlu minum obat lagi, dan semua botol obat itu akhirnya dibuang.”

Tong Shuzhen mengatakan:  “Berbagai penyakit saya juga cepat hilang. Jika di dunia ini semua orang mengikuti prinsip ‘Sejati, Baik, Sabar’ untuk menjadi orang baik, dan saling berbuat baik tanpa saling menipu, betapa indahnya masyarakat ini.”

Menurut laporan Minghui.org berjudul “Ringkasan Penganiayaan terhadap Praktisi Falun Gong di Wuhan Tahun 2025”, pada tahun 2025 terdapat 9 praktisi di Wuhan yang dijatuhi hukuman ilegal, 48 orang ditangkap, dan 16 orang ditahan secara ilegal serta dipaksa mengikuti sesi “cuci otak”.

Tong Shuzhen juga menambahkan:  “Saya ditangkap, adik saya ditangkap, bergantian tanpa henti. Sejak tahun 1999, kami berdua telah ditangkap sebanyak sembilan kali. Saat saya dimasukkan ke mobil polisi, anak saya berlari di belakang sambil menangis dan memanggil ‘Mama, Mama’.”

Saat ini, World Organization to Investigate the Persecution of Falun Gong (Organisasi Dunia untuk Menyelidiki Penganiayaan terhadap Falun Gong) telah mengeluarkan pemberitahuan penyelidikan terhadap sejumlah pejabat yang dianggap bertanggung jawab, termasuk pejabat Komite Politik dan Hukum di Distrik Baru Changjiang, serta aparat kepolisian terkait. Mereka diharapkan tidak mengikuti kebijakan PKT dalam menganiaya praktisi Falun Gong.

Setidaknya 70 juta warga Tiongkok telah mempraktikkan Falun Gong, yang juga dikenal sebagai Falun Dafa, pada akhir 1990-an, menurut survei pemerintah saat itu. Banyak di antara mereka menyebut manfaat kesehatan dari latihan tersebut serta filosofi moralnya yang berpusat pada prinsip universal Sejati, Baik, dan Sabar.

Karena menilai popularitas Falun Gong yang melonjak mengancam otoritas rezim, Jiang Zemin, pemimpin tertinggi Tiongkok saat itu, memerintahkan agar latihan tersebut diberantas pada 20 Juli 1999. Sejak itu, Partai Komunis Tiongkok (PKT) telah mengerahkan seluruh aparat keamanannya untuk melacak, menangkap, dan menahan para praktisi di penjara, pusat pencucian otak, dan berbagai fasilitas lainnya. Banyak yang mengalami penahanan sewenang-wenang, kerja paksa, penyiksaan, bahkan kematian akibat pengambilan organ secara paksa.

Moderator internet di Tiongkok juga menghapus setiap rujukan tentang Falun Gong di luar narasi resmi yang mendiskreditkannya, menjadikannya salah satu topik yang paling ketat disensor di Tiongkok.

Laporan oleh Yu Liang, Tang Cheng, dan Shang Jing dari New York.

Briefing Perdana Marco Rubio di Gedung Putih : Tanggapan Besar terhadap Praktik Pengambilan Organ yang Diluncurkan Partai Komunis Tiongkok

EtIndonesia. Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio untuk pertama kalinya menggantikan tugas memimpin konferensi pers di Gedung Putih pada Selasa (5/5/2026). Dalam kesempatan tersebut, ia mengecam keras Iran karena memblokade selat secara ilegal, menyebutnya sebagai “perompak internasional”, dan menegaskan bahwa militer AS telah membangun jaringan pertahanan yang kuat untuk menghadapi provokasi kapan saja.

Dua wartawan dari NTDTV dan media afiliasinya, The Epoch Times, masing-masing mendapat kesempatan bertanya. Mereka mengangkat sejumlah isu yang menjadi perhatian komunitas Tionghoa, termasuk dugaan praktik pengambilan organ hidup oleh PKT.

Wartawan NTDTV, Mari Otsu :  “Anda telah lama menjadi salah satu suara penting dalam isu hak asasi manusia di Tiongkok, termasuk penindasan agama dan pengambilan organ hidup. Presiden Donald Trump akan bertemu dengan Xi Jinping minggu depan. Apakah isu HAM akan menjadi bagian dari pembahasan?”

Gambar menunjukkan pada 16 Mei 2019, para praktisi Falun Gong berparade di Manhattan, menyerukan kepada masyarakat dunia untuk memperhatikan kekejaman pengambilan organ hidup oleh Partai Komunis Tiongkok (PKT). (Edward Dye/The Epoch Times edisi bahasa Inggris)

Marco Rubio:  “Kami selalu mengangkat isu-isu ini, dan masalah tersebut masih terus ada. Dalam beberapa situasi, kami telah menunjukkan bahwa mengangkat isu-isu ini pada kesempatan yang tepat adalah cara paling efektif. Namun kami tidak pernah berhenti menyuarakannya. Isu-isu ini sangat penting bagi kami dan juga pihak lain. Kami melihat bahwa masalah ini masih sangat menonjol, sehingga tetap menjadi bagian penting dalam diskusi kami. Kami akan terus mengangkatnya pada kesempatan yang tepat.”

Wartawan The Epoch Times, Emel Akan:  “Apa tanggapan Anda terkait rencana kunjungan Menteri Luar Negeri Iran ke Tiongkok, serta instruksi Beijing kepada perusahaannya untuk mengabaikan sanksi AS?”

Rubio:  “Saya akan mengarahkan pertanyaan itu ke Departemen Keuangan. Namun secara umum, kami memiliki sejumlah langkah respons. Jika (PKT) mengabaikan sanksi kami, maka perusahaan-perusahaan tersebut akan menghadapi sanksi sekunder. Saya tidak memiliki pengumuman baru hari ini, tetapi tindakan sanksi ini bukan sekadar simbolis.

“Mengenai poin pertama (kunjungan Menteri Luar Negeri Iran), saya tidak keberatan. Saya berharap pihak PKT dapat menyampaikan kepada Iran hal-hal yang perlu mereka ketahui, yaitu bahwa tindakan mereka di Selat Hormuz telah menyebabkan mereka semakin terisolasi secara global.

“Anda (Iran) bertindak buruk. Anda tidak seharusnya menyerang kapal, memasang ranjau laut, atau mencoba menyandera ekonomi global.”

“Saya berharap PKT dapat menyampaikan pesan ini, baik secara pribadi maupun terbuka. Seperti yang saya sebutkan sebelumnya, Tiongkok adalah ekonomi yang berorientasi ekspor. Artinya mereka bergantung pada negara lain untuk membeli barang dari mereka.”

“Jika negara lain tidak dapat mengirim barang, maka mereka tidak bisa membeli dari Tiongkok. Jika ekonomi global terganggu akibat tindakan Iran, maka pembelian dari Tiongkok juga akan terganggu. Menghentikan blokade selat mungkin tidak menguntungkan Iran, tetapi jelas menguntungkan Tiongkok. Blokade tersebut merugikan kepentingan Tiongkok.”

Dalam konferensi pers tersebut, Rubio juga mengonfirmasi bahwa operasi militer AS “Epic Fury” telah berakhir, dan saat ini beralih ke operasi “Free Plan”.

Ia menambahkan, jika Iran memiliki senjata nuklir, harga minyak di AS saat ini mungkin sudah mencapai 8 hingga bahkan lebih dari 9 dolar per galon, bukan hanya sedikit di atas 4 dolar seperti sekarang.

Laporan oleh Ren Hao, NTDTV, dari Washington DC.

Ribuan Kapal Terkunci, Rudal Mengintai: Drama Mencekam di Selat Hormuz

EtIndonesia — Ketegangan di kawasan Timur Tengah memasuki babak baru setelah Amerika Serikat secara resmi memulai operasi pengawalan militer di Selat Hormuz, jalur laut vital yang menjadi penghubung utama distribusi energi dunia.

Pada 4 Mei 2026, Angkatan Laut Amerika Serikat mengerahkan sejumlah kapal perusak berpeluru kendali dengan sistem Aegis untuk memasuki selat sempit tersebut. Langkah ini menandai dimulainya implementasi awal dari operasi yang dikenal sebagai “Project Freedom”, sebuah misi yang secara resmi bertujuan menjamin kebebasan navigasi internasional.

Namun di balik tujuan tersebut, banyak analis menilai bahwa operasi ini merupakan bagian dari strategi yang lebih luas dari Presiden Donald Trump dalam membentuk ulang tatanan global di era konflik multipolar.


Ribuan Kapal Terjebak, Puluhan Ribu Awak dalam Ancaman

Pada pagi hari 5 Mei 2026, perhatian dunia tertuju pada konferensi pers militer yang digelar oleh Pentagon. Dalam pernyataannya, Ketua Kepala Staf Gabungan AS, Jenderal Charles Q. Brown Jr., mengungkapkan situasi yang mengkhawatirkan.

Berdasarkan data terbaru:

  • Lebih dari 1.550 kapal dagang dari berbagai negara terjebak di kawasan Teluk Persia
  • Sekitar 22.500 awak kapal berada dalam kondisi terancam
  • Ancaman berasal dari rudal, drone, serta kapal cepat milik Garda Revolusi Iran

Menurut pihak AS, praktik intimidasi dan pungutan paksa oleh Iran membuat para awak kapal ini praktis menjadi “sandera tidak langsung” dalam konflik yang semakin memanas.

Presiden Trump bahkan menyebut operasi ini sebagai “hadiah Amerika bagi dunia”, meski efektivitasnya masih dipertanyakan. Pada hari pertama, hanya dua kapal yang berhasil dikawal melewati Selat Hormuz.


Strategi “Kubah Merah-Putih-Biru” dan Perang Teknologi Tinggi

Menteri Perang  AS, Pete Hegseth, memperkenalkan konsep baru dalam operasi ini yang disebut sebagai “kubah merah-putih-biru”.

Konsep ini mencakup:

  • Pembentukan satu koridor pelayaran aman
  • Perlindungan penuh dari ancaman udara, laut, dan bawah laut
  • Respons militer langsung terhadap setiap gangguan

Berbeda dengan pengawalan konvensional, operasi ini melibatkan:

  • Sekitar 15.000 pasukan elite
  • Kapal perusak Aegis
  • Helikopter Apache
  • Ratusan pesawat tempur dan drone
  • Sistem pertahanan rudal terintegrasi

Lebih jauh, operasi ini dikendalikan oleh Divisi Lintas Udara ke-82 (82nd Airborne Division) dengan sistem komando berbasis data global. Teknologi kecerdasan buatan (AI) disebut mampu:

  • Mendeteksi ancaman lebih awal
  • Menghitung lintasan rudal
  • Mengaktifkan sistem pencegat secara otomatis

Bentrokan Langsung dan Gangguan Misterius di Laut

Pada hari yang sama, dua kapal perusak AS—USS Truxtun dan USS Mason—berhasil menembus Selat Hormuz di tengah ancaman serangan dari Iran.

Serangan berupa:

  • Drone tempur
  • Rudal
  • Kapal cepat

dibalas oleh:

  • Helikopter Apache
  • Pesawat tempur AS

Hasilnya, kapal-kapal tersebut berhasil memasuki Teluk Persia tanpa kerusakan berarti.

Namun, di tengah operasi militer, muncul fenomena aneh berupa:

  • Gangguan sinyal besar-besaran
  • Kapal-kapal “menghilang” dari radar
  • Jalur navigasi yang tidak masuk akal

Hal ini memicu spekulasi adanya perang elektronik skala besar di kawasan tersebut.


Iran Membantah, Dunia Mulai Bereaksi

Iran sempat mengklaim bahwa tidak ada kapal yang berhasil melewati selat di bawah pengawalan AS. Namun klaim ini dibantah oleh perusahaan pelayaran global Maersk, yang mengonfirmasi keberhasilan salah satu kapalnya melintas dengan aman.

Di sisi lain, Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, menyindir Garda Revolusi Iran sebagai:

“bajak laut kacau dengan angkatan laut nyamuk”

Karena kesulitan menghadapi kekuatan militer AS secara langsung, Iran mulai mengubah strategi, termasuk:

  • Merilis peta baru yang memperluas klaim wilayah hingga perairan Uni Emirat Arab
  • Meluncurkan kembali serangan rudal dan drone ke UEA

Ketegangan Internal Iran dan Manuver Diplomatik

Menurut laporan media internasional, Presiden Iran Masoud Pezeshkian dilaporkan marah besar atas eskalasi militer tersebut. Ia bahkan meminta pertemuan darurat dengan Pemimpin Tertinggi Mujtaba Khamenei.

Pezeshkian menilai langkah militer yang agresif berpotensi:

  • Mempercepat instabilitas internal
  • Memicu runtuhnya sistem negara

Di tengah tekanan global, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi melakukan langkah diplomatik dengan terbang ke Beijing untuk bertemu dengan Menteri Luar Negeri Partai Komunis Tiongkok, Wang Yi.


Respons Global: Dari Korea Selatan hingga Jerman

Ketegangan di Selat Hormuz memicu respons internasional:

  • Korea Selatan berencana mengirim kapal perang (estimasi tiba dalam dua minggu)
  • Jerman mengumumkan pengiriman kapal penyapu ranjau, meski hanya akan beroperasi pascakonflik

Sementara itu di Washington, Menteri Luar Negeri Marco Rubio mengambil alih briefing Gedung Putih dan memperingatkan:

Tidak ada negara yang boleh menguji tekad Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Trump.


Dampak Global: Ukraina Serang Moskow, Rusia Siaga Penuh

Di luar Timur Tengah, konflik global juga semakin meluas.

Amerika Serikat menyetujui penjualan senjata senilai 373 juta dolar kepada Ukraina, termasuk:

  • 1.500 kit bom pintar JDAM

Tak lama setelah itu, drone Ukraina jenis FP-1 berhasil:

  • Menembus sistem pertahanan udara Rusia
  • Mencapai wilayah dekat Kremlin di Moskow

Serangan ini terjadi menjelang Hari Kemenangan Rusia (9 Mei)—momen penting bagi Presiden Vladimir Putin.

Akibatnya:

  • Bandara di Moskow ditutup
  • Internet terganggu
  • Layanan publik lumpuh

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy bahkan menyindir bahwa jika parade militer Rusia tanpa senjata terjadi, itu akan menjadi pertama dalam sejarah—sementara drone Ukraina mungkin “hadir” sebagai pengganti.


Kesimpulan: Dunia di Titik Kritis

Perkembangan dalam dua hari, 4–5 Mei 2026, menunjukkan bahwa konflik di Selat Hormuz bukan sekadar krisis regional, melainkan bagian dari dinamika global yang lebih besar.

Dengan:

  • Ribuan kapal terjebak
  • Kekuatan militer besar dikerahkan
  • Teknologi perang modern digunakan
  • Konflik meluas hingga Eropa Timur

dunia kini berada di ambang perubahan besar dalam tatanan geopolitik internasional. (***)

23 Ribu Orang Terjebak, Drone Menghantam, Tanker Hilang—Lalu Kenapa Operasi Project Freedom Dihentikan?

EtIndonesia — Ketegangan di kawasan Timur Tengah mencapai titik paling kritis ketika Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, secara mengejutkan mengumumkan bahwa kekuatan militer Iran telah “hancur total”. 

Pernyataan tersebut disampaikan langsung kepada publik dunia pada 5 Mei 2026, di tengah konflik yang terus memanas di sekitar Selat Hormuz—jalur vital perdagangan energi global.

Trump menegaskan bahwa angkatan laut Iran telah dilumpuhkan sepenuhnya, angkatan udara “musnah”, sistem pertahanan udara tidak lagi berfungsi, bahkan struktur kepemimpinan disebut telah runtuh. Dalam nada tegas, ia juga secara terbuka menyerukan kepada Teheran untuk mengibarkan bendera putih sebagai tanda menyerah.


Gedung Putih Ambil Langkah Luar Biasa, “Project Freedom” Resmi Diluncurkan

Pada hari yang sama, Gedung Putih mencatat sejarah baru ketika Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, secara langsung memimpin konferensi pers—menggantikan juru bicara resmi yang sedang cuti.

Dalam kesempatan tersebut, Rubio secara resmi mengumumkan dimulainya operasi militer bertajuk “Project Freedom” (Rencana Kebebasan). Operasi ini dirancang untuk:

  • Menyelamatkan sekitar 23.000 warga sipil dari 87 negara
  • Membantu kapal-kapal dagang yang terjebak lebih dari dua bulan akibat blokade Iran
  • Menjamin kembali keamanan jalur pelayaran internasional di Teluk Persia

Rubio menegaskan bahwa operasi ini bersifat defensif, bukan ofensif. Militer AS tidak akan melakukan serangan lebih dahulu, kecuali jika diserang oleh rudal atau drone dari Iran.

“Ini adalah tindakan untuk melindungi keselamatan internasional. Tidak ada negara yang berhak menguasai jalur perairan global,” tegas Rubio.


Situasi Masih Tidak Stabil, Serangan dan Insiden Terus Berlanjut

Meski muncul sinyal menuju gencatan senjata, kondisi di lapangan justru menunjukkan eskalasi yang belum mereda.

Pada 5 Mei 2026, sejumlah insiden serius dilaporkan:

  • Serangan terhadap kapal dagang masih terjadi di Selat Hormuz
  • Sebuah kapal diserang objek tak dikenal menurut laporan otoritas maritim Inggris
  • Dua pesawat tanker militer AS (KC-135 dan KC-46A Pegasus) mengirimkan sinyal darurat 7700, bahkan salah satunya dilaporkan sempat menghilang dari radar
  • Aktivitas pesawat tanker di wilayah udara Teluk Persia meningkat drastis sebelum akhirnya sebagian besar meninggalkan area pasca-insiden

Di daratan, situasi juga semakin genting:

  • Kebakaran besar melanda sebuah pusat perbelanjaan di Teheran
  • Serangkaian ledakan mengguncang pelabuhan Abbas dan Pulau Qeshm di Iran selatan
  • Serangan drone Iran menghantam fasilitas energi di Dubai, memicu kebakaran besar dan korban luka

Insiden ini langsung memicu kekhawatiran global terhadap keamanan energi dan menyebabkan fluktuasi tajam harga minyak dunia.


Pentagon Bangun “Perisai Langit” di Atas Hormuz

Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, dalam briefing di Pentagon mengungkapkan bahwa Amerika telah membangun sistem pertahanan rudal berlapis di atas Selat Hormuz.

Ia menggambarkan sistem ini sebagai:

“Kubah pertahanan tiga warna merah-putih-biru yang aktif 24 jam, menyerupai sistem pertahanan era luar angkasa.”

Sistem ini didukung oleh:

  • Kapal perusak berpeluru kendali
  • Ratusan pesawat tempur dan helikopter
  • Drone dan pesawat pengintai
  • Sistem pemantauan real-time tanpa henti

Trump Tiba-Tiba Hentikan Operasi, Alasan Diplomatik Mengemuka

Di tengah operasi yang sedang berjalan, Trump kembali mengejutkan dunia dengan mengumumkan melalui platform Truth Social bahwa “Project Freedom” akan dihentikan sementara.

Keputusan ini diambil berdasarkan:

  • Permintaan dari Pakistan dan sejumlah negara lain
  • Klaim keberhasilan besar operasi militer terhadap Iran
  • Kemajuan signifikan dalam negosiasi menuju kesepakatan final

Meski demikian, Trump menegaskan bahwa blokade terhadap Iran tetap diberlakukan secara penuh.

“Penghentian ini untuk memberi ruang bagi tercapainya kesepakatan damai secara resmi,” jelasnya.


Serangan Iran Terus Berlanjut Meski Ada Gencatan Senjata

Menurut pejabat militer senior AS, sejak gencatan senjata diumumkan pada 7 April 2026, Iran masih terus melakukan aksi militer:

  • 9 serangan terhadap kapal dagang
  • 2 kapal kontainer ditahan
  • Lebih dari 10 serangan terhadap pasukan AS, termasuk drone dan rudal ke wilayah Uni Emirat Arab dan Oman

Meski demikian, pihak militer AS menilai situasi belum mencapai titik yang mengharuskan dimulainya kembali operasi besar-besaran—namun kesiapan penuh tetap dijaga.


Trump: “Ini Hanya Konflik Skala Kecil”

Dalam pernyataannya di Gedung Putih pada 5 Mei 2026, Trump kembali menegaskan keyakinannya bahwa Iran telah berada di posisi yang sangat lemah.

“Saya menyebut ini konflik skala kecil, karena Iran sama sekali tidak punya peluang untuk menang. Mereka tahu itu, bahkan mengakuinya saat berbicara dengan saya. Tapi di televisi mereka tetap membanggakan diri. Faktanya, mereka sudah kalah total.”


Dunia Menahan Napas, Risiko Perang Regional Semakin Nyata

Perkembangan dramatis pada 5 Mei 2026 ini menunjukkan bahwa meskipun jalur diplomasi mulai terbuka, ancaman konflik berskala besar di Timur Tengah masih sangat nyata.

Dengan Selat Hormuz sebagai urat nadi energi dunia, setiap eskalasi kecil berpotensi memicu dampak global—mulai dari krisis energi hingga ketidakstabilan ekonomi internasional.

Saat ini, dunia berada dalam posisi menunggu:
apakah langkah penghentian sementara ini akan benar-benar membuka jalan menuju perdamaian,
atau justru menjadi jeda singkat sebelum konflik yang lebih besar meledak. (***)