Trump Bongkar Pertempuran di Hormuz: “2 Detik, 8 Kapal Iran Jadi Rongsokan!”

EtIndonesia. Situasi di kawasan Selat Hormuz kembali berubah drastis pada 5 Mei 2026. Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara mengejutkan mengumumkan penghentian sementara operasi militer “Project Freedom”, hanya beberapa jam setelah bentrokan sengit antara militer Amerika Serikat dan Iran terjadi di kawasan Teluk Persia.

Pengumuman itu disampaikan Trump sekitar pukul 19.00 waktu Pantai Timur Amerika Serikat. Dalam pernyataannya, Trump mengatakan penghentian sementara operasi dilakukan untuk memberi kesempatan bagi proses negosiasi damai dengan Iran.

Meski demikian, Trump menegaskan bahwa blokade terhadap Iran tetap dipertahankan sepenuhnya.

Ia juga menyebut bahwa operasi militer Amerika Serikat telah mencapai “keberhasilan besar” dan pembicaraan mengenai “kesepakatan menyeluruh dan final” dengan Iran mengalami kemajuan signifikan.

Pernyataan tersebut langsung memicu spekulasi internasional bahwa Washington dan Teheran kemungkinan sedang bergerak menuju sebuah kesepakatan besar dalam beberapa hari ke depan.

Pentagon Bongkar Sistem Pertahanan Raksasa AS

Pada 5 Mei 2026 pagi, Menteri Perang AS Pete Hegseth bersama Ketua Kepala Staf Gabungan Jenderal Dan Caine menggelar konferensi pers di Pentagon.

Dalam konferensi tersebut, Pentagon membeberkan detail operasi “Freedom” yang selama beberapa hari terakhir dijalankan di Selat Hormuz.

Hegseth mengatakan militer AS telah membangun sistem pengamanan udara dan laut berlapis yang ia sebut sebagai “kubah merah-putih-biru” untuk melindungi kapal dagang internasional selama 24 jam penuh.

Menurut Pentagon, operasi tersebut melibatkan lebih dari 100 pesawat tempur dan drone, kapal perang, sistem anti-rudal, serta pengawasan udara intensif di kawasan Teluk Persia.

Pengamat militer menilai langkah tersebut menunjukkan bahwa Amerika Serikat tidak sekadar melakukan pengawalan kapal, melainkan sedang mengambil alih kendali penuh atas jalur laut dan udara di kawasan strategis tersebut.

Kapal Perang AS Tembus Blokade Iran

Pada hari yang sama, dua kapal perusak Amerika Serikat berhasil melintasi Selat Hormuz menuju Teluk Persia meski mendapat serangan dari Iran.

Laporan menyebutkan kapal perang AS menjadi sasaran drone, rudal, dan kapal cepat milik Iran. Namun armada Amerika mendapat perlindungan penuh dari helikopter Apache, Seahawk, dan berbagai pesawat tempur pendukung lainnya.

Trump mengungkapkan bahwa Iran mengirim delapan kapal cepat untuk menyerang garis blokade militer AS. Namun seluruh kapal tersebut berhasil dihancurkan dalam waktu singkat.

Dalam wawancara di Ruang Oval Gedung Putih, Trump bahkan sempat melontarkan candaan:

“Kapal mereka cepat, tapi rudal kami lebih cepat.”

Trump juga menegaskan bahwa kekuatan militer Iran dan Amerika Serikat “tidak berada pada level yang sama”.

Menurutnya, kapal cepat Iran tidak mampu menembus pertahanan kapal perang Amerika yang dirancang khusus untuk menghadapi pertempuran berat.

Dua Kapal Dagang Berhasil Keluar dari Selat Hormuz

Media Axios melaporkan bahwa sebelum operasi “Freedom” dimulai, Gedung Putih sebenarnya telah memperingatkan Iran agar tidak mengganggu pengawalan kapal dagang oleh militer Amerika.

Namun hanya dua jam setelah peringatan diberikan, Iran justru melancarkan serangan.

Meski begitu, dua kapal dagang akhirnya berhasil keluar dari Selat Hormuz dengan aman di bawah perlindungan armada Amerika Serikat.

Salah satu kapal yang dikawal merupakan kapal milik Maersk, perusahaan pelayaran terbesar kedua di dunia asal Denmark.

Keberhasilan pengawalan tersebut dianggap sebagai bukti bahwa perusahaan pelayaran internasional mulai percaya pada kemampuan militer AS dalam menjaga keamanan jalur perdagangan global.

Iran Bantah Serang Uni Emirat Arab

Ketegangan kawasan semakin meningkat setelah Iran dituduh meluncurkan 19 rudal balistik, rudal jelajah, dan drone ke arah Uni Emirat Arab pada 4 Mei 2026.

Sebuah kapal kargo Korea Selatan juga dilaporkan terkena ledakan dalam insiden tersebut.

Serangan itu memicu kecaman keras dari banyak negara, termasuk Inggris, Prancis, Jerman, India, Italia, dan Uni Eropa.

Namun pada 5 Mei, militer Iran mengeluarkan tiga pernyataan resmi yang membantah seluruh tuduhan tersebut dan menegaskan bahwa mereka tidak pernah menyerang UEA menggunakan rudal maupun drone.

Di sisi lain, UEA dilaporkan mulai melancarkan serangan udara balasan terhadap sejumlah target militer Iran, termasuk pangkalan Garda Revolusi Iran dan fasilitas minyak di Bandar Abbas.

Korea Selatan Mulai Pertimbangkan Bergabung

Perkembangan penting lainnya datang dari Korea Selatan. Pemerintah Seoul dikabarkan mulai meninjau kemungkinan bergabung dalam operasi “Freedom” yang dipimpin Amerika Serikat.

Jika keputusan itu disetujui, Korea Selatan akan menjadi negara Asia pertama yang ikut dalam operasi militer internasional di Selat Hormuz.

Padahal sebelumnya, Presiden Korea Selatan Lee Jae-myung sempat memberikan bantuan kemanusiaan kepada Iran pada April 2026.

Trump Beri Sinyal Dukungan untuk Warga Iran

Dalam wawancara lain pada 4 Mei 2026, Trump juga mengeluarkan pernyataan kontroversial dengan mengatakan bahwa rakyat Iran membutuhkan senjata untuk melawan rezim mereka sendiri.

Trump menyebut bahwa tanpa senjata, warga sipil Iran tidak akan mampu menghadapi aparat bersenjata pemerintah.

Pernyataan tersebut memunculkan spekulasi bahwa Amerika Serikat mungkin sedang mempertimbangkan dukungan lebih besar terhadap kelompok oposisi di Iran.

Kini perhatian dunia tertuju pada langkah Trump yang tiba-tiba menghentikan sementara operasi “Freedom”, sementara di saat yang sama Menteri Luar Negeri Iran justru melakukan perjalanan penting ke Tiongkok.

Banyak pihak menilai Timur Tengah saat ini berada di persimpangan paling berbahaya: menuju kesepakatan damai besar atau justru memasuki konflik regional yang lebih luas. (***)

AS vs Iran Makin Gila-Gilaan: Selat Hormuz Dikepung, Fujairah Dibakar, Dunia Terancam Krisis Energi

EtIndonesia. Situasi keamanan di kawasan Timur Tengah kembali memasuki fase paling berbahaya pada 4 hingga 5 Mei 2026. Ketegangan yang sebelumnya hanya berupa saling ancam antara Iran dan Amerika Serikat kini berubah menjadi bentrokan militer terbuka di sekitar Selat Hormuz—jalur laut paling vital bagi perdagangan energi dunia.

Dalam waktu kurang dari 24 jam, kawasan tersebut menyaksikan serangkaian peristiwa dramatis: pengawalan kapal dagang oleh Angkatan Laut Amerika Serikat, serangan rudal dan drone Iran terhadap armada AS, penghancuran kapal cepat Iran oleh militer Amerika, hingga gelombang serangan udara besar-besaran Iran terhadap Uni Emirat Arab (UEA).

Perkembangan ini langsung mengguncang pasar energi global dan memicu kekhawatiran luas bahwa Timur Tengah kini berada di ambang perang regional berskala besar yang dapat menyeret banyak negara ke dalam konflik terbuka.

Amerika Serikat Kerahkan Kekuatan Militer Besar di Selat Hormuz

Pada 5 Mei 2026, Komando Pusat Amerika Serikat atau CENTCOM mengumumkan bahwa dua kapal perang Angkatan Laut AS berhasil mengawal dua kapal dagang berbendera Amerika Serikat melewati Selat Hormuz dengan aman.

Selat Hormuz merupakan jalur laut paling strategis di dunia karena sekitar 20 persen pasokan minyak global melintasi wilayah sempit tersebut setiap harinya. Gangguan sekecil apa pun di kawasan ini dapat langsung memengaruhi harga energi dunia, rantai pasok internasional, hingga stabilitas ekonomi global.

Dalam konferensi pers resmi pada 5 Mei, Laksamana Angkatan Laut AS Brad Cooper menegaskan bahwa Washington telah mengerahkan kekuatan tempur besar demi menjamin kebebasan navigasi di kawasan Teluk Persia.

Menurut Cooper, operasi militer Amerika kali ini melibatkan berbagai aset tempur utama, termasuk:

  • Pesawat serang A-10 Thunderbolt II
  • Jet tempur F-15 Eagle
  • F-16 Fighting Falcon
  • F/A-18 Super Hornet
  • F-35 Lightning II
  • Pesawat tanker KC-46 Pegasus
  • Kapal perusak berpeluru kendali
  • Dua kelompok tempur kapal induk
  • Satu kelompok kesiapan amfibi
  • Unit ekspedisi Marinir Amerika Serikat

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa operasi Amerika di Selat Hormuz kini bukan lagi patroli maritim biasa, melainkan operasi militer penuh dengan tingkat kesiapan tempur sangat tinggi.

Analis militer menilai pengerahan kekuatan sebesar ini mencerminkan kekhawatiran Washington bahwa Iran benar-benar siap menutup atau mengganggu jalur pelayaran internasional di Selat Hormuz.

Bentrokan Terbuka Pecah: Iran Luncurkan Rudal dan Drone ke Armada AS

Ketegangan kemudian berubah menjadi konfrontasi militer terbuka beberapa jam setelah operasi pengawalan kapal dagang dilakukan.

Media Iran merilis rekaman video yang memperlihatkan peluncuran rudal menuju kapal perang Angkatan Laut Amerika Serikat di wilayah Selat Hormuz.

Menurut penjelasan Laksamana Brad Cooper, Iran meluncurkan rudal jelajah yang menargetkan dua kapal perang AS beserta kapal dagang yang sedang berada di bawah pengawalan militer Amerika.

“Kami mempertahankan diri kami sendiri, dan sesuai janji kami juga melindungi seluruh kapal dagang,” ujar Cooper dalam konferensi pers pada 5 Mei 2026.

Selain rudal, Iran juga mengerahkan sejumlah kapal cepat bersenjata untuk mencoba menyerang kapal-kapal dagang di kawasan tersebut. Namun operasi itu berhasil digagalkan oleh militer Amerika Serikat.

CENTCOM menyatakan bahwa enam kapal cepat Iran berhasil dihancurkan oleh helikopter Apache AH-64 dan helikopter Seahawk milik AS sebelum sempat mendekati armada pengawalan.

Peristiwa ini menjadi salah satu bentrokan langsung paling serius antara Iran dan Amerika Serikat dalam beberapa tahun terakhir.

Apache dan A-10 Menjadi Tulang Punggung Operasi AS

Dalam konflik terbaru di Selat Hormuz, helikopter Apache dan pesawat serang A-10 disebut menjadi elemen paling penting dalam operasi tempur Amerika Serikat.

Kedua sistem senjata tersebut memang dirancang untuk terbang rendah dengan kecepatan relatif lambat dalam waktu lama. Kemampuan itu membuat mereka sangat efektif untuk patroli maritim, pengintaian, dan pemberian dukungan tembakan berkelanjutan.

Hal ini berbeda dengan jet tempur seperti F-16 atau F-35 yang lebih dirancang untuk operasi udara berkecepatan tinggi dan pertempuran supersonik.

Karena kondisi geografis Selat Hormuz sangat sempit dan padat lalu lintas kapal, penggunaan pesawat yang mampu bertahan lama di ketinggian rendah menjadi jauh lebih efektif.

Kehadiran Apache juga memunculkan spekulasi strategis penting. Karena Apache merupakan aset Angkatan Darat AS, banyak analis militer memperkirakan helikopter tersebut kemungkinan besar diterbangkan dari pangkalan militer Amerika Serikat di dekat Abu Dhabi, Uni Emirat Arab.

Jika asumsi itu benar, maka UEA kini telah berubah menjadi salah satu basis operasi utama Amerika Serikat dalam upaya membuka jalur pelayaran di Selat Hormuz.

Iran Balas Menyerang Uni Emirat Arab

Setelah Amerika Serikat berhasil mengawal kapal dagang melewati Selat Hormuz, Iran langsung melancarkan langkah balasan.

Namun menariknya, Iran tidak menyerang Arab Saudi, Qatar, Kuwait, ataupun Bahrain. Fokus serangan justru diarahkan hampir sepenuhnya kepada Uni Emirat Arab.

Pada malam 4 Mei 2026, Iran meluncurkan serangan besar-besaran menggunakan lebih dari:

  • 12 rudal balistik
  • 3 rudal jelajah
  • 4 drone tempur

Serangan tersebut menyasar sejumlah wilayah strategis di UEA.

Rekaman video yang beredar luas di media sosial memperlihatkan sistem pertahanan udara aktif menembaki langit malam untuk mencegat rudal dan drone yang datang dari arah Teluk Persia.

Beberapa video lain memperlihatkan ledakan besar mengguncang sejumlah titik di Dubai dan Fujairah, sementara sirene darurat meraung di berbagai wilayah.

Langit malam di beberapa kota UEA bahkan tampak memerah akibat kobaran api dan ledakan.

Kapal Kargo Korea Selatan Terbakar Hebat

Salah satu insiden paling mengejutkan dalam serangan tersebut terjadi terhadap kapal barang berbendera Panama yang dioperasikan perusahaan Hyundai asal Korea Selatan.

Sekitar pukul 20.40 waktu setempat pada malam 4 Mei 2026, kapal itu sedang berlabuh di dekat pantai Uni Emirat Arab ketika terkena serangan dan meledak hebat hingga terbakar.

Api besar terlihat membumbung tinggi dari badan kapal, sementara asap hitam pekat memenuhi langit malam.

Beruntung, seluruh 24 awak kapal berhasil dievakuasi dengan selamat, termasuk:

  • 6 warga Korea Selatan
  • 18 awak asing lainnya

Di saat bersamaan, sebuah siaran radio yang diklaim berasal dari Garda Revolusi Iran terdengar mengeluarkan ancaman keras.

“Kapal apa pun yang mencoba melintas akan dihancurkan,” demikian isi siaran tersebut.

Ancaman itu mempertegas bahwa Iran kini benar-benar berusaha menciptakan blokade psikologis terhadap seluruh aktivitas pelayaran internasional di Selat Hormuz.

Dubai dan Pelabuhan Fujairah Menjadi Sasaran Strategis

Selain menyerang kapal dagang, Iran juga menghantam sejumlah target strategis di Uni Emirat Arab.

Di Dubai, sebuah drone Iran dilaporkan menghantam target darat dan memicu ledakan besar yang membuat langit malam berubah merah akibat kobaran api.

Dalam rekaman lain, asap hitam tebal terlihat membumbung tinggi dari sebuah gedung apartemen yang diduga terkena serangan drone.

Namun target paling penting Iran tampaknya adalah Pelabuhan Fujairah.

Pelabuhan ini memiliki arti strategis luar biasa bagi Uni Emirat Arab karena menjadi jalur ekspor minyak alternatif yang tidak perlu melewati Selat Hormuz.

Fujairah selama ini dianggap sebagai “jalur cadangan” energi Teluk jika Selat Hormuz sewaktu-waktu ditutup Iran.

Dari berbagai video yang direkam warga dan awak kapal di kawasan tersebut, terlihat area penyimpanan minyak di Pelabuhan Fujairah terbakar hebat. Sirene darurat meraung di seluruh kawasan pelabuhan, sementara ledakan terus terdengar sepanjang malam.

Iran Kirim Pesan Geopolitik: Tidak Ada Jalur Aman untuk Minyak Dunia

Serangan terhadap Fujairah dinilai sebagai pesan geopolitik yang sangat jelas dari Teheran.

Iran ingin menunjukkan bahwa bukan hanya Selat Hormuz yang dapat mereka blokade, tetapi juga jalur alternatif ekspor minyak di luar selat tersebut.

Langkah ini dinilai sangat strategis karena beberapa hari sebelumnya Uni Emirat Arab baru saja mengumumkan keluar dari OPEC dan berencana meningkatkan produksi minyaknya.

Sebagian besar minyak tersebut direncanakan dialirkan melalui jaringan pipa menuju Pelabuhan Fujairah sebelum diekspor ke pasar internasional.

Pipa minyak itu memiliki kapasitas sekitar 1,5 juta barel per hari dan setelah ekspansi diperkirakan dapat meningkat hingga 1,8 juta barel per hari.

Karena itulah, serangan Iran terhadap Fujairah dinilai bukan sekadar aksi militer biasa, melainkan upaya langsung untuk mengguncang stabilitas energi global.

Mengapa Iran Hanya Menyerang Uni Emirat Arab?

Banyak pihak mempertanyakan alasan Iran hanya memusatkan serangan kepada Uni Emirat Arab sementara negara-negara Teluk lainnya relatif tidak tersentuh.

Para analis menilai terdapat dua alasan utama di balik keputusan Teheran.

1. UEA Dinilai Membantu Operasi Militer Amerika

Iran meyakini Uni Emirat Arab telah membantu operasi militer Amerika Serikat di Selat Hormuz.

Selain menyediakan fasilitas militer dan dukungan logistik, wilayah UEA juga diduga menjadi titik operasi helikopter Apache milik AS yang digunakan untuk menghancurkan kapal cepat Iran.

Dari sudut pandang Teheran, UEA kini bukan lagi negara netral, melainkan bagian dari infrastruktur militer Amerika di kawasan Teluk.

2. Kedekatan Militer UEA dan Israel

Faktor kedua adalah meningkatnya hubungan pertahanan antara Uni Emirat Arab dan Israel.

Dalam beberapa minggu terakhir, media Barat melaporkan bahwa Israel membantu memperkuat pertahanan udara UEA dengan mengirim sistem Iron Dome dan teknologi senjata laser Iron Beam.

Iron Dome sebelumnya dikenal efektif menghadapi serangan roket Hamas, sementara Iron Beam dirancang untuk menghadapi ancaman drone dan rudal murah dalam jumlah besar.

Bagi Iran, kerja sama militer semacam ini dipandang sebagai ancaman langsung terhadap keamanan nasional mereka.

Akankah Uni Emirat Arab Masuk Perang?

Meski menerima serangan udara paling berat sejauh ini, banyak analis menilai kemungkinan Uni Emirat Arab menyatakan perang secara resmi terhadap Iran masih relatif kecil.

Alasan utamanya bersifat strategis dan militer.

UEA dinilai belum memiliki kemampuan tempur yang cukup untuk menghadapi Iran secara langsung tanpa dukungan penuh Amerika Serikat dan Israel.

Selain itu, perang terbuka berkepanjangan berpotensi menghancurkan ekonomi UEA yang sangat bergantung pada perdagangan internasional, investasi asing, dan stabilitas kawasan.

Karena itu, langkah yang kemungkinan besar akan diambil Abu Dhabi adalah terus mendorong Washington dan Tel Aviv agar meningkatkan tekanan militer terhadap Iran, sambil tetap menghindari keterlibatan perang darat secara langsung.

Namun dengan situasi yang terus memburuk sejak 4–5 Mei 2026, dunia kini mulai khawatir bahwa satu kesalahan kecil saja dapat memicu perang besar yang melibatkan hampir seluruh kawasan Timur Tengah. (***)

OJK: Sektor Jasa Keuangan Tetap Terjaga di Tengah Gejolak Global, IHSG Terkoreksi 1,30%

JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai stabilitas sektor jasa keuangan (SJK) tetap terjaga meskipun ketidakpastian kondisi global masih berlanjut. Demikian hasil Rapat Dewan Komisioner Bulanan OJK pada 30 April 2026 yang dirilis di Jakarta, Selasa (5/5).

Perang dan blokade di Timur Tengah serta fragmentasi geopolitik masih membayangi prospek ekonomi dunia. IMF memangkas proyeksi pertumbuhan global 2026 menjadi 3,1% dan memperingatkan risiko stagflasi. Namun demikian, ekonomi domestik masih solid dengan pertumbuhan 5,61%, ditopang konsumsi rumah tangga dan belanja pemerintah.

IHSG Terkoreksi, tapi Likuiditas Terjaga

Di pasar modal, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di level 6.956,80 pada April 2026, terkoreksi 1,30% secara bulanan (mtm) dan 19,55% secara tahunan (ytd). Meski demikian, OJK menilai resiliensi dan likuiditas pasar tetap manageable. Rata-rata bid-ask spread tercatat rendah di 1,33 kali, sementara rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) mencapai Rp18,51 triliun.

Investor asing mencatatkan net sell di saham sebesar Rp17,02 triliun sepanjang April. Namun di pasar Surat Berharga Negara (SBN), asing membukukan net buy Rp8,80 triliun secara bulanan.

Jumlah investor pasar modal terus bertambah. Hingga April 2026, tercatat 26,49 juta investor, tumbuh 30,06% secara year-to-date.

Kredit Tumbuh 9,49%, NPL Terjaga

Sektor perbankan menunjukkan kinerja positif. Kredit pada Maret 2026 tumbuh 9,49% year-on-year (yoy) menjadi Rp8.659 triliun. Kredit investasi menjadi motor utama dengan pertumbuhan 20,85% yoy, disusul kredit konsumsi 5,88% dan modal kerja 4,38%.

Kredit UMKM juga mulai membaik, tumbuh positif 0,12% yoy setelah sempat terkontraksi. Dana pihak ketiga (DPK) tumbuh 13,55% yoy menjadi Rp10.231 triliun.

Risiko kredit tetap terkendali dengan rasio Non Performing Loan (NPL) gross sebesar 2,14% dan NPL net 0,83%. Rasio kecukupan modal (CAR) berada di level 25,09%, jauh di atas ambang batas.

Industri Asuransi dan Dana Pensiun

Aset industri asuransi Maret 2026 mencapai Rp1.195,75 triliun, naik 4,38% yoy. Risk Based Capital (RBC) asuransi jiwa tercatat 474,26% dan asuransi umum 316,32%, jauh di atas ketentuan minimum 120%. Sementara total aset dana pensiun tumbuh 10,49% yoy menjadi Rp1.684,89 triliun.

Pemberantasan Pinjol Ilegal dan Penipuan

OJK melalui Satgas PASTI telah menghentikan 951 entitas pinjaman online ilegal dan 3 investasi ilegal sepanjang 2026 hingga 29 April. Secara akumulasi sejak 2017, total pinjol ilegal yang ditutup mencapai 12.824 entitas.

Melalui Indonesia Anti-Scam Centre (IASC), OJK bersama perbankan berhasil memblokir 485.758 rekening penipuan dengan total dana korban yang diblokir Rp614,3 miliar. Dana yang telah dikembalikan ke korban mencapai Rp169,3 miliar.

Arah Kebijakan ke Depan

OJK akan terus memantau dinamika global dan melakukan stress test terhadap industri jasa keuangan. Kebijakan pendukung pasar saham seperti buyback tanpa RUPS dan trading halt diperpanjang. OJK juga mendorong reformasi transparansi pasar modal, termasuk kenaikan minimum free float menjadi 15%.

Di sektor riil, OJK mendukung program 3 juta rumah dan UMKM melalui penguatan kebijakan SLIK serta restrukturisasi kredit terdampak bencana yang telah terealisasi Rp17,43 triliun untuk 279 ribu rekening.

BEI Perketat Aturan Saham Free Float untuk Tingkatkan Likuiditas dan Tata Kelola Perusahaan Tercatat

JAKARTA – Bursa Efek Indonesia (BEI) telah menyempurnakan Peraturan Bursa Nomor I-A mengenai pencatatan saham dengan menetapkan ketentuan baru terkait saham free float. Kebijakan ini mewajibkan Calon Perusahaan Tercatat memenuhi minimum free float pada saat Penawaran Umum Perdana (IPO) dengan rentang berjenjang mulai dari 15% hingga 25%, sesuai dengan nilai kapitalisasi saham perusahaan sebelum tanggal pencatatan. Selain itu, perusahaan tercatat juga wajib mempertahankan batas minimum free float sebesar 15% secara berkelanjutan.

Saham free float adalah porsi saham yang dimiliki oleh publik dan dapat diperdagangkan secara bebas di pasar sekunder, tidak termasuk saham yang dikuasai oleh pemegang saham pengendali, pemegang saham utama, serta pihak terafiliasi. Komponen ini menjadi faktor penting karena tidak hanya berfungsi sebagai persyaratan pencatatan, tetapi juga berdampak langsung terhadap likuiditas dan kualitas perdagangan saham.

Empat Implikasi Penting Ketentuan Free Float

Listyorini Dian Pratiwi, Kepala Divisi Pengembangan Perusahaan Tercatat BEI, menyampaikan bahwa penyesuaian ini bertujuan memperkuat struktur pasar modal Indonesia.

“Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas Perusahaan Tercatat, mendorong penerapan tata kelola yang baik, peningkatan likuiditas, serta memberikan pelindungan yang lebih optimal bagi investor,” ujar Listyorini.

Ketentuan ini memiliki sejumlah implikasi penting:

  1. Peningkatan likuiditas – Porsi saham publik yang lebih besar berpotensi meningkatkan frekuensi dan volume transaksi, mendukung terbentuknya harga yang lebih mencerminkan mekanisme pasar.
  2. Basis investor lebih luas – Distribusi saham yang lebih merata membuka akses bagi investor domestik dan asing, berkontribusi terhadap pendalaman pasar dan stabilitas perdagangan.
  3. Tata kelola perusahaan lebih baik – Kepemilikan publik yang luas mendorong transparansi dan disiplin keterbukaan informasi.
  4. Kepercayaan investor meningkat – Struktur kepemilikan terdistribusi memberikan sinyal positif tentang komitmen perusahaan melindungi kepentingan pemegang saham publik.

Persiapan dan Pendampingan dari BEI

Bagi calon perusahaan tercatat, pemenuhan ketentuan free float perlu direncanakan sejak tahap awal IPO. BEI menyediakan berbagai bentuk pendampingan, termasuk sesi konsultasi, bimbingan, serta program IDX Incubator sebagai wadah pembinaan bagi perusahaan yang berpotensi untuk tercatat di bursa.

BEI mendorong perusahaan yang berencana go public agar memahami secara menyeluruh ketentuan yang berlaku, termasuk aspek free float, serta berkoordinasi dengan profesi penunjang pasar modal. Dengan perencanaan matang, perusahaan tidak hanya memenuhi persyaratan pencatatan tetapi juga membangun fondasi kuat bagi perdagangan saham yang sehat dan berkelanjutan.

Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar Menyebabkan Kematian 3 Orang! Terungkap Penumpang Terjebak Seperti di Neraka

EtIndonesia. Baru-baru ini, sebuah perjalanan kapal pesiar ekspedisi kutub berubah menjadi mimpi buruk di tengah laut. Kapal pesiar mewah “Hondius” dilaporkan mengalami wabah hantavirus, yang telah menyebabkan tiga penumpang meninggal dunia, sementara lebih dari seratus penumpang kini terjebak di laut. 

Seorang travel blogger merekam kondisi di atas kapal dan mengatakan bahwa rasa takut terasa begitu dekat. Di bawah bayang-bayang virus mematikan ini, kapan kapal bisa merapat ke daratan masih belum diketahui.

Seorang travel blogger asal Amerika, Jake Rosmarin, mengatakan:  “Saat ini saya berada di atas kapal ‘Hondius’ (MV Hondius). Semua yang sedang terjadi sekarang terasa sangat nyata bagi kami semua.”

Jake awalnya mengikuti perjalanan impian menjelajahi kawasan kutub Atlantik, namun wabah hantavirus yang tiba-tiba terjadi membuat sekitar 150 orang di atas kapal diliputi ketakutan.

Kapal yang dia tumpangi adalah “Hondius” (MV Hondius), milik perusahaan pelayaran ekspedisi Belanda Oceanwide Expeditions. Kapal tersebut berangkat dari Ushuaia, Argentina pada 20 Maret.

Pada 11 April, seorang pria Belanda berusia 70 tahun meninggal di atas kapal. Istrinya kemudian meninggal pada 27 April saat dalam perjalanan pulang.

Pada 2 Mei, seorang penumpang asal Jerman juga meninggal di atas kapal. Selain itu, seorang penumpang asal Inggris menerima perawatan darurat di Afrika Selatan dan dikonfirmasi terinfeksi hantavirus.

 “Masih ada dua pasien (awak kapal) di atas kapal yang akan dipindahkan untuk mendapatkan perawatan,” kata Direktur Departemen Kesiapsiagaan dan Pencegahan Epidemi serta Pandemi WHO, Maria Van Kerkhove. 

Hantavirus dapat menyebabkan gagal paru-paru atau gagal ginjal yang serius, dengan tingkat kematian mencapai 35%. Virus ini biasanya menular melalui kontak dengan urin, kotoran, atau air liur hewan pengerat.

Maria Van Kerkhove menambahkan:  “Penularan antar manusia jarang terjadi.”

Perwakilan WHO di Tanjung Verde (Cape Verde), Ann Lindstrand, mengatakan:  “Namun, memang ada laporan yang menunjukkan kemungkinan penularan antar manusia.”

Saat ini, risiko penyebaran virus masih dalam tahap evaluasi. Kapal pesiar tersebut belum diizinkan berlabuh dan masih berada di perairan lepas Cape Verde.

Reporter NTD Television, Meng Yu, melaporkan dari New York.

Aliansi Wartawan Surabaya dan Dafam Pacific Caesar Surabaya Gelar Bazar UMKM Peringati HJKS ke-733

0

SURABAYA, 3 Mei 2026 – Dalam rangka menyemarakkan Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) yang ke-733, Aliansi Wartawan Surabaya (AWS) berkolaborasi dengan Hotel Dafam Pacific Caesar Surabaya menyelenggarakan acara bertajuk “Gebyar Bazar UMKM HJKS 733”. Kegiatan yang berlangsung di area hotel ini menjadi wadah untuk memperkuat posisi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai pilar ekonomi kerakyatan.

Bazar ini mempertemukan kreativitas warga dengan akses pasar yang lebih luas. Para pelaku UMKM mendapatkan kesempatan untuk memamerkan produk unggulan mereka, mulai dari kuliner khas hingga kerajinan tangan, sekaligus mempererat solidaritas antarwarga Surabaya dalam suasana perayaan kota.

Arif Rusman, Camat Mulyorejo, memberikan apresiasinya terhadap penyelenggaraan acara ini.

“Saya sudah 2 tahun menjabat camat di Mulyorejo, belum pernah merasakan acara seperti ini. Untuk itu, kepada AWS dan Dafam Pacific Caesar Surabaya, teruslah jalankan event seperti ini, memberikan peluang perekonomian bagi warga Surabaya. Untuk UMKM Mulyorejo, Mulyo wargane, Rejo kampunge,” ujarnya.

Acara pembukaan pada Sabtu, 2 Mei 2026, berlangsung semarak dengan penampilan dari Group Angklung Harum Melati asal Sutorejo Indah Surabaya. Hadir pula para pimpinan daerah dan tokoh masyarakat, termasuk Camat Mulyorejo, lurah setempat, jajaran ketua RT dan RW, serta anggota Kader Surabaya Hebat (KSH) yang memberikan dukungan penuh bagi keberlangsungan UMKM di wilayah mereka.

Muhamad Muamar Khadafi, General Manager Dafam Pacific Caesar Surabaya, menyampaikan bahwa pihaknya bangga menjadi tuan rumah kolaborasi ini.

“Fokus kami bukan hanya pada bisnis perhotelan, tetapi bagaimana kehadiran kami di Mulyorejo ini bisa memberikan dampak nyata bagi pertumbuhan UMKM sekitar. Gebyar Bazar ini adalah langkah konkret kami untuk ‘naik kelas’ bersama para pelaku usaha lokal dalam momentum HJKS 733,” ujarnya.

Kemeriahan hari pertama ditambah dengan kegiatan Noraebang K-Pop yang dipandu oleh komunitas KOSEK (Korea Sekali) dari MTB Radio, menarik antusiasme anak muda dan pecinta budaya pop. Pada hari kedua, Minggu, 3 Mei 2026, fokus beralih pada kesehatan melalui sesi Stickrobic Workout yang diikuti dengan semangat oleh warga dan pengunjung.

Acara ini juga didukung oleh berbagai mitra strategis, di antaranya Indosat dan ACI (Ojek Online), serta sejumlah sponsor lain yang memiliki visi serupa dalam membangun ekosistem ekonomi digital dan lokal yang kuat di Surabaya.

MYZE Hotel Sumenep by ARTOTEL Luncurkan Paket Event dengan Harga Sahabat

SUMENEP, Mei 2026 – MYZE Hotel Sumenep by ARTOTEL menghadirkan paket penyelenggaraan event di ballroom hotel berbintang dengan harga mulai dari kisaran 20 jutaan rupiah. Langkah ini ditujukan untuk memberikan akses lebih luas bagi masyarakat Madura yang ingin memanfaatkan fasilitas premium untuk berbagai acara spesial.

Hotel yang berlokasi di Jalan Arya Wiraraja, Gedungan Timur, Kecamatan Batuan ini menawarkan beberapa opsi paket yang disesuaikan dengan kebutuhan calon pengguna, mulai dari perayaan kelulusan, pertemuan korporasi, pernikahan, hingga pesta ulang tahun.

Rincian Paket yang Ditawarkan

Berdasarkan siaran pers yang diterima, berikut rincian paket event di MYZE Hotel Sumenep:

  • Graduation & Special Events: Paket penggunaan ballroom eksklusif mulai dari Rp25.000.000.
  • Wedding & Engagement: Paket ballroom only mulai dari Rp30.000.000, atau paket per orang mulai dari Rp175.000/pax (minimal 50 pax) yang sudah termasuk venue dan hidangan prasmanan.
  • Corporate Meeting: Paket pertemuan mulai dari Rp250.000/pax dengan fasilitas lengkap.
  • Birthday & Private Party: Mulai dari Rp125.000/pax untuk anak-anak dan Rp175.000/pax untuk dewasa.

Manajemen hotel menegaskan bahwa meskipun ditawarkan dengan harga terjangkau, kualitas fasilitas tetap menjadi prioritas. Setiap pengguna mendapatkan akses ke ballroom elegan, sistem audio-visual terkini, serta sajian kuliner khas hotel.

Pernyataan Manajemen

Anndy Bramasto S.E., M.Par., General Manager MYZE Hotel Sumenep by ARTOTEL, menyampaikan bahwa kebijakan ini bertujuan mematahkan stigma bahwa acara di hotel berbintang sulit dijangkau.

“Dengan nominal 20 jutaan, kami membuka pintu lebar-lebar bagi masyarakat Sumenep untuk merasakan pengalaman penyelenggaraan acara yang profesional dan elegan. Anda tidak hanya menyewa sebuah ruangan, tetapi juga membeli ketenangan pikiran karena setiap detail acara akan ditangani dengan standar keramahan hotel kami,” ujarnya.

Latihan Militer Gabungan Terbesar yang Pernah Dilakukan antara AS dan Filipina Memperkuat Pertahanan di Selat Taiwan dan Laut Tiongkok Selatan

Latihan militer tahunan gabungan “Balikatan” antara Amerika Serikat dan Filipina tahun ini mencapai skala terbesar dalam sejarah. Militer AS untuk pertama kalinya menempatkan sistem rudal anti-kapal di Kepulauan Batanes, yang hanya berjarak sekitar 155 km dari Taiwan, guna memperkuat pertahanan rantai pulau pertama. Pada saat yang sama, pasukan AS dan Filipina juga melakukan latihan operasi anti-pendaratan dan anti-drone di arah Laut Tiongkok  Selatan.

EtIndonesia. Latihan gabungan “Balikatan” berlangsung dari 20 April hingga 8 Mei. Tahun ini jumlah negara peserta mencapai rekor tertinggi. Selain Amerika Serikat, Filipina, dan Australia, Kanada, Prancis, Selandia Baru, dan Jepang juga untuk pertama kalinya bergabung sebagai peserta resmi. Lebih dari 17.000 personel militer terlibat, termasuk sekitar 10.000 dari Amerika Serikat.

Sorotan terbesar adalah latihan serangan laut yang pertama kali dilakukan di Kepulauan Batanes, wilayah paling utara Filipina yang berjarak sekitar 155 km dari Taiwan. Militer AS juga menempatkan sistem Navy-Marine Expeditionary Ship Interdiction System (NMESIS) di wilayah tersebut, yang digunakan untuk melacak, mengunci, dan menghalau kapal perang musuh, sekaligus memperkuat pertahanan pesisir dan keamanan jalur pelayaran penting. Di tengah ketegangan yang terus berlangsung di Selat Taiwan, penempatan ini menegaskan pentingnya pertahanan rantai pulau pertama.

Sorotan lainnya, pasukan AS dan Filipina melakukan simulasi operasi anti-pendaratan di Pulau Palawan yang menghadap ke Laut Tiongkok Selatan, dengan menggunakan sistem roket peluncur ganda mobilitas tinggi HIMARS untuk menyerang target dekat pantai.

Pulau Palawan terletak dekat dengan wilayah sengketa antara Tiongkok dan Filipina di Laut Tiongkok Selatan. Militer Filipina menekankan bahwa wilayah ini bukan hanya zona ekonomi eksklusif (EEZ) yang penting, tetapi juga berkaitan dengan keamanan pangan dan energi negara.

 “Palawan menghadap ke Laut Filipina Barat (Laut Tiongkok Selatan), tepat berhadapan dengan Kepulauan Kalayaan… karena itu, melindungi wilayah ini sangat penting,” kata Kepala Staf Angkatan Bersenjata Filipina, Jenderal Brawne.

Selain pertahanan pulau dan pesisir, latihan juga mencakup perlindungan wilayah udara. Pasukan AS dan Filipina melakukan latihan pertahanan udara dan anti-drone di Provinsi Zambales, sekitar 230 km dari Scarborough Shoal yang dikuasai Tiongkok.

Kepala urusan publik militer Filipina, Trinidad, mengatakan:  “Ini adalah ancaman modern yang harus kami pertimbangkan. Melalui latihan ini, kami mempelajari cara pengoperasian drone dan bagaimana cara menanggulanginya.”

Latihan militer ini juga menampilkan sistem rudal BrahMos yang baru dibeli Filipina, serta kemampuan militer canggih dari negara sekutu, termasuk rudal anti-kapal darat Tipe 88 milik Jepang.

Reporter NTD Television Zheng Shengxun melaporkan dari Amerika Serikat.

Kapal Diserang, Trump Serukan Korea Selatan Bergabung dalam Operasi di Selat Hormuz

EtIndonesia. Pada Senin 4 Mei, Donald Trump melalui platform Truth Social menyerukan agar Korea Selatan bergabung dalam “Rencana Kebebasan” yang dipimpin Amerika Serikat untuk mengawal kapal dagang melintasi Selat Hormuz.

Ia menulis bahwa Iran telah menyerang kapal-kapal yang terlibat dalam “Rencana Kebebasan”, termasuk kapal dari negara yang tidak terkait, salah satunya kapal kargo Korea Selatan. Ia menyatakan bahwa mungkin sudah saatnya Korea Selatan ikut serta dalam operasi tersebut.

Trump juga menyebut bahwa Amerika Serikat telah menembak jatuh tujuh “kapal cepat” milik Iran, yang menurutnya merupakan sisa kekuatan senjata Iran. Ia menambahkan bahwa selain kapal Korea Selatan tersebut, sejauh ini kapal-kapal lain yang melintas di selat itu tidak mengalami kerusakan.

Menurut laporan media Korea Selatan, Kementerian Luar Negeri Korea Selatan pada  5 Mei mengonfirmasi bahwa sebuah kapal Korea Selatan mengalami ledakan dan kebakaran pada malam sebelumnya di perairan dekat Uni Emirat Arab di kawasan Selat Hormuz. Tidak ada korban jiwa, dan api telah berhasil dipadamkan. Hingga saat ini, pemerintah Korea Selatan belum memastikan penyebab insiden tersebut.

Kapal tersebut bernama HMM Namu, milik perusahaan pelayaran Korea Selatan HMM. Saat kejadian, kapal tersebut berbendera Panama dan membawa 24 awak, termasuk 6 warga Korea Selatan.

Dalam pernyataannya, Kementerian Luar Negeri Korea Selatan menyebutkan bahwa pemerintah akan berkoordinasi erat dengan negara-negara terkait dan mengambil langkah yang diperlukan untuk menjamin keselamatan kapal serta awak Korea Selatan di kawasan Selat Hormuz.

Pemerintah Korea Selatan juga menyatakan bahwa saat ini terdapat 26 kapal berbendera Korea Selatan yang masih terjebak di kawasan itu.

Sumber : NTDTV.com

Aksi Garda Revolusi Meningkat, Presiden Iran Masoud Pezeshkian Murka: “Tindakan Gila”

EtIndonesia. Laporan televisi internasional Iran menyebutkan pada  Senin 4 Mei, situasi di Teluk Persia meningkat, serta adanya serangan terhadap Uni Emirat Arab, yang semakin memperuncing konflik antara Presiden moderat Iran, Masoud Pezeshkian, dan kalangan militer tingkat tinggi.

Laporan tersebut mengutip sumber yang menyebutkan bahwa Pezeshkian menyatakan ketidakpuasan yang kuat terhadap tindakan Garda Revolusi Islam (IRGC). Ia menilai serangan rudal dan drone terhadap Uni Emirat Arab sebagai tindakan yang “sepenuhnya tidak bertanggung jawab”, serta dilakukan tanpa sepengetahuan dan tanpa koordinasi dengan pemerintah.

Disebutkan bahwa Pezeshkian menggambarkan peningkatan ketegangan oleh Garda Revolusi dengan negara-negara kawasan sebagai “tindakan gila”, dan memperingatkan bahwa hal ini dapat membawa konsekuensi yang tidak dapat dipulihkan.

Seiring situasi yang terus memburuk, Iran menghadapi risiko kembali terjerumus ke dalam perang. 

Dilaporkan bahwa Pezeshkian telah meminta pertemuan darurat dengan Mojtaba Khamenei, mendesaknya untuk segera menghentikan serangan Garda Revolusi terhadap negara-negara Teluk guna mencegah situasi semakin lepas kendali.

Di tengah kebuntuan politik dalam negeri Iran, para pengamat memperingatkan bahwa perpecahan dalam komando militer dapat mendorong Republik Islam menuju “kehancuran militer sendiri”.

Sumber : NTDTV.com

Ledakan Dahsyat di Pabrik Kembang Api di Hunan, Tiongkok Menyebabkan Puluhan Orang Tewas dan Terluka, Area Pabrik Hancur Total

Sekitar pukul 16:43 pada 4 Mei, terjadi ledakan besar di sebuah bengkel milik perusahaan kembang api di Kota Liuyang, Changsha, Provinsi Hunan, Tiongkok.  Hingga saat ini, kecelakaan tersebut telah menyebabkan  21 orang tewas dan 61 orang terluka.

EtIndonesia. Menurut laporan resmi terbaru dari pihak berwenang Tiongkok, hingga 5 Mei pukul 08:00 pagi, setelah tahap pertama penyelidikan, tercatat 21 orang meninggal dunia dan 61 orang mengalami luka-luka. 

Para korban telah dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. Polisi juga telah mengambil tindakan terhadap pihak penanggung jawab perusahaan tersebut.

Namun, karena pemerintah Tiongkok kerap dituduh menutupi skala bencana, jumlah korban sebenarnya diduga bisa jauh lebih besar dari angka resmi.

Video yang beredar di internet menunjukkan awan jamur putih besar membumbung tinggi hingga ratusan meter ke udara. Rumah-rumah warga di sekitar lokasi mengalami kerusakan, dengan kaca pecah dan pintu serta jendela berubah bentuk akibat gelombang kejut.

Rekaman udara yang dirilis media Tiongkok pada  5 Mei pagi memperlihatkan bahwa area inti pabrik telah hancur total, berubah menjadi puing-puing, tanpa satu pun bangunan yang utuh. Beberapa bagian masih mengeluarkan asap putih.

Menurut laporan media, terdapat dua gudang bahan mesiu hitam berisiko tinggi di area tersebut. Saat ini telah ditetapkan zona penyelamatan inti sejauh 1 km dan zona pengendalian sejauh 3 km.

Warga sekitar mengatakan bahwa setelah ledakan, kaca dan pintu rumah mereka hancur, bahkan batu seberat ratusan kilogram terlempar ke jalan. Ada juga warga yang mengaku meninggalkan desa karena ketakutan akibat suara ledakan yang sangat keras.

Setelah kejadian, korban luka dibawa ke dua rumah sakit setempat. Usia korban berkisar dari 20-an hingga 68 tahun, sebagian besar mengalami cedera tulang.

Kesaksian Warga: Tiga Bengkel dan Gedung Kantor Hancur, Ambulans Terus Berdatangan

Seorang warga bermarga Wang (nama samaran), yang tinggal sekitar 7–8 km dari lokasi, mengatakan bahwa Liuyang dikenal sebagai pusat industri kembang api dengan banyak pabrik serupa. Ia menyebut area sekitar telah ditutup total oleh aparat.

“Rumah sakit di dekat kami sudah penuh. Ada korban yang berhasil melarikan diri dari lokasi. Bahkan saat kami makan malam tadi, kami melihat korban dengan kepala diperban berlari keluar,” katanya.

Ia juga menyebut bahwa dalam satu bengkel terdapat sekitar 20 pekerja perempuan, namun hanya dua yang berhasil selamat. Secara keseluruhan, tiga bengkel dan satu gedung kantor hancur, dan salah satu pemilik pabrik dilaporkan tewas.

Menurutnya, ledakan terjadi dua kali. Ledakan pertama sangat keras, disusul ledakan kedua sekitar 10 menit kemudian dengan tiga suara dentuman.

Kesaksian Warga Lain: Rumah Hancur, Masih Terjadi Kebakaran

Seorang warga desa yang tinggal sekitar 1 km dari lokasi mengatakan bahwa rumahnya rusak parah: pintu dan jendela hancur, bahkan atap dan televisi ikut rusak.

“Saat itu saya hanya sempat menggendong bayi saya yang berusia satu tahun dan lari keluar,” katanya.

Ia menambahkan bahwa kebakaran masih berlangsung dan banyak rumah warga di sekitar mengalami kerusakan berat. Beberapa rumah bahkan ikut terbakar akibat percikan dari ledakan.

Kesaksian Karyawan: Banyak yang Tidak Sempat Melarikan Diri

Menurut warga tersebut, banyak orang yang belum ditemukan. Ia mendengar dari pekerja pabrik bahwa jumlah yang berhasil melarikan diri bahkan tidak sampai sepertiga dari total pekerja.

“Banyak tetangga saya masih belum ditemukan. Sebagian besar pekerja berusia 35 hingga 50 tahun,” katanya.

Ia memperkirakan jumlah korban sebenarnya baru akan diketahui dalam beberapa hari ke depan, meskipun kemungkinan tidak akan sepenuhnya dilaporkan oleh media resmi.

Ia juga menyebut bahwa wilayah tersebut dipenuhi pabrik kembang api. Untungnya, sebuah sekolah dasar di dekat lokasi sedang libur, jika tidak, dampaknya bisa lebih parah.

Sumber : NTDTV.com

Sekjen NATO: Menerima Instruksi dari Donald Trump untuk “Membuka Pangkalan”

EtIndonesia. Pada 4 Mei, Sekretaris Jenderal NATO, Mark Rutte, menyatakan bahwa negara-negara anggota NATO telah menerima arahan dari Presiden AS Donald Trump terkait perjanjian yang memungkinkan Amerika Serikat menggunakan pangkalan militer di Eropa. Negara-negara Eropa akan memastikan semua perjanjian bilateral terkait pangkalan tersebut dijalankan.

Rutte menyampaikan hal ini saat menghadiri KTT Komunitas Politik Eropa di Armenia. Ia mengatakan bahwa negara-negara anggota NATO termasuk Kroasia, Prancis, Jerman, Yunani, Italia, Montenegro, Portugal, Rumania, dan Inggris mendukung Amerika Serikat dengan mengizinkan penggunaan pangkalan mereka serta memberikan dukungan logistik lainnya.

Sementara itu, beberapa negara Eropa juga telah mengerahkan kapal penyapu ranjau dan kapal pemburu ranjau di sekitar Teluk Persia sebagai persiapan untuk tahap operasi berikutnya.

Di tengah perang dengan Iran, perbedaan pendapat di dalam NATO mulai terlihat. Misalnya, Spanyol menolak memberikan izin kepada militer AS untuk menggunakan pangkalannya, serta menutup wilayah udaranya dari segala operasi yang terkait konflik dengan Iran.

Saat itu, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menyatakan bahwa Amerika Serikat perlu meninjau kembali hubungan dengan NATO, karena negara-negara anggota tidak memberikan bantuan selama konflik dengan Iran.

Ia menuduh bahwa sebagai anggota NATO, Amerika berkomitmen untuk melindungi mereka, tetapi mereka justru menolak memberikan akses wilayah udara dan bahkan merasa bangga akan hal tersebut.

Pada 29 April, Trump menyatakan bahwa AS sedang mempertimbangkan penarikan pasukan dari Jerman. Pada 30 April, ia juga mengisyaratkan kemungkinan penarikan dari Italia dan Spanyol, dengan alasan kedua negara tersebut kurang memberikan dukungan selama konflik dengan Iran.

Dalam sebuah wawancara, Trump mengatakan: “Mengapa saya tidak boleh melakukan itu?” Ia menambahkan, “Italia tidak memberikan bantuan apa pun, dan Spanyol sangat buruk.”

Perlu dicatat bahwa sebelum Trump mengusulkan penarikan pasukan dari Jerman, Kanselir Jerman Friedrich Merz sempat secara terbuka mengkritik perang dengan Iran.

Namun setelah Departemen Pertahanan AS mengumumkan penarikan 5.000 tentara dari Jerman, Merz berupaya meredakan perbedaan dengan Amerika. Ia mengatakan kepada media penyiaran publik Jerman bahwa meskipun ada perbedaan dalam beberapa isu, Amerika Serikat tetap merupakan mitra penting. Jerman tidak akan meninggalkan upaya memperkuat hubungan transatlantik maupun kerja sama dengan Trump.

Sumber : NTDTV.com

Penonton di Tiongkok Terancam Tak Bisa Menonton Piala Dunia 2026! Harga Hak Siar Melonjak, Media CCTV Tak Mampu Membelinya

EtIndonesia. Piala Dunia FIFA 2026 akan resmi dibuka pada 11 Juni. Namun hingga saat ini, pihak CCTV yang memonopoli hak siar eksklusif di wilayah Tiongkok, masih belum mencapai kesepakatan harga dengan FIFA.

Tahun ini, harga hak siar yang diminta FIFA mencapai beberapa kali lipat dibandingkan Piala Dunia FIFA 2022 empat tahun lalu. Dengan kondisi pasar iklan saat ini, CCTV hampir mustahil menutup biaya tersebut. Akibatnya, ada kemungkinan untuk pertama kalinya penonton di Tiongkok daratan tidak bisa menyaksikan siaran langsung Piala Dunia.

Selain itu, India juga belum mencapai kesepakatan hak siar, sehingga dua negara dengan populasi terbesar di dunia kemungkinan sama-sama akan melewatkan siaran turnamen ini.

Menurut sejumlah sumber di kalangan olahraga Tiongkok, harga yang ditawarkan FIFA kepada pihak Tiongkok untuk hak siar tahun ini mencapai sekitar 2,5 hingga 3 miliar dolar AS—sekitar 2 hingga 3 kali lipat dari edisi sebelumnya.

Namun, CCTV yang memiliki hak negosiasi eksklusif di Tiongkok hanya bersedia membayar sekitar 60 hingga 80 juta dolar AS.

Komentator sepak bola terkenal, Wang Tao, menyatakan bahwa jika CCTV memaksakan menerima harga tersebut, kemungkinan besar akan mengalami kerugian besar di tengah kondisi pasar iklan saat ini.

Sejumlah pelaku industri juga menambahkan bahwa tim nasional Tiongkok telah gagal lolos ke Piala Dunia selama enam edisi berturut-turut, sehingga antusiasme penggemar menurun dan minat pengiklan juga rendah. Ditambah lagi, turnamen tahun ini digelar di Amerika Utara, sehingga sekitar 70% pertandingan berlangsung pada waktu dini hari hingga pagi hari waktu Beijing, yang membuat prospek rating penonton kurang menjanjikan.

Jika CCTV tidak membeli hak siar, platform lain juga tidak berhak membeli secara langsung, sehingga di Tiongkok tidak akan ada siaran langsung gratis yang legal untuk Piala Dunia.

Menurut laporan Reuters, data menunjukkan bahwa selama Piala Dunia 2022, penonton dari Tiongkok menyumbang sekitar 17,7% dari total penonton global.

FIFA menyatakan bahwa saat ini telah menyelesaikan kerjasama hak siar di lebih dari 175 wilayah di seluruh dunia, namun negosiasi dengan Tiongkok dan India masih berlangsung dan detailnya belum diungkapkan ke publik. 

Dilaporkan oleh reporter NTD, Liu Jiajia dari Amerika Serikat

Trump: Kita Mungkin akan Melepaskan Tembakan dalam  24 Jam! Peringatkan Jika Berani Menyentuh Militer AS, Kami akan Menghapus Anda dari Muka Bumi

EtIndonesia. Pada Senin (4 Mei), situasi di Timur Tengah tiba-tiba memburuk dengan cepat. Menurut konfirmasi dari United States Central Command, Iran beberapa kali menyerang kapal-kapal Amerika di Teluk Persia, dan militer AS kemudian menenggelamkan 7 kapal cepat Iran. Presiden Trump juga memperingatkan bahwa jika Iran terus melakukan provokasi dan menyerang kapal AS, mereka akan menghadapi “konsekuensi yang menghancurkan”.

Pada saat yang sama, setelah Uni Emirat Arab diserang rudal dan drone Iran, muncul laporan bahwa negara tersebut bersiap melakukan serangan balasan dalam waktu 24 jam, sehingga situasi di Teluk Persia semakin memanas secara menyeluruh.

Pada hari Senin, komandan United States Central Command, Laksamana Brad Cooper, menyatakan bahwa Iran telah beberapa kali menyerang kapal Amerika di Teluk Persia. Militer AS pun menenggelamkan 7 kapal cepat Iran sebagai respons.

Dalam wawancara dengan Fox News, Presiden Donald Trump memperingatkan Iran: jika berani menyerang kapal Amerika di Selat Hormuz dan sekitarnya, militer AS akan “menghapus Iran dari muka bumi”.

Trump menyatakan bahwa tindakan militer AS bertujuan kemanusiaan, karena Iran telah memaksa ratusan kapal kargo tertahan di Teluk Persia, dengan sekitar 20.000 awak kapal menghadapi kekurangan makanan dan kebutuhan lainnya.

Trump juga menulis di media sosial bahwa Iran telah menyerang kapal dagang Korea Selatan, dan mengatakan, “Mungkin sekarang saatnya Korea Selatan ikut bergabung dalam operasi (melawan Iran).”

Seolah merespons pernyataan Trump, pengacara Perdana Menteri Israel mengajukan permohonan ke pengadilan untuk membatalkan sidang pada Selasa (5 Mei). Ia menyebutkan bahwa, berdasarkan perkembangan politik dan keamanan terbaru, Yerusalem akan mengadakan serangkaian pertemuan politik dan keamanan, dan Benjamin Netanyahu harus hadir.

Pada hari Senin, Kementerian Pertahanan Uni Emirat Arab melaporkan bahwa Iran meluncurkan gelombang baru serangan rudal balistik, rudal jelajah, dan drone terhadap negara tersebut.

Menteri Luar Negeri Uni Emirat Arab mengecam keras Iran dan bersumpah akan memberikan balasan.

CNN mengutip sumber yang mengatakan bahwa Uni Emirat Arab berencana melancarkan serangan terhadap Iran dalam waktu 24 jam.

Iran pada hari yang sama juga menyatakan secara tegas akan membuka babak baru perang—yang belum pernah dilihat sebelumnya oleh musuh-musuhnya.

Pada  2 Mei, Presiden Trump mengungkapkan bahwa Iran melalui Pakistan kembali mengajukan “rencana kesepakatan 14 poin”.

Reporter bertanya: “Dalam kondisi apa Anda akan melanjutkan serangan militer terhadap target Iran?”

Presiden Trump: “Saya tidak ingin mengatakan itu. Maksud saya, saya tidak bisa memberitahu wartawan hal-hal seperti itu. Jika mereka (Iran) bertindak tidak pantas atau melakukan sesuatu yang buruk. Tapi sekarang, mari kita lihat saja. Namun, Anda tahu, itu tentu saja bisa terjadi.”

Dilaporkan oleh reporter NTD, Ren Hao dari Washington DC

Robot Tari Etnis Universitas Xinjiang Mengamuk, Bergerak Liar Seperti Orang Mabuk Saat Pertunjukan

EtIndonesia. Partai Komunis Tiongkok (PKT) sedang gencar mempromosikan penggunaan robot, namun karena teknologinya belum matang, berbagai kejadian lucu pun terus bermunculan. Pekan lalu, sebuah robot di salah satu perguruan tinggi di Xinjiang tiba-tiba kehilangan kendali saat pertunjukan tari kelompok etnis, dan malah “menari mabuk”.

Pada upacara pembukaan pekan olahraga di Institut Teknologi Xinjiang baru-baru ini, para mahasiswa mengenakan kostum etnis dan menari dengan formasi rapi.

Tiba-tiba, sebuah robot yang jelas-jelas kehilangan kendali menerobos ke dalam barisan. Ia bertingkah seperti orang mabuk—menendang dan memukul secara acak, terus terjatuh lalu cepat bangkit kembali, dan kembali “menari mabuk”.

Seorang petugas segera bergegas datang dan menangkap robot yang tampak “kacau” tersebut.

Warganet berkomentar: “Apakah ini yang disebut robot menari jurus mabuk?”

Ada juga yang bercanda: “Robot itu melihat gadis cantik jadi kehilangan kendali!”

Pada pertengahan April tahun ini, saat uji coba lomba maraton robot di Beijing, banyak robot yang terus-menerus terjatuh, menabrak dinding, bahkan ada yang kakinya terlepas, dan ada juga yang meledak di tempat.

Para petugas bahkan harus mengangkat robot-robot tersebut dengan tandu keluar dari arena, membuat suasana menjadi sibuk sekaligus menggelikan.

Dilaporkan oleh reporter NTD, Ren Hao