Setelah Makanan Ini Disingkirkan di Rumah, Anak-anak dengan ADHD Mengalami Perubahan Besar

EtIndonesia. Banyak orang tua merasa bingung dan frustasi ketika anak mereka didiagnosis menderita gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktivitas (ADHD). Namun, sebuah keluarga di Amerika Serikat secara tak sengaja menemukan perubahan mengejutkan pada anak mereka setelah mengubah pola makan di rumah.

Perubahan Tak Terduga Setelah Mengubah Pola Makan

Menurut laporan The Epoch Times edisi Inggris, dari tiga anak Jenny Dunlap, anak sulungnya John adalah yang paling sulit diatur. Ia sering membuat masalah, sulit bergaul dengan teman, bahkan dikeluarkan dari tim olahraga, dan guru-gurunya sering mengeluh tentang perilakunya. John didiagnosis menderita ADHD. Berbagai metode terapi dan obat telah dicoba, tetapi perilakunya tidak juga membaik.

Ketika anak bungsu keluarga Dunlap didiagnosa mengidap diabetes tipe 1, seluruh keluarga kemudian berhenti mengonsumsi gula dan biji-bijian. Setelah perubahan itu, John tiba-tiba berubah drastis — baik perilaku maupun interaksi sosialnya menjadi jauh lebih baik.

“Nilai-nilainya meningkat — dia mendapat nilai A. Semua gurunya senang. Dia jadi lebih teratur. Sembelitnya hilang. Masalah tidur pun lenyap. Bahkan kesulitan bergaul juga hilang. Perubahannya benar-benar seperti menyalakan saklar lampu,” ujar Dunlap.

Dampak Pengobatan ADHD

Pengobatan ADHD pada anak biasanya dilakukan melalui dua pendekatan:

  1. Terapi perilaku, biasanya dimulai sejak usia prasekolah.
  2. Terapi obat-obatan.

Sebuah penelitian terbaru yang diterbitkan di jurnal JAMA Network Open menemukan bahwa di delapan sistem perawatan kesehatan di Amerika Serikat, 68,2% anak usia prasekolah yang didiagnosis ADHD menerima resep obat dari dokter umum, dan 42,2% di antaranya mendapat resep dalam waktu 30 hari setelah diagnosis.

Saat John masih kecil, Dunlap sebenarnya berusaha menghindari penggunaan obat-obatan sejauh mungkin. Namun setelah mencoba berbagai cara seperti suplemen vitamin, terapi kognitif-perilaku, teknik pengendalian diri, hingga meditasi tanpa hasil, ia akhirnya mulai memberikan obat kepada John saat putranya duduk di kelas empat.

John mencoba beberapa jenis obat stimulan dan akhirnya menggunakan Concerta, yang oleh ibunya disebut sebagai “yang terbaik di antara obat yang buruk”. Meski begitu, efeknya tidak ideal. John mengalami suasana hati menurun, gangguan tidur, dan masalah buang air besar.

Dunlap mengaku kecewa karena selama bertahun-tahun menjalani perawatan medis, tidak satu pun dokter yang membicarakan tentang pengaruh pola makan terhadap kondisi anaknya.

“Terlalu mudah bagi mereka untuk memberi label dan langsung meresepkan obat,” katanya. “Tidak ada yang pernah mengatakan, ‘Hei, mari kita cari tahu dulu penyebab perilaku anakmu. Mungkin ada hal lain yang mempengaruhinya.’”

Pengaruh Pola Makan

Menurut Karen A. Dwyer-Tesoriero, seorang psikoterapis, pola makan yang buruk dan tinggi gula dapat menimbulkan atau memperburuk gejala ADHD.

Ia menjelaskan bahwa anak-anak yang sarapan dengan sereal tinggi gula sering mengalami lonjakan gula darah di pagi hari, lalu penurunan drastis beberapa jam kemudian. Akibatnya, mereka menjadi gelisah, sulit fokus, atau bahkan mengantuk di sekolah.

Dua peneliti, Bonnie J. Kaplan dan Julia J. Rucklidge, dalam buku mereka “The Better Brain” (Otak yang Lebih Baik), menyarankan agar klinik kesehatan mental memberikan pendidikan gizi dan cara memilih makanan alami kepada setiap pasien baru. Mereka memperkirakan bahwa sepertiga pasien kesehatan mental, termasuk penderita ADHD, tidak lagi memerlukan terapi tambahan setelah memperbaiki pola makan mereka.

Sementara itu, Julie Matthews, konsultan gizi bersertifikat dan penulis “Personalized Autism Nutrition Plan” (Rencana Nutrisi Autisme yang Dipersonalisasi), mengatakan bahwa langkah awal yang baik adalah menghilangkan pewarna, perasa, dan bahan tambahan buatan dari makanan anak.

Orang tua juga bisa mempertimbangkan diet bebas gluten dan bebas produk susu, atau mengikuti diet Feingold — yaitu pola makan berbasis bahan alami tanpa pewarna, perasa, dan pengawet buatan, serta rendah salisilat alami (zat kimia dari tumbuhan yang dapat memicu reaksi pada sebagian anak).

Dalam penelitiannya terhadap anak-anak autisme dengan berbagai pola makan sehat, Matthews menemukan bahwa diet Feingold secara signifikan mengurangi gejala hiperaktivitas dan gangguan perilaku.

Artikel ini diadaptasi dari tulisan berjudul “Can Changing Diet Really Heal ADHD? A Family’s Astonishing Discovery” (Apakah Mengubah Pola Makan Benar-benar Bisa Menyembuhkan ADHD? Sebuah Penemuan Mengejutkan dari Sebuah Keluarga), diterbitkan oleh The Epoch Times.

Jin Jing / Diterjemahkan oleh Lin Qing

Ketika Olahraga Ada Kalanya Menjadi Berbahaya: Cara Cerdas Menjaga Tubuh Tetap Bugar

Jenis olahraga yang tepat seharusnya membuat tubuh terasa segar—bukan kelelahan.

Oleh JoJo Novaes & Arthur Zhang


Selama lebih dari sepuluh tahun, seorang wanita yang menderita insomnia kronis berlari setiap pagi dengan harapan kebiasaannya  bisa membantunya tidur nyenyak di malam hari. Namun, yang terjadi justru sebaliknya—kakinya terasa panas di malam hari, dan tidurnya semakin terganggu.

Kondisinya baru membaik setelah ia berkonsultasi dengan seorang praktisi Pengobatan Tradisional Tiongkok (PTT), yang menyarankan agar ia mengganti lari jarak jauh dengan latihan peregangan ringan, tai chi, dan yoga. Dalam waktu tiga bulan, tidurnya mulai lebih tenang dan energinya kembali stabil.

Kisah ini diceritakan oleh Guo Yucheng, Direktur Klinik PTT Contemporary Han Yi Yuan di Taiwan, dalam program “Health 1+1” di NTD, media afiliasi The Epoch Times. 

Menurut Guo, banyak orang terobsesi dengan pandangan bahwa “olahraga identik dengan kesehatan.”

Dari jogging hingga latihan berat yang membuat tubuh basah kuyup oleh keringat, mereka percaya bahwa semakin keras berlatih, semakin sehat jantung dan paru-paru mereka. Padahal, pendekatan olahraga yang salah atau dilakukan secara berlebihan justru dapat menimbulkan kerusakan kronis pada tubuh.


Mengapa Lari Justru Memperburuk Insomnia?

Sekilas, kasus ini tampak membingungkan. Banyak penelitian menunjukkan bahwa olahraga membantu mengatur pola tidur. Lalu, mengapa lari justru memperburuk insomnia wanita tersebut? Menurut PTT, hal ini berkaitan dengan ketidakseimbangan antara yin dan yang dalam tubuh.

Dalam konsep PTT:

  • Yin bersifat menyejukkan, melembapkan, dan memulihkan—seperti air yang menutrisi tubuh dan mendukung istirahat malam yang dalam.
  • Yang bersifat menghangatkan, memberi energi, dan mengaktifkan—seperti api yang menggerakkan aktivitas di siang hari.

Idealnya, yin dan yang berada dalam keseimbangan. Olahraga memang baik bagi orang yang memiliki terlalu banyak yin dan kekurangan yang, karena dapat menstimulasi energi dan sirkulasi. Namun, bagi seseorang yang sudah kekurangan yin dan kelebihan yang, aktivitas berat seperti lari jarak jauh justru menguras yin lebih dalam.

Keringat berlebih membuat tubuh kehilangan “unsur air”, sementara “api” dalam tubuh tidak terkendali. Sensasi panas di kaki yang dialami wanita tersebut adalah tanda klasik kekurangan yin dengan kelebihan yang.


Saat “Lari Tiap Hari” Menjadi Masalah Kronis

Dari sudut pandang kedokteran modern, penjelasan ini juga masuk akal. Keringat dalam jumlah sedang membantu mengatur suhu tubuh dan membuang sisa metabolisme. Namun, keringat berlebihan justru menguras natrium, kalium, dan elektrolit penting lain yang dibutuhkan untuk kerja saraf, kontraksi otot, dan irama jantung. Ketidakseimbangan ini dapat memicu kram, gangguan irama jantung, dan kelelahan.

Dalam dunia olahraga, kondisi ini dikenal sebagai overtraining syndrome, yaitu ketika latihan terlalu berat tanpa waktu istirahat cukup. Hal ini mengacaukan kadar hormon seperti kortisol dan testosteron, yang menyebabkan gangguan tidur dan kecemasan. Dalam istilah PTT, ini sama dengan “kelelahan yin”.


Peringatan PTT tentang Keringat dan Lingkungan

Baik PTT maupun kedokteran modern sepakat bahwa olahraga tidak selalu memberikan manfaat yang sama bagi semua orang.

Panduan modern sering memberi aturan umum—misalnya, olahraga aerobik 30 menit tiga kali seminggu, atau latihan dengan detak jantung 60 persen dari maksimum. Meskipun bermanfaat, aturan “satu untuk semua” ini bisa menimbulkan masalah. Misalnya, olahraga berat saat menstruasi bisa memperparah ketidakteraturan haid; latihan di cuaca panas dan lembap dapat meningkatkan risiko serangan panas; dan berolahraga saat sakit bisa memperlambat pemulihan.

Menurut PTT, keringat berlebih di lingkungan yang tidak tepat dapat membahayakan tubuh. Banyak orang berolahraga di luar ruangan pada musim panas untuk “detoksifikasi lewat keringat.” Namun, Guo menjelaskan bahwa proses detoksifikasi sejati terjadi melalui hati, empedu, buang air kecil, dan buang air besar, bukan lewat keringat.

Keringat membuka pori-pori, membuat tubuh rentan terhadap serangan faktor luar seperti angin, dingin, panas, lembap, dan kekeringan—yang dalam PTT disebut “enam penyebab penyakit.” Masuknya udara dingin saat tubuh masih berkeringat bisa menyebabkan rematik, sakit kepala, atau nyeri sendi kronis.

Guo sendiri hanya berlatih tai chi di luar ruangan saat cuaca nyaman—tidak terlalu dingin dan tidak terlalu panas. Di waktu lain, ia lebih memilih berolahraga di dalam ruangan. Ia juga mencatat bahwa banyak pasiennya mengalami perburukan gejala setelah berolahraga di luar ruangan.

Tips aman setelah berkeringat:

  • Segera keringkan tubuh dan ganti pakaian basah.
  • Istirahat sejenak sebelum masuk ruangan ber-AC.
  • Hindari suhu AC yang terlalu rendah.
  • Jangan langsung minum air sangat dingin setelah olahraga.
  • Hindari duduk lama di tempat berangin atau dingin setelah berkeringat.

Detak Jantung yang Terlalu Cepat Bisa Berbahaya

Selain efek keringat berlebih, peningkatan detak jantung saat olahraga juga bisa menimbulkan ketidaknyamanan. Menurut Guo, saat detak jantung naik dari 72 ke 120 per menit, aliran darah lebih banyak mengalir ke otot dan kulit, sementara suplai ke organ dalam seperti hati, limpa, lambung, dan ginjal menurun.

Akibatnya, pencernaan bisa terganggu dan daya tahan tubuh melemah. Karena itu, tidak disarankan berolahraga segera setelah makan, makan langsung setelah berolahraga, atau memaksakan diri berolahraga saat tubuh lemah atau sedang sakit.


Olahraga Terbaik untuk Sebagian Besar Orang

Guo menyarankan latihan ringan dan menyehatkan dari dalam, terutama bagi orang setengah baya, lansia, atau mereka yang memiliki penyakit kronis. Contohnya: tai chi, peregangan tubuh, latihan tendon, dan yoga.

Latihan lembut seperti ini juga direkomendasikan oleh banyak ahli kesehatan Barat. Studi menunjukkan bahwa kelas tai chi dapat meningkatkan kekuatan fisik dan kualitas hidup pasien penyakit jantung koroner.

Tanda olahraga yang sehat:

  • Berkeringat ringan, detak jantung sedikit meningkat tanpa terengah-engah.
  • Tubuh terasa rileks, nafsu makan dan suasana hati normal.

Tanda olahraga berlebihan:

  • Terengah-engah, berkeringat deras, pusing, dan lelah.
  • Setelahnya, kehilangan nafsu makan, mudah marah, cemas, dan sulit tidur.

Lebih dari Sekadar Otot: Hubungan Olahraga, Pencernaan, dan Penuaan

Guo juga menyoroti sarkopenia—penurunan massa otot akibat usia. Banyak orang berusaha mengatasinya dengan angkat beban berat dan minum suplemen protein. Namun, menurut PTT, akar masalahnya sering terletak pada kelemahan organ pencernaan, seperti limpa dan lambung, yang berfungsi mengubah makanan menjadi energi, darah, dan otot.

Latihan beban tanpa memperhatikan kesehatan pencernaan justru bisa menurunkan nafsu makan dan melemahkan tubuh. Penelitian Barat juga menemukan bahwa lansia mengalami “resistensi anabolik”, yaitu kemampuan tubuh yang menurun dalam membentuk otot setelah berolahraga. Keseimbangan mikrobiota usus pun berperan penting dalam menjaga kesehatan otot.

Baik PTT maupun kedokteran modern sepakat bahwa mencegah sarkopenia tidak cukup hanya dengan olahraga dan protein, tetapi juga perlu menjaga fungsi pencernaan dan keseimbangan tubuh secara keseluruhan.


Makna Sejati dari Olahraga

Kesehatan sejati bukan tentang seberapa keras kita berolahraga, tetapi memilih jenis, intensitas, dan waktu latihan yang sesuai dengan kondisi tubuh. Baik dalam PTT maupun sains modern, pesannya sama:

Olahraga seharusnya menutrisi tubuh, bukan mengurasnya.  Hanya dengan cara itu, olahraga dapat menjadi jalan menuju kesehatan dan umur panjang.

(Video) Viral ‘Bocah Serigala’ Telanjang Terlihat Merangkak Hingga Menggerogoti Area Layanan Tol Jalan Raya Sichuan, Tiongkok

Baru-baru ini, sebuah keluarga membawa seorang “anak liar” ke area layanan jalan tol di Yaan, Sichuan, Tiongkok. Anak itu telanjang, berperilaku seperti anjing ketika makan dan berjalan. Setelah warga melapor ke polisi, pihak kepolisian menyatakan “tidak ada kondisi penyiksaan,” pernyataan yang memicu keraguan publik.

EtIndonesia.  Pada 15 Oktober, seorang saksi mengunggah video yang kemudian viral di daratan Tiongkok. Video menunjukkan di sebuah anak tangga di Kabupaten Shimian, Kota Yaan muncul seorang anak gelap, rambut kusut dan tubuh kotor, tanpa mengenakan pakaian.

Yang lebih aneh, semua gerak-gerik anak ini seperti seekor anjing: merangkak dengan kecepatan pada keempat anggota badan, langsung menggigit makanan yang diletakkan di tanah, dan membawa makanan dengan mulutnya. 

Bahkan saat menuruni anak tangga dalam posisi hampir tegak, anak ini menarik pakaian orang dewasa dengan tangan dan melompat kaku. Potongan gambar ini memperlihatkan anak itu sama sekali tidak bisa berjalan normal atau memakai tangan untuk mengambil benda.

Video juga menunjukkan dua orang dewasa menemani anak tersebut, salah satunya menggendong anak yang lebih kecil. Anak yang lebih kecil itu berpakaian dan terlihat normal.

Warganet curiga tinggi bahwa anak ini mungkin diculik atau disiksa oleh keluarganya. Tekanan opini publik membuat pihak berwenang Tiongkok daratan angkat bicara, namun penjelasan mereka menuai skeptisisme.

Menurut media lokal, ada saksi yang sempat melapor ke polisi setempat. Namun polisi menolak mengerahkan petugas ke lokasi dengan alasan anak hanya melintas wilayah mereka, sudah ada pendamping (wali), dan “tidak ada tindak pidana,” sehingga tidak perlu menurunkan personel.

Ada dua orang dewasa dan seorang anak kecil yang bepergian bersama anak yang terlibat. (Cuplikan layar dari video daring)

Media melaporkan keluarga empat orang itu berasal dari Dali, Yunnan, dan sedang berkendara melewati Yaan saat kejadian.

Pejabat setempat menyatakan kedua anak berusia masing-masing 3 tahun dan 1 tahun, kondisi hidup keluarga “saat ini tidak dalam kesulitan,” dan “ayah anak tidak melakukan kekerasan terhadap anak.” Mereka juga mengatakan anak yang telanjang karena orang tua menerapkan metode “pengasuhan alami.” Sejumlah pernyataan ini mendapat kecurigaan publik sebagai upaya menutupi sesuatu.

Ada dua orang dewasa dan seorang anak kecil yang bepergian bersama anak yang terlibat. (Cuplikan layar dari video daring)

Netizen berkomentar sinis: “Ini bukan penyiksaan? Mereka bahkan tidak merawat anak ini sebagai manusia,” “Anaknya sungguh malang, hidup seperti anjing.”

Ada juga yang meninggal pesan berbunyi : “Kalau dibiarkan, kebiasaan hewani ini tidak akan terkoreksi dan bisa jadi seumur hidup.”

Netizen lainnya menulis : “Anak ini pasti bukan darah daging, lakukan tes DNA,” “Hak asuh mereka harus dicabut,” “Ini penyiksaan, di luar negeri sudah bisa dipidana.” (Hui/asr)

Sumber : NTDTV.com

PM Israel: Pertempuran Belum Berakhir, Pastikan Semua Jenazah Sandera Dipulangkan

EtIndonesia. Israel pada Kamis (16 Oktober) mengumumkan sedang bersiap untuk membuka kembali perlintasan Rafah di perbatasan dengan Mesir, namun belum menetapkan tanggal pastinya. Dikarenakan Hamas belum menepati kesepakatan untuk menyerahkan semua jenazah sandera.

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menegaskan bahwa pemerintahnya bertekad memastikan semua jenazah sandera yang masih berada di Gaza dapat dikembalikan ke tanah air, serta menekankan bahwa “pertempuran belum berakhir.”

Pernyataan itu ia sampaikan dalam upacara peringatan nasional bagi korban serangan Hamas pada 7 Oktober tahun lalu, yang digelar di Taman Makam Pahlawan Gunung Herzl, Yerusalem.

“Pertempuran belum selesai, tapi satu hal jelas — siapa pun yang berani menyerang kami akan membayar harga yang sangat mahal. Kami bertekad untuk menang, dan kemenangan ini akan berdampak besar bagi masa depan kawasan,” tegasnya. 

Menurut laporan AFP, Forum Keluarga Sandera dan Orang Hilang Israel menyerukan kepada pemerintah agar menunda pelaksanaan tahap lanjutan perjanjian gencatan senjata bila Hamas gagal menyerahkan seluruh jenazah sandera yang tersisa.

Berdasarkan kerangka kesepakatan yang diumumkan oleh Presiden AS Donald Trump, tahap selanjutnya mencakup pemberian amnesti bagi para pemimpin Hamas yang sudah melucuti senjata, serta pembentukan mekanisme pemerintahan pascaperang di Gaza.

Perjanjian gencatan senjata itu juga menuntut Hamas untuk melucuti senjata dan menyerahkan kendali wilayah, namun kelompok bersenjata Palestina tersebut hingga kini menolak bekerja sama.

Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz memperingatkan bahwa jika Hamas tidak menepati perjanjian gencatan senjata yang didukung AS, Israel akan melanjutkan operasi militer.

Sebelumnya, Hamas mengklaim telah mengembalikan semua jenazah sandera yang berhasil ditemukan, dan menyatakan membutuhkan peralatan penggalian tambahan untuk mencari jenazah lainnya sesuai janji dalam kesepakatan.

Laporan menyebutkan Hamas telah mengembalikan 10 jenazah, namun pihak Israel mengatakan salah satunya bukan korban sandera. Saat ini masih ada 19 jenazah sandera yang belum dikembalikan.

Menurut Reuters, pada Rabu sejumlah truk bantuan kemanusiaan telah memasuki Gaza, dan Israel menyatakan telah memberi izin bagi 600 truk bantuan untuk masuk sesuai perjanjian gencatan senjata. Kepala Urusan Kemanusiaan PBB Tom Fletcher menyebut langkah ini sebagai “awal yang baik, namun masih jauh dari cukup.”

Saat ini, di Gaza yang hampir rata dengan tanah akibat perang, sumber daya medis sangat minim, dan sebagian besar dari 2,2 juta penduduknya telah kehilangan tempat tinggal. (Hui/asr)

Trump Beri Wewenang CIA Luncurkan Operasi Rahasia — Perang Melawan Narkoba di Venezuela Meningkat

EtIndonesia. Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Rabu (15 Oktober) mengonfirmasi bahwa ia telah memberi wewenang kepada CIA untuk melancarkan operasi rahasia di Venezuela. Ia menyatakan bahwa dalam beberapa minggu terakhir, militer AS telah melancarkan serangkaian serangan presisi terhadap kapal penyelundup narkoba di Laut Karibia, dan saat ini sedang mempertimbangkan untuk memperluas operasi tersebut ke wilayah darat.

Langkah ini menandai peningkatan tekanan maksimum pemerintahan Trump terhadap rezim diktator Nicolás Maduro.

Ketika ditanya mengapa memberi izin kepada CIA untuk beroperasi di Venezuela, Trump menjelaskan dua alasan utama:

  1. Rezim Venezuela telah mengirim para narapidana mereka ke Amerika Serikat, dan
  2. Sebagian besar narkoba yang masuk ke AS berasal dari Venezuela, terutama melalui jalur laut.

Trump juga menambahkan bahwa pemerintahannya sedang mempertimbangkan tindakan militer tambahan terhadap Venezuela, termasuk kemungkinan operasi darat.

Namun, ia tidak mengungkapkan apakah CIA diberi mandat untuk melakukan operasi langsung terhadap Presiden Maduro.

Dalam beberapa minggu terakhir, militer AS telah berulang kali menyerang kapal penyelundup narkoba asal Venezuela di Laut Karibia. 

Sejak awal September, setidaknya lima kapal pembawa narkoba telah dihancurkan dan 27 penyelundup tewas, di mana empat kapal di antaranya berasal dari Venezuela.

Serangan terbaru terjadi pada Selasa pekan ini, dan Trump menulis di platform Truth Social bahwa enam “teroris narkoba pria” di atas kapal tersebut telah tewas. Ia menegaskan bahwa metode intersepsi konvensional selama 30 tahun terakhir terbukti tidak efektif dalam menghentikan penyelundupan narkoba.

Departemen Kehakiman AS menuduh Maduro sebagai salah satu gembong narkoba terbesar di dunia. Kartel narkoba yang terkait dengannya disebut telah menyelundupkan sejumlah besar kokain yang dicampur fentanil ke Amerika Serikat. 

Saat ini, pemerintah AS menawarkan hadiah sebesar 50 juta dolar AS bagi siapa pun yang dapat memberikan informasi yang mengarah pada penangkapan dan penghukuman Maduro.

Maduro sendiri belum memberikan tanggapan langsung atas pengumuman Trump terkait operasi rahasia CIA di Venezuela, namun ia mengimbau Amerika Serikat untuk tidak melancarkan perang terhadap negaranya, sambil menegaskan bahwa ia menolak kudeta yang direncanakan oleh CIA.

Pemerintah Venezuela menyebut pernyataan Trump sebagai pelanggaran hukum internasional, dan menuduh bahwa tindakan Amerika Serikat hanyalah dalih untuk “pergantian rezim” dan perebutan sumber daya minyak Venezuela.

CIA memang telah lama aktif di Amerika Latin, terutama selama Perang Dingin, ketika lembaga itu membantu menggulingkan beberapa rezim dan kerajaan narkoba di Amerika Selatan.

Reuters sebelumnya juga melaporkan bahwa CIA telah melakukan operasi rahasia di Meksiko selama bertahun-tahun, termasuk dalam penelusuran terhadap Joaquin “El Chapo” Guzmán Loera, gembong narkoba terkenal dari Meksiko.

Laporan dari Liu Jiajia, New Tang Dynasty Television (NTD), Amerika Serikat.

Pertemuan Trump–Putin Akan Digelar di Budapest, Fokus Utama: Mengakhiri Perang Rusia–Ukraina

EtIndonesia. Presiden AS Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin pada Kamis (16 Oktober), melakukan pembicaraan telepon selama lebih dari dua jam. Trump menggambarkan percakapan itu sebagai “sangat produktif”. Selain itu, pada Jumat (17 Oktober), Trump dijadwalkan bertemu Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy di Gedung Putih. 

 “Dalam pembicaraan telepon hari Kamis, Trump dan Putin membahas sejumlah isu, termasuk pengaturan perdagangan AS–Rusia pasca perang dan keamanan kawasan. Putin dalam percakapan itu mengucapkan selamat kepada Trump atas keberhasilannya memfasilitasi gencatan senjata antara Israel dan Gaza, serta memuji upaya Ibu Negara Melania Trump yang telah membantu anak-anak di zona perang,” demikian koresponden NTD di Gedung Putih, Zhang Liang.

Presiden AS Donald Trump:  “Saya rasa percakapan telepon kali ini berjalan sangat baik. Mungkin dalam dua minggu ke depan saya akan bertemu langsung dengan Presiden Putin. Besok saya juga akan bertemu dengan Presiden Zelenskyy dan memberi tahu dia isi pembicaraan kami. Mereka (Putin dan Zelenskyy) tidak selalu akur — kadang sulit jika harus duduk bersama, jadi mungkin kami akan mengatur pertemuan terpisah, tapi setara.”

Trump menjelaskan bahwa Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio akan segera bertemu dengan mitranya dari Rusia untuk mempersiapkan KTT Trump–Putin, yang dijuluki “KTT Ganda” (Double Trump–Putin Summit).

Juru bicara Gedung Putih Karolina Leavitt sebelumnya mengkonfirmasi bahwa kedua pemimpin secara awal sepakat menggelar pertemuan di Budapest, Hungaria, dengan agenda utama membahas cara mengakhiri perang Rusia–Ukraina.

Menurut sumber Ukraina, pembahasan juga akan mencakup kemungkinan AS menyediakan rudal jarak jauh “Tomahawk” dan meningkatkan sistem pertahanan udara “Patriot” untuk Kiev.

Menanggapi hal itu, Trump mengungkap bahwa ia sempat bercanda kepada Putin, menanyakan apakah Rusia ingin “beberapa ribu Tomahawk untuk oposisi mereka sendiri”. Putin, katanya, jelas tidak menyukai ide itu.

Trump:  “Ya, saya benar-benar mengatakan itu. Dia (Putin) tidak menyukainya. Kadang untuk menengahi perdamaian, kamu harus bicara dengan nada ringan. Putin tentu tidak mau itu terjadi. Tomahawk adalah senjata yang mengerikan — sangat kuat secara ofensif, tapi juga bisa digunakan secara defensif.”

 “Sementara itu, Kremlin memperingatkan bahwa jika AS benar-benar mengirim rudal ‘Tomahawk’ ke Ukraina, hal itu akan dianggap sebagai eskalasi ke tahap baru konflik. Percakapan kedua pemimpin ini terjadi di tengah serangan udara Rusia terbaru terhadap fasilitas energi di Ukraina timur, yang menyebabkan pemadaman listrik di berbagai daerah,” ujar koresponden NTD di Gedung Putih, Zhang Liang.

“Sejak invasi penuh Rusia pada 2022, Moskow selalu melancarkan serangan terhadap sistem listrik Ukraina setiap musim dingin, sementara pasukan Ukraina akhir-akhir ini juga melancarkan serangan balasan ke kilang minyak Rusia,” lanjutnya.  (Hui/asr)

Laporan Zhang Liang dan Yi Xin, dari Gedung Putih, untuk NTD Television.

Seorang Karyawan Fasilitas Pemandian Air Panas Jepang Tewas Setelah Diseret oleh Seekor Beruang

Pada 16 Oktober 2025, seorang karyawan di fasilitas pemandian air panas di Kota Kitakami, Prefektur Iwate, Jepang, tiba-tiba menghilang. Pada 17 Oktober pagi, polisi dan asosiasi pemburu menemukan seekor beruang yang telah ditembak mati di dekat lokasi, serta sebuah jasad tak dikenal tidak jauh dari situ.

EtIndonesia. Baru-baru ini, seorang karyawan fasilitas pemandian air panas di Jepang tak terlihat selama sehari. Karyawan yang hilang diketahui bernama Katsumi Sasaki (60 tahun). Jejaknya hilang sejak 16 Oktober. 

Setelah menerima laporan, polisi segera menuju lokasi dan menemukan banyak bercak darah di lantai area pemandian serta di dekat pagar, bersama beberapa helai bulu hewan yang diduga milik beruang.

Polisi menduga korban diserang dan diseret oleh beruang saat sedang membersihkan pemandian terbuka.

Pada 17 Oktober pagi, sekitar pukul 8.00, sekitar 40 anggota polisi dan pemburu dikerahkan untuk melanjutkan pencarian. 

Menurut Ketua Asosiasi Pemburu Waga, sekitar pukul 09.00 pagi, seekor beruang ditemukan dan ditembak mati di gunung sekitar 100 meter dari pemandian Setouchi Onsen.

Tak jauh dari lokasi itu, mereka menemukan sebuah jenazah, yang diduga kuat merupakan pria yang sebelumnya dilaporkan hilang. (Hui/asr)

Lebih Baik Mewariskan Kebajikan daripada Kekayaan

EtIndonesia. Banyak orang bertanya : “Apakah nasib dan keberuntungan seseorang memiliki pola yang bisa diikuti?”

Untuk memahami nasib dan rezeki seseorang, kita tidak bisa hanya melihat satu generasi saja. Kita harus melihat tiga generasi sekaligus — orangtua, dirinya, dan anak-anaknya. Karena siklus hidup manusia baru lengkap dalam tiga generasi.

Jika kita mempelajari kisah tokoh-tokoh besar seperti Hu Xueyan, Sheng Xuanhuai, Zuo Zongtang, Li Hongzhang, Zeng Guofan, Lin Zexu, dan Liang Qichao,  serta menelusuri nasib mereka dan keturunannya, kita akan menemukan rahasia besar tentang hubungan antara kekayaan, kebajikan, dan nasib.

1. Dua Konglomerat Besar di Akhir Dinasti Qing

Pada masa akhir Dinasti Qing, ada dua orang terkaya di Tiongkok: Hu Xueyan dan Sheng Xuanhuai.

Keduanya sama-sama memiliki “pelindung politik”. Hu Xueyan bergantung pada Zuo Zongtang, sedangkan Sheng Xuanhuai berada di bawah naungan Li Hongzhang.

Namun, Zuo dan Li sendiri tidak akur secara politik. Persaingan di antara mereka pun menjalar ke dunia bisnis. Li Hongzhang tahu bahwa cara tercepat untuk menjatuhkan Zuo adalah menjatuhkan tangan kanannya — Hu Xueyan.

Di sinilah Sheng Xuanhuai berperan. Dia memanfaatkan kekuasaan Li Hongzhang untuk menghantam Hu Xueyan secara ekonomi. Saat Hu membeli sutra mentah dalam jumlah besar, Sheng menyebarkan rumor palsu bahwa Hu akan bangkrut, sekaligus memutus aliran kasnya melalui pengaruh politik.

Akibatnya, terjadi kepanikan massal dan penarikan uang besar-besaran di jaringan bank milik Hu Xueyan.  Bisnisnya runtuh seketika.  Hu Xueyan jatuh miskin dan wafat tak lama kemudian. Sedangkan Sheng Xuanhuai dan Li Hongzhang keluar sebagai pemenang besar menguasai hampir semua bidang penting: telegraf, pelayaran, tambang, hingga perkeretaapian.

2. Keturunan Kaya yang Lupa Arah

Namun kisah itu tidak berakhir di sana.

Setelah Sheng Xuanhuai meninggal tahun 1916, dia meninggalkan kekayaan bernilai ribuan ton perak — setara dengan ratusan tahun penghasilan rakyat biasa.

Putranya, Sheng Enyi, mewarisi hampir seluruh harta itu. Namun kekayaan yang melimpah justru membuatnya lupa makna hidup. Dia tidur di siang hari, berjudi di malam hari, dan dikenal sebagai “Playboy Nomor Satu di Shanghai”.

Suatu malam, dia kehilangan 100 bangunan di Shanghai karena kalah berjudi. Jika dihitung dengan nilai saat ini, jumlahnya mencapai ratusan miliar rupiah.

Tak lama kemudian, semua kekayaan ayahnya lenyap. Di masa tuanya, Sheng Enyi hidup miskin dan terlantar, bahkan meninggal sendirian di ruang penjaga rumah.

3. Nasib Tragis Keturunan Li Hongzhang

Li Hongzhang juga meninggalkan kekayaan besar: sekitar 4 juta tael perak, belum termasuk tanah, rumah, dan usaha di berbagai kota besar.

Namun cucunya, Li Zijia, hidup foya-foya. Dia menghisap candu, menghabiskan waktu di rumah bordil, dan akhirnya kecanduan judi. Dalam waktu singkat, seluruh kekayaan keluarganya habis.

Ironisnya, setelah jatuh miskin, dia justru menumpang di rumah cucu Zuo Zongtang — musuh politik kakeknya. Keduanya hidup sederhana dalam satu rumah bobrok. Dan tragisnya, Li Zijia akhirnya mengakhiri hidupnya dengan menenggelamkan diri di kolam.

4. Zeng Guofan — Kaya dalam Kebajikan, Bukan dalam Harta

Berbeda dari mereka, Zeng Guofan, seorang tokoh besar di masa Dinasti Qing,  sejak awal sudah bertekad: “Aku tidak akan meninggalkan uang bagi anak cucuku.”

Dia percaya bahwa uang yang diwariskan hanya akan melemahkan karakter anak-anak.

Dia berkata: “Keluarga pejabat jangan menimbun harta, agar anak cucu sadar bahwa mereka hanya bisa bergantung pada kemampuan sendiri.”

Dia lebih memilih mewariskan pendidikan, kerja keras, dan moralitas.

Hasilnya? Lebih dari 200 tahun kemudian, dari keturunannya lahir lebih dari 240 tokoh berprestasi di berbagai bidang — mulai dari akademisi, pejabat, ilmuwan, hingga tokoh budaya.

Kebajikan yang diwariskan Zeng jauh lebih berharga daripada kekayaan yang ditinggalkan para bangsawan sezamannya.

5. Liang Qichao dan Generasi Cemerlang

Tokoh reformis Liang Qichao juga memiliki prinsip serupa. Dia melarang anak-anaknya menikmati uang tanpa usaha sendiri.

Dia percaya: “Orang yang hidup dari uang tanpa keringat akan kehilangan nilai dirinya.”

Hasilnya luar biasa — dari 9 anaknya, muncul 3 akademisi bergelar ilmuwan nasional dan seluruh putra-putrinya berjasa bagi negeri. Keluarganya dikenal sebagai salah satu keluarga paling berprestasi dalam sejarah Tiongkok modern.

6. Warisan yang Tak Terlihat: Kebajikan

Cucu Zeng Guofan, Nie Yuntai, menulis refleksi mendalam setelah hidup di Shanghai selama 50 tahun: “Saya telah melihat banyak orang kaya.  Ada yang bangkrut dalam 5 tahun, ada yan bertahan 20 tahun, tapi akhirnya semua kehilangan segalanya.  Dari seratus keluarga kaya di masa lalu, hampir tak ada satu pun yang masih sejahtera tiga generasi kemudian.”

Sebaliknya, dia memuji Lin Zexu, pahlawan nasional yang menolak keuntungan dari perdagangan candu. Lin wafat tanpa meninggalkan harta, namun anak cucunya terus berjaya dalam bidang ilmu dan pemerintahan, hingga generasi keempat masih ada keturunan yang berprestasi tinggi dan bermoral mulia.

Sementara keluarga kaya yang dulu menghasilkan uang dari candu, seperti keluarga Wu, Pan, dan Kong, sekarang sudah lenyap tanpa bekas.

Lin Zexu pernah berkata: “Jika anak cucuku seperti aku, untuk apa meninggalkan uang? Orang bijak yang banyak harta akan kehilangan semangatnya. Jika anak cucuku bodoh, untuk apa meninggalkan uang? Orang bodoh yang banyak harta hanya akan menambah dosanya.”

7. Kesimpulan: Warisan Sejati Adalah Moral, Bukan Harta

Orang Tiongkok sering berkata: “Kekayaan tidak akan bertahan lebih dari tiga generasi.”

Dan benar — uang bisa habis, tapi kebajikan abadi. Harta tanpa moral hanya membawa kehancuran, sedangkan moral tanpa harta bisa menumbuhkan kembali kemakmuran.

Zeng Guofan, Liang Qichao, dan Lin Zexu telah membuktikan bahwa mewariskan nilai jauh lebih penting daripada meninggalkan uang.

“Menimbun kekayaan untuk anak cucu hanya meninggalkan bencana, tapi menimbun kebajikan untuk mereka berarti meninggalkan keberkahan.”

Lebih baik mewariskan moral daripada mewariskan harta —  karena harta bisa lenyap, tapi kebajikan akan hidup selamanya.

Catatan Reflektif:

Kekayaan ibarat pedang bermata dua. Di tangan orang berakal, dia menjadi alat kebaikan Namun di tangan orang tanpa moral, dia berubah menjadi senjata kehancuran.

Jika kita berhasil mendidik anak dengan benar, maka harta yang kita tinggalkan akan menjadi berkah. Tapi jika pendidikan gagal, maka warisan yang sama akan berubah menjadi kutukan.

Maka, jangan hanya tinggalkan uang — tinggalkan nilai. Karena harta bisa habis dalam waktu singkat, tapi kebajikan akan terus mengalir, bahkan setelah kita tiada. (jhn/yn)

Trump Kejar Gembong Penipuan Internasional, Tak Sengaja Ungkap Markas Polisi Rahasia Partai Komunis Tiongkok di Taiwan

EtIndonesia. Dalam operasi bersama Amerika Serikat dan Inggris untuk menindak jaringan penipuan lintas negara, perusahaan Prince Group yang bermarkas di Kamboja menjadi sasaran. Ketua grup tersebut, Chen Zhi, telah didakwa oleh Departemen Kehakiman AS dan sembilan perusahaan Taiwan masuk dalam daftar sanksi. 

Penelusuran lebih lanjut mengungkap bahwa Chen pernah beraktivitas di Taiwan, dan markas perusahaan cabangnya berlokasi di kawasan strategis Bo’ai, Taipei—di jalan yang sama dengan Kantor Kepresidenan Taiwan.

Dari laporan-laporan sebelumnya, hal ini juga tanpa sengaja menyingkap markas polisi rahasia PKT yang tersembunyi di Taiwan.

 “Perusahaan Prince Real Estate Investment di Taiwan—bagian dari Prince Group yang disanksi AS—hingga Mei tahun lalu masih beroperasi di Jalan Chongqing Selatan, Taipei, hanya berjarak kurang dari 300 meter dari Kantor Kepresidenan Republik Taiwan,” ujar reporter NTD Tang Jie-an. 

Gerbang kantor kini tertutup rapat, namun papan nama Prince Group masih tergantung. Siapa sangka, di jalan yang sama dengan istana kepresidenan, ternyata tersembunyi kantor jaringan kejahatan lintas negara asal Kamboja. 

Chen Zhi, yang kini didakwa sebagai gembong penipuan internasional, pernah tinggal di Taiwan dan setidaknya masuk ke negara itu lebih dari 10 kali. Dari sembilan perusahaan Taiwan yang disanksi, beberapa di antaranya juga terdaftar di alamat Jalan Chongqing Selatan ini.

Tang Jie-an melaporkan:  “Setiap beberapa waktu, masih ada orang datang ke sini untuk mengambil surat. Media melaporkan bahwa Chen Zhi memang pernah tinggal di Taiwan, dan nama dia juga tercantum sebagai penerima surat di alamat ini.”

Chen Zhi, warga Fujian, Tiongkok, mendirikan Prince Group di Kamboja pada tahun 2015. Kini dia sedang dalam pelarian setelah perusahaannya dijerat sanksi AS-Inggris. Jejak aktivitasnya di Taiwan membuat publik heboh dan merasa “semakin menyeramkan kalau dipikir lebih dalam.”

Meskipun sembilan perusahaan Taiwan itu telah memindahkan alamat resmi ke Distrik Da’an, Prince Group tampaknya belum sepenuhnya meninggalkan lokasi lamanya di kawasan Bo’ai. Waktu kepindahan mereka juga mencurigakan—terjadi tepat setelah pemberitaan besar tahun lalu, dan kantor pun ditinggalkan kosong.

 “Saya bekerja di departemen keamanan politik PKT selama 15 tahun. Sebagai penyamaran, polisi rahasia menempatkan saya di perusahaan real estat milik mereka sebagai kepala perencana. Hubungan antara perusahaan ini dan polisi rahasia sangat erat. Bos besar perusahaan tahu siapa saya dan apa misi saya,” ungkap Eric, mantan agen Biro Keamanan Politik Kementerian Keamanan Publik Tiongkok, yang melarikan diri ke Australia pada 2024. 

Pada 2024, Eric mengaku pernah menjadi pejabat di Prince Real Estate Phnom Penh dan menggunakan posisinya untuk menutupi aktivitas penindasan lintas negara oleh polisi rahasia PKT. Ia bahkan mengungkap adanya rencana untuk menculik kartunis Tiongkok “Biantai Lajiao” (Lada Gila) dari Taiwan.

Kartunis “Biantai Lajiao” (Wang Liming) mengatakan pada 2024:  “Mereka punya rencana cadangan di Taiwan. Kalau saya pergi ke Taiwan, mereka bilang sudah punya koneksi dengan cabang Prince Group di sana dan yakin bisa menculik saya dari Taiwan ke laut lepas.”

Pengungkapan ini memicu kehebohan di kalangan warganet, yang menilai tempat itu sebenarnya adalah pos polisi rahasia Tiongkok di Taipei. 

Dakwaan AS juga menyebutkan bahwa Prince Group berkolusi dengan Kementerian Keamanan Negara dan Kementerian Keamanan Publik PKT, bahkan Chen Zhi pernah menyombongkan diri mendapat bocoran operasi penegakan hukum dari pejabat intelijen PKT sebagai imbalan suap.

Wakil Ketua Dewan Urusan Daratan (MAC) Liang Wen-chieh menegaskan:  “Terkait Prince Group, saya yakin kejaksaan dan badan keamanan nasional akan segera menyelidikinya. Kini banyak warga Tiongkok daratan yang memperoleh paspor Kamboja untuk mencoba masuk ke Taiwan. Ini harus diawasi dengan ketat.”

MAC menyatakan akan memperketat pengawasan terhadap warga Tiongkok asal Kamboja yang datang ke Taiwan.

Sementara itu, laporan investigatif dari jurnalis Kanada yang dikutip oleh Departemen Keuangan AS menyebutkan bahwa Chen Zhi memiliki hubungan dengan Departemen Front Persatuan PKT. Tiga warga Taiwan yang terlibat membantu mengelola operasi di Palau. Mereka menggunakan perusahaan cangkang untuk menyusup ke negara sahabat Taiwan dan bahkan menyewa lahan yang berdekatan dengan fasilitas militer AS.

Laporan oleh Zeng Yi-hao, Lin Jia-wei, dan Tang Jie-an dari NTD Asia Pasifik, Taipei, Taiwan.

Trump Kirim Pesan ke Hamas: “Taat atau Hilang dari Peta” — Sambil Rangkul Dunia Arab ke Israel

EtIndonesia. Situasi Gaza kembali memasuki fase diplomatik yang sangat krusial. Pada dini hari Jumat, 17 Oktober 2025, sayap politik Hamas secara resmi mengumumkan bahwa mereka akan tetap mematuhi gencatan senjata penuh dengan Israel, sekaligus menyatakan komitmen untuk menyerahkan seluruh jenazah sandera Israel sesuai kesepakatan sebelumnya.

Dalam pernyataan publik yang dirilis dari Doha, juru bicara Hamas menegaskan bahwa pihaknya “tidak ingin memberi ruang bagi dimulainya kembali operasi militer besar-besaran” dan akan mempercepat proses identifikasi serta evakuasi jenazah yang masih tertimbun di reruntuhan.

Trump Sambut Positif — Siapkan Perluasan Abraham Accords Tahap Kedua

Hanya beberapa jam setelah pengumuman Hamas, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump merespons melalui konferensi pers di Gedung Putih.

“Abraham Accords adalah keajaiban diplomatik. Empat negara yang pertama menandatangani masih bertahan dan bahkan berkembang sangat baik.  Saya ingin Arab Saudi segera bergabung, dan bila itu terjadi, seluruh dunia Arab akan ikut menyusul,” Ujar Trump

Trump menegaskan bahwa Putaran Kedua Abraham Accords akan difokuskan pada normalisasi hubungan penuh antara Israel dengan negara-negara Teluk, Afrika Utara, dan Asia Selatan, termasuk pembukaan koridor perdagangan ekonomi baru yang bahkan dapat menghubungkan Tel Aviv dengan Riyadh, Dubai, hingga New Delhi.

Tapi Trump Kirim Ultimatum Keras ke Hamas

Meski menyambut gencatan senjata, Trump memberi nada ultimatum yang sangat keras.

“Jika Hamas gagal menyerahkan SEMUA jenazah sandera sesuai perjanjian Gaza, maka Israel berhak dan akan saya izinkan untuk memulai kembali operasi militer besar.
Tidak ada negosiasi ulang. Tidak ada kelonggaran,” katanya. 

Informasi internal menyebut bahwa Israel Defense Forces (IDF) saat ini masih dalam status siaga penuh, dengan operasi militer besar tahap kedua yang sudah siap dieksekusi “dalam hitungan jam” bila Hamas dianggap melanggar.

Analisis: Titik Penentu Masa Depan Timur Tengah

  • Jika Hamas patuh penuh, Gaza bisa memasuki fase rekonstruksi historis terbesar sejak 2005.
  • Jika gagal, operasi militer besar-besaran Israel akan kembali dimulai — kali ini dengan legitimasi penuh dari AS dan negara Arab pro-Abraham Accords.
  • Masuknya Arab Saudi ke Abraham Accords akan menjadi perubahan geopolitik terbesar dalam 50 tahun terakhir, berpotensi mengakhiri isolasi permanen Israel di Timur Tengah.

Kisah “Manusia Tiga Musim” — Jangan Berdebat dengan Orang yang Tak Mau Mengerti

EtIndonesia. Apa sebenarnya yang dimaksud dengan “manusia tiga musim” ? Istilah ini digunakan untuk menggambarkan orang yang sempit wawasan namun keras kepala, selalu merasa dirinya benar, dan sulit menerima pandangan orang lain. 

Dalam hubungan sosial, orang seperti ini paling tidak layak diajak berdebat,  karena seperti kata pepatah Tiongkok: Jangan bicara tentang es kepada serangga musim panas; dia takkan pernah mengerti apa itu dingin.

Kisah di Negeri Kongzi

Konon, di kampung halaman Kongzi (Konfusius) di Qufu, ada sebuah kisah menarik yang sering dijadikan perumpamaan tentang orang seperti ini.

Suatu hari, seorang murid Konfusius sedang menyapu halaman di depan rumah gurunya.

Datanglah seorang tamu asing, yang kemudian bertanya: “Kamu siapa?”

Dengan penuh kebanggaan, sang murid menjawab:“Aku adalah murid dari Tuan Konfusius!”

Mendengar itu, tamu itu berkata dengan sopan:“Bagus sekali! Bolehkah aku bertanya satu hal padamu?”

Sang murid yang merasa percaya diri menjawab : “Tentu saja, silakan bertanya.”

Tamu itu bertanya : “Menurutmu, dalam satu tahun ada berapa musim?”

Sang murid hampir tertawa.

“Pertanyaan macam apa itu? Tentu saja empat musim — musim semi, musim panas, musim gugur, dan musim dingin.”

Namun tamu itu menggeleng kepala: “Salah, satu tahun hanya punya tiga musim.”

Murid itu langsung menyangkal: “Empat musim!”

 Tamu itu bersikeras: “Tiga musim!”

Keduanya berdebat, saling tak mau mengalah. 

Akhirnya mereka sepakat untuk bertaruh: jika benar empat musim, tamu itu harus bersujud tiga kali; jika benar tiga musim, sang murid yang harus bersujud.

Sang murid merasa yakin akan menang. Maka dia segera membawa tamu itu menemui gurunya, Konfusius.

Jawaban Mengejutkan dari Konfusius

Ketika mereka sampai, kebetulan Konfusius keluar dari rumah.

Sang murid segera bertanya dengan penuh semangat:“Guru, tolong beri keputusan. Dalam setahun ada berapa musim?”

Konfusius memandangi tamu itu sejenak,  lalu dengan tenang menjawab: “Setahun ada tiga musim.”

Sang murid terkejut bukan main — hampir pingsan!  Namun karena gurunya sudah bicara, dia tak berani membantah.

Tamu itu pun tertawa senang sambil berkata: “Nah, sekarang waktunya kamu bersujud!”

Murid itu akhirnya bersujud tiga kali dengan rasa bingung.

Setelah tamu itu pergi,  dia segera bertanya penuh rasa heran: “Guru, bukankah jelas-jelas ada empat musim? Mengapa Anda mengatakan tiga musim?”

Kebijaksanaan yang Tersembunyi di Balik Jawaban

Konfusius tersenyum dan menjawab lembut: “Kamu tidak melihat tadi?

Orang itu seluruh tubuhnya berwarna hijau — dia adalah seekor belalang!

Belalang lahir di musim semi dan mati di musim gugur. Sepanjang hidupnya tidak pernah merasakan musim dingin. Baginya, dunia memang hanya punya tiga musim.

Kamu boleh mengatakan padanya bahwa ada empat musim, tapi sekalipun kamu jelaskan sampai malam, dia tak akan pernah mengerti.

Maka biarlah kamu rugi sedikit — bersujud tiga kali pun tidak masalah, asal hatimu tetap tenang.”

Makna dari Kisah Ini

Apakah kisah ini benar-benar terjadi? Tak penting apakah ini fakta sejarah atau sekadar legenda. Yang lebih penting adalah pelajaran berharganya.

Dalam hidup, kamu akan selalu bertemu “manusia tiga musim” — orang yang berpikir sempit, keras kepala, dan menolak semua pandangan yang berbeda dengan miliknya.

Jika kamu berdebat dengan mereka, hasilnya hanya satu: kamu lelah dan mereka tetap tak berubah. Jadi, daripada menguras energi dan emosi, belajarlah untuk tersenyum, mengalah, dan melangkah pergi.

Jangan Biarkan Orang Lain Mengendalikan Emosimu

Banyak orang setelah mendengar kisah ini merasa tercerahkan.  

Mereka berkata: “Dulu saya mudah marah kalau bertemu orang keras kepala, sekarang saya cuma tersenyum — oh, itu hanya manusia tiga musim.”

Sejak saat itu, hidup mereka menjadi lebih ringan, karena mereka tidak lagi membiarkan orang bodoh mengacaukan ketenangan hati mereka.

Kesimpulan: Kebijaksanaan Ada pada Hati yang Tenang

Jangan berdebat dengan orang yang tidak bisa memahami — itu seperti mengajari belalang tentang salju.

Menang dalam debat belum tentu membuatmu bahagia, tapi tenang dalam hati pasti membuatmu bijaksana.

Ingatlah, tidak ada yang bisa menguasai emosimu kecuali dirimu sendiri.

Belajarlah dari Konfusius — kadang, mengalah bukan berarti kalah,  tapi tanda dari kebijaksanaan yang sudah matang. (jhn/yn)

Kalau Punya Uang, Jalani Hidupmu dengan Baik; Kalau Tak Punya Uang, Jagalah Hati agar Tetap Baik

EtIndonesia. Kalimat sederhana ini — “Kalau punya uang, jalani hari-harimu dengan baik; kalau tak punya uang, jalani hatimu dengan baik,” mungkin terdengar biasa, namun di dalamnya tersimpan kebijaksanaan besar tentang hidup.

Dia mengajarkan kita cara menghadapi berbagai fase kehidupan dengan tenang, bagaimana menemukan kedamaian batin, baik dalam kelimpahan maupun dalam kekurangan.

Ketika Kita Punya Uang — Jalani Hidup dengan Baik

Saat kondisi ekonomi sedang baik, menjalani hidup dengan sebaik-baiknya adalah bentuk rasa syukur dan cinta pada kehidupan.

Kita punya kemampuan untuk meningkatkan kualitas hidup — memberi keluarga tempat tinggal yang nyaman, menikmati makanan lezat dari berbagai belahan dunia, atau melakukan perjalanan ke tempat yang selama ini hanya kita impikan, menyaksikan gunung, danau, dan lautan yang memperluas pandangan hidup.

Kita juga bisa berinvestasi pada diri sendiri, belajar keterampilan baru, mengembangkan hobi, dan membuat hidup lebih berwarna. Bahkan, bila mampu, berbagi dengan sesama, menolong orang yang membutuhkan, menyebarkan kebaikan yang memberi makna lebih dalam daripada sekadar kenikmatan materi.

Menjalani hidup dengan baik bukan berarti berfoya-foya, tetapi menjalani hidup dengan penuh kesadaran, rasa syukur, dan kasih. Karena hidup yang dijalani dengan hati, akan membuat setiap hari — betapapun biasa — berkilau dengan makna.

Ketika Tak Punya Uang — Jalani Hati dengan Baik

Namun tidak semua waktu hidup berada di puncak. Kadang, roda berputar turun — keuangan menipis, pekerjaan tak lancar, impian terasa jauh. Saat itu, kita perlu belajar seni menjaga hati.

Mungkin kita tidak bisa lagi makan di restoran mahal, atau membeli apa pun yang diinginkan.
Namun, hidup yang berkualitas tidak selalu bergantung pada uang, melainkan pada sikap dan cara kita melihat hidup.

Belajarlah menemukan kebahagiaan dari hal-hal kecil: sinar matahari pagi yang hangat, bunga liar yang mekar di pinggir jalan, tawa anak, atau pelukan orang yang kita cintai. Kebahagiaan sejati sering kali tak butuh biaya — hanya butuh rasa peka untuk merasakannya.

Gunakan waktu sulit untuk menyuburkan hati: baca buku yang baik, dengarkan musik yang menenangkan, atau berbincang dengan teman yang mengerti.

Menjaga hati tetap baik adalah kemampuan untuk tetap bahagia meski hidup sederhana. Itu bukan tentang berpura-pura kuat, tapi tentang menerima kenyataan dengan lapang dada dan tetap bersyukur meski sedikit.

Kunci Hidup: Sikap, Bukan Harta

Baik ketika kita kaya maupun ketika kita kekurangan, yang paling menentukan tetaplah sikap hati dan cara kita mendefinisikan kebahagiaan.

Uang memang bisa memberi lebih banyak pilihan, tapi tidak menjamin ketenangan. Sebaliknya, hati yang tenang dan bahagia bisa membuat hidup sederhana terasa penuh berkah.

Hidup yang bijak bukan tentang berapa banyak yang kita punya, tapi tentang bagaimana kita beradaptasi di setiap keadaan. Ketika kaya, gunakan uang untuk memperindah kehidupan. Ketika miskin, gunakan hati untuk memperindah pandangan hidup.

Penutup: Hidup Baik Adalah Hidup yang Disyukuri

Kadang hari baik, kadang hari sulit. Kadang dompet penuh, kadang kosong. Namun, selama kita tahu bagaimana menjaga hati dan menikmati hidup dengan cara yang tepat, maka di setiap masa, kita tetap bisa merasa cukup, tenang, dan bahagia.

Karena sesungguhnya —

Kebahagiaan bukan tentang berapa banyak yang kita miliki, tapi seberapa dalam kita bisa menikmati apa yang sudah kita punya.

Kalau kamu sedang berkelimpahan, syukurilah dengan tindakan.
Kalau kamu sedang kekurangan, syukurilah dengan ketenangan.

Karena hidup yang indah bukan milik orang kaya, tapi milik orang yang tahu cara mensyukuri hidup — apa pun keadaannya. (jhn/yn)

Putra di Tiongkok Menuntut Pengembalian Dana Setelah Mengetahui Tabungan Mendiang Ibunya Habis untuk Operasi Plastik yang Sia-sia

EtIndonesia. Seorang pria di Tiongkok terkejut setelah mengetahui bahwa ibunya yang baru saja meninggal telah menghabiskan hampir 480.000 yuan (sekitar Rp 1,1 miliar) dari tabungannya untuk lebih dari 20 prosedur kosmetik selama tiga tahun.

Kasus ini terungkap ketika pria bermarga Yan dari Beijing itu mengungkapkan bahwa ibunya, yang berusia hampir 70 tahun, telah meninggal dunia pada 27 Juni.

Saat memilah barang-barangnya, Yan menemukan bahwa ponselnya penuh dengan pesan dan panggilan tak terjawab dari orang asing bernama “Cuicui”.

Dia terkejut mengetahui bahwa ibunya telah mengobrol dengan “Cuicui” hampir setiap hari dan telah mentransfer total 480.000 yuan ke Beijing Yuanda Wanfang Beauty Technology Co., Ltd untuk perawatan kecantikan dan medis.

Yan mengatakan ibunya selalu berhemat, hidup dengan uang pensiun bulanan kurang dari 6.000 yuan (sekitar Rp 13 juta).

Dia juga mengungkapkan bahwa ibunya menderita kelumpuhan wajah dan tidak pernah memakai riasan.

Dia dibujuk oleh staf salon untuk menjalani lebih dari 20 prosedur kosmetik.

“Seberapa tidak berperasaannya salon kecantikan ini? Apa yang Anda pikirkan, melakukan prosedur kosmetik pada seorang wanita berusia 60-an? Dia menghabiskan lebih dari 200.000 yuan (sekitar Rp 466 juta) di salon Anda hanya dalam dua bulan. Apakah Anda punya hati nurani?” kata Yan.

Meskipun biaya perawatannya mahal, Yan mengatakan dia tidak pernah melihat perubahan apa pun pada penampilan ibunya.

Yang menambah dukanya, Yan menemukan bahwa sebelum kematian ibunya, ibunya telah berulang kali memohon kepada “Cuicui” untuk pengembalian uang, menjelaskan bahwa dia tidak punya uang lagi.

Permohonan putus asanya ditolak semua.

Ketika Yan meminta pengembalian dana, dia diberi tahu bahwa perawatan telah selesai dan oleh karena itu tidak dapat dikembalikan.

“Saya hanya ingin uang saya dikembalikan sepenuhnya. Saya juga ingin mengingatkan setiap keluarga yang memiliki anggota lanjut usia untuk lebih sering berbicara dengan orangtua dan tetap terhubung agar mereka tidak dicuci otak dan ditipu oleh orang-orang ini,” ujarnya kepada Black Cat, sebuah platform layanan konsumen di bawah naungan Sina.

Standar untuk klinik bedah kosmetik di Tiongkok masih belum jelas.

Meskipun pemerintah telah berupaya memperbaiki peraturan dan menindak praktik yang tidak aman, insiden tersebut telah memicu kemarahan publik di dunia maya.

Seseorang berkata: “Sungguh tercela. Salon kecantikan ini akan melakukan apa saja demi uang. Bagaimana mereka bisa tidur nyenyak?”

“Ya ampun, apakah kita sekarang membebani kecemasan penampilan pada lansia? Apa gunanya melakukan operasi hidung pada lansia?” kata yang lain.

Sementara yang ketiga menulis: “Sulit untuk menilai. Sudah tiga tahun, tapi bagaimana mungkin anak-anak tidak menyadarinya? Mereka baru mengetahui kebenarannya saat memeriksa barang-barangnya. Jelas, mereka tidak terlalu sering memeriksanya. Mungkin salon itu menjadi pelampiasan emosinya.” (yn)

Pria Bermain Gitar Saat Menjalani Operasi Pengangkatan Tumor Otak Seukuran Buah Kiwi

EtIndonesia. Seorang ayah lima anak menjalani operasi pengangkatan tumor seukuran buah kiwi dari otaknya saat dia sadar – dan bermain gitar selama operasi.

Paul Welsh-Dalton, 44 tahun, menderita afasia dan sakit kepala, dan dirawat di rumah sakit setelah mengalami kejang di rumah.

Dokter menemukan massa di otaknya dan mendiagnosis oligodendroglioma – jenis tumor otak ganas yang langka.

Selama kraniotomi yang berlangsung lima jam, ahli bedah mengangkat 98% dari tumor berukuran 4 cm – sementara Paul memainkan musik sambil bermain gitar agar ahli bedah dapat mengetahui apakah kemampuan otak Paul terganggu oleh tindakan mereka.

Dia memainkan tiga lagu – Good Riddance (Time Of Your Life) dari Green Day, Tribute dari Tenacious D, dan Wonderwall dari Oasis seperti yang dilakukan para ahli bedah di Rumah Sakit Derriford, Plymouth, pada 28 Maret.

Operasinya sukses, dan meskipun tumor stadium tiganya tergolong terminal, Paul mendapatkan lebih banyak waktu berkat operasi tersebut.

Sejak itu, dia telah menjalani radioterapi selama enam setengah minggu dan dijadwalkan untuk memulai kemoterapi selama sembilan bulan pada bulan Oktober.

Istrinya, Tiff, 39, telah mendampinginya dan merawat kelima anak mereka, Max, 14 tahun, Gracie, 13 tahun, Maddie, 12 tahun, Finnley, 10 tahun, dan Colby, 3 tahun.

Paul, seorang auditor kesehatan, keselamatan, dan mutu dari Ivybridge, Devon, mengatakan: “Kami bertemu dengan dokter bedah yang melakukan operasi dan saya hanya menyebutkan dalam pertemuan awal betapa pentingnya gitar itu bagi saya – saya telah bermain gitar selama 30 tahun.

“Dia hanya berkata, ‘Bawa saja dan kita lihat apakah kita bisa menggunakannya.’

“Bermain gitar sambil menjalani operasi otak adalah pengalaman yang sangat surealis.”

Paul sedang berada di rumah bersama Tiff dan anak-anak mereka pada tanggal 3 Maret ketika dia mengalami kejang di lantai dapur.

Tiff, seorang pekerja pendukung dewasa, mengatakan: “Seluruh sisi kanannya tiba-tiba lumpuh.

“Kami tidak yakin apakah itu stroke.

“Untuk sesaat saya pikir saya kehilangan dia.

“Anak-anak ada di ruangan itu, jadi mereka panik.”

Setelah menghubungi 999, Paul dan Tiff dibawa ke Rumah Sakit Derriford, Plymouth.

Setelah menjalani tes, dokter memastikan mereka menemukan massa di otak Paul.

Paul memilih dokter bedah untuk mengangkat tumornya dan melakukan biopsi secara bersamaan.

Dia baru dibius ketika dokter bedah membuka otaknya dan kemudian setelah prosedur pemasangan sekrup titanium ke tengkoraknya.

Tiff berkata: “Ketika dia sadar, dokter bedah mengatakan dia dapat menekan otak Paul dan mengetahui apakah dia telah melangkah terlalu jauh, ditambah kemampuan bicara dan menggerakkan tangannya Paul, dan sebagainya, merupakan indikator yang baik untuk area mana pun yang terpengaruh selama operasi.

“Ada hal-hal yang harus dia lakukan sebelum operasi, seperti menyentuhkan semua jarinya, yang kemudian akan dia lakukan saat operasi untuk melihat apakah dia memiliki respons yang sama.

“Pada satu titik, Titus, dokter bedah, memeriksa otak dan tangan Paul terkunci.

“Rasanya seperti, ‘Baiklah, kita tidak bisa melakukan bagian itu’.”

Dua minggu kemudian, hasil tes biopsi mengonfirmasi bahwa dia menderita oligodendroglioma tingkat tiga.

“Saya tidak religius, tetapi saya rasa saya telah melakukan segala cara agar dia bisa melewatinya,” kata Tiff.

“Dia takut – sangat takut.

“Colby juga baru berusia tiga tahun, jadi dia berpikir, ‘Jika aku mati, apakah dia akan mengingatku?’, dan berbagai macam pikiran semacam itu.”

Setelah kemoterapi, Paul akan terus menjalani pemindaian untuk memantau tumornya.

“Titus bilang tumornya terminal, tetapi terminal bukan berarti besok,” kata Tiff. (yn)