Australia dan Papua Nugini Teken Pakta Pertahanan Bersama, Saling Bantu Jika Diserang
Albanese sebut PNG sebagai ‘sekutu terbaru’ Australia, Marape tegaskan kepercayaan tanpa syarat dalam kemitraan.
oleh Naziya Alvi Rahman
Australia dan Papua Nugini (PNG) secara resmi menandatangani Pukpuk Treaty yang telah lama dinantikan di Canberra pada 6 Oktober, menegaskan kedua negara sebagai sekutu resmi.
Perjanjian itu ditandatangani di hadapan Perdana Menteri Australia Anthony Albanese, Perdana Menteri PNG James Marape, dan Menteri Pertahanan Richard Marles—dua minggu setelah upacara semula ditunda akibat kebingungan internal di Port Moresby dan tekanan dari Beijing.
Kedua pemimpin menyebut penandatanganan perjanjian itu sebagai momen bersejarah.
“Perjanjian ini meningkatkan hubungan antara kedua negara kita ke tingkat aliansi. Ini adalah aliansi baru pertama Australia dalam lebih dari 70 tahun, dan hanya yang ketiga dalam sejarah kami,” ujar Albanese, merujuk pada aliansi Australia dengan Amerika Serikat dan Selandia Baru.
“Atas nama pemerintah dan rakyat Australia, kami menganggapnya sebagai kehormatan besar bahwa tetangga terdekat kami kini menjadi sekutu terbaru kami,” tambahnya.
Marape mengatakan Australia telah lama menjadi mitra pilihan PNG.
“Kami membuat keputusan strategis, pilihan sadar, bahwa Australia akan menjadi mitra keamanan utama kami—dan saya tidak akan pernah menyesali keputusan itu,” katanya.
“Ini tidak ada hubungannya dengan rugby league atau geopolitik … tetapi murni berasal dari hati dan jiwa PNG, untuk hidup berdampingan dengan Australia di kawasan ini menuju masa depan.”
Makna dari Pukpuk Treaty
Pukpuk Treaty menetapkan komitmen kedua negara untuk “bertindak menghadapi bahaya bersama” jika salah satu diserang, yang secara efektif menempatkan PNG sebagai sekutu resmi setara dengan mitra keamanan tertua Australia.
Pakta ini juga memungkinkan warga Papua Nugini untuk bergabung dengan Angkatan Pertahanan Australia (ADF) serta mewajibkan Australia untuk menanamkan investasi bernilai miliaran dolar guna memperkuat kemampuan pertahanan PNG.
Perjanjian tersebut bertujuan menjadikan kedua angkatan bersenjata saling terintegrasi dan memperdalam kerja sama pertahanan melalui latihan gabungan, pertukaran intelijen, dan koordinasi keamanan regional.
Finalisasi kesepakatan ini dipandang sebagai kemenangan diplomatik bagi Canberra setelah bertahun-tahun negosiasi yang rumit.
Kabinet PNG menyetujui perjanjian itu dengan “mayoritas mutlak” pada September, setelah Albanese terbang ke Port Moresby untuk menghadiri perayaan ulang tahun kemerdekaan ke-50 PNG.
Penandatanganan awalnya dijadwalkan berlangsung pada saat itu, namun ditunda setelah beberapa menteri PNG kembali ke provinsi masing-masing sehingga kuorum kabinet tidak terpenuhi.
Meski sempat tertunda—dan disertai momen canggung ketika pena emas disiapkan untuk penandatanganan yang ternyata hanya pernyataan bersama—kedua pemerintah tetap melanjutkan prosesnya.
Kesepakatan ini kini menjadi pilar utama strategi keterlibatan Australia di kawasan Pasifik.
Peringatan Beijing dan Upaya Seimbang PNG
Penandatanganan ini terjadi di tengah meningkatnya persaingan strategis di Pasifik, di mana Beijing secara terbuka memperingatkan PNG agar tidak menandatangani perjanjian apa pun yang dapat “membatasi atau menghalangi” kerja samanya dengan negara lain.
Kedutaan Besar Tiongkok di Port Moresby mengeluarkan peringatan itu pada 18 September, menunjukkan kekhawatiran terhadap meningkatnya pengaruh pertahanan Australia di kawasan.
Ketika ditanya apakah Pukpuk Treaty merupakan pesan bagi Tiongkok, kedua pemimpin menepis anggapan tersebut.
“Perjanjian ini tentang hubungan kami dengan tetangga terdekat kami,” ujar Albanese.
Marape menekankan sifat kolaboratif dari kesepakatan itu.
“Perjanjian ini tidak membentuk musuh, tetapi memperkuat persahabatan,” katanya.
Ia juga menegaskan bahwa PNG telah memberi tahu Tiongkok mengenai keputusan tersebut.
“Mereka memahami aliansi kami di sini,” kata Marape. “Australia tetap menjaga hubungan mereka dengan Tiongkok dan negara lainnya. Kami pun tetap menjaga hubungan kami dengan Tiongkok dan negara lain. Setiap hubungan luar negeri kami tetap dipertahankan dalam konteks perjanjian keamanan ini.”
Kendati demikian, pengaruh Tiongkok masih kuat di PNG—negara Pasifik pertama yang menandatangani Inisiatif Sabuk dan Jalan (BRI) dan kini menjadi penerima bantuan Tiongkok terbesar di kawasan.
Menteri Pertahanan PNG Billy Joseph dilaporkan akan mengunjungi Beijing sebagai bagian dari “tur regional” untuk menjelaskan tujuan perjanjian ini dan menenangkan kekhawatiran para mitra kawasan.
Dampak Lebih Luas bagi Kawasan
Bagi Australia, Pukpuk Treaty menandai langkah yang lebih luas untuk menahan pengaruh komunis Tiongkok yang terus meluas di Pasifik dengan memperkuat kemitraan keamanan dengan negara-negara tetangga terdekatnya.
Canberra kini juga tengah berupaya mencapai perjanjian serupa dengan Vanuatu, meski prosesnya berjalan lambat.
Pembicaraan terkait kesepakatan senilai 500 juta dolar Australia yang dikenal sebagai “Nakamal Agreement” di Port Vila gagal bulan lalu akibat penolakan dalam negeri.
Menteri Dalam Negeri Vanuatu Andrew Napuat menyatakan kekhawatiran bahwa kesepakatan tersebut dapat membatasi kemampuan negaranya menerima pendanaan infrastruktur dari pihak ketiga.
Beberapa minggu kemudian, pemerintahan Perdana Menteri Jotham Napat mengumumkan rencana untuk menandatangani nota kesepahaman dengan Beijing guna memperluas kerja sama kepolisian—langkah yang dianggap sebagai kemunduran bagi diplomasi regional Australia.
Ketika Menteri Urusan Pasifik Australia Pat Conroy menyebut kesepakatan itu sebagai “aspiratif,” Napuat menuduhnya “arogan dan tidak paham,” sambil menegaskan bahwa kedaulatan Vanuatu harus dihormati.
Ukraina Akan Menerima Puluhan Jet Tempur F-16 dari Belgia, Lapor Defense Express
EtIndonesia. Ukraina akan menerima tambahan jet tempur F-16 dari Belgia. Negara ini sudah mulai menerima pesawat F-35 generasi kelima pertamanya sebagai pengganti, lapor Defense Express.
F-35 baru, yang telah ditunggu Belgia selama tujuh tahun, telah tiba di Pangkalan Udara Florennes, tempat mereka akan ditugaskan ke Skuadron 1. Mereka diharapkan siap untuk operasi tanggap cepat pada tahun 2027.
Pada saat yang sama, Belgia akan tetap mengoperasikan F-16-nya hingga tahun 2028, ketika mereka akan sepenuhnya digantikan oleh pesawat tempur generasi kelima.
Pesawat yang lebih tua akan secara bertahap ditarik dari angkatan udara negara itu dan kemudian ditransfer ke Ukraina.
Pengiriman F-35 ke Belgia sedang dilakukan oleh perusahaan AS Lockheed Martin. Berdasarkan perjanjian awal, pesawat pertama diperkirakan tiba pada tahun 2023, tetapi pesawat tersebut baru siap pada tahun 2024 dan digunakan untuk pelatihan pilot di Amerika Serikat.
F-35 pertama yang khusus ditujukan untuk Belgia baru diluncurkan dari jalur produksi pada awal Juni tahun ini, dengan nomor FL009. Batch pertama yang ditransfer ke Belgia terdiri dari empat pesawat.
Sumber berita tersebut menyatakan bahwa hal ini akan memungkinkan Belgia untuk mengirimkan F-16 pertamanya ke Ukraina pada tahun 2026. Ini akan memperkuat armada udara Ukraina dan memberikan kapasitas operasional tambahan bagi para pembelanya.
Secara total, Belgia memesan 34 jet F-35A berdasarkan kontrak yang ditandatangani tujuh tahun lalu, pada Oktober 2018. Baru-baru ini, negara tersebut memutuskan bahwa jumlah ini tidak akan mencukupi dan berencana untuk memesan 11 unit tambahan.
Ukraina juga mungkin akan menerima pesawat tempur Gripen multi-peran Swedia. Wakil Menteri Pertahanan Letnan Jenderal Ivan Havryliuk mengonfirmasi hal ini tetapi tidak merinci kapan atau berapa banyak pesawat yang akan dikirimkan. (yn)
Trump Pertimbangkan Kunjungan ke Timur Tengah Dalam Lanjutan Pembicaraan Damai Gaza
“Saya mungkin akan ke sana pada akhir pekan, mungkin Minggu … negosiasi berjalan sangat baik,” kata Trump.
EtIndonesia. Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada 8 Oktober mengatakan bahwa ia mungkin akan melakukan perjalanan ke Timur Tengah pada hari Minggu untuk mengikuti pembicaraan perdamaian guna mengakhiri perang antara Israel dan Hamas di Gaza serta memastikan pemulangan sandera yang tersisa.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam rapat meja bundar dengan sejumlah anggota kabinet pada Rabu waktu setempat, hanya beberapa jam sebelum Trump mengumumkan bahwa Israel dan kelompok Hamas telah menandatangani kesepakatan pembebasan sandera yang dirancang oleh Amerika Serikat, sementara pembicaraan damai tahap akhir untuk mengakhiri perang masih berlangsung.
Dalam rapat tersebut, Trump mengatakan bahwa ia baru saja kembali setelah membahas potensi kesepakatan damai Gaza dengan beberapa delegasi Timur Tengah, anggota timnya, dan pihak terkait lainnya. Ia mengisyaratkan bahwa dirinya mungkin akan terbang ke Timur Tengah akhir pekan ini untuk melakukan perundingan langsung guna memantapkan kesepakatan yang diharapkan dapat mengakhiri perang tersebut.
“Kesepakatan ini sudah sangat dekat, dan semuanya berjalan dengan baik. Kami memiliki tim hebat di sana, para negosiator yang luar biasa … dan di pihak lain juga ada negosiator yang hebat. Saya rasa hal ini punya peluang besar untuk terjadi,” ujar Trump.
“Saya mungkin akan ke sana pada akhir pekan, mungkin Minggu. Kita lihat nanti, tapi peluangnya sangat baik … negosiasi berjalan dengan sangat baik.”
Trump menambahkan bahwa banyak pihak terlibat dalam pembicaraan tersebut, termasuk Hamas serta negara-negara Muslim dan Arab lainnya.
“Negosiasi terakhir kami, seperti yang Anda tahu, adalah dengan Hamas, dan sepertinya berjalan baik,” katanya. “Kami mungkin akan berangkat pada hari Minggu, atau Sabtu, mungkin agak malam sedikit, tapi itu jadwal kami.”
Sekitar satu jam setelah pertemuan tersebut dimulai, Menteri Luar Negeri Marco Rubio memberikan secarik catatan kepada Trump. “Kami sudah sangat dekat dengan kesepakatan di Timur Tengah,” kata Trump, mengutip isi catatan itu, “dan mereka mungkin segera membutuhkan saya.”
Bulan lalu, pemerintahan Trump mengumumkan rencana perdamaian multi-tahap untuk Timur Tengah guna mengakhiri perang tersebut.
Rencana dari Washington itu mencakup:
- Pemulangan semua sandera, baik yang masih hidup maupun yang sudah meninggal;
- Penghentian serangan Israel terhadap Qatar;
- Gencatan senjata segera;
- Peningkatan besar bantuan kemanusiaan ke Gaza;
- Program rekonstruksi berskala besar;
- Serta dialog baru antara Palestina dan Israel untuk mencapai “koeksistensi damai.”
Pada 29 September, Trump menjamu Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di Gedung Putih, di mana Netanyahu menyetujui rencana perdamaian Gaza yang diusulkan AS.
Sementara itu, pada 8 Oktober, Hamas mengatakan telah menukar daftar sandera Palestina dan Israel yang akan dibebaskan dalam kesepakatan pertukaran.
Perkembangan ini terjadi pada hari ketiga negosiasi antara Hamas dan Israel, dengan delegasi Mesir, Amerika Serikat, dan Qatar bertindak sebagai mediator untuk mengakhiri perang dan memantapkan rencana perdamaian rancangan AS.
“Para mediator berupaya keras untuk menghapus segala hambatan menuju pelaksanaan gencatan senjata, dan semua pihak merasa optimistis,” kata Hamas, seperti dikutip oleh Al Aqsa TV, media yang berafiliasi dengan kelompok tersebut.
Laporan ini turut disusun oleh Emel Akan, Evgenia Filimianova, dan Reuters.
Taliban Blokir Instagram, Facebook, dan X di Tengah Tindakan Keras Baru Media Sosial
EtIndonesia. Seminggu setelah pemadaman dua hari, Taliban mengumumkan pembatasan media sosial baru, memblokir akses ke platform populer seperti Instagram, Facebook, dan X di seluruh Afghanistan.
NetBlocks, yang memantau akses web, mengonfirmasi larangan media sosial tersebut, dan menambahkan bahwa hal itu merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Taliban untuk mengendalikan internet.
Selain pembatasan media sosial, data jaringan menunjukkan Afghanistan pada hari Selasa memberlakukan penutupan internet putaran ketiga di Kandahar, dengan hanya layanan terbatas yang tersedia untuk beberapa lembaga negara.
Kementerian Komunikasi dan Teknologi Informasi mengatakan bahwa filter telah diterapkan untuk membatasi jenis konten tertentu di platform media sosial, menurut BBC.
Taliban memblokir atau mengendalikan unggahan dan aplikasi media sosial tertentu, tetapi mereka belum menjelaskan konten apa yang diizinkan atau dilarang.
Warga di Kabul mengatakan mereka tidak dapat lagi menonton video di akun Facebook mereka, dan akses ke Instagram juga dibatasi.
Seorang juru bicara Taliban mengatakan: “Kami berharap kali ini tidak akan ada larangan internet sepenuhnya. Penyaringan hampir diterapkan di seluruh wilayah, dan sebagian besar provinsi kini telah tercakup.”
Seorang pria yang bekerja di kantor pemerintah di Provinsi Nangarhar bagian timur mengatakan dia dapat membuka Facebook, tetapi tidak dapat melihat gambar atau memutar video dan juga menyebutkan bahwa internetnya sangat lambat.
Seorang warga lain di Kandahar selatan, yang memiliki bisnis swasta, mengatakan internet serat optiknya telah terputus sejak Selasa. Data seluler dari ponsel berfungsi, tetapi Facebook dan Instagram sangat lambat, menurut laporan tersebut.
Pekan lalu, Pemerintah Taliban mematikan jaringan telekomunikasi negara itu tanpa penjelasan apa pun. Internet terputus selama hampir 48 jam. Selama periode ini, orang-orang tidak dapat melakukan panggilan telepon, mengirim pesan, atau menggunakan layanan daring.
Layanan dipulihkan pada 1 Oktober.
Afghanistan berpenduduk sekitar 43,8 juta jiwa, dan sebagian besar penduduknya bergantung pada internet untuk bekerja, belajar, dan berkomunikasi. Sejak pengambilalihan Taliban pada tahun 2021, negara tersebut telah menghadapi pembatasan pada pendidikan dan kebebasan berbicara, menurut media lokal. (yn)
WHO Peringatkan Virus Chikungunya Berpotensi Menyebar ke Lebih Banyak Negara
Badan kesehatan di bawah PBB menyebut virus chikungunya mengalami “kebangkitan kembali” tahun ini
EtIndonesia. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dalam peringatan wabah yang dirilis pekan lalu menyatakan bahwa sejumlah negara melaporkan peningkatan kembali kasus virus chikungunya, yang ditularkan melalui gigitan nyamuk, dan memperingatkan bahwa virus ini berpotensi menyebar lebih luas.
Dalam pemberitahuan yang dikeluarkan pada 3 Oktober, badan kesehatan di bawah naungan PBB itu menyebut bahwa virus chikungunya menunjukkan “kebangkitan kembali” pada tahun 2025, termasuk di negara-negara “yang dalam beberapa tahun terakhir tidak melaporkan jumlah kasus signifikan.”
Hingga 30 September, sedikitnya 445.271 kasus chikungunya yang diduga kuat dan 155 kematian terkait telah dilaporkan di 40 negara di seluruh dunia, menurut WHO.
“Beberapa wilayah WHO mengalami peningkatan signifikan dalam jumlah kasus dibandingkan tahun 2024, meskipun wilayah lainnya justru melaporkan penurunan,” demikian pernyataan WHO.
“Distribusi kasus yang tidak merata antarwilayah membuat sulit untuk menggambarkan situasi ini sebagai peningkatan global.”
Wilayah Amerika mencatat jumlah kasus tertinggi, diikuti oleh Eropa, yang menurut WHO sebagian besar berasal dari Departemen Luar Negeri Prancis di Samudra Hindia.
Karena distribusi kasus yang tidak merata antarwilayah, WHO menyebut sulit menyimpulkan bahwa telah terjadi peningkatan global, namun memperingatkan bahwa potensi penyebaran lebih lanjut masih sangat besar.
Risiko yang ditimbulkan oleh penyakit yang ditularkan melalui nyamuk ini meningkat akibat:
- rendahnya kekebalan populasi di wilayah yang sebelumnya belum terdampak,
- kondisi lingkungan yang mendukung perkembangbiakan vektor (nyamuk),
- keterbatasan kapasitas pengawasan dan diagnosis, serta
- meningkatnya mobilitas dan perdagangan manusia antarnegara, tambah badan kesehatan PBB itu.
“Memperkuat pengawasan penyakit, meningkatkan pemantauan dan pengendalian vektor, serta memperbaiki kesiapsiagaan kesehatan masyarakat sangat penting untuk mengurangi risiko penularan lebih lanjut,” ujar WHO.
Pada akhir September, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) mengeluarkan peringatan perjalanan ke Kuba karena adanya kekhawatiran penularan virus chikungunya di negara tersebut. CDC menyebut bahwa wabah chikungunya sedang aktif di seluruh Kuba, dan karenanya mengeluarkan peringatan perjalanan Level 2.
CDC juga memperingatkan bahwa perempuan yang terinfeksi di sekitar waktu persalinan dapat menularkan virus kepada bayinya sebelum atau saat melahirkan.
“Bayi baru lahir yang terinfeksi melalui cara ini atau melalui gigitan nyamuk berisiko mengalami penyakit parah, termasuk gangguan kesehatan jangka panjang,” kata CDC pada 26 September.
Selain Kuba, CDC mencantumkan Bangladesh, Kenya, Madagaskar, Somalia, dan Provinsi Guangdong di Tiongkok sebagai negara yang sedang mengalami wabah chikungunya.
Negara lain dengan risiko tinggi antara lain Brasil, Kolombia, India, Meksiko, Nigeria, Pakistan, Filipina, dan Thailand, tambahnya.
Awal tahun ini, kasus chikungunya dilaporkan menyebar cepat di wilayah selatan Tiongkok, di mana warga lokal mengatakan kepada The Epoch Times bahwa pejabat Partai Komunis Tiongkok (PKT) memaksa penduduk menjalani karantina.
Pada 1 Agustus, CDC juga mengeluarkan peringatan perjalanan Level 2 untuk Tiongkok terkait virus ini, dengan menyebut bahwa sebagian besar kasus dilaporkan di Kota Foshan, Provinsi Guangdong.
“Segera cari pertolongan medis jika mengalami demam, nyeri sendi, sakit kepala, nyeri otot, bengkak pada sendi, atau ruam selama atau setelah bepergian,” tulis CDC dalam peringatannya.
Virus chikungunya ditularkan melalui gigitan nyamuk yang terinfeksi dan biasanya menimbulkan gejala ringan. Sebagian besar penderita pulih dalam satu hingga dua minggu tanpa perlu perawatan medis intensif.
Penyakit ini umumnya menyebabkan demam, nyeri otot, mual, kelelahan, dan ruam. Namun dalam kasus tertentu, nyeri sendi dapat berlangsung selama berbulan-bulan hingga bertahun-tahun, sementara penderita dengan bentuk penyakit yang berat dapat mengalami kerusakan organ dan memerlukan perawatan di rumah sakit.
Laporan ini turut disusun oleh Associated Press.
Israel dan Hamas Mencapai Kesepakatan, Apa yang Kita Ketahui tentang Sandera yang Tersisa di Gaza
EtIndonesia. Israel dan Hamas telah sepakat untuk memasuki fase pertama kesepakatan gencatan senjata, yang ditengahi oleh Presiden AS, Donald Trump dan negara-negara regional lainnya, di Gaza, dua tahun setelah Benjamin Netanyahu melancarkan pemboman paling mematikan di abad ke-21 di jalur seluas 365 kilometer persegi tersebut.
Gencatan senjata dan kesepakatan penyanderaan ini dapat membuka jalan bagi perdamaian permanen di wilayah tersebut dan rekonstruksi wilayah Palestina.
Di Mana Para Sandera yang Tersisa?
Rencana gencatan senjata Presiden AS, Donald Trump, yang diungkapkan bulan lalu, menyerukan pembebasan semua sandera Israel, baik yang hidup maupun yang mati, dalam waktu 72 jam setelah Israel menyetujui proposal tersebut.
Beberapa sandera dibebaskan melalui pertukaran atau dibebaskan selama operasi Israel, sementara yang lain meninggal dalam penahanan, dan jenazah mereka juga dikembalikan. Israel saat ini melaporkan bahwa sekitar 20 sandera masih hidup di Gaza, bersama dengan jenazah sekitar 25 lainnya.
Berdasarkan rencana Trump, Israel akan membebaskan 250 tahanan yang menjalani hukuman seumur hidup, ditambah 1.700 warga Gaza yang ditahan sejak 7 Oktober 2023. Perjanjian tersebut juga menetapkan bahwa untuk setiap sandera Israel yang dipulangkan, Israel akan membebaskan jenazah 15 warga Gaza yang tewas.
Setelah Israel dan Hamas menyepakati gencatan senjata, Trump mengklaim bahwa semua sandera, baik yang hidup maupun yang mati, akan dibebaskan pada hari Senin.
Apa yang Kita Ketahui Tentang Para Sandera
Video yang dirilis oleh Hamas menunjukkan para sandera tampak lemah dan kurus kering, menimbulkan kekhawatiran tentang kemampuan mereka untuk bertahan hidup lebih lama, menurut The NY Times. Para pejabat Hamas mengatakan bahwa pengembalian jenazah akan membutuhkan waktu, karena mereka harus diambil terlebih dahulu dari tempat pemakaman mereka.
Banyak sandera yang diculik pada 7 Oktober telah dibebaskan sebagai imbalan atas tahanan Palestina yang ditahan di penjara-penjara Israel selama dua gencatan senjata sebelumnya dalam perang tersebut. Setidaknya delapan orang lainnya dibebaskan melalui operasi militer Israel. Investigasi oleh The NY Times menunjukkan lebih dari tiga lusin sandera tewas dalam penyanderaan.
Beberapa dieksekusi saat pasukan Israel mendekat, yang lain tewas dalam serangan udara Israel, dan beberapa tewas dalam baku tembak atau secara keliru menjadi sasaran tentara Israel. Keadaan seputar kematian beberapa sandera yang tersisa masih belum jelas.
Hamas Mungkin Tidak Dapat Mengembalikan Jenazah
Hamas mungkin tidak dapat menemukan dan mengembalikan semua sandera yang tewas di Gaza, sebuah situasi yang dapat mempersulit upaya negosiasi gencatan senjata, tiga sumber Israel mengatakan kepada CNN.
Penilaian ini didasarkan pada laporan intelijen Israel, pesan dari Hamas, dan informasi terbaru dari para mediator selama negosiasi yang sedang berlangsung.
Israel telah menuntut pengembalian semua sandera, baik yang hidup maupun yang mati, sebagai syarat untuk mengakhiri perang. Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu dan kabinetnya dilaporkan telah mengetahui selama berbulan-bulan bahwa Hamas mungkin tidak mengetahui lokasi beberapa sandera yang tewas. Pemerintah AS juga mengetahuinya karena beberapa sandera ditahan oleh faksi-faksi di Gaza di luar kendali penuh Hamas.
Pada 7 Oktober 2023, Hamas melancarkan serangan terhadap sebuah festival musik di Israel selatan, menyandera sekitar 250 orang. Sejak itu, perang Israel yang sedang berlangsung di Gaza telah menewaskan lebih dari 67.200 warga Palestina, menurut Kementerian Kesehatannya.
Aksi Nyata Kepedulian Sosial Melalui Donor Darah dan Berbagi Makanan
Surabaya, 9 Oktober 2025 – The Southern Hotel Surabaya kembali menunjukkan komitmen sosialnya dengan menyelenggarakan Pekan CSR “Sinergi untuk Berbagi” pada Kamis, 9 Oktober 2025. Acara yang berlangsung di Ruang Pertemuan Prisma Paralel, Lantai 2 hotel ini, merupakan hasil kolaborasi dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Surabaya dan KJA Synergy Ultima Nobilus.
🎯 Dua Program Utama CSR
| Kegiatan | Keterangan |
|---|---|
| Donor Darah | Terbuka untuk karyawan, tamu hotel, & masyarakat umum |
| Makan Siang Gratis | 150 porsi makanan untuk masyarakat membutuhkan |
💬 Komitmen Manajemen dalam Berbagi
Kencana Hardianto, General Manager The Southern Hotel Surabaya, menegaskan: “Kegiatan donor darah merupakan bagian dari komitmen kami untuk selalu hadir di tengah masyarakat. Kami percaya bahwa setiap tetes darah yang diberikan akan menjadi harapan baru bagi mereka yang membutuhkan.”
Dr. Susan Sutedjo, Direktur Utama KJA Synergy Ultima Nobilus, menambahkan: “Sinergi kegiatan sosial seperti donor darah gratis ini merupakan langkah nyata untuk menciptakan dampak positif di tengah masyarakat. Kami akan terus mendukung inisiatif seperti ini karena sejalan dengan komitmen kami dalam membangun komunitas yang lebih sehat dan peduli.”
📊 Program Rutin yang Berkelanjutan
- Donor Darah: Dilaksanakan setiap tiga bulan sekali
- Makan Siang Gratis: Agenda rutin mingguan setiap hari Kamis
🌟 Edukasi dan Apresiasi untuk Pendonor
Acara donor darah tidak hanya berfokus pada pengumpulan darah, tetapi juga diisi dengan:
- 🎓 Sesi edukasi dari PMI Kota Surabaya tentang manfaat donor darah
- 🎁 Kenang-kenangan untuk semua pendonor sebagai bentuk apresiasi
- 💝 Pemeriksaan kesehatan gratis sebelum donor darah
💝 Testimoni Positif dari Peserta
Rizky Amelia (27 tahun), salah satu pendonor, berbagi pengalamannya: “Saya sudah beberapa kali ikut donor darah di The Southern Hotel. Acaranya selalu tertata dengan baik dan suasananya hangat. Senang rasanya bisa berbuat baik sekaligus menjaga kesehatan.”






