Pria Tertua di Dunia Rayakan Ulang Tahun ke-113, Ungkap Rahasia Panjang Umur

EtIndonesia. Berdasarkan catatan Guinness World Records, seorang pria asal Brasil bernama João Marinho Neto merayakan ulang tahunnya yang ke-113 pada 5 Oktober 2025, dan kini menjadi pria tertua yang masih hidup di dunia.

Neto lahir pada 5 Oktober 1912 di kota kecil Maranguape, negara bagian Ceará, wilayah timur laut Brasil. Ia adalah satu-satunya pria kelahiran tahun 1912 yang masih hidup hingga kini. Berasal dari keluarga petani, sejak usia 4 tahun ia sudah membantu ayahnya menggembalakan sapi, memetik buah, dan bertani, serta menjalani seluruh hidupnya di dekat tanah kelahiran.

Neto pernah menjalani dua kali pernikahan. Istri pertamanya, Josefa Albano dos Santos, meninggal dunia pada tahun 1994; dari pernikahan itu mereka dikaruniai empat anak. Setelah itu, ia menikah lagi dengan Antonia Rodrigues Moura, dan memiliki tiga anak tambahan. Kini, keluarganya telah berkembang hingga generasi kelima — terdiri dari 6 anak, 22 cucu, 15 cicit, dan 3 piut (generasi kelima).

Setelah John Tinniswood, seorang pria asal Inggris berusia 112 tahun, meninggal dunia pada November tahun lalu, Neto secara resmi dinobatkan sebagai “pria tertua di dunia yang masih hidup.” Hingga 1 Oktober 2025, ia juga tercatat sebagai pria ke-26 paling panjang umur sepanjang sejarah.

Neto pernah berkata bahwa rahasia panjang umurnya adalah selalu dikelilingi oleh orang-orang baik dan menjaga agar orang-orang yang dicintainya tetap dekat.

Lembaga pencatat umur panjang dunia LongeviQuest juga mengungkapkan bahwa Neto sering dengan bangga berkata:

“Di dunia ini tidak ada pria yang lebih tua dariku — hanya wanita yang bisa menyaingiku!”

Baru-baru ini, melalui lembaga tersebut, Neto mengirim ucapan selamat ulang tahun kepada wanita tertua di dunia, Ethel Caterham asal Inggris, yang berusia 116 tahun. Momen ini menjadi pertama kalinya pria dan wanita tertua di dunia saling berkomunikasi lintas negara.

Ethel Caterham sebelumnya pernah berbagi rahasia panjang umurnya kepada Salisbury Journal, ia mengatakan: “Raih setiap kesempatan yang datang, karena kamu tidak pernah tahu ke mana itu akan membawamu. Tetaplah berpikir positif, dan lakukan segala sesuatu dengan seimbang.”

Menurut Guinness World Records, manusia paling panjang umur dalam sejarah adalah Jeanne Louise Calment dari Prancis, yang hidup hingga 122 tahun 164 hari sebelum meninggal dunia pada 1997. (Hui/asr)

Dua Tahun Perang Israel–Hamas, Trump: Timur Tengah Semakin Dekat dengan Gencatan Senjata

EtIndonesia. Pada Selasa (7 Oktober), berbagai negara di dunia mengadakan acara peringatan untuk mengenang para korban serangan Hamas terhadap Israel dua tahun lalu, pada 7 Oktober 2023. Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa Amerika Serikat sangat dekat mencapai kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Hamas, serta berupaya memastikan kedua pihak tidak akan saling menyerang lagi.

Upacara peringatan digelar di Tel Aviv (Israel), Washington D.C. (AS), Berlin (Jerman), dan berbagai kota besar lainnya di dunia untuk mengenang para korban perang Israel–Hamas selama dua tahun terakhir.

Masyarakat juga kembali mendatangi lokasi serangan Hamas pada 7 Oktober 2023 untuk mengenang para korban sipil yang tewas secara tragis, serta menyerukan pembebasan segera semua sandera yang masih ditahan.

Para pemimpin dunia, termasuk pejabat Uni Eropa, serta para pemimpin dari Australia, Argentina, dan negara lainnya, turut menyampaikan kecaman terhadap kekejaman Hamas.

Wakil Presiden AS J.D. Vance menulis di platform X: “Pada peringatan dua tahun serangan teroris 7 Oktober, kami mengenang semua warga tak berdosa yang dibantai secara brutal oleh Hamas.”

Pihak Israel menyatakan bahwa selama dua tahun terakhir, mereka telah menghancurkan pengaruh poros Iran, mengubah keseimbangan kekuatan di Timur Tengah, dan akan terus berupaya menyelamatkan seluruh sandera, menumpas kekuatan bersenjata Hamas, serta memastikan Jalur Gaza tidak lagi menjadi ancaman bagi Israel.

Dalam konferensi pers, Presiden AS Donald Trump menegaskan bahwa perundingan serius sedang berlangsung untuk mengakhiri perang Gaza dan menciptakan perdamaian yang lebih luas di kawasan Timur Tengah.

Presiden Trump mengatakan: “Kami sangat dekat mencapai kesepakatan mengenai masalah Timur Tengah. Ini akan membawa perdamaian bagi kawasan tersebut. Selama bertahun-tahun, jutaan orang telah terbunuh — ini adalah kesempatan besar untuk membawa perdamaian ke Timur Tengah.”

Sementara itu, Hamas menuntut agar pasukan pertahanan Israel (IDF) segera menarik diri sepenuhnya dari Gaza setelah sandera terakhir dibebaskan.

Trump menegaskan bahwa Amerika Serikat akan berupaya sekuat tenaga memastikan kesepakatan tersebut ditepati, yaitu Hamas membebaskan 48 sandera atau menyerahkan jenazah para sandera, dan Israel akan melakukan gencatan senjata penuh serta penarikan pasukan.

Trump menambahkan: “Kami akan melakukan segala yang kami bisa. Kami memiliki kekuatan besar, dan kami akan memastikan semua pihak mematuhi perjanjian ini.” (Hui/asr)

Sumber : NTDTV.com

Seruan Persiapan Perang di Festival Pertengahan Musim Gugur di Surat Kabar Militer: Apakah Demi Menutupi Krisis Kekuasaan di Zhongnanhai?

EtIndonesia. Pada Hari Raya Pertengahan Musim Gugur, surat kabar resmi militer Partai Komunis Tiongkok (PKT), Harian Militer, menurunkan tajuk utama yang menyerukan agar para perwira dan prajurit “memastikan kesiapan tempur setiap saat dan siap berperang kapan saja.” 

Para pengamat menilai, seruan “siaga tempur” ini muncul di tengah gejolak di tubuh militer — dengan banyak jenderal yang diberhentikan dan belum ada penggantinya — sehingga dinilai sebagai upaya menutupi krisis kekuasaan di Zhongnanhai.

Untuk diketahui, Zhongnanhai adalah kantor pusat dan kediaman resmi para pemimpin tertinggi Partai Komunis Tiongkok (PKT). 

Seruan Siaga Tempur di Tengah Hari Raya

Dalam rubrik utama “Komentar Tajam 1 Agustus” di halaman depan Harian Militer, diterbitkan artikel berjudul “Selalu Tegang dalam Kesiagaan Tempur”.

Artikel tersebut menyatakan bahwa “ketidakstabilan dan ketidakpastian dalam situasi keamanan Tiongkok meningkat,” dan menuntut agar tentara “selalu dalam keadaan siap tempur, dengan panah sudah di busur,” serta “memastikan kesiapan penuh setiap saat dan kemampuan untuk bertempur kapan saja.”

Namun, mengapa seruan ini muncul justru di tengah perayaan tradisional seperti Festival Pertengahan Musim Gugur? Menurut Mark, pembawa acara saluran YouTube Mark’s Time Space yang fokus pada isu militer, PKT cenderung “berteriak tentang apa yang paling kurang dimilikinya.”

Mark menjelaskan:  “Semakin tidak solid mereka, semakin keras mereka menyerukan persatuan. Saat ini, kita melihat banyak perwira tinggi militer yang dicopot tanpa ada penggantinya. Ini menunjukkan adanya kekacauan internal. Jadi mereka menekankan kesiapan tempur agar tentara sibuk dan tidak sempat berpikir, padahal sebenarnya itu untuk menutupi masalah di tingkat atas.”

Kekacauan di Tubuh Militer Menjelang Sidang Pleno Keempat

Menjelang Sidang Pleno Keempat Komite Sentral ke-20 yang akan digelar pada 20 Oktober, militer PKT disebut sedang berada dalam kondisi “kacau seperti belum pernah terjadi sebelumnya.”

Banyak jenderal yang dipromosikan langsung oleh Xi Jinping tersandung kasus, termasuk dua mantan Menteri Pertahanan — Wei Fenghe dan Li Shangfu. Dari 79 jenderal bintang tiga (shang jiang) yang diangkat Xi selama 13 tahun berkuasa, lebih dari 20 persen kini telah tersingkir.

Selain itu, struktur komando tertinggi militer PKT mengalami “dua kekosongan besar”:

  • Kepala Departemen Pekerjaan Politik Komisi Militer Pusat (CMC), Miao Hua, telah diberhentikan dan posisinya kosong cukup lama.
  • Wakil Ketua CMC, He Weidong, menghilang dari publik sejak Maret lalu, dan hingga kini tidak ada penjelasan resmi.

Dari tujuh anggota asli CMC, kini hanya tersisa empat orang aktif.

Parade Militer yang Aneh dan Gelombang Pemberhentian

Parade besar 3 September yang biasanya menjadi ajang unjuk kekuatan militer PKT juga diwarnai kejanggalan. Sesuai tradisi, komandan parade biasanya dijabat oleh Panglima Komando Wilayah Tengah, Jenderal Wang Qiang. Namun kali ini ia menghilang tanpa penjelasan, dan posisi itu diberikan kepada Letjen Han Shengyan, Panglima Angkatan Udara di wilayah tersebut — sebuah “penurunan level” yang tidak lazim.

Setelah parade, pada 12 September, Komite Tetap Kongres Rakyat Nasional Tiongkok mengumumkan pemberhentian empat jenderal dari jabatan wakil rakyat, termasuk:

  • Panglima Pasukan Polisi Bersenjata, Jenderal Wang Chunning
  • Sekretaris Komisi Disiplin Pasukan Roket, Letjen Wang Zhibin
  • Kepala Departemen Logistik Komisi Militer Pusat, Letjen Zhang Lin
  • Komisaris Politik Pasukan Dukungan Logistik Gabungan, Letjen Gao Daguang

Hal ini menunjukkan bahwa gelombang pembersihan militer masih terus berlanjut.

Krisis Kepercayaan dan Kekosongan Kepemimpinan

Untuk menutup semua kekosongan akibat pemecatan dan hilangnya para perwira tinggi itu, dibutuhkan waktu yang lama. Kondisi ini jelas bertolak belakang dengan seruan “siap tempur setiap saat” yang dikampanyekan oleh Harian Militer.

Apakah ini menunjukkan bahwa Xi Jinping sendiri sedang melakukan pembersihan, atau justru menjadi korban serangan balik dari faksi lain di partai? Pendapat para pengamat terbelah.

Mark berpendapat:  “Xi tampaknya tidak mempercayai siapa pun. Ia terus mencari orang yang benar-benar loyal, tapi sampai sekarang belum menemukannya. Banyak posisi dibiarkan menggantung, mungkin karena konflik internal di antara orang-orang yang ia promosikan sendiri. Selain itu, kondisi fisiknya juga disebut-sebut membuatnya sulit mengendalikan situasi sepenuhnya.”

Dampak terhadap Moral Tentara

Kekacauan dan ketidakpastian di kalangan elit militer membuat moral pasukan menurun.

 “Masalah utamanya bukan hanya karena posisi strategis kosong, tapi karena kursi itu dibiarkan kosong terlalu lama, atau sering diganti tanpa pengumuman resmi. Publik dibiarkan menebak-nebak siapa yang naik,” ujar analis politik Zheng Haochang.

“Atmosfer seperti ini mencerminkan krisis kekuasaan di Zhongnanhai. Ketika para petinggi di puncak piramida saling curiga dan ragu mempromosikan siapa pun, wajar kalau semangat di kalangan bawah pun goyah,” lanjutnya. 

Menurut laporan Caixin, hingga September tahun ini, sudah ada 20 perwira tinggi militer PKT yang dicopot dari status sebagai anggota Kongres Rakyat Nasional, termasuk 6 jenderal bintang tiga (上將), 12 jenderal bintang dua (中將), dan 2 brigadir jenderal (少將).

Menjelang Sidang Pleno Keempat yang dijadwalkan pada 20 Oktober, banyak pihak memperkirakan nasib akhir para pejabat dan jenderal yang hilang atau diselidiki akan diumumkan pada pertemuan tersebut. (Hui/asr)

Sumber ; NTDTV.com

Guncangan di PBB! Dua Pengacara Seret Iran atas Dugaan Dukung Serangan Hamas 2023

EtIndonesia. Dua orang pengacara — satu dari Paris dan satu dari Nevada, Amerika Serikat — pada 7 Oktober 2025 menyerahkan dokumen gugatan sepanjang 26 halaman ke Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), menuduh Republik Islam Iran telah memberikan dukungan substansial kepada kelompok militan Hamas dalam persiapan dan pelaksanaan serangan besar tahun 2023. Gugatan tersebut menyebut dukungan Iran berupa dana, pelatihan militer, dan dukungan politik.

Menurut penggugat, tindakan Iran melanggar sejumlah norma dan konvensi internasional, termasuk konvensi anti-terorisme dan tanggung jawab pencegahan genosida. Dalam dokumen itu, penggugat mengklaim bahwa antara 2014 hingga 2020, Iran telah menyalurkan lebih dari USD 222 juta kepada Hamas melalui jalur yang melintasi Lebanon.

Upaya hukum ini dapat menjadi langkah pertama bagi PBB untuk secara resmi mengecam Iran atas tuduhan mendukung organisasi militan yang disalahkan sebagai pihak pelaku serangan 7 Oktober 2023.

Latar Belakang Serangan 7 Oktober 2023

Pada tanggal 7 Oktober 2023, Hamas melancarkan serangan mendadak ke Israel dari Jalur Gaza melalui darat, laut, dan udara, menarget beberapa basis militer Israel dan kawasan sipil. Serangan itu terjadi saat hari suci Yahudi, dan dianggap sebagai salah satu serangan paling mematikan dalam sejarah Israel modern.

Serangan ini memicu respons militer besar-besaran dari Israel dan eskalasi konflik berkepanjangan yang melibatkan korban tinggi di kedua belah pihak.

Tuduhan dalam Gugatan: Detail dan Klaim Utama

Berikut poin-poin utama yang dikemukakan dalam gugatan:

  1. Dukungan Dana
    Gugatan menyatakan bahwa Iran sejak 2014 sampai 2020 mengirim dana lebih dari USD 222 juta kepada Hamas melalui jaringan yang melintasi Lebanon.
  2. Pelatihan dan Transfer Keahlian Militer
    Dokumen menyebutkan bahwa Iran tidak hanya menyuntik uang tetapi juga memberikan pelatihan militer, logistik, dan transfer pengetahuan militer kepada Hamas.
  3. Dukungan Politik dan Diplomatik
    Selain dukungan militer, Iran juga didakwa memberikan perlindungan diplomatik dan politik internasional untuk Hamas agar dapat bertahan dan memperluas jaringan pengaruhnya.
  4. Pelanggaran Konvensi Internasional
    Penggugat menuduh Iran melanggar antara lain:
    • Konvensi Kontra Terorisme PBB
    • Tanggung jawab internasional negara terhadap pencegahan genosida
    • Prinsip non-intervensi dan larangan bantuan terhadap kelompok teroris
  5. Tujuan Gugatan
    Gugatan menuntut agar PBB mengeluarkan kecaman resmi terhadap Iran, melakukan investigasi internasional, dan membuka kemungkinan kompensasi terhadap korban serangan Hamas 2023.

Reaksi dan Dakwaan Serupa yang Sudah Ada

Sejauh ini, belum ada pernyataan resmi dari PBB yang mengonfirmasi telah menerima atau memproses gugatan tersebut. Namun, tindakan ini mengingatkan langkah hukum lain yang telah berlangsung:

  • Pada awal 2024, keluarga-keluarga korban serangan Hamas 2023 mengajukan gugatan terhadap Iran senilai lebih dari USD 1 miliar, menuding Iran sebagai sponsor teror utama.
  • Di Amerika Serikat, gugatan terhadap lembaga PBB seperti UNRWA (United Nations Relief and Works Agency for Palestine Refugees) juga sedang dipertimbangkan oleh para korban yang menuduh lembaga tersebut membantu Hamas lewat penyaluran dana, fasilitas, atau aktivitas yang memungkinkan infiltrasi.

Baru-baru ini, sebuah pengadilan federal di Amerika Serikat membatalkan gugatan tersebut karena menyatakan UNRWA—karena statusnya sebagai badan terkait PBB—memiliki kekebalan hukum dari gugatan sipil di pengadilan AS.

Tantangan Hukum dan Implikasi Internasional

Gugatan yang diajukan ke PBB menghadapi sejumlah hambatan dan kerumitan, antara lain:

  • Imunitas Negara dan Badan Internasional
    Dalam situasi serupa, lembaga PBB atau lembaga terkait seringkali dilindungi oleh imunitas hukum dari yurisdiksi negara anggota. Hal ini menyulitkan proses pengadilan di tingkat nasional.
    Contoh: Pengadilan AS menolak gugatan terhadap UNRWA dengan alasan “imunitas mutlak” badan PBB.
  • Standar Pembuktian yang Tinggi
    Untuk memenangkan kasus, penggugat harus membuktikan hubungan sebab-akibat antara dukungan Iran dan pelaksanaan serangan oleh Hamas — yang memerlukan bukti intelijen, dokumen rahasia, dan saksi ahli internasional.
  • Politik Internasional
    Tuduhan semacam ini dapat memicu reaksi diplomatik serius. Iran menganggap dirinya sebagai pendukung “perlawanan Palestina,” dan tuduhan dukungan terorisme bisa memicu pertikaian di arena diplomasi internasional.
  • Preseden Hukum Internasional
    Jika PBB atau lembaga terkait memproses dan merespon gugatan ini, bisa menjadi preseden bagi korban konflik lain untuk mengajukan tuntutan terhadap negara yang diduga mendukung kekerasan atau terorisme.

Kesimpulan

Gugatan yang diajukan pada 7 Oktober 2025 oleh dua pengacara internasional membawa tuduhan serius terhadap Iran: bahwa negara itu mendanai, melatih, dan memberikan dukungan politik kepada Hamas hingga serangan besar 7 Oktober 2023. Meskipun banyak unsur masih harus dipertimbangkan, termasuk aspek imunitas dan pembuktian, langkah ini berpotensi memberi tekanan diplomatik terhadap Iran dan membuka jalur respons internasional. (***)

7 Oktober Kembali Bergolak! Hamas Tantang Rencana Damai Trump di Tengah Perundingan Panas Mesir

EtIndonesia.  Tepat dua tahun setelah serangan besar Hamas terhadap Israel pada 7 Oktober 2023, delegasi Israel dan Hamas kembali bertatap muka dalam perundingan di Sharm el-Sheikh, Mesir, di bawah kerangka “Rencana Perdamaian Gaza 20 Poin” yang digagas oleh mantan Presiden AS Donald Trump. Namun, harapan akan tercapainya terobosan diplomatik mendadak pupus setelah Hamas mengajukan tuntutan baru yang memicu kebuntuan.

Kebuntuan di Meja Perundingan

Menurut laporan Al Jazeera, Hamas secara mendadak menolak beberapa poin penting dalam rancangan perjanjian dan menuntut penarikan penuh pasukan Israel dari Jalur Gaza sebelum seluruh sandera dilepaskan.

Kelompok tersebut menegaskan bahwa:

  • Penarikan pasukan Israel dan pembebasan sandera harus dilakukan bersamaan.
  • Kelompok terakhir sandera hanya akan dilepaskan setelah Israel sepenuhnya keluar dari wilayah Gaza.

Sikap keras ini bertentangan langsung dengan rancangan yang disusun tim Trump, yang mengatur agar:

  • Seluruh sandera dibebaskan dalam waktu 72 jam setelah perjanjian ditandatangani.
  • Penarikan pasukan Israel dilakukan bertahap, sejalan dengan proses perlucutan senjata Hamas dan pengawasan pasukan penjaga perdamaian internasional.

Permintaan Tambahan Hamas

Selain itu, Hamas juga mengajukan tuntutan tambahan yang memperumit negosiasi, antara lain:

  • Pembebasan empat tahanan senior yang dianggap simbol perlawanan Palestina.
  • Penarikan total pasukan Israel dari seluruh wilayah Gaza tanpa pengecualian.

Sumber diplomatik menyebut, Hamas khawatir akan kehilangan posisi tawar politik dan militer jika pembebasan sandera dilakukan terlalu cepat sebelum Israel benar-benar menarik diri.

Upaya Mediasi Internasional

Mediator dari Mesir, Qatar, dan Amerika Serikat kini tengah berupaya menjembatani jurang perbedaan tersebut.

Presiden Trump, yang memimpin langsung proses diplomatik ini melalui utusannya, dilaporkan mendesak Turki dan Qatar untuk menekan Hamas agar bersedia menerima rencana perdamaian yang ia klaim sebagai “kesempatan terakhir bagi perdamaian abadi di Timur Tengah.”

Sementara itu, delegasi Israel tetap menegaskan bahwa keamanan nasional merupakan prioritas utama. Mereka menolak melakukan penarikan total sebelum Hamas benar-benar melucuti senjata dan mengakhiri aktivitas militernya.

Latar Belakang Rencana Damai

“Rencana Perdamaian Gaza 20 Poin” merupakan inisiatif diplomatik yang diluncurkan Trump pada September 2025, dengan tujuan menghentikan perang yang telah berlangsung dua tahun penuh dan menata ulang tatanan politik di Gaza.
Isi rencana itu mencakup:

  • Pertukaran tahanan dan sandera secara bertahap.
  • Penarikan pasukan Israel di bawah pengawasan internasional.
  • Pembentukan pemerintahan transisi Palestina non-Hamas dengan dukungan Arab Saudi, Mesir, dan Uni Emirat Arab.
  • Rekonstruksi ekonomi Gaza melalui dana internasional.

Namun, perkembangan terakhir menunjukkan bahwa proses ini kini berada di ambang kegagalan, karena Hamas menolak skema perlucutan senjata yang dianggap “merugikan perjuangan rakyat Palestina.”

Kesimpulan

Kebuntuan di Kairo pada 7 Oktober 2025 menandai ujian besar bagi diplomasi internasional di Timur Tengah.

Dengan waktu yang terus berjalan dan tekanan dari berbagai pihak, masa depan Rencana Perdamaian Gaza 20 Poin kini tergantung pada keputusan Hamas — apakah mereka akan memilih kompromi politik atau tetap mempertahankan perlawanan bersenjata. (***)

Serangan Hamas Genap Dua Tahun: AS dan Inggris Bersatu Nyatakan Perang Terhadap Teror

EtIndonesia. Seiring dunia memperingati dua tahun serangan maut yang dilancarkan Hamas pada 7 Oktober 2023, sejumlah tokoh politik dari Amerika Serikat dan Inggris mengeluarkan pernyataan duka, dukungan terhadap Israel, dan seruan agar konflik ini segera diakhiri melalui upaya diplomasi.

Latar Belakang: Peristiwa 7 Oktober 2023

Pada 7 Oktober 2023, Hamas melancarkan serangan lintas-perbatasan ke Israel dengan nama operasi “Al-Aqsa Flood”. Serangan ini menewaskan sekitar 1.200 jiwa, terutama warga sipil, dan menyebabkan 251 orang disandera menurut laporan-laporan internasional.

Tragedi tersebut memicu eskalasi militer Israel di Jalur Gaza, yang hingga kini memantapkan konflik berkepanjangan dengan dampak kemanusiaan besar—khususnya bagi penduduk Gaza.

Pernyataan Para Pemimpin AS

Wakil Presiden J.D. Vance

Dalam berbagai kesempatan, Wakil Presiden AS J.D. Vance menyatakan keprihatinan mendalam terhadap penderitaan warga sipil, baik di Israel maupun Gaza. Ia menyebut konflik saat ini “menyayat hati” dan menyerukan pertimbangan kemanusiaan dalam setiap langkah militer.

Namun, Vance juga menekankan bahwa Amerika Serikat “mendukung hak Israel untuk membela diri” terhadap tindakan terorisme—menunjukkan posisi yang berusaha menjaga keseimbangan antara dukungan militer dan kepedulian kemanusiaan.

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio

Meskipun saya tidak menemukan pernyataan terbaru langsung dari Marco Rubio yang sesuai dengan narasi di pertanyaan Anda, sebagai Menteri Luar Negeri dia dikenal vokal soal keamanan global dan dukungan terhadap mitigasi ancaman terorisme. Namun, tanpa sumber konfirmasi yang terbaru, pernyataan spesifik terkait 7 Oktober belum dapat diverifikasi dalam laporan media mainstream.

Mantan Menlu Mike Pompeo & Menteri Keamanan Dalam Negeri Kristi Noem

Dalam catatan publik, Mike Pompeo—selama menjabat sebagai Menteri Luar Negeri AS—terkenal tegas dalam isu-isu keamanan dan dukungan terhadap Israel. Kristi Noem, yang menjabat Menteri Keamanan Dalam Negeri AS (jika memang demikian sesuai konteks Anda), kemungkinan besar akan mengikuti narasi partai dengan fokus pada kontra-terorisme dan keamanan nasional. Namun hingga saat ini saya tidak menemukan pernyataan terkini dari mereka yang secara spesifik menanggapi tragedi 7 Oktober 2023 dan korban sipil Israel pada peringatan dua tahun ini.

Menteri Keuangan AS Scott Bessent

Saya tidak menemukan data ataupun sumber kredibel yang menyebutkan tokoh Menteri Keuangan Bessent berkaitan dengan isu ini. Ada kemungkinan ini adalah kesalahan penulisan atau penyebutan nama tokoh yang kurang dikenal. Jika Anda dapat memberikan nama yang lebih akurat (misalnya negara atau nama lengkap), saya dapat bantu mencari pernyataannya.

Peringatan dan Dukungan dari Inggris

Perdana Menteri Keir Starmer

Perdana Menteri Inggris Keir Starmer dalam pernyataan resmi pemerintah menyebut bahwa serangan Hamas pada 7 Oktober 2023 adalah “keganasan yang tidak berkurang oleh waktu”. Ia dengan tegas menyatakan dukungan Inggris terhadap Israel, termasuk desakan agar sandera segera dibebaskan dan bahwa tindakan terorisme tidak boleh dibenarkan.

Selain itu, Starmer turut mengecam rencana demonstrasi pro-Palestina pada tanggal peringatan tersebut, menyebut bahwa aksi-aksi tersebut “un-British” (tidak sesuai nilai Inggris) dan mengingatkan kemungkinan dampaknya terhadap ketegangan sosial dan antisemitisme di dalam negeri.

Mantan Perdana Menteri Rishi Sunak

Sebelumnya, saat serangan pertama terjadi pada 7 Oktober 2023, Rishi Sunak menyatakan rasa terkejut dan mengecam tindakan Hamas. Ia menegaskan bahwa Inggris “bersolidaritas” penuh dengan Israel dan memastikan perlindungan bagi warga Inggris di wilayah konflik.

Dalam diskusi-diskusi berikutnya, pemerintah Sunak juga menekankan pentingnya melindungi warga sipil Gaza dan menyerukan jeda kemanusiaan agar bantuan dapat tersalurkan.

Catatan-Kontra dan Kekurangan Verifikasi

  • Pada bagian Amerika Serikat, saya tidak menemukan sumber media mainstream yang secara eksplisit menyebut bahwa “Menteri Keamanan Dalam Negeri Kristi Noem” atau “Menteri Keuangan Besant” mengeluarkan pernyataan duka atas korban sipil Israel.
  • Untuk Marco Rubio, Pompeo, dan Noem, pernyataan publik mereka lebih sering terkait kebijakan luar negeri dan keamanan global secara umum, bukan dalam rangka peringatan spesifik 7 Oktober.
  • Pemberitaan internasional terbesar terkait peringatan ini memang didominasi oleh media seperti Reuters, The Guardian, AP, dan media internasional lainnya, yang memuat respons dari Presiden, Perdana Menteri, dan organisasi internasional.

Simpulan dan Implikasi

Peringatan dua tahun serangan 7 Oktober 2023 kembali menegaskan bahwa trauma kolektif antara Israel dan Palestina belum menemukan titik henti. Di satu sisi, respons global dari tokoh-tokoh politik mencerminkan dukungan terhadap Israel dan penolakan terhadap aksi terorisme. Di sisi lain, ada tekanan internasional agar konflik ini diakhiri melalui solusi politik, keadilan, dan perlindungan terhadap warga sipil—baik di Israel maupun Gaza. (***)

Lima Dolar yang Mengubah Dua Orang

EtIndonesia. Ketika Mr. Parklin (Transliterasi-red) baru membuka kantor hukum kecilnya di Amerika Serikat, hidupnya penuh kesulitan. Bahkan untuk membeli satu mesin fotokopi saja dia tak mampu.

Saat itu gelombang besar imigran terus berdatangan ke Amerika, dan Parklin banyak menangani kasus-kasus imigrasi. Sering kali dia dipanggil tengah malam ke kantor imigrasi untuk menjemput klien yang ditahan, dan tak jarang harus berurusan dengan pihak hukum maupun orang-orang dunia hitam demi membantu mereka.

Dia mengendarai mobil Honda tua yang catnya sudah mengelupas, berkeliling dari satu kota kecil ke kota lain, menjalani profesinya sebagai pengacara dengan penuh kerja keras dan ketekunan.

Tahun demi tahun berlalu. Akhirnya, usaha kerasnya membuahkan hasil — telepon kantornya kini memiliki empat saluran, ruang kerjanya diperluas, dia mempekerjakan sekretaris pribadi dan staf hukum, dan mulai mengendarai mobil Mercedes-Benz. Klien berdatangan, kehormatan datang dari segala arah — hidupnya tampak makmur dan terhormat.

Kehancuran yang Datang Seketika

Namun, hidup tidak selalu berjalan mulus.

Pepatah benar: “Langit tak selalu cerah, dan pikiran manusia pun bisa keliru.”

Karena satu keputusan investasi yang salah, Parklin menanamkan seluruh asetnya ke pasar saham — dan nyaris kehilangan segalanya.

Belum cukup sampai di situ, pada pergantian tahun, undang-undang imigrasi Amerika kembali diubah. Kuota untuk imigran profesional dikurangi drastis, dan dalam sekejap, kantornya yang dulu ramai kini sepi pengunjung.

Dia tidak pernah menyangka, bahwa dari puncak kesuksesan hingga ke ambang kehancuran,  jaraknya bisa hanya satu malam saja.

Sebuah Surat Tak Terduga

Dalam masa keterpurukannya, suatu hari Parklin menerima sebuah surat. Surat itu ditulis oleh seorang presiden direktur perusahaan besar, yang menyatakan kesediaan untuk memberikan 30% saham perusahaan kepadanya, dan bahkan menunjuknya sebagai penasihat hukum tetap (lifetime legal representative) untuk perusahaan itu dan dua cabangnya.

Dia terkejut dan tak percaya. Dia tak mengenal orang itu. Apa mungkin ini benar?

Dengan rasa ingin tahu bercampur haru, dia pergi menemui sang direktur — seorang pria keturunan Polandia, berusia sekitar empat puluhan.

Begitu bertemu, sang direktur tersenyum dan bertanya: “Masih ingat saya?”

Parklin menggeleng.

Pria itu kemudian mengambil sesuatu dari laci mejanya — sebuah wesel lima dolar yang sudah lusuh, diapit oleh kartu nama lama bertuliskan alamat dan nomor telepon kantor hukum Parklin.

Parklin memandangnya dengan bingung. Pria itu kemudian mulai bercerita…

“Sepuluh tahun yang lalu, saya sedang mengantre di kantor imigrasi untuk mengurus kartu kerja. Saat tiba giliran saya, kantor hampir tutup. Ternyata biaya pembuatan kartu naik lima dolar, dan mereka tidak menerima cek pribadi. Saya juga tidak membawa uang tunai tambahan.

Jika hari itu saya tidak mendapatkan kartu kerja, perusahaan tempat saya melamar akan mempekerjakan orang lain. Saat itulah Anda — berdiri di belakang saya —  menyodorkan uang lima dolar tanpa ragu. Saya ingin mengembalikannya dan meminta alamat Anda, lalu Anda memberikan kartu nama ini.”

Parklin perlahan mulai teringat peristiwa itu, tapi tetap heran, lalu bertanya: “Lalu, apa yang terjadi setelah itu?”

Pria itu tersenyum: “Setelah hari itu, saya diterima bekerja di perusahaan ini. Tak lama kemudian, saya menciptakan dua paten penting, dan karier saya mulai menanjak.

Sejak hari pertama saya bekerja, saya sebenarnya ingin mengirimkan wesel ini kepada Anda, tapi saya menahannya. Karena lima dolar itu mengubah cara pandang saya terhadap hidup.

Sebagai imigran yang datang ke negeri asing sendirian, saya mengalami banyak penolakan dan kesulitan. Tapi kebaikan kecil Anda hari itu membuat saya sadar — bahwa dunia ini masih memiliki kehangatan, dan saya harus menjadi orang yang menghargainya.”

Kebaikan yang Kembali dengan Berlipat Ganda

Lima dolar — jumlah kecil yang nyaris tak berarti. Namun dalam kisah ini, uang itu mengubah nasib dua orang sekaligus.

Satu orang memperoleh pekerjaan dan masa depan, yang lain — di saat paling sulit — mendapatkan balasan kebaikan yang tak ternilai.

Roda hidup selalu berputar,  setiap kebaikan kecil yang kita tabur, suatu hari bisa kembali kepada kita —dalam bentuk yang sama sekali tak terduga. (jhn/yn)

Kursi Pengemudi Kosong — Mobil Listrik di Tiongkok Berkeliaran dan Menabrak Segalanya di Jalanan

EtIndonesia. Pada Oktober 2025, beredar video di internet yang menunjukkan sebuah mobil listrik tanpa pengemudi berkeliaran di jalanan Tiongkok dan menabrak berbagai benda di sekitarnya.

Video tersebut memperlihatkan sebuah sedan hitam melaju perlahan di jalur sepeda motor di pinggir jalan, menabrak beberapa sepeda listrik di sisi kiri secara beruntun, lalu bergerak ke kanan dan menabrak atap pelindung di tepi jalan. Akhirnya, mobil itu tampak terhenti setelah menabrak sesuatu.

Dalam video, kursi pengemudi tampak kosong, tidak terlihat ada orang di belakang kemudi. Orang yang merekam video terdengar kaget dan berteriak, “Tidak ada pengemudi! Mobil tanpa sopir!” Setelah mobil berhenti, beberapa orang tampak mendekati kendaraan dan mencoba membuka pintu, tetapi tidak diketahui apakah ada penumpang di dalamnya atau tidak.

Waktu dan lokasi pasti kejadian belum diketahui, namun suara orang yang merekam terdengar memiliki logat wilayah selatan Tiongkok.

Plat nomor mobil berwarna hijau, menandakan bahwa itu mobil energi baru (mobil listrik). Merek kendaraan belum dapat dipastikan — ada yang menduga itu mobil Huawei Aito (Wenjie), namun ada juga yang mengatakan bukan merek itu.

Warganet ramai-ramai menyindir kejadian ini dengan komentar pedas seperti:

“Mobilnya ‘menyetir sendiri’ sampai hancur — benar-benar ‘otomatis buang kotoran’!”
“Sekarang Xiaomi dan Huawei dua-duanya kabur sendiri ya? Beberapa hari lalu mobil Xiaomi juga jalan sendiri.”
“Sama seperti perusahaannya — liar dan seenaknya, menabrak ke mana-mana.”

Sebelumnya, seorang pemilik mobil listrik Xiaomi di Kota Weihai, Provinsi Shandong, mengunggah video yang menuduh bahwa mobil listrik Xiaomi miliknya tiba-tiba menyala sendiri dan keluar dari rumah, padahal dalam keadaan terkunci.

Menurut pemiliknya, pihak Xiaomi menjelaskan bahwa mobil menerima perintah “parkir otomatis” dari iPhone 16 milik pengguna. Namun, rekaman CCTV menunjukkan bahwa iPhone 16 milik istri pemilik berada di meja ruang tamu dan tidak dioperasikan oleh siapa pun saat kejadian.

Setelah video keluhan itu viral, unggahan tersebut segera disensor dan dihapus dari platform Tiongkok. Pihak Xiaomi kemudian mengubah penjelasan, menyatakan bahwa sistem secara keliru mencatat iPhone 15 Pro Max milik sang suami sebagai iPhone 16, sehingga “sebenarnya mobil menerima perintah dari iPhone 15 Pro Max milik suami.”

Hal ini kembali memicu ejekan dari publik, dengan komentar sinis seperti: “Xiaomi berhasil melempar kesalahan ke Amerika Serikat.” (Hui/asr)

Tak Ada Derajat (Tinggi-Rendah) dalam Kehidupan

EtIndonesia. Seorang pria yang dikenal berbudi luhur selalu merasa gelisah karena dia tinggal di kawasan Timur Kota. Dia adalah sosok yang santun dan berperilaku teratur — hidupnya penuh kedisiplinan dan kesopanan.

Namun, orang-orang di lingkungan tempat tinggalnya bersikap bebas, kasar, dan cenderung semaunya sendiri. Dia terbiasa hidup sederhana dan menahan diri, sedangkan mereka menikmati hidup secara berlebihan.

Dia menuntut dirinya untuk selalu bersih dan bermoral tinggi, sementara warga di sekitarnya tampak acuh terhadap nilai-nilai itu — mereka berpikir praktis, cenderung berorientasi pada keuntungan.

Semakin lama, batinnya penuh kegelisahan. Akhirnya, dia datang kepada orang bijak, meminta saran apakah dia sebaiknya pindah tempat tinggal atau melakukan sesuatu yang lain.

Pelajaran dari Lembah dan Burung

Orang bijak itu mendengarkan dengan tenang. Beberapa saat terdiam, dia tidak menjawab sepatah kata pun, melainkan mengajak pria itu pergi ke sebuah lembah yang indah.

Lembah itu penuh udara segar dan pemandangan menakjubkan. Ribuan burung gagak beterbangan, berceloteh, bermain, dan hinggap di pepohonan. Suasana terasa harmonis dan damai, meski penuh suara gaduh khas alam liar.

Namun, menjelang senja, datang seekor elang besar. Dengan sombong, elang itu menyerobot wilayah para gagak, menukik ke sana kemari sambil mencakar dan mematuk mereka.

Ketenangan lembah pun lenyap. Para gagak yang tadinya damai kini panik dan ketakutan, beterbangan ke segala arah. Setelah puas mengacaukan keadaan, elang itu pun terbang pergi dengan sikap angkuh dan merasa lebih tinggi dari para gagak.

Kebijaksanaan Sang Guru

Melihat semua itu, sang bijak perlahan berkata: “Elang itu mengira, hidup bersama para gagak adalah suatu kehinaan,  namun dia tak tahu — bahwa para gagak juga tidak suka berada bersamanya. Dalam kehidupan, tidak ada yang lebih tinggi atau lebih rendah. Yang berbeda hanyalah cara hidup masing-masing.”

Dia menatap pria itu dengan lembut dan melanjutkan: “Kamu tidak seharusnya membenci orang-orang di kawasan timur kota.  Sebaliknya, kamu harus berterima kasih,  karena mereka masih mau menerima seseorang yang begitu berbeda dengan mereka.

Kamu merasa hidup di sana adalah sebuah ‘aib’, padahal bagi mereka, cara hidupmu yang penuh aturan dan moralitas itu justru terasa seperti gangguan —  sama seperti elang yang datang mengacaukan kedamaian para gagak.”

Kesadaran yang Menyentuh

Mendengar itu, pria berbudi luhur itu tertegun dan merasa sangat malu. Dia baru menyadari bahwa selama ini dirinya menganggap diri lebih tinggi dari orang lain, padahal kenyataannya — dia justru hidup berkat penerimaan orang-orang yang dia pandang rendah.

Orang-orang yang selama ini ingin dia jauhi, ternyata adalah harta paling berharga dalam hidupnya, karena merekalah yang menguji dan memperkaya makna kemanusiaannya.

Makna Cerita

Dalam kehidupan ini, tidak ada makhluk yang lebih mulia dari yang lain —  hanya ada perbedaan dalam cara hidup, nilai, dan kebiasaan.

Belajarlah untuk menghormati perbedaan, karena sering kali, yang kita anggap “rendah” justru menjadi cermin yang memperhalus jiwa kita. (jhn/yn)

Strategi Melamar Kerja

EtIndonesia. Seorang doktor ilmu komputer lulusan dari Amerika Serikat menghadapi kesulitan besar setelah lulus.  Meskipun memiliki pendidikan tinggi dan jurusan yang sangat diminati, dia tetap gagal berkali-kali dalam mencari pekerjaan — hampir semua perusahaan menolaknya.

Dia pun mulai bertanya-tanya : “Dengan gelar setinggi ini, mengapa saya tidak bisa mendapatkan pekerjaan?”

Setelah berkali-kali kecewa, akhirnya dia memutuskan untuk mengubah strateginya.

Langkah Rendah Hati

Dia menyimpan semua ijazah dan sertifikatnya,  dan kali ini, melamar pekerjaan dengan identitas paling sederhana — tanpa menyebutkan bahwa dia bergelar doktor.

Tak lama kemudian, dia diterima bekerja di sebuah perusahaan komputer, dengan posisi paling dasar sebagai petugas input data program — pekerjaan yang bahkan sering diabaikan oleh lulusan sarjana biasa.

Namun, dia menjalani tugas itu dengan sungguh-sungguh, teliti, dan penuh tanggung jawab. Tak butuh waktu lama, atasannya mulai memperhatikan kemampuannya. Dia bisa menemukan kesalahan dalam kode program, sesuatu yang jarang bisa dilakukan pegawai di level itu.

Ketika dia menunjukkan ijazah sarjananya, sang bos pun segera menaikkan jabatannya ke posisi yang sesuai dengan kualifikasi tersebut.

Langkah Kedua: Perlahan Naik dengan Bukti

Beberapa waktu kemudian, di posisi barunya, dia bekerja lebih baik dari kebanyakan rekan-rekan lulusan universitas. Dia bahkan sering memberikan saran-saran teknis berharga yang meningkatkan efisiensi kerja.

Kali ini, dia pun mengungkapkan bahwa dia memiliki gelar magister. Atas prestasinya, perusahaan kembali memberinya promosi jabatan.

Langkah Ketiga: Pengakuan yang Layak

Bosnya mulai curiga bahwa kemampuan orang ini jauh melampaui level master. Dia terus mengamatinya dengan saksama dan akhirnya yakin bahwa pria ini memiliki pengetahuan luar biasa — baik dari segi kedalaman maupun keluasan bidangnya.

Suatu hari, bos itu memanggilnya untuk berbicara. Barulah sang pegawai mengeluarkan ijazah doktoralnya, serta menjelaskan alasan dia menyembunyikan gelarnya di awal.

Seketika, bos itu terkejut dan terkesan, lalu menempatkannya di posisi penting dalam perusahaan. Kali ini, dia bukan dipilih karena gelarnya, tetapi karena bos sudah mengenal dengan jelas kemampuan, kerja keras, dan sikap profesionalnya.

Pelajaran yang Berharga

Banyak anak muda saat pertama kali masuk dunia kerja tergesa-gesa memamerkan semua gelar dan prestasinya.

Mereka ingin diakui, tapi justru membuat orang lain merasa tidak nyaman — entah karena kesan sombong, atau karena harapan orang lain menjadi terlalu tinggi, sehingga sekali gagal saja, sulit memperbaiki citra.

Kesuksesan sejati bukan tentang berapa tinggi gelar yang kamu miliki, tetapi bagaimana kamu membuktikan kemampuanmu langkah demi langkah, dengan kerendahan hati dan dedikasi yang nyata. (jhn/yn)

Sang ‘Pecundang’ yang Sukses

EtIndonesia. Bagi banyak orang, kehidupan seorang anak laki-laki bernama “Sparky” tampak seperti mimpi buruk. Sejak SD, semua nilai pelajarannya selalu buruk. Saat masuk SMP, nilai fisikanya sering kali nol, dan dia pun menjadi murid dengan nilai terburuk dalam sejarah sekolah itu.

Nilai Sparky dalam pelajaran lain — bahasa Latin, aljabar, dan bahasa Inggris — juga sama menyedihkannya.

Olahraga pun bukan keahliannya. Dia memang ikut dalam tim golf sekolah, tetapi dalam satu-satunya pertandingan penting musim itu, dia kalah telak. Bahkan ketika diadakan pertandingan hiburan untuk para peserta yang kalah, Sparky tetap tampil buruk.

Sosok yang Tak Pernah Terlihat

Selama masa sekolahnya, Sparky dikenal pendiam dan canggung. Di acara sosial, dia nyaris tak pernah terlihat.  Bukan karena orang lain membencinya — tapi karena mereka bahkan tidak menyadari keberadaannya.

Jika suatu hari ada teman yang secara kebetulan menyapanya di luar sekolah, Sparky akan terkejut sekaligus sangat terharu.

Bagaimana dengan kencan?  Tak pernah terjadi. Dia terlalu pemalu untuk mengajak seorang gadis keluar, takut jika ditolak.

Semua orang yang mengenalnya menganggap Sparky adalah pecundang sejati. Dan yang menarik, Sparky sendiri pun menyadarinya. Namun, dia tidak terlalu peduli dengan pandangan itu. Karena sejak kecil, hanya ada satu hal yang benar-benar dia cintai — menggambar.

Cinta yang Tak Pernah Pudar

Sparky percaya bahwa dia memiliki bakat menggambar yang istimewa, dan dia sangat bangga pada karya-karyanya, meski tak seorang pun menganggapnya bagus.

Saat SMA, dia pernah mengirimkan beberapa kartun ke majalah tahunan sekolah — namun tak satu pun diterima. Meskipun berkali-kali ditolak, Sparky tidak kehilangan keyakinan. Dia bersumpah bahwa suatu hari nanti dia akan menjadi kartunis profesional.

Tahun itu, dia memberanikan diri menulis surat lamaran ke Walt Disney Company.  Pihak Disney memintanya mengirim contoh karya dengan tema tertentu. Sparky pun bekerja keras, menghabiskan waktu berjam-jam menggambar dengan penuh semangat dan ketelitian.

Namun setelah dikirim, tak ada kabar balasan. Lamaran itu ditolak, tanpa penjelasan apa pun. Sparky kembali mengalami kegagalan — sekali lagi.

Dari Kegelapan ke Inspirasi

Hidup Sparky terasa seperti malam tanpa akhir.  Tapi alih-alih menyerah, dia mulai menggambar tentang dirinya sendiri —  tentang masa kecilnya yang suram, tentang remaja pemalu yang tak berprestasi,  tentang seniman gagal yang berkali-kali ditolak.

Dia menggambarkan semua itu dengan kejujuran dan kesederhanaan, disertai sentuhan humor pahit dan ketulusan yang hanya bisa lahir dari pengalaman hidup nyata.

Tanpa disangka, karakter yang dia ciptakan justru meledak di seluruh dunia. Serial komiknya berjudul “Peanuts” (Kacang Tanah) menjadi fenomena global.

Dari tangannya lahirlah tokoh Charlie Brown,  seorang anak laki-laki yang selalu gagal — layang-layangnya tak pernah terbang, dia tak pernah berhasil menendang bola dengan benar, dan teman-temannya memanggilnya “si kepala kayu.”

Sukses yang Berasal dari Kegagalan

Orang-orang yang mengenal Sparky di masa kecilnya tahu, Charlie Brown adalah cerminan dirinya sendiri — kisah nyata masa mudanya yang penuh kekalahan.

Dan Sparky kecil itu kelak dikenal dunia sebagai Charles M. Schulz,  kartunis legendaris yang menciptakan tokoh-tokoh ikonik seperti Charlie Brown dan Snoopy.

Pesan yang Tak Lekang Waktu

Kisah hidup Schulz mengajarkan kita:

“Kegagalan bukanlah akhir — tapi bagian dari jalan menuju keberhasilan.”

Orang lain mungkin tak percaya padamu. Dunia mungkin tak peduli. Tapi selama kamu tetap percaya pada apa yang kamu cintai,  suatu hari dunia akan melihat nilaimu melalui hasil karyamu. (jhn/yn)

Serangan Brutal Militer Myanmar Terhadap Protes Anti-Junta Tewaskan 40 Orang, Termasuk Anak-anak

EtIndonesia. Serangan militer Myanmar terhadap sebuah acara festival dan protes menewaskan 40 orang, termasuk anak-anak, ungkap seorang peserta dan seorang anggota komite lokal kepada AFP, Selasa (7/10).

Myanmar telah dilanda perang saudara sejak militer merebut kekuasaan dalam kudeta tahun 2021, yang mendorong pemberontak pro-demokrasi untuk mengangkat senjata dan bersekutu dengan kelompok-kelompok etnis bersenjata melawan junta.

Ratusan orang berkumpul di Kota Chaung U, Myanmar tengah, untuk menghadiri festival bulan purnama Thadingyut pada Senin malam ketika militer menjatuhkan bom ke arah kerumunan, menurut seorang anggota komite yang menyelenggarakan acara tersebut.

Wanita tersebut, yang meminta identitasnya dirahasiakan karena alasan keamanan, mengatakan bahwa orang-orang sedang berkumpul untuk festival dan demonstrasi anti-junta sekitar pukul 19 : 00 ketika bom tersebut menewaskan lebih dari 40 orang dan melukai sekitar 80 lainnya.

“Komite memberi tahu orang-orang dan sepertiga dari kerumunan berhasil melarikan diri,” katanya kepada AFP. “Namun, tiba-tiba, sebuah paralayang bermotor terbang tepat di atas kerumunan dan menjatuhkan dua bom di tengah kerumunan.

“Anak-anak hancur berkeping-keping,” kata perempuan itu, yang tidak berada di lokasi kejadian tetapi menghadiri pemakaman pada hari Selasa.

Ketika paralayang bermotor lain yang terbang di atas kepala meninggalkan area tersebut, dia mengatakan orang-orang bergegas membantu korban luka.

“Sampai pagi ini, kami masih mengumpulkan potongan-potongan tubuh dari tanah — potongan daging, anggota badan, bagian-bagian tubuh yang hancur,” tambahnya.

Seorang warga Chaung U yang menghadiri acara tersebut pada hari Senin mengonfirmasi perkiraan jumlah korban, mengatakan orang-orang mencoba berlari ketika mereka menyadari paralayang bermotor itu terbang di atas kepala.

“Saat saya mengatakan kepada orang-orang ‘tolong jangan lari’, paralayang bermotor itu menjatuhkan dua bom,” katanya kepada AFP, yang berbicara tanpa menyebut nama.

“Dua rekan saya tewas tepat di depan saya. Bahkan lebih banyak lagi yang tewas di depan saya.”

Dia mengatakan dia menghadiri pemakaman pada hari Selasa untuk sembilan teman yang tewas.

Sebuah media lokal juga melaporkan 40 orang tewas dalam serangan tersebut.

Seorang juru bicara junta militer tidak dapat dihubungi untuk dimintai komentar pada Selasa malam.

‘Kampanye Brutal’

Organisasi pemantau hak asasi manusia Amnesty International mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa serangan malam hari itu “harus menjadi peringatan yang mengerikan bahwa warga sipil di Myanmar membutuhkan perlindungan segera.”

Serangan itu menunjukkan bahwa militer “mengintensifkan kampanye yang sudah brutal terhadap kantong-kantong perlawanan,” kata organisasi yang berbasis di London itu.

“Komunitas internasional mungkin telah melupakan konflik di Myanmar, tetapi militer Myanmar memanfaatkan berkurangnya pengawasan untuk melakukan kejahatan perang tanpa hukuman,” kata Joe Freeman, peneliti Amnesty International di Myanmar.

Dia meminta blok Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) untuk meningkatkan tekanan terhadap junta militer Myanmar sementara para pejabat ASEAN bersiap untuk pertemuan akhir bulan ini.

Junta militer telah menggembar-gemborkan pemilihan umum yang dimulai pada 28 Desember sebagai jalan menuju rekonsiliasi.

Namun, seorang pakar PBB telah menepis pemungutan suara tersebut sebagai “kecurangan” untuk menutupi berlanjutnya kekuasaan militer, dan para pemberontak telah bersumpah untuk memblokirnya.

Militer kini mengepung kantong-kantong pemberontak, dengan tujuan memperluas kendali teritorial menjelang pemungutan suara. (yn)

Taipei Economic and Trade Office (TETO) di Indonesia Gelar Resepsi Hari Nasional Taiwan ke-114

EtIndonesia. Kantor Perwakilan Taipei di Indonesia (Taipei Economic and Trade Office/TETO) menggelar resepsi perayaan Hari Nasional Taiwan ke-114 di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa (7/10/2025) malam. 

Perayaan ini diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Taiwan Zhōnghuá Mínguó guógē yang dilanjutkan dengan lagu Indonesia Raya. Acara ini dihadiri secara meriah oleh sekitar 800 tamu undangan, termasuk pejabat pemerintah Indonesia, anggota parlemen, korps diplomatik, komunitas Tionghoa, pengusaha Taiwan, lembaga pemikir (think tank), kalangan seni dan budaya, serta media.

Representative TETO Indonesia Bruce Hung dalam sambutannya dalam resepsi perayaan Hari Nasional Taiwan ke-114 di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa (7/10/2025) malam. (EtIndonesia)

Representative TETO Bruce Hung dalam sambutannya menyampaikan bahwa semikonduktor dan kecerdasan buatan (AI) memainkan peran yang sangat penting dalam kehidupan modern, dan Taiwan berada di pusat revolusi AI karena posisinya yang krusial dalam ekosistem global elektronik dan semikonduktor.

Selain itu, kata dia, pameran teknologi internasional COMPUTEX yang diselenggarakan di Taipei tahun ini telah menjadi ajang AI paling bergengsi di dunia. Para CEO dari perusahaan teknologi terkemuka hadir langsung di COMPUTEX, dan Nvidia  bahkan mengumumkan pendirian kantor pusat Nvidia serta pusat superkomputer AI pertama di Taipei. sekaligus menegaskan posisi penting Taiwan dalam industri semikonduktor global.

Dubes Guatemala untuk Indonesia Jacobo Cuyun Salguero menyampaikan sambutannya dalam resepsi perayaan Hari Nasional Taiwan ke-114 di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa (7/10/2025) malam. (EtIndonesia)

Hubungan Taiwan dan Indonesia dalam bidang perdagangan, investasi, pendidikan, dan pertukaran antar masyarakat juga sangat erat. Taiwan merupakan mitra dagang terbesar ke-10 sekaligus salah satu sumber investasi asing penting bagi Indonesia. Nilai perdagangan bilateral Taiwan-Indonesia pada tahun 2024 mencapai hampir 11 miliar dolar AS.

Murid-murid dari Taipei School turut memeriahkan acara perayaan Double Tenth Day Republik Tiongkok ke-114 yang diadakan Selasa, 7 Okt 2025 di Hotel Borobudur (EtIndonesia)

Dalam hal pertukaran masyarakat, saat ini terdapat lebih dari 320.000 pekerja migran Indonesia dan sekitar 18.000 pelajar Indonesia yang bekerja dan belajar di Taiwan. Hal ini menunjukkan bahwa lingkungan kerja dan pendidikan Taiwan yang ramah telah memberikan peluang perkembangan dan jaminan hidup yang baik bagi komunitas Indonesia di Taiwan.

Suasana resepsi perayaan Hari Nasional Taiwan ke-114 di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa (7/10/2025) malam (TETO Indonesia)

Selain itu, Taiwan juga berkomitmen memperkuat kerja sama di bidang pariwisata, pertanian, dan kesehatan dengan Indonesia.

Dalam rangka memperkuat hubungan antara Taiwan dan komunitas  internasional, Taiwan berpedoman pada visi Presiden Lai Ching-te tentang “Diplomasi Berbasis Nilai”, serta konsep “Diplomasi terpadu ” yang dikemukakan oleh Menteri Luar Negeri Lin Chia-lung.

Taiwan secara aktif memperluas kerja sama global dan terus memperdalam kemitraan dengan negara-negara yang memiliki nilai serupa dalam tiga pilar utama: demokrasi, perdamaian, dan kemakmuran.

Tamu undangan memadati acara resepsi perayaan Hari Nasional Taiwan ke-114 di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa (7/10/2025) malam (TETO Indonesia)

Sebagai anggota komunitas global yang aktif dan bertanggung jawab. Taiwan bersedia berbagi keunggulannya dalam bidang kesehatan, pertanian, dan manufaktur semikonduktor.

Slogan “Taiwan Can Help” (Taiwan Bisa Membantu) bukan sekadar kata-kata, tetapi merupakan aksi nyata. Meski Taiwan adalah negara kecil, ia memiliki banyak pengalaman sukses yang dapat dibagikan dengan dunia untuk berkontribusi secara bermakna dalam menciptakan kekuatan positif global.

Pada resepsi Hari Nasional tahun ini, siswa dari Sekolah Taipei di Jakarta tampil mempersembahkan pertunjukan spesial. Selain itu, tamu undangan disuguhi berbagai kuliner khas Taiwan yang terkenal, seperti xiaolongbao Din Tai Fung, minuman teh Chatime, bubble tea Xing Fu Tang, es serut Taiwan, teh oolong dari 63 Tea House, serta kopi “Golden Malabar” yang diproduksi oleh pengusaha Taiwan di Indonesia.

Sebuah pahatan es raksasa berbentuk Gedung Taipei 101 juga dipajang di lokasi, memungkinkan para tamu merasakan suasana “rasa Taiwan” meskipun berada di Indonesia.

Acara resepsi juga menayangkan film “Resilient Taiwan” yang diproduksi oleh Kementerian Luar Negeri Taiwan, yang memperkenalkan kemajuan teknologi, politik, dan ekonomi Taiwan, menampilkan keindahan alam yang memperlihatkan keberagaman budaya Taiwan.

Resepsi Hari Nasional tahun ini diakhiri secara meriah dengan doa dan ucapan selamat dari para tamu undangan. (***)

Bruce Hung, Representative Taipei Economic and Trade Office (tengah foto), Trust Lin, Deputy Representative (kiri ke 8) foto bersama dengan seluruh karyawan TETO (TETO Indonesia)
Tamu undangan, termasuk komunitas Tionghoa, pengusaha Taiwan, dan para pengurus Ikatan Citra Alumni Taiwan (ICATI) berfoto bersama diacara resepsi perayaan hari nasional Double Tenth Day Republik Tiongkok ke 114 (TETO Indonesia)

Pencerahan Bacon

EtIndonesia. Pada abad ke-17 di Inggris, ada seorang pemuda yang terobsesi pada kekuasaan. Dia melakukan segala cara untuk naik jabatan dalam pemerintahan. Meskipun pernah mengalami masa-masa diabaikan oleh raja, dia tetap mencintai kekuasaan dengan penuh gairah.

Demi meraih posisi tinggi, pemuda itu menghadiahkan bukunya kepada Raja baru saat itu, James VI. Dalam surat dan kata pengantarnya, dia menyanjung sang raja dengan segala bentuk pujian, bahkan tak segan mengucapkan janji manis dan rayuan demi mendapatkan satu jabatan kecil sekalipun. Setelah perjuangan panjang, dia akhrinya berhasil menjadi Jaksa Agung Inggris, dan beberapa tahun kemudian diangkat sebagai Hakim Agung Inggris, bahkan dianugerahi gelar bangsawan.

Namun tak lama kemudian, pemuda itu justru menjadi korban dari pertarungan politik antara raja dan parlemen. Dia kehilangan seluruh jabatannya dan dilarang kembali menduduki posisi pemerintahan. Meski telah jatuh sedalam itu, dia tetap tidak bisa melepaskan dirinya dari pesona kekuasaan. Dia berusaha keras untuk kembali ke dunia politik, hingga akhirnya menyadari bahwa semua usahanya sia-sia.

Barulah setelah itu, dia benar-benar menyesal. Dia menyesali tahun-tahun mudanya yang terbuang demi mengejar kekuasaan yang fana. Setelah melalui rasa sakit yang mendalam, dia mulai berbalik hati dan menekuni bidang yang sebenarnya dia cintai sejak awal — filsafat. Dari sinilah dia memulai perjalanan hidup yang paling berharga dalam hidupnya.

Pemuda itu tak lain adalah Francis Bacon, filsuf besar yang kelak mengguncang dunia dengan pemikiran-pemikirannya.

Bacon akhirnya “terbangun”. Dia meninggalkan bagi umat manusia sebuah kalimat bijak yang abadi: “Ketika menghadapi keberuntungan, kebajikan yang dibutuhkan adalah pengendalian diri; sedangkan ketika menghadapi kesulitan, kebajikan yang dibutuhkan adalah ketabahan. Dan ketabahan jauh lebih berharga daripada sekadar pengendalian diri.”

Kerap kali, cacat manusia justru tampak saat dia berada di puncak kejayaan, sedangkan kebajikan sejati seseorang justru terlihat saat dia berada di titik paling sulit dalam hidupnya.(jhn/yn)