Dari Podium PBB ke Medan Perang: Satu Postingan Trump Mengguncang Rusia–Ukraina

EtIndonesia. Perang Rusia–Ukraina yang sudah berlangsung selama tiga setengah tahun akhirnya memasuki babak baru. Meski lama berada dalam kebuntuan, kali ini titik balik yang mengguncang bukan datang dari garis depan di Donbas, melainkan dari sebuah postingan media sosial Presiden AS, Donald Trump. Postingan itu muncul sesaat setelah pertemuan tertutupnya dengan Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy di sela Sidang Umum PBB di New York.

Unggahan Setara “Bom Nuklir Politik”

Trump menulis sebuah unggahan panjang yang segera dipandang sebagai “bom nuklir politik”. Dalam pernyataannya, dia menegaskan keyakinannya bahwa Ukraina, dengan dukungan Uni Eropa dan NATO, mampu merebut kembali seluruh wilayahnya yang dikuasai Rusia, termasuk Krimea yang dicaplok sejak 2014.

“Dengan waktu, kesabaran, serta sokongan finansial dari Eropa—terutama NATO—kembali ke batas asli sebelum perang bukanlah sesuatu yang mustahil,” tulis Trump pada 24 September 2025.

Untuk pertama kalinya, Trump secara terbuka menyatakan dukungan penuh pada kemungkinan kemenangan total Ukraina.

Sindiran Pedas untuk Moskow

Trump tak hanya memberi semangat bagi Kyiv, tetapi juga melontarkan sindiran keras kepada Rusia:

  • Rusia yang dulu percaya bisa menguasai Ukraina hanya dalam hitungan hari, kini terjebak dalam perang lebih dari tiga tahun.
  • Alih-alih menunjukkan kekuatan, Rusia justru memperlihatkan kelemahan dan disebut Trump sebagai “macan kertas”.
  • Rakyat Rusia kini harus antre panjang demi bensin, sementara ekonomi negara mereka kian terkuras.

Trump menyebut momen ini sebagai saat terbaik Ukraina untuk melakukan langkah besar di medan perang.

“Tampar dan Balut Luka” ala Trump

Meski keras, Trump menutup pernyataannya dengan gaya khas:

“Bagaimanapun, saya berharap kedua negara bisa baik-baik saja. AS akan terus memasok senjata ke NATO, dan bagaimana mereka menggunakannya, itu bukan urusan kami. Semoga beruntung.”

Dengan kata lain, dia tetap berupaya tampil seimbang: menyindir Putin habis-habisan, namun tetap menampilkan sikap “menginginkan perdamaian”.

Reaksi Zelenskyy dan Kremlin

Zelenskyy terlihat antusias, meski menahan diri dalam komentar resmi.

“Saya berterima kasih kepada Trump. Kami berbagi informasi rahasia tentang situasi garis depan, namun saya tidak bisa membeberkannya sekarang,” ujarnya.

Sebaliknya, Kremlin menunjukkan kegelisahan. Juru bicara Dmitry Peskov menyebut Rusia “tak punya pilihan selain melanjutkan perang”. Ironisnya, dia menambahkan, “Kami lebih mirip beruang, bukan macan,” yang justru memancing gelombang ejekan di media Barat.

Ketegangan di Udara

Beberapa jam setelah pernyataan Trump, NORAD (Komando Pertahanan Udara Amerika Utara) melaporkan dua pesawat pembom strategis Tu-95 dan dua jet tempur Su-35 Rusia memasuki wilayah identifikasi pertahanan udara Alaska.

AS langsung mengirim empat jet F-16 dan satu pesawat peringatan dini E-3 untuk mencegat. Meski tak sampai melintasi wilayah udara resmi AS, insiden ini dianggap provokasi serius.

Menariknya, Tu-95 adalah pesawat peninggalan era Perang Dingin dengan suara bising khas, sehingga lebih dinilai sebagai unjuk gigi ketimbang ancaman nyata.

Insiden NATO pada 24 September

Tanggal 24 September 2025 juga diwarnai serangkaian insiden yang menargetkan negara-negara NATO:

  • Spanyol: Pesawat Menteri Pertahanan Margarita Robles terganggu sinyal GPS ketika melewati dekat Kaliningrad.
  • Denmark: Drone tak dikenal muncul di bandara militer dan fasilitas F-16/F-35, diduga bagian dari “serangan hibrida” Rusia.
  • Polandia: Sedang menyiapkan undang-undang agar militer dapat menembak jatuh drone atau rudal Rusia tanpa menunggu persetujuan NATO/UE.
  • Rumania: Memberi kewenangan baru bagi komandan garis depan untuk langsung menembak jatuh pesawat asing militer yang melanggar wilayah udara.

Manuver Besar AS dan NATO

Sebagai respons, Amerika Serikat memperlihatkan keseriusan melalui operasi militer besar:

  • 24 September 2025: Pesawat komando E-6B Mercury (dikenal sebagai “pesawat kiamat”) mendarat di Jerman.
  • Armada kapal induk USS Gerald R. Ford berlatih di Laut Barents, bersama Jerman, Prancis, dan Norwegia.
  • B-2 Spirit Stealth Bomber diterbangkan ke Eropa untuk ikut dalam latihan nuklir “POKER 2025-3” bersama jet tempur Inggris dan Prancis.

Latihan ini mencakup simulasi tiga tahap serangan nuklir: persiapan, serangan jarak jauh, dan eksekusi. Sejarah mengingatkan, latihan seperti ini sangat berisiko. Pada 26 September 1983, sistem peringatan dini Soviet sempat salah mendeteksi serangan nuklir AS—hanya diselamatkan oleh keputusan Kolonel Stanislav Petrov yang menolak melaporkannya.

Rusia Ancam Balik

Duta Besar Rusia untuk Prancis, Aleksey Meshkov, menegaskan:

“Jika NATO berani menembak jatuh pesawat Rusia, itu sama saja dengan deklarasi perang.”

Pernyataan ini semakin memperkuat dugaan bahwa drone misterius di langit Eropa belakangan memang dikendalikan Rusia.

Kesimpulan

Perang Rusia–Ukraina yang sempat buntu kini kembali bergejolak. Lewat satu unggahan, Trump mengubah wacana global: mendukung penuh kemenangan Ukraina, menyindir Rusia sebagai “macan kertas”, sekaligus membuka ruang eskalasi militer NATO.

Dunia kini menghadapi pertanyaan serius: apakah ini awal kemenangan Ukraina, atau justru awal konfrontasi langsung Rusia–NATO yang bisa menyeret dunia ke krisis lebih besar?

Toleran Lebih Penting daripada Kebebasan

EtIndonesia. Pada malam 30 November 1874, Istana Blenheim di London dihiasi cahaya gemerlap. Sejumlah bangsawan pria dan wanita sedang menari dengan anggun. Tiba-tiba, seorang wanita bangsawan yang cantik dan penuh pesona berteriak kesakitan karena perutnya mendadak mulas. Orang-orang segera membawanya ke sebuah ruang ganti wanita darurat. Dari peristiwa luar biasa itulah, lahirlah seorang bayi prematur bernama Winston Churchill.

Churchill berasal dari keluarga bangsawan Marlborough, salah satu dari tidak lebih dari 20 keluarga bergelar adipati di Inggris (di luar keluarga kerajaan). Keluarga Marlborough sendiri menempati urutan ke-10 dalam silsilah adipati. Ibunya, Jennie Jerome, adalah putri seorang jutawan asal Amerika. Pada 1873, Jennie menikah dengan Randolph Churchill, namun pada 24 Januari 1895, Randolph meninggal dunia pada usia 46 tahun akibat sakit. Saat itu, Jennie sudah berusia lebih dari 40 tahun, namun masih tetap mempesona, anggun, dan memikat banyak pria. Tak lama kemudian, dia berniat menikah lagi dengan seorang pria berusia 25 tahun.

Kabar ini langsung menimbulkan gelombang penolakan dari keluarga dan sahabat. Jennie pun mulai ragu. 

Namun, yang mengejutkan, anaknya yang kala itu juga berusia 25 tahun, Winston Churchill, dengan tegas menggenggam tangan ibunya dan berkata:  “Ibu tersayang, sekalipun seluruh dunia menentang, aku akan selalu berdiri di sisimu. Karena itu, Ibu juga harus berani.”

Tatapan penuh keteguhan itu membuat Jennie berani melangkah ke pelaminan dalam balutan gaun putih. Meski akhirnya pernikahan tersebut tidak bertahan lama, keberanian ibunya jelas diperkuat oleh restu anaknya.

Lebih dari sepuluh tahun kemudian, Jennie yang berusia 60 tahun kembali memutuskan untuk menikah. Lagi-lagi, hampir semua orang, terutama lawan politik putranya, menentang. Jennie sempat goyah karena takut langkahnya bisa menghambat karier Winston yang saat itu sedang menanjak di dunia politik. 

Tapi, sekali lagi, Churchill memegang tangan ibunya dengan keteguhan luar biasa:  “Jika aku harus memilih antara karierku atau kebahagiaan Ibu, aku rela memilih yang kedua. Jangan ragu, kebahagiaan Ibu adalah kebahagiaanku.”

Jennie pun kembali menikah dengan penuh sukacita, kali ini dengan pria berusia 36 tahun—bahkan lebih muda daripada putranya sendiri. Pada hari pernikahan itu, Churchill berdiri tegak di samping ibunya, memberikan dukungan seperti sebelumnya.

Dua kali menerima pria sebaya dirinya sebagai ayah tiri, di bawah tekanan keras masyarakat, menunjukkan betapa lapang dada dan besar hati Churchill. Dia bukan hanya putra berbakti, tetapi juga manusia dengan jiwa yang penuh kelapangan.

Tahun 1908, London dikejutkan dengan kabar gembira: Winston Churchill yang berusia 33 tahun bertunangan dengan Clementine Hozier yang berusia 23 tahun. Hari pernikahan mereka berlangsung meriah dengan kehadiran banyak tamu terhormat. 

Menariknya, saksi pernikahan mereka adalah David Lloyd George, Menteri Keuangan saat itu, sementara pengiring pria yang dipilih Churchill justru adalah lawan politiknya di parlemen, Lord Hugh Cecil.

Di sanalah tergambar satu budaya khas politik Inggris: di ruang politik, mereka bisa saling serang layaknya musuh; namun di kehidupan pribadi, mereka bisa tetap bersahabat, saling menghormati, bahkan menjadi keluarga.

Seperti pernah dikatakan Engels dalam pidatonya di makam Marx: “Marx mungkin punya banyak musuh politik, tetapi dia tidak punya musuh pribadi.”

Itulah salah satu daya tarik mendalam dari budaya Barat modern.

Kesimpulan:
Keluasan hati lebih penting daripada kebebasan.
Keluasan hati itu lahir dari penghormatan terhadap hak setiap orang:

·        Aku mungkin tidak sepakat dengan pendapatmu, tapi aku akan mati-matian membela hakmu untuk menyampaikannya.

·        Aku mungkin tidak mendukung tindakanmu, tapi aku akan menjaga kebebasanmu untuk melakukannya selama itu sah.(jhn/yn)

20 Ledakan Guncang Kursk! Ukraina Serang Kilang Minyak Hingga Pangkalan Rudal Rusia

EtIndonesia. Konflik bersenjata antara Rusia dan Ukraina memasuki babak baru yang semakin intens. Dalam rentang waktu 23–24 September 2025, Ukraina melancarkan serangkaian serangan besar-besaran yang menargetkan wilayah strategis Rusia, dari kota perbatasan Kursk hingga kilang minyak jauh di Orenburg.

Serangan Besar di Kursk: 20 Ledakan Mengguncang Kota

Pada 24 September malam, Ukraina menyerang kota strategis Kursk, wilayah perbatasan Rusia, dengan sistem roket HIMARS dan puluhan drone. Serangan itu menimbulkan lebih dari 20 ledakan besar, disertai bola api raksasa yang terlihat hingga jauh di wilayah Ukraina.

Rekaman dari lokasi memperlihatkan kobaran api besar. Warga melaporkan dentuman keras beruntun, sementara sebagian jaringan listrik di Kursk padam. Gubernur sementara Kursk, Stepanov, hanya mengakui adanya kerusakan fasilitas energi tanpa memberikan detail lebih lanjut.

Salah satu target utama adalah Kota Lgov di Kursk, yang selama ini berfungsi sebagai pusat transportasi militer Rusia. Jalur ini menjadi tulang punggung logistik pasukan Rusia di front timur. Serangan Ukraina diyakini memiliki nilai strategis tinggi, karena langsung mengganggu pergerakan militer Rusia.

Serangan ke Pangkalan Rudal Rusia di Krasnodar

Selain Kursk, Staf Umum Ukraina mengonfirmasi bahwa pada akhir Agustus 2025, mereka sukses menyerang pangkalan pelatihan rudal Rusia di Krasnodar.

Serangan drone tersebut menghancurkan:

  • 1 sistem peluncur Iskander 9P78-1,
  • 5 truk pengangkut Iskander-M,
  • 1 kendaraan komando KMAZ-5350.

Aksi balasan ini disebut sebagai langkah Ukraina menyeimbangkan keadaan, setelah sebelumnya Rusia menyerang beberapa basis latihan militer Ukraina.

Kilang Minyak Orenburg Diserang: Jarak 1.400 Km dari Ukraina

Pada 23 September 2025, Ukraina meluncurkan drone ke kilang minyak Sadovatele di dekat Orenburg, Rusia. Kilang raksasa dengan kapasitas lebih dari 10 juta ton per tahun itu terbakar hebat, disertai ledakan beruntun.

Ini adalah serangan kedua dalam sepekan, setelah fasilitas yang sama juga dihantam pada 18 September 2025. Fakta bahwa kilang ini terletak lebih dari 1.400 km dari perbatasan Ukraina menunjukkan meningkatnya kemampuan serangan jarak jauh Kyiv.

Selain itu, Ukraina juga menyerang dua jalur pipa minyak di Bryansk dan Samara, yang mengganggu suplai energi Rusia. Data intelijen menyebut, sejak Agustus, Ukraina telah menyerang 16 dari 38 kilang minyak Rusia, memangkas lebih dari 1 juta barel produksi harian, sekaligus menurunkan ekspor solar Rusia ke titik terendah sejak 2020.

Pertahanan Rusia Bermasalah: Rudal Salah Sasaran

Masalah internal juga menimpa Rusia. Pada 23 September 2025, sebuah sistem pertahanan udara Pantsir-S1 di Moskow salah sasaran dan rudalnya jatuh ke gedung apartemen di Koshkino. Atap bangunan hancur, puing-puing berserakan, meski tidak ada korban jiwa.

Insiden ini menambah panjang daftar kasus “salah tembak” Rusia sejak awal invasi 2022, yang semakin menyoroti lemahnya sistem pertahanan Rusia sendiri.

 Keberhasilan Ukraina di Donetsk

Di garis depan, pasukan Ukraina mencatat kemenangan di Donetsk pada akhir September 2025. Mereka merebut kembali 2 km² wilayah dan membebaskan sebuah desa yang dikuasai Rusia.

Sekitar 50 tentara Rusia ditawan dalam operasi itu. Video dari medan tempur memperlihatkan tentara Ukraina mengibarkan bendera nasional, kendaraan lapis baja berpatroli, serta puluhan tentara Rusia yang ditangkap.

Meski wilayah yang direbut relatif kecil, Staf Umum Ukraina menilai kemenangan ini sebagai pintu masuk untuk operasi lebih luas di garis pertahanan Rusia.

Dukungan Barat Mengalir

Dukungan militer dari Barat terus menguat. Jerman mengirim 50 unit kendaraan lapis baja Dingo 2 yang dijuluki “benteng bergerak”, tahan terhadap ranjau, berdaya jelajah 1.000 km, serta dilengkapi senjata otomatis.

Sementara itu, Uni Eropa tengah menyiapkan kenaikan tarif impor minyak Rusia, langkah yang diyakini semakin menekan pendapatan energi Moskow.

Insiden Internasional: GPS Pesawat Menteri Spanyol Diganggu

Ketegangan internasional meningkat ketika pesawat Menteri Pertahanan Spanyol, Margarita Robles mengalami gangguan GPS saat menuju Lithuania pada 23 September 2025. Peristiwa itu terjadi di dekat wilayah Kaliningrad, Rusia.

Meski tidak terjadi kecelakaan, insiden ini memperkuat kekhawatiran mengenai meningkatnya penggunaan perang elektronik Rusia di kawasan Baltik.

Sebagai respons, Italia menegaskan dukungan penuh pada Estonia, setelah jet Rusia melanggar wilayah udaranya. Italia kini menempatkan 500 tentara dan sistem pertahanan udara tambahan di Estonia.

Pergeseran Sikap Donald Trump

Kejutan diplomatik datang dari Sidang Umum PBB di New York, 23 September 2025. Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy bertemu Presiden AS, Donald Trump.

Trump yang sebelumnya dikenal skeptis terhadap dukungan ke Ukraina, kini menyatakan: “Rusia adalah harimau kertas. Tiga tahun lebih berperang, tapi tanpa hasil. Ukraina bisa menang, tapi kemenangan itu bergantung pada dukungan Uni Eropa.”

Pernyataan Trump ini disambut positif oleh Zelenskyy dan para pemimpin Eropa, termasuk Presiden Prancis, Emmanuel Macron, yang menyebutnya sebagai sinyal kuat bahwa Barat semakin solid mendukung Ukraina.

 Kesimpulan

Serangan-serangan Ukraina pada 23–24 September 2025 memperlihatkan eskalasi signifikan dalam perang. Dengan kemampuan drone jarak jauh yang mampu menjangkau lebih dari 1.000 km, Kyiv berhasil menekan jantung infrastruktur energi Rusia.

Sementara itu, dukungan Barat terus mengalir, baik dalam bentuk bantuan persenjataan maupun langkah ekonomi. Di sisi lain, Rusia justru menghadapi masalah internal, dari rudal salah sasaran hingga kerugian besar di sektor energi.

Perang ini kini tidak hanya berfokus di garis depan Ukraina, tetapi sudah merambah jauh ke wilayah dalam Rusia, dengan implikasi geopolitik yang semakin luas.

Kisah Sebuah Jantung

EtIndonesia. Seorang gadis yang sejak lahir menderita penyakit jantung bawaan akhirnya menginjak usia menikah. Namun, mungkin karena penyakitnya itu, beberapa kali hubungannya dengan para pemuda selalu berakhir kandas. Hatinya hancur, dan keluarganya pun mulai mencari jalan untuk mencarikannya donor jantung.

Hingga suatu hari, kesempatan itu benar-benar datang. Seorang wanita meninggal karena kecelakaan mobil, dan jantungnya berhasil ditransplantasikan ke tubuh sang gadis. Operasi berjalan sangat sukses. Hari demi hari, kondisi gadis itu membaik. Semua orang merasa bahagia melihatnya sehat kembali.

Namun kebahagiaan itu tak berhenti di situ. Tak lama setelah sembuh, seorang pria tampan, penuh pesona, dan luar biasa dalam banyak hal tiba-tiba hadir dalam hidupnya. Dia jatuh cinta pada sang gadis pada pandangan pertama, memberi perhatian penuh, dan tak lama kemudian mereka menikah, disaksikan doa restu dari keluarga dan kerabat.

Setelah menikah, gadis itu menyadari satu kebiasaan aneh pada suaminya: dia suka sekali menempelkan telinganya di dada istrinya, mendengarkan detak jantungnya. Awalnya, gadis itu merasa bahagia dan terharu. Namun, suatu hari, dia mendengar dari kerabat sang suami bahwa dulu suaminya pernah memiliki seorang istri yang sangat cantik—sayangnya, wanita itu meninggal dalam sebuah kecelakaan mobil.

Sekejap, jantung gadis itu berdegup kencang. Rasa takut dan curiga mulai muncul. Dengan hati yang gelisah, dia mendatangi rumah sakit tempat transplantasi dilakukan, dan dengan bantuan seorang dokter yang baik hati, dia mengetahui nama sang donor jantung.

Setibanya di rumah, dia mulai memeriksa barang-barang pribadi suaminya dengan teliti. Pada sebuah buku tebal, dia akhirnya menemukan secarik kertas. Di atasnya, tertulis jelas nama yang sama—nama wanita yang jantungnya kini berdetak di dalam tubuhnya.(jhn/yn)

Penembakan Fasilitas Imigrasi dan Bea Cukai Guncang AS, FBI: Ujaran Kebencian Picu Tragedi

EtIndonesia. Pada Rabu (24 September) pagi, di Dallas, Texas, terjadi sebuah penembakan yang menargetkan kantor lapangan lembaga federal imigrasi (ICE), mengakibatkan sedikitnya empat orang tertembak dan dua orang tewas, termasuk pelaku. Di lokasi ditemukan selongsong peluru dengan tulisan anti-ICE. Pejabat FBI menyerukan agar politisi ekstrem dan media berhenti menyulut ujaran kebencian. Berikut laporan dari jurnalis NTD di lapangan, Zhang Liang.

“Pagi ini, seorang penembak jitu melepaskan tembakan dari atap gedung yang berdekatan dengan kantor ICE di Dallas. Pelaku menembak secara membabi buta, mengenai sebuah mobil van—salah satu korban tertembak di sana. Tiga orang tahanan juga terkena tembakan, satu diantaranya meninggal dunia, dua lainnya dalam kondisi kritis. Saat ditemukan, pelaku sudah menembak dirinya sendiri dan tewas di tempat,,” kata Zhang. 

Wali Kota Dallas kemudian menggelar konferensi pers. Ia dengan penuh duka menyerukan warga untuk mendoakan keluarga korban, para korban luka, serta seluruh kota. Ia mengatakan, Amerika sedang berada dalam masa kekacauan dan ketakutan; perpecahan politik membuat orang tua sulit menjelaskan keadaan ini kepada anak-anak. Hanya persatuan dan keyakinan yang dapat membantu melewati masa sulit ini. Ia menutup dengan imbauan agar masyarakat tetap sabar dan tenang, serta memberi waktu bagi aparat untuk mengungkap kebenaran.

Pejabat FBI menyampaikan bahwa bukti awal menunjukkan selongsong peluru yang ditinggalkan pelaku memiliki tulisan anti-ICE. Ia juga menambahkan, ini adalah salah satu dari serangkaian insiden serupa di Texas belakangan ini, yang menunjukkan meningkatnya ancaman kekerasan terhadap lembaga penegak imigrasi.

Pejabat federal dan lokal yang hadir menegaskan bahwa retorika politik yang tidak terkendali menjadi lahan subur bagi kekerasan. Seorang senator menekankan, Amerika dapat berdebat soal kebijakan imigrasi di Kongres, tetapi tidak bisa menggambarkan lawan politik sebagai Nazi. Segala bentuk ujaran yang mendemonisasi aparat penegak hukum bisa mendorong individu gila untuk melakukan aksi ekstrem.

Menteri Keamanan Dalam Negeri, Kristi Noem, menyatakan bahwa serangan keji ini bersumber dari kebencian terhadap ICE. Ia menegaskan, selama berbulan-bulan pihaknya sudah memperingatkan politisi dan media agar menurunkan retorika provokatif terhadap ICE, karena pada akhirnya bisa memicu pertumpahan darah. Ia menambahkan, pegawai ICE adalah ayah, ibu, anak laki-laki, dan anak perempuan—mereka bekerja setiap hari demi membuat komunitas lebih aman. Serangan kekerasan terhadap orang-orang yang menegakkan hukum ini harus dihentikan. (***)

Sumber : NTDTV.com

Topan Super Ragasa Terjang Tiongkok, Air Laut Meluap, Rumah dan Kendaraan Terendam

Topan super ke-18 tahun ini, Ragasa, pada 24 September langsung menghantam Guangdong, Tiongkok  memaksa hampir 1,9 juta orang mengungsi. Warga Shenzhen juga berbondong-bondong melarikan diri. Setelah mendarat, sejumlah daerah di Guangdong dilanda angin kencang dan hujan deras; pepohonan tercabut dari akarnya. 

Di Zhuhai, Zhongshan, dan wilayah lainnya terjadi air laut meluap, menyebabkan banyak toko dan rumah terendam. Ragasa juga melanda Hong Kong dan Makau; di Hong Kong, sebuah hotel diterjang ombak hingga pintu masuknya jebol, suasananya sangat mencekam.

EtIndonesia. Pernyataan Badan Meteorologi Tiongkok, topan ke-18 tahun ini, Ragasa, mendarat pada 24 September sekitar pukul 17.00 di Pulau Hailing, Yangjiang. Saat mendarat, kecepatan angin maksimum di sekitar pusat topan mencapai level 13, namun stasiun cuaca setempat mencatat hembusan angin hingga level 16. Gelombang raksasa pun menghantam laut.

Warga setempat:  “Di dermaga Dongping, Yangjiang, sekarang pukul 2.30 siang, sudah masuk lingkaran angin level 14. Anginnya sangat besar, semuanya putih, tidak terlihat apa-apa, air laut dari luar sudah mulai menerjang ke sini.”

Gambar yang beredar memperlihatkan kerusakan parah akibat badai: lembaran seng dan puing beterbangan di jalan, pepohonan tercabut dari tanah, mobil tertimpa dan rusak. Warga mengatakan, “Orang Yangjiang benar-benar ingin menangis, suasananya seperti film bencana.”

Warga lain:  “Aduh ibuku, sekarang topan di Pulau Hailing, Yangjiang, sudah pasti di atas level 10. Lihat saja tiga pohon ini, sepertinya sudah tidak bisa bertahan.”

Menurut laporan, pada pagi 24 September, ketika Ragasa membawa angin kencang dan hujan deras menerjang pantai Guangdong, di Stasiun Miaowan utama di Distrik Xiangzhou, Zhuhai, tercatat hembusan angin hingga level 17. Angin dan ombak sangat kuat, genangan air naik dengan cepat; hujan deras mengguyur, dalam hitungan menit banyak jalan tergenang. Toko, rumah, dan garasi bawah tanah di lantai satu kebanjiran, mobil-mobil terendam air, kerugian warga sangat besar. Belum ada laporan jelas mengenai korban jiwa.

Warga Zhuhai, Tuan Chuan:  “Anginnya besar sekali! Lihat saja hujan di luar, tertiup sampai jadi seperti kabut, air hujannya bahkan tidak bisa sampai ke tanah.”

Warga Zhuhai, Nyonya Lin:  “Yang dekat dengan pantai sangat berbahaya, entah karena air laut meluap atau hujannya sendiri, yang turun seperti air disiram dari ember.”

Selain Zhuhai, di Pelabuhan Huidong (Huizhou), Changping (Dongguan), Zhongshan, dan beberapa wilayah di Shenzhen juga terjadi air laut meluap. Sebelum topan tiba, Shenzhen sudah meliburkan sekolah, menghentikan layanan transportasi, dan warga panik mengungsi.

Warga Shenzhen:  “Listrik dan air sudah padam, teman-teman, segera bawa barang-barang penting, bersiaplah untuk mengungsi.”

Hingga 23 September pada pukul 22.00, jumlah pengungsi di seluruh provinsi Guangdong melebihi 1,89 juta orang. Transportasi darat di banyak daerah, termasuk Guangzhou dan Huizhou, dihentikan, sementara penerbangan di bandara Shenzhen, Zhuhai, dan lainnya dibatalkan dalam jumlah besar. Laporan menyebutkan, di lima bandara kawasan Teluk Besar, lebih dari 3.000 penerbangan dibatalkan.

Badan meteorologi memperkirakan, setelah mendarat, kekuatan Ragasa akan berangsur-angsur melemah, tetapi dampak angin dan hujan tetap tidak bisa diremehkan. 

Dari 24 hingga 25 September, Guangdong, Hainan, Guangxi, dan lebih dari sepuluh provinsi serta kota lainnya akan mengalami hujan badai yang hebat, dan perlu waspada terhadap potensi bencana banjir. (***)

Sumber : NTDTV.com

Pidato Zelenskyy di PBB: Dunia Sedang Alami Perlombaan Senjata Bersejarah

EtIndonesia. Pada Rabu (24 September), Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy berpidato di Majelis Umum PBB. Ia mengatakan perang Rusia–Ukraina sedang mendorong perlombaan senjata paling destruktif dalam sejarah, dan menyerukan negara-negara dunia bekerja sama menghentikan agresi Rusia. 

Selain itu, Presiden AS Donald Trump baru-baru ini melakukan perubahan sikap 180 derajat terhadap Ukraina. Menurutnya, dengan dukungan negara-negara sekutu Eropa, Ukraina mampu merebut kembali seluruh wilayahnya. Zelensky bahkan menegaskan, tanpa dukungan Tiongkok, Rusia bukan apa-apa.

Zelensky: Dunia Sedang Mengalami Perlombaan Senjata

 “Kita sedang mengalami perlombaan senjata paling destruktif dalam sejarah umat manusia,” katanya. 

Dalam pidatonya di Majelis Umum PBB, Zelenskyy menyampaikan bahwa kenyataan pahit perang membuat Ukraina sadar, bila sebuah negara menginginkan perdamaian, maka ia harus berinvestasi dalam pengembangan senjata.

Zelenskyy:  “Senjata menentukan siapa yang bisa bertahan hidup.”

Ukraina memutuskan untuk membuka ekspor senjata, serta memperkuat produksi senjata bersama dengan mitra internasional. Duta Besar Ukraina di Washington mengkonfirmasi bahwa dalam waktu dekat, Ukraina akan merampungkan detail hukum proyek produksi senjata bersama dengan AS—salah satu langkah penting memperkuat industri pertahanan.

Zelensky menyerukan negara-negara besar untuk bersama-sama menghentikan agresi Rusia terhadap Ukraina, seraya menegaskan itu juga merupakan cara terbaik mencegah perlombaan senjata global. Ia menuding Moskow berusaha memperluas perang ke luar Ukraina.

Zelensky:  “Drone Rusia sudah melintasi Eropa. Aksi militer Rusia telah meluas ke berbagai negara. Putin ingin memperpanjang perang lewat ekspansi.”

Zelensky juga menyebutkan pertemuannya yang menyenangkan dengan Presiden Trump. Ia menekankan, Ukraina sedang berupaya keras memastikan dukungan Eropa, sekaligus mengandalkan dukungan Amerika.

Trump Berubah Sikap: Dukung Ukraina Rebut Wilayah, Analis: Terkait PKT

Sehari sebelumnya, sikap Trump terhadap Ukraina mengalami perubahan besar. Jika sebelumnya ia menyebut Kyiv mungkin harus menyerahkan wilayah demi perdamaian, kini ia menyatakan Ukraina mampu merebut kembali seluruh wilayahnya, mengingat kondisi ekonomi Rusia yang sedang terpuruk. Trump bahkan menyebut Rusia sebagai “macan kertas”.

Mantan Duta Besar AS untuk Ukraina, William Taylor:  “Ini adalah pertanda sangat baik, sebuah langkah yang tepat. Tidak sepenuhnya mengejutkan, memang sudah berkembang ke arah ini.”

Sejumlah analis menilai perubahan sikap Trump banyak dipengaruhi oleh PKT. Pada parade militer 3 September, para pemimpin PKT, Rusia, dan Korea Utara tampil bersama menunjukkan sikap bersekutu, sementara dukungan PKT terhadap Rusia terus meningkat. Hal ini membuat Trump menyadari ancaman nyata yang sedang dihadapi.

Di PBB, Zelenskyy juga menegaskan peran penting PKT dalam perang Rusia–Ukraina.

Zelenskyy:  “Jika PKT benar-benar ingin perang ini berakhir, mereka bisa memaksa Moskow menghentikan invasi. Tanpa PKT, Rusia di bawah Putin bukan apa-apa.”

Menurut Zelensky, demi kepentingannya sendiri, PKT enggan menghentikan dukungan terhadap mesin perang Moskow. Ia menilai Trump bisa menjadi sosok yang mengubah permainan.

 “Amerika sudah siap sepenuhnya untuk menerapkan putaran baru tarif keras,” katanya. 

Trump Desak Tarif Sekunder pada PKT & India, Uni Eropa Merespons

Trump juga mendesak Uni Eropa untuk mengambil langkah serupa dengan AS dalam memberlakukan tarif sekunder terhadap PKT dan India. Pada Rabu, Uni Eropa memberikan tanggapan positif.

Juru Bicara Uni Eropa, Olof Gill:  “Kami menyambut baik interaksi yang begitu erat dan bermakna dengan AS saat ini. Kedua belah pihak sedang berkoordinasi untuk menghentikan agresi Rusia. Kami berharap dapat menaikkan tarif impor minyak dari Rusia.”

Kremlin pada hari yang sama membantah pernyataan Trump bahwa Rusia hanyalah “macan kertas”, dengan menyebut Rusia adalah seekor beruang, dan sekali lagi menegaskan tidak ada niat untuk gencatan senjata.

Sumber : NTDTV.com

Topan Ragasa Hembuskan Uang 1.000 Dolar Hong Kong, Seorang Pria Buka Jendela Ingin Mengambilnya Tetapi Hilang Sekejap Tertiup Angin

Pada 24 September 2025, topan Ragasa menerbangkan selembar uang kertas 1.000 dolar Hong Kong (Rp 2,1 juta) yang menempel di kaca jendela rumah seorang pria di Zhuhai, Provinsi Guangdong, Tiongkok.  Ia ingin keluar untuk mengambilnya, tetapi begitu jendela

EtIndonesia.com.  Seorang netizen Zhuhai, Guangdong, Tiongkok selatan membagikan video di media sosial. Saat topan menerjang, tiba-tiba selembar uang kertas tertiup ke kaca jendelanya. Setelah diperhatikan, ternyata itu adalah uang 1.000 dolar Hong Kong.

“Beberapa hari ini ada topan, tiba-tiba lihat uang tertiup ke jendela. Awalnya ragu asli atau tidak, lalu setelah diperhatikan ternyata benar uang Hong Kong,” kata netizen itu. “Baru mau keluar untuk mengambilnya, begitu jendela dibuka, uang langsung terbang.”

Dalam rekaman video terlihat, uang 1.000 dolar Hong Kong yang menempel di kaca hanya dalam sekejap sudah kembali terbang terbawa angin. “Aih!” terdengar suara teriakannya.

Netizen yang merekam video itu berkata, ketika uang terbang, ia hanya bisa berteriak kecewa. Ada netizen lain yang menghitung, 1.000 dolar Hong Kong kira-kira setara lebih dari 910 yuan Tiongkok. “Seperti bebek matang yang sudah di mulut, tiba-tiba terbang pergi.”

Namun, ia juga menanggapi dengan tenang: “Kalau diberi kesempatan lagi, saya juga tidak akan buka jendela, karena kalau bukan milik saya, tetap saja tidak bisa dapat.”

Video uang 1.000 dolar Hong Kong yang tertiup topan ke jendela rumah pria Zhuhai ini pun memicu perbincangan hangat warganet:

  • “Kamu kira uang bisa datang karena angin? Eh, ternyata memang bisa.”
  • “Saya percaya sekarang, angin kencang benar-benar bisa membawa uang.”
  • “Meskipun menempel di jendela rumahmu, tetap saja tidak bisa kamu miliki, rasanya bagaimana ya.”
  • “Benar-benar seperti pepatah, ‘buntut bebek matang sudah di mulut, malah terbang.’”
  • “Kalau bukan milikmu, kamu tidak bisa menahannya. Memang tidak berjodoh.”

Sumber : NTDTV.com

Pabrik Tembakau Sintetis di Cikarang Terungkap, Bahan Baku Impor dari Tiongkok: Ancaman Baru bagi Generasi Muda Indonesia

Oleh: Sang Fajar

Pengungkapan pabrik narkotika tembakau sintetis di sebuah apartemen di Cikarang Selatan, Bekasi, menguak fakta mengejutkan. Polisi memastikan bahwa bahan baku utama yang digunakan untuk memproduksi tembakau berbahaya itu berasal dari Tiongkok.

Kasus ini menambah daftar panjang keterlibatan negeri Tirai Bambu dalam penyelundupan bahan aditif berbahaya yang merusak generasi muda di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia.

Pabrik di Apartemen, Nilai Peredaran Miliaran Rupiah

Kasat Resnarkoba Polres Tangerang Selatan, AKP Pardiman, menyatakan bahwa keterangan soal asal-usul bahan baku diperoleh dari sembilan tersangka yang sudah diamankan. “Bahan-bahan tersebut dikirim dari luar negeri. Dari keterangan para tersangka, ini berasal dari Tiongkok,” ujarnya saat konferensi pers, 20 September 2025.

Polisi menemukan serbuk dan cairan kimia impor, serta peralatan peracik tembakau sintetis di sebuah apartemen. Menurut perhitungan, jika bahan itu diproses dan disemprotkan ke tembakau biasa, hasilnya bisa mencapai hampir satu ton tembakau sintetis.

Harga jualnya fantastis: mencapai Rp1 juta per gram. Dengan barang bukti 21 kilogram yang disita, total nilai peredaran diperkirakan menembus Rp21 miliar.

“Jaringan ini sudah berjalan sekitar tiga sampai empat bulan. Semua transaksi dilakukan secara daring melalui media sosial, mulai dari pemesanan bahan baku hingga distribusi ke konsumen,” tambah Pardiman.

Polisi menelusuri jaringan ini melalui operasi bertahap.

– 7 Agustus 2025: Dua tersangka ditangkap di Gading Serpong dengan barang bukti 64 gram tembakau sintetis.

– 12 September 2025: Empat tersangka muda berusia 18–20 tahun diamankan di Pacet, Cianjur, dengan 2,8 kilogram siap edar.

– 15 September 2025: Tiga tersangka lain ditangkap di Sleman, Yogyakarta. Dari sinilah polisi berhasil menelusuri lokasi pabrik utama di Cikarang Selatan.

Para tersangka terbukti menjalankan peran beragam, mulai dari pengedar, kurir, hingga peracik. Modus penjualan dilakukan melalui akun Instagram @coboyjunkies.project, sementara bahan baku mereka pesan lewat akun @IR.Revoluusioner.

Atas perbuatannya, mereka dijerat pasal berlapis sesuai UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman pidana mati hingga penjara seumur hidup.

Kasus di Cikarang bukan satu-satunya. Pada Februari 2025, polisi juga membongkar sebuah laboratorium clandestine di Sentul, Bogor, yang memproduksi sekitar 1 ton tembakau sintetis. Kapolres Bogor AKBP Rio Wahyu Anggoro menyebut pengungkapan itu sebagai yang terbesar di Jawa Barat.

 Temuan di Cikarang dan Sentul memperlihatkan bagaimana narkoba sintetis diproduksi dalam skala industri di dalam negeri, dengan bahan baku yang diduga kuat masih berasal dari jalur impor — Tiongkok

Bahan Aditif Berbahaya & Ancaman “Lost Generation”

Berbeda dengan ganja alami, tembakau sintetis adalah produk kimia buatan laboratorium. Zat aktifnya merupakan turunan senyawa cannabinoid sintetis yang disemprotkan ke bahan seperti tembakau kering.

Dampaknya jauh lebih berbahaya. Pengguna berisiko mengalami halusinasi ekstrem, gangguan mental akut, kejang, serangan jantung, hingga kematian mendadak.

“Dosis kecil saja bisa berakibat fatal. Banyak pasien datang ke IGD dengan gejala kejang-kejang, gangguan irama jantung, bahkan psikosis akut setelah mengonsumsi tembakau sintetis,” kata dr. Maya Astuti, spesialis adiksi di Jakarta.

Tembakau sintetis juga menimbulkan efek kecanduan yang lebih kuat karena otak tidak bisa mengantisipasi reaksi kimia buatan tersebut. “Ini bom waktu bagi kesehatan publik,” ujarnya.

Fakta bahwa bahan baku berasal dari Tiongkok memperkuat dugaan adanya pola sistematis. Dalam beberapa dekade terakhir, Tiongkok dituding sebagai pemasok utama bahan kimia ilegal yang dipakai dalam pembuatan narkoba di berbagai negara.

Kasus paling nyata terlihat di Amerika Serikat. Negeri itu kini menghadapi krisis fentanil, obat sintetis yang 50 kali lebih kuat daripada heroin. Fentanil dan prekursornya sebagian besar diproduksi di Tiongkok, lalu diselundupkan ke Meksiko sebelum masuk ke pasar AS. Akibatnya, puluhan ribu orang Amerika meninggal setiap tahun akibat overdosis.

Pola serupa tampaknya kini mengincar Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Masuknya bahan baku tembakau sintetis dari Tiongkok harus dipandang bukan sekadar bisnis ilegal, tetapi juga ancaman strategis. Ini merusak generasi muda Indonesia.

Mudahnya distribusi melalui media sosial membuat target peredaran jelas: generasi muda. Harga tinggi membuat barang ini dipasarkan sebagai gaya hidup eksklusif di kalangan remaja dan mahasiswa.

Namun, dampak sosialnya sangat luas. Para pengguna muda berisiko kehilangan masa depan akibat ketergantungan. Bagi keluarga, hal ini memicu konflik, beban ekonomi, hingga keretakan sosial.

Dengan terungkapnya pabrik narkoba berbasis impor dari Tiongkok ini menjadi alarm keras bagi Indonesia. Pemerintah perlu memperketat pengawasan impor bahan kimia berisiko tinggi, memperkuat kerja sama internasional, serta memperluas program edukasi bahaya narkoba di kalangan pelajar dan mahasiswa.

Tanpa langkah tegas, ancaman “lost generation” akibat tembakau sintetis bisa menjadi kenyataan. Bukan hanya Indonesia, dunia sudah menyaksikan bagaimana krisis fentanil meluluhlantakkan generasi muda Amerika. Indonesia tentu tidak boleh lengah menghadapi skenario serupa.

“Perang melawan narkoba sintetis ini bukan sekadar soal penegakan hukum, tapi soal menyelamatkan masa depan anak-anak kita,” tegas AKP Pardiman.

Tiongkok Tingkatkan Impor Minyak dari Indonesia, Terbongkar Transaksi Rahasia dengan Iran

ETIndonesia. Media Asing Bloomberg pada 24 September melaporkan bahwa dalam dua bulan terakhir Tiongkok  secara drastis meningkatkan impor minyak dari Indonesia, sehingga memicu kecurigaan mengenai asal usul sebenarnya dari minyak tersebut.

Data menunjukkan, pada Agustus PKT mengimpor total 2,7 juta ton minyak dari Indonesia, setara dengan sekitar 630 ribu barel per hari, lebih banyak dari Juli, sementara impor Juli sendiri sudah tiga kali lipat dari Juni. Lonjakan ini sangat tidak biasa, sebab Indonesia sudah lebih dari 20 tahun menjadi negara pengimpor minyak.

Menurut data Badan Informasi Energi Amerika Serikat (EIA), produksi minyak Indonesia pada 2024 hanya sekitar 580 ribu barel per hari, sedangkan kebutuhan domestik mencapai hampir 1,7 juta barel per hari. Artinya, Indonesia sendiri kekurangan minyak, tetapi justru mengekspor ke PKT — hal ini menimbulkan kecurigaan bahwa minyak tersebut berasal dari tempat lain.

Laporan itu menyebutkan, sebelumnya sejumlah media asing telah mengungkap bahwa Tiongkok  mengandalkan armada “kapal bayangan” (shadow vessels) untuk menghindari sanksi AS dalam membeli minyak dari Iran. 

Meski data bea cukai PKT menunjukkan bahwa sejak pertengahan 2022 mereka tidak lagi mengimpor minyak dari Iran, impor dari Malaysia justru melonjak jauh melebihi kapasitas produksi negara tersebut. Laut timur Malaysia sejak lama menjadi pusat ship-to-ship transfer (alih muatan kapal ke kapal), di mana minyak diberi label baru sebagai “asal Malaysia” sehingga bisa masuk ke PKT.

Charlie Brown, penasihat senior dari organisasi advokasi United Against Nuclear Iran, mengatakan bahwa praktik ini hanyalah taktik yang terus berevolusi untuk menutupi transaksi sebenarnya.

Catatan pelacakan kapal menunjukkan, beberapa kapal tanker mengirimkan sinyal akan berlabuh di Pelabuhan Kabil, Pulau Batam, sebelum menuju PKT untuk bongkar muatan. Masalahnya, pelabuhan tersebut tidak memiliki fasilitas ekspor minyak mentah, dan lokasinya sangat dekat dengan perairan Johor, Malaysia, yang merupakan titik transfer kapal ke kapal yang sudah mapan.

Sebagai contoh, tanker Aquaris pada Mei lalu mengirim sinyal menuju Indonesia, lalu berbelok ke perairan Malaysia untuk menerima minyak Iran dari kapal Sorion (yang sudah dikenai sanksi AS dan Inggris).

 Pada Juni, minyak itu dibongkar di Qingdao. Terminal tersebut kemudian dijatuhi sanksi oleh Departemen Luar Negeri AS pada Agustus. Setelah itu, Aquaris kembali mengulangi pola perjalanan serupa, dan kini untuk ketiga kalinya berlayar menuju Kabil.

Kapal tanker lain, Yuhan, pada Juni berangkat dari Kabil menuju perairan Johor, Malaysia, lalu pada Juli tiba di Rizhao, Shandong, menurunkan lebih dari 200 ribu barel minyak yang asalnya tidak jelas. Namun, pada Mei sebelumnya kapal ini sudah menerima minyak Iran di perairan Malaysia dan membawanya ke Dalian.

Kapal Pola juga terpantau, akhir Juli memberi sinyal akan singgah di Kabil, tetapi ternyata menerima minyak Iran dan pada pertengahan Agustus menurunkannya di Dalian. Setelah itu, kapal ini kembali ke Kabil, berlayar lagi pada 13 September, dan diperkirakan akan segera tiba di Rizhao.

Sumber : NTDTV.com

Gempa M 5,7 Banyuwangi-Situbondo Berdampak hingga Bali

EtIndonesia– Gempabumi M 5.7 yang mengguncang wilayah Kabupaten Banyuwangi dan Situbondo, Jawa Timur, pada Kamis (25/9/2025) sore turut dirasakan hingga Provinsi Bali. Berdasarkan pemutakhiran data dampak yang dihimpun Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga Jumat (26/9) pukul 06.50 WIB, Kabupaten Jembrana, Bali, melaporkan adanya kerusakan bangunan akibat peristiwa tersebut.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, merilis bahwa laporan sementara menyebutkan satu unit rumah warga dan satu unit puskesmas mengalami kerusakan ringan. Hingga saat ini, tidak terdapat laporan korban jiwa maupun warga yang mengungsi akibat gempa bumi tersebut.

Penambahan wilayah terdampak juga mulai terdata di beberapa wilayah Provinsi Jawa Timur, setelah sebelumnya hanya wilayah Kabupaten Banyuwangi dan Situbondo sudah melaporkan adanya kerusakan pasca gempa terjadi.

Adapun wilayah tersebut yaitu di Kabupaten Bondowoso terdapat dua unit rumah alami rusak berat dan satu unit rumah alami rusak sedang. Kemudian wilayah Kabupaten Jember terdapat satu unit rusak berat dan satu orang sedang dalam penanganan kesehatan setelah alami luka ringan.

Hasil pendataan kerusakan di Kabupaten Banyuwangi pun bertambah, terdapat tiga unit rumah rusak berat, dua unit rumah rusak sedang dan empat unit rumah rusak ringan, serta satu unit masjid juga alami kerusakan. 

Sementara itu dampak di Kabupaten Situbondo juga bertambah menjadi 26 unit rumah rusak berat, 10 unit rumah rusak sedang dan 24 unit rumah rusak ringan. Fasilitas umum seperti satu unit masjid, dua unit kantor dan satu unit tempat usaha juga dilaporkan alami kerusakan.

Tim gabungan di semua wilayah terdampak sampai pagi ini terus berupaya melakukan asesmen dan penanganan darurat bencana ke wilayah terdampak, guna mengetahui sejauh mana gempa yang terjadi berdampak pada masyarakat.

Masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak panik serta melapor ke pihak terkait apabila memerlukan evakuasi dan tindakan kedaruratan lainnya. (***)

AS Berseberangan dengan Mayoritas di Dewan Keamanan PBB Soal Solusi Dua Negara

Inggris, Prancis, Rusia, dan Tiongkok mendukung solusi dua negara, sementara Amerika Serikat—yang juga anggota tetap Dewan Keamanan PBB—menentang usulan tersebut.

EtIndonesia. Pertemuan Dewan Keamanan PBB di New York pada 23 September membahas upaya mengakhiri perang di Gaza dan menyelesaikan konflik di Timur Tengah. Forum itu memperlihatkan perbedaan tajam: sebagian besar anggota mendukung solusi dua negara, sedangkan Amerika Serikat menolak.

Sesi ini digelar sehari setelah Sidang Umum PBB pada 22 September, di mana Prancis secara resmi mengakui negara Palestina. Langkah itu menyusul Inggris, Kanada, Australia, dan Portugal yang sehari sebelumnya telah menyampaikan pengakuan serupa.

Pekan lalu, Amerika Serikat memveto resolusi yang didukung 14 anggota Dewan Keamanan lain, yang menyerukan gencatan senjata segera serta pembebasan semua sandera. Israel, yang bukan anggota Dewan Keamanan, tidak memiliki hak suara, tetapi dapat hadir bila diundang. 

Pada 23 September, Israel absen karena bertepatan dengan Rosh Hashanah, Tahun Baru Yahudi. Sebelumnya, Duta Besar Israel untuk PBB Danny Danon menyebut forum itu sebagai “diskusi sepihak” dan “bukti kemunafikan PBB.”

Duta Besar AS untuk PBB Mike Waltz menilai keputusan menggelar pertemuan tanpa kehadiran Israel “sangat disayangkan.” Menurutnya, hal itu menunjukkan kecenderungan lebih mementingkan “pertunjukan dibanding upaya serius untuk benar-benar mendorong perdamaian.”

Menteri Luar Negeri Inggris Yvette Cooper mengecam serangan kelompok teroris Hamas pada 7 Oktober 2023 terhadap Israel, serta mendesak pembebasan seluruh sandera yang masih ditahan di Gaza. Ia menegaskan posisi Inggris bahwa masa depan kawasan “harus didasarkan pada solusi dua negara,” dengan menolak peran Hamas sekaligus mendorong terbentuknya negara Palestina yang layak berdampingan dengan Israel.

Perwakilan Prancis menyampaikan kecaman atas serangan 7 Oktober 2023 dan pengungsian massal warga Gaza. Ia menilai operasi militer Israel di Kota Gaza “hanya menambah penderitaan warga sipil.” Paris, lanjutnya, mengutamakan pembebasan sandera Israel dan melihat solusi dua negara sebagai jalan ke depan.

Rusia menyerukan diplomasi dan solidaritas internasional untuk mendukung negara Palestina, bukan pemukiman paksa atau penyelesaian militer. Perwakilan Tiongkok, Fu Cong, juga sejalan dengan negara lain dalam menyerukan solusi dua negara.

Suara dari Negara-Negara Arab dan Regional

Perang Israel–Hamas yang masih berlangsung dimulai ketika kelompok bersenjata Hamas melancarkan serangan mendadak ke Israel pada 7 Oktober 2023. Serangan itu menewaskan sekitar 1.200 orang—sebagian besar warga sipil—dan lebih dari 250 orang disandera. Hingga kini, puluhan sandera masih ditahan di Gaza.

Kementerian Kesehatan Gaza yang dikuasai Hamas mengklaim lebih dari 60.000 orang tewas sejak konflik pecah. Angka itu tidak membedakan kombatan dan warga sipil serta mencakup kematian alami. The Epoch Times tidak dapat memverifikasi klaim tersebut.

Perwakilan negara-negara Arab mengecam operasi militer Israel dan menuntut gencatan senjata segera.

Pengamat Tetap Palestina di PBB, Riyad Mansour, menegaskan, “Rakyat Palestina bukan manusia kelas dua. Kami berhak atas kehidupan, kebebasan, dan martabat.”

Sekjen Liga Arab Ahmed Aboul Gheit menyerukan perang segera diakhiri. Turki mendesak Dewan Keamanan bertindak berdasarkan Bab VII Piagam PBB untuk meminta pertanggungjawaban Israel. Menteri Qatar mengecam serangan Israel di Doha yang menewaskan seorang petugas keamanan Qatar, menyebutnya sebagai “serangan langsung terhadap hukum internasional.”

Mesir menyatakan tindakan Israel tidak memiliki dasar hukum maupun moral, sementara Arab Saudi dan Kuwait memperingatkan risiko eskalasi regional.

Perwakilan Tinggi Uni Eropa Kaja Kallas menyebut dunia berpihak pada solusi dua negara, seraya mengumumkan bantuan senilai 1,6 miliar euro (US$1,87 miliar) untuk Gaza selama tiga tahun.

Jerman dan Italia belum secara resmi mengakui negara Palestina. PM Italia Giorgia Meloni mengatakan pengakuan akan dipertimbangkan jika sandera dibebaskan dan Hamas dikeluarkan dari pemerintahan.

Kritik terhadap PBB

Dubes AS untuk PBB menilai, meski sudah lebih dari 80 kali Dewan Keamanan membahas Gaza sejak 7 Oktober 2023, forum itu justru memperkuat Hamas dan mengganggu upaya pembebasan sandera serta penyelesaian perang.

“Tidak ada satu pun negara di sini yang rela membiarkan teroris semacam ini mengancam rakyatnya. Israel pun tidak seharusnya diperlakukan berbeda, dan tentu berhak membela diri dari kelompok yang ingin menghancurkannya,” ujarnya.

Komentar tersebut muncul di tengah meningkatnya seruan solusi dua negara dari sekutu Barat, negara Arab, hingga Rusia, sementara Gedung Putih dan Israel semakin keras mengkritik kinerja serta transparansi PBB dalam menangani konflik.

Israel sejak lama menuding PBB bias, termasuk menolak laporan yang menyebut tindakannya di Gaza sebagai genosida. Israel juga membantah temuan Integrated Food Security Phase Classification (IPC) yang memperingatkan ancaman kelaparan di Gaza, dengan alasan PBB mengabaikan data dan distribusi bantuan dari Israel.

Israel menuduh Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) disusupi Hamas, setelah sejumlah stafnya dikaitkan dengan serangan 7 Oktober 2023. Dari 19 staf yang diselidiki, sembilan dipecat, sementara kasus lain kekurangan bukti. COGAT—otoritas Israel untuk wilayah Palestina—juga menuding UNRWA menyebarkan informasi palsu soal distribusi bantuan.

Dalam pidatonya di PBB pada 23 September, Presiden AS Donald Trump mengkritik langkah sekutu yang mengakui Palestina. Ia menyatakan pihak yang benar-benar menginginkan perdamaian harus fokus pada pembebasan sandera Israel yang ditahan Hamas.

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menegaskan “tidak ada negara Palestina” tanpa negosiasi dengan Israel. Ia mengecam PBB sebagai lembaga yang tidak efektif, hanya mengeluarkan “kata-kata kosong” tanpa aksi nyata.

“PBB hanyalah tempat di mana, setahun sekali, banyak orang berkumpul, berpidato, menulis surat dan pernyataan, tetapi tidak banyak tindakan penting yang terjadi. Potensinya besar, tetapi saat ini jauh dari harapan,” ujar Rubio.

Wabah Salmonella dari Roti di Tiongkok Menyebabkan Ratusan Orang Sakit—Kebanyakan Anak-anak, Pemerintah Luncurkan Sensor

tIndonesia. Lebih dari 130 orang, sebagian besar anak-anak, dirawat di rumah sakit di Provinsi Guizhou, Tiongkok barat daya, setelah memakan sandwich dari jaringan toko roti lokal. Pejabat mengonfirmasi kasus ini sebagai wabah keracunan massal akibat salmonella.

Orang tua dan warga menuding pihak berwenang Tiongkok berupaya menutupi kasus tersebut, karena banyak video daring terkait kejadian ini yang dihapus.

Wabah Terkait Toko Roti Populer

Wabah bermula di Kabupaten Xishui setelah warga membeli sandwich dari Milk Baking, merek toko kue terkenal yang memiliki banyak cabang di wilayah itu. Media resmi Tiongkok People’s Daily mengutip pernyataan Komisi Keamanan Pangan dan Obat-obatan Zunyi pada 21 September 2025, yang menyebut tiga batch sandwich dari toko tersebut dijual antara 15–17 September di delapan gerai. Diperkirakan 187 orang mengonsumsi produk tersebut.

Hingga 21 September, 136 orang telah dirawat di rumah sakit, termasuk 89 anak usia sekolah dan 10 anak prasekolah. Menurut People’s Daily, pasien mengalami demam, sakit perut, muntah, dan diare parah. Pejabat kesehatan kemudian mengonfirmasi bahwa penyakit itu disebabkan oleh sandwich yang terkontaminasi salmonella.

Partai Komunis Tiongkok dikenal melakukan sensor ketat informasi serta kerap menutupi jumlah korban dalam bencana maupun insiden kesehatan masyarakat. Karena itu, jumlah orang yang terdampak kemungkinan lebih tinggi. The Epoch Times tidak dapat memverifikasi angka resmi secara independen.

Anak-anak Paling Parah Terdampak

Orang tua menggambarkan gejala mengerikan yang muncul hanya beberapa jam setelah anak mereka memakan sandwich tersebut.

Pada 21 September, seorang ayah yang meminta namanya tidak dipublikasikan mengatakan kepada wartawan The Epoch Times edisi berbahasa Mandarin:  “Putri saya sekarang di tahun terakhir TK. Ibunya membelikannya sandwich dari Milk Baking. Setelah memakannya, dia mulai muntah dan diare, dan sampai sekarang belum sembuh.”

Seorang warga lainnya menuturkan bahwa anak temannya yang duduk di bangku SMP mengalami demam tinggi hingga 41 derajat Celsius setelah makan sandwich dari Milk Baking. Anak teman lainnya juga jatuh sakit dengan muntah dan diare keesokan harinya, setelah makan sandwich dari toko yang sama pada 16 September malam.

“Sekarang rumah sakit kabupaten penuh anak-anak,” ujarnya. “Sebagian bahkan dipindahkan ke rumah sakit di Chongqing dan Zunyi. Semua orang sangat marah.”

Warga itu meyakini masalah berasal dari batch sandwich yang diproduksi pada 13 September, lalu dijual pada 14 dan 15 September. Ia juga menuding pihak berwenang lokal berusaha menutupi insiden tersebut.

 “Video yang diunggah warga Xishui diblokir. Hanya sebagian orang tua di Chongqing dan Zunyi yang masih bisa memposting video,” katanya.

Ia menambahkan bahwa Milk Baking adalah toko roti besar di wilayah tersebut, memiliki 7–8 cabang di kabupaten itu, serta mengoperasikan pabrik pengolahan sendiri.

Seorang warga lain juga mengatakan kepada The Epoch Times bahwa banyak orang yang memakan sandwich dari Milk Baking harus dirawat di rumah sakit. Dalam satu keluarga, dua anak mereka dirawat, sementara video yang diunggah orang tuanya tentang kasus ini dihapus dari internet.

Ia menambahkan bahwa semua cabang Milk Baking di Kabupaten Xishui kini telah ditutup. Ia menduga sumber masalah berasal dari bahan mentah yang terkontaminasi. Warga itu mengatakan dirinya sangat khawatir karena anaknya yang tinggal di asrama sekolah sering memakan sandwich dari toko tersebut.

 “Saya hanya berharap kasus ini benar-benar ditangani serius,” ujarnya.

Beberapa keluarga lain juga melaporkan kasus parah serupa.

 Warga mengatakan insiden ini mengguncang kepercayaan publik terhadap keamanan pangan lokal, dan menyerukan pengawasan serta transparansi yang lebih besar.

Laporan oleh Fang Xiao dan Gu Xiaohua.