Keputusan Gila

EtIndonesia. Letnan Muda Angkatan Udara Robert Vadan sedang melakukan penerbangan latihan di atas langit Texas, pada ketinggian 12.000 meter. Itu adalah pertama kalinya dia menjalani latihan terbang dengan kendali ganda. Dia penuh semangat, sekaligus gugup.

Dia tidak sendirian di kokpit. Di kursi sebelahnya duduk sang instruktur, Kapten Joseph Carnell, yang mengawasi setiap gerakannya. Hingga saat itu, semua berjalan lancar.

Namun pukul 22:45, tiba-tiba api menyembur dari mesin jet sisi kanan. Sang instruktur segera menilai: mesin kehabisan bahan bakar dan terbakar. 

Dia langsung memberi perintah: “Tinggalkan pesawat!”

Robert mencoba tetap tenang. Dia mematikan autopilot, agar pesawat tetap stabil beberapa detik saat eject dilakukan. Dia membuka kanopi kokpit—seketika angin berkecepatan 700 km/jam menghantam wajah mereka.

Sang instruktur memerintah lagi: “Cepat, lompat!”

Robert menarik tuas kursinya. Tidak ada reaksi. Saat menoleh ke arah instruktur, dia kaget—Kapten Carnell pingsan, tubuhnya tertekan kuat oleh pusaran angin, kehilangan oksigen.

Robert sadar, instrukturnya nyaris tak punya harapan hidup. Dia sendiri baru berusia 22 tahun, baru pernah menjalani simulasi di darat, belum pernah menghadapi situasi nyata semacam ini.

Refleks pertamanya adalah melepaskan sabuk pengaman untuk menolong sang instruktur. Tapi untuk apa? Orang pingsan yang diejeksi keluar pun tidak akan bisa membuka parasut. Membiarkannya tetap di kokpit juga berarti tiga menit lagi dia mati karena kehabisan oksigen.

Satu-satunya jalan aman bagi Robert adalah melompat sendiri, menyelamatkan diri. Tapi… dia membuat keputusan gila: “Aku tidak bisa meninggalkan instrukturku sendirian.”

Kesempatannya tipis, hanya sepersepuluh ribu—namun dia memilih berjudi dengan hidupnya.

Robert menggenggam erat tuas kendali. Dia menukikkan pesawat ke bawah dengan kecepatan gila, berharap bisa masuk ke lapisan atmosfer lebih rendah, agar ada cukup oksigen untuk menyelamatkan instruktur.

Namun ini keputusan berbahaya. Mesin kanan masih terbakar, pesawat bisa meledak kapan saja. Dia menahan perih, karena kelopak matanya terbalik diterpa angin kencang. Tapi dia tidak melepaskan kendali.

Sambil menghitung detik dan memperkirakan ketinggian, akhirnya dia menarik pesawat kembali ke posisi horizontal. 

Lalu dia menekan radio darurat: “Di sini pesawat tempur nomor 2243. Saya taruna Robert Vadan. Mohon bantuannya… saya sudah buta.”

Balasan segera terdengar dari darat—suara Komandan Latihan Pangkalan: “Anda berada di ketinggian 1700 meter. Kami akan pandu Anda dengan radar.”

Saat itu pukul 23:17—sudah 32 menit sejak mimpi buruk dimulai. Enam menit kemudian, dengan panduan radar, pesawat berhasil mendarat dengan selamat.

Sepuluh menit setelah itu, Kapten Carnell si instruktur sadar kembali di ruang medis.

Epilog

Robert Vadan, sang taruna 22 tahun, butuh tiga hari untuk memulihkan penglihatannya. Namun, sepanjang hidupnya, dia tetap menderita rabun permanen.

Namun berkat “keputusan gila”-nya, dia menyelamatkan nyawa instruktur sekaligus mendaratkan jet tempur yang hampir meledak—sebuah keberanian yang hanya dimiliki jiwa-jiwa besar.

Kisah ini mengingatkan kita: keberanian sejati bukan hanya soal menyelamatkan diri, tapi juga berani bertaruh nyawa demi orang lain. (jhn/yn)

Trump Buka Aib PBB di Podium: “Hanya Minta Uang, Tidak Pernah Bekerja!”

EtIndonesia. Dalam pidato yang mencuri perhatian di Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa ke-80, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump melontarkan serangan frontal terhadap PBB. Dia menuduh organisasi dunia itu sebagai lembaga yang “hanya minta uang tanpa bekerja nyata” dan mempertanyakan relevansinya di kancah diplomasi global.

Suasana dan Kontes Teknis di Lokasi

Pidato Trump berlangsung sekitar jam 9:50 pagi waktu New York, sesuai jadwal sesi tingkat tinggi Sidang Umum.   

Namun, momen dramatis ikut mewarnai acara: Trump menyebut eskalator gedung PBB tiba-tiba macet, dan teleprompter yang akan membantunya membaca naskah pidato juga mengalami gangguan.

Dalam pidatonya dia menegaskan bahwa insiden itu menurutnya mencerminkan betapa PBB “gagal bekerja.” 

Namun, PBB membantah bertanggung jawab atas kendala teknis tersebut. Juru bicara PBB menyatakan bahwa eskalator berhenti karena mekanisme keamanan dipicu, sementara masalah teleprompter berada di bawah penanganan tim Amerika Serikat sendiri.

Isi Pidato: Kritik Terhadap PBB dan KPI Trump Sendiri

Dalam pidatonya yang berdurasi hampir satu jam, Trump tidak menahan diri dalam mengkritik lembaga dunia dan kebijakan internasional. Beberapa poin inti dari pidatonya:

  • Trump menyebut bahwa diplomasi sejati bagi Amerika tidak berasal dari PBB, melainkan dari tindakan langsung AS, yang menurutnya telah “mengakhiri tujuh perang.”
  • Dia menuding bahwa negara-negara yang mengambil langkah pengakuan terhadap Palestina pada dasarnya memberi “hadiah kepada Hamas.”
  • Trump mempertanyakan fungsi PBB: “PBB gagal menghentikan perang. Justru AS yang berulang kali harus turun tangan. Pertanyaannya, untuk apa sebenarnya PBB ada?” (parafrase dari retorikanya)
  • Selain itu, dia mengkritik agenda perubahan iklim sebagai “hoax” dan menyebutnya sebagai “the greatest con job ever.” 
  • Trump juga memperingatkan negara-negara agar tidak terlalu bergantung pada “kebijakan hijau global” yang menurutnya merugikan ekonomi mereka. 
  • Dia menegaskan bahwa AS mendukung PBB “100 %” meski sering berbeda pandangan — dalam sebuah pertemuan bilateral setelah pidato, Trump mengatakan kepada Sekretaris Jenderal PBB, António Guterres bahwa negara itu “tetap berada di belakang PBB” meskipun ada kritik tajam.

Reaksi Dunia dan Penilaian

Pidato Trump ini menuai beragam reaksi keras dari diplomat, pengamat, dan media internasional:

  • Banyak diplomat luar negeri menyebut pidato ini sebagai retorika kampanye yang dilekatkan ke panggung diplomasi. 
  • Mantan juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Ned Price menegaskan bahwa pidato tersebut “bukan pidato kebijakan luar negeri melainkan sekadar MAGA madlibs”. 
  • Beberapa analis menganggap paduan sikap agresif Trump terhadap PBB dan agenda iklim bisa memperburuk posisi AS dalam kerjasama multilateral. 
  • Laporan media juga mencatat bahwa insiden teknis (escalator, teleprompter) ditangkap sebagai simbol kegagalan organisasi PBB dalam menyediakan fasilitas dasar, meskipun pihak PBB membantah keterlibatan mereka.

Analisis: Strategi Politik atau Tanda Keretakan Multilateralisme?

Langkah Trump ini bisa dilihat sebagai upaya membingkai narasi bahwa AS berdiri sendiri sebagai aktor global yang efektif — tanpa bergantung pada institusi dunia. Dengan sengaja “menembak” PBB dari podium, Trump memperkuat citra skeptisnya terhadap kerjasama antarnegara dan institusi multilateral.

Namun, kritik bahwa tindakan semacam ini bisa melemahkan diplomasi global juga punya bobot. Bila negara adidaya secara terbuka meremehkan lembaga dunia, risiko krisis kepercayaan dan isolasi meningkat. Apalagi PBB selama ini menjadi platform lintas negara untuk menangani isu perdamaian, iklim, kesehatan, dan hak asasi manusia.

Penutup

Insiden di PBB pada 23 September 2025 ini akan tetap dikenang sebagai salah satu momen paling konfrontatif dalam hubungan AS dengan lembaga dunia. Bagi Trump, pidato di podium PBB adalah panggung simbolik untuk menyampaikan ambisinya: memperkuat “Amerika terlebih dahulu” dan meredam lembaga yang menurutnya tidak lagi relevan. Bagi dunia, ini membuka bab baru dalam ketegangan antara nasionalisme dan multilateralisme di era pasca-pandemi.

Pria di Tiongkok Tersambar Listrik Saat Hujan Petir Karena Bertelanjang Kaki, Menjerit Kesakitan 

EtIndonesia. Baru-baru ini di Puning, Guangdong, Tiongkok saat turun hujan, seorang pria duduk di depan gudang sambil bermain ponsel dengan bertelanjang kaki. Tiba-tiba petir menyambar tanah di dekatnya, membuat kedua kakinya terkena aliran listrik. Ia pun menjerit kesakitan.

Dalam rekaman video terlihat, pada malam hari seorang pria muda duduk di depan pintu gudang sambil asyik bermain ponsel. Kakinya yang tanpa alas menapak di tanah. Tiba-tiba, kilatan petir menyambar langsung ke tanah, membuat pria itu terkejut dan spontan mengangkat kakinya dari lantai.

Raut wajahnya terlihat kesakitan, sambil berteriak: “Ah! Kaki saya!”

Pada 22 September, pemilik gudang memberi penjelasan bahwa saat itu memang sedang hujan. Karyawan tersebut duduk di depan gudang tanpa alas kaki. “Tiba-tiba ada kilatan petir. Karena dia bertelanjang kaki dan tanah penuh air, dia terkena aliran listrik. Rasanya sangat sakit. Itu yang biasa disebut orang sebagai tegangan langkah.”

Pemilik gudang menambahkan bahwa karyawan tersebut tidak mengalami masalah serius, hanya terkena arus listrik ringan. “Tapi dia bilang rasanya sangat sakit dan kakinya mati rasa. Dia sendiri sampai tertawa terkejut, merasa tidak bisa dipercaya.”

Ia juga mengingatkan semua orang untuk berhati-hati: “Kalau ada hujan disertai petir, sebaiknya tetap memakai alas kaki.”

Video pria yang tersambar listrik karena hujan petir ini menjadi perbincangan hangat. Beberapa warganet berkomentar: “Saya juga pernah kena sengatan petir seperti itu, memang sakit sekali.”

Sumber : NTDTV.com

Ukraina Balas Gila-gilaan! Markas Rusia Luluh Lantak, Krimea dan Kursk Hancur

EtIndonesia. Perang invasi Rusia ke Ukraina yang telah berlangsung lebih dari tiga tahun memasuki fase baru. Ukraina melancarkan gelombang serangan balik di berbagai front, menghantam markas komando, gudang amunisi, hingga sistem pertahanan udara Rusia. Di saat yang sama, ketegangan antara NATO dan Rusia kian meningkat, sementara sekutu Rusia di Eropa, Belarus, mulai menunjukkan keraguan.

Serangan Balik Ukraina: Pokrovsk Jadi Titik Panas

Pertempuran memanas di Pokrovsk, wilayah penting di Donetsk. Menurut laporan Bild (Jerman), jet Ukraina menjatuhkan bom presisi GBU-62 ke markas Rusia yang tersembunyi di kompleks tambang Mirnohrad. Ledakan besar meluluhlantakkan bangunan, api membumbung tinggi, dan asap pekat menutupi langit. Kota yang dulu dihuni 46 ribu jiwa itu kini hampir hancur, mayoritas penduduknya telah mengungsi.

Pengepungan di Dobropillia

Ukraina mempersempit kepungan di Dobropillia, membuat pasukan Rusia panik. Beberapa unit bahkan ditinggalkan komandannya saat mundur.

  • 29 Agustus 2025: Ukraina menyerang gudang drone di Luhansk, menghancurkan lebih dari 19.000 unit.
  • Minggu lalu: Depot senjata milik Divisi Infanteri Bermotor ke-70 Rusia juga hancur, mengakibatkan banyak amunisi dan kendaraan terbakar.

Front Timur: Kupiansk dan Sumy

Ukraina juga unggul di Kupiansk dan Sumy.

  • Kupiansk: serangan besar menghancurkan posisi Rusia.
  • Sumy (Alekseyevka): titik pertahanan Rusia terkepung, jalur suplai terakhir ditutup. Resimen ke-30 Rusia mengalami kerugian besar.
  • Kindrativka: Brigade Marinir Rusia ke-810 terlibat pertempuran jarak dekat dan menderita kekalahan parah.

Kelelahan pasukan Rusia membuat garis pertahanan Sumy kian rapuh.

Serangan Khusus di Kursk dan Zaporizhzhia

Pasukan khusus Ukraina berhasil menggempur fasilitas vital Rusia:

  • Kursk: barak, gudang amunisi, dan pusat logistik hancur; lebih dari 20 drone menghantam markas pasukan Chechen “Akhmat”.
  • Zaporizhzhia: Brigade Asyur ke-12 menggagalkan serangan Rusia ke dua desa, menewaskan lebih dari 100 tentara Rusia serta menghancurkan tank dan kendaraan lapis baja.
  • Wilayah Selatan: Brigade Laut ke-40 menenggelamkan dua kapal pendarat Rusia dengan drone FPV, menggagalkan upaya penyeberangan sungai.

NATO vs Rusia: Ketegangan di Langit Eropa

Benturan udara semakin intens.

  • 22 September 2025: Pesawat intai Rusia IL-20M masuk ke wilayah Baltik. NATO mengerahkan dua jet Eurofighter Jerman dan dua JAS-39 Gripen Swedia untuk mencegatnya. Rusia menolak komunikasi dan akhirnya dipaksa keluar.
  • 19 September 2025: Tiga jet MiG-31 Rusia melanggar wilayah Estonia hingga 12 menit sebelum diusir jet F-35 Italia.

Menurut Menhan Polandia, Rusia sudah sekitar 40 kali melanggar wilayah udara Estonia. Ada pula dugaan Rusia menempatkan kapal selam di dekat kabel bawah laut dan mengganggu GPS Eropa. Estonia pun meminta sidang darurat DK PBB, sementara Dewan Atlantik Utara NATO menggelar pertemuan khusus.

Belarus: Sekutu yang Mulai Ragu

Belarus, sekutu utama Rusia, mulai menunjukkan tanda goyah. Presiden Alexander Lukashenko menegaskan tidak ingin negaranya terseret perang.

AS dan Eropa menawarkan bantuan ekonomi, sementara Belarus diam-diam menarik sebagian kendali militernya dari Rusia. Jika Belarus benar condong ke Barat, jarak tank NATO ke Moskow hanya beberapa ratus kilometer—sebuah skenario yang sangat dikhawatirkan Kremlin.

Ukraina Hantam Krimea

Serangan Ukraina ke Krimea semakin intens:

  • Dua pesawat anti-kapal selam Be-12 Rusia hancur.
  • Tiga helikopter Mi-8 dan radar canggih Nebo-U senilai lebih dari USD 124 juta luluh lantak.
  • 21 September 2025: Rudal dan drone Ukraina menyerang sanatorium Foros, tempat elite Rusia biasa berlibur. Dua orang tewas dan 15 luka-luka.

Ada laporan tak terkonfirmasi bahwa Vladimir Saldo, pejabat tinggi kolaborator Rusia di Kherson, ikut tewas.

Serangan Balik ke Wilayah Rusia

Ukraina meluncurkan ratusan drone ke wilayah Rusia, menghantam Moskow, Rostov, Volgograd, dan Voronezh.

  • Fasilitas energi di Samara terbakar, termasuk pipa minyak, kilang, dan jalur gas.
  • Ironisnya, sistem pertahanan Pantsir Rusia salah sasaran: bukannya menembak jatuh drone Ukraina, justru menghantam gedung apartemen warga.

Teknologi Baru: Drone Murah tapi Mematikan

Ukraina semakin mengandalkan drone FPV jarak dekat yang efektif menimbulkan kerugian besar. Laporan menyebut, 70% kerugian Rusia kini disebabkan drone kecil ini.

Dalam peristiwa unik, seorang relawan Ukraina menembak jatuh rudal jelajah Kh-69 Rusia dengan senapan mesin Maxim berusia 100 tahun.

Presiden Volodymyr Zelenskyy menegaskan Ukraina kini mampu memproduksi senjata senilai 30 miliar dolar per tahun, tiga kali lipat anggaran militernya. Eropa pun mulai berinvestasi di industri pertahanan Ukraina.

Rusia Kehilangan Puluhan Ribu Prajurit

Pada 18 September 2025, Presiden Vladimir Putin mengklaim 700.000 tentara Rusia ditempatkan di “zona operasi militer khusus”. Namun analis Barat memperkirakan, sejak 2022 Rusia telah kehilangan lebih dari 70 ribu prajurit, membuat kekuatan efektifnya menurun drastis.

Guncangan di Internal Rusia

Media Rusia melaporkan Jenderal Alexander Lapin, komandan Distrik Militer Leningrad, dicopot dari jabatannya akibat kegagalan di Ukraina.

Sebaliknya, Ukraina justru mengangkat komandan muda berusia 26–30 tahun yang sukses di medan perang—kontras dengan struktur militer Rusia yang masih didominasi pejabat tua.

Kesimpulan

Perang memasuki babak baru dengan titik balik signifikan:

  • Rusia menghadapi tekanan berat di medan tempur dan diplomasi.
  • Ukraina makin percaya diri dengan teknologi drone murah, serangan presisi, serta dukungan Eropa.
  • NATO siaga penuh, sementara sekutu terakhir Rusia, Belarus, mulai goyah.

Situasi di front Rusia–Ukraina kini benar-benar berada di persimpangan sejarah, dengan potensi mengubah peta geopolitik dunia.

Pemda di Jepang Tetapkan Pembatasan Penggunaan Telepon Seluler Tak Lebih dari Dua Jam Sehari

EtIndonesia. Dewan Kota Toyoake, Prefektur Aichi, Jepang pada 22 September 2025 menyetujui sebuah peraturan pedoman penggunaan ponsel pintar. Aturan tersebut menetapkan bahwa waktu penggunaan ponsel untuk hiburan, di luar keperluan kerja dan belajar, tidak boleh melebihi 2 jam per hari.

Ini merupakan aturan pertama di Jepang yang ditujukan kepada seluruh warga kota terkait pembatasan penggunaan ponsel.

Menurut laporan media Jepang, pemerintah Kota Toyoake menyatakan bahwa meskipun ponsel pintar telah menjadi kebutuhan hidup, penggunaan dalam jangka waktu lama dapat menyebabkan kurang tidur, mengurangi waktu bersama keluarga, mengganggu lingkungan rumah tangga, serta berpotensi menghambat pertumbuhan sehat anak-anak. Karena itu, pemerintah kota mengajukan rancangan peraturan ini ke dewan kota.

Peraturan tersebut akan mulai berlaku pada 1 Oktober, mencakup 68.000 warga kota. Namun, aturan ini tidak memiliki kekuatan hukum yang mengikat dan juga tidak ada sanksi yang diberikan.

Meski demikian, sejak rancangan aturan diumumkan pada 20 Agustus, pemerintah setempat telah menerima lebih dari 300 tanggapan dari warga, baik melalui telepon maupun email. 

Pendapat warga terbelah: sebagian mengkritik dengan komentar seperti, “Apakah pemerintah berhak merampas kebebasan?”, “Campur tangan dalam urusan keluarga itu aneh”; sementara sebagian lainnya mendukung dengan alasan bahwa “Kecanduan ponsel memang masalah nyata, semoga bisa didorong ke arah legalisasi.”

Selain itu, peraturan tersebut juga mengatur batasan waktu penggunaan ponsel berdasarkan usia:

  • Anak usia sekolah dasar dan di bawahnya, dibatasi hingga pukul 21.00.
  • Remaja di bawah 18 tahun, dibatasi hingga pukul 22.00.

Wali Kota Toyoake, Masanori Obuchi, setelah aturan disahkan menyatakan bahwa “batas 2 jam” bukanlah ketentuan mutlak, melainkan standar acuan. Ia menekankan bahwa tujuan peraturan ini bukan untuk membatasi hak warga atau memberikan kewajiban baru, melainkan sebagai upaya mendorong kesempatan keluarga untuk lebih banyak berkomunikasi di rumah.

Sumber : NTDTV.com

Topan Super Hantam Guangdong, Tiongkok, Warga Beramai-ramai Borong Makanan 

EtIndonesia. Topan super ke-18 tahun ini, “Ragasa”, yang dijuluki sebagai “raja angin,” memiliki kekuatan maksimum mencapai level 17, dan diperkirakan akan mendarat di Guangdong, Tiongkok pada Rabu (24/9/2025). 

Saat ini, berbagai daerah di Guangdong akan menerapkan langkah darurat “lima penghentian” — penghentian kerja, transportasi, produksi, operasional, dan sekolah. Shenzhen berencana mengevakuasi 400.000 orang, sementara warga bergegas menimbun bahan makanan, hingga banyak kota muncul gelombang panic buying.

 “Mari saya tunjukkan, inilah kondisi supermarket Hema di Shenzhen sebelum topan tiba, semua rak sudah kosong,” kata seorang warga Shenzhen. 

Video yang beredar online pada 22 September memperlihatkan ribuan warga menyerbu supermarket untuk membeli sayuran dan makanan. Di Zhuhai, Shenzhen, Dongguan, dan Zhongshan, rak-rak hampir habis diborong.

Seorang warga Guangdong mengatakan:  “Tahukah kalian betapa parahnya? Semuanya kosong, ini bahkan hanya belanjaan satu orang.”

Warga Dongguan menambahkan:  “Supermarket di sini juga sama, semua sayuran di rak sudah habis diborong. Katanya besok sore beberapa supermarket juga akan tutup.”

Menurut prakiraan Badan Meteorologi Tiongkok, topan “Ragasa” adalah topan terkuat tahun ini di barat laut Pasifik, dengan kecepatan angin maksimum pusat badai sempat mencapai level 17. 

Diperkirakan pada 23 September dini hari, topan ini memasuki laut timur laut Laut Tiongkok Selatan, bergerak mendekati pesisir Guangdong bagian tengah dan barat hingga timur laut Pulau Hainan, disertai hujan lebat dan angin kencang.

Warga Yangjiang, Guangdong berkata:  “Topan diperkirakan akan menghantam langsung Guangdong, jadi kami sudah mengembalikan kapal ke rumah, hujan semakin deras!”

Warga lain menambahkan:  “Lihat, kami harus mengangkat kapal ke darat, karena topannya terlalu besar.”

Sejak 22 September, berbagai kota di Guangdong mulai menerapkan langkah “lima penghentian.” Di Dongguan, mulai 23 September pukul 14.00 hingga 25 September pukul 06.00, layanan pesan antar makanan dan kurir dihentikan, pasar, mal, restoran, tempat hiburan, serta objek wisata tutup total.

Seorang warga Dongguan berkata:  “Sekolah di Dongguan diliburkan tiga hari, besok sore mobil di jalan pun tidak boleh melintas.”

Seorang pekerja pelabuhan mengatakan:  “Pelabuhan juga ditutup tiga hari, jadi kami tidak bisa mengambil kontainer. Hari ini tidak bisa bongkar muat, mungkin baru 24 Septermber atau 25 September ada pengumuman lanjutan.”

Karena lingkaran badai “Ragasa” sangat besar dan ditambah pengaruh udara dingin, wilayah Delta Sungai Mutiara diperkirakan masuk ke dalam “setengah lingkaran berbahaya” di sisi kanan topan. 

Laporan menyebut Shenzhen akan mengevakuasi 400.000 orang, dan Bandara Shenzhen akan menghentikan seluruh penerbangan mulai 23 September pukul 20.00. Waktu pemulihan operasional akan ditentukan sesuai perkembangan topan.

Sebelum ini, Guangdong baru saja dihantam topan lain. Pada 19 September, topan “Mina” membawa hujan lebat dan angin kencang saat mendarat di Shanwei, Guangdong, menyebabkan banjir parah di Shantou. Jalanan berubah seperti sungai, pepohonan tumbang, toko dan rumah terendam, kerugian warga sangat besar. 

Sumber : NTDTV.com

Pencocokan Organ? Mongolia Dalam Perintahkan Pengambilan DNA Seluruh Pria, Picu Kepanikan

Belum lama ini, sebuah kantor kepolisian di Mongolia Dalam mengeluarkan pengumuman bahwa mereka akan mengumpulkan sampel darah dari seluruh pria untuk dimasukkan ke dalam basis data DNA lokal. Mengingat kejahatan keji Partai Komunis Tiongkok (PKT) dalam pengambilan organ paksa sudah diketahui luas, langkah ini memicu kontroversi besar dan ketakutan publik.

EtIndonesia.  Pada 20 September, Biro Keamanan Umum Kota Xilinhot, Mongolia Dalam, mengumumkan bahwa sejak 5 September mereka mengumpulkan darah semua pria di wilayah tersebut untuk dimasukkan ke basis data DNA. 

Pihak berwenang menyebut hal ini sebagai “penugasan dari atasan” dengan tujuan “menyempurnakan informasi identitas warga” dan “mempermudah pengurusan dokumen,” serta menekankan bahwa data akan “sangat dirahasiakan.”

Namun, begitu pengumuman keluar, publik langsung khawatir. 

Warganet mempertanyakan: “Ini untuk pencocokan organ, kan? Kalau cocok, kamu bisa jadi korban pembunuhan.” Ada juga yang bertanya: “Apakah bisa menolak? Kalau tidak bisa, berarti pemerintah melanggar hukum!” 

Bahkan ada yang menyindir: “Mengapa para pemimpin partai kota tidak memberi contoh lebih dulu dengan menyerahkan sampel mereka dan mempublikasikan datanya?” 

Seorang warganet dari Anhui mengungkap, “Di Anhui hal ini sudah dilakukan beberapa tahun lalu.” Laporan awal yang dimuat oleh The Paper segera dihapus.

 “Saya kira tujuan sebenarnya adalah mengumpulkan DNA rakyat Tiongkok untuk mencocokkan organ tubuh. Pencocokan ini dimaksudkan agar kalangan elit PKT punya cadangan data. Begitu mereka butuh, bisa segera mencari kecocokan. Hanya dengan basis data semacam ini pencarian cepat bisa dilakukan,” ujar pengacara hak asasi manusia di AS, Wu Shaoping.

Dalam beberapa tahun terakhir, pembangunan basis data DNA skala besar oleh PKT sudah memicu perhatian internasional. 

Laporan media asing menyebut, aparat keamanan Tiongkok tengah membangun basis data gen terbesar di dunia, selain DNA juga mengumpulkan iris mata, sidik suara, hingga sinyal ponsel, untuk memperkuat kontrol sosial.

Institut Kebijakan Strategis Australia (ASPI) dalam laporannya tahun 2020 menyebut PKT sudah mengumpulkan DNA sekitar 140 juta orang, sebagian besar pria muda bahkan anak laki-laki tanpa catatan kriminal, yang jelas melanggar standar hak asasi manusia internasional. Basis data “kromosom Y paternal” ini memungkinkan polisi melacak beberapa generasi pria dari satu keluarga, sehingga hampir mustahil bersembunyi.

Para akademisi memperingatkan, jika data semacam ini dikuasai rezim otoriter, maka dapat digunakan untuk menekan pembangkang.

Seorang mantan pengacara Beijing, Lai Jianping, mengatakan:  “Mereka bisa memanfaatkan data ini untuk mengancam orang, menekan keluarga mereka, bahkan memakai informasi darah ini untuk melakukan tindakan keji yang tidak bisa dipublikasikan, sampai menghilangkan tubuh dan nyawa warga. Semua bisa dimanipulasi lewat data ini.”

Banyak laporan telah mengungkap bahwa PKT secara sistematis melakukan pengambilan organ paksa dari praktisi Falun Gong yang ditahan maupun kelompok lainnya untuk tujuan transplantasi demi keuntungan. Kongres AS dan sejumlah parlemen negara lain sudah mengeluarkan resolusi yang mengecam keras kejahatan kemanusiaan ini.

Pada parade militer PKT 3 September lalu, mikrofon menangkap percakapan antara pemimpin PKT Xi Jinping dengan Presiden Rusia Vladimir Putin, yang kembali memicu sorotan internasional terkait skandal pengambilan organ.

Putin berkata (diterjemahkan): “Bioteknologi sedang berkembang, organ manusia akan terus ditransplantasikan, orang bisa hidup semakin lama, bahkan mungkin abadi.” Xi Jinping menimpali: “Prediksi saya, abad ini manusia bisa hidup sampai 150 tahun.”

Para akademisi menilai, PKT bertahan lewat kebohongan dan kekerasan, memperlakukan rakyat bukan hanya sebagai objek eksploitasi, tetapi juga sebagai “gudang organ.”

 “Kita tidak boleh lagi membiarkan rezim semacam ini eksis di tanah Tiongkok. Saya berharap rakyat bersatu dan menjatuhkan PKT,” ujar Wu Shaoping. 

Sumber : NTDTV.com

Tingkat Pengangguran Pemuda Tiongkok Cetak Rekor Baru, Pakar: Bisa Picu Gejolak Sosial

EtIndonesia. Baru-baru ini, rezim Tiongkok merilis data terbaru yang menunjukkan tingkat pengangguran pemuda pada  Agustus kembali mencetak rekor tertinggi. Para pakar memperingatkan, jika tidak ada kebijakan efektif, situasi ini bisa memperdalam perpecahan sosial dan memicu gejolak.

Data terbaru menunjukkan tingkat pengangguran kelompok usia 16–24 tahun pada Agustus naik menjadi 18,9%, tertinggi sejak Desember 2023, ketika metode perhitungan data diubah.

Tahun ini, sebanyak 12,22 juta lulusan perguruan tinggi akan masuk ke pasar kerja, jumlah tertinggi dalam sejarah.

 “Situasi saat ini adalah musim kelulusan bertepatan dengan penyusutan lapangan kerja, sehingga kelompok usia 25–29 tahun juga menjadi titik baru kenaikan pengangguran. Selain itu, masih ada banyak yang disebut pekerjaan fleksibel, dan sebagian pencari kerja tidak dihitung dalam data. Jadi angka pengangguran sebenarnya mungkin jauh lebih tinggi,” ujar Ekonom Amerika Serikat, Huang David. 

Pada Juni 2023, rezim PKT pernah mengumumkan tingkat pengangguran pemuda di atas 21%, sementara data independen menunjukkan angkanya mencapai 46%. Setelah itu, otoritas sempat menghentikan publikasi data, dan baru pada Desember tahun yang sama dilanjutkan kembali, namun mahasiswa yang masih berkuliah tidak dimasukkan dalam perhitungan.

 “Jika masalah ketenagakerjaan terus memburuk, struktur pekerjaan dan struktur ekonomi akan semakin rusak, bahkan membusuk. Dari sudut pandang penguasa, menghadapi banyaknya pengangguran muda, mereka kemungkinan akan memperkuat kampanye massa melawan massa untuk mengalihkan konflik sosial. Hal ini justru akan membuat kontradiksi sosial semakin parah, semakin terpolarisasi, dan semakin memicu perpecahan,” kata Huang David. 

Pakar juga mengingatkan, lemahnya permintaan domestik, hengkangnya investasi asing, serta tekanan pada lapangan kerja, ditambah dengan defisit dana pensiun, bisa menjadi titik ledakan instabilitas sosial.

Praktisi senior pasar modal Tiongkok, Xu Zhen, menjelaskan:  “Dana pensiun pekerja kota kini telah menjadi sumber dana untuk menutupi pengangguran. Kebijakan terbaru rezim yang mendorong lulusan universitas masuk ke sektor jasa rumah tangga adalah cerminan nyata dari situasi ini. Jika krisis fiskal terus memburuk, pembayaran pensiun pun akan terancam, dan yang dihadapi rezim adalah potensi merebaknya gelombang protes di seluruh negeri.”

Sumber : NTDTV.com

Trump Tandatangani Kebijakan Baru H-1B, Komunitas Tionghoa Heboh

Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Jumat lalu (19 September) menandatangani perintah eksekutif yang menaikkan biaya aplikasi visa kerja H-1B menjadi 100.000 dolar AS. Kabar ini seketika memicu kehebohan di kalangan komunitas Tionghoa di Amerika. Berikut laporan dari jurnalis Li Yu.

EtIndonesia. Sebuah pernikahan tanpa mempelai pria maupun wanita, pernahkah Anda melihatnya?” Presiden Trump baru-baru ini mengumumkan kebijakan baru terkait H-1B, dan seketika memanaskan suasana di komunitas Tionghoa Amerika. 

Ada warganet yang berbagi cerita di grup WeChat: sepasang pengantin yang sudah merencanakan resepsi pernikahan akhirnya harus absen karena buru-buru naik pesawat kembali ke Amerika. Alasannya, perusahaan tempat mereka bekerja menolak menanggung biaya 100.000 dolar untuk H-1B, sehingga pasangan itu terpaksa membatalkan pernikahan mereka dan kembali ke AS.

Trump pada 19 September menandatangani perintah eksekutif yang mewajibkan perusahaan membayar biaya 100.000 dolar jika ingin mempekerjakan pekerja asing dalam undian H-1B tahun depan. Pemegang visa yang masuk ke AS tanpa bukti pembayaran biaya tersebut bisa dilarang masuk. Aturan baru ini berlaku sejak 21 September dan langsung menjadi sorotan publik.

Namun, juru bicara Gedung Putih Levitt pada Sabtu (20 September) menjelaskan lewat postingan di X bahwa biaya 100.000 dolar itu merupakan “biaya satu kali” dan hanya berlaku bagi pemohon baru tahun 2026. Bagi mereka yang sudah memiliki visa H-1B yang masih berlaku atau yang melakukan perpanjangan tidak akan terpengaruh, serta tetap bisa bebas keluar-masuk AS.

Kebijakan baru ini menimbulkan diskusi hangat di komunitas Tionghoa. Di berbagai media sosial, bermunculan postingan terkait visa H-1B. Ada yang mengungkapkan penerbangan kembali ke AS dalam dua hari terakhir semuanya penuh, karena orang-orang berusaha masuk sebelum aturan baru berlaku. Namun, ada juga yang gagal kembali tepat waktu sehingga merasa bingung dengan masa depan mereka.

Wartawan: “Pengacara Zhu, ingin bertanya, bagi mereka yang saat ini memegang visa H-1B, apa saja yang perlu diperhatikan untuk pekerjaan dan kehidupan jangka pendek?”

Pengacara imigrasi New York, Zhu Wei: “Memang benar sekarang ada penyesuaian besar dalam kebijakan imigrasi. Pemegang H-1B belum memiliki green card, jadi setiap kali bepergian ke luar negeri pasti menghadapi masalah visa untuk masuk kembali ke AS. Dalam situasi penuh ketidakpastian seperti ini, menghindari perjalanan lintas negara mungkin bisa menjadi langkah yang lebih aman.”

Sumber : NTDTV.com

Kapal Nelayan Kibarkan Bendera Republik Tiongkok Tolak Diperiksa, Penjaga Pantai Tangkap 4 Warga Tiongkok dan Sita Narkoba dalam Jumlah Besar

EtIndonesia. Tim Penyidik dan Pencegahan Kejahatan Kantor Penjaga Pantai Tainan, Badan Kelautan Taiwan pada 22 September 2025 mengumumkan keberhasilan mengungkap kasus kapal nelayan yang diduga menyelundupkan narkoba. 

Dari kapal tersebut, disita berbagai jenis narkoba dengan total berat lebih dari 718 kilogram, jumlah yang sangat besar sehingga personel khusus ditempatkan untuk menjaga barang bukti.

Menurut keterangan, narkoba yang disita berasal dari Kamboja, dengan total berat lebih dari 718 kg, cukup untuk dikonsumsi hampir 2,5 juta orang, dengan nilai pasar diperkirakan lebih dari 15 miliar dolar Taiwan (sekitar 29,6 juta dolar AS). Empat orang yang terlibat, termasuk nakhoda dan anak buah kapal, seluruhnya berkewarganegaraan Tiongkok, telah ditahan sesuai hukum.

Wakil Kepala Tim Tainan, Hsu Che-li, pada 22 September menjelaskan kepada media bahwa pihaknya menerima informasi intelijen bahwa sindikat kriminal memanfaatkan kapal di Laut Nansha Timur untuk penyelundupan manusia. Tim kemudian berangkat untuk melakukan patroli investigasi.

Saat patroli pada 13 September, tim mendapati kapal nelayan asing YAMA68 memasuki perairan sekitar 128 mil laut barat daya Maobitou, Pingtung. Kapal tersebut mengibarkan bendera Republik Tiongkok, namun tidak mengaktifkan sistem identifikasi kapal.

Petugas penjaga pantai awalnya hendak mengingatkan kapal untuk menyalakan sistem identifikasi, namun kapal itu malah mempercepat laju untuk melarikan diri. Dari pengamatan, terlihat banyak bungkusan mencurigakan di geladak. Setelah beberapa kali diperintahkan untuk berhenti dan diperiksa, kapal tetap menolak, bahkan melakukan manuver zigzag untuk menghindar. Kapal patroli akhirnya mengejar selama satu jam penuh.

Hsu menyatakan bahwa tim penjaga pantai berhasil naik ke kapal dengan teknik pemeriksaan maritim dan mengendalikan nakhoda beserta awaknya. Di geladak ditemukan 48 tas tahan air yang berisi narkoba. Setelah diperiksa, seluruh isi tas menunjukkan hasil positif narkoba.

Barang bukti yang ditemukan meliputi:

  • Heroin: 10 tas, total 209,3 kg (narkoba golongan I)
  • Ganja: 36 tas, total 472,39 kg (golongan II)
  • Metamfetamin: 1 tas, 18,2 kg (golongan II)
  • Nimetazepam: 1 tas, 18,3 kg (golongan III)

Total barang bukti: 718,19 kg narkoba, dengan nilai pasar lebih dari 15 miliar dolar Taiwan, cukup untuk dikonsumsi hampir 2,5 juta kali pemakaian.

Hsu menambahkan, hasil penyelidikan awal menunjukkan kapal tersebut berbendera Kamboja. Nakhoda bermarga Sun dan tiga awak kapal lainnya adalah warga negara Tiongkok. 

Masing-masing diduga menerima bayaran antara 80.000 hingga 100.000 yuan (sekitar 11.000–14.000 USD) untuk membawa narkoba dari Kamboja. 

Diduga kapal tersebut merupakan “kapal induk” penyelundup narkoba, yang bertugas berlayar ke lokasi tertentu untuk membagi muatan ke kapal lain, sebelum dikirim ke tujuan akhir. Sumber dan jalur distribusi masih dalam penyelidikan lebih lanjut.

Sumber : NTDTV.com

Topan Super Ragasa Menerjang Filipina Utara, Taiwan Hingga Tiongkok, Paksa Evakuasi dan Penutupan

EtIndonesia — Ribuan warga dievakuasi dari desa-desa di Filipina utara, sementara sekolah dan kantor ditutup pada Senin (22/9/2025), baik di kepulauan tersebut maupun di Taiwan, ketika salah satu topan terkuat tahun ini mengancam banjir dan tanah longsor dalam perjalanannya menuju Tiongkok bagian tenggara.

Topan super Ragasa memiliki kecepatan angin berkelanjutan mencapai 215 km/jam dengan hembusan hingga 295 km/jam saat menghantam Pulau Panuitan di lepas pantai Provinsi Cagayan pada Senin sore, menurut badan meteorologi Filipina.

Di Filipina, siklon tropis dengan kecepatan angin berkelanjutan minimal 185 km/jam dikategorikan sebagai super typhoon, istilah yang digunakan untuk menekankan tingkat bahaya dari badai ekstrem semacam ini.

Ragasa bergerak ke arah barat dan diperkirakan tetap berada di Laut Tiongkok Selatan setidaknya hingga Rabu, melintasi selatan Taiwan dan Hong Kong sebelum mendarat di daratan Tiongkok.

Badan meteorologi Filipina memperingatkan potensi banjir rob di pesisir, dengan menyatakan bahwa “ada risiko tinggi gelombang badai yang mengancam jiwa dengan ketinggian puncak melebihi 3 meter dalam 24 jam ke depan” di wilayah pesisir rendah atau terbuka di Provinsi Cagayan, Batanes, Ilocos Norte, dan Ilocos Sur.

Listrik padam di Pulau Calayan dan di seluruh Provinsi Apayao di pegunungan utara, kata pejabat penanggulangan bencana.

Ragasa telah menewaskan sedikitnya tiga orang, membuat lima orang hilang, dan memaksa lebih dari 17.500 orang mengungsi akibat banjir serta tanah longsor yang dipicu badai tersebut, menurut Badan Penanggulangan Bencana Nasional dan pejabat daerah.

Korban termasuk pria berusia 74 tahun yang meninggal saat dibawa ke rumah sakit setelah terjebak dalam salah satu dari empat kendaraan yang sebagian tertimbun lumpur, batu, dan pohon yang longsor di jalan sempit di Kota Tuba, Provinsi Benguet. Dua warga lainnya dilaporkan tewas, termasuk seorang penduduk di Kota Calayan, gugusan pulau di lepas utara Cagayan, lokasi pendaratan pertama topan.

Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. menangguhkan aktivitas pemerintahan dan seluruh kegiatan belajar mengajar pada Senin di ibu kota serta 29 provinsi di Luzon utara.

Lebih dari 8.200 orang dievakuasi di Cagayan, sementara 1.220 lainnya mengungsi ke tempat penampungan darurat di Apayao, daerah rawan banjir bandang dan longsor. Penerbangan domestik di wilayah utara dibatalkan, sementara kapal nelayan dan feri antarpulau dilarang berlayar karena gelombang tinggi.

Ragasa merupakan badai ke-14 yang menghantam Filipina tahun ini, datang di tengah penyelidikan pemerintah dan parlemen terkait skandal korupsi proyek pengendalian banjir yang diduga fiktif atau bermutu buruk.

Di Taiwan, Kabupaten Taitung dan Pingtung memerintahkan penutupan sejumlah kawasan pesisir dan pegunungan, termasuk Pulau Orchid dan Green. Ragasa juga menyebabkan pembatalan penerbangan sore ke pulau-pulau kecil serta penghentian beberapa layanan feri, menurut Kantor Berita Pusat Taiwan.

Sedikitnya enam orang terluka dan lebih dari 7.000 orang dievakuasi di Taiwan ketika topan melintas di selatan pulau itu, sementara lebih dari 8.000 rumah terdampak pemadaman listrik.

Di Provinsi Fujian, Tiongkok tenggara, 50 jalur feri dihentikan. Pejabat di Shenzhen berencana memindahkan sekitar 400.000 orang, termasuk warga di daerah rendah dan rawan banjir. Bandara Shenzhen mengumumkan akan menghentikan penerbangan mulai Selasa malam.

Pusat Meteorologi Nasional Tiongkok memprediksi topan akan mendarat di wilayah pesisir antara Kota Shenzhen dan Kabupaten Xuwen di Provinsi Guangdong pada Rabu.

Ragasa diperkirakan melintas di selatan Hong Kong dan Makau. Bandara Hong Kong tetap buka, tetapi otoritas bandara mengatakan jumlah penerbangan akan berkurang drastis mulai Selasa pukul 18.00 dan sebagian besar jadwal pada Rabu akan terdampak.

Maskapai Cathay Pacific menyatakan seluruh penerbangan penumpang yang berangkat dan tiba setelah pukul 18.00 Selasa akan dibatalkan, dengan total lebih dari 500 penerbangan terdampak. Maskapai lain, termasuk HK Express, juga mengumumkan pembatalan lebih dari 100 penerbangan antara Selasa hingga Kamis.

Seluruh sekolah di Hong Kong dan Makau akan ditutup dua hari ke depan. Hong Kong menyiapkan karung pasir lebih banyak di daerah rawan banjir, sementara polisi Makau mengimbau warga di kawasan rendah untuk siap menghadapi kemungkinan evakuasi.

Ragasa diperkirakan membawa hujan deras dan angin kencang ke wilayah pesisir Tiongkok daratan mulai Selasa. Sejumlah kota di Guangdong selatan, seperti Jiangmen, Yangjiang, Zhongshan, dan Zhuhai, memerintahkan penghentian sekolah, kantor, pabrik, serta transportasi.

Badan cuaca Tiongkok memperingatkan topan bisa mendarat lebih dari sekali di Guangdong. Warga diminta menyiapkan persediaan darurat, memperkuat pintu dan jendela, serta mengungsi dari area bawah tanah.

Trump Beri Charlie Kirk Penghormatan dalam Acara Peringatan, Sebut Ia Dibunuh ‘Karena Menyuarakan Kebenaran’

EtIndonesia. Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada 21 September memberikan penghormatan kepada Charlie Kirk, dengan mengatakan bahwa pendiri Turning Point USA itu dibunuh “karena menyuarakan kebenaran yang ada di dalam hatinya.”

Trump termasuk di antara sedikit pembicara dalam acara peringatan tersebut yang menyebut tersangka pelaku penembakan, Tyler Robinson, yang digambarkannya sebagai “monster berdarah dingin yang telah diradikalisasi.”

“Kirk juga dibunuh secara keji karena ia berbicara tentang kebebasan dan keadilan, tentang Tuhan, negara, akal sehat, dan nalar,” kata Trump.

Acara peringatan untuk Kirk, yang disebut Trump berperan penting dalam kemenangannya pada Pemilu 2024, menarik puluhan ribu pelayat—termasuk Wakil Presiden JD Vance, pejabat senior Gedung Putih, serta kalangan konservatif muda yang dibentuk oleh aktivis berusia 31 tahun itu—ke Stadion State Farm di Arizona.

Pidato Trump disampaikan beberapa menit setelah Erika Kirk, istri mendiang, menyatakan ia telah memaafkan tersangka, dengan menyebut bahwa pelaku adalah salah satu dari “anak-anak lelaki yang tersesat” di Amerika Serikat.

“Charlie dengan penuh semangat ingin menjangkau dan menyelamatkan anak-anak lelaki yang tersesat di Barat. Para pemuda yang merasa tidak memiliki arah, tujuan, Iman, maupun alasan untuk hidup. Pemuda yang menyia-nyiakan hidup dalam hal-hal sepele, serta yang diliputi kebencian dan kemarahan,” ujar Erika.

“Charlie ingin membantu mereka. Ia ingin mereka menemukan rumah di Turning Point USA. Ketika ia datang ke kampus-kampus, ia berusaha menunjukkan jalan hidup yang lebih baik, yang sebenarnya ada di depan mata mereka. Itu yang ingin ia tunjukkan,” tambahnya.

Acara digelar di State Farm Stadium, markas tim NFL Arizona Cardinals, di sebelah barat Phoenix, tempat Turning Point USA bermarkas. Pengamanan sangat ketat, setara dengan ajang Super Bowl atau acara besar lainnya, dengan kehadiran aparat federal dalam jumlah besar.

Masyarakat mulai mengantre sejak dini hari untuk mendapatkan tempat. Stadion berkapasitas 63.400 kursi itu segera penuh dengan massa yang mengenakan pakaian bernuansa merah, putih, dan biru.

Pembicara yang dijadwalkan hadir antara lain Trump, Vance, Menteri Kesehatan Robert F. Kennedy Jr., Menteri Pertahanan Pete Hegseth, serta Direktur Intelijen Nasional Tulsi Gabbard. Juga hadir Donald Trump Jr., komentator konservatif Tucker Carlson, ajudan Gedung Putih Stephen Miller, dan Erika Kirk.

“Apakah kalian pikir bisa membunuh Charlie Kirk? Justru kalian membuatnya abadi,” kata Miller di hadapan massa. “Kalian tidak tahu naga apa yang telah kalian bangunkan. Kalian tidak tahu betapa teguhnya kami untuk menyelamatkan peradaban ini, menyelamatkan Barat, menyelamatkan republik ini.”

Gabbard menambahkan: “Charlie menjalani apa yang dibayangkan para pendiri bangsa. Kebebasan: hak untuk berbicara meski ada perbedaan. Saya mungkin tidak setuju dengan apa yang Anda katakan, tapi saya akan berjuang sampai mati demi membelanya. Kebebasan berbicara adalah fondasi republik demokratis kita. Kita harus melindunginya dengan segala cara, karena tanpanya kita akan tersesat.”

CEO Tesla Elon Musk juga hadir di stadion, seperti diungkapkannya lewat platform X. Ia mengunggah video suasana stadion yang dipenuhi massa.

 “Setiap kursi di arena raksasa ini penuh hingga ke atap, kecuali area yang ditutup untuk keamanan,” tulis Musk. “Suatu kehormatan berada di sini.”

Charlie Kirk ditembak mati saat menjadi moderator debat di Utah Valley University pada 10 September. Jaksa dan polisi setempat menyatakan Robinson melepaskan tembakan dari jarak sekitar 200 meter.

Robinson ditangkap sekitar 33 jam setelah penembakan. Pihak berwenang belum mengungkap motif, namun menyebut ia belakangan beralih ke pandangan politik kiri, mendukung isu transgender, dan melontarkan komentar merendahkan tentang Kirk kepada keluarganya beberapa hari sebelum kejadian.

Pada 21 September, Direktur FBI Kash Patel menulis di X bahwa biro sedang “menyelidiki secara cermat berbagai teori dan pertanyaan,” termasuk lokasi tembakan, pesan teks, sudut tembakan, senjata, serta obrolan Discord yang diduga digunakan tersangka.

“Sebagian detail sudah diketahui, sementara sisanya masih ditelusuri untuk memastikan setiap kemungkinan diperhitungkan,” tulis Patel, di tengah spekulasi daring soal kematian Kirk. “Fokus utama kami adalah menyelesaikan penyelidikan ini dan menegakkan keadilan. Demi menjaga integritas penyelidikan dan proses hukum, kami tidak bisa merilis semua informasi yang kami miliki ke publik saat ini.”

The Associated Press berkontribusi dalam laporan ini

Remaja di Tiongkok Tumbuh 1,4 Cm Setelah Terapi Pemanjangan Tubuh, Menyusut Kembali ke Tinggi Semula Setelah 2 Minggu

EtIndonesia. Seorang remaja di Tiongkok berusia 16 tahun yang menghabiskan 16.700 yuan (sekitar Rp 39 juta) untuk perawatan pemanjangan tubuh, tumbuh 1,4 cm dalam enam bulan, kemudian menyusut kembali ke tinggi badan aslinya dalam dua minggu.

Remaja bermarga Huang tersebut menjalani perawatan selama enam bulan dari Februari hingga Agustus di Xiamen, Provinsi Fujian, Tiongkok tenggara.

Ayahnya baru-baru ini mengungkapkan bahwa meskipun tinggi badannya meningkat dari 165 cm menjadi 166,4 cm pada bulan Agustus, tinggi badannya menyusut kembali ke tinggi awal,  menjadi 165 cm hanya dua minggu setelah perawatan berakhir.

Sang ayah mengajukan keluhan kepada institusi yang menyediakan perawatan tersebut.

Seorang staf mengatakan kepadanya bahwa putranya “terlalu tua untuk dikoreksi” dan memberinya pengembalian uang penuh.

Sang ayah mengatakan bahwa mereka seharusnya mengatakan yang sebenarnya lebih awal.

Setiap satu atau dua minggu sekali, Huang membawa putranya berobat, termasuk meregangkan kakinya dan menggunakan peralatan medis untuk “mengaktifkan” lututnya.

Huang mengatakan dia menyadari tinggi badan putranya menyusut ketika mereka melewatkan janji temu, tetapi pihak institusi mengatakan hal itu hanya karena perawatannya belum tuntas.

Institusi tersebut mengatakan kepada The Beijing News bahwa perawatan mereka bertujuan untuk merangsang tulang lutut anak agar membantu mereka tumbuh lebih tinggi.

Namun, seorang ahli endokrinologi di Rumah Sakit Peking Union Medical College, Wu Xueyan, mengatakan bahwa peregangan paksa bukanlah cara ilmiah untuk menambah tinggi badan seseorang.

Dia setuju bahwa tinggi badan seseorang dapat bertambah setengah hingga satu sentimeter dengan peregangan.

Namun, Wu menambahkan: “Seseorang di pagi hari lebih tinggi setengah hingga satu sentimeter daripada dirinya sendiri di sore hari.”

Wu mengatakan bahwa berat badan seseorang memperpendek tulang belakangnya di siang hari, dan di malam hari, tulang belakangnya rileks, sehingga menambah tinggi badan.

“Manusia bukan mie. Tidak ilmiah untuk meregangkan tubuh seseorang lebih panjang,” kata Wu.

Dia mengatakan cara efektif untuk menambah tinggi badan adalah dengan berolahraga, karena dapat meningkatkan kadar hormon pertumbuhan.

“Dalam hal tinggi badan seseorang, 80 persennya ditentukan oleh DNA dan 20 persennya oleh kualitas tidur,” kata seorang pengamat daring.

“Jika perawatan ini benar-benar berhasil, tidak akan ada orang pendek,” kata pengamat lain.

“Sungguh memalukan bahwa beberapa orang memanfaatkan kecemasan orangtua untuk menipu mereka agar kehilangan uang,” kata pengamat ketiga.

Nama lembaga tersebut tidak diungkapkan, dan tidak diketahui apakah lembaga tersebut memenuhi syarat untuk melakukan perawatan semacam itu pada anak-anak.

Pengamat daring lainnya mendesak pemerintah untuk meningkatkan pengawasan terhadap lembaga-lembaga tersebut dan mempublikasikan pengetahuan ilmiah tentang tinggi badan anak-anak.(yn)