Menggapai Harapan dengan Merangkul Ketidakpastian (Bagian 2)

EtIndonesia. Melanjutkan dari bagian sebelumnya: setiap hari kita perlu sabar menjalani hal-hal yang bisa kita lakukan seumur hidup, lalu menunggu hasilnya matang. Namun, masa menunggu bukan berarti boleh diisi dengan bermalas-malasan atau berfoya-foya. Tetap ada hal-hal yang bisa dijalankan, meski ringan. Prinsip besarnya: setelah memutuskan hal-hal yang tidak perlu dilakukan, fokuslah pada yang masih mungkin dilakukan. Beri diri sedikit ruang, tapi jangan sampai keluar jalur.

Seorang tokoh pernah berkata: “Tidak pernah mengambil risiko sama sekali adalah risiko terbesar.” 

Hidup tidak bisa steril dari ketidakpastian. Selalu ada ruang untuk berani mencoba.

Belajar dari Permainan dan Petualangan

Penulis mencontohkan pengalamannya bermain The Legend of Zelda: Tears of the Kingdom.

Dalam dunia permainan yang terbuka itu, tidak ada jalan pasti menuju tujuan. Kamu hanya perlu bergerak ke arah yang ditentukan, entah melewati hutan, gunung, atau gua.

Di perjalanan, bisa saja muncul kejutan: ada musafir dikepung monster atau gua misterius untuk dijelajahi. Mungkin gagal, mungkin harus mundur, tapi bisa juga berhasil. Kadang dengan persenjataan minim dan stamina terbatas, kamu tetap bisa mencoba, menghindar, atau mencari jalur alternatif. Di situlah letak keseruan—menikmati rasa tak pasti yang justru menghadirkan kebaruan.

Ketidakpastian dalam Hukum Tarik-Menarik

Hukum tarik-menarik (law of attraction) mengajarkan kita untuk sabar menunggu waktu yang tepat. Proses menuju terwujudnya keinginan penuh dengan ketidakpastian. Namun, jangan buru-buru menyimpulkan kegagalan hanya karena ada hambatan kecil.

Layaknya dalam permainan Zelda, kita tahu ujung ceritanya: Link pada akhirnya akan berhasil menyelamatkan Putri Zelda. Keyakinan inilah yang membuat kita terus berjalan, meski jalan penuh liku. Begitu juga dalam hidup—justru karena ada ketidakpastian, kita terpacu untuk memperbaiki diri agar lebih layak menerima apa yang kita impikan.

Jika kamu ingin hidup seperti seseorang dengan penghasilan pasif miliaran, mulailah berpikir dan bertindak seperti itu: peka terhadap informasi investasi, cermat mengatur aset, sekaligus peduli pada kegiatan sosial. Dengan memberi, kita menyeimbangkan apa yang kita terima dari masyarakat.

Menyesuaikan Diri dengan Zaman

Di masa lalu, orang harus membaca laporan tahunan perusahaan atau mendatangi pabrik langsung untuk menilai layak tidaknya sebuah investasi. Kini, dengan derasnya arus informasi digital, kita bisa mendapatkan data dengan cepat—meski risiko kebisingan informasi juga meningkat.

Metode investasi para ahli di masa lalu mungkin tidak lagi sepenuhnya relevan sekarang. Namun, yang penting adalah semangat terus mencoba, beradaptasi, dan menemukan cara baru. Intinya bukan menyalin metode lama, melainkan meniru keberanian mereka dalam proses eksplorasi.

Penutup: Ketidakpastian Adalah Sumber Kemungkinan

Bagi “Yueguang” (penulis), ketidakpastian bukanlah ancaman, melainkan pupuk yang menyuburkan mimpi. Selama masa penantian, setiap percobaan kecil membuat keinginan kita tumbuh semakin matang dan lengkap.

Karena itu, jangan lari dari ketidakpastian. Rangkul ia sebagai sahabat yang akan menempa diri. Nikmati rasa tegang seperti dalam permainan, karena dari situlah kekuatan lahir, dan dari situlah hal yang tampak mustahil bisa berubah menjadi kenyataan.(jhn/yn)

Laporan PBB : Korea Utara Eksekusi Mati Orang yang Menyebarkan Film dan Serial TV Asing

EtIndonesia. Korea Utara telah mengeksekusi mati orang-orang yang menyebarkan media asing, termasuk acara televisi seperti drama populer Korea Selatan, sebagai bagian dari tindakan keras yang semakin intensif terhadap kebebasan pribadi, menurut laporan hak asasi manusia PBB pada hari Jumat (11/9).

Pengawasan telah semakin meluas sejak 2014 berkat teknologi baru, sementara hukuman menjadi lebih berat — termasuk penerapan hukuman mati untuk pelanggaran seperti menyebarkan drama TV asing, menurut laporan tersebut.

Pembatasan tersebut menjadikan Korea Utara negara paling ketat di dunia, menurut laporan PBB setebal 14 halaman tersebut, yang didasarkan pada wawancara dengan lebih dari 300 saksi dan korban yang telah melarikan diri dari negara tersebut dan melaporkan semakin terkikisnya kebebasan.

James Heenan, kepala kantor hak asasi manusia PBB untuk Korea Utara, mengatakan dalam sebuah pengarahan di Jenewa bahwa jumlah eksekusi mati untuk kejahatan biasa dan kejahatan politik telah meningkat sejak pembatasan era COVID-19.

Sejumlah orang yang tidak disebutkan jumlahnya telah dieksekusi berdasarkan undang-undang baru tersebut karena mendistribusikan serial TV asing, termasuk K-Drama populer dari negara tetangganya di selatan, tambahnya.

“Berdasarkan undang-undang, kebijakan, dan praktik yang diperkenalkan sejak 2015, warga negara telah menjadi sasaran pengawasan dan kontrol yang semakin ketat di semua aspek kehidupan,” demikian kesimpulan laporan tersebut.

Tinjauan menyeluruh PBB ini muncul lebih dari satu dekade setelah laporan penting PBB yang menemukan bahwa Korea Utara telah melakukan kejahatan terhadap kemanusiaan. Laporan baru tersebut mencakup perkembangan sejak 2014.

Misi diplomatik Korea Utara di Jenewa dan kedutaan besarnya di London tidak segera menanggapi permintaan komentar.

Korea Utara, dalam menanggapi penyelidik hak asasi manusia PBB, mengatakan bahwa mereka menolak resolusi Dewan Hak Asasi Manusia PBB yang mengesahkan laporan terbaru tersebut.

Terkadang anak-anak dipaksa bekerja dalam kerja paksa, termasuk yang disebut “brigade kejut” untuk sektor-sektor sulit seperti pertambangan batu bara dan konstruksi, kata Heenan dari Seoul.

“Mereka seringkali anak-anak dari lapisan masyarakat bawah, karena merekalah yang tidak bisa disuap untuk keluar dari situasi ini, dan brigade kejut ini seringkali terlibat dalam pekerjaan yang sangat berbahaya,” kata Heenan.

Laporan tersebut juga menemukan beberapa perbaikan terbatas, seperti berkurangnya penggunaan kekerasan oleh penjaga di fasilitas penahanan, dan undang-undang baru yang tampaknya memperkuat jaminan peradilan yang adil.(yn)

Jangan Suka Meremehkan Hasil Kerja Orang Lain

EtIndonesia. Pernahkah kamu bertemu orang yang selalu punya kebiasaan merendahkan atau menolak hasil kerja orang lain? 

Di dunia kerja, hal ini sangat berbahaya. Sikap profesional adalah menilai pekerjaan, bukan menyerang pribadi. Kalau terlalu sering menolak atau meremehkan pekerjaan orang lain hanya karena alasan pribadi, citra kita sendiri yang akan hancur, dan orang-orang pun perlahan akan menjauh.

Kisah Nyata: Persaingan Antara Rekan Kerja

Xiaowei berhasil menonjol di antara banyak peserta magang hingga akhirnya diterima sebagai pegawai tetap. Atasan menaruh harapan besar padanya dan yakin Xiaowei mampu menunjukkan prestasi.

Namun, seorang senior bernama Weimin sering kali mempersulit Xiaowei. Hanya untuk satu laporan, dia bisa mencari-cari banyak kesalahan kecil, sampai memaksa Xiaowei mencetak ulang berkali-kali.

Walau merasa kesal, Xiaowei tidak berani melapor pada atasan. Dia khawatir sang atasan justru tidak percaya, karena bagaimanapun kesalahan kecil tetaplah kesalahan. Xiaowei pun berpikir, kalau dia bisa bekerja lebih teliti, maka tidak ada celah bagi Weimin untuk mencari masalah.

Suatu ketika, atasan memberi tugas penting: sebuah proyek yang harus ditangani Weimin dan Xiaowei bersama. Mereka masing-masing diminta membuat proposal. Saat berdiskusi, Weimin terus-menerus meremehkan ide Xiaowei, menyebutnya tidak realistis. Namun, Xiaowei tetap memasukkan idenya ke dalam proposal versinya sendiri.

Ketika tiba saat presentasi, Weimin hanya membawa proposal miliknya dan mengklaim bahwa semua ide berasal darinya. Atasan curiga, lalu menanyakan langsung pada Xiaowei. Saat itulah Xiaowei menjelaskan ide-ide yang dia buat sendiri.

Atasan terkejut dan bertanya: “Kenapa ide bagus ini tidak ada dalam dokumen yang saya terima?”

Weimin buru-buru menjawab: “Oh, saya lupa membawanya.”

Padahal, atasan sudah tahu ada yang janggal sejak awal, karena itu dia sengaja memastikan pada Xiaowei. Akhirnya, atasan memilih menggunakan proposal Xiaowei, dan hanya memberi peringatan ringan pada Weimin agar lebih hati-hati ke depannya.

Pelajaran yang Bisa Diambil

Di dunia kerja, kamu boleh saja punya pendapat berbeda atau memberi masukan, tetapi jangan sembarangan menolak atau merendahkan hasil kerja orang lain.

Ingat, penilaian tidak hanya datang dari satu orang. Setiap orang punya sudut pandangnya masing-masing terhadap kinerja rekan kerjanya. Kalau kamu terlalu berlebihan mencari kesalahan, apalagi sampai mengambil kredit dari hasil kerja orang lain, cepat atau lambat kamu akan kehilangan dukungan dan mungkin tersingkir dari lingkungan kerja itu sendiri.(jhn/yn)

FBI Rilis Foto Tersangka Pembunuhan Charlie Kirk, Tyler Robinson

EtIndonesia. Setelah perburuan selama 33 jam, pria yang dituduh membunuh aktivis konservatif Charlie Kirk telah ditangkap, kata pihak berwenang AS pada hari Jumat (12/9).

“Kami menangkapnya,” kata Gubernur Utah Spencer Cox dalam konferensi pers.

Tersangka, yang diidentifikasi sebagai Tyler Robinson, berusia 22 tahun, ditangkap setelah seorang anggota keluarga membantu menyerahkannya ke polisi. Gubernur Utah mengatakan bahwa Robinson bertindak sendiri, meskipun penyelidikan masih berlangsung.

Penangkapannya pertama kali diungkapkan oleh Presiden AS, Donald Trump yang dalam sebuah wawancara dengan Fox News mengatakan: “Dengan tingkat kepastian yang tinggi, kami menangkapnya.”

Charlie Kirk, sekutu setia Trump, tewas dengan satu tembakan, dalam apa yang disebut gubernur Utah sebagai “pembunuhan politik”. Kemudian, pihak berwenang menemukan senapan bolt-action berkekuatan tinggi di dekat lokasi penembakan.

Senapan itu ditemukan di area hutan di sepanjang jalur pelarian pelaku, menurut informasi yang dibagikan oleh penegak hukum.

Kirk sedang berbicara dalam sebuah debat yang diselenggarakan oleh Turning Point USA — sebuah organisasi nirlaba yang dia dirikan bersama ketika dia ditembak.

“Dia ingin membantu kaum muda, dan dia tidak pantas menerima ini,” kata Trump, Jumat. “Dia sebenarnya orang baik.”

Penembakan itu menuai kecaman bipartisan dan Trump memerintahkan bendera diturunkan setengah tiang dan mengeluarkan proklamasi presiden. (yn)

Yang Menentukan Masa Depan Anak Bukan Sekolah Terbaik, Melainkan Pemahaman dan Kebijaksanaan Pendidikan Orangtua

  

EtIndonesia. Banyak orangtua rela mengeluarkan biaya besar demi memasukkan anak ke taman kanak-kanak atau sekolah terbaik, dengan harapan memberi mereka masa depan yang lebih cerah. Memang, sekolah dengan lingkungan belajar yang baik bisa memberi keuntungan, tetapi itu bukanlah faktor penentu masa depan anak. Pengaruhnya bahkan jauh lebih kecil dibandingkan yang kita bayangkan.

Bukan Sekolah, Melainkan Kemampuan Belajar

Ada kisah nyata dari seorang siswa di Jiangsu yang akhirnya menjadi juara ujian masuk perguruan tinggi (gaokao). Sejak kecil, orangtuanya menekankan pentingnya membangun kemampuan belajar. Nilainya selalu menonjol, baik di SD maupun SMP.

Saat masuk SMA, dia dihadapkan pada pilihan: sekolah unggulan yang letaknya jauh (harus menempuh perjalanan lebih dari dua jam setiap hari), atau sekolah biasa yang jaraknya hanya beberapa menit jalan kaki dari rumah. Orangtua lebih berharap dia masuk sekolah unggulan. Namun, dia memilih sekolah biasa di dekat rumah. Tiga tahun kemudian, sekolah biasa itu tidak menghalanginya menjadi juara nasional.

Kisah ini menunjukkan, yang lebih menentukan adalah kualitas dasar anak (core competency), bukan sekadar label sekolah.

Kekuatan Pendidikan Keluarga

Laporan penelitian terkenal, Coleman Report, pernah menegaskan: lebih dari 90% kualitas seorang anak ditentukan oleh orangtua, bukan sekolah.

Sekolah pada dasarnya hanya menyediakan pendidikan standar—transfer ilmu pengetahuan. Sedangkan yang disebut kompetensi inti (misalnya kemampuan membaca, fokus, berpikir kritis, kebiasaan belajar) justru harus ditanamkan orangtua dalam kehidupan sehari-hari.

Sayangnya, banyak orangtua sering keliru dalam hal ini. Misalnya:

·        Membaca dan pemahaman teks baru dilatih setelah anak masuk sekolah, padahal periode emasnya ada di usia dini.

·        Konsentrasi dibiarkan berkembang begitu saja. Akibatnya, lebih dari 90% siswa sekolah dasar kini mengalami masalah perhatian: tidak fokus di kelas, mudah terdistraksi, mengganggu teman, pekerjaan rumah tidak selesai, bahkan sering kehilangan barang-barang kecil.

Tidak sedikit anak yang sebenarnya punya rasa ingin tahu tinggi—ingin belajar piano, olahraga, catur—tetapi tidak bisa bertahan lama. Mereka mudah menyerah, mencari alasan, atau kehilangan motivasi. Ada yang sampai menunjukkan tanda-tanda depresi ringan.

Dalam kehidupan sehari-hari, gejalanya jelas terlihat:

·        Kamar selalu berantakan meski sudah sering diingatkan.

·        Makan sambil main atau menonton TV, tanpa disiplin.

·        Mandinya lama sekali, bisa lebih dari satu jam.

·        Pekerjaan rumah yang seharusnya selesai dalam satu jam, bisa molor berkali-kali lipat.

·        Sikap menunda-nunda, enggan membantu pekerjaan rumah, dan seterusnya.

Intinya: tanpa fokus, anak akan sulit berhasil di bidang apa pun.

Kesalahan Umum: Mengandalkan Lembaga Bimbingan

Banyak orangtua ketika menghadapi masalah ini justru memilih jalan pintas: menyerahkan anak ke berbagai lembaga bimbingan atau kursus tambahan. Alasan klasiknya: tidak ada waktu, atau tidak punya kemampuan. Padahal, fungsi utama pendidikan keluarga tidak bisa digantikan oleh sekolah atau lembaga kursus mana pun.

Kesalahan mendasar ini lahir dari rendahnya pemahaman orangtua tentang pendidikan. Jika pola pikir dan pengetahuan dasar orangtua tentang pendidikan keliru, mereka akan terjebak pada solusi yang salah. Akibatnya, biaya pendidikan semakin besar, masalah anak tidak kunjung terselesaikan, bahkan muncul masalah-masalah baru.

Ada ungkapan menarik: “Pajak termahal di dunia adalah pajak kebodohan pendidikan orang tua.” 

Salah kaprah dalam pemahaman pendidikan bukan hanya membuat pengeluaran membengkak, tapi juga mengorbankan masa depan anak.

Kesimpulan

Masa depan anak tidak ditentukan oleh sekolah favorit atau biaya pendidikan yang tinggi, melainkan oleh:

1. Kesadaran pendidikan orang tua.

2. Kebijaksanaan keluarga dalam membimbing anak.

3. Kemampuan menanamkan kompetensi inti sejak dini.

Jika orangtua mampu meningkatkan pemahaman pendidikan dan menjalankan peran mereka dengan baik, barulah anak bisa benar-benar mengembangkan potensi, menemukan keunggulan dirinya, dan tumbuh menjadi kebanggaan keluarga sekaligus pilar bangsa.(jhn/yn)

Pria 27 Tahun di Tiongkok Dipaksa Ikut Lebih dari 20 Kali Kencan Buta dalam 3 Tahun, Alami Gangguan Panik

Seorang pria bermarga Huang (nama samaran), 27 tahun, dari Huai’an, Jiangsu, dalam tiga tahun terakhir dijadwalkan lebih dari 20 kali kencan buta oleh orang tuanya. Karena tekanan perjodohan yang berkepanjangan, ia mengalami gangguan panik, dengan gejala jantung berdebar, sesak napas, rasa seakan akan mati, hingga akhirnya harus dirawat di rumah sakit.

EtIndonesia. Menurut laporan Yangtze Evening News pada 10 September, sebagai anak tunggal, setelah lulus dari sekolah menengah kejuruan, Huang tidak mengikuti jalur “aman” seperti harapan orang tuanya, melainkan memilih berbisnis bersama teman. Dengan usahanya sendiri ia bisa mandiri secara finansial. Namun, di mata orang tuanya, menikah adalah hal yang paling penting.

Tiga tahun lalu, tanpa sepengetahuan Huang, orang tuanya meminta bantuan kerabat dan teman untuk mencarikannya jodoh. Saat itu Huang sedang fokus penuh pada usahanya, setiap hari sibuk ke pasar dan bertemu klien, sehingga tidak sempat memikirkan soal asmara. Namun karena desakan orang tua, ia awalnya masih memilih menurut.

Setelah beberapa kali kencan buta gagal, permintaan Huang untuk memperlambat tempo justru membuat orang tuanya semakin gencar mendesak. Dalam tiga tahun singkat, ia dijadwalkan ikut lebih dari 20 kali kencan buta. Setiap kali, orang tuanya selalu berkata “ini demi kebaikanmu” sambil mendesaknya agar lebih aktif dan tidak terlalu pilih-pilih. Hal ini membuat tekanan psikologis Huang semakin berat.

Sejak tahun lalu, tanpa tanda-tanda sebelumnya, Huang mulai sering merasa jantung berdebar, dada sesak, seperti ada batu menekan, sulit bernapas, disertai pusing dan kesemutan di tangan. Kemudian muncul pula gejala perut kembung, asam lambung naik, mual, dan serangan mendadak yang membuatnya merasa “seperti akan mati.”

Setiap kali ia pergi berobat, hasil pemeriksaan EKG, CT scan, hingga tes darah semua menunjukkan “tidak ada kelainan berarti.” Namun gejala ini semakin sering muncul, sehingga ia tak bisa bekerja maupun hidup normal.

Akhirnya, Huang menjalani pemeriksaan di Departemen Penyakit Psikosomatik Rumah Sakit Rakyat Ketiga Huai’an. Ia didiagnosis menderita gangguan panik, yaitu sejenis gangguan kecemasan akut yang dipicu oleh tekanan psikologis dan penekanan emosi jangka panjang. Saat ini, ia telah dirawat inap untuk menjalani kombinasi pengobatan medis dan psikoterapi.

Gangguan panik, juga disebut gangguan panik akut, ditandai dengan serangan panik berulang yang muncul tiba-tiba. Gejalanya termasuk jantung berdebar hebat, keringat berlebih, gemetar, disertai rasa seakan akan mati atau kehilangan kendali.

Di  daratan Tiongkok, begitu memasuki usia “siap menikah,” orang tua sering kali lebih cemas daripada anak-anak mereka. Fenomena mendesak anak menikah dan “perjodohan ala Tiongkok” sangat umum terjadi. Survei menunjukkan, setiap kali Tahun Baru Imlek, banyak orang tua mendesak anaknya ikut kencan buta, hingga banyak pemuda merasa takut untuk pulang kampung.

Media Tiongkok pernah melaporkan, pada Tahun Baru 2015, seorang pemuda di Henan dijadwalkan oleh orang tuanya untuk bertemu 25 gadis hanya dalam 5 hari.

Laporan resmi Partai Komunis Tiongkok tentang “Situasi Perjodohan Paksa di Tiongkok” menunjukkan: lebih dari 70% responden pernah dipaksa menikah oleh orang tua, dengan tekanan terbesar dialami kelompok usia 25–35 tahun. Tingkat pemaksaan pada perempuan 6% lebih tinggi daripada laki-laki. Bahkan 3% responden mengaku dipaksa menikah sebelum mencapai usia legal untuk menikah.

BBC Inggris juga pernah melaporkan bahwa sebagai warisan dari kebijakan satu anak, jumlah laki-laki di Tiongkok lebih banyak beberapa juta dibanding perempuan. Dampak kebijakan ini akan terus berlangsung selama beberapa dekade. Saat ini, jumlah pria yang siap menikah jauh melebihi jumlah wanita, dan ketidakseimbangan gender terus memburuk.

Sumber : NTDTV.com

Kerumunan Katak Muncul di Jalanan Tianjin, Tiongkok,  Menakuti Warga 

Pada 10 September 2025 malam, di sekitar Jalan Luohe, Distrik Beichen, Tianjin, Tiongkok muncul sekumpulan besar katak yang memenuhi jalan, membuat warga ketakutan. Fenomena aneh ini segera memicu kekhawatiran masyarakat setempat, apakah hal ini berkaitan dengan aktivitas gempa bumi.

EtIndonesia. Baru-baru ini, seorang warganet membagikan video di media sosial yang menunjukkan jalan raya Tianjin dipenuhi katak dalam jumlah sangat banyak. Katak-katak kecil itu melompat di jalan, di rumput, bahkan di celah-celah batu bata. Pemandangan tersebut membuat banyak orang merinding.

Fenomena ini menimbulkan kepanikan di kalangan warga yang khawatir akan terjadinya gempa.

Komentar warganet lokal:

  • “Di Wuqing juga banyak sekali di jalan.”
  • “Di jalan yang menghubungkan pabrik Foxconn Dongli dan Tianhong juga penuh.”
  • “Beberapa hari ini memang katak kecil terlalu banyak, saya bahkan tidak bisa naik sepeda.”
  • “Di stadion Wuqing juga sudah beberapa hari penuh katak kecil.”
  • “Di Jalan Huai Dong dekat Luohe, sangat menakutkan.”

Ada yang menulis:

  • “Agak panik.”
  • “Seram sekali.”
  • “Sepertinya benar-benar akan ada gempa.”
  • “Jangan sampai gempa ya, saya tinggal di Tianjin.”
  • “Beberapa malam lalu, di Tanggu, langit dipenuhi burung, terbang berkelompok, sangat menakutkan.

Menurut laporan Beijing News, pada 11 September pihak Komisi Pengelolaan Kota Distrik Beichen menanggapi laporan warga dengan mengerahkan petugas kebersihan membersihkan bangkai katak di jalan, namun pada malam hari katak-katak baru terus bermunculan.

“Belum pernah ada kejadian seperti ini sebelumnya, tidak tahu dari mana asalnya. Siang hari sebagian mati karena terik matahari dan kami bersihkan, tapi malamnya muncul lagi tanpa henti,” kata seorang staf komisi.

Laporan menyebutkan, Biro Gempa Tianjin setelah melakukan pengecekan di lokasi memberi penilaian awal bahwa fenomena ini tidak berhubungan langsung dengan aktivitas gempa bumi, dan meminta warga untuk tidak panik. Saat ini, pihak terkait sedang menelusuri asal-usul kelompok katak tersebut.

Namun, pernyataan Biro Gempa Tianjin menuai keraguan dari warganet:

  • “Penyebabnya belum jelas, kok buru-buru bilang tidak terkait gempa? Mana semangat ilmiahnya?”
  • “Belum tahu sumbernya tapi langsung tegas menolak kaitan dengan gempa.”
  • “Kalau pakar bilang tidak ada masalah, justru saatnya kamu harus bersiap kabur.”
  • “Karena pakar bilang tidak terkait gempa, lebih baik kita tetap siaga menghadapi kemungkinan gempa. Lebih baik siap daripada tidak.”

Beberapa warga mengaitkan dengan sejarah:

  • “Jangan percaya penuh pada biro gempa. Lupa ya? Saat gempa Tangshan 1976, ada yang sudah memprediksi dan melapor, tapi tidak dipercaya. Begitu gempa benar terjadi, sudah terlambat.”
  • “Sebelum gempa besar Tangshan, tanah juga dipenuhi katak. Kakek saya ada di sana waktu itu.”
  • “Sebelum gempa 12 Mei (2008 di Sichuan), di Deyang juga sama, tanah penuh katak. Saya mengalaminya sendiri.”
  • “Setengah bulan sebelum gempa 12 Mei, di Mianzhu, Deyang juga begitu. Saat itu koran melaporkan, tapi pakar bilang itu karena lingkungan membaik.”

Ada juga yang berkomentar:

  • “Tidak selalu berarti gempa, mungkin bencana alam lain. Tetap waspada saja.”

Sumber : NTDTV.com

FESyar Jawa 2025 Perkuat Sinergi Ekonomi Syariah untuk Kemandirian Regional

Surabaya, 12 September 2025 – Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Jawa 2025 secara resmi dibuka dalam sebuah acara ceremonial yang dipusatkan di Masjid Al-Akbar Surabaya. Gelaran tahunan yang diinisiasi Bank Indonesia ini mengusung tema “Sinergi Ekonomi dan Keuangan Syariah Memperkuat Stabilitas dan Kemandirian Ekonomi Regional”, dengan fokus pada tiga pilar utama: pertumbuhan (growth), inklusi, dan digitalisasi.

Acara pembukaan dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi, termasuk Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Kepala Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah Bank Indonesia Imam Hartono, serta Kepala Perwakilan BI Jawa Timur Ibrahim. Turut hadir perwakilan dari Komisi XI DPR RI, Forkopimda Jawa Timur, MUI, akademisi, pelaku usaha, dan komunitas pesantren.

Dalam sambutannya, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menekankan peran strategis Jawa Timur dalam pengembangan ekonomi syariah nasional. “Jawa Timur memiliki 4.450 pesantren dengan 566.000 santri, menjadikannya pusat pendidikan pesantren terbesar di Indonesia. Melalui FESyar, kami ingin menjadikan Jawa Timur bukan hanya gerbang santri untuk Indonesia, tetapi untuk dunia,” ujarnya.

Khofifah juga menyoroti pentingnya penguatan sertifikasi halal dan dukungan terhadap UMKM. Ia mencontohkan inisiatif Rumah Potong Hewan (RPH) Halal yang sedang dikembangkan di Gresik serta potensi ekspor produk halal Indonesia ke pasar global, termasuk untuk memenuhi kebutuhan haji dan umrah.

Ibrahim, Kepala Perwakilan BI Jawa Timur, memaparkan capaian dan strategi FESyar Jawa 2025 melalui program SATU GERBANG (Sinergi Amanah Tumbuh Unggul). Program ini diwujudkan melalui tiga pilar:

  1. HALALAN: Akselerasi sertifikasi halal, pengembangan Zona KHAS (Kuliner Halal, Aman, Sehat), dan kemandirian pesantren.
  2. SIAGA: Penguatan pembiayaan syariah, Gerakan Sadar Wakaf melalui aplikasi Satu Wakaf dan Wakaf Gathering, serta capacity building UMKM.
  3. CEMERLANG: Literasi ekonomi syariah melalui kajian tematik dan edukasi masyarakat.

“Hingga saat ini, bisnis matching perdagangan telah mencapai Rp 54,2 miliar dan pembiayaan syariah Rp 66,2 miliar. Ini adalah bukti nyata penguatan ekonomi syariah di Jawa,” ungkap Ibrahim.

Imam Hartono, Kepala Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah BI Pusat, menyampaikan enam inisiatif strategis BI untuk mendukung transformasi ekonomi syariah menuju Indonesia Emas 2045:

  1. Gerakan Santri dan rantai nilai halal
  2. Jaringan wirausaha syariah (Jawara Ekspor)
  3. Gerakan Berjamaah Akselerasi Halal (Gema Halal)
  4. Sinergi Perdagangan dan Pembiayaan Syariah (Sapa Syariah)
  5. Kanal ZISWAF
  6. Literasi dan inklusi ekonomi syariah (Lentera Emas)

“Ekonomi syariah harus menjadi arus utama pembangunan ekonomi nasional. Dari Jawa Timur, dari pesantren, dari UMKM, kita bangun ekonomi yang tidak hanya tumbuh, tetapi juga menumbuhkan,” tegas Imam.

FESyar Jawa 2025 juga mendapat dukungan penuh dari seluruh gubernur se-Jawa, yang disampaikan melalui video sambutan. Mereka menyatakan komitmen untuk memperkuat kolaborasi dan sinergi dalam membangun ekonomi syariah yang inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan.

Opening Ceremony dan Kunjungan Pameran

Puncak acara ditandai dengan prosesi pembukaan simbolis dengan memasukkan kunci bersama oleh Gubernur Jatim, perwakilan DPR RI, BI, dan para stakeholder utama. Acara dilanjutkan dengan kunjungan ke area pameran yang menampilkan produk-produk unggulan UMKM halal, layanan perbankan syariah, dan industri kreatif berbasis syariah.

FESyar Jawa 2025 berlangsung dari tanggal 12–14 September 2025 dan terbuka untuk umum. Melalui gelaran ini, diharapkan tercipta ekosistem ekonomi syariah yang kokoh, inklusif, dan siap bersaing di tingkat global.

Drone Rusia Langgar Wilayah Udara, Ukraina Sarankan Polandia Kembangkan Pertahanan Berlapis

Pada Kamis (11 September), Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy bertemu dengan Presiden Finlandia Alexander Stubb yang sedang berkunjung. Keduanya membahas berbagai isu penting, termasuk insiden drone Rusia yang baru-baru ini memasuki wilayah udara Polandia. Zelenskyy mendesak Polandia dan negara-negara lain untuk mempertimbangkan sistem pertahanan udara berlapis, karena rudal Patriot yang mahal tidak cocok digunakan melawan drone murah. Ia menyatakan kesediaannya untuk membagikan pengalaman pertahanan Ukraina kepada para sekutu.

EtIndonesia. Dengan iringan tabuhan genderang yang khidmat, Presiden Finlandia Stubb bersama Zelensky berjalan berdampingan dan meletakkan karangan bunga di monumen Katedral St. Michael, Kyiv, untuk menghormati tentara Ukraina yang gugur.

Zelenskyy berkata: “Terima kasih banyak atas kedatanganmu, Stubb. Kamu selalu diterima di sini.”

Sebagai sekutu setia Ukraina, kunjungan Stubb juga membahas berbagai isu lain, termasuk pembangunan tempat perlindungan, keanggotaan Ukraina di Uni Eropa, investasi infrastruktur, serta jaminan keamanan.

Salah satu fokus utama adalah insiden drone Rusia yang memasuki wilayah udara Polandia. Zelensky menyarankan agar Polandia dan negara-negara lain mengembangkan pertahanan udara berlapis, dan menegaskan bahwa Ukraina siap membantu.

Zelenskyy menyatakan: “Kami memberikan bantuan karena sistem pertahanan Patriot tidak bisa membantu Polandia menghadapi drone Shahed.”

Menurutnya, rudal Patriot yang harganya sangat mahal tidak dirancang untuk menghadapi drone murah.

Dalam perang Rusia–Ukraina, drone telah menjadi senjata utama. Ukraina pun membangun jaringan pertahanan anti-drone berbiaya rendah, mulai dari senapan mesin tua hingga drone penangkal, yang dinilai efektif dalam pertempuran nyata.

Sehari sebelumnya, dengan dukungan NATO, Polandia menembak jatuh sejumlah drone Rusia yang memasuki wilayah udaranya.

Presiden Polandia Karol Nawrocki menyatakan: “Ini adalah upaya dan provokasi dari Rusia untuk menguji mekanisme kerja NATO serta kesiapan respons kita.”

Jerman Permanen Tempatkan Pasukan di Lithuania, NATO: Perkuat Pertahanan Sayap Timur

Insiden drone Rusia di Polandia juga membuat Lituania, yang berbatasan dengan Polandia dan Belarusia, semakin cemas. Sebulan lalu, sebuah drone buatan Rusia sempat melintasi Belarusia dan masuk ke wilayah udara Lithuania sebelum akhirnya jatuh sendiri.

Menteri Pertahanan Lituania, Dovile Sakalienė, mengatakan: “Setiap orang di sayap timur (NATO), setiap malam menghadapi risiko tertentu.”

Jenderal Alexus Grynkewich, Panglima Tertinggi Sekutu NATO di Eropa, pada Kamis (11 September) mengumumkan bahwa Jerman akan menempatkan pasukan secara permanen di Lituania.

Grynkewich berkata: “Jerman akan menempatkan satu brigade secara permanen di Lituania. Ini adalah langkah penting untuk memperkuat pencegahan dan pertahanan kita di sayap timur NATO.”

Pada hari yang sama, Kementerian Luar Negeri Polandia, Ukraina, dan Lithuania mengeluarkan pernyataan bersama yang mengecam pelanggaran wilayah udara Polandia oleh drone Rusia. Mereka menyebutnya sebagai serangan yang disengaja dan terorganisir, merupakan provokasi yang belum pernah terjadi sebelumnya, serta memperburuk ketegangan.

Sumber : NTDTV.com

Kekacauan di Nepal Mulai Mereda, Demonstran Dukung Mantan Ketua MA Pimpin Pemerintahan Baru

Gelombang besar protes “Generasi Z” yang meletus di Nepal pekan ini berhasil menumbangkan rezim komunis pro-Beijing. Mantan Perdana Menteri KP Sharma Oli melarikan diri dengan tergesa-gesa dan saat ini keberadaannya tidak diketahui. Militer masih berupaya menstabilkan situasi serta berunding untuk membentuk pemerintahan sementara. Sejumlah pemimpin demonstrasi menyatakan dukungan mereka agar mantan Ketua Mahkamah Agung, Sushila Karki, memimpin pemerintahan baru

EtIndonesia. Protes besar yang melanda seluruh Nepal ini mayoritas diikuti oleh anak muda berusia belasan hingga dua puluhan tahun. Mereka turun ke jalan setelah pemerintah memblokir media sosial, sekaligus melampiaskan kekecewaan terhadap korupsi dan masalah pengangguran jangka panjang. Namun, rezim komunis sebelumnya menanggapinya dengan kekerasan. Hingga Kamis (11/9/2025), jumlah korban tewas meningkat menjadi 34 orang, sementara lebih dari 1.300 orang luka-luka.

Pada Kamis malam, keluarga korban yang tewas dalam demonstrasi menggelar nyala  lilin di luar sebuah rumah sakit di Kathmandu, menyuarakan kemarahan kepada pihak berwenang dan mengumumkan rencana bertemu pejabat militer untuk menuntut keadilan bagi kerabat mereka.

Setelah Oli melarikan diri, militer pada Rabu (10 September) mengambil alih Kathmandu dan memberlakukan jam malam. Saat ini, tentara masih berpatroli di jalan-jalan, memeriksa kendaraan, serta memberikan bantuan bagi warga yang membutuhkan. Bandara sudah dibuka kembali kemarin, sebagian layanan dasar telah pulih, namun sebagian besar sekolah dan toko masih tutup.

Juru bicara militer Nepal, Brigadir Jenderal Rajaram Basnet, pada Kamis menyatakan mereka sedang “berusaha membuat situasi kembali normal secara bertahap” serta “mengadakan pertemuan awal terkait pemimpin sementara”.

Sushila Karki, kini berusia 73 tahun, pada 2016 menjadi perempuan pertama yang menjabat Ketua Mahkamah Agung Nepal. Ia dikenal mendorong kebijakan “zero tolerance terhadap korupsi” semasa menjabat, sehingga mendapat kepercayaan besar dari para pemimpin muda demonstrasi.

Pemimpin muda Junal Gadal dalam pidatonya mengatakan bahwa Karki “menguasai aspek hukum, pernah menjabat sebagai Ketua Mahkamah Agung, dan akan membuka jalan menuju kemakmuran bangsa — kami penuh keyakinan terhadap hal itu.”

Menurut sumber yang mengetahui, Karki telah menyatakan kesediaannya menjabat Perdana Menteri sementara, dan saat ini sedang melakukan pembicaraan dengan Presiden Nepal Ram Chandra Paudel serta Panglima Angkatan Darat Prabhu Ram Sigdel. Pemerintah tengah mencari mekanisme konstitusional untuk secara resmi mengangkatnya.

Sumber : NTDTV.com

Depkes dan Layanan Kemanusiaan AS Mendesak Pemutusan Hubungan Dengan Sistem Transplantasi Organ Tiongkok

Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS menyoroti masalah ini dua hari setelah insiden mikrofon bocor antara Xi–Putin yang memusatkan perhatian pada pengambilan organ paksa di Tiongkok.

EtIndonesia. Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan Amerika Serikat (HHS) mendesak Amerika Serikat untuk memutuskan hubungan dengan sistem transplantasi Tiongkok karena kekhawatiran berkelanjutan mengenai sumber organ.

 “Di Tiongkok, pengambilan organ paksa dari para tahanan telah berlangsung selama lebih dari 20 tahun. Untuk menegaskan kesucian kehidupan manusia, Amerika harus memutus hubungannya dengan sistem transplantasi organ Tiongkok,” tulis departemen itu dalam sebuah unggahan di X, merujuk pada sebuah artikel yang diterbitkan di The Baltimore Sun berjudul ‘America’s complicity in China’s organ harvesting’ (Keterlibatan Amerika dalam pengambilan organ di Tiongkok).

Pada Juli, HHS menemukan masalah dengan sebuah organisasi yang didanai pemerintah federal dan mengidentifikasi lebih dari 100 kasus di Amerika Serikat di mana pengambilan organ terjadi ketika pasien masih menunjukkan tanda-tanda kehidupan atau tidak ada catatan waktu henti jantung.

Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan Amerika Serikat di Washington pada 14 Juli 2025. Madalina Kilroy/The Epoch Times

Artikel komentar itu menuliskan bahwa “skandal domestik” tersebut tetaplah “bukan kejadian yang terisolasi,” seraya menunjuk pada program pengambilan organ paksa di Tiongkok yang telah berlangsung selama puluhan tahun dan menargetkan para tahanan hati nurani.

 Pada tahun 2019,  Pengadilan Independen menyimpulkan tanpa keraguan bahwa pengambilan organ paksa telah terjadi di Tiongkok dalam skala besar, dan para praktisi disiplin spiritual Falun Gong adalah sumber utama. Dalam laporan akhirnya yang diterbitkan tahun 2020, tribunal tersebut menyatakan percaya bahwa rezim Tiongkok terus melakukan pengambilan organ dari tahanan hati nurani yang tidak bersedia, karena tidak ada bukti bahwa kejahatan itu telah berhenti.

Falun Gong, yang juga dikenal sebagai Falun Dafa, adalah sebuah disiplin spiritual yang berlandaskan pada prinsip-prinsip Sejati, Baik, dan Sabar. Para pengikutnya telah dianiaya oleh rezim komunis Tiongkok sejak tahun 1999.

HHS menyoroti masalah pengambilan organ itu dua hari setelah komentar mikrofon terbuka dari pemimpin Tiongkok Xi Jinping dan Presiden Rusia Vladimir Putin menarik perhatian dunia terhadap sistem transplantasi organ Tiongkok.

Dalam percakapan tersebut, keduanya membahas tentang mencapai keabadian melalui penggantian organ terus-menerus, dengan Xi terdengar mengatakan kepada Putin: “Prediksi menunjukkan bahwa di abad ini, ada kemungkinan untuk hidup hingga usia 150 tahun.”

Pernyataan itu memicu lebih banyak kekhawatiran daripada yang diantisipasi rezim, sehingga media pemerintah Tiongkok dengan cepat menghapus cuplikan yang memuat komentar tersebut. Penyiar negara CCTV, melalui pengacaranya, menuntut agar Reuters menarik kembali video yang menyorotinya, dengan alasan video tersebut “menghasilkan kesalahpahaman yang jelas.”

Namun, video itu sudah beredar di luar Tiongkok.

Ketua DPR AS Mike Johnso, ketika mendengar tentang insiden itu dalam sebuah konferensi pers pada 3 September, mengatakan percakapan tersebut “sangat mengungkapkan.”

 “Saya akan katakan bahwa kami telah mendengar beberapa kisah mengerikan tentang transplantasi organ ini dan semua hal yang terjadi di Tiongkok, bahwa mereka mengambilnya dari donor yang tidak bersedia … untuk mengatakannya secara halus,” ujarnya kepada NTD, media afiliasi The Epoch Times.

 “Jika para pemimpin membicarakannya, itu seharusnya membuat kita khawatir.

“Ada rancangan undang-undang, seperti yang Anda tahu, yang akan menanganinya, dan mungkin kita perlu menempatkannya di urutan teratas prioritas, jika memang itu yang sedang terjadi.”

Pada  Mei lalu, DPR AS meloloskan dua rancangan undang-undang yang bertujuan melawan penyalahgunaan itu melalui sanksi. Keduanya kini sedang menunggu pembahasan di Senat.

Foto-foto Pasca Banjir di Bali, Kondisi  Mulai Terkendali 

EtIndonesia. DENPASAR – Hari kedua berada di Bali atau Kamis (11/9/2025), Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Dr. Suharyanto, S.Sos. M.M., meninjau dua lokasi pos pengungsian bagi warga terdampak banjir di Kota Denpasar.

Kepala BNPB disela-sela meninjau pos pengungsian, mengungkap kondisi terkini pasca banjir yang terjadi sejak  Rabu (10/9/2025).

Pantauan tim di lapangan, secara umum banjir yang terjadi telah surut. Fokus utama tim di saat ini adalah dalam pencarian korban yang masih hilang dan pembersihan sisa material serta penyedotan genangan air di Basement Pasar Badung dan beberapa titik lainnya.

“Pasar Badung airnya disedot terus menggunakan pompa, kami juga datangkan pompa dari luar Bali untuk mempercepat proses tersebut,” ungkap Suharyanto dalam siaran persnya. 

Lebih lanjut, Kepala BNPB menyatakan, dengan kondisi cepat membaik dan tidak lagi datang hujan. Semula status tanggap darurat diusulkan 14 hari, namun dipercepat menjadi 7 hari.

“Kondisi di Bali pasca terjadinya banjir, sudah mulai normal dan terkendali,” jelasnya. .

Untuk pencarian korban hilang hingga kini masih terus dilakukan, dengan menerjunkan sedikitnya 125 personel di lokasi-lokasi yang diduga terdapat korban yang dilaporkan hilang tersebut.

Sementara itu lokasi peninjau yang dituju adalah pos pengungsian Banjar Sedana Mertha Ubung. Pada lokasi ini, Kepala BNPB berdialog dengan masyarakat terkait keluh kesah dan kebutuhan yang diperlukan masyarakat.

“Seluruh kebutuhan dari mulai pakaian untuk pria dan wanita akan kita berikan. Mengingat bapak dan ibu memerlukannya karena banyak pakaian yang terkena banjir,” kata Suharyanto.

Selain itu, dirinya menegaskan juga akan memberikan kebutuhan lainnya seperti perlengkapan sekolah bagi anak, kebutuhan perempuan dan ibu menyusui.

“Hari ini sembako dan makanan bagi anak-anak kami berikan. Kebutuhan yang masih kurang, segera akan kami penuhi,” imbuhnya.

Bagi rumah yang alami kerusakan, rumah rusak ringan dan rusak sedang akan dibantu oleh pemerintah, termasuk rumah yang alami rusak berat. (asr)

Sejumlah tim gabungan melakukan pembersihan dan penyedotan air yang merendam basement Pasar Badung di Kota Denpasar, Bali pada Jumat (12/9) – dok BNPB
Sejumlah tim gabungan melakukan pembersihan dan penyedotan air yang merendam basement Pasar Badung di Kota Denpasar, Bali pada Jumat (12/9) – dok BNPB
Sejumlah tim gabungan melakukan pembersihan dan penyedotan air yang merendam basement Pasar Badung di Kota Denpasar, Bali pada Jumat (12/9) – dok BNPB
Sejumlah tim gabungan melakukan pembersihan dan penyedotan air yang merendam basement Pasar Badung di Kota Denpasar, Bali pada Jumat (12/9) – dok BNPB
Sejumlah tim gabungan berhasil mengevakuasi kendaraan yang terendam di Basement Pasar Badung, Kota Denpasar, Bali pada Sabtu (13/9). Dok BNPB
Sejumlah tim gabungan berhasil mengevakuasi kendaraan yang terendam di Basement Pasar Badung, Kota Denpasar, Bali pada Sabtu (13/9). Dok BNPB
Sejumlah tim gabungan berhasil mengevakuasi kendaraan yang terendam di Basement Pasar Badung, Kota Denpasar, Bali pada Sabtu (13/9). Dok BNPB
Sejumlah tim gabungan berhasil mengevakuasi kendaraan yang terendam di Basement Pasar Badung, Kota Denpasar, Bali pada Sabtu (13/9). Dok BNPB
Sejumlah tim gabungan berhasil mengevakuasi kendaraan yang terendam di Basement Pasar Badung, Kota Denpasar, Bali pada Sabtu (13/9). Dok BNPB
Sejumlah tim gabungan berhasil mengevakuasi kendaraan yang terendam di Basement Pasar Badung, Kota Denpasar, Bali pada Sabtu (13/9). Dok BNPB

BI Jatim Kembali Helat Acara Akbar Fesyar 2025

Surabaya -Festival Ekonomi Syariah (Fesyar) Kawasan Jawa 2025 resmi dibuka di Masjid Nasional Al Akbar Surabaya, Jumat (12/9). Kegiatan ini merupakan rangkaian Road to Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) yang puncaknya akan digelar 8–12 Oktober di Jakarta.

Direktur Eksekutif Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah Bank Indonesia (BI), Imam Hartono, menyebut Fesyar hadir sebagai katalis pengembangan ekonomi syariah sekaligus mendukung visi Indonesia menjadi pusat ekonomi syariah dunia. “Fesyar mendorong pertumbuhan inklusif di kawasan serta mendukung pembangunan yang berimbang antara pertumbuhan dan pemerataan,” katanya.

Tahun ini, Fesyar digelar di tiga kawasan regional. Sumatera menjadi tuan rumah pertama di Lampung pada Juni, disusul kawasan Timur Indonesia di Pontianak pada akhir Agustus, dan terakhir regional Jawa di Surabaya pada 12–14 September.

Imam menekankan, Jawa Timur memiliki posisi strategis dalam pengembangan ekonomi syariah nasional. Ada empat alasan utama: pertama, Surabaya merupakan tempat lahirnya ISEF dan Fesyar; kedua, Jawa Timur memiliki jumlah pesantren terbanyak di Indonesia, sekitar 4.450 dengan 566 ribu santri; ketiga, Jawa Timur merupakan penyumbang 25 persen perekonomian Jawa; dan keempat, Jawa Timur memiliki potensi pariwisata besar, baik alam maupun budaya.

Lebih jauh, Fesyar bukan hanya menampilkan produk syariah lokal, tetapi juga menjadi jembatan pelaku usaha dengan pembeli potensial dari mancanegara, termasuk Arab Saudi, Singapura, India, hingga Turki. Business matching diharapkan memperluas jejaring UMKM halal, menumbuhkan zona kuliner, mencatat miliaran transaksi, serta meningkatkan literasi masyarakat.

Untuk memperkuat ekosistem, BI menyiapkan enam inisiatif strategis menuju Indonesia Emas 2045. Program itu meliputi Gerbang Santri, Jawara Ekspor, Gemah Halal, Sapa Syariah, Canal Jiswaf, dan Lentera Emas. “Dengan enam inisiatif ini, kami berharap literasi dan kepercayaan masyarakat terhadap ekonomi syariah semakin kuat, dan ekosistem halal Indonesia mampu berkontribusi dalam skala global,” ujar Imam