Pizza Marzano Kembali ke Bali, Buka Gerai Baru di Beachwalk Kuta

0

Kuta, Bali, 4 September 2025 – Setelah beberapa tahun absen, Pizza Marzano kembali hadir di Pulau Dewata dengan membuka gerai terbarunya di Beachwalk Shopping Center, Kuta. Restoran yang resmi beroperasi mulai awal September ini menjadi gerai ke-23 yang dioperasikan oleh PT Sari Pizza Indonesia, pemegang lisensi merek Pizza Marzano di Indonesia.

Lokasi baru ini menawarkan suasana nyaman dan hangat khas Italia, dengan kapasitas 70 kursi dan interior yang didominasi meja marmer. Berlokasi di lantai 2 Beachwalk, restoran ini menargetkan baik wisatawan domestik dan mancanegara maupun masyarakat lokal Bali yang ingin menikmati pengalaman bersantap ala Italia.

Sigit Setiawan, Operations Manager PT Sari Pizza Indonesia, menegaskan komitmen merek dalam menjaga kualitas dan autentisitas hidangan. “Kami menggunakan bahan-bahan segar terbaik dan proses yang penuh dedikasi. Kehadiran kami di Bali bukan hanya sekadar ekspansi, tetapi juga ingin menjadi tempat berkumpul dan berbagi momen bagi pelanggan,” ujarnya.

Pizza Marzano pertama kali masuk Indonesia pada 2006 dan dikenal dengan signature menu-nya, Romana Pizza, yang memiliki adonan tipis dan renyah khas Roma. Selain menu andalan seperti pizza, pasta, salad, dan dessert, restoran ini juga menghadirkan program interaktif Kids Pizza Making dan Adult Pizza Making yang memungkinkan pelanggan belajar membuat pizza langsung di dapur.

Yang tak kalah menarik, Pizza Marzano juga meluncurkan menu spesial Slices of Nusantara yang mengangkat cita rasa lokal. Di antaranya adalah Crispy Chicken Saus Padang Romana dan Gnocchi Sambal Goreng Udang, yang memadukan unsur Italia dengan rempah khas Indonesia. Menu ini dilengkapi dengan minuman penyegar seperti Gembira Fizz dan Passion Fruit Zest Tea.

Pizza Marzano Kuta Beachwalk beroperasi setiap hari dari pukul 10.00 hingga 22.00 WITA. Pelanggan dapat menikmati hidangan langsung di restoran atau memanfaatkan layanan pesan antar.

Dengan lebih dari 600 gerai di seluruh dunia, Pizza Marzano (atau PizzaExpress secara global) telah memiliki pengalaman lebih dari 60 tahun dalam menghadirkan pizza berkualitas tinggi. Kehadiran kembali mereka di Bali diharapkan dapat memperkaya pilihan kuliner Italia autentik di destinasi wisata dunia ini.

IDF Mengatakan Telah Menghancurkan Total Gedung Pencakar Langit di Gaza yang Digunakan oleh Hamas

EtIndonesia. Pasukan Pertahanan Israel (IDF) menghancurkan sebuah gedung pencakar langit di Gaza yang diklaim digunakan oleh teroris Hamas.

IDF mengatakan serangan tersebut menargetkan infrastruktur Hamas di atas dan di bawah gedung tersebut, tempat mereka akan mengatur serangan terhadap pasukan Israel di area tersebut.

Video ledakan dahsyat dari Times of Israel menunjukkan momen ketika roket Israel menghantam Menara Al-Mushtaha yang berdiri sendiri di Kota Gaza bagian barat, yang langsung runtuh dalam kepulan asap hitam yang besar.

“Sekarang baut sedang dilepas dari gerbang neraka di Gaza,” tulis Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, di X. “Pemberitahuan evakuasi pertama diberikan kepada gedung pencakar langit teroris di Kota Gaza sebelum serangan.”

“Ketika pintu terbuka, pintu itu tidak akan tertutup dan aktivitas IDF akan meningkat dan — sampai para pembunuh dan pemerkosa Hamas menerima persyaratan Israel untuk mengakhiri perang, terutama pembebasan semua sandera dan pelucutan senjata — atau mereka dihancurkan,” tambahnya.

Belum jelas apakah ada korban jiwa.

IDF mengatakan sebelum serangan bahwa “langkah-langkah telah diambil untuk mengurangi kerugian bagi warga sipil.”

Militer Israel mengumumkan pada hari Jumat bahwa dalam beberapa hari mendatang mereka akan melancarkan sejumlah “serangan presisi” terhadap infrastruktur Hamas di Kota Gaza, yang dulunya merupakan rumah bagi 2 juta warga Palestina dan kota terbesar di wilayah kantong tersebut.

IDF mengatakan telah mengidentifikasi “aktivitas teroris Hamas yang signifikan” di lokasi-lokasi tertentu, termasuk pusat komando kamera dan observasi, posisi penembak jitu dan anti-tank, kompleks komando, dan terowongan bawah tanah.

Serangan rudal tersebut terjadi pada hari ke-700 konflik di Gaza sejak teroris Hamas melancarkan serangan terhadap Israel pada 7 Oktober 2023. (yn)

Trump Tandatangani Perintah untuk Mengganti Nama Departemen Pertahanan Menjadi Departemen Perang

Presiden Trump dan Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth telah membicarakan perubahan nama ini selama berbulan-bulan.


EtIndonesia— Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada 5 September menandatangani sebuah perintah eksekutif untuk mengganti nama Departemen Pertahanan menjadi Departemen Perang.

 “Saya pikir ini nama yang jauh lebih tepat, terutama melihat kondisi dunia saat ini,” kata Trump sebelum menandatangani perintah tersebut di Kantor Oval. “Kita memiliki militer terkuat di dunia. Kita memiliki perlengkapan terbaik di dunia.”

Meskipun Pentagon secara resmi tetap akan disebut Departemen Pertahanan—karena perubahan nama total memerlukan persetujuan Kongres—Departemen Pertahanan kini secara sekunder dapat disebut Departemen Perang, dan menteri pertahanan, yang saat ini dijabat oleh Pete Hegseth, dapat menggunakan gelar tambahan sebagai Menteri Perang.

Hegseth mengatakan dalam pernyataannya di Kantor Oval bahwa perubahan nama ini juga bertujuan untuk memulihkan etos keprajuritan dalam militer negara tersebut.

 Trump dan Hegseth sudah membicarakan perubahan nama ini selama berbulan-bulan.

“Pete, kau mulai dengan menyebutnya ‘Departemen Pertahanan.’ Entah kenapa, itu tidak terdengar bagus bagi saya,” kata Trump pada 25 Agustus saat berbicara kepada Hegseth di Kantor Oval.

 “Pertahanan. Apa kita ini, hanya bertahan? Mengapa kita hanya bertahan? Dulu disebut Departemen Perang, dan itu terdengar lebih kuat. Dan, seperti yang kau tahu, kita memenangkan Perang Dunia I, kita memenangkan Perang Dunia II, kita memenangkan segalanya. Sekarang kita hanya punya Departemen Pertahanan. Kita hanya pembela. Saya tidak tahu.”

Departemen Pertahanan dulunya bernama Departemen Perang ketika didirikan pada 1789. Pada 1947, Presiden Harry Truman mengganti namanya setelah menggabungkannya dengan Departemen Angkatan Laut melalui penandatanganan Undang-Undang Keamanan Nasional, yang menciptakan jabatan menteri pertahanan. Undang-undang itu juga membentuk Joint Chiefs of Staff, Dewan Keamanan Nasional, serta Angkatan Udara AS.

Sebelum menjadi menteri pertahanan, Hegseth memang sudah menyerukan agar nama Departemen Pertahanan dikembalikan ke nama lamanya.

 “Tentu saja, militer kita melindungi kita. Dan dalam dunia yang ideal, militer ada untuk mencegah ancaman dan menjaga perdamaian,” tulisnya dalam memoar tahun 2024 berjudul The War on Warriors—Behind the Betrayal of the Men Who Keep Us Free.

 “Tetapi pada akhirnya, tugas utamanya adalah berperang. Kita hanya bisa menang atau kalah dalam perang. Dan kita memiliki prajurit, bukan sekadar ‘pembela.’ Mengembalikan nama Departemen Perang mungkin akan mengingatkan beberapa orang di Washington, D.C., tentang apa sebenarnya tugas militer itu—dan bagaimana melaksanakannya dengan baik.”

Sebuah rancangan undang-undang telah diajukan di Kongres AS untuk secara resmi mengganti nama Departemen Pertahanan menjadi Departemen Perang. Rancangan itu diajukan oleh Anggota kongres AS Greg Steube (R-Fla.), sementara Senator Mike Lee (R-Utah) memperkenalkan Undang-Undang Pemulihan Departemen Perang 2025.

“Harus selalu jelas bagi siapa pun yang berniat menyakiti rakyat kita: orang Amerika tidak hanya bermain bertahan,” kata Lee dalam pernyataannya pada 5 September.

 “Sejak 1789 hingga akhir Perang Dunia II, militer Amerika Serikat berjuang di bawah panji Departemen Perang,” kata Steube dalam pernyataan terpisah.

 “Sudah sepantasnya kita memberi penghormatan pada teladan abadi mereka dan komitmen mereka yang terkenal terhadap daya mematikan dengan mengembalikan nama ‘Departemen Perang’ kepada Angkatan Bersenjata kita.”

Menanggung Kesalahan ke Atas Diri Sendiri

EtIndonesia. Waldorf bekerja sebagai kasir di sebuah supermarket. Suatu hari, ia terlibat perselisihan dengan seorang wanita paruh baya.

“Anak muda, saya sudah memberikan uang 50 dolar kepada Anda,” kata si wanita.

“Maaf, Nyonya,” jawab Waldorf, “saya sama sekali tidak menerima 50 dolar dari Anda.”

Wanita itu mulai kesal. 

Waldorf lalu menengahi:“Supermarket kami memiliki kamera pengawas. Mari kita lihat rekaman bersama, supaya jelas siapa yang keliru.”

Mereka pun pergi ke ruang keamanan. Rekaman menunjukkan bahwa ketika si wanita meletakkan uang 50 dolar di atas meja, seorang pelanggan sebelumnya tanpa disadari mengambil uang itu.

Waldorf berkata: “Nyonya, kami turut prihatin atas kejadian ini. Tetapi menurut aturan hukum, uang dianggap sah diserahkan hanya jika sudah sampai ke tangan kasir. Karena itu, mohon Anda tetap melakukan pembayaran.”

Suara wanita itu bergetar: “Pengelolaan di supermarket ini buruk. Saya dipermalukan, dan saya tidak akan pernah belanja di sini lagi!”

Dia tetap membayar, lalu pergi dengan penuh amarah.

Manajer supermarket, Girard, segera mendapat laporan tentang kejadian itu. Tanpa ragu, dia memutuskan untuk memecat Waldorf.

Banyak manajer departemen dan karyawan lain membela Waldorf, namun Girard tetap pada keputusannya.

Waldorf pun merasa kecewa dan tidak mengerti. 

Girard kemudian memanggilnya untuk berbicara: “Jawab saya beberapa pertanyaan. Apakah menurutmu wanita itu sengaja berbuat curang? Apakah dia seorang penipu?”

“Tidak,” jawab Waldorf.

“Lalu, ketika dia diajak masuk ke ruang keamanan untuk menonton rekaman, apakah harga dirinya tidak terluka? Apakah dia tidak akan merasa dipermalukan? Dan apakah mungkin dia menceritakan pengalaman buruknya itu kepada keluarga dan teman-temannya?”

Waldorf terdiam, lalu berkata: “Ya.”

Girard melanjutkan: “Kalau begitu, apakah dia akan mau kembali belanja ke supermarket kita? Dan apakah keluarganya atau teman-temannya, setelah mendengar ceritanya, akan mau datang belanja ke sini?”

Waldorf menjawab: “Tidak.”

“Di situlah masalahnya,” kata Girard. 

Dia lalu memberikan kalkulator kepada Waldorf.

“Menurut riset, setiap pelanggan memiliki setidaknya 250 relasi dekat yang bisa terpengaruh oleh pengalaman mereka. Jika kita mengecewakan satu pelanggan, dampaknya bisa hilangnya puluhan, bahkan ratusan pelanggan potensial. Katakanlah satu orang berbelanja rata-rata 20 dolar per minggu. Hitung, berapa kerugian setahun jika satu pelanggan pergi dengan marah?”

Waldorf pun menghitung dan menjawab: “Kerugiannya bisa mencapai ratusan ribu, bahkan jutaan dolar dalam setahun.”

Dia menarik napas panjang, lalu berkata: “Sekarang saya mengerti mengapa Anda harus memecat saya. Saya bisa menerima keputusan itu. Tapi saya masih punya pertanyaan: jika menghadapi situasi seperti itu lagi, apa yang seharusnya saya lakukan?”

Girard menjawab dengan tenang: “Sederhana saja. Ubah cara bicaramu. Misalnya, katakan: ‘Maaf, Nyonya. Sepertinya saya lupa di mana meletakkan uang yang Anda berikan. Mari kita lihat rekamannya bersama-sama.’ Dengan begitu, kamu mengambil kesalahan ke atas dirimu sendiri, tanpa melukai harga dirinya. Setelah kebenaran terungkap, jangan lupa menenangkan hatinya dan tetap membantu dia. Ingat, kita adalah supermarket yang hidup dari pelanggan, bukan pengadilan yang sibuk mencari siapa benar siapa salah. Cara kita memperlakukan pelanggan adalah pelajaran terpenting dalam bisnis ini.”

Pelajaran: Kadang, menyalahkan orang lain mungkin tampak logis, tetapi justru bisa menghancurkan hubungan. Sebaliknya, berlapang dada menanggung sedikit kesalahan bisa menyelamatkan lebih banyak kepercayaan.

Kekuatan Sebuah Kepercayaan

EtIndonesia. Ada seorang pemuda yang dengan susah payah mendapatkan pekerjaan sebagai staf penjualan. Dia bekerja rajin dan penuh tanggung jawab selama lebih dari setengah tahun. Namun hasilnya nihil—bahkan beberapa proyek besar yang dia tangani berakhir dengan kegagalan.

Sementara itu, rekan-rekannya satu per satu menunjukkan prestasi gemilang. Rasa frustasi pun menekannya. 

Tak sanggup lagi menahan beban itu, dia masuk ke kantor direktur dengan wajah malu dan berkata: “Mungkin saya tidak cocok untuk pekerjaan ini.”

Namun, sang direktur menjawab dengan tenang :“Tetaplah bekerja dengan tenang. Saya akan memberimu cukup waktu—hingga suatu hari kamu berhasil. Jika saat itu kamu tetap ingin pergi, barulah saya izinkan.”

Sikap penuh pengertian itu membuat si pemuda terharu. Dia berpikir: “Kalau begitu, setidaknya aku harus melakukan satu atau dua hal yang benar-benar berarti sebelum pergi.”

Sejak itu, dia bekerja dengan lebih tenang, tidak terburu-buru, lebih banyak merenung dan belajar.

Setahun kemudian, dia kembali memasuki ruang direktur. Kali ini dengan senyum lega—selama tujuh bulan berturut-turut, dia berhasil menduduki peringkat pertama dalam penjualan. Dia pun resmi menjadi salah satu karyawan andalan perusahaan.

Ternyata, pekerjaan yang semula dia anggap tidak cocok, justru terbukti sangat sesuai dengan dirinya.

Penasaran, dia pun bertanya pada direktur :“ Pak, waktu itu kenapa Anda tetap mempertahankan saya, padahal saya sudah gagal berkali-kali?”

Jawaban sang direktur sungguh di luar dugaan: “Karena saya lebih tidak rela gagal dibanding kamu.”

Dia melanjutkan: “Ingat waktu rekrutmen dulu? Ada lebih dari 100 lamaran masuk. Saya mewawancarai lebih dari 20 orang, tapi akhirnya hanya memilihmu seorang. Jika saya menerima pengunduran dirimu, bukankah itu artinya saya telah salah besar? Saya yakin, jika kamu bisa mendapat pengakuan dariku saat rekrutmen, pasti kamu juga bisa mendapat pengakuan dari klien. Yang kurang darimu hanyalah kesempatan dan waktu. Jadi, sebenarnya bukan hanya saya percaya padamu—saya juga percaya pada diri saya sendiri, bahwa saya tidak salah memilih orang.”

Pemuda itu lalu berkata: “Akulah pemuda itu.”

Dari pengalamannya, dia memahami sebuah pelajaran berharga: Ketika kita memberi orang lain toleransi, dan memberi diri sendiri keyakinan, kita bisa menciptakan perubahan besar yang tak terduga. (jhn/yn)

Organ Jadi Senjata Politik: Xi Jinping Janjikan Hidup 150 Tahun

EtIndonesia. Pada 3 September 2025, Beijing menggelar Parade Militer yang disiarkan ke seluruh dunia. Suasana berlangsung tegang: hentakan kaki pasukan membuat tanah bergetar, udara terasa membeku, dan para pejabat tinggi tampak larut dalam euforia. Bagi kalangan elit yang selama ini menikmati keuntungan dari sistem, parade ini ibarat jaminan bahwa “keistimewaan” mereka bisa terus berlanjut.

Namun, yang mengejutkan justru reaksi rakyat kecil. Meski selama ini mereka dirampas hak kesehatan, pendidikan, bahkan jaminan hari tua, banyak yang ikut menangis haru di depan televisi. 

Sebuah ironi: rakyat yang ditindas justru bangga dengan kekuatan yang menindas mereka. Seperti domba yang menari bersama serigala, atau budak yang memuji cambuk yang mencambuknya.

Bisikan yang Mengguncang Dunia

Sorotan utama dunia bukan pada parade itu sendiri, melainkan percakapan singkat yang tanpa sengaja terdengar dari panggung Tiananmen. Mikrofon media internasional menangkap dialog antara Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Tiongkok Xi Jinping.

Putin, melalui penerjemah, berkata: “Perkembangan ekonomi dan transplantasi organ manusia membuat manusia bisa semakin muda, bahkan hidup abadi.”

Xi Jinping langsung menimpali: “Diperkirakan pada abad ini manusia bisa hidup hingga 150 tahun.”

Pernyataan tersebut meledakkan ruang redaksi media Barat. BBC, CNN, dan Reuters menjadikannya headline dunia. Sebab ini bukan sekadar candaan, melainkan pengakuan gamblang tentang ambisi politik paling gelap: proyek panjang umur yang ditopang oleh nyawa rakyat.

Lebih jauh, ketika ditanya dalam konferensi pers, Putin tidak membantah. Ia malah menegaskan ucapan Xi dengan menambahkan: “Teknologi transplantasi organ membuat manusia penuh harapan terhadap masa depan.”

Sejak saat itu, isu transplantasi paksa organ naik level dari “rumor” menjadi fakta politik yang diakui secara terbuka.

Proyek Rahasia: “981 Program Kesehatan Pimpinan”

Ucapan Xi Jinping soal umur 150 tahun bukan tanpa dasar. Ia merujuk pada proyek rahasia yang sudah berjalan sejak 2005: 981 首长健康工程 (Proyek Kesehatan Pimpinan 981). Targetnya: memperpanjang usia pejabat tinggi hingga 150 tahun.

Pada 2019, sebuah iklan resmi Rumah Sakit Militer PLA 301 sempat bocor di WeChat. Di bagian akhir tertulis: “Proyek 981 dimulai 2005. Target perpanjangan usia: 150 tahun.”

Iklan itu cepat dihapus dengan alasan “penyalahgunaan nama lembaga negara”. Namun kebocoran tersebut sudah cukup membuka tabir rahasia.

Harga yang Harus Dibayar

Menurut dokumen internal yang bocor, pada 2022 Komisi Kesehatan Pusat mengalokasikan 164 miliar yuan hanya untuk kurang dari 1.000 pejabat tinggi. Itu berarti rata-rata 16,4 juta yuan (Rp35 miliar) per orang per tahun untuk biaya kesehatan.

Sebagai perbandingan, rakyat biasa sepanjang hidupnya hanya menerima jaminan medis bernilai puluhan ribu yuan. Sistem ini dilengkapi jalur transportasi khusus, gudang data kesehatan rahasia, hingga pasukan dokter militer yang siaga 24 jam.

Jika rakyat hidup atau mati tergantung saldo BPJS, maka pejabat hidup atau mati ditentukan oleh jabatan politiknya.

Pertanyaan Utama: Dari Mana Organ Itu?

Inilah inti persoalan. Dari mana semua organ itu diperoleh?

Dalam sistem normal, organ hanya bisa didapat dari donasi sukarela yang jumlahnya terbatas. Di AS saja, waktu tunggu ginjal bisa 3–5 tahun. Namun di Tiongkok, rumah sakit militer pernah terang-terangan beriklan: “Menunggu ginjal hanya 1–2 minggu. Bisa pesan tanggal operasi.”

Jelas ini bukan keajaiban medis, melainkan kejahatan kemanusiaan.

Bukti Internasional: Pengadilan Rakyat London

Pada 2019, Pengadilan Rakyat Independen di London yang dipimpin Sir Geoffrey Nice (mantan jaksa penuntut Milosevic) menyimpulkan:

“Pengambilan paksa organ dari tahanan nurani di Tiongkok telah berlangsung cukup lama, dengan jumlah korban sangat besar, dan semua keraguan rasional telah tereliminasi.”

Kesaksian korban, data rumah sakit, rekaman dokter, hingga lonjakan operasi transplantasi yang mencurigakan menjadi bukti tak terbantahkan.

Dari Musuh Politik ke Rakyat Umum

Awalnya target utama adalah kelompok yang dicap “musuh negara”: praktisi Falun Gong, aktivis, minoritas Tibet dan Uighur. Namun ketika “stok organ” berkurang, lingkaran korban melebar.

Bahkan anak-anak dipaksa ikut tes darah massal dan diminta menandatangani formulir “donasi organ sukarela.” Padahal secara hukum mereka belum bisa mengambil keputusan tersebut. Ini bukan donasi, melainkan tiket kematian yang dipaksakan.

Organ sebagai Senjata Diplomasi

Lebih jauh, ada tuduhan bahwa Beijing menjadikan transplantasi organ sebagai alat diplomasi. Beberapa laporan menyebut, pemimpin asing ditawari kesempatan memperpanjang umur dengan iming-iming “organ segar.”

Ini adalah senjata yang jauh lebih berbahaya daripada uang: “Kami beri Anda kehidupan, Anda beri kami kesetiaan.”

Reaksi Dunia: Tembok Etika Global

Reaksi internasional tidak main-main.

  • Eropa (2022): Parlemen Eropa mengesahkan resolusi menentang pengambilan organ paksa, menyerukan pelarangan turisme organ.
  • AS (2023): Kongres meloloskan Stop Forced Organ Harvesting Act (UU 1154) dengan 413 suara setuju, memberikan sanksi keras berupa pembekuan aset dan larangan visa bagi pelaku.
  • 2025: Inggris, Kanada, dan Australia memperketat hukum bioetika agar lembaga medis mereka tidak terlibat, bahkan secara tidak sadar.

Kesimpulan: Hidup Panjang, Rezim Pendek

Xi Jinping dan elitnya mungkin bisa memperpanjang usia fisik dengan organ segar, tapi ada satu hal yang tidak bisa diperpanjang: umur rezim.

Sejarah menunjukkan, begitu sains dijadikan alat untuk menghisap nyawa rakyat, cepat atau lambat justru akan menjadi bukti yang menyeret penguasa itu sendiri ke meja pengadilan dunia. (***)

Pesawat Bom Strategis Tu-160 Rusia Berjatuhan, Kremlin Malu Besar

EtIndonesia. 4 September 2025- Perang Memasuki Hari ke-1289: Ukraina Catat Kemenangan, Rusia Terdesak

Presiden Rusia Vladimir Putin kembali membuat pernyataan kontroversial. Ia secara terbuka memanggil Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky untuk datang ke Moskow jika benar-benar siap bernegosiasi.

Namun, Zelenskyy menolak keras wacana menyerahkan wilayah Donbas kepada Rusia. Menurutnya, langkah itu sama saja dengan memberikan hadiah gratis kepada Putin, yang selama hampir empat tahun perang hanya mampu menguasai kurang dari 30% wilayah tersebut.

Situasi di Medan Perang

Sementara diplomasi masih buntu, di lapangan pasukan Ukraina mencatat sejumlah keberhasilan penting:

  • Frontline: Unit militer Ukraina berhasil menghancurkan konvoi besar kendaraan lapis baja Rusia.
  • Serangan Jarak Jauh: Drone Ukraina menargetkan 17 fasilitas energi Rusia hanya dalam satu bulan.
  • Zaporizhzhia: Sistem pertahanan udara S-300 Rusia dihancurkan melalui operasi drone.
  • Laut Hitam: Drone Bayraktar TB-2 Ukraina menenggelamkan kapal cepat Rusia dengan bom presisi.

Namun, Rusia juga mencoba strategi putus asa. Laporan intelijen menyebutkan pasukan Rusia berusaha menyusup ke pangkalan militer AS melalui jalur bawah tanah atau saluran pembuangan.

Putin Bermain Dua Wajah

Dalam konferensi pers terbaru, Putin menyatakan dirinya tidak menutup kemungkinan bertemu Zelensky. Tetapi ia segera meragukan legitimasi Zelensky dengan menyebut masa jabatan sang presiden telah berakhir, dan seharusnya kewenangan tertinggi sudah dialihkan ke parlemen.

Meski begitu, Putin kembali menebar sinyal:

“Kalau pembicaraan dipersiapkan dengan baik dan membawa hasil positif, saya tidak pernah menolak. Kalau Zelensky siap, datanglah ke Moskow.”

Pernyataan ini menimbulkan pertanyaan besar: apakah benar undangan damai, atau sekadar manuver politik untuk menjatuhkan lawan?

Zelensky Tegas: Donbas Tidak untuk Dinegosiasikan

Zelensky menegaskan bahwa Ukraina tidak akan pernah menyerahkan Donbas. Baginya, mundur dari wilayah itu hanya akan memperkuat ambisi Rusia untuk terus maju ke barat.

“Kalau sekarang kami menyerahkan Donbas, itu sama saja memberi hadiah gratis kepada Putin. Tidak ada jaminan dia akan berhenti di situ,” tegas Zelensky.

Sikap Rusia dan Barat

  • Moskow: Menlu Sergey Lavrov menyatakan perdamaian hanya bisa tercapai jika dunia mengakui kedaulatan Rusia atas Krimea dan empat wilayah timur Ukraina.
  • Putin: Mengisyaratkan adanya “cahaya di ujung terowongan”, bahkan menyinggung pemerintahan Donald Trump di AS yang dianggap lebih serius mendorong perdamaian.
  • Ukraina–Eropa: Zelensky mencari jaminan keamanan melalui Eropa. Dalam pertemuan di Paris, Presiden Emmanuel Macron membuka wacana aliansi sukarela yang siap mengirim pasukan keamanan jika gencatan senjata tercapai.

Dukungan Militer Internasional untuk Ukraina

Ukraina terus memperkuat persenjataannya dengan dukungan dari sekutu:

  • Inggris: Siap memberikan rudal balistik Nightfall dengan jangkauan 600 km.
  • Ukraina: Meluncurkan drone-rudal Telianisaya dengan jangkauan 650 km.
  • Denmark: Membantu produksi bahan bakar roket padat untuk rudal Firebird.
  • Uni Eropa: Menyiapkan rencana pengerahan puluhan ribu pasukan setelah perdamaian tercapai.
  • Prancis, Jerman, Inggris: Menyediakan tambahan kendaraan lapis baja, sistem pertahanan udara, dan intelijen.

Krisis di Militer Rusia

Militer Rusia justru menghadapi krisis teknis serius:

  • Tiga pesawat pengebom strategis Tu-160 gagal menjalankan misi pada 3 September 2025 —satu rusak sistem, satu terkena petir, dan satu gagal lepas landas.
  • Pesawat kargo IL-76 terpaksa melakukan pendaratan darurat akibat kerusakan mesin.

Kondisi ini memperlihatkan lemahnya kesiapan peralatan Rusia, berbanding terbalik dengan Ukraina yang berhasil memodernisasi jet Mig-29 dan helikopter Mi-24 dengan dukungan Barat.

Perang yang Belum Usai

Perang kini memasuki hari ke-1289 (4 September 2025). Ukraina terus melaporkan kemenangan taktis di berbagai titik, mulai dari Sumy, Zaporizhzhia, hingga Donetsk.

Meski kehilangan puluhan ribu prajurit dan ribuan unit perlengkapan, Rusia masih menyiapkan serangan balasan besar pada musim gugur. Pertarungan ini kini bukan hanya soal perebutan wilayah, melainkan juga perebutan legitimasi politik, diplomasi internasional, dan kekuatan ekonomi.

Seluruh dunia menahan napas: apakah perang ini akan melahirkan peluang perundingan nyata—atau justru membuka babak baru yang lebih ganas? (***)

Jepang, Korea Selatan dan AS Akan Menggelar Latihan Militer Besar-besaran di Dekat Rusia dan Korea Utara

EtIndonesia. Latihan militer trilateral tahunan Freedom Edge, yang melibatkan angkatan bersenjata Korea Selatan, Amerika Serikat, dan Jepang, akan berlangsung dari 15 hingga 19 September di dekat pesisir Korea Utara dan Rusia, Yonhap melaporkan.

Menurut media tersebut, para peserta berencana untuk memperkuat “kemampuan operasional di berbagai bidang, termasuk laut, udara, dan dunia maya,” serta “meningkatkan interoperabilitas mereka untuk menjaga kerja sama trilateral yang solid dan stabil.”

Latihan Freedom Edge digelar untuk ketiga kalinya, dengan yang pertama berlangsung pada Juni 2024. Latihan ini bertujuan untuk memperdalam kerja sama keamanan di tengah ancaman militer Korea Utara.

Korea Utara telah mengklaim bahwa latihan militer gabungan AS-Korea Selatan menunjukkan niat Washington untuk menduduki Semenanjung Korea dan diduga menargetkan negara-negara pesaing di kawasan tersebut.

Latihan Freedom Edge

Latihan Freedom Edge internasional sebelumnya digelar pada November tahun lalu di perairan internasional di selatan pulau wisata Jeju, Korea Selatan.

Dalam putaran kedua latihan Freedom Edge, berbagai kapal dan pesawat angkatan laut berpartisipasi, termasuk kapal induk AS George Washington, kapal perusak Korea Selatan Seoae Ryu Seong-ryong, dan kapal perusak Jepang JS Haguro.

Latihan ini akan mencakup sejumlah bidang, termasuk pertahanan udara, pertahanan rudal, perang anti-kapal selam, interdiksi maritim, dan pertahanan siber.(yn)

Panas Dingin Eropa Timur: Damai di Atas Kertas, Ancaman di Lapangan

EtIndonesia. Ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat (AS) dan Rusia kembali meningkat. Laporan terbaru menyebutkan, Washington berpotensi memimpin pengawasan zona penyangga di Ukraina jika suatu hari perjanjian damai berhasil dicapai. Namun, Presiden Rusia Vladimir Putin mengeluarkan peringatan keras: setiap pasukan asing yang masuk ke Ukraina sebelum kesepakatan damai ditandatangani akan dianggap sebagai “target sah” militer Rusia.

Rencana Zona Penyangga Ukraina

Menurut laporan NBC News yang dikutip oleh kantor berita Sputnik, mekanisme zona penyangga ini akan berbeda dengan kehadiran pasukan NATO secara langsung. Pengawasan disebut-sebut akan dilakukan oleh satu atau beberapa negara non-NATO, sementara pasukan Amerika Serikat tidak akan ditempatkan langsung di wilayah Ukraina.

Sejumlah diplomat Eropa sebelumnya juga sempat membahas gagasan serupa, yang dinilai bisa menjadi bagian dari kerangka mediasi untuk meredakan konflik Rusia–Ukraina. Meski begitu, Kementerian Luar Negeri Rusia sudah menegaskan dengan tegas bahwa skema apa pun yang melibatkan NATO—baik langsung maupun tidak langsung—tidak bisa diterima oleh Moskow.

Macron Dorong Pasukan Penjaga Perdamaian

Presiden Prancis Emmanuel Macron menambahkan dimensi baru dalam wacana ini. Ia menyebut 26 negara sekutu Ukraina telah berkomitmen untuk mengirim pasukan penjaga perdamaian apabila gencatan senjata atau kesepakatan damai benar-benar tercapai.

Menanggapi hal itu, Putin berbicara di Forum Ekonomi Vladivostok. Ia memperingatkan bahwa selama pertempuran masih berlangsung, semua pasukan asing yang masuk ke Ukraina akan otomatis diperlakukan sebagai sasaran sah oleh Rusia.

Ekspansi Militer Tiongkok–Rusia dan Peringatan NATO

Selain isu Ukraina, NATO juga menyoroti perkembangan militer yang lebih luas. Sekretaris Jenderal NATO, Jens Stoltenberg, menekankan bahwa kebangkitan kekuatan militer Tiongkok dan Rusia menghadirkan tantangan yang belum pernah dihadapi Barat sebelumnya.

Armada Tiongkok Melampaui AS

Fakta terbaru menunjukkan bahwa Angkatan Laut Tiongkok kini telah melampaui Amerika Serikat dalam jumlah kapal perang, sebagian besar berupa kapal multi-peran modern. Kondisi ini menambah kekhawatiran Washington dan sekutu-sekutunya, terutama jika dikaitkan dengan kemungkinan kolaborasi strategis Beijing–Moskow.

Aktivitas di Arktik Jadi Sorotan

Washington juga memperketat pengawasan terhadap aktivitas Tiongkok–Rusia di kawasan Kutub Utara. Pada akhir Agustus hingga awal September lalu, Penjaga Pantai AS mengirim kapal pemecah es untuk memantau dua kapal riset Tiongkok yang beroperasi dekat Alaska.

Langkah ini diambil karena Tiongkok semakin agresif di Arktik, termasuk mengirim lima kapal riset melewati Selat Bering bulan lalu. Sebagai respons, AS berencana menambah hingga 40 kapal pemecah es dalam beberapa tahun ke depan untuk memperkuat kehadiran strategisnya di kawasan tersebut.

Analisis Singkat

Dinamika terbaru ini menunjukkan bahwa konflik Ukraina bukan hanya menyangkut Kyiv dan Moskow, melainkan menjadi panggung perebutan pengaruh global. Dari satu sisi, AS dan sekutu mencoba meredakan konflik dengan mekanisme zona penyangga. Di sisi lain, Rusia menganggap langkah tersebut sebagai ancaman langsung.

Sementara itu, bangkitnya kekuatan militer Tiongkok yang didukung Rusia serta pergeseran strategis ke wilayah Arktik menambah dimensi baru dalam rivalitas global. Ketegangan multipolar ini berpotensi memicu gesekan lebih luas, bahkan di luar kawasan Eropa Timur. (***)

Indosat Jatim Beri Apresiasi Langsung dan Diskon Spesial di Hari Pelanggan Nasional 2025

0

Surabaya, 4 September 2025 – Menyambut Hari Pelanggan Nasional (Harpelnas) 2025, Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) menggelar serangkaian program apresiasi bagi pelanggan setianya di wilayah Jawa Timur. Dengan mengusung tema “Ketulusan Tanpa Akhir”, operator telekomunikasi ini memberikan beragam hadiah spesial, mulai dari diskon paket data hingga interaksi langsung dengan jajaran pimpinan.

Perayaan tahun ini dilakukan dengan pendekatan yang lebih personal. Sejumlah pelanggan loyal dari brand IM3, Tri, dan HiFi diundang secara khusus ke gerai IM3 dan 3Store di Surabaya dan Malang. Mereka tidak hanya mendapat kejutan hadiah, tetapi juga kesempatan berdialog langsung dengan Sigit Herprabowo, SVP Head of Region East Java Indosat Ooredoo Hutchison.

“Bagi Indosat, pelanggan selalu menjadi pusat dari setiap langkah kami. Hari Pelanggan Nasional adalah pengingat bahwa ketulusan kami untuk melayani tidak pernah berakhir,” ujar Fahd Yudhanegoro, EVP Head of Circle Java Indosat Ooredoo Hutchison, dalam pernyataan resminya.

Salah satu pelanggan yang diundang, Agus Handoko (45), pelanggan IM3 Platinum sejak 2013, menyampaikan apresiasinya. “Saya berharap Indosat dapat terus memperluas jaringannya juga menambahkan opsi paket roaming internasional bulanan ke wilayah Asia, karena anak saya sedang bersekolah di Shanghai,” tuturnya.

Secara teknis, sejumlah penawaran spesial digelar untuk merayakan momen ini. Pelanggan dapat menikmati potongan harga paket data hingga 15% di gerai IM3, 3Store, dan Kios myIM3. Selain itu, melalui official store di e-commerce seperti Dana, Shopee, Tokopedia, GoPay, dan Lazada, tersedia diskon hingga Rp25 ribu.

Khusus untuk pelanggan IM3 Platinum, tersedia add-on Freedom Internet 25GB/7 hari dengan harga spesial Rp25 ribu, turun dari harga normal Rp30 ribu. Program penukaran IMPoin dan Bonstri juga memberikan diskon 50% dan poin ekstra untuk transaksi minimal Rp90 ribu.

Tidak ketinggalan, pelanggan juga berkesempatan mendapatkan nomor cantik spesial 1111 yang tersedia eksklusif di situs im3.id/shop. Untuk pembelian paket data minimal Rp100 ribu di jaringan ritel Alfamart, Alfamidi, dan Indomaret selama September, pelanggan berhak mendapatkan produk kebutuhan sehari-hari tambahan.

“Kami ingin menunjukkan bahwa di balik jaringan yang terus kami perkuat, ada komitmen tulus untuk hadir dan melayani,” pungkas Fahd.

Informasi lebih lengkap mengenai seluruh promo Harpelnas 2025 dapat diakses melalui laman http://ioh.co.id/harpelnas.

Penipuan oleh Warga Tionghoa Mengincar Lansia, Mahasiswa Tiongkok Terlibat – Tabungan Hidup Korban Ludes

EtIndonesia. Jaksa federal Amerika Serikat kembali mengungkap sebuah kasus penipuan lintas negara dengan nilai kerugian mencapai puluhan juta dolar. Sebanyak 25 mahasiswa asal Tiongkok ditangkap sebagai pelaku utama, setidaknya 15 di antaranya berasal dari Flushing, New York. Mereka khusus menargetkan lansia yang tidak paham teknologi modern dan tergolong rentan, sehingga banyak orang tua kehilangan seluruh tabungan hidupnya. 

Generasi muda yang dibesarkan dalam sistem indoktrinasi Partai Komunis Tiongkok (PKT) ini, bukannya membawa hal positif saat merantau ke Amerika, malah berubah menjadi pelaku kriminal, sesuatu yang membuat banyak orang merasa prihatin sekaligus miris.

Jaksa menjelaskan, kelompok penipuan ini sudah beroperasi sejak 2019 di California Selatan. Anggotanya mayoritas etnis Tionghoa, sebagian berstatus ilegal. Mereka bekerja sama dengan sindikat penipuan telepon asal India, menyamar sebagai teknisi komputer, pejabat pemerintah, atau pegawai bank. Dengan tipu daya “pengembalian dana keliru” ditambah manipulasi psikologis, mereka memaksa korban menyerahkan uang.

Para korban biasanya diperintahkan mengirim uang tunai melalui jasa kurir ke rumah sewaan jangka pendek, lalu diambil oleh para “kurir uang” (money mule) yang terus berpindah-pindah alamat untuk menghindari pelacakan.

Sebagian besar terdakwa dalam kasus ini berasal dari Flushing, New York. Pelaku utama di antaranya Wang Hua, Su Weining, dan Xu Xiaolei. Nama lain yang terlibat: Cao Hongsen dan Zhang Zhiyi dari Los Angeles, serta Chen Dudu dari Austin.

Mereka dijerat dengan dakwaan konspirasi penipuan lewat surat dan telekomunikasi, serta pencucian uang. Ancaman hukuman maksimal mencapai 40 tahun penjara.

Dalam beberapa tahun terakhir, maraknya telepon penipuan sangat mengganggu kehidupan masyarakat Amerika, terutama lansia yang memiliki tabungan tetapi kurang memahami teknologi, sehingga kerap menjadi target utama dan mengalami kerugian besar.

Untuk melawan para penipu ini, sejumlah pembuat konten independen turut ambil bagian dalam “perang melawan penipuan.” Mereka berpura-pura menjadi korban, lalu merekam interaksi dengan penipu dan menyebarkannya sebagai konten edukasi agar masyarakat lebih waspada.

Dalam kasus kali ini, YouTuber anti-penipuan terkenal “Scammer Payback” dan “Trilogy Media” turut membantu polisi mengidentifikasi sejumlah anggota inti kelompok tersebut, sehingga aparat berhasil membongkar jaringan sepenuhnya.

Namun yang mengkhawatirkan, semakin banyak mahasiswa Tiongkok yang terlibat sebagai pelaku dalam kasus-kasus seperti ini. Mereka, yang seharusnya memanfaatkan masa studi untuk menimba ilmu dan memperluas wawasan, justru menyalahgunakan pengetahuan yang diperoleh untuk merancang skema kriminal.

Pada Juli lalu, delapan mahasiswa Tiongkok juga didakwa dalam kasus “pop-up computer scam” (penipuan jendela pop-up komputer). Lebih dari 50 lansia di seluruh AS menjadi korban, dengan kerugian melebihi 10 juta dolar AS.

Laporan Komisi Peninjauan Ekonomi dan Keamanan AS-Tiongkok bahkan mencatat, hanya pada tahun 2024, kerugian akibat penipuan yang berasal dari Tiongkok sudah melampaui 5 miliar dolar AS. Modusnya mencakup phishing email, penipuan asmara, jebakan di media sosial, hingga lowongan kerja palsu.

Pihak berwenang mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap modus “penipuan pengembalian dana.” Jangan pernah mentransfer uang, mengirim uang tunai, atau menginstal perangkat lunak kendali jarak jauh yang diberikan orang asing. Jika menghadapi situasi mencurigakan, segera hubungi bank atau pihak kepolisian.

Sumber : NTDTV.com

Rusia Luncurkan Serangan Drone dan Rudal Gabungan Semalam, Kata Angkatan Udara Ukraina

Etindonesia. Pasukan Rusia melancarkan serangan semalam terhadap Ukraina dengan drone serang dan berbagai jenis rudal pada 5 September. Sebagian besar target musuh dihancurkan oleh unit pertahanan udara, lapor Angkatan Udara Angkatan Bersenjata Ukraina.

Pada malam 5 September, musuh menggunakan:

  • 157 drone serang Shahed dan berbagai jenis UAV umpan yang diluncurkan dari Kursk, Bryansk, Millerovo, Oryol, Primorsko-Akhtarsk (Rusia), dan Hvardiiske (Krimea yang diduduki sementara);
  • 6 rudal darat-ke-udara berpemandu S-300 dari wilayah Kursk Rusia;
  • 1 rudal udara berpemandu Kh-59 dari wilayah Voronezh Rusia.

Angkatan Udara juga menambahkan bahwa pasukan penerbangan, pasukan rudal antipesawat, unit peperangan elektronik dan sistem nirawak, serta kelompok penembak bergerak dari Pasukan Pertahanan Ukraina menangkis serangan udara tersebut.

Menurut data awal hingga pukul 09 : 00 waktu Kyiv, pasukan pertahanan udara menembak jatuh atau melumpuhkan 121 drone Shahed dan berbagai jenis umpan musuh di wilayah utara dan timur negara tersebut.

Pada saat yang sama, 7 rudal dan 35 UAV serang menghantam 10 lokasi, dan satu drone musuh lainnya masih mengudara.

Penembakan Rusia pada 5 September

Pada malam 4 September, tentara Rusia melancarkan serangan drone Shahed ke Ukraina. Kemudian, Angkatan Udara Ukraina memperingatkan ancaman drone musuh terhadap wilayah Poltava dan Dnipropetrovsk, yang kemudian diikuti oleh wilayah Zaporozhye.

Pada malam itu, Rusia melancarkan serangkaian serangan terhadap infrastruktur penting dan industri di wilayah Sumy, yang menyebabkan kebakaran besar.

Di wilayah Dnipropetrovsk, pasukan pertahanan udara menghancurkan 15 drone serang Rusia.

Selain itu, akibat serangan pesawat tak berawak pagi hari terhadap komunitas Novhorod-Siverskyi di wilayah Chernihiv, infrastruktur penting rusak, menyebabkan sebagian distrik tanpa listrik. (yn)

Klaim Xi Jinping “Hidup Sampai Usia 150” Mengejutkan Warganet Tiongkok Hingga Menyebabkan Pencarian WeChat Melonjak Sampai Diblokir

Pada parade militer 3 September di Beijing, muncul adegan tak biasa. Pemimpin Partai Komunis Tiongkok (PKT) Xi Jinping, saat berjalan bersama Presiden Rusia Vladimir Putin dan Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un menuju menara Tiananmen untuk menyaksikan parade, tiba-tiba menyinggung soal “transplantasi organ”. Xi bahkan mengklaim manusia mungkin bisa hidup hingga 150 tahun. 

Pernyataan itu mengejutkan publik. Meski PKT segera menyensor informasi tersebut, topik ini langsung meledak di media sosial Tiongkok. Seorang netizen berkomentar, “Kalau Xi Jinping benar-benar hidup sampai 150 tahun, itu sama saja seperti neraka tanpa akhir!’’

EtIndonesia. Pada parade 3 September, CCTV sebagai media resmi PKT menyiarkan acara tersebut secara langsung. Dalam tayangan itu, terdengar secara tak sengaja percakapan Xi Jinping dengan Putin lewat mikrofon di lokasi.

Dari rekaman itu, terdengar penerjemah Putin berkata dalam bahasa Mandarin: “Bioteknologi terus berkembang.” Setelah bagian yang tidak jelas, ia menambahkan: “Organ manusia bisa terus ditransplantasi, membuatmu semakin muda, bahkan bisa hidup abadi.” Setelah terdengar tawa, Xi Jinping menimpali dalam bahasa Mandarin: “Ada yang memprediksi, pada abad ini, umur manusia bisa mencapai 150 tahun.”

Percakapan itu langsung memicu perhatian publik internasional. PKT kemudian menghapus video terkait, namun berbagai media besar dunia sudah lebih dulu menyiarkan versi asli tanpa sensor.

Dalam konferensi pers setelah parade, Putin mengakui bahwa ia dan Xi memang menyinggung topik tersebut. Ia berkata: “Saya rasa saya dan Ketua (Xi Jinping) memang membicarakan hal itu ketika berjalan menuju parade…”

Klaim Xi Jinping bahwa ia bisa hidup hingga 150 tahun memicu lonjakan pencarian WeChat dalam satu hari. (Foto/Direproduksi dari platform X @whyyoutouzhele)

Walaupun video itu sudah dihapus dan topik terkait diblokir total di Baidu, WeChat, serta berbagai platform media sosial Tiongkok, banyak warga berhasil menembus sensor dengan VPN dan menyebarkan ulang isi percakapan tersebut. Hal itu membuat netizen Tiongkok ramai membicarakannya.

Terkait ucapan Xi soal kemungkinan “hidup sampai 150 tahun”, seorang netizen melaporkan bahwa pada hari parade 3 September, angka “150” menjadi kata kunci paling dicari di WeChat. Jumlah pencarian melonjak 9.650,24% dibandingkan sebulan sebelumnya, hanya dalam sehari menembus 3,36 juta kali pencarian.

Seorang pengguna Douyin (TikTok versi Tiongkok) menulis: “Sangat mengejutkan, awalnya saya kira itu hasil AI. Kalau dia (Xi Jinping) benar-benar hidup sampai 150 tahun, itu sungguh neraka tanpa akhir.” 

Komentar lain menambahkan: “Kalau begitu dia benar-benar jadi Raja Neraka hidup-hidup.” Ada juga yang menduga angka 150 segera akan dijadikan kata sensitif.

Di platform X versi berbahasa Mandarin, ada komentar satir: “200 jin (julukan Xi Jinping, artinya sekitar 100 kg), sekarang ada bahan olokan baru: 150 tahun.” Yang lain menulis: “Setelah 200 jin, sekarang 150 tahun juga pasti akan dilarang komentar.” Ada juga yang berkata: “Tuhan pasti adil, mustahil seorang diktator bisa hidup sampai 150 tahun.”

Sumber : NTDTV.com

Drama Panas di Kabul: Taliban Rampas Proyek Minyak Tiongkok, Wang Yi Turun Tangan!

EtIndonesia. Sebuah kontrak besar eksplorasi minyak antara Taliban Afghanistan dan perusahaan energi asal Tiongkok berakhir dengan kegagalan. Proyek yang semula digadang-gadang bernilai ratusan juta dolar Amerika itu kini berubah menjadi sengketa diplomatik, hingga membuat Menteri Luar Negeri Tiongkok, Wang Yi, turun tangan langsung.

Kontrak Minyak Bernilai Ratusan Juta Dolar

Pada tahun 2023, Pemerintah Taliban menandatangani kontrak senilai 540 juta dolar AS dengan perusahaan Xinjiang Central Asia Petroleum and Gas (CAPG). Proyek ini berfokus pada eksplorasi minyak di Cekungan Sungai Amu, Afghanistan Utara, dengan jangka waktu kerja sama selama 25 tahun.

Untuk menjalankannya, dibentuk perusahaan patungan bernama Afuching Company, di mana pihak Afghanistan memegang 20% saham dan Tiongkok menguasai 80%. Sesuai kesepakatan, CAPG berjanji menanamkan 150 juta dolar AS pada tahun pertama, dan akan meningkat hingga 540 juta dolar AS setelah tiga tahun. Selain itu, minyak yang diekstraksi wajib diproses di dalam negeri serta menyerap 3.000 tenaga kerja Afghanistan.

Kontrak Dibatalkan Taliban

Namun, baru dua tahun berjalan, Taliban mengumumkan pembatalan kontrak. Alasannya, pihak Tiongkok disebut tidak memenuhi kewajiban, mulai dari keterlambatan investasi, tidak membayar royalti, hingga gagal menyelesaikan survei geologi dan pembangunan infrastruktur penting.

“Perusahaan Tiongkok tidak menepati janji,” tegas perwakilan Taliban dalam pernyataannya.

Tuduhan Perampasan dari Pihak Tiongkok

Berbeda dengan klaim Taliban, pihak Tiongkok menuduh justru terjadi perampasan sepihak. CAPG mengaku dipaksa keluar dari ladang minyak dengan todongan senjata. Bahkan, menurut laporan National Public Radio (NPR, AS), Taliban menyita paspor lebih dari 10 pekerja Tiongkok, sehingga mereka tidak bisa meninggalkan Afghanistan.

Setelah kunjungan Wang Yi ke Kabul pada Agustus lalu, sebagian paspor dikembalikan: 9 dokumen diserahkan kembali, delapan pekerja berhasil pulang ke Tiongkok, sementara tiga orang masih tertahan di Kabul untuk menyelesaikan penyerahan perusahaan patungan kepada pihak Taliban.

Dampak Diplomatik dan Reputasi Tiongkok

Kunjungan Wang Yi diyakini bukan hanya agenda diplomasi rutin, tetapi juga upaya menyelamatkan warganya. Pengamat menilai kasus ini akan memperburuk citra Tiongkok sebagai investor luar negeri yang aman dan berkelanjutan.

Sejumlah analis membandingkan dengan berbagai kasus di Afrika. Dari Zambia, Sudan Selatan, hingga Zimbabwe, banyak proyek Tiongkok berakhir dengan penyitaan aset, kerugian akibat konflik, hingga tuduhan pelanggaran lingkungan dan tenaga kerja.

“Ini menunjukkan pola berulang: investasi Tiongkok kerap tidak stabil ketika masuk ke negara-negara dengan rezim politik rapuh,” ungkap seorang analis energi di Beijing.