Utusan AS Menulis Surat kepada Macron Terkait Meningkatnya Antisemitisme

EtIndonesia. Duta Besar AS untuk Paris telah meningkatkan tekanan terhadap Presiden Emmanuel Macron terkait antisemitisme di Prancis dengan sebuah surat yang menyebut tindakan pemerintah terhadap kebencian anti-Yahudi tidak memadai, beberapa hari setelah kritik serupa dari Israel.

Surat utusan AS, Charles Kushner kepada Macron tertanggal 25 Agustus, yang dia sebut sebagai “peringatan ke-81 Pembebasan Paris oleh Sekutu, yang mengakhiri deportasi orang Yahudi dari tanah Prancis” di bawah pendudukan Nazi Jerman.

Dalam surat tersebut, yang salinannya telah diperoleh AFP, dia menulis: “Saya menulis karena keprihatinan yang mendalam atas peningkatan dramatis antisemitisme di Prancis dan kurangnya tindakan yang memadai dari pemerintah Anda untuk melawannya…

“Di Prancis, tiada hari berlalu tanpa orang Yahudi diserang di jalan, sinagoge atau sekolah dirusak, atau bisnis milik Yahudi dirusak,” tambahnya.

Meskipun “antisemitisme telah lama menodai kehidupan Prancis”, duta besar tersebut berpendapat bahwa kebencian terhadap orang Yahudi “telah meledak sejak serangan biadab Hamas pada 7 Oktober 2023,” yang memicu perang yang sedang berlangsung di Gaza.

Pernyataannya sejalan dengan pernyataan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, yang pada hari Selasa menuduh Macron mengobarkan antisemitisme, dengan mengatakan bahwa antisemitisme telah “melonjak” di Prancis setelah pengumuman presiden Prancis bulan lalu bahwa dia akan mengakui kenegaraan Palestina.

Kantor Macron di Istana Elysee segera membalas Netanyahu, menyebut tuduhan pemimpin Israel itu “keji” dan “keliru”.

‘Anti-Zionisme adalah antisemitisme’

Namun, seperti Netanyahu, Kushner mengecam kritik Macron terhadap Israel terkait perang di Gaza dan rencana pengakuannya terhadap Negara Palestina. Langkah-langkah tersebut, katanya, “memacu semangat ekstremis, memicu kekerasan, dan membahayakan kehidupan Yahudi di Prancis”.

“Di dunia saat ini, anti-Zionisme adalah antisemitisme — sesederhana itu,” tambah duta besar tersebut.

“Survei menunjukkan sebagian besar warga Prancis yakin Holocaust lain dapat terjadi di Eropa. Hampir separuh pemuda Prancis melaporkan tidak pernah mendengar tentang Holocaust sama sekali.

“Apa yang diajarkan kepada anak-anak di sekolah-sekolah Prancis jika ketidaktahuan seperti itu terus berlanjut?,” demikian bunyi surat itu.

Prancis adalah rumah bagi populasi Yahudi terbesar di Eropa Barat, sekitar setengah juta orang, serta komunitas Muslim yang signifikan dan peka terhadap penderitaan rakyat Palestina di Gaza.

Kedua komunitas tersebut telah melaporkan lonjakan kejahatan kebencian sejak serangan balasan Israel terhadap kelompok teroris Palestina, Hamas, di jalur pantai yang terkepung.

Pengumuman Macron bahwa Prancis akan secara resmi mengakui negara Palestina dalam pertemuan PBB pada bulan September lalu langsung menuai kecaman keras dari Israel saat itu.

Dengan langkah ini, Prancis akan bergabung dengan daftar negara yang telah bertambah sejak dimulainya perang Gaza hampir dua tahun lalu.

Prancis termasuk di antara setidaknya 145 dari 193 anggota PBB yang kini mengakui atau berencana mengakui negara Palestina, menurut penghitungan AFP. (yn)

Moskow Sebut Kyiv Serang PLTN Miliknya Saat Ukraina Rayakan Hari Kemerdekaan

Angkatan udara Ukraina mengatakan Rusia meluncurkan 72 drone dan umpan, termasuk satu rudal jelajah, ke wilayah Ukraina pada malam menjelang 24 Agustus.

EtIndonesia. Rusia menuduh Ukraina pada 24 Agustus menyebabkan kobaran api di sebuah pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) di wilayah Kursk, Rusia barat, melalui serangan drone.

Beberapa fasilitas listrik dan energi terkena serangan pada malam hari, kata pejabat Rusia. Kantor pers pembangkit listrik tersebut menyatakan di Telegram bahwa api berhasil dipadamkan dengan cepat dan tidak ada pekerja yang terluka.

Ukraina tidak langsung memberikan komentar terkait tuduhan serangan drone itu. Insiden ini terjadi saat Ukraina merayakan 34 tahun kemerdekaannya dari Uni Soviet, yang bubar pada 1991.

Badan Energi Atom Internasional (IAEA), pengawas nuklir PBB, menyatakan telah melihat laporan media bahwa sebuah transformator di pembangkit listrik itu terbakar “akibat aktivitas militer,” tetapi belum mengonfirmasi secara independen serangan tersebut.

Rafael Mariano Grossi, direktur jenderal IAEA, mengatakan, “Setiap fasilitas nuklir harus dilindungi setiap saat.”

Petugas pemadam kebakaran juga dikerahkan untuk memadamkan api di pelabuhan Ust-Luga di wilayah Leningrad, Rusia, tempat terminal ekspor bahan bakar utama berada. Sekitar 10 drone Ukraina berhasil ditembak jatuh, namun serpihan yang jatuh memicu kebakaran, kata gubernur setempat.

Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan sistem pertahanan udaranya berhasil mencegat 95 drone Ukraina di wilayah udara domestik pada malam menjelang 24 Agustus.

Sementara itu, angkatan udara Ukraina menyatakan Rusia meluncurkan 72 drone dan umpan, termasuk satu rudal jelajah, ke wilayah Ukraina pada malam menjelang 24 Agustus. Angkatan udara menambahkan bahwa mereka berhasil menembak jatuh atau mengacaukan 48 drone.

Saat Ukraina memperingati hari kemerdekaannya, Presiden Volodymyr Zelenskyy menyampaikan pidato lewat video dari Lapangan Kemerdekaan Kyiv, menekankan keteguhan negaranya.

 “Kami sedang membangun Ukraina yang memiliki kekuatan dan kemampuan cukup untuk hidup dalam keamanan dan perdamaian,” kata Zelenskyy, sambil menegaskan bahwa Kyiv menyerukan “perdamaian yang adil.”

 “Masa depan kita sepenuhnya ada di tangan kita,” ujarnya. “Dan dunia tahu itu. Dunia menghormati itu. Dunia menghormati Ukraina. Dunia memandang Ukraina sebagai yang setara.”

Trump menulis surat kepada Zelenskyy untuk memberi ucapan selamat atas kemerdekaan negaranya, yang kemudian dibagikan presiden Ukraina di platform X.

 “Atas nama rakyat Amerika, saya menyampaikan ucapan selamat dan harapan terbaik kepada Anda serta rakyat Ukraina yang penuh keberanian dalam merayakan 34 tahun kemerdekaan,” tulis Trump. “Rakyat Ukraina memiliki semangat yang tak tergoyahkan, dan keberanian negara Anda menginspirasi banyak orang. Saat Anda memperingati hari penting ini, ketahuilah bahwa Amerika Serikat menghormati perjuangan Anda, menghargai pengorbanan Anda, dan percaya pada masa depan Anda sebagai negara merdeka.

“Sekarang adalah saatnya untuk mengakhiri pembunuhan tanpa arti. Amerika Serikat mendukung penyelesaian melalui negosiasi yang mengarah pada perdamaian abadi yang menghentikan pertumpahan darah dan melindungi kedaulatan serta martabat Ukraina.”

Zelenskyy berterima kasih kepada Trump atas surat itu, dengan menulis: “Kami menghargai kata-kata baik Anda untuk rakyat Ukraina, dan kami berterima kasih kepada Amerika Serikat yang berdiri bahu membahu bersama Ukraina dalam membela hal yang paling berharga: kemerdekaan, kebebasan, dan jaminan perdamaian.

“Kami percaya bahwa dengan bekerja bersama, kita dapat mengakhiri perang ini dan mencapai perdamaian sejati bagi Ukraina.”

Keith Kellogg, utusan khusus AS, menghadiri perayaan Hari Kemerdekaan di Kyiv, di mana Zelenskyy menganugerahkan kepadanya Ordo Jasa Ukraina kelas 1.

 Pada pagi hari 24 Agustus, Perdana Menteri Kanada Mark Carney tiba di ibu kota Ukraina untuk bertemu Zelenskyy.

 “Di hari istimewa ini—Hari Kemerdekaan Ukraina—sangat penting bagi kami untuk merasakan dukungan dari sahabat kami. Dan Kanada selalu berdiri di sisi kami,” kata kepala staf Zelenskyy, Andriy Yermak.

Norwegia pada 24 Agustus menyatakan akan menjanjikan bantuan militer baru yang signifikan kepada Ukraina, termasuk sekitar 695 juta dolar AS untuk sistem pertahanan udara. Perdana Menteri Norwegia Jonas Gahr Store mengatakan negaranya dan Jerman bersama-sama mendanai dua sistem Patriot, termasuk rudal. Norwegia juga akan membantu produksi radar pertahanan udara.

Sejumlah pemimpin dunia lainnya, termasuk Raja Charles III dari Inggris, Presiden Konfederasi Swiss Karin Keller-Sutter, Presiden Prancis Emmanuel Macron, dan Raja Willem-Alexander dari Belanda, juga mengirim surat kepada Zelenskyy pada 24 Agustus untuk merayakan kemerdekaan Ukraina.

Associated Press berkontribusi pada laporan ini.

Parasit Mematikan Kembali ke AS Setelah 60 tahun: Bisakah Screwworm Menginfeksi Manusia dan Apakah Menular?

EtIndonesia. Amerika Serikat telah melaporkan kasus New World screwworm pertama pada manusia setelah diberantas dari negara itu hampir 60 tahun yang lalu.

Departemen Kesehatan Maryland dan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS mengonfirmasi bahwa New World screwworm terdeteksi pada seseorang di Maryland yang telah bepergian ke El Salvador, kata juru bicara HHS, Andrew G. Nixon, kepada Reuters.

Namun, sebelumnya, badan tersebut melaporkan sumber-sumber industri daging sapi yang mengatakan bahwa CDC mengatakan New World screwworm terjadi pada seseorang yang telah bepergian ke Guatemala. Ketidaksepakatan mengenai negara asal virus ini kemungkinan akan menambah kepanikan di negara tersebut.

Screwworm dapat menyebabkan kehancuran besar dalam industri peternakan. Menurut USDA, di Texas saja, wabah Screwworm dapat menyebabkan kerugian sebesar 1,8 miliar dolar.

Screwworm adalah larva lalat parasit yang dapat menginfeksi hewan berdarah panas apa pun. Sapi sangat rentan terhadapnya, dan bahkan manusia dapat membawa parasit ini, sebagaimana dibuktikan oleh kasus Maryland.

Lalat screwworm betina meletakkan ratusan telur pada luka, bisul, atau selaput lendir, yang kemudian menetas dan melepaskan larva. Dengan mulutnya yang tajam, larva menggali daging hidup. Belatung-belatung tersebut menembus daging, sehingga mereka disebut screwworm. Setelah beberapa waktu, beberapa di antaranya jatuh ke tanah tempat screwworm muncul, dan siklus ini berulang.

Jika tidak diobati, screwworm pada akhirnya akan membunuh inangnya. Untuk mengobati kondisi ini, larva perlu dikeluarkan melalui proses yang ketat yang melibatkan pembersihan luka secara menyeluruh. Namun, hal ini hanya berhasil jika dilakukan pada tahap awal infestasi.

Dapatkah screwworm menginfeksi manusia, dan apakah menular?

Infestasi pada manusia mungkin terjadi, tetapi hanya dalam kasus yang jarang terjadi. Namun, jika terjadi, luka akan bernanah seperti pada hewan. Pasien dalam kasus ini harus segera mencari pertolongan medis.

Kabar baiknya adalah penyakit ini tidak dapat menular langsung dari satu manusia ke manusia lainnya. Namun, screwworm betina dapat menyebarkan telur dan larva ke manusia dengan cara yang sama seperti pada sapi dan satwa liar. Hal ini sebagian besar terjadi di wilayah tropis dan subtropis.

Apakah Screwworm ditemukan di AS?

Ulat sekrup telah ada di wilayah utara melalui Meksiko dari Amerika Tengah sejak tahun 2023. Mereka endemik di Kuba, Haiti, Republik Dominika, dan negara-negara di Amerika Selatan, menurut USDA. Di AS, screwworm telah diberantas pada tahun 1960-an. Para peneliti melepaskan lalat screwworm jantan yang telah disterilkan yang kemudian kawin dengan screwworm betina liar, menghasilkan telur yang tidak subur.(yn)

Hidup yang Kita Iri, Benarkah Seindah Itu? Seorang Psikiater Mengingatkan: “Itu Hanyalah Ilusi”

EtIndonesia. Banyak orang merasa iri ketika melihat kehidupan orang lain tampak lebih indah, lebih sukses, atau lebih lengkap dari hidupnya sendiri. Namun, seperti yang dijelaskan psikiater Phil Stutz dalam bukunya Lessons For Living, kenyataannya sering kali berbeda. Rasa iri hanyalah jebakan mental—sebuah ilusi yang menutupi pandangan kita terhadap makna hidup yang sesungguhnya.

Kasus Seorang Aktris: Hidup Orang Lain yang Terlihat Lebih Baik

Stutz menceritakan pengalaman salah satu pasiennya, seorang aktris muda berbakat. Kariernya kerap terhambat, sementara sahabat dekatnya—yang juga seorang aktris—tampak selalu mendapat keberuntungan.

·        Sang sahabat lebih menarik, lebih disenangi banyak orang, dan lebih sering terpilih untuk peran penting hanya dalam sekali audisi.

·        Pasien ini pun sering berkata: “Dia punya hidup yang saya inginkan.”

·        Namun, ketika akhirnya dia menggantikan peran yang ditinggalkan sahabatnya dan serial itu sukses besar, kebahagiaan yang didambakan tak kunjung datang. Sebaliknya, dia semakin tertekan: terobsesi dengan penampilan, takut dikritik media, hingga kehilangan kegembiraan dalam berakting.

Hidup yang dia iri ternyata tak seindah bayangan. Rasa cemburu justru menghalangi dirinya menikmati keberhasilan.

Mengapa Rasa Iri Tak Pernah Membawa Bahagia?

Stutz menjelaskan bahwa kepuasan sejati tidak datang dari apa yang kita miliki, melainkan dari cara kita memilih untuk hidup.

·        Iri hati menjerumuskan kita ke dunia “rendah”, di mana kita melihat hidup seolah sumber daya terbatas—seperti pesta dengan 6 orang tamu tapi hanya ada 5 potong kue.

·        Padahal, dunia “tinggi” yang penuh kelimpahan selalu tersedia. Di dunia ini, setiap kali satu kue diambil, kue lain akan tercipta. Dengan kata lain, kreativitas, cinta, dan makna hidup tidak pernah habis.

Ketika kita terjebak dalam rasa iri, kita menolak jalan hidup kita sendiri dan ingin meniru jalan orang lain. Hasilnya, hidup kita kehilangan makna dan identitas. Inilah yang disebut Stutz sebagai bentuk “kematian spiritual”.

Jalan Keluar: Cinta dan Penerimaan

Satu-satunya kekuatan yang mampu membebaskan kita dari jerat iri hati adalah cinta.

·        Menerima keadaan berarti mengakui bahwa setiap orang punya jalannya masing-masing, lengkap dengan rintangan dan tantangannya sendiri.

·        Mengirimkan cinta kepada orang yang kita iri adalah latihan batin untuk berdamai dengan kenyataan. Itu bukan soal merendahkan diri, melainkan pengingat bahwa keberhasilan orang lain tidak mengurangi nilai diri kita.

·        Saat kita belajar menerima, energi batin berubah: rasa iri mereda, hati terasa penuh, dan kita bisa kembali berjalan di jalan hidup kita sendiri.

Pesan Inti

Hidup orang lain mungkin tampak lebih indah, lebih mudah, lebih sukses. Tetapi sering kali, itu hanyalah ilusi dari kejauhan. Setiap orang tetap menghadapi tantangan, ketidakpastian, dan penderitaan—meski dibalut dalam kemasan yang berbeda.

Kebahagiaan sejati tidak datang dari meniru hidup orang lain, melainkan dari menerima, mencintai, dan melangkah di jalan hidup kita sendiri.

IM3 Berikan Fitur SATSPAM Free untuk Lindungi Masyarakat dari Penipuan Digital Kepada pelanggan

Surabaya, 24 Agustus 2025 – Kejahatan teknologi mengancam alat komunikasi kita, yang memberikan dampak kerugian material dan imaterial. Beberapa waktu lalu pihak berwajib menangkap gerombolan para penjahat yang beraksi dengan modus SPAM dan SCAM, namun hal ini tentunya tidak menghentikan ancaman yang terus menghantui kita para pengguna teknologi komunikasi.

Melanjutkan kesuksesan peluncuran fitur SATSPAM di Jakarta, Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat atau IOH) melalui brand IM3 kini melanjutkan komitmennya untuk menjangkau lebih banyak masyarakat Indonesia, khususnya di Kota Surabaya agar semakin terlindungi dari ancaman penipuan digital yang terus berkembang. Di tengah meningkatnya ancaman scam dan spam yang dialami 65% masyarakat Indonesia setiap minggunya—mulai dari teks phishing, tawaran kerja palsu, hingga skema penipuan investasi[1]., SATSPAM (Satuan Anti Scam dan Spam) yangterintegrasi langsung dalam jaringan IM3, menjadi bentuk perlindungan yang menjangkau seluruh daerah di Indonesia dan menjawab keresahan masyarakat terhadap penipuan digital. Dalam momentum pengenalan fitur ini, IM3 melakukan melakukan Parade IM3 SATSPAM (Satuan Anti Scam dan Spam) di sepanjang Jalan Raya Darmo Surabaya bersama ratusan pasukan kuning. Parade yang menjadi simbol nyata gerakan #NomorModusNoMore sebagai bentuk edukasi publik tentang bahaya scam dan spam serta mengedukasi langsung fitur IM3 SATSPAM sebagai solusi perlindungan digital otomatis.

Untuk memastikan seluruh kalangan masyarakat dapat dengan mudah mendapatkan perlindungan digital, SATSPAM dapat aktif secara otomatis saat pelanggan menggunakan layanan IM3 dengan paket data aktif. Sistem ini bekerja secara real-time di jaringan IM3 untuk mengenali, menyaring, dan memberikan peringatan terhadap potensi penipuan digital baik melalui SMS maupun panggilan telepon dari nomor mencurigakan. Sehingga, pelanggan tidak perlu menanggapi panggilan dan pesan mencurigakan tersebut. Pengguna juga dapat berkontribusi dalam sistem ini dengan melaporkan nomor-nomor mencurigakan melalui aplikasi myIM3.

Fahd Yudhanegoro, EVP Head of Circle Java Indosat Ooredoo Hutchison, mengatakan, “Di momen kemerdekaan Indonesia ke-80 ini, IM3 mempersembahkan SATSPAM sebagai langkah nyata untuk merdeka dari ancaman scam dan spam. Lebih dari sekadar fitur, SATSPAM menjadi langkah strategis yang menegaskan posisi IM3 sebagai pelopor standar baru keamanan digital di industri telekomunikasi Indonesia. Ini adalah bagian dari komitmen kami untuk menghadirkan pengalaman digital yang lebih aman bagi masyarakat Indonesia. Dengan dukungan teknologi Alvolusi5G—yakni perpaduan AI dan jaringan 5G Indosat, SATSPAM menjadi proteksi yang responsif, adaptif, dan relevan. Bagi kami, rasa aman di ruang digital adalah hak semua orang. Termasuk masyarakat di [Nama Kota] hingga seluruh pulau (nama pulau), agar bisa lebih tenang memanfaatkan teknologi sebagai jalan tumbuh dan berkembang.”

Dengan IM3 SATSPAM kini masyarakat Indonesia bisa menjawab panggilan telepon dan membaca pesan tanpa rasa takut atau khawatir akan potensi ancaman penipuan dari nomor tak dikenal. SATSPAM hadir melalui dua tipe perlindungan:

  • SATSPAM BASIC: Aktif otomatis untuk seluruh pengguna IM3 Prabayar dengan paket data aktif, tanpa pengaturan tambahan. Pelanggan baru cukup mengaktifkan Kartu Perdana IM3 dengan harga Rp35.000 untuk menikmati fitur ini. Memberikan perlindungan dasar berupa deteksi otomatis terhadap nomor mencurigakan saat menerima telepon atau SMS.
  • SATSPAM+: Dihadirkan bagi pelanggan yang membutuhkan proteksi yang lebih tinggi, SATSPAM+ menawarkan fitur tambahan yang mampu mengenali berbagai jenis panggilan masuk—apakah itu spam, scam, atau nomor terpercaya—sehingga pengguna bisa mengambil keputusan dengan cepat dan aman. Layanan ini tersedia otomatis untuk seluruh pelanggan IM3 Prabayar dengan paket internet minimal Rp50.000 dan pelanggan pascabayar IM3 Platinum dengan melakukan  pemberian ijin akses melalui aplikasi myIM3. SATSPAM+ juga memperluas perlindungan dengan mendeteksi tautan berbahaya dalam layanan pesan singkat (SMS) secara real-time, serta mengirimkan laporan mingguan langsung melalui aplikasi myIM3. Semua ini dihadirkan untuk memastikan perlindungan simpel namun menyeluruh tanpa memerlukan proses yang rumit.

Sebagai bagian dari kampanye ini, IM3 berkolaborasi dengan Najwa Shihab, jurnalis senior dan figur publik yang dikenal luas dan dipercaya berbagai lapisan masyarakat untukmenggaungkan pesan edukasi tentang bahaya penipuan digital sekaligus menegaskan bahwa ancaman ini bukan sekadar gangguan, melainkan kejahatan modern yang mengeksploitasi kepercayaan dan memanfaatkan kelengahan masyarakat. Melalui kolaborasi ini, IM3 menegaskan pentingnya perlindungan digital yang inklusif, mudah diakses, dan mampu membangun literasi digital bagi seluruh masyarakat Indonesia

Dengan hadirnya fitur SATSPAM, IM3 menunjukkan bagaimana teknologi AI dan 5G dapat menghasilkan sistem perlindungan digital yang aktif dan relevan bagi pelanggan. Pelanggan dapat menikmati perlindungan digital otomatis ini cukup dengan mengaktifkan kartu perdana IM3 3GB dengan harga Rp35 ribu dan paket internet minimal Rp50 ribu untuk proteksi yang lebih tinggi, tanpa perlu instalasi aplikasi tambahan. Info lengkap mengenai SATSPAM dapat diakses di www.im3.id/satspam.


[1]  Data Asia Scam Report 2024 dari Global Anti-Scam Alliance (GASA)

Netanyahu : “Rezim Houthi Membayar Harga yang Sangat Mahal Atas Agresinya Terhadap Israel”

EtIndonesia. Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu berpidato di hadapan kabinet keamanan pada hari Minggu (24/8) setelah serangan udara Angkatan Udara Israel menghantam target militer Houthi di Sanaa, Yaman. Serangan tersebut merupakan balasan atas rudal yang ditembakkan Houthi ke Israel.

“Angkatan Udara kembali menyerang target strategis di Yaman hari ini. Mereka menyerang istana presiden di jantung ibu kota, Sanaa, pembangkit listrik kota, dan tangki bahan bakar yang memasoknya. Rezim teroris Houthi belajar dari pengalaman pahit bahwa mereka akan membayar dan membayar harga yang sangat mahal atas agresinya terhadap Negara Israel,” kata PM dalam sebuah pernyataan video yang dirilis oleh kantornya, setelah jet-jet tempur Israel menyerang kompleks militer di Sanaa, tempat istana presiden Yaman berada.

Berbicara dari pusat komando Angkatan Udara Israel di Tel Aviv setelah mengamati serangan udara Israel terhadap Houthi di Yaman, Perdana Menteri Netanyahu berjanji untuk terus menyerang siapa pun yang berencana menyerang Israel.

“Siapa pun yang menyerang kami, kami akan menyerangnya,” kata Netanyahu, lalu menambahkan, “Siapa pun yang berencana menyerang kami—kami akan menyerang mereka. Saya pikir seluruh kawasan ini sedang mempelajari kekuatan dan tekad Israel.”

Serangan itu terjadi tak lama setelah militer mengatakan bahwa penyelidikan IAF terhadap serangan rudal balistik Jumat malam dari Yaman menemukan bahwa, untuk pertama kalinya, Houthi telah menggunakan proyektil dengan hulu ledak bom cluster.

Sementara itu, Menteri Pertahanan Israel, Katz mengklaim bahwa Israel “menghancurkan istana presiden Houthi di Yaman,” meskipun belum ada laporan serupa dari Yaman. Netanyahu hanya mengindikasikan bahwa IAF menyerang istana tersebut.

“IDF kini telah menghancurkan istana presiden Houthi di Yaman dan menyerang depot bahan bakar serta pembangkit listrik,” kata Katz. “Kami terus memberlakukan blokade udara dan laut serta menyerang target infrastruktur yang digunakan untuk mendukung terorisme Houthi.”

“Untuk setiap rudal yang mereka luncurkan ke Israel, Houthi akan membayar berkali-kali lipat.”

Netanyahu dan Katz didampingi oleh Kepala Staf IDF, Letnan Jenderal Eyal Zamir, dan Panglima IAF, Mayor Jenderal Tomer Bar. Netanyahu juga mengundang Menteri Luar Negeri Gideon Sa’ar untuk meninjau serangan tersebut, demikian menurut laporan. (yn)

Semangat Aurora Tech Award 2026 Ajak Pendiri Startup Perempuan Indonesia Go International

Jakarta, 21 Agustus 2025 – Setelah sukses digelar tahun lalu, Aurora Tech Award kembali hadir dengan semangat yang lebih besar. Ajang ini sebelumnya berhasil menghadirkan para pendiri perempuan dari berbagai penjuru dunia yang menampilkan beragam inovasi kreatif dan berdampak. Tidak hanya menjadi panggung apresiasi bagi perempuan inovator, Aurora Tech Award juga menjadi sarana penting untuk memperluas jejaring profesional berskala internasional, mempertemukan peserta dengan rekan sesama inovator, investor, hingga perusahaan global terkemuka.
Kesuksesan tersebut tercermin dari capaian tahun 2025 yang mencatat rekor baru, dengan 2.018 pendaftar dari 116 negara dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya. Para finalis tahun lalu berasal dari berbagai kawasan, termasuk MENA, LATAM, Asia Tengah, dan APAC, membawa ide-ide segar dari beragam sektor teknologi seperti health tech, AI, fintech, edtech, agrotech, dan lainnya. Capaian ini membuktikan bahwa Aurora Tech Award telah menjadi salah satu ajang bergengsi yang mampu menarik perhatian inovator perempuan dari seluruh dunia.

Didirikan oleh inDrive pada 2021, Aurora Tech Award mendukung startup yang dipimpin perempuan dan memadukan inovasi dengan manfaat bagi masyarakat. Selama perjalanannya, penghargaan ini telah menjadi wadah penting untuk mengangkat suara perempuan di dunia teknologi yang selama ini minim mendapatkan sorotan.
Aurora Tech Award resmi membuka pendaftaran kembali untuk edisi 2026, mengundang para pendiri perempuan di dunia teknologi untuk ikut serta. Penghargaan internasional tahunan ini hadir untuk merayakan perempuan pelopor di bidang teknologi yang tidak hanya membangun teknologi masa depan, tapi juga membawa dampak sosial nyata.

Isabella Ghassemi Smith, Head of Aurora Tech Award menyampaikan tujuan diselenggarakannya Aurora Tech Award. “Aurora Tech Award bukan hanya ajang penghargaan, tapi juga peluang besar bagi pendiri perempuan berani dari negara berkembang. Kami memberikan dukungan berupa pendanaan, akses ke investor, jaringan global, dan berbagai bantuan untuk mengembangkan bisnis yang bisa membentuk masa depan industri.”
Rangkaian Aurora Tech Award 2026 akan dimulai dengan pengumuman 100 besar (quarterfinalist) pada 8 Desember 2025, disusul awal 2026 dengan pengumuman 30 besar (semifinalist) dan para finalis. Finalis terpilih akan mengikuti program mentorship eksklusif pada Februari hingga Maret 2026, mendapatkan pembinaan intensif dari pakar industri dan investor terkemuka untuk mempersiapkan langkah berikutnya dalam mengembangkan bisnis. Puncak acara akan digelar pada Maret hingga April 2026, menjadi ajang penentuan pemenang sekaligus perayaan inovasi perempuan di dunia teknologi.
Para finalis dan pemenang akan dinilai berdasarkan tingkat inovasi, potensi pengembangan, serta dampak sosial dari startup mereka, oleh dewan juri yang terdiri dari investor dan ahli industri. Tiga pemenang akan membawa pulang hadiah berupa uang tunai, diantaranya Juara 1 sebesar USD 50.000, Juara 2 sebesar USD 20.000, dan Juara 3 sebesar USD 15.000. Tak hanya itu, seluruh finalis juga akan mendapatkan akses ke jaringan investor dan mitra strategis, dukungan mentoring dari tim global inDrive, serta berbagai sumber daya untuk membantu mereka memperluas jangkauan bisnis hingga ke pasar internasional.
Berdasarkan pengalaman para peserta sebelumnya, Aurora Tech Award bukan hanya ajang penghargaan, tetapi juga sarana untuk menguatkan suara perempuan di dunia teknologi dan membuka akses ke pengakuan global. Banyak peserta merasa percaya diri setelah mendapat apresiasi dari komunitas internasional yang memiliki visi serupa. Penghargaan ini dinilai tidak hanya melihat dari sisi teknologi, tetapi juga keberanian untuk berinovasi berdasarkan pengalaman hidup. Selain itu, Aurora Tech Award memberikan dukungan nyata berupa pendanaan, yang bagi sebagian peserta menjadi dorongan penting untuk mengembangkan bisnis mereka ke tahap selanjutnya.
Wahyu Ramadhan, Communication Manager inDrive Indonesia mengajak para pendiri startup perempuan di Indonesia untuk ikut serta dalam Aurora Tech Award 2026. “Perempuan Indonesia memiliki potensi luar biasa untuk menciptakan inovasi yang mampu bersaing ditingkat global. Aurora Tech Award 2026 adalah panggung tepat untuk menunjukkan ide-ide brilian dan dampak positif yang telah Anda ciptakan. Kami mengajak para pendiri startup perempuan di Indonesia untuk berani tampil, berbagi visi, dan memanfaatkan kesempatan ini untuk membuka akses ke jaringan internasional, program mentorship, dan dukungan strategis yang dapat membawa bisnis Anda ke level berikutnya.”
Pendaftaran Aurora Tech Award 2026 resmi dibuka mulai 12 Agustus hingga 12 November 2025 melalui situs www.auroratechaward.com. Kompetisi internasional ini terbuka bagi startup yang didirikan atau ikut didirikan dan dipimpin oleh perempuan, berusia maksimal lima tahun, memiliki prototype, MVP, atau klien awal, berada di tahap pendanaan pre-seed atau seed, serta memiliki total pendanaan tidak lebih dari USD 6 juta.
Bagi para perempuan pendiri startup teknologi di Indonesia yang siap menembus pasar global, ajang ini menjadi momentum tepat untuk menunjukkan inovasi, keberanian, dan dampak positif yang telah Anda ciptakan. Aurora Tech Award 2026 tidak hanya memberi kesempatan meraih penghargaan internasional, tetapi juga menawarkan akses ke jaringan investor global, program mentoring dari para pakar industri, dan berbagai sumber daya strategis untuk membantu memperluas jangkauan bisnis hingga ke tingkat dunia.

Dunia Ini Tak Seburuk yang Kamu Bayangkan, Karena Pada Dasarnya Manusia Itu Baik? (Bagian I)

EtIndonesia. Pernahkah kamu bertanya: kita ini sebenarnya hidup di dunia seperti apa? Bayangkan kamu sedang berada di sebuah pesawat luar angkasa, lalu terjadi keadaan darurat sehingga harus mendarat darurat di sebuah planet terdekat.

·        Planet A: Penumpang langsung saling menoleh, menanyakan apakah ada yang butuh bantuan. Bahkan terhadap orang asing sekalipun, mereka rela mengorbankan diri demi menolong.

·        Planet B: Begitu mendarat, kepanikan massal terjadi. Semua hanya mementingkan diri sendiri. Dorong-mendorong, injak-injakan, hingga orang tua, anak-anak, dan yang lemah tewas terhimpit.

Sekarang pertanyaannya: menurutmu kita hidup di Planet A atau Planet B?

Menariknya, hampir semua orang — entah itu kaya atau miskin, berpendidikan tinggi atau rendah, kiri atau kanan — akan menjawab: kita hidup di Planet B.

Namun, menurut sejarawan Belanda Rutger Bregman dalam bukunya Humankind, sebenarnya Bumi kita lebih mirip Planet A. Dunia ini tidak seburuk yang kita kira, karena pada dasarnya manusia cenderung baik.

Mengapa Kita Merasa Dunia Itu Buruk?

Kalau ditanya, hampir semua orang yakin dirinya adalah orang baik. Tapi ketika gambaran diperbesar ke level masyarakat atau dunia, yang muncul justru kesan bahwa kita hidup di dunia penuh kekerasan dan egoisme: bencana, perang, penipuan, perampokan, hingga berita “murid pukul guru”.

Kenapa bisa begitu?

Karena sejak zaman purba, otak manusia berevolusi untuk lebih peka terhadap hal-hal negatif. Pikiran kita selalu waspada pada kabar buruk demi bertahan hidup. Akibatnya, bahkan jika kita hidup di “surga”, kita tetap merasa seperti berada di “neraka”.

Apakah Manusia Memang Jahat?

Selama ini ada mitos: manusia terlahir egois, agresif, dan mudah panik. Benarkah demikian?

Bregman memberikan contoh:

·        Tragedi Titanic. Dalam film, penumpang digambarkan panik, berebut sekoci. Tapi catatan sejarah justru menyebutkan sebaliknya: evakuasi berlangsung teratur, tanpa kepanikan histeris.

·        Tragedi 9/11. Saat gedung WTC terbakar, orang-orang tetap berjalan tertib menuruni tangga, memberi jalan pada petugas dan korban luka. Bahkan ada yang berkata: “Tidak, kamu duluan. Silakan jalan dulu.”

Jadi, apakah manusia benar-benar seburuk itu?

Kisah “Lord of the Flies” dan Fakta Sesungguhnya

Kamu mungkin pernah mendengar novel klasik Lord of the Flies karya William Golding (1954). Ceritanya: sekelompok anak laki-laki terdampar di pulau, awalnya bekerja sama, tapi akhirnya terpecah dan berubah brutal, menunjukkan bahwa “hati manusia penuh kegelapan.”

Novel ini sukses besar, diterjemahkan ke puluhan bahasa, dianggap cerminan “manusia pada dasarnya jahat.”

Tapi faktanya, kisah itu fiksi belaka.

Lalu, apakah pernah ada “versi nyata” dari Lord of the Flies?  

Ternyata ada!

Tahun 1977, enam anak laki-laki asal Tonga nekat mencuri perahu untuk berpetualang. Mereka terseret badai dan terdampar di pulau tak berpenghuni selama lebih dari setahun.

Yang mengejutkan, kisah nyata ini justru berkebalikan dari novel Golding. Anak-anak itu:

·        Membuat kebun sayur.

·        Menyimpan air hujan.

·        Membangun dapur, tempat olahraga, bahkan lapangan bulu tangkis.

·        Menjaga api tetap menyala selama setahun penuh dengan bergiliran.

·        Menyusun jadwal kerja: berkebun, memasak, patroli.

·        Jika ada yang bertengkar, mereka sepakat berpisah dulu, menenangkan diri, lalu kembali untuk saling meminta maaf.

Setiap hari dimulai dan diakhiri dengan bernyanyi dan berdoa bersama.

Bregman menyebut: inilah bukti nyata bahwa manusia pada dasarnya cenderung bekerja sama, bukan saling menghancurkan.

“Manusia Anak Anjing” – Rahasia Evolusi Kita

Kenapa manusia cenderung memilih kerja sama daripada kekerasan?

Jawabannya: “self-domestication” (penjinakan diri).

Seperti hewan yang dijinakkan menjadi lebih ramah, manusia juga “menjinakkan” dirinya sendiri.

Eksperimen paling terkenal dilakukan pada tahun 1959 oleh ilmuwan Rusia Dmitry Belyaev, yang mencoba menjinakkan rubah liar.  Hanya dengan memilih rubah yang paling jinak untuk berkembang biak, dalam beberapa generasi muncul rubah yang ekornya melengkung, telinga terkulai, bahkan bisa menggonggong dan mengibaskan ekor seperti anjing.

Begitu pula dengan manusia: kita makin lama makin lembut, wajah dan tubuh jadi lebih “imut” dan “ramah.” Fenomena ini disebut “manusia anak anjing” (Homo puppy).

Hasilnya?

·        Kita menjadi makhluk sosial superkuat.

·        Kita unggul bukan karena lebih cerdas individu, tapi karena pandai belajar dan meniru dalam kelompok.

·        Dibanding Neanderthal yang mungkin lebih pintar perorangan, Homo sapiens menang karena lebih bisa bekerja sama dan berbagi pengetahuan.

Sejarah membuktikan: yang paling ramah dan mau bekerja sama lah yang bertahan hidup.

Penjara Resort di Norwegia

Bregman juga mengutip contoh Penjara Halden di Norwegia. Tidak ada jeruji, tidak ada sipir bersenjata. Tiap napi punya kamar dengan TV, kamar mandi, bahkan dapur. Ada perpustakaan, studio musik, hingga dinding panjat tebing.

Sekilas seperti liburan, tapi inilah kuncinya:

·        Mantan napi di Norwegia hanya 20% yang kembali ke penjara.

·        Bandingkan dengan Amerika: 60% kembali dalam 2 tahun.

Kenapa bisa begitu?

Karena napi diperlakukan sebagai manusia. Mereka “dijinakkan kembali” ke dalam masyarakat melalui pendidikan, komunikasi, dan rasa saling percaya.

Pesannya sederhana: Perlakukan orang seperti manusia, mereka akan bertindak manusiawi.

Dua Serigala di Dalam Diri Kita

Bregman menutup bagian ini dengan sebuah perumpamaan:

Seorang kakek berkata kepada cucunya:  “Di dalam diriku ada dua ekor serigala yang terus bertarung.

·        Serigala jahat: penuh amarah, keserakahan, dan iri hati.

·        Serigala baik: penuh kasih, rendah hati, jujur, dan damai.”

Cucu bertanya: “Kakek, serigala mana yang akan menang?”

Kakek tersenyum, berkata:  “Yang menang adalah serigala yang kamu beri makan.”

Artinya: jika kita percaya manusia itu baik, kita akan lebih mudah melihat harapan. Sebaliknya, jika kita hanya melihat sisi gelap, yang muncul hanyalah keputusasaan. Bersambung. (yn)

Pasangan “Bertengkar” Sesungguhnya Adalah Bentuk Komunikasi 

EtIndonesia. Dalam sebuah hubungan, banyak pasangan sering kali menganggap bahwa kunci kebahagiaan adalah tidak pernah bertengkar. Padahal, itu adalah tujuan yang tidak realistis.

Seperti yang diungkapkan psikolog internasional Chen Yongyi, pertanyaannya bukan “bagaimana agar tidak bertengkar”, tetapi “bagaimana cara bertengkar dengan sehat”.

Karena setiap orang memiliki perasaan, pikiran, dan mimpi yang berbeda, wajar bila muncul ketidaksepahaman. Perbedaan itu akan memunculkan konflik, dan konflik itulah yang sering kita sebut “pertengkaran.” Namun, pertengkaran bukan sekadar teriakan atau caci maki—dia adalah bentuk komunikasi.

Riset 50 Tahun: Cara Bertengkar Menentukan Masa Depan Pernikahan

Pasangan pakar pernikahan dunia, John dan Julie Gottman, telah meneliti dinamika cinta selama lebih dari 50 tahun.

Mereka menemukan hal yang menakjubkan:

·        Dengan menganalisis 3 menit pertama sebuah pertengkaran, mereka bisa memprediksi dengan akurasi 90% apakah pasangan tersebut masih akan bersama enam tahun kemudian, atau berpisah.

Artinya, bertengkar itu penting—karena cara bertengkar justru menentukan ketahanan hubungan.

Mengapa Pertengkaran Bisa Menguatkan Hubungan?

Banyak budaya, cenderung menghindari konflik karena dianggap “merusak keharmonisan.” Tapi menyimpan semua ketidakpuasan bisa berbahaya.

Justru dengan komunikasi sejak awal, konflik bisa menjadi sarana untuk:

·        Memahami perbedaan nilai dan mimpi masing-masing.

·        Melatih kemampuan mengungkapkan kebutuhan dengan jelas.

·        Memberi pasangan kesempatan untuk merespons dengan lebih tepat.

Buku Every Fight Could Bring Us Closer menekankan konsep “mengubah konflik menjadi koneksi.”

·        Konflik menunjukkan di mana letak perbedaan kita.

·        Emosi dalam pertengkaran adalah informasi—petunjuk tentang apa yang kita rasakan dan ke mana arah yang kita inginkan.

·        Dengan cara ini, pertengkaran bukan lagi jurang pemisah, melainkan latihan untuk semakin mengasihi pasangan.

Bagaimana Caranya?

Dalam terapi pasangan, proses ini adalah kerja sama dua pihak:

·        Pihak pertama belajar mengungkapkan ketidakpuasan dengan cara yang jelas dan sehat.

·        Pihak kedua belajar bagaimana merespons tanpa memperburuk situasi, tetapi justru memperkuat hubungan.

Pertengkaran kemudian menjadi jembatan komunikasi—bukan pemicu kehancuran.

Penutup

Setiap pasangan, bahkan yang tampak paling harmonis sekalipun, pasti mengalami konflik. Yang membedakan pasangan langgeng dengan yang berpisah adalah bagaimana mereka memandang dan mengelola pertengkaran itu.

Jika kita bisa melihat pertengkaran sebagai komunikasi, sebagai cara untuk lebih memahami pasangan, maka setiap perdebatan bisa menjadi kesempatan untuk mencintai lebih dalam.(jhn/yn)

Interpol Menggerebek 25 Pusat Penambangan Mata Uang Kripto Milik Warga Tiongkok

Interpol pada 22 Agustus mengumumkan keberhasilan operasi besar pemberantasan kejahatan siber lintas negara di Afrika. Dalam operasi tersebut, 1.209 orang ditangkap dan hampir USD 97,4 juta dana ilegal berhasil disita. Di antaranya, 25 pusat penambangan (mining) kripto milik 60 warga Tiongkok ikut digerebek.

EtIndonesia. Laporan Associated Press menyebutkan operasi yang diberi sandi “Serengeti 2.0” ini berlangsung dari Juni hingga Agustus 2025, dengan partisipasi aparat dari 18 negara Afrika serta Inggris. Target operasi mencakup kasus penipuan warisan, ransomware, peretasan email bisnis, dan kejahatan siber lainnya, dengan korban mencapai 88 ribu orang.

Di Angola, aparat membongkar 25 pusat penambangan kripto. Interpol menyebut 60 warga Tiongkok menjalankan aktivitas mining ilegal di sana. Polisi menyita peralatan senilai lebih dari USD 37 juta. Pemerintah Angola berencana memanfaatkan perangkat tersebut untuk penyediaan listrik di wilayah yang kekurangan pasokan energi.

Sementara di Zambia, polisi menutup pusat penipuan investasi kripto yang mengklaim memberikan “imbal hasil tinggi”. Sebanyak 15 orang ditangkap, dengan lebih dari 65 ribu korban dan total kerugian diperkirakan mencapai USD 300 juta.

Dalam proses investigasi, aparat juga menemukan jejaring perdagangan manusia yang terkait dengan pusat penipuan. Di Pantai Gading, polisi mengungkap kasus penipuan warisan lintas negara yang jejaknya mengarah ke Jerman, dengan kerugian korban mencapai USD 1,6 juta.

Interpol menyatakan:  “Para penipu menggunakan iklan untuk membujuk investor membeli mata uang kripto dengan janji imbal hasil tinggi. Setelah itu, korban diminta mengunduh berbagai aplikasi untuk ikut serta.”

Interpol juga mengingatkan bahwa penipuan warisan merupakan salah satu modus tertua di internet, tetapi hingga kini masih sangat menguntungkan bagi sindikat kriminal.

Interpol yang berbasis di Lyon, Prancis, memiliki 196 negara anggota dan merupakan jaringan kepolisian internasional terbesar di dunia. Organisasi ini membantu negara-negara dalam melacak tersangka terkait terorisme, kejahatan finansial, eksploitasi anak, kejahatan siber, dan kejahatan terorganisir.

Tahun lalu, dalam operasi Serengeti tahap pertama, Interpol menangkap lebih dari 1.000 orang dengan korban mencapai 35 ribu orang. (Hui/asr)

Pasukan Rusia Kuasai 2 Desa Lagi, Drone Ukraina Serang Rusia Tengah – Beberapa Bandara Hentikan Operasi

Perang Rusia–Ukraina yang telah berlangsung lebih dari tiga tahun terus berlanjut. Di saat Presiden AS Donald Trump bersama para pemimpin dunia berusaha mendorong berakhirnya perang, pada 23 Agustus militer Rusia mengklaim berhasil merebut dua desa lagi di Ukraina timur. Sementara itu, pasukan pertahanan udara Rusia di wilayah tengah menembak jatuh 32 drone, menyebabkan beberapa bandara terpaksa menghentikan operasi.

EtIndonesia.  Laporan AFP menyebutkan pasukan Rusia semakin mendekati garis pertahanan penting Ukraina di wilayah Donetsk. Mereka merebut desa Sredneye dan Kleban-Byk.

Penguasaan desa Kleban-Byk berarti pasukan Rusia semakin dekat ke kota Kostiantynivka, sebuah benteng pertahanan penting di jalur menuju Kramatorsk. Kramatorsk sendiri merupakan salah satu pusat logistik utama militer Ukraina.

Pada 22 Agustus, Rusia juga mengklaim telah merebut tiga desa lain di Donetsk.

Reuters melaporkan, Wali Kota Moskow Sergei Sobyanin pada 23 Agustus menulis di Telegram bahwa pertahanan udara Rusia menembak jatuh sebuah drone yang menuju Moskow. Sisa-sisa drone sedang diperiksa oleh para ahli di lokasi.

Badan Transportasi Udara Federal Rusia (Rosaviatsia) mengumumkan bahwa karena masalah keamanan wilayah udara, sejumlah bandara di Rusia tengah menghentikan operasi sementara. Di antaranya bandara di Izhevsk, Nizhniy Novgorod, dan Samara yang terletak di sebelah timur dan tenggara Moskow.

Bandara di kota terbesar kedua Rusia, St. Petersburg, juga mengalami puluhan penerbangan yang tertunda akibat insiden ini. (Hui/asr)

Jembatan Sungai Kuning Runtuh, Kualitas Proyek China Railway Kembali Dipertanyakan

 Sebuah jembatan besar di Sungai Kuning, Provinsi Qinghai, Tiongkok runtuh dan menimbulkan korban jiwa, kembali memicu keraguan publik terhadap kualitas konstruksi dan keselamatan proyek yang dikerjakan oleh perusahaan milik negara Tiongkok, China Railway Group.

EtIndonesia. Jembatan besar Sungai Kuning di Zhenzha yang masih dalam tahap pembangunan ambruk pada Jumat (22/8/2025), menyebabkan sedikitnya 12 orang tewas dan 4 orang hilang.

Menurut informasi, jembatan tersebut awalnya dijadwalkan selesai pada Juli, namun tertunda hingga Agustus. Untuk mengejar target, pihak kontraktor memaksa percepatan dengan sistem kerja siang-malam bergantian, sehingga pekerjaan malam hari menjadi hal biasa.

Selain faktor pengerjaan terburu-buru, Profesor Peng Weibing dari Fakultas Teknik Sipil Universitas Teknologi Zhejiang mengatakan kepada media Tiongkok bahwa putusnya kabel penahan kemungkinan disebabkan oleh:
– cacat kualitas pada kabel itu sendiri, atau
– kesalahan konstruksi maupun kesalahan operasional.

China Railway Group, sebagai salah satu perusahaan konstruksi terbesar milik pemerintah Partai Komunis Tiongkok, sudah berulang kali tersandung masalah kualitas proyek, termasuk di luar negeri.

Awal tahun ini, sebuah gedung yang sedang dibangun di Bangkok runtuh dan menewaskan sedikitnya 92 orang.

Tahun lalu, atap stasiun kereta di Serbia ambruk dan menyebabkan 16 orang tewas, memicu aksi protes besar-besaran. Warga menuding adanya korupsi dan kelalaian dalam proyek tersebut. Investigasi di Serbia menemukan bahwa kontraktor telah ilegal menggelapkan dana hampir 112 juta dolar AS, yang menyebabkan kualitas konstruksi menurun drastis. (Hui/asr)

Ada Cahaya Perdamaian di Perundingan Rusia–Ukraina? Perang Masih Berlanjut, Trump Tetapkan Batas Waktu Baru

Perang Rusia–Ukraina yang telah berlangsung selama tiga setengah tahun akhirnya memperlihatkan secercah harapan untuk berakhir. Setelah pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin pekan lalu, pada Senin (18/8)i Trump kembali menggelar pertemuan bersejarah di Gedung Putih dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky serta tujuh pemimpin Eropa, guna mendorong gencatan senjata dan perdamaian. 

Namun, serangan Rusia yang terus berlanjut ke berbagai wilayah Ukraina membuat banyak pihak masih meragukan prospek perdamaian. 

Meski begitu, negara-negara Barat tetap mempercepat pembahasan jaminan keamanan bagi Ukraina pasca perang, sementara AS berupaya mengatur kemungkinan pertemuan langsung antara Putin dan Zelensky untuk memecah kebuntuan.

EtIndonesia. Pada 18 Agustus, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyambut para pemimpin asing di Gedung Putih, termasuk Zelenskyy, Perdana Menteri Inggris Keir Starmer, Presiden Prancis Emmanuel Macron, Kanselir Jerman Friedrich Merz, Presiden Finlandia Alexander Stubb, Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni, Ketua Komisi Eropa Ursula von der Leyen, serta Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte.

Pertemuan kali ini berlangsung dengan suasana lebih cair antara Trump dan Zelensky. Dalam konferensi pers, keduanya menyatakan harapan untuk mengakhiri perang dan mencapai perdamaian jangka panjang.

Presiden AS Donald Trump:  “Kami akan bekerja sama dengan semua pihak untuk memastikan perdamaian dapat bertahan lama.”

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky:  “Kami kini berpeluang membeli senjata dari Amerika Serikat. Kami berterima kasih atas rencana ini, juga berterima kasih kepada Eropa yang menanggung biayanya, serta kepada aliansi NATO.”

Pada 19 Agustus pagi, Trump dalam wawancara dengan Fox News mengatakan bahwa setelah pertemuan itu ia langsung menelepon Putin, dan Putin menyatakan kesediaannya untuk ikut dalam perundingan damai.

Dalam situasi di mana Rusia dengan tegas menolak keanggotaan Ukraina di NATO, Sekjen NATO Mark Rutte menyambut baik rencana pemberian jaminan keamanan bagi Ukraina yang serupa dengan klausul pertahanan kolektif NATO.

Rutte menegaskan, sekitar 30 negara termasuk Jepang dan Australia, berniat memberikan jaminan keamanan bagi Ukraina, dan koordinasi sedang berlangsung.

Trump menegaskan bahwa pasukan darat AS tidak akan dikirim ke Ukraina, dan jaminan keamanan tidak akan dilaksanakan dalam kerangka NATO. Namun, ia setuju memberikan jaminan keamanan, meski detailnya masih harus ditentukan.

 “Kalau bicara soal keamanan, Eropa bersedia menempatkan pasukan di darat, sementara kami akan membantu dalam bidang lain, terutama kemungkinan di udara, karena tak ada yang memiliki kemampuan seperti kita,” kata Trump pada 19 Agustus 2025.  

Mengenai lokasi pertemuan bilateral atau trilateral, Istanbul (Turki) dan Budapest (Hungaria) masuk dalam daftar pilihan.

Namun, ketika pembahasan perdamaian semakin gencar dilakukan, Rusia justru melancarkan serangan besar-besaran selama dua hari berturut-turut ke Ukraina.

Pada 20 Agustus, sebuah fasilitas energi di Odesa, Ukraina selatan, terbakar hebat dengan api menjulang tinggi.

Kota Okhtyrka di wilayah Sumy, Ukraina utara, juga dilalap api.

Rusia sekaligus melanjutkan serangan menuju kota Dnipro.

Militer Ukraina mengonfirmasi bahwa serangan pada 21 Agustus adalah serangan udara terbesar sepanjang Agustus, dengan peluncuran 574 drone dan 40 rudal.

Meski prospek perdamaian masih tidak menentu, “Koalisi Sukarela” (Coalition of the Willing) yang dipimpin Inggris dan Prancis tetap melanjutkan pembahasan rinci mengenai jaminan keamanan kuat untuk Ukraina.

AS juga berupaya keras mengatur pertemuan puncak Rusia–Ukraina yang diyakini akan membantu memecah kebuntuan.

Sumber Rusia kepada Reuters mengungkapkan syarat gencatan senjata dari Putin, yaitu:
– Ukraina menyerahkan seluruh wilayah Donbas (Donetsk dan Luhansk);
– Ukraina tidak boleh bergabung dengan NATO dan harus bersikap netral;
– Pasukan Barat tidak boleh ditempatkan di Ukraina.

Menurut sumber tersebut, Putin tidak lagi menuntut seluruh empat wilayah timur Ukraina seperti sebelumnya. Jika Kyiv bersedia menyerahkan Donbas, maka Moskow akan membekukan garis depan di Zaporizhzhia dan Kherson.

Di jalur diplomatik, Trump memberi sinyal tegas dengan menetapkan batas waktu dua minggu terkait konflik Rusia–Ukraina.

Trump:  “Kita akan lihat bagaimana situasinya berkembang. Saya rasa dalam dua minggu akan jelas langkah apa yang harus saya ambil.”

Trump menekankan bahwa ia akan membuat keputusan penting — apakah akan menjatuhkan “sanksi besar-besaran atau tarif besar-besaran, atau keduanya sekaligus,” atau “tidak melakukan apa-apa dan mengatakan kepada mereka bahwa ini adalah perang kalian.”

Serangkaian perundingan gencatan senjata ini mencerminkan peran penting Amerika Serikat dalam diplomasi internasional, sementara rezim Tiongkok kehilangan pengaruh sepenuhnya.

Pengamat menilai, jika gencatan senjata Rusia–Ukraina benar-benar tercapai, maka hubungan AS–Rusia–Tiongkok bisa mengalami perubahan besar.

 “Ke depan, jika perundingan damai ini benar-benar berhasil, maka ekonomi Rusia dan PKT akan perlahan terlepas. Dulu pada masa Perang Dingin kita melihat aliansi AS–Tiongkok untuk menghadapi Rusia, tetapi ke depan bukan mustahil yang terjadi adalah aliansi AS–Rusia untuk menghadapi Tiongkok,” kata Profesor Yao-Yuan Yeh, Ketua Studi Internasional Universitas St. Thomas.  (Hui/asr)

Sumber : NTDTV.com

Seekor Lalat Ikut Membantu, Pegolf Menangi Hadiah Rp 14,7 Miliar

Baru-baru ini dalam sebuah turnamen golf, pegolf asal Inggris Tommy Fleetwood beruntung mendapat “bantuan” dari seekor lalat, yang membuatnya memenangkan hadiah sebesar USD 910.000 atau Rp14,78 miliar.

EtIndonesia. Menurut laporan media olahraga Inggris, dalam BMW Championship 2025 yang digelar pada 17 Agustus lalu, Fleetwood mengalami kejadian tak terduga. Pukulan bolanya berhenti hanya beberapa milimeter dari lubang, tidak langsung masuk. Namun, saat ia berjalan mendekati posisi bola, bola yang menggantung di bibir lubang itu tiba-tiba bergulir masuk.

Cuplikan ulang dengan kamera lambat menunjukkan bahwa seekor lalat menjadi “asisten misteriusnya”. Tepat saat bola berhenti di tepi lubang, lalat itu hinggap di permukaan bola lalu merayap ke arah sisi dekat lubang. Gerakan kecil ini tampak membuat bola perlahan jatuh ke dalam lubang.

Berkat pukulan ajaib tersebut, Fleetwood berhasil naik ke peringkat empat besar dalam BMW Championship dan mengantongi hadiah USD 910.000.

BMW Championship sendiri merupakan bagian dari tur PGA Amerika Serikat, salah satu dari empat turnamen playoff FedEx Cup.

Komentator Sky Sports, Laura Davies, juara empat kali turnamen mayor, sudah lebih dulu memperhatikan keberadaan lalat itu sebelum tayangan ulang ditampilkan. Dengan nada bercanda, ia berkata:  “Lalatnya datang, seolah berkata: ‘Tidak bisa begini, aku harus jalan-jalan sebentar di garis bola, lalu… sempurna masuk lubang.’ Terima kasih untuk si kecil ini.”

Video “lalat penolong” ini belakangan viral di internet. Banyak warganet berkomentar:

  • “Lalat ini berjasa besar, harus dijamu makan besar.”
  • “Inilah yang disebut empat ons menggoyang seribu pon.”
  • “Keberuntungan juga bagian dari olahraga.”
  • “Kadang-kadang, bahkan langit pun ikut membantu.”

Namun, ada juga warganet yang berpendapat bahwa bukan lalat yang membuat bola masuk, melainkan faktor angin atau berat bola yang menekan rumput. Mereka menulis:

  • “Lalat terlalu ringan, bola padat, pasti karena rumput tertekan berat bola sehingga meluncur masuk.”

Sumber : NTDTV.com