Satu Kekacauan Besar di Mesin Cuci ! Pakaian Menggumpal atau Terlilit, Ini Cara Mengatasinya

Mendapati seprai yang kusut keluar dari mesin cuci atau pengering memang menjengkelkan, jadi berikut solusi yang bisa dipertimbangkan

Mary Hunt

Kalau penulis sudah mendengar dari satu pembaca, berarti penulis sudah mendengar dari seribu—semua dengan masalah yang sama: seprai yang kusut. Penulis memahami rasa frustrasi mereka karena penulis juga pernah mengalaminya. Sangat menyebalkan. Masalah ini bisa terjadi di mesin cuci maupun pengering.

Solusi terbaik penulis, yang hanya sedikit mengurangi masalah, adalah mencuci satu seprai sekaligus dan kemudian menghentikan pengering untuk merapikan dan membuka gulungan beberapa kali selama siklus pengeringan. Dan, sejujurnya, itu sama sekali bukan solusi karena membutuhkan lebih banyak waktu, tenaga, dan deterjen. Sangat tidak praktis, apalagi mesin cuci dan pengering saya dianggap berkapasitas besar.

Jika penulis mencoba mencuci satu set seprai, berani juga memasukkan sarung bantal, inilah yang terjadi: Seprai menjadi kusut dan terjerat, lalu berakhir tergulung rapat. Sarung bantal ikut terjebak di dalam gulungan besar itu, membuat penulis bertanya-tanya apakah mereka benar-benar tercuci.

Membuka kekusutan saat seprai masih basah sebelum dimasukkan ke pengering tidak banyak membantu karena prosesnya akan terulang kembali. Hasil akhirnya? Sebuah kekusutan besar, berkerut, dengan bercak basah di beberapa bagian.

Dan sekarang berita baiknya: penulis menemukan solusi yang luar biasa. Seorang  yang sangat cerdas menciptakan alat (buatan AS, yay!) yang memecahkan masalah ini. Alat ini berbentuk persegi dari plastik dengan empat klip pengunci—satu di setiap sudut seprai (baik fitted maupun flat). Dinamakan dengan cerdik Wad-Free, alat ini mencegah seprai menjadi kusut.

Alat anti gumpal yang bernama Wad-Free ini dijual dalam paket dua, sehingga penulis bisa mencuci satu set seprai dalam satu kali muat. Dan, ya, Wad-Free bekerja dengan sangat efektif!

Alat ini menjaga agar muatan mesin cuci tetap seimbang dan memungkinkan seprai bergerak dan berputar lebih bebas sehingga lebih bersih dan cepat kering (produsen menyebutkan 75 persen lebih cepat) dan dengan kerutan yang lebih sedikit.

Penulis sangat merekomendasikan Wad-Free, yang tersedia secara online di WadFree.com.

Produk ini sangat bagus untuk mencegah barang besar seperti seprai kusut di mesin cuci dan/atau pengering. Menghemat waktu, tenaga, dan yang paling penting, mengurangi frustrasi! Cocok juga sebagai hadiah kecil, kan?

Penulis menyukai cerita yang menarik, dan Wad-Free adalah salah satu cerita terbaik yang mana penulis baca dalam waktu lama. Cyndi Bray mendapatkan ide Wad-Free setelah lama menghadapi masalah seprai yang kusut.

Setelah berdiskusi dengan teman-teman yang mengalami masalah seprai menggumpal dan membuat mesin tidak seimbang, Cyndi tahu pasti ada solusinya, dan dia siap untuk mencobanya.

Tanpa latar belakang pengembangan produk atau teknik, Cyndi belajar sendiri menggunakan program desain berbantuan komputer. Dengan itu, dia membuat desain yang berhasil untuknya dan teman-temannya. Pada Juni 2020—tepat di tengah pandemi—Cyndi meluncurkan bisnisnya, dan sisanya menjadi sejarah dunia cucian.

Terima kasih, Cyndi!

Para Pembaca: Kami sangat ingin mendengar dari Anda. Topik apa yang ingin Anda baca? Silakan kirim masukan dan tips Anda ke [email protected].

Lebih dari Sekadar Otot: Bagaimana Protein Mendukung Sistem Saraf Anda

Dari suasana hati hingga daya ingat, protein membantu otak tetap tajam dan tangguh seiring bertambahnya usia

 Hadia Zainab

Ketika Colin Cooper, seorang pakar bisnis berusia 45 tahun, mulai mengalami kabut otak (brain fog) dan energi rendah di usia 30-an, ia menganggapnya hanya akibat stres atau bagian dari proses penuaan. Ia sering merasa murung tanpa alasan jelas, kerap lupa menaruh barang, dan kadang merasakan sensasi kesemutan di tangannya yang membuatnya tidak nyaman.

Dengan latar belakang ilmu saraf dan perilaku manusia, Cooper akhirnya memutuskan untuk mencari tahu apa yang sedang terjadi. Saat itulah ia mengetahui bahwa asupan proteinnya selama ini kurang, dan semuanya mulai masuk akal.

Protein tidak hanya penting untuk membangun otot. Sejak tahap awal perkembangan, protein mendukung struktur dan fungsi sistem saraf, membantu anak mencapai potensi kognitif penuh di kemudian hari. Sepanjang masa dewasa, protein terus berperan dalam proses penting di otak, seperti produksi neurotransmiter, pensinyalan sel, neuroplastisitas, dan perbaikan sel saraf.

“Defisiensi protein tingkat ringan bisa muncul dalam bentuk rentang perhatian yang pendek, daya ingat kerja yang lemah, kecepatan berpikir melambat, dan penurunan kinerja kognitif secara umum—tanda-tanda yang dikenal sebagai disfungsi eksekutif,” kata Timothy Frie, seorang ahli gizi saraf dan pendiri National Academy of Neuronutrition.

Riset menunjukkan bahwa kekurangan protein sejak dini dapat menyebabkan rendahnya kadar zat kimia penting di otak. Sebaliknya, asupan protein yang cukup terkait dengan risiko lebih rendah mengalami penurunan kognitif subjektif di kemudian hari.


Produksi Neurotransmiter

Protein menyediakan asam amino, yang menjadi bahan dasar pembentukan neurotransmiter seperti serotonin dan dopamin, serta neuromodulator—zat kimia yang mengatur aktivitas neuron dalam jangka waktu lama. Berbeda dengan neurotransmiter yang mengirim sinyal cepat dan langsung antar neuron, neuromodulator memengaruhi jaringan neuron yang lebih luas dan efeknya bertahan lebih lama. Beberapa neuromodulator juga dapat berfungsi sebagai hormon, tergantung perannya di tubuh.

Zat-zat kimia ini diperlukan untuk sinyal saraf dan fungsi otak, membantu sel saraf berkomunikasi satu sama lain dan dengan seluruh tubuh. Komunikasi ini memungkinkan kita bergerak, berpikir, dan merasakan.

Saat dicerna, protein dipecah menjadi asam amino. Penelitian menunjukkan bahwa keseimbangan asam amino dalam pola makan memengaruhi seberapa baik neurotransmiter diproduksi dan bekerja.

“Zat-zat inilah yang mengatur suasana hati, motivasi, fokus, dan ketahanan kita terhadap stres,” kata Kacy Shea, praktisi nutrisi diagnostik fungsional, ahli gizi saraf, dan pelatih kesehatan otak tersertifikasi. “Jika kita tidak cukup mengonsumsi protein, kita berisiko merusak kognisi, kesehatan mental, dan fungsi otak baik jangka pendek maupun panjang.”

Contohnya, triptofan yang terdapat dalam protein membantu menghasilkan serotonin, yang mengatur suasana hati dan tidur. Dalam sebuah studi daring dengan 482 peserta, mereka yang mengonsumsi lebih banyak makanan kaya triptofan merasa kurang depresi dan lebih baik dalam memahami emosi orang lain.

Triptofan juga membantu produksi melatonin, hormon yang mengatur siklus tidur-bangun dan meningkatkan kualitas tidur.

Asam amino penting lainnya, tirosin, membantu menghasilkan dopamin dan norepinefrin. Dopamin terlibat dalam pergerakan, motivasi, kesenangan, dan perhatian, sementara norepinefrin mengatur kewaspadaan, tekanan darah, dan menjadi bagian dari respons stres.

“Ketika Anda mengonsumsi tirosin, Anda mendukung zat kimia otak yang membuat Anda bersemangat memulai hari, termotivasi untuk bekerja dan berolahraga, lebih mudah bergaul, lebih fokus, serta mampu merasakan keinginan dan kesenangan dalam hidup,” kata Frie.


Struktur dan Perbaikan Sel Saraf

Protein adalah komponen utama pembentuk sel saraf—mulai dari membran pelindung luar hingga akson (perpanjangan sel saraf) yang mengirimkan sinyal.

“Protein menyediakan bahan baku gizi yang dibutuhkan otak untuk memperbaiki, beradaptasi, dan tetap kuat seiring bertambahnya usia,” ujar Shea. “Neurodegenerasi dimulai puluhan tahun sebelum diagnosis, dan protein berperan penting dalam mencegahnya.”

Proses perbaikan ini terjadi melalui asam amino yang digunakan tubuh untuk menyembuhkan serabut saraf dan membangun kembali koneksi yang hilang. Bukti ilmiah menunjukkan bahwa asam amino bercabang (branched-chain amino acids) yang terdapat dalam protein dapat membantu melindungi otak, baik sebelum maupun sesudah cedera otak traumatis.

Selain itu, protein adalah makronutrien penstabil yang membantu mengurangi lonjakan gula darah setelah makan dan mendukung regulasi insulin, sehingga dapat menurunkan stres oksidatif yang terkait dengan penyakit kronis seperti resistensi insulin.

“Ini adalah salah satu jalur paling umum menuju neurodegenerasi—bahkan penyakit Alzheimer dijuluki diabetes tipe 3,” kata Shea. “Kabar baiknya, faktor ini bisa dikendalikan lewat pola makan.”

Protein bertindak sebagai bahan baku dan pelindung, mendukung fungsi otak sekaligus melindunginya dari stres, peradangan, dan fluktuasi gula darah yang merusak kognisi seiring waktu.


Pemeliharaan Selubung Myelin

Selubung myelin adalah lapisan pelindung yang membungkus saraf, membantu sinyal listrik bergerak lebih cepat dan efisien. Protein juga berperan penting di sini.

Jika dikeringkan, selubung myelin mengandung sebagian besar lemak (sekitar 70–85 persen) dan sedikit protein (sekitar 15–30 persen). Sebagai perbandingan, membran sel biasa mengandung campuran seimbang—sekitar separuh protein dan separuh lemak. Untuk mempertahankannya, diperlukan asupan protein yang cukup.

“Tanda awal kerusakan integritas myelin antara lain kesemutan, mati rasa, kelemahan otot, refleks yang lambat, gangguan koordinasi, dan perubahan cara berjalan,” kata Frie. “Gangguan kognitif seperti memori buruk, lambat berpikir, dan sulit merencanakan juga dapat muncul secara halus di tahap awal.”

Walau sistem saraf pusat memiliki kemampuan terbatas untuk beregenerasi, asam amino tertentu membantu memelihara dan memperbaiki selubung myelin, terutama saat menua atau menghadapi stres seperti penyakit atau gizi buruk.

Serin, asam amino penting, membantu menghasilkan sfingolipid—komponen utama myelin. Kadar serin yang rendah telah dikaitkan dengan kerusakan myelin pada beberapa gangguan neurologis. Asam amino lain seperti glisin, sistein, metionin, dan arginin juga mendukung pemeliharaan myelin.

“Bahkan di negara maju, asupan protein rendah yang terus-menerus dapat secara bertahap melemahkan myelin, terutama pada kelompok rentan,” kata Frie.


Neuroplastisitas dan Pembelajaran

Otak Anda selalu beradaptasi. Fleksibilitas ini, yang disebut neuroplastisitas, memungkinkan kita belajar hal baru, membentuk memori, dan pulih dari cedera. Untuk menjalankan sistem ini, tubuh membutuhkan protein.

Sebuah studi tahun 2022 yang dimuat di Alzheimer’s & Dementia menunjukkan bahwa protein yang terkait dengan neuroplastisitas dapat membantu otak tetap tangguh pada tahap awal Alzheimer. Orang dengan jaringan otak yang lebih kuat memiliki kadar protein yang lebih tinggi, terutama yang berperan dalam neuroplastisitas.

Neuroplastisitas bergantung pada komunikasi konstan antar sel otak, pembentukan ulang koneksi (sinaps), dan pertumbuhan koneksi baru—semua memerlukan protein, baik struktural maupun yang terlibat dalam pensinyalan sel.

“Kekurangan asam amino esensial dapat mengurangi pergantian protein sinaps, menghambat pembentukan ulang dendrit, dan melemahkan penguatan sinaps jangka panjang,” kata Frie. “Koneksi ini sangat penting pada masa-masa neuroplastisitas tinggi seperti masa kanak-kanak, remaja, pemulihan dari cedera, atau saat terapi.”


Respons Stres dan Regulasi Suasana Hati

Kesehatan mental sering dianggap murni masalah psikologis, padahal juga melibatkan tubuh. Orang yang mengalami kecemasan biasanya merasakan gejalanya di seluruh tubuh, bukan hanya di pikiran. Ini bersifat fisiologis dan memerlukan penanganan fisiologis—di sinilah nutrisi menjadi sangat penting.

Kemampuan otak untuk mengelola stres dan mengatur emosi sangat bergantung pada neurotransmiter yang dibentuk dari asam amino. Asupan protein yang cukup dapat membantu melindungi kesehatan mental dan menurunkan risiko depresi.

Dalam studi besar di AS yang melibatkan sekitar 18.000 orang dewasa, mereka yang mengonsumsi protein terbanyak memiliki risiko gejala depresi 66 persen lebih rendah dibandingkan yang mengonsumsi paling sedikit. Protein dari susu dan produk olahannya memiliki kaitan kuat dengan berkurangnya gejala depresi, bahkan setelah mempertimbangkan faktor kesehatan dan gaya hidup lainnya.

Shea mencatat bahwa banyak klien dengan kecemasan, depresi, atau gangguan pemusatan perhatian memiliki kadar neurotransmiter rendah.

“Faktor besar lainnya dalam mengelola suasana hati adalah kestabilan gula darah, dan memastikan ada protein di setiap makan dan camilan dapat membantu menjaga kestabilan sepanjang hari,” ujarnya.


Meningkatkan Asupan Protein untuk Kesehatan Otak

Cooper, yang awalnya menduga kekurangan protein dari pengamatan pribadi dan kemudian mengonfirmasinya lewat tes darah, menceritakan pengalamannya:

“Pola makan saya sering campur aduk—banyak kopi, makan di sela rapat dan panggilan telepon, sering sambil jalan. Bukan pola makan yang baik. Saat saya meningkatkan asupan protein di setiap makan, dimulai dari sarapan hingga malam, saya menemukan bahwa saya butuh tidur lebih sedikit, tidur lebih nyenyak, merasa kurang lelah, dan lebih termotivasi.”

Seiring bertambahnya usia, nafsu makan dan preferensi makanan berubah, begitu juga kapasitas pencernaan. Menurut Shea, protein sangat penting di semua tahap kehidupan, terutama saat transisi besar seperti remaja, kehamilan, pascapersalinan, perimenopause, dan penuaan.

“Shea menambahkan, ‘Anda mungkin merasakan perubahan di tubuh pada masa-masa ini, tapi otak Anda juga sedang membentuk ulang dirinya.’”

Tips meningkatkan asupan protein harian untuk otak:

  • Fokus pada protein saat makan utama: Pilih sumber protein terlebih dahulu saat merencanakan menu, lalu lengkapi dengan makanan lain yang Anda sukai.
  • Ubah pilihan camilan: Ganti camilan tinggi gula seperti granola bar atau keripik dengan opsi kaya protein seperti stik daging asap, telur rebus, daging iris, atau segenggam kacang. Jika ingin karbohidrat, padukan dengan protein.
  • Perkaya biji-bijian: Masak nasi atau biji-bijian lain dengan kaldu tulang untuk menambah protein dan nutrisi ramah pencernaan.
  • Tambahkan protein ke minuman: Campurkan kolagen peptida atau bubuk protein ke kopi atau matcha di pagi hari, dan ke teh herbal atau cokelat panas di malam hari.
  • Praktis, bukan sempurna: Masukkan protein secara konsisten tanpa terlalu memikirkan kesempurnaan—perubahan kecil akan terakumulasi.

Bagi vegan, penting mengonsumsi berbagai protein nabati dalam jumlah cukup untuk mendapatkan semua asam amino esensial. Karena sebagian besar protein nabati tidak lengkap, Shea menyarankan mengombinasikan berbagai sumber seperti kacang-kacangan dan biji-bijian untuk melengkapi kekurangannya.

“Shea menutup dengan pesan: ‘Biasakan makan protein merata sepanjang hari, sehingga Anda dapat memenuhi kebutuhan tubuh yang selalu berubah tanpa kesulitan.’”

Bagi Cooper, meningkatkan asupan protein di setiap makan, mulai dari sarapan, memberikan perbedaan nyata. Ia biasanya makan tiga kali sehari dengan makanan tinggi protein dan menambahkan satu hingga dua kali minuman protein. Dengan rutinitas ini, ia merasakan perbaikan gejala dan kualitas hidup yang lebih baik.

“Bahkan jika saya melenceng satu atau dua hari, begitu kembali ke pola ini, semuanya terasa baik lagi.”

Beijing Menghapus Batas Pembelian Rumah Pinggiran Kota di Tengah Penurunan Berkepanjangan di Sektor Perumahan

Pemerintah melonggarkan pembatasan untuk mendorong penjualan rumah di tengah penurunan pasar properti yang terus berlanjut.

EtIndonesia. Beijing telah menghapus batas lama mengenai jumlah rumah suburban yang dapat dibeli oleh warga kota, langkah yang bertujuan untuk mendorong penjualan di pasar real estat Tiongkok yang sedang menghadapi kesulitan.

Perubahan ini, yang mulai berlaku pada 9 Agustus, diumumkan pada 8 Agustus oleh Komisi Perumahan dan Pembangunan Perkotaan-Perdesaan Beijing serta Pusat Pengelolaan Dana Perumahan.

Berdasarkan kebijakan yang direvisi, rumah tangga yang memenuhi syarat pembelian rumah di Beijing kini dapat membeli jumlah unit hunian komersial tanpa batas di luar Jalan Lingkar Kelima kota.

Mereka yang memenuhi syarat termasuk penduduk dengan registrasi rumah tangga lokal dan bukan penduduk lokal yang telah membayar asuransi sosial atau pajak penghasilan pribadi secara terus-menerus di kota selama “jumlah tahun yang diwajibkan”, menurut pernyataan tersebut.

Aturan ini berlaku untuk properti baru maupun bekas, dan individu lajang dikenakan kriteria yang sama seperti rumah tangga, menurut komisi tersebut.

Langkah ini merupakan bagian dari upaya lebih luas oleh pemerintah untuk membangkitkan kembali sektor properti kota, yang telah menghadapi tantangan berkelanjutan, termasuk penjualan yang lesu dan tingkat persediaan yang tinggi.

Pada Juni, penurunan 0,3 persen dibanding bulan sebelumnya memperpanjang tren lemah yang telah berlangsung sejak Mei 2023.

Kelemahan pasar juga terlihat pada penjualan dan investasi. Data dari China Index Academy pada 31 Juli menunjukkan bahwa 100 pengembang properti teratas di negara itu mencatat penjualan gabungan sebesar 2,07 triliun yuan (sekitar $285 miliar) dalam tujuh bulan pertama 2025, turun 13,3 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Krisis properti Tiongkok telah berkembang selama beberapa dekade terakhir. Pada 2021, pengembang properti raksasa Evergrande gagal membayar utang sebesar $300 miliar, yang menandai penurunan tajam sektor ini.

Meskipun pemerintah meluncurkan serangkaian paket stimulus tahun lalu, langkah-langkah ini gagal menangani penyebab utamanya.

Zhai Shanying, mantan kepala perbankan investasi di China Construction Bank yang kini tinggal di Amerika Serikat, mengatakan dalam program komentar YouTube-nya pada Januari bahwa 2025 akan menjadi tahun runtuhnya pasar properti Tiongkok secara masif.

“Setelah tiga tahun upaya putus asa secara nasional oleh PKT—dari pemerintah pusat hingga lokal, dari perusahaan milik negara hingga swasta—tidak ada yang mampu membalikkan tren,” katanya. “Satu-satunya yang berhasil dibeli oleh kebijakan dan uang hanyalah penundaan sedikit, dan akhirnya runtuh lebih besar.”

Pada Mei, Menteri Perumahan rezim komunis Tiongkok, Ni Hong, mengatakan sektor properti menunjukkan perubahan positif dan kepercayaan pasar meningkat.

Para analis yang disurvei Reuters pada Februari memperingatkan bahwa pemulihan pasar penuh diperkirakan baru akan terjadi pada 2026, mengingat penurunan signifikan dalam investasi properti, penjualan, dan pembangunan baru dalam beberapa tahun terakhir.

Lynn Xu, Kane Zhang, dan Reuters turut berkontribusi pada laporan ini

Sumber : Theepochtimes.com

Cerita Filosofis: Sukses Itu Seperti Naik Tangga

  

EtIndonesia. Seorang pemuda datang menemui seorang bijak tua untuk meminta nasihat tentang jalan menuju kesuksesan.

Sang bijak kemudian mengeluarkan sebuah tangga dan mengajak si pemuda berjalan menuju sebuah rumah sederhana. 

Dia meletakkan tangga itu menempel pada dinding rumah, lalu berkata kepada si pemuda: “Sekarang, panjatlah tangga ini sampai ke atap rumah. Setelah kamu turun kembali ke tanah, aku akan memberitahumu rahasia sukses yang paling praktis.”

Pemuda itu langsung memanjat tangga dengan sigap, menggunakan tangan dan kakinya dengan penuh tenaga, hingga dia berhasil sampai di atap. Setelah itu, dia kembali turun melalui tangga hingga menginjak tanah lagi.

Sang bijak tersenyum dan bertanya: “Sekarang, apakah kamu sudah mengerti rahasia sukses yang paling praktis itu?”

Pemuda itu terlihat kebingungan : “Maaf, Guru. Saya belum mengerti. Mohon jelaskan dengan lebih jelas.”

Sang bijak balik bertanya: “Tadi, saat kamu memanjat dari tanah ke atap, lalu turun kembali ke tanah, apakah kamu menggunakan pikiran, tangan, dan kakimu dengan sungguh-sungguh?”

Pemuda itu mengangguk: “Tentu saja. Kalau saya tidak menggunakan otak, tangan, dan kaki, mana mungkin saya bisa naik ke atap.”

Sang bijak pun berkata: “Nah, sama seperti saat menaiki tangga. Jika kamu mau menggunakan pikiran, tangan, dan kaki dengan tekun, kamu akan bisa memanjat dari bawah sampai ke atas. Itulah salah satu rahasia sukses yang paling nyata dan praktis.”

Pemuda itu tiba-tiba tersadar: “Benar juga! Setiap orang, jika punya tujuan yang jelas lalu menggunakan pikirannya, tangannya, dan kakinya untuk berusaha, selangkah demi selangkah, pasti akan sampai pada jalan kesuksesan dan meraih impian. Ternyata, sukses itu seperti menaiki tangga—tanpa kerja otak, kerja tangan, dan kerja kaki, kita tidak akan pernah sampai di tempat yang kita inginkan.”

Pesan Kehidupan:

Semua jalan menuju kesuksesan pada dasarnya sama—tentukan tujuan hidupmu, lalu gunakan pikiran, tangan, dan kaki untuk berusaha dengan tekun, melangkah setahap demi setahap, maka kamu akan sampai di puncak yang kamu impikan.(jhn/yn)

Swiss Ingin Menyelesaikan Kesepakatan F-35A dengan AS Meskipun Biaya Melonjak

EtIndonesia. Swiss pada hari Rabu (12/8) berjanji untuk melanjutkan upayanya membeli jet tempur F-35A dari Amerika Serikat, meskipun biayanya melonjak.

AS mendesak Swiss untuk menanggung biaya tambahan produksi jet tersebut antara 650 juta hingga 1,3 miliar franc Swiss (807 juta dolar -1,6 miliar dolar) dalam kontrak senilai enam miliar franc Swiss, tetapi Swiss ingin menyepakati harga tetap.

Dewan Federal Swiss mengatakan “diskusi intensif” antara kedua negara telah menunjukkan bahwa AS “tidak siap untuk menyimpang dari posisinya”.

Dewan tersebut mengatakan harga akhir pengadaan akan bergantung pada faktor-faktor termasuk inflasi AS, harga komoditas, dan tarif AS.

“Dewan Federal tetap berkomitmen untuk pengadaan F-35A,” kata dewan tersebut, menegaskan bahwa jet tersebut memiliki “keunggulan teknologi yang signifikan dibandingkan pesawat lain”.

Dewan tersebut mengatakan telah meminta departemen pertahanan untuk meninjau semua opsi yang tersedia dan melaporkan hasilnya paling lambat November.

Pemerintah memenangkan referendum pada bulan September 2020 dengan selisih tipis yang menyetujui pengeluaran militer sebesar enam miliar franc Swiss untuk armada baru.

F-35A, yang digunakan oleh Angkatan Udara AS dan beberapa negara Eropa, dipilih pada Juni 2021, mengalahkan pesaing dari Airbus, Boeing, dan Dassault.

Pengiriman pertama dijadwalkan pada tahun 2027.

Posisi Swiss yang telah lama dipegang adalah netralitas militer yang dipersenjatai dengan baik, dan negara tersebut menerapkan wajib militer bagi pria.(yn)

Trump Peringatkan “Konsekuensi Berat” Jika Putin Melanjutkan Perang Setelah KTT

EtIndonesia. Presiden AS Donald Trump mengatakan pada hari Rabu (12/8) bahwa akan ada “konsekuensi yang sangat berat” jika Presiden Rusia, Vladimir Putin tidak setuju untuk menghentikan perang Ukraina setelah KTT hari Jumat.

Dalam pertemuan virtual hari Rabu dengan para pemimpin Eropa, Trump “sangat jelas” bahwa AS ingin mencapai gencatan senjata pada KTT AS-Rusia mendatang di Alaska, kata Presiden Prancis, Emmanuel Macron.

Dalam pertemuan yang sama, Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy mengatakan mengatakan kepada kelompok tersebut bahwa Putin “menggertak” menjelang pertemuan yang direncanakan dengan Trump.

Putin, kata Zelenskyy, “sedang mencoba memberikan tekanan … pada semua sektor di front Ukraina” dalam upaya untuk menunjukkan bahwa Rusia “mampu menduduki seluruh Ukraina.”

Putin juga menggertak tentang sanksi, “seolah-olah sanksi itu tidak penting baginya dan tidak efektif. Pada kenyataannya, sanksi sangat membantu dan sangat memukul ekonomi perang Rusia,” kata Zelenskyy.

Berbicara setelah konferensi video antara Trump, Zelenskyy, dan para pemimpin Eropa lainnya, Macron mengatakan Trump memprioritaskan gencatan senjata antara Ukraina dan Rusia. Dia menambahkan bahwa Trump telah menegaskan bahwa “masalah teritorial terkait Ukraina … hanya akan dinegosiasikan oleh presiden Ukraina.”

Setelah pertemuannya hari Jumat dengan pemimpin Rusia tersebut, Trump juga akan “mengupayakan pertemuan trilateral di masa mendatang” – yang melibatkan Trump, Putin, dan Zelenskyy, kata Macron.

“Saya pikir itu poin yang sangat penting dalam hal ini. Dan kami berharap pertemuan ini dapat diadakan di Eropa, di negara netral yang dapat diterima oleh semua pihak,” kata Macron.

Kanselir Jerman, Friedrich Merz telah mengadakan pertemuan virtual tersebut dalam upaya untuk memastikan para pemimpin Eropa dan Ukraina didengarkan menjelang KTT, di mana Trump dan Putin diperkirakan akan membahas jalan menuju berakhirnya perang Moskow di Ukraina.

Berbicara bersama Zelenskyy, yang berangkat ke Berlin pada hari Rabu untuk menghadiri pertemuan tersebut, Merz menggambarkan pertemuan dengan Trump sebagai “konstruktif” dan mengatakan bahwa “keputusan penting” dapat dibuat di Anchorage, tetapi menekankan bahwa “kepentingan keamanan fundamental Eropa dan Ukraina harus dilindungi” di KTT tersebut.

Zelenskyy dan pihak Eropa telah dikesampingkan dari KTT tersebut. Juru bicara Pemerintah Jerman, Steffen Meyer, mengatakan bahwa tujuan pertemuan hari Rabu adalah untuk “memperjelas posisi pihak Eropa.”

Seruan seruan di antara para pemimpin negara yang terlibat dalam “koalisi yang bersedia” – mereka yang siap membantu mengawasi perjanjian damai apa pun di masa depan antara Moskow dan Kyiv – diperkirakan akan berlangsung Rabu malam.

Sebelum tiba di Berlin, Zelenskyy mengatakan bahwa pemerintahnya telah melakukan lebih dari 30 percakapan dengan para mitra menjelang KTT di Alaska, tetapi menegaskan kembali keraguannya bahwa Putin akan bernegosiasi dengan itikad baik.

Menulis di kanal Telegram resminya, Zelenskyy mengatakan “saat ini tidak ada tanda-tanda bahwa Rusia sedang bersiap untuk mengakhiri perang,” dan mendesak mitra Ukraina di Amerika Serikat dan Eropa untuk mengoordinasikan upaya dan “memaksa Rusia untuk berdamai.”

“Tekanan harus diberikan kepada Rusia demi perdamaian yang jujur. Kita harus mengambil pengalaman Ukraina dan mitra kita untuk mencegah penipuan oleh Rusia,” kata Zelenskyy.

Trump mengatakan dia ingin melihat apakah Putin serius untuk mengakhiri perang, yang kini memasuki tahun keempat, dan menggambarkan pertemuan puncak hari Jumat sebagai “pertemuan uji coba” di mana dia dapat menilai niat pemimpin Rusia tersebut.

Namun Trump telah mengecewakan sekutu-sekutunya di Eropa dengan mengatakan Ukraina harus menyerahkan sebagian wilayah yang dikuasai Rusia. Dia juga mengatakan Rusia harus menerima pertukaran wilayah, meskipun tidak jelas wilayah mana yang mungkin akan diserahkan Putin.

Sekutu-sekutu Eropa telah mendorong keterlibatan Ukraina dalam perundingan damai apa pun, karena khawatir bahwa diskusi yang mengecualikan Kyiv dapat menguntungkan Moskow.

Pada hari Senin, Trump berulang kali menghindari kesempatan untuk mengatakan bahwa dia akan mendorong Zelenskyy untuk berpartisipasi dalam diskusinya dengan Putin, dan meremehkan Zelenskyy serta kebutuhannya untuk menjadi bagian dari upaya mencapai perdamaian. Trump mengatakan bahwa setelah pertemuan puncak hari Jumat, pertemuan antara para pemimpin Rusia dan Ukraina dapat diatur, atau bisa juga berupa pertemuan dengan “Putin, Zelensky, dan saya.”

Eropa dan Ukraina khawatir bahwa Putin, yang telah mengobarkan perang darat terbesar di Eropa sejak 1945 dan menggunakan kekuatan energi Rusia untuk mengintimidasi Uni Eropa, mungkin akan mendapatkan konsesi yang menguntungkan dan menetapkan garis besar kesepakatan damai tanpa konsesi tersebut.

Ketakutan yang melanda banyak negara Eropa adalah bahwa Putin akan mengincar salah satu dari mereka selanjutnya jika dia menang di Ukraina.

Zelenskyy mengatakan pada hari Selasa bahwa Putin ingin Ukraina menarik diri dari sisa 30% wilayah Donetsk yang masih dikuasainya sebagai bagian dari kesepakatan gencatan senjata, sebuah proposal yang ditolak mentah-mentah oleh pemimpin tersebut.

Zelenskyy menegaskan kembali bahwa Ukraina tidak akan menyerahkan wilayah mana pun yang dikuasainya, dengan mengatakan bahwa hal itu akan melanggar konstitusi dan hanya akan menjadi batu loncatan untuk invasi Rusia di masa mendatang.

Dia mengatakan diskusi diplomatik yang dipimpin AS, yang berfokus pada penghentian perang, belum membahas tuntutan utama Ukraina, termasuk jaminan keamanan untuk mencegah agresi Rusia di masa mendatang dan melibatkan Eropa dalam negosiasi.

Tiga minggu setelah Trump kembali menjabat, pemerintahannya mencabut pengaruh keanggotaan Ukraina di NATO—sesuatu yang dituntut Putin—dan mengisyaratkan bahwa Uni Eropa dan Ukraina harus menangani keamanan di Eropa sekarang, sementara Amerika Serikat memfokuskan perhatiannya di tempat lain.

Para pejabat senior Uni Eropa yakin bahwa Trump mungkin puas hanya dengan mengamankan gencatan senjata di Ukraina, dan mungkin lebih tertarik pada kepentingan geostrategis dan politik kekuatan besar AS yang lebih luas, yang bertujuan untuk meningkatkan bisnis dengan Rusia dan merehabilitasi Putin.

Pasukan Rusia di darat di Ukraina telah mendekati perebutan wilayah penting di sekitar Kota Pokrovsk, di wilayah Donbas timur—yang merupakan jantung industri timur Ukraina yang telah lama didambakan Putin.

Analis militer yang menggunakan informasi sumber terbuka untuk memantau pertempuran mengatakan kemampuan Ukraina untuk menangkis serangan tersebut bisa jadi sangat penting: Kehilangan Pokrovsk akan memberi Rusia kemenangan penting menjelang pertemuan puncak dan dapat mempersulit jalur pasokan Ukraina ke wilayah Donetsk, tempat Kremlin memfokuskan sebagian besar upaya militer.(yn)

Bagaimana Cara Keluar dari Rasa Minder?

EtIndonesia. Ketika ada orang yang mengatakan kepada saya bahwa mereka merasa minder, saya benar-benar bisa memahaminya. Sebab, saya sendiri dulu adalah orang yang sangat minder. Bisa dibilang, saya sudah pernah melalui masa itu.

Sejak kecil hingga dewasa, saya selalu membawa rasa minder yang kuat. Penyebabnya bukan hanya karena kondisi keluarga yang serba kekurangan, tetapi ada satu alasan yang jauh lebih besar: saya memiliki kekurangan fisik yang sangat jelas—saya gagap.

Bagi orang yang tidak pernah mengalami gagap, mereka mungkin tidak akan benar-benar mengerti betapa menyiksanya hidup dengan kondisi itu. Saya dulu tidak berani berbicara dengan orang lain, tidak berani menyapa, tidak berani menjawab pertanyaan, bahkan tidak berani membaca teks dengan suara lantang di kelas.

Masalah gagap ini menghantui saya sejak mulai sekolah, dari SD sampai kuliah. Saat SMA, saya pindah ke sekolah di kota kabupaten. Semua teman sekelas adalah orang baru, dan itu membuat saya semakin takut bicara. Padahal, saya sebenarnya berkepribadian cukup supel. Tapi saya memaksa diri untuk bicara sesedikit mungkin. Hasilnya, setiap hari batin saya selalu berperang dengan diri sendiri. Barulah setelah saya mulai akrab dengan teman-teman itu, rasa tegang saya mulai berkurang.

Namun saat masuk kuliah, tantangan baru muncul. Kali ini, saya harus berbicara dalam bahasa Mandarin baku (Putonghua). Kecemasan saya makin menjadi-jadi. Saya bahkan sempat mencari iklan alat terapi gagap, bertanya bagaimana cara membelinya. Tapi karena harganya mahal dan saya tidak punya uang, akhirnya saya urungkan.

Kalau mengingat masa itu, rasanya pahit sekali. Saya masih ingat, malam-malam saya sering berdoa diam-diam di dalam selimut:  “Tuhan, biarlah saya pendek, biarlah saya jelek, asal saya bisa berbicara lancar seperti orang lain, saya rela.”

Sampai suatu saat, entah sejak kapan, saya mulai berpikir dari sudut pandang lain: apakah orang lain juga punya kekurangan yang jelas? Apakah mereka juga pernah minder?

Jawabannya: iya. Saya menemukan banyak hal menarik.

Hampir semua orang punya hal yang membuat mereka gelisah:

·        Ada yang minder karena rambutnya tipis.

·        Ada yang merasa wajahnya tidak menarik.

·        Ada yang mengeluh tubuhnya terlalu pendek.

·        Ada yang khawatir berat badannya berlebih.

·        Ada juga yang kecewa karena merasa dirinya kurang disiplin.

Mayoritas orang punya kekurangan yang mereka benci, sama seperti saya membenci gagap saya. Dan hampir semua orang sibuk mengagumi kelebihan orang lain.

Saya teringat satu kalimat yang pernah saya dengar: “Apa yang kita kagumi dari orang lain adalah hal yang kita tidak miliki, sedangkan apa yang kita anggap biasa adalah hal yang sudah kita punya.”

Pelan-pelan, saya belajar menerima diri sendiri. Menerima bahwa saya gagap. Menerima bahwa saya tidak sempurna.

Saat kuliah, saya terpilih menjadi ketua kelas. Dalam rapat kelas pertama, saya berdiri dan berkata dengan jujur: “Saya punya kekurangan, yaitu saya gagap. Jadi, tolong maklumi saya, dan kalau bisa, bantu saya.”

Begitu saya mengucapkan kalimat itu, rasanya seperti beban besar lepas dari bahu saya. Sejak saat itu, segalanya mulai berubah. Banyak teman yang datang memberi saran bagaimana mengatasi gagap. Bahkan ada yang bilang, sebelumnya mereka sama sekali tidak sadar kalau saya punya masalah itu.

Saya akhirnya mengerti: orang yang minder selalu takut kekurangannya diketahui orang lain. Tapi begitu kita berani mengakuinya di depan umum, kita sudah selangkah keluar dari rasa minder itu.

Setelah lulus, saya bekerja di Taobao. Saya sering memberikan pelatihan kepada para manajer.

Setiap kali saya bercerita tentang pekerjaan saya, ibu saya selalu bertanya:  “Kamu tidak gagap waktu mengajar?”

 Saya jawab:  “Kadang masih gagap, tapi tidak masalah. Semua orang sudah terbiasa.”

Orang yang minder sering kali membesar-besarkan kekurangannya sendiri, seolah semua orang akan langsung melihatnya. Padahal kenyataannya, semua orang sibuk dengan urusan masing-masing dan punya kecemasan sendiri. Mereka tidak punya waktu untuk memperhatikan kekurangan kita.

Ya, orang yang minder biasanya sangat sensitif. Mereka takut sekali jika ada orang yang menyinggung kekurangan mereka. Begitu mendengar komentar yang mirip, mereka langsung merasa disindir.

Orang yang minder juga sering berusaha keras menutupi rasa mindernya. Misalnya, orang yang berasal dari keluarga miskin kadang justru berpura-pura dermawan, bahkan malu untuk mengajukan beasiswa bagi keluarga kurang mampu.

Saya belajar bahwa saat kita berani mengakui kekurangan kita di depan orang lain, itulah langkah pertama menuju kebebasan dari rasa minder.(jhn/yn)

Tenggat Berdarah Dingin: E3 Siap Kunci Iran dengan Sanksi PBB

EtIndonesia. Tiga negara besar Eropa—Prancis, Jerman, dan Inggris—yang tergabung dalam kelompok E3 secara resmi mengirimkan surat peringatan kepada Pemerintah Iran. Surat tersebut berisi ancaman untuk memicu mekanisme “snapback” dalam kesepakatan nuklir Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA) 2015 jika Teheran tidak kembali ke meja perundingan sebelum akhir Agustus tahun ini.

Latar Belakang Ketegangan

Peringatan E3 datang di tengah memanasnya situasi di Timur Tengah setelah Israel melakukan operasi militer selama 12 hari berturut-turut yang menargetkan fasilitas-fasilitas kunci program nuklir Iran. Aksi tersebut diikuti serangan udara Amerika Serikat yang menghancurkan tiga kompleks nuklir strategis di wilayah Iran.

Langkah militer ini dipandang sebagai upaya gabungan untuk memperlambat—bahkan menghentikan—kemajuan Iran menuju kemampuan memproduksi senjata nuklir. Israel beralasan bahwa program nuklir Iran, meskipun disebut “untuk tujuan damai” oleh Teheran, berpotensi menjadi ancaman eksistensial bagi keamanan kawasan.

Temuan IAEA: Uranium Hampir ke Tingkat Senjata

Laporan terbaru Badan Energi Atom Internasional (IAEA) menambah kekhawatiran dunia. Data menunjukkan Iran kini memiliki sekitar 605 pon (±274 kg) uranium yang diperkaya hingga 60%, hanya selangkah lagi dari tingkat pengayaan 90% yang dibutuhkan untuk senjata nuklir.

Para pakar menilai, dengan jumlah dan tingkat pengayaan tersebut, Iran secara teknis sudah memiliki kemampuan untuk memproduksi bahan bakar nuklir berskala militer dalam waktu singkat jika memutuskan untuk melangkah lebih jauh.

Ancaman “Snapback” dan Konsekuensinya

Mekanisme snapback dalam JCPOA memungkinkan sanksi-sanksi internasional Perserikatan Bangsa-Bangsa yang sebelumnya dicabut untuk secara otomatis diberlakukan kembali jika salah satu pihak menilai Iran melanggar perjanjian.

 Bila E3 benar-benar mengaktifkan mekanisme ini, Iran akan kembali menghadapi:

  • Embargo senjata internasional
  • Larangan transaksi perbankan global
  • Pembatasan perdagangan minyak dan gas
  • Pembekuan aset di luar negeri

Reaksi dan Prospek Perundingan

Hingga kini, pihak Iran belum memberikan jawaban resmi atas ultimatum tersebut. Namun, beberapa pejabat senior di Teheran menuduh langkah E3 sebagai “provokasi politik” yang tidak akan mengubah kebijakan strategis Iran.

Para analis menilai, jika Iran memilih mengabaikan tenggat ini, krisis nuklir di kawasan bisa memasuki fase yang jauh lebih berbahaya. Di sisi lain, jika Teheran kembali ke meja perundingan, peluang untuk meredakan ketegangan masih terbuka, meskipun tantangan kepercayaan antar pihak tetap besar.

Kesimpulannya, dunia kini menunggu langkah Iran di minggu-minggu krusial menjelang akhir Agustus—apakah akan memilih jalur diplomasi, atau justru melangkah menuju konfrontasi yang lebih keras dengan Barat.

Tiongkok Gunakan Model Ekspor Parasit Demi Kuasai Pasar Baterai Global 

Sejauh ini, produsen baterai terbesar di dunia, Beijing memanfaatkan norma perdagangan internasional untuk menguasai industri yang semakin penting

oleh Leo Timm

Selama lebih dari satu dekade, Tiongkok telah berupaya menguasai industri baterai dunia, memandang sektor ini sebagai kunci untuk memajukan tujuan strategisnya di saat permintaan global akan pembangkitan dan penyimpanan listrik meningkat.

Para pakar mengkritik aktivitas agresif non-pasar rezim Tiongkok—termasuk subsidi negara, pemaksaan transfer teknologi dari perusahaan asing yang beroperasi di Tiongkok, serta praktik penetapan harga predator—sebagai masalah besar bagi dunia.

Baterai dengan efisiensi dan daya tahan lebih tinggi menjadi semakin penting dalam barang konsumsi sehari-hari dan kendaraan listrik. Baterai juga berperan lebih besar dalam menyimpan listrik yang dihasilkan dari tenaga surya dan angin, serta untuk peralatan industri dan militer seperti drone.

Tiongkok adalah produsen baterai terbesar di dunia, melampaui gabungan seluruh negara lainnya. Menurut data yang diterbitkan Badan Energi Internasional (IEA) pada Maret, produksi Tiongkok mencakup tiga perempat dari total global pada 2024, dengan IEA menyebut penelitian intensif dan persaingan internal sebagai faktor penekan harga.

Dalam laporan 21 Juli berjudul “Unplugging Beijing: A Playbook to Reclaim America’s Advanced Battery Supply Chain” yang diterbitkan oleh Foundation for Defense of Democracies (FDD), para penulis mengecam strategi pengembangan baterai rezim Tiongkok yang “secara fundamental bersifat parasit”, di mana Beijing memanfaatkan norma perdagangan internasional untuk menopang tindakannya sendiri dengan tujuan melemahkan aturan tersebut.


Sumber Daya yang Menyaingi Minyak

Otoritas Partai Komunis Tiongkok (PKT) telah mengidentifikasi pengembangan baterai sebagai sektor penting sejak awal abad ke-21, dengan harapan dapat menyusul Jepang dan negara lain yang memiliki teknologi elektronik maju. Rencana “Made in China 2025” yang diluncurkan pada 2015 menempatkan industri kendaraan listrik (EV) dan baterai sebagai area kunci untuk investasi besar-besaran Beijing.

Peneliti Taiwan yang berbicara dengan The Epoch Times mengatakan bahwa pendekatan PKT terhadap industri ini dibangun atas perkiraan bahwa teknologi baterai akan menyaingi minyak sebagai sumber daya strategis penting.

Sambil aktif memasarkan baterainya untuk ekspor, PKT hanya memberikan subsidi kepada produsen EV Tiongkok jika baterai yang mereka gunakan diproduksi di dalam negeri, meletakkan dasar bagi dominasi masa depan di sektor ini.

Tai Chih-yen, peneliti di Chung-hua Institution for Economic Research (CIER) Taiwan, mengatakan bahwa faktor utama di balik kenaikan cepat Tiongkok dalam industri baterai adalah caranya mengabaikan norma internasional yang mengatur perdagangan, inspeksi, dan hak kekayaan intelektual, guna menarik teknologi dan pelanggan dari luar negeri.

Rezim Tiongkok juga lebih dulu memasarkan baterai secara terpisah, bukan hanya sebagai bagian dari produk jadi, kata Tai. Ia memberi contoh perusahaan Jepang seperti Panasonic dan Sony, yang unggul dalam teknologi baterai tetapi cenderung menggunakannya untuk produk elektronik bermerek mereka sendiri seperti radio atau komputer.

Pada 2023, perusahaan Tiongkok memegang 63,5 persen pangsa pasar global baterai EV, menurut SNE Research. Angka itu diikuti perusahaan Korea Selatan seperti LG dan Samsung sebesar 23,1 persen, sementara Panasonic dari Jepang menguasai 6,4 persen. Perusahaan lain menyumbang 7 persen produksi baterai EV dunia.


‘Memparasit’ Rantai Pasok Baterai Dunia

FDD mencatat dalam laporan 25 Juli bahwa baterai kini semakin berperan dalam peperangan, karena militer makin mengandalkan drone, peralatan elektronik genggam, kapal tak berawak, dan senjata energi terarah seperti laser.

“Dominasi pasar Tiongkok sebagian besar dihasilkan dari praktik gelap atau ilegal—penyuapan, jebakan utang, kerja paksa, kontrak timpang, pencurian kekayaan intelektual, dan manipulasi perdagangan,” tulis laporan FDD. Para penulis merekomendasikan undang-undang yang lebih ketat tentang pelaporan keuangan dan transparansi untuk mengungkap praktik ilegal Beijing.

“Negara lain mempertahankan pasar terbuka, tetapi begitu Anda masuk ke Tiongkok, Anda akan menghadapi bukan hanya tarif, tetapi juga banyak hambatan non-tarif,” kata Tai. “Mereka tidak memandang ini dari perspektif pasar; sebaliknya, mereka memparasit negara lain.”

Su Tzu-yun, Direktur Divisi Strategi Pertahanan dan Sumber Daya di Institute for National Defense and Security Research (INDSR) Taiwan, mengatakan bahwa selain memprioritaskan EV dan teknologi baterai canggih, PKT juga fokus merebut kendali atas seluruh rantai pasok, termasuk unsur tanah jarang dan mineral lain yang dibutuhkan untuk produksinya.

Tiongkok memiliki cadangan besar sumber daya ini. Mereka menguasai 65 persen produksi lithium dunia, 70 persen bahan pembuat katoda, dan 85 persen bahan pembuat anoda, termasuk lithium, nikel, kobalt, dan grafit, menurut FDD.

Lebih dari 95 persen grafit kelas baterai dunia diproduksi di Tiongkok, menurut laporan Universitas Stanford. Karena PKT mengizinkan fasilitas pengolahan untuk mengabaikan pengendalian lingkungan, grafit Tiongkok menyebabkan polusi tinggi tetapi berbiaya jauh lebih rendah dibandingkan produksi asing.

Tiongkok juga memperkuat keunggulan sumber daya alamnya dengan memperoleh akses luas terhadap mineral mentah di Amerika Selatan dan Afrika, kata Su, yang menggambarkan strategi PKT untuk menguasai semua mata rantai pasokan baterai sebagai strategi “memelihara, mengendalikan, dan memusnahkan.”


Subsidi Besar dan Distorsi Pasar

Menurut Center for Strategic and International Studies (CSIS), antara 2009 dan 2023, industri EV Tiongkok menerima sekitar 230,9 miliar dolar AS dalam bentuk subsidi negara.

Sebagai perbandingan, subsidi pemerintah AS kepada pengembang EV domestik jauh lebih kecil. Pada 2009, pemerintahan Obama meloloskan American Recovery and Reinvestment Act (ARRA), yang mencakup 2,4 miliar dolar AS untuk industri EV yang saat itu baru berkembang. Dari 2011 hingga 2017, Washington memberikan hampir 5 miliar dolar AS dalam bentuk kredit pajak EV federal, menurut laporan Manhattan Institute for Policy Research.

Walaupun subsidi pemerintah tidak selalu merusak kegiatan pasar, besarnya investasi negara Tiongkok pada pengembangan EV memungkinkan perusahaannya mengabaikan kekhawatiran tentang profitabilitas, keandalan, atau keamanan, serta menyingkirkan pesaing asing.

Ekonom dan komentator Taiwan Huang Shih-tsung mengatakan bahwa sementara perusahaan Barat tunduk pada logika pasar dan modal, perusahaan Tiongkok yang disokong PKT dapat “terus berekspansi, bahkan jika mereka merugi.” Tujuannya adalah merebut pangsa pasar, dengan dukungan pemerintah, bank, dan kebijakan.

Tai dari CIER menggambarkan bagaimana perusahaan yang didukung PKT mampu menembus hambatan masuk industri baterai yang tinggi dengan meniru desain asing, lalu menurunkan kualitas produk Tiongkok hingga batas minimum.

“Perusahaan Jepang ketat dan memadukan material dengan tepat; jarang Anda mendengar baterai Jepang terbakar atau meledak,” ujarnya. “Tapi baterai Tiongkok sering bocor, berkinerja tidak konsisten, dan kadang terbakar atau meledak.”


Memutus Kendali Beijing

Tai percaya bahwa pertumbuhan pesat perusahaan baterai Tiongkok akan bersifat sementara, seperti “kembang api yang indah tapi berumur pendek.” Perusahaan Tiongkok gagal melakukan inovasi sejati yang diperlukan untuk membangun pengakuan merek jangka panjang atau membuat kemajuan mandiri di bidang ini, katanya. Sebaliknya, model bisnis mereka bergantung pada penyalinan teknologi asing demi memenuhi syarat untuk subsidi besar dari Beijing.

Laporan Unplugging Beijing dari FDD menggambarkan paradoks strategi EV dan baterai Tiongkok: meskipun Tiongkok mengeksploitasi pasar asing, ekonomi berorientasi ekspor mereka pada akhirnya juga bergantung pada pasar tersebut. Hal ini memberi AS dan ekonomi pasar lainnya kemampuan untuk menekan Beijing agar memilih antara mengikuti norma internasional atau kehilangan akses perdagangan global.

“Dalam hal ini, parasit tidak mampu membunuh inangnya,” tulis laporan itu. “Kita dapat menghadapkan Tiongkok pada pilihan yang tidak menyenangkan: menerima aturan dasar tertentu atau kehilangan akses ke pasar kita.”

Huang mengatakan bahwa laju cepat kemajuan industri Tiongkok memaksa pemerintah di seluruh dunia menghadapi ancaman dari kebijakan PKT. Khususnya, baik Amerika Serikat maupun Uni Eropa tidak dapat membiarkan Beijing menghancurkan industri baterai atau EV mereka, dan telah mulai memberlakukan tarif terhadap produk Tiongkok.

“Dengan kebijakan seperti pemisahan perdagangan dari Tiongkok yang dilakukan Presiden Donald Trump, kerusakan akibat investasi berlebihan PKT akan perlahan terlihat,” kata Huang.

Laporan FDD merekomendasikan pendekatan yang lebih proaktif oleh AS untuk menandingi keunggulan Tiongkok saat ini di industri baterai, seperti mendorong investasi swasta, mempermudah perizinan federal, membentuk cadangan nasional sumber daya penting, membangun zona ekonomi, dan meningkatkan kapasitas pemurnian domestik.

Su dari INDSR mengatakan bahwa AS dan Eropa memiliki berbagai pilihan untuk menghadapi keunggulan Beijing di industri baterai, seperti memanfaatkan keunggulan mereka dalam kemajuan teknologi baterai dan bekerja sama dengan mitra di seluruh dunia, termasuk di Asia Selatan dan Timur, untuk membendung Tiongkok. Secara khusus, katanya, AS harus bekerja sama erat dengan perusahaan Jepang dan Korea Selatan—pesaing utama kekuatan industri Tiongkok—untuk mengurangi ketergantungan pada produksi Tiongkok.

Laporan ini juga berkontribusi oleh Song Tang dan Yi Ru

Sumber : Theepochtimes.com

Pujian: Pelumas dalam Hubungan Antar Manusia

EtIndonesia. Apakah memuji orang lain bisa memberikan kekuatan? Tentu saja! Saat kamu memuji seseorang, kamu akan menyadari bahwa kamu memiliki potensi tak terbatas untuk menyentuh hati orang di sekitarmu. Cobalah mengubah hidupmu dan hidup orang lain melalui pujian. Angkat jempolmu, dan ucapkan kata-kata yang tepat sasaran menyentuh hati.

Pujian adalah bahasa yang paling mampu menggerakkan hati dalam interaksi sosial. Memberi pujian atau sanjungan adalah “pelumas” yang paling efektif untuk membina hubungan baik. Ini adalah hal yang menguntungkan orang lain tanpa merugikan diri sendiri, bahkan membawa manfaat balik untuk kita. Mengapa tidak melakukannya? Pujian adalah kekuatan pendorong yang luar biasa dan sering kali di luar dugaan.

·        Jika kamu seorang politisi — pujian dapat mengurangi permusuhan dan meraih dukungan.

·        Jika kamu seorang pebisnis — pujian dapat menambah pelanggan dan meraih keuntungan.

·        Jika kamu seorang pemimpin — pujian dapat memotivasi bawahan dan meraih rasa hormat.

·        Jika kamu seorang karyawan — pujian dapat memperbaiki lingkungan kerja dan meraih kepercayaan.

·        Jika kamu sudah berkeluarga — pujian dapat meningkatkan daya tarik dan meraih kebahagiaan.

·        Jika kamu memiliki anak — pujian dapat memberi dorongan dan membangun masa depan mereka.

Sayangnya, banyak orang di Tiongkok tidak terbiasa memuji. Mereka menyimpan pujian di dalam hati dan lebih sering memilih mengkritik dengan alasan “membantu orang lain berkembang”. Padahal, cara pikir ini keliru. Pujian sering kali membawa kemajuan lebih besar dibanding kritik. Dalam dunia bisnis, “pujian” bahkan bisa menjadi bentuk motivasi tanpa biaya.

Sebagai pemimpin, pertama-tama kita harus memahami psikologi bawahan, lalu belajar bagaimana memberi pujian dengan tepat. Ini memang tidak mudah, tapi hasilnya sangat besar. Hukuman hanya menjaga keadaan tetap sama, sedangkan penghargaan mampu memicu inovasi.

Contohnya, seorang mahasiswi di sebuah perusahaan pernah menulis cerita “Malas di Rumah, Rajin di Luar”. Dia mengaku di rumahnya sendiri sering dimarahi ibunya karena setiap pekerjaannya dianggap salah atau kotor. Namun, ketika dia berada di rumah bibi atau tantenya, dia selalu dipuji—meski pekerjaannya sebenarnya belum rapi. Pujian itu membuatnya bersemangat untuk berbuat lebih baik. Hal ini membuktikan bahwa karyawan yang baik sering kali “lahir” dari pujian dan penghargaan, bukan dari kritik.

Budaya Konfusianisme memiliki kelemahan: terlalu gemar mengkritik dan merendah. Kita sering mengulang pepatah “kegagalan adalah ibu dari kesuksesan”. Padahal, dalam dunia modern, “kesuksesan adalah ibu dari kesuksesan” lebih tepat, karena keberhasilanlah yang membangun rasa percaya diri untuk melangkah ke keberhasilan berikutnya.

Menurut pakar manajemen terkenal, Hu Yifu, ada tiga prinsip utama dalam memuji bawahan:

1. Tulus dari hati — pujian yang dibuat-buat atau tidak realistis justru akan berdampak buruk.

2. Fokus pada kelebihan, hindari kelemahan — puji hal-hal positif yang memang dimiliki, jangan sampai pujian justru bernada sindiran.

3. Beri pujian tepat waktu — berikan apresiasi segera setelah seseorang berprestasi, jangan menunda sampai momen itu kehilangan maknanya.

Seperti pepatah lama: “Satu kata baik bisa menghangatkan hati sepanjang musim dingin.” Pujian adalah seni besar yang memiliki kekuatan luar biasa.

Di banyak negara Barat, atasan sering memotivasi bawahannya dengan cara sederhana—menepuk bahu dan mengucapkan : “Good job”, “Well done”, atau “Excellent”. Gaya komunikasi seperti ini mempererat hubungan dan membangun rasa saling percaya.

 Pengusaha terkenal Mary Kay pernah berkata: “Ada dua hal yang lebih dibutuhkan manusia dibanding uang dan seks — pengakuan dan pujian.”

Bahkan di Korps Marinir Amerika Serikat, setiap prajurit mengenakan dua pelat kecil: bagian depan bertuliskan “Pujilah aku!”, bagian belakang bertuliskan “Akuilah aku!”. Mereka terus diingatkan: “Kalian adalah yang terbaik! Kalian adalah elite!”—pesan yang membangun kebanggaan dan loyalitas.

Sayangnya, banyak pengusaha di dalam negeri mengabaikan hal ini. Padahal, satu kalimat pujian atau pengakuan dari pimpinan bisa membuat bawahan bersemangat dalam waktu lama, bahkan rela berkorban demi perusahaan. Apalagi di masa ekonomi sulit, kekuatan pujian menjadi jauh lebih berharga.

Contoh lain datang dari Dale Carnegie. Waktu kecil, Carnegie dikenal sebagai “anak nakal” di desanya. Saat ayahnya menikah lagi, dia memperkenalkan Carnegie kepada ibu tiri dengan nada negatif, mengatakan bahwa anak ini adalah “yang terburuk di seluruh daerah”. 

Namun, sang ibu tiri memandangnya dengan lembut dan berkata: “Kamu salah. Dia bukan anak terburuk, dia anak paling cerdas dan penuh kreativitas—hanya saja belum menemukan tempat untuk menyalurkannya.”

Kalimat itu mengubah hidup Carnegie, membuatnya termotivasi seumur hidup, hingga menciptakan 28 prinsip emas yang membantu jutaan orang meraih sukses.

Kisah lain datang dari Korea Selatan, di mana seorang petugas kebersihan di sebuah perusahaan besar mempertaruhkan nyawanya melawan pencuri yang hendak membobol brankas kantor. Alasannya sederhana: sang direktur sering memujinya: “Kamu selalu membersihkan lantai dengan sangat baik.” Pujian sederhana ini membuatnya merasa dihargai dan berkomitmen membalas kebaikan perusahaan.

Menurut Hu Yifu, manfaat pujian dalam manajemen mencakup:

1. Membangun rasa percaya diri dan semangat kerja karyawan.

2. Menjamin kualitas kerja dan kelancaran tugas.

3. Menunjukkan kualitas pribadi seorang pemimpin.

4. Meningkatkan wibawa pimpinan.

5. Menciptakan budaya perusahaan yang positif.

Pujian adalah cara paling elegan dalam berinteraksi. Ia membuat pemberinya terlihat lebih bersinar dan penerimanya merasa bahagia. Membiasakan diri untuk memuji akan membuat hidup lebih berwarna, dan menerima pujian akan membuat dunia terasa lebih indah. Saat memuji orang lain, kita juga sedang membangun fondasi kesuksesan hubungan di masa depan.(jhn/yn)

AS Tanggapi Tabrakan Dua Kapal Tiongkok, Kerahkan 2 Kapal Perang ke Laut Cina Selatan

EtIndonesia. Amerika Serikat mengerahkan dua kapal perang pada hari Rabu (12/8) di perairan dangkal Laut Cina Selatan yang disengketakan. Dua kapal angkatan laut dan penjaga pantai Tiongkok bertabrakan dua hari lalu saat mencoba mengusir kapal Philipina yang lebih kecil dalam kecelakaan di laut lepas yang terekam dalam video, yang membuat beberapa negara Barat dan Asia khawatir.

Baik Tiongkok maupun Philipina mengklaim perairan dangkal Scarborough Shoal dan pulau-pulau kecil lainnya di Laut Cina Selatan. Vietnam, Malaysia, Brunei, dan Taiwan juga mengajukan klaim yang tumpang tindih di perairan yang disengketakan tersebut.

USS Higgins, sebuah kapal perusak berpeluru kendali, dan USS Cincinnati, sebuah kapal tempur pesisir, dibayangi oleh sebuah kapal angkatan laut Tiongkok saat berlayar sekitar 55 kilometer dari perairan dangkal Scarborough Shoal. Tidak ada laporan insiden yang tidak diinginkan, kata Komodor Penjaga Pantai Philipina, Jay Tarriela, mengutip informasi dari pejabat AS dan sebuah penerbangan pengintaian Philipina.

Angkatan Laut AS telah menggelar apa yang disebutnya kebebasan navigasi dan penerbangan di Laut Cina Selatan selama bertahun-tahun untuk menentang pembatasan dan tuntutan Tiongkok atas pemberitahuan masuk di hampir seluruh wilayah perairan sengketa yang diklaimnya. Hal ini membuat Tiongkok marah, dan pasukannya telah berhadapan langsung dengan kapal perang dan pesawat AS yang sedang berpatroli di perairan dan wilayah udara internasional.

Pengerahan tersebut terjadi setelah Duta Besar AS untuk Philipina, MaryKay Carlson, pada hari Selasa mengecam “tindakan sembrono terbaru Tiongkok yang ditujukan terhadap kapal Philipina” di Scarborough. Atol yang kaya akan sumber daya perikanan di lepas pantai barat laut Philipina ini telah menjadi ajang konfrontasi yang semakin menegangkan antara penjaga pantai Tiongkok dan Philipina, kapal penangkap ikan, dan kapal-kapal lainnya dalam beberapa tahun terakhir.

Philipina adalah sekutu perjanjian tertua AS di Asia. Washington telah berulang kali memperingatkan bahwa mereka berkewajiban untuk membela Philipina jika pasukan Philipina diserang bersenjata, termasuk di Laut Cina Selatan.

Pada hari Senin, sebuah kapal perusak angkatan laut Tiongkok dan sebuah kapal penjaga pantai Tiongkok secara tidak sengaja bertabrakan saat mencoba menghalangi dan mengusir kapal penjaga pantai Philipina yang lebih kecil, BRP Suluan, sekitar 19 kilometer dari Scarborough. Rekaman video yang dipublikasikan oleh penjaga pantai Philipina menunjukkan kapal penjaga pantai Tiongkok tersebut menembakkan meriam airnya yang kuat dan beberapa personel Tiongkok berdiri di haluan sesaat sebelum bagian tersebut ditabrak oleh kapal angkatan laut Tiongkok yang sedang berputar cepat.

Tak lama setelah tabrakan, video tersebut menunjukkan haluan kapal penjaga pantai Tiongkok yang hancur parah tanpa personel Tiongkok, yang berdiri di dek sebelum tabrakan. Kapal angkatan laut Tiongkok tersebut mengalami penyok yang dalam dan semburan air yang tampak seperti linear di lambungnya.

Jepang, Australia, dan Selandia Baru menyatakan kekhawatiran pada hari Rabu atas manuver berbahaya yang menyebabkan tabrakan di perairan yang ramai tersebut, rute perdagangan global utama.

“Jepang menjunjung tinggi supremasi hukum dan menentang segala tindakan yang meningkatkan ketegangan. Keprihatinan kami tertuju pada tindakan berulang di Laut Cina Selatan,” ujar Duta Besar Jepang untuk Philipna, Endo Kazuya, dalam sebuah unggahan di X.

Kedutaan Besar Australia di Manila menyatakan keprihatinannya “atas perilaku berbahaya dan tidak profesional kapal-kapal Tiongkok di dekat Beting Scarborough yang melibatkan Penjaga Pantai Philipina,” dan dalam sebuah pernyataan menyatakan bahwa insiden tersebut “menyoroti perlunya de-eskalasi, pengendalian diri, dan penghormatan terhadap hukum internasional.”

“Ini merupakan pengalaman belajar bagi Republik Rakyat Tiongkok,” ujar Tarriela, komodor penjaga pantai Philipina, dalam konferensi pers di Manila. “Selama bertahun-tahun, kami telah mengingatkan mereka untuk menghentikan manuver berbahaya, menghentikan pemblokiran yang berisiko, dan mematuhi peraturan (anti-)tabrakan karena jika ada kemungkinan besar terjadi salah perhitungan, insiden tabrakan seperti ini akan terjadi.”

Tarriela berbicara beberapa jam setelah sebuah jet tempur Tiongkok terbang sedekat 152 meter untuk mencoba mengusir pesawat penjaga pantai Philipina dalam penerbangan pengintaian pada hari Rabu di atas Scarborough yang membawa sejumlah jurnalis undangan. Jet Tiongkok tersebut melakukan manuver berbahaya selama sekitar 20 menit, termasuk terbang sekitar 61 meter di atas pesawat kecil Philipina tersebut, kata Tarriela. (yn)

Rusia Batasi Panggilan WhatsApp dan Telegram, Sebut Perlu untuk Memerangi Kriminalitas

EtIndonesia. Rusia mengumumkan pembatasan panggilan pada aplikasi perpesanan WhatsApp dan Telegram pada hari Rabu (12/8), dengan alasan bahwa hal ini diperlukan untuk memerangi kriminalitas, lapor media pemerintah.

“Untuk memerangi kriminal, langkah-langkah sedang diambil untuk membatasi sebagian panggilan pada aplikasi perpesanan asing ini (WhatsApp dan Telegram),” kata pengawas komunikasi Roskomnadzor, seperti dikutip oleh kantor berita RIA dan TASS.

Aplikasi perpesanan tersebut telah menjadi “layanan suara utama yang digunakan untuk penipuan dan pemerasan, dan untuk melibatkan warga Rusia dalam kegiatan subversif dan teroris,” tambah pengawas tersebut.

Badan keamanan Rusia sering mengklaim bahwa Ukraina menggunakan Telegram untuk merekrut orang atau melakukan tindakan sabotase di Rusia.

Moskow ingin para perpesanan memberikan akses ke data atas permintaan penegak hukum, tidak hanya untuk penyelidikan penipuan tetapi juga untuk menyelidiki kegiatan yang digambarkan Rusia sebagai teroris.

“Akses ke panggilan pada aplikasi perpesanan asing akan dipulihkan setelah mereka mulai mematuhi undang-undang Rusia,” kata Kementerian Digital Rusia.

Dalam pernyataan yang dikirimkan kepada AFP, Telegram menyatakan bahwa pihaknya “secara aktif memerangi penyalahgunaan platformnya, termasuk seruan untuk sabotase atau kekerasan, serta penipuan” dan menghapus “jutaan konten berbahaya setiap hari”.

Sejak melancarkan serangan di Ukraina, Rusia telah secara drastis membatasi kebebasan pers dan kebebasan berbicara daring. (yn)

Militer Israel Perkuat Serangan Udara ke Gaza Hingga Hancurkan Terowongan Bawah Tanah, Hamas Bersiap Lanjutkan Perundingan

Pada Selasa (12/8/2025) waktu setempat, Israel meningkatkan serangannya ke Jalur Gaza, menghancurkan sejumlah terowongan bawah tanah milik Hamas. Sementara itu, delegasi perunding Hamas bersiap menuju Kairo, Mesir, untuk melanjutkan pembahasan terkait usulan gencatan senjata 60 hari di Gaza yang diajukan Amerika Serikat.

EtIndonesia. Militer Israel menyatakan bahwa dalam operasi militer di Gaza utara, pasukan mereka menghancurkan jaringan terowongan dan lubang vertikal (shafts) milik Hamas.

Dalam pernyataan resminya, militer Israel menyebut: “Dengan koordinasi Angkatan Udara Israel, sejumlah fasilitas teroris berhasil dihancurkan, termasuk struktur, pos pengamatan, dan lokasi peluncuran yang mengancam pasukan kami. Selain itu, puluhan teroris di wilayah tersebut berhasil dilumpuhkan.”

Belakangan ini, Israel semakin meningkatkan tekanan militer terhadap Hamas. Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengatakan bahwa Israel berencana memperluas operasi ke luar Kota Gaza, termasuk ke wilayah yang belum dikuasai pasukan Israel.

Pada Senin malam, Israel juga menyerang basis Hamas di Gaza timur. Menurut otoritas kesehatan setempat, serangan tersebut menewaskan sedikitnya 11 orang.

Sumber yang mengetahui perkembangan ini mengatakan bahwa pada Selasa, delegasi yang dipimpin pejabat senior Hamas, Khalil al-Hayya, berangkat menuju Kairo untuk melanjutkan perundingan mengenai proposal gencatan senjata 60 hari dari AS.

Namun, Israel dan Hamas masih berselisih dalam isu-isu kunci, termasuk tuntutan Israel agar Hamas melucuti senjata dan membebaskan seluruh sandera, sementara Hamas menuntut penarikan penuh pasukan Israel dari Gaza.

Selain itu, militer Israel pada Selasa mengumumkan telah menyerang sekelompok militan yang menyamar sebagai petugas bantuan kemanusiaan di Gaza.

Video yang dirilis militer memperlihatkan sekelompok pria berjaket kuning berdiri di dekat sebuah kendaraan yang disamarkan menyerupai mobil milik organisasi amal “World Central Kitchen”, dengan lima di antaranya membawa senjata.

Militer Israel menegaskan bahwa setelah memastikan kelompok tersebut tidak berhubungan dengan organisasi amal tersebut, mereka langsung melakukan serangan.

Pihak “World Central Kitchen” kemudian merilis pernyataan: “Kami sangat mengecam segala bentuk penyamaran sebagai petugas World Central Kitchen atau pekerja kemanusiaan lainnya, karena hal itu membahayakan warga sipil dan pekerja bantuan.”

Sementara itu, di wilayah Deir Al-Balah, Gaza tengah, banyak warga menerima bantuan kemanusiaan yang dijatuhkan melalui udara.

Namun, Amerika Serikat tidak ikut serta dalam operasi pengiriman bantuan udara tersebut. Pejabat pemerintahan Trump menilai, mengandalkan airdrop untuk memenuhi kebutuhan bantuan warga Gaza tidak realistis dan sangat tidak memadai.

Seorang pejabat Gedung Putih menegaskan bahwa pemerintah terbuka terhadap “solusi inovatif”, namun tetap berpegang pada prinsip bahwa setiap bentuk bantuan harus dipastikan tidak menguntungkan kelompok teroris Hamas.(Hui/asr)

oleh Zhao Fenghua – NTDTV

Orang yang Lebih Hebat dari Kita Masih Berjuang Keras — Lantas, Apa Alasan Kita untuk Tidak Berjuang?

EtIndonesia. Mungkin saat ini kamu sedang melamun. Mungkin kamu sedang asyik bermain game bersama teman-teman satu tim, berjuang sengit di dunia virtual. Kamu merasa hidup santai, mengira masa kuliah akan semudah yang guru SMA katakan—bahwa setelah masuk universitas, hidup akan lebih bebas, seperti keluar dari neraka menuju surga.

Namun, kamu lupa satu hal penting: justru masa kuliah adalah awal dari perjuangan yang sesungguhnya.

Kamu lupa berapa banyak air mata dan keringat yang telah kamu keluarkan demi bisa masuk ke universitas impian. Kamu lupa semangatmu dulu saat membayangkan kehidupan kampus. Kamu lupa rasa cemas saat menunggu pengumuman kelulusan.

Kamu ingin menjadi orang yang hebat, tetapi tidak mau berusaha sedikit pun. Pikirkanlah: orang yang lebih unggul darimu saja masih terus bekerja keras—apa alasanmu untuk bermalas-malasan?

Saat Kamu Bersantai, Orang Lain Sedang Berlari

Ketika kamu memilih untuk tidur lebih lama di pagi hari, orang lain sudah duduk di kelas, menghafal satu esai bahasa Inggris, menguasai 30 kosakata baru. 

Ketika kamu sibuk bermain ponsel atau game saat kuliah, orang lain fokus mendengarkan dan merenung.

Ketika malam tiba dan kamu tenggelam dalam pertempuran di dunia maya, orang lain duduk di perpustakaan, mengasah kemampuan mereka.

Awalnya kamu kagum melihat mereka, lalu merasa iri, dan akhirnya cuek. Kamu mulai terjebak dalam pola hidup malas: mengurung diri di kamar kos, menonton drama seri, membaca novel cinta, atau bermain game sepanjang hari.  Lama-kelamaan, kamu merasa gaya hidup seperti ini cukup nyaman.  Melihat orang lain belajar giat, kamu malah melontarkan komentar sinis.

Kepuasan Semu yang Menggerogoti Masa Depan

Kamu berada di universitas biasa dan merasa cukup puas: “Setidaknya aku lebih baik dari lulusan diploma. Setidaknya nanti aku punya ijazah S1.”

Kamu percaya dengan prinsip “nilai 60 sudah cukup, lebih dari itu buang-buang tenaga”.  Bagimu, yang penting tidak gagal mata kuliah—itu sudah cukup.

Tapi coba jawab pertanyaan ini:

·        Di usiamu yang baru 20 tahun, apa modalmu?

·        Nilaimu biasa-biasa saja, kenapa tidak berusaha belajar lebih giat?

·        Kondisi keluargamu pas-pasan, kenapa tidak berjuang lebih keras?

·        Kalau kamu malas, bagaimana bisa menyaingi anak-anak orang kaya atau pejabat yang punya modal besar?

·        Apakah kamu rela selalu tertinggal, rela mengandalkan uang hasil keringat orang tuamu untuk beli rumah nanti?

Banyak orang yang jauh lebih hebat darimu saja masih berusaha. Lalu, apa alasanmu untuk menyerah?

Berhenti Menyalahkan, Mulai Bergerak

Kamu mungkin mengeluh hidup tidak adil, nasib tidak berpihak, atau kerja kerasmu belum berbuah hasil. Padahal, kenyataannya kamu belum cukup berusaha.

Mulailah berubah dari sekarang—masih ada waktu. Kalau kamu kehilangan motivasi atau alasan untuk bertahan, ingatlah kedua orang tuamu yang kini berusia 40–50 tahun, masih berjuang setiap hari demi memberi kehidupan yang layak untukmu. Bekerjalah keras agar kelak bisa memberi mereka masa tua yang tenang dan bahagia.

Menatap ke Depan, Meski Jalannya Berat

Lihatlah mereka yang lebih unggul darimu—mereka tetap berjuang walau jalan di depan seperti gurun tak berujung.  Saat ingin menyerah, ingat bagaimana kamu sudah bertahan sejauh ini.

Wahai anak muda, camkan baik-baik: “Mereka yang sanggup menanggung pahit getir kehidupanlah yang akan menjadi orang teratas.” (jhn/yn)