Kisah Inspiratif Dunia Kerja: Jack Ma & Pesan Tajamnya — “Kalau di Usia 35 Kamu Masih Miskin, Itu Salahmu Sendiri!”

EtIndonesia. Ini adalah pidato motivasi pertama Jack Ma setelah Alibaba resmi melantai di bursa saham. Isinya menusuk, tapi sarat pelajaran.

Awal Perjalanan Alibaba

Saat akan mendirikan Alibaba, Jack Ma mengundang 24 temannya ke rumah untuk berdiskusi. Dia berbicara selama dua jam, tapi dia sendiri merasa penjelasannya belum terlalu jelas, begitu pula teman-temannya yang terlihat bingung. Setelah pembahasan, 23 orang menyarankan untuk membatalkan ide itu, hanya satu teman yang bekerja di bank berkata: “Kamu bisa coba saja, kalau gagal cepat-cepat mundur.”

Jack Ma berpikir semalam, dan keesokan paginya dia memutuskan tetap melanjutkan, meskipun semua orang menentang. Alasannya bukan karena dia sangat yakin pada internet, melainkan keyakinan bahwa mengalami proses itu sendiri adalah sebuah kesuksesan. Kalau gagal, masih bisa mundur; tapi kalau tidak mencoba, sama saja setiap malam hanya memikirkan ribuan ide, lalu paginya kembali menjalani rutinitas yang sama.

Empat Kesalahan Umum saat Menghadapi Hal Baru

Banyak orang gagal seumur hidupnya karena sikap terhadap hal-hal baru:

1. Tidak bisa melihat peluang.

2. Meremehkan peluang itu.

3. Tidak mengerti peluang tersebut.

4. Terlambat bertindak.

“Kamu Miskin Karena Tidak Punya Ambisi”

Ambisi adalah cita-cita besar yang harus diwujudkan. Dunia ini tidak mengenal kata “tidak bisa”, hanya ada “tidak berani mencoba”. Seberapa besar ambisimu, sebesar itu pula cakrawala masa depanmu.

Kisah berikut adalah buktinya. 

Seorang karyawan rendahan di sebuah perusahaan besar, setiap hari hanya bertugas menyajikan teh dan membersihkan ruangan. Suatu hari dia tidak membawa kartu identitas karyawan, sehingga dilarang masuk oleh satpam. Padahal dia baru saja membeli perlengkapan kantor untuk perusahaan. Dia mencoba menjelaskan, tapi satpam tetap tidak mengizinkan. Saat itu dia melihat para pekerja kantoran dengan pakaian rapi masuk tanpa diperiksa. Ketika dia bertanya kenapa mereka bisa langsung masuk, satpam menatapnya dengan sinis dan memberi isyarat agar dia pergi.

Perasaan malu dan terhina membuatnya bersumpah: “Aku akan jadi orang sukses dan terkenal, sehingga rasa hina ini terkubur selamanya.”

Sejak hari itu, dia memanfaatkan setiap kesempatan untuk belajar dan mengembangkan diri. Datang paling pagi, pulang paling akhir, dan memanfaatkan setiap detik untuk menambah pengetahuan. Dalam waktu singkat, dia menjadi salah satu perwakilan penjualan terbaik di perusahaannya. Dengan kerja keras luar biasa, dia akhirnya diangkat menjadi General Manager di perusahaan multinasional.

Wanita itu adalah Wu Shihong, yang dijuluki “Ratu Pekerja” di Tiongkok, meskipun pendidikannya hanya setara diploma. Dia kemudian menjadi General Manager Microsoft China. Semua itu berawal dari ambisi yang tak tergoyahkan.

Kenapa Kamu Tetap Miskin?

·        Karena tidak punya ambisi besar.

·        Karena tidak punya keberanian mengubah nasib.

·        Karena tidak mampu melawan rasa takut dalam diri.

·        Karena tidak memiliki tekad dan keberanian mengubah yang mustahil menjadi mungkin.

Dengan ambisi:

·        Kamu bisa mengalahkan rasa minder dan memaksimalkan potensi diri.

·        Kamu akan terus belajar, berkembang, dan menyempurnakan diri.

·        Kamu akan berani menciptakan keajaiban yang orang lain tidak sanggup.

Lihatlah Li Ka-shing, miliarder Asia, yang masa mudanya lebih miskin dari kebanyakan orang saat ini. Kalau dia bisa bangkit, apa alasanmu untuk tetap hidup miskin?

Kenyataan Pahit yang Harus Diterima

Tidak ada yang akan mengasihani kamu ketika:

·        Keluarga menudingmu tidak berguna.

·        Orang tuamu sakit dan kamu tidak punya uang untuk berobat.

·        Kamu kalah bersaing di dunia kerja atau bisnis.

·        Pasanganmu meninggalkanmu.

·        Usia sudah 30–40 tahun, tapi belum punya pencapaian berarti.

Kesimpulan Jack Ma jelas: “Kalau di usia 35 kamu masih miskin, itu salahmu sendiri.” (jhn/yn)

Kebahagiaan Harus Kita Raih Sendiri

EtIndonesia. Hidup di dunia, setiap orang memiliki tujuan dan cita-cita masing-masing. Namun, realitas yang keras sering kali membuat banyak orang yang penuh semangat harus mengakui kekalahan di hadapan kenyataan. Di perjalanan hidup, kita pasti akan menemui kesulitan dan rintangan. Kuncinya adalah bagaimana kita memilih untuk menghadapinya.

Ada orang yang saat terjatuh karena harapan terlalu tinggi, kehilangan keseimbangan hatinya, lalu setiap hari hanya meratapi nasib yang tidak adil, tanpa sadar justru mendorong dirinya semakin dalam ke jurang keputusasaan. Sebaliknya, ada pula orang yang meski awalnya bingung saat menghadapi masalah, tetapi kemudian menenangkan diri, menganalisis penyebab kegagalannya, dan memikirkan cara yang tepat untuk menghadapinya. Dari kegagalan, mereka berhasil menemukan kembali jati dirinya dan akhirnya melangkah menuju jalan kesuksesan.

Di masyarakat yang dipenuhi hawa nafsu, persaingan, dan godaan seperti sekarang, bahkan cinta yang murni dan romantis pun sulit lepas dari ujian materi. Jika dihadapkan pada pilihan antara cinta dan uang, mana yang akan kamu pilih? Apakah hanya mengandalkan cinta tanpa fondasi materi bisa membawa kebahagiaan? Sebaliknya, apakah hanya memiliki materi tanpa kehangatan cinta akan membuat hidup bahagia? Mungkin, materi bisa memberi kepuasan sesaat, tetapi ketika rasa puas itu memudar, hidup akan terasa hambar dan kehilangan warnanya.

Ada pepatah sarkastik yang berbunyi: “Pria tanpa uang = wanita tidak cantik.” 

Memang benar, di dunia ini uang sangat penting, tetapi bukan segalanya. Uang bisa membawamu menikmati berbagai kuliner lezat, mengunjungi tempat-tempat indah di seluruh dunia, dan merasakan kepuasan materi. Namun, uang tidak bisa membeli ketulusan hati, dan tidak bisa membeli kehidupan itu sendiri.

Kemiskinan materi bukanlah hal yang paling menakutkan, yang lebih berbahaya adalah kemiskinan mental. 

Ada pepatah mengatakan: “Orang miskin jangan sampai miskin semangat. Jika ada kemauan, pasti ada jalan.” 

Di dunia ini, selama kita mau berusaha, suatu hari kita pasti bisa keluar dari kemiskinan. Kemiskinan mental akan membuat seseorang kehilangan rasa percaya diri, kehilangan semangat juang, dan berhenti berkembang — inilah yang membuat seseorang semakin terpuruk.

Seorang wanita yang tidak cantik bukanlah sebuah kesalahan. Wajah adalah anugerah orang tua yang tidak bisa kita ubah. Namun, kita bisa menutupi kekurangan bawaan dengan memperbaiki diri melalui pengetahuan, keterampilan, dan kepribadian. Tidak cantik bukan berarti harus minder, karena tidak ada manusia yang sempurna. Yang terpenting adalah menerima diri sendiri, meningkatkan rasa percaya diri, mengasah wawasan, dan memberi nilai lebih pada diri sendiri. Tidak ada orang yang menolak wanita yang berpendidikan, beretika, dan berkarakter, meski wajahnya biasa saja. Kecantikan batin akan tetap membuat orang menghargai dan mengagumi kita. Sebaliknya, wanita yang berparas cantik namun berhati buruk, hanya akan mendapatkan cinta sesaat yang tidak akan bertahan lama.

Demikian pula untuk pria, tidak perlu merendahkan diri hanya karena pasangan tidak cantik. Selama ada rasa percaya diri dan hati yang tulus, kebahagiaan dan kegembiraan tetap bisa dimiliki.

Hidup punya banyak sisi, dan setiap orang memiliki pandangan masing-masing. Cinta hadir karena ada saling mengagumi, tetapi yang tak kalah penting adalah saling memahami dan memaafkan. Realitas hidup kadang memisahkan dua insan yang saling mencintai, membuat banyak hati yang tulus harus merasakan pahitnya perpisahan. Karena itu, cinta sejati sangatlah berharga — jagalah baik-baik. Ingatlah, kesulitan hanya sementara, sedangkan kebahagiaan adalah tujuan abadi.

Cinta dan materi sebenarnya bisa saling melengkapi. Karena cinta, kita merasa bahagia; dan karena ingin menjaga kebahagiaan, kita terdorong untuk terus berjuang. Selama ada usaha bersama, semangat pantang menyerah, dan kerja keras tanpa henti, kita akan mampu melangkah beriringan menuju masa depan yang lebih indah.(jhn/yn)

Putin Beri Informasi Singkat kepada Kim Jong Un melalui Telepon Jelang KTT Alaska dengan Trump

EtIndonesia. Vladimir Putin melakukan percakapan telepon dengan pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un untuk menjelaskan kepadanya tentang perang di Ukraina menjelang pertemuan puncak yang direncanakan antara presiden Rusia dan Presiden Donald Trump di Alaska.

Dalam panggilan telepon pada hari Selasa (12/8), Putin berterima kasih kepada Kim atas dukungannya terhadap perang di Ukraina, sementara kedua pemimpin “bertukar pandangan tentang isu-isu yang menjadi perhatian bersama,” demikian dilaporkan Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) resmi Korea Utara. Kremlin sebelumnya mengatakan Putin berbagi informasi dengan Kim “dalam konteks pembicaraan mendatang” dengan Trump.

“Kim Jong Un menyatakan keyakinannya yang teguh bahwa DPRK akan selalu setia pada semangat perjanjian DPRK-Rusia dan sepenuhnya mendukung semua langkah yang akan diambil oleh kepemimpinan Rusia di masa mendatang,” demikian KCNA, merujuk pada pakta pertahanan bersama yang ditandatangani kedua pemimpin tahun lalu. DPRK merupakan singkatan dari nama resmi Korea Utara, Republik Rakyat Demokratik Korea.

Percakapan telepon tersebut, yang berlangsung dalam “suasana kekeluargaan yang hangat,” menurut Korea Utara, terjadi hanya tiga hari sebelum Putin dan Trump dijadwalkan bertemu di Alaska sebagai bagian dari upaya terbaru AS untuk menegosiasikan gencatan senjata dalam konflik Ukraina, yang kini memasuki tahun keempat.

Putin menuntut agar Ukraina menyerahkan wilayah Donetsk dan Luhansk, wilayah yang menurut Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy tidak dapat dinegosiasikan. Trump telah mengisyaratkan bahwa dia setuju dengan gagasan Rusia dan Ukraina untuk bertukar sebagian wilayah.

Panggilan telepon terbaru ini menyusul percakapan telepon Putin dengan Presiden Tiongkok, Xi Jinping pada hari Jumat. Putin juga berbicara dengan Perdana Menteri India Narendra Modi pekan lalu.

Kim telah muncul sebagai sekutu utama Putin dan perangnya di Ukraina, membantu meningkatkan kehadiran tempur Moskow di lapangan sekaligus meningkatkan kekhawatiran tentang kemampuan Korea Utara untuk memperkuat militernya dan mempertahankan rezimnya dengan dukungan Rusia.

Ketika Putin mengunjungi Pyongyang pada Juni 2024—kunjungan pertamanya ke Korea Utara dalam 24 tahun—kedua pemimpin menghidupkan kembali perjanjian era Perang Dingin untuk memberikan bantuan militer segera jika salah satu negara diserang. Putin juga mengundang Kim untuk mengunjungi Moskow.

Kim dan Putin sepakat untuk lebih meningkatkan kemitraan mereka dan “mempererat hubungan di masa mendatang,” demikian KCNA. (yn)

Bagaimana Seorang Anak Miskin Menjadi CEO bagi 300.000 Karyawan?

EtIndonesia. Saat berusia 7 tahun, ayahnya terjatuh dan mengalami cedera sehingga kehilangan pekerjaan. Tidak ada ganti rugi, tidak ada pesangon, tidak ada asuransi kesehatan. Keluarganya jatuh ke jurang keputusasaan. Rasa sakit, luka batin, dan rasa malu yang dia saksikan saat itu terus membekas hingga dewasa.

Sejak hari ayahnya jatuh, dia bertekad suatu hari akan membangun perusahaan tempat ayahnya — dan orang-orang seperti ayahnya — akan dihormati martabatnya sebagai pekerja. Kini, tekad itu menjadi kenyataan.

Howard Schultz, Ketua Eksekutif Dewan Direksi Starbucks, dalam pidatonya di Universitas Tsinghua dan kemudian di wisuda Universitas Negeri Arizona (ASU) 2017, kembali mengenang pengalaman pahit masa kecilnya. Baginya, kisah ini bukan hanya soal motivasi, tetapi tentang arti mimpi, rasa hormat, dan tanggung jawab.

Pidato Howard Schultz di ASU, 8 Mei 2017

Terima kasih kepada Rektor atas sambutan hangatnya. Terima kasih kepada Dewan Pengawas Universitas Negeri Arizona, seluruh staf pengajar, dan para tamu kehormatan.

Selamat kepada para wisudawan 2017 dan semua orang yang hadir merayakan momen istimewa ini. Saya bangga menjadi mitra ASU dan merasa terhormat berdiri di sini bersama kalian.

Saya ingin memulai dengan sebuah cerita pribadi. Tahun lalu, Starbucks membuka toko pertamanya di Johannesburg, Afrika Selatan. Sebelumnya, saya belum pernah menginjakkan kaki di sana, dan kenyataan yang saya temui mengejutkan—kemiskinan begitu merata.

Kami merekrut 50 anak muda untuk mengenakan apron hijau Starbucks dan menjadi wajah merek kami di sana. Sebelum toko dibuka, saya duduk berjam-jam bersama mereka, mendengarkan kisah hidup masing-masing. Meskipun miskin, mereka memiliki rasa syukur dan sukacita yang besar.

Dari pertemuan itu, saya mempelajari dua hal:

1. Bagi sebagian besar dari mereka, ini adalah pekerjaan pertama dalam hidup, yang memberi rasa percaya diri dan aman.

2. Saya berulang kali mendengar sebuah kata Afrika yang belum pernah saya dengar sebelumnya — kata yang sering digunakan Nelson Mandela: “Ubuntu”.

Akhirnya saya bertanya artinya. Mereka menjawab: “Ubuntu berarti ‘Aku ada karena kamu ada.’”

Hari ini, saya ingin kalian mengingat kisah ini, karena semua yang saya bagikan nanti akan melalui lensa “Ubuntu”.

Lahir di Kemiskinan, Bertahan dengan Harapan

Saya tumbuh di kawasan rumah susun Brooklyn, New York. Orangtua saya putus sekolah menengah. Mereka kesulitan membayar sewa apartemen kecil kami yang hanya 96 dolar per bulan. Meski begitu, sejak kecil ibu menanamkan keyakinan pada mimpi Amerika—bahwa pendidikan dan kerja keras akan membuka pintu kehidupan yang lebih baik.

Namun, ketika saya berusia 7 tahun, hidup berubah drastis. Ayah saya, seorang sopir truk pengantar dan pengambil popok kain bersih dan kotor (sebelum popok sekali pakai ditemukan), terpeleset di atas es. Akibatnya, dia langsung kehilangan pekerjaan. Tidak ada kompensasi, tidak ada asuransi, tidak ada pesangon. Saat itu saya melihat “mimpi Amerika” hancur di depan mata.

Pengalaman itu menanamkan luka, tetapi juga tekad: membangun perusahaan yang menghormati pekerja dan martabat kerja itu sendiri.

Dari Tekad ke Realitas

Itulah alasan Starbucks menjadi perusahaan besar pertama di AS yang memberikan asuransi kesehatan komprehensif untuk semua karyawan — termasuk paruh waktu — jauh sebelum kebijakan nasional ada. Kami juga memberi kepemilikan saham kepada semua karyawan, karena saya percaya kesuksesan yang dibagi bersama adalah kesuksesan yang terindah.

Starbucks go public pada 1992 dan tumbuh pesat hingga 2006. Namun pada 2007, kami kehilangan arah. Rasa puas diri menjadi penyakit. Di titik krisis itu, saya kembali memimpin langsung, membangun ulang perusahaan dengan berpegang pada nilai inti dan kepemimpinan yang berlandaskan pelayanan.

Setiap organisasi, bahkan keluarga, harus setia pada nilai-nilainya. Bagi Starbucks, tujuan kami selalu menyeimbangkan antara keuntungan dan penghormatan pada kemanusiaan.

Pelajaran untuk Generasi Muda

Berdiri di hadapan kalian hari ini, saya adalah bukti nyata bahwa mimpi itu mungkin. Masa depan bukan milik generasi lama, melainkan milik kalian.

Kalian mungkin cemas atau bingung tentang masa depan, tapi percayalah pada diri sendiri. Renungkan tiga hal ini:

1. Bagaimana kalian menghormati orangtua dan keluarga?

2. Bagaimana kalian berbagi kesuksesan dan melayani orang lain dengan martabat?

3. Bagaimana kalian menunjukkan keberanian moral dengan rendah hati?

Gunakan rasa empati, rasa ingin tahu, dan semangat melayani. Berikan lebih banyak daripada yang kalian ambil.

Ingatlah, kalian berada di sini berkat seseorang yang percaya pada kalian—orangtua, guru, mentor, atau teman. Saat meninggalkan kampus ini, luangkan waktu untuk berterima kasih kepada mereka.

Menatap Masa Depan

Generasi kalian bisa mempersatukan orang, menciptakan inovasi, mengubah ekonomi, menciptakan jutaan pekerjaan, membersihkan lingkungan, dan membuat rasisme hanya ada di buku sejarah.

Bermimpilah besar, lalu bermimpilah lebih besar lagi—mimpi yang inklusif dan membawa kemajuan untuk semua.

Harapanlah yang membawa saya keluar dari kemiskinan, harapan yang tak memandang warna kulit, agama, gender, atau status. Harapan itu juga akan mendorong kalian.

Aku ada karena kamu ada — Ubuntu. Teruslah melangkah, terus membuat keluarga bangga.

Tuhan memberkati kalian semua. Selamat, wisudawan 2017!(jhn/yn)

Trump–Putin di Alaska: Pertemuan Dua Menit yang Bisa Menentukan Akhir atau Babak Baru Perang Ukraina

EtIndonesia. Dunia kini menyoroti rencana pertemuan antara Presiden AS, Donald Trump dan Presiden Rusia, Vladimir Putin yang akan digelar pada hari Jumat (15/8) mendatang di Anchorage. Sejak Trump mengumumkan agenda tersebut, berbagai analis politik dan keamanan internasional langsung menimbang dampak pertemuan ini terhadap peta konflik global, khususnya perang Rusia–Ukraina. Media pun berlomba mencari celah untuk mengungkap detail yang hingga kini masih diselimuti misteri.

Trump: Pertemuan Penjajakan Dua Menit

Dalam konferensi pers di Gedung Putih pada hari Selasa, Trump menyebut pertemuan ini sebagai “probe meeting” atau pertemuan penjajakan. Dia bahkan menegaskan, hanya butuh dua menit baginya untuk menilai apakah Putin sungguh-sungguh ingin mengakhiri perang.

“Saya akan berbicara dengan Putin dan mengatakan kepadanya: kamu harus mengakhiri perang ini. Kamu harus mengakhirinya,” tegas Trump di hadapan wartawan.

Meski menuai kritik karena tidak melibatkan Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, Trump memberi sinyal bahwa langkah berikutnya adalah mempertemukan langsung Putin dan Zelenskyy – bahkan jika perlu dengan dirinya sebagai mediator.

Strategi Bertahap untuk Redam Tegangan

Pengamat menilai, pendekatan Trump berupaya mengurangi gesekan sebelum mempertemukan dua pihak yang sedang berperang. Menggelar pertemuan langsung sejak awal berisiko membuat suasana memanas dan berakhir tanpa kesepakatan. Trump memilih berbicara terpisah dengan masing-masing pihak, memahami batas toleransi mereka, lalu mencari celah yang dapat menjadi pintu masuk negosiasi.

Zelenskyy Mempertegas Batas

Dalam beberapa hari terakhir, Zelenskyy mengirim pesan tegas. Dia menegaskan, percakapan Trump–Putin mungkin penting bagi hubungan bilateral, tetapi:

“Tanpa partisipasi kami, tidak akan ada keputusan yang dibuat terkait Ukraina,” ujarnya.

Presiden Ukraina itu khawatir Trump mungkin saja mengorbankan kepentingan Kyiv demi gencatan senjata cepat. Terbaru, Zelenskyy memperingatkan bahwa Putin bisa memanfaatkan pertemuan di Alaska untuk mengulur waktu sambil mempersiapkan serangan musim gugur, berdasarkan laporan intelijen militer Ukraina.

Agenda Sebelum Alaska

Trump akan bertemu Zelenskyy dan para pemimpin Eropa pada 13 Agustus, dua hari sebelum duduk bersama Putin. Jadwal yang padat mencakup tiga konferensi video penting:

  1. Pemimpin Eropa + Zelenskyy + NATO.
  2. Trump & Vance + Zelenskyy + Uni Eropa.
  3. Pertemuan “Aliansi Sukarela” pendukung Ukraina.

Langkah ini diyakini sebagai upaya membangun posisi negosiasi yang solid sebelum menghadapi Putin.

Bocoran Proposal Gencatan Senjata Putin

Sumber di lingkaran Putin membocorkan isi proposal yang dinilai “berat” bagi Ukraina:

  • Penarikan pasukan Ukraina dari seluruh wilayah Donbas (Luhansk & Donetsk).
  • Rusia menarik pasukan dari Sumy, Dnipro, Petrovsk, dan Kharkiv, namun mempertahankan garis depan lain sesuai kondisi saat ini.
  • Ukraina berkomitmen tidak bergabung dengan NATO.
  • Ukraina menjalani demiliterisasi.
  • Kesepakatan gencatan senjata hanya antara AS dan Rusia, tanpa Ukraina maupun Uni Eropa.

Zelenskyy menolak mentah-mentah. Menurutnya, menyerahkan Donbas sama saja menyiapkan pangkalan invasi berikutnya.

Situasi Terkini di Medan Perang

Laporan tim independen intelijen terbuka per 11 Agustus 2025 mencatat:

  • Kerugian Rusia: 22.486 unit kendaraan tempur hancur (13.000+ kendaraan lapis baja, 4.000+ tank).
  • Kerugian Ukraina: 9.542 unit (4.800+ kendaraan lapis baja, 1.200+ tank).

Kerugian Rusia diyakini lebih besar karena perannya sebagai pihak penyerang.

Tekanan Geopolitik Tambahan bagi Moskow

Dalam 24 jam terakhir, Rusia juga mengancam Moldova, Azerbaijan, dan tiga negara Baltik. Moldova membentuk “Segitiga Odessa” bersama Ukraina dan Rumania, sementara Azerbaijan kini menjadi mitra strategis AS di jalur pipa energi. Negara Baltik pun mengontrol koridor vital bagi suplai energi Rusia.

Taruhan Besar di Anchorage

Putin masih menguasai sekitar 20% wilayah Ukraina, namun menghadapi garis depan yang panjang dan ekonomi yang kian tertekan. Sementara itu, Trump menjadi satu-satunya tokoh Barat yang dinilai mampu menekan Putin secara langsung.
Pertemuan ini berpotensi menjadi salah satu titik balik terbesar tahun 2025—membuka peluang perdamaian, atau justru memicu babak baru eskalasi konflik.

Trump Akan Gelar Pertemuan Virtual dengan Zelenskyy Menjelang KTT dengan Putin

Juru bicara Gedung Putih Karoline Leavitt mengatakan bahwa KTT Alaska diatur atas permintaan Putin, menyebut pertemuan yang digelar sebagai “latihan mendengarkan” bagi Trump.

ETIndonesia— Presiden Amerika Serikat Donald Trump akan mengadakan pertemuan virtual pada Rabu dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy dan para pemimpin Eropa, demikian dikonfirmasi oleh seorang pejabat Gedung Putih kepada The Epoch Times. Wakil Presiden JD Vance juga akan ikut dalam pertemuan dengan Zelenskyy.

Pertemuan virtual ini akan berlangsung dua hari sebelum KTT Trump dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Alaska pada Jumat.

Juru bicara Gedung Putih Karoline Leavitt mengatakan pada Selasa bahwa pertemuan Trump–Putin di Alaska akan berlangsung secara one-on-one dan Zelenskyy tidak akan hadir.

Ketika ditanya mengapa Zelenskyy tidak diundang ke KTT tersebut, Leavitt mengatakan bahwa pertemuan itu diatur atas permintaan Putin, dan Trump setuju dengan harapan “dapat memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana kita bisa mengakhiri perang ini.”

Ia menggambarkan KTT tersebut sebagai “latihan mendengarkan” bagi Trump.

“Begini, hanya satu pihak yang terlibat dalam perang ini yang akan hadir, jadi ini adalah kesempatan bagi presiden untuk datang dan mendapatkan pemahaman yang lebih tegas dan jelas tentang bagaimana kita, semoga, bisa mengakhiri perang ini,” ujarnya.

Terkait pemilihan Alaska, Leavitt menjelaskan bahwa ada banyak lokasi yang dipertimbangkan, namun Trump merasa “terhormat” menjamu Putin di wilayah AS. Ia mengatakan bahwa detail logistik pertemuan Jumat masih difinalisasi bersama pihak Rusia.

Dalam konferensi pers di Gedung Putih pada 11 Agustus, Trump mengatakan bahwa ia akan menggunakan pertemuan mendatang dengan Putin untuk mengetahui “parameter” Kremlin dalam mengakhiri perang yang telah berlangsung lebih dari tiga tahun di Ukraina, serta menentukan apakah ada jalan realistis menuju perdamaian.

Ia menyatakan akan memberi penjelasan kepada Zelenskyy dan para pemimpin Eropa segera setelah pertemuan, dan mungkin mengatur pembicaraan langsung antara Moskow dan Kyiv.

“Aku akan bertemu dengannya. Kita akan melihat apa parameter-nya,” kata Trump. “Lalu aku akan menelepon Presiden Zelenskyy dan para pemimpin Eropa tepat setelah pertemuan itu.”

Trump juga mengatakan bahwa negosiasi mungkin membawa hasil positif maupun negatif bagi Ukraina, yang berpotensi mencakup pertukaran wilayah dan perubahan lainnya.

Pada 11 Agustus, setelah pembicaraan dengan Perdana Menteri Kanada Mark Carney, Zelenskyy menuduh Putin berusaha memperpanjang perang.

“Aku menyampaikan pandangan Ukraina mengenai niat dan rencana sebenarnya Rusia. Kami melihatnya dengan cara yang sama, dan jelas bahwa Rusia hanya ingin membeli waktu, bukan mengakhiri perang,” kata Zelenskyy dalam unggahan di X.

Pemimpin Ukraina itu mengatakan bahwa serangan Rusia terhadap infrastruktur sipil membuktikan bahwa Putin tidak berniat mengakhiri konflik.

Berbicara kepada jurnalis di Kiev pada 12 Agustus, Zelenskyy juga menegaskan bahwa ia menolak menyerahkan wilayah Donbas kepada Rusia sebagai bagian dari kesepakatan gencatan senjata.

“Kami tidak akan meninggalkan Donbas. Kami tidak bisa melakukan itu. Donbas bagi Rusia adalah batu loncatan untuk serangan baru di masa depan,” kata Zelenskyy.

KTT Alaska ini digelar saat Trump meningkatkan tekanan terhadap Putin dalam beberapa pekan terakhir, dengan janji memberlakukan sanksi yang lebih besar terhadap Moskow jika perdamaian tidak tercapai. Trump juga meningkatkan tekanan terhadap pembeli utama minyak Rusia, seperti India.

Pekan lalu, presiden Trump memberlakukan tambahan tarif 25 persen terhadap India, sehingga total tarifnya menjadi 50 persen. Trump mengatakan bahwa setelah langkah tersebut, Kremlin menghubunginya untuk memulai pembicaraan. (asr)

Sumber : Theepochtimes.com

Atas Dasar Apa Anda Bisa Lebih Unggul dari Orang Lain?

EtIndonesia. Jika orang lain bisa melakukan suatu hal, lalu Anda juga bisa melakukannya — apakah itu berarti Anda sudah unggul? Tidak.  Jika orang lain berani mengutarakan pendapat di depan atasan, lalu Anda juga berani — apakah itu berarti Anda sudah unggul? Tidak juga.

Lalu, apa yang membuatmu bisa lebih unggul dari orang lain?

·        Ketika orang lain tidak berani melakukan sesuatu, tapi kamu berani melakukannya — itulah keberanian, salah satu ciri kualitas unggul.

·        Ketika orang lain tidak berani mengungkapkan sesuatu, tapi kamu berani mengatakannya — itu juga keunggulan.

·        Ketika orang lain tidak mampu menyelesaikan masalah, tapi kamu bisa menemukan solusi yang cerdas dan efektif — di situlah letak keunggulanmu.

Keunggulan muncul karena adanya perbedaan nilai dan kemampuan. Anda memiliki apa yang orang lain tidak punya, ditambah hal-hal yang tidak mereka miliki.

Mengukur Diri dan Mencari Keunikan

Pernahkah Anda bertanya pada diri sendiri:

·        Apa yang membuatku lebih unggul dari teman-temanku?

·        Di mana letak perbedaan antara aku dan mereka?

·        Apakah aku sudah membentuk kualitas unik dan daya saing utama?

Musuh Terbesar: Kelemahan Manusia

Kelemahan umum manusia meliputi: iri hati, pasif, malas, lari dari masalah, minder, dan takut. Jika kamu bisa menaklukkannya, kamu akan berbeda dari kebanyakan orang — karena kamu sanggup melawan kelemahan alami manusia.

Di Tiongkok, ada 1,3 miliar penduduk. Sekitar 99% adalah orang biasa, dan hanya 1% yang menjadi yang paling unggul. Jika Anda ingin menjadi bagian dari 1% itu, Anda harus siap membayar harga yang tidak mau dibayar oleh 99% orang lainnya.

Kualitas yang Membawa Keunggulan

Meski sudah berjuang keras, tidak ada jaminan kesuksesan penuh. Namun, setidaknya Anda telah memiliki kualitas unggul dan syarat untuk sukses.

·        Kelebihan terbesar dalam hidup: aktif, proaktif, berani bertindak.

·        Kekurangan terbesar dalam hidup: pasif, ragu-ragu, terlalu penurut, takut menghadapi risiko.

Menjadi pribadi unggul tidak pernah mudah. Anda harus terus-menerus berperang melawan kekurangan diri dan kelemahan manusia pada umumnya.

Pengetahuan Bisa Dipelajari, Kebijaksanaan Harus Diinsafi

Pengetahuan bisa anda peroleh dari membaca dan belajar. Namun, kebijaksanaan hanya bisa lahir dari kesadaran dan perenungan pribadi.

Pertanyaan “Atas Dasar apa Anda bisa lebih unggul dari orang lain?” adalah pertanyaan penting yang harus terus Anda renungkan sepanjang hidup.(jhn/yn)

Dafam Pacific Caesar Surabaya Rayakan Ulang Tahun ke-8

bertemakan “8 Tahun Kita Bersyukur”

Surabaya, 11 Agustus 2025

Dafam Pacific Caesar Surabaya merayakan ulang tahunnya yang ke-8 pada tanggal 9 Agustus 2025. Mengusung tema “8 Tahun Kita Bersyukur”, perayaan tahun ini akan diisi dengan serangkaian acara yang merefleksikan rasa syukur dan komitmen terhadap sesama.

Perayaan dimulai dengan acara “Dafam Berbagi” yang telah dilaksanakan di Panti Asuhan & Pesantren Muhamadiyah Surabaya. Dalam kegiatan sosial ini, manajemen Dafam Pacific Caesar Surabaya ditemani oleh para pemain tim basket Pacific Caesar Surabaya untuk berbagi kebahagiaan dan bantuan kepada anak-anak panti asuhan dan santri pesantren.

Setelah kegiatan sosial, perayaan akan dilanjutkan dengan acara syukuran internal yang dihadiri oleh jajaran direksi dan seluruh staf Dafam Pacific Caesar Surabaya. Acara ini menjadi momen refleksi atas perjalanan delapan tahun yang telah dilalui, serta ajang untuk mempererat tali silaturahmi di antara seluruh staff Dafam Pacific Caesar Surabaya.

“Delapan tahun adalah perjalanan yang luar biasa bagi Dafam Pacific Caesar Surabaya,” ujar Edy Santoso selaku Sales & Marketing Manager Dafam Pacific Caesar Surabaya. “Tema ‘8 Tahun Kita Bersyukur’ menjadi pengingat bagi kami akan segala pencapaian dan dukungan yang telah kami terima. Melalui kegiatan berbagi ini, kami ingin menunjukkan rasa terima kasih kami kepada masyarakat Surabaya, terutama kepada mereka yang membutuhkan.” Tambah Hogi Budiarto selaku General Manager Dafam Pacific Caesar Surabaya.

Sejak didirikan pada tahun 2017, Dafam Pacific Caesar Surabaya telah tumbuh dan berkembang menjadi salah satu hotel ternyaman di Surabaya. Komitmen terhadap pelayanan prima, inovasi, dan kontribusi positif bagi masyarakat akan terus menjadi pilar utama Dafam Pacific Caesar Surabaya di tahun-tahun mendatang.

Untuk informasi lebih lanjut dapat melalui whatsapp Dafam Pacific Caesar Surabaya 0822 3399 1999 atau bisa menghubungi Edy 0878 7786 9020 / Yusak 0896 8787 5825.

Tentang Dafam Pacific Caesar Surabaya

Hotel Dafam Pacific Caesar Surabaya terletak di Jalan DR. Ir Soekarno no. 45C Surabaya yang kita kenal dengan sebutan MERR atau Middle East Ring Road yang berjarak 40 menit dari  bandara Juanda, 10  menit dari stasiun Gubeng, 15 menit dari jembatan Suramadu yaitu salah satu tujuan wisata Surabaya yang menghubungkan Surabaya dengan pulau Madura. Tujuan wisata lainnya yang terdekat seperti pantai Kenjeran, Pagoda Tian Ti, Wahana Atlatis Land, hutan mangrove, dan beberapa mall besar sepeteri Galaxy Mall, Pakuwon CIty Mall dan Grand City Mall.

Hotel Dafam Pacific Caesar Surabaya memiliki total 108 kamar yang terdiri dari 3 jenis kamar yaitu kamar Royal suite, kamar Executive dan kamar Deluxe. Hotel kami juga dilengkapi dengan fasilitas seperti pelayanan laundry, area parkir yang luas dan jaringan internet yang kuat di semua area, televisi, ac, pembuat kopi dan teh, kulkas, kotak penyimpanan barang berharga, alat pengering rambut, gratis air minum kemasan botol disetiap kamarnya.

Hotel Dafam Pacific Caesar Surabaya dilengkapi juga dengan Canting resto yang menyajikan makanan traditional Indonesia, makanan china dan makanan internasional. Dan juga memiliki 3 ruang pertemuan dan 1 skyhall  dengan kapasitas mulai dari 10 orang hingga 300 orang. dengan dilengkapi perlengkapan meeting yang lengkap seperti videotron (8x3m), LED projector dan screen, flip cart, kertas dan pensil, air minum, permen, sound system dan mic dengan kapasitas listrik hingga 5.000 watt.

Tentang Artotel Group 

Adalah manajemen operator hotel Indonesia yang mengintegrasikan 4 unit bisnis, Hotel (Stay), Food & Beverages (Dine), Event Management (Play), & Curated Merchandise (Shop). Dengan mengusung konsep Gaya Hidup masa kini, Artotel Group menawarkan berbagai pilihan akomodasi dari hotel ekonomis, butik, hotel untuk kelas menengah hingga hotel mewah yang dapat memenuhi kebutuhan akomodasi dari semua target market. Memiliki berbagai pilihan brand, ARTOTEL, DAFAM, MAXONE, ROOMS INC. 

Artotel Group juga sebagai mitra strategis Louvre Group di Indonesia untuk mengelola dan mengembangkan brand waralaba diantaranya KYRIAD, GOLDEN TULIP, dan ROYAL TULIP dengan jumlah lebih dari 100 hotel dan 10.000 kamar tamu yang tersebar di seluruh Indonesia. 

Di bidang Food & Beverage, Artotel Group menyediakan jasa pengelolaan Restoran, Bar, dan Beach Club. Melalui Event Management, ARTOTEL Play dan Curated Merchandise dengan brand ARTOTEL Goods, Artotel Group memiliki visi memajukan industri kreatif Indonesia dengan mendukung para seniman muda untuk berkarya melalui kolaborasi yang diciptakan berupa kegiatan pameran, pertunjukan, workshop, dan produksi merchandise berkarakter seni yang dapat dipakai sehari hari dengan harga terjangkau.  

Untuk memberikan penghargaan kepada para tamu, Artotel Group memiliki program loyalti Artotel Wanderlust dengan memberikan keuntungan lebih buat para tamu yang mendaftar sebagai anggota Artotel Wanderlust, antara lain jaminan harga kamar terbaik, diskon khusus F&B, serta mendapatkan reward point. Artotel Wanderlust dioperasikan melalui aplikasi digital yang dapat diunduh melalui sistem aplikasi IOS dan Android dengan  pendaftaran secara cuma-cuma dan mudah. 

Brand ARTOTEL: ARTOTEL, ARTOTEL Suites, ARTOTEL Curated, ARTOTEL Casa, ARTOTEL Villa, Rooms Inc, Bobotel. Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Semarang, Surabaya, Medan, Batam, Bali. 


Brand DAFAM: Grand Dafam Signature, Grand Dafam, Hotel Dafam, Dafam Express, dan Dafam Collections. Jakarta, Bandung, Solo, Yogyakarta, Semarang, Jawa Timur, Bali, Pekanbaru, & Sulawesi Selatan.


Brand MAXONE: MAXONE, NITE & DAY, ZIA, RUMA RUMA, ONE OF A KIND. Jakarta, Ambon, Bali, Batam, Bintan, Balikpapan, Bekasi, Bogor, Boyolali, Jayapura, Makassar, Palembang, Semarang, Surabaya, Tangerang, Yogyakarta, Dumai.

Brand Waralaba KYRIAD: Jakarta, Aceh, Sumatera Barat, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan.


Brand Waralaba GOLDEN TULIP: Bali, Malang, Makassar, Pontianak, Lampung, Balikpapan


Brand Waralaba ROYAL TULIP: Bogor, Bali


F&B Outlets: Double Chin, Lidah Lokal, ROCA, BART, BISTRO de Braga, B10 CAFÉ, Fat Elephant,

11/12 Rooftop Bar, Slide Bar, Terra All Day Dining, Barley & Barrel, Meet n Eat, One Deck Gastropub, La Gazette, Posana All Day Dining, Yin & Yum, Salute Bar, Caldera at ARTOTEL Cabin Bromo, The Platform Rooftop Bar dan Tip Tap Toe Day Club. 

Mantan Ibu Negara Korea Selatan Ditangkap Atas Tuduhan Korupsi dan Manipulasi

EtIndonesia. Mantan Ibu Negara Korea Selatan, Kim Keon Hee, ditangkap Selasa malam (12/8) atas berbagai tuduhan, termasuk manipulasi saham dan korupsi, kata jaksa penuntut.

Penangkapan tersebut terjadi beberapa jam setelah Pengadilan Distrik Pusat Seoul meninjau permintaan jaksa penuntut untuk surat perintah penangkapan terhadap wanita berusia 52 tahun tersebut.

Pengadilan mengabulkan surat perintah tersebut, dengan alasan risiko pemalsuan bukti, setelah jaksa penuntut menyerahkan opini setebal 848 halaman yang memaparkan dugaan “tindakan melawan hukum” yang dilakukan Kim.

Dengan penangkapan tersebut, Korea Selatan kini memiliki mantan presiden dan ibu negara yang keduanya berada di balik jeruji besi untuk pertama kalinya dalam sejarah negara tersebut.

Tuduhan terhadap Kim mencakup pelanggaran hukum pasar modal dan investasi keuangan, serta hukum dana politik.

Penangkapan ini menandai kejatuhan dramatis pasangan mantan presiden tersebut setelah deklarasi darurat militer yang mengejutkan dari mantan presiden Yoon Suk Yeol pada 3 Desember, yang melibatkan pengerahan tentara ke parlemen tetapi dengan cepat ditolak oleh anggota parlemen oposisi.

Yoon, mantan jaksa agung, dimakzulkan dan dicopot dari jabatannya pada bulan April karena deklarasi darurat militer, yang mendorong negara tersebut untuk mengadakan pemilihan umum dadakan pada bulan Juni.

Ia telah ditahan dan ditahan sejak 10 Juli.

Pekan lalu, Kim menjalani pemeriksaan berjam-jam oleh jaksa penuntut, yang kemudian mengajukan surat perintah penangkapannya keesokan harinya.

“Saya dengan tulus meminta maaf karena telah menimbulkan masalah meskipun saya bukan orang penting,” kata Kim saat tiba di kantor kejaksaan pada hari Rabu.

Kontroversi telah lama menyelimuti Kim, dengan pertanyaan-pertanyaan yang masih tersisa tentang dugaan perannya dalam manipulasi saham.

Kritik publik kembali muncul pada tahun 2022 ketika seorang pendeta sayap kiri merekam dirinya sendiri saat memberikan tas tangan Dior kepada Yoon yang tampaknya diterimanya.

Dia juga dituduh mencampuri proses pencalonan anggota parlemen dari partai Yoon, sebuah pelanggaran hukum pemilu.

Yoon, sebagai presiden, memveto tiga rancangan undang-undang investigasi khusus yang disahkan oleh parlemen yang dikuasai oposisi yang bertujuan untuk menyelidiki tuduhan terhadap Kim, dengan veto terakhir dikeluarkan pada akhir November.

Seminggu kemudian, Yoon mengumumkan darurat militer.

Foto Wajah

Berdasarkan peraturan penjara, Kim harus berganti pakaian dari pakaian normalnya menjadi seragam penjara khaki dan diberi nomor narapidana.

Dia juga harus mengambil foto wajah.

Mantan ibu negara tersebut ditahan di sel isolasi seluas 10 meter persegi yang dilengkapi kipas angin tetapi tanpa AC, karena gelombang panas melanda Korea Selatan.

Menurut jadwal resmi penjara, dia ditawari sarapan sesuai aturan yang terdiri dari roti, selai, dan sosis.

Media lokal melaporkan bahwa selnya memiliki meja kecil untuk makan dan belajar, rak, wastafel, dan toilet, tetapi tidak memiliki tempat tidur.

Meskipun biasanya dia ditahan di pusat penahanan yang sama dengan suaminya, jaksa penuntut pada hari Senin meminta agar dia ditahan di fasilitas terpisah sekitar 20 kilometer jauhnya.

Setelah surat perintah dikeluarkan, perlindungan Dinas Keamanan Presiden untuk ibu negara langsung dihentikan.

Kim dapat ditahan hingga 20 hari sementara jaksa penuntut bersiap untuk mendakwanya secara resmi, ujar pakar hukum Kim Nam-ju kepada AFP.

“Setelah Kim didakwa, dia dapat tetap ditahan hingga enam bulan,” kata pengacara Kim Nam-ju.

Mantan ibu negara tersebut dapat menggugat surat perintah tersebut di pengadilan sebagai tindakan yang melanggar hukum, “tetapi mengingat keadaan saat ini, tampaknya ada risiko tinggi pemusnahan barang bukti, sehingga kecil kemungkinan surat perintah tersebut akan dicabut dan individu tersebut dibebaskan,” tambahnya.

“Pilihan lain adalah jaminan, tetapi ini juga tidak diberikan jika ada kekhawatiran tentang pemusnahan barang bukti.” (yn)

Trump–Putin Siap Bertemu, Zelenskyy Beri Sinyal Mengejutkan: Damai atau Pengkhianatan?

EtIndonesia. Suhu politik internasional memanas jelang pertemuan penting antara mantan Presiden AS Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin yang dijadwalkan berlangsung pada 15 Agustus 2025 di Anchorage, Alaska. 

Badan Penerbangan Federal Amerika Serikat (FAA) telah mengumumkan penutupan wilayah udara di atas kota tersebut pada hari pertemuan, sebuah langkah yang mencerminkan tingginya sensitivitas dan potensi dampak dari agenda pembicaraan ini.

Konsesi Besar Ukraina

Menurut laporan The Daily Telegraph, Ukraina mempertimbangkan langkah berani: menyerahkan sebagian wilayah yang saat ini sudah dikuasai Rusia demi menghentikan perang yang telah berlangsung lebih dari tiga tahun, sekaligus membuka jalan menuju keanggotaan NATO.

Presiden Volodymyr Zelensky disebut telah memberi sinyal kepada para pemimpin Eropa bahwa jika rencana damai versi Trump menuntut penyerahan wilayah yang masih berada di bawah kendali Kyiv, Ukraina tidak akan setuju. Namun, wilayah yang saat ini sudah berada di tangan Rusia bisa menjadi bahan negosiasi.

Kompromi ini pada praktiknya berarti pembekuan garis depan, yang mengakui secara de facto kendali Rusia atas Luhansk, Donetsk, Zaporizhzhia, Kherson, dan Krimea. 

Meski demikian, Zelenskyy menegaskan bahwa laporan intelijen terbaru menunjukkan Rusia tidak memiliki niat menghentikan perang. Sebaliknya, Moskow justru memindahkan pasukan untuk menyiapkan serangan baru, termasuk di sektor selatan dan Zaporizhzhia.

Data terkini menunjukkan Rusia kini menguasai sekitar 20% wilayah Ukraina, sementara Ukraina hanya memiliki kendali atas sebagian kecil area di dalam wilayah Rusia.

Trump Dorong Pertukaran Wilayah, Eropa Bergerak Cepat

Donald Trump sebelumnya telah mengemukakan pandangan bahwa perang hanya dapat diakhiri jika kedua pihak sepakat untuk saling menukar sebagian wilayah. Ia bahkan membuka opsi pertemuan tiga pihak antara dirinya, Putin, dan Zelensky.

Namun, kekhawatiran muncul di kalangan pemimpin Eropa bahwa Trump dan Putin bisa saja mencapai kesepakatan tanpa melibatkan Kyiv. Untuk itu, para pemimpin Eropa dijadwalkan bertemu Trump pada 13 Agustus guna memastikan posisi mereka tetap diperhitungkan.

Menurut sumber-sumber diplomatik Eropa, tujuan strategis Putin tidak berubah: menggulingkan pemerintahan pro-Barat di Kyiv, menggantinya dengan rezim pro-Moskow, mencegah Ukraina bergabung dengan NATO, dan memaksanya melakukan demiliterisasi.

Laporan Institute for the Study of War menegaskan bahwa target Moskow masih mencakup penguasaan penuh ibu kota Ukraina, pencegahan keanggotaan NATO, serta pengurangan kemampuan militer Ukraina secara drastis.

Ukraina disebut siap melepas wilayah hanya jika ada jaminan keamanan yang kuat, termasuk pasokan senjata jangka panjang dan jalur resmi menuju keanggotaan NATO. Mayoritas negara Eropa cenderung mendukung persyaratan ini, yang dianggap sebagai garis merah dalam negosiasi.

Enam Tuntutan Putin

Pada 12 Agustus, penasihat Kremlin, Yuri Ushakov, mengungkap enam tuntutan utama yang diajukan Putin:

  1. Ukraina harus menarik seluruh pasukannya dari Donetsk.
  2. Rusia akan menarik pasukan dari Sumy, Dnipropetrovsk, dan Kharkiv, tetapi mempertahankan garis depan di wilayah lain kecuali Donbas.
  3. Ukraina berkomitmen untuk tidak bergabung dengan NATO.
  4. Ukraina harus menjalani demiliterisasi dan mereformasi konstitusi menuju sistem federal.
  5. Rusia ingin membuat perjanjian bilateral langsung dengan AS tanpa melibatkan Ukraina maupun Uni Eropa.
  6. Jika Ukraina menolak, Trump diminta menghentikan seluruh bantuan militer AS untuk Kyiv.

Menanggapi tuntutan tersebut, Zelenskyy menegaskan bahwa penarikan pasukan dari Donbas adalah garis pantang mundur. Menurutnya, langkah itu justru akan memicu Perang Dunia III. Ia juga menyebut bahwa kemajuan Rusia sejauh sekitar 10 km di beberapa titik hanyalah bagian dari upaya Moskow menciptakan narasi kemenangan menjelang pertemuan Trump–Putin.

Situasi Memasuki Titik Kritis

Pertemuan di Anchorage pada 15 Agustus dipandang sebagai salah satu momen diplomatik paling menentukan sejak invasi Rusia ke Ukraina dimulai pada Februari 2022. 

Dengan garis pertempuran yang relatif stabil tetapi korban dan kerugian terus bertambah, setiap keputusan yang diambil dalam pertemuan ini berpotensi mengubah peta geopolitik Eropa untuk dekade ke depan.

Sementara itu, semua pihak—baik di Kyiv, Moskow, Washington, maupun ibu kota negara-negara Eropa—tengah menimbang untung-rugi antara mengakhiri perang dengan kompromi teritorial, atau mempertahankan prinsip dengan risiko pertempuran yang semakin panjang. (***)

Gaza Memanas! Jurnalis Dituduh Komandan Hamas, PBB Ancam Israel

EtIndonesia. Kecaman keras mengalir dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Uni Eropa, serta berbagai organisasi hak asasi manusia internasional, setelah serangan udara Israel menewaskan lima jurnalis Al Jazeera di Gaza pada akhir pekan lalu. Insiden ini kembali memicu sorotan global terhadap taktik militer Israel di wilayah konflik yang padat penduduk tersebut.

Kronologi Serangan

Menurut laporan resmi dan saksi mata, pada 10 Agustus malam waktu setempat, sebuah drone militer Israel menembakkan rudal presisi ke arah tenda pers yang didirikan di depan Rumah Sakit Al-Shifa, pusat medis terbesar di Gaza.

Ledakan tersebut menewaskan koresponden senior Anas Sharif dan empat anggota kru Al Jazeera lainnya yang tengah melakukan liputan langsung situasi kemanusiaan di wilayah tersebut. Lokasi kejadian diketahui telah diberi tanda “PRESS” yang jelas terlihat dari udara.

Tuduhan Israel terhadap Korban

Militer Israel, melalui pernyataan resmi, menuduh Anas Sharif bukan hanya seorang jurnalis, melainkan komandan unit Hamas yang menyamar sebagai pekerja media. 

Untuk memperkuat klaim ini, Israel merilis dokumen yang memuat tahun perekrutan Sharif serta nomor unitnya sejak diduga bergabung dengan Hamas pada 2013.

Pernyataan tersebut menuai kritik luas, terutama dari komunitas jurnalis internasional, yang menilai tindakan ini sebagai upaya membenarkan serangan terhadap pekerja media.

Sikap Pemerintah Israel

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan bahwa operasi militer di Gaza akan terus digencarkan tanpa kompromi. Ia menekankan bahwa tujuan utama operasi adalah menghancurkan struktur militer Hamas dan membebaskan 20 sandera yang masih ditahan, dengan janji “tidak akan berhenti sebelum semua sasaran tercapai.”

Reaksi Internasional

PBB, melalui juru bicaranya, menyatakan bahwa serangan terhadap jurnalis yang sedang bertugas melanggar hukum humaniter internasional dan dapat dikategorikan sebagai kejahatan perang. Uni Eropa menyerukan penyelidikan independen yang transparan, sementara berbagai organisasi HAM seperti Human Rights Watch dan Amnesty International mendesak pertanggungjawaban hukum terhadap pihak yang memberi perintah penyerangan.

Usulan Gencatan Senjata

Di tengah ketegangan ini, muncul laporan bahwa mantan Presiden AS Donald Trump sedang mempersiapkan proposal gencatan senjata yang berisi:

  1. Penarikan penuh pasukan Israel dari wilayah-wilayah tertentu di Gaza.
  2. Penempatan 80.000 pasukan gabungan Mesir, Yordania, dan Arab Saudi untuk menjaga keamanan transisi.
  3. Pembentukan kepolisian Palestina yang akan mengambil alih tanggung jawab keamanan setelah masa transisi.

Proposal ini, meski belum dikonfirmasi secara resmi, dinilai berpotensi menjadi terobosan diplomatik terbesar sejak eskalasi terbaru pecah. Namun, sejumlah analis skeptis bahwa kedua pihak akan mencapai kesepakatan dalam waktu dekat, mengingat perbedaan tuntutan yang sangat tajam. (***)

10 Jenis Orang yang Harus Ada dalam Jaringan Relasi Anda

EtIndonesia. Mankeep adalah istilah populer yang bisa diterjemahkan sebagai “mengelola jaringan relasi” atau “manajemen hubungan personal”. Berdasarkan pelafalannya, kita bisa menyebutnya sebagai “maike”. Orang yang pandai memanfaatkan dan mengelola jaringan hubungan disebut sebagai maike.

Pentingnya jaringan relasi semakin jelas terlihat. Penelitian dari Stanford Research Institute menunjukkan, penghasilan seseorang berasal 12,5% dari pengetahuan dan 87,5% dari jaringan relasi. Kesuksesan karier seseorang ditentukan 80% oleh kemampuannya berhubungan dengan orang lain, dan hanya 20% dari kekuatan internal dirinya sendiri.

Dalam sebuah konferensi bertema mankeep di New York, ribuan maike menyimpulkan bahwa setidaknya ada 10 jenis orang yang wajib ada dalam jaringan relasi Anda. Kehadiran mereka akan membuat hidup dan pekerjaan berjalan lebih lancar dan menyenangkan.

1. Orang yang Bisa Memberi Akses Sulit Didapat

Misalnya, klien penting Anda menelepon dan meminta empat tiket pertandingan Liga Utama malam ini. Semua agen tiket bilang sudah habis. Solusinya? Tenangkan klien, lalu hubungi orang yang punya akses khusus ke tiket tersebut. Faktanya, “habis terjual” sering kali relatif—yang penting Anda tahu siapa yang harus dihubungi.

2. Agen Perjalanan

Harga tiket pesawat untuk rute dan jadwal yang sama bisa berbeda jauh antar penumpang. Kenapa? Karena sebagian orang punya kenalan di agen perjalanan yang pintar mencari harga terbaik. Memiliki kontak seperti ini akan menghemat banyak biaya perjalanan Anda.

3. Koneksi di Lembaga Tenaga Kerja atau Head Hunter

Banyak orang hanya menghubungi agen tenaga kerja saat butuh pekerjaan. Padahal, membangun hubungan lebih awal sangat bermanfaat. “Menggali sumur sebelum haus” adalah strategi tepat. Saat agen tersebut menelepon, jangan langsung menolak. Simpan kontak mereka, dan sesekali ajak bertemu agar saling mengenal.

4. Kontak di Bank

Bank memegang peran vital dalam investasi dan pengelolaan keuangan. Jika terjadi masalah likuiditas atau butuh solusi cepat, punya kenalan di bank akan sangat membantu.

5. Pejabat Lokal dan Polisi

Mulai dari perbaikan jalan, pengangkutan sampah, pemangkasan pohon, pengaturan pajak, pendaftaran sekolah anak, hingga pengurusan kasus pencurian—semua ini bisa melibatkan pejabat daerah atau aparat keamanan. Memiliki koneksi di kalangan ini akan mempermudah urusan Anda.

6. Orang Terkenal

Banyak yang mengira selebritas atau tokoh publik sulit didekati. Faktanya, mereka juga membutuhkan interaksi. Dekati orang-orang di lingkaran terdekat mereka seperti pengacara, dokter, pelatih, atau agen, lalu minta bantuan untuk berkenalan.

7. Ahli Asuransi, Keuangan, dan Investasi

Jangan tunggu sampai musibah datang baru memikirkan asuransi. Memiliki teman yang ahli di bidang ini membantu Anda memilih produk yang tepat dan melindungi masa depan finansial Anda.

8. Pengacara

Meski Anda orang baik, sengketa bisa datang kapan saja. Kadang diam bukan solusi, karena pihak lain bisa memutarbalikkan keadaan. Memiliki pengacara andal dalam jaringan Anda akan mengurangi banyak risiko hukum.

9. Teknisi atau Tukang Reparasi Terpercaya

Mobil mogok, saluran air mampet, atau kunci rumah macet—masalah seperti ini butuh penanganan cepat. Memiliki teknisi yang jujur dan cekatan akan menghemat waktu, uang, dan stres Anda.

10. Kontak di Media

Jurnalis atau praktisi PR bisa membantu saat Anda butuh publikasi positif atau menghadapi isu sensitif. Kuncinya adalah menjalin hubungan sebelum Anda memerlukannya, sehingga ketika waktu itu tiba, mereka siap membantu.

Kesimpulan:

Jaringan relasi adalah aset yang sangat berharga. Untuk membuatnya bermanfaat, jangan hanya mencari bantuan saat butuh—mulailah membangun hubungan lebih awal, rawat dengan tulus, dan pastikan hubungan itu saling menguntungkan. Dengan begitu, Anda akan selalu punya sumber daya yang siap membantu kapan pun diperlukan.(jhn/yn)

Parade Militer atau Akhir Kekuasaan? Bocoran Rencana Zhang Youxia Guncang Beijing

EtIndonesia. Sebuah klaim mengejutkan kembali mengguncang jagat politik Tiongkok. Mantan perwira Angkatan Laut Tiongkok, Yao Cheng, mengungkapkan bahwa militer negeri itu diduga sedang menghitung mundur untuk melancarkan operasi besar demi menyingkirkan Presiden Xi Jinping dari tampuk kekuasaan.

Menurut Yao, rencana tersebut diarahkan langsung oleh Jenderal Zhang Youxia, Wakil Ketua Komisi Militer Pusat Tiongkok yang dikenal sebagai salah satu tokoh militer paling berpengaruh. Target waktu pelaksanaan disebut bertepatan dengan parade militer 3 September, yang menurut Yao akan menjadi penampilan publik terakhir Xi sebelum operasi dimulai.

Dua Langkah Utama Operasi

Berdasarkan bocoran Yao Cheng, strategi yang disebut sebagai “Rencana Zhang” mencakup gerakan militer masif di sekitar Beijing:

  1. Langkah Pertama
    • Menggerakkan brigade berat Divisi 82 ke wilayah Changping di utara Beijing.
    • Memindahkan Brigade 196 ke Fengtai di selatan.
    • Penempatan pasukan tambahan di Gaobeidian, Shijiazhuang, dan Handan untuk menciptakan efek pengepungan dari berbagai arah.
      Langkah ini dimaksudkan untuk menekan pusat kekuasaan secara psikologis sekaligus memutus jalur keluar-masuk strategis ibu kota.
  2. Langkah Kedua
    • Memindahkan pasukan khusus Divisi 82 ke kawasan Beidaihe, lokasi istirahat musim panas bagi para elite Partai Komunis.
    • Pasukan ini akan mengambil alih fungsi keamanan yang biasanya dijalankan oleh Biro Pengawal Pusat dan aparat kepolisian, sehingga kontrol keamanan berpindah ke tangan militer.

Strategi Membuat Xi Jinping Lengah

Yao Cheng menegaskan bahwa parade militer tetap akan dilaksanakan dengan Xi memimpin langsung di podium kehormatan. Hal ini dimaksudkan untuk:

  • Menciptakan rasa aman palsu bagi Xi, sehingga ia tidak menyadari ancaman yang sedang berkembang.
  • Mengurangi potensi perlawanan internal, sebab Xi masih mengira dirinya memegang kendali penuh.

Selain itu, Yao mengungkapkan adanya rencana pemberlakuan status darurat di wilayah dalam Ring Road Ketiga Beijing selama dua minggu penuh—jauh lebih lama dibanding prosedur pengamanan parade yang biasanya hanya berlangsung beberapa hari. Penutupan ini akan membatasi gerak para pejabat tinggi dan memberi tekanan politik agar mereka memberikan konsesi kepada faksi militer.

Motif dan Risiko Politik

Pengamat politik Tang Jingyuan menilai Zhang Youxia berada di titik tanpa jalan kembali.

“Jika Zhang gagal menyingkirkan Xi, masa depan dirinya dan seluruh kelompok militernya akan hancur. Taruhannya adalah hidup dan mati secara politik,” ujarnya.

Menurut Tang, hubungan antara Xi Jinping dan sebagian petinggi militer telah lama tegang. Xi dikenal melakukan pembersihan besar-besaran terhadap korupsi militer, namun langkah tersebut juga memperlemah posisi sejumlah jenderal senior, termasuk Zhang Youxia, yang kini diduga berupaya melakukan langkah balasan.

Reaksi dan Dampak Potensial

Hingga kini, pemerintah Tiongkok belum memberikan komentar resmi atas klaim Yao Cheng. Namun, bocoran ini sudah menimbulkan spekulasi luas di kalangan analis luar negeri:

  • Jika rencana ini benar-benar dijalankan, Tiongkok bisa menghadapi salah satu krisis politik terbesar sejak reformasi era Deng Xiaoping.
  • Jika gagal, akan terjadi gelombang pembersihan internal yang lebih besar, mengkonsolidasikan kekuasaan Xi hingga sulit tergoyahkan.

Kesimpulan

Kabar ini belum dapat diverifikasi secara independen, namun rangkaian detail yang disampaikan Yao Cheng—mulai dari komposisi pasukan hingga lokasi penempatan—membuatnya sulit diabaikan. 

Dengan parade militer 3 September yang tinggal menghitung hari, perhatian dunia kini tertuju pada Beijing untuk melihat apakah peristiwa ini akan menjadi ajang unjuk kekuatan rutin, atau justru titik awal dari pergolakan politik terbesar di era Xi Jinping. (***)

Tentara Garis Depan di Ukraina Tak Terlalu Berharap dengan Rencana Pertemuan Trump-Putin

EtIndonesia. Prajurit Ukraina Vyacheslav tampak optimis ketika Donald Trump kembali ke Gedung Putih awal tahun ini. Dia optimis bahwa presiden AS itu dapat membantu mengakhiri invasi Rusia yang telah berlangsung tiga tahun dengan syarat Ukraina.

Hampir tujuh bulan masa jabatan Trump — dan hanya beberapa hari sebelum dia dijadwalkan bertemu Presiden Rusia, Vladimir Putin di Alaska untuk membahas perang — optimisme itu telah memudar.

“Sekarang tidak ada harapan, tetapi ada sedikit antisipasi,” kata pria berusia 36 tahun itu kepada AFP, hanya menggunakan nama depannya sesuai protokol militer.

Pertemuan antara Trump dan Putin pada hari Jumat (15/8) sejauh ini direncanakan akan berlangsung tanpa Volodymyr Zelenskyy dari Ukraina, yang memicu kekhawatiran bahwa Kyiv dapat dipaksa untuk memberikan konsesi, termasuk terkait wilayah.

Bagi tentara Ukraina lainnya, Dmytro, gagasan untuk menyerahkan wilayah bukanlah hal yang dapat diterima, menggemakan kekhawatiran Zelenskyy yang berulang kali diungkapkannya.

“Pertukaran wilayah tidak akan mengubah apa pun,” kata pria berusia 22 tahun itu.

“Ini akan memberi Rusia kesempatan untuk menyusun kembali kekuatan dan tidak mengulangi kesalahan yang mereka buat di awal 2022,” tambahnya, merujuk pada invasi Rusia yang dilancarkan pada Februari tahun itu.

Pasukan Rusia maju dengan cepat di bulan-bulan awal invasi, tetapi kehilangan sebagian besar keuntungan awal mereka setelah menghadapi perlawanan sengit Ukraina.

“Kami memahami bahwa kami tidak akan dapat merebut kembali apa yang telah hilang, tetapi kami akan berjuang untuk setiap jengkal tanah kami, untuk masa depan kami,” tambah Dmytro.

  • ‘Jangan percaya mereka’ –

Ukraina dan Rusia telah mengadakan beberapa putaran perundingan langsung di Turki tahun ini yang tidak menghasilkan terobosan.

Pasukan Rusia terus maju, Ukraina menolak menyerahkan wilayah dalam negosiasi, dan Zelenskyy mengatakan Kremlin harus dipaksa oleh sanksi dan kekuatan untuk mengakhiri invasinya.

“Kami melihat tentara Rusia tidak bersiap untuk mengakhiri perang. Sebaliknya, mereka justru melakukan gerakan yang mengindikasikan persiapan untuk operasi ofensif baru,” tulis Zelenskyy di media sosial, Selasa.

Di Kyiv, Oleksiy Vadovychenko, seorang produser yang tinggal di ibu kota, mengatakan dia tidak berharap akan ada hasil signifikan dari pertemuan di Alaska.

“Sudah ada lebih dari cukup pembicaraan dan belum pernah ada hasil yang nyata,” kata pria berusia 38 tahun itu kepada AFP.

Natalia, dari Kota Pokrovsk di Ukraina timur, yang sedang dikepung oleh pasukan Rusia, mengatakan kepada AFP bahwa dia tidak percaya pada para pemimpin AS maupun Rusia.

“Saya tidak percaya mereka, baik yang satu maupun yang lain, baik fasis Rusia ini maupun Trump. Itu saja,” kata pensiunan berusia 65 tahun itu.

Valentyn, seorang warga Kyiv yang menolak menyebutkan nama belakangnya, mengulangi keyakinan umum di Ukraina bahwa meskipun Trump berhasil menghentikan sementara operasinya, Putin pada akhirnya akan mengejar tujuan maksimalisnya untuk menguasai seluruh negeri, dan akan memulai kembali konflik setelah menyusun kembali pasukannya.

“Sekalipun ada perdamaian, itu hanya sementara. Dengan kata lain, dalam satu, dua, atau tiga tahun, akan ada serangan lagi,” ujarnya kepada AFP. (yn)