EtIndonesia. Pada 10 Agustus 2025 dini hari, hujan deras mengguyur berbagai wilayah di Chengdu. Beberapa warga mengaku mendengar suara raungan rendah dari langit dan secara tak sengaja merekam sosok yang diduga naga berputar di langit malam. Video tersebut memicu perbincangan hangat.
Hari itu, di berbagai wilayah Chengdu, Sichuan, turun hujan lebat disertai cuaca badai petir yang kuat. Sepanjang malam, langit dipenuhi kilat dan guntur.
Seorang warganet mengunggah video dan mengatakan bahwa pada pukul 04.17 dini hari di Distrik Chenghua, Chengdu, ia mendengar suara raungan rendah dari langit dan tanpa sengaja merekam sosok naga.
Dalam rekaman terlihat, bersamaan dengan kilatan petir, muncul bayangan panjang berwarna hitam di langit malam, bergerak berputar, lalu menghilang.
Pengunggah video berkata: “Awalnya hanya ingin merekam cuaca, ternyata benar-benar tertangkap kamera… Sekitar jam 3 pagi saya sempat bertanya ke teman apakah dia mendengar suara seperti lenguhan sapi yang rendah dari langit. Udara sejuk saat hujan, saya sedang duduk meditasi di jendela, sesekali melihat keluar. Saat mau memotret kilat, baru buka kamera, tiba-tiba di pojok kanan atas muncul bayangan hitam.”
Video kemunculan naga di langit malam Chengdu memicu banyak komentar, di antaranya: “Tadi malam saya juga jelas mendengar suara raungan naga!”
Pengunggah video membalas: “Saya baru saja mendengar suara dengungan rendah lalu terbangun. Saat keluar ke balkon, suaranya lebih menggetarkan, sampai merinding.”
Ada juga komentar: “Saya selalu percaya ada naga. Dari 12 shio, cuma naga yang belum pernah kita lihat. Leluhur kita pasti pernah melihatnya.”
“Seratus persen ada naga. Orang mau percaya atau tidak, terserah. Yang penting saya yakin 100%.”
Sebelumnya, fenomena serupa pernah terjadi. Pada malam badai petir di Chengdu dan Xi’an, langit juga menampakkan sosok mirip naga, dan video tersebar luas di internet.
Pada 4 Mei, warganet Chengdu bernama “Aku Punya Sebuah Mimpi Indah” mengunggah video sambil berkata: “Awalnya mau memotret hujan lebat, tanpa sengaja malah memotret naga.”
Dalam video tersebut, terlihat jelas bayangan panjang berwarna hitam di langit malam, bergerak naik-turun, muncul berulang kali, hingga membuat pengunggah terkejut dan berseru.
Pada 2 Mei, di Xi’an, beberapa saksi mata juga merekam bayangan hitam mirip naga melesat cepat di langit malam, terbang rendah lalu tinggi lagi, muncul dan menghilang di antara awan.
Seorang saksi, Tuan Chen, mengatakan kepada “Sichuan Observer” bahwa sekitar pukul 21.00, ia melihat lebih dari tiga naga membentuk lingkaran, saling mengejar dan berputar di udara.
Saksi lain menggambarkan, bayangan hitam itu bergerak sangat cepat, dengan bentuk bergelombang, panjang sekitar 5–10 meter.
Seorang ahli di bidang penerbangan mengatakan bahwa berdasarkan kecepatan dan gerakan bayangan tersebut, bentuknya tidak sesuai dengan karakteristik pesawat atau wahana udara umum lainnya, sehingga kemungkinan besar bukanlah pesawat konvensional. (Hui/asr)
EtIndonesia. Sahabat, hari ini mari kita bicara tentang sesuatu yang sering dianggap misterius—takdir. Pernahkah kamu merenung: apa sebenarnya yang diam-diam mengarahkan jalan hidup kita? Apakah kemampuan? Ataukah keberuntungan?
Jawabannya mungkin akan membuatmu terkejut—yang menentukan nasib kita bukanlah sekadar kemampuan, tapi semua pilihan yang kita buat, satu demi satu!
Kemampuan Itu Penting, Tapi Pilihan Lebih Menentukan
Di dunia ini, ada banyak orang yang sangat cakap dan berbakat, tapi mereka tetap tak bisa menjalani hidup seperti yang mereka impikan. Kenapa bisa begitu?
Karena mereka terlalu takut untuk bertindak—hingga kesempatan yang seharusnya jadi milik mereka, terlewat begitu saja.
Pernahkah kamu mengalami hal-hal seperti ini?
· Ada peluang naik jabatan, tapi kamu ragu dan berkata: “Apa aku benar-benar mampu?”
· Ingin keluar dari pekerjaan yang tak kamu sukai, tapi kamu menunda dengan alasan, “Nanti saja, tunggu kesempatan berikutnya.”
Jack Ma pernah bercerita bahwa dulu dia memilih keluar dari jalur aman sebagai calon pegawai negeri dan memilih untuk merintis bisnis. Saat itu, dia tak punya modal, tak punya jaringan besar—hanya ada tekad. Tapi dari satu pilihan itu, dia mengubah hidupnya selamanya.
Maka yang benar-benar membentuk takdir kita bukanlah seberapa hebat kita, tapi apakah kita berani memilih dan bertindak.
“Ingin” Tak Sama dengan “Melakukan” — Masa Depan Milik yang Bergerak
Banyak dari kita gemar berandai-andai. Tidak salah, tapi jika hanya terus “berpikir” tanpa “bertindak”, maka impian indah itu hanya akan jadi bayangan di udara.
Ingin jadi freelancer? Jangan hanya baca tips dan strategi—cobalah ambil satu proyek kecil.
Ingin tubuh lebih sehat? Jangan cuma nonton video olahraga sambil ngemil—mulailah bergerak dan atur pola makan.
Ingin hidup lebih bermakna? Daftarlah kursus atau aktivitas yang kamu suka, jangan terus berkata, “Nanti saja deh.”
Ada pepatah yang bagus: “Panggung sebesar apa pun, kalau kamu tak naik ke atasnya, kamu hanya akan jadi penonton.”
Dan mereka yang ada di atas panggung adalah orang-orang yang berani melangkah duluan, meski dengan rasa takut sekalipun.
Sikap Mental Positif adalah Sinar Matahari dalam Hidupmu
Hidup tidak selalu mulus—akan ada tekanan, masalah, bahkan badai. Tapi kamu selalu bisa memilih: menyerah atau bertahan dengan senyum.
Sikap hati yang negatif akan membuatmu ambruk hanya karena masalah kecil. Tapi hati yang kuat dan positif bisa menjadikan badai sebagai pengingat bahwa kamu sedang tumbuh.
Dalam dunia psikologi, ada satu penelitian menarik: dalam kondisi tertekan, 80% orang memilih untuk mengeluh, sementara sisanya yang mampu tetap berpikiran positif, justru bisa mengubah tekanan menjadi pendorong menuju pencapaian yang lebih tinggi.
– Anggap masalah sebagai soal latihan—setiap berhasil kamu lewati, kamu jadi lebih kuat dan tenang.
– Anggap kegagalan sebagai bumbu hidup—tanpa rintangan, perjalanan ini akan terasa hambar.
– Ganti keluhan menjadi aksi—daripada menyalahkan nasib, kenapa tidak bangkit dan ambil kendali?
Sedikit Kehangatan untuk Hatimu Hari Ini
Sebenarnya, kita semua menyimpan sebuah “matahari kecil” di dalam hati. Kamu bisa membiarkan angin kehidupan memadamkannya, atau kamu bisa menambahkan kayu bakar agar ia tetap menyala.
– Atur kembali caramu melihat hidup, maka sinar akan kembali.
– Ambil langkah kecil hari ini, maka warna-warni masa depan akan mulai terlihat.
Mulailah dari tiga langkah sederhana: “Pikirkan – Lakukan – Bangun Sikap Positif.”
Isi dirimu dengan keberanian, dan sambut setiap kemungkinan baru yang akan datang.
Buat kamu yang sedang berjuang menjalani hari—aku kasih semangat, ya! Semua hal baik akan datang pada kamu, yang berani memilih untuk terus maju dan tidak menyerah.
Jika menurutmu tulisan ini memberi semangat, jangan ragu untuk membagikannya ke orang-orang terdekatmu. Siapa tahu, satu klik darimu bisa jadi kekuatan untuk orang lain. (jhn/yn)
EtIndonesia. Kalimat mana yang paling bikin orang sebal? Menurut sebuah survei di Amerika Serikat, jawabannya adalah—“terserah.”
Dan ternyata, dalam kehidupan sehari-hari, kata “terserah” juga sering membuat suasana jadi tidak nyaman. Tampak sederhana, tapi dampaknya bisa besar.
Empat Arti Tersembunyi di Balik Kata “Terserah”
Secara khusus, kata “terserah” bisa memiliki empat makna berbeda, tergantung konteks dan nada pengucapannya:
1. Tanda penghormatan: Ingin menunjukkan sikap menghargai dan mengikuti pilihan lawan bicara.
2. Ekspresi kejengahan: Sudah lelah atau malas berdebat, maka menyerahkan keputusan agar pembicaraan cepat selesai.
3. Diam-diam tak setuju: Sebenarnya tidak sepakat atau tidak puas, tapi merasa tidak punya daya tawar atau tidak ingin ribut, jadi memilih diam dan menyerah.
4. Menghindari tanggung jawab: Tidak mau berpikir atau tak ingin menanggung akibat dari keputusan, jadi menyuruh orang lain saja yang memutuskan.
Kenapa Banyak Orang Tidak Suka Kata “Terserah”?
Karena masyarakat kita—baik di Timur maupun Barat—menghargai komunikasi yang terbuka, kerja sama tim, dan keberanian menyatakan pendapat.
Seseorang yang sering menjawab “terserah” akan terlihat:
· Tidak punya inisiatif
· Enggan bekerja sama
· Tidak antusias
· Tidak punya pendirian
Baik dalam lingkungan kerja maupun dalam hubungan pribadi, citra seperti ini membuat orang enggan menjalin kedekatan lebih jauh.
Solusi: Ganti “Terserah” dengan Pilihan yang Lebih Elegan
Lalu bagaimana caranya menyerahkan keputusan kepada orang lain, tanpa membuat mereka merasa tidak dihargai?
1. Saat Ditanya Mau Makan Apa:
Jika kamu sedang dijamu dan tuan rumah bertanya: “Kamu mau makan apa?”
Jangan asal jawab: “Terserah.”
Lebih baik jawab dengan sopan:
· “Anda lebih tahu tempat makan di sini, saya ikut saja, pasti enak.”
· Atau kalau dengan keluarga: “Yang penting jangan repot-repot, masakan sederhana pun saya suka.”
· Atau: “Apa pun yang kamu buat, saya pasti suka.”
Ucapan-ucapan seperti itu memberi kesan hangat dan menghargai, tapi tetap memberikan keleluasaan pada pihak lain.
2. Saat Diminta Pendapat atau Ikut Memutuskan:
Misalnya, teman, pasangan, atau rekan kerja bertanya:
· “Menurutmu kita pilih yang mana?”
· “Kamu suka baju yang ini atau itu?”
Kalau kamu memang tidak punya preferensi kuat, kamu tetap bisa jawab dengan cara yang menunjukkan kamu ikut berpikir:
· “Kalau dilihat dari sisi A dan B, kayaknya pilihan pertama lebih masuk akal.”
· “Secara keseluruhan aku suka yang ini, tapi mungkin kamu punya pertimbangan lain juga.”
Kalau bos atau atasan yang bertanya, dan kamu merasa tidak layak memutuskan, kamu bisa jawab:
· “Anda lebih berpengalaman dalam hal ini, saya percaya keputusan Anda pasti yang terbaik.”
3. Saat Punya Pendapat Tapi Tak Ingin Terlalu Menonjol:
Kadang kita punya pendapat sendiri, tapi tak enak hati untuk terlalu menonjolkan. Dalam situasi seperti ini, kamu bisa sampaikan secara halus:
· “Menurut saya, opsi ini cukup baik. Tapi kalau ditambah dengan X, mungkin akan lebih maksimal.”
· “Itu hanya sekadar masukan saya ya. Bisa benar, bisa juga kurang tepat. Silakan dipertimbangkan sesuai kebutuhan.”
Cara seperti ini memberikan opini tanpa terkesan memaksakan, dan tetap menjaga keharmonisan komunikasi.
Penutup
“Terserah” tampak seperti kata yang simpel, tapi bisa menimbulkan jarak, ketidaknyamanan, bahkan salah paham jika digunakan sembarangan.
Jadi, mulai sekarang, mari belajar untuk:
Lebih terbuka
Lebih menghargai lawan bicara
Lebih bertanggung jawab dalam komunikasi
Karena pilihan kata itu penting. Dan setiap kata yang keluar dari mulut kita bisa membangun atau justru meruntuhkan hubungan.(jhn/yn)
Banyuwangi – Menjelang hari UMKM Nasional yang jatuh pada 12 Agustus, CPA Australia bekerja sama dengan Kementerian Keuangan Republik Indonesia dan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi untuk meningkatkan literasi keuangan di kalangan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).
Lokakarya literasi keuangan diselenggarakan secara khusus pada tanggal 6-7 Agustus 2025 bagi 30 UMKM terpilih di Banyuwangi. Kegiatan ini bertujuan membekali para pelaku usaha dengan pengetahuan dan alat praktis di bidang keuangan guna meningkatkan kemampuan mereka dalam menyusun laporan keuangan.
Ke-30 UMKM tersebut dipilih berdasarkan tingkat literasi keuangan yang dinilai cukup matang, sehingga pelatihan dapat berfokus pada penerapan praktis dan praktik keuangan tingkat lanjut.
Untuk mendukung inisiasi CPA Australia ini, Direktorat Stabilitas Sistem Keuangan dan Sinkronisasi Kebijakan Sektor Keuangan, Kementerian Keuangan turut memberikan informasi seputar sumber pembiayaan yang tersedia bagi UMKM. Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi memfasilitasi jalannya lokakarya ini.
Lokakarya literasi keuangan ini merupakan tindak lanjut dari peluncuran buku Panduan Pengelolaan UMKM: Mewujudkan UMKM yang Berkembang dan Berdaya Saing yang digagas oleh CPA Australia pada akhir tahun 2024 lalu. Panduan ini merupakan dukungan CPA Australia terhadap agenda prioritas nasional Indonesia dalam meningkatkan literasi keuangan praktis di kalangan pelaku UMKM.
“Kami merasa terhormat dapat berperan penting dalam mendukung upaya pemerintah Indonesia untuk meningkatkan daya saing UMKM sebagai bagian dari program inklusi keuangan,” ujar Priya Terumalay FCPA, Kepala Regional CPA Australia untuk Asia Tenggara.
“Hal ini sejalan dengan komitmen kami dalam memperkuat ketahanan ekonomi dan meningkatkan kemampuan financial di kawasan ASEAN. Anggota CPA Australia memiliki keahlian mendalam yang dibutuhkan untuk membantu UMKM membangun kapasitas keuangan yang lebih kuat. Kolaborasi kami dengan pemerintah daerah dan organisasi lainnya dimungkinkan berkat dedikasi para anggota seperti Euneke Winarjo CPA, yang memimpin lokakarya di Banyuwangi.” Tambah Priya.
Pemilihan Banyuwangi sebagai lokasi pelatihan selaras dengan proyek percontohan Kementerian Keuangan untuk meningkatkan literasi keuangan pelaku UMKM di daerah tersebut.
“Saya sangat bersyukur atas kesempatan belajar dan ilmu berharga yang saya peroleh dari pelatihan ini,” ujar Siti Rofiah, pemilik UMKM makanan ringan di Banyuwangi, yang memberikan respon positif atas dampak program ini di level akar rumput.
Untuk pertama kalinya CPA Australia menggelar pelatihan bagi pelaku UMKM di Indonesia, menandai langkah strategis dalam mendukung literasi keuangan nasional melalui kemitraan dengan Kementerian Keuangan.
Program semacam ini merupakan kegiatan pelatihan pertama yang diselenggarakan oleh CPA Australia bagi UMKM di Indonesia, menandai langkah penting dalam menjaga komitmen jangka panjang dalam mendukung literasi keuangan secara nasional lewat hubungan kemitraan dengan Kementerian Keuangan.
CPA Australia telah hadir di kawasan ASEAN selama lebih dari 70 tahun, dimulai dari Singapura. Sejak membuka kantor di Jakarta pada 2011, organisasi ini berperan penting dalam mendukung pengembangan profesional di bidang akuntansi keuangan, baik di sektor pemerintahan maupun swasta di Indonesia.
Berdasarkan Survei Tahunan Usaha Kecil Asia-Pasifik oleh CPA Australia, prospek pertumbuhan usaha kecil di Indonesia berada pada titik tertinggi dalam lima tahun terakhir, dengan 83 persen pelaku usaha melaporkan adanya pertumbuhan pada tahun 2024.
“Hasil survei kami menunjukkan bahwa sektor usaha kecil di Indonesia digerakkan oleh wirausahawan muda yang dinamis dan terbuka terhadap teknologi dalam mengembangkan bisnis mereka. Dengan panduan yang tepat serta dukungan berkelanjutan dari pemerintah, mereka memiliki potensi besar untuk semakin meningkatkan kinerja dan daya saingnya,” ujar Priya.
“Kami menyambut baik dukungan yang diberikan CPA Australia dalam meningkatkan literasi keuangan di kalangan UMKM di Indonesia,” kata Risyaf Fahreza, Kepala Subdirektorat Program dan Manajemen Pengetahuan, Direktorat Stabilitas Sistem Keuangan dan Sinkronisasi Kebijakan Sektor Keuangan, Kementerian Keuangan.
Risyaf menambahkan bahwa, “lokakarya ini sejalan dengan prioritas pemerintah untuk memperkuat daya saing dan ketahanan sektor UMKM dengan meningkatkan akses terhadap pembiayaan serta pemahaman keuangan. Kolaborasi seperti ini menjadi bentuk sinergi yang berarti antara pemerintah dan mitra internasional dalam mendukung transformasi ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.”
Sementara itu Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan Kebupaten Banyuwangi, Nanin Oktaviantie menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya program ini. “Kami sangat menghargai dukungan dan inisiatif CPA Australia dalam memajukan literasi keuangan UMKM di Banyuwangi. Kolaborasi dengan Kementerian Keuangan ini tidak hanya memberdayakan pelaku usaha lokal kami dengan materi penting pengetahuan keuangan untuk mengembangkan bisnis mereka, tetapi juga berkontribusi pada agenda nasional yang lebih luas dalam memperkuat UMKM sebagai tulang punggung perekonomian Indonesia,” ungkap Nanin
“Dengan pemahaman keuangan yang lebih baik, UMKM kami akan menjadi lebih tangguh, kompetitif, dan siap berkembang baik di tingkat lokal maupun global.” Tutup Nanin.
Menurut berita yang disampaikan oleh Federal Bureau of Investigation (FBI) bahwa Direktur FBI Kash Patel telah berkunjung ke Kota Wellington, Selandia Baru pada 31 Juli 2025 untuk meresmikan kantor atase hukum FBI. Hal ini digambarkan oleh FBI sebagai tonggak sejarah dalam kerja sama penegakan hukum dan intelijen bagi Amerika Serikat dan Selandia Baru.
Selain itu, FBI juga menyebutkan bahwa meskipun FBI telah menempatkan personel di Selandia Baru selama beberapa tahun, namun pendirian Kantor Atase Hukum di negara tersebut ditujukan dalam upayanya untuk memperkuat dan meningkatkan kerja sama jangka panjang dengan mitra penting yang tergabung dalam aliansi Five Eyes di Pasifik barat daya.
Aliansi Five Eyes adalah aliansi intelijen yang terdiri dari negara-negara berbahasa Inggris Anglo-Saxon, yang anggotanya terdiri dari Amerika Serikat, Inggris, Australia, Kanada, dan Selandia Baru.
Dari kelima negara tersebut, Inggris, Australia, Selandia Barudan Kanada juga merupakan negara anggota Persemakmuran. Selain itu, Amerika Serikat, Kanada, dan Inggris juga merupakan anggota NATO. Aliansi ini, yang awalnya dipimpin oleh Inggris dan Amerika Serikat melalui Perjanjian UKUSA (United Kingdom-United States of America Agreement), guna menganalisis dan berbagi intelijen yang diperoleh melalui pengawasan untuk tujuan keamanan.
Selama Perang Dingin, Five Eyes mengembangkan sistem pengawasan ECHELON, terutama untuk memantau gerak-gerik Uni Soviet dan sekutu-sekutunya di Eropa Timur. Saat ini, target utama pengawasannya adalah Partai Komunis Tiongkok.
Komisaris Kepolisian Federal Australia Reece Kershaw (kiri) dan Direktur FBI Kash Patel (kanan) selama kunjungan Patel ke Australia pada Juli 2025. Kash Patel via X
Kantor baru ini kabarnya akan mengawasi kemitraan FBI di Selandia Baru, Antartika, Samoa, Niue, Kepulauan Cook, dan Tonga, selain itu skup kegiatannya juga termasuk penyelidikan dan pemberantasan berbagai ancaman dan aktivitas kriminal, termasuk terorisme, kejahatan siber dan penipuan, kejahatan terorganisir dan pencucian uang, eksploitasi anak, dan ancaman intelijen asing.
Pada hari yang sama, Kash Patel bersama Menteri Pertahanan Selandia Baru Judith Collins, Menteri Kepolisian Mark Mitchell dan lainnya menghadiri upacara peresmian kantor tersebut.
Dalam pidatonya, Kash Patel secara eksplisit menyatakan bahwa sebagian tujuan dari mendirikan kantor FBI di Wellington ini adalah untuk meningkatkan kemampuan Amerika Serikat dan Selandia Barudalam melawan pengaruh PKT di Pasifik. Juga untuk menghadapi Partai Komunis Tiongkok di kawasan Indo-Pasifik, memerangi perdagangan narkoba, secara bersama-sama mencegah intrusi siber dan serangan ransomware, Tidak kalah pentingnya adalah untuk melindungi warga negara kita masing-masing.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri PKT di Beijing menyatakan terkejut atas keputusan FBI mendirikan kantor di Selandia Baru guna melawan pengaruh PKT, yang diklaim bakal merugikan perdamaian dan stabilitas di Asia-Pasifik dan dunia.
Agen FBI berjalan di dekat markas besar FBI di Washington pada 15 Februari 2024. (Madalina Vasiliu / The Epoch Times)
Sementara juru bicara Kedutaan Besar PKT di Selandia Baru bahkan lebih ketus dengan mengatakan: “Kami menentang pencemaran nama baik dan eksploitasi Tiongkok yang tidak beralasan berdasarkan pemikiran Perang Dingin. Pendekatan ini tidak populer dan tidak akan berhasil.”
Jadi, mengapa FBI mendirikan kantor baru di Selandia Baru? Mengapa secara eksplisit dinyatakan bahwa sebagian tujuannya adalah untuk melawan pengaruh PKT?
Pertama, sebagai anggota terkecil dari aliansi Five Eyes, Selandia Baru memiliki hubungan yang unik dengan Beijing, karena PKT adalah mitra dagang terbesarnya. Akibatnya, dalam beberapa hal, Selandia Baru tidak sepenuhnya sejalan dengan negara-negara lain yang bergabung dalam Five Eyes. Misalnya, Selandia Baru memilih “absen” dalam pernyataan tahun 2021 yang menyangkut penegakan hukum di kepolisian Hongkong, dan pernyataan bersama yang mempertanyakan laporan asal-usul COVID-19 WHO. Hal mana sangat disesalkan oleh keempat negara lainnya.
Pada April 2021, dalam sebuah artikel yang diterbitkan oleh News Australia, disebutkan bahwa Selandia Baru bahkan dianggap sebagai “mata rantai lemah” aliansi Five Eyes karena kebijakannya yang terlalu lunak terhadap PKT.
Washington Examiner di Amerika Serikat menyatakan bahwa Selandia Baru, seperti halnya Uni Eropa, telah menggunakan kebijakan diplomatik untuk membuat konsesi politik dengan Beijing, dengan memanfaatkan paham pemuasan sebagai imbalan atas keuntungan ekonomi dari PKT.
Financial Times juga menyatakan dalam sebuah laporan tahun lalu bahwa Selandia Baru yang kecil bisa menjadi target infiltrasi PKT, dan sebagai anggota aliansi Five Eyes, Selandia Baru sangat menarik bagi PKT.
Kekhawatiran yang diungkapkan dalam laporan di atas bukannya tanpa dasar. Secara politis, hubungan PKT–Selandia Baru sering diwarnai oleh pertukaran pejabat tingkat tinggi. Misalnya, pada April 2019, Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern mengunjungi Beijing dan bertemu dengan Xi Jinping dan Li Keqiang.
Pada Maret 2023, Menteri Luar Negeri Selandia Baru Nanaia Mahuta mengunjungi Tiongkok. Pada Juni, Perdana Menteri Selandia Baru Christopher John Hipkins mengunjungi Beijing dan mengadakan pembicaraan dengan Xi Jinping, Li Qiang, dan Zhao Leji. Kedua belah pihak juga mengeluarkan pernyataan bersama tentang kemitraan strategis yang komprehensif. Pada April 2024, Menteri Perdagangan dan Menteri Pertanian Selandia BaruTodd McClay mengunjungi Tiongkok.
Para pemimpin tinggi Selandia Baru telah berulang kali mengirimkan sinyal bersahabat kepada PKT. Sebagaimana ditegaskan oleh mantan Perdana Menteri Jacinda Ardern, mengelola hubungan kedua negara tidak selalu mudah, tetapi perbedaan tidak boleh dibiarkan merusaknya.
Mantan Menteri Luar Negeri Selandia Baru Nanaia Mahuta, juga menyatakan bahwa Selandia Baru menganggap hubungan dengan PKT sebagai salah satu hubungan luar negeri terpentingnya dan berharap dapat membangun hubungan yang saling menghormati dengan PKT.
Dari perspektif ekonomi, PKT merupakan mitra dagang, pasar ekspor, dan sumber impor terbesar bagi Selandia Baru. Pada tahun 2020, perdagangan bilateral antara kedua negara tersebut mencapai USD 18,12 miliar, dimana PKT mengimpor senilai USD 12,06 miliar.
Sementara ekspor utama PKT ke Selandia Baru adalah pakaian jadi dan produk elektromekanis, sementara impor utamanya dari Selandia Baruadalah produk susu, produk kayu, dan daging.
Lebih lanjut, investasi Selandia Baru di PKT terutama berfokus pada pertanian, kehutanan, industri ringan, tekstil, metalurgi, pengolahan makanan, farmasi, dan komputer. Investasi PKT di Selandia Baru terutama berfokus pada produk susu, pengembangan sumber daya, asuransi, dan konstruksi.
Selain itu, kedua negara juga memiliki kerja sama yang luas di bidang sains dan teknologi, pendidikan, dan budaya. Kedua negara telah menjalin 42 provinsi dan kota kembar. PKT telah menyusup ke Selandia Baru dengan kekuatan yang cukup besar, sebagaimana banyak negara Barat lainnya.
Hubungan PKT–Selandia Baru dan ketergantungan ekonomi Selandia Baru terhadap PKT tentu saja menimbulkan kekhawatiran bagi keempat anggota lain yang tergabung dalam Five Eyes.
Dengan terpilihnya kembali Trump sebagai presiden, yang terus menyebut PKT sebagai musuh nomor satu dan menggunakan perdagangan sebagai daya ungkit untuk membentuk kembali tatanan politik dan ekonomi dunia, Amerika Serikat tentu saja tidak dapat mengabaikan kerentanan Selandia Baru.
Selain secara langsung maupun tidak langsung memengaruhi kebijakan luar negeri Selandia Baru, AS juga perlu membantu Selandia Baru termasuk di negara-negara kepulauan Pasifik lainnya, seperti Antartika, Samoa, Niue, Kepulauan Cook, dan Tonga dalam melawan infiltrasi PKT. Inilah tujuan utama dari pendirian kantor baru FBI di Wellington, Selandia Baru.
Namun, berdasarkan bantahan resmi Selandia Baruatas pernyataan Kash Patel dan pernyataan Menteri Pertahanan Collins bahwa kerja sama intelijen AS-Selandia Barutidak akan menargetkan negara tertentu.
Dari sini terlihat bahwa Selandia Baru masih tetap agak waspada terhadap sikap PKT. Namun, mengingat masih adanya kekuatan anti-komunis dalam politik Selandia Baru dan tekanan dari AS dan Australia, diduga Selandia Baru tidak akan lebih dekat lagi dengan PKT.
Sebaliknya, dengan disetujuinya pendirian kantor FBI paling tidak sudah menunjukkan bahwa Selandia Baru telah secara efektif mempererat kerja samanya dengan AS, yang tidak diragukan lagi merupakan perkembangan negatif bagi infiltrasi PKT di Selandia Barudan negara-negara kepulauan Pasifik. Tentu saja kalau ditinjau dari hal ini, bagaimana mungkin PKT tidak marah? (***)
EtIndonesia. Iran telah mengirim ilmuwan nuklirnya yang tersisa ke tempat persembunyian setelah konflik 12 hari pada bulan Juni yang menewaskan setidaknya 14 orang akibat serangan Israel, menurut sebuah laporan baru.
Lebih dari 15 ilmuwan terkemuka yang selamat dari serangan tersebut telah meninggalkan rumah dan universitas mereka untuk bersembunyi di lokasi aman di Teheran atau di sepanjang pantai utara, kata seorang pejabat senior Iran kepada The Telegraph.
Namun, para ahli Israel memperingatkan bahwa siapa pun yang siap mewarisi karya para ilmuwan yang terbunuh — di mana pun mereka memilih untuk bersembunyi — sudah “mati berjalan,” menurut media Inggris tersebut.
“Mereka yang tersisa akan berada di garis depan setiap upaya Iran untuk mencapai bom nuklir, sehingga mereka secara otomatis akan menjadi target Israel seperti yang telah ditunjukkan Israel di masa lalu,” kata Danny Citrinowicz, mantan kepala meja strategis Iran di Badan Intelijen Pertahanan Israel.
“Saya tidak meragukannya. Ilmuwan mana pun yang menangani isu nuklir akan disingkirkan atau diancam akan disingkirkan,” ujarnya.
Israel diduga telah menyusun daftar lengkap sekitar 100 ilmuwan Iran yang mungkin menjadi target di masa mendatang untuk menghentikan ambisi nuklir Teheran, menurut Telegraph.
Setidaknya 14 pakar atom terkemuka Teheran tewas dalam perang 12 hari Iran dengan Israel atas dugaan peran pribadi mereka dalam mengembangkan uranium yang diperkaya tinggi, yang menurut negara Yahudi itu akan digunakan untuk senjata nuklir.
Di antara mereka adalah Fereidoun Abbasi, mantan kepala Organisasi Energi Atom Iran, dan Mohammad Mehdi Tehranchi, kepala Universitas Islam Azad di Teheran.
Serangan mematikan tersebut mendorong Teheran untuk mengeluarkan langkah-langkah keamanan baru bagi para ilmuwan terkemukanya yang masih hidup, kata pejabat Iran tersebut kepada The Telegraph. Iran juga dilaporkan telah mengganti para pakar atomnya yang mengajar di perguruan tinggi “dengan orang-orang yang tidak memiliki hubungan dengan program nuklir.”
Universitas-universitas tempat beberapa target bekerja terkena serangan dan rusak akibat serangan udara Israel selama perang.
Laporan tentang upaya Teheran untuk meningkatkan keamanan bagi para ilmuwannya muncul hanya beberapa hari setelah Iran menghukum dan mengeksekusi Rouzbeh Vadi, seorang insinyur reaktor yang dituduh menjadi mata-mata untuk Israel dan membantu memfasilitasi serangan terhadap rekan-rekannya.
Iran telah melakukan tindakan keras spionase besar-besaran setelah perang, menangkap ratusan orang di seluruh negeri dan mengusir lebih dari satu juta pengungsi Afghanistan yang dicap sebagai mata-mata potensial untuk Israel.
Hosting Air Worldwide, sebuah lembaga nirlaba yang bekerja untuk membantu para tawanan politik dan keluarga mereka, mengatakan bahwa setidaknya empat warga negara Iran-Amerika termasuk di antara ratusan orang yang ditahan dalam serangan spionase tersebut.(yn)
EtIndonesia. Kalau kamu ingin hidupmu luar biasa, ingin jadi seseorang yang bersinar dan dihargai, maka kamu harus siap untuk bekerja keras sepenuh hati.
Jangan terlalu berharap pada keajaiban—karena meskipun keajaiban itu memang ada, belum tentu dia akan datang menghampirimu.
Dalam kenyataan hidup, “satu usaha = satu hasil” tidak selalu berlaku. Kamu bisa bersusah payah, tapi hasilnya belum tentu langsung terlihat. Itulah kerasnya kehidupan nyata.
Ingin Hidup yang Kamu Impikan? Siaplah Ditempa oleh Kehidupan
Kalau kamu benar-benar ingin meraih kehidupan seperti yang kamu bayangkan, maka kamu harus siap menghadapi ujian, tekanan, dan tantangan. Hanya dengan menembus semua rintangan, jalan menuju sukses akan terbuka lebar bagimu.
Ya, hidup ini penuh lika-liku. Akan ada kesedihan, kebingungan, dan banyak hal yang membuatmu berkata: “Aku tidak bisa apa-apa.” Tapi justru semua itulah batu-batu kerikil di jalan menuju kematangan hidup. Mereka selalu ada, kapan pun, di mana pun.
Jangan Terlalu Bergantung pada Siapa Pun
Kamu harus menguatkan dirimu. Jangan terlalu berharap ada orang yang akan selalu menolongmu. Yang benar-benar bisa menyelamatkan dan membebaskanmu… hanyalah dirimu sendiri.
Seperti kata pepatah: “Siapa yang mengikat lonceng, dia juga yang harus melepaskannya.”
Jika kamu tidak bisa mengalahkan dirimu sendiri, dorongan dari orang lain pun tak ada gunanya. Saat mereka berhenti mendorong, kamu akan jatuh lagi ke lubang yang sama.
Jadilah Orang yang Diam-diam Berjuang, Tapi Tak Pernah Menyerah
· Jadilah orang yang bekerja keras dalam diam.
· Jadilah orang yang berani memperjuangkan apa yang diinginkan.
· Jadilah orang yang bisa menertawakan kesulitan diri sendiri.
Jangan menyalahkan siapa pun. Jangan iri pada siapa pun.
Karena kamu tidak ikut menanam, jangan iri pada hasil panen orang lain. Dan karena orang lain tak menanggung bebanmu, mereka tak perlu memahami beratnya langkahmu.
Tersenyumlah di bawah matahari. Berlari di tengah hujan. Melangkahlah menuju tujuanmu, dan tetap teguh dalam perjuangan.
Jangan Biarkan Tekanan Hidup Mencuri Kebahagiaanmu
Apa pun yang terjadi kemarin—entah itu memalukan, menyakitkan, mengecewakan—itu sudah berlalu.
Masa lalu tak bisa diubah. Biarkan hari kemarin membawa pergi semua kesedihan, kelelahan, dan rasa pahit.
Tetap Kuat! Semua Akan Berlalu
Saat ini mungkin kamu merasa berada di dasar jurang. Tapi suatu hari nanti, saat kamu menoleh ke belakang, semua itu akan terasa kecil dan sepele.
Yang kamu butuhkan sekarang hanyalah keberanian dan kekuatan untuk terus melangkah.
Gigihlah, walau lelah. Bertahanlah, walau berat. Karena takdir itu seperti per, semakin kamu lemah, dia akan menekukmu lebih keras. Tapi kalau kamu kuat dan tak gentar, kamu akan menekannya ke bawah dan berdiri di atasnya.
Hidup Tidak Pernah Mulus, Tapi Justru di Sanalah Letak Keindahannya
Hidup tak akan pernah sepenuhnya mulus. Akan selalu ada ujian tak terduga.Namun, setiap cobaan adalah cara hidup menguji seberapa besar kamu siap untuk menjadi lebih baik.
Kadang kamu baru tahu betapa berharganya hidup setelah menghadapi batas antara hidup dan mati. Dan di sanalah kamu akan sadar—hidup ini bukan tentang nyaman, tapi tentang pertumbuhan.
Hanya setelah melewati tantangan, kamu akan mengerti apa itu kematangan, dan apa itu pencapaian sejati.
Jagalah Hatimu agar Tetap Muda
Biarlah tubuh menua. Tapi jiwa kita harus tetap muda, tetap membara, tetap penuh harapan.
· Tersenyumlah dalam sinar matahari.
· Berlarilah meski dalam hujan badai.
· Katakan pada dirimu: “Kemarin sudah berlalu. Hari esok akan lebih indah.”
Penutup: Hidup Ini Adalah Milikmu — Jangan Takut Berjuang
Kamu boleh capek, tapi jangan menyerah.Kamu boleh terjatuh, tapi jangan tinggal di bawah.
Kamu layak mendapatkan hidup yang kamu impikan.Tapi impian itu hanya bisa menjadi kenyataan jika kamu mau berjuang keras tanpa alasan, tanpa drama, dan tanpa berhenti.
Berlarilah di tengah hujan. Tersenyumlah di bawah sinar matahari. Berjuanglah dengan sepenuh hati, dan jalani hidup yang kamu inginkan. (jhn/yn)
EtIndonesia. Ketegangan antara Israel, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), dan media internasional kian memuncak setelah Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu membantah keras tuduhan bahwa Israel menjadi penyebab utama kelaparan di Jalur Gaza. Dalam konferensi pers internasional yang digelar pada 10 Agustus 2025, Netanyahu menyebut tuduhan tersebut sebagai bagian dari “kampanye kebohongan global” yang menurutnya mirip dengan propaganda antisemit yang pernah terjadi sepanjang sejarah.
Bantahan Keras Netanyahu terhadap PBB
Dalam pernyataannya, Netanyahu menegaskan bahwa tuduhan PBB tidak berdasar. Dia menuding kelompok Hamas sebagai pihak yang bertanggung jawab atas krisis pangan di Gaza, dengan cara mencuri dan menimbun bantuan kemanusiaan yang seharusnya disalurkan kepada warga sipil.
Netanyahu juga menyoroti pemberitaan media internasional, khususnya New York Times, yang mempublikasikan foto-foto penderita kelaparan. Menurutnya, foto-foto tersebut menyesatkan karena sebagian di antaranya adalah pasien penyakit kronis, bukan korban kelaparan.
“Kenyataannya adalah bantuan telah kami izinkan masuk, tetapi Hamas merampasnya. Dunia perlu melihat fakta di lapangan, bukan narasi yang direkayasa,” tegas Netanyahu.
Akses untuk Jurnalis Asing
Sebagai langkah pembuktian, Netanyahu mengumumkan bahwa Pemerintah Israel akan mengizinkan lebih banyak jurnalis asing masuk ke Gaza. Langkah ini dimaksudkan agar media internasional dapat melihat secara langsung kondisi kemanusiaan di wilayah tersebut, tanpa bergantung pada sumber informasi dari Hamas atau pihak ketiga.
Serangan Udara Mematikan terhadap Jurnalis
Namun, pada hari yang sama, situasi memburuk ketika serangan udara Israel dilaporkan menewaskan lima jurnalis Al Jazeera, termasuk reporter terkenal Anas Sharif. Militer Israel mengklaim bahwa Sharif bukan sekadar wartawan, melainkan mantan petinggi Hamas yang disebut masih terlibat aktif dalam operasi kelompok tersebut.
Insiden ini memicu kecaman dari berbagai organisasi pers internasional dan kelompok hak asasi manusia, yang menilai serangan terhadap jurnalis sebagai pelanggaran serius terhadap hukum perang dan kebebasan pers.
Pemakaman yang Kembali Berdarah
Ketegangan semakin memuncak pada 11 Agustus 2025, ketika upacara pemakaman Anas Sharif dan rekan-rekannya di Gaza berubah menjadi tragedi. Serangan udara kembali menghantam area pemakaman, menewaskan dan melukai sejumlah pelayat. Gambar dan video yang beredar menunjukkan kekacauan di lokasi, dengan warga berlarian mencari perlindungan di tengah asap dan reruntuhan.
Reaksi Internasional
PBB mengecam keras serangan terhadap jurnalis dan menuntut penyelidikan independen.
Al Jazeera menuduh Israel secara sengaja menargetkan wartawannya dan berjanji akan membawa kasus ini ke Mahkamah Pidana Internasional (ICC).
New York Times menyatakan akan tetap memberitakan krisis kemanusiaan di Gaza berdasarkan data dan saksi lapangan, meski mendapat tuduhan dari pemerintah Israel.
Situasi Gaza Tetap Mencekam
Meski Israel membantah tuduhan kelaparan massal, laporan lapangan dari berbagai lembaga kemanusiaan menunjukkan bahwa pasokan makanan, obat-obatan, dan air bersih di Gaza tetap kritis. Pertempuran yang terus berlangsung membuat distribusi bantuan semakin sulit, sementara korban sipil terus bertambah.
Liu Jianchao, Menteri Departemen Hubungan Internasional Komite Sentral Partai Komunis Tiongkok (PKT), dikabarkan sedang diselidiki. Belakangan ini ia berturut-turut absen dalam sejumlah acara penting, dan tanda-tanda masalahnya sudah terlihat sebelumnya.
EtIndonesia. Harian The Wall Street Journal beberapa waktu lalu melaporkan, sumber yang mengetahui masalah ini mengatakan bahwa setelah menyelesaikan kunjungan luar negeri pada akhir Juli dan kembali ke Beijing, Liu Jianchao langsung dibawa oleh pihak berwenang untuk diinterogasi, meskipun alasannya belum diketahui.
Departemen Hubungan Internasional bertanggung jawab atas urusan komunikasi dan hubungan PKT dengan partai politik maupun organisasi politik asing.
Ia diketahui pernah menjabat sebagai Dubes Tiongkok untuk Filipina periode 2009-212 dan Dubes Tiongkok untuk Indonesia periode 2012-2014.
Pada akhir Juli, Liu yang berusia 61 tahun mengunjungi Singapura, Afrika Selatan, dan Aljazair. Setelah kembali ke Tiongkok, ia tidak lagi muncul di depan publik.
Menurut situs resmi Departemen Hubungan Internasional PKT, pada 30 Juli pihak berwenang mengumumkan pertemuan Liu dengan pejabat Aljazair. Setelah itu, tidak ada lagi pembaruan mengenai kegiatan resmi Liu. Namun, di situs tersebut Liu masih tercatat sebagai menteri.
Pada 11 Agustus, harian Sing Tao Daily di Hong Kong melaporkan bahwa setelah kunjungan luar negeri pada akhir Juli, Liu dikabarkan diselidiki dan kemungkinan besar tidak akan bisa lagi bekerja di lini diplomasi. Setelah itu, ia berturut-turut absen dalam tiga acara penting, yang tampaknya menjadi indikasi penyelidikan terhadap dirinya.
Pada 31 Juli, Ketua Dewan Bisnis AS–Tiongkok, Craig Allen, memimpin delegasi bisnis AS mengunjungi Departemen Hubungan Internasional, namun hanya diterima oleh Wakil Menteri Lu Kang. Pada hari yang sama, Partai Rusia “United Russia” mengadakan forum yang dalam dua tahun terakhir selalu dihadiri Liu, tetapi kali ini hanya diwakili oleh Wakil Menteri Sun Haiyan yang hadir dan berpidato lewat video.
Pada 7 Agustus, Wakil Menteri Departemen Hubungan Internasional, Chen Zhou, bertemu dengan Duta Besar Laos untuk PKT, Songphone, namun Liu tidak hadir seperti biasanya.
Sejak memimpin Departemen Hubungan Internasional, Liu Jianchao sering melakukan kunjungan luar negeri dan secara luas dianggap sebagai kandidat kuat menteri luar negeri. Namun, laporan menyebutkan bahwa kini semua itu “tinggal kenangan”.
Dalam beberapa tahun terakhir, sistem urusan luar negeri PKT telah kehilangan tiga menteri luar negeri (termasuk kandidat populer).
Menjelang Kongres Nasional ke-20 PKT, Le Yucheng — anggota alternatif Komite Sentral ke-19 dan wakil menteri luar negeri peringkat pertama — tiba-tiba dipindahkan menjadi wakil direktur Administrasi Nasional Radio dan Televisi.
Mantan duta besar untuk AS, Qin Gang, kembali ke Tiongkok untuk menggantikan Wang Yi sebagai menteri luar negeri sekaligus naik menjadi anggota Dewan Negara, tetapi hanya bertahan selama 7 bulan sebelum diberhentikan.
Setelah Qin Gang jatuh, Wang Yi — Direktur Kantor Urusan Luar Negeri Komite Sentral — kembali menjabat menteri luar negeri.
Saat itu Liu Jianchao dianggap sebagai kandidat terkuat untuk menggantikannya, dengan banyak pihak meyakini bahwa Wang hanya akan menjadi menteri sementara, mengingat usianya yang sudah di atas 70 tahun. Namun, kini Liu juga tersandung masalah.
Wang Yi, yang berusia 74 tahun, telah memimpin Kementerian Luar Negeri PKT selama 12 tahun.
Sistem diplomatik PKT mencakup hubungan dalam dan luar negeri, dengan banyak area abu-abu yang luas, serta intrik antar-faksi yang rumit.
Dalam 30 tahun terakhir, pelanggaran disiplin diplomatik dan pelanggaran hukum negara tuan rumah oleh pejabat dari kantor pusat maupun kedutaan/konsulat di luar negeri terus terjadi. (Hui/asr)
EtIndonesia. Bayangkan, seluruh 36 miliar matahari dimampatkan ke satu titik — itulah perkiraan massa lubang hitam yang baru saja dikonfirmasi para ilmuwan. Lubang hitam ini berada di sebuah galaksi raksasa sekitar 5 miliar tahun cahaya dari Bumi, yang bersama galaksi pendampingnya membentuk struktur terkenal bernama “Tapal Kuda Kosmik”.
Hal yang lebih mengejutkan, lubang hitam ini sedang “tertidur” — ia saat ini tidak sedang melahap materi di sekitarnya secara besar-besaran, sehingga terlihat tenang dan tidak memancarkan sinar-X kuat seperti lubang hitam aktif. Karena lubang hitam tidak memancarkan cahaya, lubang hitam dorman seperti ini ibarat “monster tak kasat mata” di alam semesta, yang sangat sulit ditemukan secara langsung.
Lalu, bagaimana para ilmuwan menemukannya? Rahasianya ada pada teori relativitas umum Einstein — massa dapat membengkokkan ruang-waktu, dan cahaya pun ikut dibelokkan.
Dalam sistem “Tapal Kuda Kosmik” ini, cahaya dari galaksi latar belakang dibengkokkan oleh galaksi latar depan menjadi hampir membentuk cincin cahaya sempurna, fenomena yang dikenal sebagai efek lensa gravitasi. Jika benda langit berada hampir sejajar sempurna, cincin ini disebut cincin Einstein. Namun, bentuk di sini lebih menyerupai tapal kuda, sehingga diberi nama demikian.
Tim peneliti menggabungkan dua jenis informasi — derajat pembengkokan cahaya dan kecepatan tinggi bintang-bintang di pusat galaksi latar depan (mendekati 400 km/detik) — untuk menghitung massa lubang hitam dengan presisi. Hasilnya mengejutkan: setara dengan 36 miliar matahari!
Para ilmuwan meyakini galaksi ini adalah “kelompok galaksi fosil”, artinya kemungkinan terbentuk dari penggabungan banyak galaksi. Dalam proses penggabungan itu, lubang hitam supermasif di setiap pusat galaksi mungkin juga bergabung, membentuk raksasa kosmik yang ada saat ini.
Para ilmuwan juga menduga ukuran galaksi berkaitan erat dengan ukuran lubang hitam di pusatnya: ketika galaksi tumbuh, banyak materi mengalir ke lubang hitam pusat sehingga massanya bertambah. Saat lubang hitam aktif menyerap materi, energi yang dipancarkannya dapat mengacaukan lingkungan internal galaksi, sehingga menghambat pembentukan bintang baru.
Mungkin inilah juga yang akan terjadi pada Bima Sakti di masa depan — jika suatu saat nanti Bima Sakti bertabrakan dengan galaksi Andromeda, lubang hitam pusat Bima Sakti, Sagitarius A*, mungkin akan bergabung dengan lubang hitam Andromeda dan membentuk monster super serupa. Dengan kata lain, pemandangan “Tapal Kuda Kosmik” saat ini bisa menjadi gambaran mini masa depan rumah kita di alam semesta.
Pengetahuan Astronomi Singkat
Efek Lensa Gravitasi: Menurut relativitas umum, gravitasi bukanlah “gaya tarik misterius” suatu benda, melainkan akibat dari massa yang membengkokkan ruang-waktu, sehingga benda-benda lain bergerak mengikuti kelengkungan itu.
Perumpamaan yang umum digunakan adalah sebuah bola diletakkan di atas trampolin, menyebabkan permukaannya melengkung ke bawah; bola kecil yang diletakkan di dekatnya akan menggelinding ke arah bola besar.
Trampolin mewakili ruang-waktu, bola besar adalah Bumi, dan bola kecil adalah kita. Pentingnya, kelengkungan ruang-waktu ini memengaruhi bukan hanya materi, tapi juga cahaya. Jadi, ketika kita melihat cahaya bintang yang melengkung menjadi busur atau cincin dengan teleskop, sebenarnya kita sedang melihat bagaimana benda bermassa besar “memahat” ruang-waktu itu sendiri.
EtIndonesia. Ketegangan diplomatik jelang pertemuan puncak Presiden Amerika Serikat, Donald Trump dan Presiden Rusia, Vladimir Putin semakin memuncak. Trump secara terbuka menyatakan bahwa pertukaran wilayah antara Ukraina dan Rusia dapat menjadi jalan keluar untuk mengakhiri perang yang telah berlangsung lebih dari tiga tahun itu.
Trump mengungkapkan rencananya dalam konferensi pers di Gedung Putih pada 11 Agustus 2025, sekaligus mengonfirmasi bahwa dia akan mengadakan pembicaraan dengan Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy dan sejumlah pemimpin Eropa pada 13 Agustus 2025 — pertemuan yang dia sebut sebagai “jendela negosiasi terakhir” sebelum berhadapan langsung dengan Putin.
“Saya mungkin bisa menilai dalam dua menit apakah ada kemungkinan kemajuan atau tidak. Saya akan langsung mengatakan kepada Putin: Anda harus mengakhiri perang ini. Pertukaran wilayah akan menjadi bagian dari perjanjian damai,” tegas Trump.
Trump menambahkan bahwa dia juga mempertimbangkan pertemuan tiga pihak yang melibatkan dirinya, Putin, dan Zelenskyy dalam satu ruangan untuk membahas perdamaian secara langsung. Bahkan, dia menyebut skenario “mengunci” kedua pemimpin Rusia dan Ukraina tersebut hingga tercapai kesepakatan.
Saat ini, Rusia menguasai sekitar 20% wilayah Ukraina, sementara Ukraina memegang sebagian kecil wilayah di dalam Rusia. Skema pertukaran wilayah pernah diusulkan sebelumnya oleh Trump, namun mendapat penolakan keras dari kedua belah pihak. Kekhawatiran terbesar datang dari negara-negara Eropa yang menilai konsesi wilayah kepada Rusia akan menciptakan preseden berbahaya dan mengancam keamanan jangka panjang.
Trump mengakui, pertemuan Jumat mendatang bisa menjadi terobosan atau justru berakhir tanpa kemajuan sama sekali. Dia juga menyebut bahwa Putin pada masa lalu sempat memiliki ambisi untuk menguasai seluruh Ukraina.
Momen Viral: Salah Ucap Soal Lokasi Pertemuan
Sebuah video konferensi pers Trump menjadi viral setelah dia secara keliru mengatakan: “Jumat ini saya akan pergi menemui Putin di Rusia”.
Padahal, pertemuan dijadwalkan berlangsung di Alaska.
Banyak pihak menilai pernyataan itu sebagai sindiran sejarah, mengingat Alaska pernah menjadi wilayah Rusia sebelum dijual kepada AS pada 30 Maret 1867 seharga 7,2 juta dolar AS (sekitar 171 juta hektare, atau kurang dari 90 dolar per km²). Sejumlah pengamat dan warganet berpendapat, isu Alaska tetap menjadi “duri” di hati Rusia, dan ucapan Trump berpotensi menyentuh titik sensitif tersebut.
Tanggapan Zelenskyy: Putin Belum Siap Damai
Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy merespons keras gagasan Trump. Dia menegaskan bahwa laporan intelijen dan militer terbaru menunjukkan Putin sama sekali belum siap untuk gencatan senjata, apalagi mengakhiri perang.
Menurut Zelenskyy, tujuan Putin dalam pertemuan dengan AS hanyalah untuk mendapatkan “kemenangan pribadi” di panggung diplomasi. Redeployment pasukan Rusia di lapangan justru mengindikasikan persiapan ofensif baru, bukan langkah menuju perdamaian.
Ukraina, kata Zelenskyy, akan terus memberi informasi kepada mitra internasional mengenai kondisi medan tempur, perkembangan diplomasi, dan perkiraan strategi Rusia.
Sikap Tegas Uni Eropa
Mengutip Ukrainska Pravda, pada 13 Agustus 2025 akan diadakan pertemuan yang dipimpin Kanselir Jerman, Friedrich Merz dan dihadiri Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen, sejumlah pemimpin Eropa, serta Trump dan Zelensky. Pertemuan ini bertujuan menyelaraskan langkah diplomasi sebelum agenda Trump–Putin.
Pada 11 Agustus, para menteri luar negeri negara-negara Eropa juga telah menggelar konferensi video untuk menyamakan sikap.
PM Polandia, Donald Tusk menegaskan prinsip bahwa tidak boleh ada perubahan perbatasan melalui kekerasan, dan Rusia tidak boleh mendapatkan keuntungan dari agresinya.
Kaja Kallas, Perwakilan Tinggi Uni Eropa untuk Urusan Luar Negeri, memperingatkan bahwa setiap kesepakatan AS–Rusia harus melibatkan Ukraina dan Uni Eropa agar tidak menciptakan preseden berbahaya.
Seorang pejabat Komisi Eropa menyebut ide pertukaran wilayah sebagai bentuk perampasan sepihak oleh Rusia, dan menilai AS sejauh ini menunjukkan kemauan untuk sejalan dengan Eropa, termasuk dalam mempertahankan bantuan militer kepada Ukraina.
Peringatan dari Lindsey Graham: Taiwan Bisa Terancam
Senator AS, Lindsey Graham menegaskan bahwa hasil perang ini akan berdampak langsung pada keamanan global, termasuk posisi Taiwan.
Dia memperingatkan bahwa jika Putin mendapatkan keuntungan dari hasil perang, maka Beijing akan merasa terdorong untuk meningkatkan tekanan militer terhadap Taiwan. Graham tidak menutup kemungkinan adanya pertukaran wilayah dalam perundingan, namun menekankan tiga hal:
Keamanan Ukraina harus dijamin sepenuhnya.
Harus ada mekanisme pencegahan invasi ulang.
Sanksi ekonomi terhadap Rusia dan negara-negara yang membeli ekspor Rusia harus diberlakukan jika perundingan gagal.
Kesimpulan:
Pertemuan Trump–Putin di Alaska pada pekan ini dipandang sebagai salah satu momen paling krusial dalam upaya mengakhiri perang Rusia–Ukraina. Namun, perbedaan tajam antara gagasan pertukaran wilayah ala Trump, sikap keras Zelenskyy, serta prinsip tegas Uni Eropa membuat jalannya negosiasi penuh risiko dan ketidakpastian. Dunia kini menunggu, apakah diplomasi berani ini akan menjadi terobosan perdamaian, atau sekadar episode baru dalam bab panjang konflik yang belum menemukan titik akhir.
Kesepakatan gencatan senjata tarif antara AS dan Tiongkok akan berakhir pada 12 Agustus. Saat itu, pemerintahan Trump kemungkinan akan menaikkan tarif terhadap produk impor dari Tiongkok. Sumber yang mengetahui hal ini mengungkapkan bahwa dalam negosiasi tarif, sebagai bagian dari kesepakatan, pihak Tiongkok berharap AS melonggarkan pembatasan ekspor high bandwidth memory (HBM) chip.
EtIndonesia. Pemerintah Amerika Serikat selama ini memberlakukan pembatasan ekspor chip kelas atas ke Tiongkok untuk mengekang perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) dan industri pertahanannya. Sebagai komponen kunci chip AI, chip HBM telah lama dilarang diekspor ke Tiongkok.
Menurut laporan Financial Times Inggris, sebagai bagian dari perjanjian dagang dengan AS, PKT berharap Amerika melonggarkan pembatasan ekspor chip HBM.
Dalam tiga bulan terakhir, Menteri Keuangan AS Scott Bessent telah memimpin tiga putaran perundingan dagang dengan PKT. Sumber tersebut mengatakan, dalam negosiasi itu, perwakilan PKT mengajukan isu pelonggaran pembatasan ekspor chip HBM.
Chip HBM membantu mempercepat pemrosesan tugas AI yang padat informasi, khususnya jika dipasangkan dengan GPU AI seperti yang diproduksi Nvidia, sehingga selalu menjadi sorotan para investor.
Minggu lalu, pemerintah AS menyetujui izin ekspor chip Nvidia H20 ke Tiongkok. Namun, yang lebih dikhawatirkan Tiongkok adalah pembatasan ekspor chip HBM, karena hal ini menghambat kemampuan Tiongkok dalam mengembangkan chip AI.
Financial Times mengutip sumber yang memahami kebijakan AS terkait chip HBM yang mengatakan bahwa pada masa pemerintahan Biden telah disimpulkan bahwa pembatasan ekspor chip HBM akan menjadi “batasan terbesar” terhadap kemampuan PKT memproduksi chip AI dalam skala besar.
Ia menambahkan, “(Jika) pembatasan ini dilonggarkan, itu akan menjadi hadiah besar bagi Huawei dan SMIC, dan bisa membuka peluang bagi PKT untuk memproduksi jutaan chip AI setiap tahun — inilah alasan PKT sangat ingin pembatasan itu dicabut.” (Hui/asr)
Baru-baru ini, di sebuah kompleks perumahan di Kota Guiyang, Provinsi Guizhou, Tiongkok terekam adegan berbahaya dua balita bermain di luar balkon lantai 13. Pemandangan ini membuat siapa pun yang melihatnya merinding. Beberapa orang berkomentar, “Terlalu menakutkan, rasanya seperti menonton film horor.”
EtIndonesia. Berdasarkan video yang diambil warganet, dua balita tersebut memanjat keluar balkon lantai 13 untuk bermain. Anak di sebelah kiri berpegangan pada kaca dengan kedua tangan, sementara kaki kanannya menginjak udara kosong. Anak di sebelah kanan malah kedua kakinya terayun di udara sambil berpegangan pada kaca dan melakukan gerakan seperti pull-up. Adegan ini membuat yang melihat menahan napas karena tegang.
Video tersebut diambil pada 7 Agustus, di dekat Jalan Beijing Barat, Kota Guiyang, Provinsi Guizhou.
Perekam video mengatakan, “Begitu melihatnya, saya langsung menghubungi ketua blok, lalu meminta ibu saya menelepon pihak pengelola. Saat itu, anak-anak masih memanjat pagar balkon dan melakukan berbagai gerakan berbahaya. Saya tidak berani berteriak karena takut membuat mereka kaget. Untungnya pihak pengelola bergerak cepat, sekitar dua sampai tiga menit mereka sudah dipanggil masuk oleh keluarga — kemungkinan setelah itu dimarahi habis-habisan.”
Ia menambahkan, “Terlalu berbahaya. Karena sibuk menghubungi pengelola, saya tidak sempat merekam terus, kalau sempat mungkin videonya lebih bikin jantung copot. Mereka sampai berpegangan satu tangan di kaca, duduk di pagar, lalu hampir terpeleset — dan malah terlihat senang. Akhirnya mereka ditarik masuk, benar-benar mengerikan.”
Seorang warganet berkomentar, “Benar-benar nyaris bertemu maut. Terima kasih kepada perekam dan keluarganya yang sudah menyelamatkan dua anak nakal itu. Sangat menakutkan.”
Video ini memicu banyak komentar dan perhatian publik:
“Kejadiannya di Longciyuan, Century City.”
“Benar-benar menegangkan.”
“Begitu lihat anak pertama menurunkan satu kaki saja sudah bikin deg-degan; lalu anak kedua malah kedua kakinya menggantung dan hanya berpegangan dengan tangan… Saya nyaris pingsan.”
“Rasanya jantung mau copot. Anak-anak seperti ini memang harus dimarahi supaya paham betapa seriusnya bahaya ini.”
“Ya ampun, saya berdiri dekat kaca saja sudah takut melihat ke bawah, apalagi mereka. Anak-anak ini memang nekat.
Ada juga yang menyoroti kelalaian orang tua:
“Orang tua ini benar-benar cuek. Semua unit di lantai atas dan bawah sudah menutup balkon, tapi mereka justru membiarkan terbuka.”
“Sangat berbahaya. Di komplek saya semua jendela dan balkon dipasang pengaman. Kalau punya anak kecil, wajib pasang, supaya tidak terjadi hal yang tak diinginkan.”
Pada 10 Agustus sore, petugas kantor kelurahan setempat mengatakan kepada media bahwa saat kejadian, ayah anak-anak itu sedang keluar dan rumah tidak ada orang dewasa. Kedua anak memanjat keluar balkon. Setelah dihubungi, orang tua segera membawa anak-anak masuk.
Perekam video, Tuan Liu, mengatakan, “Saya tidak berani menunda sedetik pun. Langsung hubungi pengelola. Sekitar dua menit kemudian, petugas keamanan dan orang tua berhasil menyelamatkan mereka.” (Hui/asr)
Setelah pengakuan Negara Palestina oleh Inggris, Prancis dan Kanada
EtIndonesia. Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese, pada Senin (11 Agustus) mengumumkan bahwa Australia akan mengakui Negara Palestina dalam Sidang Umum PBB pada September tahun ini. Menteri Luar Negeri Selandia Baru, Winston Peters, juga mengatakan bahwa Selandia Baru sedang mempertimbangkan pengakuan terhadap Negara Palestina.
“Sampai Israel dan Palestina secara permanen memperoleh status kenegaraan, kemungkinan yang ada hanyalah perdamaian sementara… Australia akan mengakui hak rakyat Palestina untuk membentuk negara mereka sendiri,” katanya.
Albanese menambahkan bahwa ia telah mendapatkan jaminan dari Otoritas Palestina bahwa “teroris Hamas tidak akan memainkan peran apa pun di negara Palestina di masa depan.”
Ia mengatakan: “Ini adalah momen kesempatan yang telah tiba, dan Australia akan bekerja sama dengan komunitas internasional untuk memanfaatkannya.”
Menurut laporan Reuters, Menteri Luar Negeri Selandia Baru Winston Peters menyatakan bahwa kabinet Perdana Menteri Christopher Luxon akan mengambil keputusan resmi pada September dan menyampaikan sikap pemerintah pada Pekan Para Pemimpin PBB (U.N. Leaders’ Week).
Peters mengatakan bahwa meskipun beberapa mitra dekat Selandia Baru memilih mengakui Negara Palestina, Selandia Baru memiliki kebijakan luar negeri yang independen.
Dalam pernyataannya, ia mengatakan: “Kami berniat mempertimbangkan isu ini dengan hati-hati, lalu bertindak berdasarkan prinsip, nilai, dan kepentingan nasional Selandia Baru.”
Pemerintah Selandia Baru harus menilai apakah kemajuan Palestina menuju status negara yang layak dan sah sudah cukup untuk diberikan pengakuan.
Peters menegaskan: “Sikap Selandia Baru sudah jelas sejak lama: mengakui Negara Palestina hanyalah masalah waktu, bukan masalah ‘apakah’.”
Pada 10 Agustus 2025, terlihat asap membumbung akibat serangan Israel terhadap wilayah Palestina yang terkepung. Serangan ini dilakukan sebagai tanggapan terhadap serangan kelompok bersenjata Palestina Hamas dua tahun lalu.
Prancis dan Kanada bulan lalu menyatakan rencana untuk mengakui Negara Palestina. Inggris mengatakan akan mengikuti langkah ini jika Israel menyelesaikan krisis kemanusiaan di wilayah Palestina dan mencapai kesepakatan gencatan senjata.
Israel mengecam keputusan negara-negara yang mendukung pengakuan Negara Palestina, menyebutnya sebagai tindakan yang memberi hadiah kepada Hamas, kelompok Palestina yang menguasai Gaza.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada 10 Agustus mengatakan kepada media bahwa mayoritas warga Israel menolak pendirian Negara Palestina karena mereka percaya hal itu akan membawa perang, bukan perdamaian.
Netanyahu berkata: “Negara-negara Eropa dan Australia berjalan menuju jurang dan tidak bisa melepaskan diri… ini mengecewakan, saya pikir ini sebenarnya memalukan, tetapi hal ini tidak akan mengubah posisi kami.” (Hui/asr)