Kukuk F Soeharno: Dari Penyiar Radio Hingga Pakar Public Relations  

Surabaya, 2025 – Nama Kukuk F Soeharno mungkin tidak asing di dunia public relations dan pemasaran di Surabaya. Pria yang akrab disapa Mas Kukuk ini telah membuktikan bahwa kesuksesan bisa diraih melalui kerja keras, ketekunan, dan kemampuan beradaptasi. Dari awal karier di bidang yang ternyata bukan passion nya dirinya mulai merambah dunia media sebagai penyiar radio hingga menjadi ahli strategi pemasaran mall ternama, perjalanannya penuh dengan pelajaran berharga.

Pada saat masih remaja dimana mall di Surabaya belum banyak dan saat jalan-jalan ke mall dia berpikir, “Enak kali ya kalau bekerja di mall.” Dan saat ini telah hampir 3 dekade dirinya menjadi salah satu kunci penting kinerja sebuah mall.

Awal yang Tak Terduga: Dari Akuntansi ke Dunia Kehumasan 

Kukuk memulai perjalanan kariernya dengan latar belakang yang tidak biasa. Ia sempat kuliah di jurusan akuntansi, tetapi merasa tidak cocok. “Saya sampai begadang sampai jam 1 pagi hanya untuk menyeimbangkan neraca keuangan. Rasanya seperti mimpi buruk,” kenangnya sambil tertawa. 

Pada 2004, ia memutuskan untuk beralih ke media sebagai penyiar radio di stasiun lokal Surabaya. Selama lima tahun, ia mengasah kemampuan komunikasi dan public speaking, hingga akhirnya mendapat tawaran untuk bergabung dengan Pakuwon Group, salah satu pengembang properti terbesar di Indonesia. 

“Waktu itu teman saya bilang, ‘Kamu mau kerja di mall nggak?’ Saya langsung bilang iya, tanpa banyak tanya. Saat itu saya masih muda dan penuh semangat,” ceritanya saat wawancara dengan The Epoch Times. 

Spesialis Membuat Mall Ramai Pengunjung 

Di Pakuwon, Kukuk memulai kariernya sebagai promotion officer. Tugas utamanya sederhana: membuat mall ramai pengunjung. Namun, tugas yang diberikannya bukan tanpa alasan, karena Kukuk dikenal sebagai orang muda dengan jiwa entertainment yang kuat, ia melakukannya dengan cara yang kreatif dan strategis. 

Beberapa kreatifitas yang dimunculkan,

– Event Kreatif: Ia mengundang wartawan, mengadakan lomba untuk anak-anak, hingga mengajari customer service cara berkomunikasi yang baik. 

– Membaca Tren Bulanan: Ia paham kapan mall ramai (seperti saat Ramadan atau liburan sekolah) dan kapan sepi, lalu menyiapkan strategi acara yang sesuai. 

– Antisipasi Cuaca: Selalu punya backup plan untuk acara outdoor, termasuk menyiapkan venue indoor jika hujan. 

“Kalau event outdoor hujan, kita sudah siapkan indoor. Nggak perlu panik, karena semuanya sudah direncanakan,” ujarnya. 

Kemampuannya membaca siklus pengunjung mal menjadi kunci. Ia tahu kapan Ramadan akan ramai, kapan liburan sekolah tiba, bahkan bagaimana mengantisipasi penurunan pengunjung pasca-Lebaran. 

Revolusi Konsep Mall: Dari Tempat Belanja ke Pusat Edukasi 

Salah satu pencapaian terbesar Kukuk saat ini adalah mengubah citra mall tidak hanya sebagai tempat belanja, tetapi juga pusat edukasi dan interaksi sosial. Beberapa inovasinya di Fairway9 Mall yang saat ini sedang digarap: 

1. Program Edukasi untuk Anak Sekolah 

   – Mengajarkan anak-anak cara menggunakan eskalator, lift, atau prosedur jika terpisah dari orang tua. 

   “Kami ingin anak-anak merasa nyaman dan aman saat berkunjung ke mall.” 

2. Kolaborasi dengan Sekolah dan Kampus

   – Menjadikan mall sebagai tempat praktik bisnis, seminar, atau even kampus. 

   “Kami bekerja sama dengan sekolah-sekolah untuk membuat program khusus, seperti pelatihan kewirausahaan.” 

3. Fasilitas Pendukung Profesional 

   – Menyediakan ruang meeting, co-working space, hingga salon bagi profesional yang ingin rapi sebelum meeting. 

  “Kami ingin pengunjung datang bukan cuma untuk belanja, tapi juga untuk belajar dan berjejaring.” 

Pelajaran Hidup dari Keluarga Militer 

Kukuk adalah putra bungsu, mengaku bahwa disiplin dan keteguhannya berasal dari didikan sang ayah, seorang perwira tinggi Angkatan Laut yang sangat tegas. Beberapa prinsip yang dipegangnya: 

– Hidup Mandiri: “Sejak kecil, saya diajari untuk tidak bergantung pada fasilitas negara. Kalau mau sesuatu, usahakan sendiri. Kami diajarkan untuk tidak menggunakan atau memanfaatkan fasilitas dinas ayah saya. Kata ayah saya, semua fasilitas dinas adalah untuk saya yang tentara. Jadi meski ayah saya pernah dinas di luar negeri kami kalau mau ke sana ya dengan biaya sendiri tidak boleh menggunakan fasilitas negara, bahkan kami menginap di hotel.” 

– Disiplin Waktu: “Jam 9 malam belum pulang? Langsung ditelepon! Atau kami tidak boleh dating terlambat, tidak boleh orang lain menunggu kita karena kita telat, lebih baik kita yang menunggu.” 

– Jujur dan Kerja Keras: “Naiklah dengan prestasi, jangan menginjak orang lain.” 

Prinsip-prinsip inilah yang membantunya sukses di dunia PR yang penuh persaingan. 

Tips Sukses di Dunia Public Relations 

Kesuksesan Kukuk F Soeharno selain dari pendidikan keluarga militer yang ketat juga kebijakan ibunda yang hingga saat ini masih dapat mendampinginya.

“My mom is my superhero, beliau luar biasa dan segalanya bagi saya,” pungkasnya.

Dan selain itu bagi anak muda yang ingin terjun ke dunia PR, Kukuk memberikan beberapa tips: 

1. Jadilah Pembelajar Cepat 

   “Saya nggak punya latar belakang PR, tapi saya banyak belajar dari pengalaman.” 

2. Bangun Relasi 

   “Ketemu orang baru sama dengan buka peluang baru.” 

3. Fleksibel dan Kreatif 

   “PR itu dinamis. Hari ini bikin acara, besok mungkin udah viral di TikTok.” 

4. Jangan Takut Mulai dari Bawah 

   “Aku pernah jadi penyiar radio, promotion officer, sekarang bisa memimpin tim.” 

Visi ke Depan: Membuat Setiap Hari Ada Acara Menarik 

Kini, Kukuk terus mengembangkan konsep mall yang lebih dari sekadar tempat belanja. Targetnya? Membuat setiap hari ada acara menarik tanpa mengorbankan kenyamanan tenant. 

“PR itu bukan cuma press release, tapi bagaimana menciptakan pengalaman berkesan bagi semua pihak,” tutupnya. 

PLTA Hilir Sungai Yarlung Zangbo Bakal Menjadi Proyek Gagal Partai Komunis Tiongkok Karena Tidak Handal

Fokus Epoch Times

Fokus Hari Ini: Mega proyek bernilai triliunan renminbi mulai dikerjakan, namun kurangnya data kunci memicu kontroversi. Mengapa proyek hidroelektrik di hilir Sungai Yalung Zangbo ini diprediksi bakal menjadi proyek gagal?

Kurangnya Data Kunci Memicu Kontroversi Terhadap Mega Proyek PLTA yang Mulai Dikerjakan

Pada 19 Juli 2025 di Beijing, “China Yajiang Group”, sebuah badan usaha milik partai mengumumkan berdirinya perusahaan sekaligus meresmikan dimulainya proyek pembangunan PLTA di hilir Sungai Yarlung Zangbo yang bertempat di Kota Linzhi, Tibet, Tiongkok. 

Kantor Berita Xinhua menyebutkan bahwa proyek ini terutama menggunakan metode pengembangan pelurusan tikungan dan pengalihan air melalui terowongan, dengan membangun 5 buah stasiun turbin yang total investasinya berkisar sekitar RMB 1,2 triliun.

Yang menarik perhatian adalah, selain total investasi proyek, media corong Partai Komunis Tiongkok (PKT) belum memberikan data teknis apa pun terkait pembangunan PLTA ini, terutama kapasitas terpasang dan pembangkitannya. Hal ini tidak konvensional dan melanggar praktik proyek hidroelektrik dunia.

Hanya majalah Caijing yang menyebutkan dalam artikelnya: pakar industri memperkirakan bahwa proyek PLTA di hilir Sungai Yarlung Zangbo di masa mendatang akan menghasilkan kapasitas terpasang antara 60 hingga 70 juta kilowatt, kira-kira tiga kali lipat total kapasitas terpasang Bendungan Tiga Ngarai.

Namun, ini hanyalah perkiraan dari rekan-rekan sesama industri, bukan data resmi dari pihak proyek.

Wang Weiluo, pakar konservasi air asal Tiongkok yang kini tinggal di Jerman, menunjukkan bahwa data ini terutama berasal dari Yan Zhiyong, yang saat itu menjabat sebagai Ketua Power Construction Corporation of China, pada tahun 2020. Yan mengatakan: “Kapasitas terpasangnya kira-kira setara dengan tiga kali lipat Bendungan Tiga Ngarai, yang setiap tahunnya dapat menyediakan hampir 300 miliar kWh listrik.”

Lalu apanya yang tidak beres? Mari kita telusuri mulai dari proyek PLTA tersebut:

Tiongkok adalah produsen sekaligus konsumen listrik terbesar di dunia. Dalam “Laporan Perkembangan Pasar Listrik Tiongkok Tahun 2024” disebutkan bahwa total pembangkitan listrik Tiongkok pada tahun 2024 adalah 10,09 triliun kWh, sementara total konsumsi listrik cuma mencapai 9,85 triliun kWh. Dengan kata lain, kapasitas listrik yang tersedia jauh melebihi konsumsinya. Surplus listrik pada tahun 2024 tercatat sekitar 240 miliar kWh.

Jadi, apa arti surplus listrik 240 miliar kWh? Mari kita bandingkan: Pada tahun 2023, Bendungan Tiga Ngarai menghasilkan 80,3 miliar kWh listrik. Ini berarti surplus listrik pada tahun 2024 akan mencapai hampir tiga kali lipat dari produksi tahunan Bendungan Tiga Ngarai.

Sebagai contoh lain, pada tahun 2024, 6 stasiun pembangkit listrik tenaga air cascade, termasuk Wudongde, Baihetan, Xiluodu, Xiangjiaba, Tiga Ngarai, dan Gezhouba yang total akan menghasilkan daya listrik sebesar 295,9 miliar kWh. Ini berarti sebagian besar listrik yang dihasilkan oleh keenam pembangkit listrik tenaga air ini sudah melebihi kebutuhan.

Dengan kata lain, Tiongkok saat ini tidak kekurangan listrik. Sehingga dapat dikatakan bahwa peluncuran proyek PLTA di hilir Sungai Yarlung Zangbo tidak ada hubungannya dengan kekurangan listrik.

Lalu timbullah pertanyaan: apa signifikansi dari peluncuran proyek PLTA Yarlung Zangbo?

Menurut pidato Wakil Perdana Menteri Zhang Guoqing ketika meresmikan “Yajiang Group” pada 19 Juli, ia dengan tegas mengatakan bahwa pembentukan group ini merupakan keputusan besar yang dibuat oleh pemimpin Partai Komunis Tiongkok Xi Jinping dari perspektif strategis dan keseluruhan.

Wang Weiluo yakin bahwa proyek PLTA hilir Sungai Yarlung Zangbo ini adalah proyek politik Xi Jinping yang bertujuan untuk mengembalikan status Tiongkok sebagai negara terdepan di dunia dalam bidang hidroelektrik.

Awal tahun ini, Wang Weiluo menulis sebuah artikel untuk Radio France Internationale yang isinya menyebutkan bahwa tujuan politik dari pembangunan proyek-proyek PLTA Tiongkok di bawah pemerintahan PKT adalah untuk meraih nomor satu dunia di bidang hidroelektrik. Sebagaimana dalam menetapkan ketinggian tampungan air dan kapasitas pembangkit listrik Bendungan Tiga Ngarai pada saat perencanaan dulu, semua dimaksudkan untuk mengungguli Bendungan Itaipu yang terletak di perbatasan antara Brasil dan Paraguay yang masuk terbesar di dunia pada saat itu.

Singkatnya, selama bertahun-tahun, Bendungan Tiga Ngarai dan Bendungan Itaipu bersaing ketat untuk memperebutkan gelar pemimpin dunia.

Sebelum tahun 2014, pembangkit listrik tahunan Bendungan Itaipu melampaui Bendungan Tiga Ngarai, dan menduduki posisi teratas dunia. Pada tahun 2014, Bendungan Tiga Ngarai menghasilkan 98,8 miliar kWh listrik, melampaui 87,8 miliar kWh Bendungan Itaipu dan mengamankan kepemimpinan dunia. Namun, pada tahun 2015 dan 2016, Bendungan Itaipu kembali melampaui Bendungan Tiga Ngarai, dan mengamankan kepemimpinan dunia. Setelah penyesuaian intensif, Bendungan Tiga Ngarai melampaui Bendungan Itaipu dalam hal pembangkitan listrik antara tahun 2017 dan 2023.

Sementara segelintir orang Tiongkok bersorak gembira atas dominasi global berkelanjutan dari Bendungan Tiga Ngarai Tiongkok, tahu-tahu Bendungan Grand Inga muncul secara diam-diam dengan 6 bendungan sekaligus di Sungai Kongo Afrika, yang menghasilkan total kapasitas terpasang sebesar 44 juta kilowatt dan pembangkitan listrik tahunan sebesar 300 miliar kWh. Dengan kata lain, baik kapasitas terpasang maupun pembangkitan listrik tahunan Bendungan Grand Inga jauh melampaui Bendungan Tiga Ngarai.

Begini Wang Weiluo menulis dalam artikelnya: “Tugas utama dalam membangun proyek PLTA di hilir Sungai Yarlung Zangbo tidak lain adalah untuk mempertahankan 2 pencapaian pertama PKT di dunia dalam proyek hidroelektrik.”

Jadi, berapa sebenarnya kapasitas pembangkit listrik proyek hilir Sungai Yarlung Zangbo? Meskipun pejabat PKT belum memberikan angka spesifik, kiranya angka tersebut tidak sulit untuk kita kalkulasi.

Berdasarkan data hidrologi dari Kota Pai, Tiongkok yang merupakan titik awal proyek tersebut, rata-rata debit tahunan adalah 60,1 miliar meter kubik, dan perbedaan ketinggian dengan Medog County adalah sekitar 2.350 meter. Jika kita menggunakan rumus perhitungan energi hidrolik, rata-rata kapasitas tenaga air di wilayah ini adalah 35,78 juta kilowatt. Tentu saja, ini hanyalah kapasitas teoritis sumber daya tenaga air. kapasitas yang dapat dieksploitasi secara teknis dan ekonomis biasanya lebih rendah karena terjadi penyusutan.

Jika generator berkapasitas 35,78 juta kilowatt beroperasi selama 24 jam sehari sepanjang tahun, maka tenaga listrik tahunan yang dihasilkan maksimum adalah 35,78 juta kilowatt x 24 x 365 hari, atau sekitar 313,4 miliar kWh. Dengan asumsi pembangkitan daya tahunan Bendungan Tiga Ngarai mencapai tiga perempat dari kapasitas maksimumnya, rata-rata pembangkitan daya tahunan proyek PLTA di hilir Sungai Yarlung Zangbo adalah 313,4 miliar kWh x 3/4 = 235,05 miliar kWh.

Angka ini jauh dari 60-70 juta kilowatt kapasitas terpasang dan 300 miliar kWh pembangkitan daya yang dilaporkan dalam publisitas awal media, dan jelas tidak dapat dibandingkan dengan PLTA Inga di Afrika.

Menurut Wang Weiluo, upaya politik PKT terhadap pembangunan PLTA di hilir Sungai Yarlung Zangbo selain mengaburkan kapasitas daya sebenarnya tetapi juga menyembunyikan potensi risiko kerusakan lingkungan yang bakal ditimbulkannya.

Pertanyaan yang paling mendesak adalah apakah 60 miliar meter kubik air limpasan di muara Sungai di Kota Pai akan dialihkan seluruhnya ke terowongan, atau sebagian tetap dialirkan lewat alur sungai berbentuk U yang asli?

Ada media yang memberitakan bahwa metode ramah lingkungan akan diterapkan terhadap proyek tersebut, dengan melestarikan 30% alur sungai alami. Jika ini sebagai patokan, maka kapasitas pembangkit listrik tahunan maksimum PLTA di hilir ini cuma: 235,05 miliar kWh x 70%, atau sekitar 164,5 miliar kWh. Angka ini jauh berada di bawah PLTA Great Inga, Afrika.

Lebih lanjut, terlepas dari bagaimana air diambil, pembangunan fasilitas pembangkit listrik tenaga air berskala besar di lanskap alam paling unik Sungai Yarlung Zangbo ini niscaya akan menyebabkan kerusakan serius pada lingkungan ekologis setempat. 

Menurut laporan media publik, lokasi proyek terletak di inti Simpul Tektonik Himalaya Timur di ujung timur Sabuk Orogenik Himalaya, wilayah ini memiliki fitur geomorfik yang sangat kompleks dan pergerakan tektonik yang aktif. Dan terowongan sepanjang 50 kilometer ini harus melintasi 12 zona patahan aktif, menciptakan medan tegangan yang kompleks dan sangat bervariasi. Kedalaman maksimumnya mencapai 1.200 meter, setara dengan membangun gedung 400 lantai di bawah tanah. Seiring penggalian terowongan yang semakin dalam, bahaya dari rekayasa seperti pecahnya batu dan deformasi yang terjadi terhadap batuan lunak yang disebabkan oleh tekanan tanah yang sangat tinggi sangatlah serius.

Menanggapi hal ini, Wang Weiluo mengungkapkan bahwa proyek politik PKT ini belum didemonstrasikan atau dibahas secara publik. Pada 18 Oktober 2022, Insinyur Fan Xiao menerbitkan sebuah artikel tulisannya yang berjudul “Ketidaklayakan Pengembangan PLTA di Grand Canyon Yarlung Zangbo dari Perspektif Risiko Geologi” tetapi artikel tersebut tidak berumur panjang, alias langsung diblokir otoritas berwenang.

Sebagai contoh lainnya, yaitu pada Maret 2022, Zhao Jindong, anggota Komite Nasional Konferensi Konsultatif Politik Rakyat Tiongkok dan akademisi dari Akademi Ilmu Pengetahuan Tiongkok, menyatakan bahwa bagian tengah dan hilir Sungai Yarlung Zangbo di Dataran Tinggi Qinghai-Tibet bagian tenggara memiliki lanskap alam yang langka, membentuk inti dari Hotspot Keanekaragaman Hayati Global Himalaya Timur, dan memiliki nilai ekologis unik kelas dunia. Akademisi Zhao Jindong mengusulkan penguatan konservasi keanekaragaman hayati di kawasan Grand Canyon Yarlung Zangbo dan pembentukan taman nasional di sana.

Namun, tindakan PKT bertentangan dengan rekomendasi para ahli ini. Wang Weiluo menunjukkan bahwa pembangunan PLTA di hilir Sungai Yarlung Zangbo melanggar serangkaian hukum lingkungan Tiongkok, termasuk Undang-Undang Perlindungan Lingkungan Republik Rakyat Tiongkok, Undang-Undang Perlindungan Ekologi Dataran Tinggi Qinghai-Tibet, dan Peraturan Cagar Alam. Pembangunan ini juga melanggar hukum internasional, termasuk Konvensi Keanekaragaman Hayati dan Konvensi Perlindungan Warisan Budaya dan Alam Dunia.

Mengapa Proyek PLTA yang Menelan Biaya Triliunan Yuan ini Dicurigai Bakal Gagal?

Apakah proyek PLTA ini tidak akan gagal dengan begitu banyaknya masalah yang dihadapi?

Kepada media Epoch Times Wang Weiluo mengatakan bahwa proyek PLTA tersebut berpotensi menjadi proyek gagal itu bergantung pada definisi tentang bagaimana masyarakat menilainya. Misalnya, jika sebuah proyek dianggarkan sebesar satu triliun yuan tetapi pada kenyataannya total investasinya mencapai empat triliun yuan, apakah proyek tersebut tidak dinilai gagal? Jika sebuah proyek bertujuan menghasilkan rata-rata 300 miliar kWh listrik per tahun, tetapi setelah proyek selesai hanya menghasilkan tidak lebih dari 250 miliar kWh listrik per tahun, apakah proyek tersebut tidak dinilai gagal? Jika jawabannya adalah ya, maka dapat dipastikan sekarang bahwa PLTA di hilir Sungai Yarlung Zangbo adalah sebuah proyek gagal, bukan?!

Wang He, seorang pakar urusan Tiongkok mengatakan kepada Epoch Times bahwa banyak indikasi menunjukkan Xi Jinping secara pelan tapi pasti sedang kehilangan kendali efektif atas kekuasaan tertinggi PKT sejak April 2024. Dengan latar belakang ini, jika kepemimpinan baru bermaksud menjauhkan diri dari “era Xi”, maka proyek PLTA tersebut bisa saja diabaikan. Dengan kata lain, apakah proyek tersebut akan ditinggalkan atau tidak bergantung pada bagaimana keputusan kepemimpinan baru yang menangani proyek tidak jelas ini.

Lebih lanjut, Wang He berpendapat bahwa posibilitas runtuhnya rezim PKT sedang meningkat. Jika PKT runtuh nanti, rezim baru diharapkan mau meninjau ulang dan menyesuaikan arah perencanaan proyek PLTA tersebut, dengan lebih menghormati nasihat profesional dan fokus pada perlindungan ekologi.

Pada saat itu, rencana kompromi yang menyeimbangkan perlindungan ekologi dan pengembangan tenaga air mungkin saja muncul. Apa pun hasil akhirnya, fanatisme politik yang diusung Xi Jinping, yang mengabaikan realitas dan mengejar tujuan “no.1 di dunia”, tidak akan ada lagi.

Akhirnya, izinkan penulis menjelaskan secara singkat konsep desain awal dari proyek PLTA di hilir Sungai Yarlung Zangbo: Sebuah terowongan pengalihan air bawah tanah berdiameter 10 meter dan sepanjang kurang lebih 50 kilometer akan digali dari Kota Pai, Milin. Terowongan ini serupa dengan kanal bawah tanah, utamanya akan memanfaatkan headfall hidrolik untuk menghasilkan listrik. Oleh karena itu, lima pembangkit listrik tenaga air bertingkat akan dibangun di dalam terowongan, masing-masing dengan headfall sekitar 400 meter.

Tidak seperti pembangkit listrik tenaga air tipe bendungan tradisional, PLTA di Sungai Yarlung Zangbo ini 90% strukturnya tersembunyi di bawah tanah, dengan setiap pembangkit listrik tertanam di dalam gunung. Jadi model “klaster rekayasa bawah tanah” ini sangat kontras dengan skala Bendungan Tiga Ngarai yang menenggelamkan lahan seluas 632 kilometer persegi. (***)

Samsung Tech Institute Turut Dukung Semangat Kemerdekaan Anak Muda

Jakarta – Menjelang Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, kita diingatkan bahwa makna kemerdekaan kini adalah tentang memberi ruang bagi generasi muda untuk tumbuh, mencipta, dan berkontribusi. Ketika mereka diberi kepercayaan untuk bermimpi dan berkembang, di sanalah kemerdekaan menemukan bentuk barunya.

Selama 12 tahun, Samsung Tech Institute (STI) menjadi bagian dari semangat tersebut. Diluncurkan sejak 2013 oleh Samsung Electronics Indonesia, program ini telah membina 67 SMK, menjangkau 18.161 murid dan 146 guru hingga tahun ajaran 2024/2025. STI menawarkan kurikulum berbasis praktik yang dirancang sesuai standar industri, mencakup pelatihan teknis (Handheld Product, Audio Video, Home Appliance), Sales & Marketing, pelatihan guru (Training of Trainers), Guest Lecture oleh profesional Samsung, serta program praktek kerja lapangan (PKL) langsung di Samsung Electronics Indonesia.

Dengan semangat inklusivitas, STI juga menjangkau daerah-daerah yang sebelumnya kurang memiliki akses pendidikan vokasi berkualitas, termasuk Indonesia Timur. Gerald Samuel Mailopuw, murid dari SMK Negeri 2 Bisnis dan Manajemen Jayapura, merasakan langsung manfaatnya, “saya belajar lebih dari sekadar keterampilan teknis komunikasi, kerja sama tim, dan rasa ingin tahu menjadi bekal penting untuk dunia kerja.”

Antusiasme murid SMK dalam mengasah keterampilan menegaskan pentingnya peningkatan kualitas dan relevansi pendidikan vokasi. Ketika pelatihan tepat sasaran dan selaras dengan kebutuhan industri, lulusan SMK pun lebih cepat terserap ke dunia kerja. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan tren positif, lebih dari 81% lulusan SMK berhasil memasuki dunia kerja antara 2022 hingga Agustus 2024[1]. Angka ini mencerminkan pentingnya sinergi antara kurikulum yang relevan, pelatihan terarah, dan kolaborasi erat antara pendidikan dan industri.

Komitmen Samsung melalui STI pun sejalan dengan arah kebijakan Program Pengembangan SMK 2025 dari Kemendikdasmen RI, yang menargetkan lulusan SMK menjadi SDM yang adaptif, kompeten, dan siap bersaing di pasar global[2].

“Saya bangga dan sangat mendukung program seperti STI, yang menjadi wujud nyata partisipasi semesta dalam mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua, melalui pemberdayaan generasi muda. Program ini memberikan pelatihan yang layak dan strategis bagi murid SMK, memperkuat kesiapan mereka menghadapi tantangan global dan memenuhi kebutuhan dunia industri. Di momentum Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia, inisiatif seperti STI tidak hanya mendukung peningkatan kualitas pendidikan vokasi, tetapi juga mempercepat terwujudnya masyarakat yang berdaulat dan sejahtera, menuju Indonesia yang semakin maju,” ujar Dr Arie Wibowo Khurniawan, S.Si, M.Ak., Direktur SMK, Kemendikdasmen RI.

Dari ruang kelas ke dunia kerja, dari mimpi kecil ke kontribusi besar, kebebasan belajar sejati adalah saat murid diberi kesempatan untuk tumbuh dan membuktikan diri. Itulah yang dirasakan para alumni STI ketika mengikuti program PKL di Samsung Electronics Indonesia. Mereka tidak hanya belajar teori, tapi terlibat langsung dalam proyek inovatif yang membuka wawasan dan memperkuat kesiapan kerja.

“Proses pembelajaran di STI memotivasi saya untuk terus mengembangkan potensi di dunia teknologi. Kesempatan terjun langsung ke dunia kerja di Samsung membuat proses belajar saya lebih matang, karena saya tidak hanya mendapat teori, tapi juga pengalaman praktik nyata yang membuka wawasan tentang tantangan industri sesungguhnya.”ujar Amalia Putri Dewi Cahyani, Alumni STI dari SMK Muhammadiyah 3 Weleri.

Program PKL ini menjadi titik balik bagi banyak murid. Tidak hanya memperkuat kemampuan akademis (academic skills) dan penguasaan keterampilan teknis sesuai bidang yang ditekuni (technical skills), tetapi juga membangun kecakapan kerja (employability skills) seperti kerjasama tim dan penyelesaian masalah dan keterampilan lain yang dibutuhkan di abad 21 ini yaitu komunikasi, kreatifitas, berpikir kritis dan kolaborasi yang menjadi bekal penting untuk menghadapi dunia kerja sebenarnya.

“Setiap tahap di STI melatih saya untuk disiplin, tekun, dan meningkatkan rasa ingin tahu. Saat PKL di Samsung pun saya merasakan langsung dinamika dunia kerja, melihat proses produksi nyata, memahami sistem lintas divisi, dan terlibat dalam aktivitas industri. Pengalaman praktik ini memperkaya wawasan dan menjadi bekal berharga untuk karir saya ke depan,” ujar Rafel Felino Edwin Peserta PKL STI dari SMK 11 Bekasi.

Sebagai perusahaan teknologi yang berkomitmen pada pemberdayaan generasi masa depan, Samsung percaya bahwa pendidikan berkualitas dan kesiapan industri adalah kunci untuk menciptakan perubahan positif di masyarakat. Melalui kolaborasi strategis dengan institusi pendidikan, Samsung terus berupaya mendukung tumbuhnya talenta digital yang kompeten, kreatif, dan berdaya saing tinggi, yang bisa menjadi tuan rumah di negaranya sendiri.

“Samsung percaya bahwa pendidikan vokasi yang berkualitas harus dapat diakses oleh semua, tanpa terkecuali. Hal ini menjadi langkah penting dalam membentuk generasi pemimpin masa depan yang siap menghadapi tantangan industri digital. Dengan semangat kemerdekaan, kami meyakini bahwa setiap anak bangsa berhak mendapatkan kesempatan yang setara untuk berkembang dan berkontribusi. Melalui program STI, kami berupaya menjembatani mimpi mereka menjadi kenyataan,” ujar Bagus Erlangga, Corporate Marketing Director Samsung Electronics Indonesia.

Program STI yang dikhususkan untuk murid SMK di berbagai daerah di Indonesia, sebagai bentuk komitmen Samsung dalam menghadirkan pendidikan vokasi yang inklusif, relevan, dan berdampak. Melalui kolaborasi erat dengan pemerintah, institusi pendidikan, dan dunia industri, STI menjadi ekosistem pembelajaran yang memampukan generasi muda untuk tumbuh adaptif, kreatif, dan siap bersaing secara global.

Dengan semangat inovasi dan kolaborasi lintas sektor, STI bukan hanya tentang pelatihan, melainkan tentang menciptakan masa depan yang lebih cerah bersama. Karena di tangan generasi muda yang merdeka, masa depan Indonesia ditentukan.


[1] BPS.go.id, 2024.

[2] Kemendikdasmen, 2025.

Bencana Buatan Manusia Lainnya? Hujan Deras di Zhengzhou, Tiongkok Setelah Hujan Buatan di Henan

Hujan lebat dan banjir terus melanda berbagai wilayah di utara dan selatan Tiongkok. Pada 7 Agustus, hujan deras di Zhengzhou, ibu kota Provinsi Henan, menyebabkan genangan parah dan membuat kota tersebut seperti lautan. Hanya dua hari sebelumnya, Henan baru saja melakukan hujan buatan di banyak lokasi karena kekeringan. Kini seluruh kota terendam banjir, memicu pertanyaan publik.

EtIndonesia. Pemerintah Zhengzhou mengeluarkan pemberitahuan darurat: seluruh kota segera menghentikan produksi, kegiatan usaha, sekolah, dan operasional transportasi. Hal ini mengingatkan banyak warga pada tragedi tahun 2021 ketika hujan deras menyebabkan terowongan kereta bawah tanah tergenang air, menimbulkan korban jiwa.

Seorang warga Henan berkata: “Di pinggiran barat Zhengzhou hujannya sangat deras. Lihat di depan klinik gigi saya, di Jalan Huaihe, sekarang sudah seperti sungai. Mobil berjalan sangat lambat, seperti perahu melawan arus. Air mengalir sangat deras, bus pun berhenti beroperasi. Mirip sekali dengan kecepatan arus pada peristiwa 20 Juli dulu.”

Warga lain menambahkan: “Di bawah gedung Zhenghonghui, Distrik Teknologi Tinggi, air sudah seperti sungai. Banyak mobil terjebak banjir. Tanaman di tengah jalan juga terendam lebih dari setengahnya. Jalan ini seluruhnya tergenang, airnya sangat dalam. Sebaiknya jangan lewat, mobil pun jangan memaksa, karena bus saja sudah terendam. Semua jalan di sini sama kondisinya.”

Beberapa hari sebelumnya, Zhengzhou baru saja mengeluarkan peringatan kekeringan oranye. Namun pada 7 Agustus, hujan deras turun mengguyur kota. Peringatan hujan lebat kuning ditingkatkan menjadi oranye, dan respons darurat banjir kota dinaikkan ke level 3.

Pemerintah Kota Zhengzhou memerintahkan penghentian semua kegiatan produksi, bisnis, sekolah, transportasi, serta pembatalan kegiatan luar ruangan secara massal.

Seorang warga berkata: “Di Stasiun Jalan Xisanhuan, hujan begitu besar hingga memutus jalan. Mobil-mobil terendam air, kendaraan di sana sudah mengular hingga ke atas jembatan, dan di sisi lain macet sampai Jalan Qinling. Jalanan lumpuh total.”

Warga bernama Chen mengatakan: “Kalau tidak melakukan pelepasan air dari bendungan, mobil tetap akan terendam, karena banyak persimpangan yang sudah tergenang 10–20 cm. Hujannya sangat besar, dan sampai sekarang masih turun.”

Video yang beredar di internet menunjukkan pusat kota Zhengzhou sudah seperti lautan. Jalanan berubah menjadi sungai, banyak kendaraan terendam, beberapa bus mati mesin di tengah banjir, motor listrik pun hanya menyisakan jok yang terlihat.

Arus air di jalan deras, beberapa orang berjalan menembus air setinggi paha. Karena kedalaman air, banyak warga terpaksa meninggalkan motor listrik mereka dan meminta bantuan.

Banyak warga menulis di media sosial: “Sangat menakutkan!” Beberapa khawatir bencana 2021 akan terulang, saat hampir 400 orang di seluruh Henan meninggal atau hilang, dan kereta bawah tanah Zhengzhou kebanjiran yang menimbulkan banyak korban.

Chen berkata: “Hari ini, hujan di Zhengzhou tak kalah deras dari hujan pada 20 Juli dulu. Banyak tempat sudah tergenang parah. Soal hujan buatan saya kurang tahu, yang jelas sekarang hujannya deras sekali. Kalau ditambah pelepasan air bendungan, mungkin bencananya tidak kalah dari 20 Juli waktu itu.”

Hanya beberapa hari sebelumnya, Henan baru saja mengeluarkan peringatan kekeringan oranye. Pada 5 Agustus, banyak wilayah di provinsi ini mengumumkan akan melakukan hujan buatan. Baru dua hari kemudian, hujan deras mengguyur dan menyebabkan banjir, menimbulkan pertanyaan publik.

“Orang-orang ini tidak tahu apa-apa, bertindak sembrono. Mereka selalu menggunakan alasan mulia untuk menipu rakyat, padahal hasilnya hanya bencana bagi rakyat. Harus dibongkar tindakan seperti ini agar semakin banyak rakyat sadar dan melawan,” ujar Feng Chongyi, dosen senior di University of Technology Sydney mengkiritik. 

Ia menilai bahwa perilaku PKT yang seenaknya mengubah iklim alam justru membuat bencana alam di Tiongkok semakin parah.

Feng menjelaskan: “Di musim kering, mereka membangun bendungan demi listrik dan mengejar target GDP. Saat musim hujan, mereka mengabaikan keselamatan rakyat, tidak memberi tahu warga di hilir sebelum melepaskan air bendungan. Kadang puluhan bendungan dibuka bersamaan. Bahkan jika di hilir tidak hujan, warga bisa tiba-tiba kehilangan rumah dan sawah mereka. Hasil kerja setahun lenyap seketika. Ini mengerikan.”

Feng Chongyi menegaskan bahwa tindakan semena-mena PKT terhadap alam hanya akan membawa bencana tanpa akhir bagi negara dan rakyatnya. (Hui/asr)

Meng Xinqi | Luo Ya – NTDTV

ONE GLOBAL CAPITAL: Jejak Sukses Diaspora Indonesia Menguasai Bisnis Properti dan Hospitality di Australia 

Surabaya – Di tengah persaingan bisnis properti dan perhotelan yang ketat di Australia, nama Iwan Sunito dan perusahaannya, One Global Capital, terus menanjak sebagai salah satu pemain kunci. Bermula dari kesuksesannya mengembangkan Crown Group, Sunito kini memperluas sayap melalui One Global Capital, divisi pengelolaan dana dari Sunito Group Family Office, yang fokus pada investasi berdampak tinggi di sektor perumahan, perhotelan, dan pengembangan mixed-use di Australia dan Asia Tenggara. 

Dari Crown Group ke One Global Capital: Jejak Kesuksesan Iwan Sunito 

Iwan Sunito bukanlah nama asing di dunia properti Australia. Sebagai pengusaha diaspora Indonesia yang sukses, ia telah mengantongi sederet penghargaan bergengsi, termasuk EY Entrepreneur of the Year dan Urban Taskforce Property Person of the Year. Ia tercatat sebagai orang Asia-Australia pertama dan termuda yang meraih kedua penghargaan tersebut. 

Setelah membangun Crown Group dan membesarkannya menjadi salah satu pengembang properti terkemuka di Australia, Sunito meluncurkan One Global Capital sebagai wadah untuk ekspansi yang lebih agresif. Dalam 12 bulan terakhir, perusahaan ini telah melakukan serangkaian akuisisi strategis, mencakup aset senilai ratusan miliar rupiah: 

– One Global Resorts, hotel mewah bintang lima di Green Square, Sydney, senilai Rp1 triliun. 

– One Global Gallery, pusat perbelanjaan di Eastlakes senilai Rp280 miliar. 

– One Global Macquarie Park, lahan pengembangan hotel mewah di Sydney senilai Rp181 miliar, dengan rencana pengembangan proyek senilai Rp750 miliar. 

“Setelah masalah likuidasi Crown, saya tidak menyangka perkembangan One Global begitu cepat, lebih cepat dan sukses dari pada saat saya membangun Crown selama 25 tahun,” jelas Iwan Sunito, saat menemui media di Surabaya, Jumat (8/8).

One Global Resorts: Hotel Mewah dengan Akses Langsung ke Metro Sydney 

Terletak di Zetland, Sydney, One Global Resorts Green Square adalah bukti nyata visi Sunito dalam menciptakan akomodasi premium yang menggabungkan kemewahan dan kenyamanan. Hotel ini menjadi yang pertama di Sydney yang memiliki akses langsung ke kereta bawah tanah—hanya 100 meter dari Stasiun Green Square, satu pemberhentian dari Stasiun Pusat, dan 4 menit dari Bandara Sydney. 

Dirancang oleh Koichi Takada Architects, hotel ini mengusung desain minimalis ala Jepang dengan suite seluas 46-75 meter persegi, dilengkapi: 

– Dapur lengkap 

– Laundry dalam kamar 

– Tempat tidur premium 

– WiFi berkecepatan tinggi 

Fasilitas unggulannya meliputi: 

– Kolam renang infinity di atap 

– Spa, sauna, dan pusat kebugaran 

– Restoran Italia eksklusif 

Hotel ini telah meraih ulasan positif dengan skor 8,9/10 di Booking.com dan 4/5 di TripAdvisor, dipuji karena kebersihan, keramahan staf, dan lokasi strategisnya yang dekat dengan pusat perbelanjaan, kafe, serta Royal Randwick Racecourse. 

One Global Gallery: Transformasi Pusat Belanja Menuju Konsep Lifestyle 

Sebelumnya dikenal sebagai The Grand Eastlakes Shopping Centre, One Global Gallery Eastlakes telah mengalami transformasi besar-besaran dan diluncurkan ulang pada Desember 2024. Pusat perbelanjaan ini menjadi bagian dari strategi One Global Capital dalam membangun jaringan ritel premium di bawah merek One Global Gallery. 

Beberapa sorotan utama: 

– Lebih dari 3.000 m² ruang ritel.

– 16 penyewa aktif, termasuk ALDI (format besar), Woolworths Metro, Pattison Patisserie, dan Wholelife Pharmacy. 

– Lebih dari 130 tempat parker. 

Keberhasilan proyek ini turut mendukung rencana IPO One Global Capital Retail Trust, yang telah mendapatkan respons kuat dalam penawaran perdana di Q4 2024. 

One Global Macquarie Park: Proyek Mewah dengan Konsep Modular dan Berkelanjutan 

Akuisisi terbaru One Global Capital adalah lahan di Macquarie Park, salah satu kawasan pertumbuhan komersial tercepat di Sydney. Dengan nilai akuisisi Rp181 miliar, proyek ini akan dikembangkan menjadi hotel mewah senilai Rp750 miliar, menawarkan konsep inovatif berbasis modular construction dan keberlanjutan. 

Lokasinya yang strategis—berdekatan dengan Macquarie Centre, stasiun metro, dan kawasan bisnis—menjadikannya destinasi ideal bagi para eksekutif dan wisatawan. Proyek ini diharapkan menjadi standar baru dalam industri perhotelan Asia-Pasifik. 

Visi Jangka Panjang: Ekspansi ke Asia Tenggara dan Beyond 

One Global Capital tidak berhenti di Australia. Perusahaan ini telah menyiapkan strategi ekspansi ke Asia Tenggara, dengan fokus pada pengembangan properti komersial dan perhotelan berbasis dampak sosial. 

“Kami tidak hanya membangun properti, tetapi menciptakan komunitas yang berkelanjutan dan bernilai tinggi,” ujar Sunito dalam sebuah wawancara. 

Dengan portofolio yang terus berkembang dan kinerja keuangan yang solid, One Global Capital membuktikan bahwa diaspora Indonesia mampu bersaing di panggung global—mulai dari Sydney hingga ke kawasan Asia-Pasifik bahkan Amerika Serikat. 

Kontrak Tiongkok-Rusia yang Mengejutkan Bocor, Rincian Kerja Sama Senjata untuk Menyerang Taiwan Terungkap

EtIndonesia. Media Jerman Bild baru-baru ini melaporkan bahwa kelompok peretas bernama “Black Moon” telah mendapatkan kontrak militer rahasia Tiongkok–Rusia, yang menunjukkan bahwa Putin sedang membantu Partai Komunis Tiongkok (PKT) melancarkan operasi serangan udara ke Taiwan, dan rencana tersebut telah memasuki tahap perencanaan rinci.

Menurut Bild, perjanjian kerja sama militer Tiongkok–Rusia ini, dengan nama sandi “Sword 208”, ditandatangani pada April tahun lalu. Isinya menyebutkan bahwa perusahaan persenjataan Rusia akan menyediakan serangkaian peralatan militer kepada pasukan terjun payung PKT.

Peralatan tersebut meliputi pesawat pengisian bahan bakar udara “Il-78MK-90A”, pesawat angkut “Il-76MD”, kendaraan lapis baja tipe “BMD-4M” dan “BTR-MDM”, meriam antitank swagerak “2S25”, serta sistem parasut khusus airdrop “PBS-955” tanpa platform.

Selain itu, para peretas juga membocorkan salinan kontrak tahun 2021. Kontrak tersebut ditandatangani antara “Rosoboronexport” (Perusahaan Ekspor Pertahanan Rusia) dan “China Electronics Technology International Co., Ltd.” yang mewakili militer PKT. Isinya adalah bahwa Rusia akan mengembangkan satu set sistem airdrop untuk militer PKT, dengan pembayaran sebesar 34,9 juta dolar AS dari pihak PKT kepada pihak Rusia. (Hui/asr)

An Qi, Yi Long — NTDTV.com

Jalan Kaki 5 Kilometer Vs Lari 5 Kilometer: Mana yang Lebih Menyehatkan? Jawabannya Tak Terduga

 Jalan kaki dan lari sama-sama memiliki kelebihan dan kekurangan, keduanya merupakan latihan aerobik yang sangat baik untuk membakar lemak. Namun, mana yang memberikan manfaat kesehatan lebih besar? Sebuah penelitian menemukan bahwa jawabannya mungkin di luar dugaan Anda.

Menurut laporan media Tiongkok, “jalan kaki” dan “lari” adalah bentuk latihan yang paling umum dalam kehidupan sehari-hari, tidak dibatasi oleh waktu atau tempat, dan dapat dilakukan kapan saja. 

Banyak penggemar lari, jalan kaki dianggap memiliki intensitas yang terlalu rendah untuk benar-benar melatih tubuh; sementara bagi para penggemar jalan cepat, lari dianggap terlalu berat dan tidak cocok untuk latihan sehari-hari.

Jika jaraknya sama, yakni 5 kilometer, mana yang lebih bermanfaat untuk kesehatan? Sebuah penelitian memberikan hasil yang mengejutkan.

Bertahun-tahun lalu, jurnal internasional Arteriosclerosis, Thrombosis, and Vascular Biology mempublikasikan penelitian perbandingan antara jalan kaki dan lari. Hasilnya menunjukkan bahwa ketika energi yang dikeluarkan sama, jalan kaki lebih efektif daripada lari dalam mengurangi risiko hipertensi, kolesterol tinggi, diabetes tipe 2, dan penyakit jantung.

Dalam penelitian selama 6 tahun tersebut, peneliti melacak sekitar 33.000 orang yang rutin berlari dan 15.000 orang yang rutin berjalan cepat. Mereka membandingkan efektivitas lari dan jalan cepat dalam menurunkan risiko hipertensi, hiperkolesterolemia, diabetes, dan penyakit jantung koroner.

Hasilnya, dalam kondisi pengeluaran energi yang sama, lari dan jalan cepat sama-sama dapat secara signifikan mengurangi risiko penyakit tersebut. Lari mampu menurunkan risiko hipertensi sebesar 4,2%, kolesterol tinggi 4,3%, diabetes 12,1%, dan penyakit jantung koroner 4,5%. Sementara itu, jalan cepat menurunkan risiko hipertensi sebesar 7,2%, kolesterol tinggi 7,0%, diabetes 12,3%, dan penyakit jantung koroner 9,3%.

Analisis menunjukkan bahwa seiring meningkatnya intensitas olahraga, jalan cepat sedikit lebih unggul daripada lari dalam menurunkan kolesterol tinggi. Namun, untuk risiko diabetes, lari menunjukkan penurunan yang lebih signifikan.

Selain itu, jalan cepat dan lari juga membantu menurunkan risiko katarak pada lansia. Penelitian menemukan bahwa berjalan santai selama satu jam setiap hari dapat menurunkan kemungkinan terkena katarak sebesar 19%, sedangkan jogging satu jam sehari dapat menguranginya hingga 34,1%.

Meski demikian, penelitian juga menyimpulkan bahwa meski secara angka jalan kaki sedikit unggul dibanding lari, perbedaannya tidak signifikan secara statistik. Setelah penyesuaian berdasarkan BMI, lari ternyata memberikan efek yang lebih nyata dalam meningkatkan efisiensi metabolisme tubuh.

Oleh karena itu, baik memilih lari maupun jalan kaki, keduanya bermanfaat bagi kesehatan, asalkan dilakukan secara konsisten. Lalu, siapa yang lebih cocok untuk jalan kaki atau lari? Jawabannya tergantung pada kondisi kesehatan masing-masing.

Siapa yang Cocok untuk Jalan Kaki

Jalan kaki adalah olahraga berintensitas rendah dan berisiko benturan rendah, cocok untuk segala usia, terutama lansia, orang dengan berat badan berlebih, penderita penyakit kronis, dan pemula olahraga. Karena keamanannya dan kemudahan untuk dilakukan secara berkelanjutan, banyak orang memilihnya sebagai bentuk latihan utama.

Siapa yang Cocok untuk Lari

Dibandingkan jalan kaki, lari adalah olahraga aerobik berintensitas tinggi yang lebih menantang bagi fungsi jantung dan paru-paru. Lari lebih cocok bagi orang yang sehat, memiliki dasar kebugaran, dan ingin meningkatkan kondisi fisik, daya tahan, serta membakar kalori lebih cepat.

Namun, penderita osteoartritis, asma, atau penyakit jantung tidak disarankan berlari. Selain itu, postur yang benar sangat penting bagi semua orang saat berlari. Tubuh harus tetap tegak, pandangan ke depan, bahu rileks, ayunan lengan tidak terlalu lebar, dan tangan mengepal ringan. Postur yang tepat dapat membantu meningkatkan efisiensi lari sekaligus mengurangi risiko cedera. (Hui/asr)

Sumber : NTDTV.com

Taipei Menempati Peringkat Pertama Kota yang Paling Diminati untuk Ditinggali di Dunia

Etindonesia. Survei terbaru menunjukkan bahwa kota internasional yang paling ingin dijadikan tempat tinggal jangka panjang di dunia adalah Taipei, Taiwan. Dua kota lain yang masuk tiga besar adalah Ho Chi Minh City dan Singapura.

Perusahaan desain dan arsitektur ternama dunia, Gensler, baru saja merilis survei “2025 City Pulse: Magnetic Cities” yang menunjukkan bahwa Taipei berhasil meraih posisi nomor satu “Kota yang Paling Ingin Ditinggali di Dunia”, mengalahkan Singapura, Sydney, Berlin, dan kota-kota besar lainnya.

Survei ini mengumpulkan pendapat 33.000 penduduk kota dari 65 kota di seluruh dunia, untuk mengetahui alasan dan lokasi yang dipilih orang sebagai tempat tinggal.

Hasilnya, 10 besar kota internasional yang paling diinginkan untuk tinggal jangka panjang adalah:

  1. Taipei (64%)
  2. Ho Chi Minh City (61%)
  3. Singapura (59%)
  4. Sydney (58%)
  5. Berlin (51%)
  6. Monterrey (50%)
  7. Munich (49%)
  8. São Paulo (49%)
  9. Vancouver (49%)
  10. Seoul (47%)

Berdasarkan survei, dari 152 faktor yang dinilai, lima indikator utama yang mempengaruhi keputusan orang untuk menetap jangka panjang adalah:

  • “Saya tidak merasa bosan di kota ini.”
  • “Kota ini terasa seperti rumah bagi saya.”
  • “Saya bangga terhadap kota ini.”
  • “Kota ini semakin cocok untuk pensiun.”
  • “Rasa memiliki terhadap kota ini semakin bertambah seiring waktu.”

Dalam laporan ini, Taipei mencatat skor di atas rata-rata global pada beberapa aspek, yaitu:

  • Kekuatan ekonomi: 73%
  • Keamanan & stabilitas: 78%
  • Dinamika kota: 76%
  • Adaptasi iklim: 69%
  • Peningkatan kualitas hidup: 71%
  • Investasi komunitas: 70%
  • Penanganan tunawisma: 60%
  • Pengurangan kriminalitas: 71%

Sementara itu, 10 kota di Amerika Serikat yang paling diinginkan untuk ditinggali adalah:

  1. Minneapolis (53%)
  2. San Antonio (53%)
  3. San Diego (50%)
  4. Raleigh (49%)
  5. Chicago (47%)
  6. Tampa (47%)
  7. Portland (47%)
  8. Phoenix (46%)
  9. San Francisco (46%)
  10. Austin (46%)

Sumber : NTDTV.com

Makan Apa Malam Supaya Tidur Lebih Nyenyak? 3 Jenis Buah & Sayur yang Membantu Tidur

Jika Anda mengalami insomnia atau kualitas tidur yang buruk, laporan penelitian terbaru ini mungkin menarik untuk Anda. Sebuah uji klinis yang dipublikasikan di jurnal Sleep Health menunjukkan bahwa hanya dengan sedikit penyesuaian pada pola makan di siang hari, tidur bisa membaik secara signifikan

Para peneliti di AS mempelajari dampak pola makan pada orang dewasa yang rata-rata tidur 7–9 jam setiap malam. Peserta melaporkan asupan makanan harian mereka dan mengenakan alat monitor di pergelangan tangan untuk mengukur kualitas tidur.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa lebih banyak mengkonsumsi buah, sayur, dan biji-bijian utuh membantu tidur menjadi lebih nyenyak dan mengurangi kemungkinan terbangun di tengah malam. Selain itu, semakin tinggi asupan magnesium, semakin sedikit gangguan tidur yang terjadi.

Peserta yang makan lima cangkir buah dan sayur setiap hari memiliki kualitas tidur 16% lebih baik dibandingkan yang tidak mengkonsumsinya. Satu cangkir buah setara dengan satu jeruk ukuran sedang, satu apel, atau satu kentang.

Para peneliti menilai bahwa menyesuaikan pola makan bisa menjadi cara alami, baru, dan hemat biaya untuk mendapatkan tidur yang lebih baik. Dr. Esra Tasali, Direktur Pusat Tidur Universitas Chicago sekaligus penulis senior studi ini, mengatakan:

“Perbedaan 16% itu sangat signifikan. Perubahan sebesar itu bisa terlihat dalam waktu kurang dari 24 jam — sungguh menakjubkan.”

Mengapa Makanan Sehat Bisa Memperbaiki Tidur?

Alasan yang diajukan peneliti antara lain:

  • Karbohidrat membantu otak menyerap asam amino triptofan, yang kemudian meningkatkan produksi serotonin dan melatonin — hormon yang memicu tidur.
  • Glukosa tinggi dari karbohidrat menurunkan aktivitas sel saraf oreksin (yang membuat kita tetap terjaga) dan meningkatkan aktivitas sel saraf melanin, yang membantu mengatur durasi tidur REM.
  • Buah dan sayur kaya polifenol antioksidan yang dapat meningkatkan kadar melatonin dan memperbaiki kualitas tidur secara keseluruhan.
  • Kandungan kalium dan magnesium pada buah dan sayur membantu otot rileks dan menenangkan sistem saraf, sehingga memudahkan tidur.

3 Buah & Sayur yang Khususnya Membantu Tidur

Meskipun semua buah dan sayur bermanfaat, tiga berikut ini dianggap memiliki efek khusus:

  1. Tomat
    Sebuah studi menemukan bahwa wanita obesitas pascamenopause yang makan 250 gram tomat steak dua jam sebelum tidur selama delapan minggu mengalami kualitas tidur lebih baik, dengan kadar metabolit melatonin dalam urin 10 kali lebih tinggi dibanding kelompok kontrol.
  2. Kiwi
    Penelitian yang menguji konsumsi dua buah kiwi satu jam sebelum tidur selama empat minggu menunjukkan penurunan frekuensi terbangun di tengah malam, sehingga total waktu tidur bertambah.
  3. Jus Ceri Asam (Tart Cherry Juice)
    Uji klinis pada penderita insomnia berusia di atas 50 tahun yang minum jus ceri asam setiap malam selama dua minggu menunjukkan peningkatan pemanfaatan triptofan, penurunan peradangan, dan perbaikan gejala insomnia.

oleh Jin Jing, disunting oleh Lin Qing

Aturan Baru Jaminan Sosial Tiongkok Hantam Industri Kuliner — Pemilik Usaha: “Tidak Kuat Lagi”

Mulai 1 September, peraturan baru jaminan sosial yang diberlakukan Partai Komunis Tiongkok (PKT) akan resmi dijalankan. Semua perusahaan wajib membayar iuran jaminan sosial bagi karyawan. Publik khawatir aturan ini akan memicu gelombang kebangkrutan, dan banyak pemilik usaha kuliner mengeluh bahwa mereka “benar-benar tidak sanggup lagi”.

EtIndonesia. Berdasarkan aturan baru ini, mulai 1 September, semua perusahaan besar, usaha kuliner kecil-menengah, hingga pedagang perorangan wajib membayar iuran jaminan sosial untuk karyawan, termasuk asuransi pensiun, asuransi kesehatan, asuransi pengangguran, asuransi kecelakaan kerja, dan asuransi persalinan.

Kebijakan ini membuat para pemilik restoran “meledak” protes. Zhang Hua (nama samaran), pemilik toko bakpao di Beijing, mengaku pusing. Di tokonya ada 5 karyawan, dan dengan perhitungan iuran minimum, setiap orang harus dibayarkan setidaknya RMB.1.950 per bulan. Totalnya hampir RMB.10.000 untuk 5 orang — jumlah yang tidak kecil. Zhang berencana menutup tokonya saat kontrak sewa berakhir akhir Oktober. Ia mengaku tekanan dari kebijakan ini terlalu berat untuk ditanggung.

Xiao Qian (nama samaran), pemilik restoran cepat saji di Guangzhou, menghadapi masalah serupa. Ia punya 6 karyawan, dan setiap bulan harus mengeluarkan tambahan lebih dari RMB.6.000 untuk iuran jaminan sosial — jumlah yang “tidak sanggup ditanggung”.

Wang Juan (nama samaran), pemilik kedai sarapan dengan 2 karyawan, harus mengeluarkan tambahan lebih dari RMB.4.000 per bulan untuk iuran, membuat keuntungan langsung menyusut sepertiga. Ia mengeluh, menjalankan usaha ini terasa “sangat melelahkan”.

Banyak pemilik restoran juga mengunggah video keluhan di internet. Seorang pemilik berkata: “Sudah tamat, dunia restoran runtuh, para pemilik restoran mau ke mana? Saya cuma ingin bertanya, sebenarnya siapa yang butuh jaminan sosial — kami yang butuh, atau jaminan sosial yang butuh kami?”

Ia menambahkan:  “Saya hidup 34 tahun tanpa pernah membayar jaminan sosial, bukan karena alasan lain. Selama ini, baik saat kerja maupun buka usaha, uang di kantong pas-pasan, bahkan untuk makan pun susah. Siapa yang mau membayarkan iuran itu untuk kami?”

Pemilik restoran lain mengatakan:  “Belakangan industri kuliner kembali ‘meledak’. Pertama, larangan minum alkohol yang berlaku Mei lalu membuat makan malam bisnis anjlok, hotel bintang lima pun terpaksa jualan takeaway di pinggir jalan. Lalu Juli, perang harga di platform pesan-antar makin gila. Walau jumlah pesanan naik, kami tetap tidak dapat untung.

Sekarang, ada lagi kabar besar — mulai 1 September aturan baru jaminan sosial wajib dijalankan. Bagi pemilik usaha kuliner kecil-menengah, ini jelas seperti menambah luka di atas luka. Kalau mau bertahan, masalah iuran ini harus diatasi. Apa tahun ini akan jadi tahun terburuk industri kuliner?”

Ia menghitung:  “Seorang karyawan, kalau dihitung bagian yang ditanggung perusahaan dan dengan iuran minimum, setiap bulan perusahaan harus mengeluarkan sekitar RMB.1.300 tambahan per orang. Biaya ini benar-benar membuat banyak toko tak bisa bertahan.”

Kalau dibebankan ke karyawan pun tidak mungkin, karena gaji mereka akan langsung turun jadi RMB.3.000–4.000 per bulan, pasti mereka tidak mau. Jadi, bagaimana solusinya? Untuk bertahan hidup, pemilik restoran cuma punya satu jalan — mengurangi skala usaha dan melakukan PHK. Mungkin inilah tren masa depan industri kuliner.”

Aturan baru ini bukan hanya memukul industri kuliner, tapi juga menghantam banyak toko fisik. Seorang blogger mengatakan, kebijakan yang mulai berlaku 1 September ini benar-benar membuat pemilik toko fisik “kehilangan harapan” dan akan mempercepat gelombang kebangkrutan.

“Saya yakin setelah aturan ini resmi berlaku, akan ada banyak toko dan pemilik usaha yang terpaksa tutup, karena memang tidak kuat lagi,” ujarnya. 

Ia menambahkan:  “Beberapa tahun terakhir, pemilik usaha fisik sudah sangat sulit bertahan, sebagian cuma impas, sebagian bahkan rugi tapi masih memaksa bertahan. Sekarang, dengan adanya aturan ini, semua akan makin berat. Selama ini kami sudah seperti kerja untuk membayar sewa kepada pemilik gedung dan gaji karyawan. Sekarang masih harus dipaksa bayar jaminan sosial. Menurut Anda, masih bisa bertahan?”

Ketika pemilik usaha tak kuat, para pekerja pun ikut kena dampak — menghadapi PHK dan pemotongan gaji.

Seorang netizen mengunggah video:  “Gelombang pertama orang yang gajinya dipotong atau di-PHK gara-gara aturan jaminan sosial sudah muncul! Pada akhirnya yang jadi korban adalah pekerja.”

Ia menceritakan bahwa dirinya terancam kehilangan pekerjaan karena aturan ini: “Pagi-pagi saya dipanggil bos ke kantor. Disuruh bekerja sampai akhir bulan ini saja, kebetulan saya baru masuk 3 bulan, lalu diberi kompensasi setengah bulan gaji. Mulai 1 September, perusahaan wajib membayar jaminan sosial. Bos memutuskan untuk mengalihdayakan proyek. Saya bisa kerja paruh waktu atau menerima potongan gaji RMB.2.000 . Kalau paruh waktu, gaji jadi setengah.”

Ia mengakui, banyak perusahaan kecil memang tidak membayar jaminan sosial, dan hal ini sudah diberitahukan sebelum masuk kerja. Kini dengan adanya kewajiban ini, pasti akan ada orang kehilangan pekerjaan atau dipotong gajinya.

Banyak netizen Tiongkok mempertanyakan kebijakan ini:  “Sebenarnya siapa yang butuh jaminan sosial — kami, atau jaminan sosial yang butuh kami?”

Ada pula yang menyindir:  “Aku butuh dua hari libur, tapi dua hari libur tidak butuh aku; aku tidak butuh jaminan sosial, tapi jaminan sosial butuh aku.” (Hui/asr)

oleh Luo Tingting/Wen Hui – NTDTV.com

Modal Asing Sedang “Antri” Keluar dari Tiongkok — Siapa yang Menakut-nakuti Orang Asing?

Partai Komunis Tiongkok (PKT) meluncurkan serangkaian kebijakan untuk menarik modal asing dan terus menyerukan penguatan langkah “menstabilkan modal asing”. Namun, arus modal asing tetap mempercepat hengkang dari Tiongkok. Seorang pengamat ekonomi di daratan menyebut, persaingan bisnis yang tidak sehat di dalam negeri “secara paksa membuat orang asing kabur”.

EtIndonesia. Pada 5 Agustus, media resmi PKT memberitakan soal “penguatan stabilisasi modal asing”, menyatakan bahwa pada paruh pertama tahun ini, ada 30.014 perusahaan modal asing baru yang didirikan di seluruh negeri, meningkat 11,7% dibanding tahun lalu. Namun, data Kementerian Perdagangan PKT menunjukkan, pada periode yang sama, realisasi penggunaan modal asing justru turun 15,2% dibanding tahun sebelumnya.

Sementara itu, data Administrasi Valuta Asing Tiongkok menunjukkan, pada kuartal pertama, investasi langsung asing (FDI) bersih ke Tiongkok hanya sebesar 14,7 miliar dolar AS, turun lebih dari 50% dibanding kuartal IV 2024, sekaligus mencetak rekor terendah dalam sejarah.

Untuk memulihkan kepercayaan investor asing, sejak 2023 PKT gencar mengeluarkan berbagai kebijakan menarik modal asing. Pada 2025, mereka bahkan meluncurkan “20 Kebijakan Stabilisasi Modal Asing”. Namun, modal asing tetap memilih “voting dengan kaki” — sepanjang 2024, modal asing keluar dari Tiongkok sebesar RMB.1,2277 triliun .

 “Bagi dunia usaha, tujuan mereka tetap mengejar laba, pasar, dan prospek penjualan. Jika pasar Tiongkok tak lagi memiliki daya tarik sebesar itu, atau persaingan terlalu sengit sehingga keuntungan menurun, satu-satunya pilihan adalah memindahkan perusahaan keluar dari Tiongkok,” ujar Profesor Xie Tian dari Sekolah Bisnis Aiken, Universitas Carolina Selatan, AS. 

Seorang blogger ekonomi di Beijing menulis bahwa persaingan bisnis yang tidak sehat di Tiongkok telah “secara paksa menakut-nakuti orang asing untuk hengkang”. Ia menyebut “merek-merek terkenal yang bisa Anda lihat kini antri meninggalkan Tiongkok” dan melakukannya secara terorganisir serta bertahap.

 “Eksodus besar modal asing, dari sudut pandang internasional, jelas disebabkan risiko geopolitik yang tak kunjung mereda, perang dagang dan perang teknologi AS–Tiongkok, serta tren decoupling rantai pasok dari Tiongkok yang terus berlanjut,” ujar Profesor Sun Guoxiang dari Departemen Urusan Internasional dan Bisnis, Universitas Nanhua, Taiwan.

“Selain itu, kebijakan regulasi di dalam negeri mengarah pada penguatan pemeriksaan keamanan dan lokalisasi data, membuat investor asing sangat was-was. Ditambah lagi, pemulihan ekonomi Tiongkok yang lemah, pasar konsumsi yang menyusut, serta tumpang tindih krisis properti dan utang pemerintah daerah, semuanya menurunkan prediktabilitas imbal hasil investasi,” lanjutnya. 

Analisis juga menunjukkan bahwa keunggulan BUMN (Badan Usaha Milik Negara) di Tiongkok semakin meluas, ruang persaingan bagi modal asing menyempit, kebijakan industri cenderung berpihak, dan semangat proteksionisme meningkat. Semua faktor ini menambah tekanan operasional bagi investor asing dan mendorong percepatan arus keluar modal asing. (Hui/asr)

oleh: Li Yun dan Qiu Yue, NTDTV

Banjir Terus Melanda, Puluhan Orang Tewas dan Hilang di Gansu, Tiongkok, Kota Zhengzhou Lumpuh Total

EtIndonesia. Beberapa hari terakhir, berbagai daerah di Tiongkok dilanda banjir besar. Hingga  8 Agustus sore, banjir di Kota Lanzhou, Provinsi Gansu, telah menyebabkan sedikitnya 10 orang tewas, puluhan orang hilang dan ribuan orang terjebak. 

Sementara itu, hujan deras yang tiba-tiba mengguyur Kota Zhengzhou, Provinsi Henan, dalam hitungan jam menenggelamkan setengah kota, membuat transportasi lumpuh total. Terowongan Jingguang berubah menjadi sungai dan warga khawatir bencana besar seperti peristiwa 20 Juli empat tahun lalu akan terulang. Topik “Hujan Deras di Zhengzhou” pun segera menjadi trending di internet.

Warga di daerah bencana berkata: “Hujan deras turun di pinggiran barat Zhengzhou. Lihat saja depan rumah saya, lihat Jalan Huaihe — sekarang sudah jadi sungai.”

Warga lain berkata: “Aduh! Zhengzhou banjir lagi. Saya pusing, air meluap seperti lautan, di jalan air sudah setinggi lebih dari satu meter.”

Pada 7 Agustus, meskipun baru saja mengeluarkan peringatan kekeringan oranye, Zhengzhou tiba-tiba diguyur hujan deras yang sangat lebat dan cepat. Menurut laporan, hanya dalam waktu sekitar 8 jam, hujan di Distrik Zhongyuan Zhengzhou sudah setara dengan kapasitas 1,24 kali Danau Xihu di Hangzhou.

Pada hari itu, permukaan air Sungai Jinshui melonjak hingga garis peringatan. Pemerintah kota mengaktifkan tanggap darurat banjir level 3, dan memerintahkan penghentian produksi, kegiatan usaha, sekolah, serta transportasi.

Warga berkata: “Di Stasiun Barat Jalan Jianshe, hujan begitu besar sampai memutus jalan. Mobil-mobil terendam, di sana macet sampai jembatan, di arah sini macet sampai Jalan Qinling. Semua jalan lumpuh.”

Warga lain berkata: “Terowongan Jingguang sudah hampir penuh terendam air, sampai ke Jalan Hanghai.”

Rekaman video menunjukkan pusat kota seperti lautan, jalan berubah menjadi sungai deras, banyak mobil terendam, serta toko dan rumah kebanjiran. Di sekitar Alun-alun Erqi dan Stasiun Kereta Zhengzhou, underpass dan terowongan terputus akibat genangan dalam. Bus dan stasiun metro lumpuh total. Terowongan Jingguang berubah menjadi sungai, membuat warga teringat tragedi Juli 2021 ketika banjir besar merendam jalur metro dan menewaskan ratusan orang.

Warga berkata: “Lihat betapa derasnya air. Bus-bus semua berhenti, tidak berani jalan. Debit airnya mirip sekali dengan banjir 20 Juli dulu.”

Menurut prakiraan cuaca, mulai 8 Agustus pukul 11.00 hingga 9 Agustus pukul 11.00, Zhengzhou masih akan diguyur hujan lebat hingga sangat lebat. Warga mengecam pemerintah yang dianggap tidak belajar dari pengalaman, tata kelola kota tidak membaik, dan khawatir bencana empat tahun lalu akan terulang. Saat itu, hujan lebat di Zhengzhou menewaskan dan menghilangkan sedikitnya 380 orang. Jalur metro tetap beroperasi hingga terendam, menewaskan sedikitnya 14 orang, dan jumlah korban sebenarnya tidak pernah diumumkan secara jelas.

Warga berkata: “Sistem drainase kota Zhengzhou memang bermasalah. Lihat, di Jalur 7 metro ini banyak orang berkumpul. Tidak boleh merekam video, tidak boleh mendekat.”

Warga lain berkata: “Pejabatnya tidak kapok, banjir terjadi berkali-kali. Lihat saja berapa besar kerugian ini!”

Selain Zhengzhou, Kota Lanzhou di Provinsi Gansu juga mengalami hujan lebat yang memicu banjir bandang. Empat kecamatan terkena dampak, termasuk wilayah Pegunungan Xinglong di Kabupaten Yuzhong, di mana lebih dari 4.000 orang terjebak.

Pemerintah menyatakan, hingga 8 Agustus pukul 15.30, banjir telah menyebabkan 10 orang tewas dan 33 orang hilang. Namun, mengingat pemerintah Tiongkok sering menutupi bencana, jumlah sebenarnya kemungkinan lebih tinggi.

Sebelumnya, Beijing juga dilanda banjir besar dan tanah longsor dengan korban jiwa yang banyak. Warga mengatakan beberapa desa hingga kini belum memulihkan jalan dan listrik, dan korban banjir tidak diizinkan pulang.

Seorang warga Desa Liulimiaozhen, Beijing, bernama Xu berkata: “Air keran masih berwarna kuning, tidak bisa diminum atau dipakai mandi. Jalan-jalan sudah hilang, hampir tidak ada pohon tersisa. Lahan pertanian dan kebun sayur habis tersapu air, tidak ada makanan, bahkan tanahnya hilang. Lereng gunung dipenuhi batu-batu besar akibat longsor. Rumah-rumah runtuh, semua lenyap, tidak ada tempat tinggal.”

Seorang warga Distrik Miyun, Beijing, bernama Zhang berkata: “Kami belum bisa pulang, masih mengungsi di rumah kerabat atau teman. Air di desa tidak bisa diminum.”

Warga menegaskan, banjir di Beijing sebagian besar disebabkan oleh kesalahan manusia akibat pelepasan air bendungan.

Media daratan melaporkan, pada hari terjadinya banjir, termasuk Bendungan Miyun, setidaknya 10 bendungan melepaskan air secara bersamaan. (Hui/asr)

oleh reporter New Tang Dynasty Television  – Tang Rui dan Xiong Bin

Saham AS Naik Tajam Didukung Tarif, “Tarif Batangan Emas” Guncang Pasar

EtIndonesia. Pada Jumat (8/8/2025), kepercayaan pasar meningkat dan bursa saham AS dibuka menguat. Namun demikian, segera setelah Amerika Serikat mengumumkan akan memberlakukan tarif atas impor batangan emas Swiss, pasar emas langsung terguncang.

Bursa saham AS pada Jumat ditutup menguat. Nasdaq mencatat rekor penutupan tertinggi untuk hari kedua berturut-turut, dengan saham teknologi termasuk Apple mengalami kenaikan, mencerminkan optimisme pasar terhadap kemungkinan penurunan suku bunga tahun ini.

Indeks S&P 500 naik 49,45 poin atau 0,78%; Nasdaq melonjak 207,32 poin atau 0,98% pada penutupan; dan Dow Jones Industrial Average juga naik 206,97 poin atau 0,47%.

 “Kenaikan ini berasal dari serangkaian ekspektasi geopolitik, termasuk rencana pertemuan Presiden Trump dengan Presiden Putin, yang memberi harapan akan meredanya ketegangan geopolitik, menopang kinerja pasar, dan meningkatkan harapan penurunan suku bunga,” kata CEO Market Index Company, Steven Schoenfeld. 

Selain didorong oleh kebijakan tarif AS, pada Kamis (7 Agustus), Presiden Trump mencalonkan Ketua Dewan Penasihat Ekonomi, Stephen Millan, untuk menggantikan anggota Dewan Gubernur Federal Reserve, Adriana Kugler, yang tiba-tiba mengundurkan diri pekan lalu. Hal ini semakin memperkuat ekspektasi pasar bahwa The Fed akan mengambil sikap yang lebih dovish.

Menurut alat FedWatch CME Group, probabilitas penurunan suku bunga pada bulan September diperkirakan sekitar 90%.

Steven Schoenfeld menambahkan:  “Pelemahan pasar tenaga kerja memberi lampu hijau bagi potensi penurunan suku bunga.”

Namun, pasar emas mengalami guncangan pada Jumat. Setelah Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan AS (CBP) pada Kamis mengumumkan keputusan untuk memberlakukan tarif pada batangan emas impor berbobot 1 kilogram dan 100 ons, pasar emas global dibuat tak siap.

Keputusan CBP menyatakan bahwa batangan emas 1 kilogram dan 100 ons tidak dikategorikan sebagai barang bebas bea, melainkan harus diklasifikasikan sebagai “setengah jadi” dan bukan “emas mentah”.

Swiss, sebagai pusat pemurnian emas terbesar di dunia, diperkirakan akan terkena dampak serius jika tarif ini resmi diberlakukan. Saat ini, produsen dan pelaku industri di Swiss, Asia, dan wilayah lainnya menyatakan telah menghentikan pengiriman ke AS sampai situasi menjadi jelas.

Beberapa media melaporkan bahwa “Gedung Putih berencana segera mengeluarkan perintah eksekutif untuk memperjelas kesalahan informasi terkait tarif batangan emas dan produk khusus lainnya.” Setelah kabar ini muncul, harga emas berjangka yang sempat mencapai rekor tertinggi 3.491,30 dolar AS turun kembali.

Namun, hingga Jumat waktu penutupan berita, Gedung Putih belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait hal ini. (Hui/asr)

oleh: Wang Ziyi, NTD Television, Amerika Serikat