Pukulan Telak Ukraina: Dari Rel Kereta Volgograd Hingga Bandara Sochi, Rusia Kewalahan!

EtIndonesia. Perang Rusia-Ukraina semakin memasuki babak baru yang lebih brutal dan penuh kejutan. Dalam sebulan terakhir, Ukraina terus meningkatkan intensitas serangan ke wilayah-wilayah strategis di belakang garis pertahanan Rusia, memperlihatkan perubahan strategi yang signifikan.

Serangan Sistematis ke Jalur Kereta Logistik Rusia

Pada malam 4 Agustus 2025 waktu setempat, Ukraina kembali menunjukkan taringnya dengan melancarkan serangan ke jalur kereta penting Archeda di Frolovo, wilayah Volgograd. Menurut laporan dari MASH, ledakan hebat mengguncang kawasan tersebut. Rekaman di lokasi memperlihatkan sejumlah gerbong tangki minyak yang meledak dan terbakar, menimbulkan rentetan ledakan yang menerangi langit malam. 

Jalur Archeda sendiri merupakan urat nadi logistik militer Rusia, setara pentingnya dengan Stasiun Oktyabrskaya yang sebelumnya juga telah menjadi sasaran Ukraina pada 28 Juli lalu. Akibat serangan itu, arus logistik militer terganggu berat—banyak kereta mengalami keterlambatan bahkan terhenti total.

Serangan sistematis Ukraina ke jalur-jalur kereta utama Rusia memperlihatkan strategi baru: melumpuhkan mobilitas logistik militer lawan. Data menunjukkan, dalam satu bulan terakhir, lebih dari sepuluh jalur kereta vital di Rusia berhasil dirusak, mayoritas bersamaan dengan serangan udara ke pusat pengiriman pesawat tempur dan fasilitas logistik. Di wilayah Otonom Yahudi di Timur Jauh Rusia, ledakan juga terjadi di jalur kereta api, diduga akibat operasi sabotase yang dikonfirmasi oleh intelijen Ukraina. Foto-foto dari lapangan menunjukkan kerusakan besar, termasuk kereta yang terguling, menandakan skala operasi yang sangat serius.

Sektor Energi Rusia Jadi Sasaran Baru

Tidak hanya sektor logistik, Ukraina juga mulai menyerang infrastruktur energi vital Rusia. Pada malam 3 Agustus 2025, stasiun transit gas alam raksasa di wilayah Kurskaya, Siberia Barat, dilanda kebakaran besar. Sedikitnya tiga bangunan terdampak, dua di antaranya adalah gudang penyimpanan gas mentah. Kobaran api membumbung tinggi, menimbulkan pemandangan bak zona perang. Fasilitas strategis ini berperan penting dalam memasok energi ke pabrik-pabrik dan pangkalan udara militer Rusia di wilayah tersebut. Serangan ini jelas dirancang untuk secara perlahan menggerogoti kekuatan tempur Rusia di garis depan.

Serangan Drone Hantam Kota Sochi dan Paralisasi Bandara

Di kawasan selatan Rusia, kota pesisir Sochi kembali menjadi target serangan. Pada malam 3 Agustus 2025, fasilitas penyimpanan bahan bakar pesawat di dekat Bandara Internasional Sochi dihantam drone Ukraina. Ledakan besar dan kobaran api yang terjadi langsung memaksa operasional bandara dihentikan sementara. 

Menurut sumber open-source intelligence, dua tangki penyimpanan bahan bakar dengan kapasitas masing-masing 15.000 meter kubik, yang khusus memasok avtur untuk kebutuhan penerbangan, hancur total. 

Video amatir di media sosial memperlihatkan asap pekat membubung tinggi tepat ketika sejumlah pesawat hendak mendarat, memicu kepanikan di area bandara. Ratusan penumpang akhirnya terdampar, sementara banyak penerbangan terpaksa ditunda atau dibatalkan.

Ini bukan kali pertama Bandara Sochi diserang. Pada akhir Juli lalu, bandara tersebut juga sempat lumpuh akibat serangan drone massal yang membuat seluruh jadwal penerbangan dibatalkan. 

Menariknya, sistem pertahanan udara S-300 yang dipasang Rusia di kawasan itu justru kembali mengalami malfungsi dan malah mengenai fasilitas sendiri saat berupaya mencegat drone Ukraina. Kasus salah tembak seperti ini telah berulang kali terjadi sejak awal konflik. 

Meski otoritas Rusia mengklaim situasi sudah terkendali, dua insiden besar dalam waktu singkat diyakini akan menghantam sektor pariwisata Sochi. Pengamat memperkirakan angka kunjungan wisatawan akan menurun drastis dalam beberapa pekan ke depan akibat ketidakpastian keamanan.

Peningkatan Serangan ke Krimea dan Keberhasilan AU Ukraina

Sementara itu, pada malam 3 Agustus 2025, Angkatan Udara Ukraina kembali melancarkan serangan besar-besaran ke Bandara Saki di Krimea yang kini dikuasai Rusia. Serangan yang sangat terkoordinasi ini menewaskan dan merusak sejumlah jet tempur Rusia, memperlihatkan peningkatan signifikan kemampuan tempur AU Ukraina. 

Media independen Rusia, Astra, melaporkan bahwa satu unit jet tempur Su-30 milik Rusia hancur, satu lagi rusak berat, tiga pesawat Su-24 juga ikut dihancurkan, dan gudang amunisi di bandara tersebut meledak hebat. Api dan ledakan besar menerangi malam di kawasan tersebut. Meskipun pihak Moskow belum secara resmi mengumumkan kerugian, insiden ini mendapat sorotan luas di publik.

Perlu dicatat, selama ini Krimea dikenal sebagai ‘kawasan tabu’ bagi Rusia—publikasi gambar atau informasi dari wilayah ini sangat dilarang. Namun, serangan ke Bandara Saki semakin sering terjadi dalam beberapa bulan terakhir, mengindikasikan bahwa sistem pertahanan Rusia di wilayah strategis tersebut semakin terancam.

Di saat yang sama, Brigade 225 Ukraina melancarkan serangan balasan di front Sumy, berupaya merebut kembali inisiatif pertempuran, didukung oleh kekuatan udara yang semakin sering menggelar operasi lintas batas. Jet tempur MiG-29 Ukraina pun tercatat telah menjatuhkan bom pintar GBU-39 ke posisi militer Rusia di Kupiansk, menghasilkan ledakan dahsyat hingga membentuk ‘jamur’ besar di udara.

Pada momen Hari Angkatan Udara Ukraina, Presiden Volodymyr Zelenskyy secara resmi mengangkat Letnan Jenderal Anatoliy Kryvonozhko sebagai Panglima AU Ukraina yang baru, sebagai bentuk pengakuan atas kepemimpinan dan kiprahnya di medan perang.

Transformasi Strategi dan Modernisasi Militer Ukraina

Kini, serangan udara Ukraina ke wilayah Rusia sudah menjadi bagian dari rutinitas perang. Jangkauan operasi bahkan semakin meluas, menembus ‘garis merah’ yang selama ini dijaga ketat oleh Moskow. Menteri Pertahanan Ukraina, Denys Shmygal, menegaskan bahwa pihaknya sedang mengarahkan modernisasi kekuatan udara nasional ke standar NATO. Modernisasi ini bukan hanya untuk memenangkan perang saat ini, tetapi juga membangun fondasi pertahanan yang kokoh untuk masa depan pasca-konflik.

Kesimpulan:

Rentetan serangan yang dilancarkan Ukraina ke jantung infrastruktur militer, energi, dan transportasi Rusia selama sebulan terakhir bukan hanya memperlihatkan keberanian dan kreativitas militer, tetapi juga menandai babak baru dalam eskalasi konflik. Serangan yang kian intensif ini telah memaksa Rusia meningkatkan pengamanan wilayah dalam negeri, sekaligus memperlihatkan bahwa perang tidak lagi hanya berkutat di garis depan, melainkan sudah merambah ke jantung vital negara.

Ribuan Rakyat Sichuan, Tiongkok  Dukung Gadis 14 Tahun Korban Perundungan, Bentrokan Hebat Meledak antara Polisi dan Rakyat 

  • Kasus perundungan terhadap seorang gadis berusia 14 tahun di Jiangyou, Sichuan, semakin memanas.
  • Ribuan warga secara spontan berdatangan ke Kantor Pemerintah Kota Jiangyou dalam rangka memprotes dan menyuarakan dukungan bagi korban. 
  • Pemerintah mengerahkan sejumlah besar polisi untuk membubarkan aksi massa secara paksa dan menangkap banyak warga.
  • Salah satu video viral di daratan Tiongkok menunjukkan seorang pemuda ditangkap dengan kekerasan oleh sejumlah polisi saat mencoba melindungi warga lain. Video tersebut memicu kemarahan publik.

EtIndonesia. Sebuah insiden perlawanan rakyat atas ketidakadilan meletus di Sichuan, Tiongkok.

Aksi ini bermula pada 22 Juli 2025 sore,  seorang remaja perempuan bernama Liu (15 tahun) mengajak dua temannya, Liu (13 tahun) dan Peng (14 tahun), membawa seorang gadis bernama Lai (14 tahun) ke sebuah bangunan terbengkalai. Di sana, mereka menendang, menampar, memukul dengan tongkat, bahkan memaksa Lai untuk membuka pakaian dan berlutut. Kekerasan ini berlangsung selama sekitar empat jam, dengan sejumlah orang yang ikut menyaksikan dan merekam kejadian tersebut.

Pada 2 Agustus, video perundungan itu tersebar di internet dan memicu kemarahan publik.

Pada 4 Agustus pagi, pihak kepolisian setempat mengeluarkan pernyataan bahwa korban hanya mengalami luka ringan. Para pelaku hanya diberikan “pendidikan dan teguran”, dan diminta untuk dibina kembali oleh orang tua mereka di rumah. Pernyataan tersebut semakin menyulut amarah masyarakat.

Pada hari itu juga, ribuan warga turun ke jalan dan menuju Kantor Pemerintah Kota Jiangyou untuk menuntut hukuman secara tegas bagi para pelaku kekerasan. Di lokasi, massa meneriakkan slogan dan menyanyikan lagu sebagai simbol perlawanan. 

Seorang pemuda ditangkap secara brutal oleh beberapa petugas polisi karena membela hak-hak warga . (Tangkapan layar video)

Sebagai tanggapan, pemerintah kemudian mengerahkan banyak polisi dan pasukan bersenjata untuk membubarkan massa secara paksa. Para aparat menggunakan semprotan merica. Banyak warga terluka parah, kepala berdarah, dan sejumlah besar warga ditangkap secara brutal.

Video dan gambar aksi protes tersebut menyebar luas di internet. Pemerintah bahkan menggunakan truk angkut babi untuk membawa pergi para demonstran, memicu kemarahan masyarakat di seluruh negeri.

Pada 5 Agustus, akun media sosial independen “Yesterday” memposting video di platform X, menunjukkan ribuan warga Jiangyou bangkit membela seorang gadis kecil yang menjadi korban perundungan. Dalam video, seorang pemuda ditangkap secara kasar oleh polisi saat ia mencoba melindungi seorang lansia yang sedang berdebat dengan aparat. Dalam setiap perlawanan rakyat seperti ini, selalu ada para pahlawan tak dikenal yang berani melawan ketidakadilan, meski harus ditangkap dan dipenjara, mereka tetap teguh.

Dalam video tersebut, terlihat seseorang berpakaian hitam memegang pengeras suara dan berteriak “seret pergi!”, lalu si pemuda langsung dikerubungi oleh beberapa orang berseragam biru dan hitam. Pemuda itu lantas dipiting dan proses penangkapannya berlangsung dengan brutal.

Pada 4 Agustus 2025, seorang gadis berusia 14 tahun di Jiangyou, Sichuan, dirundung oleh beberapa orang, yang memicu protes luas. Pihak berwenang mengerahkan sejumlah besar petugas polisi untuk meredam insiden tersebut. (Tangkapan layar dari internet)

Pengamat independen Cai Shenkun juga membagikan video tersebut dan menulis:
“Melihat video perundungan gadis itu kemarin sungguh membuat saya tak percaya! Ribuan warga Jiangyou berani berdiri dan membela korban, ini menunjukkan rakyat Sichuan masih punya nurani dan keberanian! Dalam setiap protes besar seperti ini, selalu muncul para pemberani yang tak takut kekuasaan, tak gentar mati, meski ditangkap atau dipenjara, mereka tetap tidak mundur. Di era sekarang, kita butuh lebih banyak pahlawan seperti mereka.”

Pada 4 Agustus 2025, seorang gadis berusia 14 tahun di Jiangyou, Sichuan, dirundung oleh beberapa orang, yang memicu protes luas. Pihak berwenang mengerahkan sejumlah besar petugas polisi untuk meredam insiden tersebut. (Tangkapan layar dari internet)
Pada 4 Agustus 2025, seorang gadis berusia 14 tahun di Jiangyou, Sichuan, dirundung oleh beberapa orang, yang memicu protes luas. Pihak berwenang mengerahkan sejumlah besar petugas polisi untuk meredam insiden tersebut. (Tangkapan layar dari internet)

Cai Shenkun juga menambahkan, sebuah insiden perundungan yang memicu protes massal menunjukkan kemarahan dan ketidakpuasan rakyat atas ketidakadilan.  Ketidakmampuan pemerintah daerah dan aparat, kata Cai, untuk menangani kasus ini dengan benar justru menjadi pertanda bahwa masyarakat Tiongkok seperti tong mesiu yang siap meledak sewaktu-waktu akibat satu insiden kecil.

Seorang netizen mengungkapkan bahwa ibu dari korban adalah penyandang tuna rungu, sehingga anaknya sering menjadi sasaran perundungan di sekolah.

Pada 4 Agustus 2025, seorang gadis berusia 14 tahun di Jiangyou, Sichuan, dirundung oleh beberapa orang, yang memicu protes luas. Pihak berwenang mengerahkan sejumlah besar petugas polisi untuk meredam insiden tersebut. (Tangkapan layar dari internet)
Pada 4 Agustus 2025, seorang gadis berusia 14 tahun di Jiangyou, Sichuan, dirundung oleh beberapa orang, yang memicu protes luas. Pihak berwenang mengerahkan sejumlah besar petugas polisi untuk meredam insiden tersebut. (Tangkapan layar dari internet)

Pada 4 Agustus, orangtua korban datang dan berlutut memohon kepada pihak berwenang untuk menyelesaikan masalah. Ibu korban terlihat sangat emosional hingga akhirnya pingsan. 

Para orangtua lainnya ikut bersuara untuk memperjuangkan keadilan:
“Kalau kamu melakukan kesalahan, setidaknya tunjukkan sikap bertanggung jawab.”
“Kami hanya ingin melindungi anak-anak yang memang harus dilindungi.”

Ada netizen daratan Tiongkok menulis di media sosial : “Kata-kata yang paling menyentuh hari ini: ‘Ibu korban adalah tunarungu, ayahnya disabilitas, mereka tak bisa berbicara, jadi kami yang bersuara untuk mereka.’”

“Video paling menyayat hati: ‘Ibu dari korban perundungan di Jiangyou terlihat  ingin berkata sesuatu, tapi kami tak mengerti sepatah pun.’ Dialog paling menyedihkan: ‘Korban berteriak: Ayahku akan lapor polisi!’ Pelaku menjawab: ‘Sudah dilaporkan lebih dari 10 kali, paling 20 menit keluar lagi.’”

Komentar lainnya meninggalkan pesan :  “Rakyat Jiangyou sangat peduli terhadap keadilan. Hari ini aku tidak bersuara untuknya, besok mungkin aku yang akan mengalami hal yang sama.”
“Kenapa pelaku begitu sombong? Polisi Jiangyou harus introspeksi!”
“Setelah korban dirundung, kini polisi merundung rakyat, memukul dan menangkap mereka.”
“Pertandingan tinju bebas polisi-vs-warga pertama di Jiangyou resmi dimulai tadi malam.”

“Korban sudah lapor polisi, pelaku dibebaskan dalam 20 menit, sementara warga Jiangyou dipukuli di luar kantor polisi.”

Lainnya mengatakan: “Polisi yang lebih dulu memulai kekerasan, beberapa orang menindih satu orang dan memukulinya, korban bahkan tak bisa melawan.”
“Ada yang sudah dipasangi borgol, tapi masih dipukul.”
“Dikeroyok ramai-ramai, pakai pentungan pula. Benar-benar keterlaluan.”

“Yang memukul adalah pasukan khusus dari Mianyang.”
“Andai penanganan kasus perundungan bisa secepat dan setegas ini.”
“Kasus Jiangyou ini bukan lagi sekadar soal perundungan, tapi soal suara rakyat yang dipukuli dan ditangkap.”

Pada 4 Agustus 2025, seorang gadis berusia 14 tahun di Jiangyou, Sichuan, dirundung oleh beberapa orang, yang memicu protes luas. Pihak berwenang mengerahkan sejumlah besar petugas polisi untuk meredam insiden tersebut. (Tangkapan layar dari internet)

Seorang netizen luar negeri bernama Jiang Xu – Freedom Voice menulis di platform X:  “Tindakan represif terhadap warga Jiangyou hari ini menunjukkan bahwa kapal tua bernama Partai Komunis Tiongkok ini sudah hampir tenggelam. Mereka sendiri tak tahu percikan api mana yang akan membakar kapal itu. “

“Maka setiap percikan dianggap ancaman besar—mereka siaga dengan meriam air hanya demi memadamkan ‘sebatang korek api’… Siapa bilang menjatuhkan PKT itu sulit? Lihat saja betapa paniknya mereka. Mereka sudah menindas rakyat selama puluhan tahun dan selalu dihantui mimpi buruk bahwa rakyat suatu hari akan menggulingkan mereka. Sedikit saja gerakan, mereka langsung ketakutan.” (Hui/asr)

oleh: Hong Yu | Zhu Xinrui – NTDTV.com

Polisi Italia Tangkap 13 Orang dalam Operasi Besar-besaran Penumpasan Kelompok Mafia asal Tiongkok

Operasi terkoordinasi di seluruh Italia menargetkan klan kriminal yang dituduh terlibat dalam perdagangan narkoba, eksploitasi tenaga kerja dan seksual, pemalsuan, serta pencucian uang.

EtIndonesia. Polisi Italia menangkap 13 orang dalam operasi besar-besaran di seluruh negeri terhadap kelompok kejahatan terorganisir asal Tiongkok, yang disebut pihak berwenang sebagai “pukulan ganda” terhadap jaringan kriminal yang dituduh terlibat dalam perdagangan narkoba, eksploitasi tenaga kerja dan prostitusi, serta pencucian uang.

Beberapa operasi terkoordinasi dilakukan di total 25 provinsi, termasuk Milan, Roma, Florence, Prato, dan Catania, menargetkan klan-klan Tiongkok yang beroperasi dengan gaya intimidasi ala mafia dan kontrol teritorial, menurut pernyataan dari Kementerian Dalam Negeri Italia dan pernyataan pejabat kepolisian anti-kejahatan terorganisir, Andrea Olivadese.

“Di satu sisi, Kepolisian Negara melakukan aksi ‘berdampak tinggi’ di 24 provinsi Italia yang menargetkan kelompok kriminal Tiongkok yang telah mengakar dan terlibat dalam perdagangan ilegal, eksploitasi prostitusi dan tenaga kerja, pemalsuan produk, peredaran narkoba, dan pencucian uang internasional,” kata Kementerian Dalam Negeri dalam pernyataannya.

Ratusan bisnis komersial dan kendaraan diperiksa, dan lebih dari 1.900 calon tersangka berhasil diidentifikasi, tambahnya.

Selain penangkapan, polisi menyita 550 gram—setara sekitar 5.500 dosis—metamfetamin kristal yang secara lokal dikenal sebagai “shabu,” serta sejumlah senjata dan uang tunai, ungkap Olivadese. Sebanyak 31 orang lainnya dilaporkan ke otoritas kehakiman namun tidak ditahan.

Operasi lainnya yang dipimpin oleh Guardia di Finanza berhasil membongkar jaringan penipuan pajak senilai $3,9 miliar, menyita dana sebesar $858 juta, menutup 266 perusahaan fiktif, dan membekukan 400 rekening bank di wilayah Marche, Lombardia, dan Piemonte, menurut pernyataan Kementerian Dalam Negeri.

“Tindakan terkoordinasi ini menunjukkan bahwa aktivitas mafia Tiongkok bukan sekadar masalah lokal, tetapi merupakan realitas kriminal transnasional yang mampu menggerakkan miliaran dan menyusup ke dalam struktur ekonomi,” kata Menteri Dalam Negeri Matteo Piantedosi dalam pernyataan kementerian.

Ia memuji “profesionalisme dan keteguhan luar biasa” para penyelidik dalam melindungi “warga negara yang jujur dan kesehatan ekonomi negara.”

Penumpasan ini terjadi di tengah pengawasan yang meningkat terhadap pengaruh Tiongkok di Italia, termasuk penyelidikan terhadap “kantor polisi luar negeri” yang dioperasikan oleh otoritas Tiongkok. Kelompok HAM Safeguard Defenders melaporkan pada tahun 2022 bahwa Italia menjadi tuan rumah bagi jumlah pusat gelap semacam itu terbanyak—sebanyak 11 pusat—yang tersebar di kota-kota seperti Roma, Milan, Venesia, Florence, Sisilia, dan Prato.

Pejabat Italia membantah telah mengizinkan keberadaan pusat-pusat tersebut dan berjanji akan meningkatkan pengawasan. Piantedosi menyatakan pada Desember 2022 bahwa sanksi akan dijatuhkan jika ditemukan tindakan ilegal. Italia sebelumnya pernah melakukan patroli bersama dengan polisi Tiongkok, namun kerja sama tersebut dihentikan pada tahun 2022 karena kekhawatiran terhadap catatan hak asasi manusia Beijing dan potensi penyalahgunaan fasilitas tersebut untuk memantau para pembangkang terhadap rezim Tiongkok.

Komisi Anti-Mafia Parlemen Italia juga telah memperluas mandatnya untuk menyelidiki kejahatan terorganisir asal Tiongkok dan dugaan keterkaitannya dengan Partai Komunis Tiongkok (PKT). 

Para analis, termasuk mantan Direktur Yayasan Perguruan Tinggi Pertahanan NATO Giuseppe Morabito, telah memperingatkan bahwa geng-geng Tiongkok di Eropa kerap beroperasi dalam simbiosis dengan aktor-aktor yang terkait negara, sehingga mengaburkan batas antara kejahatan terorganisir dan pengaruh asing.

Operasi besar-besaran Italia ini merupakan hasil dari penyelidikan selama bertahun-tahun terhadap jaringan perbankan bawah tanah Tiongkok yang dituduh menyalurkan miliaran euro hasil dari barang palsu, prostitusi, dan penghindaran pajak kembali ke Tiongkok.

Laporan internasional juga menyoroti jangkauan kejahatan terorganisir Tiongkok di luar Eropa. 

Sebuah investigasi bersama oleh ProPublica dan The Frontier pada tahun 2024 menggambarkan hubungan antara diplomat Tiongkok dan tokoh-tokoh kejahatan terorganisir di Amerika Serikat, sementara studi lainnya melacak peran triad Tiongkok dalam memasok kartel Meksiko dengan bahan prekursor untuk fentanyl. 

Laporan ini disusun oleh Liang, Olivia Li, dan Reuters

Sumber : Theepochtimes.com

FBI Perluas Operasi Global untuk Melawan PKT Melalui Kemitraan dengan Australia dan Selandia Baru

Perjalanan Direktur FBI  mencakup pembukaan kantor independen di Wellington, Selandia Baru.

EtIndonesia. Direktur FBI Kash Patel memuji Australia sebagai sekutu penting ketika biro tersebut memperluas upayanya melawan pengaruh Partai Komunis Tiongkok (PKT) di Australia dan Selandia Baru.

“Kami sedang memperluas operasi global untuk menghadapi beberapa ancaman paling serius terhadap tanah air Amerika: pengaruh asing, serangan siber, spionase PKT, dan pemberantasan narkoba,” ujarnya dalam sebuah unggahan di platform X pada 3 Agustus. “Australia adalah sekutu penting dalam perjuangan itu.”

Pernyataan tersebut disampaikan Patel setelah kunjungan diam-diam ke kedua negara pada akhir Juli, yang mencakup pembukaan kantor baru yang berdiri sendiri di ibu kota Selandia Baru, Wellington.

FBI menyatakan bahwa sejak 2017, kantor mereka di ibu kota Australia, Canberra, secara diam-diam mencakup wilayah Wellington, tetapi dengan dibukanya kantor mandiri di sana, FBI kini dapat menjangkau lebih banyak wilayah di Pasifik Selatan, termasuk Antarktika, Samoa, Niue, Kepulauan Cook, dan Kerajaan Tonga.

“Tim kami baru saja kembali dari pertemuan tingkat tinggi dengan mitra Five Eyes kami untuk memperdalam berbagi intelijen, memperkuat upaya kontra-terorisme dan siber bersama, serta melawan agresi PKT yang meningkat di kawasan Indo-Pasifik,” katanya dalam unggahannya. 

“Inilah cara kami mempersiapkan diri untuk mencegah ancaman mencapai wilayah kami—bahkan sebelum mereka tiba. Terima kasih kepada mitra kami di Australia atas semangat baru dalam kerja sama melawan musuh bersama.”

Kunjungan Patel tidak diumumkan saat itu, dan ia juga tidak tampil di depan umum maupun berbicara kepada media. Cuplikan video kemudian dirilis oleh Kedutaan Besar AS yang memperlihatkan pidatonya, dan FBI mengeluarkan pernyataan pada 31 Juli yang mengonfirmasi pembukaan kantor baru di Wellington.

 “FBI telah memiliki hubungan yang kuat dan bekerja sama erat dengan rekan-rekan kami di Selandia Baru selama bertahun-tahun,” kata Patel dalam pernyataan tersebut. “Perluasan kantor di Wellington menunjukkan kekuatan dan perkembangan dari kemitraan kami saat kami terus bekerja bersama untuk menangani tujuan keamanan bersama di kawasan ini.”

Dari sana, Patel melanjutkan perjalanan ke Australia untuk mengunjungi kantor FBI di Canberra dan bertemu dengan lembaga mitra internasional Five Eyes, sebagaimana dikonfirmasi FBI dalam pernyataan pada 1 Agustus.

Five Eyes terdiri dari Amerika Serikat, Inggris, Kanada, Australia, dan Selandia Baru. Aliansi ini didirikan pada tahun 1946 untuk berbagi intelijen dan mengoordinasikan upaya keamanan.

Bekerja sama dengan mitra di Selandia Baru, FBI menyatakan bahwa mereka akan menangani tidak hanya ancaman dari PKT, tetapi juga ancaman intelijen asing secara umum serta kegiatan kriminal seperti terorisme, kejahatan siber, penipuan, pencucian uang, dan eksploitasi anak.

Komisaris Kepolisian Federal Australia Reece Kershaw (kiri) dan Direktur FBI Kash Patel (kanan) selama kunjungan Patel ke Australia pada Juli 2025. Kash Patel via X

Kedutaan besar rezim Tiongkok di Wellington mengecam pernyataan Patel, menyebutnya sebagai “tudingan tidak berdasar” dan bukti dari “mentalitas Perang Dingin.”

Namun, setelah pertemuannya dengan Patel, Jaksa Agung Selandia Baru Judith Collins, yang mengawasi Dinas Intelijen Keamanan Selandia Baru, mengatakan kepada parlemen negaranya bahwa ia tidak mengharapkan tanggapan dari Tiongkok.

“Ini adalah negara kami, hak kedaulatan kami untuk melakukan apa yang kami anggap perlu,” ujarnya.

 “Saya rasa intinya adalah bahwa ini keputusan dari pemerintahan AS, dan kami senang mendukungnya. Ini berjalan baik untuk Selandia Baru; ini demi kepentingan terbaik kami.”

Naziya Alvi Rahman dan Rex Winderstrom berkontribusi dalam laporan ini

Sumber : Theepochtimes.com

Krisis Properti Tiongkok Memburuk saat Penjualan, Laba dan Harga Terus Anjlok 

Data terbaru menunjukkan bahwa pasar perumahan di Tiongkok masih lesu, karena penurunan harga belum mampu menarik kembali para pembeli

EtIndonesia. Pasar properti Tiongkok terus menghadapi tantangan besar dengan penurunan tajam dalam penjualan, investasi, dan keuntungan, memunculkan keraguan baru terhadap narasi media pemerintah mengenai pemulihan bertahap.

Menurut data yang dirilis pada 31 Juli oleh China Index Academy, total penjualan oleh 100 pengembang real estat teratas di negara itu mencapai 2,07 triliun yuan (4.554 triliun rupiah) dalam tujuh bulan pertama tahun 2025—turun 13,3 persen dibanding tahun sebelumnya. Laju penurunan ini semakin cepat, melebar 1,5 poin persentase dibandingkan angka pada paruh pertama tahun ini. Hanya pada  Juli, penjualan turun 18,2 persen dibanding tahun lalu.

Sementara itu, lebih dari 60 persen pengembang yang terdaftar di bursa saham A-share—41 dari 65 perusahaan—diperkirakan akan mengalami kerugian, menurut lembaga riset E-house China R&D Institute yang menganalisis perkiraan pendapatan untuk paruh pertama 2025.

Vanke, yang dulunya menjadi barometer sektor ini, memperkirakan akan mengalami kerugian antara 10 miliar yuan (Rp 22 triliun) hingga 12 miliar yuan (sekitar Rp 26,4 triliun) untuk periode tersebut—bahkan lebih besar dari kerugian 9,85 miliar yuan (sekitar Rp 21,67 triliun) yang dialami pada periode yang sama tahun 2024. Ini menjadikan Vanke sebagai perusahaan dengan kerugian terbesar di antara para pesaingnya, menurut laporan media pemerintah.

China Fortune Land Development dan Gemdale Corp., dua pemain unggulan industri di masa lalu, juga berada dalam tekanan. Mereka masing-masing memperkirakan kerugian sebesar 5,5 miliar yuan hingga 7,5 miliar yuan, dan 3,4 miliar yuan hingga 4,2 miliar yuan dalam dua kuartal pertama tahun fiskal.

Situasi Vanke sangat memprihatinkan. Terlepas dari pergantian besar-besaran dalam manajemen setelah Tahun Baru Imlek dan pergeseran dari model yang dipimpin manajer profesional menjadi pengawasan langsung oleh badan usaha milik negara, perusahaan ini terus kesulitan. 

Bahkan setelah menerima lebih dari 21 miliar yuan dalam bentuk dukungan keuangan dari Shenzhen Metro dan investor terkait negara lainnya, penjualan kontrak Vanke anjlok hampir 50 persen dalam paruh pertama tahun ini, dari 127,3 miliar yuan menjadi 69,1 miliar yuan. Arus kas perusahaan tetap berada dalam tekanan berat.

Banyak warganet Tiongkok dan blogger properti yang menyuarakan skeptisisme terhadap data resmi, dengan mengatakan bahwa angka-angka pemerintah seringkali melayani tujuan politik. Bahkan, tidak mencerminkan kondisi pasar yang sebenarnya, berdasarkan pengamatan dan pengalaman langsung mereka.

Misalnya, menurut data resmi yang dirilis oleh China Index Academy, harga jual rata-rata rumah baru oleh 100 pengembang teratas naik 2,6 persen secara tahunan pada  Juli. Namun, harga rumah bekas justru anjlok sebesar 7,3 persen.

Di media sosial Tiongkok, beberapa komentator menyatakan bahwa kesenjangan yang semakin melebar antara harga rumah baru dan bekas menunjukkan adanya ketidaksesuaian dalam data. Mereka juga menyebut bahwa harga transaksi aktual rumah bekas jauh lebih rendah dari angka resmi, dan bahwa harga riil di pasar sekunder mungkin lebih mencerminkan permintaan dan keterjangkauan perumahan yang sebenarnya.

Jika berbagai laporan tidak resmi tentang penurunan harga yang lebih tajam itu benar, maka penurunan volume penjualan sebesar 13,3 persen—meskipun harga telah turun—menunjukkan bahwa penurunan harga saja tidak lagi cukup untuk membangkitkan minat pembeli.

Investasi properti juga mengalami keruntuhan. Menurut Biro Statistik Nasional Tiongkok, total investasi real estat pada paruh pertama tahun 2025 hanya mencapai 4,66 triliun yuan—turun 11,2 persen dari tahun sebelumnya. Investasi pada properti hunian, yang merupakan porsi terbesar, turun 10,4 persen menjadi 3,57 triliun yuan. Sebagai perbandingan, total investasi properti pada tahun 2023 adalah 11 triliun yuan, yang menunjukkan adanya kontraksi tajam.

Dalam hampir setiap metrik utama—keuntungan perusahaan, harga rumah (baik baru maupun bekas), angka penjualan, dan investasi tetap—industri ini mengalami penurunan yang meluas, bertentangan dengan narasi resmi tentang pasar yang sedang pulih.


Harga yang Turun Menggerus Kekayaan dan Kepercayaan

Dalam klip audio wawancara yang banyak dibagikan, ekonom Tiongkok Xiang Songzuo menjelaskan bahwa ledakan pasar perumahan sebelumnya terutama didorong oleh dua faktor: permintaan dari pengguna akhir dan investasi spekulatif. Namun dengan para spekulan yang telah mengalami kerugian besar—karena banyak properti kini bernilai lebih rendah dari harga belinya—minat investor pun nyaris lenyap. Ia menunjukkan bahwa permintaan dari pengguna akhir saja tidak cukup untuk menopang harga.

“Penurunan harga rumah tidak terelakkan,” kata Xiang. “Semua orang harus menanggung biayanya.”

Ia mencatat bahwa saat nilai properti merosot, kepercayaan konsumen juga ikut jatuh.

“Ketika rumah Anda kehilangan nilai, saham Anda tidak menghasilkan uang, gaji Anda tidak naik—bagaimana orang biasa bisa diharapkan untuk belanja?” ujar Xiang.

Zhang Xiaojing, Direktur Institut Keuangan di Akademi Ilmu Sosial Tiongkok, mengungkapkan sentimen serupa dalam wawancara baru-baru ini dengan media Tiongkok.

Ia menyatakan bahwa keluarga kelas pekerja—yang rumahnya sering kali mewakili 60 hingga 70 persen dari total kekayaan mereka—adalah pihak yang paling terpukul, sementara rumah tangga kaya relatif tidak terdampak.

Bagi pemilik rumah dari kalangan pekerja, katanya, penurunan nilai properti berarti kehilangan kekayaan rumah tangga secara nyata dan langsung. (asr)

Fang Xiao turut berkontribusi dalam laporan ini

Sumber : Theepochtimes.com 

Peta Pertahanan Nuklir Rusia Bocor ke Publik, Ukraina Pamerkan ‘Senjata Rahasia’ Moskow

EtIndonesia. Ketegangan militer global kembali memuncak usai Presiden AS, Donald Trump memerintahkan pengerahan dua kapal selam nuklir strategis kelas Ohio untuk mengintimidasi Rusia. Langkah ini langsung mengundang respons serius dari kalangan ahli militer yang kini memusatkan perhatian pada pergerakan kapal selam nuklir Rusia.

Namun, di tengah sorotan dunia, Ukraina secara mengejutkan melakukan gebrakan luar biasa dengan membocorkan informasi rahasia terkait kapal selam nuklir strategis generasi terbaru Rusia—suatu aksi yang disebut-sebut setara dengan kisah spionase ala “007”.

Rahasia Kapal Selam “Dewa Angin Utara” Terbongkar

Rusia selama ini mengandalkan kapal selam nuklir kelas Borei-A, salah satunya adalah K-555 “Pangeran Pozharsky”, sebagai tulang punggung triad nuklir mereka. Kapal selam canggih ini, yang peluncurannya bahkan dihadiri langsung oleh Presiden Putin, baru saja resmi bergabung dengan armada tempur setelah melewati tahap uji coba laut.

Namun, Direktorat Intelijen Kementerian Pertahanan Ukraina pada 4 Agustus 2025 mengumumkan keberhasilan operasi besar: seluruh dokumen teknis, diagram struktur, hingga tata letak internal kapal selam strategis tersebut berhasil disalin. Tidak hanya itu, data personal seluruh awak kapal—mulai dari nama, jabatan, pangkat, kualifikasi, kemampuan fisik, tingkat pelatihan, hingga instruksi pertempuran—semuanya kini ada di tangan Ukraina.

Sebagian informasi sensitif ini bahkan sudah dipublikasikan oleh pihak Ukraina, bukan hanya untuk meruntuhkan kepercayaan diri strategis Rusia, tetapi juga sebagai dukungan moral terhadap kubu Trump dan tamparan memalukan bagi Presiden Putin.

Arti Strategis Kebocoran dan Ancaman Baru bagi Rusia

Kapal selam Pangeran Pozharsky adalah salah satu aset nuklir paling vital Rusia. Dengan kemampuan membawa 16 rudal balistik antarbenua Bulava yang jangkauannya melebihi 9.000 kilometer serta sanggup memuat beberapa hulu ledak nuklir, kapal ini menjadi momok langsung bagi keamanan Eropa dan Amerika Serikat.

Tak heran, para analis menegaskan bahwa jika seluruh dokumen ini jatuh ke tangan NATO atau militer AS, maka strategi pertahanan Rusia ibarat “terbuka tanpa busana”. Di dunia maya, komentar satir bermunculan—Rusia dianggap sedang sibuk bertarung di dua front, sementara “rahasia terdalamnya” kini dipertontonkan ke seluruh dunia.

Bagaimana Ukraina Mendapatkan Data Ini?

Laporan awal menyebut, operasi intelijen Ukraina berhasil menyusup ke markas Armada Laut Hitam Rusia dan menggondol dokumen-dokumen super rahasia tersebut. Spekulasi berkembang, Ukraina akan “menjual” informasi ini kepada pihak AS sebagai “barter” imbalan dukungan senjata dan intelijen secara berkelanjutan.

Perang Drone dan Serangan Terfokus: Ukraina Ubah Pola Serangan

Seiring hebohnya operasi intelijen, Ukraina juga mengintensifkan serangan drone ke berbagai sasaran vital Rusia. Target utama kali ini bukan hanya kilang minyak dan bandara, tetapi juga pusat-pusat logistik dan stasiun kereta api strategis. Salah satunya, pusat pergudangan kereta api di Volgograd yang menjadi urat nadi logistik militer Rusia, berhasil diserang drone Ukraina dari jarak sekitar 600 km dari perbatasan.

Data satelit menunjukkan, dalam dua hari terakhir, belasan pusat distribusi kereta api Rusia dihantam. Semua merupakan titik krusial distribusi perlengkapan perang, dan langsung memengaruhi suplai di garis depan pertempuran.

Tak hanya itu, Dinas Keamanan Ukraina juga melancarkan operasi khusus di Bandara Saki, Krimea. Serangan presisi ini melumpuhkan lima pesawat tempur Rusia (termasuk jet Su-30SM dan tiga Su-24), serta menghancurkan gudang amunisi di lokasi tersebut. Kerugian besar ini menjadi bukti betapa brutal dan berisikonya perang modern—apa yang menjadi andalan, bisa dengan mudah dibalikkan oleh lawan.

Ekskalasi Drone Rusia dan Peran Komponen Tiongkok

Di sisi lain, Rusia juga meningkatkan penggunaan drone untuk serangan jarak jauh ke Ukraina. Data terbaru menyebut, sepanjang Juli 2025 saja, Rusia telah meluncurkan 6.129 drone ke wilayah Ukraina—angka tertinggi sejak perang pecah, naik 16% dari bulan sebelumnya. Drone Shahed, yang aslinya buatan Iran namun kini diproduksi massal oleh Rusia (dengan nama Geran-2), jadi ujung tombak agresi udara.

Yang mencengangkan, menurut intelijen Ukraina, hingga 65% komponen drone Shahed versi Rusia berasal dari Tiongkok—mulai dari elektronik, navigasi, hingga baterai. Fakta ini menambah rumitnya persaingan global, sebab dukungan komponen murah dari Tiongkok memampukan Rusia untuk terus memperbesar skala produksi persenjataan.

Di lapangan, efek serangan drone sangat nyata. Pada 31 Juli, serangan drone di Kyiv menewaskan 31 orang dan melukai 159 lainnya. Meski begitu, keteguhan rakyat Ukraina tetap kuat; setiap serangan justru meningkatkan semangat perlawanan.

Manuver Militer di Asia Timur: Latihan Gabungan dan Narasi Nasionalisme

Sementara di front timur, pada 4 Agustus kapal perang Tiongkok merapat di Vladivostok, Rusia, untuk latihan gabungan “Maritime Joint-2025” selama lima hari bersama Armada Pasifik Rusia. Ironisnya, saat Tiongkok sedang gencar membakar sentimen anti-Jepang melalui film nasionalis, media setempat justru menyanjung kolaborasi militer dengan Rusia—negara yang dalam sejarah juga pernah menindas rakyat Tiongkok.

Dalam latihan ini, kapal perusak Shaoxing dan Urumqi, kapal suplai Qiandao Lake, kapal penyelamat Xihu, serta pasukan marinir Tiongkok ikut ambil bagian, disambut penuh tradisi oleh militer Rusia. Namun, di tengah suasana “persahabatan”, pakar militer Rusia mengumumkan wacana operasi militer ke Jepang, mulai dari serangan rudal hipersonik ke Okinawa hingga rencana pendudukan pulau-pulau utama—sesuatu yang oleh pengamat dinilai “khayalan semata”, mengingat kondisi pasukan Rusia yang sudah terkuras habis di Ukraina.

Situasi Selat Taiwan Makin Panas: Sinyal Invasi dan Latihan Elit

Di saat yang sama, tensi di Selat Taiwan terus meningkat. Wakil Menlu Taiwan, Wu Chih-chung, secara terbuka menyatakan bahwa Tiongkok kini benar-benar bersiap untuk menginvasi Taiwan, sebuah pernyataan blak-blakan yang jarang diucapkan pejabat tinggi Taiwan sebelumnya. Wu menegaskan bahwa Taiwan tidak akan terprovokasi melakukan serangan pertama, tapi harus siaga penuh menghadapi tekanan militer dan kemungkinan blokade.

Media juga melaporkan, Menteri Pertahanan Tiongkok, Dong Jun menyebut pangkalan militer AS di Jepang dan Korea Selatan akan menjadi target sah jika kedaulatan Tiongkok atas Taiwan dilanggar—pernyataan berani yang langsung memicu perdebatan internasional.

Menambah panas situasi, pasukan khusus AS “Green Berets” terpantau kembali melatih pasukan elit Taiwan di Kinmen, Penghu, dan pulau-pulau terdekat. Latihan ini mengedepankan operasi amfibi dan penggunaan drone mini Black Hornet—alat intai ultra-ringan yang kini jadi andalan dalam pertempuran perkotaan.

Selain itu, video terbaru memperlihatkan sistem peluncur roket HIMARS buatan AS telah tiba di Taiwan, memperkuat strategi “landak” mereka. HIMARS yang mampu meluncurkan rudal jarak 300 kilometer dipandang efektif untuk menahan invasi dari daratan Tiongkok.

Kesimpulan:

Bocoran intelijen besar-besaran tentang kapal selam nuklir Rusia ini bukan hanya memalukan bagi Kremlin, tapi juga membuktikan bahwa medan pertempuran modern kini telah melampaui batas-batas fisik—menjadi perang informasi, spionase, dan teknologi. Di tengah perubahan strategi militer dan geopolitik yang makin tak terduga, dunia kini benar-benar berada di ambang babak baru ketegangan global, di mana satu kebocoran data bisa mengubah arah sejarah.

Bagaimana Beijing Menggunakan Mahasiswanya untuk Memata-matin Sesama Mahasiswa Tiongkok di Inggris

EtIndonesia. Beijing dilaporkan menggunakan akademisi dan mahasiswa studi Tiongkok di Inggris untuk menekan diskusi tentang isu-isu sensitif bagi Pemerintah Tiongkok.

Menurut survei universitas-universitas di Inggris oleh sebuah kelompok transparansi, akademisi dan mahasiswa Tiongkok menjadi sasaran pelecehan dan pengawasan untuk menekan mereka agar memata-matai teman sekelas mereka.

Temuan oleh UK-China Transparency (UKCT) menunjukkan bahwa, dalam beberapa kasus, administrator dan manajemen universitas secara aktif terlibat dalam penindasan kebebasan akademik, yang memperkuat distorsi tersebut.

Bagaimana Tiongkok Mengendalikan Narasi

Laporan tersebut menyajikan bukti bahwa terdapat penolakan visa yang strategis bagi para akademisi yang terlibat dalam penelitian sensitif oleh otoritas Tiongkok, yang mengurangi insentif untuk penelitian tersebut.

Juga ditemukan bahwa anggota keluarga akademisi di Tiongkok diancam, diperingatkan, atau dilecehkan oleh otoritas Partai Komunis Tiongkok (PKT) karena pekerjaan mereka di Inggris.

Beberapa akademisi melaporkan bahwa mereka menjadi sasaran berbagai bentuk pelecehan serius. Satu orang melaporkan menjadi korban perundungan daring, sementara yang lain mengatakan seorang akademisi tamu dari Tiongkok mengatakan kepadanya: “Kami mengawasimu”.

Beberapa akademisi melaporkan bahwa beberapa mahasiswa studi Tiongkok berkewarganegaraan Tiongkok mengaku kepada mereka bahwa pejabat PKT meminta mereka untuk memata-matai sesama mahasiswa.

Bukti juga dilaporkan menunjukkan bahwa Asosiasi Mahasiswa dan Cendekiawan Tiongkok (kelompok yang terdapat di sebagian besar universitas di Inggris dan secara resmi terkait dengan PKT) merupakan vektor pengawasan dan penindasan.

Mahasiswa studi Tiongkok dari semua kebangsaan mengatakan kepada para akademisi bahwa mereka tidak nyaman berbicara bebas tentang isu-isu sensitif PKT di kelas atau melanjutkan minat mereka dalam isu-isu tersebut, kata laporan itu.

Pejabat PKT juga dilaporkan mengancam beberapa administrator universitas dengan merujuk pada karya seorang akademisi dan ketergantungan finansial universitas pada Tiongkok. Para akademisi telah ditolak pendanaannya karena penelitian mereka dapat membuat PKT marah.

Laporan tersebut menemukan bahwa dalam beberapa kasus, administrator dan manajemen universitas secara aktif terlibat dalam penindasan kebebasan akademik, yang memperkuat distorsi tersebut. Hal ini tampaknya dimotivasi oleh ketergantungan finansial pada biaya kuliah mahasiswa Tiongkok.

Temuan ini didasarkan pada 50 tanggapan terhadap kuesioner yang diedarkan tahun lalu di antara para akademisi studi Tiongkok yang bekerja di universitas-universitas di Inggris. Hampir dua pertiga – 64 persen – responden mengatakan ketergantungan finansial universitas mereka pada mahasiswa internasional dari Tiongkok memengaruhi “perasaan para administrator akan pentingnya hubungan dengan Pemerintah Tiongkok”. Sementara itu, 16 persen merasa bahwa hal itu tidak benar.

Waktu Laporan

Laporan ini muncul beberapa hari setelah undang-undang baru mulai berlaku di Inggris, yang memberikan tanggung jawab lebih besar kepada universitas untuk menegakkan kebebasan akademik dan kebebasan berbicara. Pedoman baru tersebut menyatakan bahwa universitas mungkin melanggar aturan dengan menjalin kemitraan dengan pemerintah asing yang mewajibkan staf akademik untuk lulus uji ideologi – misalnya, dengan menjadi tuan rumah bagi Institut Konfusius.

Undang-undang tersebut, yang mulai berlaku minggu lalu, menyatakan bahwa universitas harus berbuat lebih banyak untuk secara aktif mempromosikan kebebasan akademik dan kebebasan berbicara, termasuk dalam kasus di mana institusi memiliki perjanjian dengan negara lain.(yn)

Jika Kamu Bersikap Baik pada Segala Sesuatu, Maka Segala Sesuatu pun Akan Bersikap Baik Padamu

EtIndonesia. Dalam perjalanan hidup ini, kita perlu belajar bersikap baik kepada orang lain, dan juga tak kalah penting: bersikap baik kepada diri sendiri.

Bersikap baik kepada orang lain  akan membawamu melangkah lebih jauh dalam hidup; sedangkan bersikap baik kepada diri sendiri akan membantumu hidup dengan lebih ringan dan bebas.

Tak peduli kepada siapa pun kebaikan itu diberikan, pada akhirnya, itu adalah aliran kehangatan yang terus berputar, dan bentuk cinta yang akan kembali padamu suatu saat nanti.

Saat Hidup Lancar: Gunakan Kedamaian untuk Menebar Kebaikan

Saat hidupmu sedang mulus, ingatlah untuk menebarkan kebaikan kepada sesama.

·        Ketika hatimu tenang, tampillah dengan damai.

·        Ketika kamu sukses, tetaplah bersikap rendah hati.

·        Ketika kamu bahagia, tetaplah tampil dengan tenang.

Meskipun belum bisa mencapai tingkat kebijaksanaan tertinggi, setidaknya, jangan menjadi arogan, jangan berlagak pamer, dan jangan menyombongkan diri.

Kadang, sikap baik cukup diwujudkan dalam bentuk:

·        Sebuah senyum ramah,

·        Sebuah sikap yang lembut dan menghargai.

Hati yang lapang bukan diukur dari seberapa banyak kamu bisa memaafkan dirimu sendiri, tetapi dari seberapa banyak kamu bisa menerima orang lain di dalam hatimu.

Orang yang bisa menerima banyak orang dalam hidupnya, biasanya memiliki hati yang paling baik dan paling mulia.

Bersikap baik adalah bentuk kepedulian. Ketika kamu peduli pada orang lain, suatu hari dunia pun akan peduli padamu.

Saat Hidup Sulit: Jangan Lupa Menyayangi Diri Sendiri

Dalam hidup, semua orang pasti pernah menghadapi kesulitan. Tak ada satu pun yang selalu mulus tanpa rintangan. Hidup ini seperti sungai panjang— kadang harus melewati karang dan arus deras yang tak bisa dihindari.

Namun jika kamu bisa menganggap kesulitan sebagai ujian hidup, kamu pasti akan sampai ke tepian yang selama ini menantimu.

Apa pun yang terjadi, ingatlah satu hal:  

  • Jika tak ada satu orang pun yang menyayangimu, maka kamu sendiri yang harus menyayangi dirimu.
    –  Jika tak ada yang menganggapmu berharga, maka kamu sendiri yang harus memandang dirimu dengan penuh nilai.

Selama kamu tetap tahu caranya menyayangi diri dan orang lain, hidup ini tak akan pernah benar-benar gagal.

Bersikap Baik Itu Termasuk Belajar Memaafkan dan Melepaskan

·        Memaafkan berarti tidak terus-menerus terjebak dalam kesalahan masa lalu.

·        Melepaskan berarti tidak lagi berjuang dalam keinginan yang tak bisa dimiliki.

Seberapa besar kamu bisa memaafkan, seberapa jauh kamu bisa mundur dari sesuatu yang tak bisa diraih— itulah sejatinya ukuran seberapa besar kamu bersikap baik kepada dirimu sendiri.

Saat kamu bersikap baik pada dunia, dunia pun akan bersikap baik padamu.

 Penutup: Kebaikan Itu Akan Kembali, Cepat atau Lambat

Jadilah pribadi yang membawa kebaikan ke mana pun kamu pergi. Tak perlu muluk-muluk.  Mulailah dengan sikap yang lembut,  perkataan yang baik, dan hati yang tidak menyimpan dendam.

Dunia ini mungkin tak sempurna, tapi jika hatimu penuh kebaikan, kamu akan menemukan bahwa hidup jauh lebih layak untuk dijalani.(jhn/yn)

“Akibat Kebijakan NATO”: Rusia Keluar dari Perjanjian Nuklir dengan AS Setelah Trump Mengerahkan Dua Kapal Selam Nuklir

EtIndonesia. Di tengah meningkatnya tekanan Presiden AS, Donald Trump untuk mengakhiri perang di Ukraina, Rusia telah mengumumkan bahwa mereka tidak lagi terikat oleh Perjanjian Kekuatan Nuklir Jarak Menengah (INF) 1987 dengan Amerika—sebuah moratorium pengerahan rudal nuklir jarak pendek dan menengah. Moskow menyalahkan “tindakan negara-negara Barat” karena menciptakan “ancaman langsung” terhadap keamanannya.

Langkah ini diambil beberapa hari setelah Presiden AS, Donald Trump memerintahkan dua kapal selam nuklir untuk “ditempatkan di wilayah yang tepat” di dekat Rusia. Kementerian Luar Negeri Rusia mengatakan bahwa persyaratan untuk mematuhi perjanjian era Soviet tersebut telah “hilang,” dan Moskow tidak lagi mematuhi pembatasan yang diberlakukan sendiri sebelumnya.

“Peningkatan potensi rudal yang mengganggu stabilitas oleh Barat menciptakan ancaman langsung terhadap keamanan negara kami,” demikian pernyataan Rusia, menurut RT.

Kemudian, mantan Presiden Rusia, Dmitry Medvedev menyalahkan negara-negara NATO atas pembatalan moratorium rudal nuklir jarak pendek dan menengah dan mengatakan Moskow akan mengambil langkah lebih lanjut sebagai tanggapan.

Medvedev, yang telah terlibat dalam adu argumen pedas di media sosial dengan Presiden AS, Donald Trump, mengatakan: “Ini adalah kenyataan baru yang harus dihadapi oleh semua lawan kita. Nantikan langkah-langkah selanjutnya.”

AS menarik diri dari perjanjian Pasukan Nuklir Jarak Menengah pada tahun 2019, dengan alasan ketidakpatuhan Rusia. Rusia sejak itu mengatakan tidak akan mengerahkan senjata semacam itu asalkan Washington tidak melakukannya. Namun, Menteri Luar Negeri Sergei Lavrov mengisyaratkan Desember lalu bahwa Moskow harus menanggapi apa yang disebutnya “tindakan destabilisasi” oleh AS dan NATO di bidang strategis.

“Karena situasi berkembang menuju pengerahan rudal jarak menengah dan pendek berbasis darat buatan AS di Eropa dan kawasan Asia-Pasifik, Kementerian Luar Negeri Rusia mencatat bahwa persyaratan untuk mempertahankan moratorium sepihak atas pengerahan senjata serupa telah hilang,” demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri Rusia.

Tentang Perjanjian INF

Perjanjian INF, yang ditandatangani pada tahun 1987 oleh pemimpin Soviet, Mikhail Gorbachev dan Presiden AS, Ronald Reagan, menghapuskan seluruh kelas senjata—rudal yang diluncurkan dari darat dengan jangkauan 500 hingga 5.500 kilometer.

Medvedev, yang awalnya dipandang di Barat sebagai calon moderat dan reformis, telah menjadi salah satu pejabat senior paling agresif dalam kebijakan luar negeri di Moskow.

Jumat lalu, Trump mengatakan bahwa dia telah memerintahkan pemindahan dua kapal selam nuklir ke “wilayah yang tepat” sebagai tanggapan atas pernyataan Medvedev tentang risiko perang antara kedua negara yang bermusuhan bersenjata nuklir tersebut. (yn)

Hati Tak Baik, Serajin Apa pun Sembahyang Juga Tak Ada Gunanya!

EtIndonesia. Dalam hidup ini, kekayaan terbesar seseorang bukanlah uang yang ada di saku, bukan pula kekuasaan di tangan, apalagi kecerdikan dan tipu muslihat. Yang paling berharga justru adalah: Sebuah hati yang penuh kasih dan kelapangan, sebentuk pemahaman dan rasa saling mengerti yang tulus.

Jika seseorang tidak memiliki hati yang baik, maka sebanyak apa pun dia sembahyang dan bersujud, semuanya tak akan ada artinya!

Hidup Ini Paling Penting Adalah “Perasaan”

Hidup manusia yang paling bernilai adalah rasa— rasa menghargai, rasa berterima kasih, rasa menghormati.  Jika pernah menerima kebaikan, balaslah dengan kebaikan. Jika pernah disakiti, lepaskanlah dendam itu dengan bijak.

Sebesar apa pun pencapaianmu hari ini, jangan pernah lupa pada orang yang dulu membantumu berdiri.

Hargai orang yang peduli padamu,  Jangan kejar orang yang tak peduli. Di mana pun kita berada, tanpa rasa setia dan tulus, Mana mungkin ada hubungan yang abadi?

Orang yang pernah hadir dalam hidupmu, jangan lupakan begitu saja. Selagi masih ada kesempatan,  jalinlah hubungan dengan penuh penghargaan.

Prinsip Hidup yang Jujur dan Bernilai

Hidup ini tak mengapa jika tak punya siapa-siapa untuk bersandar, asal jangan sampai hati terus diselimuti emosi buruk.  Tak masalah jika kekurangan harta benda, asal jangan kekurangan moral dan harga diri.  Boleh saja sesekali meminta bantuan orang, tapi jangan jadi pengkhianat setelah dibantu.  Boleh memikirkan kepentingan diri, tapi jangan menjatuhkan jembatan setelah menyeberang.

Jangan pernah berdusta hanya demi keuntungan sesaat, jangan pernah berkhianat walau dalam situasi sulit.

Dalam hidup ini:
Jangan terlalu licin, jangan terlalu palsu. Gunakan ketulusan untuk menghadapi dunia!  Jangan terlalu tinggi hati, jangan terlalu sombong. Kesombongan hanya akan menjadi bahan tertawaan!

Dalam kerasnya kehidupan:
Jaga martabat, jaga batas. Orang yang terus-menerus menuntut, jangan dibiasakan.
Kadang pura-pura tak tahu, kadang pura-pura bodoh, asal hati tahu arah, tak perlu menjelaskan segalanya.

Jalani Hidup dengan Sikap Lapang dan Ringan

Hidup ini kadang ada badai—maka peganglah payung.  Kadang menemui jalan buntu—maka carilah belokan. Kadang terasa membosankan—maka bercandalah sejenak. Kadang terasa berat—maka pandanglah ke depan.

Hidup ini, bagaimanapun dijalani, tetaplah hidup. Jangan biarkan masalah kecil merusak hatimu. Jalani hidup dengan kelapangan dan kegembiraan.

Lebih baik hidup seperti orang gila tapi bahagia, daripada hidup seperti orang pintar tapi penuh perhitungan!

Hati Buruk, Karakter Palsu—Sebanyak Apa pun Hartamu, Tak Ada Gunanya

Hati yang jahat dan perilaku yang bengkok, tak peduli sekaya apa pun atau setinggi apa pun jabatannya, tak akan membawa kebahagiaan sejati.

Jika seseorang berhati busuk, penuh kedengkian, maka wajah secantik apa pun akan tampak buruk.

Uang bisa habis, harta bisa lenyap, tapi kebaikan hati dan akhlak mulia akan abadi.

Lakukan hal baik, jadilah pribadi yang baik, langit pasti melihat dan mencatat semuanya. Kepribadian yang mulia dan perilaku yang terhormat, akan diwariskan dari generasi ke generasi.

Sekali lagi, jangan terlalu licin, jangan terlalu palsu. Gunakan kejujuran dan ketulusan untuk menapaki dunia.

Jangan terlalu tinggi hati, jangan terlalu sombong.  Sebab, orang yang congkak akan jadi bahan tertawaan.

Dalam kerasnya hidup ini:  Milikilah harga diri, milikilah batas. Orang yang selalu mengambil keuntungan, tak perlu dibiasakan.

Kadang pura-pura tak tahu, kadang pura-pura diam. Yang penting, kita tahu dalam hati—biarkan lainnya berlalu. (jhn/yn)

Kamboja Akan Mencalonkan Donald Trump untuk Hadiah Nobel Perdamaian

EtIndonesia. Kamboja akan mencalonkan Presiden AS, Donald Trump untuk Hadiah Nobel Perdamaian, Wakil Perdana Menteri Sun Chanthol mengonfirmasi pada hari Jumat. Pengumuman ini menyusul intervensi Trump yang dilaporkan dalam mengakhiri bentrokan perbatasan baru-baru ini antara Kamboja dan Thailand.

Panggilan telepon Trump minggu lalu dilaporkan memecahkan kebuntuan diplomatik, yang mengarah pada gencatan senjata yang ditengahi di Malaysia.

“Dia layak dicalonkan,” kata Sun Chanthol, menurut Reuters.

Kamboja bergabung dengan Pakistan dan Israel dalam mendukung Trump untuk Hadiah Nobel Perdamaian. Pada bulan Juni, Pakistan memuji perannya dalam meredakan ketegangan pasca-serangan teror Pahalgam dengan India. Sehari setelah pengumuman Pakistan, Trump memerintahkan serangan udara terhadap Iran.

Bulan lalu, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu menyampaikan surat pencalonan kepada Trump dalam sebuah pertemuan.

Sebelumnya, dalam sebuah unggahan di Truth Social, Trump menulis: “Saya tidak akan mendapatkan Hadiah Nobel Perdamaian untuk ini… tetapi rakyat tahu, dan hanya itu yang penting bagi saya,” merujuk pada perannya dalam berbagai upaya perdamaian internasional, termasuk Perjanjian Abraham dan de-eskalasi di Afrika dan Timur Tengah.

Sekretaris pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, pekan lalu meminta “untuk memberinya Hadiah Nobel Perdamaian.” Dia mengatakan Trump telah menjadi perantara sekitar satu kesepakatan damai atau gencatan senjata per bulan sejak Januari, dengan menyebutkan konflik-konflik termasuk India-Pakistan dan Kamboja-Thailand.

Cara Kerja Nominasi

Hadiah Nobel diberikan melalui proses yang rahasia. Hanya individu yang memenuhi syarat, seperti anggota parlemen, profesor, mantan peraih Nobel, dan anggota organisasi internasional, yang dapat mengajukan nominasi paling lambat 31 Januari.

Komite Nobel Norwegia, sebuah badan beranggotakan lima orang yang ditunjuk oleh parlemen Norwegia, meninjau semua entri, berkonsultasi dengan para ahli, dan menyiapkan daftar pendek. Setelah musyawarah yang matang, komite memilih pemenang dengan suara terbanyak. Penghargaan ini diumumkan pada bulan Oktober dan diberikan pada 10 Desember, hari peringatan wafatnya Alfred Nobel.

Nominasi diri tidak diperbolehkan.

Bisakah Suatu Negara Mencalonkan Trump untuk Hadiah Nobel Perdamaian?

Suatu negara dapat secara efektif mencalonkan seseorang seperti Donald Trump untuk Hadiah Nobel Perdamaian, tetapi hanya melalui individu yang berwenang melakukannya berdasarkan aturan Nobel. Kepala negara, anggota pemerintahan nasional, dan majelis nasional termasuk di antara mereka yang berhak mengajukan nominasi untuk Hadiah Perdamaian. Jadi, jika perdana menteri, presiden, atau pejabat pemerintah suatu negara mencalonkan Trump, nominasi tersebut akan dianggap sah.

Pada tahun 1939, seorang anggota parlemen Swedia mencalonkan Adolf Hitler, dan nominasi tersebut kemudian ditarik. Daftar lengkap nominasi tetap dirahasiakan selama 50 tahun.

Presiden dan Perdana Menteri yang Memenangkan Hadiah Nobel Perdamaian

Beberapa presiden dan perdana menteri telah memenangkan Hadiah Nobel Perdamaian atas peran mereka dalam menyelesaikan konflik dan mempromosikan perdamaian. Presiden AS Theodore Roosevelt (1906), Woodrow Wilson (1919), dan Barack Obama (2009) dianugerahi penghargaan atas diplomasi dan kerja sama internasional mereka.

Pemimpin Soviet, Mikhail Gorbachev memenangkan penghargaan ini pada tahun 1990 atas kontribusinya dalam mengakhiri Perang Dingin.

Pada tahun 1994, Perdana Menteri Israel, Yitzhak Rabin, Shimon Peres, dan pemimpin Palestina, Yasser Arafat menerima penghargaan ini atas keberhasilan mereka dalam Perjanjian Oslo.

Perdana Menteri Ethiopia, Abiy Ahmed dianugerahi penghargaan ini pada tahun 2019 atas keberhasilannya mengakhiri konflik dengan Eritrea.(yn)

Dunia Terkejut! Kremlin Buka Pintu Damai, Tapi Rudal Balistik Siap Ditembakkan ke NATO

EtIndonesia. Situasi di medan konflik Rusia-Ukraina kembali memanas, namun kali ini disertai dengan manuver diplomatik dan militer yang semakin mengejutkan dunia. Setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump melontarkan ultimatum soal gencatan senjata di Ukraina, pemerintah Rusia mulai mempertimbangkan opsi pertemuan langsung antara Presiden Vladimir Putin dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky sebagai upaya meredakan eskalasi.

Sinyal Positif dari Kremlin

Pada 4 Agustus 2025, juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, memberikan konfirmasi resmi kepada media bahwa Presiden Vladimir Putin “siap” untuk bertemu langsung dengan Volodymyr Zelensky, asalkan seluruh proses persiapan di tingkat teknis dan keahlian benar-benar matang dan tuntas.

 “Kremlin terbuka terhadap dialog, namun semua persiapan harus dijalankan secara menyeluruh oleh tim ahli dari kedua pihak,” ujar Peskov.

Tidak hanya itu, Peskov juga membuka peluang terjadinya pertemuan antara Presiden Putin dengan utusan khusus Presiden Trump, yakni Steven  Witkoff , yang dijadwalkan akan tiba di Moskow dalam minggu ini. Hal ini menandai adanya jalur diplomasi baru yang secara tidak langsung diprakarsai oleh Amerika Serikat untuk menekan tercapainya solusi damai di Ukraina.

Sikap Tegas soal Ancaman Nuklir

Di tengah wacana perdamaian, Kremlin menegaskan kembali posisi Rusia terhadap potensi konflik nuklir. 

Peskov menekankan, “Perang nuklir tidak akan pernah menghasilkan pemenang.” Ia menegaskan bahwa segala kebijakan diplomasi Rusia terkait Ukraina diambil langsung oleh Presiden Putin, dan Kremlin berusaha menghindari eskalasi retorika yang dilontarkan oleh pejabat lain.

Pernyataan ini secara tidak langsung menjadi bantahan atas komentar kontroversial dari mantan Presiden Rusia, Dmitry Medvedev, yang sebelumnya melontarkan ancaman penggunaan rudal terbaru ke arah Amerika Serikat dan sekutunya. Kremlin menegaskan bahwa keputusan strategis tetap di tangan Putin, bukan Medvedev atau pejabat lain.

Rusia Hapus Pembatasan Penempatan Rudal Balistik

Di saat harapan damai mulai mengemuka, Kementerian Luar Negeri Rusia justru mengguncang Eropa dengan pengumuman resmi: pencabutan seluruh pembatasan penempatan rudal balistik jarak menengah berbasis darat yang sebelumnya diberlakukan pasca-runtuhnya perjanjian INF (Intermediate-Range Nuclear Forces).

Dengan kebijakan baru ini, militer Rusia kini secara terbuka bisa menempatkan rudal balistik jarak menengah di berbagai wilayah strategis, termasuk kawasan Eropa yang berdekatan dengan perbatasan NATO. Langkah ini dipandang sebagai pesan keras bagi negara-negara Barat bahwa Rusia siap memperkuat posisi militernya jika diplomasi gagal membuahkan hasil.

Implikasi Global

Pencabutan pembatasan rudal ini langsung menuai kekhawatiran dari negara-negara anggota NATO dan Uni Eropa, yang menilai langkah Rusia tersebut dapat memicu babak baru perlombaan senjata di kawasan Eropa Timur. 

Sejumlah analis memperingatkan bahwa tindakan ini bisa memperbesar risiko konfrontasi langsung antara kekuatan besar, di tengah ketidakpastian negosiasi damai antara Moskow dan Kyiv.

Sementara itu, dunia menanti apakah peluang pertemuan Putin-Zelensky benar-benar dapat terwujud dan membawa solusi bagi perang yang sudah berlangsung lebih dari dua tahun ini, atau justru ketegangan militer akan kembali meningkat seiring Rusia memperluas jangkauan rudal balistiknya ke wilayah perbatasan NATO. (***)

Dua Kebiasaan Ini pada Anak Laki-laki Bisa Jadi Tanda Dia Tak Akan Berbakti, Para Orangtua Waspadalah!

EtIndonesia. Setiap orangtua tentu berharap anak laki-lakinya kelak tumbuh menjadi pribadi yang berbakti dan tahu diri. Namun kenyataannya, sikap berbakti tidak datang secara alami—itu adalah hasil dari kebiasaan yang dibentuk sejak kecil.

Ada beberapa perilaku yang mungkin terlihat sepele, namun diam-diam menjadi sinyal apakah anak akan menghargai orangtuanya kelak atau tidak.

Sebagai orangtua, jangan hanya melihat nilai sekolah anak yang bagus atau manisnya ucapan di mulut—perhatikanlah kebiasaannya sehari-hari.

Jika anak laki-laki memiliki dua kebiasaan ini, besar kemungkinan dia akan sulit berbakti saat dewasa. Dan perlu diingat, kebiasaan buruk ini bukan terbentuk dalam semalam—jika tidak segera dikoreksi, orangtua bisa menyesal ketika semuanya sudah terlambat.

Kebiasaan Pertama: Egois dan Hanya Mementingkan Diri Sendiri

Contohnya adalah kisah Bu Zhang dan anak laki-lakinya. Sejak kecil, anak itu selalu dimanjakan. Segala makanan enak selalu untuknya lebih dulu. Mainan tidak boleh disentuh orang lain. Jika keinginannya tidak dipenuhi, dia langsung berkata: “Aku mau!” atau “Berikan padaku!”

Saat makan bersama, makanan favorit langsung dia tarik ke depannya. Ketika orangtuanya hendak mengambil sedikit, dia langsung marah.

Ketika ibunya sakit dan meminta tolong diambilkan air, dia malah menjawab: “Aku lagi sibuk main game, ambil sendiri aja.”

Bahkan setelah bekerja dan punya gaji, seluruh uang habis untuk dirinya sendiri. Tak pernah terpikir memberi sedikit pun untuk orangtua. 

Katanya: “Uang kalian toh nantinya jadi milik aku juga.”

Awalnya, Bu Zhang masih berpikir : “Anak masih kecil, nanti juga akan mengerti.” 

Tapi hingga anaknya menginjak usia 30-an, sikapnya tetap sama—memandang pengorbanan orangtua sebagai hal yang lumrah dan tak perlu dibalas.

Barulah saat itu Bu Zhang sadar: “Anak yang sejak kecil dibiasakan egois, mana mungkin bisa paham makna berbakti?”

Egoisme adalah batu sandungan terbesar bagi bakti anak kepada orangtua. Anak yang hanya memikirkan dirinya sendiri tak akan bisa belajar tentang empati, berbagi, dan rasa syukur. Dia terbiasa menganggap bahwa semua yang dilakukan orangtua untuknya adalah kewajiban. Maka ketika dewasa, dia tak akan merasa perlu untuk membalas, apalagi merawat.

Orangtua yang lelah mengurus cucu? Itu dianggap biasa. Orangtua yang membantu keuangan rumah tangga? Itu dianggap semestinya.

Anak semacam ini tak pernah menempatkan orangtuanya di hati. Bahkan bisa berkata: “Apa yang kalian lakukan belum cukup.”

Jika egoisme tak dikikis sejak dini, anak akan tumbuh dengan pola pikir yang keliru: bahwa kasih sayang orangtua tak perlu dihargai—dan berbakti itu bukan kewajiban.

Kebiasaan Kedua: Bersikap Kasar dan Tidak Hormat kepada Orang Tua

Contoh lain datang dari anak tetangga yang sejak kecil tidak pernah berbicara sopan kepada orangtuanya.

Setiap kali tak sesuai keinginannya, dia langsung membentak:

“Masakanmu nggak enak! Aku nggak mau makan!”
“Katanya mau beliin yang ini, kenapa salah beli? Dasar nggak berguna!”

Orangtuanya hanya menanggapi: “Namanya juga anak-anak, nanti juga sadar sendiri.” 

Tapi mereka tidak pernah menegur atau memperbaiki sikap tersebut.

Hasilnya? Setelah dewasa, anak itu semakin menjadi-jadi.

Ketika ditanya soal pekerjaannya, dia menjawab ketus: “Udah, nggak usah ikut campur. Toh kalian juga nggak ngerti.”

Saat diingatkan agar menjaga kesehatan, dia malah membalas: “Urus aja diri kalian sendiri!”

Orang sekitar mulai khawatir dan menasihati: “Didik anakmu, jangan dibiarkan seperti ini.” 

Tapi pasangan suami istri itu terlalu memanjakan. Akhirnya, ketika keduanya jatuh sakit dan harus dirawat di rumah sakit, sang anak jarang sekali menjenguk. Penyesalan datang terlambat.

Ketika anak terbiasa berbicara kasar kepada orangtua, ketika tidak ada rasa hormat, maka tak akan ada pula rasa ingin berbakti.

Bakti berakar dari rasa hormat. Anak yang membentak dan meremehkan orangtua sejak kecil, tak mungkin tumbuh menjadi anak yang peduli dan tulus merawat di hari tua.

Ia terbiasa membuang rasa hormat, menyimpan emosi buruk, dan melampiaskan amarah justru kepada orang yang paling menyayanginya. Lama-lama, ketidakhormatan itu berubah menjadi ketidakpedulian:

  • Orangtua butuh perhatian = dianggap merepotkan.
    – Orangtua butuh teman bicara = dianggap cerewet.

Kebiasaan merendahkan orangtua adalah bibit dari sikap tidak berbakti yang akan tumbuh dan menyakitkan di masa depan.

Catatan Terakhir: Ajarkan Anak untuk Mengerti dan Bersyukur

Jika anak laki-laki menunjukkan dua kebiasaan ini—yaitu egois dan tidak hormat—maka besar kemungkinan dia akan sulit berbakti ketika dewasa.

Kebiasaan ini adalah cerminan nilai yang tertanam di dalam diri anak. Maka, satu-satunya jalan adalah membentuk dan memperbaiki sejak dini.

Bakti itu bukan bawaan lahir, melainkan hasil pendidikan orangtua.

Jangan memanjakan anak hingga jadi egois—ajarkan pentingnya berbagi dan memberi. Jangan membiarkan anak berlaku kasar—tanamkan nilai rasa hormat dan empati.

Tugas orangtua bukan hanya membesarkan anak secara fisik, tapi juga membentuk karakternya.  Ajarkan bahwa kasih sayang dari orangtua harus dihargai, dan bahwa berbakti adalah kewajiban moral sebagai manusia.

Hanya dengan mendidik anak seperti itu sejak kecil,  barulah ketika usia menua, orangtua akan merasa tenang dan punya sandaran yang bisa diandalkan.(jhn/yn)