Maskapai Rusia Diserang Peretas Pro-Ukraina, Penerbangan Kacau Balau

Maskapai Aeroflot Rusia pada  Senin (28 Juli) mengalami serangan siber besar-besaran, yang memaksanya membatalkan 54 penerbangan domestik maupun internasional. Kejadian ini menyebabkan kekacauan besar dalam rencana perjalanan warga Rusia.

EtIndonesia. Papan pengumuman keberangkatan di Bandara Internasional Sheremetyevo Moskow, Rusia menunjukkan puluhan penerbangan tertunda selama berjam-jam. 

Maskapai Aeroflot menyatakan sedang berupaya memulihkan sistem dan masih berencana mengoperasikan 206 dari 260 penerbangan yang dijadwalkan pada Senin (28/7/2025).

Penumpang yang terdampak dapat meminta pengembalian dana atau mengubah jadwal penerbangan, dan akan dibantu untuk mendapatkan kursi di maskapai lain jika memungkinkan.

Setelah kejadian tersebut, banyak penumpang Rusia mengungkapkan kemarahan mereka di media sosial VK. Seorang pengguna bernama Malena Ashi menulis bahwa penerbangannya beberapa kali dijadwal ulang, memaksanya tertahan lebih dari 10 jam di Bandara Volgograd. Sementara itu, Yulia Pakhota mengeluhkan bahwa dirinya tidak bisa menghubungi pihak maskapai untuk pembatalan atau penjadwalan ulang tiket.

Menurut laporan Reuters, kelompok peretas bernama “Silent Crow” (Gagak Sunyi) dalam pernyataannya menyebut bahwa mereka bekerja sama dengan “Gerilyawan Siber Belarus” (Belarusian Cyberpartisans) — kelompok yang menentang Presiden Belarus, Alexander Lukashenko, dan ingin membebaskan Belarus dari rezim otoriter.

Di akhir pernyataan, mereka menyerukan slogan: “Kemuliaan untuk Ukraina! Hidup Belarus!”

Kelompok Gerilyawan Siber Belarus juga mengunggah pesan di situs mereka, menyatakan: “Kami membantu rakyat Ukraina melawan agresor dengan menyerang jaringan Aeroflot, sehingga melumpuhkan maskapai terbesar Rusia.”

Kelompok ini secara terbuka menentang Presiden Belarus, Alexander Lukashenko, dan ingin menggulingkan pemerintah otoriternya.

Pihak kejaksaan Moskow telah mengonfirmasi bahwa gangguan penerbangan tersebut memang disebabkan oleh serangan siber, dan telah memulai penyelidikan pidana.

Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, mengatakan:  “Informasi yang kami baca di ruang publik sangat mengkhawatirkan. Ancaman siber merupakan bahaya yang terus-menerus mengintai seluruh perusahaan besar yang melayani masyarakat.” (Hui/asr)

Sumber : NTDTV.com

Trump Bereaksi Terhadap Rencana Starmer untuk Mengakui Palestina: “Bisa Jadi Anda Memberi Hadiah kepada Hamas’

EtIndonesia. Presiden Trump, pada hari Selasa (29/7), memperingatkan bahwa rencana Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer untuk mengakui negara Palestina pada bulan September jika Pemerintah Israel gagal memenuhi persyaratan tertentu dapat memberi hadiah kepada Hamas dan menekankan bahwa AS tidak akan mengikutinya.

“Anda bisa jadi memberi hadiah kepada Hamas jika Anda melakukan itu,” kata Trump kepada wartawan di Air Force One dalam perjalanan ke AS dari Skotlandia. “Saya tidak akan melakukan itu.”

Sebelumnya, Starmer berkomitmen untuk memberikan pengakuan Inggris kepada Palestina dalam Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa, mengikuti jejak Prancis, kecuali Israel mengambil “langkah-langkah substantif” untuk mengatasi masalah kemanusiaan di Jalur Gaza dan menyetujui rencana jangka panjang untuk solusi dua negara.

Trump, yang bertemu dengan Starmer di resor golf miliknya di Turnberry, Skotlandia pada hari Senin untuk membahas berbagai isu, termasuk kekhawatiran tentang kelaparan di Jalur Gaza, mengatakan bahwa PM Inggris tidak memberitahunya tentang rencananya sebelumnya.

“Kami tidak pernah membahasnya, dan kami tidak memiliki pandangan tentang itu. Kami akan menyalurkan banyak uang ke daerah itu agar mereka bisa mendapatkan makanan,” kata Trump ketika ditanya tentang rencana pengakuan Starmer.

Pekan lalu, Trump mengambil nada yang lebih meremehkan Presiden Prancis, Emmanuel Macron setelah dia mengatakan Paris akan mengakui Palestina, dengan Presiden AS tersebut menegur bahwa “apa yang dia katakan tidak penting” dan bahwa langkah itu “tidak berbobot.”

Starmer, Macron, dan para pemimpin Barat lainnya telah berupaya meningkatkan tekanan terhadap Israel agar mengizinkan lebih banyak bantuan kemanusiaan mengalir ke daerah kantong yang dilanda perang tersebut di tengah gambaran anak-anak yang kelaparan di Gaza yang meresahkan.

PM Inggris juga mengklarifikasi bahwa ultimatumnya kepada Israel mencakup “mengizinkan PBB untuk memulai kembali pasokan bantuan dan menegaskan bahwa tidak akan ada aneksasi di Tepi Barat.”

Hamas sejauh ini menolak menyerahkan sandera Israel terakhir dari 20 sandera yang masih hidup untuk mengakhiri perang dan memungkinkan gencatan senjata, yang diyakini banyak pejabat akan membuat penyaluran bantuan di Gaza jauh lebih mudah. Putaran perundingan terakhir untuk menghentikan pertempuran gagal minggu lalu.

Selama akhir pekan, Israel mulai mengizinkan pengiriman bantuan kemanusiaan melalui udara ke Gaza dan mengumumkan rencana untuk menetapkan rute yang aman untuk pengiriman bantuan.

Diperkirakan 120 truk bantuan dipindahkan ke daerah kantong itu pada hari Senin, jauh lebih sedikit dari jumlah minimum 500 truk per hari yang menurut PBB dibutuhkan.

Pada hari Senin, Trump secara terbuka meragukan penyangkalan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu tentang kelaparan massal di Gaza dan mengatakan bahwa AS bermaksud untuk mengirim lebih banyak makanan kepada warga Palestina di sana.

“Mereka anak-anak yang kelaparan,” renung Trump pada hari Selasa dalam perjalanan kembali ke AS. “Lihatlah para ibu. Mereka sangat menyayangi anak-anak mereka. Sepertinya mereka tidak bisa berbuat apa-apa. Mereka harus memberi mereka makanan, dan kita akan memberi mereka makanan.”

Selama akhir pekan, Netanyahu menyebutnya “kebohongan besar” untuk menyatakan bahwa Israel sengaja melakukan kampanye kelaparan di Jalur Gaza untuk mendapatkan konsesi dari Hamas.

“Tidak ada kebijakan kelaparan di Gaza. Dan tidak ada kelaparan di Gaza,” kata Netanyahu pada hari Minggu.

Trump juga mengumumkan rencana pada hari Senin untuk “mendirikan pusat-pusat makanan” di Gaza dan menyesalkan gambar-gambar anak-anak kekurangan gizi yang dia lihat keluar dari daerah kantong yang terkepung itu. (yn)

Tak Ada Seorang pun yang Wajib Baik Terhadapmu, Maka Bersyukurlah pada Mereka yang Berbaik Hati dan Tulus Padamu

EtIndonesia. Jalanilah hidup ini dengan hati yang dipenuhi rasa syukur. Belajarlah mencintai: cintai orangtuamu, cintai dirimu sendiri, cintai teman-temanmu, cintai sesama manusia.

Apa itu cinta?

Penyair besar Rabindranath Tagore pernah berkata: “Mata meneteskan hujan untuknya, namun hati masih tetap memayunginya dari badai — itulah cinta.”

Kadang kita bertanya, apakah karena aktingmu buruk, atau karena aku terlalu cepat membongkar sandiwara itu?  Hidup selalu menyediakan peluang untuk berubah. Tak peduli betapa malangnya nasib yang kamu rasakan, selalu ada orang lain yang lebih menderita darimu.

Putus asa yang sejati bukan tentang rasa sakit atau kesedihan, tapi saat hati kita menjadi benar-benar tenang, karena kita sadar: tak seorang pun bisa memberi kita kebahagiaan, makna, atau penyelamatan kecuali diri kita sendiri.

Di tengah musim dingin yang paling kelam sekalipun, aku akhirnya sadar — di dalam diriku, selalu ada musim panas yang tak bisa dikalahkan.

Bijaklah dalam Melawan

Kapan kita perlu bertarung, dan kapan tidak perlu?
Jika saatnya bertarung tapi kita diam saja, itu sama saja menggali kubur sendiri.
Namun jika hanya berebut roti dengan anak sendiri, apa gunanya?

Strategi yang tepat selalu tergantung pada situasi.
Dan yang paling penting: tetaplah teguh hati.
Penderitaan adalah batu asahan untuk keberhasilan.
Dia menguji keberanian, kebijaksanaan, dan keteguhan hati kita.

Hidup Itu Perlu Keberanian dan Keteguhan

Kita tahu, hidup tak selalu mulus—sembilan dari sepuluh hal mungkin tidak berjalan sesuai keinginan.
Tapi anggap saja semua itu adalah rintangan yang harus kita lewati.
Lewati, lalu jalani hidup seperti biasa.

Kalau orang itu tak mencintaimu, lalu kenapa?
Kenangan yang kalian lalui bersama tak bisa hilang hanya karena satu kalimat.
Sikap “biasa saja” berarti: meski hatimu terluka, kamu tetap bisa tersenyum dan berkata pelan, : “Ah, tidak apa-apa. Aku akan jadi lebih baik.”

Keindahan dan Kekuatan Lahir dari Ujian

·        Jika tak melewati neraka yang membakar, bagaimana bisa muncul keindahan seekor phoenix?

·        Jika tak ditempa dan dipukul berkali-kali, mana bisa tercipta baja yang kuat?

·        Jika tak dibakar dengan suhu tinggi, bagaimana mungkin tercipta berlian yang cemerlang dan tak tergoyahkan?

Begitu pula manusia.

Kehidupan menjadi penuh makna dan indah justru karena adanya luka, tantangan, dan air mata.

Cinta Itu Indah Tapi Punya Duri

Cinta itu seperti bunga mawar—indah dan menggoda.

Tapi jangan biarkan keindahannya membuatmu lupa bahwa ia punya duri.

Mawar boleh digenggam, tapi jangan terlalu erat.

Hargai, Syukuri, Lanjutkan

Hidup pada dasarnya seperti ini: jalani dan syukuri.

·        Setiap kegagalan adalah benih dari keberhasilan.

·        Setiap ujian menyimpan pelajaran.

·        Setiap air mata membawa kesadaran.

·        Setiap kesulitan menyimpan harta kehidupan.

Saat ada peluang, beranilah!
Menang atau kalah, itu adalah pengalaman—dan pengalaman adalah kekayaan yang tak bisa dibeli.

Seberapa luas hatimu, sebesar itulah panggung hidupmu.
Tak ada yang tak mungkin, hanya belum dicoba.

Jika Tak Mau Menderita, Jangan Bermimpi Besar

Tanpa keluarga kaya, tanpa kecerdasan luar biasa, dan tanpa bakat istimewa—  jika ingin sukses, maka harus siap berdarah-darah.

Tapi di saat rasa lelah datang begitu dalam, rasanya ingin menyerah…
Namun di dalam hati, masih ada harapan, impian, dan masa muda yang tak ingin disia-siakan.
Aku tak mau menyerah—aku masih ingin mewujudkan mimpiku, masuk universitas impian!

Aku percaya, tempat yang bisa kucapai dalam mimpi, suatu hari bisa kucapai dengan langkah nyata.

Kunci Sukses: Dorongan, Cara, dan Pengetahuan

·        Setiap orang punya panggungnya sendiri.

·        Panggung itu indah dan terang—asal kamu mau terus melangkah tanpa henti.

·        Jangan menunggu kesempatan—ciptakanlah kesempatan.

Belajar itu harus fokus dan penuh perhatian.
Punya IQ tinggi dan guru hebat pun tak akan cukup kalau kamu setengah-setengah saat belajar.

Idealisme Itu Seperti Bintang Pagi

Kita memang tak akan pernah bisa menyentuhnya, tapi seperti pelaut di tengah laut, kita bisa menggunakan sinarnya untuk menavigasi jalan hidup kita.

Catatan Kecil: Kuatkan Dirimu, Jangan Tunda Hidupmu

Konon, jika seorang laki-laki benar-benar menyukaimu, dia tidak akan memanggilmu dengan namamu.

Tanda-tanda Orang yang Siap Berjuang

Kutipan semangat hidup:

1. Bergantung pada gunung, gunung bisa runtuh. Bergantung pada air, air bisa kering. Bergantunglah pada dirimu sendiri—itu takkan mengecewakan.

2. Keinginan membangkitkan semangat. Tekad bisa meratakan gunung.

3. Orang yang takut menderita, justru sudah menderita karena ketakutannya.

4. “Jika bersungguh-sungguh, pasti berhasil.” “Bakar kapal perang, tak ada jalan mundur!” “Orang tekun tak dikhianati langit.” “Tahan derita dan bangkit!” — semua itu bukan sekadar kalimat, tapi filosofi hidup.

Pemenang Sejati

Pemenang sejati bukanlah orang yang menangis…
Tapi orang yang tetap berlari meski sambil menangis.

 (Ulang tiga kali karena: sebegitu pentingnya kalimat ini!)

Hidup Adalah Pilihan

Hidup tak bisa lepas dari pilihan.
Memilih itu melelahkan, dan menimbang itu menguras energi.
Tapi tak ada jalan lain—kita tetap harus memilih.

Terkadang, penderitaan hari ini…  akan menjadi bahan tertawaan di masa depan saat kamu sudah lebih kuat.

Jika kamu tidak bisa mengubah masa lalu, maka ubahlah masa depan.(jhn/yn)

Banjir di Beijing Menyebabkan Banyak Korban Jiwa, Hentikan Semua Layanan Kereta Api Komuter

Selama beberapa hari terakhir, Beijing dilanda hujan deras dan banjir bandang. Ditambah lagi dengan pelepasan air dari bendungan, situasi bencana semakin memburuk dan menyebabkan banyak korban jiwa serta kerugian besar. 

Banyak rumah dan lahan pertanian warga hancur terbawa arus, sejumlah wilayah mengalami pemadaman listrik dan air, serta banyak kendaraan hanyut terbawa banjir. Rezim Tiongkok secara tak biasa mengakui bahwa banjir besar kali ini telah menyebabkan korban jiwa yang signifikan di Beijing.

EtIndonesia. Berdasarkan laporan media Tiongkok, hujan deras menyebabkan 16 sungai di berbagai provinsi seperti Beijing, Hebei, Mongolia Dalam, Shanxi, Gansu, Fujian, dan Yunnan meluap di atas batas siaga. Ketinggian air tertinggi tercatat 3,48 meter di atas ambang siaga.

Pada 28 Juli pukul 22.30, Biro Sumber Daya Air dan Biro Meteorologi Kota Beijing bersama-sama mengeluarkan peringatan oranye untuk genangan air: dari pukul 23.00 pada 28 hingga pukul 08.00 pada 29 Juli, distrik pusat kota seperti Haidian, Fengtai, Tongzhou, dan Chaoyang berisiko tinggi mengalami banjir dan genangan.

Sebelumnya, pada pukul 12.00 pada 28 Juli, Biro Meteorologi Beijing telah mengeluarkan peringatan merah untuk hujan deras: diperkirakan dari pukul 20.00 pada 28 Juli hingga pukul 07.00 pada 29 Juli, sebagian besar wilayah Beijing akan mengalami curah hujan di atas 150 mm selama enam jam, bahkan ada lokasi yang bisa mencapai lebih dari 300 mm. 

Risiko bencana alam seperti banjir bandang, longsor, dan tanah amblas di wilayah pegunungan sangat tinggi, serta kemungkinan genangan air parah di dataran rendah.

Hingga  28 Juli tengah malam, curah hujan rata-rata di seluruh kota Beijing tercatat 165,9 mm. Curah hujan tertinggi tercatat di Langfangyu dan Zhujiayu, Distrik Miyun, yaitu 543,4 mm. Puncak aliran masuk ke Bendungan Miyun mencapai 6.550 meter kubik per detik, melampaui rekor historis.

Pada 27 Juli, banyak bendungan di Beijing mengeluarkan air, termasuk Bendungan Miyun, serta beberapa bendungan di Distrik Huairou, Distrik Pinggu, dan lainnya.

Pada 29 Juli, otoritas Partai Komunis Tiongkok (PKT) melaporkan bahwa hingga tengah malam 28 Juli, hujan deras ini telah menyebabkan 30 korban tewas di Beijing, di antaranya 28 orang di Miyun dan 2 orang di Yanqing. Infrastruktur rusak di 31 lokasi, 136 desa kehilangan listrik, jaringan komunikasi terganggu dengan 62 kabel optik rusak dan 1.825 menara BTS mati. Lebih dari 80.000 orang dievakuasi dari rumah mereka.

Namun, karena pemerintah PKT kerap menyembunyikan data bencana, kenyataan di lapangan bisa jadi jauh lebih parah dari yang diumumkan secara resmi.

Hujan deras dan pelepasan air dari bendungan menyebabkan banjir besar dan tanah longsor di banyak daerah sekitar Beijing seperti Miyun, Huairou, Shunyi, dan Tongzhou.

Khususnya, Desa Koumenzi di Kota Fengjiayu terkena dampak paling parah. Sekitar  27 Juli pada pukul 05.00 pagi, sungai anak Sungai Baihe meluap dan menenggelamkan jalan desa hanya dalam waktu 20 menit. Arus deras membawa batang pohon dan bebatuan ke jalan-jalan desa, bahkan air mencapai ketinggian jendela lantai pertama rumah warga.

Pada 28 Juli, banyak video yang diunggah warganet menunjukkan rumah-rumah terendam dan mobil-mobil tersapu arus di Miyun, Beijing. Warga mengatakan bahwa air telah memasuki rumah hingga setinggi pinggang, ranjang-ranjang pun ikut mengapung.

Menurut laporan China News Service, beberapa kompleks perumahan dan desa di dekat Kota Taishitun di Distrik Miyun dikepung banjir. Banyak kendaraan terbawa arus. Seorang warga menyebut begitu membuka pintu di pagi hari, langsung dihantam arus banjir hingga harus berpegangan pada tiang listrik selama lebih dari satu jam sebelum diselamatkan.

“Kompleks perumahan kami berada dekat sungai, sangat parah. Genangan air lebih dari tinggi orang dewasa. Lantai satu sudah terendam semua. Saat suami saya keluar sebentar untuk memindahkan mobil, baru 10 menit sudah tidak bisa kembali ke rumah. Mobil kami berhasil diselamatkan, tapi mobil-mobil lain yang tidak sempat dipindahkan semuanya hanyut. Semua penghuni kompleks sudah dievakuasi,” ujar seorang warga bernama Feng. 

Warganet juga berkomentar:

  • “Desa-desa di Luanping, Hebei, dekat Beijing, masih belum ada kabar. Tidak tahu apa yang terjadi di desa-desa seperti Hushaha dan Liudaohe.”
  • “Hujan deras bak tangisan langit atas bencana ini.”
  • “Banjir di Beijing seperti monster buas.”
  • “Begitu parah, apakah karena pelepasan air dari bendungan?”

Pada 29 Juli, pengguna media sosial “nianianwei” menulis permohonan bantuan:

“Desa saya, Yangjiatai, Kecamatan Liudaohe, Kabupaten Xinglong, Kota Chengde, Hebei (hanya 500 meter dari Desa Xiazhaizi, Miyun, Beijing) terkena banjir dan longsor besar. Jalan putus, listrik dan jaringan terputus, ada korban jiwa, dan penduduk belum dievakuasi. Tolong bantu kami.”

Ia menambahkan: “Tolonglah, kami sangat putus asa. Sudah satu hari tak bisa menghubungi siapa pun di desa. Sudah melewatkan waktu terbaik untuk penyelamatan. Orang-orang yang berhasil keluar mengatakan masih ada yang terjebak, tidak bisa dievakuasi karena semua jalan masuk desa runtuh.”

Pengguna lain “Mengmengmengda e’e Xiaoshuangzi” menulis: “Tolong perhatikan Kabupaten Xinglong di Provinsi Hebei, yang berada dekat Beijing. Curah hujan di sana juga sangat tinggi, semua kecamatan di bawahnya putus listrik dan jaringan, tak bisa dihubungi selama dua hari. Sudah ada puluhan korban, tapi belum ada tim penyelamat. Jurnalis harus perhatikan, kami belum bisa menghubungi keluarga kami, tak ada informasi sama sekali, kendaraan tak bisa masuk. Hujan masih terus turun, tak ada yang membantu kami dievakuasi.”

Rezim PKT pun secara langka mengakui keparahan bencana ini. Pada 28 Juli malam, pimpinan PKT  Xi Jinping mengatakan bahwa beberapa wilayah seperti Tiongkok Timur, Utara, dan Timur Laut telah mengalami hujan deras terus menerus, mengakibatkan korban jiwa dan kerugian besar di Beijing, Hebei, Jilin, Shandong, dan lainnya. Perdana Menteri Li Qiang juga menyoroti bahwa banjir di Distrik Miyun, Beijing, menyebabkan banyak korban dan memerintahkan pencarian korban hilang.

Akibat hujan lebat, pada 29 Juli, seluruh jalur kereta pinggiran kota Beijing dihentikan:

  • Jalur S2, Huairou–Miyun, dan Tongmi semuanya ditangguhkan.
  • Pada 30 Juli, kereta S202 (jalur S2) dibatalkan.
  • Jalur Huairou–Miyun: kereta S501, S512, S515, S522 dibatalkan.
  • Jalur Tongmi: kereta S602, S611 dibatalkan.

oleh: Li Enzhen | Zhu Xinrui – NTDTV.com

Laporan: Calon Ibu di Ukraina yang Sedang Mengandung Anak Pertama Setelah Beberapa Kali Keguguran Tewas dalam Serangan Udara Rusia di Bangsal Rumah Sakit

EtIndonesia. Seorang wanita di Ukraina berusia 23 tahun yang sedang mengandung anak pertamanya setelah mengalami beberapa kali keguguran termasuk di antara tiga orang yang tewas ketika serangan udara Rusia menghantam bangsal rumah sakitnya Selasa dini hari (29/7), kata teman-temannya.

Diana Koshyk, yang sedang hamil tujuh bulan, telah dipindahkan ke rumah sakit bersalin di Kamianske agar dokter dapat mengawasi kehamilan berisiko tinggi tersebut, tetapi tempat perlindungan itu dengan cepat berubah menjadi zona perang setelah rudal Rusia menghantam bangsal tersebut, CNN melaporkan.

“Dia sangat mencintai anak-anak dan sangat menantikan kelahiran anaknya sendiri … dan sekarang Rusia memutuskan hubungan mereka,” kata sahabat lamanya, Anna Bunich, kepada media tersebut.

Bunich menggambarkan Koshyk sebagai “sinar matahari,” dan sesama sahabat, Yana Belobrova, mencatat bahwa memulai sebuah keluarga adalah impian lama Koshyk dan suaminya.

“Dia dan suaminya menginginkan seorang anak, tetapi dia mengalami keguguran … dan kemudian hidup berpihak padanya dan dia hamil, dan usianya sudah tujuh bulan, dan kemudian ini terjadi,” kata teman yang berduka tersebut.

Gambar-gambar menghantui dari dalam rumah sakit menunjukkan jendela-jendela pecah dan tempat tidur-tempat tidur hancur akibat dampak ledakan rudal.

Serangan itu menewaskan dua orang lainnya di dalam bangsal bersalin dan melukai 22 orang lainnya — termasuk pasien, dokter, perawat, dan bidan, menurut pejabat Ukraina.

Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy bergabung dengan rakyat Ukraina dalam duka cita atas Koshyk dan para korban lainnya, menyerukan diakhirinya serangan Rusia terhadap warga sipil.

“Rusia pasti tidak menyadari bahwa mereka menargetkan warga sipil di fasilitas itu,” kata Zelenskyy dalam sebuah pernyataan.

“Dan ini dilakukan setelah posisi yang sangat jelas disuarakan oleh Amerika Serikat – sebuah posisi yang didukung oleh dunia – bahwa Rusia harus mengakhiri perang ini dan beralih ke diplomasi,” tambahnya.

Serangan itu merupakan bagian dari serangan paling mematikan terhadap warga sipil dalam beberapa pekan terakhir setelah Rusia menembakkan lebih dari 300 pesawat nirawak dan tujuh rudal semalam, kata Angkatan Udara Ukraina.

Selain kematian di bangsal bersalin, serangan Rusia di sebuah penjara di wilayah Zaporizhzhia menewaskan 17 narapidana, dengan para pejabat Ukraina mengecam kedua serangan tersebut sebagai kejahatan perang berdasarkan konvensi internasional.

Serangan hari Selasa bukanlah pertama kalinya Rusia mengebom bangsal bersalin Ukraina.

Bulan lalu, sebuah pesawat nirawak Rusia menghantam sebuah rumah sakit di Odessa.

Moskow terus meningkatkan serangan mematikannya terhadap warga sipil di seluruh Ukraina meskipun Presiden Trump menyerukan agar perang berakhir pada bulan September atau Rusia akan dikenakan tarif sekunder yang berat oleh AS.

Melihat tidak adanya kerja sama dari Rusia, Trump mengumumkan pada hari Senin bahwa dia akan memajukan tenggat waktunya menjadi hanya “10 hingga 12 hari,” yang menunjukkan bahwa kesabarannya terhadap Kremlin telah habis.(yn)

Penampakan Rumah-rumah di Beijing Terendam Banjir dan Kehancurannya 

EtIndonesia. Selama beberapa hari terakhir, Beijing dan wilayah sekitarnya dilanda hujan deras berturut-turut. Ditambah lagi dengan pelepasan air dari sejumlah bendungan, situasi bencana pun menjadi sangat parah. 

Dilaporkan pada Selasa (29/7/2025) wilayah seperti Miyun, Huairou, dan Fangshan menjadi zona bencana terparah.

Banyak rumah warga terendam banjir, jalan-jalan rusak, aliran listrik terputus, dan banyak kendaraan terseret arus banjir.

Warga mengalami kerugian besar, dan bencana ini juga menyebabkan banyak korban jiwa dan luka-luka. (Hui/asr)

Sumber : NTDTV.com

Orang-orang berjalan di jembatan setelah hujan deras di Desa Xin’anzhuang, Distrik Miyun, pinggiran kota Beijing, pada 28 Juli 2025. (JADE GAO/AFP via Getty Images)
Jalanan tergenang banjir setelah hujan deras di Desa Xin’anzhuang, Distrik Miyun, pinggiran kota Beijing, pada 28 Juli 2025. (JADE GAO/AFP via Getty Images)
Pemandangan udara menunjukkan area yang terdampak banjir setelah hujan deras di Desa Xin’anzhuang, Distrik Miyun, pinggiran Beijing pada 28 Juli 2025 (Foto oleh JADE GAO/AFP via Getty Images)
Pada 28 Juli 2025, hujan deras melanda Kota Taishitun, Distrik Miyun, pinggiran kota Beijing, menyebabkan banjir parah. Sebuah lapangan basket luar ruangan rusak parah. (JADE GAO/AFP via Getty Images)
Pada 29 Juli 2025, hujan deras memicu banjir di Desa Xin’anzhuang, Distrik Miyun, pinggiran kota Beijing, yang menyebabkan banjir parah. (ADEK BERRY/AFP via Getty Images)
Pada 29 Juli 2025, hujan deras memicu banjir di Desa Xin’anzhuang, Distrik Miyun, pinggiran kota Beijing, yang menyebabkan banjir parah. (ADEK BERRY/AFP via Getty Images)

“Sang Penyelamat” Nyawa Manusia yang Tak Terhitung Ini Telah Pergi…

EtIndonesia. Pada suatu hari di tahun 2018, sebuah kabar duka datang dari Chengdu. Anjing penyelamat berusia 15 tahun bernama “Tianfu” telah mati. Dia adalah anggota penting dari tim pemadam kebakaran Chengdu dan telah berdedikasi selama 8 tahun, berdampingan dengan pelatihnya, Zhu Guoping.

Zhu Guoping memeluk tubuh kecil Tianfu yang tak lagi bernyawa dan mengantarnya ke tempat kremasi—sebuah perpisahan penuh haru. Dalam waktu singkat, kabar kepergian sang pahlawan kecil ini membuat banyak orang meneteskan air mata.

Tianfu bukan anjing biasa. Dia adalah anjing pelacak yang pertama kali diterjunkan ke daerah gempa Yushu, tak lama setelah berita gempa menyebar. Di tengah reruntuhan bangunan dan puing-puing tak berujung, hanya indera penciuman tajam anjing penyelamat seperti Tianfu-lah yang mampu mengendus keberadaan manusia yang terjebak.

Meski mengalami gejala kekurangan oksigen di dataran tinggi dan kaki-kakinya dipenuhi luka dari pecahan batu dan kaca, Tianfu tetap tak menyerah. Dia menjadi anjing pertama yang menyelamatkan korban dari reruntuhan!

Sejak saat itu, Tianfu ikut terjun dalam berbagai misi bencana: gempa Lushan, banjir bandang Zhouqu, dan banyak lagi. Dia memang tak bisa bicara, tapi kehadirannya dianggap sebagai “rekan seperjuangan” paling setia.

Zhu Guoping berkata lirih: “Saya tahu hari itu akan datang… tapi saat benar-benar tiba, air mata saya tak tertahan.” 

Dan seperti Tianfu, masih banyak “makhluk suci hidup” lainnya—anjing-anjing pemberani yang rela berkorban demi menyelamatkan nyawa manusia.

1. Anjing Penyelamat yang Rela Mati demi 32 Nyawa

Seekor anjing penyelamat menyelamatkan 32 orang dari reruntuhan. Namun, saat mencoba menyelamatkan korban berikutnya, bangunan di atasnya ambruk.

Saat ditemukan oleh tim penyelamat, organ dalamnya telah hancur parah. Pelatihnya memeluk tubuh sang pahlawan kecil, dan beberapa menit kemudian, dia mengembuskan napas terakhir.

Malam semakin larut, semua orang sudah bersiap tidur… namun suara isak tangis pelatihnya terdengar memilukan—seperti ayah yang kehilangan anaknya sendiri.

2. Perlindungan Terakhir dari “Boro”

Di Baltimore, Amerika Serikat, seekor anjing bernama Boro hidup bahagia bersama pemiliknya. Suatu hari, saat si ibu pergi ke halaman untuk mencabut rumput, dia meninggalkan bayinya yang sedang tidur di dalam rumah. Tak disangka, api tiba-tiba melalap rumah.

Sang ibu tak bisa masuk kembali karena asap tebal, dan segera menelepon pemadam kebakaran. Ketika petugas masuk, mereka tercengang.

Boro melindungi bayi itu dengan tubuhnya sendiri. Sang bayi hanya mengalami luka ringan di lengan, sementara Boro… mati terpanggang oleh api.

Sang ibu menangis tak henti-henti: “Padahal dia bisa saja lari menyelamatkan diri…”

3. Daika, Sang Pahlawan Gempa Ekuador

Saat gempa besar  Magnitudo 7,8 melanda Ekuador dan menyebabkan ribuan korban, anjing penyelamat bernama Daika bekerja tanpa henti di antara reruntuhan. Dia berhasil menyelamatkan 7 korban yang tertimbun puing.

Namun, karena kelelahan ekstrem, Daika akhirnya gugur di medan tugas. Dia meti di tempat dia menjalankan tugas sucinya.

4. Duel Terakhir Melawan Ular Kobra

Di Amerika, seekor anjing bertarung mati-matian melawan seekor ular kobra yang menyelinap ke dalam rumah. Dia berhasil membunuh ular tersebut dan menyelamatkan tuannya.

Namun, karena digigit saat perkelahian, dia tewas. Di detik-detik terakhirnya, dia masih sempat menatap pemiliknya… sambil mengibas-ngibaskan ekornya.

5. Di Tengah Ledakan Tianjin, Mereka Tetap Menyelamatkan

Saat ledakan besar di pelabuhan Tianjin mengguncang dunia, anjing-anjing penyelamat langsung masuk ke zona merah—area yang dipenuhi gas beracun dan ancaman ledakan susulan.

Tanpa perlindungan, mereka tetap menggoyang-goyangkan ekornya dan menyusuri reruntuhan untuk mencari korban. Tanpa gentar, tanpa pamrih.


6. “Chico” yang Berani Melawan Api

Di Chile, seekor anjing bernama Chico tinggal bersama pasangan suami istri yang menyayanginya. Suatu malam, terjadi korsleting listrik dan rumah terbakar.

Chico tak lari. Dia justru menerobos kobaran api, menggonggong keras membangunkan tuannya. Pasangan itu berhasil selamat, tapi Chico mengalami luka bakar parah dan nyawanya nyaris tak tertolong.

7. “Shenhu”, Sang Legenda dari Gempa Wenchuan

Saat gempa dahsyat Wenchuan mengguncang Tiongkok 10 tahun lalu, anjing penyelamat bernama Shenhu, saat itu baru berusia 2 tahun, langsung dikerahkan ke pusat gempa di Beichuan.

Kakinya terluka saat mencari korban, tapi setelah dibalut seadanya, dia langsung kembali bekerja. Shenhu menyelamatkan 15 nyawa dalam gempa tersebut. Kini, dia sudah tua dan pincang, namun dikenang sebagai legenda.

Shenhu dan pelatihnya, Shen Peng, pensiun bersama. Mereka tetap bersama hingga hari tua. Di medan tugas mereka berdiri berdampingan, dan di masa damai mereka saling menjaga satu sama lain.

8. Dibuang Anak, Ditemani Anjing Setia

Seorang nenek 80 tahun diusir oleh anak-anaknya dan menjadi tunawisma. Namun, dia tidak benar-benar sendiri. Seekor anjing yang dia rawat sejak kecil tetap setia menemaninya.

Tak peduli betapa kerasnya kehidupan, anjing itu tetap tinggal di sisinya, tidak pernah meninggalkannya, setia hingga akhir.

9. Mengungkap Kejahatan Sang Pengasuh

Di luar negeri, sepasang suami istri heran mengapa anjing mereka sangat agresif terhadap pengasuh anak mereka. Tiap kali pengasuh mendekat ke bayi, anjing itu langsung menggonggong keras bahkan mencoba menggigit.

Curiga, mereka memasang kamera tersembunyi di bawah sofa. Hasilnya mengejutkan: terekam suara cacian, tamparan, dan tangis bayi.

Mereka langsung melaporkan ke polisi. Pengasuh itu pun ditangkap dan dijatuhi hukuman penjara 1–3 tahun serta dilarang bekerja di bidang anak-anak seumur hidup.

Mereka berkata: “Kalau bukan karena anjing kami, anak kami bisa saja mati di tangan pengasuh itu.”

10. Anjing Pejuang yang Siap Berkorban

Di medan perang, ada anjing-anjing militer yang memang ditugaskan untuk misi berisiko tinggi—bahkan misi bunuh diri.

Demi menyelamatkan lebih banyak nyawa manusia, mereka tidak takut mati. Mereka tidak mengeluh. Tidak mengenal lelah. Saat menghadapi bahaya, mereka tidak pernah berpikir tentang diri sendiri—hanya satu hal yang mereka pikirkan:“Aku harus menyelamatkanmu.”

Berapa banyak nyawa manusia yang telah diselamatkan oleh anjing-anjing ini?

Tak ada catatan pasti. Tapi jumlahnya pasti jauh lebih besar dari yang kita bayangkan.

Saat bencana datang, yang berani berada di garis depan bukan hanya manusia, tapi juga anjing-anjing penuh cinta dan kesetiaan ini.

Mereka bukan sekadar hewan peliharaan… tapi seperti “makhluk suci” yang diutus Tuhan untuk melindungi kita!

Maka mari kita perlakukan anjing-anjing ini dengan baik. Perlakukan setiap makhluk hidup di sekitar kita dengan kasih.

Jika kamu tersentuh oleh kisah ini, bagikanlah… karena setiap empati yang kita tebarkan, adalah benih kebaikan bagi dunia.(jhn/yn)

Skandal Kepala Shaolin Shi Yongxin Makin Heboh, Media Partai Komunis Tiongkok Dibongkar Pernah Beramai-ramai Membelanya

EtIndonesia. Asosiasi Buddhis Tiongkok yang didukung Partai Komunis Tiongkok (PKT) pada Senin  (28/7/2025) mengumumkan bahwa mereka telah membatalkan surat pengesahan kebiaraan (戒牒) Shi Yongxin sebagai kepala kuil Shaolin. 

Sebelumnya, sehari sebelumnya, pihak pengelola Kuil Shaolin melaporkan bahwa Shi Yongxin diduga terlibat tindak pidana berupa penggelapan dan penyalahgunaan aset kuil, serta diketahui telah lama menjalin hubungan tak pantas dengan sejumlah perempuan dan memiliki anak di luar nikah. Saat ini, ia sedang dalam proses penyelidikan oleh beberapa lembaga secara bersama-sama.

Menurut laporan Caixin, sejak awal tahun ini setelah kembali dari kunjungan ke luar negeri, Shi Yongxin sudah dilarang bepergian ke luar negeri. Sejak Mei, pemerintah daerah telah menempatkan petugas khusus untuk mengawasi berbagai urusan di Kuil Shaolin.

BACA JUGA : Kepala Biara Shaolin di Tiongkok ‘Biksu CEO’ Shi Yongxin Ditangkap – Orang Dalam Ungkap Lebih Banyak Skandal yang Melibatkannya 

Setelah berita ini mencuat, netizen segera menggali kembali berbagai laporan masa lalu. Pada Juli 2015, seorang yang mengaku sebagai “murid Shaolin” bernama Shi Zhengyi secara terbuka melaporkan bahwa Shi Yongxin telah menggelapkan kekayaan kuil, mempermainkan perempuan, bahkan memiliki anak perempuan di luar nikah. Saat itu, baik pihak kuil maupun pemerintah Provinsi Henan membantah semua tuduhan tersebut dan menyatakan bahwa laporan itu hanyalah fitnah dan pencemaran nama baik.

Bahkan, sejumlah netizen mengunggah kembali pemberitaan lama dari media milik negara seperti CCTV, Beijing Youth Daily, China National Radio (CNR), dan China News Service yang pada tahun 2015 secara kompak membela Shi Yongxin, menyebut isi laporan tersebut sebagai hoaks dan bahwa pihak yang difitnah sudah melaporkannya ke polisi. Namun kini, pernyataan resmi dari pemerintah justru membenarkan isi laporan tersebut.

“Shi Yongxin sudah dilaporkan secara terbuka sejak 10 tahun lalu atas 10 pelanggaran. Saat itu, mulai dari tingkat pusat hingga provinsi dan kota semuanya membela Shi Yongxin. CCTV bahkan membuat program khusus untuk membela dan membersihkan namanya, menyatakan bahwa semua laporan terhadapnya adalah kebohongan,” tulis pengamat independen Cai Shenkun di platform X (dulu Twitter). 

“Tak disangka, 10 tahun kemudian, Shi Yongxin benar-benar ditangkap, dan tuduhan-tuduhan yang dulu bisa saja menjadi bukti penting yang tak terbantahkan. Pertanyaannya sekarang: siapa yang melindunginya 10 tahun lalu, dan siapa pula yang kini telah membuangnya?” tambahnya. 

Masih menurut Caixin, dalam satu dekade terakhir Shi Yongxin terus berselisih dengan pemerintah daerah mengenai pembagian hasil tiket masuk kuil dan hak pengelolaan aset Kuil Shaolin.

Komentator politik Li Linyi menyampaikan kepada Epoch Times bahwa akar dari kasus Shi Yongxin kemungkinan besar adalah ketimpangan dalam pembagian keuntungan antara dirinya dan pihak pemerintahan partai komunis Tiongkok. 

Selama bertahun-tahun, kata Li Linyi, Shi Yongxin sudah dituduh melakukan korupsi, memelihara gundik, dan memiliki anak di luar nikah. Namun pejabat daerah memilih menutup mata karena Shi Yongxin tetap bisa menghasilkan keuntungan ekonomi. Kini, ketika kondisi ekonomi sedang menurun, para pejabat lokal mulai mengincar aset-aset yang dikuasai Shi Yongxin, yang akhirnya menyebabkan ia diseret ke penyelidikan. (Hui/asr)

Sumber : NTDTV.com

Menurut Laporan: AS Kemungkinan Telah Memindahkan Senjata Nuklir di Inggris untuk Pertama Kalinya Sejak 2008

EtIndonesia. AS kemungkinan telah menempatkan senjata nuklir di Inggris untuk pertama kalinya sejak 2008, sebagai sinyal kepada Presiden Rusia, Vladimir Putin bahwa AS tetap berkomitmen terhadap keamanan Eropa.

Pada 16 Juli, sebuah pesawat militer AS terbang dengan transponder menyala—yang membuat identifikasi dan lokasinya dapat dilihat publik—dari depot senjata nuklir AS di Pangkalan Angkatan Udara Kirtland di Albuquerque, New Mexico, ke sebuah pangkalan udara di Kota Lakenheath, Inggris, menurut analis pertahanan dan data sumber terbuka.

Penerbangan C-17 tersebut melibatkan Pasukan Angkutan Udara Nuklir Utama Angkatan Udara AS, yang mengangkut senjata nuklir, dan tidak terbang di atas wilayah negara lain, menurut William Alberque, seorang peneliti senior yang berbasis di Eropa di Forum Pasifik.

Pemerintah AS dan Inggris memiliki kebijakan lama untuk tidak mengomentari status atau lokasi senjata nuklir mereka.

Dokumen anggaran Departemen Pertahanan AS menunjukkan bahwa jutaan dolar pekerjaan pada fasilitas “penjamin” – istilah yang digunakan Pentagon untuk menggambarkan keamanan senjata nuklir – telah berlangsung di Lakenheath selama beberapa tahun.

Senjata yang kemungkinan besar dikirimkan oleh pesawat tersebut adalah bom termonuklir B61-12 baru, yang meningkatkan jumlah senjata nuklir taktis AS di Eropa untuk pertama kalinya sejak Perang Dingin.

“Ada indikasi kuat” bahwa AS telah mengembalikan senjata nuklir ke Inggris, kata Hans Kristensen, direktur Proyek Informasi Nuklir Federasi Ilmuwan Amerika.

Alberque mengatakan keputusan untuk membiarkan transponder penerbangan tetap menyala menunjukkan AS ingin menunjukkan kepada Rusia bahwa mereka tidak mengurangi kemampuan nuklirnya di Eropa. Para pejabat NATO menolak berkomentar segera.

“Ini adalah uang muka bahwa masih banyak lagi yang akan datang untuk mengubah postur pencegahan NATO ke arah penguatan,” kata Alberque. “Mengembalikan senjata nuklir AS ke Inggris bukanlah hal yang mudah.”

Langkah ini juga menandakan bahwa AS berkomitmen untuk menyediakan kemampuan nuklir yang lebih fleksibel bagi Eropa, menciptakan lebih banyak pilihan bagi pasukannya, kata Sidharth Kaushal, peneliti senior di Royal United Services Institute.

“Kemampuan seperti B61 dapat berkontribusi untuk membatasi dampak keunggulan besar Rusia dalam senjata nuklir nonstrategis tingkat teater,” kata Kaushal.

Presiden AS Donald Trump telah memperketat pendekatannya terhadap Putin dalam beberapa pekan terakhir, setuju untuk mengirimkan lebih banyak rudal Patriot buatan AS kepada Ukraina melalui pembelian di Eropa dan mengancam akan mengenakan tarif sekunder kepada Rusia jika negara itu tidak menyetujui gencatan senjata dalam 50 hari. Pada hari Senin, Trump mengatakan bahwa dia akan mengurangi batas waktu tersebut, seraya menambahkan bahwa dia “kecewa” terhadap Putin.

Inggris mengumumkan bulan lalu bahwa mereka akan membeli setidaknya selusin jet tempur F-35A baru buatan AS yang mampu membawa bom nuklir B61-12. Minggu ini, Kementerian Pertahanan menyatakan dalam dokumen kebijakan terbaru bahwa “penangkalan nuklir NATO juga bergantung pada senjata nuklir AS yang dikerahkan di Eropa dan kemampuan serta infrastruktur pendukung yang disediakan oleh Sekutu.”

Jet-jet baru tersebut akan tersedia untuk menerbangkan misi nuklir NATO, menurut dokumen tersebut.

“Keputusan ini memperkenalkan kembali peran nuklir bagi RAF untuk pertama kalinya sejak Inggris memensiunkan senjata nuklir yang diluncurkan dari udara setelah Perang Dingin,” kata Kementerian Pertahanan dalam dokumen tersebut.

Bom gravitasi termonuklir B61-12 membawa hulu ledak dengan daya ledak yang dapat disesuaikan antara 0,3 kiloton dan 50 kiloton, menurut Buletin Ilmuwan Atom. Bom ini dapat dibawa oleh jet tempur F-35A serta pesawat AS dan NATO lainnya.

Daya ledak mengukur daya ledak senjata nuklir, yang diukur dalam tonase setara bahan peledak konvensional.

Dirancang agar jauh lebih akurat daripada model B61 sebelumnya, daya ledaknya yang bervariasi berarti bom ini dapat digunakan untuk melawan target militer kecil maupun pusat populasi. Pengiriman yang tampaknya dilakukan ke Inggris ini berarti bom tersebut kini telah sepenuhnya ditempatkan di Eropa, tepatnya di tujuh pangkalan di enam negara NATO, ujar Kristensen.

Senjata nuklir AS, bahkan yang berada di wilayah negara lain, hanya dapat digunakan setelah mendapat izin langsung dari Presiden AS. (yn)

Kelaparan di Gaza Mendesak, Trump Berjanji Membangun Pusat Pangan

Presiden Amerika Serikat Donald Trump, dalam pertemuannya dengan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer di Skotlandia, menyoroti situasi mendesak terkait kelaparan warga Gaza, yang berbeda pandangan dengan pernyataan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Usai pertemuan, Trump menyatakan bahwa rakyat di Jalur Gaza menghadapi “kelaparan yang nyata,” dan Amerika Serikat akan bekerja sama dengan mitra internasional untuk mendirikan pusat-pusat pangan.

EtIndonesia. Jalur Gaza saat ini menghadapi krisis kemanusiaan serius akibat perang yang telah berlangsung hampir dua tahun. Keadaan memburuk setelah Israel melakukan blokade penuh atas bantuan kemanusiaan dari Maret hingga Mei tahun ini. 

Meskipun blokade kini telah dilonggarkan, jumlah bantuan yang masuk masih jauh dari jumlah yang dibutuhkan menurut lembaga-lembaga bantuan. Badan-badan PBB sebelumnya telah memperingatkan bahwa lebih dari 2 juta warga Palestina di Gaza menghadapi kelaparan yang mengancam jiwa dan masalah kekurangan gizi serius.

Netanyahu sebelumnya menyebut kekhawatiran soal kelaparan di Gaza sebagai propaganda dari kelompok militan Palestina “Hamas”. Pada 28 Juli, ia bahkan menyatakan bahwa “tidak ada masalah kelaparan di Gaza”.

Seiring meningkatnya tekanan internasional terhadap Netanyahu untuk mencegah kelaparan massal di Gaza, pemerintah Israel mengumumkan “penghentian taktis” operasi militer di tiga wilayah tertentu di Gaza mulai 27 Juli. 

Pada 28 Juli, pemerintah Israel menyebut bahwa pada hari pertama penghentian sebagian operasi tempur tersebut, PBB dan lembaga bantuan berhasil mengirimkan lebih dari 120 truk bermuatan pangan ke Gaza. Yordania dan Uni Emirat Arab juga mulai melakukan pengiriman bantuan pangan lewat udara.

Setelah pertemuannya dengan Keir Starmer, Trump menyampaikan bahwa banyak warga Gaza yang kelaparan—bertolak belakang dengan klaim Netanyahu.

Dalam konferensi pers bersama Starmer, Trump berkata kepada media:  “Kami akan menyediakan makanan bergizi. Kami bisa menyelamatkan banyak orang. Maksud saya, kondisi sebagian anak-anak di sana sungguh kelaparan yang nyata.”

Trump menambahkan bahwa itu adalah “kelaparan sungguhan”—pemandangan yang tidak bisa direkayasa. Karena itu, katanya, AS akan lebih terlibat.

Trump mengatakan, Amerika akan mendirikan “pusat pangan” di Gaza untuk mengatasi krisis kelaparan dan kekurangan gizi yang semakin parah akibat blokade bantuan oleh Israel.

Ia menegaskan, AS bersama mitra-mitra internasional akan membantu mendirikan pusat-pusat pangan untuk menolong warga Gaza. Trump juga berkata:  “Sebelum kita melakukan tindakan apa pun, kita harus mengedepankan bantuan kemanusiaan. Kita harus memastikan anak-anak mendapat makanan.” (Hui/asr)

Sumber : NTDTV.com

Warga Palestina memindahkan barang-barang pribadi di wilayah Mawasi, Rafah selatan, Gaza. (AFP via Getty Images)
28 Juli 2025 – Sebuah pesawat angkut militer menjatuhkan bantuan kemanusiaan dari udara di kawasan Zawaida, Gaza tengah.
(EYAD BABA/AFP via Getty Images)
27 Juli 2025 – Sebuah pesawat angkut militer menjatuhkan bantuan kemanusiaan dari udara di Gaza utara. (BASHAR TALEB/AFP via Getty Images)
27 Juli 2025 – Warga Palestina berkumpul di titik pembagian sup lentil di Gaza utara. (OMAR AL-QATTAA/AFP via Getty Images)
27 Juli 2025 – Warga Palestina berkumpul di titik pembagian sup lentil di Gaza utara.
(OMAR AL-QATTAA/AFP via Getty Images)

27 Juli 2025 – Warga Palestina memindahkan karung tepung di dekat Jabalia, Gaza utara. (BASHAR TALEB/AFP via Getty Images)
27 Juli 2025 – Warga di kamp pengungsi al-Mawasi, Rafah selatan, membawa paket makanan yang mereka kumpulkan dari Koridor Rafah. (AFP via Getty Images)




Perbedaan Antara Kamu dan Orang Lain, Bukan Sekadar Soal Titik Awal

EtIndonesia. Kita tahu, orang yang sukses selalu pandai mencari jalan keluar, sementara orang yang gagal cenderung sibuk mencari alasan. 

Dalam kehidupan sehari-hari, sering kita dengar keluhan seperti: “Saya biasa-biasa saja karena kalah di titik awal.” 

Padahal, meskipun titik awal itu penting, banyak juga orang yang sukses meski memulainya dari bawah. Jadi, ingatlah: perbedaan antara kamu dan orang lain, bukan hanya soal dari mana kamu memulai.

Memulai di Titik Awal, Tapi Menang di Garis Akhir

Kenapa dikatakan bahwa perbedaanmu dengan orang lain tidak hanya karena kalah di awal?

1. Bakat memang penting, tapi kerja keraslah yang menentukan.

Kita semua pernah dengar kisah “Fang Zhongyong” — seorang anak jenius yang bisa membuat puisi indah sejak kecil. Namun karena tak melanjutkan pendidikan dan tidak berusaha keras, akhirnya fia menjadi orang biasa saja. Jadi, bakat itu penting, tapi tanpa usaha keras, fia tak akan membawa kita ke mana-mana. Yang tertawa di akhir adalah yang terus berjuang.

2. Titik awal bukanlah akhir dari segalanya.

Banyak orang meratapi nasib, mengeluh karena lahir dari keluarga miskin atau latar belakang sederhana. Padahal, lahir dari kondisi sulit bukanlah masalah—yang jadi masalah adalah saat kamu menyerah dan tak mau berkembang. Kita memang tidak bisa memilih tempat lahir, tapi kita bisa memilih bagaimana kita melangkah. Jangan jadikan asal-usul sebagai alasan untuk tidak maju.

3. Kurangnya ketekunan—itulah celah antara kamu dan mereka.

Banyak kegagalan terjadi bukan karena tidak mampu, tapi karena menyerah terlalu cepat. Kadang, perbedaan antara orang yang berhasil dan gagal hanya terletak pada siapa yang bertahan lebih lama. Bertahan mungkin belum tentu sukses, tapi menyerah sudah pasti gagal.

4. Semakin banyak jalan keluar yang kamu siapkan, semakin dekat kamu dengan kegagalan.

Orang sukses fokus mencari solusi. Orang gagal sibuk membuat alasan. Terus-menerus menyalahkan keadaan hanya akan membuatmu semakin jauh dari keberhasilan. Terlalu banyak “rencana cadangan” kadang justru membuat kita setengah hati. Hidup seperti permainan catur—tak ada tombol “undo”. Semakin berani kamu ambil keputusan, semakin besar kemungkinan kamu menang.

5. Terlalu mudah dipengaruhi oleh pandangan orang lain.

Lingkungan dan pendidikan sering menanamkan pola pikir lama yang membuat kita sulit maju. Kita terbiasa melihat dunia dengan kacamata masa lalu. Tapi untuk bisa berkembang, kita perlu membuka pikiran, melihat segalanya dengan perspektif yang lebih luas, dan menyesuaikan diri dengan zaman. Jangan hanya ikut arus. Bangun nilai hidupmu sendiri.

6. Kamu memang tak bisa memilih dari mana kamu lahir, tapi kamu bisa memilih siapa kamu jadi.

Kita sering dengar kalimat seperti:

·        Kamu tidak bisa mengubah lingkungan, tapi bisa mengubah diri sendiri.

·        Kamu tidak bisa mengubah kenyataan, tapi bisa mengubah sikapmu.

·        Kamu tidak bisa mengubah orang lain, tapi bisa memperbaiki dirimu sendiri.

·        Kamu tak bisa mengontrol masa depan, tapi kamu bisa mengatur hari ini.

Semua itu menunjukkan satu hal: kamu harus jadi pribadi yang proaktif dan positif.

7. Titik awal hanyalah salah satu faktor penentu kesuksesan.

Kita semua mendambakan kesuksesan. Tapi sayangnya, kita sering hanya melihat “sinar” kesuksesan orang lain tanpa menyadari perjuangan mereka di balik layar. Jangan lupa, titik awal hanyalah satu dari sekian banyak faktor menuju sukses. Yang lebih penting adalah bagaimana kamu melangkah setiap harinya.

8. Merancang itu urusan manusia, hasilnya urusan Tuhan.

Setiap orang pasti punya cita-cita. Tapi begitu memasuki dunia nyata, banyak yang akhirnya menyerah karena berbagai alasan. Saat kamu melepaskan mimpimu, kamu juga sedang melepaskan arah hidupmu. Maka, jika kamu ingin hidupmu tak berakhir dengan penyesalan, berjuanglah sampai akhir untuk impianmu.

Kesimpulan: Kamu Gagal Bukan Karena Titik Awal, Tapi Karena Kamu Berhenti Berjuang

Perbedaan antara kamu dan orang lain, pada akhirnya bukan hanya karena kamu kalah start. Melainkan karena kamu tidak cukup keras bekerja setelahnya.

Jangan jadikan “titik awal” sebagai kambing hitam dari kegagalan. Itu hanyalah alasan yang dibuat untuk menutupi kurangnya tekad dan usaha.

Jadi, berhenti menyalahkan masa lalu. Mulailah bertanggung jawab atas masa depanmu.

Ingat: kamu boleh memulai dari belakang, tapi kamu tetap bisa finis di depan! (jhn/yn)

18 Migran Tewas Setelah Kapal yang Mereka Tumpangi Karam di Lepas Pantai Libya Timur, 50 Hilang

EtIndonesia. Setidaknya 18 migran tewas dalam sebuah kapal karam di lepas pantai kota Tobruk di Libya timur selama akhir pekan, dan 50 orang masih hilang,

Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) mengatakan pada hari Selasa, mengutip laporan.

Sepuluh orang yang selamat telah ditemukan sejauh ini, kata IOM.

Tobruk adalah kota pesisir di dekat perbatasan dengan Mesir.

Sumber diplomatik dari konsulat Mesir di Benghazi di Libya timur mengatakan kepada Reuters melalui telepon bahwa para migran tersebut berasal dari Mesir.

Diplomat tersebut mengatakan 10 jenazah telah diidentifikasi dan dipulangkan, sementara para korban selamat ditahan di fasilitas anti-migrasi ilegal.

Seorang pejabat Penjaga Pantai Libya mengatakan jenazah para migran ditemukan di Pantai Alaghila, sekitar 25 kilometer di timur Tobruk.

Sejak tergulingnya Muammar Gaddafi dalam pemberontakan yang didukung NATO pada tahun 2011, Libya telah menjadi negara transit bagi para migran yang melarikan diri dari konflik dan kemiskinan, melintasi gurun dan Laut Mediterania menuju Eropa.

“Tragedi terbaru ini merupakan pengingat nyata akan risiko mematikan yang terpaksa diambil orang-orang dalam mencari keamanan dan peluang. Libya tetap menjadi titik transit utama bagi para migran dan pengungsi, banyak di antaranya menghadapi eksploitasi, pelecehan, dan perjalanan yang mengancam jiwa,” kata IOM. (yn)

Hujan Deras dan Banjir  yang Melanda Beijing dan Hebei Sebabkan Kerugian Besar, Pihak Berwenang Blokir Pemberitaaan

Baru-baru ini, beberapa wilayah seperti Distrik Miyun di Beijing serta Kota Chengde dan Baoding di Provinsi Hebei mengalami hujan lebat yang luar biasa. Ditambah lagi dengan pelepasan air dari bendungan, hal ini mengakibatkan bencana banjir besar-besaran. 

Sejumlah desa dan kota kecil mengalami pemutusan air dan listrik, serta gangguan total pada transportasi dan komunikasi. Rumah-rumah warga dan lahan pertanian tersapu banjir, banyak kendaraan terendam atau terbawa arus, menyebabkan kerugian sangat parah. Namun, pemerintah setempat menutupi informasi ini.

EtIndonesia. Hujan deras melanda bagian barat laut Miyun, Beijing, pada 26 – 27 Juli 2025. Insiden ini memicu banjir bandang. Bersamaan dengan dibukanya pintu air Bendungan Miyun, permukaan sungai naik drastis, menghancurkan jembatan dan jalan di beberapa wilayah seperti Kota Shicheng, Kota Fengjiayu, dan Kota Bulaotun. 

Warga desa terpaksa mengungsi secara darurat. Seorang warga di Kota Fengjiayu mengungkapkan bahwa banyak desa saat ini tidak memiliki air maupun listrik, serta terputus dari akses transportasi dan komunikasi. 

Setelah banjir reda, pada pagi 28 Juli warga mulai kembali ke rumah, namun mendapati rumah mereka telah hancur dan mengalami kerugian besar. Banyak yang menangis karena tak kuasa menahan kesedihan, namun pemerintah tetap membungkam informasi tersebut.

“Belum pernah lihat banjir sebesar ini. Pintu rumah dicopot paksa, semua barang hanyut, peralatan elektronik kebanjiran, semua rusak total, sangat menyedihkan. Ibu saya langsung menangis saat masuk ke rumah,” kata Li, warga Desa di Kota Fengjiayu, Distrik Miyun, Beijing.

“Rumah kami termasuk yang berada di atas pondasi tinggi. Rumah-rumah dengan pondasi rendah semuanya tersapu bersih, bahkan bangunannya runtuh. Di depan rumah ada lumpur sedalam satu meter, alat berat tidak bisa mendorongnya. Banyak video tidak bisa dikirim keluar,” imbuhnya. 

Desa Yangjiatai di Chengde, Provinsi Hebei, dilanda banjir besar dan tanah longsor. (Foto internet)
Desa Yangjiatai di Chengde, Provinsi Hebei, dilanda banjir besar dan tanah longsor. (Foto internet)

Sejak 27 Juli, Bendungan Miaogong di Kota Chengde, Hebei, juga membuka pintu air. Permukaan Sungai Luan meningkat, menyebabkan banjir besar di beberapa daerah seperti Distrik Shuangluan, Kabupaten Longhua, Kabupaten Xinglong, dan Kabupaten Chengde. Banjir disertai tanah longsor, memutus pasokan air dan listrik, serta melumpuhkan transportasi dan komunikasi. 

Seorang warga dari Kota Guojiatun yang terdampak parah mengatakan bahwa daerah tersebut telah mengalami pemadaman listrik selama dua hari dan sinyal ponsel hilang. Semua sungai kecil meluap dan banyak wisatawan terjebak.

“Guojiatun kebanjiran parah, hampir semua rumah terendam. Tidak ada jaringan internet, tidak ada listrik, banyak sawah rusak. Ada mobil yang terendam, dua di antaranya terbawa arus. Ada wisatawan dari Beijing yang mobilnya terendam tengah malam, akhirnya dibawa pergi oleh kendaraan pembersih,” ujar  Wang, warga Kota Guojiatun, Kabupaten Longhua, Kota Chengde, Hebei. 

Menurut laporan media pemerintah Tiongkok, Kabupaten Fuping di Kota Baoding, Hebei, mengalami hujan deras ekstrem dari tanggal 25 hingga 26 Juli. 

Curah hujan harian memecahkan rekor sejarah, dan enam kota kecil terdampak. Hingga 26 Juli pukul 18.00, tercatat dua orang meninggal dunia dan 22 orang hilang.

Seorang pemilik restoran di pusat Kabupaten Fuping mengungkapkan bahwa pukul 18.00 pada  26 Juli, saat pelanggan sedang ramai, tiba-tiba banjir datang. Mereka harus mengevakuasi pelanggan secara darurat. Ketinggian air naik sangat cepat, lantai pertama restoran rusak parah dan tertimbun lumpur setinggi puluhan sentimeter.

Banyak mobil yang diparkir di pinggir jalan atau sedang berjalan ikut terendam. Pusat perbelanjaan bawah tanah dan garasi juga penuh dengan air, dan proses pengeringan terus berlangsung.

“Air sungai tiba-tiba masuk ke restoran saya, sangat berbahaya. Ketinggian air hampir dua meter. Saya sangat ketakutan dan tidak bisa tidur semalaman. Restoran rusak parah dan tidak bisa beroperasi. Ada ratusan mobil yang terendam. Kendaraan penyelamat terus mengeluarkan mobil dari lokasi. Tidak tahu berapa banyak mobil yang terbawa arus,” ujar  Zhang, pemilik restoran di Kabupaten Fuping, Kota Baoding, Hebei. (Hui/asr)

Laporan oleh jurnalis NTD, Xiong Bin dan Bonnie

“Serang Satu Kali, Kami Balas Tanpa Ampun!” Ketegangan Iran-AS Makin Gila

EtIndonesia. Suasana di Timur Tengah kembali memanas setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, didampingi Perdana Menteri, Inggris Keir Starmer, menyampaikan peringatan paling keras terhadap Iran terkait isu nuklir. Peringatan itu dilontarkan dalam konferensi pers bersama di Skotlandia, menyusul sinyal bahaya dari komunitas intelijen Barat yang mendeteksi tanda-tanda aktivitas baru di fasilitas nuklir Iran.

Trump menegaskan: “Jika Iran mencoba mengaktifkan kembali program nuklir untuk tujuan militer, maka reaksi kami akan lebih cepat dari mengangkat tangan.” 

Dia menambahkan bahwa AS tidak akan ragu untuk menggunakan seluruh instrumen kekuatan, baik diplomasi, ekonomi, maupun militer, demi mencegah Iran memperoleh senjata nuklir.

Latar Belakang: Serangan Fasilitas Nuklir Iran dan Penolakan Iran

Situasi ini terjadi hanya beberapa minggu setelah tiga fasilitas utama nuklir Iran—Fordow, Natanz, dan Isfahan—diserang oleh militer AS pada bulan Juni. Serangan tersebut merupakan bagian dari operasi rahasia yang diklaim Washington sebagai langkah pre-emptive untuk menghambat ambisi nuklir Teheran. Iran sendiri membantah keras memiliki senjata nuklir dan menegaskan program nuklirnya hanya untuk kebutuhan sipil seperti energi dan kesehatan.

Juru bicara pemerintah Iran mengatakan: “Seluruh aktivitas kami di bawah pengawasan IAEA dan bertujuan damai.” 

Namun, banyak pihak meragukan transparansi Iran, terutama setelah sejumlah laporan intelijen mengindikasikan aktivitas pengayaan uranium di luar batas kesepakatan internasional.

Respons Iran: Ancaman Balasan Lebih Keras

Menanggapi ancaman Trump, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi di platform X (sebelumnya Twitter) mengeluarkan pernyataan tegas: “Jika Amerika melakukan serangan lagi, balasan Iran akan jauh lebih keras dan tidak bisa disembunyikan dari mata dunia.” 

Meski tidak merinci bentuk balasan tersebut, Iran sebelumnya sudah beberapa kali melakukan serangan balasan asimetris terhadap kepentingan AS di kawasan Timur Tengah, termasuk meluncurkan serangan drone dan rudal ke pangkalan militer AS di Irak dan Suriah.

Araghchi juga menegaskan bahwa Iran tidak akan tunduk pada tekanan apa pun, dan justru menuduh Amerika melanggar kedaulatan negaranya serta memprovokasi ketidakstabilan kawasan. Pemerintah Iran kembali menyerukan dukungan kepada sekutunya di Suriah, Lebanon, dan Irak untuk bersiaga menghadapi potensi konflik yang lebih luas.

Dukungan Inggris dan Sikap Uni Eropa

Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, dalam pernyataan bersama Trump, menekankan bahwa dunia tidak boleh mengabaikan ancaman nuklir Iran. 

Dia mengatakan: “Program nuklir Iran adalah ancaman global. Kami mendesak Iran untuk menghentikan segala aktivitas mencurigakan dan segera kembali ke meja perundingan.” 

Inggris juga mengajak negara-negara Uni Eropa untuk memperkuat sanksi terhadap Iran dan meningkatkan tekanan diplomatik.

Sementara itu, sejumlah negara Uni Eropa seperti Prancis dan Jerman menyatakan dukungan terhadap upaya diplomasi, namun meminta agar semua pihak menahan diri dari aksi militer yang dapat memicu perang terbuka di kawasan Teluk. Dewan Keamanan PBB sendiri dijadwalkan menggelar pertemuan darurat guna membahas perkembangan terbaru ini.

Respon Dunia Arab dan Negara Sekutu

Negara-negara Teluk seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Bahrain langsung menggelar rapat darurat keamanan setelah pernyataan Trump dan Starmer. Mereka mendukung sikap tegas AS, sembari memperingatkan Iran untuk tidak memicu eskalasi lebih jauh. Di sisi lain, sekutu Iran—seperti Suriah dan kelompok Hizbullah di Lebanon—menyatakan siap mendukung Teheran bila konflik meletus.

Israel, yang selama ini sangat keras terhadap program nuklir Iran, langsung memperkuat sistem pertahanan rudal di perbatasan utara. Pemerintah Israel bahkan menegaskan siap bertindak sendiri jika komunitas internasional gagal menghentikan Iran.

Risiko Konflik dan Dampak Global

Para analis menilai, eskalasi retorika ini berisiko memicu konflik terbuka di kawasan yang sudah sangat rapuh. Jalur pelayaran minyak di Selat Hormuz yang vital bagi ekonomi dunia terancam terganggu jika perang benar-benar pecah. Harga minyak mentah pun melonjak hampir 7% dalam satu hari terakhir akibat kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan global.

Di tingkat domestik Iran, pemerintah memperketat pengawasan dan melakukan mobilisasi terbatas terhadap unit militer Garda Revolusi. Ribuan pasukan cadangan dikerahkan ke beberapa titik strategis, termasuk fasilitas nuklir yang masih beroperasi.

Diplomasi atau Perang? Prospek ke Depan

Kini, dunia berada di persimpangan antara diplomasi dan perang. Sejumlah negara, termasuk Turki, Qatar, dan Rusia, mencoba menawarkan diri sebagai mediator. Namun, jalan dialog tampak makin terjal seiring kerasnya sikap Amerika dan Iran yang sama-sama menolak kompromi.

Badan Energi Atom Internasional (IAEA) telah mengirim tim inspeksi ke Teheran, namun hasil verifikasi masih menjadi perdebatan. Banyak negara berharap diplomasi masih punya peluang, namun tekanan waktu dan retorika saling ancam membuat kemungkinan konflik bersenjata tetap terbuka lebar.

Kesimpulan

Perkembangan di Timur Tengah kini menjadi perhatian utama komunitas internasional. Satu langkah salah saja bisa memicu perang besar yang melibatkan banyak negara. Apakah Iran dan Amerika Serikat—beserta sekutu masing-masing—mampu mengendalikan situasi dan memilih jalan dialog? Ataukah dunia akan kembali menyaksikan babak baru perang di kawasan paling rawan di dunia ini? Redaksi akan terus mengawal dan memberikan update perkembangan terbaru secara berkelanjutan.

Tekanan Tarif Trump Berhasil, Thailand dan Kamboja Sepakat Gencatan Senjata Tanpa Syarat

EtIndonesia.  Thailand dan Kamboja pada  Senin (28/7/2025) mengadakan pertemuan gencatan senjata di Malaysia. Hasilnya, kedua belah pihak sepakat untuk segera melakukan gencatan senjata tanpa syarat, mengakhiri konflik paling mematikan dalam lebih dari sepuluh tahun terakhir antara kedua negara. Gencatan senjata Thailand-Kamboja ini sebagian besar tercapai berkat mediasi Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

 “(Thailand dan Kamboja) sepakat untuk segera melakukan gencatan senjata tanpa syarat, mulai berlaku pukul 24.00 waktu setempat pada 28 Juli 2025,” ujar Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim. 

Dengan dimediasi oleh Malaysia, para pemimpin Kamboja dan Thailand berjabat tangan dengan damai. Mereka menyetujui untuk mengakhiri konflik paling mematikan antar kedua negara selama lebih dari satu dekade.

 “Ini adalah langkah pertama yang penting menuju meredakan situasi serta memulihkan perdamaian dan keamanan,” ujar Anwar Ibrahim. 

Gencatan senjata ini tercapai berkat upaya mediasi Presiden AS Donald Trump. Sehari sebelumnya, Trump menjelaskan proses negosiasi tersebut.

 “Saya menelepon kedua perdana menteri dan mengatakan bahwa kecuali kalian menyelesaikan perselisihan ini, kami tidak akan menandatangani perjanjian dagang,” kata Trump. 

Setelah kesepakatan gencatan senjata tercapai, Trump segera menulis di media sosial:
“Selamat semuanya! Dengan mengakhiri perang ini, kita telah menyelamatkan ribuan nyawa. Saya telah memerintahkan tim dagang saya untuk melanjutkan perundingan dagang.”

Warga Thailand yang mengungsi:  “Luar biasa!”

Berita gencatan senjata membuat warga Thailand dan Kamboja yang sebelumnya terpaksa meninggalkan rumah karena perang merasa sangat lega.

Usa Dasri, warga Thailand yang mengungsi, berkata:  “Kami, rakyat biasa yang harus meninggalkan rumah, pasti sangat senang bisa pulang. Kami rindu rumah.”

Chhuot Nhav, warga Kamboja yang mengungsi, menyampaikan:  “Saya sangat senang, karena saya bisa kembali ke rumah untuk merawat babi, anjing, dan ayam saya. Anak-anak saya sekarang juga bisa kembali ke sekolah.”

Sementara itu, ribuan pekerja dari Kamboja dan Thailand memadati perbatasan untuk kembali ke kampung halaman.

Pada Kamis pekan lalu, pecah konflik bersenjata antara Thailand dan Kamboja di wilayah perbatasan yang sudah lama disengketakan. Kedua belah pihak menggunakan roket, artileri, dan senjata ringan dalam pertempuran sengit yang berlangsung selama lima hari, menyebabkan setidaknya 35 orang tewas dan lebih dari 200.000 orang mengungsi dari rumah mereka. (Hui/asr)

oleh reporter NTD: Yi Jing