Hujan Deras dan Banjir  yang Melanda Beijing dan Hebei Sebabkan Kerugian Besar, Pihak Berwenang Blokir Pemberitaaan

Baru-baru ini, beberapa wilayah seperti Distrik Miyun di Beijing serta Kota Chengde dan Baoding di Provinsi Hebei mengalami hujan lebat yang luar biasa. Ditambah lagi dengan pelepasan air dari bendungan, hal ini mengakibatkan bencana banjir besar-besaran. 

Sejumlah desa dan kota kecil mengalami pemutusan air dan listrik, serta gangguan total pada transportasi dan komunikasi. Rumah-rumah warga dan lahan pertanian tersapu banjir, banyak kendaraan terendam atau terbawa arus, menyebabkan kerugian sangat parah. Namun, pemerintah setempat menutupi informasi ini.

EtIndonesia. Hujan deras melanda bagian barat laut Miyun, Beijing, pada 26 – 27 Juli 2025. Insiden ini memicu banjir bandang. Bersamaan dengan dibukanya pintu air Bendungan Miyun, permukaan sungai naik drastis, menghancurkan jembatan dan jalan di beberapa wilayah seperti Kota Shicheng, Kota Fengjiayu, dan Kota Bulaotun. 

Warga desa terpaksa mengungsi secara darurat. Seorang warga di Kota Fengjiayu mengungkapkan bahwa banyak desa saat ini tidak memiliki air maupun listrik, serta terputus dari akses transportasi dan komunikasi. 

Setelah banjir reda, pada pagi 28 Juli warga mulai kembali ke rumah, namun mendapati rumah mereka telah hancur dan mengalami kerugian besar. Banyak yang menangis karena tak kuasa menahan kesedihan, namun pemerintah tetap membungkam informasi tersebut.

“Belum pernah lihat banjir sebesar ini. Pintu rumah dicopot paksa, semua barang hanyut, peralatan elektronik kebanjiran, semua rusak total, sangat menyedihkan. Ibu saya langsung menangis saat masuk ke rumah,” kata Li, warga Desa di Kota Fengjiayu, Distrik Miyun, Beijing.

“Rumah kami termasuk yang berada di atas pondasi tinggi. Rumah-rumah dengan pondasi rendah semuanya tersapu bersih, bahkan bangunannya runtuh. Di depan rumah ada lumpur sedalam satu meter, alat berat tidak bisa mendorongnya. Banyak video tidak bisa dikirim keluar,” imbuhnya. 

Desa Yangjiatai di Chengde, Provinsi Hebei, dilanda banjir besar dan tanah longsor. (Foto internet)
Desa Yangjiatai di Chengde, Provinsi Hebei, dilanda banjir besar dan tanah longsor. (Foto internet)

Sejak 27 Juli, Bendungan Miaogong di Kota Chengde, Hebei, juga membuka pintu air. Permukaan Sungai Luan meningkat, menyebabkan banjir besar di beberapa daerah seperti Distrik Shuangluan, Kabupaten Longhua, Kabupaten Xinglong, dan Kabupaten Chengde. Banjir disertai tanah longsor, memutus pasokan air dan listrik, serta melumpuhkan transportasi dan komunikasi. 

Seorang warga dari Kota Guojiatun yang terdampak parah mengatakan bahwa daerah tersebut telah mengalami pemadaman listrik selama dua hari dan sinyal ponsel hilang. Semua sungai kecil meluap dan banyak wisatawan terjebak.

“Guojiatun kebanjiran parah, hampir semua rumah terendam. Tidak ada jaringan internet, tidak ada listrik, banyak sawah rusak. Ada mobil yang terendam, dua di antaranya terbawa arus. Ada wisatawan dari Beijing yang mobilnya terendam tengah malam, akhirnya dibawa pergi oleh kendaraan pembersih,” ujar  Wang, warga Kota Guojiatun, Kabupaten Longhua, Kota Chengde, Hebei. 

Menurut laporan media pemerintah Tiongkok, Kabupaten Fuping di Kota Baoding, Hebei, mengalami hujan deras ekstrem dari tanggal 25 hingga 26 Juli. 

Curah hujan harian memecahkan rekor sejarah, dan enam kota kecil terdampak. Hingga 26 Juli pukul 18.00, tercatat dua orang meninggal dunia dan 22 orang hilang.

Seorang pemilik restoran di pusat Kabupaten Fuping mengungkapkan bahwa pukul 18.00 pada  26 Juli, saat pelanggan sedang ramai, tiba-tiba banjir datang. Mereka harus mengevakuasi pelanggan secara darurat. Ketinggian air naik sangat cepat, lantai pertama restoran rusak parah dan tertimbun lumpur setinggi puluhan sentimeter.

Banyak mobil yang diparkir di pinggir jalan atau sedang berjalan ikut terendam. Pusat perbelanjaan bawah tanah dan garasi juga penuh dengan air, dan proses pengeringan terus berlangsung.

“Air sungai tiba-tiba masuk ke restoran saya, sangat berbahaya. Ketinggian air hampir dua meter. Saya sangat ketakutan dan tidak bisa tidur semalaman. Restoran rusak parah dan tidak bisa beroperasi. Ada ratusan mobil yang terendam. Kendaraan penyelamat terus mengeluarkan mobil dari lokasi. Tidak tahu berapa banyak mobil yang terbawa arus,” ujar  Zhang, pemilik restoran di Kabupaten Fuping, Kota Baoding, Hebei. (Hui/asr)

Laporan oleh jurnalis NTD, Xiong Bin dan Bonnie

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Dighosting Lebih Menyakitkan daripada Penolakan dan Lebih Sulit untuk Dilupakan

Penolakan sosial mengaktifkan banyak jalur saraf yang sama seperti rasa sakit fisik. Oleh Fjolla Arifi Pesan terakhir itu tetap berada di sana, terkirim dan sudah dibaca....

Seperti Apa Kondisi Otak Anda Saat Membenci Seseorang?

Cinta membuat kekurangan tampak tak berarti, sedangkan kebencian membuat kekurangan yang tak ada seolah nyata Arsh Sarao Ketika Anda melihat sekilas seseorang yang Anda benci, otak...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine