Semakin Banyak Penduduk AS yang Mempertimbangkan Pindah dari New York, Boston dan Chicago

Hidup di kota metropolitan pernah menjadi impian banyak orang. Namun, menurut laporan terbaru dari industri properti, meskipun pandemi telah berakhir, tren warga Amerika yang pindah dari kota-kota besar masih terus berlangsung. Kota-kota terkenal seperti New York, Boston, dan Chicago pun tak luput dari tren ini.

EtIndonesia. Situs Realtor.com baru saja merilis “Laporan Permintaan Perumahan Antarwilayah”. Laporan ini menganalisis data penelusuran properti yang dijual di 100 kawasan metropolitan terbesar di situs tersebut selama periode April hingga Juni 2025. Mereka menghitung berapa banyak pengguna lokal yang melihat properti di luar kota mereka, serta berapa banyak orang dari luar daerah yang melihat properti di kawasan tertentu.

Laporan tersebut menyatakan bahwa rata-rata 58,9% dari seluruh aktivitas penelusuran dilakukan oleh pembeli yang mencari rumah di luar daerah tempat tinggal mereka. 

Angka ini masih sejalan dengan tren kuartal pertama tahun ini (59,8%) dan kuartal kedua tahun 2024 (60,2%). Hal ini menunjukkan bahwa orang Amerika masih terus mencari rumah yang lebih terjangkau dan iklim yang lebih hangat, serta bahwa tren mobilitas masih terus berlanjut.

Yang paling mencolok, tahun ini kota New York, Boston, dan Chicago untuk pertama kalinya masuk dalam daftar 10 besar kota yang “kehilangan minat dari penduduk lokal”. Laporan menyebutkan bahwa alasan utama warga kota-kota besar ini memilih pindah adalah karena harga rumah yang tinggi dan meningkatnya tingkat pengangguran.

Chicago

Chicago menempati peringkat ketujuh dalam daftar kota yang kehilangan minat dari penduduk lokal. Data menunjukkan bahwa 72,1% dari aktivitas pencarian rumah mengarah ke wilayah lain, naik hampir 26% dibanding tahun 2019. Hingga Juni 2025, harga median rumah di kawasan Chicago adalah 379.900 dolar AS.

Boston

Boston berada di peringkat kesembilan, dengan 72% penelusuran properti diarahkan ke luar kota—naik 24,7% dibanding enam tahun lalu. Harga rumah di Boston melonjak tinggi; bulan lalu, harga rumah rata-rata mencapai 854.974 dolar AS, naik lebih dari 42% dibanding enam tahun lalu.

Menurut data yang dianalisis dalam laporan tersebut, warga Boston yang ingin pindah sedang mempertimbangkan kota-kota dengan biaya hidup lebih rendah di wilayah Midwest, seperti St. Louis, Minneapolis, dan kota terdekat Milwaukee.

Kota New York

New York menempati posisi terakhir dalam daftar, dengan 71,7% pencarian rumah diarahkan ke wilayah lain di Pantai Timur, naik lebih dari 20% dibanding enam tahun lalu. Bulan lalu, harga median rumah yang tercantum di New York adalah 786.500 dolar AS, naik lebih dari 32% sejak 2019. Beberapa orang mempertimbangkan pindah ke Philadelphia, Miami, atau bahkan Boston.

Tahun ini, kota yang paling banyak ditinggalkan tetap adalah San Jose, California, yang tidak mengherankan. Menurut laporan tren pasar properti bulanan terbaru dari Realtor.com, Silicon Valley memiliki harga rumah paling mahal di seluruh AS, dengan harga median rumah tercatat sebesar 1.398.000 dolar AS pada Juni tahun ini.

Posisi kedua ditempati oleh Washington, D.C.. Laporan menyebutkan bahwa Detroit telah menjadi tujuan favorit warga Washington yang ingin pindah, disusul oleh Baltimore dan Cleveland. Ketiga kota ini memiliki harga rumah median yang ratusan ribu dolar lebih rendah dibanding harga di kawasan ibu kota yang mencapai 625.000 dolar AS. (Hui/asr)

oleh Jin Jing/Lin Qing

Satu Rekaman Telepon, Dua Negara Terbakar—Siapa Sebenarnya Dalang Perang Ini?

EtIndonesia. Konflik bersenjata antara Thailand dan Kamboja yang semula hanyalah bentrokan perbatasan kini telah berubah menjadi perang terbuka berskala penuh. Dalam perkembangan terbaru, Perdana Menteri Sementara Thailand, Phumtham Wechayachai, secara tegas menolak tawaran mediasi dari pemerintah Tiongkok, menandai eskalasi konflik ke level yang lebih serius.

Awalnya konflik hanya meletup di dataran tinggi perbatasan, namun kini api peperangan telah menjalar hingga ke hutan lebat dan garis pesisir. Pasukan darat Thailand dilaporkan telah menerobos masuk ke wilayah Kamboja secara resmi, memperluas area pertempuran yang sebelumnya terkonsentrasi di zona sengketa.

Dari Skandal Telepon ke Krisis Kepemimpinan

Pertanyaan publik pun bermunculan: Mengapa Thailand dipimpin oleh perdana menteri sementara? Di mana perdana menteri resmi?

Jawabannya mengarah pada sebuah skandal besar yang terjadi pada pertengahan Juni lalu. Sebuah rekaman percakapan telepon berdurasi 17 menit antara Perdana Menteri Thailand saat itu, Paetongtarn Shinawatra, dengan mantan PM Kamboja yang kini menjabat sebagai Ketua Senat, Hun Sen, bocor ke publik. Dalam rekaman tersebut, Paetongtarn memanggil Hun Sen dengan sebutan “Paman” secara akrab, bahkan mengkritik militer Thailand dengan nada meremehkan, menyebut tentara perbatasan negaranya seperti “orang gila” yang hanya ingin terlihat garang.

Rekaman ini memicu kemarahan luas di kalangan publik dan militer Thailand. Ia dinilai mencoreng kehormatan nasional dan melecehkan institusi militer. Koalisi pemerintahan pun pecah setelah partai utama, “Bangga dengan Thailand”, menarik dukungan. Pemerintahan kehilangan mayoritas parlemen.

Pada 1 Juli, Mahkamah Konstitusi Thailand menangguhkan jabatan Paetongtarn sambil menunggu proses penyelidikan. Sejak itu, Wakil Perdana Menteri Pertama merangkap Menteri Dalam Negeri, Phuttam, naik sebagai Pelaksana Tugas Perdana Menteri.

Banyak analis menduga, andai Paetongtarn masih menjabat, perang ini tidak akan pecah—mustahil ia mengangkat senjata melawan “Pamannya” di Kamboja. Apalagi, keduanya dikenal sebagai tokoh yang dekat dan tunduk pada Beijing. Bahkan Februari lalu, Paetongtarn menghadiri pembukaan Asian Winter Games di Harbin dan menandatangani sejumlah kesepakatan dengan pemerintah Tiongkok. Dalam dokumentasi resmi, ia tampak begitu hormat terhadap Presiden Xi Jinping.

Namun, dengan jatuhnya Paetongtarn dan naiknya Phuttam, semangat nasionalisme dan tekanan dari militer menggelegak. Bahkan campur tangan langsung dari Xi Jinping untuk mendamaikan dua negara tidak digubris oleh Bangkok. Perang pun resmi dimulai.

Situasi di Medan Tempur: Hari Ketiga Pertempuran

Hingga 26 Juli, setidaknya 12 titik pertempuran tercatat aktif di sepanjang perbatasan kedua negara. Daerah paling sengit terletak di sekitar dua kompleks candi kuno yang memang menjadi sumber konflik perbatasan selama beberapa dekade terakhir.

Pemerintah Thailand melaporkan bahwa lebih dari 130.000 warga sipil telah dievakuasi, sementara di Kamboja, lebih dari 4.000 rumah hancur hanya di satu provinsi.

Pasukan Thailand berhasil merebut Dataran Tinggi Phumakui, wilayah strategis Kamboja di perbatasan. Dari titik ini, Thailand dapat mengawasi wilayah luas Kamboja. Menara komunikasi dan pos logistik milik militer Kamboja direbut, termasuk sistem kereta kabel militer yang dihancurkan oleh pasukan Thailand.

Jet tempur Gripen buatan Swedia milik Thailand terekam warga sipil saat melintas masuk ke wilayah udara Kamboja. Sementara itu, Kamboja dinilai tidak memiliki kekuatan udara memadai untuk melawan. Thailand mengandalkan 11 jet Gripen modern, puluhan F-16, serta F-5 buatan AS.

Kekuatan tank kedua negara juga menggambarkan jurang teknologi. Thailand menggunakan M60A1/A3 buatan AS dari era Perang Dingin, sementara Kamboja mengandalkan T-55AM buatan Eropa Timur, juga dari dekade 1980-an. Bahkan muncul kabar bahwa Thailand kini mengoperasikan kendaraan lapis baja BT-2 buatan Ukraina sebanyak 200 unit.

Aksi Militer, Gaya Tempur, dan Ketegangan yang Meningkat

Artileri dan roket menjadi senjata utama dua hari terakhir. Batalyon Artileri 721 Thailand menembakkan meriam 155mm berbasis teknologi Israel, dan mortir M29 kaliber 81mm buatan Amerika yang pernah digunakan dalam Perang Korea dan Vietnam.

Sebaliknya, militer Kamboja tampak masih menerapkan strategi ala Soviet dan Tiongkok: menembakkan roket tanpa terlalu mempertimbangkan akurasi, dengan tujuan utama menciptakan efek kejut. Peluncur roket PHL-81 buatan Tiongkok bahkan ditembakkan langsung dari jalan raya, menimbulkan bahaya bagi warga sipil di sekitar.

Pemandangan di garis depan seolah membawa penonton ke film-film perang dari tiga zaman sekaligus. Pasukan Thailand dengan senapan M16A4 dan peluncur granat 40mm tampil modern, sementara di sisi Kamboja, seorang tentara bersenjata ringan Tipe 81 buatan Tiongkok terlihat santai tanpa seragam lengkap, bahkan mengenakan sandal crocs—mengundang komentar nyinyir di media sosial.

Kabar terbaru (masih belum dikonfirmasi) menyebutkan bahwa Kepala Staf Angkatan Darat Kamboja, Mayor Jenderal Song Mian, tewas dalam serangan udara Thailand. Bangkok juga meluncurkan Operasi “Wang Chu”, operasi militer gabungan dari darat, laut, dan udara yang menyasar wilayah pesisir Kamboja.

Bahkan muncul peringatan: jika serangan roket Kamboja ke wilayah Thailand terus berlanjut, pemerintah Thailand siap melancarkan serangan udara ke Phnom Penh, ibu kota Kamboja.

Upaya Damai Donald Trump: Jalan Keluar di Tengah Kekacauan?

Di tengah ketegangan yang memuncak dan potensi eskalasi besar-besaran, mantan Presiden AS Donald Trump muncul sebagai sosok penengah. Dalam pernyataan publiknya, ia menyampaikan:

“Saya baru saja berbicara dengan Perdana Menteri Kamboja, dan menyampaikan hasil pembicaraan saya sebelumnya dengan PM sementara Thailand. Keduanya ingin mengakhiri konflik dan kembali ke meja perundingan dagang dengan Amerika Serikat. Tapi menurut saya, sebelum peperangan benar-benar berhenti, belum saatnya bicara soal dagang. Mereka sepakat bertemu dan menandatangani kesepakatan damai secepatnya. Saya merasa terhormat menjadi penghubung antara dua negara yang memiliki sejarah dan budaya yang luar biasa.”

Apakah mediasi Trump akan berhasil meredam konflik, atau justru menjadi bagian dari strategi diplomatik yang lebih besar?

Yang jelas, dunia kini menyoroti Asia Tenggara—tempat di mana api perang menyala di antara dua negara bertetangga, dan masa depan kawasan bergantung pada keputusan yang dibuat dalam beberapa hari ke depan. (***)

Susah Akrab dan Sering Dijauhi? Coba 5 Rahasia Sosial Ini agar Hidupmu Lebih Diterima

EtIndonesia. Kepribadian manusia memang rumit dan kompleks, tapi aturan utama dalam menjalin relasi sebenarnya cukup sederhana: Bersikaplah dengan cara yang tepat, dan jadilah pribadi yang tak bisa diremehkan tapi tetap bisa dipercaya.

Pernah nggak sih kamu bertanya-tanya, kenapa ada orang yang selalu tampak disukai semua orang, sementara kamu justru seperti terjebak dalam relasi yang serba salah? 

Jawabannya ada di hal-hal kecil yang tampak sepele—tapi ternyata menyimpan kekuatan sosial yang besar.

Berikut ini 5 prinsip sosial sederhana yang bisa mengubah caramu bersosialisasi dan memperbaiki hubunganmu dengan siapa pun.

  1. Bicara Seperlunya, Sisakan Ruang untuk Misteri

Orang yang terlalu banyak bicara, sering kali justru jadi pihak yang paling dirugikan. Saat kamu terus-menerus mengumbar cerita dan sisi dirimu, orang lain bisa langsung menilai dan mengunci persepsi mereka tentangmu. Tidak ada lagi kejutan, tidak ada lagi rasa penasaran.

Menjaga sisi misterius bukan berarti kamu harus terlihat angkuh atau tertutup, tapi kamu memberi dirimu ruang. Ingat: manusia cenderung tertarik pada hal-hal yang belum sepenuhnya mereka ketahui.

Diam pada momen tertentu justru menciptakan aura. Setiap kalimatmu akan terasa lebih berbobot.

Orang akan lebih menghargai apa yang kamu katakan karena kamu tak mengumbar segalanya.

Mereka yang bijak tahu kapan harus berbicara… dan kapan harus diam.

  1. Jangan Pamer, Jangan Mengangkat Diri Sendiri

Pamer adalah bentuk interaksi paling bodoh. Sekalipun hidupmu luar biasa hebat, selalu ada orang yang lebih kaya, lebih sukses, lebih menarik darimu.

Saat kamu pamer dan meninggikan diri, bukan rasa kagum yang kamu dapat, tapi bisa jadi… cibiran di belakang.

 Karena sifat dasar manusia itu begini:

Mereka membencimu saat kamu punya, dan menertawakanmu saat kamu tidak punya.

Orang yang benar-benar hebat tak perlu membuktikan diri lewat kata-kata.
Mereka tampil rendah hati, tapi kehadirannya terasa.
Nilai diri sejati terlihat dari tindakan, bukan ucapan.
Saat kamu belajar meredam ego dan tidak mencolokkan diri, justru saat itulah orang mulai menghormatimu.

  1. Jadi Pendengar yang Baik, Itu Nilai Sosial Tinggi

Mendengarkan adalah salah satu seni sosial tertinggi. Setiap orang ingin didengar, dipahami, dan dianggap penting.

Ketika kamu sungguh-sungguh mendengarkan, kamu membuat orang lain merasa dihargai. Dan itu—percaya atau tidak—akan langsung membangun kepercayaan dan kedekatan emosional.

Memberi ruang untuk orang lain bicara bukan berarti kamu lemah. Justru itu tanda kamu matang. Orang yang kuat tak perlu menginjak orang lain untuk merasa tinggi. Mereka tahu kapan harus mundur selangkah, demi menciptakan ruang aman bagi orang lain.

Kalau kamu bisa jadi pendengar yang baik, kamu bukan cuma dapat teman lebih banyak, tapi juga bisa terhindar dari konflik yang tak perlu.

  1. Banyak Membantu, Ciptakan Hubungan yang Saling Untung

Hubungan sosial yang bertahan lama bukan soal basa-basi. Itu soal pertukaran nilai.

Kalau kamu hanya bisa menerima tapi tak pernah memberi, cepat atau lambat orang akan menjauh. Tapi jika kamu tulus membantu, bukan karena pencitraan, melainkan karena paham bahwa membantu itu investasi sosial, maka kamu sedang membangun jaringan kepercayaan.

Relasi yang sehat adalah relasi yang saling menguntungkan. Bukan berarti kamu harus jadi “tukang bantu gratisan”, tapi kamu tahu kapan harus hadir dan kapan harus mendukung.

Saat kamu jadi orang yang bisa diandalkan—dan tahu cara berterima kasih—dunia akan memperlakukanmu dengan lebih ramah.

  1. Dari Hati ke Hati: Seni Bersosialisasi Adalah Latihan Seumur Hidup

Akhir kata, izinkan aku bicara dari hati ke hati: Bersosialisasi itu seni sekaligus latihan batin.

Kamu tak perlu menyenangkan semua orang. Tapi kamu bisa melatih dirimu untuk menjadi orang yang nyaman diajak bicara, nyaman diajak dekat.

Kuncinya adalah:

·        Bicara secukupnya

·        Tidak suka pamer

·        Pandai mendengarkan

·        Tahu cara memberi dan menerima

Kelihatannya sederhana, tapi dampaknya besar.

Dunia ini kadang memang keras—banyak yang tak senang melihat kita bahagia.
Tapi kamu bisa memilih untuk tidak terbawa arus itu.
Jadilah orang yang kuat tapi tak kasar.
Jadilah orang yang tak bisa diremehkan, tapi tetap bisa dipercaya.

Itulah kekuatan sejati dalam pergaulan. (jhn/yn)

13 Ribu Tentara Asing Ikut Perang, Ukraina Tak Lagi Sendirian, Perang Berlanjut hingga 2034?

EtIndonesia. Konflik Rusia-Ukraina kembali mengalami eskalasi dramatis. Dalam beberapa hari terakhir, Ukraina melancarkan serangan drone besar-besaran ke wilayah dalam negeri Rusia, menargetkan infrastruktur strategis seperti kilang minyak, pabrik militer, serta jalur logistik penting di selatan dan barat Rusia.

Serangan utama difokuskan ke kawasan Krasnodar, termasuk kota Sochi dan Adler, tempat kilang minyak milik Lukoil dan Rosneft dilaporkan meledak hebat. Ledakan itu bahkan terdengar hingga dekat Bandara Sochi, memicu kepanikan warga dan mengakibatkan pengungsian ke tempat perlindungan bawah tanah—sebuah pemandangan yang selama ini lebih sering terlihat di Ukraina, kini terjadi pula di jantung wilayah Rusia.

Ironisnya, sistem pertahanan udara canggih Rusia, S-400, gagal mencegat drone penyerang, dan malah secara tidak sengaja meluncurkan rudal ke kawasan pemukiman warga sipil. Situasi tersebut memperparah kondisi di beberapa kota, termasuk Kameshkovsk dan Nevinnomyssk, yang juga menjadi sasaran drone Ukraina.

Serangan lanjutan menyebabkan kerusakan parah di stasiun kereta, pabrik kimia Azot, serta fasilitas pembuatan mesiu di Tambov, yang semuanya dilaporkan mengalami ledakan bertubi-tubi dan kebakaran hebat.

Operasi Gabungan Udara dan Darat Ukraina

Tak hanya mengandalkan drone, Ukraina juga melibatkan jet tempur MiG-29 yang dilengkapi bom presisi buatan Prancis untuk menghantam markas komando Rusia di wilayah Bryansk, menyebabkan kelumpuhan sistem komunikasi dan kendali.

Di garis depan, drone Ukraina berhasil menghancurkan jembatan logistik Rusia dan kapal penyeberangan sungai di sektor timur, serta meledakkan rel kereta api di Rostov, wilayah vital militer Rusia. Sebuah pusat perbelanjaan yang diduga digunakan sebagai gudang peralatan drone turut terbakar.

Menanggapi serangan itu, militer Rusia mulai menggunakan bom elektromagnetik (EMP) di wilayah Kharkiv, yang mampu melumpuhkan perangkat elektronik dan menyebabkan cedera serius. Serangan udara Rusia juga kembali menghantam Odesa dan Zaporizhia, memperburuk krisis kemanusiaan yang sudah parah.

Upaya Perdamaian Gagal, Dukungan Internasional Mengalir

Perundingan damai antara Rusia dan Ukraina di Turki berlangsung singkat dan tanpa hasil berarti, selain pertukaran tawanan. Harapan akan gencatan senjata pun kembali meredup.

Sementara itu, dukungan militer dari negara-negara Barat terus mengalir. Amerika Serikat menyetujui empat paket penjualan senjata baru senilai total US$652 juta, mencakup sistem pertahanan udara, suku cadang artileri, dan perawatan kendaraan tempur berat. Ini menandai pergeseran kebijakan AS dari model bantuan penuh ke skema penjualan.

Jerman juga memperkuat komitmennya melalui perusahaan Hensoldt yang mengirim radar canggih TRML-4D dan SPEXER-2000 senilai €340 juta, serta memperluas produksi sistem pertahanan IRIS-T dan drone pengintai di Ukraina.

Lebih ambisius lagi, Jerman berencana memperbesar angkatan bersenjatanya menjadi 500.000 personel pada 2035, terbesar sejak Perang Dunia II. Negara tersebut juga tengah mengembangkan tank AI, robot tempur, dan drone mini pengintai. Beberapa robot pengangkut bahkan telah digunakan Ukraina untuk mengevakuasi prajurit dari zona pertempuran.

Krisis di Medan Tempur dan Ancaman Jangka Panjang

Di medan tempur, bentrokan sengit terjadi di Torske dan Lyman, di mana pasukan Rusia berusaha merebut permukiman sipil, tetapi digagalkan oleh drone penghancur Ukraina. Di Zaporizhia, brigade mekanis Ukraina berhasil memukul mundur konvoi Rusia.

Ukraina merebut kembali Desa Popivyar di Pokrovsk, menumpas pasukan khusus Rusia. Namun, laporan menyebut Rusia kini menguasai kota kecil di timur Pokrovsk, membuka jalur ke Sungai Kalmius dan mengancam desa Karmy.

Meski beberapa brigade elite Ukraina masih bertahan, rotasi pasukan menimbulkan kekhawatiran mengenai daya tahan militer. Di sisi lain, serangan balik Ukraina di barat Pokrovsk menewaskan lebih dari 300 tentara Rusia dan menghancurkan empat kendaraan lapis baja.

Untuk pertama kalinya, Ukraina juga melakukan penyebaran ranjau anti-personel dalam skala besar. Di sektor Druzhkivka, Rusia berhasil menduduki Desa Yablunivka setelah 45 hari perlawanan Ukraina mulai melemah akibat kelelahan.

Peringatan Analis dan Tren Partisipasi Internasional

Analis militer Igor Strelkov menilai Ukraina tengah menahan gempuran lokal sambil menyiapkan cadangan untuk kontra-serangan strategis berikutnya. Sementara itu, mantan panglima Ukraina Valerii Zaluzhnyi memperingatkan bahwa tanpa reformasi cepat di bidang taktik dan logistik, perang ini bisa berlangsung hingga tahun 2034.

Data terbaru menunjukkan bahwa dalam kurun waktu 24 jam terakhir, jumlah korban Rusia mencapai 980 orang. Total akumulatif korban tewas dan luka di pihak Rusia kini disebut melebihi 1.040.000 jiwa.

Video viral menunjukkan seorang relawan Australia bertempur bersama pasukan Ukraina di medan hutan. Tren partisipasi asing kian nyata. Kementerian Pertahanan Rusia mengklaim bahwa lebih dari 13.000 tentara bayaran asing telah bertempur di Ukraina, dengan hampir 6.000 di antaranya tewas. Daftar korban didominasi oleh warga negara Polandia, disusul oleh AS, Inggris, Kanada, Jerman, dan Prancis.

Meski angka tersebut diragukan banyak pihak dan bahkan disindir netizen sebagai data karangan, kehadiran relawan internasional menunjukkan bahwa Ukraina tidak berjuang sendirian. Bagi banyak orang di seluruh dunia, Ukraina adalah simbol dari negara yang sedang diinjak namun tetap bangkit melawan. (***)

Adik Perempuan Kim Jong Un yang Berpengaruh Menolak Tawaran Perundingan dari Presiden Baru Korea Selatan

EtIndonesia. Adik perempuan pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un yang berpengaruh menolak tawaran perundingan dari pemerintah liberal baru Korea Selatan, dengan mengatakan pada hari Senin bahwa Korea Utara tidak tertarik berunding dengan Korea Selatan, apa pun proposal yang diajukan oleh rivalnya.

Komentar Kim Yo Jong kembali menunjukkan bahwa Korea Utara, yang kini disibukkan dengan perluasan kerja samanya dengan Rusia, tidak berniat untuk kembali berdiplomasi dengan Korea Selatan dan AS dalam waktu dekat. Namun, para ahli mengatakan Korea Utara dapat mengubah arahnya jika merasa tidak dapat mempertahankan hubungan yang sama baiknya dengan Rusia ketika perang Rusia-Ukraina hampir berakhir.

“Kami sekali lagi menegaskan sikap resmi bahwa apa pun kebijakan yang diadopsi dan apa pun proposal yang diajukan di Seoul, kami tidak tertarik dan tidak ada alasan untuk bertemu maupun membahas masalah dengan Korea Selatan,” kata Kim Yo Jong dalam sebuah pernyataan yang disiarkan oleh media pemerintah.

Ini adalah pernyataan resmi pertama Korea Utara mengenai pemerintahan Presiden Korea Selatan, Lee Jae Myung, yang mulai menjabat pada awal Juni. Dalam upaya memperbaiki hubungan yang memburuk dengan Korea Utara, pemerintahan Lee telah menghentikan siaran pengeras suara anti-Pyongyang di garis depan, mengambil langkah-langkah untuk melarang aktivis menerbangkan balon berisi selebaran propaganda melintasi perbatasan, dan memulangkan warga Korea Utara yang terombang-ambing ke selatan dengan perahu kayu beberapa bulan sebelumnya.

Kim Yo Jong menyebut langkah-langkah tersebut sebagai “upaya tulus” oleh pemerintahan Lee untuk mengembangkan hubungan. Namun, dia mengatakan pemerintahan Lee tidak akan jauh berbeda dari para pendahulunya, dengan menyebut apa yang disebutnya “kepercayaan buta mereka” terhadap aliansi militer dengan AS dan upaya untuk “berkonfrontasi” dengan Korea Utara. Dia menyebutkan latihan militer musim panas Korea Selatan-AS yang akan datang, yang dipandang Korea Utara sebagai latihan invasi.

Korea Utara telah menghindari perundingan dengan Korea Selatan dan AS sejak diplomasi nuklir berisiko tinggi antara pemimpin Kim Jong Un dan Presiden Donald Trump gagal pada tahun 2019 akibat perselisihan mengenai sanksi internasional. Korea Utara sejak itu berfokus pada pengembangan senjata nuklir yang lebih kuat yang menargetkan para pesaingnya.

Korea Utara kini memprioritaskan kerja sama dengan Rusia dengan mengirimkan pasukan dan senjata konvensional untuk mendukung perangnya melawan Ukraina, kemungkinan dengan imbalan bantuan ekonomi dan militer. Korea Selatan, AS, dan negara-negara lain mengatakan Rusia bahkan mungkin memberi Korea Utara teknologi sensitif yang dapat meningkatkan program nuklir dan misilnya.

Sejak memulai masa jabatan keduanya pada bulan Januari, Trump telah berulang kali membanggakan hubungan pribadinya dengan Kim Jong Un dan menyatakan niatnya untuk melanjutkan diplomasi dengannya. Namun, Korea Utara belum menanggapi secara terbuka ajakan Trump tersebut.

Pada awal tahun 2024, Kim Jong Un memerintahkan penulisan ulang konstitusi untuk menghapus tujuan negara yang telah lama berjalan, yaitu penyatuan Korea secara damai, dan mengukuhkan Korea Selatan sebagai “musuh utama yang tak tergoyahkan.” Hal ini mengejutkan banyak pakar asing karena dianggap menghilangkan gagasan kenegaraan bersama antara kedua Korea yang terpecah belah akibat perang dan mengingkari impian lama para pendahulunya untuk mencapai Korea yang bersatu secara damai sesuai dengan keinginan Korea Utara.

Banyak pakar mengatakan Kim kemungkinan bertujuan untuk melindungi diri dari pengaruh budaya Korea Selatan dan memperkuat kekuasaan dinasti keluarganya. Sementara yang lain mengatakan Kim menginginkan ruang hukum untuk menggunakan senjata nuklirnya terhadap Korea Selatan dengan menjadikannya sebagai negara musuh asing, bukan mitra bagi potensi penyatuan yang memiliki rasa homogenitas nasional.(yn)

Kebakaran Hutan Melanda Prancis, Yunani Meminta Bantuan  Uni Eropa, Turki Pecahkan Rekor Suhu 50,5 Celcius

Pada Sabtu, 26 Juli, malam kebakaran hebat meluas ke kawasan resort pantai di Prancis selatan, memaksa para wisatawan di dua lokasi perkemahan dan sebagian warga setempat mengungsi. Sementara itu, gelombang panas di Yunani memicu kebakaran hutan yang menghancurkan rumah-rumah dan memaksa evakuasi warga, sehingga pemerintah Yunani meminta bantuan dari Uni Eropa untuk memadamkan api. Di Turki, suhu ekstrem 50,5°C tercatat di tenggara negara itu, mencetak rekor nasional baru.

EtIndonesia. Di wilayah Aude, Prancis—yang berbatasan dengan Spanyol—api mulai muncul pada Sabtu sore. Didukung oleh angin kencang, kobaran api melalap sekitar 600 hektare lahan.

Pihak berwenang mengerahkan sekitar 630 petugas pemadam kebakaran yang dibantu oleh lebih dari sepuluh pesawat pemadam. Kebakaran menghancurkan dua rumah dan sebuah gedung olahraga diubah menjadi tempat penampungan darurat.

Menurut tim jurnalis AFP, asap tebal akibat kebakaran menyebabkan kemacetan lalu lintas di jalan pesisir A9. Tiga petugas pemadam harus dirawat karena menghirup asap.

Pemerintah provinsi memerintahkan evakuasi dua lokasi perkemahan dan kawasan permukiman di daerah pesisir Port-la-Nouvelle.

Badan meteorologi nasional Prancis mengeluarkan peringatan oranye untuk wilayah Aude pada  26 Juli, memperingatkan risiko tinggi kebakaran akibat kondisi cuaca.

Yunani Minta Bantuan Uni Eropa

Dalam sepekan terakhir, suhu di Yunani sempat menembus 45°C, memicu kebakaran hutan di berbagai wilayah. Yang terparah terjadi di Desa Drosopigi, 30 km utara Athena, yang menghancurkan rumah-rumah dan memaksa evakuasi warga oleh polisi.

Juru bicara pemadam kebakaran, Vasileios Vathrakogiannis, mengatakan angin kencang memperparah kebakaran di sekitar Athena, lokasi-lokasi lain yang terbakar, serta wilayah Peloponnese di barat ibu kota.

Ia juga menyatakan bahwa angin kencang membuat api menyebar ke Pulau Kreta, Euboea, dan Kythera. Ia memperingatkan media: “Masa paling sulit masih akan datang.”

Karena cuaca yang sangat panas dan kering, banyak daerah berada pada tingkat peringatan kebakaran tertinggi, yaitu Level 5 (merah), yang berarti risiko kebakaran sangat tinggi.

Dalam 24 jam terakhir, tercatat 52 kebakaran hutan, 44 diantaranya telah berhasil dikendalikan.

Yunani telah meminta bantuan Uni Eropa melalui mekanisme RescEU, dengan permintaan enam pesawat pemadam untuk memperkuat upaya pengendalian api. Unit pemadam kebakaran dari Ceko telah bergabung dalam operasi bantuan dan mulai memadamkan api.

Menurut Reuters, di Desa Drosopigi terdapat beberapa pabrik bahan mudah terbakar, dan suara ledakan terdengar saat kebakaran terjadi. Sebanyak 145 petugas pemadam, 44 mobil pemadam, 7 helikopter, dan 10 pesawat dikerahkan untuk menangani kebakaran tersebut.

Di negara tetangga Albania, tercatat 26 kebakaran pada tanggal 26. Kebakaran di dekat kota Delvina di wilayah selatan sehari sebelumnya menyebabkan tiga orang luka-luka dan memaksa sekitar 2.000 warga mengungsi.

Rekor Suhu 50,5°C di Turki

Pada tanggal 25, ahli meteorologi dari Kementerian Lingkungan Turki mencatat suhu 50,5°C di kota Silopi, tenggara Turki, memecahkan rekor suhu nasional. Pernyataan resmi menyebutkan bahwa ada 132 stasiun cuaca yang mencatat suhu tertinggi baru untuk bulan Juli.

Kota Silopi terletak di provinsi Sirnak, hanya 10 km dari perbatasan Turki dengan Irak dan Suriah. Rekor suhu sebelumnya adalah 49,5°C yang tercatat pada Agustus 2023.

Beberapa wilayah di Turki juga sedang berjuang memadamkan kebakaran hutan. Kebakaran di wilayah utara Karabakh telah berlangsung selama empat hari, memaksa evakuasi warga desa.

Gelombang panas diperkirakan masih akan berlanjut selama beberapa hari ke depan. Beberapa pemerintah daerah telah mengumumkan pembatasan penggunaan air, termasuk di resor tepi laut Cesme dekat Izmir, Turki barat. (Hui/asr)

Banjir Bandang di Miyun, Beijing: Warga Lompat dari Jendela Saat Tengah Malam Demi Menyelamatkan Diri

Pada 26 Juli, terjadi hujan deras dan banjir bandang di distrik Miyun, Beijing. Air sungai meluap dan bendungan membuka pintu air. Arus deras banjir bandang menerjang ke dalam desa-desa, menghancurkan jembatan dan jalan. Rumah-rumah warga kebanjiran, memaksa mereka melompat keluar jendela tengah malam untuk menyelamatkan diri.

EtIndonesia. Laporan Badan Meteorologi Beijing menyebutkan, dari 26  Juli sore hingga 27 Juli dini hari, wilayah barat laut distrik Miyun diguyur hujan deras. Dalam waktu setengah hari, curah hujan maksimum melampaui 300 mm, mencapai tingkat badai ekstrem.

Pada 26 Juli malam, distrik Miyun segera mengeluarkan peringatan merah untuk hujan deras. Hujan tersebut menyebabkan banjir bandang dan longsor. Beberapa jalan di kota Shicheng, kota Fengjiayu, dan kota Bulaotun di distrik Miyun rusak parah diterjang banjir. Jembatan-jembatan putus dan sinyal jaringan di beberapa desa terputus.

Sebuah video menunjukkan bahwa di desa Banchengzi, kota Bulaotun, air banjir sangat deras, hingga pohon-pohon di jalan utama kota tumbang. Terdapat pula risiko longsor susulan dari lereng-lereng gunung di sekitarnya.

Seorang netizen Beijing bernama “Yili” mengunggah video pada  27 Juli  dan menyampaikan pesan :

“Desa Zhangjiafen di kota Shicheng, Miyun, mengalami banjir besar yang belum pernah terjadi dalam seratus tahun. Desa terendam, jembatan dan jalan rusak diterjang banjir. Semalam kami tidak tidur sama sekali, sempat dua kali melompat dan memanjat keluar lewat jendela. Terima kasih kepada tim penyelamat yang datang tepat waktu, akhirnya bisa lari menyelamatkan diri pagi ini,” ujarnya. 

Dalam video tersebut terlihat rumah warga kebanjiran, seluruh anggota keluarga sedang membersihkan air dan lumpur. Di depan rumah ditumpuk banyak karung pasir untuk menghalau air. Arus banjir mengalir deras tepat di depan pintu rumah.

Netizen Beijing lainnya, “Miyun Guoge,” juga mengunggah video pada 27 Juli yang menunjukkan bahwa permukaan air di Bendungan Miyun naik drastis, dan arus air menghancurkan jembatan.

“Habis sudah, jembatannya runtuh, tidak bisa pulang ke rumah.”

Dalam rekaman video terlihat beberapa tim penyelamat dan kendaraan terjebak di jalan akibat jalanan ditutup dan tidak bisa maju.

Pada hari yang sama, akun video radio Beijing “Beijing Time” melaporkan bahwa Bendungan Qinglongxia di perbatasan antara Miyun dan Huairou mulai membuka pintu air. Arus air sangat deras, beberapa jalan sudah terendam dan banyak jalur ditutup.

Seorang reporter di lokasi mengatakan bahwa Desa Dadi di dekat situ mengalami kerusakan yang sangat parah.

Banyak netizen Beijing mempertanyakan tindakan pembukaan pintu air bendungan yang menyebabkan warga di hilir terdampak:

“Kalau saja permukaan air bendungan rendah, hujan deras masih bisa ditampung. Tapi begitu pintu dibuka, siapa yang kena banjir?”

Tak hanya di distrik Miyun, banjir juga terjadi di distrik Huairou, Beijing. Seorang warga mengunggah video yang menunjukkan arus deras banjir bandang membawa batu besar masuk ke saluran pembuangan di depan rumah. Pemandangan sangat mengerikan.

Menurut prakiraan cuaca, pada 27 Juli, Miyun, Beijing masih akan diguyur hujan, bahkan beberapa wilayah diprediksi mengalami hujan lebat.

Banjir bandang di berbagai wilayah Beijing ini menarik perhatian luas. Pada akhir Juli 2023, distrik Fangshan dan Mentougou di Beijing pernah mengalami banjir bandang serius yang menyebabkan banyak korban jiwa dan kerugian harta benda yang besar.

Seorang netizen Beijing mengungkapkan bahwa banjir akibat hujan deras beberapa hari terakhir ini juga sangat parah:

“Tahun lalu atau dua tahun lalu yang kena di barat, yaitu Mentougou! Tahun ini malah di utara, Huairou dan Miyun!”  (Hui/asr)

oleh Luo Tingting / Wen Hui

Protes Rencana Menanam Padi Biosalin di Kawasan Kebun Raya Mangrove Surabaya

Surabaya – Rencana pemerintah kota Surabaya menjadikan kebun raya mangrove sebagai sumber alternatif pangan merupakan langkah positif. Namun yang perlu mendapat perhatian serius adalah rencana menanam padi biosalin di dalam kawasan kebon raya mangrove. Ekosistem hutan mangrove adalah labil sehingga sangat mudah mengalami gangguan. Dengan menanam padi di dalam kawasan hutan bisa saja akan menimbulkan dampak negatif bagi kestabilan ekosistem mangrove. Apalagi padi biosalin termasuk padi hasil rekayasa genetika. Benih padi hasil rekayasa genetika memang memiliki potensi manfaat, tetapi juga menyimpan beberapa kekhawatiran terkait dampak negatif terhadap kesehatan dan lingkungan.

Tanaman rekayasa genetika dapat mengancam keanekaragaman hayati tanaman dan hewan karena potensi persaingan dengan spesies alami dan perubahan ekosistem.

Beberapa pengalaman memasukan species baru dalam ekosistem berdampak bisa muncul dampak buruk. Pengalaman ketika Indonesia mengimpor bibit lamtorogun dari Philipina untuk penghijauan hutan, yang terjadi muncul hama kutu loncat karena di Indonesia tidak ada musuh alami. Kasus penanaman akasia utk mencegah kebakaran Savana di Taman Nasional sekarang jadi bumerang karena pertumbuhan akasia menutupi Padang rumput.

Hutan mangrove sebagai bahan pangan sebenarnya sudah dilakukan masyarakat bertahun-tahun atau bahkan ratusan tahun lalu. Misalnya Jenis Bogem (Soneratia caseolaris) orang Madura untuk rujakan dan sekarang banyak yang mengolah jadi sirup atau dodol. Jenis Bruguera gymnorhyza atau Avicenia bisa jadi tempung penganti beras atau gandum. Beberapa jenis lain juga diketahui berfungsi sebagai obat-obatan.

“Seharusnya pemerintah kota Surabaya fokus pada hal ini. Memaksimalkan jenis mangrove sebagai bahan pangan bukan menanam padi apalagi jenis rekayasa genetika. Dampak yang terjadi bisa tidak kita ketahui sekarang tetapi bisa terjadi dikemudian hari. Jika ingin mengembangkan padi jenis biosalin yang tahan salinitas itu bisa dilakukan di kawasan tambak atau sawah payau yang berada di luar kawasan hutan mangrove atau khususnya kebun raya yang sudah menjadi kawasan konservasi. Banyak lahan bersalinitas tinggi yang bisa menjadi tempat pengembangan sawah padi biosalin.” Jelas Hermawan some, Alumni Biologi Lingkungan FST Unair dan Koordinator Nol Sampah Surabaya.

Apa Itu Padi Biosolin? 

Indonesia sebagai negara agraris terus berinovasi dalam pengembangan varietas padi unggul untuk meningkatkan produktivitas pertanian. Salah satu terobosan terkini adalah Padi Biosolin, varietas padi yang diklaim tahan kekeringan, hemat air, dan berpotensi meningkatkan hasil panen. Berdasarkan penelusuran dari berbagai sumber, berikut adalah informasi terkini tentang Padi Biosolin dan perannya dalam mendukung ketahanan pangan nasional. 

Padi Biosolin merupakan varietas padi hasil pengembangan Balai Besar Penelitian Tanaman Padi (BB Padi) di bawah Kementerian Pertanian. Varietas ini dirancang khusus untuk daerah dengan keterbatasan air, seperti lahan kering atau daerah yang sering mengalami musim kemarau panjang. 

Hidup pada Hakikatnya Tak Lebih dari Sebuah Pencarian

EtIndonesia. Dunia ini begitu berwarna karena keberadaan yang beragam. Baik alam semesta maupun masyarakat manusia—semuanya mengikuti prinsip ini. Pemahaman tentang hidup pun demikian adanya. 

Setiap orang memiliki pandangannya masing-masing. Ada yang menganggap hidup sebagai perjalanan dan pengalaman—waktu mengalir seperti angin, hidup hanyalah tentang menikmati pemandangan dan merasakan momen, berputar-putar lalu berakhir. Ada pula yang menganggap hidup sebagai proses latihan dan perenungan—dunia ini ibarat mimpi, hidup hanyalah soal mendisiplinkan diri dan memahami kebenaran, penuh perenungan lalu usai. Ada pula yang memandang hidup sebagai perjuangan dan pengembaraan—samudra penderitaan tak bertepi, hidup hanyalah demi bertahan dan tetap hidup, sibuk terus seumur hidup.

Setiap pandangan tersebut menggambarkan sisi tertentu dari kehidupan, semuanya memiliki logika dan makna. Tapi menurutku, hidup pada hakikatnya tak lain dari sebuah pencarian. Entah itu pengalaman, pemahaman, perjuangan, atau pengembaraan—semuanya adalah bentuk pencarian: mencari mimpi dan harapan, arah dan tujuan, kebahagiaan dan makna, serta nilai dan kedalaman… Mencari orang yang paling kamu butuhkan atau yang paling membutuhkanmu, mencari hal-hal yang paling ingin kamu lakukan atau yang paling memerlukan kehadiranmu.

Semakin dewasa, kita semakin sering bertanya: Apa arti hidup ini sebenarnya?

Para filsuf mencoba memberi pencerahan. Aristoteles, filsuf Yunani kuno, percaya bahwa makna hidup terletak pada pencapaian “kebahagiaan” melalui kegiatan rasional yang mengarah pada kesempurnaan jiwa. Bagi Sartre, filsuf Prancis perwakilan eksistensialisme ateis, hidup tidak punya makna bawaan—manusia sendirilah yang memberinya makna lewat pilihan dan tindakan bebas. Tapi dalam absurditas itu, lahirlah tanggung jawab dan kecemasan.

Albert Camus berkata: “Karena hidup tidak punya makna, justru karena itulah hidup layak dijalani.” 

Dalam alam semesta yang absurd, manusia harus menciptakan nilai dengan melawan absurditas itu sendiri. Di sisi lain, Schopenhauer melihat hidup sebagai dorongan kehendak buta—ketika keinginan tak terpenuhi, timbul penderitaan; saat terpenuhi, muncullah kebosanan. Maka, seni, asketisme, dan kasih sayanglah jalan membebaskan diri.

Nietzsche yang mengumandangkan “Tuhan telah mati”, menyatakan bahwa makna hidup adalah menjadi manusia unggul—mengatasi moral tradisional, merayakan semangat dan kreativitas hidup, serta hidup seolah-olah akan diulang selamanya.

Russell, tokoh utama filsafat analitik, menulis: “Tiga gairah yang sederhana namun kuat telah mendominasi hidupku: cinta, pencarian ilmu, dan simpati terhadap penderitaan manusia.” 

Bagi Kazuo Inamori, tokoh manajemen Jepang, makna hidup ada pada peningkatan batin dan pemurnian jiwa—hidup untuk menyempurnakan hati.

Filsafat Timur juga menyuguhkan perspektif berbeda: Taoisme menekankan keselarasan dengan alam dan kebijaksanaan tanpa paksaan. Buddhisme memandang makna hidup dalam pembebasan dari penderitaan dan lingkaran kelahiran kembali, menuju pencerahan.

Filsafat memang tak memberi jawaban tunggal, tapi justru mengajari kita cara bertanya: Bagaimana pilihan, tindakan, dan keyakinanmu terhubung dengan lukisan besar hidupmu? Mungkin, pertanyaan tentang makna hidup itu sendiri adalah permulaan makna itu.

Maka, bagiku, hakikat hidup memang tak lebih dari sebuah pencarian.

Hidup ini bagaikan kilatan meteor, seperti matahari pagi yang terbit dan kembali tenggelam; seperti bunga yang hanya mekar sesaat, lalu layu seiring musim. Namun keinginan kita tak pernah sedikit. Duniawi, penuh nafsu dan kelekatan. Itu bagian dari gen kehidupan.

Di jagat raya yang luas, manusia, sebagai makhluk sosial, seperti bintang-bintang yang berpendar, masing-masing bergerak di orbitnya. Di dunia yang hiruk-pikuk ini, kita semua sibuk mengejar—mimpi, cinta, ambisi, kebahagiaan, makna… Setiap pencarian menyimpan denyut harapan dan getaran jiwa yang membentuk lukisan besar bernama kehidupan.

Lalu, apa sebenarnya yang kita cari?

Mencari Makna Diri: Kenapa Kita Hidup?

Hidup adalah rentang waktu dari lahir sampai mati—jarak yang harus kita tempuh sendiri. Sepanjang jalan itu, suasana hati yang naik turun adalah bagian dari pengalaman. Tapi, kita sering kehilangan arah dan merasa hampa karena tidak tahu untuk apa hidup ini dijalani.

Manusia, sebagai makhluk berpikir, justru karena itu rentan terhadap keresahan. Tapi pemikiran itu jugalah yang membawa kebahagiaan.

Hidup memang tak mudah. Tekanan hidup dan perbandingan sosial sering membuat kita lelah lahir batin. Tapi akar terdalamnya adalah kita belum benar-benar memahami apa itu hidup dan untuk apa kita hidup.

Kita adalah makhluk yang mau berjuang hanya jika merasa hidup ini bermakna.

Sayangnya, banyak orang lupa bahwa tak semua hal butuh makna. Bahkan hidup itu sendiri tak harus selalu berarti. Hidup hanyalah tumpukan pengalaman. Jika kamu mau, kamu bisa melakukan hal-hal yang tampak “tak berguna” seperti duduk menatap matahari terbit, menghitung bintang, berkeringat mendaki gunung impian, atau duduk diam seharian di padang rumput.

Pengalaman itulah yang menjadi makna.

Tak perlu membandingkan hidupmu dengan orang lain. Kita semua punya skenario hidup sendiri—entah itu pilihan pribadi atau takdir. Yang penting bukan menjadi siapa yang orang lain inginkan, tapi menjadi versi terbaik dari dirimu sendiri.

Karena kita semua hanya sekali datang ke dunia ini, dan hidup ini tak bisa diulang.

Makna, pada akhirnya, adalah sesuatu yang kita ciptakan sendiri.

Mencari Arah Hidup: Mau Hidup Seperti Apa?

Dalam tatanan semesta, hanya yang hidup yang punya tujuan. Tujuan adalah ciri dasar makhluk hidup. Maka setiap manusia pasti punya arah dan tujuan hidup, meski tak selalu terucap.

Tujuan itu bisa berbeda-beda, tapi umumnya terbagi menjadi tiga:

1. Menjaga dan meneruskan kehidupan.

2. Memenuhi keinginan dan kebutuhan.

3. Mengembangkan dan menyempurnakan diri.

Makhluk hidup secara naluriah ingin bertahan dan bereproduksi. Bahkan pohon pun menciptakan buah agar bijinya tersebar oleh hewan yang memakannya. Apalagi manusia.

Lalu, manusia juga memiliki keinginan—itulah yang membedakan kita dari makhluk lain. Tapi keinginan adalah pisau bermata dua. Schopenhauer mengatakan bahwa hidup kita seperti bandul yang terus berayun antara penderitaan dan kebosanan. Maka manusia perlu belajar mengendalikan hasrat, bukan menghapusnya.

Di level tertinggi, manusia berkembang lewat kesadaran diri. Dari semula hanya digerakkan oleh naluri, lalu mengenal sosial, menyadari kekurangan, dan akhirnya berupaya memperbaiki diri. Penyempurnaan diri ini melalui tiga tahap: meningkatkan potensi, mewujudkan diri, dan mencapai pencerahan diri.

Sehat dan Panjang Umur: Modal Utama Hidup yang Layak

Kesehatan bukanlah segalanya, tapi tanpanya segalanya jadi tak berarti. Dalam matematika kehidupan, jika kesehatan adalah angka “1”, maka karier, kekayaan, cinta, dan ketenaran adalah angka nol di belakangnya. Tanpa “1” itu, semua nol akan tak berguna.

Kesehatan adalah fondasi segalanya.

Dan umur panjang adalah cita-cita semua makhluk hidup. Bukan sekadar usia panjang, tapi hidup yang berkualitas—itu baru kemenangan sejati.

Cinta dan Hormat: Tali Kehidupan yang Menguatkan

Cinta adalah simpul yang menyatukan kita. Rasa hormat adalah benang yang membentuk martabat. Tanpa keduanya, hidup jadi hampa. Cinta dan hormat membuat hidup berwarna, hubungan antarmanusia menjadi dalam dan bermakna.

Keluarga adalah pelabuhan hati. Sahabat adalah bintang malam yang menyinari langkah kita. Dalam kebersamaan dan saling mendukung, hidup terasa utuh. Karena dicintai dan mencintai, dihargai dan menghargai—itulah sumber keindahan hidup yang sesungguhnya.

Pencapaian dan Kebanggaan: Jejak di Jalan Panjang

Prestasi adalah mercusuar yang membimbing arah kita. Setiap pencapaian, sekecil apa pun, adalah nyala obor dalam kegelapan keraguan. Ketika impian terwujud, rasa puas dan bangga jadi bahan bakar untuk terus melaju.

Dalam tiap langkah yang tertoreh, dalam tiap usaha yang tak sia-sia, kita menuliskan puisi kemenangan atas kehidupan kita sendiri.

Hidup adalah pencarian.
Mencari arah, mencari jalan keluar.
Mencari makna, mencari nilai.
Mencari orang yang kita cintai dan yang membutuhkan kita, serta hal-hal yang pantas kita perjuangkan.

Dalam perjalanan itu, hidup menemukan bentuknya.
Jadi… kalau kau bertanya, “Di mana jalan itu?”
Jawabannya ada di bawah kakimu.
Karena memang itulah hidup:
Hidup adalah sebuah perjalanan panjang untuk mencari—dan kita semua sedang mencarinya.(jhn/yn)

Trump Tekan Kamboja dan Thailand Capai Gencatan Senjata Lewat Negosiasi Tarif Bea Masuk

Pada  Sabtu (26 Juli), konflik bersenjata antara Thailand dan Kamboja memasuki hari ketiga. Angkatan Laut Thailand juga telah ikut serta dalam pertempuran di garis depan, menunjukkan bahwa eskalasi perang semakin serius. Pada hari yang sama, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengunggah beberapa pernyataan di media sosialnya, menyatakan bahwa ia sedang berbicara melalui telepon dengan para pemimpin kedua negara untuk mendorong tercapainya gencatan senjata dan perdamaian.

EtIndonesia. Pada  Sabtu 26 Juli, presiden Amerika Serikat Donald Trump menulis beberapa unggahan berturut-turut di platform media sosial “Truth Social”, menyebutkan bahwa ia baru saja melakukan panggilan telepon dengan Perdana Menteri Thailand dan Kamboja, dengan tujuan mendorong tercapainya kesepakatan gencatan senjata.

Trump berkata: “Saya akan segera menelepon pihak Thailand, dan saya telah selesai berbicara dengan pihak Kamboja. Selanjutnya akan ada diskusi lebih lanjut mengenai gencatan senjata berdasarkan tanggapan dari Thailand. Saya sedang mencoba menyederhanakan situasi yang sangat rumit ini!”

Trump secara khusus menekankan bahwa saat ini Amerika Serikat kebetulan sedang melakukan perundingan tarif bea masuk dengan kedua negara tersebut. Ia memperingatkan bahwa jika perang terus berlanjut, maka ia tidak akan menandatangani kesepakatan apapun dengan mereka. Trump menyatakan bahwa ia tidak ingin melihat korban jiwa akibat peperangan.

Trump menambahkan: “Setelah berbicara dengan kedua pihak, (mencapai) gencatan senjata, perdamaian, dan kemakmuran adalah hasil yang alami dari negosiasi ini. Kita akan melihat hasilnya dalam waktu dekat.”

Konflik ini berawal dari sengketa wilayah perbatasan yang telah lama diperdebatkan antara Kamboja dan Thailand. Perselisihan ini kemudian berkembang menjadi konflik bersenjata paling serius antara negara-negara Asia Tenggara dalam 13 tahun terakhir. 

Kedua pihak telah menggunakan jet tempur, peluncur roket multilaras, dan artileri berat. Hingga kini, lebih dari 30 orang tewas, termasuk 21 warga sipil, dan lebih dari 150.000 orang terpaksa mengungsi. (Hui/asr)

oleh jurnalis NTDTV Qiu Yue dan Jiang Diya – NTD

Serangan Pesawat Nirawak Ukraina Memaksa Rusia Membatalkan Parade Angkatan Laut Selama Kunjungan Putin

EtIndonesia. Pesawat nirawak Ukraina menargetkan St. Petersburg pada hari Minggu (27/7), kata otoritas Rusia, yang memaksa bandara ditutup selama lima jam saat Vladimir Putin memperingati Hari Angkatan Laut Rusia di kota itu, meskipun parade angkatan lautnya sebelumnya dibatalkan karena masalah keamanan.

St. Petersburg biasanya mengadakan parade angkatan laut berskala besar yang disiarkan televisi pada Hari Angkatan Laut, yang menampilkan armada kapal perang dan kapal militer yang berlayar menyusuri Sungai Neva dan dihadiri oleh Putin.

Tahun lalu, Rusia mencurigai adanya rencana Ukraina untuk menyerang parade kota tersebut, menurut televisi pemerintah.

Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov mengonfirmasi pada hari Minggu bahwa parade tahun ini telah dibatalkan karena alasan keamanan, menyusul laporan pertama pembatalannya pada awal Juli.

Putin tiba di markas angkatan laut bersejarah kota itu pada hari Minggu dengan kapal patroli cepat, dari sana dia mengikuti latihan yang melibatkan lebih dari 150 kapal dan 15.000 personel militer di Samudra Pasifik dan Arktik serta Laut Baltik dan Laut Kaspia.

“Hari ini kita memperingati hari libur ini di lingkungan kerja, kita sedang memeriksa kesiapan tempur armada,” kata Putin dalam pidato video.

Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan unit pertahanan udara menembak jatuh total 291 pesawat nirawak sayap tetap Ukraina pada hari Minggu, di bawah rekor 524 pesawat nirawak yang ditembak jatuh dalam serangan pada 7 Mei, menjelang parade Hari Kemenangan Rusia pada 9 Mei.

Alexander Drozdenko, gubernur wilayah Leningrad di sekitar St. Petersburg, mengatakan bahwa lebih dari sepuluh pesawat nirawak ditembak jatuh di wilayah tersebut, dan puing-puing yang jatuh melukai seorang wanita. Pada pukul 8:40 GMT pada hari Minggu, Drozdenko mengatakan bahwa serangan itu berhasil dihalau.

Bandara Pulkovo di St. Petersburg ditutup selama serangan tersebut, dengan 57 penerbangan ditunda dan 22 penerbangan dialihkan ke bandara lain, menurut sebuah pernyataan. Pulkovo kembali beroperasi pada hari Minggu.

Blogger Rusia, Alexander Yunashev, bagian dari kelompok wartawan resmi yang bepergian dengan Peskov, mengatakan Peskov telah memberitahunya bahwa penerbangan mereka dari Moskow ke St. Petersburg telah ditunda akibat serangan pesawat tak berawak selama 2 jam pada hari Minggu.(yn)

Tiga Distrik di Beijing Keluarkan Peringatan Merah Hujan Lebat, Data Beberapa Stasiun Cuaca Terputus 

Pada 26 Juli, hujan lebat hingga sangat lebat terjadi di beberapa distrik di Beijing. Tiga distrik—Yanqing, Huairou, dan Miyun—telah mengeluarkan peringatan merah hujan lebat. Beberapa data dari stasiun cuaca sudah terputus, sehingga sulit untuk memastikan curah hujan maksimum yang terjadi.

EtIndonesia. Dinas Meteorologi Distrik Yanqing pada 26 Juli pukul 23:22 waktu Beijing, memperbaharui peringatan hujan lebat menjadi peringatan merah, menyatakan bahwa saat ini dua stasiun di Distrik Yanqing mencatat curah hujan mencapai 150 mm. Diperkirakan, antara saat itu hingga 27 Juli  pukul 02:00, total curah hujan selama 6 jam di wilayah Shihai dan Zhenzhuquan bisa melebihi 150 mm.

Pada 26 Juli pukul 23:00, Distrik Huairou juga meng-upgrade peringatan hujan lebatnya menjadi peringatan merah, memperkirakan bahwa antara waktu tersebut hingga 27 Juli pukul 02:00, total curah hujan selama 6 jam di wilayah Huabei, Bohai, Yanqi, Jiuduhe, dan Liulimiaozhen bisa melebihi 150 mm.

Pada 26 Juli  pukul 21:06, Distrik Miyun juga mengeluarkan peringatan merah hujan lebat.

Menurut Dinas Meteorologi Beijing pada pukul 00:00 pada 27 Juli, dari pukul 10:00 pada 26 Juli hingga pukul 00:00  27 Juli, rata-rata curah hujan di seluruh kota Beijing adalah 15,9 mm. Curah hujan maksimum tercatat di Jiayu, Miyun, yakni 297,2 mm; sedangkan intensitas hujan tertinggi tercatat di Dongyu, Huairou, dengan curah hujan 95,3 mm dalam satu jam antara pukul 22:00–23:00 pada 26 Juli. Saat ini, wilayah Huairou, Miyun, dan Yanqing masih dalam status peringatan merah hujan lebat, dan wilayah Changping dalam status peringatan biru hujan lebat.

Akun Weibo “Pecinta Meteorologi” memposting pada  26 Juli bahwa dalam beberapa hari terakhir hujan deras mulai melanda wilayah Beijing-Tianjin-Hebei. Dua hari lalu terjadi di Yixian, Hebei; kemarin di Fuping, Hebei; dan malam ini di wilayah utara Beijing. Saat ini, pegunungan utara Miyun dan Huairou diguyur hujan lebat hingga sangat lebat. Di beberapa stasiun otomatis, curah hujan selama 3 jam mencapai 206,3 mm, dan curah hujan 24 jam menembus 300 mm.

Hujan lebat di daerah pegunungan utara Beijing malam ini sangat deras. Beberapa stasiun cuaca di Huairou dan Miyun mencatat curah hujan ekstrem dalam beberapa jam terakhir. Di Jiayu bahkan sudah melebihi 300 mm. Karena beberapa stasiun cuaca saat ini sudah tidak bisa diakses (putus data), maka curah hujan maksimum belum bisa dipastikan.

Dinas Hidrologi Beijing mengeluarkan peringatan kuning banjir pada 26 Juli pukul 23:00 tanggal , memperkirakan bahwa antara pukul 00:00–02:00 tanggal 27 Juli, debit air di Sungai Chaobai di titik Zhangjiafen bisa mencapai 1.300 meter kubik per detik, yang memenuhi kriteria peringatan banjir kuning.

Seorang netizen lokal menulis: “Saya rasa stasiun otomatis Zhujiaoyu, yang curah hujannya lebih besar, sudah hilang kontak.” “Waduk Miyun hampir penuh.”

 “Sepertinya mereka akan membuka pintu air.”

Dinas Perencanaan dan Sumber Daya Alam Cabang Miyun bersama Dinas Meteorologi Distrik Miyun pada 26 Juli pukul 21:00 secara bersama meng-upgrade peringatan risiko geologi menjadi merah, memperingatkan bahwa daerah pegunungan dan kaki bukit bisa terjadi bencana sekunder seperti banjir bandang, longsor, dan tanah amblas. Daerah dataran rendah juga mungkin mengalami genangan air. (Hui/asr)

Sumber : NTDTV.com

Warga Desa di Nanning, Guangxi, Tiongkok  Bentrok dengan Tim Penggusuran Paksa, Banyak yang Terluka

Warga desa di Kota Nanning, Provinsi Guangxi, Tiongkok, terlibat bentrokan hebat dengan aparat rezim partai Komunis Tiongkok yang berusaha merampas lahan mereka. Aksi tersebut bertujuan untuk melindungi tanah dan lingkungan mereka. Beberapa warga dilaporkan terluka dalam kejadian tersebut.

EtIndonesia. Laporan dari akun media sosial independen “Yesterday” yang memantau peristiwa sosial di Tiongkok, pada 24 Juli, warga Desa Huada, Kecamatan Baiji, Distrik Yongning, Kota Nanning, membawa tongkat kayu untuk melawan tim penggusuran yang terdiri dari aparat pemerintah, polisi, petugas keamanan, dan staf perusahaan pembangkit listrik tenaga angin. Terjadi bentrokan sengit, yang menyebabkan sejumlah warga luka-luka.

Dalam video terlihat beberapa pria desa membawa tongkat kayu melawan tim penggusuran. Namun, dari segi perlengkapan, jumlah personel, dan taktik, warga kalah dibandingkan pasukan polisi khusus (SWAT) milik rezim Tiongkok. Polisi khusus dilengkapi tongkat panjang dan tameng, serta menggunakan alat pemadam kebakaran untuk memukul mundur warga sambil maju dalam formasi barisan.

Video juga menunjukkan sejumlah warga desa yang terluka dan harus dilarikan ke rumah sakit. Ada yang mengalami luka di kepala dan ada pula yang punggungnya penuh memar.

Warga mengeluhkan bahwa pihak berwenang berusaha merampas tanah mereka untuk dipasangi instalasi pembangkit listrik tenaga angin, tanpa adanya kesepakatan apapun dengan warga sebelumnya. (Hui/asr)

Sumber : NTDTV.com

Mengapa Kamu Selalu Dirugikan dalam Hubungan Sosial? Belajar Menetapkan Batasan Adalah Bentuk Perlindungan Diri Tertinggi

EtIndonesia. Pernahkah kamu merasa selalu berada di posisi yang dirugikan dalam hubungan dengan orang lain? Sudah memberi banyak, tapi tak pernah mendapat respek yang layak?

Masalahnya bukan karena kamu kurang baik, tapi karena kamu belum pernah menetapkan batas yang jelas untuk dirimu sendiri.

Dalam setiap interaksi antarmanusia, selalu ada tarik-menarik yang halus. Kebaikan tanpa batas hanya akan mengundang tuntutan yang juga tanpa batas. Itulah realitanya.

01. Tetapkan Batasan Sejak Awal—Bahkan Sejak Pelanggaran Pertama

Bagaimana kamu bersikap saat batasmu pertama kali dilanggar, akan menentukan bagaimana orang lain memperlakukanmu selanjutnya.

Ketika seseorang mulai menguji kesabaran atau kelembutanmu, rasa tak nyaman yang muncul dalam hati sebenarnya adalah alarm peringatan. Tapi sayangnya, banyak orang memilih diam dan menenangkan diri dengan kalimat seperti,

“Sudahlah…” atau “Nggak usah dibesar-besarkan…”

Padahal, setiap kali kamu menoleransi pelanggaran kecil, kamu sedang memberi ruang untuk pelanggaran yang lebih besar di masa depan.

Ketakutan terbesar manusia adalah konflik. Kita takut dianggap sulit diajak kerja sama. Takut dijauhi. Tapi justru sebaliknya—orang yang tegas menetapkan prinsip justru lebih dihormati.

Ingat: siapa pun yang menjauh karena kamu punya batasan, sejak awal memang bukan orang yang layak ada dalam hidupmu.

02. Batasan yang Sehat Harus Dibarengi dengan Nilai Tukar

Hubungan yang sehat selalu dibangun di atas asas saling memberi. Jika kamu terus memberi tanpa meminta, atau hanya menuntut tanpa memberi, maka hubungan itu akan timpang dan lama-lama runtuh.

“Manisanmu” bisa berupa: keahlian profesional, dukungan emosional, atau nilai-nilai unik yang kamu miliki.
Tapi kamu juga harus punya “pisau”: prinsip yang kamu pegang teguh dan keberanian untuk berkata tidak.

Kebaikan tanpa batas adalah kebaikan murahan. Ibarat sampel makanan di supermarket—semua orang mencicipi, tapi tak ada yang benar-benar membeli.

Kalau kamu belajar memberi dengan jelas, tapi juga berani menyatakan kebutuhanmu sendiri, orang lain justru akan lebih menghargai hubungan itu. Ini bukan soal perhitungan—tapi inilah kecerdasan sosial paling mendasar di dunia orang dewasa.

03. Rutin Bersihkan Lingkaran Pertemananmu

Energi emosional kita adalah sumber daya yang terbatas.

Menghabiskannya untuk rekan kerja yang selalu mengeluh, “teman” yang suka merendahkanmu, atau keluarga yang hanya bisa menuntut tanpa berterima kasih—sama saja seperti menuangkan air ke dalam ember bocor.

Orang-orang seperti ini tak akan berubah meskipun kamu nasihati berkali-kali. Tapi mereka bisa perlahan menguras semangat dan kualitas hidupmu.

Jarak fisik adalah cara paling efektif untuk menetapkan batas. Daripada menguras tenaga mendidik orang yang tak mau belajar menghargaimu, lebih baik fokuskan waktu dan energi untuk mereka yang sudah tahu caranya.

Ketika kamu dikelilingi oleh orang-orang yang saling mendukung dan saling menghargai, kamu akan merasa bahwa menetapkan batas itu ternyata tidak sesulit yang kamu kira.  Kenapa? Karena orang yang benar-benar “klik” tidak perlu diingatkan berkali-kali soal batasan.

Menetapkan batasan bukanlah tanda kamu ingin mengatur orang lain, melainkan tanda bahwa kamu mencintai dirimu sendiri.

Batasan itu ibarat pagar tak terlihat yang melindungi wilayah pribadimu—mencegah orang lain masuk seenaknya, sekaligus memberi tahu orang yang tepat bagaimana mereka bisa dekat denganmu dengan cara yang sehat dan nyaman.

Ingat baik-baik:

Cara dunia memperlakukanmu sangat bergantung pada bagaimana kamu mengajarkan orang lain memperlakukan dirimu.

Mulailah hari ini.Jadilah pribadi yang lembut tapi punya batas yang jelas. Kamu akan merasakan hidup yang jauh lebih ringan, lebih damai, dan lebih bermartabat.(jhn/yn)