Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat Mengecam Rusia atas Penindasan terhadap Falun Gong

 Rusia  meningkatkan penindasannya terhadap kelompok ini seiring dengan semakin eratnya hubungan Moskow dan Beijing dalam beberapa tahun terakhir.

EtIndonesia. WASHINGTON — Pada 24 Juli 2025, Departemen Luar Negeri Amerika Serikat mengecam meningkatnya penindasan yang dilakukan otoritas Rusia terhadap Falun Gong, setelah seorang pengikut kelompok spiritual tersebut dijatuhi hukuman penjara selama empat tahun oleh pengadilan di Moskow.

“Amerika Serikat mengutuk tindakan pemerintah Rusia yang menyasar dan menindas anggota kelompok minoritas agama, termasuk para praktisi Falun Gong,” ujar juru bicara Departemen Luar Negeri kepada The Epoch Times.

 “Kami mendesak Rusia untuk menghormati hak setiap orang untuk menjalankan kebebasan beragama atau berkeyakinan. Semua kelompok agama minoritas seharusnya dapat menikmati kebebasan beragama dan berkumpul tanpa gangguan,” tegasnya. 

Sehari sebelumnya, pengadilan Moskow menjatuhkan hukuman penjara empat tahun kepada Natalya Minenkova, 47 tahun, karena perannya dalam organisasi lokal Falun Gong. Organisasi tersebut telah dinyatakan sebagai kelompok “tidak diinginkan” di bawah undang-undang kontroversial tahun 2015, yang menurut para pengkritik memungkinkan penuntutan bermotif politik terhadap organisasi nirlaba internasional.

Awal pekan ini, otoritas Rusia di Siberia menggerebek rumah seorang praktisi Falun Gong lainnya dan menyita telepon serta laptop milik orang tersebut.

‘Persekutuan dengan Iblis’

Peningkatan penindasan terhadap kelompok ini—yang telah mengalami penganiayaan parah di Tiongkok sejak 1999—terjadi seiring Moskow dan Beijing mempererat hubungan dalam beberapa tahun terakhir.

Anggota Parlemen Chris Smith (R-N.J.) berbicara selama konferensi pers tentang Hong Kong di House Triangle di Capitol Hill di Washington pada 19 November 2024. Madalina Vasiliu/The Epoch Times

Minenkova, seorang asisten manajer di perusahaan pemasok peralatan kedokteran gigi, telah ditahan sejak penangkapannya pada Mei 2024, beberapa minggu sebelum pemimpin rezim Tiongkok Xi Jinping mengunjungi Moskow.

Anggota Kongres AS Chris Smith yang menjabat sebagai wakil ketua Congressional–Executive Commission on China, mengatakan bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin dan Xi telah “memasuki pernikahan demi kepentingan bersama.”

 “Rusia bertindak atas perintah Partai Komunis Tiongkok, sebagaimana dibuktikan oleh penindasan terhadap seorang praktisi Falun Gong yang damai,” ujar Smith kepada The Epoch Times.

 “Putin telah membuat kesepakatan dengan iblis, yang merugikan rakyat Rusia—dan terhadap seorang warga Rusia yang tak bersalah, Natalya Minenkova.”

Ia meyakini bahwa kelak, “Rusia akan mendapati persekutuan pragmatis ini sebagai sesuatu yang tidak menyenangkan.”

Asif Mahmood, wakil ketua United States Commission on International Religious Freedom (USCIRF) mengatakan bahwa hukuman terhadap Minenkova dan para praktisi Falun Gong lainnya merupakan “contoh terbaru dari penindasan luas yang sepenuhnya tidak berdasar terhadap individu-individu yang dianggap tidak sejalan dengan kebijakan domestik atau luar negeri Rusia.”

Ia menyarankan agar Amerika Serikat kembali menetapkan Rusia sebagai “negara dengan perhatian khusus” (country of particular concern) dan menggunakan suaranya yang kuat untuk menyoroti penindasan terhadap kelompok agama di Rusia, termasuk para praktisi Falun Gong.

BACA JUGA : Rusia Penjarakan Praktisi Falun Gong Selama 4 Tahun di Tengah Menguatnya Hubungan dengan Beijing

BACA JUGA : (Eksklusif) Dalam Rapat Rahasia, Xi Jinping Menginstruksikan Strategi Baru untuk Menyerang Falun Gong Secara Global

BACA JUGA : Juru Bicara Falun Gong: Partai Komunis Tiongkok  Menerapkan Terorisme Transnasional

Delapan Orang Jadi Sasaran

Minenkova merupakan satu dari delapan praktisi Falun Gong yang menjadi sasaran penuntutan di bawah undang-undang tahun 2015. Berdasarkan hukum tersebut, Rusia juga menyatakan tujuh organisasi yang terkait dengan Falun Gong sebagai “tidak diinginkan”. Lima dari organisasi itu berbasis di Amerika Serikat.

Natalya Minenkova melakukan meditasi Falun Gong di Dendropark, Moskow, Rusia, pada 5 Juli 2022. The Epoch Times

Selain Minenkova, Zhu Yun dari Tomsk, Siberia, dijatuhi hukuman penjara tiga tahun pada 27 Juni karena keterlibatannya dengan salah satu dari tujuh organisasi yang menjadi sasaran, yakni World Organization to Investigate the Persecution of Falun Gong (WOIPFG) yang berbasis di AS—organisasi ini menyelidiki praktik pengambilan organ paksa di Tiongkok.

Pada November 2024, Oksana Shchetkina dari kota Pyatigorsk, Rusia selatan, dihukum penjara dua tahun karena keterkaitannya dengan organisasi nirlaba Friends of Falun Gong.

Tiga praktisi lain yang masih ditahan adalah Mikhail Antonenko dan Mikhail Sinitsyn dari Krasnodar—keduanya mendirikan Asosiasi Falun Dafa lokal mereka yang kemudian dibubarkan karena dikhawatirkan diproses hukum—dan Gennady Pavlovich Buslov dari Moskow.

Dua pria lainnya juga dihukum di Rusia karena mengikuti kegiatan yang berkaitan dengan Falun Gong. Ildar Maksinyaev, warga desa di Mordovia, dijatuhi hukuman kerja wajib selama 400 jam, dan Denis Shibankov dari kota timur laut Yaroslavl, dijatuhi hukuman 300 jam kerja wajib, yang kemudian dikurangi menjadi 80 jam oleh pengadilan banding.

Sekitar waktu yang sama dengan penangkapan Minenkova, polisi Moskow menggerebek beberapa rumah praktisi Falun Gong dan mempublikasikan penggerebekan itu di saluran Telegram resmi mereka. Dalam salah satu video, petugas terlihat menjatuhkan seorang pria muda ke tanah dan menindih punggungnya. Pria tersebut adalah saudara dari seorang praktisi Falun Gong.

‘PKT Takut Akan Hal Ini’

Dalam persidangan pada 23 Juli, Minenkova berbicara tentang bagaimana dirinya telah mendapatkan manfaat dari latihan Falun Gong selama satu dekade terakhir. Masalah perut, sakit tenggorokan, radang amandel kronis, serta hubungan buruknya dengan sang kakak perempuan—yang selama ini sering bertengkar—berangsur membaik.

Ia mengatakan bahwa ia berada di pengadilan bukan karena melakukan kejahatan apa pun, tetapi karena rezim Tiongkok memegang “tuas kendali” atas Rusia dan dapat, “melalui tangan aparat penegak hukum dan hakim,” menganiaya orang-orang tak bersalah jauh di luar perbatasan Tiongkok.

“Hari ini, saya duduk di kursi pesakitan, dan teman-teman saya sedang dalam penyelidikan di berbagai kota, karena kami menyuarakan kebenaran tentang penindasan terhadap Falun Gong. Dan PKT takut akan hal ini,” ujarnya.

Ia menutup pernyataannya dengan keyakinan akan prinsip moral universal:  “Ada satu prinsip di alam semesta: Kebaikan akan dibalas dengan kebaikan, dan kejahatan akan dibalas dengan hukuman. Prinsip ini berlaku, terlepas dari apakah kita mempercayainya atau tidak.” (***)

Sifat Manusia itu Tak Tahan Cobaan (Artikel Pilihan yang Layak Dibaca)

EtIndonesia. Di dunia ini, ada dua hal yang tak bisa ditatap langsung: Matahari, dan hati manusia.

Sebuah vas bunga, kelihatannya kokoh dan indah—tapi kita baru tahu seberapa rapuhnya saat vas itu terjatuh dan pecah. Sayangnya, pada saat itu keindahannya sudah tak lagi bisa kembali.

Manusia juga begitu. Hati manusia ibarat vas kaca yang rentan—tak bisa bertahan terhadap ujian atau godaan yang terlalu keras.

Seperti yang pernah dikatakan penulis Jepang terkenal, Higashino Keigo : “Ada dua hal di dunia yang tak bisa ditatap langsung: satu adalah Matahari, dan yang lainnya adalah hati manusia. Di hadapan hakikat manusia, kita semua hanyalah makhluk kecil yang tak berdaya.”

  1. Ujian Kesetiaan Berakhir pada Kehancuran

Sepasang suami istri muda hidup rukun dan saling mencintai. Namun sang istri masih menyimpan keraguan terhadap kesetiaan suaminya. Akhirnya, dia meminta sahabat wanitanya sendiri untuk “menguji” sang suami.

Di malam bulan purnama saat sang istri “pergi dinas luar kota,” si sahabat pura-pura “kebetulan bertemu” sang suami. Godaan pun terjadi. Akhir cerita: keduanya tidur bersama. Hasil dari ujian ini? Rumah tangga hancur.


Ujian tersebut bukannya menguatkan kepercayaan, tapi justru membongkar sisi rapuh dari manusia yang seharusnya tak pernah dibuka.

  1. Hadiah Rumah, Berujung Kekecewaan

Seorang bos pengembang properti ingin menghadiahi seorang karyawan setia dengan sebuah unit rumah sebagai bentuk penghargaan.

Dia membiarkan sang karyawan memilih sendiri dari deretan properti milik perusahaannya. Sang karyawan dengan penuh harapan memilih unit seluas 120 meter persegi.

Tapi si bos terkejut dan kecewa. Dalam benaknya, dia berharap sang karyawan memilih unit kecil 80 meter persegi saja, sebagai bentuk “kesadaran diri.”

Akhirnya, bos tersebut membatalkan niat awal dan hanya memberikan unit 80 meter itu. Karyawan merasa tidak dihargai dan memutuskan hengkang. Bos kehilangan pegawai terbaiknya.

Kadang, kita menguji orang lain dengan ekspektasi kita sendiri—bukan dengan keadilan. Dan saat hasil tak sesuai harapan, kita kecewa—padahal yang keliru adalah caranya sendiri.

  1. Seorang Guru Besar Menolak Menguji Hati Muridnya

Finsen, ilmuwan besar Denmark sekaligus peraih Nobel di bidang kedokteran, suatu hari ingin mencari penerusnya.

Dari banyak kandidat, dia memilih seorang dokter muda bernama Harry. Namun, asistennya bernama George ragu, takut Harry tak mampu bertahan dalam dunia riset yang sepi dan melelahkan.

George menyarankan: “Mari kita uji dia. Suruh seseorang menawarinya pekerjaan dengan gaji besar. Kalau dia menolak, berarti dia layak jadi murid Anda.”

Namun Finsen dengan tegas menolak: “Jangan berdiri di atas menara moral lalu menghakimi orang lain. Jangan pernah menguji hati manusia.  Harry berasal dari keluarga miskin. Wajar jika dia tergoda uang besar. Kalau kita sengaja memberi pilihan sulit, satu sisi kita beri godaan besar, sisi lain kita harapkan dia jadi malaikat—itu tidak adil.”

Akhirnya, Harry tetap diterima sebagai murid. Beberapa tahun kemudian, dia tumbuh menjadi ilmuwan ternama.

Saat dia tahu bahwa dulu Finsen pernah menolak untuk “menguji” dirinya, dia menangis: “Kalau waktu itu benar-benar diuji dengan uang besar, mungkin saya tak akan bisa menolaknya… karena ibu saya sakit keras dan adik-adik saya masih perlu biaya sekolah. Dan saya tak akan menjadi seperti sekarang.”

Kadang, yang membuat seseorang berhasil bukan karena dia hebat, tapi karena dia tak dijebak di saat paling lemah.

  1. Manusia Bukan Malaikat, Ujian Pasti Menyingkap Kekurangan

“Lapar dan syahwat adalah naluri manusia,” kata pepatah.

Kalau kamu tawarkan makanan lezat ke orang yang sedang kelaparan, kamu pasti tahu hasilnya.

Tidak ada manusia sempurna. Semua punya kelemahan. Kalau kamu terus menerus menguji cinta pasanganmu, menguji kesetiaan sahabatmu, menguji loyalitas rekan kerja, cepat atau lambat, hubungan itu akan berkarat.  Akan pudar, dan kehilangan cahaya indahnya.

Karena manusia itu rumit—di dalamnya ada kebaikan, juga keinginan pribadi. Dan kalau kamu menguji dengan harapan hanya mendapatkan “hasil yang baik,” kamu akan kecewa. Itu hal yang sangat wajar.

Maka berhentilah menguji orang. Karena hakikat manusia memang tak tahan diuji.

Penutup:Percayalah, dan Jangan Sering Mencoba Menyeret Orang ke Jurang Godaan

Setiap ujian terhadap hati seseorang—entah itu godaan cinta, uang, loyalitas, atau niat baik—sebenarnya bukan sedang membuktikan nilai mereka. Tapi lebih sering membongkar kerapuhan yang seharusnya tidak kamu buka.

Kadang, mereka jatuh bukan karena mereka buruk. Tapi karena hidup sedang sangat berat, dan kamu malah menambah beban.

Jadi, kalau kamu benar-benar peduli pada seseorang—percayai mereka.  Berikan ruang untuk mereka tumbuh, bukan jebakan untuk mereka tergelincir.

Dan ingatlah, seperti kata bijak: “Yang paling sulit dilihat bukanlah kebenaran, tapi isi hati manusia.” (jhn/yn)

Situasi di Wilayah Selatan Masih Bergejolak, Suriah dan Arab Saudi Teken 47 Kesepakatan Kerja Sama

EtIndonesia. Pada  Kamis (24/7/2025), setelah Hamas menanggapi proposal gencatan senjata selama 60 hari di Gaza, delegasi perunding Israel telah kembali ke negaranya. Meskipun situasi di wilayah selatan Suriah masih bergejolak, Arab Saudi dan Suriah berhasil menandatangani 47 perjanjian kerja sama dengan total nilai investasi lebih dari 6 miliar dolar AS, membuka babak baru bagi pembangunan kembali Suriah pasca perang.

Pada hari yang sama, operasi militer Israel di Gaza masih berlangsung. Asap tebal terlihat membumbung di wilayah utara Gaza.

Di pagi hari, setelah Hamas memberikan tanggapan terhadap “proposal gencatan senjata 60 hari”, para perwakilan Israel segera kembali ke Israel.

Setelah itu, kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengeluarkan pernyataan singkat yang menyampaikan rasa terima kasih kepada Utusan Khusus AS untuk Timur Tengah, Steve Witkoff, serta mediator dari Qatar dan Mesir, namun tidak memberikan rincian lebih lanjut.

Pada  Kamis, di ibu kota Suriah, Damaskus, berlangsung Forum Investasi Suriah-Arab Saudi. Dalam forum tersebut, Arab Saudi menyatakan akan menanamkan investasi senilai sekitar 3 miliar dolar AS di Suriah, sebagai bagian dari total nilai perjanjian lebih dari 6 miliar dolar.

Menteri Investasi Arab Saudi, Khalid Al-Falih, menyampaikan: “Dalam forum ini, kami akan menandatangani 47 perjanjian dan nota kesepahaman, dengan total nilai diperkirakan mencapai 24 miliar riyal Saudi.”

Kesepakatan tersebut mencakup berbagai sektor, termasuk properti, telekomunikasi, dan keuangan. Hal ini menandai langkah penting bagi Suriah dalam proses rekonstruksi pasca perang.

Pada hari yang sama, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio, bertemu dengan Menteri Luar Negeri Yordania, Ayman Safadi, di Washington. Sebelumnya, dengan mediasi Amerika Serikat dan Yordania, Israel dan Suriah telah menyepakati gencatan senjata, namun situasi di selatan Suriah tetap tidak stabil.

Presiden sementara Suriah, Ahmed Al-Sharaa, mendesak klan Badui  agar mematuhi perjanjian gencatan senjata dan mengakhiri konflik.

Pada  Kamis, beberapa bus terlihat melewati pos pemeriksaan menuju kota Sweida untuk mengevakuasi warga sipil.

Sebuah rumah sakit di Sweida melaporkan bahwa sejak pecahnya konflik, mereka telah menerima lebih dari 500 jenazah korban tewas.

Sehari sebelumnya, televisi nasional Iran melaporkan bahwa sebuah helikopter militer Angkatan Laut Iran terlibat konfrontasi dengan kapal perang Amerika Serikat di Teluk Oman.

Menurut laporan tersebut,  Iran mengirimkan helikopter untuk menghadang kapal perusak USS Fitzgerald milik Angkatan Laut AS yang mendekati wilayah perairan Iran. Akhirnya, kapal perang AS mundur ke arah selatan.

Saat ini, belum jelas seberapa dekat kapal perang AS tersebut dengan wilayah perairan Iran saat kejadian berlangsung. (Hui/asr)

oleh Zhao Fenghua, NTDTV.com

Mengapa Pentagon Begitu Sibuk di Pasifik? Kapal Selam, Rudal Tomahawk, dan Rencana Besar Lawan PKT

EtIndonesia.  Militer Amerika Serikat semakin memperkuat kehadirannya di kawasan Indo-Pasifik dengan langkah-langkah strategis yang mencuri perhatian dunia. Pada 24 Juli 2025, sejumlah media utama AS melaporkan bahwa dalam bulan ini saja, Angkatan Laut AS telah memindahkan dua kapal selam nuklir ke Hawaii. Kapal selam kelas Virginia, USS Indiana, yang memiliki kemampuan siluman dan persenjataan canggih, tiba di Hawaii, menyusul USS Toledo yang datang lebih awal di bulan yang sama.

Tujuan Utama: Menahan Gerak Tiongkok

Langkah ini diambil sebagai bentuk antisipasi terhadap meningkatnya dinamika di Asia Timur, khususnya menyikapi kemungkinan perubahan kepemimpinan dan kebijakan di Partai Komunis Tiongkok (PKT). Para analis menilai, pemimpin baru PKT kemungkinan akan menggunakan provokasi eksternal, seperti isu Taiwan, untuk membangun legitimasi kekuasaan. Amerika pun bergerak cepat, tidak hanya dengan pengerahan kapal selam, tetapi juga memperkuat kehadiran pasukan khusus di Pulau Kinmen, wilayah strategis dekat Taiwan.

Kekuatan Kapal Selam AS

Menurut laporan dari Newsweek dan Stars and Stripes, USS Indiana memiliki dua tabung peluncur besar yang masing-masing dapat menampung enam rudal jelajah Tomahawk. Rudal ini mampu menempuh jarak hingga 2.500 kilometer dan menyerang sasaran dengan tingkat akurasi yang sangat tinggi, sehingga bisa menjangkau fasilitas militer penting di pesisir tenggara Tiongkok maupun mendukung operasi militer di sekitar Taiwan.

Ancaman Eskalasi di Selat Taiwan

Yao Cheng, mantan perwira staf di Markas Besar Angkatan Laut Tiongkok, mengungkapkan bahwa menjelang pergolakan politik di Beijing, sebanyak 26 pesawat militer Tiongkok melakukan aksi intimidasi ke Taiwan, 24 di antaranya melintasi garis tengah Selat Taiwan. Dia menilai, pasca pembentukan kepemimpinan baru Komisi Militer PKT, risiko terjadinya konflik terbuka, bahkan invasi ke Taiwan, tetap ada. Namun, menurutnya, AS telah menunjukkan sinyal pencegahan yang sangat tegas.

Aliansi Militer Semakin Solid

Sebagai bagian dari strategi defensif, pasukan khusus AS dengan kekuatan 500 personel kini secara resmi ditempatkan di Kinmen, sebuah fakta yang dibenarkan oleh pejabat AS dan Taiwan serta diberitakan secara terbuka oleh media. Selain itu, militer AS di kawasan Pasifik juga memperkuat struktur komandonya dengan membentuk Pacific Multi-Domain Command dan Japan Multi-Domain Command, demi meningkatkan kapabilitas operasi gabungan.

Hawaii Jadi Benteng dan Pusat Logistik

Menurut analisis acara “Key Moments”, posisi strategis AS saat ini adalah menggunakan seluruh kekuatan militer untuk menjaga stabilitas kawasan, terlepas dari siapa pemimpin baru di Tiongkok. Hawaii kini menjadi benteng pertahanan lapis kedua sekaligus pusat logistik utama Angkatan Laut AS di Indo-Pasifik, menopang operasi di Guam, Philipina, Jepang, dan sekitarnya. Hal ini meningkatkan sinergi dan respons cepat jika terjadi krisis.

Latihan Perang Multinasional dan Sinyal ke Beijing

Kolumnis Reuters, Epps, pada 25 Juli 2025 menyoroti latihan perang gabungan bertajuk “Sabre Guardian” yang melibatkan 35 ribu personel militer dari 19 negara. Latihan ini mengirim pesan tegas ke Tiongkok bahwa jika terjadi invasi ke Taiwan, Tiongkok tidak hanya akan menghadapi Amerika, tetapi juga aliansi global yang kuat dan terlatih. Wakil Komandan Komando Pasifik AS, Woll, menjelaskan, latihan Sabre Guardian didesain untuk meningkatkan kesiapan menghadapi krisis dan mencegah potensi konflik di kawasan Pasifik. Militer Australia turut menegaskan, latihan ini sangat penting demi menjaga stabilitas Indo-Pasifik.

Latihan besar ini mencakup simulasi penggunaan rudal jarak jauh dan senjata canggih di berbagai lokasi, termasuk pangkalan, gudang senjata, dan medan latihan utama. Jika latihan serupa dilakukan lebih dekat dengan Tiongkok, hal itu dapat dilihat sebagai bentuk eskalasi militer.

Pendalaman Aliansi AS, Jepang, Korea Selatan, dan Inggris

Tak hanya latihan militer, pejabat senior AS juga melakukan kunjungan intensif ke Korea Selatan dan Jepang, mendiskusikan kesiapan galangan kapal besar kedua negara dalam mendukung operasi militer AS di masa krisis, terutama jika konflik Taiwan meletus. Langkah ini menunjukkan komitmen Pentagon untuk membangun aliansi nyata, bukan sekadar hubungan simbolis, agar Amerika dan sekutunya memiliki banyak opsi taktis menghadapi berbagai skenario.

Kolaborasi Global: Australia, Inggris, dan Perjanjian AUKUS

Pada 25 Juli 2025, Menteri Luar Negeri dan Menteri Pertahanan Australia bertemu dengan Menlu dan Menhan Inggris di Sydney, mendiskusikan kerjasama strategis di Indo-Pasifik. Analis dari Australian Strategic Policy Institute menyebut, kolaborasi ini sangat sejalan dengan kepentingan Eropa, mengingat Beijing terus memperkuat relasi dengan Rusia dan Korea Utara—dua negara yang juga dipandang sebagai ancaman oleh NATO.

Komitmen Inggris diperkuat dengan kedatangan kelompok tempur kapal induk ke kawasan dan perjanjian AUKUS, di mana AS menjanjikan penjualan kapal selam nuklir ke Australia, serta kerja sama pengembangan kapal selam serang generasi baru bersama Australia dan Inggris. Pada 26 Juli, Australia dan Inggris resmi menandatangani perjanjian produksi kapal selam, yang dipandang sebagai tonggak terpenting sejak Federasi Australia.

Keamanan Indo-Pasifik dan Eropa Kini Saling Terkait

Kementerian Pertahanan Inggris menegaskan, perjanjian ini akan mendukung program kapal selam Inggris hingga 50 tahun ke depan dan komitmen untuk Australia adalah mutlak. Era baru telah dimulai: keamanan Indo-Pasifik dan keamanan Eropa-Atlantik kini dianggap saling terhubung dan tidak bisa dipisahkan, menandai babak baru kerja sama pertahanan lintas benua untuk menanggapi tantangan global dari Tiongkok dan sekutunya.

Tak Ada Tanda-tanda Gencatan Senjata dalam Perundingan Damai Rusia-Ukraina, Pertemuan  yang Diusulkan Ukraina Mungkin Tak Akan Terjadi

Putaran ketiga perundingan damai antara Rusia dan Ukraina yang digelar di Turki pada Rabu 23 Juli, hanya berlangsung kurang dari sejam dan berakhir tanpa hasil. Ukraina berharap dapat mengadakan pertemuan antara para pemimpin kedua negara sebelum batas waktu gencatan senjata yang ditetapkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, yaitu akhir Agustus. Namun demikian, harapan tersebut belum mendapat tanggapan positif dari Rusia. Hingga kini, belum ada terobosan nyata dalam upaya mencapai gencatan senjata.

EtIndonesia. Asap hitam membumbung di luar gedung apartemen, beberapa mobil hangus terbakar, dan warga berhamburan menyelamatkan diri.

Seorang warga Kharkiv, Oksana, mengatakan, “Bom menghantam gudang di sana. Kami tinggal di dekatnya. Astaga.”

Pada Kamis dini hari, bom luncur Rusia yang sangat dahsyat menghantam sebuah permukiman di Kota Kharkiv, kota terbesar kedua di Ukraina. Serangan ini menyebabkan sedikitnya 33 orang terluka, termasuk beberapa anak-anak dan seorang bayi berusia 28 hari.

Sementara itu, di selatan Ukraina, wilayah bersejarah pusat Kota Odessa juga diserang oleh drone Rusia. Pasar makanan Prevoz yang dikenal sebagai “Jantung Odessa” terbakar hebat, menyisakan kesedihan mendalam bagi warga setempat.

Di satu sisi, Rusia terus melancarkan serangan; di sisi lain, perwakilannya mengadakan pembicaraan damai dengan delegasi Ukraina di Istanbul. Namun, perundingan ini—yang baru pertama kali digelar dalam tujuh minggu terakhir—berlangsung hanya 40 menit dan berakhir tanpa kemajuan.

Masih tersisa lebih dari sebulan dari ultimatum 50 hari yang sebelumnya diberikan Presiden Trump kepada Rusia. Pada 14 Juli lalu, Trump memperingatkan Presiden Putin bahwa jika tidak ada gencatan senjata dalam waktu 50 hari, Amerika Serikat akan menjatuhkan sanksi berat.

Atas dasar itu, Ukraina mengusulkan agar pertemuan antara Presiden Zelensky dan Presiden Putin dapat digelar sebelum batas waktu tersebut sebagai langkah untuk benar-benar mengakhiri perang.

Ketua delegasi Ukraina, Rustem Umerov, menyampaikan, “Kami mengusulkan agar pertemuan antara para pemimpin digelar sebelum akhir Agustus. Kami siap melakukan gencatan senjata dan memulai perundingan damai yang substansial.”

Namun, Rusia menanggapi bahwa pertemuan antar pemimpin hanya bisa dilakukan untuk menandatangani kesepakatan akhir, setelah semua isu utama sudah disepakati sebelumnya.

Seperti telah diprediksi oleh banyak pihak, putaran ketiga perundingan ini kembali gagal menghasilkan kemajuan konkret terkait gencatan senjata.

Ketua delegasi Rusia, Vladimir Medinsky, hanya menyatakan bahwa “Kami sepakat untuk dalam waktu dekat menukar setidaknya 1.200 tawanan perang di antara kedua pihak.”

Pada hari yang sama dengan perundingan, kelompok tawanan perang terbaru dari Ukraina dan Rusia telah kembali ke negara masing-masing.

Sementara itu, pada Rabu di Kyiv, Ketua Komite Urusan Luar Negeri Parlemen Ukraina, Oleksandr Merezhko, bertemu dengan anggota parlemen Inggris sekaligus mantan pemimpin Partai Konservatif, Iain Duncan Smith. Pertemuan itu berfokus pada dukungan Tiongkok terhadap Rusia.

Keduanya sepakat bahwa Partai Komunis Tiongkok (PKT) telah menopang ekonomi Moskow, memungkinkan Rusia terus melanjutkan perang. Mereka menekankan pentingnya memperketat sanksi terhadap entitas yang terkait dengan PKT. (Hui/asr)

oleh Yi Jing – NTDTV

Batas Terakhir dari Hati Manusia: Tentang Prinsip, Martabat, dan Harga Diri

EtIndonesia. Dalam hidup ini, ada hal-hal yang patut dilakukan, dan ada pula yang pantang dilakukan. Apa yang bisa kita kerjakan dan apa yang sebaiknya tidak kita lakukan—semuanya harus ada pertimbangan dalam hati. Karena hidup yang kokoh dan bermartabat, bergantung pada batas-batas yang kita jaga.

Bagaimana seseorang bisa berdiri tegak dalam hidup, tanpa mudah tergoyahkan?

Batasan (bottom line) adalah fondasi kehidupan manusia—inti dari cara kita berinteraksi dengan dunia. Orang yang menjunjung prinsip hidup akan bertindak jujur dan mendapat respek. Sementara yang hidup tanpa batasan, cepat atau lambat akan terlihat belangnya.

Maka, satu-satunya jalan agar bisa bertahan lama dalam kehidupan adalah: jangan melanggar batas prinsip hidupmu.

  1. Sekalipun Miskin, Jangan Menipu Teman

Dalam hidup ini, banyak hal bisa dikesampingkan—tapi tidak dengan kejujuran.

Hanya dengan menjaga batas kejujuran, kita bisa menjadi manusia yang layak dihormati dan dipercaya. Orang yang berintegritas tidak akan mengkhianati teman hanya karena urusan sepele. Bagi mereka, hati nurani lebih berharga dari emas, dan reputasi lebih berat dari gunung.

Sebaliknya, orang yang tidak punya prinsip rela menyakiti siapa saja demi keuntungan pribadi. Bahkan sahabat sendiri bisa dijadikan korban.

Seperti dalam kisah fabel berikut:
 

Seekor keledai dan rubah bersahabat dan pergi berburu bersama.

Saat bertemu harimau, si rubah langsung melapor dan berkata : “Aku akan menyerahkan keledai padamu, asal aku selamat.”

Harimau menyetujui. Rubah pun menjerumuskan keledai ke dalam perangkap. Tapi begitu urusan selesai, harimau malah memakan rubah terlebih dahulu—lalu menyantap keledai.

Mengorbankan teman untuk keuntungan pribadi sama saja dengan menghancurkan masa depan sendiri.

Maka, seberapa pun sulit hidup ini, jangan sekali-kali merugikan sahabat. Daripada berpikir licik demi untung sesaat, lebih baik jujur dan tulus.  Nama baik yang dibangun perlahan akan menjadi pelindung seumur hidup.

  1. Sekalipun Waktu Lama Berlalu, Jangan Lupa Kebaikan Orang

Filsuf Jean-Jacques Rousseau pernah berkata: “Tanpa rasa syukur, tidak akan pernah ada kebajikan sejati.”

Seorang manusia yang baik, pasti tahu cara bersyukur:

·        Saat jatuh, dia tak lupa orang yang membantunya bangkit.

·        Saat gagal, dia ingat siapa yang setia menemani.

·        Saat berhasil, dia tetap menghargai mereka yang pernah membimbingnya.

Beberapa tahun lalu di Suzhou, seorang guru berusia 94 tahun mengalami cedera pinggul karena terjatuh dan harus dirawat. Tujuh muridnya yang sudah lanjut usia (rata-rata 73 tahun) secara sukarela mengatur jadwal bergantian untuk merawat sang guru setiap hari—menemani ngobrol, bermain catur, hingga melatih kaligrafi bersama.

Pengabdian mereka adalah bentuk penghormatan yang tumbuh dari lubuk hati.

“Setangkai bunga dibalas dengan serentetan buah,” begitulah ajaran dalam Kitab Puisi zaman dulu.

Sekecil apa pun kebaikan yang pernah kita terima, harus dibalas dengan hati yang tulus.
Itulah prinsip hidup. Itulah martabat sejati.

  1. Sekalipun Menderita, Jangan Kehilangan Harga Diri

Pepatah kuno mengatakan: “Jangan ubah prinsip hanya karena miskin, jangan goyah tekad hanya karena status rendah.”

Harga diri adalah landasan dasar dari integritas seorang manusia. Jika kamu kehilangan ini, maka kamu tak lebih dari rumput liar—tak berakar dan mudah diterbangkan angin.

Tapi jika kamu mampu menjaganya, kamu akan memancarkan kekuatan batin yang tak mudah digoyahkan.

Seperti tokoh sastra klasik Tao Yuanming, meski hanya seorang pejabat kecil di desa, dia tetap menjunjung harga diri.
 

Ketika atasannya menyuruhnya tunduk demi “uang lima gantang beras”, dia berkata tegas: “Aku tidak bisa menundukkan punggungku hanya demi beras pada orang rendahan!”

Akhirnya, cia meletakkan jabatan dan kembali hidup sebagai petani.

“Manusia harus punya tekad, bambu pun punya ruas.”

Hidup ini boleh susah, tapi jangan sampai kehilangan prinsip dan martabat.

Kemuliaan sejati adalah ketika kamu tetap tegak, meski dunia memaksamu berlutut.

  1. Sekalipun Berat, Jangan Bermain Licik

Di dunia nyata, banyak orang ingin sukses tapi enggan bekerja keras. Mereka terlihat rajin di permukaan, tapi sebenarnya malas dan hanya mengandalkan keberuntungan.

Tapi ingat: “Menang kecil karena cerdas, menang besar karena jujur.”

Hidup ini seperti ladang:

·        Tanpa menanam, jangan harap bisa memanen.

·        Semakin kamu mengandalkan trik dan akal-akalan, semakin besar kemungkinan kamu terjebak dalam tipu daya sendiri.

Ingat kisah Wang Xifeng dalam Dream of the Red Chamber? Dia sangat pintar dan licin, selalu tahu cara menghindari kerugian. Tapi pada akhirnya, nasib tragis tetap menimpa karena semua perhitungannya justru jadi bumerang.

Kesuksesan yang sejati tak lahir dari kecerdasan licik, tapi dari kerja keras dan ketulusan.

Hidup yang dijalani dengan jujur akan memberikan ketenangan hati—dan itulah keberhasilan yang paling berharga.

Penutup:Hidup Ini Tentang Menjaga Batas

Hidup ini memang penuh ujian. Tapi tetap ada prinsip yang tidak boleh ditawar:

·        Sekalipun hidup susah, jangan pernah menipu sahabat.

·        Sekalipun waktu berlalu, jangan lupakan kebaikan orang.

·        Sekalipun hidup berat, jangan hilangkan harga dirimu.

·        Sekalipun kerja melelahkan, jangan bermain curang.

Selama kamu menjaga hati tetap murni, prinsip tetap kokoh, maka hidupmu akan terasa lebih damai, lebih tenang, dan lebih berarti.

Hanya dengan teguh pada nilai-nilai, kita bisa berjalan jauh, hidup utuh, dan berdiri kuat di tengah dunia yang penuh perubahan ini. (jhn/yn)

KPPU Tetapkan Denda Empat Miliar Dalam Perkara Pengadaan Transportasi Darat Pemasokan Emu Proyek Kereta Cepat

0

Jakarta (23/07) – Komisi Pengawas Persaingan Usaha (“KPPU”) menjatuhkan total denda sebesar Rp4 miliar kepada PT CRRC Sifang Indonesia dan PT Anugerah Logistik Prestasindo karena terbukti melakukan persekongkolan dalam pengadaan transportasi darat untuk pemasokan Electric Multiple Unit (EMU) pada Proyek Jakarta Bandung High Speed Railways dengan nilai pengadaan sekitar Rp70,3 miliar. Putusan dibacakan dalam Sidang Majelis Pembacaan Putusan yang dilaksanakan kemarin (22/07) di Kantor KPPU Jakarta oleh Majelis yang dipimpin Ketua Majelis Aru Armando bersama Anggota Majelis Komisi Budi Joyo Santoso dan Gopprera Panggabean.

Perkara dengan Nomor 14/KPPU-L/2024 tentang Dugaan Pelanggaran Pasal 22 UU Nomor  5 Tahun  1999  terkait  Pengadaan Transportasi  Darat  untuk  Pemasokan  Electric Multiple Unit (EMU) pada Proyek Jakarta Bandung High Speed Railways Project ini bersumber dari laporan masyarakat. Perkara melibatkan dua Terlapor, yakni PT CRRC Sifang Indonesia sebagai Terlapor I (yang juga merupakan panitia tender) dan PT Anugerah Logistik Prestasindo sebagai Terlapor II. Objek perkara a quo adalah pengadaan transportasi darat untuk pemasokan Electric Multiple Unit (EMU) pada Proyek Jakarta Bandung High Speed Railways Project. Pengadaan tersebut meliputi keseluruhan kegiatan jasa untuk EMU, suku cadang, aksesori EMU (barang) setelah barang tiba di Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta, via pengangkutan laut, yaitu melakukan likuidasi bea cukai, pembongkaran muatan, pekerjaan pengangkutan darat untuk mengangkut barang dari Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta ke Depo Tegalluar, Bandung dan melakukan pembongkaran muatan sampai barang ditempatkan di rel yang telah ditentukan.

Dalam sidang yang dimulai sejak 13 Desember 2024, kedua Terlapor terbukti melakukan berbagai tindakan yang tidak jujur, yaitu melakukan tindakan kerja sama secara terang-terangan maupun  diam-diam  melakukan  tindakan  menciptakan  persaingan  semu terkait proses pengadaan perkara a quo, dan memfasilitasi terjadinya persekongkolan dalam rangka memenangkan Terlapor II. Kedua Terlapor terbukti melakukan perbuatan melawan hukum yaitu melakukan tindakan persekongkolan yang melanggar ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku yaitu Pasal 22 UU Nomor 5 Tahun 1999 dan menghambat persaingan usaha dengan melakukan pengadaan yang bersifat tertutup, tidak transparan dan diskriminatif. Sehingga mengakibatkan hilangnya potensi untuk mendapatkan harga yang kompetitif sesuai dengan tujuan pengadaan barang dan jasa.

Majelis Komisi berpendapat telah terjadi persekongkolan yang dilakukan Terlapor I dan Terlapor II dengan berbagai cara, antara lain menciptakan persaingan semu untuk mengatur dan/atau menentukan pemenang tender melalui proses pengadaan, fasilitasi Terlapor I atas Terlapor II melalui Penilaian Dokumen Penawaran yang tidak  sesuai dengan Dokumen Tender, dan Terlapor II melakukan kerja sama baik secara langsung maupun tidak langsung serta mendapatkan manfaat dari persekongkolan melalui komunikasi awal dengan Terlapor I.

Tindakan para Terlapor merupakan bukti bahwa para Terlapor tidak menerapkan prinsip dan mematuhi etika dalam Dokumen Tender dan telah terjadi persekongkolan melalui serangkaian tindakan yang mengistimewakan Terlapor II untuk memenangkan pengadaan perkara a quo.

Berdasarkan fakta dan bukti persidangan, Majelis Komisi memutuskan Terlapor I dan

Terlapor II terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar Pasal 22 Undang-Undang Nomor

5 Tahun 1999. Untuk itu, Majelis Komisi memutuskan PT CRRC Sifang Indonesia dan PT Anugerah   Logistik    Prestasindo   untuk   membayar   denda    masing-masing   sebesar

Rp2.000.000.000  (dua  miliar  rupiah),  yang  harus  disetorkan  ke  Kas  Negara  sebagai

pendapatan denda pelanggaran di bidang persaingan usaha. Pembayaran denda tersebut wajib dibayarkan selambat-lambatnya 30 (tiga puluh) hari sejak Putusan memiliki kekuatan hukum tetap (inkracht). Selain itu, Majelis Komisi juga memerintahkan kepada Terlapor I dan II untuk menyerahkan jaminan bank sebesar 20% (dua puluh persen) dari nilai denda ke KPPU paling lama 14 (empat belas) hari setelah putusan ini ditetapkan, jika mengajukan upaya hukum keberatan.

Dukung Masa Depan Pendidikan Indonesia, Tri dan 1.000 Guru Foundation Buka Akses Digital di Pelosok Negeri

Jakarta, 25 Juli 2025 – Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat atau IOH) melalui brand Tri melanjutkan komitmennya untuk mendukung masa depan digital Indonesia yang lebih inklusif. Melalui kampanye #MudahnyaKebaikan yang telah dilaksanakan pada periode bulan Ramadan 2025 lalu, Tri mengajak pelanggan berkontribusi dalam program Sedekah Kuota untuk memperluas akses internet bagi pelajar di wilayah terpencil.

Hasilnya, program ini berhasil mengumpulkan 375TB kuota dari donasi pelanggan Tri, yang kemudian dikonversi menjadi 1.000 unit router internet. Perangkat ini disalurkan ke lebih dari 400 sekolah di pelosok Indonesia melalui kerja sama dengan 1.000 Guru Foundation, organisasi sosial yang aktif menggabungkan kegiatan traveling dan pengajaran untuk menjangkau anak muda di daerah tertinggal.

Inisiatif ini lahir dari kesadaran bahwa kesenjangan digital masih menjadi tantangan di Indonesia. Saat ini, hampir 70% pengguna internet berada di wilayah perkotaan, sementara hanya 30% berasal dari pelosok. Tri hadir untuk menjembatani ketimpangan ini dengan menyediakan akses digital yang terjangkau dan merata.

“Akses digital adalah fondasi kemajuan. Melalui program ini, Tri ingin memastikan bahwa manfaat internet dapat dirasakan secara luas, terutama oleh generasi muda di daerah pelosok. Berkat kontribusi pelanggan dan kolaborasi bersama 1.000 Guru Foundation, inisiatif ini tidak hanya menghadirkan koneksi internet, tetapi juga membuka akses dan peluang digital yang berkelanjutan. Didukung dengan rangkaian produk Tri yang lebih hemat dan sinyal cepat, kami berharap kehadiran internet dapat membawa perubahan nyata dalam kehidupan sehari-hari mereka dan menjadi bekal menuju masa depan yang lebih baik” ujar Vivek Mehendiratta, Chief Marketing Officer Indosat Ooredoo Hutchison.

Senada dengan itu, Jemi Ngadiono, Founder 1.000 Guru Foundation, menyampaikan apresiasinya atas kolaborasi ini, “Kami bangga bisa berkolaborasi dengan Tri dalam menghadirkan akses pendidikan yang lebih setara. Dukungan pelanggan Tri terbukti bisa membawa dampak nyata bagi anak-anak di daerah terpencil.”

Sebagai brand yang dekat dengan generasi muda, Tri hadir dengan lebih hemat dan sinyal cepat-nya menawarkan berbagai paket isi ulang Happy dengan harga mulai dari Rp5.000. Paket ini dirancang untuk mendukung aktivitas digital sehari-hari tanpa mengorbankan gaya hidup anak muda.

Tri terus mendorong kolaborasi yang membawa dampak nyata bagi masyarakat. Melalui program seperti Sedekah Kuota, Tri membuktikan bahwa kontribusi kecil dari banyak orang bisa menghadirkan perubahan besar — membuka peluang, memperluas akses, dan mendukung masa depan pendidikan Indonesia yang lebih cerah.

Artotel Group East Java Berkolaborasi dengan BCAHadirkan Penawaran Eksklusif untuk Nasabah Setia 

0

Surabaya, 25 Juli 2025 – Artotel Group East Java hotel secara resmi berkolaborasi dengan BCA untuk menghadirkan berbagai penawaran eksklusif khusus bagi nasabah setia BCA. Kolaborasi ini diresmikan dengan kegiatan konferensi pers dengan mengundang 50 awak media pada 25 Juli 2025 bertempat di One Deck Gastropub.

Kolaborasi ini menghadirkan berbagai penawaran spesial yang ditujukan secara eksklusif bagi seluruh Card Holder BCA, mulai dari diskon menarik untuk pemesanan kamar, konsumsi F&B, hingga layanan laundry. Seluruh promo ini dapat dinikmati di jaringan hotel ARTOTEL Group East Java, yang meliputi:

  • ARTOTEL TS Suites Surabaya
    Diskon 10% untuk makanan & minuman ala carte tanpa minimum order
    Harga spesial tipe kamar Studio 40, Rp818.000 nett/malam termasuk sarapan untuk 2 orang dan free minibar

    ARTOTEL Cabin Bromo
    Diskon 5% dari Corporate rate untuk tipe kamar Cabin 30 & Cabin 53, termasuk sarapan untuk 2 orang, hanya berlaku untuk weekday.
    Harga spesial tipe kamar Cabin 20, Rp1.318.000 nett/malam termasuk sarapan untuk 2 orang

    DAFAM Pacific Caesar Surabaya
    Diskon 10% untuk makanan & minuman ala carte tanpa minimum order
    Diskon 10% untuk layanan laundry
    Harga spesial tipe kamar Deluxe Rp518.000 nett/malam termasuk sarapan untuk 2 orang

    MAXONE Dharmahusada
    Diskon 10% untuk makanan & minuman ala carte tanpa minimum order
    Harga spesial tipe Kamar Happines Rp428.888 nett/malam termasuk sarapan untuk 2 orang dan free minibar

    MAXONE Tidar Surabaya
    Diskon 10% untuk makanan & minuman ala carte tanpa minimum order
    Diskon 10% untuk laundry
    Harga spesial tipe kamar Happines Rp418.000 nett/malam termasuk sarapan untuk 2 orang

    Myze Hotel Sumenep
     Diskon 10% untuk makanan & minuman ala carte tanpa minimum order
     Harga spesial tipe kamar Studio 28, Rp618.000 nett/malam termasuk sarapan untuk 2 orang

    NITE & DAY Kedungdoro
    Diskon 10% untuk makanan & minuman ala carte tanpa minimum order
    Harga spesial tipe kamar Sunny Rp318.000 nett/malam termasuk sarapan untuk 2 orang

    NITE & DAY Gunungsari
    Harga spesial tipe kamar Night or Day room Rp 318.000 nett/malam termasuk welcome snack

Penawaran ini dapat dinikmati dengan melakukan pemesanan langsung ke masing-masing unit hotel, dengan pembayaran menggunakan Kartu Kredit BCA, QRIS via MyBCA , BCA Mobile, dan Kartu Debit BCA. Informasi lebih lanjut mengenai program serta detail promo dapat diakses melalui laman resmi www.bca.id/artotelsurabaya-info.

Teddy Patrick, S.E., M.Par., CHA, Regional General Manager ARTOTEL Group East Java, menyampaikan bahwa kolaborasi ini merupakan salah satu langkah ARTOTEL dalam memperluas akses masyarakat terhadap konsep hospitality yang memadukan seni, lifestyle, dan kenyamanan dalam sebuah pengalaman menginap yang tak terlupakan.

Dalam kesempatan ini, Julia Andriani, selaku Kepala Kantor Fungsional Perbankan Transaksi Surabaya BCA, menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan bentuk komitmen BCA dalam memberikan nilai tambah kepada para nasabahnya melalui kemitraan strategis bersama pelaku industri hospitality terkemuka.

Program ini berlaku hingga 30 Desember 2025, memberikan waktu yang panjang bagi para pemegang kartu BCA untuk menikmati pengalaman menginap dan layanan hotel yang eksklusif dan nyaman.

Dorong Inklusi Finansial Pengemudi, inDrive.Money Hadirkan Layanan Keuangan yang Relevan di Indonesia

0

Jakarta, 22 Juli 2025 — Permintaan akan layanan keuangan yang relevan dan terjangkau bagi pekerja sektor informal terus meningkat, terutama di kalangan pengemudi transportasi online. Menanggapi kebutuhan ini, pada Februari 2025, inDrive secara resmi luncurkan inDrive.Money di Indonesia sebuah inisiatif yang dirancang untuk mendukung stabilitas keuangan dan pertumbuhan jangka panjang para pengemudi.
Sejak diluncurkan, inisiatif ini mendapat sambutan yang sangat positif, terutama dari komunitas pengemudi inDrive yang telah merasakan langsung manfaat dari layanan keuangan yang disesuaikan dengan kebutuhan mereka di lapangan. Berdasarkan data internal, hingga 80% pengemudi inDrive yang menerima promosi layanan ini menyatakan ketertarikan, menunjukkan tingginya permintaan terhadap solusi keuangan yang lebih inklusif dan fleksibel.
Wahyu Ramadhan, Communication Manager inDrive Indonesia, menyampaikan pandangannya terkait peluncuran inDrive.Money. “Sejak inDrive.Money hadir di Indonesia, kami melihat semangat yang besar dari para mitra pengemudi. Respon positif ini menunjukkan bahwa mereka memang membutuhkan layanan keuangan yang mudah diakses dan cocok dengan kondisi mereka. Lewat kerja sama dengan Ammana, platform pinjaman syariah berbasis teknologi, kami ingin memberikan solusi keuangan yang tidak hanya jelas dan sesuai kebutuhan, tapi juga bisa membantu pengemudi memenuhi kebutuhan sehari-hari dan meraih kemajuan keuangan di masa depan.”
Pasar ride-hailing di Indonesia diproyeksikan tumbuh pesat, dari sekitar USD 2,67 miliar pada tahun 2023 menjadi lebih dari USD 4,66 miliar pada 2028, dengan tingkat pertumbuhan tahunan rata-rata sekitar 8,75% (Mordor Intelligence, 2024). Laporan dari Research and Markets juga memperkirakan nilainya bisa mencapai USD 4,41 miliar pada 2025 dan naik menjadi USD 6,26 miliar pada 2030.
Angka ini mencerminkan peluang besar bagi layanan keuangan digital yang dirancang khusus untuk pengemudi. Namun, banyak pengemudi masih kesulitan mengakses layanan keuangan formal karena keterbatasan riwayat kredit, dokumen pendukung, dan penghasilan yang tidak tetap. Akibatnya, mereka kerap mengandalkan platform alternatif seperti fintech berbasis dompet digital dan layanan pinjaman peer-to-peer.
Untuk menjawab kesenjangan ini, inDrive bekerja sama dengan Ammana platform fintech pinjaman syariah peer-to-peer asal Indonesia mengembangkan berbagai solusi keuangan berbasis teknologi yang mudah diakses, termasuk pendanaan mikro, pembiayaan kendaraan, asuransi mikro, hingga fitur Buy Now, Pay Later untuk kebutuhan operasional seperti bahan bakar dan perawatan kendaraan.
Model embedded finance semacam ini semakin penting seiring dengan meningkatnya digitalisasi dan penggunaan dompet digital. Ammana memperkirakan pertumbuhan yang signifikan di segmen ini, dengan proyeksi bahwa layanan keuangan untuk pengemudi online akan tumbuh lima kali lipat dalam lima tahun ke depan, melampaui pertumbuhan pasar pinjaman digital secara keseluruhan yang diperkirakan hanya akan meningkat dua kali lipat dalam periode yang sama.
Widji Tri Kusuma Adhi, Direktur Ammana, turut memberikan pandangannya terkait pengembangan inDrive.Money. “Mitra pengemudi transportasi digital merupakan bagian penting dari ekonomi digital Indonesia, tetapi banyak dari mereka masih kesulitan mendapatkan layanan keuangan yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Lewat kerja sama dengan inDrive, kami ingin memberikan layanan keuangan yang mudah dijangkau, sesuai prinsip syariah, jelas, dan aman. Tujuan kami adalah membantu para mitra ini menjadi lebih mandiri secara ekonomi, membuka peluang usaha, dan meningkatkan kesejahteraan mereka di masa depan.”
Akses terhadap layanan keuangan formal di Indonesia masih terbatas, dengan hanya 51% populasi yang memiliki rekening bank dan kurang dari 20% yang memiliki akses terhadap pendanaan tunai dari bank. Sebaliknya, pinjaman P2P mengalami pertumbuhan pesat dengan penetrasi pasar sebesar 10%, didorong oleh kebutuhan masyarakat yang belum terlayani oleh perbankan. Sekitar 60–70% peminjam P2P adalah pengguna berulang, mencerminkan ketergantungan tinggi terhadap solusi keuangan digital yang cepat dan fleksibel.
Mayoritas peminjam P2P berusia antara 19–34 tahun (51,5%), dengan perempuan mencakup lebih dari setengah (54,3%) dari total peminjam. Rata-rata nilai pendanaan juga meningkat, dari Rp3,5 juta pada 2019 menjadi Rp7,1 juta pada 2024.
Kebutuhan finansial pengemudi tidak hanya terbatas pada kredit jangka pendek, mereka juga membutuhkan akses terhadap tabungan, perlindungan penghasilan, dan perencanaan keuangan jangka panjang. Solusi seperti ini tidak hanya memberikan keamanan ekonomi, tetapi juga membuka peluang mobilitas sosial dari sekadar menjadi pengemudi menjadi pemilik usaha transportasi.
inDrive dan Ammana berkomitmen untuk menghadirkan layanan keuangan yang fleksibel, terjangkau, dan sepenuhnya mematuhi regulasi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia, serta menjamin perlindungan data pengguna yang kuat. Kolaborasi ini menegaskan pentingnya inklusi keuangan dalam mendukung kesejahteraan pekerja informal di Indonesia dan memperkuat peran mereka dalam pertumbuhan ekonomi digital nasional.

Apakah Seorang Wanita Itu “Bersih”? Jangan Tertipu oleh Penampilan Luar, Lihatlah dari Hal yang Satu Ini

EtIndonesia. Di kehidupan sehari-hari, tak sedikit orang yang mengira bahwa wanita yang “bersih” adalah mereka yang tampil rapi, berdandan cantik, dan berpakaian anggun. Tapi, setelah berinteraksi lebih lama, barulah terlihat perbedaannya—ada wanita yang riasannya sangat sempurna, namun perilaku dan tutur katanya membuat orang merasa tak nyaman; ada juga yang tampil sederhana, namun mampu menghadirkan rasa hangat dan nyaman di hati orang-orang di sekitarnya.

“Bersih” sejati bukanlah soal tampilan luar yang mengilap, melainkan cerminan karakter dan hati yang tertanam dalam diri. Apakah seorang wanita itu benar-benar “bersih”? Jangan hanya melihat dari dandanan dan penampilan luarnya. Lihatlah dari dua hal penting: batasan dalam sikap dan kebaikan hati.

Wanita yang “bersih” dalam dua aspek ini akan memancarkan aura yang membuat orang merasa tenang dan dihargai. Semakin lama bergaul dengannya, semakin terasa betapa berharganya kehadiran mereka. Itulah “bersih” yang sejati—yang mampu bertahan jauh lebih lama dibanding kecantikan fisik.

1. Bersih dalam Perilaku: Tahu Batas, Tahu Etika

Wanita yang bersih dalam bertutur dan bersikap, tahu bagaimana menjaga batas. Saat ngobrol bersama teman, dia tidak pernah membicarakan keburukan atau rahasia orang lain. Ketika mendengar gosip, dia hanya tersenyum, tidak ikut menambah-nambahi atau menyebarkannya.

Jika terjadi konflik di tempat kerja, dia tidak ikut berpihak atau membicarakan orang di belakang. Dia cukup berkata: “Setiap orang punya kesulitannya masing-masing,” dan mencoba meredakan ketegangan dengan empati.

Bahkan saat berbeda pendapat, dia memilih membahas isi persoalan tanpa menyerang pribadi, tanpa mengungkit masa lalu.Gaya bicaranya lembut, tapi tetap punya prinsip. Itulah yang membuat orang nyaman berada di dekatnya.

Wanita yang tahu batas dalam perkataan dan tindakan, adalah wanita yang menghormati orang lain. Dia paham bahwa “apa yang tidak kamu inginkan untuk dirimu, jangan lakukan pada orang lain.” Dia tidak menggunakan kata-kata untuk melukai, tidak menganggap membicarakan orang sebagai hiburan.

Inilah bentuk penghormatan yang lahir dari hati yang bersih. Wanita yang benar-benar bersih tahu kapan harus bicara dan kapan harus diam. Dia tidak ikut bergosip demi diterima, tidak berkata manis demi menyenangkan orang lain dengan kepalsuan. Batasan yang dia jaga dalam berkata dan bersikap, adalah cerminan dari kualitas jiwanya.

Sebaliknya, wanita yang hanya mengandalkan penampilan, tapi suka menggunjing dan menghakimi, meski secantik apa pun tetap terasa “murahan”. Sementara wanita yang bersih dalam perilaku, walau berpakaian sederhana, justru memancarkan pesona yang membuat orang menyukainya dengan tulus.

2. Bersih dalam Hati: Penuh Kebaikan dan Teguh dalam Prinsip

Wanita yang bersih hatinya, menyimpan kebaikan dalam tindakan kecil—tanpa harus memamerkannya. Saat melihat kucing liar, dia membelikan makanan. Saat melihat orang tua ingin menyeberang, dia segera menghampiri dan membantu. Dia tidak mengumbar kebaikan, cukup melakukan dengan tenang dan tulus.

Di tempat kerja, walau tak ada yang mengawasi, dia tetap bekerja dengan sungguh-sungguh. Dia tidak memotong jalan, tidak cari untung dengan cara licik. Dia percaya bahwa segala sesuatu harus dilakukan dengan hati dan nurani. Saat dihadapkan pada godaan materi, dia tetap berpegang pada prinsip. Tidak mengorbankan teman demi keuntungan pribadi, tidak menjatuhkan orang lain demi posisi atau pengaruh.

Wanita dengan hati yang baik akan memancarkan energi yang bersih. Kebaikannya bukan sesuatu yang dipaksakan, tapi sudah menjadi kebiasaan.Dia punya empati kepada yang lemah, dan mampu merasakan posisi orang lain. Kebaikan yang tulus seperti inilah yang mampu menyentuh orang, jauh lebih kuat dari segala kosmetik atau pakaian mahal.

wanita yang bersih dari dalam tahu batas dalam bertindak. Dia tahu mana yang pantas dan mana yang tidak, mana yang layak dilakukan dan mana yang harus dijauhi. Dia tidak akan mengorbankan prinsip hanya demi keuntungan sesaat.

Sementara itu, wanita yang hanya sibuk merawat tampilan luar tapi hatinya penuh siasat dan keegoisan, meskipun terlihat menarik, tetap terasa “keruh”.

Sedangkan wanita yang hatinya bersih, walau tanpa riasan dan gaya, justru terasa hangat dan bisa dipercaya. Dan “bersih” seperti inilah yang paling sulit ditemukan dalam hidup ini.

Penutup:

Apakah seorang wanita itu “bersih” atau tidak—jangan hanya lihat dari cara dia berdandan, lihatlah dari caranya berkata dan bersikap, serta sejauh mana kebaikan hatinya. Wanita yang bersih dari sisi ini, mungkin tidak memukau saat pertama dilihat, tapi semakin lama kamu mengenalnya, semakin kamu merasa bersyukur bisa dekat dengannya.

“Bersih” sejati adalah hasil dari ketulusan jiwa, kedewasaan sikap, dan hati yang penuh kasih. Bukan dari seberapa cantik wajahnya atau seberapa mahal bajunya.

Kalau kamu bertemu dengan wanita yang tutur katanya penuh rasa hormat, tindakannya punya batas, dan hatinya penuh kebaikan—diharap, jangan sia-siakan.

Karena wanita seperti itu bisa menularkan kehangatan dan ketenangan. Mereka akan membuat dunia sekitarnya terasa lebih bersih dan lebih indah.

Jadi, jangan lagi tertipu oleh penampilan luar. Lihatlah “kebersihan” seorang wanita dari kedalaman batinnya. Barulah kamu bisa menjalin persahabatan atau hubungan yang benar-benar layak untuk dijaga dan diperjuangkan.(yn)

Banjir Bandang Menerjang Beijing, Kota Zhuozhou di Hebei Kembali Terendam

Pada 25 Juli 2025, wilayah Beijing dan Hebei, Tiongkok  kembali dilanda hujan lebat. Beberapa bagian kota Beijing terendam banjir, sementara jalanan di Zhuozhou, Hebei berubah menjadi sungai, dengan banyak kendaraan terendam air. Bahkan ada jembatan yang putus akibat banjir.

EtIndonesia. Badan Meteorologi Beijing mengeluarkan peringatan kuning hujan lebat pada Kamis (24/7/2025), memperkirakan pada 24  Juli pukul 17:00 hingga  25 Juli  pukul 08:00, sebagian besar wilayah Beijing akan mengalami curah hujan dengan intensitas lebih dari 30 mm per jam. 

Beberapa daerah seperti Fangshan, Mentougou, Shijingshan, Haidian, Huairou, Miyun, Pinggu, Daxing, dan Tongzhou diperkirakan dapat mengalami hujan lebih dari 50 mm per jam, dengan akumulasi curah hujan selama 6 jam bisa melebihi 70 mm. Daerah pegunungan dan kaki gunung berisiko mengalami banjir bandang, tanah longsor, serta erosi tanah.

Peringatan tersebut juga menyebutkan bahwa dalam tiga hari ke depan, Beijing akan terus berada dalam “mode hujan deras”, dan intensitas hujan kemungkinan akan meningkat, terutama di wilayah pegunungan dan bagian tenggara kota, yang rawan bencana.

Pada 25 Juli pagi, banyak netizen Beijing mengunggah video di media sosial yang memperlihatkan kota mereka telah terendam air sejak pagi. Dalam video terlihat banyak mobil terendam, orang-orang berjalan menyusuri genangan air, bahkan ada bagian yang kedalamannya mencapai pinggang.

Sebuah video memperlihatkan bahwa banyak jalan di Distrik Tongzhou, Beijing, terendam banjir. Seorang netizen terkejut dan berkata, “Zhujiang Yijing? Pagi ini air sudah sampai lutut!”

Netizen lain berkomentar, “Masa ‘tujuh naik delapan turun’ (periode musim hujan di Tiongkok), hujan deras tak tertahankan!”

Dalam video lain, sebuah gedung hunian di Beijing tampak lantai satu sudah terendam air hingga setinggi lutut. Netizen tersebut berkomentar dengan nada sarkastik: “Ini saya rekam pagi sebelum berangkat kerja, sekarang sudah sampai kantor. Keadaan baik-baik saja, tapi jadi pusing mikirin pulangnya nanti.”

Video lainnya menunjukkan Sungai Liangshui di Distrik Tongzhou, Beijing, dengan permukaan air yang naik drastis. Pembuat video memperingatkan: “Di Kota Baru Yizhuang, hujan deras semalaman di bawah Jembatan Majuqiao membuat Sungai Liangshui meluap deras. Hati-hati kalau bermain di sekitar sini.”

Tidak hanya Beijing, daerah Zhuozhou di Hebei juga kembali terendam banjir. Video yang beredar pada 25 Juli menunjukkan banyak jalanan di Kota Zhuozhou terendam air hingga lebih dari satu meter, dengan banyak kendaraan terendam.

Seorang netizen lainnya memposting video yang menunjukkan Jembatan Yihezhuang di Kabupaten Yi, Hebei, kembali runtuh. Ia juga menunjukkan Sungai Yishui yang melebar sangat drastis, dan menyebut bahwa Jembatan Yihezhuang hampir sepenuhnya tenggelam.

Pada akhir Juli 2023 lalu, Beijing pernah dilanda hujan badai akibat topan, menyebabkan banjir bandang dan longsor di wilayah Fangshan dan Mentougou, menimbulkan korban jiwa dan kerugian besar.

Karena pelepasan air dari bendungan di Beijing, wilayah Zhuozhou di Hebei mendadak terendam banjir. Warga tak sempat bersiap menghadapi datangnya air dan seluruh kota akhirnya tenggelam, dengan ketinggian air mencapai 4 meter hingga 5 meter.

Ribuan orang kehilangan harta benda, hasil kerja keras seumur hidup lenyap begitu saja. Namun janji kompensasi dari pemerintah tidak kunjung terealisasi, membuat banyak warga putus asa: “Kami tidak punya apa-apa lagi, cuma tinggal hutang!”  “Rasanya sudah tak ingin hidup lagi…” (Hui/asr)

oleh Luo Tingting/Wen Hui – NTDTV.com 

Perang Thailand-Kamboja Meluas ke Minimarket dan Rumah Sakit, Banyak Pelajar Jadi Korban

Pada Kamis (24 Juli), bentrokan militer paling berdarah dalam lebih dari satu dekade meletus di perbatasan Thailand dan Kamboja. Kedua negara saling menarik duta besar mereka dan menutup perbatasan secara total. Pejabat lokal melaporkan bahwa serangan mengenai SPBU dan minimarket, dengan sebagian besar korban jiwa adalah pelajar. Dewan Keamanan PBB akan mengadakan rapat darurat untuk membahas konflik ini.

EtIndonesia. Laporan kantor berita AFP menyebutkan konflik terbaru ini menandai eskalasi tajam dalam sengketa perbatasan antara Thailand dan Kamboja. Kedua pihak mengerahkan tank, artileri, dan pasukan darat, dengan korban tewas setidaknya mencapai 14 orang.

Pada 24 Juli, kedua negara saling menuduh pihak lain memulai tembakan di dekat dua kompleks candi di perbatasan. Kamboja meluncurkan roket dan artileri ke arah Thailand, sementara militer Thailand membalas dengan serangan udara menggunakan jet tempur F-16 yang menyasar pangkalan militer Kamboja.

Pihak Thailand menuduh Kamboja menyerang fasilitas sipil. Kementerian Kesehatan Thailand melaporkan bahwa satu prajurit dan setidaknya 11 warga sipil tewas, sebagian besar akibat serangan roket di dekat SPBU di Provinsi Sisaket, Thailand Timur Laut.

Minimarket di SPBU tersebut terbakar hebat. Pejabat provinsi menyatakan bahwa sebagian besar korban tewas adalah pelajar yang sedang berada di dalam toko saat kejadian. Selain itu, 35 orang lainnya terluka.

Sebuah rumah sakit dengan 30 tempat tidur di Distrik Phanom Dong Rak, Provinsi Surin, juga terkena serangan artileri. Kaca jendela pecah dan sebagian atap runtuh.

Seorang tentara yang berjaga di pintu masuk rumah sakit mengatakan kepada AFP: “Kami mendapat informasi intelijen bahwa Kamboja akan menyerang.”

Prajurit tersebut menolak disebutkan namanya karena alasan keamanan. Rumah sakit ini juga pernah terdampak bentrokan besar antara Thailand dan Kamboja pada tahun 2011, sebagian staf telah dievakuasi sejak 23 Juli sebagai langkah antisipasi.

Reaksi Internasional

Sejak 2008, perbatasan Thailand dan Kamboja memang kerap mengalami insiden kekerasan sporadis. Bentrokan besar terjadi pada 2011. Pada Mei lalu, kedua pihak kembali terlibat kontak senjata singkat, menewaskan seorang tentara Kamboja.

Baru-baru ini, Thailand menuduh Kamboja menanam ranjau di wilayah perbatasan yang disengketakan, menyebabkan lima tentaranya terluka. Thailand pun memanggil pulang duta besarnya dari Kamboja dan mengusir duta besar Kamboja dari Bangkok. Pada 24 Juli, Kamboja juga menurunkan hubungan diplomatiknya dengan Thailand ke tingkat paling rendah dan mengusir diplomat Thailand dari Phnom Penh.

Sumber diplomatik  kepada AFP mengatakan bahwa Dewan Keamanan PBB akan mengadakan pertemuan darurat tertutup pada 25 Juli pukul 15.00 waktu setempat, atas permintaan Perdana Menteri Kamboja, Hun Manet, untuk membahas konflik mematikan di perbatasan.

Amerika Serikat, Prancis, Uni Eropa, dan Tiongkok (sekutu dekat Kamboja) menyerukan dialog damai antara Thailand dan Kamboja. Kamboja sendiri adalah bekas koloni Prancis.

Juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Tommy Pigott, mengatakan: “Amerika Serikat mendesak agar permusuhan segera dihentikan, warga sipil dilindungi, dan konflik diselesaikan secara damai.”

Perdana Menteri sementara Thailand, Phumtham Wechayachai, menyatakan bahwa Thailand tidak menyatakan perang terhadap Kamboja. Ia menuduh Kamboja menggunakan senjata berat menyerang wilayah Thailand tanpa target yang jelas dan menyebabkan korban jiwa di kalangan sipil.

Ia menambahkan bahwa selama pertempuran di perbatasan belum berhenti, perundingan dengan Kamboja tidak mungkin dilakukan. (Hui/asr)

Sumber : NTDTV.com

Kamboja Tingkatkan Serangan Bom, 14 Warga Thailand Tewas dan 46 Terluka, Warga Antri Donor Darah

Pada 25 Juli pagi, kembali terjadi baku tembak antara pasukan Thailand dan Kamboja di perbatasan kedua negara. 

Menurut data pemerintah Thailand hingga 24 Juli malam, jumlah korban di pihak Thailand meningkat menjadi 14 orang tewas dan 46 luka-luka, dengan 100.000 warga mengungsi. 

Pemerintah Kamboja sejauh ini belum merilis informasi tentang korban di pihaknya. Setelah banyak korban sipil berjatuhan akibat konflik ini, warga Thailand berbondong-bondong menuju pusat donor darah.

Etindonesia. Laporan kantor berita Reuters menyebutkan bahwa militer Thailand menyatakan bentrokan terjadi sebelum fajar di Provinsi Ubon Ratchathani dan Surin, wilayah timur laut Thailand. 

“Pasukan Kamboja terus menggunakan senjata berat, artileri lapangan, dan peluncur roket multi-laras BM-21 untuk membombardir… Pasukan Thailand telah merespons sesuai taktik militer dengan dukungan tembakan yang tepat,” demikian laporan Reuters. 

Pada 25 Juli, seorang jurnalis Reuters yang berada di Provinsi Surin melaporkan bahwa daerah tersebut sebagian besar berupa pedesaan, dengan suara ledakan yang sesekali terdengar. Pasukan Thailand berjaga-jaga di jalan raya dan SPBU. Konvoi militer Thailand yang terdiri dari sekitar 10 truk, kendaraan lapis baja, dan tank melintasi jalanan pedesaan menuju perbatasan.

Menurut Kementerian Kesehatan Thailand, hingga  24 Juli malam, korban tewas di pihak Thailand mencapai 14 orang — 13 di antaranya warga sipil — dan 46 orang terluka, termasuk 14 tentara. Sekitar 100.000 orang telah mengungsi dari wilayah konflik di sisi Thailand.

Pemerintah Kamboja tidak memberikan rincian korban jiwa atau data evakuasi. Namun, juru bicara Provinsi Oddar Meanchey, Meth Meas Pheakdey, menyebutkan satu warga sipil tewas dan lima lainnya terluka, serta 1.500 keluarga telah dievakuasi.

Sejumlah warga yang mengungsi dari perbatasan Thailand-Kamboja terlihat beristirahat di sebuah pagoda di Provinsi Oddar Meanchey pada 25 Juli.

Seorang jurnalis AFP melaporkan dari Kota Samraong, Kamboja — sekitar 20 km dari perbatasan — bahwa suara artileri terdengar dari kejauhan. Saat terdengar tembakan, warga buru-buru mengemas barang, membawa anak-anak, dan melarikan diri.

Seorang warga bernama Pro Bak (41 tahun) mengatakan kepada AFP, “Rumah kami sangat dekat dengan perbatasan. Tembakan kembali terjadi pukul 6 pagi tadi, kami semua sangat takut.” Ia mengungsi bersama istri dan anak-anak ke kuil, dan berkata, “Saya tidak tahu kapan kami bisa kembali ke rumah.”

Akibat eskalasi konflik, Palang Merah Thailand meningkatkan pasokan darah ke rumah sakit-rumah sakit terdampak. Ribuan warga Thailand berdatangan ke pusat-pusat donor darah. Pada 24 Juli, terkumpul 1.424 kantong darah. Hingga tengah hari 25 Juli, jumlah darah yang terkumpul mencapai 722 kantong.

Perdana Menteri sementara Thailand, Phumtham Wechayachai, mengatakan kepada media di Bangkok, “Meski saat ini baru pada tahap konflik, jika situasi memburuk, bisa berkembang menjadi perang.”

Pemicu terbaru konflik adalah insiden ketika seorang tentara Thailand kehilangan kaki kanannya setelah menginjak ranjau darat yang diduga baru dipasang oleh pasukan Kamboja. Thailand pun segera menarik duta besarnya dari Phnom Penh dan mengusir duta besar Kamboja dari Bangkok sebagai tanggapan. Beberapa jam kemudian, konflik pecah. Kamboja membantah tuduhan tersebut dan menyebutnya tidak berdasar.

Sengketa wilayah perbatasan antara Thailand dan Kamboja telah berlangsung selama lebih dari satu abad. Pada 24 Juli, kedua belah pihak saling menuduh sebagai pihak yang memicu konflik di wilayah sengketa. Bentrokan yang semula hanya menggunakan senjata ringan dengan cepat meningkat menjadi tembakan artileri berat. Serangan ini mencakup setidaknya enam titik sepanjang perbatasan sepanjang 209 kilometer.

Thailand bahkan mengerahkan enam jet tempur F-16 — salah satunya melakukan serangan udara terhadap target militer di wilayah Kamboja. Pihak Kamboja mengecam tindakan tersebut sebagai “agresi militer yang sembrono dan brutal”.

Foto-foto dari lokasi memperlihatkan militer Kamboja menggunakan peluncur roket BM-21 buatan Rusia, serta truk militer dengan senjata anti-pesawat di Provinsi Oddar Meanchey. Di Thailand, para pengungsi terlihat berlindung di stadion Universitas Rajabhat Surindra, Provinsi Surin.

Sementara itu, antrean panjang warga Thailand tampak di depan Palang Merah untuk mendonorkan darah mereka, sebagai bentuk solidaritas terhadap korban konflik yang terus meningkat.  (Hui/asr)

Sumber : NTDTV.com

Beidaihe, Tianjin, Beijing: Tiga Titik Panas yang Bisa Guncang Kekuasaan Xi Jinping

EtIndonesia. Beberapa pekan ke depan, Partai Komunis Tiongkok (PKT) akan menggelar serangkaian agenda besar yang berpotensi menentukan arah politik dan stabilitas nasional. Tiga agenda utama yang dimaksud meliputi:

  1. Pertemuan tahunan Beidaihe di akhir Juli hingga awal Agustus;
  2. Konferensi Tingkat Tinggi Organisasi Kerja Sama Shanghai (KTT OKS) di Tianjin pada 31 Agustus hingga 1 September;
  3. Parade militer peringatan 80 tahun kemenangan  atas Jepang, yang dijadwalkan berlangsung pada 3 September di Beijing.

Karena ketiga agenda tersebut berlangsung berdekatan, pemerintah pusat menaikkan status pengamanan ke level tertinggi. Pemerintah Kota Beijing telah mengumumkan larangan terbang untuk berbagai objek di ruang udara, termasuk burung peliharaan, balon udara, dan benda-benda lain yang dapat mengganggu keselamatan penerbangan, berlaku mulai 16 Juli hingga 3 September di sembilan distrik utama ibu kota.

Operasi Keamanan Ditingkatkan dan Warga dalam Pengawasan Ketat

Seorang warga Beijing mengatakan kepada media bahwa  Juli secara tidak resmi dikenal sebagai “bulan persiapan militer,” mengacu pada pengamanan ketat menjelang pertemuan Beidaihe. Karena parade militer akan digelar pada awal September, maka Agustus dianggap sebagai bulan yang sangat sensitif bagi otoritas keamanan.

Sejak akhir Juni, rute antara Beijing dan Beidaihe mulai dijaga ketat. Pos pemeriksaan berlapis diterapkan di stasiun kereta dan kendaraan umum. Aktivis, pembangkang, dan individu yang dianggap “berisiko” dilaporkan dilarang bepergian atau bahkan berada di bawah pengawasan khusus.

Di kota Tianjin, yang menjadi tuan rumah KTT OKS, pemerintah secara diam-diam menunda jadwal pembukaan sekolah hingga tanggal 4 September. Informasi ini tidak diumumkan secara terbuka, melainkan disampaikan langsung oleh para guru kepada orang tua murid melalui sambungan telepon, tanpa pemberitahuan melalui kanal resmi.

Pertemuan Beidaihe: Medan Pertempuran Elit Politik

Pertemuan Beidaihe sendiri merupakan ajang tahunan tidak resmi namun sangat penting dalam kalender politik PKT. Di tengah tekanan internal dan eksternal yang terus meningkat, Presiden Xi Jinping dikabarkan telah mengambil langkah untuk memperkuat kontrolnya dengan menyingkirkan beberapa loyalis militer dari lingkaran kekuasaan.

Menurut analis politik, dinamika internal PKT tahun ini diprediksi akan jauh lebih tegang dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Pertemuan ini, serta sidang pleno keempat yang akan datang, diperkirakan akan menjadi ajang pertarungan kepentingan yang semakin tajam di antara elit partai.

Ekonomi Melemah, Sirkulasi Dalam Negeri Dinilai Sekadar Retorika

Sementara itu, di sisi ekonomi, Perdana Menteri Li Qiang baru saja memimpin rapat Dewan Negara membahas strategi untuk “memperkuat sirkulasi domestik”. Pemerintah ingin memperbesar konsumsi dalam negeri dan memperkuat basis produksi nasional dengan menghilangkan hambatan konsumsi. Namun, banyak ekonom menilai bahwa langkah ini tidak lebih dari sekadar slogan tanpa eksekusi nyata.

Kondisi di lapangan justru menunjukkan sebaliknya. Ketimpangan ekonomi di Tiongkok semakin dalam. Sistem yang sangat terpusat telah menyebabkan perputaran kekayaan hanya berada di tangan segelintir elit, sementara mayoritas rakyat menghadapi tekanan ekonomi yang berat. Penghasilan rendah, cicilan rumah dan mobil, serta utang konsumsi menumpuk, membuat peningkatan konsumsi hanya menjadi wacana tanpa realisasi.

Pemerintah sebenarnya telah merilis beberapa kebijakan insentif untuk mendorong belanja publik. Namun, data resmi menunjukkan bahwa pada Juni, belanja konsumen justru mengalami penurunan drastis. Dalam kondisi produksi yang berlebih, pasar ekspor yang menyusut, serta daya beli masyarakat yang terus melemah, dorongan untuk meningkatkan produksi malah menimbulkan risiko kelebihan stok dan penumpukan barang tak terjual.

Ketiadaan Jaminan Sosial Memperparah Krisis Konsumsi

Masalah mendasar lainnya adalah absennya sistem jaminan sosial yang memadai di Tiongkok. Biaya untuk kesehatan, pendidikan, perumahan, dan pensiun terus meningkat dan menjadi beban utama masyarakat. Akibatnya, banyak warga yang memilih menabung daripada membelanjakan uangnya—bukan karena mereka ingin, tapi karena terpaksa.

Meski pemerintah terus menggaungkan jargon kebangkitan ekonomi, kenyataannya roda perekonomian berjalan di tempat. Tanpa reformasi struktural yang menyentuh akar persoalan—terutama dalam hal distribusi kekayaan dan perlindungan sosial—strategi “sirkulasi domestik” hanya akan menjadi angan-angan yang tak kunjung membuahkan hasil. (***)