Wabah Baru Meledak di Guangdong, Tiongkok, Lebih dari Seribu Orang Terinfeksi — Warga Kecam Keterlambatan Pengumuman

Belakangan ini, wabah Chikungunya merebak di berbagai wilayah di kota Foshan, provinsi Guangdong, Tiongkok, Warga setempat mengkritik keras Partai Komunis Tiongkok (PKT) karena menunda pengumuman resmi. Bahkan, banyak netizen menyerang pemerintah secara daring atas kelalaian dan penutupan informasi, yang mana justru memperparah penyebaran wabah.

EtIndonesia. Pada 20 Juli 2025 sore, pemerintah kota Foshan, Tiongkok  menggelar konferensi pers dan mengumumkan bahwa satu kasus Chikungunya yang disebut sebagai “kasus impor dari luar negeri” terdeteksi pertama kali pada 8 Juli di Distrik Shunde. Pada 15 Juli, Distrik Shunde melaporkan ada 478 kasus terkonfirmasi. Hingga 19 Juli, total kasus terkonfirmasi di seluruh kota Foshan mencapai 1.873, dengan 1.790 kasus berada di Distrik Shunde.

Banyak orang penasaran: Apa sebenarnya penyakit Chikungunya itu?

 “Itu adalah infeksi virus yang ditularkan oleh nyamuk, terutama Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Sekitar 85% orang yang digigit nyamuk pembawa virus akan menunjukkan gejala. Penyakit ini termasuk dalam kelompok virus yang ditularkan melalui nyamuk, seperti demam berdarah, Zika, dan virus kuning (yellow fever),’ ujar seorang dokter di  daratan Tiongkok yang dikenal dengan nama “Dr. Jojo.”

Disebutkan bahwa virus Chikungunya ditularkan lewat gigitan nyamuk dan tidak menular antar manusia. Gejalanya meliputi demam, sakit kepala, mual, muntah, diare, dan kepekaan terhadap cahaya.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Guangdong mengumumkan bahwa wabah baru “demam Chikungunya” telah muncul di Foshan dan daerah sekitarnya, dengan lebih dari seribu kasus terkonfirmasi dalam waktu sekitar 10 hari. Penyebaran penyakit ini ditularkan melalui gigitan nyamuk. (Screenshot dari internet)

Dr. Jojo melanjutkan:  “Gejala paling khas adalah demam tinggi mendadak, lebih dari 39°C, disertai nyeri hebat pada sendi dan otot—bahkan untuk sekadar berguling atau berjalan pun terasa sangat menyakitkan. Bisa juga muncul ruam, sakit kepala, dan nyeri pada mata. Jika Anda baru saja digigit nyamuk dan merasakan gejala-gejala ini, segeralah mencari pertolongan medis.”

Saat ini, Foshan telah mengaktifkan respons darurat dan mengerahkan tenaga profesional untuk membasmi nyamuk hingga ke rumah-rumah warga.

Seorang Konten Kreator di  daratan Tiongkok bernama A Long berkata:  “Tahu apa yang paling menakutkan? Penyakit ini belum ada obat khususnya. Teman saya bekerja di rumah sakit di Shunde, baru saja mengabari saya: para pasien mengalami demam mendadak lebih dari 40°C, dan nyeri sendi seolah dipukul dengan palu. Yang paling mengerikan adalah, sebagian pasien mengalami nyeri kronis yang berlangsung lama.”

Pada 18 Juli, lima distrik di Foshan mengeluarkan surat edaran kepada seluruh warga, menyerukan aksi massal untuk membersihkan tempat perkembangbiakan nyamuk dan membasmi nyamuk dewasa selama tanggal 19 hingga 20 Juli.

Namun, warga menyatakan ketidakpuasan dan mempertanyakan pemerintah:  “Mengapa tidak mengumumkan lebih awal dan memperkuat langkah-langkah pencegahan?”  “Mengapa baru pada 15 Juli tiba-tiba diumumkan bahwa sudah ada 478 kasus?”

Penundaan pelaporan wabah oleh otoritas kesehatan dari penemuan hingga pemberitahuan memakan waktu berhari-hari, memicu warga setempat untuk membuat forum diskusi khusus tentang Komisi Kesehatan dan Kesejahteraan Shunde, dan secara terbuka menyatakan ketidakpuasan mereka. (Screenshot dari internet

Seorang pasien perempuan dari Shunde mengungkapkan bahwa pemerintah menyembunyikan informasi. Ia mengatakan bahwa dirinya sudah terinfeksi virus Chikungunya sejak 6 Juli. Kemudian  pada 10 Juli ia menjalani tes, lalu diminta isolasi mandiri selama seminggu. Namun, otoritas pengendalian penyakit di wilayah tersebut menyatakan bahwa kasus pertama baru terdeteksi pada 8 Juli sebagai “kasus impor”.

Chikungunya umumnya merupakan penyakit ringan dan jarang menyebabkan kematian. Kebanyakan pasien bisa sembuh dalam 7 hingga 10 hari. Namun, beberapa pasien mengungkapkan bahwa polisi datang ke rumah dan memaksa mereka dibawa ke rumah sakit untuk diisolasi. (Hui/asr)

Laporan gabungan oleh Li Yun, reporter NTD

Pemerintahan di Tiongkok Tetap Bungkam Mengenai Skandal Anak-anak Keracunan Timbal, Justru Terbitkan Laporan Anak-anak di Gaza Hingga Menuai Kritikan

Ketika kasus keracunan timbal massal di taman kanak-kanak Tianshui, Gansu, Tiongkok menarik perhatian luas warganet, Dinas Pendidikan Provinsi Gansu tetap bungkam meski banyak warga meminta klarifikasi. Namun, akun resmi mereka di Weibo justru membagikan laporan tentang anak-anak di Gaza, memicu kemarahan besar dari netizen. Postingan tersebut kemudian buru-buru dihapus.

EtIndonesia. Pada 8 Juli, di tengah kehebohan kasus anak-anak keracunan timbal di Tianshui, Gansu, Tiongkok, akun resmi Weibo Dinas Pendidikan Gansu malah membagikan berita dari CCTV tentang anak-anak Gaza yang terancam jiwa karena kekurangan obat, sambil menulis, “Kasihan anak-anak Gaza.”

Warganet pun menghujani unggahan itu dengan kecaman:

  • “Salah alamat nangisnya!”
  • “Tak tahu malu!”
  • “Tak berperasaan!”
  • “Benar-benar buta hati!”
  • “Sudah tidak punya rasa malu sama sekali!”

Seorang warganet bernama “Zhishi Piaoliu” menulis artikel berjudul “Mengapa Dinas Pendidikan Gansu Buta Jarak Dekat Tapi Tajam Jarak Jauh?”, menyindir, “Dinas Pendidikan Gansu sepertinya mengalami gangguan penglihatan — tak bisa melihat timbal di Tianshui, tapi bisa menatap awan di Gaza.”

Artikel itu juga menambahkan, “Anak-anak keracunan timbal kejang-kejang di meja belajar, mereka tidak melihat. Tapi mereka malah sibuk ‘menyalakan lilin virtual’ untuk anak-anak Gaza. Ironis — rumah sendiri terbakar, tapi malah sibuk menggambar denah pemadam kebakaran untuk tetangga di seberang laut!”

“Setiap kenaikan angka timbal dalam darah anak-anak Gansu, adalah surat tuntutan yang terpaku di pintu Dinas Pendidikan!”

Setelah dihujani makian, Dinas Pendidikan Gansu dengan cepat menghapus postingan tentang Gaza.

Warganet menyindir lagi:

  • “Kenapa dihapus? Merasa bersalah?”
  • “Dinas Pendidikan Gansu lebih memilih hapus postingan soal Gaza, tapi tetap tidak mengeluarkan satu pun kalimat kepedulian terhadap anak-anak Tianshui. Betapa dinginnya mereka!”

Sebelumnya, pihak berwenang Tianshui mengklaim keracunan timbal disebabkan oleh pewarna makanan yang digunakan di dapur TK, tapi klaim ini luas diragukan masyarakat. Banyak warganet menuntut klarifikasi dari Dinas Pendidikan Gansu, namun mereka tetap diam.

Warganet juga mencatat, tidak hanya otoritas Gansu yang diam, tapi juga Kementerian Pendidikan Tiongkok. Media resmi pun hanya menyiarkan versi pemerintah Tianshui, tanpa menyuarakan pertanyaan dari keluarga korban dan masyarakat.

“Kementerian Pendidikan juga diam.”
“Tidak usah kaget, CCTV setiap hari juga begitu.”

Gansu Klaim Bentuk Tim Investigasi, Netizen: Cuma ‘Menyelidiki Diri Sendiri’

Menanggapi tekanan publik, pada 12 Juli, pemerintah Gansu menyatakan telah membentuk tim investigasi tingkat provinsi untuk menyelidiki kasus ini dan melibatkan pakar dari Kementerian Kesehatan, Kementerian Ekologi dan Lingkungan, serta Kantor Keamanan Pangan Dewan Negara.

Namun, warganet tidak percaya dan menyebut berbagai kasus sebelumnya juga tidak pernah mengungkap kebenaran, seperti kasus “4+4” di Rumah Sakit Xiehe Beijing, minyak goreng truk tangki, dan kasus kematian siswa Hu Xinyu di Jiangxi.

Komentar warganet :

  • “4+4 bukan RS atau sekolah yang bongkar, gunanya apa?”
  • “Gantung diri pakai tali sepatu, harapan palsu.”
  • “Dulu dua truk minyak juga diselidiki pemerintah lokal? Sudah tahu jawabannya.”
  • “Korban cuma bisa berdoa sendiri, terlalu banyak kejadian mirip, dan hasilnya nihil.”
  • “Lihat saja kasus Fengxian dulu, semua serupa.”

Komentar lainnya:

  • “Sama saja, semuanya sekongkol.”
  • “Menyelidiki diri sendiri, jangan terlalu berharap.”
  • “Apa ada orang tua korban dalam tim investigasi?”
  • “Melihat tingkah laku mereka sejauh ini, jangan terlalu optimis.”
  • “Terlambat, saat mereka beres-beres, ambil cuti, semua jejak sudah dibereskan, mereka bahkan sempat main mahjong beberapa putaran, apa yang mau diselidiki lagi? Tutup-tutupi, itu intinya!”

Sumber : NTDTV.com

Dari Turtleneck hingga TikTok: Bagaimana Generasi Z Mendefinisikan Ulang Fashion Mewah

Oleh Babak Baniasadi, kontributor Vision Times

Pada tahun 1998, Steve Jobs naik ke panggung Apple dengan mengenakan turtleneck hitam, celana jeans biru, dan sepatu sneakers. Ia bahkan sering tak memakai sabuk. Penonton begitu antusias saat peluncuran produk itu. Jobs tidak tampil seperti CEO kebanyakan yang mengenakan setelan jas dan dasi kaku seperti eksekutif di Microsoft.

Pakaiannya menunjukkan sesuatu yang berbeda — bahwa ia adalah seorang pemikir, pencipta, seseorang yang terlalu fokus mengubah dunia hingga tak peduli pada etiket fashion.

Tampilan “Einstein” ini bukan sekadar preferensi pribadi — melainkan bentuk perlawanan halus terhadap keseragaman korporat. Pakaian Jobs menunjukkan bahwa ia lebih peduli pada ide daripada penampilan di ruang rapat.

Momen itu menanam benih, yang kemudian akan mengubah cara orang — terutama kalangan kaya — menampilkan status, dari ruang rapat Silicon Valley hingga rak-rak streetwear.

Munculnya ‘Kemewahan Sunyi’ (Quiet Luxury)

Pendekatan Jobs mulai diikuti banyak orang. Bukan sekadar tampil kasual — tapi tampil mahal tanpa usaha berlebihan.

Pada 2010-an, miliarder teknologi seperti Mark Zuckerberg membawa ide ini lebih jauh. Ia mengenakan kaos abu-abu polos dan hoodie, namun bukan sembarang pakaian. Kaos kustomnya dari merek Brunello Cucinelli kabarnya seharga $300–$400 per helai.

Inilah yang disebut sebagai “kemewahan sunyi” — kekayaan yang diekspresikan melalui kesederhanaan berkualitas tinggi, bukan logo mencolok.

Tak ada rantai emas atau motif desainer mewah yang menjerit minta perhatian. Sebaliknya, langkah berkelas kini ditandai dengan dasar-dasar fashion berkualitas tinggi yang berbisik eksklusivitas. Estetika ini cocok dengan dunia teknologi: intelektual, inovatif, dan meninggalkan simbol status kuno.

Orang-orang pun mulai memperhatikan. Bahkan yang tidak mampu membeli kaos $400 pun mencoba meniru gayanya. Pesannya jelas: kamu tak perlu jas atau merek besar untuk terlihat penting — minimalisme memiliki kekuatan.

Rumah mode pun menangkap tren ini. Tak lama, rak-rak dipenuhi pakaian mahal yang tampak sederhana: kaos putih polos bisa dihargai ratusan dolar, sementara versi serupa di toko biasa hanya $10.

Alasannya: kain dan potongan yang “lebih baik”, tapi lebih sering karena eksklusivitas.

Gaya baru yang dianggap “keren” adalah kesan effortless — tampak sederhana tapi menyiratkan kekayaan.

Seragam anti-setelan ala Jobs telah memicu revolusi fashion penuh, membuat merek-merek mewah tradisional berebut beradaptasi.

Sentuhan Gen Z

Lalu datanglah Generasi Z, dan aturan kembali berubah.

Lahir antara tahun 1997 hingga 2012, generasi ini tidak terlalu peduli dengan kemewahan tradisional. Meski mereka sadar akan kaos seharga $400 dan merek-merek desainer, mereka tidak ikut-ikutan hype.

Kecemasan finansial membayangi — Gen Z merasakan tekanan ekonomi lebih besar daripada generasi sebelumnya.

Media sosial memainkan peran besar dalam cara mereka mengekspresikan diri. Di TikTok dan Instagram, tren berganti cepat, dan Gen Z mengikuti gaya yang murah, ekspresif, dan sering kali unik.

Riset menunjukkan bahwa konsumen muda lebih suka membeli lewat platform penjualan kembali seperti Depop dan Poshmark, di mana barang-barang bekas dan “dupe” (tiruan barang mewah yang terjangkau) menjadi primadona.

Pasar barang bekas diperkirakan akan tumbuh menjadi $40 miliar pada tahun 2027, sebagian besar didorong oleh kebiasaan belanja Gen Z yang gemar mencari barang murah.

Perubahan ini mengguncang industri fashion. Merek-merek mewah mulai merasakan dampaknya.

Chanel, misalnya, pada 2023 menggugat penjual kembali “What Goes Around Comes Around” demi mempertahankan eksklusivitas merek.

Sementara itu, konglomerat seperti Kering (pemilik Gucci) melaporkan penurunan penjualan pada 2022, terutama di pasar seperti Tiongkok, di mana pembeli muda tidak tertarik lagi mengeluarkan uang untuk barang mewah tradisional.

Di saat yang sama, merek fast fashion seperti Shein justru meroket, dengan pendapatan mencapai $32,5 miliar pada 2024.
Sebanyak 62% Gen Z berbelanja setiap bulan untuk pakaian murah nan tren — sebagian besar terbuat dari bahan sintetis dan pewarna beracun atau paraben.

Mereka mencampur dupe seharga $10 dengan barang desainer dari toko barang bekas, menolak gagasan bahwa kemewahan harus selalu baru atau super mahal.

Beberapa merek mulai beradaptasi. Miu Miu mengalami lonjakan penjualan 58% pada 2023 setelah memanfaatkan tren media sosial dan menggunakan siaran langsung untuk menjangkau dan menjual langsung ke Gen Z.

Louis Vuitton dan Burberry juga ikut merambah TikTok dan platform media sosial lainnya untuk menarik pembeli muda. Namun sebagian merek masih kesulitan menyesuaikan diri.
Merek yang masih terpaku pada logo besar dan harga tinggi mulai ketinggalan zaman.

Nilai-nilai baru Gen Z — keterjangkauan, ekspresi diri, dan individualitas — sedang menulis ulang aturan kemewahan.

Arena Baru Fashion

Momen Steve Jobs di tahun 1998, ketika ia tampil dengan turtleneck dan jeans, memicu evolusi fashion.

Gayanya yang anti-korporat menginspirasi tren kemewahan sunyi — di mana kesederhanaan justru menandakan kekayaan besar.

Namun Gen Z membalikkan naskahnya.

Mereka menolak label harga selangit, dan lebih tertarik pada barang bekas bergaya dan dupe modis.

“Bagi Gen Z, bukan tentang kekayaan mencolok atau eksklusivitas, tapi tentang kejujuran emosional, penerimaan diri, dan kedalaman makna.

Kami tertarik pada hal-hal yang terasa ‘berjiwa’, bukan sekadar simbol status,” kata Oscar Emil, pendiri merek parfum eponim.

Merek-merek mewah yang tidak mampu beradaptasi — seperti Kering — mulai merasakan tekanan, sementara platform jual beli bekas dan raksasa fast fashion semakin berjaya.
Satu gaya berpakaian seorang pria memicu revolusi, dan kini kebiasaan belanja satu generasi sedang membentuk ulang industri.

Jika fashion kelas atas ingin bertahan, ia harus menemui Gen Z di tempat mereka berada: online, autentik, dan terjangkau.

Logo mencolok mulai ditinggalkan — dan mungkin, begitu juga jas-jas ruang rapat.

Ini mengundang pertanyaan:  Apakah kita semakin dekat pada masa depan fashion ala film fiksi ilmiah dan sitkom 70-an — di mana semua orang memakai jumpsuit dan sepatu bot yang sama, dan hanya warna yang membedakan peranmu?

Zelenskyy Konfirmasi Pembicaraan Damai Ukraina-Rusia Putaran Ketiga Dijadwalkan pada 23 Juli di Turkiye

Dua putaran pembicaraan sebelumnya tidak menghasilkan kemajuan nyata untuk mengakhiri perang, dan pihak Kremlin tampaknya tidak bersedia berkompromi atas tuntutannya.

EtIndonesia. Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengumumkan bahwa putaran ketiga pembicaraan damai antara Ukraina dan Rusia akan berlangsung di Turkiye pada 23 Juli.

“Hari ini saya berdiskusi dengan [Sekretaris Keamanan Nasional] Rustem Umerov mengenai persiapan pertukaran [tahanan] dan pertemuan lain di Turki dengan pihak Rusia,” kata Zelenskyy dalam pidato malamnya pada 21 Juli melalui saluran Telegram resminya.
“Umerov melaporkan bahwa pertemuan dijadwalkan pada hari Rabu. Informasi lebih lanjut akan tersedia besok.”

Dua putaran negosiasi telah dilakukan tahun ini di kota Istanbul, Turki, yang menghasilkan kesepakatan mengenai pertukaran tahanan dan jenazah tentara yang gugur dalam perang. Namun, tidak ada kemajuan konkret dalam upaya mengakhiri perang, yang kini memasuki tahun keempat.

Pada hari yang sama, Zelenskyy mengatakan timnya akan memfokuskan pembahasan pada tiga isu utama dalam pertemuan mendatang:

  1. Pemulangan tawanan perang,
  2. Pemulangan anak-anak Ukraina yang diculik, dan
  3. Persiapan untuk pertemuan langsung dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.

“Agenda dari pihak kami sudah jelas,” tulisnya di platform X. “Semua pihak memahami bahwa pembicaraan yang benar-benar efektif hanya bisa terjadi di tingkat pimpinan nasional.”

Dmitry Peskov, juru bicara Presiden Putin, mengatakan pada 21 Juli bahwa Kremlin mendukung pelaksanaan putaran pembicaraan selanjutnya, meskipun ia tidak mengonfirmasi tanggalnya.

Meskipun Zelenskyy telah berulang kali menyerukan pertemuan tingkat pimpinan, Putin hingga kini belum menunjukkan ketertarikan untuk duduk langsung dengan mitra Ukraina-nya. Menurut Peskov, tidak akan ada perubahan dalam delegasi Rusia, yang berarti pembantu Putin, Vladimir Medinsky, akan tetap memimpin pembicaraan atas nama Rusia.

Dalam putaran terakhir pembicaraan pada Juni lalu, Rusia mengajukan daftar tuntutan keras sebagai syarat untuk mengakhiri perang, termasuk penyerahan empat provinsi di tenggara Ukraina yang saat ini sebagian dikuasai oleh pasukan Rusia. Konsesi semacam itu — belum termasuk Krimea, yang dianeksasi Rusia pada 2014 — akan membuat Ukraina kehilangan sekitar 15 persen wilayah yang dianggap sebagai kedaulatan nasionalnya.

Selain itu, Moskow bersikeras bahwa Ukraina harus:

  • Membatalkan rencana untuk bergabung dengan NATO,
  • Membongkar dan menghancurkan semua senjata yang dipasok negara Barat, dan
  • Menolak segala bentuk bantuan militer dari negara Barat.

Putin juga kembali menyuarakan tujuan samar untuk “denazifikasi” Ukraina, sebuah dalih yang ia gunakan untuk menaikkan eskalasi konflik menjadi perang skala penuh pada Februari 2022.

Kyiv menolak mentah-mentah tuntutan-tuntutan tersebut. Zelenskyy juga telah menegaskan bahwa Ukraina tidak akan pernah mengakui aneksasi Krimea oleh Rusia, sebuah posisi yang makin memperumit proses perdamaian.

Meski perbedaan antara tuntutan kedua pihak sangat besar, pembicaraan damai ini memperoleh momentum baru setelah Presiden Donald Trump pada 14 Juli memperingatkan bahwa ia akan menerapkan tarif 100 persen terhadap negara-negara yang terus berdagang dengan Rusia jika kesepakatan damai tidak tercapai dalam 50 hari.

Ancaman Trump, jika benar-benar dilaksanakan, dapat menghancurkan ekonomi Rusia secara serius dengan memberi tekanan besar pada mitra dagangnya untuk menghentikan hubungan di sektor-sektor penting seperti energi, pertanian, dan persenjataan. Hal ini akan berdampak besar terutama pada Tiongkok dan India, yang saat ini memanfaatkan sanksi Barat untuk membeli jutaan barel minyak Rusia setiap hari dengan harga diskon.

Meskipun demikian, Moskow menyatakan bahwa tujuan perang mereka tetap tidak berubah. Mereka juga membedakan keterlibatan dengan Washington dan negosiasi dengan Kyiv, dan menyebut bahwa kedua hal tersebut merupakan isu yang terpisah.

“Rusia siap bergerak cepat. Hal terpenting bagi kami adalah mencapai tujuan kami. Tujuan kami jelas, nyata, dan tidak berubah. Tapi proses ini tidak bergantung hanya pada kami,” kata Peskov dalam wawancara dengan Pavel Zarubin dari saluran milik negara VGTRK, seperti dikutip oleh kantor berita milik negara TASS.

Sumber : Theepochtimes.com

Pemanis Pengganti Gula yang Populer Dikaitkan dengan Risiko Stroke yang Lebih Tinggi

Eritritol ditemukan dalam banyak produk seperti permen, permen karet bebas gula, minuman ringan, obat kumur, es krim, protein bar, dan lainnya

Jack Phillips

Sebuah pemanis pengganti gula yang digunakan secara luas dalam makanan bebas gula dan rendah kalori mungkin tidak seaman yang selama ini diperkirakan, menurut sebuah studi baru.

Jumlah kecil eritritol, yang disetujui oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) pada tahun 2001, dapat merusak sel-sel pembuluh darah di otak dan meningkatkan kemungkinan stroke, kata para peneliti dari University of Colorado dalam sebuah siaran pers.

Eritritol tergolong dalam alkohol gula, yang sebagian besar diproduksi melalui fermentasi jagung. Zat ini ditemukan dalam banyak produk, seperti permen, permen karet bebas gula, minuman ringan, obat kumur, es krim, protein bar, dan masih banyak lagi.

Dalam siaran pers tanggal 14 Juli, para peneliti menyampaikan bahwa setelah mengobati sel manusia yang melapisi pembuluh darah di otak selama tiga jam dengan jumlah eritritol setara dengan yang terkandung dalam minuman bebas gula biasa, mereka menemukan dampak pada berbagai aspek fungsi sel tersebut.

Sel-sel tersebut menghasilkan nitrogen monoksida dalam jumlah yang jauh lebih sedikit, padahal zat ini berfungsi melebarkan dan merilekskan pembuluh darah, serta menghasilkan lebih banyak protein yang justru menyempitkan pembuluh darah di otak. Sel otak yang diobati dengan eritritol juga menghasilkan lebih banyak radikal bebas, yang dapat memicu reaksi inflamasi dan mempercepat penuaan jaringan, menurut siaran tersebut.

Christopher DeSouza, profesor fisiologi integratif di universitas tersebut sekaligus salah satu penulis studi, mengatakan bahwa temuan ini melengkapi bukti lain yang menunjukkan bahwa pemanis non-nutritif yang selama ini dianggap aman, sebenarnya bisa membawa konsekuensi negatif terhadap kesehatan.

Ia mencatat bahwa studi ini, yang dipublikasikan dalam jurnal Journal of Applied Physiology, menggunakan porsi konsumsi sehari-hari dari eritritol. Artinya, orang yang mengonsumsi beberapa porsi per hari mungkin akan mengalami dampak yang lebih merugikan. Para peneliti juga menyampaikan bahwa penelitian ini hanya dilakukan di laboratorium dan pada sel, sehingga studi yang lebih besar pada manusia perlu dipertimbangkan.

DeSouza menyarankan konsumen untuk lebih berhati-hati terhadap produk yang mengandung eritritol dan memeriksa label produk. Produk-produk populer di pasaran yang mengandung pemanis ini antara lain Truvia, Splenda, Vitamin Water Zero, dan Gatorade G2 Natural, serta banyak produk lain yang terkait dengan diet keto.

Pada tahun 2023, FDA menyebut bahwa eritritol adalah “bahan makanan yang relatif baru” dan secara alami ditemukan dalam beberapa makanan, khususnya beberapa jenis jamur. Eritritol telah digunakan sebagai pemanis sejak tahun 1990 dan juga telah disetujui penggunaannya di Jepang, Australia, Selandia Baru, Kanada, Brasil, dan Meksiko.

Penelitian yang dilakukan oleh University of Colorado ini bukan yang pertama yang menemukan kaitan antara eritritol dan masalah kesehatan kardiovaskular.

Sebuah artikel yang diterbitkan pada Maret 2023 oleh National Institutes of Health (NIH) menemukan bahwa pemanis ini mungkin menimbulkan risiko terhadap kesehatan jantung, dengan mencatat bahwa “kadar eritritol yang lebih tinggi dalam darah dikaitkan dengan peningkatan risiko serangan jantung dan stroke,” namun juga menyarankan bahwa studi lebih lanjut masih diperlukan.

Sementara itu, sebuah studi yang dilakukan oleh Cleveland Clinic pada Agustus 2024 menemukan hubungan antara konsumsi eritritol dengan risiko serangan jantung atau stroke. Dalam studi tersebut, sepuluh orang secara acak diminta mengonsumsi air yang dicampur dengan 30 gram eritritol, sementara sepuluh orang lainnya mengonsumsi air dengan 30 gram gula biasa.

“Eritritol membuat trombosit (jenis sel darah) menjadi lebih aktif, yang dapat meningkatkan risiko terbentuknya gumpalan darah. Gula (glukosa) tidak memiliki efek seperti itu,” demikian menurut studi tersebut.

Sumber : Theepochtimes.com

“Keputusan Terbaik!” Wanita Pindah ke Panti Jompo di Usia 38

EtIndonesia. Seorang wanita di Australia berusia 38 tahun yang telah tinggal di panti jompo selama setahun mengaku pindah ke sana sebagai cara untuk memulai hidup baru adalah keputusan terbaik yang pernah dia buat.

Setelah hubungan romantis jangka panjangnya dengan pasangannya berakhir, wanita berusia 38 tahun yang tidak ingin disebutkan namanya ini memutuskan sudah waktunya untuk memulai hidup baru dan pindah dari apartemen mereka di Melbourne. 

Dia menghabiskan dua bulan tinggal di Airbnb, yang ternyata mahal, dan ketika dia mulai mencari apartemen yang sebenarnya terjangkau, dia mendapati tempat-tempat yang ditawarkan tidak terlalu menarik. 

Namun, ketika dia mengunjungi bibinya di sebuah panti jompo dan mengatakan bahwa dia sedang mencari tempat, wanita tua itu bertanya apakah dia ingin mencoba apartemen yang baru saja dibuka di panti jompo tersebut. Usianya yang relatif muda tidak akan menjadi masalah, kata bibi wanita tersebut, jadi dia memutuskan untuk melengkapi dokumen dan mencoba panti jompo tersebut. Ternyata itu adalah keputusan terbaik yang pernah dia buat.

“Saya sudah tinggal di panti jompo selama lebih dari setahun. Saya tidak lagi menganggapnya sebagai batu loncatan menuju tempat yang lebih baik, dan sekarang saya melihatnya sebagai rumah saya,” ujar wanita Australia itu kepada Business Insider. “Saya tidak pernah merasa canggung, dan tinggal di sekitar orang-orang yang tidak terburu-buru menjalani hidup atau terlena oleh teknologi sangat baik untuk kesehatan mental saya. Ini seperti surga.”

Salah satu alasannya, apartemen dua kamar tidur di panti jompo ini sangat murah! Harganya hanya 500 dolar Aus  termasuk biaya layanan, sementara rata-rata apartemen dua kamar tidur di Melbourne biasanya berkisar antara 2800 dolar Aus hingga 3200 dolar Aus. Namun, ini hanyalah sebagian dari apa yang membuat tinggal di panti jompo begitu menakjubkan bagi wanita berusia 38 tahun ini. 

Dia menjalani kehidupan yang damai dikelilingi oleh tetangga yang ramah yang selalu siap membantu atau memberikan nasihat yang ramah, dan kehidupannya secara umum jauh lebih sederhana daripada sebelumnya.

Meskipun kebanyakan orang bertanya apakah dia tidak merasa tinggal di panti jompo membosankan, wanita berusia 38 tahun ini mengatakan bahwa dia menganggapnya sebagai terapi. 

Dia bangun dengan suara samar-samar tetangganya yang terdengar tua namun ceria, menikmati secangkir kopi, membaca koran, dan biasanya berjalan kaki sebentar di pagi hari. Kemudian dia mengikuti kelas yoga kursi, bersepeda, bermain bingo setiap Rabu, dan bahkan menyelesaikan beberapa pekerjaan lepas. Di malam hari, dia “berjalan ke toko kelontong atau restoran terdekat, membuat kue, atau duduk di teras dan bernostalgia dalam percakapan yang tak ada habisnya.”

“Rumah baru saya telah mengubah ambisi hidup dan cara saya memandang penuaan,” kata wanita itu. “Saya menemukan kedamaian yang luar biasa di sini, dan inilah definisi saya tentang kehidupan yang indah. Sungguh melegakan mengetahui bahwa tahun 70-an dan 80-an ternyata tidak seburuk itu. Seperti yang saya pelajari dari orang-orang di sekitar saya, kita masih bisa memiliki kebebasan, menjadi sukarelawan, berteman, dan memulai hobi baru, berapa pun usia kita.”

Beberapa orang hanya menertawakannya, dan keluarganya masih berpikir dia terlalu muda untuk tinggal di panti jompo, tetapi wanita berusia 38 tahun ini telah menerima gaya hidup barunya dan tidak berencana meninggalkan komunitas barunya dalam waktu dekat.

Menariknya, pengalaman seperti ini bukanlah hal yang unik. Tahun lalu, kami menulis tentang wanita berusia 38 tahun lainnya di Tiongkok yang begitu lelah dengan kehidupan sehari-harinya sehingga dia memutuskan untuk tinggal di panti jompo untuk sementara waktu. Dia juga sangat senang dengan pengalaman itu dan tidak ingin kembali ke kehidupan lamanya. (yn)

Dari Anak Peternak Babi Hingga Miliarder: Zhu Renzong – “Hidup Harus Punya Harga Diri”

EtIndonesia. Dalam bukunya Building Book, Zhu Renzong menulis: “Kalau dipikir-pikir, hubungan saya dengan babi memang sangat erat. Nama belakang saya ‘Zhu’ berbunyi sama dengan ‘babi’. Shio saya pun babi. Bahkan keluarga saya memang peternak babi sejak dulu.”

Sejak keluarga Zhu mulai beternak, kedua orangtuanya mengerahkan seluruh tenaga di kandang babi. Awalnya hanya beberapa ekor, lalu terus berkembang jadi 100 ekor, 300, 500… Hingga pada masa puncaknya, mereka memelihara lebih dari 1.000 ekor babi di kandang milik keluarga.

Dari Kandang Babi Menjadi Rumah Mewah

Pada tahun 2020, Zhu membangun kembali rumah leluhur keluarga Zhu di daerah Dashu, Distrik Xinshi. Rumah barunya bergaya modern minimalis, tampak anggun layaknya sebuah galeri seni. Di dinding luar berwarna abu-abu semen ekspos, terpampang tulisan besi tempa berwarna hitam bertuliskan “桂田” (Gui Tian), di bawahnya tertulis nama perusahaannya dalam bahasa Inggris: “THE GREATENS”.

Begitu melewati gerbang, pengunjung akan disambut taman bergaya Jepang yang rimbun dan anggun. Ada pohon pinus Jepang yang gagah serta sebuah pohon mangga besar di tengah lorong—pohon yang dahulu, 30–40 tahun lalu, digunakan untuk menambatkan sapi. Tak ada yang menyangka, taman damai nan indah ini dulunya adalah kandang babi yang bau dan bising.

Hidup Dikejar oleh Uang

Lingkungan Dashu masih terasa kental nuansa pedesaannya. Ketika Zhu lahir, daerah ini bahkan lebih sederhana—murni desa tempat kebanyakan warga bertani. Meski keluarganya tidak tergolong miskin ekstrem, tapi masa kecil Zhu selalu diliputi kekhawatiran soal keuangan.

Ayah Zhu berasal dari keluarga besar dengan enam saudara kandung. Kakeknya pernah gagal dalam usaha kecil, meninggalkan utang besar. Saat sang ibu menikah, ayahnya benar-benar tak punya apa-apa: tak ada rumah, tak ada tanah—bahkan jas yang dia pakai saat menikah pun hasil sewa.

Setelah semua saudara kandung berkeluarga sendiri, sisa utang masih menjadi beban, dan ayah Zhu dengan penuh tanggung jawab memutuskan untuk menanggung semuanya.

Dia sering berkata: “Manusia boleh miskin, tapi tekad tak boleh lemah.” 

Demi menghidupi keluarga dan membayar utang, sang ayah bekerja keras tanpa kenal lelah.

Salah satu mas kawin ibunya adalah sepeda. Ayahnya lalu mulai berjualan ikan kering dari pasar, berkeliling menjajakannya dari rumah ke rumah. Karena pintar dan rajin, usaha kecil itu cukup berhasil. Meski ada yang meniru usahanya, tidak semua bisa berhasil seperti dirinya.

Tak puas dengan satu pekerjaan, ayah Zhu mencoba berbagai macam usaha: jadi sales batu bata, membuka usaha pabrik bata kecil, jual mesin penggiling padi, bahkan jadi buruh di kebun tebu. Meski penghasilan bertambah, uang selalu habis untuk bayar utang, hanya cukup untuk makan sekeluarga.

Remaja yang Hidup Bersama Babi

Rumah keluarga Zhu pada awalnya hanya rumah dari tanah liat. Setelah Zhu lahir, rumah tersebut dibangun ulang menjadi rumah gaya tiga sisi khas Taiwan (sanheyuan), meski masih terasa sempit karena jumlah anggota keluarga yang banyak.

Sekitar usia enam tahun, ayahnya memutuskan memperbesar usaha peternakan babi. Dia membeli sebidang tanah kecil di samping rumah untuk mendirikan kandang babi. Dari hanya beberapa ekor, berkembang menjadi 100, 300, 500, hingga lebih dari 1.000 ekor.

Namun, banyak orang salah paham bahwa memiliki ribuan ekor babi berarti kaya. Faktanya, bisnis ini sangat berisiko. Harga babi fluktuatif, penyakit seperti flu babi atau PMK bisa menghanguskan seluruh investasi. Biaya kandang, pakan, dan perawatan sangat tinggi. Tak bisa pinjam ke bank, satu-satunya cara adalah berutang lewat arisan atau keluarga, seringkali dengan bunga tinggi.

Untuk menghemat, ayah Zhu bahkan membeli tomat busuk dari pabrik kecap untuk dijadikan pakan babi. Semua kerja keras ini tak mudah dijelaskan pada orang luar. Keluarga mereka nyaris tak pernah liburan. Bahkan sampai SMA, Zhu hanya beberapa kali bisa keluar kota bersama keluarga.

Sebagai remaja, Zhu sempat malu. Setelah sekolah, dia harus langsung pulang bantu kasih makan babi, bahkan akhir pekan tak bisa santai. Bau babi melekat di baju, membuatnya tidak percaya diri. Tapi melihat ayah ibunya bekerja keras, kakak-kakaknya ikut membantu meski juga belajar malam, dia tak tega untuk berpangku tangan. Dia belajar menyuntik babi, membantu kawin silang babi, dan membantu induk babi melahirkan.

Saat Keluarga Tak Lagi Lengkap

Suatu hari saat Zhu masih SD, ibunya mengalami komplikasi parah karena batu empedu. Operasi gagal, dua bulan dirawat, nyaris meninggal. Luka besar tertinggal di perut. Selama dua tahun, ibunya bolak-balik rumah sakit karena infeksi dan komplikasi. Suatu hari, pihak sekolah memberi tahu bahwa ibunya kritis. Zhu lari pulang dan menangis di pelukan ibunya, memohon agar sang ibu jangan meninggalkannya.

Sejak itu, setiap pagi dia berdoa agar ibunya selamat. Malam hari, dia menangis diam-diam di bawah selimut. Karena pengobatan lokal tak kunjung membaik, keluarga memohon petunjuk dari Dewa Xuantian Shangdi—dewa pelindung lokal. 

Jawaban dewa adalah: “Bawa ke rumah sakit besar di Taipei.”

Ibunya akhirnya dirawat di Rumah Sakit Veteran Taipei, dan sang ayah menemani. Sementara itu, sang paman datang membantu di rumah dan mengurus kandang babi.

Masa itu sangat berat. Rumah terasa kosong. Namun peristiwa ini membuat semua anak cepat dewasa. Zhu yang tadinya tidak suka beternak babi justru mulai merindukan saat-saat mereka sekeluarga bekerja bersama. Dia berjanji pada dirinya: jika ibunya pulih, dia akan pulang tepat waktu dan membantu sebisa mungkin.

Akhirnya, ibunya sembuh perlahan dan kembali ke rumah. Sejak itu, Zhu makin menghargai waktu bersama keluarga. Dia sadar, tak ada yang lebih penting dari seluruh keluarga yang sehat dan utuh.

Yang Saya Rindukan: Kekompakan Keluarga, Bukan Bisnisnya

Usaha ternak keluarga Zhu bertahan hingga Zhu menikah. Saat dia akan lulus SMA, ayahnya pernah bertanya: “Mau bantu perluas peternakan ini setelah kamu wamil nanti?” 

Zhu menjawab setengah bercanda, setengah serius: “Jangan, nanti saya nggak laku-laku.”

Bukan karena dia takut kerja keras. Dia hanya merasa tidak ada ketertarikan sama sekali pada dunia peternakan. Dia ingin membangun usaha sendiri di bidang lain—sesuatu yang lebih “klik” dengannya. Setelah wamil, Zhu memulai jalur wirausaha dan peternakan pun akhirnya ditutup. Dia pun melangkah ke dunia yang benar-benar berbeda.

Meski begitu, setiap kali dia melintasi jalan tol dan melihat truk pengangkut babi, atau mencium bau khas dari peternakan, hatinya selalu diliputi rasa haru. Dia teringat saat-saat bersama keluarga: dia mengaduk pakan, ibu membersihkan kandang, ayah menyuntik babi, dan para kakak memasak di dapur. Bahkan jika induk babi melahirkan di malam hari, seisi rumah turun tangan membantu.

Hidup saat itu memang susah dan serba kekurangan. Tapi kasih sayang di antara anggota keluarga sangat dalam. Mereka saling memahami, saling menguatkan. Rasa hangat itulah yang selalu melekat dalam hatinya—dan itulah harta paling berharga dalam hidup Zhu Renzong.

Prinsip Hidup ala Zhu Renzong

1. Hidup harus punya harga diri. Asal ada niat, tak ada masalah yang tak bisa diatasi.

2. Meski tak suka sesuatu, jika dilakukan dengan cinta, hidup tetap punya makna.

3. Kesehatan dan kebersamaan keluarga adalah fondasi utama dalam merintis usaha.(jhn/yn)

Serikat Pilot Jeju Air “Sangat Marah”, Tolak Tuduhan Pilot atas Kecelakaan Pesawat

EtIndonesia. Keluarga korban kecelakaan pesawat paling mematikan di Korea Selatan mengecam laporan pemerintah yang menyalahkan kesalahan pilot atas bencana tersebut, ungkap seorang perwakilan kepada AFP, Selasa (22/7).

Pesawat Boeing 737-800 tersebut terbang dari Thailand ke barat daya Korea Selatan pada 29 Desember tahun lalu, tetapi akhirnya mendarat darurat di Bandara Muan dan meledak menjadi bola api setelah menabrak penghalang beton, menewaskan 179 orang.

Kementerian Pertanahan Korea Selatan mengatakan kepada AFP bahwa mereka berencana untuk merilis sebagian temuan investigasi kecelakaan tersebut pada akhir pekan, tetapi membatalkan pengarahan dan menahan laporan tersebut setelah keluarga korban keberatan, dengan alasan bahwa laporan tersebut dapat menyesatkan.

Laporan tersebut mengatakan bahwa tabrakan dengan burung merusak mesin kanan pesawat, tetapi pilot kemudian secara keliru mematikan mesin kiri, ungkap seorang perwakilan keluarga korban yang melihat laporan tersebut kepada AFP.

Kesalahan tersebut mengakibatkan hilangnya daya total dan kegagalan sistem roda pendaratan, kata mereka.

Pilot berkata: “Mari kita matikan mesin nomor 2 (mesin kanan),” tetapi perekam data penerbangan menunjukkan bahwa sebenarnya mesin kiri yang dimatikan, menurut laporan tersebut.

“Tidak seorang pun melihat atau mendengar langsung perekam suara kokpit atau perekam data penerbangan,” ujar Kim Youn-mi, perwakilan keluarga korban, kepada AFP.

“Kami tidak diberi penjelasan yang tepat tentang hal-hal tersebut. Kami perlu mendengarnya untuk mengetahuinya. Kami berhak,” tambahnya.

Serikat pilot Jeju Air juga mengkritik laporan tersebut, dengan mengatakan bahwa mereka “sangat marah” atas temuan tersebut dan akan “dengan tegas menolak upaya jahat untuk mengalihkan kesalahan kepada pilot”.

Temuan tersebut merupakan bagian dari penyelidikan yang sedang berlangsung oleh penyidik Korea Selatan dan AS, yang masih menyelidiki penyebab bencana tersebut.

Tabrakan burung — bulu dan noda darah ditemukan di kedua mesin — roda pendaratan yang rusak dan penghalang landasan pacu adalah beberapa kemungkinan masalah.

Laporan akhir rencananya akan dirilis pada Juni tahun depan. (yn)

Yang “Pas” Itulah yang Terbaik dalam Hidup

EtIndonesia. Kita kerap berlari tergesa dalam mengejar kesempurnaan, hingga lupa bahwa esensi hidup sejatinya adalah proses berdamai dengan diri sendiri. 

Seperti yang pernah dikatakan oleh penulis terkenal Lin Qingxuan: “Hiduplah dengan hati yang gembira, rasakan kehidupan dengan hati yang biasa, dan hilangkan beban hati dengan kelembutan.”

Ketika kita mulai belajar memandang hidup dengan hati yang wajar, kita akan mengerti: kesempurnaan mutlak belum tentu membawa kebahagiaan. Justru pertemuan yang “pas” dan kepemilikan yang “secukupnya” adalah puisi lembut yang diberikan waktu kepada kita.

“Pas” Adalah Kondisi Paling Murni dari Hidup

Dia seperti bunga sakura pertama yang mekar di musim semi: tak datang terlalu dini hingga merusak keheningan musim dingin, dan tak terlambat hingga melewatkan sinar matahari yang hangat. Dia juga seperti aroma teh yang menguar dari dalam kabut pagi: tak terlalu kuat, tak terlalu ringan, justru meninggalkan rasa manis yang mendalam.

Inilah ketenangan yang tak membutuhkan ambisi yang menggebu, kejernihan yang muncul setelah waktu mengendapkan segalanya—seperti bait puisi Wang Wei,

“Saat tiba di ujung sungai, duduklah menyaksikan awan perlahan naik ke langit,” dalam lanskap yang datang tanpa direncanakan, kita justru menemukan jati diri yang paling murni.

“Pas” Adalah Pemahaman Mendalam Tentang Batas

Laozi pernah berkat: “Segala yang terlalu kuat akan segera rapuh.” 

Zhuangzi berbicara tentang ‘guna dalam ketakbergunaan’. Semua mengingatkan kita bahwa mengejar secara berlebihan justru bisa membuat kita kehilangan keindahan di sepanjang perjalanan.

Menyeduh teh, jika apinya terlalu besar maka rasanya pahit; jika kurang, maka rasanya hambar. Hanya dengan memahami kadar yang tepat, barulah kita bisa merasakan pahit-manisnya alam yang tersimpan dalam secangkir teh. 

“Pas” adalah kejernihan setelah melepaskan keterikatan, adalah kelapangan setelah mengikuti alur, adalah keharmonisan dari filosofi Timur yang merangkul keseimbangan.

Keindahan Hidup Terletak pada “Pas”, Bukan Sempurna

“Pas” bukan kompromi terpaksa, bukan juga bentuk menyerah pada arus. Dia adalah pemahaman yang dalam terhadap irama kehidupan. Dalam keseimbangan yang tepat, kebijaksanaan hidup akan muncul, dan cahaya kemanusiaan akan bersinar dengan indah.

Kepuasan psikologis yang datang dari perasaan “cukup” adalah bentuk kedewasaan. Bila keinginan tumbuh tanpa batas seperti gulma, maka tumpukan harta pun takkan bisa mengisi kekosongan jiwa. Bila kita selalu mendambakan kesempurnaan, maka keberhasilan pun akan pudar dalam cemas dan lelah.

Seperti segelas air hangat: cukup hangat untuk mengusir dingin malam, tak perlu mendidih hingga menyakiti kulit. Seperti sebuah hubungan yang sehat: ada ruang untuk bernapas, bukan keterikatan yang mencekik. 

Seperti kata Su Shi : “Rasa paling nikmat di dunia adalah kebahagiaan yang tenang.”

Biarkan bunga musim semi tidak mekar sepenuhnya—justru karena tersisa sedikit keseganan, dia terasa hidup. Biarkan kebahagiaan tidak melimpah—dengan menyisakan ruang, maka kebahagiaan itu bisa mengalir dalam waktu yang panjang.

“Pas” adalah Hasrat yang Belum Selesai—Pintu ke Masa Depan

Kebijaksanaan “pas” bukan berarti berhenti melangkah. Justru, dia adalah ruang kosong yang ditinggalkan sengaja untuk masa depan. Penemuan besar dalam sejarah sains sering berawal dari satu pertanyaan yang belum terjawab. Karya seni yang paling menyentuh justru terletak pada jejak-jejak yang belum lengkap.

Senyuman samar Mona Lisa karya da Vinci—karena ketidakjelasannya—telah memikat dunia selama berabad-abad. Akhir yang tak selesai dalam “Dream of the Red Chamber” membuat pembaca bebas berimajinasi. Maka dalam mengejar ilmu, tetaplah lapar akan pengetahuan. Dalam hidup, biarkan ada harapan yang belum dituntaskan. Layaknya pendaki yang tak kehilangan arah setelah mencapai puncak—cinta sejati selalu hidup dalam ruang yang belum tersentuh.

“Pas” Adalah Lapang Dada—Menyisakan Ruang untuk Damai

Segala yang ada di dunia ini mengalir antara penuh dan kosong. Menyisakan ruang bukan kelemahan, tapi cara menciptakan kedamaian batin. Dalam lukisan tinta Tiongkok, ruang kosong justru memancarkan keagungan pegunungan. Dalam simfoni orkestra, jeda sunyi justru menjadi penanda babak musik berikutnya.

Saat berinteraksi dengan orang lain, jangan berkata sampai tuntas, jangan lakukan sesuatu sampai batas. Itu bukan hanya bentuk belas kasih terhadap orang lain, tapi juga pemenuhan terhadap diri sendiri. Lihatlah persahabatan antara Bao Shouya dan Guan Zhong di zaman Chunqiu—karena tidak memperhitungkan untung rugi secara sempit, kisah mereka pun menjadi legenda sepanjang masa. Dalam bisnis modern, konsep “rantai pasok fleksibel” justru terbukti mampu menghadapi krisis karena menyisakan ruang untuk beradaptasi.

Menyisakan ruang bukan tanda ketakutan, tapi bentuk penghormatan terhadap ketidaktentuan. Memberi celah bukanlah kemunduran, melainkan kerendahan hati terhadap masa depan.

“Pas” Adalah yang Terbaik dalam Hidup

“Pas” adalah kejernihan setelah melihat gemerlap dunia, adalah ketenangan setelah melewati pahit-manis kehidupan. Ia mempertemukan keinginan dan pengendalian diri dalam harmoni; menggabungkan semangat maju dan rasa cukup dalam satu alunan. Hidup pun menjadi seperti tanaman yang tumbuh mengarah ke matahari—tak perlu mekar dengan ledakan dramatis, cukup mekar perlahan di musimnya sendiri, menyambut matahari dan hujan dengan tenang.

Mungkin inilah bentuk paling dalam dari romantisme hidup: dalam batas-batas yang “pas”, kita bisa melihat dunia, memahami sesama manusia, dan akhirnya—menemukan diri kita yang sejati.(jhn/yn)

Korban Tewas Akibat Kecelakaan Pesawat Latih Buatan Tiongkok yang Menimpa Gedung Sekolah di Bangladesh Meningkat Menjadi 27, Puluhan Masih Kritis

EtIndonesia. Sebuah pesawat latih angkatan udara Bangladesh jatuh menimpa sebuah sekolah di ibu kota negara tersebut pada Senin (21/7) sore, menewaskan pilot dan 26 orang lainnya, sebagian besar adalah pelajar, kata para pejabat.

Kecelakaan itu menyebabkan kebakaran yang membakar habis gedung dua lantai di Dhaka. Para pejabat mengatakan 171 orang, sebagian besar pelajar dan banyak yang mengalami luka bakar, diselamatkan dan dievakuasi dari lokasi kejadian dengan helikopter, ambulans, becak bermotor, serta digendong oleh petugas pemadam kebakaran dan orang tua.

Dua puluh kematian dilaporkan pada awalnya, dan tujuh orang meninggal karena luka-luka mereka semalaman, kata pihak berwenang Selasa pagi. Dokter mengatakan Senin malam bahwa kondisi sekitar dua lusin korban luka masih kritis.

Dua puluh jenazah telah diserahkan kepada keluarga mereka. Beberapa jenazah yang hangus tidak dapat dikenali lagi dan mereka mungkin memerlukan tes DNA untuk pencocokan. Sebuah posko donor darah telah dibuka di rumah sakit khusus luka bakar tempat sebagian besar korban luka dirawat.

Pesawat latih F-7 BGI buatan Tiongkok mengalami “kerusakan teknis” beberapa saat setelah lepas landas pukul 13 : 06, dan pilot berusaha mengalihkan pesawat ke daerah yang lebih sepi sebelum akhirnya menabrak gedung Milestone School and College, menurut pernyataan militer.

Namun, masih belum jelas bagaimana pilot tersebut tewas: apakah ida berada di dalam pesawat atau melontarkan diri sebelum menabrak gedung. Militer tidak memberikan detail apa pun mengenai hal itu.

Banyak kerabat menunggu semalaman di rumah sakit khusus luka bakar untuk mencari jenazah orang yang mereka cintai.

Sekitar tengah malam, Mohammed Abdur Rahim sedang mencari sepupunya, Afia Akter, di sebuah rumah sakit. 

“Kami tidak dapat menemukan sepupu saya. Dia hilang. Dokter di sini telah meminta kami untuk pergi ke rumah sakit lain,” ujarnya kepada The Associated Press.

Para siswa mengatakan gedung-gedung sekolah bergetar hebat, diikuti oleh ledakan besar yang membuat mereka berlarian mencari tempat aman. Suasana menegangkan segera terjadi di lokasi kecelakaan, ketika para kerabat yang panik mencari orang-orang terkasih. Jeritan memenuhi udara di rumah sakit terdekat.

Sekolah Milestone terletak di kawasan Uttara, Dhaka, sekitar 11 kilometer  dari Pangkalan Angkatan Udara A.K. Khandaker. Sekolah ini berada di daerah padat penduduk, dekat stasiun metro, dan banyak pertokoan serta rumah.

Pilotnya, Letnan Penerbangan Mohammed Toukir Islam, telah “berusaha keras untuk mengalihkan pesawat dari daerah padat penduduk ke lokasi yang lebih jarang penduduknya,” kata militer, seraya menambahkan bahwa mereka akan menyelidiki penyebab kecelakaan tersebut.

Media lokal melaporkan bahwa kecelakaan itu merupakan penerbangan solo pilot tersebut saat dia sedang menyelesaikan pelatihannya.

Ini adalah kecelakaan pesawat paling mematikan di ibu kota Bangladesh dalam beberapa tahun terakhir. Pada tahun 2008, jet latih F-7 lainnya jatuh di luar Dhaka, menewaskan pilotnya, yang kemudian melontarkan diri setelah menemukan masalah teknis.

Pemerintah mengumumkan hari berkabung pada hari Selasa, dengan bendera setengah tiang dikibarkan di seluruh negeri.

Di lokasi kecelakaan pada Senin sore, seorang ayah berlari sambil menggendong putrinya. Seorang ibu berteriak karena telah menemukan anak bungsunya, tetapi mati-matian mencari anak sulungnya.

Seorang ayah lainnya menggambarkan perasaannya yang tak berdaya saat menunggu kabar nasib putrinya.

“Pesawat itu jatuh di gedung tempat putri saya berada. Istri saya menelepon, tetapi saya sedang berdoa sehingga saya tidak bisa mengangkatnya,” kata Jewel, yang hanya menggunakan satu nama, di lokasi kejadian. “Ketika saya tiba di sini, saya melihat ada kebakaran besar. Ada mayat seorang anak.”

Untungnya, putrinya selamat, katanya, tetapi dia melihat banyak anak lain menderita luka bakar.

Para siswa juga berebut untuk melihat apa yang terjadi. “Kami berjuang melawan kerumunan dan tentara untuk mendekati lokasi kecelakaan di sekolah kami,” kata Estiak Elahi Khan, siswa kelas 11. “Apa yang saya lihat sungguh tak terlukiskan… sungguh mengerikan.”

Para dokter di Rumah Sakit Uttara Adhunik mengatakan lebih dari 60 siswa, banyak di antaranya berusia antara 12 dan 16 tahun, dipindahkan ke rumah sakit khusus untuk korban luka bakar.

Senin malam, tim penyelamat terus menyisir puing-puing, mencari jenazah. Sebuah derek digunakan untuk membersihkan puing-puing.

Pemimpin sementara Bangladesh, Muhammad Yunus, juga berjanji akan melakukan penyelidikan, dan dia menyampaikan duka cita yang mendalam atas “kecelakaan yang memilukan” tersebut. Dia menyebutnya “momen duka nasional yang mendalam.”

Rafiqa Taha, seorang siswa yang tidak berada di lokasi saat kecelakaan terjadi, mengatakan melalui telepon bahwa sekolah tersebut, yang beranggotakan sekitar 2.000 siswa, menawarkan kelas dari tingkat dasar hingga sekolah menengah atas.

“Saya ketakutan menonton video di TV,” kata remaja berusia 16 tahun itu. “Ya Tuhan! Ini sekolah saya.” (yn)

Hidup Itu Seperti Perlombaan Maraton

EtIndonesia. Saat masih remaja, orangtua saya sering mengingatkan: “Kalau ingin mengubah nasib, kuncinya adalah berjuang. Hidup ini seperti lomba maraton. Kamu harus terus semangat dan berlari ke depan!” 

Ketika saya meraih prestasi di sekolah, mereka mendorong saya untuk tetap rendah hati dan terus belajar dengan konsistensi, ketekunan, dan daya tahan. Dan saat saya menghadapi kesulitan dalam pekerjaan, mereka menyemangati saya untuk tidak menyerah,:  “Kalau jatuh, bangkitlah dan lanjutkan lari. Jangan putus asa atau menyerah di tengah jalan, karena hanya mereka yang tersenyum di garis akhir yang pantas disebut pemenang.”

Maraton adalah salah satu jenis lomba lari jarak jauh yang populer di dunia, dengan jarak tempuh 42,195 kilometer. Ada versi penuh (full marathon), setengah (half marathon), dan seperempat (quarter marathon). Yang paling umum adalah versi penuh. Lomba ini bukan hanya menguji fisik, tetapi juga mental pelari—ketahanan, fokus, dan tekad semuanya diuji.

Hidup juga seperti maraton. Di jalur panjang kehidupan, kita semua adalah pelari. Bisa atau tidaknya menyelesaikan seluruh rute, dan hasil akhirnya, tergantung pada kualitas pribadi kita secara menyeluruh.

Dalam maraton kehidupan, yang penting bukan siapa yang berlari paling cepat di awal, atau siapa yang lambat di tengah jalan, tapi siapa yang bisa terus berlari sampai garis akhir. Ketika unggul, jangan sombong. Saat tertinggal, jangan panik. Tetap tenang dan hadapi dengan kepala dingin, karena setiap kemenangan atau kekalahan hanya bersifat sementara—ini hanyalah satu bagian dari perjalanan panjang.

Mulai dari lahir, belajar berjalan, masuk SD, SMP, SMA, hingga kuliah, kemudian masuk dunia kerja—setiap tahap adalah lari jarak pendek yang membentuk satu maraton panjang kehidupan. Maka tak perlu terobsesi dengan siapa yang menang atau kalah di awal. Yang mampu bertahan hingga akhir dan tersenyum di garis finis, dialah pemenangnya.

Penulis Rusia, Chernyshevsky, pernah berkata: “Sejarah tidak berjalan di trotoar Nevskiy Prospekt. Dia bergerak di padang, kadang melewati debu dan lumpur, rawa dan belantara.” Artinya, sejarah tidak selalu mulus. 

Demikian pula hidup: tidak mulus, penuh tekanan, penderitaan, dan persaingan. Jalan hidup tak selalu dipenuhi bunga dan tepuk tangan, kadang justru penuh duri, hujan badai, lumpur, bahkan jebakan.

Hukum alam berkata: “Yang kuat bertahan.” 

Maka, untuk menyelesaikan maraton kehidupan dengan baik, kita harus memahami dan menguasai tiga titik penting:

Titik Pertama: Awal yang Tepat

Kita tidak boleh “kalah di garis start”. Bagi saya, awal dari maraton kehidupan adalah soal menanamkan tekad dan memilih jalan hidup yang tepat. Bila kamu memiliki cita-cita besar sejak dini, kamu akan siap secara mental dan punya kekuatan untuk melesat tanpa ragu. 

Titik Kedua: Pertengahan yang Stabil

Di pertengahan maraton, kita biasanya menghadapi masa stagnan, kehilangan semangat, bahkan tergoda untuk menyerah. Di titik inilah kita harus tetap percaya diri dan berani melangkah. 

Penulis Liu Qing dalam novelnya “Sejarah Pendirian” pernah berkata: “Jalan hidup memang panjang, tapi titik kritisnya biasanya hanya beberapa langkah saja—terutama saat muda.”

Kepercayaan diri adalah bahan bakar. Tanpanya, kita mudah pesimis. Hanya dengan keyakinan, kita bisa mencari solusi dan tetap optimis.

Mungkin kamu berpikir: “Saya juga ingin percaya diri, tapi saya tak sanggup.” 

Maka mulailah melihat kelebihan dirimu, bukan hanya kekurangan. Semua orang punya potensi. Jangan terjebak dalam pemikiran lama yang menyempitkan ruang gerakmu. Dunia terus berubah, kita pun bisa berubah. Dalam fase pertengahan ini, kita butuh optimisme, butuh rasa percaya bahwa “aku pasti bisa”. Percaya bahwa badai pasti berlalu, dan pelangi akan muncul.

Titik Ketiga: Akhir yang Menentukan

Ada pepatah: “Berjalan seratus mil, yang tersulit adalah sepuluh mil terakhir.” 

Banyak orang awalnya penuh semangat, tapi begitu menemui rintangan, semangat itu perlahan padam. Tanpa semangat dan keberanian, perjuangan akan berhenti di tengah jalan. 

Konfusius pernah berkata: “Kalau kamu membangun gunung, tinggal satu cangkul tanah lagi, lalu berhenti, maka gunung itu takkan pernah selesai.”

Tapi bandingkan dengan tokoh seperti Chen Jingrun. Di dihina dan sakit-sakitan, tapi tak menyerah dalam meneliti hipotesis Goldbach. Bertahun-tahun dia menulis dengan cahaya lampu minyak, akhirnya menciptakan keajaiban dunia matematika. Artinya, sering kali keberhasilan hanya selangkah lagi dari kegagalan. Maka saat kamu ingin menyerah, ingatkan dirimu bahwa garis finis sudah dekat—tinggal satu dorongan terakhir!

Enam “Kekuatan” yang Dibutuhkan dalam Maraton Kehidupan

1.     Kekuatan Fokus (Keteguhan)
Seperti puisi Zheng Banqiao: “Genggam kuat gunung hijau, jangan lepaskan.” Bila sudah memilih tujuan, jangan goyah. Fokus adalah fondasi dari semua kekuatan lain.

2.     Kekuatan Fisik (Kesehatan)

3.     Kekuatan Dorongan (Motivasi)
Tanpa idealisme, manusia akan hidup dalam kehampaan. Sebaliknya, memiliki mimpi yang kuat akan menyalakan energi luar biasa yang tahan lama.

4.     Kekuatan Tekad (Kegigihan)
Helen Keller, meski buta dan bisu, menjadi tokoh dunia. Edison gagal berkali-kali sebelum berhasil menciptakan lampu. Mereka sukses karena tidak menyerah.

5.     Kekuatan Daya Tahan (Konsistensi)
Seperti dalam kisah kura-kura dan kelinci—yang menang bukan yang cepat, tapi yang terus maju tanpa henti. Konsistensi adalah kunci menuju garis akhir.

6.     Kekuatan Intelektual (Kecerdasan Berkelanjutan)
“Belajarlah seumur hidup.” Dunia terus berubah, hanya mereka yang terus belajar yang bisa bertahan. Membaca buku, mencari ilmu, itulah air segar bagi pikiran.

 Seorang pelukis pernah membuat puisi: “Hidup bukanlah permainan mahjong, kalah bisa diulang. Hidup harus dijalani dengan sungguh-sungguh—sekali naik panggung, tak boleh menyesal.”

Hidup bukan soal ledakan sesaat, tapi soal ketekunan yang tak kenal lelah. Selama kita memegang tiga titik penting, mengasah enam kekuatan utama, mengubah tujuan besar menjadi langkah-langkah kecil, menjaga irama dan semangat, tetap gigih menembus segala rintangan—kita pasti bisa menyelesaikan lari terakhir dan menyambut kemenangan hidup yang sejati. (jhn/yn)

Tinjau Kebakaran Hutan dan Lahan di Riau, Kepala BNPB Perkuat Amunisi Satgas Karhutla

EtIndonesia. PEKANBARU – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI  Suharyanto bersama Wakil Menteri Kehutanan, Wakil Menteri Lingkungan Hidup, Kalaksa BPBD Provinsi Riau, Deputi Bidang Koordinasi Pertahanan Negara dan Kesatuan Bangsa, dan Forkopimda Riau melakukan tinjauan udara, guna melihat secara langsung luasan hutan dan lahan yang terbakar pada Senin (21/7/2025).

Kepala BNPB menyampaikan, seluruh kabupaten dan kota yang ada di Provinsi Riau telah mengalami kebakaran hutan dan lahan sampai dengan tanggal 20 Juli 2025.

Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto, S.Sos., M.M., (kemeja dan rompi hijau) saat memberikan arahan kepada pesert rapat koordinasi penanganan kebakaran hutan dan lahan di Lanud Roesmin Nurjadin, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau pada Senin (21/7).
Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto, S.Sos., M.M., (kemeja dan rompi hijau) saat memberikan arahan kepada pesert rapat koordinasi penanganan kebakaran hutan dan lahan di Lanud Roesmin Nurjadin, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau pada Senin (21/7).

“Paling besar Kabupaten Bengkalis dan Kabupaten Kampar,” ucap Suharyanto dalam rilis Abdul Muhari, Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB. 

Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto, S.Sos., M.M., (Urutan pertama dari kanan) bersama perwakilan kementerian/lembaga melakukan peninjauan udara guna melihat secara langsung kondisi terkini kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di sejumlah wilayah di Provinsi Riau pada Senin (21/7).

Melihat hal tersebut, Kepala BNPB mengimbau kepada Pemerintah Provinsi Riau untuk segera menetapkan status tanggap darurat bencana kebakaran hutan dan lahan.

“Pemerintah Provinsi harus (tetapkan) tanggap darurat bencana, supaya pemerintah pusat dapat leluasa memberikan bantuan kepada pemerintah daerah,” imbuhnya.

Kondisi kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di wilayah Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau pada Senin (21/7).
Kondisi kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di wilayah Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau pada Senin (21/7).
Kondisi kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di wilayah Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau pada Senin (21/7).

Pemerintah Pusat dalam hal ini dikoordinatori BNPB, kembali memberikan upaya-upaya percepatan pengendalian kebakaran hutan dan lahan. Helikopter Patroli yang sebelumnya hanya satu unit, akan ditambah menjadi dua unit. Kemudian Helikopter Waterbombing ditambahkan menjadi lima unit.

“Heli patroli dan waterbombing kita tambahkan, hari Rabu akan kita masukan. Mudah-mudahan dengan ini bisa membantu, jika operasi modifikasi cuacanya tidak menemukan awan untuk dijadikan hujan.” tambahnya.

BNPB turut melanjutkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dalam percepatan penanganan kali ini, sebelumnya BNPB beserta kementerian/lembaga terkait telah melakukan OMC untuk tahap 1 tanggal 1 hingga 7 Mei 2025, tahap 2 tanggal 7 sampai 12 Mei 2025 dan kini memulai kembali dengan tahap 3 sejak hari ini sampai lima hari ke depan.

“Mulai tadi pagi OMC dilakukan, kami cek sudah turun hujan walaupun belum merata seluruh Provinsi Riau. Akibat OMC tahap 3 tadi Subuh, di wilayah Indragiri Hilir, Kuala Kampar, Siak, Batang Cenaku dan Bangkinang, masih kecil-kecil curah hujannya karena tergantung dengan pertumbuhan dengan awan hujan,” tutur Suharyanto.

“Sebelumnya, OMC yang telah dilakukan dari Mei diharapkan semoga sudah ada lumbung air dan lahan gambut juga tidak terlalu kering,” lanjutnya.

Upaya terakhir adalah dengan melakukan penambahan peralatan dan perlengkapan pemadaman bagi personel darat, seperti pompa, water tank portable, alat bantu pernapasan, alat pelindung diri karhutla, dan motor karhutla, serta penambahan personel dari Korem 031/Wira Bima dan Polda Riau.

“Pasukan Korem dan Polda langsung bersama manggala agni melakukan pemadaman, perlengkapannya diperkuat dari kami,” ujarnya.

Kepala BNPB selanjutnya mengungkapkan, pengendalian kebakaran hutan tidak semata – mata dengan pemadaman saja, namun untuk indikasi – indikasi yang diakibatkan oleh pembakaran lahan dengan cara yang disengaja juga diproses sesuai dengan hukum yang berlaku. Telah ditetapkan tersangka sebanyak 16 orang dan terdapat 11 kasus yang masuk dalam perkembangan penyidikan.

“Satgas hukum sudah bergerak, sudah ada yang tersangka sampai 16 orang. Jadi selain pemadaman, operasi penegakan hukum juga dilaksanakan sehingga semuanya sejalan dan terpadu,” tegas Suharyanto. (asr)

Rusia Serang Kyiv Beberapa Jam Sebelum Perundingan Tingkat Tinggi Terkait Dukungan untuk Ukraina

EtIndonesia. Rusia melancarkan salah satu serangan udara terbesarnya terhadap Ukraina dalam beberapa bulan terakhir, hanya beberapa jam sebelum Inggris dan Jerman memimpin pertemuan untuk membahas rencana Presiden AS, Donald Trump agar sekutu NATO menyediakan senjata bagi Ukraina.

Serangan itu menewaskan dua orang dan melukai 15 orang, termasuk seorang anak berusia 12 tahun, kata Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy.

Di distrik Shevchenkivskyi, Kyiv, sebuah pesawat tanpa awak (drone) menghantam pintu masuk stasiun kereta bawah tanah tempat orang-orang berlindung. Video yang diunggah di media sosial menunjukkan peron stasiun diselimuti asap, dengan puluhan orang di dalamnya. Wali Kota Kyiv, Vitalii Klitschko mengatakan stasiun itu harus diberi ventilasi dalam apa yang disebutnya “mode yang ditingkatkan.”

Serangan terberat menghantam distrik Darnytskyi, Kyiv, tempat sebuah taman kanak-kanak, supermarket, dan fasilitas gudang terbakar.

Menteri Luar Negeri Prancis, Jean-Noel Barrot tiba di Kyiv pada hari Senin (21/7) dan meninjau sebagian kerusakan.

Serangan pesawat nirawak dan rudal yang berlangsung berjam-jam di Kyiv hingga Senin malam menggarisbawahi urgensi Ukraina akan bantuan militer Barat lebih lanjut, terutama di bidang pertahanan udara, seminggu setelah Trump mengatakan pengiriman akan tiba di Ukraina dalam beberapa hari.

Pertemuan virtual tersebut akan dipimpin oleh Menteri Pertahanan Inggris, John Healey dan mitranya dari Jerman, Boris Pistorius. Healey mengatakan Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth dan pemimpin NATO, Mark Rutte, serta Panglima Tertinggi Sekutu NATO di Eropa, Jenderal Alexus Grynkewich, akan menghadiri pertemuan Kelompok Kontak Pertahanan Ukraina.

Moskow telah mengintensifkan serangan jarak jauhnya terhadap kota-kota Ukraina, dan para analis mengatakan rentetan serangan kemungkinan akan meningkat seiring dengan meningkatnya produksi pesawat nirawak Rusia.

Dalam perubahan sikap terhadap Rusia, Trump pekan lalu memberi Moskow batas waktu 50 hari untuk menyetujui gencatan senjata atau menghadapi sanksi yang lebih berat.

Pada pertemuan hari Senin, Healey diperkirakan akan mendesak mitra-mitra Barat Ukraina untuk meluncurkan “upaya 50 hari” yang tidak disengaja guna mendapatkan persenjataan yang dibutuhkan Kyiv untuk melawan pasukan Rusia yang lebih besar dan memaksa Presiden Rusia, Vladimir Putin ke meja perundingan, demikian pernyataan Pemerintah Inggris.

Rencana persenjataan Trump, yang diumumkan seminggu yang lalu, melibatkan negara-negara Eropa yang mengirimkan senjata Amerika ke Ukraina melalui NATO — baik dari stok yang ada maupun membeli dan menyumbangkan yang baru.

Presiden AS tersebut mengindikasikan bahwa diskusi sebagian besar difokuskan pada sistem pertahanan udara Patriot yang canggih dan mengatakan seminggu yang lalu bahwa pengiriman akan dimulai “dalam beberapa hari.”

Namun pekan lalu, berbagai pejabat senior menyatakan belum ada pengiriman yang terjadi.

Grynkewich dari NATO mengatakan kepada The Associated Press pada hari Kamis bahwa “persiapan sedang berlangsung” untuk pengiriman senjata ke Ukraina, sementara Duta Besar AS untuk NATO, Matthew Whitaker mengatakan dia tidak dapat memberikan kerangka waktu.

Jerman telah mengatakan pihaknya menawarkan pembiayaan untuk dua sistem Patriot baru bagi Ukraina dan mengemukakan kemungkinan untuk memasok sistem yang sudah dimilikinya dan meminta AS untuk menggantinya.

Namun, pengirimannya bisa memakan waktu, menurut Kanselir Jerman, Friedrich Merz, karena “sistem-sistem itu harus diangkut, harus disiapkan; itu bukan masalah jam, melainkan masalah hari, mungkin minggu.”

Sistem Patriot lainnya dapat datang dari Swiss, yang kementerian pertahanannya mengatakan pada hari Kamis bahwa mereka telah diberitahu oleh Departemen Pertahanan AS bahwa mereka akan “memprioritaskan kembali pengiriman” lima sistem yang telah dipesan sebelumnya untuk mendukung Ukraina.

Sementara Ukraina menunggu Patriot, seorang pejabat senior NATO mengatakan aliansi tersebut masih mengoordinasikan pengiriman bantuan militer lainnya — seperti amunisi dan peluru artileri — termasuk bantuan dari AS yang sempat dihentikan sementara. Pejabat tersebut berbicara dengan syarat anonim untuk membahas hal-hal sensitif.

Zelenskyy mengatakan pada hari Sabtu bahwa para pejabatnya telah mengusulkan putaran baru perundingan damai minggu ini. Media Pemerintah Rusia pada hari Minggu melaporkan bahwa belum ada tanggal yang ditetapkan untuk negosiasi tersebut, tetapi mengatakan bahwa Istanbul kemungkinan akan tetap menjadi kota tuan rumah. Juru bicara Kremlin mengatakan pada hari Minggu bahwa Rusia terbuka untuk perdamaian dengan Ukraina, tetapi mencapai tujuannya tetap menjadi prioritas.

Serangan udara Rusia semalam di Kyiv dimulai tak lama setelah tengah malam dan berlanjut hingga sekitar pukul 6 pagi. Warga ibu kota terjaga karena tembakan senapan mesin, deru mesin drone, dan beberapa ledakan keras.

Ini adalah serangan besar pertama di Kyiv sejak utusan khusus Trump untuk Ukraina, Keith Kellogg, tiba di kota itu Senin lalu. Rusia menghentikan serangan di Kyiv selama kunjungannya.

Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan serangannya menggunakan drone dan rudal hipersonik Kinzhal. Dikatakan bahwa serangan udara tersebut berhasil menargetkan infrastruktur lapangan terbang dan kompleks industri militer Ukraina.

Angkatan Udara Ukraina mengatakan Rusia meluncurkan 426 drone Shahed dan umpan pada Senin malam, serta 24 rudal dari berbagai jenis. Dikatakan 200 drone dicegat, dengan 203 lainnya macet atau hilang dari radar.

Empat pesawat Ukraina “secara tidak sengaja menembus” wilayah udara Rumania selama beberapa menit tetapi tidak menimbulkan ancaman bagi keamanan nasional. (yn)