OPEC Mengalami Perpecahan yang Semakin Cepat! Setelah UEA Keluar, Pasar Menyebut Negara Berikutnya yang Mungkin Menyusul

Ekspor minyak mentah Amerika Serikat pekan lalu mencapai rekor tertinggi dalam sejarah, menunjukkan bahwa dunia semakin beralih mencari pasokan energi dari Amerika Serikat. Namun, harga minyak tetap menunjukkan tren kenaikan.

EtIndonesia. Baru-baru ini, Uni Emirat Arab (UEA) mengumumkan keluar dari Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC), yang menjadi kejutan besar bagi pasar. Para analis menilai bahwa organisasi yang dulu menguasai setengah pasokan minyak dunia ini kini menghadapi percepatan perpecahan.

Perundingan antara AS dan Iran turut memengaruhi struktur pasokan energi global.

Sebagai produsen minyak terbesar ketiga di OPEC, UEA telah lama tidak puas dengan kuota produksi yang dianggap terlalu rendah. Negara tersebut memutuskan untuk meningkatkan produksi secara mandiri demi kepentingan nasional, dan secara resmi keluar dari OPEC pada 1 Mei 2026.

Analis geopolitik dari Rystad Energy, Jorge Leon, menyatakan bahwa langkah ini merupakan perkembangan penting yang menimbulkan tanda tanya besar atas masa depan OPEC dan OPEC+ sebagai organisasi yang solid. Ia menambahkan bahwa perhatian kini kembali tertuju pada Arab Saudi, yang selama ini berperan sebagai “bank sentral” pasar minyak. Pertanyaannya adalah apakah Arab Saudi akan tetap memimpin dan mengatur pasar, atau justru pasar akan menjadi semakin kacau setelah keluarnya UEA.

OPEC sendiri didirikan pada tahun 1960 dan mengatur batas produksi anggotanya. Pada era 1970-an, organisasi ini pernah memberlakukan embargo minyak terhadap negara-negara Barat, yang menyebabkan harga minyak melonjak empat kali lipat dalam beberapa bulan dan menjadikan minyak sebagai “senjata ekonomi” global.

Pada 2016, Rusia dan negara lain bergabung membentuk aliansi OPEC+, yang menguasai sekitar 52% pasokan minyak dunia.

Namun, pengaruh OPEC di abad ke-21 telah melemah. Revolusi minyak serpih di Amerika Serikat meningkatkan produksi secara signifikan hingga mencakup hampir 18% pasokan global, menjadikannya eksportir energi terbesar dan mengurangi kemampuan OPEC dalam menentukan harga.

Meskipun Rusia baru-baru ini menegaskan tidak akan keluar dari OPEC+, pasar mulai berspekulasi bahwa negara lain seperti Nigeria, Kazakhstan, dan Irak berpotensi mengikuti langkah UEA.

Analis senior dari Russian National Energy Security Fund, Igor Yushkov, menyebut bahwa pasar mulai memperkirakan kemungkinan runtuhnya OPEC dan OPEC+, karena keluarnya UEA bisa mendorong anggota lain untuk ikut hengkang.

Di tengah kemungkinan berlanjutnya ketegangan antara AS dan Iran, harga minyak melonjak tajam. Pada Rabu 29 April, harga minyak mentah Brent naik lebih dari 5% menjadi 124,67 dolar per barel, sementara minyak mentah West Texas Intermediate naik 2,4% menjadi 109,49 dolar per barel. Keputusan UEA untuk meningkatkan produksi juga dinilai memberi keuntungan bagi Amerika Serikat.

Presiden AS, Donald Trump, mengatakan, “Saya pikir ini hal yang bagus. Saya sangat mengenal Sheikh Mohammed, dia sangat cerdas. Mungkin dia ingin mengambil jalannya sendiri. Ini hal yang baik, dan pada akhirnya bisa menurunkan harga gas, minyak, dan semuanya.”

Selama ini, OPEC menggunakan mekanisme kartel, yaitu negara anggota bertindak bersama untuk mengurangi produksi guna menjaga harga, atau meningkatkan produksi untuk menekan harga. Namun jika perpecahan terus berlanjut, pasar minyak bisa berubah menjadi sistem “masing-masing berjalan sendiri”. Dalam jangka panjang, peningkatan pasokan berpotensi menekan harga minyak dan membantu meredakan tekanan inflasi global.

NTD Asia Pacific Television, Kao Chien-lun dan Shen Wei-tung, Taipei, Taiwan 

Ledakan Hebat Dilaporkan di Teheran, Beredar Isu Operasi “Penargetan Pemimpin” oleh Israel

EtIndonesia. Laporan media resmi Iran seperti Mehr News Agency dan sejumlah media lainnya, pada Kamis malam (30 April), terjadi beberapa ledakan kuat di wilayah selatan Teheran, disertai rentetan tembakan sistem pertahanan udara. Seluruh kota diliputi suasana tegang seperti di ambang perang.

Beredar juga rumor bahwa Israel telah melancarkan serangan mendadak berupa operasi “decapitation” (penargetan pemimpin).

Menurut sejumlah saksi mata, sekitar pukul 23.10 waktu setempat, suara ledakan besar terdengar jelas di berbagai wilayah selatan Teheran.

Video yang beredar di media sosial menunjukkan langit di pinggiran selatan kota terang oleh kilatan sistem pertahanan udara dan senjata pencegat.

Warga setempat menggambarkan getaran dari ledakan tersebut begitu kuat hingga menyebabkan pintu dan jendela beberapa bangunan bergetar hebat. Banyak warga bergegas keluar rumah atau menuju tempat perlindungan untuk memantau situasi.

Meski lokasi pasti ledakan belum dikonfirmasi secara resmi, perhatian publik tertuju pada wilayah selatan Teheran yang merupakan kawasan strategis militer dan pemerintahan. Di sana terdapat salah satu fasilitas energi penting Iran, yaitu Rey Refinery, serta sejumlah gudang militer dan pusat logistik milik Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC).

Bahkan muncul spekulasi bahwa serangan tersebut merupakan operasi Israel yang menargetkan langsung komandan tertinggi IRGC, Ahmad Vahidi.

Hingga berita ini diturunkan, pemerintah dan militer Iran masih belum memberikan pernyataan resmi. Mereka belum menjelaskan penyebab ledakan maupun jumlah korban jiwa. Keheningan ini dinilai oleh sebagian pihak sebagai indikasi bahwa situasinya cukup serius.

Dilaporkan oleh NTDTV.

Terkait Keamanan Nasional, Perusahaan AS Seperti Airbnb Diselidiki karena Menggunakan AI Tiongkok

EtIndonesia. Komite Khusus DPR AS untuk Urusan Partai Komunis Tiongkok  bersama Komite Keamanan Dalam Negeri mengumumkan bahwa mereka secara resmi meluncurkan penyelidikan terhadap raksasa penyewaan akomodasi Airbnb serta perusahaan rintisan AI Anysphere, karena diduga menggunakan model kecerdasan buatan (AI) dari Tiongkok.

Reporter NTD Yu Liang melaporkan bahwa Kongres AS telah meminta kedua perusahaan tersebut untuk menyerahkan laporan evaluasi terkait penggunaan model AI Tiongkok dalam batas waktu tertentu. Hingga saat ini, kedua perusahaan belum memberikan tanggapan publik.

Reporter NTD Yu Liang menyampaikan laporannya

Perusahaan pertama yang disebut adalah platform penyewaan global Airbnb.

Menurut hasil penyelidikan Kongres, sistem layanan pelanggan Airbnb menggunakan model AI berbiaya rendah “Qwen” (Tongyi Qianwen) yang dikembangkan oleh perusahaan Tiongkok Alibaba. Hal ini dinilai berpotensi menempatkan data jutaan pengguna Amerika dalam risiko, termasuk kemungkinan tereksposnya informasi pribadi dan jejak aktivitas pengguna di bawah pengawasan pemerintah PKT.

Perusahaan lain yang turut diselidiki adalah startup berbasis di New York, Anysphere. Produk editor pemrograman AI populernya, Cursor, disebut memiliki teknologi dasar yang berasal dari perusahaan AI Tiongkok “Moonshot AI” (Yuezhianmian).

Moonshot AI juga dituduh terlibat dalam pengumpulan dan pencurian data kecerdasan buatan dalam skala besar dari Amerika Serikat.

Selain itu, disebutkan bahwa ketika insinyur Amerika menggunakan Cursor untuk menulis kode, informasi sensitif seperti rahasia bisnis, teknologi laboratorium, bahkan data militer AS berpotensi mengalir ke Beijing, yang dapat digunakan untuk pengembangan senjata atau sintesis bahan kimia dan biologis berbahaya.

Di sisi lain, mantan ketua Departemen Kimia Universitas Harvard, Charles Lieber, yang pada 2021 dinyatakan bersalah karena menyembunyikan hubungannya dengan pihak Tiongkok, dilaporkan kini bekerja di sebuah pusat riset di Shenzhen yang didukung pemerintah Partai Komunis Tiongkok. Ia meneliti bidang neuro-elektronika, yang kembali memicu kekhawatiran AS mengenai dugaan pencurian teknologi canggih dan talenta.

Laporan ini menegaskan bahwa penyelidikan tersebut mengirimkan sinyal jelas kepada perusahaan teknologi Amerika: di tengah tren pemisahan teknologi antara AS dan Tiongkok, perusahaan harus memilih antara “biaya rendah” dan “keamanan nasional”.

Dilaporkan oleh Yu Liang dan Ying Xiang, NTDTV New York.

Pasar Kerja yang Sulit dan Kurangnya Daya Tarik : Populasi Muda di Beijing Berkurang Hampir Setengahnya dalam Dekade Terakhir

Baru-baru ini, berbagai provinsi dan kota di Tiongkok telah merilis data kependudukan. Data menunjukkan bahwa jumlah anak muda di Beijing terus menurun. Bahkan, dalam hampir 10 tahun terakhir telah berkurang hingga setengahnya. Sebaliknya, jumlah penduduk lanjut usia terus meningkat, sehingga tren penuaan populasi semakin serius.

EtIndonesia. Pada 27 April, 31 provinsi di Tiongkok daratan secara bertahap mengumumkan data jumlah penduduk tetap hingga akhir 2025. Data menunjukkan bahwa sekitar 80% wilayah mengalami penurunan jumlah penduduk. 

Selain itu, berbagai lembaga statistik daerah juga merilis Statistical Yearbook 2025, yang memuat data populasi berdasarkan kelompok usia. Enam wilayah—Beijing, Hebei, Henan, Jiangsu, Fujian, dan Anhui—secara konsisten mempublikasikan data ini, sehingga memberikan gambaran lebih rinci tentang perubahan struktur usia penduduk.

Data publik menunjukkan bahwa dari tahun 2015 hingga 2024, proporsi penduduk muda di Beijing mengalami penurunan paling signifikan, dari 21,3% menjadi 11,4%. Dari segi jumlah, populasi anak muda di Beijing turun dari 4,618 juta menjadi 2,489 juta, berkurang sebanyak 2,129 juta orang dalam satu dekade.

Dalam periode yang sama, jumlah penduduk lanjut usia (60 tahun ke atas) meningkat dari 3,405 juta menjadi 5,14 juta, bertambah sebanyak 1,735 juta orang.

Sebelumnya, proporsi anak muda di Beijing jauh lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional. Namun dalam beberapa tahun terakhir, laju penurunan di Beijing jauh lebih cepat dibandingkan tren nasional. Tahun 2020 menjadi titik penurunan paling drastis, di mana jumlah anak muda turun dari 3,805 juta pada 2019 menjadi 3,255 juta, berkurang 550 ribu dalam satu tahun.

Terkait penyebab penurunan jumlah anak muda di Beijing, sejumlah analisis menyebutkan bahwa sulitnya mendapatkan pekerjaan dan tingginya biaya hidup menjadi faktor utama. Selain itu, kebijakan pengelolaan kota yang semakin ketat juga turut berperan.

Sejumlah warganet berkomentar, “Sulit mencari kerja, setelah bekerja pun sulit menabung, biaya transportasi tinggi dan kondisi tempat tinggal kurang baik. Wajar saja Beijing kehilangan daya tariknya.”

Pada 30 April, akun publik WeChat “Fuchengmen Liuhayuan” menerbitkan artikel berjudul “Dalam Sepuluh Tahun Populasi Anak Muda Berkurang Setengah: Mengapa Beijing Semakin Tidak Mampu Menahan Anak Muda?” Artikel tersebut menyebutkan bahwa dalam satu dekade, Beijing yang dulunya satu-satunya kota dengan lebih dari 4 juta anak muda kini turun menjadi sekitar 2 juta lebih. Keunggulan sumber daya tenaga muda hampir habis.

Saat ini, jumlah anak muda di Beijing bahkan jauh lebih rendah dibandingkan kota-kota seperti Shenzhen, Shanghai, Guangzhou, Chengdu, dan Chongqing, bahkan mungkin lebih rendah dari kota dengan populasi sekitar 10 juta seperti Dongguan, Wuhan, dan Hangzhou.

Analisis tersebut menyebutkan bahwa pada 2015, dari setiap 100 penduduk Beijing terdapat sekitar 21 anak muda dan 16 lansia. Namun pada 2024, hanya tersisa 11 anak muda dibandingkan 24 lansia per 100 penduduk. Rata-rata, Beijing kehilangan sekitar 210 ribu anak muda setiap tahun dalam satu dekade terakhir. Jika tren ini berlanjut, pada 2030 jumlah anak muda diperkirakan hanya sekitar 1 juta orang, menjadikan Beijing sebagai kota yang sangat menua dan kehilangan vitalitas.

Penyebab utama migrasi keluar anak muda meliputi melambatnya pertumbuhan sektor teknologi dan jasa, berkurangnya peluang perkembangan bagi generasi muda, tingginya harga properti dan biaya hidup, sistem hukou (registrasi penduduk) yang kaku, serta semakin ketatnya pengelolaan kota dan meningkatnya intervensi administratif dalam ruang publik.

Namun, ada juga warganet yang berpendapat, “Apakah mungkin memang jumlah anak muda secara keseluruhan memang sudah menurun sejak awal?”

Disusun oleh reporter Li Li / Editor: Lin Qing – NTDTV.com

Pejabat Tinggi FBI Peringatkan: Peretas PKT Berisiko Ditangkap Saat Bepergian ke Luar Negeri

Pejabat tinggi Federal Bureau of Investigation (FBI), Brett Leatherman, pada 30 April menyatakan bahwa ekosistem “outsourcing peretasan” yang terkait dengan pemerintah Partai Komunis Tiongkok (PKT)  telah “lepas kendali” dan memberikan “alasan yang tampak sah” bagi para pelaku kejahatan siber. Ia memperingatkan bahwa peretas Tiongkok berisiko ditangkap jika bepergian ke luar negeri.

EtIndonesia. Seorang warga negara Tiongkok berusia 34 tahun, Xu Zewei, baru-baru ini (25 April) diekstradisi dari Italia ke Amerika Serikat untuk diadili. Ia didakwa telah bekerja untuk kontraktor Tiongkok pada tahun 2020 dan 2021, serta terlibat dalam operasi peretasan skala besar atas perintah otoritas PKT.

Xu Zewei ditangkap di Milan pada Juli tahun lalu, dan setelah pengadilan Italia menyetujui ekstradisi, ia dikirim ke Amerika Serikat. Ia dituduh mencuri hasil penelitian virus COVID-19 dari universitas-universitas di AS pada saat dunia sangat membutuhkannya.

Disebutkan bahwa aksi peretasan tersebut dilakukan atas perintah pemerintah PKT, yang pada saat itu juga dituduh menyembunyikan informasi penting terkait virus dan asal-usulnya.

Pihak berwenang AS juga menuduh Xu Zewei sebagai anggota kunci dari kelompok peretas yang diduga terkait dengan pemerintah PKT, yang telah menyerang hampir 13.000 institusi di Amerika Serikat.

Kedutaan Besar PKT di AS belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar. 

Sumber : NTDTV.com

Seorang Wanita Sangat Gelisah dan Merasa Gatal Hingga Hampir Putus Asa, Setelah Berobat Dia Tak Pernah Menyangka Penyebab Sebenarnya

EtIndonesia. Baru-baru ini, seorang wanita berusia 40 tahun di Ningbo, Zhejiang, Tiongkok  mengalami gatal pada area anus setiap hari hingga membuatnya tidak bisa duduk atau berdiri dengan nyaman, bahkan hampir membuatnya putus asa. Ia kemudian pergi ke rumah sakit untuk berobat, dan tak disangka “penyebabnya” ternyata adalah tisu basah yang ia gunakan setiap hari.

Menurut laporan Ningbo Evening News, wanita bermarga Wang tersebut datang ke klinik khusus gatal anus di Rumah Sakit Pengobatan Tradisional Tiongkok Distrik Haishu, Ningbo. Ia mengaku telah lama tersiksa oleh rasa gatal tersebut. Pada siang hari, ia tidak bisa duduk tenang, bahkan saat bekerja harus diam-diam menggeser dan menggosok tubuhnya di kursi ketika tidak ada orang. Pada malam hari, rasa gatal semakin parah hingga membuatnya tidak bisa tidur.

“Saya benar-benar tidak tahan. Saat gatal datang, rasanya ingin mencari tempat sepi untuk menggaruk sekuat-kuatnya,” ujarnya. Karena sering menggaruk, kulit di sekitar anusnya terasa sudah terluka, dan saat buang air besar terasa sakit, bahkan tisu sering terdapat darah.

Setelah pemeriksaan, dokter He Hongyan menemukan bahwa kondisi Wang jauh lebih serius dari yang ia gambarkan. Kulit di sekitar anusnya telah mengalami perubahan patologis yang jelas: terjadi depigmentasi (warna kulit memudar), tekstur kulit menebal dan kasar, garis kulit berubah, serta terdapat banyak luka terbuka. Secara keseluruhan tampak seperti perubahan “kulit seperti kulit (leathery)”.

Dokter kemudian menanyakan kebiasaan kebersihan sehari-harinya. Wang menjelaskan bahwa karena ia menderita wasir, ia merasa tidak bersih setelah buang air besar, sehingga terbiasa menggunakan tisu basah dan mengelap berulang kali hingga merasa benar-benar bersih.

Dokter menjelaskan bahwa kondisi tersebut disebabkan oleh kombinasi dua faktor. Pertama, pembersihan berlebihan merusak lapisan pelindung kulit. Tisu basah memang membuat terasa lebih bersih, tetapi kandungan bahan pembersih, pengawet, dan bahan kimia lainnya dapat merusak pelindung alami kulit di sekitar anus. Ketika lapisan ini rusak, kulit menjadi sangat rentan.

Kedua, adanya kebocoran cairan usus akibat melemahnya otot sfingter anus. Cairan usus dapat keluar dan terus-menerus mengiritasi kulit yang sudah kehilangan perlindungan, sehingga memperparah kondisi.

Setelah menghentikan penggunaan tisu basah dan menjalani pengobatan, gejala gatal pada Wang berangsur membaik, dan kondisi kulitnya juga perlahan pulih.

Dokter mengingatkan bahwa banyak orang menganggap “bersih” identik dengan sehat, sehingga cenderung membersihkan secara berlebihan. Padahal, mengelap berulang kali dengan tisu basah justru dapat merusak lapisan pelindung kulit dan menurunkan daya tahan kulit. Bagi orang dengan kulit sensitif atau yang memiliki masalah di area anus, penggunaan tisu basah harus dilakukan dengan hati-hati.

Dalam kehidupan sehari-hari, tisu basah memang praktis dan semakin populer, terutama saat tidak ada air. Namun, di balik manfaatnya, kandungan bahan kimia di dalamnya juga menimbulkan kekhawatiran terhadap kesehatan kulit.

Dokter kulit asal AS, Caren Campbell, pernah mengatakan kepada NBC Select bahwa tisu basah tidak cocok untuk semua orang dan berisiko menyebabkan alergi kulit. Ia menjelaskan bahwa banyak tisu basah mengandung bahan pengawet yang dapat memicu dermatitis kontak (sejenis eksim), yang menyebabkan kulit gatal dan meradang.

Dr. Campbell juga menambahkan bahwa penggunaan jangka panjang tisu basah dapat meninggalkan residu bahan pada kulit. Ia menyarankan agar sisa bahan pembersih dibersihkan agar tidak meningkatkan risiko iritasi atau alergi.

Para ahli menyarankan, jika ingin menggunakan tisu basah sebagai pengganti tisu biasa, sebaiknya pilih yang tidak mengandung alkohol serta alergen seperti MCI dan MI. Alternatif lainnya adalah menggunakan tisu yang dibasahi dengan air hangat.

Sumber ; NTDTV.com

Jaksa AS Rilis Video HD Saat Penembak di Jamuan Koresponden Gedung Putih Melepaskan Tembakan

EtIndonesia. Pada 30 April, jaksa Washington DC, Jeanine Pirro, mempublikasikan secara online video definisi tinggi yang memperlihatkan momen penembak dalam jamuan Koresponden Gedung Putih melepaskan tembakan. Dalam rekaman tersebut, pelaku menembak seorang agen United States Secret Service saat menerobos pos pemeriksaan keamanan.

Pirro mengunggah video tersebut di akun resminya di platform X dan menyatakan: “Hari ini kami merilis sebuah video yang telah diajukan ke pengadilan distrik AS. Video tersebut menunjukkan Cole Allen menembak seorang agen Secret Service ketika mencoba membunuh presiden dalam jamuan Koresponden Gedung Putih. Tidak ada bukti bahwa penembakan ini merupakan salah tembak oleh pihak sendiri.”

Pirro juga menambahkan bahwa video tersebut menunjukkan Allen telah melakukan survei lokasi di sekitar Hilton Hotel Washington DC sehari sebelum serangan. Ia menegaskan bahwa kantornya akan bekerja sama dengan Federal Bureau of Investigation (FBI) untuk melanjutkan penyelidikan dan membawa pelaku ke pengadilan.

Rekaman pengawasan menunjukkan bahwa sebelum kejadian, Allen berkeliaran di dalam hotel untuk mengamati situasi. Saat insiden terjadi, ia mengenakan mantel panjang dan memasuki sebuah pintu sebelum area pemeriksaan keamanan, di mana terdapat beberapa polisi, petugas keamanan, serta seekor anjing pelacak (K9) beserta pawangnya.

Anjing tersebut tampak mencurigai sesuatu dan mencoba mengikuti Allen, namun ditarik kembali oleh pawangnya. Beberapa detik setelah anjing itu pergi, Allen tiba-tiba berlari keluar dari pintu, menerobos pemeriksaan keamanan, dan menembak seorang agen berpakaian sipil. Petugas keamanan di lokasi segera mengeluarkan senjata dan mengejarnya.

Suara tembakan memicu respons dari agen dan petugas keamanan lain yang berjaga di hotel, yang langsung bersiaga dengan senjata mereka.

Insiden penembakan ini terjadi pada malam 25 April di Washington DC, tepatnya di hotel Hilton, saat berlangsung jamuan tahunan White House Correspondents’ Association (WHCA). Pelaku berusaha memasuki lokasi acara, dan setelah tembakan terdengar, presiden AS Donald Trump serta pejabat tinggi lainnya segera dievakuasi.

Pelaku, Cole Allen, dengan cepat dilumpuhkan dan ditangkap oleh agen. Ia didakwa dengan berbagai tuduhan, termasuk percobaan pembunuhan terhadap presiden.

Pada 27 April, Pirro juga mengungkapkan secara rinci jalur pergerakan pelaku. Allen diketahui telah memesan kamar di hotel tersebut sejak 6 April untuk menginap selama tiga malam, yaitu pada tanggal 24, 25, dan 26 April.

Pada 21 April, ia berangkat dari kediamannya di Los Angeles, transit melalui Chicago, dan tiba di Washington pada 24 April. Ia check-in sekitar pukul 15.00 dan menginap malam itu di hotel.

Dalam wawancara dengan program America’s Newsroom di Fox News pada 30 April, Pirro menyatakan bahwa aksi tersebut merupakan pembunuhan yang direncanakan matang. “Ia berniat membunuh presiden dan siapa pun yang menghalanginya,” ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa kemungkinan akan ada dakwaan tambahan, sambil menunggu hasil resmi uji balistik.

Disusun oleh reporter Luo Tingting / Editor: Xia He – NTDTV.com

Terjadi Lagi “Wajah Mirip Pemimpin Partai” Kembali Picu Masalah! Pria di Shandong, Tiongkok Dinyatakan Melanggar Aturan karena Mirip Xi Jinping

EtIndonesia. Seorang pria di Tiongkok, yang mempromosikan dagangannya dengan mengunggah foto selfie di platform video pendek, justru dinyatakan melanggar aturan karena wajahnya dianggap mirip dengan pemimpin Partai Komunis Tiongkok, Xi Jinping. Ini menjadi salah satu contoh terbaru orang yang mendapat masalah karena memiliki “wajah mirip pemimpin”.

Menurut video yang beredar, pria tersebut berasal dari Shandong dan biasanya menjual kerang serta aksesoris laut melalui platform video pendek. Ia mengunggah foto selfie dan gambar profilnya di Douyin. Namun, karena wajahnya dinilai mirip Xi Jinping, unggahan tersebut bukan membawa keuntungan, melainkan dianggap melanggar aturan oleh platform, sehingga foto selfie dan profilnya dihapus.

Pihak Douyin menyatakan bahwa pengguna harus “mematuhi peraturan yang berlaku” untuk menjaga lingkungan platform, serta melarang pria tersebut mengubah profilnya selama 30 hari. Ia pun merasa bingung dan tidak berdaya, mengatakan: “Mengunggah selfie saja bisa dianggap pelanggaran?”

Seorang pengemudi bernama Luo di Hangzhou, Provinsi Zhejiang, diserang oleh seorang penumpang. Beberapa netizen berkomentar bahwa penampilannya “terlalu menjijikkan” karena ia sangat mirip dengan Xi Jinping. (Tangkapan layar dari video)

Netizen menanggapi dengan sindiran, seperti: “Bukan unggahannya yang melanggar, tapi wajahnya yang ‘melanggar’.” Ada juga yang berkomentar, “Di zaman dulu, wajah mirip bisa dijadikan pengganti (body double). Di zaman sekarang, justru jadi masalah besar.”

Sebenarnya, kasus orang yang mendapat masalah karena wajahnya mirip Xi Jinping bukan yang pertama di Tiongkok.

Beberapa tahun lalu, seorang sopir taksi di Hangzhou, Zhejiang, dipukuli oleh penumpang karena perselisihan ongkos. Setelah wawancara dipublikasikan, warganet menyadari bahwa wajah sopir tersebut sangat mirip Xi Jinping, sehingga memicu berbagai komentar dan spekulasi.

Kasus paling terkenal adalah penyanyi Tiongkok yang tinggal di Eropa, Liu Keqing. Ia berulang kali mengalami pemblokiran akun media sosial karena kemiripan wajahnya dengan Xi Jinping, yang membuatnya kesulitan selama bertahun-tahun.

Penyanyi Tiongkok Liu Keqing telah berulang kali diberi peringatan oleh TikTok karena kemiripannya yang mencolok dengan pemimpin Partai Komunis Tiongkok. (Tangkapan layar dari video)

Pada 22 Mei tahun lalu, Liu Keqing menulis bahwa setiap kali akunnya dihapus, ia harus mengganti foto profil dengan sangat hati-hati, memilih foto yang sederhana dan biasa. Namun, setelah hampir setahun tanpa masalah, akunnya kembali dihapus dengan alasan yang sama, bahkan kali ini ia dilarang menampilkan wajah selama 30 hari.

Ia mengeluh bahwa penghasilannya sebagai penyanyi tidak besar, dan pembatasan tersebut semakin mengurangi peluangnya.

Baru pada awal tahun ini, Liu Keqing mengumumkan bahwa setelah lima tahun proses pengajuan dan peninjauan, foto profil akunnya akhirnya disetujui dan dapat ditampilkan secara normal.

Terkait fenomena ini, sejumlah komentar menilai hal tersebut mencerminkan sistem sensor internet yang sangat sensitif di Tiongkok. Di platform X (Twitter), banyak warganet mengejek bahwa “wajah mirip” telah menjadi semacam “kesalahan” tersendiri dalam lingkungan internet Tiongkok.

Sebagian komentar menyindir bahwa ini adalah fenomena absurd, seperti “punya wajah mirip jadi kesalahan”, atau “negara ini hanya boleh punya satu wajah seperti itu”, menggambarkan situasi yang dianggap berlebihan dan tidak masuk akal. 

Sumber : NTDTV.com

Ketika Blokade Atas Blokade: Saat Teheran Mengancam Selat Hormuz, AS Mencekik Pelayaran Iran

Kendali Iran atas jalur perairan ini menimbulkan dampak global, sementara perburuan global Angkatan Laut AS terhadap tanker “armada bayangan” menargetkan Iran

oleh John Haughey

Tibanya kapal USS George H.W. Bush, kini terdapat tiga kelompok tempur kapal induk, lebih dari 240 jet tempur, dan sedikitnya 16 kapal perusak di Laut Arab dan Laut Merah yang memburu kapal-kapal Iran serta tanker “armada bayangan”.

Namun satu hal yang tidak dilakukan oleh 20.000 pelaut dan marinir dalam operasi lebih dari 20 kapal ini—termasuk lebih dari 2.500 pasukan infanteri serbu di kapal amfibi USS Tripoli—adalah memblokade Selat Hormuz.

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) justru mengendalikan kapal mana yang boleh keluar-masuk melalui jalur sempit sepanjang 21 mil yang menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman.

Kapal-kapal Iran masih melintasi koridor tersebut dan keluar-masuk pelabuhan Teluk Persia—atau yang tersisa setelah 38 hari pengeboman—karena Angkatan Laut AS hampir tidak memiliki kapal perang di perairan seperti cekungan itu. Berdasarkan gencatan senjata, kapal-kapal Iran tidak ditembaki oleh pasukan AS maupun Israel.

Kekuatan laut ini—yang merupakan pengerahan terbesar Angkatan Laut AS di kawasan sejak invasi Irak 2003 dan krisis sandera Iran 1979–1981—menegakkan garis larangan sepanjang 190 mil dari Ras al-Hadd di Oman hingga Teluk Kaij-e-Gavater di perbatasan Iran–Pakistan, lebih dari 220 mil di selatan selat tersebut.

Sementara Iran menguasai selat dan pelabuhannya di Teluk Persia tidak “diblokade” karena gencatan senjata, pelayaran Iran tidak memiliki akses ke jalur laut di luar zona operasi Angkatan Laut AS di Teluk Oman (GONZO).

Ini adalah kebuntuan: IRGC memanfaatkan keunggulan geografisnya untuk menerapkan “cekikan ekonomi” pada jalur vital perdagangan dunia, sementara Amerika Serikat menggunakan jangkauan globalnya untuk secara selektif menghentikan perdagangan maritim yang penting bagi Iran.

Pada dasarnya, ini adalah blokade atas sebuah blokade.

“Kami tidak memblokade selat. Kami memblokade kapal-kapal Iran yang mencoba masuk ke Teluk Oman,” ujar Salvatore Mercogliano, profesor analis perdagangan maritim di Campbell University, Carolina Utara. “Kami bahkan tidak berada dekat Selat Hormuz. Ini yang disebut ‘blokade jarak jauh’.”


Garis GONZO

Per 27 April, Komando Pusat AS melaporkan bahwa sejak 13 April, Angkatan Laut AS telah mencegat 38 kapal setelah melintasi selat dan “mengarahkannya kembali” ke pelabuhan Teluk Persia.

Pada 19 April, pelaut USS Spruance dan marinir USS Tripoli menyita kapal berbendera Iran M/V Touska yang mencoba menembus garis GONZO.
Pada 22 April, pasukan AS menahan tanker berbendera Palau Tifani yang membawa 1,9 juta barel minyak mentah Iran di Teluk Benggala lepas Malaysia.
Pada 23 April, tanker yang dikenai sanksi Majestic X ditangkap antara Sri Lanka dan Indonesia.
Pada 25 April, Angkatan Laut AS mencegat kapal berbendera Botswana M/V Sevan di Laut Arab dan “mengawalnya” kembali ke selat.

Touska dan Tifani disita ribuan mil dari Selat Hormuz, di kawasan Samudra Hindia timur yang dikenal sebagai “pom bensin terapung,” tempat minyak dari negara yang disanksi seperti Iran dan Rusia dibeli oleh tanker “armada bayangan” dengan bendera palsu dan dijual di Asia, terutama ke pembeli Tiongkok.

Sevan termasuk dalam 19 kapal yang dikenai sanksi Departemen Keuangan AS pada 24 April karena mengangkut barang Iran. Organisasi Maritim Internasional mencatat setidaknya 17 dari kapal tersebut—bahkan mungkin lebih dari 60 di seluruh dunia—beroperasi dengan bendera Botswana, hal yang mengejutkan negara Afrika yang tidak memiliki registrasi kapal.

Operasi terhadap Iran ini mirip dengan penyitaan kapal “armada bayangan” Venezuela oleh Pentagon pada Desember 2025–Februari 2026.

Sementara AS memburu kapal Iran secara global di luar garis GONZO, IRGC membalas dengan menyita kapal berbendera Panama Francesca dan kapal berbendera Yunani Epaminondas pada 22 April dengan alasan “tidak memiliki izin” untuk melintasi selat.

Perbedaannya, menurut Gregory Copley dari International Strategic Studies Association, adalah bahwa AS bertindak selektif menargetkan Iran, sementara IRGC memaksakan kendali atas perdagangan global.

“Yang kita lihat adalah perang narasi antara Iran dan Amerika,” ujarnya. “Iran mengatakan mereka memblokade selat, Amerika mengatakan tidak bisa.”

Menurutnya, klaim blokade juga digunakan Iran untuk meraih keunggulan psikologis.


Tidak Ada Solusi Militer

Blokade biasanya merupakan strategi jangka panjang untuk “mencekik” lawan secara perlahan. Namun dengan lebih dari 20 persen minyak dan gas dunia terkurung di Teluk Persia, ratusan kapal menganggur, dan 20.000 pelaut terdampar, kebuntuan ini memicu tekanan besar.

Meski gencatan senjata masih bertahan dan komunikasi tidak langsung berlangsung melalui Pakistan, belum jelas apakah Iran akan membuka selat tanpa konsesi AS, atau apakah AS akan melunak dari tuntutannya agar Iran menghentikan program nuklir dan dukungan terhadap kelompok teroris.

Pentagon sendiri tengah menyiapkan rencana serangan besar terhadap instalasi IRGC di sepanjang pantai Hormuz.

Namun, menurut Mercogliano, pada akhirnya tidak ada solusi militer sederhana.

“Cukup satu speedboat dengan senapan mesin untuk menghentikan kapal kontainer raksasa,” katanya, menggambarkan betapa rentannya jalur tersebut.

Bahkan ancaman ranjau saja sudah cukup membuat perusahaan pelayaran enggan mengambil risiko.

“Hanya ancaman ranjau sudah cukup untuk menciptakan ‘ladang ranjau’,” ujarnya.


Pada akhirnya, seperti di Selat Hormuz, Bab el-Mandeb, Malaka, Dardanella, hingga Terusan Suez dan Panama, lalu lintas maritim global berjalan karena kesepakatan bersama.

Selama belum ada kesepakatan antara Iran dan Amerika Serikat, kebuntuan ini akan terus menyakitkan.

Namun Copley meyakini tekanan global AS pada akhirnya akan memaksa Teheran untuk mengalah lebih dulu.

“Apa pun sebutannya—blokade atau bukan—itu tidak penting,” katanya.
“Tujuannya jelas: memutus perdagangan laut Iran. Yang penting adalah hasil akhirnya, bukan prosesnya.”

John Haughey adalah seorang reporter pemenang penghargaan di Epoch Times yang meliput pemilu Amerika Serikat, Kongres AS, energi, pertahanan, dan infrastruktur. Ia memiliki pengalaman lebih dari 45 tahun di bidang media. Anda dapat menghubungi John melalui email di [email protected].

Atikel ini sebelumnya terbit dalam bahasa Inggris

Sering Terbangun Malam untuk Buang Air Kecil? Waspadai Ketidakseimbangan Tersembunyi dalam Tubuh

Strategi perawatan mandiri sehari-hari dapat membantu Anda tidur nyenyak sepanjang malam.

Kuo-Pin Wu

Seorang pria berusia 50 tahun mulai terbangun lima hingga enam kali setiap malam untuk buang air kecil setelah mengalami stroke dua tahun sebelumnya. Untuk mencari solusi, ia beralih ke pengobatan tradisional Tiongkok (PTT).

Setelah sesi akupunktur pertamanya yang menargetkan titik-titik di tulang sakrum—tulang berbentuk segitiga di dasar tulang belakang yang menghubungkan tulang belakang dengan panggul—frekuensi buang air kecil di malam hari (nokturia) langsung turun menjadi dua kali pada malam itu. Setelah tiga kali perawatan, kondisinya stabil menjadi satu hingga dua kali per malam. Kualitas tidurnya membaik, dan energi mental serta fisiknya meningkat.

Dalam PTT, nokturia dianggap sebagai sinyal ketidakseimbangan dalam keseluruhan sistem tubuh, bukan sekadar masalah pada satu organ. Dengan memulihkan keseimbangan melalui pendekatan seperti akupunktur, perbaikan yang signifikan sering kali dapat dicapai.

Bagaimana Akupunktur Membantu Nokturia

Akupunktur umum digunakan dalam PTT untuk mengatur fungsi organ, meningkatkan sirkulasi, dan mendukung sistem saraf. Pada penderita nokturia—terutama yang berkaitan dengan penuaan, kelemahan tubuh, atau gangguan pasca-stroke—titik-titik tertentu digunakan untuk membantu memulihkan kontrol kandung kemih dan memperbaiki regulasi buang air kecil.

Di antara yang paling sering digunakan adalah titik Delapan Celah (Ba Liao) dan Pertemuan Yang (Hui Yang).

Titik Ba Liao terletak di foramen sakral—lubang kecil di tulang sakrum tempat saraf lewat. Karena posisinya dekat dengan saraf yang mengatur kandung kemih dan dasar panggul, titik ini sering digunakan untuk gangguan saluran kemih, disfungsi panggul, dan masalah punggung bawah.

Sementara itu, titik Hui Yang terletak di dekat tulang ekor dan secara tradisional digunakan untuk mendukung fungsi panggul serta mengatur proses eliminasi.

Penelitian menunjukkan titik-titik ini memiliki efek yang dapat diukur. Studi menemukan bahwa elektroakupunktur pada titik Ba Liao dan Hui Yang dapat membantu mengatur hiperaktivitas kandung kemih pasca-stroke, sehingga mengurangi frekuensi buang air kecil dan inkontinensia.

Hal ini menjadikannya relevan pada kasus seperti pasien di atas, di mana nokturia muncul setelah cedera neurologis.

Nokturia Sering Mencerminkan Ketidakseimbangan

Dalam PTT, nokturia paling sering dikaitkan dengan apa yang disebut “defisiensi ginjal”—yang bukan berarti penyakit ginjal secara langsung, melainkan penurunan kemampuan tubuh dalam mengatur metabolisme cairan, kehangatan, vitalitas, dan kontrol kandung kemih.

Ginjal berperan membantu tubuh mengelola cairan dan mempertahankan kemampuan “menahan” urin. Ketika fungsi ini melemah, frekuensi buang air kecil di malam hari meningkat.

Karena fungsi ini cenderung menurun seiring bertambahnya usia, nokturia lebih sering terjadi pada orang paruh baya dan lansia.

Berbagai Pola PTT yang Berkontribusi

PTT  mengenali beberapa pola defisiensi ginjal yang dapat memicu nokturia:

  • Defisiensi Yang Ginjal: Ditandai dengan tidak tahan dingin, tangan dan kaki dingin, nyeri pinggang, serta energi tubuh yang lemah. Kondisi ini membuat tubuh kurang mampu mengontrol cairan di malam hari.
  • Defisiensi Yin Ginjal: Ditandai dengan kekeringan, keringat malam, rambut rontok, mudah marah, atau gejala menopause. Kurangnya cairan penyejuk tubuh dapat mengganggu keseimbangan internal.
  • Defisiensi Qi Ginjal: Ditandai dengan kelelahan, suara lemah, sering buang air kecil, atau kesulitan menahan urin. Ini adalah pola yang paling berkaitan langsung dengan lemahnya kontrol kandung kemih.

Selain itu, faktor lain yang dapat berkontribusi meliputi:

  • Gangguan pencernaan dan metabolisme cairan
  • Pola “panas lembap” atau peradangan
  • Stres kronis yang memengaruhi regulasi tubuh

Karena itu, PTT menekankan pemulihan keseimbangan tubuh secara menyeluruh, bukan hanya mengobati gejala sering buang air kecil.

Strategi Perawatan Mandiri Harian

Selain perawatan profesional, beberapa langkah mandiri berikut dapat membantu:

1. Pijat
Pijat titik-titik akupunktur berikut satu hingga dua kali sehari, masing-masing selama 3–5 menit:

  • Titik Shen Shu (Transport Ginjal): Terletak di bawah tulang belakang lumbal kedua, sekitar dua jari ke samping dari tulang belakang
  • Titik Pang Guang Shu (Transport Kandung Kemih): Terletak di daerah sakrum, sekitar dua jari ke samping dari tulang belakang
  • Titik San Yin Jiao (Pertemuan Tiga Yin): Terletak sekitar empat jari di atas pergelangan kaki bagian dalam, di belakang tulang kering

Titik-titik ini umum digunakan untuk membantu mendukung energi ginjal (qi) dan menstabilkan fungsi kandung kemih.

2. Moksibusi
Moksibusi adalah terapi dengan membakar serat moxa kering untuk menghangatkan titik akupunktur dan meningkatkan sirkulasi. Penerapan moksibusi pada titik Shen Shu (BL23) dan Guan Yuan (CV4) selama 15–20 menit dapat membantu menghangatkan perut bagian bawah dan mendukung fungsi urin.

  • Titik Shen Shu (Transport Ginjal): Terletak di punggung bawah, sekitar dua jari ke samping dari tulang belakang
  • Titik Guan Yuan (Gerbang Asal): Terletak sekitar empat jari di bawah pusar, di garis tengah perut bagian bawah

Titik-titik ini sering digunakan dalam PTT untuk memperkuat energi yang (yang ginjal), menghangatkan tubuh bagian bawah, dan meningkatkan fungsi urin.

Penelitian pada hewan menunjukkan bahwa moksibusi pada kedua titik ini dapat meningkatkan respons fisiologis yang berkaitan dengan defisiensi yang ginjal serta memengaruhi regulasi hormon.

Sebuah tinjauan sistematis yang dipublikasikan dalam jurnal Evidence-Based Complementary and Alternative Medicine menunjukkan bahwa moksibusi juga dapat digunakan sebagai terapi pelengkap untuk penyakit ginjal kronis.

3. Kompres hangat perut bawah
Lakukan 10–15 menit sebelum tidur untuk membantu regulasi cairan.

4. Latihan pernapasan
Duduk tegak, hangatkan tangan, letakkan di punggung bawah, lalu tarik napas dalam sebanyak 10 kali sambil fokus ke perut bawah.

5. Kurangi minum sebelum tidur
Batasi asupan cairan 3 jam sebelum tidur dan hindari kopi, teh, alkohol, serta buah dingin seperti melon dan pir.

6. Ramuan herbal
Beberapa formula PTT yang umum digunakan:

  • Jin Gui Shen Qi Wan (mendukung fungsi ginjal dan urin)
  • You Gui Wan (menghangatkan dan memperkuat ginjal)
  • Liu Wei Di Huang Wan (menutrisi yin ginjal dan hati)

Namun, penggunaan herbal sebaiknya berdasarkan diagnosis profesional karena ketidaksesuaian dapat memperburuk kondisi.

Kapan Harus ke Dokter

Segera cari bantuan medis jika nokturia disertai:

  • Darah dalam urin
  • Nyeri saat buang air kecil
  • Demam
  • Penurunan berat badan tanpa sebab jelas

Gejala ini bisa menandakan kondisi serius pada ginjal atau kandung kemih.

Seperti terlihat pada kasus pasien stroke, nokturia bukan sekadar gangguan kecil—kondisi ini dapat mengganggu tidur, energi, dan aktivitas harian.

Baik disebabkan oleh penuaan, gangguan saraf, stres, maupun ketidakseimbangan tubuh, buang air kecil di malam hari sering menjadi tanda bahwa tubuh membutuhkan perhatian.

Dengan kombinasi evaluasi medis, perubahan gaya hidup, dan terapi pendukung seperti akupunktur atau TCM, banyak orang dapat memperoleh perbaikan yang signifikan.

Kuo-Pin Wu telah menekuni pengobatan tradisional Tiongkok (PTT) selama hampir 20 tahun. Ia sebelumnya bekerja sebagai insinyur struktur dengan gelar magister dari sebuah universitas ternama, sebelum kemudian meraih gelar dokter di bidang PTT. Dengan memanfaatkan latar belakang tekniknya dalam analisis logis, ia mengkhususkan diri dalam mengidentifikasi pola untuk mendiagnosis dan menangani penyakit kompleks. Saat ini, Wu menjabat sebagai direktur XinYiTang Clinic di Taiwan.

Polisi Israel Tangkap Pria Terkait Serangan terhadap Biarawati di Dekat Situs Alkitab di Yerusalem

Kementerian Luar Negeri Israel menyatakan bahwa negara Israel mengutuk insiden serangan dan memandang serangan itu “dengan sangat serius.”

EtIndonesia. Polisi Israel pada 29 April menyatakan telah menangkap seorang pria yang diduga melakukan serangan bermotif rasial, setelah rekaman video menunjukkan aksi penyerangan terhadap seorang biarawati di Yerusalem.

Dalam pernyataannya, polisi mengatakan menerima laporan serangan terhadap perempuan Kristen tersebut pada 28 April di kawasan Makam Daud (David’s Tomb), sebuah situs suci di luar Gerbang Zion di sisi selatan Kota Tua, yang berada di Yerusalem timur yang dikuasai Israel.

“Setelah menerima laporan, polisi wilayah David di distrik Yerusalem melakukan pencarian luas dan operasi investigasi terarah, hingga akhirnya tersangka berusia 36 tahun berhasil ditemukan dan ditangkap,” demikian pernyataan tersebut.

Polisi menyatakan tersangka telah dipindahkan untuk diperiksa dan saat ini masih dalam tahanan.

Melalui akun X berbahasa Inggris, Kepolisian Israel juga mengecam serangan tersebut.

“Kepolisian Israel menangani setiap serangan terhadap anggota rohaniwan dan komunitas keagamaan dengan sangat serius serta menerapkan kebijakan tanpa toleransi terhadap segala bentuk kekerasan,” tulis pernyataan itu.

“Di kota yang suci bagi umat Yahudi, Kristen, dan Muslim, kami tetap berkomitmen melindungi semua komunitas dan memastikan pelaku kekerasan dimintai pertanggungjawaban.”

Pada 30 April, Kepolisian Israel merilis video melalui akun X berbahasa Ibrani yang menunjukkan seorang biarawati berjalan di jalan, kemudian seorang pria berlari dari belakang dan mendorongnya hingga jatuh ke tanah.

Pria tersebut sempat berbalik dan berjalan menjauh saat korban masih tergeletak, lalu kembali, memberi isyarat ke arah korban, dan menendangnya. Korban tampak menahan tendangan tersebut dengan kakinya. Sejumlah orang di sekitar lokasi kemudian turun tangan untuk melerai.

Universitas Ibrani Kecam Insiden Serangan

Fr. Olivier Poquillon, Direktur Sekolah Penelitian Biblika dan Arkeologi Prancis (EBAF) di Yerusalem, menyatakan bahwa biarawati tersebut adalah warga negara Prancis dan peneliti di lembaga tersebut.

“Kami dengan tegas mengutuk tindakan kekerasan sektarian ini dan berharap pihak berwenang bertindak cepat dan tegas,” ujar Poquillon dalam unggahan di X pada 28 April, yang kemudian dibagikan ulang oleh akun resmi EBAF.

Fakultas Humaniora di Universitas Ibrani Yerusalem menyebut EBAF sebagai “mitra akademik yang berharga” dan mengecam serangan terhadap biarawati tersebut, yang mereka sebut sebagai rekan mereka.

Dalam unggahan di Facebook pada 29 April, fakultas tersebut menyatakan bahwa insiden ini bukan kasus terpisah, melainkan “bagian dari pola mengkhawatirkan berupa meningkatnya permusuhan terhadap komunitas Kristen dan simbol-simbolnya.” Mereka menambahkan bahwa kekerasan ini merupakan “serangan langsung” terhadap nilai pluralisme agama di Yerusalem.

Konsulat Prancis di Yerusalem juga menyatakan “mengutuk keras agresi” terhadap biarawati tersebut.

“Kami mendoakan pemulihan cepat bagi korban dan terus memantau kondisinya secara dekat. Prancis menyerukan agar pelaku dibawa ke pengadilan dan keadilan ditegakkan,” demikian pernyataan pada 29 April.

Israel Serukan Perlindungan Kebebasan Beragama

Kementerian Luar Negeri Israel menyatakan pada 29 April bahwa negara Israel memandang serangan tersebut “dengan sangat serius.”

“Kami mengutuk keras serangan tercela ini. Kekerasan terhadap individu tak bersalah, terutama terhadap anggota komunitas keagamaan, tidak memiliki tempat dalam masyarakat kami,” kata kementerian tersebut.

“Tindakan memalukan ini bertentangan langsung dengan nilai-nilai penghormatan, hidup berdampingan, dan kebebasan beragama yang menjadi dasar berdirinya Israel dan yang terus kami junjung tinggi.”

Kementerian juga menyampaikan simpati kepada korban dan solidaritas kepada Patriarkat Latin di Yerusalem.

“Israel tetap berkomitmen kuat untuk melindungi kebebasan beragama dan kebebasan beribadah bagi semua keyakinan, serta memastikan Yerusalem tetap menjadi kota di mana setiap komunitas dapat hidup, berdoa, dan menjalankan keyakinannya dengan aman dan bermartabat.”

Patung Yesus Dirusak

Penangkapan ini menjadi insiden anti-Kristen terbaru yang mendapat sorotan, setelah seorang tentara Israel menjatuhkan patung Yesus Kristus di Lebanon selatan dan merusaknya lebih lanjut dengan palu godam. Foto kejadian tersebut beredar luas di media sosial.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengecam tindakan itu dan menyatakan pada 20 April, “Kami menyesalkan insiden ini dan setiap luka yang ditimbulkannya bagi umat beriman di Lebanon dan di seluruh dunia.”

Pasukan Pertahanan Israel (IDF) pada 21 April mengumumkan bahwa dua tentaranya—yang merusak patung dan yang mengambil foto—akan dikenai hukuman penahanan militer selama satu bulan.

“IDF menyampaikan penyesalan mendalam atas insiden tersebut dan menegaskan bahwa operasi kami di Lebanon semata-mata ditujukan terhadap organisasi teroris Hizbullah dan kelompok teroris lainnya, bukan terhadap warga sipil Lebanon,” demikian pernyataan IDF.

Pemerintah Inggris Naikkan Status Ancaman Teror ke Level “Parah” Usai Penikaman di Kawasan Yahudi

EtIndonesia. Seorang pria berusia 45 tahun dengan riwayat kekerasan dan gangguan kesehatan mental muncul di pengadilan dengan dakwaan percobaan pembunuhan, di tengah seruan untuk melarang aksi demonstrasi pro-Palestina.

Pejabat di Inggris menaikkan tingkat ancaman teror nasional ke level tertinggi kedua setelah serangan pada Rabu, di mana dua pria Yahudi ditikam di London utara dan seorang pria lainnya diserang dalam insiden terpisah.

Pria berusia 45 tahun itu hadir di pengadilan pada Jumat dengan dakwaan percobaan pembunuhan terkait serangan di Golders Green, kawasan dengan populasi Yahudi yang besar, dalam insiden yang oleh polisi disebut sebagai dugaan aksi terorisme.

Pria tersebut adalah Essa Suleiman, kelahiran Somalia yang memiliki kewarganegaraan Inggris. Ia juga didakwa atas percobaan pembunuhan dalam insiden terpisah sebelumnya pada hari yang sama di London selatan, di mana ia diduga menyerang Ishmail Hussein, yang disebut di pengadilan sebagai mantan temannya, hingga mengalami luka ringan.

Riwayat Gangguan Mental Serius

Polisi menyatakan tersangka memiliki riwayat kekerasan serius dan masalah kesehatan mental.

Media Inggris melaporkan bahwa Suleiman baru saja keluar dari rumah sakit jiwa yang dikelola oleh South London and Maudsley NHS Foundation Trust dalam beberapa hari terakhir, dan saat kejadian ia tinggal di hunian khusus bagi pasien kesehatan mental.

Penikaman di Golders Green terjadi setelah sejumlah insiden pembakaran baru-baru ini yang menargetkan properti milik komunitas Yahudi di kawasan yang dikenal sebagai salah satu pusat komunitas Yahudi Ortodoks di London utara.

Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menyatakan akan mengambil langkah lebih tegas untuk memastikan komunitas Yahudi merasa aman, menyusul kekhawatiran bahwa perang di Gaza dan sentimen anti-Zionisme memicu meningkatnya antisemitisme.

Kekhawatiran atas Aksi Pro-Palestina

Aksi demonstrasi pro-Palestina kini terancam pembatasan, seiring desakan sejumlah pihak agar perlindungan terhadap komunitas Yahudi Inggris yang berjumlah sekitar 290.000 orang ditingkatkan.

Ribuan orang, termasuk pensiunan, telah ditangkap dalam aksi-aksi tersebut karena diduga menunjukkan dukungan terhadap kelompok Palestine Action, yang telah ditetapkan sebagai organisasi teroris sejak Juli 2025.

Board of Deputies of British Jews dan Jewish Leadership Council dalam pernyataan bersama menyatakan “terkejut dan muak” atas penikaman di Golders Green yang menurut mereka menargetkan “dua pria yang terlihat jelas sebagai Yahudi.”

Peninjau independen undang-undang terorisme Inggris, Jonathan Hall KC, menyerukan pelarangan demonstrasi pro-Palestina.

Pengacara tersebut mengatakan kepada The Jewish News bahwa “hak untuk hidup lebih penting daripada hak untuk berdemonstrasi,” sehingga perlu dipertimbangkan jeda atau moratorium terhadap aksi yang dinilai dapat memicu kebencian publik.

“Kita sedang berbicara tentang melindungi nyawa warga Inggris dan komunitas,” ujarnya. “Untuk menghadapi situasi darurat saat ini, saya akan mengambil pendekatan pencegahan: melarang demonstrasi guna menurunkan risiko serangan lebih lanjut.”

‘Serangan terhadap Kebebasan Sipil’

Kelompok Jewish Voice for Liberation (JVL), organisasi anti-Zionis yang mengkampanyekan perdamaian di Timur Tengah, menyatakan mereka “mengutuk keras” serangan yang “tidak dapat dibenarkan” tersebut, dan menegaskan bahwa “orang Yahudi di Inggris tidak dapat disalahkan atas tindakan Israel.”

Dalam pernyataannya kepada The Epoch Times, JVL menyatakan kekhawatiran bahwa serangan terhadap Yahudi “dimanfaatkan” untuk menekan aksi pro-Palestina, yang sejak pecahnya perang terbaru di Gaza telah menarik massa besar di seluruh Inggris.

“Kami memiliki kekhawatiran serius tentang bagaimana serangan ini digunakan. Mengapa serangan oleh tersangka dengan riwayat gangguan mental langsung dikategorikan sebagai terorisme? Kami juga mempertanyakan dan menolak upaya cepat mengaitkan serangan ini dengan aksi pro-Palestina yang memprotes genosida di Gaza dan pembersihan etnis di Tepi Barat,” kata mereka.

JVL menambahkan bahwa wacana penghentian aksi damai merupakan “serangan terhadap kebebasan sipil.”

“Momen ini seharusnya menjadi waktu untuk berpikir serius mengenai penyebab meningkatnya serangan antisemit dan bagaimana mengatasinya. Pemerintah, polisi, dan pemimpin komunitas Yahudi perlu melihat lebih dalam situasi internasional maupun domestik,” tambah mereka.

“Mencampuradukkan kritik terhadap Israel dan anti-Zionisme dengan antisemitisme telah menjadi masalah serius.”

Tambahan Dana Puluhan Juta Pound

Sebagai respons atas serangan tersebut, pemerintah mengumumkan tambahan dana sebesar 25 juta pound sterling (sekitar 34 juta dolar AS) untuk meningkatkan patroli polisi serta pengamanan di sinagoga dan sekolah Yahudi.

Tingkat ancaman teror di Inggris terakhir kali berada pada level “parah” pada November 2021, setelah pemboman Rumah Sakit Perempuan Liverpool dan pembunuhan anggota parlemen Konservatif Sir David Amess, sebelum diturunkan menjadi “substansial” pada Februari 2022.

Aksi pro-Palestina yang diselenggarakan oleh koalisi Stop the War dijadwalkan berlangsung di London pada 16 Mei.

Koalisi tersebut menyatakan bahwa upaya mengaitkan serangkaian “serangan antisemit mengerikan” di London utara dengan aksi demonstrasi adalah tidak benar.

“Kami menilai pernyataan Jonathan Hall KC yang mengusulkan moratorium terhadap aksi Palestina tidak dapat diterima,” kata mereka.

“Kami mengutuk tanpa syarat semua serangan tersebut, sebagaimana kami menolak segala bentuk antisemitisme dan rasisme. Tidak seorang pun boleh diserang karena ras atau agamanya.”

Saat mengunjungi lokasi kejadian pada Kamis, Perdana Menteri Keir Starmer—yang istrinya, Victoria, adalah seorang Yahudi—sempat disambut cemoohan oleh sekelompok kecil massa, dengan teriakan seperti “Keir Starmer, Jew Harmer.”

Dalam pidato yang disiarkan televisi terkait antisemitisme, Starmer menegaskan pemerintahnya akan melakukan “segala cara untuk memberantas kebencian ini.”

Ia menyebut langkah tersebut termasuk memperkuat kewenangan untuk menutup organisasi amal yang dianggap menyebarkan ekstremisme serta menindak “penceramah kebencian.”

“Kita membutuhkan kekuatan yang lebih besar untuk menghadapi ancaman berbahaya dari negara seperti Iran, karena kita tahu mereka ingin menyakiti warga Yahudi di Inggris,” ujarnya.

Pemerintah juga ingin mempercepat legislasi yang memungkinkan penuntutan terhadap individu yang bertindak sebagai perpanjangan tangan kelompok yang didukung negara asing, sehingga dapat diperlakukan seperti mata-mata.

Ancaman dari Berbagai Arah

Kepala kepolisian kontraterorisme Inggris, Laurence Taylor, mengatakan bahwa negara tersebut telah menghadapi peningkatan ancaman terorisme dalam beberapa waktu terakhir, dengan risiko yang datang dari berbagai arah.

“Kami melihat peningkatan ancaman terhadap individu dan institusi Yahudi serta Israel di Inggris,” ujarnya, seraya menambahkan bahwa polisi juga menghadapi situasi global yang tidak menentu, termasuk ancaman fisik dari aktor yang terkait dengan negara.

Pemerintah menegaskan bahwa kenaikan status ancaman teror ke level “parah” bukan semata-mata akibat serangan di Golders Green, tetapi juga karena meningkatnya ancaman dari individu dan kelompok kecil yang terinspirasi oleh ekstremisme  maupun sayap kanan di dalam negeri.

Suleiman dihadirkan di Pengadilan Westminster, London, pada Jumat dengan dakwaan percobaan pembunuhan terhadap Shloime Rand (34) dan Moshe Shine (76), yang juga dikenal sebagai Norman Shine, serta kepemilikan senjata tajam.

Polisi Metropolitan menyatakan Rand telah keluar dari rumah sakit, sementara Shine masih dalam kondisi stabil.

Polisi juga mengungkap bahwa Suleiman pernah dirujuk ke program Prevent milik pemerintah pada 2020, yang bertujuan mencegah individu terjerumus ke dalam ekstremisme. Namun, alasan rujukan tersebut tidak diungkap dan kasusnya ditutup pada tahun yang sama.

Suleiman kini ditahan dan dijadwalkan kembali menjalani sidang di pengadilan Old Bailey, London, pada 15 Mei—sehari sebelum aksi pro-Palestina besar berikutnya direncanakan berlangsung.

Reuters turut berkontribusi dalam laporan ini.

Donald Trump Ucapkan Selamat kepada Ali Faleh al-Zaidi yang Ditunjuk Sebagai Calon Perdana Menteri Irak, Undang ke Washington

Setelah pencalonannya, Ali Faleh al-Zaidi berjanji akan fokus menjadikan Irak sebagai “negara yang seimbang, baik secara regional maupun internasional.”

EtIndonesia. Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada 30 April menyampaikan ucapan selamat kepada Ali Faleh al-Zaidi atas pencalonannya sebagai perdana menteri Irak berikutnya, menurut pernyataan dari kantor perdana menteri Irak.

Dalam percakapan tersebut, Trump mengundang al-Zaidi untuk berkunjung secara resmi ke Washington setelah pemerintahan baru Irak terbentuk.

“Percakapan itu mencakup peninjauan hubungan strategis bilateral antara Irak dan Amerika Serikat, serta cara untuk mengembangkan dan memperkuatnya di berbagai bidang, termasuk penegasan kedua pihak untuk bekerja sama dan meningkatkan kerja sama bilateral guna memperkuat stabilitas kawasan,” demikian isi pernyataan tersebut.

Trump juga menyampaikan ucapan selamat melalui unggahan di platform Truth Social.

“Kami berharap ia sukses dalam membentuk pemerintahan baru yang bebas dari terorisme dan mampu memberikan masa depan yang lebih cerah bagi Irak. Kami menantikan hubungan baru yang kuat, dinamis, dan sangat produktif antara Irak dan Amerika Serikat,” tulis Trump pada 30 April.

“Ini adalah awal babak baru yang luar biasa antara kedua negara kita—kemakmuran, stabilitas, dan kesuksesan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Sekali lagi, Ali, selamat!”

Blok parlemen terbesar Irak, Coordination Framework—koalisi partai-partai Syiah yang menguasai mayoritas di parlemen—mencalonkan al-Zaidi pada 27 April setelah berminggu-minggu perdebatan internal.

Al-Zaidi merupakan ketua Al-Janoob Islamic Bank dan belum pernah memegang jabatan politik sebelumnya, namun muncul sebagai kandidat kuat pada tahap akhir pembahasan, didukung oleh latar belakang ekonomi serta jaringan bisnis dan investasinya.

Setelah pencalonannya, ia berjanji akan fokus menjadikan Irak sebagai “negara yang seimbang, baik secara regional maupun internasional.”

“Penunjukan ini datang pada saat yang sensitif yang membutuhkan upaya bersama dari seluruh kekuatan politik dan sosial,” ujarnya.

Berdasarkan konstitusi Irak, calon perdana menteri memiliki waktu 30 hari untuk mengajukan kabinet kepada parlemen, yang memerlukan 167 suara untuk memperoleh persetujuan.

Jika disetujui, pemerintahan al-Zaidi akan menghadapi dampak ekonomi dan politik dari perang Iran yang meluas hingga ke Irak, sementara penutupan Selat Hormuz telah mengganggu ekspor minyak yang menjadi tulang punggung ekonomi negara tersebut.

Keberatan Trump terhadap Nouri al-Maliki

Panggilan telepon dan unggahan Trump di Truth Social menunjukkan dukungannya terhadap al-Zaidi, seorang pengusaha dan pendatang baru di dunia politik, setelah sebelumnya ia menyatakan ketidaksetujuannya terhadap kandidat utama lainnya, mantan Perdana Menteri Nouri al-Maliki.

Trump menulis dalam unggahan di X pada 27 Januari bahwa Irak “mungkin akan membuat pilihan yang sangat buruk jika kembali menunjuk Nouri al-Maliki sebagai perdana menteri.”

“Terakhir kali Maliki berkuasa, negara itu jatuh ke dalam kemiskinan dan kekacauan total. Hal itu tidak boleh terjadi lagi,” ujarnya.

Al-Maliki menjabat sebagai perdana menteri Irak pada periode 2006 hingga 2014.

Trump juga menyatakan bahwa jika al-Maliki kembali berkuasa, Amerika Serikat tidak akan lagi membantu Irak.

Sebelumnya, Coordination Framework sempat menyatakan akan mendukung al-Maliki, namun kemudian beralih ke al-Zaidi.

Selama masa pemerintahan al-Maliki, Irak mengalami kekerasan sektarian, perebutan kekuasaan yang melibatkan kelompok Sunni dan Kurdi, serta meningkatnya ketegangan dengan Amerika Serikat.

Masa jabatannya berakhir pada 2014 setelah kelompok teroris ISIS menguasai sebagian besar wilayah Irak. Sejak itu, ia tetap menjadi tokoh berpengaruh, pernah dua kali menjabat sebagai wakil presiden, memimpin Koalisi Negara Hukum, serta memiliki hubungan dengan faksi-faksi yang didukung Iran di Irak.

Pemerintah AS sebelumnya telah memperingatkan tentang pengaruh Iran di Irak.

Juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Tommy Pigott, dalam pernyataan pada 25 Januari mengatakan bahwa Menteri Luar Negeri Marco Rubio menekankan bahwa “pemerintahan yang dikendalikan Iran tidak dapat secara efektif mengutamakan kepentingan Irak, menjaga Irak dari konflik regional, maupun memajukan kemitraan yang saling menguntungkan antara Amerika Serikat dan Irak.”

Guy Birchall dan The Associated Press turut berkontribusi dalam laporan ini.

Pentagon Ungkap AS Keluarkan Biaya Rp 433,7 Triliun dalam 2 Bulan Perang Iran 

Pejabat pengawas keuangan Departemen Perang, Jules Hurst, mengatakan bahwa sebagian besar biaya konflik Iran berasal dari penggunaan persenjataan Amerika Serikat.

EtIndonesia. Operasi tempur melawan Iran telah menelan biaya sekitar $25 miliar (Rp 433,7 triliun ) bagi militer Amerika Serikat dalam dua bulan, demikian disampaikan seorang pejabat tinggi akuntansi Pentagon kepada anggota Komite Angkatan Bersenjata DPR AS pada 29 April.

Sidang pada 29 April tersebut menjadi pertama kalinya Menteri Perang Pete Hegseth dan Ketua Kepala Staf Gabungan Dan Caine memberikan kesaksian publik di Kongres sejak pasukan Amerika Serikat dan Israel memulai serangan terhadap Iran pada 28 Februari. Pasukan AS dan Iran saling baku tembak selama sekitar 5,5 minggu sebelum kedua pihak mencapai kesepakatan gencatan senjata pada 8 April.

Anggota DPR AS Adam Smith (Demokrat-Washington), anggota senior dalam komite tersebut, meminta Pentagon merinci biaya amunisi yang digunakan AS serta peralatan yang hancur selama pertempuran.

Jules Hurst memperkirakan total biaya tersebut sekitar $25 miliar. Ia menyebutkan bahwa amunisi menyumbang sebagian besar biaya, namun juga mencakup biaya operasi, pemeliharaan, serta penggantian peralatan. Hurst hadir bersama Hegseth dan Caine dalam sidang tersebut, saat Kongres mempertimbangkan permintaan anggaran militer untuk tahun fiskal 2027.

Pemerintahan Donald Trump tengah menyiapkan pengajuan anggaran tambahan ke Kongres untuk menutupi biaya perang, namun hingga kini belum difinalisasi atau ditetapkan jumlah pastinya.

“Kami akan merumuskan anggaran tambahan melalui Gedung Putih yang akan diajukan ke Kongres setelah kami memiliki penilaian penuh atas biaya konflik ini,” kata Hurst.

Pentagon sendiri telah mengajukan anggaran belanja militer dan pertahanan sebesar $1,5 triliun untuk tahun fiskal 2027. Angka ini meningkat 42 persen dibandingkan anggaran tahun fiskal 2026 yang mencapai sekitar $1,03 triliun.

Di antara berbagai pos anggaran, pemerintah Trump mengajukan alokasi sebesar $52,9 miliar untuk meningkatkan pengadaan 12 sistem persenjataan yang dikategorikan sebagai amunisi kritis oleh Pentagon.

Pada Maret, Presiden Donald Trump mengumumkan telah bertemu dengan para CEO perusahaan pertahanan besar seperti BAE Systems, Lockheed Martin, Northrop Grumman, RTX Corporation, Boeing, Honeywell, dan L3Harris Technologies untuk membahas peningkatan produksi amunisi.

Persenjataan yang diproduksi oleh perusahaan-perusahaan tersebut—termasuk sistem pertahanan rudal Patriot dan Terminal High Altitude Area Defense (THAAD), serta senjata ofensif seperti Joint Air-to-Surface Standoff Missile—digunakan secara luas dalam perang Iran.

Selain biaya material langsung untuk mengganti senjata dan peralatan, perang Iran juga mengganggu aliran minyak dan gas global dari Timur Tengah, yang menyebabkan kenaikan harga bagi konsumen.

Bagaimana Dahak Dapat Mencerminkan Ketidakseimbangan dalam Tubuh

Berbagai jenis dahak dapat menunjukkan penyakit yang berbeda. Dengan mengenali jenisnya, praktisi dapat melakukan diagnosis dan penanganan yang lebih tepat.

Ellen Wan

Dahak yang Anda keluarkan bisa mencerminkan adanya ketidakseimbangan dalam tubuh.

Secara umum, dahak dikenal sebagai lendir yang dihasilkan saat batuk. Namun, bagi praktisi pengobatan tradisional Tiongkok (PTT), dahak memiliki makna lebih luas. Dahak dianggap sebagai limbah yang menumpuk di dalam tubuh.

Lee Ying-Ta, seorang dokter di Tzuhang Chinese Medicine Clinic di Taiwan, mengatakan bahwa dalam teori PTT, dahak merupakan produk sampingan yang terbentuk ketika metabolisme cairan tubuh mengalami ketidakseimbangan.

Jenis-Jenis Dahak

Hu Naiwen, praktisi PTT di Taiwan sekaligus kontributor The Epoch Times, mengatakan bahwa dalam PTT, dahak dianggap sebagai faktor penting dalam perkembangan penyakit.

Namun, dahak tidak seharusnya dihilangkan sepenuhnya. Tanpa dahak, trakea dan bronkus dapat menjadi terlalu kering, yang berpotensi menyebabkan batuk kering. Dahak juga berperan penting dalam membersihkan saluran pernapasan.

Warna dan tekstur dahak sering kali mencerminkan berbagai jenis ketidakseimbangan dalam tubuh. Secara umum, dahak dapat diklasifikasikan sebagai berikut:

  • Dahak Dingin: Biasanya berwarna putih dan sering terkait dengan kondisi dingin dalam tubuh. Umumnya muncul saat flu yang disertai menggigil dan buang air besar encer.
  • Dahak Panas: Biasanya berwarna kuning atau hijau, sering terjadi saat infeksi, atau pada flu yang disertai tenggorokan kering dan sakit, rasa haus, batuk kering, dan demam.
  • Dahak Defisiensi: Berbuih atau encer, biasanya terkait dengan kelemahan fisik, batuk jangka panjang, atau metabolisme yang lambat.
  • Dahak Berlebih: Lebih kental dan terkadang sulit dikeluarkan, sering berkaitan dengan penumpukan limbah metabolisme dalam tubuh.

Ketika dahak menumpuk di paru-paru, hal ini dapat menyebabkan gejala seperti batuk berdahak, hidung tersumbat, atau pilek. Jika menumpuk di lambung, dapat menimbulkan gangguan pencernaan seperti muntah atau kembung. Jika menumpuk di persendian, dapat menyebabkan rasa berat pada anggota tubuh atau mati rasa.

Pengobatan Berdasarkan Tipe Tubuh

Lee mencontohkan kasus seorang wanita berusia 50-an yang mengalami dahak terus-menerus akibat rinitis alergi, dengan dahak yang tipis, bening, dan berbuih. Meskipun telah menjalani perawatan rumah sakit selama hampir dua bulan, gejalanya tidak membaik.

Ia kemudian mencari pengobatan PTT. Setelah mendapatkan ramuan herbal yang disesuaikan dengan tipe tubuhnya, gejalanya berangsur membaik secara signifikan.

Kasus seperti ini cukup umum dalam praktik klinis, kata Lee. Pasien berasal dari berbagai kelompok usia, mulai dari anak-anak hingga lansia, dengan jumlah anak-anak dan perempuan lebih banyak dibandingkan laki-laki.

Menurut Hu, praktisi terlebih dahulu mengidentifikasi jenis dahak sebelum menentukan terapi yang tepat, seperti herbal atau akupunktur. Jenis obat dan dosis kemudian disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien.

PTT menekankan prinsip “pengobatan berdasarkan pola,” yaitu strategi terapi dipilih sesuai tipe tubuh dan penyebab yang mendasari.

Dahak dingin ditangani dengan metode pemanasan, sedangkan dahak panas ditangani dengan metode pembersihan. Dahak defisiensi memerlukan metode penguatan, sementara dahak berlebih memerlukan metode pengurangan.

Salah satu resep herbal klasik untuk mengurangi dahak adalah Er Chen Decoction, yang terdiri dari dua bahan utama: rimpang pinellia tua (ban xia) dan kulit jeruk kering (chen pi). Sebuah studi tahun 2020 menunjukkan bahwa senyawa aktif dalam herbal ini dapat membantu menghambat produksi lendir berlebih di saluran pernapasan.

Ketika gejala dahak berlebih muncul, penanganan medis sejak dini dapat membantu mencegah batuk memburuk dan mengurangi penumpukan dahak di paru-paru yang berpotensi menyebabkan peradangan.

buzzhouse/Shutterstock

Pir Rebus dengan Gula Batu

Pir yang dimasak dengan gula batu merupakan salah satu resep makanan klasik untuk mengatasi dahak panas, kata Lee.

Pir diketahui dapat membantu melembapkan paru-paru, mengurangi dahak, dan meredakan batuk.

Namun, orang dengan fungsi pencernaan lemah atau yang mengalami kondisi “dingin” sebaiknya menghindari konsumsi pir.

Bahan:

  • 1 buah pir
  • Sedikit gula batu

Cara membuat:

  1. Cuci pir hingga bersih, kupas kulitnya, buang bagian inti, lalu isi bagian tengah dengan sedikit gula batu.
  2. Masukkan pir ke dalam panci dan tambahkan air hingga terendam. Didihkan, lalu kecilkan api dan rebus sekitar 30 menit hingga pir menjadi lunak.
  3. Angkat, biarkan agak dingin, kemudian konsumsi pir dan air rebusannya selagi hangat.

Penyesuaian Pola Makan

Lee menyarankan untuk menghindari makanan dingin atau yang didinginkan, terutama saat sedang flu.

Jika seseorang didiagnosis memiliki tipe tubuh dingin menurut PTT, maka sebaiknya menghindari makanan yang bersifat mendinginkan seperti pir, melon, buah naga, pisang, jeruk bali, dan belimbing. Dalam teori PTT, teh hijau dan kopi juga dianggap bersifat mendinginkan.

Sebaliknya, bagi yang memiliki tipe tubuh panas atau kering, sebaiknya menghindari makanan yang bersifat memanaskan atau mengeringkan, seperti gorengan, makanan pedas, dan kacang tanah panggang.