Jepang Protes Kapal Riset PKT di Wilayah Lautnya — Pakar: Untuk Kumpulkan Informasi Strategis

Aktivitas kapal riset laut milik partai komunis Tiongkok (PKT) yang berulang kali memasuki Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Jepang untuk melakukan survei sudah menjadi fenomena yang semakin umum. Menurut analisis para pakar Jepang, meskipun tampaknya hanya survei ilmiah, tujuan sebenarnya adalah untuk mengumpulkan informasi strategis.

EtIndonesia. Badan Penjaga Pantai Jepang melaporkan, pada 11 Mei, sebuah kapal riset laut Tiongkok melakukan survei tanpa izin di wilayah ZEE Jepang dekat Kepulauan Senkaku. Pemerintah Jepang segera meminta Tiongkok untuk menghentikan aktivitas tersebut, dan menegaskan bahwa tindakan itu tidak dapat diterima.

“Perilaku seperti ini dari Tiongkok sangat mungkin bertujuan untuk mempersiapkan operasi militer di masa depan, seperti mengumpulkan informasi sebelum kapal selam melewati perairan ini. Dengan terus melakukan aktivitas seperti ini secara berulang, Tiongkok ingin membuat masyarakat internasional menganggap hal itu sebagai ‘normal’, dan mengaburkan persepsi publik negara lain,” kata Sayaka Kiba, dosen di Universitas Studi Asing Kota Kobe. 

Kemudian, pada 26 Mei, kapal riset laut Tiongkok kembali memasuki ZEE Jepang, sekitar 270 kilometer sebelah timur Pulau Okinotorishima, dan menurunkan peralatan menyerupai kabel baja ke laut.

“Penjaga Pantai Jepang telah meminta agar aktivitas tersebut segera dihentikan. Kami juga telah menyampaikan protes melalui jalur diplomatik kepada pihak PKT, dan menegaskan bahwa survei ilmiah kelautan tanpa izin Jepang tidak dapat diterima dan harus segera dihentikan,” kata Kepala Sekretariat Kabinet Jepang, Yoshimasa Hayashi. 

Sayaka Kiba juga mengatakan: “Media Jepang telah memberitakan insiden ini secara luas. Publik Jepang, media asing, serta para pengamat internasional sedang mencermatinya. Perilaku PKT ini jelas melanggar Konvensi PBB tentang Hukum Laut (UNCLOS), dan Kementerian Luar Negeri Jepang secara konsisten menegaskan bahwa hal ini merupakan pelanggaran terhadap hukum internasional.”

Dalam beberapa tahun terakhir, aktivitas kapal riset laut milik PKT di ZEE Jepang telah menjadi hal yang sering terjadi, dan telah menimbulkan perhatian luas di masyarakat Jepang.

Sayaka Kiba menambahkan: “Menurut analisis para ahli, Tiongkok sedang mengumpulkan data topografi dasar laut dan suhu air yang diperlukan bagi kapal selam untuk melintasi wilayah ini. Setiap kali insiden seperti ini terjadi, Kementerian Luar Negeri Jepang akan melayangkan protes diplomatik, dan lewat pemberitaan media, masyarakat Jepang dan dunia internasional semakin sadar akan tindakan Tiongkok ini, yang pada akhirnya mendorong terbentuknya opini publik.”

Selain kapal riset laut, kapal penjaga pantai PKT  juga sering muncul di wilayah laut sekitar Jepang. Hal i menjadi fenomena rutin. Menurut media Jepang, pada tahun 2024, kapal penjaga pantai PKT tercatat berlayar di wilayah perairan sekitar Kepulauan Senkaku selama 353 hari, melebihi rekor 352 hari pada tahun 2023, dan merupakan jumlah hari terbanyak sejak pertama kali aktivitas ini tercatat pada tahun 2008. (Hui/asr)

Laporan dari jurnalis NTD, Xu Ting, dari Jepang

Jakarta Marathon 2025 Sukses Digelar, Diikuti 31.000 Peserta dari 51 Negara

EtIndonesia. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengapresiasi seluruh pihak yang telah menyukseskan penyelenggaraan BTN Jakarta International Marathon (JAKIM) 2025. 

Ajang lari bertaraf internasional yang digelar pada Minggu (29/6) pagi tersebut diikuti sebanyak 31.000 peserta dari 51 negara. Titik start dari kawasan Silang Barat Laut Monumen Nasional (Monas) dan finis di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta Pusat.

Gubernur Pramono menyebut event ini sebagai bagian dari rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun ke-498 Kota Jakarta, sekaligus momentum penting untuk memperkuat citra ibu kota sebagai tuan rumah ajang olahraga dunia.

BTN Jakarta International Marathon (JAKIM) 2025 (Pemprov DKI Jakarta)

“Melalui event olahraga ini, Jakarta dapat semakin dikenal sebagai kota penyelenggara event internasional dan menjadi destinasi utama sport tourism yang memberikan manfaat ekonomi berkelanjutan,” ujar Gubernur Pramono dalam siaran pers Pemprov DKI Jakarta. 

Event BTN JAKIM 2025 mempertandingkan tiga kategori lomba, yakni 10K, half marathon (21K), dan full marathon (42K). Kegiatan ini diselenggarakan atas kolaborasi antara Bank Tabungan Negara (BTN), Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, dan komunitas pelari nasional serta internasional.

Gubernur Pramono menilai ajang ini menjadi magnet besar bagi pelari dari berbagai latar belakang usia dan negara, serta menjadi contoh sukses sinergi antara pemerintah, swasta, dan masyarakat dalam menghadirkan event berkelas dunia.

“Ini adalah penyelenggaraan lomba lari terbanyak dan paling ramai pesertanya. Saya mengucapkan selamat datang di Kota Jakarta dan terima kasih atas kepercayaan seluruh peserta yang telah memeriahkan BTN JAKIM 2025,” tambahnya.

BTN Jakarta International Marathon (JAKIM) 2025 (Pemprov DKI Jakarta)

Pemprov DKI Jakarta, lanjut Gubernur Pramono, memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan acara ini, mulai dari rekayasa lalu lintas hingga penyediaan fasilitas publik. Ia juga menyoroti sterilnya jalur lari dari kendaraan, yang memungkinkan peserta menikmati lomba dengan aman dan nyaman.

“Saya yakin BTN JAKIM 2025 berjalan lancar karena semua lintasan steril dari gangguan lalu lintas. Para pelari bisa berlari dengan secure, safety, and smooth. Tahun depan, kami berharap event ini bisa naik kelas dan lebih besar lagi,” tegasnya.

Gubernur Pramono juga mengungkapkan dampak positif yang terasa dari sisi ekonomi lokal. Tingkat hunian hotel meningkat signifikan karena pelari dari berbagai daerah dan negara menginap di Jakarta. Aktivitas pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sekitar jalur lomba pun turut menggeliat.

“Penutupan jalan justru berdampak positif. Hotel-hotel penuh, UMKM hidup. Ini menunjukkan BTN JAKIM 2025 memberi manfaat luas bagi perekonomian kota,” jelasnya.

Pemprov DKI berkomitmen untuk terus menghadirkan infrastruktur pendukung maraton internasional. Mulai dari jalan protokol yang aman, transportasi publik terintegrasi, hingga kesiapan fasilitas kesehatan dan petugas medis di sepanjang lintasan lomba.

“Semangat dan selamat berlari untuk seluruh peserta BTN JAKIM 2025. Semoga event ini memberikan pengalaman berharga sekaligus menginspirasi gaya hidup aktif demi Jakarta yang lebih sehat dan produktif,”  pungkas Pramono. (asr)

Berlari Bisa Mematikan? Waspadai Tiga Sinyal Bahaya Ini!

EtIndonesia. Seiring dengan meningkatnya tren maraton di seluruh dunia, semakin banyak orang yang terlibat dalam latihan dan lomba lari jarak jauh. Dalam program “Kesehatan 1+1” di stasiun televisi New Tang Dynasty, dokter spesialis jantung dr. Liu Zhongping mengingatkan bahwa lari dengan intensitas tinggi dan durasi panjang, apabila dilakukan tanpa persiapan yang memadai atau mengabaikan sinyal tubuh, bisa meningkatkan risiko gangguan jantung hingga kematian mendadak.

Dr. Liu menjelaskan, olahraga kompetitif umumnya memiliki waktu istirahat atau jeda. Berbeda dengan jenis olahraga tersebut, saat seseorang berlari sendiri atau mengikuti maraton, kecenderungan untuk mengandalkan kemauan dan memaksakan diri sangat tinggi. Hal ini sering membuat pelari lupa beristirahat dan tidak cukup minum, sehingga lebih rentan mengalami kejadian serius yang berkaitan dengan jantung.

Risiko Jantung Akibat Lari Intens

Walau lari dikenal sebagai olahraga sederhana dan bermanfaat, jika dilakukan dengan intensitas tinggi, dr. Liu mengungkapkan bahwa beberapa masalah jantung bisa muncul, seperti:

1. Penyakit arteri koroner: Lari intens dapat menyebabkan aliran darah berubah atau pembuluh darah mengalami tekanan. Plak yang menumpuk di dinding arteri bisa pecah secara tiba-tiba dan menyebabkan serangan jantung.

2. Risiko pembentukan gumpalan darah: Lari dengan intensitas tinggi merangsang sistem saraf simpatik dan mengaktifkan trombosit, yang bisa meningkatkan kemungkinan terbentuknya gumpalan darah.

3. Aritmia (gangguan irama jantung): Saat berolahraga keras, jantung memerlukan lebih banyak oksigen. Bila jantung belum terlatih atau memiliki kelainan seperti hipertrofi (penebalan otot jantung) bawaan, maka suplai darah yang tidak mencukupi dapat memicu aritmia berbahaya.

Tiga Tanda Bahaya: Segera Hentikan Aktivitas

Dr. Liu menegaskan bahwa jika selama berlari atau mengikuti maraton Anda mengalami gejala berikut, segera hentikan olahraga dan cari pertolongan medis:

1. Sesak dada, nyeri dada, jantung berdebar kencang: Bisa menjadi tanda kurangnya aliran darah ke jantung, serangan jantung, atau aritmia.

2. Pusing atau pandangan gelap: Menandakan bahwa fungsi jantung terganggu, sehingga aliran darah ke otak tidak mencukupi, yang dapat menjadi gejala awal stroke atau hipoksia otak.

3. Kelemahan atau kram pada tangan dan kaki: Mungkin disebabkan oleh dehidrasi atau ketidakseimbangan elektrolit. Dalam situasi ini, penting untuk segera beristirahat serta minum air dan larutan elektrolit.

Dr. Liu memberikan peringatan khusus: Berbeda dengan olahraga lain, lari dan maraton tidak memiliki jeda istirahat resmi. Para peserta sering lupa mengisi ulang cairan dan elektrolit, padahal ketidakseimbangan elektrolit adalah salah satu penyebab utama aritmia yang dapat berujung pada kematian mendadak.

Catatan Penting bagi Peserta Maraton

Sebuah studi menunjukkan bahwa dari setiap 100.000 peserta maraton, terdapat sekitar 0,6 hingga 1,9 kasus kematian mendadak karena gangguan jantung, dengan rata-rata usia korban antara 37 hingga 48 tahun.

Dr. Liu menjelaskan, meskipun angka ini tampak kecil, jumlah peserta maraton bisa mencapai ribuan hingga puluhan ribu orang, sehingga risiko tetap nyata. Ia menambahkan bahwa pria di atas usia 40 tahun lebih rentan mengalami kejadian fatal, karena mereka lebih mungkin menderita penyakit jantung koroner, aritmia, atau kardiomiopati hipertrofik bawaan.

Tips dr. Liu untuk mencegah kejadian fatal sebelum maraton:

·        Mulailah latihan fisik minimal dua bulan sebelumnya

·        Dapatkan bimbingan dari pelatih berpengalaman

·        Lakukan pelatihan secara bertahap dan terukur

Saat lomba berlangsung:

·        Minum air dan elektrolit secara teratur sesuai rencana

·        Gunakan pengingat di jam tangan atau berdasarkan jarak tempuh

·        Amati sinyal tubuh: jika muncul sesak dada, pusing, atau kelemahan otot—segera berhenti dan cari bantuan medis

Setelah lomba:

·        Segera isi kembali cairan dan elektrolit

·        Berikan tubuh waktu istirahat yang cukup

·        Hindari alkohol dan begadang agar tidak membebani jantung lebih lanjut

4 Tips Aman Berlari

Agar masyarakat dapat berlari dengan aman dan tetap sehat, dr. Liu memberikan 4 saran utama:

1. Bertahap dan terukur: Tingkatkan intensitas olahraga secara mingguan atau bulanan. Terutama untuk orang usia 40 tahun ke atas, karena kemampuan tubuh mengatur keseimbangan elektrolit mulai menurun, dan risiko masalah jantung pun meningkat.

2. Jangan memaksakan diri: Sesuaikan olahraga dengan kondisi tubuh. Seiring bertambahnya usia, berolahragalah sesuai kemampuan, jangan sampai terlalu memaksakan.

3. Cari teman berlari: Berlari bersama orang lain meningkatkan faktor keamanan, karena jika terjadi keadaan darurat, Anda bisa segera dibantu.

4. Periksa jantung terlebih dahulu: Bagi mereka yang memiliki riwayat penyakit jantung atau usia di atas 40 tahun, lakukan pemeriksaan jantung terlebih dahulu sebelum memulai olahraga intens. Bila ditemukan adanya penyumbatan di arteri atau kardiomiopati, hal ini bisa segera ditangani untuk mencegah kejadian fatal.

Olahraga Kompetitif = Risiko Jantung Lebih Tinggi

Dr. Liu juga menekankan bahwa olahraga kompetitif seperti basket dan sepak bola memiliki risiko jantung yang tinggi, karena:

1. Gerakan intens + tekanan kompetisi: Olahraga ini menuntut aktivitas fisik sangat tinggi. Demi kemenangan, pemain cenderung mendorong tubuh mereka melebihi batas kemampuan jantung.

2. Cuaca ekstrem di luar ruangan: Bermain dalam cuaca panas atau dingin berlebihan akan meningkatkan beban jantung secara signifikan.

3. Benturan fisik: Kontak fisik yang keras, seperti terkena sikut atau bahu ke dada, bisa langsung memicu aritmia serius atau bahkan henti jantung mendadak.

Olahraga Ringan Juga Bisa Menyimpan Risiko

Bahkan olahraga ringan seperti croquet atau golf, menurut dr. Liu, juga menyimpan risiko tersembunyi bagi lansia.

Banyak orang tua beranggapan bahwa jalan santai setiap hari sudah cukup sebagai olahraga. Padahal, waktu, intensitas, dan pelatihan jantung-paru yang dibutuhkan tidak terpenuhi. Terlebih jika olahraga ringan seperti croquet atau golf dilakukan secara mendadak dalam durasi lama, itu bisa melebihi kapasitas fisik dan memberatkan jantung.

Risiko tambahan:

·        Aktivitas berlangsung lama di luar ruangan → dehidrasi dan ketidakseimbangan elektrolit

·        Lansia memiliki kemampuan rendah untuk menyesuaikan kadar cairan dan elektrolit → aritmia yang bisa berakibat fatal

Tips dr. Liu untuk lansia yang melakukan croquet dan golf:

1. Istirahat teratur: Berhenti setiap 30–60 menit dan konsumsi air serta elektrolit.

2. Berolahraga secara rutin: Hindari aktivitas fisik dalam jumlah besar setelah lama tidak berolahraga.

3. Latihan kelenturan: Latih kekuatan otot dan fleksibilitas sendi secara berkala untuk mencegah cedera saat bergerak.

4. Jaga mental tetap rileks: Nikmati prosesnya, hindari ambisi berlebihan, jangan memaksakan diri—olahraga seharusnya membuat Anda bahagia dan santai.(jhn/yn)

Renungkan Tentang ‘Lari Jarak Jauh’

EtIndonesia. Di komunitas kami, ada seorang lansia yang hidup sendiri. Dia dikenal memiliki sifat yang terburu-buru dan selalu menginginkan hasil yang instan. Beberapa waktu lalu, dia bercerita: pada suatu hari saat sedang makan buah, dia menelannya dengan tergesa-gesa dan buah itu tersangkut di tenggorokan—nyaris membuatnya tidak bisa bernapas! 

Saya menyarankannya: “Usia Anda sudah tidak muda lagi, apalagi hidup sendirian. Apa pun yang Anda lakukan, harus lebih berhati-hati. Apa pun keadaannya, lakukanlah secara perlahan.”

Setelah berbicara demikian, saya pun teringat pada persoalan kecepatan. Saya sendiri sebenarnya juga memiliki kebiasaan tergesa-gesa, mudah maju terburu-buru, dan kurang memiliki kesabaran.

Banyak orang setuju bahwa kehidupan itu seperti lari maraton, bukan seperti lomba lari pendek sejauh beberapa ratus atau beberapa ribu meter. Karena ini adalah lari jarak jauh, rutenya bisa mencapai beberapa hingga puluhan kilometer. Di sepanjang perjalanan, kita akan menghadapi banyak ujian dan tempaan. Pemandangan di kiri-kanan pun terus berubah, dan kondisi kita pun tidak selalu sama dari waktu ke waktu. Oleh karena itu, yang terpenting adalah—melangkah dengan ritme kita sendiri, dan tidak membandingkan diri dengan orang lain.

Kita boleh berjalan perlahan. Jangan sampai terjebak dalam obsesi “kalah di garis start”. Perlu kita pahami: dalam perlombaan, pelari yang berada di posisi depan saat start belum tentu menjadi orang pertama yang mencapai garis finis! Kita bisa mengatur “kecepatan sendiri”, berdasarkan kondisi tubuh, pengalaman, dan tujuan pribadi. Dengan begitu, kita dapat menjaga irama agar tetap stabil dan tidak kehabisan tenaga. Kecepatan bukanlah angka yang kaku, ia dapat disesuaikan naik turun tergantung situasi.

Para ahli mengungkapkan bahwa kunci dalam lari jarak jauh mencakup: pemanasan dan peregangan yang cukup, postur berlari yang benar, peningkatan intensitas secara bertahap, asupan air dan elektrolit yang cukup, pemilihan sepatu lari yang tepat, pola napas yang teratur, latihan kekuatan yang seimbang, penyesuaian pola makan, serta istirahat dan pemulihan yang cukup. Terakhir, mereka menekankan: fokuslah pada saat ini dan nikmati prosesnya.

Sebenarnya, prinsip lari jarak jauh ini bisa menjadi pedoman dalam menjalani hidup. “Siapa yang mempersiapkan, dialah yang akan berhasil.” Kita bisa terlebih dahulu membuat perencanaan, membekali diri dengan berbagai kondisi dasar, dan selanjutnya menjalani langkah-langkah nyata serta senantiasa berusaha untuk lebih baik. Tentu saja, perjalanan hidup tidak selalu mulus dan tanpa hambatan. Ketika menemui jalan buntu, kita perlu mengubah arah atau menyesuaikan dengan kondisi sekitar. Yang penting, kita mampu bertahan, terus mengembangkan diri, dan tetap maju dengan semangat yang tidak padam.

Namun, ada satu hal yang jauh lebih penting: arah jauh lebih penting daripada kecepatan. Memilih jalan yang benar adalah kunci untuk mewujudkan impian. 

Seorang penulis pernah berkata: “Kapal yang punya tujuan disebut berlayar, kapal tanpa tujuan hanyalah mengembara.” 

Ketika arah sudah tepat, cepat atau lambat bukan lagi soal besar. Tetapi jika arah salah, secepat apa pun kita bergerak, semua akan sia-sia. Maka, yang perlu kita lakukan adalah memastikan ke mana kita ingin pergi, lalu melangkah ke arah itu dengan tekun—baru kita bisa berjalan lebih mantap dan lebih jauh.

Hidup adalah perjalanan “lari jarak jauh”. Maka kita perlu memahami arah, menyesuaikan kecepatan. Sebelum mencapai garis akhir, jangan lupa pula untuk sesekali berhenti sejenak—menatap bintang di langit, mencium harum bunga di tepi jalan. Dengan begitu, perjalanan kita akan penuh warna, penuh makna, dan benar-benar luar biasa!(jhn/yn)

“Pinjam Beras Jangan Pinjam Kayu Bakar, Pinjam Baju Jangan Pinjam Sepatu” – Yang Bisa Memahami Ini Adalah Orang Cerdas

EtIndonesia. Dalam hidup ini, tidak peduli dengan siapa kita berinteraksi—teman, tetangga, kerabat, bahkan saudara sendiri—ada baiknya kita mengingat sebuah pepatah lama warisan leluhur:

“Pinjam beras jangan pinjam kayu bakar. Pinjam baju jangan pinjam sepatu.”

Apa sebenarnya makna pepatah ini?

Mengapa beras boleh dipinjamkan, tetapi kayu bakar tidak? Mengapa baju boleh dipinjamkan, tapi sepatu tidak?

Sekilas terdengar sederhana, namun di baliknya tersimpan hikmah mendalam tentang sikap hidup, batasan dalam membantu, dan cara menjaga diri dari kerugian maupun kesalahpahaman.

Pinjam Beras Jangan Pinjam Kayu: Jangan Memelihara Kemalasan

Makna dari “pinjam beras jangan pinjam kayu bakar” adalah: Ketika seseorang sedang kesusahan, tak ada salahnya memberikan beras—artinya, bantuan pokok agar dia bisa makan dan bertahan. Orang yang sudah kenyang baru bisa bekerja, mencari nafkah, dan berjuang untuk hidupnya sendiri.

Namun lain cerita bila ia meminjam kayu bakar. 

Di desa-desa dan wilayah pegunungan, kayu bakar bisa dicari di mana-mana. Bahkan di tempat tandus pun masih ada rumput liar atau ranting kering yang bisa digunakan untuk memasak. Bahkan banyak orang miskin menggantungkan hidupnya dari mencari kayu bakar.

Jika seseorang sampai tidak mau mencari kayu sendiri, hingga dapurnya tidak pernah berasap—maka itu pertanda kemalasan dan ketidakmauan berusaha. Dalam istilah lama disebut, “dapur dingin, rumah makin suram.”

Ada pula alasan simbolis: Kata “kayu” (柴) dalam bahasa Tionghoa berima dengan kata “uang/rezeki” (財). Maka, meminjamkan kayu sama saja dengan “meminjamkan rezeki” kepada orang lain—yakni membiarkan energi keberuntungan diri sendiri mengalir ke orang lain.

Jika seseorang datang meminjam “kayu”, alih-alih langsung memberi, berikan dia kesempatan kerja: suruh dia bekerja sebagai tukang sapu, penjaga malam, atau buruh serabutan. Jika dia benar-benar ingin berusaha, berikan bantuan yang mendukung masa depannya—ajak makan, belikan tiket, dorong dia maju.

Itulah bantuan yang penuh welas asih namun tetap mengedepankan nilai hidup.

Pinjam Baju Jangan Pinjam Sepatu: Jangan Menolong dengan Cara yang Salah

Makna dari “pinjam baju boleh, pinjam sepatu jangan”—adalah nasihat agar kita berbuat baik dengan bijak, tidak asal bantu, dan tidak justru membuat keadaan lebih rumit.

Ketika seseorang kedinginan, meminjamkan baju adalah bentuk kasih yang wajar. Ukuran bisa disesuaikan, fungsinya jelas—baju hanya untuk menghangatkan badan.

Namun sepatu beda cerita.

Sepatu sangat personal. Ukurannya harus tepat. Kalau kekecilan akan menyakiti kaki, kalau kebesaran akan membuat orang tersandung. Di banyak budaya, sepatu memiliki makna simbolik, bahkan nilai emosional yang dalam.

Di masa lalu, terutama pada zaman Tiongkok kuno, sepatu perempuan adalah benda yang sangat pribadi dan intim. Jika sepatu seorang wanita dipinjam atau dipakai oleh orang lain, bisa dianggap menyangkut urusan perasaan atau hubungan yang tidak pantas.

Orang bijak berkata:

“Pernikahan seperti sepatu. Apakah pas atau tidak, hanya pemakainya yang tahu.”

“Sepasang sepatu yang pas, akan membuat langkah kita ringan dan perjalanan jadi jauh.”

Sepatu itu ibarat kehidupan dan jalan yang kita tempuh sendiri. Sepatu yang sudah membuat kita nyaman, mendukung kita dalam pekerjaan dan langkah hidup—kalau dipinjamkan ke orang lain, bisa mengganggu kenyamanan, bahkan memicu hal yang tak diinginkan.

Jika seseorang ingin meminjam sepatu, lebih baik katakan padanya:

“Sepatu harus dibeli sendiri, karena jalan hidup pun harus ditempuh sendiri.”

Penutup: Menolong Itu Baik, Tapi Harus Tahu Batas

Menolong orang yang malas, hanya akan membuatnya makin bergantung. Mereka tak akan berterima kasih, justru akan terus menuntut lebih.

Menolong orang yang tidak mau berusaha, hanya akan menyeret kita turun. Jika kita berjalan menggantikan orang lain, bukan hanya mereka tak belajar berjalan, kita pun bisa tersesat.

Hidup ini perlu kebijaksanaan.
Tidak semua permintaan harus dikabulkan.
Tidak semua pertolongan berarti kebaikan.
Terkadang, menolak dengan tegas adalah bentuk pertolongan paling nyata.

Ketika hendak meminjamkan sesuatu, gunakan akal dan intuisi, lihat dari siapa permintaannya datang, dan pahami apa maknanya.

Karena dalam pergaulan antarmanusia, barang-barang yang terlihat sepele—beras, kayu, baju, sepatu—bisa menjadi cermin karakter dan niat seseorang. Dari sanalah kita bisa membaca watak, memahami manusia, dan menentukan apakah layak untuk dilibatkan dalam hidup kita. (jhn/yn)

Gelombang Panas di Eropa: Suhu di Jalanan Spanyol Melonjak hingga 48 Derajat Celcius

Akhir pekan lalu, Eropa dilanda gelombang panas pertama musim panas tahun ini, dengan suhu di banyak kota melonjak melewati 40 derajat Celsius. Orang-orang pun harus mencari cara agar terhindar dari sengatan panas, sementara pemerintah tetap waspada terhadap suhu tinggi guna mencegah terjadinya kebakaran hutan.

EtIndonesia. Anda tidak salah melihat — angka pada termometer benar-benar melonjak hingga 48 derajat Celsius. Ini adalah catatan suhu di jalanan kota Seville, Spanyol, pada  Minggu (29/6/2025) lalu.

Gelombang panas menyapu setiap sudut kota, memaksa wisatawan dan warga untuk berhati-hati dalam menghindari suhu ekstrem.

 “Yang saya lakukan terutama adalah menghindari sinar matahari langsung, pergi ke tempat-tempat yang memiliki banyak tempat teduh, juga sering menyiram tubuh dan banyak minum air. Kalau tidak, kita bisa dehidrasi,” kata Mehzhad Yousefi, seorang turis dari Belanda. 

Pada akhir pekan itu, suhu di sebagian besar wilayah Spanyol melewati 40 derajat Celsius, dan Badan Meteorologi Nasional (AEMET) pun mengeluarkan peringatan oranye untuk suhu tinggi.

Sedangkan, di kota Bonn, Jerman bagian barat, orang-orang menceburkan diri ke  sungai untuk mengusir hawa panas. Bahkan anjing-anjing pun tak tahan untuk ikut menyelam menikmati kesejukan. Badan Meteorologi Jerman memperingatkan bahwa suhu di Jerman pekan depan bisa mencapai rekor tertinggi, mendekati 40 derajat Celsius.

Sementara itu, negara-negara Eropa lainnya seperti Prancis, Inggris, Italia, dan Portugal juga sedang menghadapi gelombang panas pertama musim panas tahun ini. 

Pemerintah masing-masing negara tetap siaga terhadap cuaca ekstrem ini untuk mencegah kebakaran hutan, sekaligus menyerukan agar masyarakat menghindari aktivitas berat dan menjaga asupan cairan tubuh.

Laporan gabungan oleh wartawan NTDTV, Yi Jing dan Zhao Jialin.

Administrasi ASN, BUMN dan Lembaga Tiongkok Menerapkan Tunggakan Gaji, Analisis : Krisis Keuangan Semakin Meluas

EtIndonesia. Selama sepekan terakhir, laporan mengenai keterlambatan pembayaran gaji terhadap aparatur sipil negara, lembaga publik dan pegawai perusahaan milik negara (BUMN) bermunculan di berbagai wilayah Tiongkok. 

Kasus ini mencakup kota Shenyang di Liaoning, serta beberapa provinsi seperti Shandong, Anhui, Henan, Jiangsu, dan Guangxi. 

Para narasumber menyampaikan bahwa gaji mereka sudah beberapa bulan belum dibayarkan, membuat kehidupan mereka menjadi sulit. Sejumlah akademisi memperingatkan bahwa krisis keuangan daerah  mulai berdampak pada stabilitas sosial dan jaminan kehidupan masyarakat.

Di platform media sosial seperti Douyin (TikTok versi Tiongkok), banyak netizen membagikan keluhan bahwa berbagai instansi pemerintah dan lembaga publik menunda atau bahkan menghentikan pembayaran gaji. 

Pada 27 Juni, seorang blogger dari Shenyang mengunggah daftar administrasi pemerintahan yang “tidak sanggup membayar gaji,” memicu perdebatan hangat. Di kolom komentar disebutkan, “Semua departemen di Distrik Yuhong, Kota Shenyang, sudah setengah tahun tidak membayar gaji. Bahkan taman kanak-kanak negeri pun sudah menghentikan pembayaran.”

Pegawai pemerintahan di distrik lain seperti Tiexi, Tongzheng, dan Heping juga melaporkan gaji mereka tertunggak. Di Pos Pelayanan Sosial Xinmin, bahkan disebutkan sudah “dua tahun tidak ada pembayaran.”

Seorang pekerja sosial di Distrik Heping menulis: “Gaji kami sudah lama tidak dibayar. Istri saya akan melahirkan, bahkan uang untuk biaya rumah sakit pun tidak ada.”

Li Renyi, pensiunan pegawai negeri di Shenyang kepada reporter Epoch Times mengungkapkan bahwa bukan hanya pegawai aktif, tetapi  pekerjaan yang dikenal sebagai “mangkuk besi” (pekerjaan yang dinilai aman) kini ikut terancam:

“Pemerintah daerah sekarang sudah hampir tidak tahan. Tanah tidak laku dijual, pendapatan pajak anjlok tajam. Seorang teman saya yang bekerja di Dinas Pengairan kota megnatakan bahwa tunjangan sosial dan dana perumahan mereka sudah dihentikan, dan gaji pun tak kunjung dibayarkan,” ujarnya. 

Ia juga menyebut bahwa BUMN dan lembaga publik ikut terdampak: “Uang pensiun masih bisa dibayarkan untuk saat ini, tapi bagaimana ke depannya? Siapa yang tahu apakah nanti juga ikut terdampak?”

Di Provinsi Shandong, kasus serupa juga terjadi. Pada 26 Juni, seorang ASN dari Zaozhuang menulis di media sosial: “Gaji belum dibayarkan.”

Seorang tenaga kesehatan tingkat bawah dari Jimo mengeluh secara daring: “Sudah dua bulan tidak ada kabar soal gaji. Setiap hari saya kerja tapi pikiran tak tenang. Tak mungkin terus hidup mengandalkan sisa tabungan.”

Zhao Na, warga Weifang, mengatakan bahwa sejumlah pegawai negeri di tingkat kecamatan tak hanya mengalami keterlambatan gaji, tapi juga pemotongan gaji : “Seorang kerabat saya bilang, para pejabat di kecamatannya sudah sebulan tidak menerima gaji penuh, hanya dibayar 80%. Di beberapa pemerintah tingkat kabupaten, pegawai bahkan sudah berbulan-bulan tidak terima gaji.”

Zhao juga mengungkap bahwa banyak perusahaan lokal menghadapi masalah serupa, tapi para pekerja “tidak berani keluar dari pekerjaan meskipun mengeluh”: 

“Bahkan ada karyawan yang membantu perusahaan meminjam uang demi membayar gaji, tapi perusahaan juga hanya bisa meminjam sekali.”

Seorang guru sukarelawan di Puyang, Henan, menulis bahwa mereka tidak memiliki status kepegawaian tetap dan hidup sudah pas-pasan. Kini, tunjangan tahunan untuk daerah pedesaan pun tidak dibayarkan:

“Kami sudah tak sanggup bertahan.”

Salah satu komentar menyebut:  “Sudah tujuh setengah bulan, hanya dibayar 1.500 yuan. Benar-benar tidak bisa hidup lagi.”

Di Lianyungang, Jiangsu, proyek pembangkit listrik tenaga surya milik China National Nuclear Corporation (CNNC) dikepung oleh para buruh bangunan karena gaji mereka sudah lama tak kunjung dibayar.

Zhu Zhiqiang, seorang pelaku bisnis daring di Jiangsu, mengatakan: “Ekonomi Jiangsu termasuk yang terbaik di Tiongkok, tapi sekarang banyak BUMN juga tidak bisa membayar gaji. Pabrik tempat anak perempuan saya bekerja, yang merupakan BUMN, sudah dijual ke pihak lain. Sekarang jumlah pesanan menurun, dan mereka hanya bekerja tiga hari dalam seminggu. Tahun depan mungkin akan lebih buruk.”

Peng Jiazheng, dosen pensiunan dari Universitas Keuangan dan Hukum Zhongnan, mengatakan bahwa pemerintah daerah di bawah Partai Komunis Tiongkok sebelumnya sangat bergantung pada pendapatan dari penjualan tanah. Begitu pasar properti anjlok, pendapatan fiskal pun turun tajam, ditambah lagi tekanan tersebut menyebar ke tingkat bawah:

“Sekarang, kekurangan dana fiskal sudah berdampak pada sektor-sektor paling dasar seperti pendidikan, layanan kesehatan, dan kebersihan. Gaji yang tidak dibayar hanyalah gejala permukaan — yang mendasarinya adalah masalah dalam kebijakan dan struktur fiskal secara keseluruhan.”

Pada 28 Juni, Caixin mengutip laporan audit fiskal pemerintah Tiongkok tahun 2024 yang menyebutkan bahwa 41 miliar yuan subsidi pertanian telah disalahgunakan oleh pemerintah daerah di 16 provinsi dan 175 kabupaten, sebagian digunakan untuk membayar gaji pegawai atau melunasi utang. Selain itu, 104 kabupaten/kota terungkap melakukan penipuan terhadap subsidi alat pertanian sebesar 478 juta yuan, dan 3.235 pejabat tingkat bawah diduga mencuri 23,29 juta yuan dalam bentuk tunjangan.

Di sisi lain, tekanan hidup warga biasa juga terus meningkat. Sebuah video dari Guangdong menunjukkan seorang lansia berambut putih masih tetap bekerja di lokasi konstruksi selama 12 jam di malam hari, hanya mendapat bayaran 170 yuan.

Peng Jiazheng memperingatkan: “Jika krisis keuangan menyebabkan sistem birokrasi terus-menerus menunggak gaji, tidak hanya akan menyebabkan eksodus talenta dan runtuhnya layanan publik di tingkat bawah, tapi juga memperparah ketimpangan antara kota dan desa, serta memicu ketidakpuasan dan gejolak yang lebih dalam. Dampak krisis fiskal terhadap masyarakat sedang menyebar secara diam-diam, dan jika tidak ditangani tepat waktu, konsekuensinya bisa sangat serius.”

Mulai dari pegawai negeri hingga petugas kebersihan, dari guru hingga dokter, dari timur laut hingga wilayah timur dan selatan Tiongkok, fenomena penunggakan gaji terus menyebar luas. Para akademisi menilai bahwa sistem fiskal Tiongkok saat ini menghadapi krisis neraca keuangan yang belum pernah terjadi sebelumnya, yang tidak hanya mengancam stabilitas sosial, tapi juga dapat menggoyahkan fondasi sistem yang ada. (asr)

 oleh Shen Yue – Epochtimes.com

Terungkap Diplomat dan Agen PKT Membuntuti dan Berencana Mengintimidasi Wapres Taiwan 

Menurut Intelijen Militer Ceko, agen dinas rahasia partai komunis Tiongkok merencanakan ‘aksi kinetik demonstratif’ terhadap Hsiao.

EtIndonesia. Diplomat dan agen partai Komunis Tiongkok (PKT) ternyata membuntuti Wakil Presiden Taiwan terpilih saat itu, Hsiao Bi-khim, selama kunjungannya ke Praha tahun lalu. Lebih parah lagi, merencanakan intimidasi terhadapnya. Hal demikian dikonfirmasi oleh intelijen militer Republik Ceko pada Kamis (29/6/2025).

Hsiao bertemu dengan Presiden Senat Ceko, Milos Vystrcil, dalam kunjungan selama tiga hari ke Republik Ceko pada Maret 2024, hanya beberapa minggu sebelum ia resmi menjabat bersama Presiden Taiwan saat ini, Lai Ching-te.

Sebulan kemudian, media berbasis di Praha, Seznam Zpravy, melaporkan bahwa seorang diplomat Tiongkok menerobos lampu merah saat mengikuti iring-iringan kendaraan Hsiao di persimpangan jalan, hampir menyebabkan tabrakan. Saat itu, Kementerian Luar Negeri Ceko menyatakan sedang menyelidiki insiden tersebut, dan Menteri Luar Negeri telah memutuskan untuk memanggil Duta Besar Tiongkok.

Pada Kamis, Intelijen Militer Ceko mengonfirmasi bahwa Hsiao menjadi target rezim Tiongkok, setelah media lokal melaporkan bahwa agen-agen Tiongkok mungkin telah merencanakan tabrakan kendaraan dengan kendaraan Hsiao.

Presiden terpilih Taiwan Lai Ching-te (kiri) dan pasangannya Hsiao Bi-khim (Epochtimes.com)

Dalam pernyataannya kepada Reuters pada Jumat, Jan Pejsek, juru bicara Dinas Intelijen Militer Ceko, mengatakan,  “Hal ini mencakup pembuntutan fisik terhadap wakil presiden, pengumpulan informasi mengenai jadwalnya, dan upaya untuk mendokumentasikan pertemuannya dengan tokoh-tokoh penting dari dunia politik dan publik Ceko.”

Pejsek menambahkan bahwa badan intelijen tersebut “bahkan mencatat adanya upaya oleh dinas rahasia sipil Tiongkok untuk menciptakan kondisi guna melakukan aksi kinetik demonstratif terhadap individu yang dilindungi, meskipun tidak sampai pada tahap pelaksanaan.”

Pada Kamis, media Ceko irozhlas.cz juga mengutip pernyataan serupa dari Pejsek, yang mengatakan bahwa aktivitas tersebut “dilakukan antara lain oleh individu yang memegang jabatan diplomatik di Kedutaan Besar Tiongkok di Praha.”

Kedutaan Besar Tiongkok di Praha tidak menanggapi permintaan komentar dari The Epoch Times.

Berbicara dalam konferensi pers di Beijing pada Jumat, juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Guo Jiakun menyebut Hsiao sebagai “separatis garis keras pro-kemerdekaan Taiwan”, dan mengatakan bahwa Republik Ceko telah “melanggar prinsip satu-Tiongkok secara serius serta komitmen politiknya terhadap Tiongkok, dan secara kasar mencampuri urusan dalam negeri Tiongkok,” dengan mengizinkan Hsiao berkunjung ke Praha.

Pada Jumat, Dewan Urusan Daratan Taiwan (MAC), yang bertanggung jawab atas urusan yang berkaitan dengan Tiongkok, menyatakan bahwa tindakan Beijing “secara serius mengancam keselamatan pribadi Wakil Presiden Hsiao dan rombongannya.”

Dewan tersebut mengatakan bahwa pihaknya “melayangkan protes dan mengutuk keras perilaku buruk Komunis Tiongkok, serta menuntut pihak Tiongkok segera memberikan penjelasan dan permintaan maaf secara terbuka.”

The Inter-Parliamentary Alliance on China (IPAC) atau Aliansi Antarparlemen tentang Tiongkok, sebuah kelompok yang terdiri dari lebih dari 200 legislator dari berbagai parlemen di seluruh dunia, termasuk empat anggota legislatif dari Republik Ceko, menyatakan bahwa anggotanya “terkejut” oleh dugaan rencana rezim Tiongkok untuk melancarkan “serangan kinetik demonstratif” terhadap Hsiao.

IPAC menyatakan solidaritasnya dengan Hsiao dan warga Taiwan lainnya “yang mungkin menjadi sasaran pemaksaan” oleh rezim Tiongkok, serta menyerukan kepada pemerintahan dunia untuk mengutuk “tindakan tidak dapat diterima” tersebut.

“Rencana itu, jika berhasil, akan merupakan tindakan teror negara. Bahkan sebagai upaya, insiden mengejutkan ini menunjukkan telah dilampauinya batas tertentu,” kata IPAC dalam sebuah pernyataan di media sosial X.

“Sebuah negara yang bersedia merencanakan aksi kekerasan bermotif politik secara terang-terangan di negara asing, bukanlah negara yang dapat dikatakan menghormati norma diplomatik internasional.”

Rezim Komunis Tiongkok tidak pernah memerintah Taiwan, namun menganggap pulau yang memiliki pemerintahan sendiri itu sebagai provinsi yang membangkang. Tiongkok tidak pernah mengesampingkan penggunaan kekerasan untuk mencaplok Taiwan. Bahkan,  terus mengganggu hubungan diplomatik Taiwan serta keanggotaannya dalam organisasi internasional.

Taiwan dan Republik Ceko belum menjalin hubungan diplomatik resmi, namun tetap menjalin kerja sama dalam bidang perdagangan dan budaya, dan hubungan kedua pihak semakin erat dalam beberapa tahun terakhir, meski menghadapi protes dan ancaman dari Beijing.

Pada 2019, Praha mengakhiri hubungan kota kembar dengan Beijing, dan segera menandatangani perjanjian baru dengan Taipei.

Presiden Ceko Petr Pavel, setelah terpilih pada Januari 2023, menerima panggilan telepon dari Presiden Taiwan saat itu, Tsai Ing-wen, menjadikannya pemimpin Uni Eropa pertama yang secara langsung berbicara dengan Presiden Taiwan, yang memicu kemarahan Beijing.

Dua bulan kemudian, delegasi Ceko beranggotakan 150 orang mengunjungi Taiwan untuk memperluas kerja sama dan menyatakan dukungan bagi sistem demokrasi Taiwan. (asr)

Reuters turut berkontribusi dalam laporan ini.

Menemukan Keabadian dalam Perubahan

EtIndonesia. Beberapa teman lama dan saya telah berjanji untuk berkumpul kembali di tempat kami dulu menimba ilmu—kembali menapaki jejak masa muda. Ketika kami bertemu di kampus, rasanya seperti waktu diputar mundur. Meski tahun-tahun telah meninggalkan jejak di wajah masing-masing, namun persahabatan di antara teman lama tetap tak berubah. Kami berjalan sambil tertawa dan bercakap-cakap, mengunjungi kantin, asrama, serta gedung-gedung tempat kami dulu belajar. Tak terasa kami sering menghela napas—sudah belasan tahun berlalu, banyak hal telah berubah.

Dulu, untuk makan di kantin, kami harus mengantre di konter pembayaran terlebih dahulu, lalu membawa karcis ke jendela makanan. Saat membayar, kami bisa menyampaikan preferensi—minta sayurnya lebih banyak, atau nasinya sedikit saja. Petugas kasir lama-kelamaan hafal wajah dan kebiasaan kami. Bahkan, kadang sebelum kami membuka mulut, dia sudah tahu apa yang kami mau. Saat dikenang kembali, itu adalah kenangan yang hangat dan penuh rasa manusiawi.

Sekarang, sistem kantin sudah serba digital. Pemesanan dan pembayaran makanan dilakukan melalui mesin. Cukup tekan menu yang diinginkan, dan seluruh proses—termasuk pencetakan nota—bisa selesai dengan cepat. Menatap layar elektronik yang terang dan canggih itu, saya sempat merenung, ke mana ya para staf ramah yang dulu melayani kami?

Dulu, antara asrama dan gedung kuliah adalah tanah lapang yang cukup jauh. Di musim panas, sekali bolak-balik saja sudah cukup membuat kami mandi keringat. Tapi justru karena harus mengayuh langkah, membawa ransel berat dalam terik siang, kami jadi begitu mengingat masa-masa itu. Sampai hari ini, saya masih bisa membayangkan betapa beratnya buku-buku di punggung saat berjalan ke kelas.

Kini, antara asrama dan gedung kuliah sudah dibangun gedung laboratorium dan kantor baru. Gedung itu menghubungkan dua tempat tersebut, sehingga kami bisa berjalan dengan nyaman di lorong berpendingin udara. Tapi anehnya, setelah melewatinya, kami tidak merasa sedang berjalan, tidak terasa jaraknya, bahkan tak terasa bebannya. Anehnya lagi, kami justru sedikit merindukan rasa lelah saat harus berjalan jauh dulu.

Setelah berkeliling kampus cukup lama, kami berjalan keluar sambil menyebut-nyebut perubahan yang kami lihat. 

Tiba-tiba salah satu teman berseru: “Toko itu masih ada!” 

Kami pun serentak menoleh. Benar saja—toko di pinggir jalan itu masih persis seperti dulu. Toko itu menjual pakaian bergaya sederhana namun elegan, dengan harga yang terjangkau. Sang pemilik sangat memahami kebutuhan pelanggan. Bertahan selama bertahun-tahun di tengah pasang surut pasar, pasti karena pemiliknya punya cara menjalankan usaha yang benar-benar menyentuh hati.

Dari toko itu, kami melanjutkan perjalanan ke rumah seorang guru yang dulu sangat kami hormati. Usianya kini hampir sembilan puluh tahun. Sudah sekian lama tak bertemu, tapi dia masih mengingat satu per satu nama dan wajah kami. Meski sudah sepuh, pikirannya masih jernih dan tajam. Dia berbicara dengan tenang, membahas hal-hal kecil dalam hidup, serta membagikan pandangannya tentang idealisme dan filsafat hidup. Kami mendengarkan lebih khusyuk dibandingkan saat dulu menjadi muridnya. Mungkin karena setelah ditempa oleh kehidupan, baru sekarang kami benar-benar memahami kedalaman kebijaksanaannya.

Setelah lama berbincang, kami pun berpamitan. Sambil berjalan, kami merenungkan semua yang telah kami lihat—betapa banyak yang telah berubah. Namun tiba-tiba muncul sebuah kesadaran: justru di balik segala perubahan itulah tersembunyi keabadian. Hidup memang terus bergerak maju, namun ada hal-hal yang tak akan pernah berubah.

Seperti:

·        Staf kantin yang dulu tulus melayani, ke mana pun dia pergi, pasti akan membawa kebaikannya dan menularkan itu kepada orang lain.

·        Pemilik toko sederhana yang tetap bertahan dengan prinsip mengutamakan manusia, hingga hari ini masih menanamkan nilai yang sama.

·        Guru tua yang bijaksana, tak peduli dunia berubah secepat apa, tetap berpegang pada idealismenya dan mengejar cita-cita yang tinggi di dalam hati.

Dalam perubahan, kita menemukan makna keabadian

Perubahan adalah bagian utama dari kehidupan. Ia adalah irama yang tak bisa dihindari. Tapi justru di balik perubahan itulah, kita bisa menemukan hal-hal yang abadi—yang menyentuh jiwa, yang menenangkan hati.

Ketika kita bisa melihat keabadian itu di tengah arus perubahan, hati kita pun menjadi lebih damai. Kita tak lagi panik oleh modernisasi, tak lagi gusar melihat dunia bergerak cepat. Karena kita tahu, nilai-nilai paling luhur tetap hidup—di hati manusia, di kenangan yang tulus, dan dalam kebaikan yang terus diwariskan. (jhn/yn)

Serangan Israel Terhadap Iran yang Menewaskan Puluhan Pemimpin Militer Terinspirasi oleh Adegan Ikonik “Game of Thrones”

EtIndonesia. Serangan klinis Israel yang menewaskan puluhan komandan militer Iran terinspirasi oleh adegan brutal “Game of Thrones”.

Serangan siluman itu diberi nama sandi “Red Wedding” — diambil dari nama pembantaian terkenal dari serial HBO di mana seluruh keluarga dibantai hanya dalam hitungan menit, Times of Israel pertama kali melaporkan.

Operasi nyata pada 13 Juni — bagian dari dimulainya perang 12 hari — melibatkan lebih dari 200 pesawat Angkatan Udara Israel menyerang sekitar 100 target, khususnya fasilitas nuklir dan pabrik rudal.

Seperti adegan “Game of Thrones”, serangan itu dengan cepat menyebabkan pertumpahan darah, melenyapkan sejumlah pejabat tinggi Iran — termasuk Jenderal Hossein Salami, kepala Garda Revolusi Iran; Mohammad Bagheri, kepala militer negara itu; dan Gholam Ali Rashid, kepala komando darurat Iran.

Israel berhasil mengelabui beberapa komandan tinggi angkatan udara Iran agar berkumpul untuk rapat sebelum mereka menjadi sasaran dalam satu serangan, ungkap pejabat Israel sebelumnya.

Serangan itu terinspirasi dari pembantaian terkenal di musim ketiga acara itu yang memperlihatkan banyak tokoh utama – termasuk Robb Starke (Richard Madden) dan ibunya, Catelyn Starke (Michelle Fairley) – dibantai selama resepsi pernikahan oleh keluarga mempelai wanita.

Sementara itu, Menteri Pertahanan Israel Katz mengatakan Israel telah secara aktif memburu Pemimpin Tertinggi Teheran, Ayatollah Ali Khamenei selama serangan 12 hari itu – tetapi kesempatan ideal untuk membunuhnya tidak pernah datang.

“Saya perkirakan jika Khamenei menjadi sasaran kami, kami akan menghabisinya,” kata Katz kepada TV Israel pada hari Kamis.

“Tetapi Khamenei memahami hal ini, dia bersembunyi hingga ke kedalaman yang sangat dalam dan memutuskan kontak dengan para komandan yang menggantikan para komandan yang disingkirkan, jadi pada akhirnya itu tidak realistis.”

Khamenei bersembunyi setelah Israel melancarkan serangan pertamanya.

Dia baru muncul pada hari Kamis untuk secara aneh mengklaim kemenangan atas Israel dan Amerika setelah Presiden Trump mengumumkan gencatan senjata antara kedua negara yang bertikai.

“Republik Islam menang dan, sebagai balasannya, menampar wajah Amerika,” klaim Khamenei — meskipun Iran mengalami kerugian besar.(yn)

“Menanam Melon Akan Berbuah Melon, Menanam Kacang Akan Berbuah Kacang” – Menyingkap Rahasia Hukum Sebab Akibat

EtIndonesia. Orang bijak zaman dulu berkata: “Menanam melon akan berbuah melon, menanam kacang akan berbuah kacang.”

Sekilas terdengar sederhana—sebuah pepatah yang sering diucapkan begitu saja. Namun bila direnungkan lebih dalam, tersimpan filosofi kehidupan yang sangat dalam, bahkan bisa dikatakan mengungkap rahasia besar tentang hukum sebab akibat: Apa yang kita tanam, itulah yang akan kita tuai.

Hidup Adalah Hukum Timbal Balik

Dalam kebudayaan Tiongkok yang telah berusia lima ribu tahun, konsep sebab dan akibat (karma) adalah inti dari ajaran moral. Nilai-nilai ini terus-menerus mengingatkan dan membimbing manusia:

Segala sesuatu yang terjadi di dunia ini adalah bagian dari siklus pembalasan dan ganjaran.

Segala perbuatan, baik ataupun buruk, tidak luput dari pengawasan langit. Oleh karena itu, berjalanlah sesuai dengan kehendak langit, jangan melawan aturan semesta. Jika dilanggar, balasannya bisa berupa penderitaan, nasib buruk, atau bencana.

Kisah Nyata: Dōu Yànshān Mengubah Takdir Lewat Kebaikan

Dalam kitab pendidikan anak-anak klasik “San Zi Jing” atau Kitab Tiga Kata, terdapat kisah terkenal:

“Dōu Yànshān, memiliki teladan luhur. Dia mendidik lima anaknya, semuanya meraih keberhasilan.”

Dōu Yànshān adalah tokoh dari Dinasti Lima. Saat dia berusia tiga puluhan, belum juga dikaruniai anak. 

Suatu malam, dia bermimpi bertemu mendiang kakeknya. 

Sang kakek berkata: “Di kehidupan sebelumnya engkau banyak berbuat kejahatan. Oleh sebab itu, kehidupan sekarang engkau tidak diberi keturunan dan akan hidup pendek. Jika ingin mengubah nasibmu, segeralah perbanyak berbuat baik dan kumpulkan kebajikan.”

Setelah terbangun, dia menggenggam pesan itu dengan sepenuh hati, lalu bersumpah untuk menebus masa lalunya dengan tindakan nyata. 

Selama bertahun-tahun, dia terus berbuat baik tanpa pamrih:

·        Dia pernah mengembalikan uang emas yang ditemukan, yang kemudian menyelamatkan nyawa orang.

·        Dia berhemat demi mendirikan sekolah gratis untuk anak-anak miskin.

·        Saat ada warga yang tak mampu mengurus pemakaman anggota keluarganya, dia membelikan peti mati dan membantu proses pemakaman.

·        Dia bahkan menanggung biaya pernikahan gadis miskin yang tidak punya uang untuk mas kawin.

·        Yang paling menyentuh: seorang pelayan yang pernah menipu keluarganya dalam jumlah besar, malah anak gadisnya dibesarkan dan dijodohkan oleh Dōu Yànshān dengan seorang pria baik.

Karena dia berbuat baik tanpa pamrih selama bertahun-tahun, nasib buruknya mulai berubah. 

Suatu malam, dia kembali bermimpi bertemu kakeknya yang berkata: “Dalam beberapa tahun terakhir, kamu telah mengumpulkan banyak pahala. Langit mengabulkan doamu: umurmu diperpanjang selama 36 tahun, dan lima anakmu kelak akan menjadi orang besar. Setelah meninggal, kamu akan naik ke surga.”

Sejak saat itu, dia semakin giat berbuat baik dan menyebarkan kebajikan. Pada akhirnya, kelima anaknya benar-benar berhasil lulus ujian kerajaan dan menjadi pejabat negara (lima bersaudara menjadi sarjana/pejabat)—terkenal dalam sejarah sebagai “Lima Anak Sukses dari Dōu Yànshān”. Ia sendiri hidup hingga usia 82 tahun dan wafat dengan damai, dikelilingi oleh tawa dan kasih sayang keluarga serta sahabat.

Hidup Diatur oleh Langit, Tapi Takdir Bisa Diperbaiki

Benar bahwa nasib seseorang sudah digariskan oleh langit, tapi bukan berarti tak bisa diubah. Takdir itu bisa dibentuk ulang—selama kita memilih jalan yang benar, bertindak sesuai kehendak alam semesta.

Sebab menentukan akibat.
Jika sebab berubah, maka akibat pun ikut berubah.
Segala sesuatu akan terbayar pada waktunya.

Apa yang Ditabur, Itulah yang Dituai

Prinsip hidup yang sederhana namun agung: “Menanam kebaikan, menuai kebaikan. Menanam kejahatan, menuai penderitaan.”

Sepanjang sejarah, budaya Tiongkok telah mencatat banyak kisah tentang orang yang berubah nasibnya karena berbuat baik, dan sebaliknya, orang yang mengalami kehancuran karena berbuat jahat.

Semua tindakan manusia dicatat oleh langit.

Balasannya tidak hanya berlaku pada diri sendiri, tetapi bisa menurun ke generasi berikutnya.

Seperti yang dikatakan dalam pepatah: “Rezeki anak cucu, bergantung pada benih moral orangtuanya.”

Keterangan gambar: Semoga benih “Kebenaran, Kebaikan, dan Kesabaran” tersebar luas di dunia, tumbuh, berbunga, dan diwariskan lintas generasi. (Sumber gambar: Minghui)

Kesimpulan: Kebaikan Menumbuhkan Keajaiban

Dalam tradisi spiritual Tiongkok, berbuat baik bukan hanya soal amal, tapi soal energi universal. Semakin banyak seseorang menghimpun kebajikan, semakin ringan hidupnya. Sebaliknya, kejahatan akan mendatangkan konsekuensi—jika tidak sekarang, maka nanti.

Dalam hal ini, praktisi Falun Dafa (Falun Gong) menjadi teladan. Mereka menjalani hidup berdasarkan prinsip luhur:

“Sejati, Baik, Sabar” (Zhen, Shan, Ren).

Mereka mempersembahkan pesan sederhana yang menyelamatkan jiwa:

“Falun Dafa baik, Sejati-Baik-Sabar itu baik.”

Semoga benih nilai-nilai ini tertanam dalam hati umat manusia, tumbuh kuat di tanah dunia, dan mekar abadi dari generasi ke generasi—membawa terang dan harapan di tengah zaman yang penuh kekacauan. (jhn/yn)

Pengadilan Israel Tunda Persidangan Korupsi Netanyahu Setelah Trump Minta Kasusnya Dibatalkan

EtIndonesia. Pengadilan Distrik Yerusalem setuju untuk menunda persidangan korupsi Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu — hanya beberapa jam setelah Presiden Trump meminta kasusnya dibatalkan sambil mengisyaratkan bantuan Amerika bisa jadi tergantung pada keputusan tersebut.

Pengadilan mengungkapkan pada hari Minggu (29/6) bahwa Netanyahu tidak perlu bersaksi selama dua minggu ke depan karena masalah diplomatik dan keamanan nasional, dua hari setelah hakim awalnya menolak permintaan berulang perdana menteri untuk menunda persidangan.

Perintah baru itu muncul setelah Trump menulis di Truth Social dan mengecam persidangan korupsi — yang membuat Netanyahu dituduh melakukan penyuapan, penipuan, dan pelanggaran kepercayaan dalam tiga kasus terpisah — sebagai “perburuan penyihir politik.”

“Sungguh mengerikan apa yang mereka lakukan di Israel terhadap Bibi Netanyahu,” tulis Trump. “Dia adalah Pahlawan Perang, dan Perdana Menteri yang melakukan pekerjaan luar biasa bekerja sama dengan Amerika Serikat untuk membawa Keberhasilan Besar dalam menyingkirkan ancaman Nuklir yang berbahaya di Iran.”

“Amerika Serikat menghabiskan miliaran dolar setahun, jauh lebih banyak daripada negara lain, untuk melindungi dan mendukung Israel. Kami tidak akan menoleransi ini,” dia memperingatkan.

Trump juga mengklaim bahwa membiarkan Netanyahu disibukkan dengan kasus tersebut akan mengganggu gencatan senjata dan upaya pembebasan sandera di Gaza, serta gencatan senjata yang rapuh dengan Iran.

“Terima kasih sekali lagi, @realDonaldTrump. Bersama-sama, kita akan membuat Timur Tengah Hebat Lagi!” jawab Netanyahu.

Seorang pejabat Gedung Putih mengatakan Trump mengidentifikasi dirinya dengan Netanyahu dan membuat keputusan pribadi untuk mendukung perdana menteri yang tengah berjuang itu selama perjalanan pulang dari pertemuan puncak NATO minggu lalu, Axios melaporkan.

Penundaan terbaru persidangan, yang telah berlangsung selama empat tahun, telah menyebabkan banyak pejabat Israel mengecam perdana menteri karena diduga menggunakan kekuasaan eksekutifnya untuk menunda kasus tersebut.

Pemimpin partai oposisi Demokrat, Yair Golan, mengatakan usulan Trump menunjukkan bagaimana memperpanjang perang di Gaza secara pribadi menguntungkan Netanyahu, yang menolak untuk mengakhiri pertempuran sampai kelompok teror itu benar-benar dilenyapkan — sebuah tujuan tanpa batas waktu yang ditetapkan.

“Usulan Trump membuktikan: Para sandera ditahan oleh Hamas, tetapi mereka ditawan oleh kepentingan Netanyahu,” tulis Golan di X.

Netanyahu dituduh menerima lebih dari 200.000 dolar dari pengusaha kaya dan memberikan keuntungan regulasi senilai ratusan juta dolar kepada pemilik telekomunikasi dengan imbalan liputan berita yang menguntungkan.

Netanyahu telah membantah melakukan kesalahan, menuduh bahwa semua tuduhan itu dibuat-buat dan merupakan bagian dari kudeta politik yang dipimpin oleh polisi dan jaksa penuntut negara, sementara sekutunya mengecam kasus itu sebagai “keterlaluan hukum.”(yn)

The Southern Hotel Surabaya Gelar Serangkaian Acara Sosial dan Edukasi dalam Road to 2nd Anniversary Bertajuk “GroWing TWogether”

Surabaya, 28 Juni 2025 — Jelang perayaan hari jadinya yang ke Dua tahun, The Southern Hotel Surabaya gelar serangkaian kegiatan. Dengan mengangkat tajuk “Growing Twogether”, sebagai wujud komitmen hotel untuk tumbuh bersama masyarakat melalui aksi nyata yang bersifat sosial, edukatif, dan humanis.

Rangkaian acara dimulai dengan kegiatan Donor Darah untuk Umum yang dilaksakanan pada hari Rabu, 18 Juni 2025 yang menggandeng Palang Merah Indonesia Kota Surabaya. Kegiatan ini ternyata cukup disambut dengan antusias oleh masyarakat sekitar dan tamu hotel yang sedang menginap ataupun mengadakan acara sehingga dapat turut berpartisipasi mendonorkan darahnya.

Salah satu peserta donor darah, Rina (27), warga Wonokromo, menyampaikan kesan positifnya: “Kegiatan seperti ini sangat membantu masyarakat, apalagi dilaksanakan di hotel yang aksesnya mudah dan nyaman. Saya merasa lebih tergerak untuk ikut karena suasananya hangat dan disambut baik oleh tim hotel.”

Agenda di pekan selanjutnya adalah Pelatihan Public Speaking dan Service of Excellent yang dilaksanakan pada hari Rabu, 25 Juni 2025, yang merupakan hasil kolaborasi dengan Rumah Broadcasting Surabaya. Pelatihan ini diperuntukkan bagi semua karyawan hotel yang bertujuan untuk dapat tetap memberikan pelayanan yang terbaik yaitu salah satunya dengan cara memperbaiki dan meningkatkan keahlian komunikasi personal. Materi pelatihan dirancang secara apik agar mudah diaplikasikan dalam dunia kerja sehari-hari, khususnya dalam industri hospitality.

Salah satu peserta pelatihan, Huda – Staff Front Office, mengungkapkan manfaat yang ia rasakan: “Pelatihan ini sangat berguna karena dapat membantu saya dalam membuka wawasan tentang pentingnya Public Speaking dan Communication terutama untuk pekerjaan saya di Front Office karena ternyata ini tidak hanya dapat diaplikasikan saat melayanai tamu, tapi juga dalam membangun kepercayaan diri di situasi apapun serta dapat berkomunikasi yang lebih baik dengan rekan kerja pada khususnya.”

Kegiatan selanjutnya pada hari Kamis, 26 Juni 2025 yang merupakan agenda rutin yang selalu dilakukan pada setiap hari Kamis oleh The Southern Hotel Surabaya yaitu Berbagi Makan Gratis, yang mana 150 porsi makan siang dibagikan untuk warga sekitar yang sedang melalui kawasan JL. Kendangsari pada pukul 11:00.

Sebagai penutup rangkaian kegiatan sosial, digelar Khitan Massal yang dilaksakan pada hari Sabtu, 28 Juni 2025 pada pukul 07:00 anak-anak dari warga di seluruh wilayah Surabaya. Kegiatan ini diselenggarakan secara gratis yang berkolaborasi dengan Koperasi Unilever serta Amal Zakat Nurul Hidayat Surabaya. Para peserta pastinya akan mendapatkan edukasi lengkap mengenai perawatan paska khitan dari dokter yang bertugas serta tidak lupa akan nada bingkisan dan makan siang untuk para peserta.

Rangkaian kegiatan sosial dalam rangka perayaaan Ulang Tahun ini menunjukkan bahwa Ulang Tahun tidak melulu identik dengan pesta pora akan tetapi semangat The Southern Hotel Surabaya untuk selalu menjadi bagian dari ekosistem sosial yang dapat memberi dampak positif dengan cara berbagi kebahagiaan dan rezeki. “Kami percaya bahwa keberadaan hotel tidak lepas dari dukungan masyarakat. Oleh karena itu, dalam perayaan ulang tahun ke-2 ini, kami ingin berbagi dan tumbuh bersama masyarakat sebagai bentuk rasa syukur,” ujar Kencana Herdianto, General Manager The Southern Hotel Surabaya.

Dengan tema “GroWing TWogether”, The Southern Hotel Surabaya berkomitmen untuk terus menumbuhkan semangat kolaborasi dan kepedulian di tahun-tahun mendatang.

Memaafkan Bukanlah Menyembunyikan Kebencian, Melainkan Tidak Menyimpan Kebencian

EtIndonesia. Pada suatu abad ke-17, dua negara—Denmark dan Swedia—terlibat dalam perang yang sengit. Denmark keluar sebagai pemenang. Ketika pertempuran usai, seorang prajurit Denmark duduk untuk beristirahat dan membuka tempat airnya untuk menghilangkan dahaga.

Tiba-tiba, sebuah rintihan memecah keheningan. Dia menoleh dan melihat seorang prajurit Swedia yang terluka parah menatap tajam ke arah tempat air di tangannya. Hati prajurit Denmark pun tergerak oleh rasa belas kasih. Dia pun bangkit dan berjalan mendekati musuhnya, lalu berkata dengan lembut: “Kamu lebih membutuhkannya daripada aku.” Dia pun menyodorkan tempat air ke bibir prajurit Swedia itu.

Namun, di luar dugaan, saat itu juga sang prajurit Swedia malah mengayunkan tombaknya dan berusaha menikam sang prajurit Denmark. Serangan itu meleset dan hanya menggores ringan lengan si pemberi air.

Terkejut dengan pengkhianatan yang tak terduga ini, sang prajurit Denmark hanya menghela napas dan berkata: “Ah… begini caramu membalas kebaikanku? Awalnya aku ingin memberimu seluruh air ini, sekarang hanya setengah saja.” 

Meski telah diserang, dia tetap memilih untuk berbagi air dengan prajurit yang nyaris membunuhnya.

Kisah ini kemudian sampai ke telinga raja. Tersentuh oleh sikap pemaaf dan belas kasih sang prajurit, sang raja pun memanggilnya dan bertanya: mengapa dia tidak membalas dendam setelah diserang?

Dengan tenang, prajurit Denmark itu menjawab: “Aku tidak ingin membunuh seseorang yang sedang terluka.” 

Jawaban ini memancarkan keluhuran hati dan kebesaran jiwa yang melampaui kebanyakan manusia biasa.

Prajurit ini tidak hanya menunjukkan kebesaran hati satu kali, melainkan dua kali. Di medan perang yang brutal, di tengah kebencian dan pertumpahan darah antara dua musuh, dia tetap mampu menunjukkan keagungan kemanusiaan yang luar biasa. Sikapnya menyalakan cahaya kemanusiaan di tengah kegelapan perang.

Pelajaran dari Medan Perang ke Hidup Sehari-hari

Dalam kehidupan kita sehari-hari, mungkin kita tidak berada di medan perang yang penuh darah dan kematian. Namun, dalam interaksi antar manusia, banyak gesekan kecil yang muncul di mana-mana—seperti benang kusut yang menumpuk dan tidak segera diurai.

Contohnya:

·        Seseorang menyindir kita satu kalimat, kita membalas dua kali lipat.

·        Dia menjebak kita dalam situasi sulit, maka kita menyabotasenya balik dengan cara yang lebih kejam.

·        Dulu orangtua mengajarkan “balas budi dengan budi”, tetapi sekarang tak jarang kita temui orang bermuka manis namun berhati tajam.

Namun hasilnya? Banyak orang pasti merasakannya sendiri—hubungan yang tegang dan suasana batin yang tidak lagi damai.

Mengapa Memaafkan Itu Membebaskan Diri Sendiri

Prajurit Denmark dalam kisah ini, meski telah dikhianati dengan kejam, masih mampu menunjukkan kelapangan hati. Orang dengan karakter seperti ini memiliki belas kasih yang luar biasa dan kebijaksanaan batin yang dalam. Dia mampu melihat dari sudut pandang yang lebih luas, memahami luka musuh, dan tidak membiarkan dendam tumbuh di hatinya.

Orang seperti ini:

·        Tidak akan mudah goyah oleh kebencian orang lain

·        Tidak menyimpan dendam dalam hatinya

·        Dan yang lebih penting, ia menciptakan ruang yang luas dan damai dalam dirinya sendiri

Ini bukan hanya menyembuhkan hubungan yang retak, tapi juga menciptakan kedamaian sejati dalam hidup. Hatinya bebas, langkahnya ringan, hidupnya tanpa beban dan penuh kebahagiaan.

Inti dari Memaafkan

Memaafkan bukanlah menyembunyikan dendam, melainkan tidak membiarkan dendam itu tumbuh sama sekali.

Hati yang luas dan jiwa yang penuh kasih tidak mungkin tidak hidup dalam keberkahan. Bagaimana mungkin langit tidak menurunkan perlindungan dan restunya untuk orang seperti itu?

Mari saling mengingatkan dan saling menginspirasi: orang seperti ini memang langka di dunia, tetapi keberadaannya menjadi cahaya yang menuntun kita untuk menjadi pribadi yang lebih tinggi dan lebih bijak.(jhn/yn)