Cinta Sang Serigala

EtIndonesia. Ini adalah sebuah kisah nyata. Mohon jangan membacanya seperti sebuah fiksi atau cerita rekaan.

Di padang rumput yang luas, terdapat sebuah desa kecil dan terpencil—kecil hingga nyaris terlupakan, hanya dihuni oleh beberapa keluarga saja. Dan di desa itulah, aku menjadi saksi dari sebuah kisah cinta luar biasa dari sepasang serigala.

Seorang pemburu bernama Alatu berhasil menangkap seekor serigala jantan di padang rumput. Sebenarnya, Alatu bukan orang Mongolia asli. Orang Mongolia menganggap serigala sebagai makhluk totemik suci—mereka tidak akan pernah memburunya. Tapi Alatu berbeda.

Dia menangkap serigala itu dan mengurungnya dalam kandang baja yang sangat kuat, dilas dengan kokoh. Moncong serigala itu juga dililit dengan kawat besi agar tidak bisa melolong—karena lolongan bisa mengundang seluruh kawanan serigala datang, dan jika itu terjadi, akan sangat berbahaya, bahkan bisa mengancam nyawa manusia.

Tapi saat itu, dari kejauhan terdengar lolongan serigala lain. Entah mengapa, serigala jantan di dalam kandang mendadak tampak gelisah dan tak tenang…

Pagi harinya, padang rumput masih disinari matahari cerah. Tapi menjelang sore, badai salju datang disertai angin kencang yang melolong menusuk tulang. Lolongan serigala terdengar terus-menerus, seolah memanggil dari kejauhan. 

Aku juga seakan mendengar suara serigala menggedor dinding kandang. Alatu bilang itu hal biasa, begitulah kondisi alam Mongolia. Tapi hatiku mulai cemas. 

Di luar, suhu turun drastis—aku perkirakan sekitar minus 30 derajat Celsius. Air bisa membeku seketika. Aku khawatir serigala itu akan mati kedinginan. Kalaupun tidak, salju lebat bisa menimbunnya hidup-hidup. Bukankah itu berarti kematian juga?

Entah kenapa, saat itu aku merasa serigala ini begitu malang. Aku mulai lupa dengan cerita-cerita menyeramkan tentang serigala. Aku lupa tentang kelicikannya dalam dongeng. Yang tersisa hanyalah rasa kasihan dan iba yang mendalam.

Keesokan paginya, salju telah reda. Aku berlari keluar untuk melihat serigala. Dan pemandangan yang kulihat membuatku terdiam membeku:

Salah satu sisi kandang telah terhalang oleh gundukan salju besar, seperti ada sesuatu yang sengaja menutupinya agar angin dan salju tak langsung menerpa sang serigala. Gundukan itu menciptakan ruang perlindungan, memberinya tempat berlindung dari terkubur salju.

Aku segera memanggil Alatu. Bersama-sama, kami membersihkan salju itu. Dan di balik gundukan itulah terlihat sesosok tubuh serigala yang telah membeku—mati dalam posisi berdiri. Dia menjadi tameng hidup, menahan badai demi melindungi serigala jantan di dalam kandang.

“Itu serigala betina,” kata Alatu lirih. “Pasti pasangannya. Kalau bukan, mana mungkin dia rela mati berdiri seperti ini hanya demi memberi ruang hidup bagi yang di dalam kandang?”

Aku menatap serigala betina itu dengan mata berkaca-kaca. Matanya masih terbuka, seakan mati dalam penyesalan—tak rela meninggalkan pasangan yang masih hidup. Bulunya kini tampak putih diselimuti salju, hingga sulit dikenali sebagai serigala berbulu abu-abu. Mungkin… hal terakhir yang bisa dia lakukan untuk makhluk yang dia cintai adalah menahan badai demi memberinya ruang bertahan hidup.

Atas permintaanku, Alatu akhirnya melepaskan kawat dari mulut serigala jantan. Tapi dia tidak melolong. Dia hanya menatap mayat pasangannya, kemudian berjalan perlahan mengitari tubuh itu—berulang kali, seperti kehilangan arah. Aku bisa merasakan hatinya menangis pilu meski tak bersuara.

Aku memohon kepada Alatu agar melepaskan serigala itu. Tapi Alatu menolak. 

Dia berkata: “Kalau aku lepaskan, dia pasti akan balas dendam. Mungkin bukan sekarang, tapi nanti. Dan bisa-bisa 200 ekor dombaku akan jadi korban.”

Di dalam hatiku, aku menyalahkan Alatu—dialah yang telah memisahkan dua makhluk yang saling mencintai.

Alatu menambahkan: “Yang melolong semalam pasti dia, si betina. Dia datang untuk menyelamatkan pasangannya. Jangan dulu pindahkan tubuhnya. Kalau kita ganggu, si jantan akan melolong. Itu bisa membahayakan semuanya.”

Hari itu hatiku seperti tercabik. Aku merasa… manusia bisa menjadi makhluk yang sangat kejam.

Keesokan paginya, aku bangun pagi-pagi sekali. Aku ingin melihat keadaan serigala jantan. Tapi ketika aku tiba di kandang, dia telah mati.

Tubuhnya bersandar sedekat mungkin ke sisi kandang yang memisahkannya dari tubuh pasangannya. Hanya jeruji besi yang menghalangi keduanya bersatu. Di bawah tubuhnya, salju telah meleleh dan membeku membentuk es. Dan dari sudut matanya—terlihat jelas sisa “air mata salju” yang telah membeku.

Seorang tetua pernah berkata: “Serigala adalah makhluk paling setia. Jika pasangannya mati demi dirinya, dia tak akan bertahan hidup sendiri. Itu adalah prinsip cinta mereka: tak pernah meninggalkan.”

Karena itu, seekor serigala hanya memiliki satu pasangan seumur hidupnya.(jhn/yn)

Dari Asia ke Amerika Latin: Alternativa Film Festival 2026 Undang Kreator Indonesia Berpartisipasi

Guadalajara, Meksiko, 19 Juni 2025 – Alternativa secara resmi mengumumkan bahwa edisi ketiga dari Film Festival Alternativa akan diselenggarakan di Kolombia pada kuartal kedua tahun 2026, dengan total dana penghargaan yang ditingkatkan menjadi USD 120.000 — naik USD 20.000 dari edisi sebelumnya. Festival ini juga menambah satu kategori penghargaan baru khusus film panjang dari wilayah fokus, sehingga total penghargaan kini menjadi tujuh kategori. Pendaftaran film dibuka mulai 10 Juni hingga 10 Oktober 2025. Untuk film panjang, festival menerima karya dari Amerika Latin dan Asia, sementara kategori film pendek dikhususkan untuk karya dari Amerika Latin.
Pengumuman ini disampaikan pada 9 Juni dalam konferensi pers pertama Alternativa di Amerika Latin, yang diadakan di Festival Film Internasional Guadalajara ke-40, mitra resmi Alternativa. Dalam konferensi tersebut, hadir Liza Surganova (Head of Alternativa), Anna Gudkova (Head of Industry and Labs), dan Andjelka Jankovic (Head of Marketing and Communications) yang bersama-sama memaparkan visi Alternativa dan arah pengembangan festival ke depan, menyoroti kehadiran Alternativa yang semakin kuat di Amerika Latin dan komitmennya untuk terus mendukung talenta-talenta baru di kawasan Global South.
Setiap edisi Alternativa Film Festival menyoroti wilayah dengan fokus berbeda, sebagai bagian dari sistem alternatif dalam mengapresiasi pembuat film dari Global South, dengan tujuan memperluas jangkauan karya mereka dan membangun jembatan antarwilayah. Festival ini menghormati karya film yang menghadirkan perubahan positif bagi dunia dan masyarakat, dengan menggabungkan keunggulan artistik dan dampak sosial yang signifikan.


Pesan dari Arsen Tomsky, CEO dan pendiri inDrive serta penggagas Alternativa, juga disampaikan dalam konferensi pers. “Di inDrive, kami percaya bahwa talenta dan kisah yang kuat tidak boleh dibatasi oleh batas negara dan bahwa seni memiliki kekuatan untuk menciptakan perubahan bermakna bagi jutaan orang di seluruh dunia. Ini juga mendukung misi inDrive untuk melawan ketidakadilan baik melalui bisnis kami maupun upaya di luar itu. Karena itulah kami mendirikan dan mendukung Alternativa dan festivalnya, yang memberi platform bagi para pembuat film berdampak dari Global South untuk didengar, dilihat, dan dirayakan.”
Diluncurkan pertama kali di Kazakhstan pada 2023, Alternativa berkembang ke Asia Tenggara pada 2024 dengan perhelatan di Yogyakarta, Indonesia. Kini, Alternativa melanjutkan misinya ke Amerika Latin sebagai wilayah fokus berikutnya, sekaligus menandai transisi dari “Alternativa Film Awards” menjadi festival film penuh dengan program pemutaran, diskusi, dan kegiatan publik lainnya.
Meski bergeser wilayah, Alternativa tetap aktif di Asia Tengah dan Asia Tenggara. Sepanjang 2025, agenda Alternativa mencakup:
● Just Futures Impact Story Lab di Bali, Indonesia (bekerja sama dengan In-Docs, Doc Society, dan !mpact)
● Impact Distribution Lab di Asia Tengah
● Alternativa Film Days di Almaty (Kazakhstan) dan Jakarta (Indonesia)
● Kampanye dampak untuk film Devi di Nepal
Alternativa Film Festival 2026 menerima film dari Amerika Latin dan sejalan dengan komitmennya membangun jembatan antarwilayah akan terus menerima karya dari Asia, tempat penyelenggaraan dua edisi sebelumnya. Pada 2024, festival ini menerima lebih dari 1.000 pendaftaran dari 33 negara. Dari 25 film yang masuk seleksi akhir, 14 berasal dari negara-negara Asia, dengan Indonesia menyumbang lima judul. Kini, dengan fokus wilayah baru, tim festival mengantisipasi lonjakan pendaftaran.
“Menjadi bagian dari Alternativa adalah pengalaman yang sangat istimewa. Kurasi program yang cermat, komunitas yang hangat, dan ruang untuk berdialog membuatnya lebih dari sekadar platform pemutaran — ini adalah ruang pertukaran dan penemuan. Menerima penghargaan di sana bukan hanya kehormatan, tapi juga dorongan yang terus memotivasi saya,” kenang sutradara Vietnam Nguyen Duy Anh, yang filmnya A Cleaning Service memenangkan salah satu dari dua Penghargaan Film Pendek di Alternativa Film Awards & Festival 2024.
Pendaftaran untuk Alternativa Film Festival 2026 dimulai 10 Juni dan ditutup 10 Oktober 2025. Film fiksi, dokumenter, animasi, dan karya hibrida dari semua genre yang selesai diproduksi setelah 1 Januari 2025 memenuhi syarat. Untuk film yang melakukan world premiere sebelum 1 Agustus 2025, batas akhir pengiriman adalah 1 September 2025 pukul 23.59 (UTC -5). Untuk film yang tayang perdana setelah 1 Agustus, batas akhirnya adalah 10 Oktober 2025 pukul 23.59 (UTC -5). Daftar lengkap negara yang memenuhi syarat serta persyaratan teknis film tersedia di laman resmi Alternativa: alternativa.film
Program Alternativa Film Festival 2026 akan berfokus, meskipun tidak terbatas, pada pemutaran publik gratis untuk film-film yang masuk dalam Kompetisi. Setiap pemutaran akan dilengkapi dengan diskusi berdampak dan berbagai acara publik lainnya yang dirancang untuk memperkuat pengaruh sosial film sekaligus mengajak penonton berdialog. Pada tahun 2024 di Yogyakarta, festival ini berhasil menarik sekitar 2.300 penonton dalam 14 pemutaran.
Selain itu, festival juga akan menghadirkan Industry Days program profesional yang mempertemukan pembuat film, produser, dan pemimpin di bidang dampak sosial untuk mendorong kolaborasi serta pertukaran ide. Festival akan ditutup dengan malam penghargaan, dan para sutradara yang karyanya terpilih akan diundang hadir, dengan seluruh biaya perjalanan dan akomodasi ditanggung oleh penyelenggara.
Kota penyelenggara dan tanggal pasti Alternativa Film Festival 2026, beserta nama-nama Komite Seleksi dan Juri Internasional, akan diumumkan dalam beberapa bulan ke depan.

NATO Setuju untuk Meningkatkan Anggaran Pertahanan Hingga 5% Setelah Tuntutan Trump, Spanyol Tidak Akan Melakukannya

EtIndonesia. Anggota NATO pada hari Minggu (22/6) sepakat untuk meningkatkan target anggaran pertahanan mereka hingga 5% dari produk domestik bruto, seperti yang dituntut oleh Presiden AS, Donald Trump, tetapi Spanyol mengatakan tidak perlu mematuhinya beberapa hari sebelum pertemuan puncak di Den Haag, Belanda, yang dimaksudkan untuk menunjukkan persatuan.

Pejabat NATO sangat ingin menemukan konsensus pada pernyataan pertemuan puncak tentang komitmen anggaran baru menjelang pertemuan hari Rabu (18/6). Namun Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sanchez menyatakan pada hari Kamis bahwa dia tidak akan berkomitmen pada target 5%.

Bos NATO Mark Rutte telah mengusulkan untuk mencapai target tersebut dengan meningkatkan tujuan pengeluaran pertahanan inti NATO dari 2% menjadi 3,5% dari PDB dan mengeluarkan tambahan 1,5% untuk hal-hal terkait seperti keamanan siber dan mengadaptasi jalan dan jembatan untuk kendaraan militer.

Setelah para diplomat menyetujui teks kompromi pada hari Minggu, Sanchez dengan cepat menyatakan Spanyol tidak perlu memenuhi target 5% karena hanya perlu menghabiskan 2,1% dari PDB untuk memenuhi persyaratan inti militer NATO.

“Kami sepenuhnya menghormati keinginan sah negara lain untuk meningkatkan investasi pertahanan mereka, tetapi kami tidak akan melakukannya,” kata Sanchez dalam pidatonya di televisi Spanyol.

Spanyol menghabiskan 1,24% dari PDB untuk pertahanan pada tahun 2024, atau sekitar 17,2 miliar euro, menurut perkiraan NATO, menjadikannya pembelanja terendah dalam aliansi tersebut sebagai bagian dari hasil ekonominya.

Pejabat NATO berpendapat peningkatan belanja pertahanan yang besar diperlukan untuk melawan ancaman yang berkembang dari Rusia dan untuk memungkinkan Eropa mengambil lebih banyak tanggung jawab atas keamanannya sendiri saat Amerika Serikat mengalihkan fokus militernya ke Tiongkok.

Kritik Trump

Sikap Sanchez berisiko memicu bentrokan dengan Trump, yang sering menuduh negara-negara Eropa tidak cukup membelanjakan dana untuk pertahanan dan mengancam tidak akan membela mereka jika tidak memenuhi target.

Pada hari Jumat (20/6), Trump mengatakan Spanyol “harus membayar apa yang harus dibayar semua orang” dan Madrid “terkenal” karena rendahnya anggaran pertahanan.

Namun, dia juga menyarankan AS tidak harus memenuhi target baru tersebut, karena AS telah menghabiskan banyak uang untuk melindungi benua itu dalam jangka waktu yang lama. NATO mengatakan Washington menghabiskan sekitar 3,19% dari PDB untuk pertahanan pada tahun 2024.

Namun, Sanchez berpendapat bahwa Spanyol tidak perlu memenuhi target baru tersebut dan upaya untuk melakukannya akan berarti pemotongan drastis pada pengeluaran sosial seperti pensiun negara, atau kenaikan pajak.

NATO tidak merilis teks KTT kompromi, yang hanya akan menjadi resmi setelah disetujui oleh para pemimpin dari 32 anggota NATO di KTT tersebut.

Namun para diplomat mengatakan satu perubahan dalam bahasa komitmen pengeluaran, dari “kami berkomitmen” menjadi “sekutu berkomitmen,” memungkinkan Spanyol untuk mengatakan bahwa janji tersebut tidak berlaku untuk semua anggota.(yn)

Berbuat Baik kepada Sesama, Maka Berkah akan Datang Sendiri

EtIndonesia. Biasanya jika pergi ke pusat kota, aku lebih suka naik taksi. Soalnya, mencari tempat parkir di sana cukup sulit. Naik taksi memang praktis, tapi karakter para sopirnya tidak bisa ditebak. Untuk menghindari situasi yang tidak mengenakkan, aku biasanya tidak banyak bicara selama perjalanan. Kalau sampai bertemu sopir yang terlalu banyak bicara atau terlalu banyak tingkah, bisa-bisa jadi perjalanan yang bikin capek hati.

Kemarin, aku ada urusan di pusat kota. Setelah selesai, aku bersiap mencari taksi untuk pulang. Tapi waktu itu sedang jam pulang kerja—waktu yang rawan. Taksi kosong sangat jarang. Beruntung, aku tak perlu menunggu terlalu lama. Ada sebuah taksi yang berhenti tak jauh dari tempatku berdiri. Aku segera menghampiri. Ternyata penumpangnya masih membereskan barang-barangnya, jadi aku menunggu sebentar di luar mobil.

Sopir taksi melihatku, lalu mengangguk dari balik kaca. Aku merasa lega. Anggukannya itu berarti dia bersedia mengambil penumpang berikutnya—aku. Aku pun masuk ke dalam, duduk, dan memberitahunya tujuan. Tanpa banyak bicara, dia menyalakan mesin dan menjalankan mobil dengan tenang.

Hari itu cuacanya cukup panas. Aku mengambil tisu untuk mengelap keringat. Sopir itu mulai membuka percakapan dengan sopan, mengomentari cuaca hari itu. Mungkin dia menyadari logat bicaraku agak berbeda dari orang lokal, lalu mulai menjelaskan tentang karakter cuaca di daerah tersebut. Walau aku cukup akrab dengan kota ini, dari penjelasannya aku baru tahu bahwa suhu di berbagai distrik kota ini ternyata bisa berbeda-beda.

Pengetahuan umum tentang cuaca mungkin bisa didapat dari internet. Tapi hal seperti yang dibagikan sopir ini—detail kecil yang hanya diketahui penduduk lokal yang sudah lama tinggal dan menjalaninya—itulah yang membuat obrolan jadi menarik. Meski tidak banyak bicara, dia bisa memberi informasi yang bermanfaat. Aku pun jadi ikut menanggapi, sambil mengeluh bahwa saat jam sibuk seperti ini, memang susah sekali dapat taksi.

Sopir itu tertawa dan berkata: “Penumpang memang merasa sulit dapat taksi. Tapi kami para sopir juga tidak selalu gampang dapat penumpang.”

Dia melanjutkan: “Kita terbiasa memandang situasi dari sudut pandang masing-masing. Sebagai penumpang, saat tak bisa dapat taksi, pasti berpikir semua mobil penuh. Padahal sering juga kami mengemudi berkeliling dengan mobil kosong, tidak ada yang menghentikan.”

Aku tersenyum dan berkata: “Hari ini Anda cukup beruntung, penumpang baru saja turun, langsung saya yang naik. Benar-benar nyambung tanpa jeda.”

Sopir itu ikut tertawa: “Kalau kebetulan seperti ini memang paling enak. Tapi tidak bisa selalu begitu. Makanya harus tetap sabar dan pasrah saja.”

Begitulah obrolan kami sepanjang perjalanan. Tak terasa sudah sampai di tujuan. Aku segera membayar menggunakan aplikasi pembayaran digital. Setelah menyelesaikan transaksinya, aku bilang: “Sudah saya bayar ya.”

Tapi sopir itu belum melihat notifikasi pembayaran di sistemnya. Dia hanya tersenyum dan menjawab dengan tulus: “Nggak apa-apa, nggak masalah. Perjalanan pendek kok, anggap saja sekalian mengantar.”

Aku benar-benar tersentuh. Bertemu sopir yang begitu pengertian, hangat, dan berhati besar adalah keberuntungan tersendiri. Rasanya seperti takdir mempertemukan kami.

Aku membuka pintu untuk turun, dan tepat saat itu, dua orang penumpang baru berdiri di sisi jalan dan hendak naik. Sekali lagi, sopir ini tidak perlu repot mencari penumpang. Penumpang yang malah datang menghampiri. Di momen itu, aku merasakan betapa menakjubkannya yang disebut “kebetulan”. Di kota sebesar ini, penumpang bisa saja tidak bertemu dia—tapi nyatanya, mereka justru datang di saat yang sangat tepat.

Banyak hal dalam hidup tampaknya terjadi secara acak dan tidak teratur. Tapi saat kita memperhatikan lebih dalam, semuanya ternyata punya pola dan urutannya sendiri.
Mungkin karena sopir itu suka berbuat baik kepada orang lain, maka keberuntungan pun terus berdatangan kepadanya. Mungkin karena ia menyebarkan kebaikan dalam hidup, maka semesta pun terus mengatur kebetulan-kebetulan kecil yang indah baginya.(jhn/yn)

Apa yang Diungkapkan oleh Warna dan Bintik pada Pisang

Kematangan pisang memengaruhi serat, gula, dan cara tubuh mencernanya

Emma Suttie, D.Ac, AP

Pisang sangat populer dan dikenal sebagai buah yang paling banyak dikonsumsi di seluruh dunia. Namun, pisang seperti apa yang lebih baik untuk kita—yang masih hijau, matang, atau yang mulai menguning dan berbintik cokelat? 

Meskipun secara alami kaya akan nutrisi penting, manfaat kesehatan dari pisang bisa berbeda tergantung pada tingkat kematangannya. Memahami perbedaan ini dapat membantu Anda memilih jenis pisang yang sesuai: hijau, kuning, atau kuning berbintik cokelat.

“Kita semua tahu bahwa pisang akan matang seiring waktu, tetapi proses ini sebenarnya sangat menarik,” kata Rachel Gargano, ahli diet terdaftar utama di Live it Up, melalui email kepada The Epoch Times. 

“Kematangan pisang diprogram secara genetik dan melibatkan perubahan biokimia dan fisiologis, yang menghasilkan transformasi dalam rasa, tekstur, dan aroma yang sudah kita kenal.”

Pisang merupakan sumber vitamin dan mineral yang sangat baik, yang penting untuk menjaga kesehatan. Kandungan vitamin dan nutrisi dalam pisang tetap relatif stabil selama proses pematangan. Namun, yang berubah adalah kandungan antioksidan, pati, dan gulanya, yang memiliki pengaruh berbeda terhadap kadar gula darah dan sistem pencernaan.


Pisang Hijau (Belum Matang)

Mengonsumsi pisang hijau yang bertepung dan tidak terlalu manis mungkin tampak tidak menarik. Namun, pisang hijau digunakan dalam berbagai masakan budaya, seperti di Karibia, Amerika Tengah dan Selatan, Afrika, dan India. Pisang hijau biasanya dimasak terlebih dahulu dan digunakan lebih sebagai sayuran dibandingkan buah—meskipun secara botani, pisang termasuk jenis beri. Pisang hijau bisa dimasak dengan berbagai cara: direbus, dipanggang, digoreng, dikukus, atau dibakar.

Kandungan Gula

“Selama proses pematangan, sebagian pati dan serat dalam pisang dipecah menjadi molekul gula yang lebih kecil oleh enzim alami seperti amilase dan invertase,” jelas Gargano.
Amilase menguraikan pati menjadi gula sederhana, sedangkan invertase mengubah sukrosa (gula kompleks) menjadi fruktosa dan glukosa (gula sederhana).

Gargano mengatakan bahwa pemecahan pati dan serat menjadi gula adalah alasan mengapa pisang menjadi lebih lunak karena struktur seratnya berkurang, dan juga mengapa rasanya lebih manis seiring kematangan.

Pisang yang belum matang memiliki kandungan serat dan pati yang lebih tinggi, serta gula sederhana yang lebih sedikit dibanding pisang yang terlalu matang.

“Tapi penting untuk dicatat bahwa terlepas dari tingkat kematangannya, jumlah total karbohidrat dalam pisang tetap sama; yang berbeda hanyalah sumber karbohidratnya—apakah dari pati atau dari gula,” jelas Gargano.

Pisang hijau kaya akan pektin dan pati resisten. Saat pisang matang, kadar pektin dan pati resisten menurun, dan pati berubah menjadi gula. Hal ini terlihat saat kulit pisang berubah menjadi kuning, membuatnya lebih mudah dicerna, lebih lunak, dan lebih manis.

Pencernaan

Semua pisang mengandung pektin dan pati resisten, dua jenis serat yang bermanfaat bagi pencernaan.

Pektin adalah serat larut yang memperlambat pencernaan dan memberi waktu lebih banyak bagi usus untuk menyerap nutrisi. Serat larut juga membantu menormalkan pergerakan usus, bermanfaat untuk mengatasi sembelit maupun diare, serta membantu perasaan kenyang lebih lama.

“Karena kandungan seratnya yang tinggi, pisang yang belum matang sangat bermanfaat untuk pencernaan,” kata Courtney Pelitera, ahli diet terdaftar dari Top Nutrition Coaching, melalui email kepada The Epoch Times. “Ini akan membantu mempromosikan buang air besar yang teratur dan memperbaiki mikrobioma usus.”

Mikrobioma

Pati resisten—yang sangat banyak dalam pisang hijau—tidak dicerna di usus halus. Saat mencapai usus besar, pati ini difermentasi, menjadi makanan bagi bakteri usus yang baik dan mendukung mikrobioma yang sehat, yaitu kumpulan bakteri tubuh yang penting bagi kesehatan.

Penelitian menunjukkan bahwa serat prebiotik dari pisang dapat berdampak positif pada mikrobiota usus. Studi Jepang tahun 2024 terhadap 26 wanita sehat yang makan dua pisang per hari selama dua minggu menemukan penurunan signifikan pada kadar indoxyl sulfate urin, penanda kesehatan mikrobioma.

Pati resisten dalam pisang hijau juga dapat membantu mengatur kadar gula darah dan mendukung penurunan berat badan. Dalam sebuah uji klinis acak tahun 2019 yang diterbitkan di British Journal of Nutrition, 113 orang dewasa dengan pra-diabetes atau diabetes tipe 2 menambahkan bubur pisang hijau ke dalam diet mereka di samping perawatan rutin. Setelah 24 minggu, kelompok yang mengonsumsi pisang hijau menunjukkan penurunan kadar gula darah dan HbA1c, tekanan darah, dan indeks massa tubuh.

Kandungan serat ekstra dalam pisang hijau membuat indeks glikemiknya lebih rendah, jelas Gargano, artinya dicerna dan diserap lebih lambat, sehingga pelepasan glukosa ke aliran darah terjadi lebih bertahap.

“Jika Anda ingin meningkatkan pencernaan dan kesehatan usus, pisang hijau adalah pilihan yang tepat,” tambahnya. Tubuh tidak mencerna pati resisten, melainkan digunakan oleh bakteri baik yang memproduksi asam lemak rantai pendek. Produk ini membantu menjaga kekuatan dinding usus dan kesehatan sel usus.

“Dan seperti yang sedang dipelajari, mikrobioma yang sehat tidak hanya membantu pencernaan tetapi juga fungsi kekebalan dan kesehatan mental. Saya pasti lebih suka pisang yang sedikit hijau jika ada!”


Pisang Kuning (Matang)

Dalam situasi tertentu, pisang matang mungkin lebih cocok.

“Pisang matang atau terlalu matang mungkin lebih bermanfaat bagi mereka yang ingin meningkatkan asupan karbohidrat sehat, seperti orang yang aktif berolahraga atau butuh makan sebelum berlatih. Pisang matang juga cocok untuk smoothie atau makanan panggang karena rasanya lebih kuat,” kata Pelitera.

Ketika pisang matang atau sedikit terlalu matang, kata Gargano, kandungan fruktannya menurun—yaitu jenis karbohidrat fermentabel yang sulit dicerna bagi sebagian orang. Fruktan termasuk dalam kelompok FODMAP (Fermentable Oligosaccharides, Disaccharides, Monosaccharides, and Polyols), yaitu karbohidrat yang sulit diserap di usus kecil dan bisa menyebabkan kembung, gas, kram, sembelit, dan diare.

Pisang matang juga lebih mudah dicerna karena pati resistennya telah berubah menjadi gula sederhana. Namun, karena kandungan gula yang lebih tinggi, pisang matang dapat meningkatkan kadar gula darah lebih cepat, sehingga penderita diabetes disarankan untuk mengonsumsinya dalam jumlah sedang.

Pisang matang juga mengandung lebih banyak antioksidan dibandingkan pisang mentah, sehingga tahap ini dapat meningkatkan asupan senyawa yang membantu tubuh melawan kerusakan akibat radikal bebas.

Penelitian terhadap kulit pisang menunjukkan bahwa antioksidannya meningkat seiring proses kematangan dan mencapai puncaknya sebelum menurun pada tahap yang terlalu matang. Meski terdengar aneh, kulit pisang digunakan dalam berbagai hidangan seperti kari dan tumisan di beberapa budaya seperti India dan Asia Tenggara. Resep vegan bahkan menggunakan kulit pisang untuk membuat “bacon” versi nabati.


Pisang Kuning dengan Bintik Cokelat (Terlalu Matang)

Fakta bahwa pisang memiliki bintik cokelat tidak berarti sudah tak layak dikonsumsi. Pisang yang sedikit terlalu matang tetap kaya nutrisi. Pada tahap ini, pati terus diubah menjadi gula, membuatnya lebih mudah diserap dan digunakan tubuh. Karena itu, pisang overripe sangat cocok untuk mereka yang memiliki sistem pencernaan sensitif atau sedang sakit dan kesulitan makan.

Pisang adalah bagian dari diet BRAT—banana, rice, applesauce, toast (pisang, nasi, saus apel, roti bakar)—yang umumnya direkomendasikan bagi penderita diare, muntah, atau mual, terutama pada anak-anak. Makanan dalam diet BRAT lembut di perut, mudah dicerna, dan membantu mengentalkan feses.

Namun, pisang bisa menjadi terlalu matang, dan pada titik tertentu, Anda sebaiknya tidak memakannya. Berikut tanda-tanda pisang yang terlalu matang:

  • Kulitnya sebagian besar berwarna hitam
  • Daging buahnya penuh memar
  • Pisang melunak berlebihan dan mengeluarkan cairan
  • Terdapat jamur di bagian mana pun
  • Aromanya busuk atau seperti fermentasi

Pada akhirnya, jika Anda tidak memilih pisang berdasarkan kondisi kesehatan atau manfaat tertentu, maka tingkat kematangan hanyalah soal selera pribadi. Kabar baiknya, kesehatan Anda tetap akan mendapat manfaat, tak peduli pisang mana yang Anda pilih.

Greenpeace di Antara Demonstran yang Menentang Pernikahan Jeff Bezos-Sanchez di Venesia

EtIndonesia. Kelompok lingkungan global Greenpeace turut menyuarakan protes terhadap pernikahan selebritas minggu ini di Venesia antara miliarder teknologi Amerika Jeff Bezos dan jurnalis Laura Sanchez.

Acara tersebut, yang diperkirakan akan menarik sekitar 200 tamu termasuk putri Presiden AS, Donald Trump, Ivanka, dan menantunya Jared Kushner, serta sejumlah bintang dari film, mode, dan bisnis, telah dijuluki sebagai “pernikahan abad ini”.

Namun, beberapa penduduk setempat melihat perayaan tersebut sebagai tanda terbaru dari komodifikasi yang kurang berkenan terhadap kota yang indah namun rapuh yang telah lama dibanjiri oleh pariwisata sementara populasinya terus berkurang.

Aktivis dari kelompok Greenpeace Italia dan Inggris “Everyone hates Elon” (Musk) membentangkan spanduk raksasa di pusat St Mark’s Square dengan gambar Bezos yang sedang tertawa dan tanda bertuliskan: “Jika Anda dapat menyewa Venesia untuk pernikahan Anda, Anda dapat membayar lebih banyak pajak.”

Polisi setempat datang untuk berbicara dengan para aktivis dan memeriksa dokumen identitas mereka, sebelum mereka memasang spanduk.

“Masalahnya bukan pernikahannya, masalahnya adalah sistemnya. Kami pikir seorang miliarder besar tidak dapat menyewa kota untuk kesenangannya,” Simona Abbate, salah seorang pengunjuk rasa, mengatakan kepada Reuters.

Wali kota Luigi Brugnaro dan gubernur daerah Luca Zaia telah membela pernikahan tersebut, dengan alasan bahwa pernikahan tersebut akan mendatangkan keuntungan ekonomi bagi bisnis lokal, termasuk perahu motor dan gondola yang mengoperasikan banyak kanal.

Ziaia mengatakan perayaan tersebut diperkirakan menghabiskan biaya 20-30 juta euro.

Bezos juga akan memberikan sumbangan amal yang cukup besar, termasuk satu juta euro untuk Corila, sebuah konsorsium akademis yang mempelajari ekosistem laguna Venesia, surat kabar Corriere della Sera Italia dan kantor berita ANSA melaporkan pada hari Minggu.

Awal bulan ini, spanduk anti-Bezos digantung di menara lonceng St Mark dan di jembatan Rialto yang terkenal, sementara penduduk setempat mengancam akan melakukan blokade damai terhadap acara tersebut, dengan mengatakan bahwa Venesia membutuhkan layanan publik dan perumahan, bukan VIP dan pariwisata yang berlebihan.

Tanggal dan lokasi pasti dari pernikahan yang gemerlap itu dirahasiakan, tetapi perayaannya diperkirakan akan berlangsung selama tiga hari, kemungkinan besar sekitar tanggal 26-28 Juni.(yn)

Bayi 3 Bulan Tiba-tiba Panggil “Kakak”, Bikin Haru dan Heboh Netizen

EtIndonesia. Sebuah momen mengharukan sekaligus mengejutkan terjadi di Provinsi Hebei, Tiongkok. Seorang bayi laki-laki yang baru berusia tiga bulan tiba-tiba memanggil “kakak” dengan suara yang jernih dan lantang. Momen langka ini membuat sang kakak sangat terkejut dan bahagia hingga memukul tempat tidur karena terlalu senang. Video tersebut pun viral di media sosial dan berhasil mencuri perhatian banyak orang.

Peristiwa ini terjadi pada 21 April lalu, dan dibagikan oleh seorang warganet asal Hebei di platform media sosial. 

Dalam rekaman tersebut terlihat sang bayi sedang berbaring di tempat tidur, sementara kakaknya yang lebih besar menatapnya dan bertanya:  “Aku siapa?”

Bayi itu dengan suara manja terdengar seperti menjawab: “Ge…” (yang berarti “kakak” dalam bahasa Mandarin).

Sang kakak lalu kembali bertanya: “Coba panggil aku apa tadi?”

Bayi itu pun menjawab dengan lebih jelas: “Gege, gege” (“kakak, kakak”).

Kakaknya yang mendengar jawaban itu langsung tertawa kegirangan dan memukul tempat tidur karena sangat senang. Kebahagiaan dan keterharuan terlihat jelas di wajahnya.

Menurut ibunda sang bayi, kedua saudara itu memang sudah beberapa waktu tidak bertemu. Jadi ketika sang adik akhirnya bertemu kakaknya lagi, dia terlihat sangat bersemangat. Momen inilah yang kemudian terekam secara alami dan menjadi viral. Netizen pun ikut terbawa suasana haru dan merasa tersentuh melihat interaksi polos dan penuh kasih antara kakak-beradik itu.

Beberapa warganet memberikan komentar lucu dan menyentuh, seperti:

“Inilah yang disebut takdir. Mungkin mereka memang saudara sejak kehidupan sebelumnya.”

“Begitu besar kekuatan takdir hingga di kehidupan sekarang mereka kembali menjadi keluarga.”

“Kakaknya pasti sangat bahagia! Suaranya begitu jelas, adiknya pintar sekali.”

Video tersebut memancing gelombang komentar positif dari pengguna media sosial:

·        “Ini ‘kakak’ paling manis yang pernah kudengar.”

·        “Sudah aku tonton berulang kali. Lucunya kebangetan, dan senyum sang kakak di akhir itu benar-benar menghangatkan hati.”

·        “Tiga bulan sudah bisa panggil ‘kakak’, ini sungguh ajaib.”

·        “Beneran loh, dia memanggil berkali-kali. Bayi kecil ini luar biasa!”

Warganet lainnya menyatakan:

“Ini bukan sekadar kebetulan. Bayi ini benar-benar cerdas dan bisa memahami omongan sang kakak. Lihat betapa bahagianya si kakak, membuat kita yang menonton juga ikut merasa bahagia.”

“Satu mengajar dengan sabar, satu lagi belajar dengan sepenuh hati. Begitulah awal mula ikatan persaudaraan yang erat.

 “Senyum sang kakak di akhir video itu—senyum dari lubuk hati. Aku ulangi nonton berkali-kali, saking manisnya.”

Ada pula komentar yang lebih emosional:

·        “Hubungan kakak-adik yang hangat, suara bayi yang lugu, semuanya begitu menyentuh.”

·        “Sekali si adik memanggil ‘kakak’, hati sang kakak langsung luluh. Bahkan aku ikut terharu melihatnya.”

·        “Kok aku sampai nangis nonton ini ya…”

Tak sedikit pula netizen yang membagikan pengalaman serupa:

·        “Waktu bayi kami lima bulan, dia juga sudah bisa bilang ‘kakak’, benar-benar ajaib.”

·        “Kalau tiap hari dilatih, mereka cepat bisa kok. Anakku empat setengah bulan sudah bisa panggil ‘mama’, enam bulan panggil ‘papa’.”

Menanggapi video yang viral, ibu dari bayi itu mengaku tidak menyangka video tersebut bisa begitu banyak disukai orang. Dia mengatakan bahwa sang bayi memang sangat senang bermain dengan kakaknya. Bahkan, kadang dia merasa si kecil benar-benar bisa memahami apa yang dikatakan sang kakak.

“Apa pun yang diminta kakaknya, si adik seperti langsung mengikuti. Aku benar-benar menghargai setiap momen kebersamaan mereka. Dan aku akan terus merekam semua kenangan ini. Ketika kami sudah tua nanti, aku berharap mereka tetap akur dan saling menyayangi seperti sekarang,” ujar sang ibu. (jhn/yn)

Risiko Genosida di Sudan ‘Sangat Tinggi’: Perserikatan Bangsa-Bangsa

EtIndonesia. Risiko genosida dalam perang saudara yang menghancurkan di Sudan tetap “sangat tinggi”, di tengah serangan bermotif etnis yang terus berlanjut oleh Pasukan Dukungan Cepat paramiliter, seorang pejabat tinggi PBB memperingatkan pada hari Senin (23/6).

Sejak April 2023, Sudan telah terpecah belah oleh perebutan kekuasaan antara kepala militer Abdel Fattah al-Burhan dan komandan RSF Mohamed Hamdan Daglo.

Pertempuran tersebut telah menewaskan puluhan ribu orang dan membuat 13 juta orang mengungsi, termasuk empat juta orang yang melarikan diri ke luar negeri, memicu apa yang disebut Perserikatan Bangsa-Bangsa sebagai krisis kemanusiaan terburuk di dunia.

“Kedua pihak telah melakukan pelanggaran hak asasi manusia yang serius,” kata Virginia Gamba, wakil sekretaris jenderal PBB dan penasihat khusus sementara bagi kepala PBB Antonio Guterres tentang pencegahan genosida.

“Yang menjadi perhatian khusus mandat saya adalah serangan yang terus-menerus dan terarah terhadap kelompok etnis tertentu, khususnya di wilayah Darfur dan Kordofan,” katanya kepada Dewan Hak Asasi Manusia PBB di Jenewa.

Dia menyoroti secara khusus bahwa RSF dan milisi Arab bersenjata sekutunya “terus melakukan serangan bermotif etnis terhadap kelompok Zaghawa, Masalit, dan Fur”.

“Risiko genosida, kejahatan perang, dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Sudan masih sangat tinggi,” Gamba memperingatkan.

Komentarnya muncul setelah pengadilan tinggi PBB bulan lalu menolak kasus yang diajukan Sudan terhadap Uni Emirat Arab atas dugaan keterlibatan dalam genosida karena diduga mendukung RSF dalam perang tersebut — tuduhan yang dibantah oleh Emirat.

Mahkamah Internasional mengatakan “jelas tidak memiliki” yurisdiksi untuk memutuskan kasus tersebut.(yn)

Hal yang Perlu Diketahui Tentang Serangan Iran ke Fasilitas Militer AS di Qatar dan Pangkalan Al Udeid

Pangkalan Udara Al Udeid di Qatar adalah instalasi militer penting bagi AS, namun serangan Iran tampaknya lebih bersifat simbolis.

EtIndonesia. Iran meluncurkan beberapa rudal balistik ke fasilitas militer terbesar milik Amerika Serikat di Timur Tengah pada 23 Juni.

Pihak berwenang Iran mengatakan bahwa serangan itu merupakan balasan atas pengeboman fasilitas pengayaan uranium mereka oleh AS selama akhir pekan. Iran menyatakan mereka meluncurkan jumlah rudal yang sama dengan jumlah bom yang dijatuhkan oleh AS.

Presiden AS Donald Trump mengonfirmasi dalam unggahan di Truth Social bahwa Iran telah menembakkan 14 rudal ke arah Pangkalan Udara Al Udeid di Qatar, namun mencatat bahwa Iran telah memberi pemberitahuan sebelumnya kepada Amerika Serikat dan  semua rudal telah dicegat atau meleset dari target.

Beberapa jam kemudian, Trump mengumumkan kesepakatan gencatan senjata antara Iran dan Israel, yang mana kedua negara akan mengakhiri operasi militer terakhir mereka dalam waktu enam jam dan memulai gencatan senjata yang ia harapkan akan “damai dan saling menghormati.” Setelah 24 jam, konflik akan dinyatakan berakhir, kata Trump.

Namun, serangan Iran terhadap Al Udeid tetap menjadi momen bersejarah, karena ini menandai pertama kalinya kekuatan asing secara langsung menargetkan pangkalan di Qatar tersebut, yang biasanya menampung ribuan personel militer AS, puluhan pembom dan jet tempur, serta unit komando logistik vital.

Pusat Saraf AS di Timur Tengah

Secara teknis, Al Udeid adalah pangkalan milik Qatar dan dibangun secara diam-diam oleh negara itu sepanjang 1990-an. Pangkalan ini pertama kali menyambut pasukan AS pada awal 2000-an setelah operasi Amerika di kawasan tersebut dalam rangka perang global melawan terorisme.

Namun secara fungsional, fasilitas luas di Al Udeid berperan sebagai fasilitas militer terbesar milik AS di Timur Tengah dan memberikan kemampuan proyeksi kekuatan yang tiada tanding bagi Amerika Serikat di seluruh kawasan.

Pangkalan ini  merupakan target yang kaya akan nilai simbolik, meskipun serangan Iran tidak menghasilkan manfaat strategis langsung.

Relevansi strategis Al Udeid bersifat ganda: memungkinkan Amerika Serikat memproyeksikan kekuatan melalui dukungan kampanye udara yang beragam, dan memperkuat daya gentar regional dengan memberikan elemen kekuatan udara yang melengkapi Armada Kelima Angkatan Laut AS di Bahrain yang bertetangga.

Fasilitas ini mencakup area sekitar 31 kilometer persegi dan menjadi pusat kendali utama bagi operasi AS di Timur Tengah selama perang di Afghanistan dan Irak. Pada beberapa waktu, pangkalan ini menampung lebih dari 8.000 personel militer bersama ratusan pasukan koalisi sekutu.

Sejak 2009, pangkalan ini juga berfungsi sebagai markas komando depan Komando Pusat AS (CENTCOM), yang mengawasi operasi militer AS di seluruh kawasan Timur Tengah.

Fasilitas di Al Udeid mencakup tempat perlindungan berlapis baja, sistem rudal Patriot, dua landasan pacu utama untuk pesawat strategis dan tempur AS, serta persenjataan pesawat canggih termasuk pembom B‑52 dan jet tempur F‑15 dan F‑22.

Sebagian besar pesawat tersebut telah dipindahkan setidaknya untuk sementara waktu menjelang serangan 23 Juni; namun, citra satelit pada 19 Juni menunjukkan hanya tiga pesawat yang tampak di pangkalan.

Rudal Balistik Digunakan, Tidak Ada Korban

Hal yang juga menonjol adalah keputusan Iran untuk menyerang pangkalan tersebut menggunakan rudal balistik, bukan sistem yang lebih murah dan mudah diperoleh seperti drone serang satu arah.

Dalam email kepada The Epoch Times, seorang pejabat pertahanan AS mengatakan bahwa Iran menggunakan rudal balistik jarak pendek dan menengah terhadap pangkalan tersebut, dan bahwa Pentagon memantau situasi dengan ketat untuk setiap perkembangan baru.

Belum jelas mengapa Iran menggunakan rudal balistik jarak menengah, karena semua varian rudal jarak pendek Iran yang diketahui sudah memiliki jangkauan cukup untuk mencapai Al Udeid.

Pejabat pertahanan AS tersebut juga mengatakan tidak ada laporan korban dari pihak AS, tetapi Pentagon akan terus memantau situasi secara dekat.

Demikian pula, kementerian luar negeri Qatar mengatakan bahwa seluruh rudal telah berhasil dicegat, dan bahwa negara kecil di Teluk tersebut kini memiliki hak untuk membalas jika memilih untuk melakukannya.

Kementerian luar negeri Qatar menyatakan bahwa pemerintahnya mempertahankan hak untuk merespons serangan Iran, dan menganggap peluncuran rudal tersebut sebagai “pelanggaran terang-terangan terhadap kedaulatan negara Qatar, wilayah udaranya, hukum internasional, dan Piagam PBB.”

“Kami menegaskan bahwa Qatar berhak untuk merespons secara langsung dengan cara yang setara dengan sifat dan skala agresi terang-terangan ini, sesuai dengan hukum internasional,” kata kementerian itu dalam pernyataan tertulis.

Negara-Negara Timur Tengah Kecam Serangan

Para pemimpin di seluruh Timur Tengah juga mengecam serangan tersebut, dengan pejabat di Bahrain, Mesir, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab menyerukan agar Iran menurunkan ketegangan dan menghindari permusuhan lebih lanjut.

Ahmed Aboul Gheit, Sekretaris Jenderal Liga Arab yang beranggotakan 22 negara, menyatakan “solidaritas penuh” dengan Qatar pasca serangan rudal Iran, dan menyebut serangan itu sebagai tindakan yang “tidak dapat diterima.”

Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran berusaha meredakan ketegangan yang tiba-tiba dengan Qatar, dan mengeluarkan pernyataan bahwa serangan tersebut menargetkan fasilitas yang jauh dari warga sipil, serta menegaskan bahwa Teheran “berkomitmen untuk menjaga dan melanjutkan hubungan hangat dan bersejarahnya dengan Qatar.”

Sementara itu, Trump menyampaikan ucapan terima kasih kepada Qatar melalui media sosial atas perannya dalam menangkal serangan tersebut, dan menyatakan harapannya bahwa Iran dan Israel kini dapat berupaya meredakan konflik yang semakin memanas.

“Mungkin Iran kini dapat melangkah menuju Perdamaian dan Keharmonisan di Kawasan, dan saya dengan antusias akan mendorong Israel untuk melakukan hal yang sama,” tulis Trump. (asr)

Sumber : Theepochtimes.com

Trump Berterima Kasih kepada Iran Atas ‘Pemberitahuan Awal’: Apakah Serangan Rudal Teheran Terhadap Pangkalan AS di Qatar Hanya untuk Pamer?

EtIndonesia. Peluncuran rudal Iran baru-baru ini yang menargetkan pasukan AS di Qatar mungkin menjadi berita utama, tetapi pejabat AS menyatakan bahwa hal itu lebih bersifat simbolis daripada strategis. Presiden Donald Trump pada hari Senin (24/6), berterima kasih kepada Iran karena memberikan pemberitahuan awal sebelum menembakkan rudal ke Pangkalan Udara Al Udeid.

“Saya ingin berterima kasih kepada Iran karena memberi kami pemberitahuan awal,” tulis Trump di Truth Social. “Tidak ada warga Amerika yang terluka, dan hampir tidak ada kerusakan yang terjadi.”

Rudal ditembakkan, tetapi tidak ada korban

Korps Garda Revolusi Islam meluncurkan rentetan rudal pada hari Senin (24/6), yang ditujukan ke Pangkalan Udara Al Udeid milik militer AS di Qatar. Serangan itu terjadi sebagai tanggapan atas serangan Washington terhadap situs nuklir Iran selama akhir pekan.

Pertahanan udara Qatar berhasil mencegat rudal tersebut. Tidak ada laporan cedera atau kerusakan, dan AS telah memindahkan pesawatnya dari jalur bahaya sebelum serangan.

Seorang pejabat pertahanan mengatakan kepada media AS bahwa rudal tersebut adalah rudal balistik jarak pendek dan menengah, dan serangan itu terjadi setelah peringatan dari Teheran disampaikan kepada pejabat Qatar dan Amerika.

Trump mengatakan Iran ‘menghilangkan semua itu dari sistem mereka’

Presiden Trump menulis di Truth Social: “Mereka telah menghilangkan semuanya dari ‘sistem’ mereka… Mungkin Iran sekarang dapat melanjutkan menuju Perdamaian dan Harmoni di Kawasan.”

Pejabat pertahanan AS menggambarkan serangan Iran sebagai “balasan tetapi sebagian besar simbolis.”

Iran mencoba menjauhkan Qatar dari garis tembak

Iran dengan cepat mengatakan bahwa Qatar bukanlah target yang dituju. Dewan Keamanan Nasional Tertinggi negara itu merilis pernyataan yang mengatakan bahwa serangan itu jauh dari daerah perkotaan dan tidak menimbulkan ancaman bagi warga sipil.

“Kami tetap berkomitmen untuk menjaga hubungan yang hangat dengan Qatar,” kata pernyataan itu, karena Iran menegaskan bahwa keluhannya yang sebenarnya adalah dengan kehadiran AS di kawasan itu, bukan sekutunya.

AS telah bersiap untuk tanggapan

Peluncuran rudal itu tidak mengejutkan Washington. Seorang pejabat senior Gedung Putih mengatakan kepada CNN: “Kami tahu mereka akan membalas. Mereka memberikan respons serupa setelah Soleimani.”
Militer AS telah memindahkan pesawat tak terlindung dari pangkalan Al Udeid beberapa hari sebelum serangan, menurut citra satelit yang diambil pada 19 Juni.

Langkah menyelamatkan muka?

Tanpa korban, rudal yang dicegat, dan koordinasi sebelumnya, serangan Iran tampak lebih seperti langkah “menyelamatkan muka” daripada pembalasan yang ganas. Hal itu memungkinkan Teheran untuk menanggapi serangan udara AS secara terbuka sambil tetap membuka pintu untuk de-eskalasi.(yn)

Saat Militer AS Bombardir Fasilitas Nuklir Iran, Trump Saksikan Siaran Langsung dari Ruang Kendali Operasi Militer

EtIndonesia. Pada  21 Juni malam waktu setempat, Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Wakil Presiden JD Vance, Menteri Luar Negeri Marco Rubio, Menteri Pertahanan Pete Hegseth, dan pejabat tinggi lainnya menyaksikan siaran langsung dari ruang kendali operasi militer saat jet tempur militer AS membombardir tiga fasilitas nuklir di Iran.

Pada malam yang sama, Trump menyampaikan pidato nasional di Gedung Putih, mengumumkan bahwa militer AS telah sepenuhnya menghancurkan tiga fasilitas nuklir Iran, serta memperingatkan Iran bahwa jika tidak mencari perundingan damai, militer AS akan menyerang lebih banyak target. (Hui/asr)

Pada 21 Juni 2025, militer AS mengebom fasilitas nuklir Iran, dan Presiden Trump beserta pejabat senior menyaksikan siaran langsung di ruang kendali operasi militer.. (Sumber: Gedung Putih via X)
Pada 21 Juni 2025, militer AS mengebom fasilitas nuklir Iran, dan Presiden Trump beserta pejabat senior menyaksikan siaran langsung di ruang kendali operasi militer.(Sumber: Gedung Putih via X)
Pada 21 Juni 2025, militer AS mengebom fasilitas nuklir Iran, dan Presiden Trump beserta pejabat senior menyaksikan siaran langsung di ruang kendali operasi militer.(Sumber: Gedung Putih via X)

Pada 21 Juni 2025, militer AS mengebom fasilitas nuklir Iran, dan Presiden Trump beserta pejabat senior menyaksikan siaran langsung di ruang kendali operasi militer.(Sumber: Gedung Putih via X)
Pada 21 Juni 2025, militer AS mengebom fasilitas nuklir Iran, dan Presiden Trump beserta pejabat senior menyaksikan siaran langsung di ruang kendali operasi militer.. (Sumber: Gedung Putih via X)

Ledakan Terdengar di Baghdad, Irak, Beberapa Menit Setelah Pengumuman Gencatan Senjata Israel-Iran oleh Trump

EtIndonesia. Ledakan terdengar di ibu kota Irak, Baghdad, beberapa menit setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump mengumumkan gencatan senjata antara Israel dan Iran.

Seorang pejabat militer Irak mengatakan bahwa sebuah pesawat nirawak tak dikenal telah menargetkan Kamp Taji, sebuah instalasi militer yang terletak di sebelah utara Baghdad, seraya menambahkan bahwa tidak ada korban jiwa, kantor berita negara melaporkan.

Pesawat nirawak itu diduga mengenai sistem radar di pangkalan militer tersebut, seorang pejabat keamanan mengatakan kepada kantor berita AFP.

Presiden AS, Donald Trump pada akhir 23 Juni mengumumkan gencatan senjata antara Israel dan Iran, dengan menyatakan bahwa itu adalah akhir dari perang 12 hari. Ini terjadi pada hari ketika Iran menyerang pangkalan Amerika di Qatar sebagai balasan atas serangan AS di situs nuklirnya menggunakan pembom B-2.
Trump menulis di Truth Social: “Telah sepenuhnya disetujui oleh dan antara Israel dan Iran bahwa akan ada gencatan senjata yang lengkap dan total (dalam waktu sekitar 6 jam dari sekarang, ketika Israel dan Iran telah mereda dan menyelesaikan misi terakhir mereka yang sedang berlangsung!), selama 12 jam, di mana pada saat itu Perang akan dianggap berakhir!”

Rudal Iran menargetkan pangkalan militer AS terbesar di Asia Barat, Al-Udeid. Al-Udeid adalah rumah bagi markas besar militer AS untuk semua operasi udara di wilayah tersebut. Beberapa personel militer Inggris juga bertugas di sana secara bergiliran.

AS memasuki perang Iran-Israel

Dalam eskalasi ketegangan yang besar di Asia Barat, AS mengebom tiga lokasi nuklir – Fordow, Natanz dan Esfahan – di Iran dan memperingatkan Republik Islam itu tentang lebih banyak “serangan presisi” jika tidak mengakhiri konfliknya dengan Israel. Ini terjadi beberapa hari setelah presiden AS mengatakan bahwa dia akan memutuskan dalam ‘dua minggu’ apakah dia perlu mengebom Iran.

Serangan AS itu terjadi pada hari kesembilan Operasi Rising Lion, di mana Israel menyerang beberapa fasilitas nuklir di Iran, menewaskan pejabat tinggi militer dan ilmuwan nuklir. Pasukan Pertahanan Israel mengatakan bahwa serangan AS “berkoordinasi dengan IDF” dan itu adalah “langkah penting untuk menghentikan agresi rezim Iran.”

Saat Amerika memasuki perang, Donald Trump mengatakan bahwa ‘akan ada perdamaian atau tragedi.’

“Ini tidak bisa terus berlanjut. Akan ada perdamaian atau tragedi bagi Iran, jauh lebih besar daripada apa yang telah kita saksikan selama delapan hari terakhir,” kata Trump dalam jumpa pers di Ruang Oval.

Dia juga menyampaikan tujuan serangan AS, dengan mengatakan: “Tujuan kami adalah penghancuran kapasitas pengayaan nuklir Iran, dan penghentian ancaman nuklir yang ditimbulkan oleh negara sponsor teror nomor satu di dunia. Malam ini, saya dapat melaporkan kepada dunia bahwa serangan itu adalah keberhasilan militer yang spektakuler. Fasilitas pengayaan nuklir utama Iran telah sepenuhnya dan sepenuhnya dihancurkan.” (yn)

Kekalahan Iran, Awal Kejatuhan Rezim Otoriter Dunia? Tiongkok  Mulai Terancam!

EtIndonesia. Dunia akhirnya dapat menghela napas lega. Setelah berbulan-bulan ketegangan di Timur Tengah yang sempat memicu kecemasan akan pecahnya perang dunia baru, Iran dan Israel resmi menyepakati gencatan senjata pada Senin malam, 23 Juni. Momen bersejarah ini diumumkan secara serentak di berbagai media internasional dan disambut euforia di Amerika Serikat, Israel, dan berbagai penjuru dunia.

Insiden Qatar: Rudal Iran Dicegat, AS Puji Kerja Sama Keamanan

Krisis terbaru bermula ketika pada Senin (23/6) pagi waktu setempat, Iran meluncurkan sejumlah rudal balistik ke arah pangkalan militer Amerika Serikat di Qatar. Namun, seluruh rudal berhasil ditembak jatuh oleh sistem pertahanan udara AS. Rekaman video yang viral memperlihatkan para personel militer AS di pangkalan tersebut bersorak dan berpelukan, menandai keberhasilan operasi pertahanan.

Pemerintah Qatar bergerak cepat mengeluarkan pernyataan tegas. Melalui Kementerian Luar Negeri, Qatar menegaskan akan membalas segala serangan ke wilayahnya secara seimbang. Pernyataan itu sekaligus menjadi penegasan posisi Qatar sebagai sekutu utama AS di kawasan Teluk.

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyampaikan apresiasi melalui media sosialnya: “Saya ingin berterima kasih kepada Iran karena sudah memberikan peringatan, sehingga tidak ada korban jiwa dari pihak kami. Ini adalah kemenangan diplomasi dan sistem pertahanan kami.”

Gencatan Senjata Iran-Israel: Berakhirnya Ketegangan, Awal Baru Timur Tengah?

Menjelang tengah malam waktu timur AS, televisi nasional Iran secara mengejutkan menayangkan pengumuman resmi gencatan senjata dengan Israel. Pemerintah Teheran menegaskan komitmen untuk menahan diri dari segala aksi militer lebih lanjut, sejalan dengan kesepakatan yang difasilitasi oleh Amerika Serikat.

Presiden Trump sebelumnya telah mengumumkan bahwa kedua belah pihak, baik Israel maupun Iran, telah sepakat untuk melakukan gencatan senjata efektif per 24 Juni waktu AS.

 “Selamat! Dunia, inilah saatnya menciptakan perdamaian,” tulis Trump, sekaligus menegaskan tekad Amerika untuk tetap menjadi penjaga stabilitas global.

Analisis Pakar: Iran Pilih Mundur, Dunia Cegah Perang Lebih Besar

Dr. Jolly Dodd, analis geopolitik dari Amerika Serikat, menilai keputusan Iran untuk tidak meningkatkan eskalasi sebagai langkah cerdas.

 “Jika Iran nekat membalas lebih jauh, risiko konfrontasi langsung dengan kekuatan penuh Amerika Serikat akan sangat besar. Meski mungkin masih ada serangan siber atau bentuk perlawanan asimetris lain, setiap aksi nyata di luar itu akan dianggap sebagai agresi langsung dan pasti dibalas dengan kekuatan maksimal oleh AS,” ujar Dodd.

Keberhasilan Amerika menahan laju konflik juga mendapatkan apresiasi luas. Brett McGurk, mantan Koordinator Dewan Keamanan Nasional AS untuk Timur Tengah di era Presiden Biden, dalam wawancara dengan CNN, memuji kepemimpinan Trump serta soliditas tim keamanan nasional yang berhasil mencegah perang besar.

Gedung Putih Tegaskan: Rakyat Iran Berhak Tentukan Nasib Sendiri

Di tengah euforia perdamaian, pernyataan tegas datang dari Juru Bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt,. Dalam wawancara dengan Fox News pada 23 Juni, dia menyampaikan bahwa Pemerintah AS percaya, rakyat Iranlah yang seharusnya berperan utama dalam menentukan masa depan negaranya.

“Presiden Trump menegaskan, rakyat Iran berhak menggulingkan rezim mereka sendiri jika jalur diplomatik terus-menerus diabaikan. Amerika mendukung hak rakyat Iran untuk hidup bebas dan menentukan arah bangsa mereka sendiri setelah puluhan tahun dikuasai rezim brutal,” kata Karoline Leavitt,.

Wakil Presiden AS, JD Vance, juga memperingatkan, jika Iran kembali mengembangkan senjata nuklir di masa depan, maka Amerika tidak akan segan bertindak lebih keras lagi. 

“Pilihan perdamaian ada di tangan Iran sendiri,” ujarnya.

Dampak Kekalahan Iran: Pukulan Telak bagi PKT

Di balik panggung konflik, efek domino kekalahan Iran terasa hingga Beijing. Para analis menyebut, kegagalan Iran mempertahankan posisinya di kancah internasional menjadi sinyal buruk bagi Partai Komunis Tiongkok (PKT). Kedua rezim tersebut memang diketahui memiliki hubungan erat di bidang militer dan ekonomi.

Tak heran, di saat Iran mengalami kekalahan besar, gelombang perlawanan rakyat Tiongkok terhadap pemerintahnya justru semakin menguat. Dalam satu pekan terakhir, lebih dari 21 insiden protes massal terjadi di berbagai kota besar Tiongkok seperti Guangdong, Fujian, Hunan, Shandong, Shaanxi, Shanxi, Hebei, Jiangsu, Guizhou, Qinghai, Gansu, Hubei, hingga Beijing dan Shanghai. Isu yang diangkat meliputi tuntutan upah layak, protes penggusuran paksa, zonasi sekolah, layanan kesehatan, dan jaminan sosial.

Video-video aksi demonstrasi dan laporan ketidakpuasan rakyat menyebar luas di media sosial Tiongkok, meski pemerintah berupaya keras melakukan sensor dan penekanan informasi. Pengamat menilai, meningkatnya ketegangan sosial ini merupakan pertanda bahwa kestabilan internal PKT semakin rapuh, terutama setelah hilangnya “sekutu” strategis di Timur Tengah.

Isolasi Diplomatik Tiongkok: Eropa Makin Tegas, Dunia Barat Kian Kompak

Sikap dunia internasional terhadap Tiongkok juga semakin keras. Terbaru, Kementerian Luar Negeri Lithuania mengonfirmasi tidak ada satu pun diplomat Tiongkok yang bertugas di negara mereka sejak pertengahan Mei. Satu-satunya diplomat Tiongkok yang masih tersisa, ditolak masuk kembali ke Vilnius setelah perjalanan luar negeri karena masa berlaku dokumennya sudah habis.

Fenomena ini menandai semakin sempitnya ruang gerak diplomatik PKT di Eropa. Banyak pengamat menganggap, runtuhnya Iran hanyalah awalan dari isolasi global yang juga bisa menimpa Tiongkok  jika terus mempertahankan politik represif dan ekspansif di luar negeri.

Rudal Iran Balas Serangan,  PM Inggris Desak Iran Kembali ke Perundingan 

Pasca serangan terhadap tiga fasilitas nuklir Iran, pada 22 Juni pagi, Iran meluncurkan 30 rudal ke arah Israel, yang menyebabkan sedikitnya 16 orang terluka. Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, mendesak Iran untuk kembali ke meja perundingan.

EtIndonesia. Televisi pemerintah Iran mengumumkan pada pagi hari bahwa 30 rudal telah diluncurkan ke arah Israel. Garda Revolusi Iran menyatakan bahwa mereka meluncurkan total 40 rudal, termasuk rudal Kheybar-Shekan (SNN) yang baru pertama kali digunakan dan mampu menjangkau wilayah Israel.

Layanan darurat Magen David Adom Israel menyampaikan bahwa serangan balasan ini melukai sedikitnya 16 orang yang kemudian dilarikan ke rumah sakit. Namun media lokal Israel melaporkan bahwa jumlah korban luka telah meningkat menjadi setidaknya 86 orang akibat rentetan rudal balasan dari Iran.

Militer Israel menyatakan mereka tengah mencegat rudal-rudal yang ditembakkan Iran. Sirine serangan udara terdengar di Tel Aviv, kota terbesar kedua di Israel, sementara ledakan terdengar di Yerusalem.

Rekaman televisi memperlihatkan kerusakan parah di wilayah tengah Israel, dan sejumlah bangunan di Tel Aviv mengalami kehancuran serius.

Tak lama kemudian, militer Israel mengumumkan bahwa mereka telah melancarkan serangan baru ke target militer di wilayah barat Iran, meskipun belum memberikan rincian lebih lanjut.

Pada  21 Juni, Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa militer AS telah melakukan “serangan sangat sukses” terhadap tiga fasilitas nuklir Iran, termasuk pabrik pengayaan uranium bawah tanah di Fordow. Dalam konferensi pers, Trump menyatakan bahwa Iran kini “harus memilih jalur damai”, dan menyebut fasilitas nuklir Iran telah “sepenuhnya dihancurkan.”

Trump juga memperingatkan bahwa setiap aksi balasan dari Iran akan dibalas dengan serangan yang lebih besar.

Sementara itu, Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menegaskan bahwa Iran tidak boleh dibiarkan mengembangkan senjata nuklir, dan bahwa intervensi AS bertujuan untuk mencegah ancaman tersebut. Ia juga mendesak Iran untuk segera kembali ke meja perundingan.

Sebelumnya, Starmer telah mengatakan bahwa serangkaian serangan ini “sangat mengkhawatirkan,” dan mendesak semua pihak untuk menahan diri dan meredakan ketegangan, karena eskalasi konflik tidak akan menguntungkan siapa pun di kawasan tersebut. (Hui/asr)

Sumber :NTDTV.com