Putin Menjual Xi Jinping? Secara Aktif Mengundang Trump untuk Mengeksplorasi Logam Tanah Jarang


EtIndonesia. Pada tanggal 24 Februari, Presiden Amerika, Serikat Donald Trump mengungkapkan bahwa dia sedang berdiskusi dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin mengenai penghentian perang Rusia-Ukraina serta transaksi ekonomi besar antara Amerika Serikat dan Rusia. Pada hari yang sama, Putin secara terbuka mengusulkan agar Rusia dan Amerika Serikat bekerja sama dalam eksplorasi logam tanah jrang. Dalam konteks kebijakan Tiongkok yang membatasi ekspor beberapa sumber daya mineral khusus ke Amerika Serikat, usulan Putin ini semakin menunjukkan bahwa Rusia sedang mendekat ke pemerintahan Trump.

Tiga Tahun Perang Rusia-Ukraina: Trump Ungkap Pembicaraan dengan Putin tentang Penghentian Perang dan Perjanjian Ekonomi AS-Rusia

Tepat tiga tahun sejak pecahnya perang Rusia-Ukraina, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump mengunggah pernyataan yang menyebutkan bahwa dia dan Presiden Rusia Vladimir Putin sedang mendiskusikan perjanjian ekonomi “besar” sebagai bagian dari upaya untuk mengakhiri perang Rusia-Ukraina.

Trump bersama Presiden Prancis Emmanuel Macron menghadiri konferensi virtual dengan para pemimpin negara anggota G7 di Gedung Putih. Setelah pertemuan tersebut, Trump mengunggah pernyataan di media sosialnya.

Dalam unggahan di platform “Truth Social”, Trump menulis: “Hari ini, saya bersama Presiden Prancis Macron berbicara dalam KTT G7 di Oval Office. Pertemuan ini dipimpin oleh Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau dan memperingati tiga tahun perang Rusia-Ukraina. Jika saya yang menjadi presiden saat itu, perang ini tidak akan pernah terjadi.”

Trump menegaskan: “Semua orang menyampaikan harapan mereka untuk mengakhiri perang ini, dan saya menekankan pentingnya ‘perjanjian mineral dan logam tanah jarang’ antara Amerika Serikat dan Ukraina. Kami berharap perjanjian ini bisa segera ditandatangani!”

Trump menambahkan: “Perjanjian ‘kemitraan ekonomi’ ini akan memastikan bahwa rakyat Amerika mendapatkan kembali miliaran dolar serta peralatan militer yang telah disuplai ke Ukraina. Perjanjian ini juga akan membantu Ukraina membangun kembali ekonominya setelah perang yang brutal dan biadab ini berakhir.”

Selain itu, Trump juga mengungkapkan: “Saya sedang dalam pembicaraan serius dengan Presiden Rusia Vladimir Putin mengenai penghentian perang serta transaksi ekonomi besar antara Amerika Serikat dan Rusia. Pembicaraan ini berlangsung dengan sangat baik!”

Putin Mengusulkan Kerja Sama Eksplorasi Logam Tanah Jarang dan Pemasokan Aluminium ke AS

Pada hari Senin (24/2), Reuters melaporkan bahwa dalam rencana perjanjian ekonomi masa depan, Presiden Rusia Vladimir Putin mengusulkan kepada Amerika Serikat untuk bersama-sama mengeksplorasi tambang logam tanah jarang di Rusia serta menyediakan pasokan aluminium ke pasar domestik Amerika Serikat.

Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa Amerika Serikat akan menjalankan “transaksi ekonomi besar” dengan Rusia. Hanya dalam dua jam setelah Trump mengeluarkan pernyataannya, Putin langsung memimpin rapat dengan para menteri dan penasihat ekonominya mengenai logam tanah jarang.

Setelah pertemuan itu, melalui siaran televisi nasional, Putin menyatakan bahwa Rusia siap untuk bekerja sama dengan mitra Amerika Serikat dalam proyek bersama. Dia juga menyebut bahwa istilah “mitra” tidak hanya merujuk pada institusi pemerintahan tetapi juga perusahaan-perusahaan yang tertarik untuk bekerja sama.

Putin menegaskan bahwa Rusia memiliki sumber daya logam tanah jarang yang lebih besar dibandingkan dengan Ukraina. Dia juga menambahkan bahwa Rusia tidak terlalu memperdulikan perjanjian potensial yang mungkin terjadi antara Amerika Serikat dan Ukraina terkait logam tanah jarang.

Menurut data dari Survei Geologi Amerika Serikat (USGS), Rusia diperkirakan memiliki cadangan logam tanah jarang sebanyak 3,8 juta ton, menjadikannya sebagai negara dengan cadangan terbesar kelima di dunia setelah Tiongkok, Brasil, India, dan Australia.

Putin juga mengungkapkan bahwa perjanjian eksplorasi logam tanah jarang ini bisa diperluas hingga ke wilayah Ukraina Timur yang saat ini berada di bawah kendali Rusia. Jika pasar Amerika Serikat kembali terbuka, perusahaan-perusahaan Rusia dapat mengekspor hingga 2 juta ton aluminium ke Amerika Serikat setiap tahunnya.

Tiongkok Menggunakan Logam Tanah Jarang untuk Membalas Amerika Serikat

Setelah Trump kembali terpilih sebagai Presiden Amerika Serikat, Tiongkok diam-diam telah memulai persaingan dalam perebutan sumber daya. Pada Desember 2024, Tiongkok mengumumkan bahwa mereka akan menghentikan ekspor beberapa sumber daya mineral khusus ke Amerika Serikat. Sebagai tanggapan, Presiden Trump pada tanggal 3 Februari tahun ini mengusulkan perjanjian baru dengan Ukraina yang berisi skema “sumber daya sebagai imbalan bantuan”.

Sebelumnya, Voice of America (VOA) melaporkan bahwa kepentingan Tiongkok dalam mendapatkan lebih banyak kontrol atas mineral penting sangat besar. Jika Washington memutuskan untuk secara drastis menaikkan tarif pada barang-barang Tiongkok, diperkirakan Tiongkok akan menggunakan sumber daya mineral ini sebagai alat untuk membalas kebijakan Amerika Serikat.

Zhiqun Zhu, seorang pakar politik dari Universitas Bucknell, Pennsylvania, dalam wawancara via email dengan VOA mengatakan: “Jika perang tarif meningkat, logam tanah jarang akan menjadi alat yang kuat bagi PKT untuk membalas pemerintahan Trump.”

Baru-baru ini, Kementerian Perdagangan Tiongkok mengumumkan pengendalian yang lebih ketat terhadap ekspor beberapa logam tanah jarang  ke Amerika Serikat. Pada awal Desember 2024, Tiongkok memberlakukan larangan ekspor tiga jenis mineral utama ke Amerika Serikat—galium, germanium, dan antimon, yang memiliki berbagai aplikasi militer. Ini merupakan langkah lanjutan dari pembatasan yang telah dimulai sejak tahun 2023.

Beatrix Keim, Direktur Pusat Penelitian Otomotif Jerman (Center Automotive Research), mengungkapkan: ” Tiongkok mengendalikan sebagian besar kapasitas pemurnian logam tanah jarang dan lithium yang digunakan dalam pembuatan baterai. Tiongkok membutuhkan mineral ini untuk memenuhi permintaan yang terus meningkat di sektor kendaraan listrik mereka.”

Menurut Now-Gmbh, lembaga penelitian yang dikelola pemerintah Jerman, Tiongkok memiliki 36% dari total cadangan logam tanah jarang dunia, tetapi mengontrol 70% dari pasokan global melalui sumber daya yang berasal dari berbagai negara. Lembaga ini juga menyebutkan bahwa Tiongkok mengendalikan 77% kapasitas pemurnian logam tanah jarang dunia.

Pada September 2024, Gedung Putih mengeluarkan pernyataan yang menyebutkan: ” Tiongkok telah memonopoli pasar pemrosesan dan pemurnian mineral penting, membuat Amerika Serikat, sekutu, dan mitra-mitranya rentan terhadap gangguan rantai pasokan, yang pada akhirnya membahayakan ekonomi dan keamanan nasional.”

Logam tanah harang yang berasal dari Tiongkok bukan hanya digunakan dalam produksi jet tempur siluman F-35 di Amerika Serikat, tetapi juga dalam turbin angin, motor kendaraan listrik, lensa kamera, serta konverter katalitik dalam mobil berbahan bakar bensin.(jhn/yn)

Epidemi di Tiongkok Menyebabkan Banyak Warga Paruh Baya Meninggal Dunia Secara Mendadak, Sehingga Menurunkan Harapan Hidup

Epidemi di Tiongkok terus berlanjut, dan banyak warga melaporkan kasus kematian mendadak di kalangan dewasa muda, terutama pada usia 40 hingga 60 tahun. Namun, pemerintah setempat diduga menyembunyikan data pandemi dan angka kematian sebenarnya, sehingga jumlah penduduk dan usia harapan hidup di Tiongkok diperkirakan jauh lebih rendah daripada data resmi yang diumumkan.

ETIndonesia. Pada 17 Januari, Biro Statistik Nasional Tiongkok mengumumkan bahwa jumlah penduduk di akhir tahun 2024 mencapai 1,408 miliar jiwa, turun 1,39 juta orang dibandingkan akhir tahun 2023, dengan tingkat pertumbuhan alami sebesar -0,99%. Namun, banyak warga yang merasakan penurunan populasi secara nyata dan membagikan video untuk mempertanyakan data resmi tersebut.

Seorang warga desa di Xingtai, Provinsi Hebei, bernama Huang mengatakan bahwa di desa-desa sekitarnya sering terjadi kasus kematian mendadak pada orang dewasa muda tanpa penyebab yang jelas. 

Baru-baru ini, seorang pria berusia sekitar 47-48 tahun ditemukan meninggal di tempat tidurnya sehari setelah menghadiri pesta pernikahan. Sebelumnya, ada juga kasus seorang ayah dan anak yang meninggal pada hari yang sama.

Huang, warga desa di Xingtai, Hebei: “Sejak memasuki musim dingin, banyak orang mengalami demam dan batuk. Banyak orang muda yang tampaknya sehat tiba-tiba meninggal mendadak, kebanyakan berusia empat puluhan. Di pedesaan, mereka biasanya tidak memeriksakan penyebab kematian ke rumah sakit. Krematorium pun kewalahan hingga tidak lagi mewajibkan kremasi, sehingga banyak keluarga memilih pemakaman tradisional. Kita sering melihat banyak makam baru di ladang-ladang.”

Seorang warga desa di Dali, Provinsi Yunnan, bernama Zhang mengatakan bahwa banyak kematian mendadak dan kasus stroke atau serangan jantung di desanya dialami oleh mereka yang telah menerima vaksin COVID-19 buatan dalam negeri.

Zhang, warga desa di Dali, Yunnan: “Di desa kami, sudah ada belasan orang yang terkena stroke, dan dua atau tiga orang meninggal dunia. Mereka berusia sekitar lima puluh hingga enam puluh tahun. Ini adalah efek samping dari vaksin. Sebelum divaksin, mereka sehat dan bugar, tetapi setelah disuntik, banyak yang terkena stroke dan meninggal dalam beberapa bulan. Begitu mereka terjatuh, biasanya tidak bisa diselamatkan lagi.”

Huang juga mengungkapkan bahwa virus COVID-19 sebenarnya belum pernah benar-benar hilang, tetapi pemerintah sengaja menyembunyikan fakta ini. Istrinya tertular virus sebelum Tahun Baru Imlek dan baru sembuh belakangan ini. Sedangkan dirinya sendiri sempat dirawat di rumah sakit selama sepuluh hari tahun lalu.

Huang, warga desa di Xingtai, Hebei: “Istri saya sakit selama hampir sebulan. Saya sendiri mengalami demam, nyeri dada, dan batuk yang tak kunjung sembuh pada bulan Mei tahun lalu. Setelah menjalani pemeriksaan sinar-X, dokter mengatakan itu adalah pneumonia. Rumah sakit daerah tidak sanggup menangani, jadi saya dirawat selama sepuluh hari di rumah sakit provinsi. Di rumah sakit, mereka tidak lagi menyebut penyakit ini sebagai COVID-19, tetapi banyak orang yang tahu apa yang sebenarnya terjadi.”

Menurut data resmi, pada tahun 2024, harapan hidup rata-rata di Tiongkok adalah 69,9 tahun untuk pria dan 78,5 tahun untuk wanita. Namun, banyak warga yang percaya bahwa angka sebenarnya jauh lebih rendah. 

Berdasarkan data dari krematorium, usia rata-rata pria yang dikremasi pada tahun 2024 adalah 63 tahun, sementara wanita adalah 67 tahun. Bahkan, seorang pegawai krematorium mengungkapkan bahwa sekitar 80% dari orang yang meninggal dunia berusia di bawah 60 tahun.

Lao Zhang, warga Xuzhou, Provinsi Jiangsu: “Saya sering mendengar teman-teman saya bercerita tentang orang-orang berusia lima puluhan yang meninggal mendadak. Mungkin ini ada hubungannya dengan vaksin. Selain itu, masalah keamanan pangan, begadang, stres emosional, kebiasaan minum alkohol, dan penyakit kardiovaskular juga menjadi faktor. Dulu, usia harapan hidup orang Tiongkok bisa mencapai sekitar 72-73 tahun, tetapi menurut informasi internal, sekarang rata-rata hanya sekitar 62-63 tahun.” (Hui)

Sumber : NTDTV.com 

Profesor Universitas Hawaii : Media Kiri Anti-Tradisi dan Anti-Agama, Bertentangan dengan Nilai-Nilai Amerika

EtIndonesia.  Dalam beberapa bulan terakhir, The New York Times telah menerbitkan sejumlah laporan yang tidak akurat tentang Shen Yun Performing Arts dan kelompok praktisi Falun Gong. Profesor Ilmu Politik dari Universitas Hawaii, Zhou Xiao, mengatakan bahwa ini adalah tindakan media kiri yang menentang tradisi dan agama, yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Amerika. Dia percaya bahwa jika masyarakat Amerika mengetahui kebenaran, mereka tidak akan mendukung tindakan tersebut.

Sejak Agustus 2024, The New York Times telah menerbitkan serangkaian artikel tentang Shen Yun dan Falun Gong, yang menggunakan wawancara sepihak, pemilihan materi yang bias, dan bahasa kritis untuk menyerang Shen Yun.

“Saya pikir Falun Gong adalah satu-satunya perwakilan rakyat Tiongkok yang memperjuangkan demokrasi dan kebebasan. Mereka juga pembela kebebasan berbicara, dan saya sangat menghargai itu,” Profesor Zhou Xiao, Universitas Hawaii. 

Zhou Xiao, yang pernah menulis artikel berjudul “Kesalahpahaman Amerika terhadap Pemerintahan Totaliter PKT”, telah mempelajari secara mendalam bagaimana Partai Komunis Tiongkok (PKT) memanfaatkan media kiri untuk menyesatkan negara-negara Barat.

“Saya termasuk orang yang cukup berani untuk mengkritik, meskipun saya berada di lingkungan akademis yang didominasi oleh kaum kiri. Akhir-akhir ini, saya sering mendapat tekanan di fakultas saya, tetapi saya merasa saya tidak seberani para praktisi Falun Gong. Mereka berani mengambil risiko besar demi memperjuangkan kebebasan dan demokrasi. Risiko itu mencakup tidak bisa pulang ke Tiongkok dan keluarganya yang terancam oleh PKT. Saya sangat menghargai keberanian mereka karena nilai-nilai yang mereka perjuangkan bukan hanya nilai-nilai Barat, tetapi nilai-nilai universal,” ujarnya. 

Amerika Serikat adalah negara yang didirikan atas dasar iman dan kepercayaan. Dalam Northwest Ordinance, para pendiri bangsa menyatakan bahwa agama, moralitas, dan pengetahuan adalah syarat penting untuk pemerintahan yang baik dan kebahagiaan manusia. Amerika juga dikenal sebagai negara yang kuat karena keberagamannya dan memiliki fondasi sosial yang dibangun di atas penghormatan dan perlindungan terhadap kebebasan beragama.

Namun, The New York Times, sebagai surat kabar berusia lebih dari satu abad, justru mengabaikan banyak kesaksian positif dari para karyawan dan keluarga Shen Yun. Mereka memilih sampel yang bias untuk melaporkan hal-hal negatif dan tidak mengakui fakta kekejaman PKT terhadap praktisi Falun Gong, termasuk penyiksaan dan pengambilan organ secara paksa. Sebaliknya, mereka malah merendahkan keyakinan jutaan orang di Tiongkok, Amerika, dan seluruh dunia.

“Saya melihat ini sebagai tindakan khas media kiri yang menentang tradisi dan agama. Serangan semacam ini mengingatkan saya pada metode yang digunakan oleh PKT. Sebagian besar jurnalis kiri dan akademisi, termasuk dosen di universitas, adalah ateis yang tidak memiliki kepercayaan agama. Begitu mereka mendengar kata ‘agama,’ secara naluriah mereka akan merasa tidak nyaman,” tambah Zhou Xiao. 

Baru-baru ini, beberapa jurnalis mengungkap bahwa media-media besar di Amerika, termasuk The New York Times, telah menerima dana besar dari pemerintah federal selama beberapa tahun terakhir. 

Elon Musk juga menuduh bahwa The New York Times menerima dana pemerintah. Meskipun tuduhan ini masih perlu diverifikasi lebih lanjut, kontroversi ini telah memicu perdebatan luas tentang independensi dan keadilan media.

Zhou Xiao: “Pertama, ada laporan bahwa The New York Times menerima banyak dana dari USAID, yang menunjukkan adanya pengaruh dari organisasi pemerintah. Kedua, mereka tidak mempublikasikan informasi tentang penganiayaan terhadap Falun Gong, terutama soal pengambilan organ secara paksa. Padahal, jika masyarakat umum mengetahuinya, mereka pasti akan bersimpati. Setiap tahun, saya memberi tahu mahasiswa saya tentang hal ini, dan mereka selalu merasa terkejut karena sebelumnya mereka tidak pernah mendengar informasi ini.”

Menurut Profesor Zhou, laporan yang bias semacam ini tidak mencerminkan nilai-nilai Amerika Serikat. Memberikan informasi yang komprehensif kepada masyarakat sangatlah penting.

“Media-media ini menentang agama dan menggunakan dana dari pemerintah dan pembayar pajak untuk melakukannya. Padahal, mayoritas masyarakat Amerika masih memiliki kepercayaan agama. Meskipun jumlah orang yang pergi ke gereja menurun, lebih dari 60% penduduk masih memiliki keyakinan religius dan tidak setuju dengan tindakan seperti ini. Saya pikir publik seharusnya bertanya kepada The New York Times, ‘Nilai apa yang sebenarnya kalian perjuangkan?’ Kaum kiri telah sepenuhnya meninggalkan kebebasan berbicara, demokrasi, dan terutama kebebasan individu. Mereka menindas dan menyensor media atau individu yang mempromosikan nilai-nilai tersebut,” kata Zhou Xiao. 

Dalam pernyataannya, Shen Yun Performing Arts mengatakan: “Selama hampir 20 tahun terakhir, kami telah menjadi target penindasan lintas negara oleh PKT. Meskipun terus diserang oleh The New York Times, kami akan tetap teguh menjalankan misi kami: menghidupkan kembali dan menampilkan keindahan, kemegahan, dan kekayaan spiritual dari peradaban Tiongkok yang berusia 5.000 tahun.” (Hui)

Sumber : NTDTV.com

Penyakit Misterius di Kongo Menewaskan Lebih dari 50 Orang, Kematian Terjadi dalam 48 Jam

EtIndonesia. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengumumkan bahwa sebuah virus tak dikenal telah ditemukan di barat laut Republik Demokratik Kongo . Pada 5 Oktober 2024, sebelum kampanye vaksinasi cacar air dimulai, tenaga medis di sebuah rumah sakit di Kongo mengadakan kegiatan sosialisasi kesehatan.

Pada hari Senin (25/2), dokter di Kongo dan WHO mengumumkan bahwa sebuah penyakit misterius telah menyebar di barat laut negara tersebut, menyebabkan lebih dari 50 kematian.

Kematian dalam 48 Jam, Dokter Mengkhawatirkan Wabah Ini

Direktur medis Rumah Sakit Bikoro (Bikoro Hospital), Serge Ngalebato, mengatakan kepada Associated Press (AP) bahwa sebagian besar pasien meninggal dalam waktu 48 jam setelah menunjukkan gejala, dan menambahkan: “Inilah yang benar-benar mengkhawatirkan.”

Wabah ini pertama kali muncul pada 21 Januari 2025, dan hingga kini telah tercatat 419 kasus, dengan 53 kematian.

Menurut kantor regional WHO di Afrika, penyakit ini pertama kali muncul di Kota Boloko, di mana tiga anak mengalami gejala demam berdarah setelah mengonsumsi daging kelelawar, dan meninggal dalam waktu 48 jam.

Penyakit Zoonosis di Afrika Meningkat 60% dalam 10 Tahun

Dalam beberapa dekade terakhir, para ilmuwan telah memperingatkan bahwa kebiasaan konsumsi satwa liar dapat meningkatkan risiko penyebaran penyakit dari hewan ke manusia.

WHO mencatat bahwa selama 10 tahun terakhir, jumlah wabah penyakit zoonosis di Afrika meningkat lebih dari 60%, yang mengindikasikan bahwa patogen berbahaya semakin sering berpindah dari hewan ke manusia.

Penyebaran Kedua di Kota Bomate, Semua Tes Ebola dan Marburg Negatif

Pada 9 Februari, WHO melaporkan bahwa penyakit misterius ini kembali muncul di Kota Bomate, menyebabkan 13 kasus tambahan. Sampel dari pasien telah dikirim ke Institut Nasional Penelitian Biomedis di ibu kota Kinshasa untuk dilakukan pengujian.

Hasil laboratorium menunjukkan bahwa semua sampel dinyatakan negatif untuk Ebola dan virus penyebab demam berdarah lainnya, seperti virus Marburg (juga dikenal sebagai virus “Green Monkey” atau penyakit monyet hijau).

Namun, beberapa sampel pasien menunjukkan hasil positif untuk malaria, sehingga kemungkinan penyakit ini berkaitan dengan wabah malaria yang lebih ganas atau mutasi patogen lainnya.

Wabah Misterius Sebelumnya di Kongo

Pada tahun lalu, di wilayah lain di RD Kongo, terjadi wabah penyakit misterius yang menyerupai flu, menyebabkan puluhan kematian. Setelah penyelidikan lebih lanjut, penyakit tersebut akhirnya diidentifikasi sebagai malaria.

Hingga saat ini, para ilmuwan dan otoritas kesehatan global masih berusaha mengidentifikasi penyakit baru ini, sambil terus memantau situasi untuk mencegah penyebaran yang lebih luas.(jhn/yn)

Gerbang Para Dewa di Peru: Portal Menuju Dimensi Lain

EtIndonesia. Pada tahun 1996, seorang pemandu lokal Peru bernama José Luis Delgado Mamani menemukan sebuah situs arkeologi kuno di Pegunungan Hayu Marca, dekat Danau Titicaca. Penemuan ini kemudian menjadi salah satu situs arkeologi paling misterius di Amerika Selatan. Tempat ini dikenal sebagai “Aramu Muru”, atau dengan nama yang lebih menggetarkan—Gerbang Para Dewa.

Danau Titicaca: Pusat Peradaban Kuno

Danau Titicaca adalah danau air tawar terbesar di Amerika Selatan dan danau tertinggi di dunia yang dapat dilayari oleh kapal besar. Danau ini merupakan rumah bagi suku Aymara, Quechua, dan berbagai komunitas pribumi lainnya. Sejak zaman kuno, Danau Titicaca telah menjadi pusat spiritual dan budaya, tempat berbagai tradisi dan kepercayaan leluhur berkembang.

Di tengah danau ini terdapat berbagai pulau dan desa yang menyimpan peninggalan sejarah. Salah satu situs arkeologi terpenting yang terletak di sekitar danau ini adalah Tiwanaku, yang berasal dari sekitar 400 SM. Situs ini masih dianggap sebagai salah satu warisan arkeologi paling penting di Amerika Selatan.

Gerbang Para Dewa di Pegunungan Hayu Marca

Pegunungan Hayu Marca, yang terletak di dekat Danau Titicaca, diyakini sebagai tempat suci bagi peradaban Inca. Salah satu struktur paling misterius di daerah ini adalah Gerbang Para Dewa, sebuah portal batu yang diukir langsung dari batuan granit. Struktur ini berbentuk pintu besar dengan tinggi dan lebar sekitar 7 meter, serta memiliki desain berbentuk huruf T. Di bagian tengahnya terdapat cekungan bundar, yang menurut sebagian ahli mungkin memiliki fungsi astronomi atau ritual.

Sejak dahulu, Gerbang Para Dewa selalu dikaitkan dengan berbagai legenda misterius. Asal-usul dan fungsinya hingga kini masih menjadi teka-teki. Beberapa teori menyebutkan bahwa gerbang ini merupakan peninggalan peradaban pra-Inca yang jauh lebih kuno, sementara teori lain beranggapan bahwa struktur ini mungkin dibangun oleh makhluk luar angkasa.

Berdasarkan legenda masyarakat pribumi, para pahlawan zaman kuno dikisahkan menyeberangi Gerbang Para Dewa untuk bertemu dengan para dewa. Mereka yang berhasil melewati portal ini dikatakan memperoleh kehidupan abadi dan hidup dalam kemuliaan bersama para dewa. Beberapa kisah bahkan menyebutkan bahwa ada individu yang kembali ke Bumi setelah berjumpa dengan para dewa, untuk mengawasi kerajaan mereka. Oleh karena itu, Gerbang Para Dewa sering disebut sebagai “Stargate”, sebuah pintu menuju dimensi lain atau dunia para dewa.

Legenda Inca dan Ritual Pengaktifan Gerbang Para Dewa

Salah satu legenda yang paling terkenal adalah kisah Aramu Muru, seorang pendeta Inca dari Kuil Tujuh Cahaya. Dikisahkan bahwa dia melarikan diri dari kejaran penjajah Spanyol sambil membawa sebuah cakram emas, yang dikenal sebagai “Kunci Dewa Tujuh Cahaya”. Setelah melarikan diri, dia dikatakan bersembunyi di Pegunungan Hayu Marca.

Dalam sebuah upacara sakral, Aramu Muru dan para pendeta lainnya menggunakan cakram emas untuk mengaktifkan Gerbang Para Dewa. Saat ritual berlangsung, portal ini dikabarkan memancarkan cahaya yang sangat terang, dan sesaat kemudian, Aramu Muru berjalan masuk ke dalamnya, menghilang tanpa jejak.

Hingga saat ini, Gerbang Para Dewa terus menarik perhatian banyak orang, mulai dari peneliti, spiritualis, hingga mereka yang percaya pada fenomena supranatural. Beberapa pengunjung melaporkan mengalami sensasi aneh, seperti energi yang kuat, halusinasi visual, hingga perasaan terhubung dengan dimensi lain saat berdiri di depan portal ini.

Bagi sebagian orang, Gerbang Para Dewa bukan hanya sebuah peninggalan kuno, tetapi juga sebuah portal menuju dunia spiritual atau alam semesta yang lebih luas, sebuah penghubung antara manusia dan makhluk dari dimensi lain. (jhn/yn)

AS akan Keluar dari PBB pada 2025? Anggota Kongres Partai Republik Mengajukan RUU

EtIndonesia. Baru-baru ini, Majelis Umum PBB dan Dewan Keamanan PBB secara berturut-turut mengadakan pemungutan suara mengenai resolusi terkait perang Rusia-Ukraina. Pergeseran sikap Amerika Serikat dalam pemungutan suara ini telah menarik perhatian dunia. Dalam pemungutan suara tersebut, Amerika Serikat bergabung dengan Rusia dalam menolak resolusi yang diajukan oleh Ukraina dan negara-negara Eropa, sehingga memperlihatkan adanya keretakan antara AS dan sekutu Eropanya.

Majelis Umum PBB mendukung resolusi yang diusulkan oleh Ukraina dan negara-negara Eropa, yang mengecam tindakan agresi Rusia, menuntut penarikan pasukan Rusia secara segera, serta menegaskan kembali dukungan terhadap kedaulatan dan integritas wilayah Ukraina. Resolusi ini akhirnya disetujui dengan 93 suara mendukung, 18 suara menolak, dan 65 suara abstain. Negara-negara yang menolak termasuk Amerika Serikat, Rusia, Belarus, dan Korea Utara, sementara Tiongkok, India, Arab Saudi, dan Brasil memilih abstain.

Sikap AS yang menolak resolusi ini sangat bertolak belakang dengan dukungan kuatnya terhadap Ukraina dalam beberapa tahun terakhir, mencerminkan perubahan besar dalam kebijakan luar negeri Washington. AS beralasan bahwa bahasa yang digunakan dalam resolusi ini terlalu keras dan tidak membantu dalam mencapai solusi damai, sebuah sikap yang berbeda dari pendirian negara-negara Eropa.

Ketidaksepakatan AS-Eropa di Dewan Keamanan PBB

Sementara itu, di Dewan Keamanan PBB, Amerika Serikat memimpin pengajuan sebuah resolusi yang menyerukan penghentian segera konflik Rusia-Ukraina, namun resolusi ini tidak secara eksplisit menyebut Rusia sebagai agresor. Resolusi ini didukung oleh 10 negara, termasuk Tiongkok, Rusia, dan Amerika Serikat, sementara 5 negara lainnya memilih abstain, sehingga akhirnya berhasil disahkan.

Namun, dalam prosesnya, negara-negara Eropa mengusulkan beberapa amandemen, termasuk mengubah istilah “konflik Rusia-Ukraina” menjadi “agresi penuh Rusia terhadap Ukraina”, tetapi semua amandemen tersebut gagal disetujui. Amerika Serikat juga memilih abstain terhadap usulan-usulan revisi tersebut, semakin menegaskan perbedaan pendapatnya dengan negara-negara Eropa.

RUU Kontroversial: AS Berencana Keluar dari PBB pada 2025?

Di tengah perbedaan pendapat ini, sekelompok senator dari Partai Republik mengajukan Rancangan Undang-Undang (RUU) yang mengejutkan dunia internasional. RUU tersebut berisi proposal agar Amerika Serikat keluar sepenuhnya dari PBB pada tahun 2025, menghentikan semua pendanaan untuk PBB dan lembaga-lembaga afiliasinya, serta melarang keterlibatan AS dalam perundingan internasional yang dipimpin oleh PBB.

Para pendukung RUU ini berpendapat bahwa “PBB telah menjadi wadah untuk menyerang kepentingan Amerika Serikat”. Mereka mengklaim bahwa dengan keluar dari PBB, Amerika dapat lebih baik melindungi kepentingan nasionalnya serta mempertahankan posisinya sebagai pemimpin global.

Namun, untuk bisa disahkan, RUU ini masih harus melewati persetujuan di DPR dan Senat, di mana Partai Demokrat dipastikan akan memberikan perlawanan keras. Hal ini membuat peluang lolosnya undang-undang ini sangat kecil.

Kebijakan Trump: Tinjauan Ulang Keanggotaan AS dalam Organisasi Internasional

Di sisi lain, Presiden AS, Donald Trump baru-baru ini menandatangani perintah eksekutif yang menginstruksikan Menteri Luar Negeri dan calon Duta Besar AS untuk PBB untuk meninjau kembali semua organisasi dan perjanjian internasional yang melibatkan Amerika Serikat.

Langkah ini dapat mengarah pada keluarnya AS dari ratusan organisasi internasional dan perjanjian global, yang semakin meningkatkan kekhawatiran di kalangan komunitas internasional bahwa Washington benar-benar sedang mempertimbangkan keluarnya dari sistem PBB secara keseluruhan.

Ketegangan di PBB: Masa Depan Perang Rusia-Ukraina Masih Penuh Ketidakpastian

Saat perang Rusia-Ukraina memasuki tahun ketiganya, perbedaan sikap antara berbagai negara di PBB semakin mencolok. Sementara Eropa terus menekan Rusia, Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Trump tampaknya mengambil pendekatan yang lebih pragmatis dan netral, dengan fokus pada negosiasi langsung dengan Rusia ketimbang mendukung Ukraina secara otomatis seperti sebelumnya.

Meski AS dan sekutu Eropanya kini menunjukkan perbedaan pandangan, perundingan damai antara Rusia dan Amerika Serikat tetap berjalan, dan nasib perang di Ukraina masih penuh dengan ketidakpastian.

Dengan potensi keluarnya AS dari PBB, perubahan kebijakan luar negeri Washington dapat mengguncang sistem geopolitik global, menimbulkan dampak besar bagi diplomasi internasional serta aliansi tradisional AS di dunia. (jhn/yn)

Sopir Truk di Tiongkok Berencana Luncurkan Mogok Nasional Gara-gara Pungli dan Diperas

EtIndonesia. Baru-baru ini, menurut informasi yang beredar di internet daratan Tiongkok, para sopir truk di Tiongkok tengah merencanakan mogok nasional untuk memprotes pungutan liar dan denda yang sewenang-wenang dari pihak berwenang Tiongkok.

Seorang kreator media independen Tiongkok mengatakan: “Rata-rata investasi di industri ini mencapai RMB.420.000 , tetapi banyak yang mengalami kerugian. Mereka menghadapi tekanan hidup yang besar.”

Menurut laporan dari situs pencatatan aksi protes massal di Tiongkok, para sopir truk berencana memulai mogok nasional pada pukul 00:00 tanggal 1 Maret. Tuntutan mereka adalah: “Meningkatkan tarif angkutan untuk menjamin kelangsungan hidup; menolak pemerasan dan menurunkan komisi; menolak harga rendah, bersatu untuk menyelamatkan diri, dan menentang pengendalian berlebihan serta denda yang semena-mena.”

Seorang kreator media independen Tiongkok menjelaskan: “Saat ini, jika seorang sopir truk menghasilkan RMB.100 , RMB.50 dihabiskan untuk bahan bakar, RMB.20 untuk tol, RMB.10 untuk berbagai biaya lainnya, sehingga hanya tersisa RMB.20 . Setelah membayar biaya bongkar muat, yang tersisa hanyalah sedikit uang saku.”

Banyak warga mengeluh di internet bahwa pendapatan dari satu kali perjalanan truk di Tiongkok saat ini bahkan tidak cukup untuk menutupi kenaikan harga solar, sehingga sulit bagi mereka untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Mantan Kepala Kepatuhan di sebuah perusahaan manajemen aset Tiongkok, Liang Shaohua, mengatakan: “Akar permasalahannya adalah ekonomi Tiongkok sedang menuju kehancuran, sehingga semua sektor mengalami kesulitan, dan truk hanyalah gambaran kecil dari situasi ini.”

Menurut laporan dari Federasi Logistik dan Pembelian Tiongkok, saat ini terdapat sekitar 16 juta sopir truk di negara itu, yang jumlahnya menurun setidaknya 14 juta dibandingkan enam tahun lalu.

Liang Shaohua menambahkan: “Selama periode penurunan ekonomi, banyak truk yang kapasitas angkutnya tidak terpakai secara maksimal. Ketika volume pengangkutan dan pendapatan menurun, mereka masih harus menanggung berbagai biaya tambahan, termasuk pungutan ilegal di pos-pos pemeriksaan yang didirikan oleh pemerintah. Dalam kondisi seperti ini, para sopir truk sangat sulit untuk tetap bertahan.”

Para sopir truk dari berbagai daerah telah menyebarkan informasi ini di media sosial. Namun, karena pemerintah Partai Komunis Tiongkok (PKT) biasanya menggunakan tindakan keras untuk menekan protes masyarakat, apakah aksi mogok ini akan berlangsung sesuai rencana masih perlu terus dipantau. (Hui)

Sumber : NTDTV.com 

AS – Ukraina akan Menandatangani “Perjanjian Mineral”? Trump: Rusia Setuju Pasukan Perdamaian Masuk Ukraina

EtIndonesia. Pada 24 Februari, Presiden AS, Donald Trump bertemu dengan Presiden Prancis, Emmanuel Macron untuk membahas solusi mengakhiri perang Rusia-Ukraina. Setelah pertemuan, Trump menyatakan kepada media bahwa pasukan Eropa kemungkinan akan memasuki Ukraina dengan status “penjaga perdamaian”, sebagai bagian dari kesepakatan untuk mengakhiri perang.

Trump menekankan bahwa Presiden Rusia, Vladimir Putin telah menyatakan kesediaannya untuk menerima kehadiran pasukan penjaga perdamaian Eropa di Ukraina, dan dia memperkirakan bahwa perang Ukraina dapat berakhir dalam beberapa minggu ke depan. Menurutnya, perjanjian terkait penyelesaian konflik ini telah mencapai tahap akhir.

Sementara itu, Macron menambahkan bahwa pasukan Eropa tidak akan ditempatkan di garis depan pertempuran, melainkan akan ditempatkan di Ukraina untuk menjamin implementasi kesepakatan damai.

 Perjanjian Mineral Bernilai Miliaran Dolar Antara AS dan Ukraina

Bersamaan dengan diskusi mengenai perdamaian, AS dan Ukraina sedang merundingkan perjanjian mineral bernilai miliaran dolar.

Menurut laporan dari Axios, sebuah media sayap kiri di AS, perjanjian ini akan mencakup pembentukan dana investasi rekonstruksi, dengan Ukraina berkomitmen untuk mengalokasikan 500 miliar dolar, jumlah yang dua kali lebih besar dari kontribusi AS.

Pemerintah AS berharap bahwa melalui perjanjian ini, Washington dapat memulihkan sebagian besar bantuan yang telah diberikan kepada Ukraina selama perang. Laporan menyebutkan bahwa kesepakatan ini kemungkinan akan segera ditandatangani.

Putin: Rusia Siap Menyuplai AS dengan Logam Tanah Jarang, Cadangan Kami Lebih Besar dari Ukraina

Dalam perkembangan terbaru, Trump juga mengungkapkan di media sosial bahwa dia tengah melakukan pembicaraan serius dengan Putin. Selain mendiskusikan penyelesaian perang, Putin menawarkan kerja sama ekonomi dengan AS, khususnya dalam bidang sumber daya alam.

Putin menyatakan bahwa Moskow siap memasok AS dengan mineral logam tanah jarang, dan menegaskan bahwa cadangan mineral Rusia jauh lebih besar dibandingkan dengan Ukraina.

Tawaran ini mengindikasikan bahwa Rusia sedang mencoba menggunakan kerja sama ekonomi sebagai alat diplomasi, dengan harapan bahwa AS dapat melonggarkan kebijakan yang selama ini mengisolasi Rusia.

Trump menegaskan bahwa pembicaraan dengan Rusia sejauh ini berjalan dengan baik, tanpa memberikan rincian lebih lanjut mengenai kemungkinan perubahan kebijakan AS terhadap Rusia.(jhn/yn)

Asupan Protein Anda Mungkin Hanya Batasan Minimum

Zena le Roux

Kehilangan massa otot terjadi lebih cepat dari yang Anda kira—terutama seiring bertambahnya usia. Inilah alasan mengapa meningkatkan asupan protein sekarang dapat membantu melindungi kekuatan dan umur panjang Anda.

Mengonsumsi cukup protein sangat penting untuk menjaga otot. Namun demikian, para ahli mengatakan bahwa rekomendasi asupan harian protein (RDA) tidak mencerminkan jumlah yang dibutuhkan untuk kesehatan otot yang optimal. Hal ini memiliki implikasi penting bagi penurunan berat badan yang sehat.

Untuk berkembang—bukan hanya bertahan hidup—Anda mungkin membutuhkan lebih banyak protein dari yang direkomendasikan.

Hanya Batas Minimum

“RDA untuk protein adalah jumlah minimum yang diperlukan untuk mencegah defisiensi, bukan tingkat optimal untuk kesehatan,” kata Angel Planells, seorang ahli diet terdaftar, kepada The Epoch Times.

Pedoman diet merekomendasikan orang dewasa mengonsumsi 0,8 gram protein per kilogram berat badan per hari.

Namun, kebutuhan protein di Amerika Serikat belum dievaluasi ulang sejak tahun 2005. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa rekomendasi protein seharusnya lebih tinggi dari RDA untuk kelompok tertentu, termasuk lansia, orang yang aktif, dan individu dengan kondisi kronis seperti obesitas atau diabetes tipe 2, menurut Kristen Smith, seorang ahli diet terdaftar dan juru bicara Academy of Nutrition and Dietetics.

Penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi protein melebihi RDA dapat mengoptimalkan kesehatan, terutama bagi lansia, dengan membantu mencegah kehilangan massa otot (sarcopenia), mempertahankan otot dan berat badan yang sehat, serta meningkatkan rasa kenyang.

Manfaat Mengonsumsi Protein yang Cukup

Asupan protein yang cukup sangat penting untuk membangun dan mempertahankan otot serta mendukung kekuatan fisik dan kesehatan metabolik. Konsumsi protein yang konsisten dalam jangka panjang dapat meningkatkan komposisi tubuh dengan mendorong pembakaran lemak sambil mempertahankan massa otot.

Massa otot rangka juga menjadi indikator utama kesehatan metabolik. Semakin banyak bukti menunjukkan bahwa massa dan kekuatan otot yang lebih besar dikaitkan dengan kesehatan yang lebih baik, umur yang lebih panjang, dan risiko penyakit yang lebih rendah.

Otot membantu mengurangi risiko penyakit kronis seperti diabetes tipe 2 dan penyakit kardiovaskular, kata Dr. Gabrielle Lyon, seorang dokter keluarga, pakar otot, dan penulis buku terlaris, kepada The Epoch Times.

Bagi mereka yang menurunkan berat badan, asupan protein sangat penting untuk mencegah kehilangan massa otot yang tidak disengaja. Idealnya, penurunan berat badan harus berasal dari simpanan lemak, karena lemak merupakan kontributor utama penyakit metabolik. Namun, massa otot—terutama otot rangka—sering kali ikut berkurang selama penurunan berat badan. Faktanya, 20 hingga 40 persen dari total penurunan berat badan bisa berasal dari otot, yang dapat berdampak buruk pada kesehatan jangka pendek dan panjang.

Selain menjaga otot, protein juga membantu mengurangi nafsu makan dan mendukung penurunan berat badan. Diet tinggi protein (high-protein diet, HPD)—dengan 20 hingga 35 persen kalori berasal dari protein atau 1,2 hingga 1,9 gram protein per kilogram berat badan per hari—efektif dalam mengurangi rasa lapar dan mencegah kenaikan berat badan kembali.

Seorang pria dengan berat 100 kilogram membutuhkan sekitar 120 hingga 190 gram protein per hari. Sebagai perbandingan, satu dada ayam mengandung sekitar 50 gram protein.

Protein meningkatkan hormon yang meningkatkan rasa kenyang dan menurunkan ghrelin, hormon yang memicu rasa lapar. Ini membantu meningkatkan rasa kenyang dan mengurangi asupan makanan. Selain itu, protein memiliki efek termik lebih tinggi, yang berarti tubuh membutuhkan lebih banyak energi untuk mencernanya dibandingkan dengan karbohidrat dan lemak—suatu keuntungan besar untuk pengendalian berat badan.

Berapa Banyak yang Kita Butuhkan?

Pedoman umum untuk asupan protein adalah sekitar 1 gram per pon berat badan ideal, atau sekitar 1,6 hingga 2,2 gram per kilogram. Jumlah ini cukup untuk sebagian besar orang, tetapi kebutuhan individu bervariasi tergantung usia, tingkat aktivitas, kondisi kesehatan, dan tujuan spesifik, menurut Lyon.

Selain atlet dan lansia, ibu hamil, individu yang dalam pemulihan dari penyakit, serta mereka yang mengelola kondisi kronis juga memiliki kebutuhan protein lebih tinggi untuk memenuhi tuntutan metabolisme mereka. Ini menunjukkan pentingnya strategi diet yang dipersonalisasi, bukan hanya mengandalkan rekomendasi umum, tambah Lyon.

Asupan protein jangka panjang sebesar 2 gram per kilogram berat badan per hari dianggap aman bagi orang dewasa yang sehat. Bagi mereka yang sangat aktif, batas atas yang dapat ditoleransi meningkat hingga 3,5 gram per kilogram per hari, menurut Stacy Sims, seorang fisiolog olahraga dan ilmuwan gizi dengan gelar doktor dalam fisiologi lingkungan olahraga dan nutrisi olahraga.

Seiring bertambahnya usia—terutama saat wanita memasuki menopause dan pria mencapai usia 60-an—tubuh menjadi kurang responsif terhadap efek olahraga dan asupan protein dalam membangun otot. Untuk mengatasi resistensi ini, orang-orang dalam kelompok usia ini harus mengonsumsi protein pada batas atas dari kisaran yang direkomendasikan, tambah Sims.

Membantah Mitos Protein

Salah satu kekhawatiran umum adalah bahwa diet tinggi protein dapat merusak ginjal. Namun, mitos ini telah dibantah. Studi tentang HPD pada orang obesitas dan data dari Nurses’ Health Study tidak menemukan penurunan fungsi ginjal akibat asupan protein tinggi.

Beberapa orang beranggapan bahwa HPD meningkatkan risiko patah tulang karena beban asam yang lebih tinggi. Namun, meta-analisis dari 74 uji coba terkontrol secara acak tidak menemukan perbedaan signifikan dalam kepadatan mineral tulang antara diet tinggi protein (16 hingga 45 persen energi harian dari protein) dan diet rendah protein (5 hingga 23 persen). Namun, penelitian ini tidak secara langsung menilai risiko patah tulang.

Sebaliknya, asupan protein rendah justru dikaitkan dengan osteoporosis pada lansia. Penelitian, termasuk Framingham Osteoporosis Study, menunjukkan bahwa asupan protein yang lebih tinggi dapat mencegah kehilangan massa tulang pada kelompok ini.

Mitos lain adalah bahwa protein nabati setara dengan protein hewani dalam hal nutrisi. Meskipun protein nabati bisa menjadi bagian dari pola makan sehat, mereka sering kali kekurangan satu atau lebih asam amino esensial dan harus dikonsumsi dalam jumlah lebih besar untuk menyamai efektivitas protein hewani dalam membangun otot, kata Lyon.

Memenuhi Kebutuhan Protein Anda

Lyon membagikan contoh rencana makan yang mencakup asupan protein seimbang untuk wanita dengan berat ideal 120 hingga 150 pon:

  • Sarapan: 2 butir telur besar dimasak dengan 3 ons daging kalkun tanpa lemak (33 gram protein)
  • Makan siang: 5 ons dada ayam panggang, 1 cangkir brokoli kukus, dan 1/2 cangkir quinoa matang (40 gram protein)
  • Camilan: 1 cangkir yogurt Yunani tanpa pemanis dengan 1 sendok makan biji chia dan segenggam beri (22 gram protein)
  • Makan malam: 6 ons salmon panggang dengan 1 cangkir bayam tumis dan 1 ubi panggang ukuran sedang (40 gram protein)

Lyon menjelaskan bahwa banyak orang meremehkan kebutuhan protein harian mereka dan tidak memprioritaskan makanan kaya protein dalam menu harian mereka. Selain itu, pola makan modern cenderung lebih banyak mengandung karbohidrat dan lemak daripada protein, sebagian karena faktor kenyamanan dan ketersediaan makanan.

Hubungan Antara Makanan Sehari-hari, Kerutan, dan Penyakit Kronis

Shan Lam dan JoJo Novaes

Advanced glycation end products (AGEs) atau Produk akhir glikasi lanjutan dapat mempercepat penuaan dan dikaitkan dengan perkembangan serta progresi penyakit kronis seperti diabetes, penyakit kardiovaskular, dan penyakit neurodegeneratif. 

Senyawa ini terutama ditemukan dalam makanan yang dimasak pada suhu tinggi, seperti panggangan, bakaran, gorengan, dan makanan yang digoreng dalam minyak banyak.

Huang Yunqian, seorang ahli gizi untuk Ujian Masuk Perguruan Tinggi Nasional Taiwan (TNCEE) dan dosen kesehatan diabetes, baru-baru ini membahas risiko kesehatan dari AGEs dalam program “Health 1+1” di NTDTV. Ia juga memberikan saran tentang cara mengurangi dampaknya melalui pola makan dan penyesuaian gaya hidup.

Kerusakan pada Berbagai Organ

AGEs dapat memengaruhi berbagai protein dalam tubuh, termasuk insulin yang mengatur kadar gula darah. Menurut Huang, penelitian menunjukkan bahwa asupan AGEs dalam jangka panjang dapat meningkatkan resistensi insulin dan risiko diabetes tipe 2.

Akumulasi AGEs yang berlebihan dalam tubuh dapat berdampak buruk pada beberapa organ:

  • Tulang: AGEs yang berikatan dengan protein tulang dapat menyebabkan osteoporosis atau radang sendi.
  • Ginjal: Ginjal biasanya membuang AGEs melalui urin, tetapi akumulasi berlebih dalam plasma dapat merusak fungsi ginjal dan menyebabkan penyakit ginjal kronis.
  • Otot: AGEs dapat menyebabkan kehilangan massa otot, yang berpotensi mengarah pada sarkopenia.
  • Otak: AGEs dapat menyebabkan gangguan kognitif.
  • Kulit: Kombinasi AGEs dengan kolagen dan serat elastis dapat mengurangi elastisitas kulit, menyebabkan peningkatan peradangan, kulit kering, dan keriput.

Pola Makan yang Meningkatkan AGEs

Huang menjelaskan bahwa lingkungan eksternal yang tidak mendukung, seperti paparan sinar ultraviolet dan polusi udara, dapat mempengaruhi akumulasi AGEs dalam tubuh. Beberapa pilihan makanan juga dapat mempercepat penumpukan ini, termasuk:

  • Makanan panggangan seperti daging bakar, sosis, dan hot dog.
  • Makanan yang dimasak pada suhu tinggi, terutama yang ditumis dengan minyak berasap.
  • Camilan dan minuman manis, terutama minuman seperti bubble tea, teh buah, dan minuman manis lainnya yang sering mengandung sirup tinggi gula, susu kental manis, atau perasa buatan. Asupan gula berlebih ini berisiko menyebabkan obesitas, resistensi insulin, dan gangguan metabolisme.
  • Makanan tinggi minyak dan gula, seperti donat. Huang menyarankan bagel sebagai alternatif yang lebih baik karena bagel direbus terlebih dahulu sebelum dipanggang, sehingga mengurangi kandungan AGEs. Produk berbasis tepung dengan kulit renyah, seperti roti dan croissant, cenderung memiliki tingkat AGEs lebih tinggi.
  • Memanggang roti juga dapat menghasilkan AGEs dalam jumlah signifikan akibat reaksi Maillard, yang terjadi ketika tepung, gula, dan mentega dipanaskan pada suhu tinggi. Huang merekomendasikan roti kukus sebagai pengganti roti panggang saat mengonsumsi selai, karena roti kukus dimasak dengan uap air dan menghasilkan lebih sedikit AGEs.

Strategi Memasak untuk Mengurangi AGEs

Huang menyarankan metode memasak berikut untuk meminimalkan pembentukan AGEs dalam makanan:

  • Gunakan suhu rendah: Kukus, rebus, atau ungkep untuk menghindari efek suhu tinggi dari memanggang atau menggoreng.
  • Kurangi waktu memasak: Meskipun memasak dengan suhu rendah, sebaiknya tetap memperpendek waktu pemanasan.
  • Konsumsi makanan mentah: Perbanyak konsumsi sayur dan buah mentah untuk mencegah hilangnya nutrisi dan reaksi glikasi selama memasak.
  • Tambahkan bahan makanan mentah yang pedas: Tomat, basil, dan bawang kaya akan antioksidan yang dapat mengurangi produksi AGEs.
  • Marinasi daging dengan lemon: Merendam daging dalam air lemon selama setidaknya satu jam sebelum dipanggang atau digoreng dapat secara efektif mengurangi produksi AGEs.
  • Pilih daging rendah lemak: Lebih baik mengonsumsi ayam, ikan, dan makanan laut dibandingkan daging merah berlemak tinggi seperti daging sapi wagyu. Produk kedelai juga bisa dijadikan alternatif pengganti daging.

Modifikasi Gaya Hidup untuk Meminimalkan AGEs

Huang juga menyarankan beberapa perubahan gaya hidup untuk mengurangi akumulasi AGEs dalam tubuh dan mempercepat pembuangannya:

  1. Perbanyak konsumsi buah dan sayur segar
    • Buah dan sayur kaya akan antioksidan yang membantu menetralkan serta mempercepat pembuangan AGEs dari tubuh. Huang merekomendasikan konsumsi sayur dan buah dengan “tujuh warna” untuk mendapatkan berbagai fitokimia yang bermanfaat.
    • Menambahkan mentimun segar ke dalam makanan yang digoreng dapat membantu mengurangi dampak buruknya.
  2. Rutin berolahraga
    • Olahraga dapat meningkatkan metabolisme dan membantu tubuh membuang zat sisa, termasuk AGEs.
  3. Cukupi kebutuhan cairan
    • Minum lebih banyak air dapat memperlancar metabolisme, membantu tubuh menghilangkan zat sisa, menjaga kelembapan kulit, serta mengurangi dampak AGEs pada kulit.
  4. Konsumsi makanan seimbang
    • Ahli gizi merekomendasikan model “piring makan sehat” untuk panduan pola makan.
    • Pastikan konsumsi sayuran lebih besar dari ukuran kepalan tangan. Minimal setengah mangkuk sayuran matang atau 100 gram selada harus dikonsumsi setiap kali makan untuk mencukupi serat dan antioksidan, serta mendukung kesehatan pencernaan dan pembuangan AGEs.
  5. Gunakan masker
    • Masker dapat mengurangi paparan polusi udara dan melindungi kulit dari partikel halus (PM2.5) serta polutan lainnya, yang dapat menyebabkan stres oksidatif dan peradangan.
  6. Gunakan tabir surya
    • Sinar ultraviolet mempercepat penuaan kulit, sehingga dianjurkan memakai tabir surya berbahan mineral setiap kali berada di luar ruangan, bahkan pada hari mendung atau saat hanya keluar sebentar.

Deteksi Tingkat AGEs

Dulu, pengukuran AGEs memerlukan tes darah, tetapi dengan kemajuan teknologi, kini tersedia metode non-invasif menggunakan perangkat berbasis sinar ultraviolet.

Beberapa perangkat wearable, seperti jam tangan pintar, juga dapat digunakan untuk memantau tingkat AGEs secara berkelanjutan. Selain itu, kondisi kulit juga dapat menjadi indikator alami akumulasi AGEs dalam tubuh—kulit kusam dan bertambahnya keriput bisa menjadi tanda penumpukan AGEs yang berlebihan.

Trump dan Macron Bahas Masa Depan Ukraina di Tengah Perbedaan Pandangan

“Fokus kami adalah mencapai gencatan senjata secepat mungkin, dan pada akhirnya perdamaian permanen,” kata Trump

Emel Akan dan Travis Gillmore

EtIndonesia— Dalam pertemuan di Gedung Putih pada 24 Februari, Presiden AS Donald Trump dan Presiden Prancis Emmanuel Macron sama-sama menyuarakan keinginan kuat untuk segera mengakhiri perang di Ukraina. Namun, perbedaan pandangan mereka mengenai isu-isu utama, seperti rekonstruksi Ukraina, jaminan keamanan, dan penggunaan aset Rusia yang dibekukan, menjadi semakin jelas.

Trump memulai pekan diplomasi intens dengan pertemuan pertamanya dengan Macron dalam upaya mendorong pembicaraan damai antara Rusia dan Ukraina. Dia juga dijadwalkan bertemu dengan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer pada 27 Februari.

“Fokus kami adalah mencapai gencatan senjata secepat mungkin, dan pada akhirnya perdamaian permanen,” kata Trump dalam konferensi pers bersama setelah pertemuan bilateralnya dengan Macron.

“Saya percaya Emmanuel setuju dengan saya dalam banyak hal penting, terutama bahwa ini adalah waktu yang tepat. Ini mungkin satu-satunya waktu,” lanjut Trump, merujuk pada kesepakatan damai.

Dia memuji Macron karena sepakat bahwa Eropa, bukan hanya Amerika Serikat, harus menanggung biaya menjaga perdamaian dan keamanan jangka panjang Ukraina.

Trump juga mengatakan bahwa pemerintahannya mengambil langkah tegas untuk meninggalkan pendekatan kebijakan luar negeri pemerintahan Biden.

Macron sependapat dengan keinginan Trump untuk mengakhiri perang, tetapi menekankan bahwa kepentingan Ukraina dan Eropa harus diperhitungkan.

“Kami ingin perdamaian segera, tetapi kami tidak ingin kesepakatan yang lemah,” kata Macron.

Presiden Prancis itu mencatat bahwa jaminan keamanan akan dinegosiasikan sebagai bagian dari paket perdamaian dan keamanan yang komprehensif, seraya menyebut bahwa Trump mendukung pendekatan tersebut.

“Ini adalah titik balik, menurut saya,” kata Macron.

Trump tidak banyak berkomentar mengenai jaminan keamanan untuk Ukraina.

“Eropa harus mengambil peran utama dalam memastikan keamanan jangka panjang Ukraina, dan mereka memang ingin melakukannya. Itu bukan langkah besar,” kata Trump.

“Langkah besar adalah apa yang akan terjadi dalam beberapa minggu ke depan,” tambahnya, merujuk pada pembicaraan damai.

Perbedaan Pandangan Tentang Rekonstruksi Ukraina

Saat ditanya oleh seorang reporter Prancis tentang kontribusi untuk rekonstruksi Ukraina di masa depan, Trump tidak berkomitmen untuk memberikan bantuan.

Dia menyebut pertanyaan itu “sedikit aneh,” dengan menekankan bahwa AS sudah memberikan kontribusi besar untuk pertahanan Ukraina.

Macron menyarankan agar aset Rusia yang dibekukan dimasukkan dalam negosiasi perdamaian dan digunakan untuk mendukung Ukraina.

“Saya mendukung gagasan bahwa Ukraina harus dikompensasi terlebih dahulu,” katanya. “Pada akhirnya ini akan menjadi pinjaman, dan Rusia yang akan membayarnya.”

Trump menyela Macron: “Jika Anda percaya itu, saya tidak masalah,” katanya. “Kami sedang menegosiasikan semuanya, dan semuanya ada di meja perundingan.”

Pembicaraan dengan Rusia

Kunjungan Macron ke Gedung Putih bertepatan dengan peringatan tiga tahun dimulainya konflik antara Ukraina dan Rusia. Upacara peringatan di Ukraina mengenang kehilangan ratusan ribu tentara.

Pada 24 Februari, Trump mengumumkan bahwa negosiasi dengan Rusia sedang berlangsung dan bahwa kedua negara berupaya meningkatkan hubungan perdagangan dan ekonomi dalam waktu dekat.

“Saya sedang dalam pembicaraan serius dengan Presiden Vladimir Putin dari Rusia mengenai penghentian perang, serta transaksi Pengembangan Ekonomi besar yang akan terjadi antara Amerika Serikat dan Rusia,” tulis Trump di platform Truth Social miliknya. “Pembicaraan berjalan sangat baik!”

Steve Witkoff, utusan khusus AS untuk Timur Tengah, mengungkapkan hal serupa dalam acara “Face the Nation” di CBS, menyatakan bahwa perusahaan-perusahaan AS akan dapat kembali ke Rusia setelah kesepakatan damai tercapai.

Pertemuan langsung dengan Putin diperkirakan akan terjadi, menurut pernyataan Trump dalam beberapa pekan terakhir, meskipun belum ada tanggal yang ditetapkan.

“Pada waktu yang tepat, saya akan pergi ke Moskow,” kata Trump kepada wartawan dalam pertemuan bilateral. “Saya pikir perang bisa berakhir dalam hitungan minggu.”

Ketegangan dengan Zelenskyy dan Uni Eropa

Pada 18 Februari, pejabat AS dan Rusia bertemu di Arab Saudi untuk membahas persyaratan gencatan senjata. Ukraina tidak ikut serta dalam perundingan tersebut, yang menimbulkan kekhawatiran di Kyiv dan Uni Eropa.

Baru-baru ini, Trump mempertanyakan peran dan efektivitas Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy dalam negosiasi sebelumnya terkait perang.

Pekan lalu, Trump dan Zelenskyy saling bertukar sindiran, dengan Trump menyebut pemimpin Ukraina itu sebagai “diktator” karena tidak mengadakan pemilu selama perang, sementara Zelenskyy menuduh Trump terjebak dalam “ruang disinformasi.”

Trump kemudian mengatakan bahwa kesepakatan dengan Ukraina hampir selesai, yang akan memungkinkan AS mendapatkan akses ke mineral langka negara itu sebagai imbalan atas bantuan yang telah diberikan sejauh ini.

“Saya pikir itu sedang terjadi. Kami telah membuat banyak kemajuan,” kata Trump dalam konferensi persnya.

Sumber : Theepochtimes.com

Influencer Tiongkok Memperoleh 2,8 Juta Pengikut dalam Sehari Karena Melempar Pancake Seperti Bola Basket

EtIndonesia. Seorang influencer Tiongkok yang mengelola kios pancake daun bawang dan terkenal dengan teknik uniknya yang menyerupai melempar bola basket telah menarik 2,8 juta pengikut hanya dalam satu hari.

Jump Shot Brother, dari Fushun, Provinsi Liaoning, Tiongkok timur laut, adalah seorang pedagang kaki lima dan sekarang memiliki hampir 8 juta pengikut di internet.

Profilnya mengatakan: “Spesialis dalam berbagai jenis makanan yang terbuat dari tepung dan populer di seluruh Tiongkok, seperti pancake tanpa minyak, pancake daun bawang, dan pancake renyah beraroma saus.”

Akunnya menampilkan serangkaian video di mana dia dengan terampil mengeluarkan pancake yang baru dimasak lalu memutar dan memotongnya dengan cekatan.

Kemudian, alih-alih mengemas pancake dengan cara biasa, dia melemparkannya dengan tepat ke dalam kantong plastik kecil, menyerupai melakukan jump shot bola basket, sambil mengobrol santai dengan pelanggan di kiosnya.

Selain itu, kata-kata “enam yuan” menjadi populer di kalangan pemirsanya saat dia mengucapkan slogan tersebut sebagai respons atas pertanyaan pelanggan.

Dalam satu video yang diunggah pada tanggal 17 Februari, ketika seorang wanita bertanya kepadanya: “Hei, saya akan membuka mulut saya, dan Anda dapat menyemprotkan pancake langsung ke perut saya?” ia menjawab: “12 yuan.”

Pelanggan yang kebingungan itu kemudian bertanya: “Kok bisa semahal itu,” dan dia menjawab: “Tambah 6 yuan untuk pengiriman.”

Jump Shot Brother telah mengunggah video selama lebih dari empat tahun, dan unggahan-unggahannya sebelumnya hanya menarik sedikit respons.

Baru-baru ini, beberapa videonya menarik lebih banyak pemirsa secara daring.

Namun, olok-oloknya dengan pelanggan akhirnya mengubahnya menjadi sensasi daring, membuatnya memperoleh 2,77 juta pengikut baru hanya dalam satu hari dan mengumpulkan lebih dari 1,3 miliar penayangan.

Video-video Jump Shot Brother telah menimbulkan gelak tawa di media sosial daratan.

Seorang netizen berkata: “Dengan kecepatannya membuat pancake, Flash, pahlawan super DC, bahkan akan membawa dua potong pancake saat dia lewat dengan cepat.”

“Si abang ini benar-benar tahu apa yang harus dilakukan. Dia menjadi viral dengan menjual pancake dan melakukan jump shot. Mengesankan!” kata yang lain.

Yang ketiga menyarankan: “Jangan lupakan asal usulmu, ikuti hati nuranimu, dan jangan mencari uang dengan cara yang jahat, begitulah caramu bisa melangkah lebih jauh.”(yn)

Sumber: scmp

Seorang Wanita Kulit Putih Menuntut Klinik IVF Setelah Melahirkan Bayi Kulit Hitam Milik

EtIndonesia. Seorang wanita AS mengambil tindakan hukum terhadap sebuah klinik fertilitas setelah suatu kesalahan pada dasarnya membuatnya menjadi ibu pengganti yang tidak disengaja, mengandung dan akhirnya mengandung bayi pasangan lain, dan harus menyerahkan hak asuh.

Hari ketika Krystena Murray mengetahui bahwa dia hamil setelah menjalani perawatan IVF di klinik Coastal Fertility pada bulan Mei 2023 adalah salah satu hari paling bahagia dalam hidupnya, tetapi kebahagiaan itu segera berubah menjadi mengerikan ketika dia melahirkan pada bulan Desember tahun yang sama.

Meskipun berkulit putih dan memilih donor sperma berkulit putih, Krystena melahirkan anak laki-laki berkulit hitam. Dia tidak mengizinkan keluarga dan teman-temannya melihat bayi itu, dan pada bulan Januari tahun lalu, tes DNA menegaskan bahwa dia dan bayinya tidak memiliki hubungan genetik.

Murrya memberi tahu klinik IVF tentang kekacauan yang mengerikan itu, tetapi memutuskan untuk tetap mempertahankan bayi itu dan bahkan membesarkannya selama beberapa bulan hingga orangtua kandungnya mengajukan hak asuh.

“Untuk menggendong bayi, jatuh cinta padanya, melahirkannya, dan membangun ikatan khusus yang unik antara ibu dan bayi, semua itu dilakukan agar dia diambil alih. Saya tidak akan pernah pulih sepenuhnya dari ini,” kata Krystena Murray yang patah hati dalam sebuah pernyataan.

Wanita itu secara sukarela menyerahkan hak asuh atas bayi yang dikandungnya setelah tim hukumnya mengatakan bahwa dia tidak memiliki peluang untuk mendapatkan hak asuh atas orangtua kandungnya. Dia sekarang tinggal bersama orangtuanya di negara bagian lain, dengan nama yang berbeda.

“Saya senang. Saya adalah seorang ibu. Dia tampan dan sempurna, tetapi juga sangat jelas ada sesuatu yang salah,” kata Murray saat konferensi pers saat mengumumkan gugatannya terhadap Coastal Fertility Clinic. “Bayiku bukan anakku secara genetik – dia tidak memiliki darahku, dia tidak memiliki mataku, tetapi dia adalah dan akan selalu menjadi anakku.”

Pengacara Krystena Murray menekankan keterkejutan yang dialaminya saat pertama kali melihat bayi itu. Sementara dia adalah seorang wanita Kaukasia yang memilih donor sperma dengan penampilan serupa, bayinya adalah orang Afrika Amerika.

Coastal Fertility Clinic telah mengakui kesalahan tersebut tetapi mengklaim bahwa itu adalah “peristiwa yang terisolasi dan tidak ada pasien lain yang terkena dampaknya,” dan menambahkan bahwa mereka telah menerapkan tindakan pengamanan lebih lanjut untuk memastikan hal seperti itu tidak terjadi lagi.(yn)

Sumber: odditycentral

Pilot yang Alergi Terhadap Laba-laba Digigit Tarantula di Tengah Penerbangan

EtIndonesia. Seorang pilot dengan alergi parah terhadap laba-laba digigit tarantula yang menyelinap di tengah penerbangan — yang menyebabkan penundaan selama berjam-jam saat pesawat difumigasi setelah mendarat dengan selamat, menurut laporan.

Pilot tersebut mengoperasikan Airbus A320 Iberia yang terbang dari Düsseldorf, Jerman, ke ibu kota Spanyol, Madrid, pada hari Jumat (23/2) ketika dia menderita reaksi alergi parah dari arakhnida yang mengerikan itu, Canarian Weekly melaporkan.

Pilot tersebut segera diobati dengan Urbasón, kortikosteroid dengan sifat anti-inflamasi dan imunosupresif, yang ada dalam kotak pertolongan pertama dalam penerbangan, kata outlet tersebut.

Meskipun terjadi serangan mendadak, pesawat mendarat dengan selamat di ibu kota Spanyol dan penumpang turun dengan selamat, kata laporan itu.

Pesawat itu ditahan sementara tim spesialis di Bandara Madrid mengasapi pesawat untuk mengeluarkan atau membunuh ancaman berkaki delapan itu, outlet tersebut melaporkan.

Para penyelidik meyakini tarantula tersebut masuk ke dalam pesawat melalui bagasi pada penerbangan sebelumnya antara Madrid dan Casablanca, sebuah kota di Maroko, menurut outlet tersebut.

Meskipun tidak jelas apakah pilot tersebut memerlukan perawatan medis lebih lanjut, Iberia Airlines mengonfirmasi kepada outlet tersebut bahwa pilot tersebut baik-baik saja dan tidak mengalami efek kesehatan yang bertahan lama.

Perawatan tersebut menunda penerbangan terjadwal berikutnya dari Madrid ke Vigo, dengan penundaan sekitar tiga jam yang dikaitkan dengan masalah perawatan sebelum penumpang mengetahui alasan sebenarnya dari penundaan tersebut sebelum naik pesawat, menurut laporan tersebut.

Penumpang tampak tidak nyaman saat menaiki pesawat — memeriksa kursi dan barang bawaan untuk mencari tanda-tanda arakhnida, kata outlet tersebut.

Meskipun merasa tidak nyaman, penerbangan ke Vigo mendarat dengan selamat sekitar tengah malam waktu setempat tanpa penampakan tarantula. (yn)

Sumber: nypost

Lebih Banyak Tanda-tanda Kemerosotan Tiongkok

Pemerintah daerah di Tiongkok telah mengalami kekurangan uang tunai hingga mereka terpaksa membayar tagihan dengan apartemen yang belum selesai dan belum terjual akibat krisis properti

Milton Ezrati 

Semakin banyak tanda-tanda yang menunjukkan betapa parahnya krisis keuangan yang melanda Tiongkok. Pemerintah daerah tampaknya begitu mengalami kekurangan uang tunai, mereka menggunakan apartemen yang belum selesai dibangun dan belum terjual sebagai alat pembayaran. Tujuannya, tak lain demi melunasi utang mereka akibat krisis properti yang sedang berlangsung.

Jenis barter seperti ini menunjukkan kemunduran ke dalam sistem ekonomi primitif yang biasanya ditemukan di negara-negara dunia ketiga. Hal ini mencerminkan seberapa jauh Tiongkok telah jatuh dan betapa banyak yang harus dilakukan Beijing untuk kembali ke jalur pembangunan yang ideal.

Akar dari permasalahan ini cukup jelas dan seharusnya sudah tidak asing bagi para pembaca tetap kolom ini. Beijing menanam benih krisis ini dengan bertahun-tahun mempromosikan pengembangan real estat perumahan secara berlebihan.

Pada tahap awal pembangunan Tiongkok, penekanan ini memang sesuai. Namun, Beijing terus memberikan kemudahan dalam pembiayaan dan dukungan dari pemerintah daerah terlalu lama setelah kebutuhan perumahan negara tersebut terpenuhi.

Dikarenakan dukungan besar dari Beijing, para pengembang dapat menawarkan kesepakatan menarik kepada calon pembeli rumah, sehingga meningkatkan pembelian, sementara mereka sendiri memanfaatkan situasi yang tampaknya menguntungkan dengan membiayai sebanyak mungkin proyek pengembangan menggunakan utang.

 Pada saat yang sama, pemerintah daerah yang menikmati pendapatan besar dari penjualan tanah juga meminjam dana dalam jumlah besar untuk menciptakan lingkungan kota yang menarik.

Pada puncaknya, sektor real estat di Tiongkok  menyumbang hampir 25 persen dari ekonomi negara. Sebagai perbandingan, sebagian besar negara maju jarang mengalokasikan lebih dari 5 persen dari produk domestik bruto (PDB) mereka untuk pengembangan real estat, sehingga angka ini mencerminkan sejauh mana ketergantungan ekonomi Tiongkok terhadap sektor ini.

Pada tahun 2019, ketika para perencana di Beijing mulai menyadari bahwa pembangunan perumahan telah mencapai tingkat yang berlebihan, mereka tiba-tiba menarik dukungan sebelumnya. Karena perubahan ini dilakukan tanpa peringatan yang memadai, baik pengembang maupun pemerintah daerah tak memiliki waktu untuk menyesuaikan diri.

Dampaknya pertama kali terlihat pada para pengembang. Mereka mulai gagal memenuhi kewajibannya. Tanda-tanda pertama dari bencana ini muncul pada tahun 2021 ketika raksasa properti Evergrande mengumumkan bahwa mereka tidak dapat memenuhi kewajiban sebesar sekitar $300 miliar. Setelah itu, beberapa pengembang lainnya juga mengalami kegagalan serupa.

Tak heran, aktivitas konstruksi pun terhenti, begitu pula laju pembelian rumah. Sistem keuangan ikut terkena dampak akibat banyaknya utang yang tidak terbayar, terutama karena pada saat yang sama, banyak rumah tangga Tiongkok yang telah membeli properti dari para pengembang juga tidak mampu menyelesaikan pembayaran dan menolak untuk melanjutkan cicilan hipotek mereka. Karena Beijing menolak menerapkan kebijakan untuk meredakan tekanan keuangan ini, krisis pun semakin parah.

Ketika masalah ini terus memburuk, pemerintah daerah yang sebelumnya mengandalkan pendapatan dari penjualan tanah tiba-tiba kehilangan sumber kas utama mereka, sehingga mereka tidak mampu memenuhi kewajiban utang yang telah mereka ambil selama masa booming serta gagal membiayai layanan publik untuk penduduk mereka. 

Tak hanya pemberi pinjaman yang diminta menunggu pembayaran, tetapi pemerintah daerah juga menunda pembayaran kepada kontraktor untuk berbagai layanan, termasuk utilitas, pengumpulan sampah, pembersihan jalan, dan perbaikan infrastruktur. Dalam beberapa kasus, masalah ini menjadi begitu parah hingga pegawai negeri sipil—seperti guru, tenaga medis, polisi, dan pemadam kebakaran—harus menunggu gaji mereka.

Karena tidak memiliki uang tunai untuk membayar tagihan, pengembang dan pemerintah daerah akhirnya menggunakan satu-satunya aset yang masih mereka miliki dalam jumlah besar untuk melunasi utang mereka: apartemen yang belum selesai dan belum terjual.

Berikut beberapa contoh yang menggambarkan situasi ini:

  • Kota Changji di Tiongkok membayar utang gas sebesar $25 juta kepada Xinjiang East Universe Gas dengan sekitar 260 apartemen yang sebelumnya direncanakan sebagai kompleks hunian mewah.
  • Shanghai Urban Architecture Design menerima 115 apartemen untuk melunasi utang senilai sekitar $10 juta.
  • Departemen kepolisian di Kabupaten Dejiang, Yuping, dan Sinan di Tiongkok melunasi utang sebesar $10 juta kepada pengembang perangkat lunak dengan mentransfer kepemilikan apartemen dari pengembang properti yang gagal.

Patut diapresiasi kreativitas orang-orang yang terlibat dalam skema ini. Namun, fakta bahwa sistem ini telah berubah menjadi bentuk ekonomi barter menunjukkan betapa seriusnya krisis ekonomi dan keuangan yang sedang terjadi di Tiongkok.

Seandainya Beijing bertindak cepat ketika tanda-tanda awal kegagalan mulai terlihat, masalah ini mungkin bisa dicegah. Namun, kenyataannya, pemerintah baru mulai mengambil langkah pada akhir tahun 2023—dua tahun penuh setelah Evergrande runtuh.

Sayangnya, kebijakan yang telah diterapkan sejauh ini masih belum cukup untuk menghentikan krisis yang telah berkembang selama bertahun-tahun.

Pendapat yang diungkapkan dalam artikel ini merupakan opini penulis dan tidak mencerminkan pandangan The Epoch Times.

Milton Ezrati adalah editor kontributor di The National Interest, afiliasi dari Center for the Study of Human Capital di Universitas Buffalo (SUNY), dan kepala ekonom di Vested, sebuah perusahaan komunikasi berbasis di New York. Sebelum bergabung dengan Vested, ia menjabat sebagai kepala strategi pasar dan ekonom di Lord, Abbett & Co. Ia juga sering menulis untuk City Journal dan secara rutin berkontribusi di Forbes. Buku terbarunya adalah “Thirty Tomorrows: The Next Three Decades of Globalization, Demographics, and How We Will Live.”