Bayi Dievakuasi di Dalam Ember Saat Banjir Melanda Hubei, Tiongkok, Warga Menuding Ada Pelepasan Air Bendungan Tanpa Peringatan (Disertai Video)

Sejak memasuki musim panas, berbagai wilayah di Tiongkok terus dilanda banjir. Beredar video di internet yang menunjukkan banjir mendadak melanda Kota Longgang, Kabupaten Yangxin, Provinsi Hubei, sehingga warga yang tidak sempat menyelamatkan diri harus mengevakuasi seorang bayi dengan meletakkannya di dalam sebuah ember plastik. Sejumlah warganet setempat menuduh pihak berwenang melakukan pelepasan air bendungan tanpa memberikan peringatan sebelumnya.

EtIndonesia.com Pada 24 Juni, sebuah video yang direkam oleh warga dari lantai atas sebuah bangunan memperlihatkan air banjir tiba-tiba menerjang Longgang. Pertokoan di lantai dasar dengan cepat terendam, dengan ketinggian air mencapai bahu orang dewasa.

Dalam rekaman tersebut, terlihat seorang pria mendorong sebuah ember plastik yang mengapung di air banjir. Di dalam ember itu terdapat seorang bayi kecil, sementara anggota keluarga lainnya tidak terlihat di sekitarnya.

Di lokasi yang tidak jauh dari sana, petugas penyelamat menggunakan perahu untuk mengevakuasi anak-anak sekolah. Kondisi tersebut memunculkan dugaan bahwa banjir datang secara tiba-tiba tanpa adanya peringatan sebelumnya, bahkan ketika kegiatan belajar mengajar masih berlangsung.

Orang yang merekam video terdengar berkata, “Ya Tuhan, airnya masih terus mengalir masuk!”

Menurut laporan media Tiongkok, hujan lebat mengguyur Kabupaten Yangxin pada  22 Juni malam hingga 23 Juni setelah memasuki musim hujan. Curah hujan tinggi di Ruichang dan Wuning di Provinsi Jiangxi, ditambah aliran air dari wilayah hulu Tongshan, menyebabkan permukaan Sungai Longgang dan anak-anak sungainya naik dengan cepat sehingga beberapa jalan di Kota Longgang terendam banjir.

Pihak berwenang menyatakan bahwa “tidak ada laporan korban jiwa maupun korban luka”, namun pernyataan tersebut dipertanyakan oleh sejumlah warganet.

Sebagian warga setempat mengeluhkan bahwa banjir seperti ini terjadi hampir setiap tahun. Mereka menuduh pelepasan air dari waduk dilakukan tanpa pemberitahuan terlebih dahulu dan juga mengkritik lambatnya merespons penyelamatan dari pihak berwenang.

Saat ini, wilayah selatan Tiongkok sedang memasuki musim banjir, dan banyak daerah mengalami bencana banjir yang meluas.

Di wilayah utara Tiongkok, cuaca ekstrem berupa hujan lebat, angin kencang, dan hujan es juga terus terjadi selama beberapa hari terakhir.

Pada 24 Juni, Kabupaten Otonom Manchu Kuancheng di Provinsi Hebei dilanda hujan deras dan hujan es, sehingga jalan-jalan berubah menjadi “sungai es” yang mengalir. Warga yang terdampak harus bekerja semalaman untuk membersihkan bongkahan es dari jalan.

Bahkan Gurun Xinjiang, yang dikenal sebagai wilayah kering, dilaporkan juga mengalami banjir dalam beberapa hari terakhir.

Sumber : NTDTV.com

Menanggapi Pembatasan Ekspor oleh PKT, Produsen Mobil Jepang Gencar Mengembangkan Teknologi Rendah Tanah Jarang

EtIndonesia.com Seiring dengan semakin ketatnya pembatasan ekspor mineral penting ke Jepang oleh Partai Komunis Tiongkok (PKT), media Jepang baru-baru ini melaporkan bahwa perusahaan-perusahaan otomotif Jepang tengah berupaya membangun rantai pasok yang minim atau bahkan tanpa penggunaan unsur tanah jarang (rare earth) guna mengurangi risiko ketergantungan.

Menurut laporan Kyodo News edisi bahasa Mandarin pada Selasa (23 Juni), perusahaan suku cadang otomotif Jepang Astemo pada Oktober tahun lalu berhasil mengembangkan motor listrik baru untuk kendaraan listrik murni (EV) dengan teknologi miliknya sendiri. 

Disebutkan juga, motor itu menggunakan besi sebagai bahan utama untuk menggantikan neodymium, unsur tanah jarang yang biasa digunakan dalam pembuatan magnet berkekuatan tinggi. Melalui desain struktur khusus, motor ini mampu menghasilkan performa tinggi yang setara dengan motor konvensional.

Astemo berencana mengkombinasikan dua jenis motor sesuai kebutuhan berbagai model kendaraan dan menargetkan teknologi tersebut mulai diterapkan sekitar tahun 2030.

“Jika motor penggerak—komponen yang paling penting dan paling banyak menggunakan tanah jarang—dapat dikembangkan tanpa bergantung pada unsur tersebut, maka efek tekanan dari kebijakan pembatasan ekspor Tiongkok terhadap industri kendaraan listrik Jepang akan berkurang secara signifikan,” ujar Profesor Departemen Urusan Internasional dan Bisnis di Universitas Nanhua, Taiwan, Sun Guoxiang. 

Laporan t menyebutkan bahwa sejak insiden tabrakan kapal di sekitar Kepulauan Diaoyu/Senkaku pada tahun 2010, yang memicu pembatasan ekspor tanah jarang oleh Tiongkok terhadap Jepang, industri otomotif Jepang terus berupaya mengembangkan teknologi untuk mengurangi penggunaan material tersebut.

“Jepang telah menimbun persediaan tanah jarang selama bertahun-tahun, sehingga penghentian pasokan dalam jangka pendek tidak akan terlalu mengguncang industrinya. Tingkat ketergantungan Jepang terhadap tanah jarang dari Tiongkok yang pada tahun 2010 melebihi 90 persen, kini telah turun menjadi di bawah 60 persen,” jelas Mantan Dekan Akademi Politik Perang di Universitas Pertahanan Nasional Taiwan, Yu Zongji. 

Artikel tersebut juga menyebut bahwa setelah Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi pada November tahun lalu menyampaikan pernyataan di parlemen mengenai kemungkinan krisis di Taiwan, yang memicu ketidakpuasan Beijing, pemerintah Tiongkok mulai Januari tahun ini memperluas larangan ekspor terhadap sejumlah barang yang memiliki penggunaan sipil dan militer ke Jepang. Langkah tersebut kembali memunculkan kekhawatiran internasional mengenai keamanan rantai pasok global.

Sun Guoxiang menambahkan: “Australia, Jepang, Amerika Serikat, dan negara-negara lain juga sedang mempercepat pembangunan rantai pasok penambangan, pemurnian, dan produksi magnet di luar Tiongkok.” 

“Jika Tiongkok terlalu sering menggunakan tanah jarang sebagai alat untuk menjatuhkan sanksi terhadap negara lain, hal itu justru akan mendorong berkembangnya teknologi yang mengurangi ketergantungan pada tanah jarang, seperti yang dikembangkan Astemo, sekaligus memotivasi berbagai negara untuk memberikan subsidi bagi rantai pasok alternatif dan secara bertahap mengurangi dominasi Tiongkok.” 

“Dalam jangka panjang, tanah jarang akan menjadi instrumen persaingan teknologi dan keamanan, bukan sekadar senjata yang menentukan kemenangan dalam satu kesempatan.”

Reporter NTD Television, Guo Yuexi dan Luo Ya melaporkan.

Perselisihan Mengenai Tanah Jarang Memanas,  Warga Negara Jepang Ditangkap, Diplomasi Penyanderaan Partai Komunis Tiongkok Menuai Kecaman

EtIndonesia.com Pada 25 Juni 2026, dua warga negara Jepang ditangkap di Dalian, Tiongkok, dengan tuduhan diduga terlibat dalam penyelundupan produk tanah jarang. Insiden ini menarik perhatian luas. Sejumlah analis menilai bahwa di tengah hubungan Jepang–Tiongkok yang terus memanas setelah Perdana Menteri Jepang menyampaikan pernyataan mengenai Taiwan, kasus ini kemungkinan bukan sekadar perkara hukum biasa, dan prospek kedua warga Jepang tersebut dinilai tidak terlalu optimistis.

Menurut Kepala Sekretaris Kabinet Jepang, Minoru Kihara, dalam konferensi pers pada Rabu (24 Juni), dua warga Jepang tersebut masing-masing ditahan oleh otoritas bea cukai Tiongkok di Dalian pada 18 Mei dan 25 Mei. Pihak berwenang Tiongkok menuduh keduanya melanggar peraturan ekspor-impor dengan mengekspor produk tanah jarang yang telah diproses ke luar negeri.

Dilaporkan bahwa kedua orang tersebut merupakan karyawan dari sebuah perusahaan produsen peralatan listrik berat asal Jepang. Rincian lengkap mengenai kasus ini hingga kini belum dipublikasikan.

Kasus tersebut memicu perhatian publik karena dinilai bukan sekadar pelanggaran kepabeanan biasa, melainkan memiliki karakteristik yang menyerupai “diplomasi penyanderaan” (hostage diplomacy).

Ini terjadi setelah Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi pada November tahun lalu menyatakan bahwa “jika terjadi situasi darurat di Taiwan, maka itu juga merupakan situasi darurat bagi Jepang”, pemerintah PKT kemudian mengambil serangkaian langkah balasan terhadap Jepang. Langkah-langkah tersebut antara lain membatasi ekspor unsur tanah jarang berat, memperketat pengendalian ekspor, dan melarang ekspor barang yang memiliki penggunaan ganda sipil dan militer ke Jepang, sehingga hubungan kedua negara terus mengalami ketegangan.

“Jika dilihat dalam konteks hubungan Jepang–Tiongkok secara keseluruhan, kasus ini memiliki ciri yang cukup jelas sebagai diplomasi penyanderaan. Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah PKT sering memadukan instrumen hukum, keamanan nasional, pengendalian ekspor, dan tekanan diplomatik sebagai bagian dari kebijakannya,” kata penasihat Khusus dari sebuah lembaga kajian strategi Indo-Pasifik, Chen Wenjia. 

Selain itu, terdapat analisis yang mengaitkan penangkapan ini dengan langkah negara-negara G7 untuk memperkuat kerja sama di bidang mineral kritis. Pada pertemuan puncak G7 baru-baru ini, para anggotanya mencapai kesepakatan untuk memperkuat rantai pasok tanah jarang dan mineral penting guna mengurangi ketergantungan terhadap Tiongkok.

“Ketika ada warga Jepang yang dituduh berupaya mengangkut atau menyelundupkan tanah jarang, penangkapan ini dapat dipandang sebagai bentuk respons atau tekanan terhadap kerja sama negara-negara G7. Setelah mereka ditangkap, pertanyaannya adalah bagaimana Jepang dapat membawa mereka pulang,” ujar Peneliti dari Institut Penelitian Pertahanan dan Keamanan Nasional Taiwan, Shen Mingshi. 

“Jika tuduhan tersebut merupakan rekayasa atau diperluas secara berlebihan, mereka bisa menjadi sandera politik atau alat tawar-menawar bagi pemerintah PKT , sehingga Jepang terpaksa melakukan negosiasi. Menurut saya, itulah tujuan utamanya,” katanya. 

Analisis lebih lanjut juga menyebutkan bahwa penangkapan ini dapat dipandang sebagai peringatan kepada karyawan perusahaan Jepang yang bekerja di Tiongkok, bahwa keselamatan pribadi mereka dapat bergantung pada keputusan otoritas setempat.

Hingga Juli tahun lalu, sebanyak 17 warga negara Jepang telah ditahan oleh pihak Tiongkok dengan tuduhan melanggar apa yang disebut sebagai Undang-Undang Anti-Spionase. Karena proses penanganan kasus-kasus tersebut dinilai kurang transparan, kekhawatiran kalangan investor asing terhadap iklim investasi di Tiongkok pun semakin meningkat.

“Bukan hanya warga Jepang yang terdampak, perusahaan-perusahaan di dalam Tiongkok juga bisa terkena pengaruhnya. Namun perusahaan domestik biasanya mendapat perlakuan yang lebih lunak,” kata Shen Mingshi. 

“Sementara itu, apakah kedua warga Jepang ini akan dituntut dan dijatuhi hukuman, serta kapan mereka dapat kembali ke negaranya, tampaknya sulit untuk dipandang secara optimistis,” jelasnya. 

Reporter NTD Television Chen Yue dan Chang Chun melaporkan.

Beredar Kabar Seorang Pria Membunuh Istri dan Pria yang Diduga Selingkuhannya di Jalan Raya, Lalu Bundir (Disertai Video)

Baru-baru ini beredar di internet sebuah video yang diklaim memperlihatkan kasus pembunuhan mengerikan di sebuah jalan raya di Tiongkok, yang mengakibatkan tiga orang tewas di lokasi kejadian. Menurut informasi yang beredar di media sosial, insiden tersebut diduga berkaitan dengan perselingkuhan, namun lokasi maupun keadaan sebenarnya belum dapat dipastikan.

EtIndonesia.com Pada 23 Juni sekitar pukul 15.00 waktu Beijing, video yang beredar di internet memperlihatkan sebuah mobil berwarna biru kehijauan berhenti tidak jauh di belakang zebra cross di sebuah persimpangan jalan. Bagian depan mobil tampak rusak parah dan diduga mengalami tabrakan sehingga berhenti di lokasi tersebut.

Di depan mobil terlihat seorang wanita tergeletak di jalan. Dalam rekaman tersebut, hanya lengannya yang masih tampak bergerak, namun ia tidak mampu bangun dan diduga mengalami luka berat.

Di sisi kiri mobil, seorang pria berbaju putih terlihat menyerang seorang pria berbaju hitam yang bertubuh lebih kecil. Nampak bercak darah di permukaan jalan. Setelah terjadi perkelahian singkat, pria berbaju putih berhasil menjatuhkan lawannya ke tanah.

Video lanjutan menunjukkan sejumlah petugas polisi dan polisi bersenjata tiba di lokasi kejadian. Pria berbaju hitam tampak tergeletak di sisi kiri mobil dan diduga telah meninggal dunia. Darah di sekitarnya kemudian ditutupi dengan kain biru yang digunakan oleh pihak kepolisian.

Sementara itu, pria berbaju putih terlihat berlutut di samping wanita yang berada di depan mobil dengan kepala menunduk hingga menyentuh tanah. Keduanya tampak tidak bergerak, dan kemudian tubuh mereka juga ditutupi dengan kain biru.

Menurut klaim yang beredar di media sosial, pria berbaju putih diduga memergoki istrinya berselingkuh, kemudian menyerang dan menewaskan istrinya serta pria yang diduga menjadi pasangan selingkuhnya menggunakan senjata tajam, sebelum akhirnya mengakhiri hidupnya sendiri di samping sang istri.

Namun, kebenaran informasi tersebut belum dapat dipastikan. Dari video yang beredar juga tidak dapat diidentifikasi secara jelas lokasi kejadian maupun kronologi sebenarnya.

Sumber : NTDTV.com

JD.com Prediksi Robot Akan Menggantikan Kurir, Tingkat Pengangguran Dikhawatirkan Semakin Parah

Pendiri perusahaan e-commerce besar Tiongkok JD.com (Jingdong), Liu Qiangdong, memprediksi bahwa di masa depan pekerjaan kurir pada akhirnya akan digantikan oleh robot. JD.com juga meluncurkan “Proyek Nirwana (Nirvana Plan)”, yang bertujuan melatih sekitar 700.000 pekerja kurir dan pekerja kerah biru lainnya untuk beralih ke profesi baru. Pernyataan tersebut memicu perbincangan luas di tengah meningkatnya angka pengangguran di Tiongkok dan jumlah pekerja dengan status yang disebut sebagai “pekerjaan fleksibel”, yang diklaim telah mencapai 320 juta orang.

EtIndonesia.com Pada 21 Juni, Pendiri perusahaan e-commerce besar Tiongkok JD.com  Liu Qiangdong menyampaikan pidato dalam Forum Pemimpin Bisnis APEC Tiongkok 2026. Ia memperkirakan bahwa seiring kemajuan teknologi kecerdasan buatan (AI), kendaraan pengiriman tanpa pengemudi, robot, dan sistem logistik pintar, proses distribusi barang di masa depan akan didominasi oleh robot.

“Cepat atau lambat, kurir tidak akan lagi dibutuhkan,” katanya.

Saat ini, JD.com mempekerjakan sekitar 700.000 pekerja kerah biru, sebagian besar merupakan kurir. Liu menyatakan bahwa jika kurir tidak lagi dibutuhkan, maka “700.000 saudara kami tidak akan memiliki pekerjaan maupun sumber penghasilan.”

Karena itu, perusahaan meluncurkan “Proyek Nirwana”, yaitu program pelatihan yang bekerja sama dengan 124 lembaga pendidikan untuk meningkatkan keterampilan para pekerja tersebut agar nantinya dapat beralih menjadi teknisi perawatan dan pemeliharaan robot.

Strategi Robot JD.com Sudah Berjalan Hampir Satu Dekade

JD.com telah mengembangkan strategi otomatisasi selama hampir sepuluh tahun. Pada 2016, perusahaan mulai menguji penggunaan drone untuk mengirim barang ke daerah pedesaan di Tiongkok. Saat penutupan wilayah (lockdown) di Wuhan pada 2020, JD.com juga mulai menggunakan kendaraan pengiriman tanpa pengemudi.

Pada 2025, divisi logistik JD.com mengumumkan rencana lima tahun yang mencakup penggunaan:

  • 3 juta unit robot,
  • 1 juta kendaraan tanpa pengemudi, dan
  • 100.000 drone,

untuk mendukung seluruh rantai pasok logistiknya.

Analis: Otomatisasi Sulit Dihentikan

Kolumnis Epoch Times, Wang He, berpendapat bahwa jika melihat perkembangan teknologi dan kepentingan ekonomi perusahaan, tren menggantikan kurir dengan robot sangat sulit dibalikkan dan hanya tinggal menunggu waktu.

“Ini merupakan konsekuensi berantai yang tak terhindarkan dari perubahan pasar tenaga kerja dan penyesuaian strategi perusahaan akibat kemajuan kecerdasan buatan. Dampaknya bisa sangat besar. Saat ini sekitar 44 persen tenaga kerja di Tiongkok berada dalam kategori pekerjaan fleksibel, yang tidak memiliki jaminan kerja. Ketika ekonomi berubah dan AI berkembang pesat, kehidupan mereka akan menjadi semakin tidak stabil,” katanya. 

Kurir dan Pengemudi Daring Juga Menghadapi Persaingan Ketat

Pekerjaan sebagai kurir makanan maupun pengemudi layanan transportasi daring selama ini dianggap sebagai pilihan terakhir bagi banyak orang yang kehilangan pekerjaan.

Namun, menurut data terbaru yang dikutip artikel tersebut, jumlah pengantar makanan di Tiongkok sudah melebihi kebutuhan sekitar 16 juta orang, sehingga rata-rata lima kurir harus bersaing memperebutkan satu pesanan, yang menyebabkan pendapatan mereka menurun. Pasar transportasi daring juga menghadapi persaingan yang sangat ketat dan diperkirakan akan menghadapi tantangan tambahan dari otomatisasi di masa depan.

Robot Belum Akan Menggantikan Kurir Sepenuhnya

Peneliti dari Institut Penelitian Pertahanan dan Keamanan Nasional Taiwan, Shen Mingshi, memperkirakan bahwa tingkat kematangan teknologi robot saat ini masih belum cukup untuk sepenuhnya menggantikan kurir dalam tiga hingga lima tahun ke depan.

Namun, ia mengingatkan bahwa jika jumlah pengangguran terus meningkat, daya beli masyarakat juga akan ikut melemah.

“Pengangguran dalam skala besar tentu akan menekan konsumsi. Ketika masyarakat tidak memiliki uang, mereka akan mengurangi pengeluaran, mungkin gagal membayar cicilan rumah dan menunda pembelian barang yang tidak mendesak. Kondisi ini dapat memperburuk deflasi dan membuat aktivitas ekonomi menjadi lesu, sehingga perputaran uang di pasar melambat. Dalam situasi seperti itu, berbagai bentuk subsidi pemerintah pun mungkin tidak cukup untuk mengatasinya,” ujarnya. 

Tantangan Alih Profesi

Liu Qiangdong menegaskan bahwa perkembangan teknologi seharusnya tidak menyebabkan orang kehilangan pekerjaan dan karena itu pekerja kerah biru perlu diberikan pelatihan ulang.

Namun demikian, seberapa banyak kurir yang nantinya benar-benar mampu beralih profesi menjadi teknisi pemeliharaan robot masih menjadi pertanyaan yang belum terjawab.

Kebijakan Pemerintah Dipertanyakan

Artikel tersebut juga menanyakan apakah pemerintah memiliki langkah untuk mengatasi potensi pengangguran akibat otomatisasi.

Shen Mingshi menyatakan bahwa sejauh ini belum terlihat adanya kebijakan pemerintah pusat Tiongkok yang secara khusus mampu menyelesaikan persoalan tersebut. Ia juga menyinggung keluarnya sejumlah perusahaan asing dan perusahaan Taiwan dari Tiongkok, serta ketidakpastian kebijakan tarif Amerika Serikat yang menurutnya membuat banyak perusahaan enggan kembali berinvestasi sebelum persaingan strategis antara AS dan Tiongkok menjadi lebih jelas.

Sejumlah ekonom Tiongkok, termasuk Gao Shanwen, Yu Yongding, dan Liu Shijin, juga pernah menyampaikan pandangan serupa bahwa kebijakan pemerintah selama ini lebih berfokus pada investasi, produksi, dan subsidi bagi perusahaan. Mereka berpendapat bahwa lebih banyak sumber daya sebaiknya dialokasikan untuk meningkatkan pendapatan masyarakat, kesejahteraan sosial, dan konsumsi domestik.

Namun, menurut artikel tersebut, rancangan Rencana Lima Tahun ke-15 terbaru masih menempatkan pengembangan manufaktur maju, semikonduktor, kecerdasan buatan (AI), dan kemandirian teknologi sebagai prioritas utama.

Sumber : NTDTV.com

Gempa Magnitudo 5,6 di California Utara, Ponsel Warga di Wilayah Teluk San Francisco Mengeluarkan Peringatan

EtIndonesia.com Pada 24 Juni pagi, banyak warga di Wilayah Teluk San Francisco (San Francisco Bay Area) menerima peringatan gempa di ponsel mereka secara tiba-tiba.

Menurut Survei Geologi Amerika Serikat (USGS), sekitar pukul 08.10 waktu setempat, terjadi gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,6 di sekitar 11 kilometer sebelah utara Redwood Valley, Kabupaten Mendocino, California Utara. Gempa tersebut memiliki kedalaman sekitar 8 kilometer.

Sejumlah warga mengatakan bahwa guncangan berlangsung sekitar tujuh detik. Seorang petugas rumah sakit juga melaporkan bahwa getaran gempa menyebabkan berbagai barang di rak-rak penyimpanan berjatuhan.

Sebuah toko makanan siap saji di supermarket yang tidak jauh dari pusat gempa juga mengalami dampak cukup besar. Televisi di dalam toko jatuh, berbagai barang berserakan di lantai, dan toko terpaksa menghentikan operasional sementara untuk membersihkan lokasi.

Hingga saat ini, belum ada laporan mengenai korban jiwa maupun kerugian materi yang signifikan.

Pusat Peringatan Tsunami Nasional Amerika Serikat menyatakan bahwa gempa ini tidak berpotensi memicu tsunami. Sementara itu, pemerintah Negara Bagian California masih melakukan penilaian terhadap dampak sebenarnya dari gempa itu.

Sumber : NTDTV.com

Iran Dikabarkan Menyerang Kapal Kargo di Selat Hormuz

Organisasi Maritim Internasional (IMO) PBB mengatakan akan menghentikan sementara operasi evakuasinya sambil menunggu kejelasan lebih lanjut.

EtIndonesia.com Militer Iran menyerang sebuah kapal kargo di Selat Hormuz pada 24 Juni, menurut seorang pejabat Amerika Serikat yang berbicara kepada The Epoch Times.

Sebelumnya, UK Maritime Trade Operations (UKMTO) melaporkan bahwa sebuah kapal terkena “proyektil yang tidak diketahui” saat beroperasi di lepas pantai Oman, tetapi tidak mengaitkan serangan tersebut dengan negara atau pihak tertentu. UKMTO, yang dioperasikan oleh Angkatan Laut Kerajaan Inggris (Royal Navy), menyatakan bahwa proyektil itu merusak anjungan kapal, namun tidak menyebabkan korban luka maupun dampak lingkungan.

Saat dimintai komentar mengenai insiden tersebut, seorang pejabat AS mengatakan bahwa Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) meluncurkan sebuah drone ke arah kapal yang dimaksud.

Organisasi Maritim Internasional (IMO) PBB menghentikan sementara operasinya untuk mengawal kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz pada Kamis setelah pasukan Iran menyerang sebuah kapal kargo di jalur tersebut sehari sebelumnya.

“Saya telah memutuskan untuk menghentikan sementara pelaksanaannya guna memastikan kembali bahwa jaminan keselamatan yang diperlukan tetap tersedia bagi kapal-kapal dalam daftar evakuasi kami dan seluruh kapal yang berada di kawasan tersebut,” kata Sekretaris Jenderal IMO, Arsenio Dominguez. Ia menambahkan bahwa kapal yang diserang itu tidak melintas di bawah kerangka evakuasi organisasi tersebut.

Insiden ini terjadi setelah Iran dan Amerika Serikat menandatangani sebuah nota kesepahaman yang mencakup penghentian permusuhan serta akses terbuka bagi lalu lintas komersial melalui Selat Hormuz.

Dalam pernyataan yang disiarkan media pemerintah pada Kamis, Korps Garda Revolusi Islam Iran menyatakan bahwa kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz hanya boleh menggunakan jalur yang secara resmi ditetapkan oleh Iran. Militer Iran mengatakan peringatan tersebut dikeluarkan sebagai respons atas laporan bahwa jalur pelayaran baru telah dibuka tanpa konsultasi terlebih dahulu dengan Teheran.

Meskipun otoritas Iran belum mengklaim bertanggung jawab atas serangan terhadap kapal kargo tersebut, media pemerintah Iran, PressTV, telah mengakui terjadinya insiden itu.

Pada Kamis, Otoritas Selat Teluk Persia Iran—lembaga yang baru dibentuk untuk mengatur lalu lintas melalui Selat Hormuz dan perairan sekitarnya—menyatakan:

“Segala konsekuensi yang timbul akibat pelayaran melalui jalur yang tidak diizinkan menjadi tanggung jawab pemilik, operator, dan nakhoda kapal.”

Selat Hormuz telah menjadi titik fokus utama dalam ketegangan bersenjata antara Amerika Serikat dan Iran belakangan ini. Setelah pasukan AS dan Israel melancarkan serangan terhadap rezim Iran pada 28 Februari, pasukan Iran bergerak untuk menutup akses ke jalur perairan strategis tersebut, yang menjadi jalur sekitar 20 persen ekspor petrokimia dunia.

Nota kesepahaman yang diberlakukan Washington dan Teheran pada 17 Juni menyatakan bahwa Iran akan memfasilitasi “pelayaran aman bagi kapal-kapal komersial tanpa pungutan biaya selama 60 hari, baik dari Teluk Persia menuju Laut Oman maupun sebaliknya.” Dalam kesepakatan tersebut, kepemimpinan Iran juga berkomitmen untuk membersihkan ranjau serta hambatan militer lainnya dari Selat Hormuz dalam waktu 30 hari sejak perjanjian mulai berlaku.

Bagaimana lalu lintas melalui selat tersebut akan dikelola dalam jangka panjang masih menjadi subjek negosiasi lebih lanjut.

Nota kesepahaman 17 Juni itu juga menyatakan bahwa Iran akan berkonsultasi dengan Oman—yang berada di sisi berlawanan dari jalur sempit strategis tersebut—untuk:

“Menentukan tata kelola dan layanan maritim di masa depan di Selat Hormuz, melalui pembahasan dengan negara-negara pesisir Teluk Persia lainnya, sesuai dengan hukum internasional yang berlaku dan hak-hak kedaulatan negara-negara pantai di Selat Hormuz.”

Presiden Amerika Seriakt Donald Trump, dalam unggahan di Truth Social pada 24 Juni, mengatakan bahwa otoritas Iran telah meyakinkannya bahwa mereka tidak berniat mengenakan tarif atau pungutan kepada pihak yang melintasi selat tersebut.

“Jika informasi ini ternyata tidak benar, maka perundingan akan segera berakhir!” tulis Trump.

Artikel ini sebelumnya terbit di Epoch Times edisi bahasa Inggris

Bom Waktu Timur Tengah! Lokasi Uranium Iran Masih Misterius, Klaim Operasi Rahasia Mossad Gempar

EtIndonesia.com — Di tengah meredanya konflik terbuka di Timur Tengah, perhatian dunia kini beralih kepada persoalan yang dinilai jauh lebih berbahaya dan berpotensi memicu krisis baru, yaitu keberadaan persediaan uranium Iran yang telah diperkaya hingga mendekati tingkat yang dapat digunakan untuk memproduksi senjata nuklir.

Hingga kini, lokasi pasti penyimpanan bahan nuklir tersebut masih menjadi salah satu misteri terbesar dalam agenda keamanan internasional. Ketidakjelasan mengenai keberadaan stok uranium itu dianggap sebagai “bom waktu” yang sewaktu-waktu dapat mengguncang stabilitas kawasan apabila tidak segera diselesaikan melalui jalur diplomasi.

IAEA Kembali Menekan Iran Soal Lokasi Uranium Berkadar Tinggi

Pada 24 Juni 2026, Direktur Jenderal Badan Energi Atom Internasional (IAEA), Rafael Grossi, kembali menyampaikan pernyataan yang menunjukkan meningkatnya tekanan terhadap Teheran menjelang putaran lanjutan perundingan antara Amerika Serikat dan Iran.

Grossi menegaskan bahwa IAEA telah memiliki informasi mengenai keberadaan persediaan uranium Iran yang diperkaya hingga tingkat tinggi. Namun demikian, menurutnya, badan pengawas nuklir PBB tetap memerlukan kerja sama penuh dari pemerintah Iran untuk dapat melakukan verifikasi secara resmi.

“Kami mengetahui lokasi persediaan uranium dengan tingkat pengayaan tinggi milik Iran. Namun Iran harus secara sukarela memberitahukan lokasi pastinya kepada kami.”

Pernyataan tersebut dipandang banyak pengamat sebagai sinyal diplomatik yang sangat tegas. IAEA ingin menegaskan bahwa proses verifikasi internasional tidak dapat berjalan hanya berdasarkan informasi intelijen semata, melainkan harus disertai transparansi penuh dari negara yang bersangkutan.

Pesan yang ingin disampaikan kepada Teheran juga dinilai cukup jelas: Iran diharapkan tidak lagi mencoba menyembunyikan keberadaan material nuklir tersebut apabila memang serius ingin melanjutkan proses diplomasi dengan Washington.

Amerika Serikat dan Israel Diyakini Sudah Memiliki Informasi Intelijen

Di kalangan analis keamanan internasional berkembang keyakinan bahwa Amerika Serikat dan Israel telah lama membangun jaringan intelijen yang mampu memantau berbagai fasilitas strategis Iran, termasuk lokasi penyimpanan material nuklir.

Karena itu, persoalan utama saat ini dinilai bukan lagi apakah Washington dan Tel Aviv mengetahui lokasi uranium tersebut, melainkan apakah Iran bersedia mengakui keberadaannya dan membuka akses bagi inspeksi internasional.

Langkah tersebut dipandang sebagai salah satu ujian paling penting bagi komitmen Iran dalam membangun kembali kepercayaan internasional terhadap program nuklirnya.

Klaim Munculnya Rencana Operasi terhadap Panglima Militer Pakistan

Di tengah berlangsungnya proses negosiasi tersebut, muncul pula sebuah klaim yang menambah rumit dinamika politik kawasan.

Analis geopolitik Pepe Escobar, dalam wawancara bersama Mario Nawfal, mengungkap informasi yang menurutnya berasal dari sumber intelijen Pakistan.

Escobar mengklaim bahwa selama berlangsungnya perundingan di Jenewa, Badan Intelijen Militer Pakistan berhasil mencegat sebuah rencana rahasia yang diduga berkaitan dengan Mossad, badan intelijen Israel.

Menurut klaim tersebut, Mossad diduga berencana memanfaatkan momentum konferensi internasional di Jenewa untuk melancarkan sebuah operasi terhadap Panglima Angkatan Darat Pakistan, Jenderal Asim Munir, yang saat itu disebut memiliki keterlibatan penting dalam proses diplomasi regional.

Perlu dicatat bahwa hingga kini klaim tersebut belum memperoleh konfirmasi resmi dari pemerintah Pakistan, pemerintah Israel, maupun sumber independen yang dapat memverifikasinya.

Pakistan Dikabarkan Mengirim Peringatan Keras kepada Israel

Masih berdasarkan narasi yang disampaikan dalam wawancara tersebut, Pakistan disebut segera mengambil langkah pencegahan setelah menerima informasi mengenai dugaan ancaman tersebut.

Islamabad dikabarkan menyampaikan pesan keras kepada Israel yang pada intinya memperingatkan agar tidak melakukan tindakan terhadap anggota delegasi Pakistan.

Isi pesan yang diklaim disampaikan berbunyi:

“Jika Anda berani menyentuh satu orang pun dari delegasi kami, maka konsekuensinya akan sangat berat.”

Apabila informasi tersebut benar, maka insiden itu menunjukkan bahwa ketegangan di balik layar selama proses diplomasi jauh lebih kompleks dibandingkan yang terlihat di hadapan publik.

Namun sekali lagi, hingga saat ini tidak terdapat konfirmasi resmi yang dapat memastikan bahwa komunikasi tersebut benar-benar terjadi.

Dugaan Peran Beijing dalam Proses Mediasi

Program yang menjadi sumber narasi ini juga mengemukakan dugaan bahwa dinamika perundingan tidak hanya melibatkan Amerika Serikat dan Iran, tetapi juga dipengaruhi oleh kepentingan geopolitik negara-negara lain, khususnya Tiongkok.

Menurut analisis yang disampaikan, Beijing diduga mendorong Pakistan untuk berperan sebagai mediator dalam upaya meredakan konflik antara Washington dan Teheran.

Narasi tersebut juga menyebut bahwa Tiongkok menginginkan terciptanya sebuah kesepakatan yang cukup menarik bagi Iran sehingga Amerika Serikat tetap mempertahankan keterlibatan militernya di kawasan Timur Tengah.

Meski demikian, tuduhan mengenai adanya peran langsung pemerintah Tiongkok dalam skenario tersebut hingga kini juga belum disertai bukti yang dapat diverifikasi secara independen.

Pernyataan Perdana Menteri Pakistan Berubah Setelah Pertemuan dengan Presiden Iran

Perkembangan lain yang ikut memunculkan spekulasi terjadi setelah selesainya perundingan di Jenewa.

Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif sebelumnya sempat menyampaikan di hadapan parlemen bahwa negosiasi yang direncanakan berlangsung selama sekitar 60 hari akan mencakup pembahasan mengenai program rudal balistik Iran.

Namun hanya sehari kemudian, ketika menerima kunjungan Presiden Iran Masoud Pezeshkian, Sharif justru memberikan penjelasan yang berbeda.

Ia menyatakan bahwa memorandum hasil perundingan di Jenewa sama sekali tidak memasukkan isu rudal balistik Iran sebagai bagian dari kesepakatan.

Perbedaan isi pernyataan tersebut segera memunculkan berbagai spekulasi di kalangan pengamat mengenai kemungkinan adanya perubahan posisi diplomatik atau keberadaan klausul-klausul yang belum dipublikasikan kepada masyarakat.

Meskipun demikian, hingga saat ini belum ada penjelasan resmi yang secara rinci menguraikan alasan perubahan pernyataan tersebut.

Iran Dinilai Berusaha Memperluas Agenda Negosiasi

Analisis dalam tayangan tersebut juga menyebut bahwa Iran diduga berupaya memperluas ruang lingkup pembahasan dengan memasukkan isu Lebanon ke dalam agenda utama perundingan.

Langkah itu dinilai sebagai strategi diplomatik untuk memperpanjang proses negosiasi sekaligus meningkatkan posisi tawar Teheran terhadap Amerika Serikat dan negara-negara Barat.

Konflik di Lebanon memang selama bertahun-tahun menjadi salah satu isu keamanan paling rumit di Timur Tengah karena melibatkan berbagai kelompok bersenjata, kepentingan regional, serta hubungan erat antara Iran dan Hizbullah.

Dengan memasukkan isu tersebut ke dalam meja perundingan, proses pembahasan diperkirakan dapat menjadi jauh lebih kompleks.

Rencana Israel di Lebanon Berpotensi Mengubah Perhitungan Diplomatik

Namun di tengah berkembangnya strategi tersebut, muncul laporan yang menyebut bahwa Israel sedang mempersiapkan langkah baru di Lebanon selatan.

Menurut sejumlah laporan, pemerintah Israel tengah mempertimbangkan penyerahan sebagian wilayah yang selama ini berada di bawah kendali militernya kepada Angkatan Bersenjata Lebanon.

Apabila rencana tersebut benar-benar direalisasikan, maka salah satu alasan utama yang selama ini digunakan Iran untuk terus mengangkat isu Lebanon dalam setiap proses negosiasi kemungkinan akan kehilangan sebagian relevansinya.

Perubahan situasi tersebut berpotensi mempersempit ruang manuver diplomatik Iran sekaligus mempercepat fokus pembahasan kembali kepada isu inti, yaitu masa depan program nuklir Iran dan mekanisme pengawasan internasional.

Ketegangan Diplomasi Masih Jauh dari Kata Selesai

Meskipun gencatan senjata di sejumlah wilayah Timur Tengah telah memberikan harapan akan meredanya konflik, perkembangan terbaru menunjukkan bahwa pertarungan diplomasi justru semakin memasuki fase yang lebih sensitif.

Mulai dari persoalan keberadaan uranium yang diperkaya hingga mendekati tingkat senjata nuklir, meningkatnya tekanan IAEA, munculnya klaim mengenai ancaman terhadap pejabat militer Pakistan, hingga berubahnya pernyataan para pemimpin regional, seluruh perkembangan tersebut memperlihatkan bahwa negosiasi Amerika Serikat dan Iran masih menghadapi banyak tantangan.

Dalam kondisi seperti ini, setiap pernyataan diplomatik maupun setiap langkah politik yang diambil oleh para pihak dapat menjadi faktor penentu apakah kawasan Timur Tengah benar-benar bergerak menuju stabilitas, atau justru kembali memasuki babak baru ketegangan yang lebih besar. (***)

Gempa Magnitudo 5,6 Guncang California Utara, Terbesar dalam Hampir 90 Tahun, Sejumlah Warga Terluka

EtIndonesia.com Sebuah wilayah terpencil di California Utara, Amerika Serikat, diguncang gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,6 dengan kedalaman sekitar 8 kilometer pada 24 Juni 2026 pagi. 

Gempa ini disebut sebagai yang terkuat di kawasan tersebut sejak tahun 1940, dan dilaporkan telah menyebabkan beberapa warga mengalami luka-luka meskipun belum ada laporan mengenai kerusakan besar.

Menurut laporan Associated Press, berdasarkan data dari Survei Geologi Amerika Serikat (USGS), gempa berkekuatan awal 5,6 magnitudo tersebut berpusat sekitar 12 kilometer di barat laut kota pertanian Willits. Guncangan juga dirasakan hingga kota pesisir Fort Bragg.

Dalam pernyataannya, Kantor Administrasi Kabupaten Mendocino menyebutkan bahwa lebih dari 6.000 penduduk di enam kota yang berada di sekitar episentrum mengalami pemadaman listrik. Pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk menghindari penggunaan jalan raya maupun jalan umum agar petugas dapat melakukan pemeriksaan kerusakan dan pekerjaan perbaikan dengan lancar.

Juru bicara Mendocino County, Heather Rose, mengatakan bahwa rumah sakit setempat telah melaporkan adanya korban luka, namun tingkat keparahan cedera mereka masih belum diketahui.

Ahli seismologi senior California, Lucy Jones, menyatakan bahwa ini merupakan gempa terbesar di wilayah tersebut dalam hampir 90 tahun terakhir. Ia juga menjelaskan bahwa kawasan tersebut bukan berada di jalur patahan utama.

Menurutnya, “Wilayah ini memang bukan daerah yang sepenuhnya bebas gempa, tetapi biasanya gempa yang terjadi berkekuatan jauh lebih kecil daripada kali ini.”

Dalam waktu satu jam setelah gempa utama, tercatat tiga gempa susulan di sekitar episentrum, masing-masing berkekuatan di bawah magnitudo 2,7.

USGS juga melaporkan bahwa pada hari yang sama, Venezuela dan Jepang turut mengalami gempa bumi besar dengan magnitudo masing-masing sekitar 7,1 dan 6,9.

Sumber : NTDTV.com

Jepang Diguncang Gempa Kuat Magnitudo 6,9, Guncangan Terasa Hebat di Banyak Wilayah, Termasuk Tokyo (Disertai Video)

EtIndonesia.com Jepang diguncang gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,9, dengan guncangan yang terasa jelas di Tokyo dan berbagai wilayah lainny pada 25 Juni 2026  pukul 07.30 waktu setempat. 

Menurut Badan Meteorologi Jepang (JMA), gempa terjadi di perairan dekat Prefektur Iwate. Episentrum berada pada koordinat 40,2° Lintang Utara dan 142,3° Bujur Timur, dengan kedalaman sekitar 50 kilometer.

JMA menyatakan bahwa gempa ini mungkin menyebabkan sedikit perubahan ketinggian permukaan laut di sepanjang pesisir Jepang, namun tidak menimbulkan risiko tsunami.

Gempa kuat tersebut menyebabkan guncangan hebat di banyak daerah di Jepang, mulai dari sejumlah kota di Hokkaido, berbagai prefektur di wilayah Tohoku, hingga kawasan Kanto, termasuk 23 distrik Tokyo, Kanagawa, Saitama, dan Chiba. Guncangan juga dirasakan di wilayah Koshinetsu, Shizuoka, Aichi, dan Ishikawa dengan intensitas yang bervariasi.

Di Kota Hashikami, Prefektur Aomori, tercatat intensitas gempa maksimum Shindo 6 Atas (6+), sementara di Kota Hachinohe mencapai Shindo 6 Bawah (6-). Di berbagai wilayah Prefektur Iwate, guncangan berkisar antara Shindo 5 Atas hingga 5 Bawah, sedangkan warga Tokyo juga melaporkan merasakan guncangan yang cukup jelas.

Berdasarkan pemantauan Badan Meteorologi Jepang, setelah gempa utama terjadi, setidaknya delapan gempa susulan tercatat di Prefektur Iwate.

Menurut laporan Kyodo News, Tokyo Electric Power Company (TEPCO) menyatakan bahwa sejauh ini tidak ditemukan kondisi abnormal baru di Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Fukushima Daiichi maupun Fukushima Daini akibat gempa tersebut.

Sementara itu, JR East (East Japan Railway Company) melaporkan bahwa gempa sempat menyebabkan pemadaman listrik pada jalur Tohoku Shinkansen antara Sendai dan Shin-Aomori. Pasokan listrik kini telah dipulihkan, namun pemeriksaan terhadap kemungkinan kerusakan peralatan masih berlangsung. Hingga saat ini, belum dapat dipastikan kapan layanan kereta yang sempat dihentikan di jalur Tokyo–Shin-Aomori akan kembali beroperasi normal.

Sumber : NTDTV.com

Venezuela Diguncang Dua Gempa Dahsyat, Guncangan Hebat Memicu Kepanikan Warga 

EtIndonesia.com  Ibu kota Venezuela, Caracas, diguncang gempa bumi kuat  pada 24 Juni 2026.  Tim penyelamat dikerahkan untuk mencari korban di antara bangunan yang runtuh.

Menurut laporan, pada 24 Juni sore waktu setempat, Venezuela dilanda gempa berkekuatan di atas 7,0 magnitudo. Guncangan kuat terasa hingga ibu kota Caracas, menyebabkan sejumlah bangunan roboh dan warga berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri.

Berdasarkan data dari Survei Geologi Amerika Serikat (USGS), pada pukul 18.04 waktu setempat terjadi gempa berkekuatan 7,2 magnitudo sekitar 24 kilometer timur laut San Felipe, Venezuela (10,387° LU, 68,520° BB), dengan kedalaman 21,9 kilometer.

Hanya berselang satu menit kemudian, pada pukul 18.05, gempa kedua berkekuatan 7,5 magnitudo terjadi sekitar 23 kilometer tenggara Yumare, Venezuela (10,453° LU, 68,514° BB), dengan kedalaman hanya 10 kilometer, sehingga termasuk gempa dangkal yang berpotensi menimbulkan kerusakan besar.

Media independen Venezuela Contrapunto melaporkan bahwa karena pusat gempa relatif dangkal, sejumlah kota di sekitarnya seperti Montalbán, Yumare, Nirgua, Valencia, Maracay, dan Barquisimeto turut merasakan dampak yang signifikan. Penduduk di wilayah pusat Caracas juga melaporkan guncangan yang sangat kuat dan berlangsung cukup lama.

Laporan awal menunjukkan beberapa bangunan di bagian utara ibu kota dan wilayah dekat episentrum mengalami kerusakan struktural, termasuk dinding luar yang runtuh dan munculnya retakan besar. Hingga saat ini, pemerintah belum mengumumkan adanya korban jiwa maupun estimasi kerugian material yang besar.

Menurut laporan CBS News, gempa dirasakan hampir di seluruh wilayah Venezuela, termasuk Caracas. Banyak warga segera meninggalkan gedung-gedung yang berguncang dan berkumpul di ruang terbuka. Sejumlah saksi melihat dinding bangunan ambruk, perabotan berserakan di jalan, sementara kepanikan tampak jelas di wajah masyarakat.

Menteri Dalam Negeri Venezuela Diosdado Cabello menyatakan bahwa banyak negara bagian merasakan guncangan tersebut. Ia menyebut situasi di kawasan Altamira, Caracas, “mengkhawatirkan” karena adanya rumah dan bangunan yang roboh. Ia juga mengimbau masyarakat tetap berada di luar ruangan karena gempa susulan dapat memperparah kerusakan bangunan yang sudah terdampak.

Di negara tetangga Kolombia, warga ibu kota Bogotá juga merasakan getaran gempa. Sebagai langkah pencegahan, sebagian penduduk dievakuasi dari gedung-gedung.

Setelah gempa terjadi, banyak bangunan di Caracas bergoyang hebat dan warga panik berlarian menyelamatkan diri. Rekaman yang diunggah pengguna media sosial menunjukkan sejumlah bangunan runtuh akibat gempa tersebut.

USGS memperingatkan bahwa gempa kuat ini berpotensi menyebabkan korban jiwa dalam jumlah besar serta kerusakan yang meluas di berbagai daerah.

Menurut laporan Reuters, para saksi mata melihat mobil pemadam kebakaran hilir mudik di jalanan. Sejumlah bangunan mengalami kerusakan parah, termasuk dinding luar yang mengelupas dan retak, serta pecahan kaca yang berserakan di mana-mana. Banyak wilayah juga mengalami pemadaman listrik dan gangguan jaringan komunikasi. 

Seorang warga setempat berusia 80 tahun bernama Maria Romero mengatakan bahwa gempa kali ini bahkan lebih mengerikan dibanding gempa besar yang pernah ia alami pada tahun 1967.

Setelah gempa terjadi, Pusat Peringatan Tsunami Nasional Amerika Serikat mengeluarkan peringatan tsunami untuk Puerto Riko dan Kepulauan Virgin, sementara wilayah pesisir Venezuela serta pulau-pulau terdekat seperti Bonaire, Aruba, dan Curaçao juga berada di bawah peringatan tsunami. (***)

Beredar Kabar Dua Mahasiswi di Zhengzhou, Tiongkok  Saling Tikam, Korban Tewas Disebut Dievakuasi dalam Peti Mirip Jenazah 

Beredar informasi di internet yang menyebutkan bahwa dua mahasiswi di Henan University of Animal Husbandry and Economy di Zhengzhou, Provinsi Henan, terlibat pertengkaran yang berujung aksi saling menikam, mengakibatkan satu orang meninggal dunia. Sebuah video yang beredar menunjukkan jenazah diduga dibawa keluar dari asrama dalam sebuah kotak merah yang bentuknya menyerupai peti jenazah. Sejumlah warganet juga mengklaim bahwa pihak berwenang berupaya membatasi penyebaran informasi mengenai insiden yang terjadi. 

EtIndonesia.com Pada 23 Juni, sebuah video mulai beredar secara daring yang memperlihatkan sebuah kendaraan berwarna hitam yang diduga merupakan mobil jenazah berhenti di luar sebuah gedung. Area di sekitarnya tampak dipasangi garis polisi. 

Beberapa pria yang mengenakan masker dan sarung tangan terlihat mengangkat sebuah kotak merah berukuran kecil yang menyerupai peti dari dalam gedung dan memasukkannya ke dalam kendaraan tersebut. Kendaraan itu tampak diparkir di pintu samping yang diduga merupakan jalur darurat, bukan di pintu masuk utama bangunan.

Pada saat yang sama, berbagai tangkapan layar percakapan yang diklaim berasal dari mahasiswa universitas tersebut juga beredar di media sosial. Dalam percakapan itu disebutkan bahwa telah terjadi kasus kematian di asrama putri Kampus Longzihu.

Menurut klaim yang beredar, kamar asrama tersebut dihuni oleh enam mahasiswi. Dua di antaranya diduga terlibat pertengkaran yang kemudian berkembang menjadi aksi saling menyerang dengan senjata tajam. Empat penghuni lainnya disebut ketakutan, menangis, dan berlari ke bawah untuk meminta bantuan pengelola asrama. 

Saat pihak kampus tiba di lokasi, salah satu mahasiswi dikabarkan telah meninggal dunia. Kondisi mahasiswi lainnya belum jelas; menurut berbagai rumor, ia kemungkinan mengalami luka-luka dan dirawat di rumah sakit atau telah diamankan oleh kepolisian.

Unggahan-unggahan yang beredar juga mengklaim bahwa area asrama tempat kejadian telah ditutup, pihak kampus melarang mahasiswa menyebarkan informasi mengenai insiden tersebut, dan kepada publik disebutkan bahwa korban meninggal akibat bunuh diri.

Perlu dicatat bahwa informasi di atas berasal dari video dan unggahan yang beredar di internet sebagaimana dikutip dalam artikel asli. Klaim-klaim tersebut belum disertai verifikasi independen atau konfirmasi resmi yang dapat memastikan detail kejadian maupun penyebab kematian.

Sumber : NTDTV.com

Iran Sempat Disebut Setuju dengan Inspeksi Nuklir, Lalu Membantah Hingga Muncul Perbedaan Sikap dalam Perundingan AS-Iran

EtIndonesia.com Putaran pertama perundingan antara Amerika Serikat dan Iran di Swiss disebut menghasilkan kemajuan penting, dengan Iran dikabarkan membuat konsesi besar. Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa Iran telah menyetujui inspeksi terhadap program persenjataannya dan akan menggunakan dana yang dibekukan dan nantinya dicairkan untuk membeli produk pertanian Amerika Serikat.

Namun, Teheran kemudian membantah pernyataan tersebut. Perubahan sikap Iran memicu kekhawatiran mengenai prospek kelanjutan negosiasi.

Trump: Iran setuju menerima inspeksi

Pada Selasa (23 Juni), Presiden Trump mengatakan bahwa Iran telah sepenuhnya menyetujui dilaksanakannya inspeksi. Ia juga menyatakan bahwa dana Iran yang nantinya dibebaskan akan digunakan untuk membeli produk pertanian dan perlengkapan medis dari Amerika Serikat.

Selain itu, Amerika Serikat telah menyetujui agar Selat Hormuz tetap dibuka untuk pelayaran internasional. Namun, kapal perang dan pasukan militer yang ditempatkan di kawasan tersebut masih tetap dalam status siaga untuk mengantisipasi kemungkinan Iran melanggar kesepakatan.

Teheran membantah

Meski demikian, pihak Teheran kemudian menyangkal pernyataan tersebut. Pejabat Iran tidak hanya membantah bahwa telah tercapai kesepakatan akhir, tetapi kepala negosiator Iran juga mengatakan kepada media pemerintah bahwa Selat Hormuz “tidak akan pernah kembali seperti sebelum perang” dan menegaskan bahwa Iran akan terus mempertahankan kendalinya atas jalur strategis pengiriman energi dunia tersebut.

Perubahan-perubahan sikap Iran ini menimbulkan kekhawatiran bahwa proses perundingan masih penuh ketidakpastian.

Pengamat: Perundingan berada pada tahap sulit

Pengamat politik Lan Shu mengatakan: “Perundingan antara Amerika Serikat dan Iran saat ini berada dalam fase tarik-ulur yang cukup sulit. Sikap Iran yang terus berubah hanya menunjukkan dua hal.”

Ia melanjutkan: “Pertama, rezim keagamaan yang ekstrem di Iran sering berubah-ubah dan tidak konsisten dalam memegang komitmen. Kedua, hal ini menunjukkan bahwa nota kesepahaman yang sebelumnya dicapai antara AS dan Iran sebenarnya merupakan kesepakatan yang cukup menguntungkan bagi Amerika Serikat. Yang perlu dibaca adalah teks resmi yang dirilis Gedung Putih, bukan berbagai interpretasi dari media.”

Peluang tercapainya kesepakatan masih ada

Sejumlah analis menilai bahwa kemungkinan tercapainya kesepakatan akhir antara Amerika Serikat dan Iran masih terbuka.

Menurut analisis tersebut, Iran saat ini menghadapi tekanan ekonomi yang semakin berat dan kemampuan militernya juga mengalami kemunduran. Karena itu, pencabutan sanksi menjadi kebutuhan mendesak. Namun, pemerintah Iran juga tidak ingin terlihat seolah-olah menyerah, sehingga di satu sisi mempertahankan retorika keras, sementara di sisi lain tetap melanjutkan perundingan guna memperoleh manfaat ekonomi sebelum menyelesaikan persoalan nuklir.

Pengamat politik Li Linyi mengatakan: “Sangat mungkin kedua belah pihak pada akhirnya akan mencapai sebuah kesepakatan. Hal itu juga menguntungkan bagi Iran dalam mempertahankan kelangsungan pemerintahannya.”

Dua bulan ke depan menjadi periode penting

Secara keseluruhan, tingkat saling percaya antara Amerika Serikat dan Iran masih rendah. Persoalan program nuklir dan isu keamanan kawasan juga belum memperoleh penyelesaian yang jelas.

Karena itu, dua bulan mendatang dipandang sebagai periode yang sangat penting untuk mengamati apakah kedua pihak dapat mencapai kesepakatan yang lebih komprehensif.

Laporan disusun oleh reporter NTD Television, Chen Yue dan Chang Chun.

Penelitian Baru: Berjalan Kaki 5 Menit Setiap Jam Dapat Mengurangi Risiko Kesehatan Akibat Duduk Terlalu Lama

EtIndonesia.com Banyak pekerja kantoran modern menghabiskan hampir sepanjang hari duduk di kursi karena kesibukan pekerjaan. Pola hidup yang minim gerak ini telah lama dianggap sebagai “pembunuh tersembunyi” bagi kesehatan.

Namun, sebuah penelitian baru yang diterbitkan dalam British Journal of Sports Medicine membawa kabar baik. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa berjalan kaki selama lima menit setiap jam kerja dapat secara efektif mengurangi risiko kesehatan akibat terlalu lama duduk, sekaligus memperbaiki suasana hati dan mengurangi rasa lelah tanpa mengganggu kinerja pekerjaan.

Studi melibatkan lebih dari 19.000 orang

Menurut laporan Daily Mail, penelitian ini melibatkan 19.342 orang dewasa di Amerika Serikat dengan latar belakang usia, profesi, dan lingkungan kerja yang beragam.

Dalam eksperimen yang berlangsung selama tiga minggu, mulai minggu kedua para peserta diminta mencoba beristirahat dengan berjalan kaki selama lima menit pada interval yang berbeda, yaitu setiap 30 menit, 60 menit, atau 120 menit selama jam kerja.

Hasilnya menunjukkan bahwa semakin sering seseorang berjalan kaki di sela-sela pekerjaan, semakin besar penurunan tingkat kelelahan yang dirasakan. Selain itu, suasana hati dan produktivitas kerja mereka juga mengalami peningkatan.

Lima menit setiap jam dinilai sebagai pilihan terbaik

Penelitian tersebut menemukan bahwa berjalan kaki lima menit setiap dua jam memang paling mudah dilakukan, tetapi manfaatnya terhadap peningkatan semangat kerja relatif kecil.

Sebaliknya, beristirahat lima menit setiap 30 menit dianggap sulit diterapkan oleh banyak pekerja karena padatnya aktivitas kerja.

Pilihan yang paling ideal adalah berjalan kaki lima menit setiap satu jam, dan hampir setengah dari peserta secara alami memilih frekuensi ini sebagai yang paling sesuai.

Pakar: Kebiasaan sederhana ini baik untuk kesehatan jantung

Para ahli yang tidak terlibat dalam penelitian tersebut juga memberikan tanggapan positif.

Perawat spesialis jantung senior dari British Heart Foundation, Emily McGrath, memperingatkan bahwa duduk terlalu lama dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, gangguan sistem peredaran darah, serta kematian dini.

Menurutnya, melakukan “pengisian energi” secara berkala, misalnya dengan berjalan kaki selama lima menit setiap jam, tidak hanya membantu memperbaiki suasana hati saat itu juga, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi kesehatan jantung.

Aktivitas ringan pun memberikan manfaat besar

Jangan meremehkan olahraga ringan yang dilakukan sesekali. Penelitian independen lain yang diterbitkan awal tahun ini juga mendukung temuan serupa, yaitu:

  • Menambah lima menit berjalan kaki setiap hari dapat menurunkan risiko kematian dini hingga 10%.
  • Mengurangi waktu duduk selama 30 menit per hari diperkirakan dapat menurunkan angka kematian sebesar 3% hingga 7%.

Para ahli menyarankan agar masyarakat melakukan perubahan kecil dalam kehidupan sehari-hari, seperti lebih sering berjalan kaki atau memilih menggunakan tangga daripada lift. Kebiasaan sederhana seperti ini diyakini berpotensi membantu mencegah hingga 10% kematian pada populasi. (***)

Seorang Wanita Memotret Fenomena Langka Berupa Pilar Awan di Pegunungan

EtIndonesia.com Baru-baru ini, seorang wanita di Kota Shaoguan, Provinsi Guangdong, Tiongkok, secara tidak sengaja merekam fenomena alam langka berupa pilar awan saat sedang berwisata di daerah pegunungan. Sebuah kolom awan raksasa tampak menjulur lurus dari langit hingga ke puncak gunung, menciptakan pemandangan yang sangat spektakuler.

Pada 20 Juni, wanita bermarga Zhou tersebut mengunggah video di media sosial dan menceritakan bahwa ia melihat fenomena awan yang tidak biasa ketika sedang berlibur di kawasan pegunungan Shaoguan.

Dalam video tersebut terlihat langit di atas pegunungan tertutup awan tebal. Di antara lapisan awan itu muncul sebuah kolom awan besar yang hampir tegak lurus memanjang ke arah permukaan bumi, sehingga tampak sangat mencolok dan mengesankan.

“Saya tidak tahu apakah ini yang disebut ‘naga mengisap air’ (long xi shui). Lokasi kami terpisah beberapa pegunungan dari tempat fenomena itu terlihat. Cuaca di daerah pegunungan memang sangat berubah-ubah; dalam sehari bisa berganti dari cerah ke hujan berkali-kali,” katanya. 

“Awalnya saya melihatnya dari kejauhan dan mengira mata saya salah melihat, jadi saya spontan mengeluarkan ponsel dan memperbesar kamera untuk memastikan apa yang sebenarnya saya lihat,” ujarnya. 

Dalam budaya tradisional Tiongkok, naga dipercaya sebagai makhluk yang mengendalikan awan dan hujan. Istilah “naga mengisap air” mengacu pada kepercayaan bahwa naga menyerap air dari bumi ke langit sebelum menurunkan hujan. Di kalangan masyarakat, fenomena tersebut sering dianggap sebagai pertanda baik yang melambangkan datangnya hujan.

Zhou juga mengatakan bahwa awan-awan lain yang muncul hari itu berukuran sangat besar. Saat ia melihat pilar awan tersebut, cuaca sedang cerah tanpa angin maupun hujan, sehingga ia tidak mengetahui mengapa fenomena unik itu bisa muncul.

Banyak warganet mengungkapkan kekaguman terhadap keajaiban alam. Salah satu komentar menyebut bentuk awan itu mirip “jamur raksasa yang tumbuh di langit.”

Ada juga yang bercanda dengan mengatakan bahwa mungkin ada “seorang pertapa sedang berlatih menjadi makhluk abadi di pegunungan,” sambil menulis, “Saudara seperguruan, tunggu sebentar!”

Laporan disusun oleh wartawan Luo Tingting; editor : Wen Hui – NTDTV.com