Mengapa Pendidikan Klasik Tiongkok Dimulai dengan Menyapu Lantai?

Orang Tua Modern Mengalihkan Tanggung Jawab, tetapi Menuntut Hasil

Saat ini, banyak orang tua mengeluhkan anak-anak mereka malas dan tidak bertanggung jawab, tetapi pada saat yang sama mereka melindungi anak-anak itu dari setiap pekerjaan rumah tangga. Logika yang tidak diucapkan adalah: pekerjaan rumah membuang waktu belajar, sedangkan waktu belajar adalah satu-satunya waktu yang dianggap penting.

Hasilnya adalah generasi yang terlatih untuk berprestasi di atas kertas, tetapi mudah goyah ketika menghadapi tugas yang menuntut tanggung jawab nyata dan ketekunan.

Tradisi pendidikan klasik Tiongkok membangun karakter dari dasar, dimulai dari tugas-tugas yang paling sederhana dan tidak menarik: menyapu lantai serta belajar berbicara kepada orang yang lebih tua tanpa mempermalukan diri sendiri.

Mengapa Pendidik Tiongkok Kuno Memulai dengan Menyapu Lantai

Sistem pendidikan Konfusianisme membagi pembelajaran masa kanak-kanak menjadi dua tahap utama. Sebelum usia 15 tahun, seorang anak mengikuti pendidikan yang disebut xiaoxue atau โ€œpembelajaran dasarโ€, yang berfokus pada pembentukan karakter manusia.

Kurikulumnya berpusat pada apa yang disebut dalam teks-teks klasik sebagai sวŽo sวŽo yรฌng duรฌ (็‘ๆŽƒๆ‡‰ๅฐ): menyapu dan membersihkan di satu sisi, serta tata krama berbicara dan berinteraksi sosial di sisi lain.

Filsuf Dinasti Song, Zhu Xi, menjelaskan hal ini dengan lugas dalam pengantar bukunya The Great Learning:

โ€œSejak usia delapan tahun, anak-anak raja dan bangsawan hingga anak-anak rakyat biasa semuanya memasuki sekolah dasar, tempat mereka diajarkan tata krama menyapu, menjawab, maju dan mundur dengan sopan, serta seni ritual, musik, memanah, mengemudi kereta, kaligrafi, dan aritmetika.โ€

Urutan ini disengaja. Anak yang tidak mampu menjaga lingkungannya sendiri tetap teratur, atau tidak memahami tata cara dasar dalam berinteraksi dengan sesama, dianggap belum layak mengejar pengetahuan yang lebih tinggi. Pengetahuan apa pun yang diperolehnya tidak akan memiliki fondasi yang kokoh untuk menopangnya.

Peringatan Seorang Negarawan Abad ke-19: Kekacauan di Rumah Menandakan Kemunduran Keluarga

Zeng Guofan, salah satu pejabat paling terkenal pada masa Dinasti Qing, menghabiskan sebagian besar hidup dewasanya memerintah provinsi dan menumpas pemberontakan. Namun dalam surat-surat keluarganya yang kemudian menjadi karya klasik pendidikan moral Tiongkok, ia terus-menerus kembali pada satu persoalan rumah tangga: apakah saudara-saudara dan keponakannya menjaga kamar mereka tetap bersih?

Peringatannya sangat tegas. Dalam salah satu surat kepada empat saudara laki-lakinya, ia menulis bahwa kebiasaan hidup yang berantakan adalah โ€œpertanda kemunduran sebuah keluargaโ€.

Ia mendesak mereka untuk memungut setiap sobekan kertas, setiap helai benang yang tercecer, dan setiap potongan kayu yang tidak terpakai. Bukan karena benda-benda itu berharga, tetapi karena kebiasaan memperhatikan hal-hal kecil itulah yang berharga.

Ia menambahkan bahwa kecerobohan generasi pertama akan berubah menjadi kemewahan berlebihan pada generasi kedua. Kemewahan yang dibiarkan berkembang akan melahirkan kemalasan, perjudian, dan berbagai kebiasaan buruk lainnya.

Kepada para keponakannya, ia juga berbicara dengan terus terang. Selain belajar, mereka harus diajarkan menggosok meja, menyapu ruangan, dan bekerja di ladang. Siapa pun yang menganggap pekerjaan semacam itu berada di bawah martabatnya, menurutnya, sudah berada di setengah jalan menuju kehancuran.

Zeng memahami sesuatu yang sering luput dari perhatian orang tua modern: memanjakan anak tidak melindungi mereka dari kesulitan hidup. Sebaliknya, hal itu menghilangkan persiapan mereka untuk menghadapinya.

Apa yang Dipahami Seorang Calon Jenderal Berusia 11 Tahun tentang Menyapu

Dalam tradisi sejarah Tiongkok terdapat sebuah kisah tentang Zheng Chenggong, komandan militer abad ke-17 yang mengusir penjajah Belanda dari Taiwan dan menjadi salah satu pahlawan nasional Tiongkok.

Ketika berusia 11 tahun, ia diminta menulis esai mengenai ungkapan klasik tentang menyapu dan tata krama. Konon, ia menghasilkan pemikiran yang mengejutkan para gurunya:

โ€œKampanye militer Tang dan Wu adalah penyapuan besar-besaran terhadap negeri. Pengunduran diri Yao dan Shun dari kekuasaan merupakan tindakan tata krama dan pengunduran diri yang paling sempurna.โ€

Anak itu memahami sesuatu yang memang ingin diajarkan oleh para pendidik klasik sejak awal.

Ketika raja-raja bijak Tang dan Wu menggulingkan penguasa yang lalim, mereka pada hakikatnya sedang โ€œmembersihkanโ€ dunia. Ketika kaisar legendaris Yao dan Shun menyerahkan kekuasaan kepada penerus yang lebih layak daripada kepada putra mereka sendiri, mereka menunjukkan bentuk tertinggi dari kemampuan mengetahui kapan harus mundur.

Bagi para pendidik klasik, prinsip yang mengatur rumah tangga dan prinsip yang mengatur dunia berasal dari sumber yang sama.

Pendidikan klasik Tiongkok menanamkan pelajaran ini secara halus melalui latihan-latihan paling dasar: seorang anak yang belajar menyapu sudut ruangan dengan benar sedang melatih disiplin yang sama yang diperlukan untuk memerintah dengan baik.

Seorang Cendekiawan Dinasti Han yang Mengubah Hidupnya melalui Ketekunan

Liang Hong pernah secara tidak sengaja menyebabkan kebakaran yang merambat ke properti milik tetangganya.

Ia tidak membantah atau mengecilkan kerugian yang terjadi. Ia menyerahkan ternaknya sebagai ganti rugi. Ketika sang tetangga menuntut lebih dari yang sebenarnya adil, Liang Hong tetap bekerja dari hari ke hari, dengan tekun dan tanpa keluhan, hingga utangnya lunas melalui hasil kerjanya sendiri.

Perpaduan antara tanggung jawab dan ketenangan itu menarik perhatian seorang tokoh kaya setempat bernama Gao Botong, yang kemudian menerimanya ke dalam rumah tangganya.

Di sana Liang Hong bertemu dan menikahi Meng Guang, seorang wanita yang sangat mengagumi karakternya. Meng Guang terkenal karena setiap kali menyajikan makanan kepada suaminya, ia mengangkat nampan setinggi alis sebagai tanda saling menghormati. Kisah ini menjadi salah satu gambaran paling abadi dalam sastra keluarga Tiongkok.

Pada tahun-tahun berikutnya, Liang Hong dapat menulis dan belajar dengan tenang karena karakter mulianya telah terlihat melalui pekerjaan-pekerjaan sederhana yang sering dianggap remeh.

Kesabaran dan rasa tanggung jawabnya merupakan hasil dari latihan bertahun-tahun dalam melakukan tugas-tugas kecil yang tidak nyamanโ€”jenis tugas yang justru sering ingin dihindarkan orang tua modern dari anak-anak mereka.

Menyapu sebagai Latihan Batin

Sebuah syair yang telah beredar selama beberapa generasi dalam tradisi Buddhis dan budaya rakyat Tiongkok menjelaskan hubungan ini secara langsung:

Sapulah lantai, sapulah lantai, sapulah lantai hati.
Hati yang tidak disapu membuat semua penyapuan lainnya sia-sia.
Jika setiap orang menyapu lantai hatinya sendiri,
Tidak akan ada tempat yang tersisa kotor di dunia ini.

Seorang anak yang belajar menyapu sudut ruangan yang sulit dijangkauโ€”benar-benar membersihkannya, bukan sekadar mendorong debu ke tepiโ€”sedang mempelajari ketekunan dan perhatian terhadap detail yang tidak dapat diajarkan oleh ujian apa pun dan tidak dapat digantikan oleh bimbingan belajar apa pun.

Kesulitan itulah pelajarannya.

Pekerjaan Rumah sebagai Fondasi Karakter

Sebelum terlalu khawatir memilih program pengayaan atau kursus tambahan untuk anak, pertimbangkan terlebih dahulu apakah anak tersebut merapikan tempat tidurnya sendiri, membereskan meja makan, dan mampu berbicara dengan sopan kepada orang dewasa tanpa harus terus-menerus diingatkan.

Orang tua yang memberi teladan dalam hal iniโ€”yang menyapu dengan sungguh-sungguh dan menjelaskan alasannya, yang memperlakukan pekerjaan rumah tangga sebagai sesuatu yang layak mendapat perhatian penuh, bukan sekadar tugas yang dilakukan dengan terpaksaโ€”memberikan kepada anak-anak mereka sesuatu yang tidak dapat diunduh, dibeli, atau dijadwalkan.

Para pendidik klasik yang merancang kurikulum sวŽo sวŽo yรฌng duรฌ meyakini bahwa inilah pendidikan yang sesungguhnya, dan mereka membangun seluruh sistem pendidikan untuk membuktikannya.

Oleh Tang Fengshu, Vision Times.

Wapres AS JD Vance: Iran Dapat Mengakses Dana Rekonstruksi Senilai Rp 5.334 Triliun Berdasarkan Perjanjian Perdamaian

Dana rekonstruksi tersebut akan didanai oleh negara-negara Timur Tengah, bukan oleh Amerika Serikat

EtIndonesia.com  Rincian mengenai kesepakatan yang ditandatangani antara Amerika Serikat dan Iran masih belum dipublikasikan pada 15 Juni, namun Wakil Presiden AS JD Vance menjelaskan bahwa Iran dapat memperoleh akses ke dana rekonstruksi senilai 300 miliar dolar AS atau Rp 5.334 Triliun apabila para pemimpinnya mematuhi perjanjian itu.

Kedua negara menandatangani sebuah memorandum kesepahaman (MOU) awal pada 14 Juni untuk mengakhiri operasi militer dan membuka kembali Selat Hormuz, sekaligus menetapkan masa negosiasi selama 60 hari guna menyelesaikan rincian penghapusan cadangan uranium Iran yang diperkaya hingga tingkat tinggi serta penghentian program nuklirnya, yang selama ini menjadi sumber ketegangan.

Ketika ditanya oleh Ed Oโ€™Keefe dari CBS News dalam acara pagi pada 15 Juni mengenai pendanaan tersebut, Vance mengatakan telah terjadi beberapa โ€œpelaporan yang keliruโ€ mengenai isi perjanjian itu.

โ€œEd, itulah jenis dana yang dapat mereka akses, yang akan didanai oleh Koalisi Negara-Negara Teluk, selama mereka memenuhi kewajiban mereka dalam perjanjian,โ€ kata Vance.

Koalisi tersebut terdiri dari negara-negara Arab Teluk yang berkepentingan menjaga stabilitas kawasan dan ekonomi regional, sehingga tidak memerlukan pendanaan dari Amerika Serikat.

Vance mengatakan bahwa kepentingan utama Amerika Serikat adalah memastikan Iran menghentikan program nuklirnya, menyerahkan persediaan uranium yang telah diperkaya, serta mengizinkan akses bagi para inspektur internasional untuk memantau kepatuhan terhadap perjanjian.

Jika syarat-syarat  dipenuhi, termasuk pembukaan kembali Selat Hormuz dan ketentuan lain dalam kesepakatan, Vance mengatakan Amerika Serikat tidak akan keberatan apabila Iran menerima bantuan keuangan dari negara-negara kawasan untuk membangun kembali negaranya pascaperang.

โ€œKami sepenuhnya terbuka terhadap investasi negara-negara Teluk untuk rekonstruksi Iran, tetapi hanya jika Iran mengakhiri program nuklirnya, menghapus persediaan material yang telah diperkaya, dan benar-benar terbuka terhadap rezim inspeksi serta penegakan yang memberi keyakinan kepada rakyat Amerika bahwa mereka tidak akan pernah memiliki senjata nuklir,โ€ ujar Vance.

Menurut perkiraan lembaga kajian kebijakan luar negeri nonpartisan Foundation for Defense of Democracies, kerusakan akibat konflik yang ditimbulkan oleh operasi militer AS dan Israel di Iran berkisar antara 50 miliar hingga 300 miliar dolar AS.

Lembaga tersebut memperkirakan angka yang paling mungkin berada di sekitar 144 miliar dolar AS dalam bentuk kerugian ekonomi. Estimasi itu mencakup hilangnya pendapatan minyak mentah serta biaya pembangunan kembali berbagai aset yang rusak.

Vance juga mengatakan bahwa Amerika Serikat bekerja sama dengan Badan Energi Atom Internasional (IAEA), sebuah lembaga otonom di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa yang bertugas mencegah penyebaran senjata nuklir, guna memastikan Iran menghancurkan persediaan uranium yang telah diperkaya.

Iran telah membatasi akses penuh para inspektur IAEA jauh sebelum konflik dimulai pada Februari.

Pada 12 Juni 2025, IAEA secara resmi menyatakan bahwa Iran telah melanggar kewajiban nonproliferasi nuklirnya. Keesokan harinya, Israel meluncurkan operasi militer yang menargetkan fasilitas bahan bakar nuklir Iran.

Sebagai tanggapan, Iran mengesahkan undang-undang yang sepenuhnya melarang para inspektur IAEA mengakses fasilitas nuklirnya setelah lokasi-lokasi tersebut dibombardir.

Pada Oktober 2025, Iran menyatakan bahwa seluruh pembatasan terhadap program nuklirnya tidak lagi berlaku.

Dalam laporan terbarunya pada 27 Februari, IAEA menyatakan bahwa selama delapan bulan Iran telah menutup akses para inspektur ke fasilitas produksi dan pemrosesan uranium yang diperkaya.

โ€œSelama periode pelaporan saat ini, Iran tidak memberikan akses kepada badan tersebut ke satu pun dari empat fasilitas pengayaan nuklir yang telah dideklarasikan,โ€ demikian bunyi laporan itu.

IAEA menambahkan bahwa mereka tidak dapat memverifikasi apakah Iran benar-benar telah menghentikan aktivitas pengayaan uranium maupun memastikan jumlah pasti persediaan uranium yang dimilikinya.

Vance mengatakan bahwa perjanjian tersebut akan memastikan Amerika Serikat hadir bersama para inspektur IAEA untuk memastikan Iran menghancurkan uranium yang telah diperkaya hingga tingkat tinggi.

โ€œAmerika Serikat akan berada di sana untuk mengonfirmasi dan memastikan bahwa uranium itu dihancurkan,โ€ kata Vance kepada CBS News. โ€œKami telah menghancurkan program nuklir mereka secara menyeluruh. Perjanjian ini bertujuan memastikan mereka tidak membangunnya kembali.โ€

Senator AS Lindsey Graham sempat menyatakan kekhawatiran melalui media sosial pada akhir pekan setelah mendengar bahwa kesepakatan tersebut mungkin mencakup dana rekonstruksi sebesar 300 miliar dolar AS bagi para pemimpin Iran. Ia menyebut gagasan tersebut sebagai sesuatu yang โ€œtidak peka terhadap situasi.โ€

Namun setelah mendengar penjelasan Vance mengenai rincian perjanjian pada 15 Juni, Graham mengatakan bahwa kesepakatan tersebut berpotensi membawa โ€œperdamaian yang lebih luas.โ€

โ€œUsulan sebagaimana dijelaskan oleh Wakil Presiden dan Pemerintahan Trump untuk mengakhiri konflik Iran akan menjadi sesuatu yang transformatif bagi kawasan dan merupakan pencapaian besar yang dapat menghasilkan perdamaian yang lebih luas,โ€ tulis Graham di platform X.

โ€œSaya menantikan untuk meninjau dokumen sebenarnya daripada mengandalkan laporan propaganda Iran. Semakin cepat dokumen itu dipublikasikan, semakin baik.โ€

Presiden Donald Trump dan Vance menandatangani MOU tersebut secara digital bersama Mohammad Bagher Ghalibaf, Ketua Parlemen Iran, pada 14 Juni.

Upacara penandatanganan resmi dijadwalkan berlangsung di Jenewa pada 19 Juni.

Trump juga membahas cakupan perjanjian tersebut setelah bertemu dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron di ร‰vian-les-Bains, Prancis, dalam rangka KTT G7 pada 15 Juni.

Menurut Trump, rencana tersebut mengharuskan Amerika Serikat tetap menempatkan kekuatan militernya di sekitar Iran selama proses negosiasi berlangsung.

Presiden AS itu juga mengatakan bahwa ia memperkirakan Selat Hormuz akan โ€œsepenuhnya dibukaโ€ dalam waktu lima hari dan bahwa kapal-kapal sudah mulai kembali melintasi jalur pelayaran strategis itu.

Artikel ini terbit di The Epoch Times edisi bahasa Inggris

Bukan Cuma Perusahaan Syariah, Korporasi Konvensional Kini Bisa Manfaatkan Sukuk sebagai Alternatif Pendanaan

Jakarta โ€“ Selama ini, sukuk kerap dipersepsikan sebagai instrumen pendanaan eksklusif bagi perusahaan berbasis syariah. Padahal, di balik label “syariah”, instrumen ini menyimpan peluang besar yang belum banyak dilirik oleh korporasi konvensional. Di tengah dinamika pasar dan kebutuhan pendanaan yang kian beragam, sudah saatnya perusahaan konvensional melirik sukuk sebagai alternatif strategis di pasar modal.

Sukuk: Bukan Utang, tapi Kepemilikan Aset

Berbeda dengan obligasi konvensional yang berbasis utang dengan pembayaran bunga, sukuk merupakan efek syariah yang diterbitkan berdasarkan prinsip bagi hasil atau kepemilikan aset (underlying asset) dengan berbagai akad seperti Ijarah, Istishna, Mudharabah, Musyarakah, hingga Wakalah. Pemilihan akad disesuaikan dengan karakteristik bisnis dan kebutuhan pendanaan masing-masing penerbit.

Yang menarik, penerbit sukuk tidak harus merupakan perusahaan yang seluruh kegiatan usahanya berbasis syariah. Perusahaan konvensional tetap dapat menerbitkan sukuk sepanjang memiliki underlying aset maupun kegiatan usaha yang sesuai dengan prinsip syariah dalam struktur penerbitannya. Kerangka regulasi pun telah tersedia melalui POJK Nomor 18/POJK.04/2015 tentang Penerbitan dan Persyaratan Sukuk, serta Peraturan BEI Nomor I-G tahun 2021 yang mengatur pencatatan sukuk di bursa.

Tren Positif: Penerbit dan Nilai Emisi Melonjak

Perkembangan pasar sukuk korporasi di Indonesia menunjukkan tren yang semakin menggembirakan. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), jumlah penerbit sukuk korporasi meningkat dari 17 penerbit dengan 28 emisi pada tahun 2024 menjadi 33 penerbit dengan 52 emisi pada tahun 2025. Sejalan dengan itu, nilai penghimpunan dana melonjak signifikan dari Rp19,95 triliun pada 2024 menjadi Rp53,69 triliun pada 2025.

Hingga 30 Mei 2026, telah tercatat 19 emisi sukuk yang diterbitkan oleh 17 penerbit dengan total nilai emisi mencapai Rp15,3 triliun. Bahkan, total emisi obligasi dan sukuk yang telah tercatat di BEI sepanjang 2026 mencapai 62 emisi dari 41 emiten senilai Rp67,84 triliun.

Investor Syariah Tumbuh Eksponensial, Pasar Semakin Luas

Pertumbuhan penerbitan sukuk tidak lepas dari melonjaknya jumlah investor syariah di pasar modal Indonesia. Berdasarkan data Anggota Bursa penyedia Sharia Online Trading System (SOTS), jumlah investor syariah melonjak lebih dari 425 kali lipatโ€”dari hanya 531 investor pada tahun 2012 menjadi 226.457 investor per April 2026. Pertumbuhan ini menunjukkan semakin besarnya basis investor yang memiliki minat terhadap instrumen investasi berbasis prinsip syariah.

Menariknya, penerbit sukuk kini tidak hanya berasal dari perusahaan berbasis syariah, tetapi juga dari berbagai sektor industri seperti transportasi dan logistik, infrastruktur, telekomunikasi, manufaktur, finansial, hingga properti. Bahkan emiten konvensional skala besar seperti PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN) dan PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk. (ADMF) telah menerbitkan sukuk.

Tiga Alasan Korporasi Konvensional Perlu Melirik Sukuk

Listyorini, perwakilan BEI, menyatakan bahwa pasar sukuk korporasi memiliki potensi permintaan (demand) yang besar, tidak hanya dari investor ritel tetapi juga investor institusional yang fokus pada portofolio syariah.

“Kami melihat adanya minat yang signifikan terhadap sukuk korporasi sebagai pilihan investasi. Hal ini menunjukkan bahwa pasar sukuk korporasi memiliki potensi demand yang besar sehingga menjadi peluang bagi perusahaan untuk mendiversifikasi sumber pendanaan sekaligus menjangkau basis investor yang lebih luas. Kami mendorong perusahaan untuk mempertimbangkan instrumen ini sebagai bagian dari strategi pendanaan perusahaan.”

Setidaknya ada tiga alasan mengapa perusahaan konvensional perlu mulai melirik sukuk:

Pertama, sukuk membantu perusahaan memperluas basis investor. Selain menjangkau investor konvensional, sukuk juga menarik minat investor yang secara khusus berfokus pada instrumen syariahโ€”sebuah segmen yang terus tumbuh pesat.

Kedua, sukuk menjadi bagian dari strategi diversifikasi pendanaan. Ketergantungan pada satu jenis sumber pembiayaan meningkatkan risiko, terutama di tengah dinamika suku bunga. Sukuk memberikan alternatif tambahan untuk mengelola struktur pendanaan secara lebih optimal.

Ketiga, penerbitan sukuk memberikan nilai tambah dari sisi reputasi dan tata kelola perusahaan. Proses penerbitannya mengedepankan transparansi, akuntabilitas, dan kepatuhan terhadap ketentuanโ€”yang pada akhirnya mendorong praktik good corporate governance serta meningkatkan kepercayaan investor.

Sukuk: Pelengkap, Bukan Pengganti Obligasi

Bagi perusahaan yang selama ini aktif menerbitkan obligasi, sukuk tidak harus dipandang sebagai pengganti, melainkan sebagai instrumen yang saling melengkapi. Dengan menawarkan instrumen berbeda kepada pasar, perusahaan dapat memperluas pilihan pendanaan sekaligus menjangkau segmen investor yang mungkin belum tersentuh melalui instrumen konvensional.

Pada akhirnya, sukuk tidak lagi dapat dipandang sebagai instrumen eksklusif bagi perusahaan syariah. Di tengah pertumbuhan pasar yang positif dan basis investor yang semakin luas, sudah saatnya korporasi konvensional melirik sukuk sebagai bagian dari strategi pendanaan jangka panjang.

Perusahaan yang ingin mengetahui lebih lanjut mengenai peluang penerbitan sukuk maupun instrumen pendanaan lainnya di pasar modal dapat menghubungi Tim Go Public BEI untuk memperoleh informasi dan pendampingan awal sesuai kebutuhan.

Ketua KPPU Dikukuhkan Jadi Profesor Kehormatan, Ciptakan “Konstanta Asa” untuk Genjot Produktivitas Tanpa Tambahan Modal

Semarang, 15 Juni 2026 โ€“ Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), M. Fanshurullah Asa, resmi menyandang gelar Profesor Kehormatan (Honorary Professor) Bidang Ilmu Teknik Sipil dengan Spesialisasi Manajemen Konstruksi dari Universitas Islam Sultan Agung (UNISSULA). Dalam sidang terbuka Senat Akademik UNISSULA, Senin (15/6), pria yang akrab disapa Ifan itu memperkenalkan sebuah terobosan konseptual bernama “Konstanta Asa”.

Konsep ini berangkat dari penelitian mendalam mengenai penerapan sistem manajemen mutu. Temuannya menunjukkan bahwa perbaikan sistem manajemen secara konsisten mampu meningkatkan produktivitas ekonomi tanpa harus menambah modal maupun tenaga kerja baru. “Artinya, produktivitas tidak hanya ditentukan oleh tambahan modal dan tenaga kerja, tetapi juga oleh kualitas tata kelola dan manajemen,” ujar Ifan dalam orasi ilmiahnya.

Tiga Pilar Pembangunan Nasional

Dalam orasinya, Ifan menjelaskan bahwa pembangunan nasional perlu ditopang oleh tiga pilar utama yang saling menguatkan:

  1. Efisiensi Produksi: Dicapai melalui penerapan ekonomi dan teknologi.
  2. Kualitas Tata Kelola: Diwujudkan melalui sistem manajemen yang baik.
  3. Struktur Pasar Kompetitif: Ditegakkan melalui kebijakan dan penegakan hukum persaingan usaha yang sehat.

Ia menegaskan bahwa tanpa efisiensi, pembangunan menjadi mahal; tanpa tata kelola yang baik, pembangunan menjadi tidak terarah; dan tanpa persaingan usaha yang sehat, pembangunan kehilangan keadilan sekaligus daya dorong produktivitasnya. Konstanta Asa membuktikan bahwa peningkatan produktivitas dapat dicapai melalui penguatan tata kelola, inovasi, dan persaingan usaha yang sehat, tidak hanya bergantung pada investasi besar-besaran.

Delapan Pilar Strategis untuk Sektor Konstruksi dan Energi

Mengusung latar belakangnya di bidang manajemen konstruksi, Ifan menawarkan delapan pilar strategis untuk meningkatkan tata kelola dan daya saing sektor konstruksi serta energi, antara lain:

  • Percepatan pembaruan regulasi pengadaan barang dan jasa pemerintah.
  • Penguatan program kepatuhan KPPU.
  • Penerapan standar manajemen proyek internasional sepertiย ISO 21500ย sebagai persyaratan wajib dalam proses lelang.
  • Optimalisasi pengawasan investasi transmisi dan distribusi gas bumi.
  • Percepatan pembangunan jaringan gas rumah tangga (jargas) yang terintegrasi dengan Program Tiga Juta Rumah.

Pengakuan atas Kontribusi dan Pengukuhan

Pengukuhan Ifan sebagai guru besar kehormatan ini dihadiri oleh sejumlah pejabat negara, termasuk Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto, serta jajaran pimpinan KPPU. Rektor UNISSULA, Prof. Gunarto, menyatakan bahwa penganugerahan ini diberikan atas kontribusi panjang Ifan dalam bidang energi, ekonomi, dan konstruksi, serta jasanya dalam memastikan sektor-sektor strategis tumbuh dalam iklim persaingan yang sehat.

Melalui konsep “Konstanta Asa” dan delapan pilar strategisnya, Ifan berharap dapat mendorong reformasi manajemen konstruksi dan penegakan persaingan usaha yang lebih baik, demi terciptanya pembangunan nasional yang lebih efisien, transparan, dan berkeadilan.

The Southern Hotel Surabaya Gandeng NGO Australia Peduli ODHA, Hadirkan Edukasi dan Bantuan Sosial untuk Yayasan Abdi Asih

Surabaya, 15 Juni 2026 โ€“ Kepedulian sosial tidak mengenal batas negara. Membuktikan hal tersebut, The Southern Hotel Surabaya berkolaborasi dengan NGO asal Australia, You Me & The Community, dalam kegiatan sosial bersama Yayasan Abdi Asih, sebuah yayasan yang mendampingi Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) dan kelompok rentan di Surabaya.

Kegiatan yang berlangsung pada pertengahan Juni ini tidak hanya berfokus pada pemberian bantuan material, tetapi juga menghadirkan edukasi, pengalaman, dan semangat baru bagi para penghuni yayasan.

Bantuan, Edukasi, dan Kegembiraan untuk ODHA

Melalui kolaborasi ini, The Southern Hotel Surabaya dan You Me & The Community menyalurkan bantuan berupa bahan pokok dan kebutuhan sehari-hari bagi para penghuni Yayasan Abdi Asih. Namun, yang lebih istimewa adalah rangkaian aktivitas positif yang dirancang untuk memberikan dampak jangka panjang.

Anak-anak yang menjadi bagian dari yayasan diajak menikmati pengalaman rekreasi dan edukasi melalui kunjungan ke playground dan KidZania. Kegiatan ini bertujuan memberikan ruang belajar, bermain, dan membangun kepercayaan diri bagi mereka yang seringkali terpinggirkan oleh stigma sosial. Tidak hanya itu, tim juga memberikan edukasi dan pendampingan yang memperkuat aspek psikososial para penerima manfaat.

Mengenal Perjalanan Yayasan Abdi Asih

Dalam kesempatan tersebut, tim dari The Southern Hotel dan You Me & The Community juga berkesempatan mengenal lebih dekat perjalanan Yayasan Abdi Asih. Yayasan ini didirikan atas dasar kepedulian terhadap ODHA dan masyarakat yang membutuhkan pendampingan sosial. Semangat kemanusiaan yang diwariskan oleh pendirinya terus diteruskan oleh generasi berikutnya, sehingga manfaat yayasan dapat terus dirasakan hingga saat ini.

Kolaborasi Lintas Negara untuk Dampak Lebih Besar

Rosalia Erta, HR Manager The Southern Hotel Surabaya, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud kepedulian yang dibangun melalui kolaborasi lintas sektor dan lintas negara.

“Kami percaya bahwa kepedulian sosial akan menjadi lebih kuat ketika dilakukan bersama-sama. Karena itu, kami terus membuka peluang kolaborasi dengan berbagai komunitas dan organisasi agar manfaat yang diberikan dapat menjangkau lebih banyak orang. Kami tidak hanya ingin memberikan bantuan, tetapi juga menghadirkan pengalaman, perhatian, dan semangat baru bagi mereka yang membutuhkan,” ujar Rosalia.

Dukungan dari Australia

Kegiatan ini turut didukung oleh You Me & The Community yang diwakili oleh Cheila Marie Tully, selaku Co-Director. Cheila merupakan penerima Mary & Carl Leonard International Relations Award dari Queensland University of Technology (QUT), Australia, senilai AUD 5.000 yang digunakan untuk mendukung program pengembangan masyarakat dan hubungan internasional.

“Kami percaya bahwa kolaborasi lintas negara dan lintas sektor mampu menciptakan dampak yang lebih besar bagi masyarakat. Melalui kegiatan ini, kami tidak hanya berbagi bantuan, tetapi juga membangun harapan dan kesempatan bagi masa depan yang lebih baik,” ungkap Cheila Marie Tully.

Komitmen Berkelanjutan The Southern Hotel

Melalui kolaborasi ini, The Southern Hotel Surabaya kembali menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan program sosial yang berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Hotel ini secara konsisten membuka ruang bagi kerja sama dengan berbagai mitra, baik lokal maupun internasional, dalam upaya menciptakan dampak sosial yang positif.

Kegiatan bersama Yayasan Abdi Asih menjadi bukti bahwa industri perhotelan tidak hanya berperan dalam pelayanan tamu, tetapi juga dapat menjadi agen perubahan sosial yang membawa harapan bagi kelompok-kelompok rentan di masyarakat.

Kreator Indonesia, Saatnya Karya Jadi Rupiah! Adobe, Indosat, dan Kemenekraf Buka Pintu Monetisasi Global

Jakarta, 17 Juni 2026 โ€“ Kabar baik untuk para kreator dan generasi muda Indonesia: Kreativitas bukan lagi sekadar hobi, tapi bisa menjadi mesin penghasilan nyata.

Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) RI, Indosat Ooredoo Hutchison (IOH), dan raksasa teknologi global Adobe secara resmi menjalin kolaborasi strategis untuk mengubah ekosistem kreatif Indonesia. Dalam sebuah acara di Jakarta, ketiganya mengumumkan program pemberdayaan yang menggabungkan akses teknologi mutakhir, pelatihan berbasis AI, sertaโ€”yang paling menarikโ€”peluang monetisasi langsung bagi para kreator.

Indonesia Jadi yang Pertama di Dunia

Salah satu pengumuman paling mengejutkan datang dari Adobe. Presiden Creativity & Productivity Business Adobe, David Wadhwani, menyatakan bahwa Indonesia terpilih sebagai negara pertama di dunia untuk meluncurkan program monetisasi kreator Adobe Express.

Apa artinya? Kreator Indonesia kini bisa membuat template desain lokal dan mendapatkan penghasilan langsung dari karya yang mereka ciptakan di platform Adobe Express. Bayangkan, seorang kreator di Bandung atau Surabaya bisa menghasilkan uang dari template yang digunakan oleh pengguna lain di seluruh dunia.

“Kami terinspirasi oleh komunitas kreatif Indonesia dan bersemangat untuk membantu lebih banyak kreator mewujudkan ide-ide mereka menjadi peluang nyata,” ujar David Wadhwani.

Paket Lengkap: Akses Gratis + Pelatihan + Panggung

Program kolaborasi ini memberikan paket lengkap bagi pelanggan Indosat:

  1. Akses Premium Gratis: Seluruh pelanggan Indosat (termasuk IM3 dan Tri) mendapatkan aksesย Adobe Express Premium gratis selama 6 bulan.ย Aplikasi ini memungkinkan pembuatan konten digital, desain visual, danย storytellingย dengan bantuan AI secara cepat dan mudah.
  2. Pelatihan Berbahasa Indonesia: Pelanggan juga mendapat akses ke materi pembelajaran dariย Adobe Digital Academyย yang telah diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia.ย Mulai dari pembelajaran singkat hingga pengembangan profesional, semua dirancang untuk mengasah keterampilan kreatif dan AI.
  3. Panggung Bergengsi: Para kreator terpilih berkesempatan menampilkan karya mereka diย IDEAFEST, salah satu festival kreatif terbesar di Indonesia.ย Ini bukan sekadar pameran, tapi jalan untuk membangun koneksi dengan pelaku industri dan investor.

Dukungan Pemerintah dan Industri

Menteri Ekonomi Kreatif RI, Teuku Riefky Harsya, menegaskan bahwa kolaborasi ini adalah contoh nyata bagaimana pemerintah dan industri bekerja sama membekali generasi muda.

“Fondasi ekonomi kreatif Indonesia terletak pada kekayaan intelektual yang berakar pada budaya bangsa dan kreativitas masyarakatnya. Di era AI ini, fokus kami adalah memanfaatkan teknologi untuk memperkuat kreativitas manusia, bukan menggantikannya,” tegas Riefky.

Program ini juga terintegrasi dengan inisiatif Kemenekraf bernama ECHOES (Ekraf Creates Harmony on Education Sector), yang bertujuan memperkenalkan ekosistem ekonomi kreatif sejak dini di sekolah dan kampus.

Sementara itu, Vikram Sinha, President Director & CEO Indosat Ooredoo Hutchison, menyoroti potensi besar Indonesia. “Indonesia memiliki talenta dan kreativitas yang melimpah. Yang dibutuhkan banyak anak muda saat ini adalah akses ke perangkat, keterampilan, dan peluang yang tepat untuk mewujudkan ide mereka,” ujarnya.

Target: 15.000 Anak Muda

Program ini akan dijalankan melalui GENSi (Generasi Terkoneksi), platform pemberdayaan generasi muda milik Indosat. Setelah sukses menjangkau lebih dari 10.000 anak muda, GENSi menargetkan 15.000 peserta baru pada tahun 2026.

Dengan tiga pilar utamaโ€”jangkauan luas Indosat, teknologi AI Adobe, dan dukungan kebijakan Kemenekrafโ€”kolaborasi ini diharapkan mampu mendorong lebih banyak kreator Indonesia untuk bergerak dari sekadar belajar, menjadi berkarya, hingga menuai hasil ekonomi dari kreativitas mereka.

Hari Keenam Piala Dunia 2026: Juara Bertahan Argentina dan Runner-up Prancis Siap Tampil Perdana

EtIndonesia.com Pada 16 Juni, Piala Dunia FIFA 2026 yang digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko memasuki hari pertandingan keenam. Seluruh delapan tim dari Grup I dan Grup J akan menjalani laga perdana mereka.

Sorotan utama tertuju pada juara bertahan Argentina, runner-up edisi sebelumnya Prancis, serta Norwegia yang dipimpin oleh Erling Haaland. Selain itu, dua wakil Asia Barat, Irak dan Yordania, juga diharapkan mampu melanjutkan catatan positif tim-tim Asia di turnamen ini.

Grup I: Prancis vs Senegal โ€“ โ€œLes Bleusโ€ Memulai Perjalanan

Pertandingan pertama Grup I mempertemukan Prancis melawan Senegal di New York.

Prancis, yang mencapai final dalam dua edisi Piala Dunia terakhir, datang dengan skuad bertabur bintang yang sebagian besar bermain di liga-liga top Eropa.

Kapten tim Kylian Mbappรฉ dianggap sebagai salah satu pemain paling dominan di dunia berkat kecepatan dan ketajamannya mencetak gol. Ia didukung oleh Ousmane Dembรฉlรฉ, yang sedang berada dalam performa impresif setelah sukses bersama klubnya di kompetisi Eropa.

Di kubu Senegal, tim diperkuat oleh pemain berpengalaman seperti Sadio Manรฉ dan Kalidou Koulibaly. Meski masih menjadi salah satu kekuatan Afrika, sebagian pengamat menilai skuad mereka mulai mengalami proses penuaan.

Kedua tim terakhir kali bertemu di Piala Dunia 2002, ketika Senegal secara mengejutkan menang 1-0 atas Prancis.

Grup I: Norwegia vs Irak โ€“ Debut Piala Dunia Haaland

Norwegia akan menghadapi Irak di Boston.

Lini depan Norwegia dipimpin oleh Erling Haaland, sementara sektor tengah dikomandoi Martin ร˜degaard. Kombinasi keduanya membawa Norwegia tampil impresif di babak kualifikasi Eropa.

Karena masih harus menghadapi Senegal dan Prancis pada laga berikutnya, Norwegia diperkirakan akan mengincar kemenangan meyakinkan atas Irak.

Irak sendiri lolos ke putaran final melalui babak playoff antarbenua dan dipandang sebagai tim dengan peluang paling kecil di grup ini. Mereka kemungkinan akan mengandalkan pertahanan rapat dan serangan balik untuk mencoba mencuri poin.

Grup J: Argentina vs Aljazair โ€“ Sang Juara Bertahan Memulai Misi

Tim peringkat satu dunia, Argentina, memulai upaya mempertahankan gelar di Kansas City dengan menghadapi Aljazair.

Bintang Argentina Lionel Messi, yang akan berusia 39 tahun pada 24 Juni, saat ini memegang rekor penampilan terbanyak di Piala Dunia dengan 26 pertandingan. Jika tampil dalam laga ini, ia akan mencatatkan penampilan ke-200 bersama tim nasional Argentina, sebuah tonggak bersejarah dalam kariernya.

Argentina mengandalkan permainan penguasaan bola dan kualitas individu para pemainnya, serta disebut sedang berada dalam performa baik setelah memenangi tujuh laga uji coba terakhir.

Namun, mereka tentu ingin menghindari kejutan seperti di Piala Dunia sebelumnya ketika kalah pada laga pembuka melawan Arab Saudi.

Aljazair dikenal memiliki permainan fisik yang kuat dan serangan balik cepat. Pemain berpengalaman seperti Riyad Mahrez diharapkan menjadi andalan jika ingin memberikan kejutan kepada juara bertahan.

Grup J: Austria vs Yordania โ€“ Duel Dua Tim yang Sedang Berkembang

Laga lainnya di Grup J mempertemukan Austria dan Yordania, yang menjadi pertemuan pertama kedua negara di ajang internasional besar.

Austria kembali tampil di putaran final Piala Dunia setelah absen selama 28 tahun. Di bawah arahan pelatih Ralf Rangnick, tim ini dikenal memiliki disiplin taktik dan pressing tinggi.

Pemain-pemain seperti David Alaba, Marcel Sabitzer, dan Konrad Laimer menjadi tulang punggung skuad.

Di sisi lain, Yordania terus menunjukkan perkembangan pesat dalam beberapa tahun terakhir. Mereka pernah menjadi runner-up Piala Asia 2023 dan berhasil lolos ke Piala Dunia melalui kualifikasi Asia. Salah satu andalan utama di lini serang adalah Mousa Al-Tamari, yang bermain di kompetisi Eropa.

Pertandingan ini diperkirakan menjadi duel menarik antara dua tim yang sama-sama sedang mengalami peningkatan performa di kancah internasional.

Dua tim yang sedang naik daun dari Eropa dan Asia akan berhadapan di Stadion Levi’s di San Francisco pada pukul 21.00 waktu setempat.  

Sumber : NTDTV.com

Kedubes AS di Tiongkok Keluarkan Alarm Keamanan: Partai Komunis Tiongkok Menargetkan Warga AS Keturunan Tionghoa Serta yang Terkait Pemerintah atau Perusahaan AS

EtIndonesia.com Kedutaan Besar Amerika Serikat di Tiongkok baru-baru ini mengeluarkan tiga peringatan dalam tiga hari berturut-turut, yang memperingatkan warga negara AS keturunan Tionghoa serta mereka yang memiliki hubungan dengan perusahaan atau pemerintah AS bahwa mereka berisiko menjadi sasaran rezim komunis Tiongkok, termasuk kemungkinan ditahan, ditangkap, atau dikenai larangan keluar dari Tiongkok.

Para analis mengatakan rangkaian peringatan tersebut menunjukkan bahwa pemerintah AS semakin khawatir terhadap pola penegakan hukum yang sewenang-wenang dan penahanan warga negara AS secara sengaja oleh rezim Tiongkok di tengah persaingan strategis antara Amerika Serikat dan Tiongkok, bukan sekadar terhadap kasus-kasus individual.

Dalam peringatan yang dikeluarkan pada 15 Juni, Misi AS di Tiongkok memperingatkan bahwa rezim Tiongkok dapat menargetkan warga negara AS keturunan Tionghoa, termasuk โ€œmereka yang terlibat dalam sengketa bisnis, memiliki hubungan dengan perusahaan-perusahaan AS, atau memiliki keterkaitan dengan aparat penegak hukum AS, militer AS, maupun badan intelijen AS.โ€

Pemberitahuan tersebut juga menyatakan bahwa โ€œindividu yang mengikuti program yang didanai pemerintah AS serta mereka yang memiliki hubungan masa lalu maupun saat ini dengan pemerintah ASโ€ juga dapat menghadapi risiko.

Peringatan terbaru ini menyusul dua pemberitahuan lain yang dikeluarkan selama akhir pekan, setelah penangkapan seorang akademisi Amerika keturunan Tionghoa, Min Zin, di Kunming, Provinsi Yunnan, dengan tuduhan spionase.

Dalam pemberitahuan berjudul โ€œKewarganegaraan Gandaโ€ yang dikeluarkan pada 13 Juni, Misi AS di Tiongkok menekankan bahwa Tiongkok tidak mengakui kewarganegaraan ganda. Warga negara AS yang memasuki Tiongkok daratan menggunakan โ€œdokumen perjalanan yang diterbitkan Tiongkokโ€ atau yang masih memiliki โ€œdokumen identitas Tiongkok yang sahโ€ dapat menghambat kemampuan pemerintah AS untuk memberikan layanan konsuler apabila mereka dikenai larangan keluar negeri, ditahan, atau menghilang.

Dalam pemberitahuan โ€œLarangan Keluar Negeri dan Penahananโ€ yang dikeluarkan pada 14 Juni, Misi AS di Tiongkok memperingatkan tentang โ€œpenegakan hukum lokal secara sewenang-wenang di Tiongkok yang dapat berujung pada penahanan, penangkapan, atau larangan keluar negeri.โ€ Peringatan itu menyebutkan bahwa โ€œotoritas Tiongkok dapat memberlakukan larangan keluar negeri dengan alasan apa pun tanpa proses hukum yang jelas dan transparan untuk menyelesaikannya.โ€

Pada 12 Juni, Kementerian Luar Negeri rezim Tiongkok mengonfirmasi penangkapan Min Zin, seorang warga negara AS yang memimpin sebuah lembaga pemikir mengenai demokrasi dan aktivisme di Myanmar. Menurut kementerian tersebut, Min ditahan atas tuduhan spionase dan membahayakan keamanan nasional Tiongkok. Ia menghilang pada 3 Juni setelah terbang ke Kunming, Provinsi Yunnan, di wilayah barat daya Tiongkok.

Kasus yang Memiliki Implikasi Politik dan Geopolitik

Sun Kuo-hsiang, profesor hubungan internasional dan bisnis di Universitas Nanhua, Taiwan, mengatakan kepada The Epoch Times bahwa kasus Min memiliki implikasi politik dan geopolitik.

Menurutnya, rangkaian peringatan perjalanan yang muncul setelah penangkapan Minโ€”termasuk soal kewarganegaraan ganda, larangan keluar negeri, serta risiko yang terkait dengan afiliasi terhadap lembaga dan program ASโ€”menunjukkan bahwa Washington melihat kasus tersebut dalam kerangka penegakan hukum yang sewenang-wenang dan penahanan warga AS secara sengaja oleh rezim Tiongkok.

Mengenai peringatan terbaru, Sun mengatakan bahwa Beijing kemungkinan memandang orang-orang keturunan Tionghoa yang memiliki hubungan dengan institusi AS melalui sudut pandang keamanan dan loyalitas, bukan sebagai pengunjung asing biasa.

โ€œDi bawah kerangka keamanan nasional dan undang-undang kontra-spionase Tiongkok yang diperluas, penelitian akademik, pekerjaan kebijakan publik, sengketa bisnis, akses data, atau riwayat pekerjaan di pemerintahan dapat ditafsirkan ulang sebagai risiko keamanan,โ€ katanya.

Shen Ming-shih, peneliti di Divisi Penelitian Keamanan Nasional pada Institut Penelitian Pertahanan dan Keamanan Nasional Taiwan, mengatakan bahwa warga negara AS keturunan Tionghoa saat ini menghadapi risiko tinggi jika mengunjungi Tiongkok.

Menurutnya, alasan utama adalah persaingan strategis antara Tiongkok dan Amerika Serikat.

โ€œRezim Tiongkok selalu mencurigai bahwa Amerika Serikat ingin menekan atau mengalahkan Tiongkok,โ€ katanya.

Shen menambahkan bahwa โ€œTiongkok memandang Amerika Serikat sebagai musuh potensial dan menganggap banyak pengunjung asing sebagai mata-mata; yang diperlukan hanyalah menemukan bukti untuk menangkap mereka.โ€

Faktor Taiwan

Ketegangan di Selat Taiwan tetap tinggi karena rezim Tiongkok terus menolak kedaulatan Taiwan dan mengancam akan mencaplok pulau yang memiliki pemerintahan sendiri, demokrasi yang bebas, serta merupakan mitra Amerika Serikat tersebut.

Shen mengatakan bahwa risiko yang dihadapi warga negara AS yang bepergian ke Tiongkok daratan saat ini tentu berkaitan dengan hubungan lintas selat antara Tiongkok dan Taiwan.

โ€œKarena kerja sama Taiwan dan Amerika Serikat semakin erat, rezim Tiongkok menjadi semakin curiga terhadap orang-orang yang datang dari Amerika Serikat, termasuk akademisi dan pihak lain yang tidak memiliki motif politik,โ€ ujarnya.

Ia juga mengatakan bahwa warga negara AS keturunan Tionghoa yang menggunakan dokumen identitas Tiongkok untuk memasuki negara tersebut dapat menimbulkan kecurigaan yang lebih besar dari Partai Komunis Tiongkok (PKT).

โ€œ[Mereka akan berkata], Anda jelas warga negara AS, mengapa menggunakan identitas Tiongkok untuk masuk ke Tiongkok? Apakah Anda memiliki motif tersembunyi?โ€

Sun mengatakan bahwa peringatan AS tersebut mungkin bukan akibat langsung dari ketegangan di Selat Taiwan, โ€œtetapi berkaitan dengan situasi keseluruhan persaingan keamanan antara Amerika Serikat dan Tiongkok.โ€

Warga Amerika Keturunan Tionghoa Terjebak di Persimpangan

Sun juga menyoroti dimensi intelijen dan keamanan dalam hubungan ASโ€“Tiongkok. Menurutnya, Washington telah menuduh pihak-pihak yang terkait dengan intelijen Tiongkok berupaya merekrut personel pemerintah dan militer AS, baik yang masih aktif maupun yang telah pensiun, melalui platform konsultasi atau lowongan pekerjaan palsu.

Hal itu membuat siapa pun yang memiliki latar belakang keturunan Tionghoa sekaligus pengalaman bekerja untuk pemerintah AS menjadi lebih sensitif secara politik dari kedua sisi.

Sun menyimpulkan bahwa peringatan terbaru Kedutaan Besar AS mencerminkan penilaian Washington bahwa:

โ€œDi tengah meningkatnya rivalitas ASโ€“Tiongkok, Beijing kemungkinan semakin sering menggunakan larangan keluar negeri, interogasi, penahanan, atau pembatasan akses konsuler terhadap individu yang berada di persimpangan antara etnis Tionghoa, kewarganegaraan Amerika, dan hubungan dengan institusi negara AS.โ€

Shen mengatakan bahwa peringatan Kedutaan Besar AS sekali lagi membuktikan bahwa Tiongkok daratan di bawah pemerintahan Partai Komunis Tiongkok merupakan wilayah berisiko tinggi bagi warga asing.

โ€œTidak peduli apa tujuan kunjungan Anda atau bagaimana Anda berinteraksi dengan masyarakat setempat, di Tiongkok daratan, jika PKT ingin menahan Anda, mereka tidak memerlukan alasan apa pun; mereka bisa saja merekayasa tuduhan terhadap Anda,โ€ katanya.

Luo Ya dan Reuters berkontribusi dalam laporan ini.

Artikel ini terbit di The Epoch Times edisi Bahasa Inggris

Chemistry Tumbuh dari Kedekatan: Mengapa Kencan Tatap Muka Masih Tak Tergantikan di Era Digital

Di era ketika lebih dari setengah lajang berusia di bawah 30 tahun menggunakan aplikasi kencan, berbagai bukti menunjukkan bahwa pendekatan digital terhadap percintaan mungkin memiliki kelemahan mendasar

Amy Denney

Sarah Borsheim semakin merasa frustrasi dengan kencan online ketika seorang kenalan lama semasa SMA, Guillermo Bunzeโ€”yang sedang mencari gereja baruโ€”menghubunginya melalui media sosial.

Dalam hitungan hari, Bunze bergabung dengannya beribadah di gereja. Setelah itu, mereka menghabiskan waktu bersama sepanjang hari dan menemukan begitu banyak kesamaan di antara mereka. Beberapa minggu kemudian, Borsheim menyadari bahwa Bunze telah menjadi orang yang paling sering ia andalkan. Lalu, dalam sebuah makan malam bersama, benih-benih cinta mulai tumbuh.

โ€œTiba-tiba kami bisa melihat satu sama lain dari sudut pandang yang berbeda,โ€ kata Borsheim kepada The Epoch Times. โ€œKami berdua sama-sama gugup karena khawatir yang satu masih menganggap yang lain hanya sebagai teman.โ€

Pengalaman pasangan ini menunjukkan sebuah kebenaran tentang dunia kencan modern yang hingga kini belum mampu dipecahkan oleh algoritma: kecocokan emosional membutuhkan kedekatan fisik.

Daripada buru-buru membuat profil kencan menjelang Hari Valentine, bukti menunjukkan bahwa keberhasilan dan kepuasan yang lebih besar justru datang dari pendekatan yang telah teruji waktu: berkencan secara langsung.

Di era ketika lebih dari setengah kaum lajang berusia di bawah 30 tahun menggunakan aplikasi kencan, bukti menunjukkan bahwa pendekatan digital terhadap percintaan mungkin memiliki kelemahan mendasar karena tidak mampu memprediksi apa yang akan terjadi ketika dua orang akhirnya bertemu secara langsung.

Ketertarikan Awal Menyalakan Kecocokan

Menurut Joan Nwosu, pelatih kehidupan sekaligus penulis yang mengkhususkan diri dalam bidang hubungan dan kencan, percikan ketertarikan awal merupakan sinyal minat yang menjadi titik awal setiap hubungan.

โ€œItu adalah tingkat ketertarikan paling dasar,โ€ katanya kepada The Epoch Times. โ€œItulah yang membuat orang mulai tertarik.โ€

Percikan ketertarikan dapat muncul baik saat bertemu secara online maupun langsung. Menurut sebuah artikel penelitian yang diterbitkan dalam Perspectives on Psychological Science, bentuk ketertarikan tersebut dapat berupa ketertarikan seksual, romantis, budaya, intelektual, maupun rasa empati.

Namun, Nwosu mencatat bahwa ketertarikan yang muncul secara online sering kali datang terlalu dini.

Bahkan orang yang berniat baik cenderung secara tidak sadar mempercantik profil mereka agar mencerminkan versi terbaik dan paling ideal dari diri mereka, dengan harapan dapat menarik pasangan yang mereka inginkan.

Sebaliknya, ketertarikan yang muncul saat bertemu langsung memberikan informasi yang jauh lebih lengkap. Menurut Nwosu, seseorang dapat merasakan energi, rasa percaya diri, selera humor, hingga tingkat kenyamanan dan rasa aman yang diberikan oleh orang lain.

Namun, yang sebenarnya dicari banyak orang bukan sekadar ketertarikan awal. Mereka mencari chemistry atau kecocokan yang lebih mendalam.

Menurut para penulis artikel tersebut, chemistry memerlukan interaksi antara dua orang atau lebih untuk menghasilkan sesuatu yang tidak bisa diciptakan sendiri oleh masing-masing individu. Hal ini mengisyaratkan bahwa chemistry pada dasarnya membutuhkan pengalaman tatap muka.

โ€œInilah salah satu alasan mengapa pengguna aplikasi kencan kesulitan memprediksi hanya dari membaca profil online apakah chemistry akan berkembang atau tidak,โ€ tulis para peneliti.

โ€œMunculnya chemistry yang bersifat spontan juga membantu menjelaskan mengapa hingga saat ini belum ada bukti ilmiah yang dapat diterima secara luas mengenai efektivitas algoritma pencocokan yang dipromosikan oleh sejumlah layanan kencan online.โ€

Para peneliti menggambarkan sifat chemistry yang spontan seperti lemparan seorang quarterback dalam sepak bola Amerika yang diarahkan tepat ke titik tempat penerima bola akan tiba pada saat yang sama dengan datangnya bola.

Selain muncul secara spontan, chemistry juga memiliki tiga karakteristik lain:

  • Bersifat unik untuk satu pasangan tertentu dan tidak dapat direplikasi dengan orang lain.
  • Melibatkan unsur nonverbal seperti bahasa tubuh, kontak mata, dan gerakan yang selaras.
  • Berbeda dari hubungan berkualitas tinggi lainnya, termasuk ketertarikan fisik yang kuat atau ikatan dengan keluarga dan teman.

Chemistry menciptakan hubungan yang sering digambarkan sebagai โ€œmagnetisโ€โ€”sesuatu yang dapat terlihat melalui karisma, keaslian diri, dan kelancaran percakapan.

Menghindari โ€œTitik Balikโ€ yang Berbahaya

Para pengguna aplikasi kencan yang umumnya melaporkan tingkat kepuasan hubungan dan rasa cinta yang lebih rendah dapat meningkatkan peluang mereka dengan segera menjadwalkan pertemuan langsung.

Sebuah penelitian dalam Journal of Computer-Mediated Communication menyebut adanya fenomena yang disebut โ€œtipping pointโ€ atau titik balik.

Ketika seseorang terlalu lama menjalin komunikasi online tanpa bertemu, ia akan membangun gambaran ideal tentang pasangannya. Akibatnya, saat akhirnya bertemu langsung, ia kesulitan menerima perbedaan antara orang nyata dan sosok yang selama ini ia bayangkan.

โ€œTitik balik ini kemungkinan mencerminkan terbentuknya kesan yang terlalu ideal sehingga pengguna aplikasi kencan lebih rentan mengalami kekecewaan dan ketidakpastian saat pertemuan pertama,โ€ tulis para peneliti.

Dengan kata lain, semakin lama seseorang hidup dalam bayangan ideal tentang calon pasangan, semakin besar kemungkinan pertemuan langsung terasa mengecewakan.

Borsheim mengalami hal itu secara langsung.

Saat menggunakan aplikasi kencan, ia biasanya membiarkan pria yang menentukan kapan mereka akan bertemu. Dalam salah satu hubungan, mereka bertukar pesan selama sebulan sebelum bertemu, dan ternyata itu terlalu lama. Hubungan tersebut pun berakhir pada bulan ketiga.

โ€œKami sangat nyambung secara online, sering mengobrol lewat pesan,โ€ katanya.

โ€œNamun saat bertemu langsung, semuanya membutuhkan waktu lebih lama, dan kami tidak benar-benar bisa berinteraksi dengan baik.โ€

Acara yang Dikurasi: Alternatif yang Lebih Baik

Sebagian kaum lajang kini mulai meninggalkan aplikasi kencan dan beralih ke acara tatap muka yang dirancang secara khusus.

Kristy Sims, yang terinspirasi oleh pengalaman buruknya sendiri dalam dunia kencan dan merasa terpanggil untuk membantu para lajang, mendirikan The Table Collective. Organisasi ini mengadakan jamuan makan malam bergaya klasik lengkap dengan musik live di sebuah rumah bersejarah untuk para lajang Kristen di komunitasnya.

โ€œSaya ingin menciptakan sesuatu yang membawa kita kembali ke masa lalu, ketika cara berkencan berbeda, ketika pria benar-benar mendekati wanita dan berusaha memenangkan hatinya,โ€ kata Sims kepada The Epoch Times.

Acara tersebut mencakup sesi berbaur sambil menikmati makanan ringan, makan malam bersama, serta pertanyaan pemancing percakapan di setiap meja.

Peserta sering mengatakan kepada Sims bahwa mereka tidak ingin acara itu berakhir.

Sebelum pulang, setiap peserta mengisi selembar formulir dan menandai foto peserta lawan jenis yang membuat mereka merasakan ketertarikan.

Metodenya mirip surat โ€œMaukah kamu berkencan denganku?โ€ yang dulu sering beredar di sekolah. Bedanya, hanya Sims yang melihat hasilnya, dan hanya pasangan yang sama-sama memilih satu sama lain yang akan diberi tahu.

Sejauh ini, metode tersebut terbukti berhasil.

Acara pertama menghasilkan tingkat kecocokan timbal balik sebesar 93 persen. Pada acara-acara berikutnya, tingkat kecocokan berkisar sekitar 70 persen.

โ€œDalam lima menit saja, rumah itu sudah dipenuhi tawa dan kegembiraan,โ€ kata Sims.

โ€œMelihatnya secara langsung sungguh luar biasa, dan sebagian besar terjadi secara alami.โ€

Nwosu juga lebih mendukung model acara yang dikurasi dibandingkan aplikasi kencan maupun speed dating, yang menurutnya sering menciptakan suasana putus asa untuk mendapatkan perhatian.

Kegiatan yang berpusat pada minat bersama seperti mendaki gunung atau klub buku memungkinkan orang tampil lebih alami dan santai, sehingga lebih mudah mengenal orang lain dan mengajukan pertanyaan yang bermakna.

Pertemuan Langsung Meningkatkan Kepercayaan Diri

Menurut Sims, salah satu dampak menarik dari penyelenggaraan acara untuk para lajang adalah melihat perubahan sosial pada peserta yang sudah bertahun-tahun tidak berkencanโ€”bahkan ada yang tidak berkencan selama 30 tahun.

Ia mendengar banyak peserta mulai mengalami interaksi yang lebih alami dalam kehidupan sehari-hari mereka.

โ€œMereka tampil berbeda di tengah masyarakat,โ€ katanya.

โ€œMereka menjadi lebih terbuka dan berkata, โ€˜Saya bisa melakukannya. Saya berharga. Saya merasa percaya diri.โ€™โ€

Sebagian besar pekerjaan Nwosu adalah membantu orang mempersiapkan diri untuk berkencan.

Ia melihat banyak orang meniru perilaku orang lain dengan harapan strategi tersebut akan berhasil bagi mereka.

Sebaliknya, ia membantu klien memahami jati diri mereka yang sebenarnya agar dapat menarik tipe pasangan yang benar-benar mereka inginkan.

Nwosu juga sering membantu menghapus pola pikir sosial yang mengajarkan, misalnya, bahwa pria hanya menginginkan wanita yang pendiam, lembut, selalu bahagia, dan feminin.

โ€œLalu tiga bulan kemudian, Anda tidak bisa terus diam, dan pria itu bertanya-tanya, โ€˜Siapa sebenarnya wanita ini?โ€™โ€ katanya.

Meskipun rasa percaya diri dan keaslian diri dapat meningkatkan pengalaman berkencan online, Nwosu tetap memperingatkan sebagian besar orang agar tidak terlalu bergantung pada platform tersebut.

Menurutnya, terutama bagi perempuan, ada kecenderungan untuk memaksakan gambaran ideal tentang pasangan agar menjadi kenyataan. Namun hasilnya sering kali sama mustahilnya seperti saudara tiri Cinderella yang berusaha memaksakan kaki mereka masuk ke sepatu kaca milik Cinderella.

Menjaga Chemistry Tetap Hidup

Kencan tatap muka tidak hanya membantu munculnya chemistry, tetapi juga memungkinkan percakapan yang panjang dan autentik yang diperlukan untuk menilai kecocokan jangka panjang.

Membahas tujuan hidup dan impian masa depan merupakan bagian penting dari proses berkenalan.

Menurut Nwosu, terlalu banyak orang berfokus pada chemistry dan kecocokan, tetapi melupakan apa yang ia sebut sebagai keselarasan sadar (conscious alignment)โ€”yaitu dua orang yang ingin tumbuh dan berkembang ke arah yang sama.

โ€œSemakin banyak hubungan yang berakhir karena orang baru tersadar setelah 20 tahun bahwa hubungan itu tidak berjalan baik,โ€ katanya.

โ€œKetika Anda bertanya mengapa, jawabannya selalu sama: hidup kami berjalan ke arah yang berbeda. Saya benar-benar ingin membantu menyelesaikan masalah ini bagi generasi berikutnya.โ€

Berapa Banyak Budak Modern yang Ada? Seorang Mandor di Wuhan Membeli Seorang Pria Senilai Rp 26,2 jutaย  untuk Melakukan Kerja Paksa Selama 20 Tahun

EtIndonesia.com Setelah kasus seorang lansia penyandang disabilitas yang diduga dipaksa bekerja selama 20 tahun di sebuah toko semen di Provinsi Hebei, Tiongkok menarik perhatian publik, seorang blogger Tiongkok yang dikenal sebagai pengungkap praktik penipuan kembali mengungkap dugaan kasus serupa di Wuhan, Provinsi Hubei.

Menurut tuduhan tersebut, seorang mandor diduga mengeluarkan 10.000 yuan atau Rp 26,2 juta untuk โ€œmembeliโ€ seorang penyandang disabilitas dan memaksanya bekerja sebagai buruh selama 20 tahun. Blogger itu mengatakan bahwa sebelumnya ia juga telah menemukan sejumlah kasus serupa di berbagai provinsi lain, sehingga memunculkan pertanyaan di kalangan warganet: โ€œSebenarnya ada berapa banyak budak modern seperti ini?โ€

Dugaan korban tinggal di gubuk sederhana

Dalam video yang diunggah pada 15 Juni, blogger investigasi terkenal โ€œShangguan Zhengyiโ€ menyebutkan bahwa di Desa Gaoche, Distrik Huangpi, Kota Wuhan, terdapat seorang penyandang disabilitas dengan identitas yang tidak jelas yang tinggal di sebuah gubuk sederhana di dekat kebun sayur desa.

Menurut laporan tersebut, orang itu sebelumnya bekerja menggarap lahan milik mandor dan kini terus bekerja untuknya mencari uang, dengan total masa kerja sekitar 20 tahun.

https://www.ganjingworld.com/s/n6QbrXMyN4

Mandor tersebut dikabarkan mengaku bahwa ia โ€œmembeliโ€ orang tersebut dari seseorang di Guangzhou pada tahun 2006 dengan harga 10.000 yuan. Saat itu, korban disebut masih berusia sekitar 20 tahun.

Seluruh upah disebut diserahkan kepada mandor

Video tersebut memperlihatkan tempat tinggal korban berupa bangunan darurat yang sangat sederhana, dengan sebuah papan kayu yang dijadikan tempat tidur.

Saat diwawancarai, blogger bertanya:

โ€œApakah papan ini benar-benar dipakai untuk tidur? Bagaimana Anda bertahan saat musim dingin?โ€

Korban menjawab bahwa ia bekerja di luar dengan upah sekitar 200 yuan per hari, tetapi seluruh penghasilannya diberikan kepada sang mandor.

Ia juga mengaku berasal dari Kabupaten Lanshan, Provinsi Hunan, dan mengatakan bahwa keluarganya masih memiliki seorang ayah dan adik laki-laki.

Reaksi warganet

Kasus ini memicu berbagai komentar di media sosial, antara lain:

  • โ€œDia masih ingat ayah dan adiknya, tetapi selama 20 tahun tidak bisa pulang karena dikendalikan. Sulit dibayangkan bagaimana ia menjalani hidup selama ini.โ€
  • โ€œEntah masih ada berapa banyak praktik โ€˜perbudakanโ€™ di zaman modern seperti ini.โ€
  • โ€œJangan-jangan kasus seperti ini ada di banyak tempat.โ€
  • โ€œJika benar masih ada praktik perbudakan di sudut-sudut tertentu, itu sungguh memalukan.โ€
  • โ€œApakah benar dia memang penyandang disabilitas sejak awal, atau justru dibuat cacat oleh orang-orang itu?โ€

Blogger mengaku menemukan sejumlah kasus serupa

Menurut unggahan di akun Weibo blogger tersebut:

  • 14 Juni: Sebuah toko bahan bangunan di Kota Lu’an, Provinsi Anhui, diduga mempekerjakan seorang penyandang disabilitas dengan identitas tidak jelas. Pemilik toko mengklaim orang tersebut adalah seseorang yang โ€œdipungutโ€ beberapa tahun lalu dan bahkan telah didaftarkan dalam administrasi keluarganya, tetapi identitas aslinya tidak diketahui.
  • Di Desa Liqingu, Kota Dingzhou, Provinsi Hebei, seorang penyandang disabilitas disebut telah bekerja selama bertahun-tahun sebagai buruh untuk pemilik toko serba ada. Ia dikatakan mengerjakan dua pekerjaan sekaligus, mulai dari mengangkut barang di toko hingga membersihkan kandang babi di peternakan milik putri pemilik toko. Pemilik toko disebut mengakui bahwa orang tersebut tidak memiliki dokumen kependudukan dan menyatakan bahwa warga desa maupun aparat setempat mengetahui keberadaannya.

Dugaan kasus lain di Hubei, Jiangsu, Jiangxi, Yunnan, dan Chongqing

Dalam unggahan pada 12 Juni, blogger itu menyatakan bahwa pada Oktober tahun lalu ia menemukan sejumlah penyandang disabilitas tanpa identitas yang diduga dipaksa bekerja di sebuah pabrik batu bata di Kabupaten Qichun, Provinsi Hubei.

Namun ketika ia tiba di lokasi, para mandor disebut telah memindahkan beberapa orang tersebut ke pabrik lain di Kabupaten Lianshui (Jiangsu) dan Kabupaten Anyi (Jiangxi).

Menurut unggahan tersebut, aparat setempat kemudian berhasil menyelamatkan delapan penyandang disabilitas, sementara tiga mandor terkait kasus itu ditangkap di wilayah Yunnan dan Chongqing.

Dugaan pemukulan jika tidak bekerja

Pada 8 Juni, blogger yang sama juga melaporkan dugaan adanya dua penyandang disabilitas tanpa identitas di Desa Xici, Kota Zhuozhou, Provinsi Hebei, yang telah bekerja selama bertahun-tahun tanpa menerima upah.

Ia menyebut bahwa awalnya mereka bekerja di sebuah tempat penjualan batu bara milik seorang majikan, kemudian dipindahkan untuk menggembalakan domba ketika majikan tersebut beralih usaha. Setelah tahun 2023, saat majikan mulai menjalankan bisnis pestisida dan benih pertanian, keduanya kembali dipekerjakan di usaha tersebut. Blogger itu juga menuduh bahwa mereka dipukul apabila menolak bekerja.

Ia mengaku telah menghubungi nomor darurat polisi 110 untuk melaporkan kasus tersebut, tetapi mengatakan bahwa petugas justru bertanya kepadanya, โ€œApa maksud Anda melaporkan hal ini?โ€

Sejumlah warganet kemudian berkomentar:

  • โ€œApakah ini menjelaskan mengapa para gelandangan bisa tiba-tiba menghilang?โ€
  • โ€œSemakin dipikirkan, semakin mengerikan.โ€

Kasus serupa yang pernah diungkap

Tahun lalu, blogger tersebut juga mengklaim menemukan beberapa rumah warga di wilayah Shennongjia, Hubei, yang menampung penyandang disabilitas, bahkan ada keluarga yang menampung lebih dari satu orang.

Setelah kasus itu menjadi perhatian publik, pemerintah daerah disebut menyatakan bahwa orang-orang tersebut telah diserahkan kepada dinas kesejahteraan sosial setempat. Namun, menurut artikel ini, tidak ada laporan resmi lanjutan maupun perkembangan lebih lanjut yang diumumkan kepada publik.

Dilaporkan oleh Li Li / Diedit oleh Xu Gengwen – NTDTV.com

Rincian Perjanjian AS-Iran Belum Diungkap, Netanyahu Tegaskan Pertempuran Belum Berakhir

EtIndonesia.com Meskipun Amerika Serikat dan Iran telah menandatangani perjanjian perdamaian, bentrokan antara Israel dan kelompok Hizbullah yang didukung Iran di Lebanon dilaporkan masih terus berlangsung.

Pada Senin (15 Juni), Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyampaikan pidato melalui televisi Israel untuk pertama kalinya sejak perkembangan terbaru tersebut. Ia menyatakan bahwa tindakan yang diambil oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran telah membuahkan hasil.

Dalam konferensi pers, Netanyahu menolak mengomentari isi lengkap perjanjian AS-Iran yang hingga kini belum dipublikasikan. Ia mengatakan bahwa Israel belum mengetahui rincian perjanjian itu. 

Namun, Netanyahu menegaskan bahwa perjanjian apa pun โ€œtidak akan membatasiโ€ hak Israel untuk mengambil tindakan guna mencegah Iran memperoleh senjata nuklir. Ia juga menyatakan bahwa perjanjian tersebut tidak akan membatasi kebebasan Israel untuk melancarkan operasi terhadap Hizbullah di Lebanon.

Netanyahu kembali menegaskan bahwa mencegah Iran memiliki senjata nuklir merupakan โ€œmisi seumur hidupnya.โ€

Ia mengatakan bahwa selama dirinya masih menjabat sebagai Perdana Menteri Israel, ia tidak akan membiarkan Iran memiliki senjata nuklir.

Menurutnya, ancaman nuklir Iran pernah menjadi โ€œbahaya yang sangat mendesakโ€ bagi Israel, dan Israel bersama โ€œsahabatnya di Amerika Serikatโ€ telah berhasil menghilangkan ancaman tersebut.

Netanyahu juga menyampaikan terima kasih kepada Presiden Donald Trump atas dukungannya selama konflik berlangsung.

โ€œPresiden Trump dengan berani terlibat dalam perang ini. Ia mengerahkan pasukan Amerika Serikat untuk berdiri bersama kami melawan musuh bersama, dan hal itu memiliki arti yang sangat besar,โ€ katanya. 

Meski demikian, Netanyahu mengingatkan bahwa pertempuran belum berakhir. Ia menegaskan bahwa Israel harus tetap waspada, mempertahankan keteguhan dan tekadnya, serta siap membela keamanan nasional apabila diperlukan.

Pada 14 Juni, Amerika Serikat dan Iran dilaporkan menandatangani perjanjian perdamaian secara elektronik. Setelah itu, Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran juga mengkonfirmasi bahwa kedua negara telah menyelesaikan sebuah nota kesepahaman yang bertujuan mengakhiri perang.

Dalam pernyataannya, pihak Iran menyebutkan bahwa seluruh operasi militer di berbagai medan, termasuk di Lebanon, akan โ€œdihentikan segera dan secara permanen.โ€

Hingga saat ini, teks lengkap nota kesepahaman tersebut belum dipublikasikan. Namun, menurut seorang pejabat senior Amerika Serikat, isi perjanjian tersebut tidak mencantumkan kewajiban bagi Israel untuk menarik pasukannya dari Lebanon.

Sumber : NTDTV.com

AS Menarik Lebih dari 20 Jenis Produk Buatan Tiongkok dari Rak-rak Toko, Diduga Barang Palsu Berlabel “Made in the USA”

EtIndonesia.com Pemerintah Amerika Serikat, melalui Administrasi Usaha Kecil (Small Business Administration/SBA), baru-baru ini meluncurkan operasi penertiban untuk memeriksa produk-produk impor yang diduga memiliki pelabelan asal yang tidak benar. Hal demikian diungkap dalam pernyataan SBA Jumat (12/6/2025). 

Hasil penyelidikan menunjukkan bahwa sejumlah perusahaan asal Tiongkok diduga secara keliru mengklaim produk mereka sebagai โ€œMade in USAโ€ (Buatan Amerika Serikat). Hingga saat ini, sekitar 20 jenis produk buatan Tiongkok telah dihapus dari daftar pengadaan pemerintah federal.

Gedung Putih menegaskan bahwa pemerintah akan mencegah produk asing menyamar sebagai produk lokal demi melindungi kepentingan usaha kecil dan menengah (UKM) Amerika serta menjaga integritas rantai pasok.

Penertiban terhadap pelabelan yang tidak sesuai

SBA baru-baru ini memperkuat upaya mendukung industri manufaktur dalam negeri dan mengurangi pembelian produk dari Tiongkok yang diduga menggunakan pelabelan asal yang tidak akurat dalam proses pengadaan pemerintah.

Kepala SBA, Kelly Loeffler, menyatakan bahwa beberapa perusahaan Tiongkok melakukan promosi yang tidak sesuai di platform pemasok pemerintah โ€œAdvantage!โ€, dengan mengklaim bahwa produk mereka dibuat di Amerika Serikat.

Menurut Loeffler, dalam waktu kurang dari tiga minggu, pemerintah federal telah menyelesaikan penyelidikan dan menemukan lebih dari 20 produk asal Tiongkok yang melanggar ketentuan tersebut. Produk-produk itu kemudian telah dihapus dari daftar pengadaan.

Berawal dari keluhan produsen AS

Kasus ini bermula dari pengaduan sebuah perusahaan kecil pembuat peralatan makan berbahan baja tahan karat di Amerika Serikat, Sherrill Manufacturing.

Perusahaan tersebut menuduh bahwa beberapa perusahaan Tiongkok hanya melakukan proses perakitan di Amerika Serikat, tetapi memasarkan produknya sebagai โ€œMade in USAโ€, sehingga mendorong pemerintah melakukan penyelidikan.

Pemerintah AS menegaskan dukungan terhadap produk dalam negeri

Presiden Donald Trump pada berbagai kesempatan telah mengeluarkan perintah eksekutif yang bertujuan memperkuat kebijakan pemerintah untuk memprioritaskan pembelian produk buatan Amerika.

Selain itu, sistem pengadaan federal juga didukung oleh berbagai peraturan yang mengharuskan lembaga pemerintah mengutamakan penggunaan produk domestik dan mencegah masuknya barang impor dengan keterangan asal yang tidak benar ke dalam rantai pasok pemerintah.

Gedung Putih menegaskan bahwa Amerika Serikat tidak akan mentoleransi praktik produk asing yang mengaku sebagai โ€œMade in USAโ€, maupun tindakan yang merugikan usaha kecil dan menengah dalam negeri yang menjalankan bisnis secara jujur dan sesuai aturan.

Laporan disusun oleh wartawan New Tang Dynasty Television, Li Wei.

Uni Eropa Berlakukan Sanksi Baru Setelah Laporan Dugaan PKTย Melatih Personel Militer Rusia

EtIndonesia.com  Perwakilan Tinggi Uni Eropa untuk Urusan Luar Negeri dan Kebijakan Keamanan, Kaja Kallas, mengonfirmasi bahwa Uni Eropa telah memverifikasi laporan yang menyatakan bahwa militer Partai Komunis Tiongkok (PKT) telah melatih personel militer Rusia untuk mendukung operasi mereka dalam perang di Ukraina.

Berdasarkan pemberitaan South China Morning Post, Kallas menyampaikan setelah memimpin pertemuan para menteri luar negeri dari 27 negara anggota Uni Eropa di Luksemburg pada 15 Juni bahwa Uni Eropa sedang โ€œmengevaluasi secara cermat dampak dari temuan tersebut.โ€ Ia juga mengungkapkan bahwa para menteri luar negeri telah menyepakati pemberlakuan sanksi terhadap sejumlah entitas asal Tiongkok.

Sebelumnya, Reuters melaporkan bahwa pada tahun lalu sekitar 200 personel militer Rusia diam-diam menerima pelatihan di Tiongkok. Sebagian dari mereka disebut telah kembali ke medan perang di Ukraina setelah menyelesaikan pelatihan tersebut.

Laporan itu menyebutkan bahwa pelatihan terutama berfokus pada pengoperasian pesawat nirawak (drone). Selain itu, ratusan tentara PKT juga dikabarkan akan berangkat ke Rusia untuk mengikuti pelatihan.

Menanggapi laporan Reuters tersebut, Kementerian Luar Negeri PKT membantah isi pemberitaan dan menyatakan bahwa Beijing secara konsisten mempertahankan posisi yang objektif dan adil dalam krisis Ukraina serta berupaya mendorong perdamaian dan dialog.

Meskipun Beijing menegaskan bahwa hubungan dagangnya dengan Rusia tidak merupakan dukungan militer, Uni Eropa telah secara bertahap menjatuhkan sanksi terhadap sejumlah entitas asal Tiongkok.

Dokumen terbaru yang dipublikasikan menunjukkan bahwa dua perusahaan asal Tiongkok dan satu perusahaan yang berbasis di Hong Kong telah dimasukkan ke dalam daftar sanksi Uni Eropa dengan alasan diduga membantu militer Rusia.

Salah satu perusahaan yang dikenai sanksi adalah Xinxiang Richful Lube Additive Co., Ltd., yang disebut sebagai salah satu produsen dan distributor aditif pelumas terbesar di Tiongkok. Perusahaan tersebut dituduh memasok bahan kimia aditif untuk pelumas mesin yang digunakan oleh militer Rusia.

Perusahaan lain yang masuk daftar sanksi adalah Shenzhen Minghuaxin, yang bergerak di bidang penyediaan peralatan.

Selain itu, perusahaan Hong Kong Nord Axis Limited juga dikenai sanksi oleh Uni Eropa karena dituduh membantu pengangkutan dan ekspor minyak Rusia serta mengoperasikan kapal-kapal yang termasuk dalam apa yang disebut sebagai โ€œarmada bayanganโ€ (shadow fleet) Rusia. (***)

Sumber : NTDTV.com

8 Orang Tewas dalam Kecelakaan Pesawat Pengebom B-52 Milik AU AS di Pangkalan Edwards California

Pihak pangkalan AU Edwards menyatakan dalam sebuah pernyataan bahwa kecelakaan tersebut tidak memungkinkan adanya korban yang selamat.

EtIndonesia.com Sebanyak Delapan warga Amerika tewas setelah sebuah pesawat pengebom B-52 milik Angkatan Udara Amerika Serikat jatuh sesaat setelah lepas landas untuk menjalankan misi uji rutin pada Senin (15/6/2026) dari Pangkalan Angkatan Udara Edwards di California, Amerika Serikat.

Kolonel James Hayes, wakil komandan Sayap Uji ke-412 di Pangkalan Angkatan Udara Edwards, mengatakan dalam konferensi pers pada Senin bahwa pesawat tersebut โ€œlepas landas, dan segera setelah itu jatuh lalu terbakar. Kecelakaan ini dinilai tidak dapat dipulihkan dan tidak memungkinkan adanya korban yang selamat.โ€

Hayes mengatakan para korban terdiri dari โ€œgabungan personel militer, pegawai sipil pemerintah, dan kontraktor pemerintah.โ€

Tim tanggap darurat segera dikerahkan setelah kecelakaan terjadi dan hingga kini masih bekerja di lokasi kejadian.

Hayes mengatakan proses pemberitahuan kepada keluarga korban saat ini sedang berlangsung. Identitas para korban akan diumumkan 24 jam setelah keluarga terdekat menerima pemberitahuan resmi.

โ€œPikiran dan doa kami menyertai keluarga yang kehilangan orang-orang tercinta mereka,โ€ kata Hayes. โ€œIni adalah sebuah tragedi, dan ini akan menjadi hari-hari terburuk dalam hidup mereka. Kami memahami hal itu, dan kami ingin terus mengingat mereka dalam doa dan dukungan kami.โ€

Penyebab kecelakaan masih dalam penyelidikan. Kolonel Hayes mengatakan belum ada indikasi mengenai apa yang mungkin menyebabkan tragedi tersebut. Bahkan jika ada petunjuk awal, ia mengatakan informasi itu belum dapat dipublikasikan secepat ini.

Menurut Hayes, proses penentuan penyebab kecelakaan yang dapat diumumkan kepada publik bisa memakan waktu hingga enam bulan.

Anggota DPR AS Vince Fong (Partai Republikโ€“California) menulis di platform X:

โ€œMohon bergabung dengan saya dalam mendoakan awak B-52 di Pangkalan Angkatan Udara Edwards dan seluruh komunitas Edwards.โ€

Rekaman video insiden tersebut menunjukkan puing-puing pesawat yang masih mengeluarkan asap di pangkalan yang berada di wilayah Kabupaten Kern dan San Bernardino.

B-52 Stratofortress adalah pesawat pengebom jarak jauh yang diperkenalkan pada tahun 1950-an sebagai bagian penting dari kekuatan udara Amerika Serikat. Pesawat ini mampu membawa senjata konvensional maupun nuklir, dan telah digunakan dalam berbagai operasi militer AS, termasuk yang terbaru dalam perang dengan Iran.

Pesawat pengebom ini biasanya diawaki oleh lima orang, yaitu komandan, pilot, navigator radar, navigator, dan perwira peperangan elektronik. Menurut Angkatan Udara AS, pesawat ini juga dapat membawa muatan hingga 70.000 pon (sekitar 31.750 kilogram) dan memiliki jangkauan terbang sekitar 8.800 mil (14.160 kilometer).

Angkatan Udara AS menyatakan bahwa mereka berencana terus mengoperasikan B-52 hingga tahun 2050.

Menurut situs resmi pangkalan tersebut, baik Angkatan Udara AS maupun NASA melakukan penerbangan uji untuk pesawat baru dan eksperimental di pangkalan yang terletak di Gurun Mojave itu. Awal bulan ini, pesawat eksperimental X-59 milik NASA berhasil terbang melampaui kecepatan suara dalam sebuah pencapaian penting di Pangkalan Angkatan Udara Edwards.

Kecelakaan ini merupakan salah satu dari beberapa insiden yang melibatkan militer AS dalam beberapa pekan terakhir.

Pada 17 Mei, dua pesawat EA-18G Growler milik Angkatan Laut AS bertabrakan di udara saat mengikuti pertunjukan udara di Pangkalan Angkatan Udara Mountain Home, Idaho, menurut pihak militer.

Pada akhir pekan lalu, sebuah pesawat militer juga jatuh di dekat Gunung Rainier, Negara Bagian Washington, saat menjalankan penerbangan latihan, menurut pejabat setempat.

Sebelum kecelakaan pada Senin ini, insiden fatal terakhir yang melibatkan B-52 terjadi pada tahun 2008, ketika enam anggota Angkatan Udara AS tewas setelah sebuah pesawat pengebom jatuh ke Samudra Pasifik sesaat setelah lepas landas dari sebuah pangkalan di Guam. Pesawat tersebut dijadwalkan ikut serta dalam penerbangan formasi untuk sebuah parade.

Artikel ini terbit di Epoch Times edisi Bahasa Inggris

Perdamaian Besar AS-Iran? Bocoran Rahasia Iran, Peringatan CIA, dan Ancaman Israel Gegerkan Dunia!

EtIndonesia.com โ€” Upaya perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran memasuki tahap yangsangat menentukan setelah kedua pihak dilaporkan telah menyelesaikan dan menandatangani versi elektronik dari perjanjian damai yang selama beberapa pekan terakhir menjadi fokus perhatian dunia.

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan bahwa pembukaan penuh Selat Hormuz akan segera dilaksanakan sebagai bagian dari proses normalisasi hubungan yang diharapkan mampu meredakan ketegangan di Timur Tengah.

Namun di balik optimisme tersebut, berbagai sinyal peringatan justru mulai bermunculan. Mulai dari keraguan yang disampaikan Direktur CIA, aktivitas keamanan yang mencurigakan di sekitar Selat Hormuz, hingga laporan mengenai sikap sebagian unsur Garda Revolusi Iran yang disebut-sebut tidak sepenuhnya mendukung pelaksanaan perjanjian.

Situasi ini membuat banyak pengamat menilai bahwa periode menjelang penandatanganan resmi pada 19 Juni 2026 akan menjadi fase paling krusial dalam menentukan masa depan hubungan Washington dan Teheran.


Trump Umumkan Selat Hormuz Akan Dibuka Penuh

Pada 16 Juni 2026, Presiden Trump menghadiri pertemuan para pemimpin negara anggota G7 dan melakukan pembicaraan dengan Presiden Prancis, Emmanuel Macron.

Dalam keterangannya kepada media, Trump menyebut bahwa aktivitas pelayaran di Selat Hormuz sebenarnya sudah mulai bergerak menuju kondisi normal.

Menurutnya, sejumlah kapal telah kembali melintasi jalur strategis tersebut dalam beberapa hari terakhir.

Trump kemudian mengumumkan bahwa pada 19 Juni 2026, Selat Hormuz dijadwalkan dibuka sepenuhnya untuk lalu lintas maritim internasional.

Pernyataan tersebut dianggap sebagai salah satu indikasi paling jelas bahwa Washington dan Teheran telah mencapai titik kesepahaman yang selama ini sulit diwujudkan.

Trump juga menegaskan bahwa kesepakatan baru ini berpotensi membuka jalan bagi stabilitas jangka panjang di Timur Tengah.

Menurutnya, jika seluruh pihak mematuhi isi perjanjian, maka kawasan yang selama bertahun-tahun menjadi pusat konflik global dapat memasuki era baru yang lebih stabil.


JD Vance: Isi Perjanjian Akan Dipublikasikan Pekan Ini

Sementara itu, Wakil Presiden Amerika Serikat, JD Vance, dalam wawancara pada pagi hari 16 Juni menyampaikan bahwa rincian lengkap perjanjian damai akan diumumkan kepada publik dalam waktu dekat.

Menurut Vance, tujuan utama kesepakatan tersebut terdiri dari dua hal yang tidak dapat ditawar:

  1. Memastikan Iran tidak pernah memiliki senjata nuklir.
  2. Menjamin Selat Hormuz tetap terbuka bagi perdagangan internasional.

Ia menambahkan bahwa apabila Iran menerima sistem inspeksi internasional yang ketat terhadap fasilitas nuklirnya, maka Amerika Serikat bersedia mendukung reintegrasi Iran ke dalam sistem ekonomi global.

Pernyataan tersebut dipandang sebagai sinyal bahwa Washington tidak hanya mengejar penghentian konflik militer, tetapi juga berusaha menciptakan kerangka hubungan baru yang memungkinkan Iran kembali terhubung dengan pasar dunia.


Dari Mana Dana 300 Miliar Dolar untuk Iran?

Salah satu isu yang paling banyak memunculkan pertanyaan adalah persoalan bantuan ekonomi pasca-kesepakatan.

Vance secara tegas membantah laporan bahwa Amerika Serikat akan mencairkan aset Iran yang dibekukan senilai puluhan miliar dolar sebagai imbalan atas kesepakatan tersebut.

Ia menegaskan bahwa Washington tidak akan terlebih dahulu melepaskan dana Iran yang saat ini masih dibekukan.

Namun dalam pernyataannya, Vance menyebut angka yang jauh lebih besar, yakni potensi dukungan ekonomi hingga 300 miliar dolar AS bagi Iran.

Pernyataan tersebut memicu spekulasi luas mengenai sumber pendanaan tersebut.

Menurut penjelasan Vance, dana itu tidak berasal dari anggaran pemerintah Amerika Serikat maupun uang pembayar pajak warga Amerika.

Sebaliknya, sumber dana diperkirakan akan berasal dari negara-negara Teluk yang memiliki kepentingan langsung terhadap stabilitas kawasan.

Negara-negara yang disebut meliputi:

  • Arab Saudi
  • Uni Emirat Arab
  • Qatar
  • Kuwait

Dana tersebut hanya akan tersedia apabila Iran memenuhi seluruh kewajiban yang tercantum dalam kesepakatan baru.


Laporan Kesepakatan Khusus Qatar-Iran

Di tengah proses perdamaian yang sedang berlangsung, muncul laporan mengenai sebuah kesepakatan terpisah antara Qatar dan Iran.

Menurut laporan yang beredar, Qatar disebut menyetujui pembayaran miliaran dolar kepada Iran sebagai bagian dari pengaturan keamanan pelayaran di Selat Hormuz.

Sebagai imbalannya, Iran dikabarkan menjamin keamanan kapal-kapal dagang dan kapal sipil Qatar yang melintasi jalur tersebut.

Sumber yang mengetahui pembicaraan itu menyebut bahwa Washington telah memberikan persetujuan diam-diam terhadap skema tersebut sekitar satu bulan sebelumnya.

Latar belakang kesepakatan ini disebut berkaitan dengan kekhawatiran Doha terhadap kemungkinan ancaman baru terhadap fasilitas energi mereka apabila ketegangan regional kembali meningkat.

Selain itu, Iran juga disebut memperoleh akses terbatas terhadap sebagian dana yang tersimpan dalam rekening khusus di Qatar untuk kebutuhan perdagangan dan transaksi tertentu.

Laporan tersebut juga menyebut pembentukan fasilitas kredit sekitar 1 miliar dolar AS yang dapat digunakan Iran untuk melakukan pembelian melalui jaringan perdagangan Qatar.


Insiden Keamanan Kembali Terjadi

Meski kesepakatan damai telah memasuki tahap akhir, berbagai insiden keamanan masih terus terjadi.

Laporan dari otoritas maritim Inggris menyebut bahwa sebuah kapal cepat yang membawa empat orang bersenjata mendekati sebuah kapal sipil sekitar 111 mil laut di tenggara Aden, Yaman.

Kelompok bersenjata tersebut dilaporkan membawa senjata berat dan menembakkan roket ke arah kapal yang mereka dekati.

Pada waktu hampir bersamaan, media Iran melaporkan tiga ledakan besar di wilayah selatan Pulau Qeshm yang berada tidak jauh dari Selat Hormuz.

Belum terdapat penjelasan resmi mengenai penyebab ledakan tersebut.

Di sisi lain, pejabat Amerika Serikat menyatakan bahwa kekuatan militer yang telah ditempatkan di kawasan Teluk tidak akan segera ditarik.

Washington menegaskan bahwa pengurangan pasukan hanya akan dilakukan setelah seluruh ketentuan dalam kesepakatan benar-benar diterapkan dan diverifikasi.


Muncul Tuduhan Mengejutkan dari Dalam Garda Revolusi

Perhatian besar juga tertuju pada laporan yang mengklaim adanya perbedaan pandangan di dalam tubuh Garda Revolusi Iran.

Seorang analis yang mengaku memperoleh informasi dari sumber internal Garda Revolusi menyatakan bahwa sebagian unsur militer Iran sebenarnya tidak berniat menjalankan seluruh isi perjanjian secara permanen.

Laporan tersebut mengutip pernyataan seorang komandan yang disebut mengatakan bahwa Iran perlu terlebih dahulu memperoleh manfaat ekonomi sebelum menentukan langkah berikutnya.

Klaim tersebut belum dapat diverifikasi secara independen, namun langsung memicu kekhawatiran di kalangan pengamat keamanan internasional.

Laporan yang sama juga menyebut bahwa sebagian elemen garis keras Iran memandang Selat Bab el-Mandeb sebagai titik strategis berikutnya setelah Selat Hormuz.

Selain itu, muncul pula klaim bahwa jaringan yang selama ini dikenal sebagai “Poros Perlawanan” berupaya melakukan konsolidasi kembali pasca-tercapainya kesepakatan awal dengan Amerika Serikat.


CIA Beri Peringatan kepada Gedung Putih

Di tengah suasana optimistis, muncul pula keraguan dari kalangan intelijen Amerika Serikat.

Direktur CIA, John Ratcliffe, dilaporkan telah menyampaikan peringatan kepada Presiden Trump dan sejumlah pejabat senior Gedung Putih mengenai kemungkinan Iran tidak sepenuhnya mematuhi perjanjian.

Menurut laporan yang beredar, Ratcliffe mempertanyakan kesediaan Teheran untuk memberikan konsesi nyata terhadap program nuklirnya.

Pandangan serupa disebut juga dimiliki oleh Menteri Luar Negeri Marco Rubio dan Menteri Pertahanan Pete Hegseth.

Ketiganya dikabarkan mendorong pendekatan yang lebih berhati-hati dalam pelaksanaan kesepakatan.

Di sisi lain, kelompok yang mendukung proses diplomasi dipimpin oleh JD Vance, Steve Witkoff, dan Jared Kushner.

Mereka menilai kesempatan saat ini merupakan peluang terbaik dalam beberapa dekade terakhir untuk mengubah gencatan senjata menjadi perdamaian permanen.


Netanyahu Tegaskan Israel Tetap Siaga

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, memberikan tanggapan yang mencerminkan sikap hati-hati pemerintah Israel.

Dalam konferensi pers pada 16 Juni 2026, Netanyahu menegaskan bahwa Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir dalam kondisi apa pun.

Ia menyatakan kepercayaannya terhadap kemampuan Trump untuk memastikan program nuklir Iran dibongkar dan diawasi secara efektif.

Namun Netanyahu juga menegaskan bahwa Israel tetap memiliki kepentingan keamanan nasional yang tidak dapat dinegosiasikan.

Pernyataan tersebut ditafsirkan banyak pengamat sebagai pesan bahwa Israel tetap mempertahankan opsi bertindak secara independen apabila menilai ancaman dari Iran kembali meningkat.

Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, menyatakan bahwa Israel tidak akan melancarkan serangan baru selama Hezbollah mematuhi gencatan senjata.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa pasukan Israel akan tetap berada di Lebanon, Suriah, dan Gaza untuk jangka waktu yang belum ditentukan.

Sementara itu, Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, menyatakan bahwa kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran tidak mengikat kebijakan keamanan Israel.


Eropa Bersiap Mengamankan Jalur Energi Dunia

Di Eropa, Presiden Macron mengumumkan bahwa Prancis siap membantu menjamin keamanan jalur pelayaran internasional setelah pembukaan kembali Selat Hormuz.

Rencana tersebut mencakup pengerahan:

  • Pesawat militer
  • Kapal fregat pengawal
  • Kapal penyapu ranjau

Prancis bahkan disebut mempertimbangkan keterlibatan kapal induk nuklirnya, Charles de Gaulle.

Selain Prancis, sejumlah negara Eropa lain seperti Inggris, Italia, dan Belanda juga dilaporkan tengah mempersiapkan armada untuk mendukung keamanan jalur pelayaran di kawasan Teluk.

Kesimpulan

Menjelang penandatanganan resmi perjanjian damai Amerika Serikat-Iran yang dijadwalkan berlangsung pada 19 Juni 2026, dunia menyaksikan kombinasi antara harapan dan kewaspadaan. Di satu sisi, pembukaan kembali Selat Hormuz dan peluang reintegrasi ekonomi Iran dianggap sebagai terobosan besar yang dapat mengubah lanskap geopolitik Timur Tengah. Namun di sisi lain, laporan mengenai keraguan CIA, aktivitas unsur garis keras di Iran, serta sikap hati-hati Israel menunjukkan bahwa jalan menuju perdamaian yang stabil masih dipenuhi tantangan.

Dengan berbagai kepentingan strategis yang terlibat, banyak pihak kini memandang 60 hari pertama setelah penandatanganan perjanjian sebagai periode penentu yang akan menunjukkan apakah kesepakatan bersejarah ini benar-benar menjadi awal era baru perdamaian, atau justru hanya jeda sementara dalam konflik yang telah berlangsung selama puluhan tahun. (***)