Air Terjun Niagara Berubah Menjadi Wonderland Musim Dingin Berkat Salju dan Es

ErabaruNews – Saat suhu udara di timur laut Amerika Serikat terjun hingga dibawah nol derajat atau bahkan minus derajat sulit dipercaya bahwa masih ada air tawar pada area terbuka yang belum membeku. Namun, hal tersebut bisa ditemui di kedua sisi perbatasan AS-Kanada.

Air yang tidak membeku meski udara sangat dingin bisa ditemui di Air Terjun Niagara. Walau berada dalam udara terbuka, airnya mengalir, dan jumlahnya sangat banyak.

https://www.instagram.com/p/BdafEByjF3Q/

https://www.instagram.com/p/Bda2tfeAkiS/

Sebanyak 3.160 ton air mengalir dari bagian atas air terjun setiap detiknya. Maka, untuk membekukan mereka justru akan menghasilkan ledakan arktik yang jauh lebih panjang daripada yang terjadi di timur laut AS.

Namun demikian, bagian air terjun yang mengalami pembekuan lebih dalam sepanjang sejarah. Gambar yang diambil pada akhir tahun 2007 lalu menunjukkan pembekuan di bagian atas air terjun.

Pembekuan sebagian air terjun dan sebagian air mengalir ini menghasilkan perpaduan air dan es yang sangat langka.

https://www.instagram.com/p/BdY34ehjRlk/

Kini, turis yang mengunjungi air terjun bisa melihat pohon es. Foto dari media sosial juga menunjukkan es yang menggantung seperti stalaktit dari bebatuan di sekitar air terjun.

Stalaktit adalah struktur yang meruncing dan menggantung seperti es dari atap gua, yang terbentuk dari garam kalsium yang diendapkan oleh air yang menetes.

https://www.instagram.com/p/BdalhpOHz9_/

https://www.instagram.com/p/Bdaydzhj_ph/

Dan bagi pengunjung yang cukup beruntung untuk menjelajahi wonderland musim dingin pada tanggal 1 Januari 2017, mereka mendapat bonus pemandangan langka. Pelangi menghiasi langit di atas air terjun. Pelangi sering terbentuk di dekat air terjun karena sinar matahari dipisahkan menjadi warna yang berbeda saat melewati tetesan air.

Pemandangan EarthCam di Niagara Falls pada 1 Januari 2018. (EarthCam.com/The Epoch Times)

“Saya datang ke sini pada musim panas empat tahun yang lalu. Itu bagus, tapi tidak seperti ini. Ini luar biasa, dengan semua salju dan pepohonan dilapisi seperti gula,” ujar Zieong Zang.

Zang melakukan perjalanan tujuh jam dari Jersey City di New Jersey demi tiba dilokasi ini, seperti dikutip The Epoch Times dari Buffalo News.

Memang. Suhu ekstrem itu membuat istana es Elsa seperti di Film Disney’s, ‘Frozen’. Itu seolah terlihat seperti dongeng yang terwujud pada kehidupan nyata. (Holly Kellum/The Epoch Times/waa)