Menhan AS : Tiongkok akan Terapkan Sistem Upeti ala Dinasti Ming

oleh Lin Yan

Menteri Pertahanan Amerika Serikat James Mattis pekan depan akan mengunjungi Tiongkok dan Korea Selatan. Baru-baru ini, ketika berbicara tentang situasi di Laut Tiongkok Selatan, dia mengatakan bahwa Partai Komunis Tiongkok ingin mengubah tatanan global saat ini dan bermaksud untuk mengubah negara-negara tetangganya menjadi negara pembayar upeti seperti jaman kerajaan dahulu.

Pekan lalu (15 Juni) James Mattis saat berpidato pada upacara Wisuda Naval War College mengatakan bahwa Partai Komunis Tiongkok ingin mengubah tatanan global yang ada sekarang dan sedang menyembunyikan sebuah rencana jangka panjang.

“Ia (Tiongkok) tampaknya akan menggunakan model (pemerintahan) Dinasti Ming untuk memaksa negara-negara tetangga menyembah Beijing yang memiliki kekuatan dan meminta negara tetangga membayar upeti kepadanya,” kata Mattis.

Mattis juga mengatakan bahwa Tiongkok mencoba untuk mereplikasi model otokrasi domestiknya ke panggung internasional dan menggunakan ekonomi model rampasan untuk melimpahkan utang besar mereka kepada negara lain.

Mattis juga menyebutkan bahwa setelah Perang Dunia Kedua, Amerika Serikat dan sekutunya telah berhasil membentuk sebuah tatanan internasional terbuka yang kondusif bagi kemakmuran global. Sedangkan Tiongkok komunis sendiri juga mendapat manfaat yang tidak sedikit dari tatanan internasional yang terbuka tersebut.

Dia mengatakan bahwa pada saat Tiongkok komunis sedang melakukan ekspansi global, jika kita percaya bahwa mereka tidak mereplikasi model otokrasi domestiknya ke panggung internasional. “Itu adalah tidak realitas” kata Mattis.

Dia mengatakan bahwa bagaimana kami harus berhubungan dengan Tiongkok sekarang, dan bagaimana Tiongkok akan menanggapi, ini akan menunjukkan kepada dunia hubungan masa depan antara Tiongkok dan Amerika Serikat.

Media Korea Selatan ‘Chosun Ilbo’ baru-baru ini  mempublikasikan artikel yang berjudul ‘Mattis : Tiongkok akan Menunjuk Negara-Negara Tetangga Sebagai Pembayar Upeti’, melakukan kritikan keras atas rencana Tiongkok memulihkan sistem pembayaran upeti kepada negara tetangga.

Dalam kesempatan menghadiri acara dengar pendapat di Kongres pada bulan Maret 2017, Mattis mengatakan bahwa, Tiongkok memaksa negara-negara tetangga di wilayah Laut Tiongkok Selatan untuk membayar upeti kepadanya, atau memilih untuk mengikuti kemauannya dengan tenang. Pendekatan tersebut sedang merusak kredibilitas internasional.

Sebelumnya, pada bulan Februari 2017, Mattis mengatakan di Jepang bahwa Tiongkok komunis sekarang (mungkin) tertarik untuk melanjutkan kebijakan ala kanonisasi yang diterapkan pada masa Dinasti Ming dan ingin memasukkan semua negara tetangga ke dalam lingkup pengaruhnya.

Mattis pekan depan akan mengunjungi Tiongkok dan Korea Selatan

Mattis pada hari Rabu (20 Juni) mengatakan kepada media ketika Amerika Serikat dan Korea Selatan memutuskan untuk menangguhkan latihan bersama, bahwa ia akan mengadakan pertemuan di Pentagon pada hari Jumat untuk membahas isu-isu spesifik. Kemudian akan terbang dari Beijing ke Seoul pada minggu depan untuk mendiskusikan dengan Menteri Pertahanan Korea Selatan Song Young-moo tentang rincian penangguhan latihan militer.

Setelah KTT Trump – Kim Jong-un pada 12 Juni, Presiden Trump menyatakan pada konferensi pers bahwa ia ingin menangguhkan latihan militer AS – Korea Selatan. Ketika Trump meluncurkan tweet pada tanggal 17 bahwa ia akan memulihkan latihan militer jika  negosi gagal.

Hal yang perlu disebutkan di sini adalah bahwa ketika ketegangan antara Amerika Serikat dengan Korea Utara mencapai klimaks pada bulan Oktober tahun lalu, untuk menanggapi isu  bagaimana menyelesaikan masalah ketegangan, Mattis mengatakan bahwa baca saja buku berjudul ‘The Kind of War’ karangan sejarawan T. R. Fehrenbach.

Fehrenbach dalam bukunya menyebutkan, bahwa perang adalah duel antar tekad, bukan pertikaian kekuasaan. Hal yang dipahami oleh dunia luar tentang apa yang dimaksud Mattis adalah tekad menang dalam mengatasi lawan dan persiapan penuh untuk melakukan operasi militer dapat mencegah pecahnya perang di Semenanjung Korea. (Sin/asr)

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Dighosting Lebih Menyakitkan daripada Penolakan dan Lebih Sulit untuk Dilupakan

Penolakan sosial mengaktifkan banyak jalur saraf yang sama seperti rasa sakit fisik. Oleh Fjolla Arifi Pesan terakhir itu tetap berada di sana, terkirim dan sudah dibaca....

Seperti Apa Kondisi Otak Anda Saat Membenci Seseorang?

Cinta membuat kekurangan tampak tak berarti, sedangkan kebencian membuat kekurangan yang tak ada seolah nyata Arsh Sarao Ketika Anda melihat sekilas seseorang yang Anda benci, otak...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine