Gunung Agung Kembali Erupsi, Masyarakat Diminta Tetap Tak Beraktivitas di Area 4 KM

Epochtimes.id- Pusat Vulkanologi dan Mitigas Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi, Kementerian ESDM melaporkan telah terjadi erupsi G. Agung, Bali pada Jumat (27/07/2018) pukul 14:06 WITA dengan tinggi kolom abu teramati ± 2.000 m di atas puncak (± 5.142 m di atas permukaan laut).

Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah barat. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi ± 1 menit 32 detik.

PVMBG melaporkan pada saat ini G. Agung berada pada Status Level III (Siaga).

Adapun rekomendasi kepada masyarakat :

(1) Masyarakat di sekitar G. Agung dan pendaki/pengunjung/wisatawan agar tidak berada, tidak melakukan pendakian dan tidak melakukan aktivitas apapun di Zona Perkiraan Bahaya yaitu di seluruh area di dalam radius 4 km dari Kawah Puncak G. Agung.

Zona Perkiraan Bahaya sifatnya dinamis dan terus dievaluasi dan dapat diubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan data pengamatan G. Agung yang paling aktual/terbaru.

(2) Masyarakat yang bermukim dan beraktivitas di sekitar aliran-aliran sungai yang berhulu di Gunung Agung agar mewaspadai potensi ancaman bahaya sekunder berupa aliran lahar hujan yang dapat terjadi terutama pada musim hujan dan jika material erupsi masih terpapar di area puncak. Area landaan aliran lahar hujan mengikuti aliran-aliran sungai yang berhulu di Gunung Agung.

Catatan PVMBG, ringkat aktivitas Level III (Siaga). G. Agung (3142 m dpl) mengalami erupsi sejak 21 November 2017.

Rekaman seismograf tanggal 27 Juli 2018 tercatat:

  • 1 kali gempa Letusan
  • 19 kali gempa Hembusan
  • 4 kali gempa Vulkanik Dangkal- 2 kali gempa Tektonik Jauh

Tanggal 28 Juli 2018 (Pk. 00:00-06:00 WITA) tercatat:

  • 5 kali gempa Hembusan
  • 1 kali gempa Vulkanik Dangkal
  • 1 kali gempa Tektonik Jauh

(asr)