Tiongkok Keluarkan Perintah Rahasia Menghalangi Anak-Anak Pejabat Senior Belajar di AS

Para pejabat rezim Tiongkok telah mengeluarkan perintah rahasia yang melarang anak-anak pejabat Partai Komunis tingkat tinggi belajar di Amerika Serikat, dan juga mengarahkan bahwa mereka yang sudah di luar negeri harus dipulangkan akhir tahun ini, menurut laporan Jepang.

Business Journal edisi Jepang melaporkan pada 1 Oktober bahwa instruksi-instruksi tersebut datang setelah Partai Komunis Tiongkok (PKT) bereaksi terhadap alarm peringatan oleh pernyataan Presiden AS Donald Trump pada 7 Agustus bahwa “hampir setiap mahasiswa yang datang ke negara ini adalah mata-mata.”

Trump membuat pernyataan tersebut dalam referensi tidak langsung untuk Tiongkok ketika menjadi tuan rumah bagi para CEO dan staf senior Gedung Putih saat makan malam, menurut laporan Politico 8 Agustus. Pada acara tersebut, presiden juga membahas program investasi internasional “One Belt, One Road” dari PKT, yang katanya berpotensi mengganggu perdagangan dunia, seorang peserta memberitahu Politico.

Pada sidang dengar pendapat Komite Senat Hubungan Luar Negeri pada 24 Juli, Dan Blumenthal, direktur studi Asia di American Enterprise Institute (AEI), memberi masukan bahwa pemerintah AS memberlakukan pembatasan visa pada anak-anak elit PKT sebagai sarana tekanan ekonomi.

Amerika Serikat dan Tiongkok telah terlibat dalam perang perdagangan berintensitas tinggi sejak Juli, dengan kedua belah pihak saling memberlakukan tarif impor senilai puluhan atau ratusan miliar dolar. Washington telah menuduh rezim Tiongkok atas tuduhan proteksionisme dan pencurian besar-besaran kekayaan intelektual dari perusahaan-perusahaan Amerika yang sudah berjalan lama.

Selama tahun akademik 2016-2017, siswa internasional telah menyumbang $36,9 miliar untuk ekonomi AS dan menghasilkan 450.266 pekerjaan, Business Journal melaporkan, mengutip data Departemen Luar Negeri AS.

Lebih dari 1,2 juta mahasiswa internasional di Amerika Serikat, sekitar 330.000 berasal dari Tiongkok. Hal itu menjadikan Tiongkok sebagai negara teratas bagi mahasiswa asing di perguruan tinggi dan universitas AS, menurut penelitian terbaru tentang pengaruh Beijing terhadap akademisi Amerika. Tiongkok menduduki peringkat pertama selama delapan tahun berturut-turut.

Sejak akhir tahun 1990-an, semakin banyak anak pejabat Partai yang beremigrasi ke Amerika Serikat. Pada tahun 2012, Lin Zhe, seorang profesor dari Sekolah Pusat Partai PKT dan anggota Kongres Rakyat Nasional, mengatakan bahwa 1,18 juta pasangan pejabat senior dan anak-anak telah beremigrasi antara 1995 dan 2005.

Xi Mingze, putri pemimpin Tiongkok Xi Jinping, kuliah di Harvard University dari tahun 2010 hingga 2014 dengan nama samaran; dia kembali ke Tiongkok setelah lulus dan tinggal di Beijing bersama orang tuanya. Pada tahun 2012, Business Insider melaporkan bahwa Xi Mingze menghabiskan waktunya di Amerika Serikat di bawah perlindungan sepanjang waktu oleh pengawal Tiongkok dan FBI.

Amerika Serikat adalah tujuan paling populer bagi anak-anak pejabat Partai tingkat tinggi. Pada tahun 2011, seorang netizen menegaskan pada media sosial Tiongkok bahwa hampir 75 persen pejabat Partai tingkat kementerian memiliki anak-anak yang memegang kewarganegaraan AS atau tinggal permanen, dan bahwa jumlah itu melonjak menjadi 91 persen di antara cucu-cucu mereka. Posting tersebut telah dihapus oleh sensor dalam satu menit dari penerbitannya.

Pada bulan Desember 2014, Apple Daily Hong Kong melaporkan bahwa Amerika Serikat juga merupakan tujuan nomor 1 bagi pejabat Tiongkok yang korup yang melarikan diri. Lebih dari 7.000 buron Tiongkok, dengan aset pribadi senilai hampir $50 miliar, tinggal di Amerika Serikat, kata laporan tersebut.

Sebuah studi oleh Akademi Ilmu Sosial Tiongkok mengatakan bahwa 18.000 pejabat korup melarikan diri dari Tiongkok antara tahun 1990 dan 2008, membawa serta 800 miliar yuan-nya (sekitar $116 miliar). (ran)

https://www.youtube.com/watch?v=LPpbJxvOox4