Fasilitas Terminal Keberangkatan Dan Kedatangan Bandara Mutiara Sis Al Jufri Palu Mulai Beroperasi

Epochtimes.id- Pasca 10 hari tsunami dan gempa melanda Sulawesi Tengah, Bandara Mutiara SIS Al Jufri, Palu terus dilakukan perbaikan Hingga Minggu (7/10/2018). Saat ini terminal sementara  Keberangkatan dan Kedatangan sudah mulai beroperasi.

“Sambil kami terus melakukan renovasi, sebagian bangunan sudah difungsikan,” kata Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Perhubungan, Baitul Ihwan di Jakarta,dilansir dari situs Kemenhub.

Menurut dia, pengaktifkan kembali bandara ini setelah mendapat verifiaksi dari Ditjen Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Langkah yang dilakukan mulai dari pembersihan dan perbaikan bandara ke lantai 2 terminal bandara. Pembersihan antara lain dilakukan di ruang kedatangan lantai 2, serta pembersihan conveyor 2 dan 3 terminal kedatangan.

Menurut Ichwan, hal ini dilakukan sesuai dengan instruksi Menteri Perhubungan bahwa dalam 2-3 minggu setelah bencana gempa, Bandara Mutiara SIS Al Jufri Palu sudah harus beroperasi normal.

Selanjutnya sudah terpasang mobile tower untuk menggantikan sementara menara ATC yang rusak akibat gempa. Selain itu, telah terpasang pula peralatan radio komunikasi dan direct speech.

Berdasarkan data Ditjen Perhubungan Udara Kemenhub, biaya perbaikan bandara untuk sisi udara diperkirakan sekitar Rp. 60 Miliar (untuk perbaikan runway), sedangkan untuk peningkatan/pemeliharaan daya dukung eksisting diperkirakan mencapai Rp. 40 Miliar, sehingga total perbaikan sisi udara diperkirakan mencapai Rp. 100 Miliar.

Sementara untuk sisi darat atau Gedung terminal, diperkirakan biaya perbaikan dibutuhkan sekitar Rp. 150 Miliar.

Sedangkan kebutuhan uang pada sisi darat lainnya yaitu gedung tower, gedung PKPPK, bangunan pendukung lainnya sekitar Rp. 50 Miliar, sehingga total sisi darat sekitar Rp. 200 Miliar.

“Anggaran perbaikan direncanakan menggunakan APBN-P 2018 dan APBN 2019 serta dana dari AirNav untuk pembangunan gedung tower,” kata Baitul Ichwan. (asr)

Sumber : Kemenhub.go.id

INSPIRASI ERABARU

Nasib Dinasti Berutang Kesuksesannya pada Penghormatan Kaisar dan Persembahan Kurban kepada Langit

Di Tiongkok kuno, ritual persembahan kurban bukan sekadar upacara seremonial. Ritual tersebut berlandaskan sebuah prinsip yang dipetik Dinasti Zhou dari keruntuhan dua dinasti sebelumnya:...

Memahami Bersyukur: Menemukan Kembali Keindahan Hidup yang Penuh Apresiasi

Oleh Shoba Rajamani Di dunia yang semakin terhubung secara digital dan terus mendorong kita untuk meraih lebih banyak prestasi, memperoleh lebih banyak penghasilan, serta menjadi...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine