Patroli Perbatasan Amerika Gunakan Gas Air Mata Halau Serbuan Migran

EpochTimesId – Agen Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan Amerika Serikat kembali menembakkan gas air mata guna menghalau para imigran gelap. Para petugas mengusir para migran yang merupakan bagian dari puluhan ribu karavan atau pengembara yang sempat melemparkan batu ke arah petugas.

Bentrok terbaru di perbatasan AS-Meksiko itu terjadi pada Hari pertama Tahun Baru di sektor perbatasan San Diego. Sekitar 150 migran mencoba memasuki Amerika Serikat secara ilegal dengan memanjat dan melewati pagar perbatasan. Namun, karena banyaknya jumlah agen Patroli Perbatasan, sekitar 45 orang berbalik sebelum bentrok pecah.

“Tidak lama kemudian, para migran mulai melemparkan batu melewati pagar ke agen dan petugas CBP. Beberapa remaja, yang menggunakan jaket tebal, selimut, dan tikar karet mencoba melewati kawat berduri,” kata Departemen Keamanan Dalam Negeri AS dalam sebuah pernyataan.

“Agen Patroli Perbatasan menyaksikan anggota kelompok tersebut berupaya mengangkat anak-anak berukuran balita ke atas dan melewati kawat berduri. Namun, mereka mengalami kesulitan menyelesaikan tugas itu dengan cara yang aman. Agen tidak dalam posisi dapat membantu anak-anak dengan aman karena banyaknya batu yang dilemparkan kepada mereka.”

“Untuk mengatasi situasi, agen menyerang pelempar batu dan mempertaruhkan keselamatan migran yang berusaha menyeberang yang sudah berada di sisi AS, baik bom asap dan tindakan pencegahan minimal dikerahkan,” tambah agen itu.

“Agen menyebarkan bom asap, semprotan merica, dan gas air mata ke posisi pelontar batu dan selatan pagar perbatasan. Bom asap tidak diarahkan pada migran yang mencoba masuk di sisi AS atau di garis pagar. Pelempar batu terletak di selatan pagar, dalam posisi tinggi di atas area pagar perbatasan dan upaya serangan.”

Gas air mata dan semprotan merica memaksa para pelempar batu untuk melarikan diri sementara banyak migran yang berusaha melintasi perbatasan secara ilegal juga berbalik.

Agen di pagar perbatasan mengatakan bahwa tidak ada migran di garis pagar tampaknya mengalami efek buruk dari gas air mata atau semprotan merica.

Kebijakan penggunaan kekuatan anti massa, dalam insiden tersebut akan ditinjau oleh Kantor Tanggung Jawab Profesional Patroli Perbatasan.

Bentrok dalam skala lebih besar antara petugas patroli perbatasan AS dengan ribuan imigran gelap pecah pada 25 November 2018 lalu.

Sekelompok migran dari rombongan karavan migran menyerbu perbatasan hari itu. Para pengembara itu berusaha menyerang agen Patroli Perbatasan secara beramai-ramai.

Para migran berhasil merobohkan sebagian pagar. Mereka berhasil berjalan menuju Amerika Serikat ketika agen menembakkan gas air mata.

Sekitar 2.000 migran ikut serta dalam serbuan di dekat perbatasan San Ysidro itu, menurut seorang petugas polisi federal Meksiko kepada The Epoch Times. Sebagian besar dari mereka melarikan diri kembali ke Meksiko setelah gas air mata ditembakkan.

Dalam video yang dirilis, beberapa migran terlihat melemparkan batu dan proyektil lainnya di agen Patroli Perbatasan. Beberapa hari kemudian, ratusan dari gerombolan massa ganas itu ditangkap dan dideportasi oleh Meksiko.

“Para migran yang berpartisipasi dalam peristiwa kekerasan ini yang diidentifikasi sepenuhnya akan segera dideportasi,” kata Kementerian Dalam Negeri dalam sebuah pernyataan. “Tindakan provokatif semacam itu, jauh dari membantu tujuannya, melanggar kerangka migrasi legal dan dapat mengakibatkan insiden serius di perbatasan.” (@zackstieber/NTD News/waa)

Video Pilihan :

https://youtu.be/fTKcu82AtsA

Simak Juga :

https://youtu.be/rvIS2eUnc7M