Perkembangan Wabah Coronavirus Mengkhawatirkan, Beberapa Negara akan Mengevakuasi Warganya dari Wuhan

Reuters melaporkan bahwa Wuhan, dengan populasi yang mencapai sekitar 11 juta jiwa sedang menjadi pusat perhatian dunia karena menjadi sumber penyebaran wabah coronavirus baru. 

Wuhan saat ini hampir berada dalam situasi diblokir total. Provinsi Hubei memiliki populasi hampir 60 juta jiwa, tetapi sebagian besar wilayah lokasi pariwisatanya telah dibatasi oleh pihak berwenang.

Melihat perkembangan kondisi itu, banyak negara bermaksud menarik para diplomat dan warga mereka dari Wuhan.

Di bawah ini adalah rencana evakuasi dari negara-negara di dunia untuk meminimalkan risiko para diplomat dan warga mereka dari tertular coronavirus jenis baru. 

Prancis

Prancis saat ini memiliki sekitar 800 orang warga yang berada di Wuhan. Prancis sedang berencana untuk mengevakuasi ratusan dari mereka. Mereka yang dievakuasi akan dikarantina selama 14 hari untuk menghindari penyebaran virus di Prancis.

Jepang

Jepang akan mulai mengevakuasi warganya mulai Selasa 28 Januari 2020 melalui penerbangan charter bagi warga negara Jepang yang ingin pulang. Menteri Luar Negeri Jepang Motoki Minato mengatakan bahwa sebanyak 430 orang warga Jepang telah memastikan niatnya untuk pulang.

Spanyol

Menteri Urusan Luar Negeri, Uni Eropa dan Korporasi Spanyol Arancha González Laya mengatakan bahwa pemerintah Spanyol bekerja sama dengan Uni Eropa akan mengevakuasi warga Spanyol dari Wuhan.

Amerika Serikat

Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat mengatakan akan mengevakuasi personel dari Konsulat Amerika untuk Wuhan dan menyediakan sejumlah bangku dalam penerbangan  terbatas bagi warga Amerika yang berniat pulang. Kementerian Luar Negeri mengatakan bahwa beberapa warga negara dapat melakukan penerbangan satu arah untuk meninggalkan Wuhan menuju San Francisco mulai Selasa, 28 Januari 2020.

Inggris

Seorang juru bicara untuk Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengatakan Inggris sedang berdiskusi dengan sekutu internasional untuk membantu Inggris dan warga asing lainnya meninggalkan Wuhan.

Kanada

Menteri Luar Negeri Kanada Francois-Philippe Champagne mengatakan pada hari Senin 27 Januari 2020 bahwa Kanada memiliki sekitar 167 orang warga di wilayah Wuhan. 8 orang di antaranya saat ini mencari bantuan konsuler. Meskipun Menteri tidak mengesampingkan kemungkinan evakuasi, namun ia tidak mengatakan saat ini ada rencana evakuasi. Ia menambahkan bahwa setiap permintaan konsuler akan dinilai berdasarkan keadaan kasus.

Rusia

Pejabat Rusia untuk Tiongkok mengatakan, Rusia sedang membahas evakuasi warganya dari Wuhan dengan pihak berwenang Tiongkok.

Belanda

Kantor berita Belanda ‘ANP’ melaporkan bahwa pemerintah Belanda sedang mempertimbangkan mengevakuasi 20 orang warganya dari kota Wuhan.

Myanmar

Otoritas Myanmar menyebutkan, mereka telah membatalkan rencana evakuasi 60 orang siswa Mandalay yang sedang belajar di Wuhan.  Seorang juru bicara pemerintah kota Mandalay, Kyaw Yin Myint mengatakan kepada Reuters bahwa mereka telah membuat “keputusan akhir”  bahwa mereka baru akan dievakuasi setelah lewat masa inkubasi virus yang berlangsung selama 14 hari.

Jerman

Majalah Jerman ‘Der Spiegel’ memberitakan, pemerintah Jerman sedang berdiskusi dengan pihak berwenang Tiongkok untuk mengirim pesawat militer dari kota Berlin untuk mengevakuasi warganya. 

Namun pihak Tiongkok meminta Jerman menggunakan pesawat penumpang. Seorang pejabat Jerman mengatakan : “Tim penanganan krisis telah memutuskan bahwa pemerintah pada prinsipnya siap untuk mengevakuasi warga Jerman yang tidak sakit. Namun, masalah operasional termasuk dengan pihak Tiongkok masih perlu diselesaikan”.

Pejabat militer Jerman memberitahu Reuters bahwa jika masalah izin evakuasi sudah diperoleh, maka pihak militer akan memberangkatkan sebuah pesawat pengangkut prajurit untuk melaksanakan tugas tersebut. (sin)

FOTO :  Penumpang sedang diskrining di Bandar Udara Internasional Netaji Subhas Chandra Bose, Kolkata, India. (Handout / Ministry of Civil Aviation/ AFP)

Video Rekomendasi :

https://www.youtube.com/watch?v=LEwvBhRzhbc