Penting! 10 Rekomendasi Cara Mencegah Coronavirus Wuhan Menurut Ahli Epidemi

Epochtimes.com

Sifat penyebaran coronavirus yang sangat cepat di Wuhan, epidemi menjadi semakin menakutkan. Apalagi penyebaran sudah menembus batas negara. Tercatat Jepang, Korea Selatan, Amerika Serikat, Prancis, Australia, dan hampir 20 negara lainnya telah mengkonfirmasi kasus penyakit tersebut. 

Kecepatan penyebaran coronavirus, membuat siapa saja perlu dan penting untuk mengetahui karakteristik coronovirus itu. Misalnya tentang cara pencegahannya. Lalu apa saja cara sederhana untuk membantu diri kita agar dapat melakukan pencegahan dari ancaman terinfeksi virus tersebut ? 

Laurie Garrett, mantan peneliti senior di bidang kesehatan global di Komite Hubungan Luar Negeri Amerika Serikat memberikan 10 rekomendasi dalam majalah ‘Foreign Policy’.

Laurie Garrett juga seorang jurnalis dan penulis, ia pernah memenangkan Hadiah Pulitzer untuk Jurnalisme Interpretif. Dia secara pribadi telah mengalami lebih dari 30 epidemi yang membahayakan dan memiliki pengalaman luas dalam pencegahan diri.

Pneumonia Wuhan membuat banyak orang panik. Meskipun pemerintah telah mengambil tindakan seperti menutup kota dan membatasi pergerakan warga untuk menghindari semakin luasnya penyebaran virus. 

Laurie Garrett mengatakan bahwa perasaan tidak berdaya warga Wuhan terus meningkat. Ia menerima pertanyaan cemas dari banyak jurnalis dan petugas kesehatan masyarakat yang bekerja di Tiongkok: “Bagaimana kita bisa melindungi diri kita sendiri dan keluarga kita ?”

Menurut Laurie Garrett, jika pemerintah Tiongkok bersedia mengungkapkan lebih banyak informasi tentang epidemi yang sedang terjadi di Wuhan dan tindakan cepat dan tepat selama waktu 3 minggu lalu, bukan mencoba untuk menutupi kebenaran, maka epidemi coronavirus seharusnya lebih mudah dikendalikan. 

Tetapi sekarang sudah terlambat, coronavirus sedang menyebar secara global. Karena belum ada vaksin atau pengobatan untuk coronavirus jenis baru ini. Penderitanya sudah tersebar di seluruh negeri. Sebab itu pemerintah harus mengambil langkah pemblokiran seluruh kota dan membatasi pergerakan penduduknya sendiri dan menutup potensi penularan penyakit.

Laurie Garrett percaya, epidemi tak mampu dibendung, seluruh daratan Tiongkok mungkin akan diblokir. Diperkirakan bahwa kepanikan masih akan terus meningkat dalam beberapa hari mendatang.

Laurie Garrett pergi ke daratan Tiongkok dan Hongkong untuk melakukan wawancara selama epidemi SARS merajalela, meskipun ia berada di ruangan yang sama dengan pasien dan mewawancarai berbagai orang, tetapi ia tidak khawatir terinfeksi. Karena ia tahu tindakan pencegahan yang harus diambil.

Laurie sekarang membagikan pengalamannya yang berharga untuk terbebas dari kekhawatiran yang tidak perlu. Berikut 10 rekomendasinya dalam majalah ‘Foreign Policy’.

1. Memakai sarung tangan

Menggunakan sarung tangan yang menutup seluruh jari tangan ketika berada di luar rumah. Jangan dilepas meskipun sedang berada di dalam kereta api, bus, kendaraan umum ataupun di tempat umum.

2. Jangan menggunakan jari tangan kita untuk menyentuh bagian wajah atau mata 

Jika Anda perlu melepas sarung tangan selama situasi sosial seperti berjabat tangan atau makan di tempat umum, jangan pernah menyentuh wajah atau mata Anda dengan tangan. Tidak peduli betapa gatalnya itu, jangan biarkan tangan Anda menyentuh wajah Anda. Sebelum mengenakan sarung tangan lagi, cuci tangan Anda dengan sabun dan air hangat, gosok jari-jari Anda, baru kenakan sarung tangan.

3. Jangan memakai sarung tangan yang basah dan jaga kebersihannya

Ganti sarung tangan setiap hari dan cuci sampai bersih. Jangan memakai sarung tangan basah.

4. Memakai kembali masker yang sama berdampak lebih buruk daripada tanpa masker

Jika masker tidak bisa menutupi hidung dan mulut, perlindungannya tidak sempurna. Di luar ruangan, terutama di bawah sinar matahari, karena sinar ultraviolet dapat membunuh virus, maka boleh tidak memakai masker, kemungkinan virus tertiup ke dalam mulut atau hidung secara acak sangat kecil. Namun di dalam ruangan, jika masker telah digunakan berulang-ulang maka akan tidak substansial lagi memberi perlindungan, atau masker dipakai secara longgar di wajah, atau dilepas dengan tangan yang tidak menggunakan sarung tangan.

Menurut Laurie Garrett, menggunakan kembali masker yang sama lebih buruk daripada tidak menggunakannya, karena hembusan nafas yang keluar dari hidung atau mulut Anda akan membentuk lapisan berbau di atas permukaan masker, itu paling mudah diminati oleh bakteri.

Laurie Garrett menjelaskan bahwa dirinya tidak hanya bergantung pada masker ketika epidemi sedang merajalela, dan dia telah mengalami lebih dari 30 kali epidemi. Pendekatan yang digunakan adalah menghindari pergi ke tempat-tempat ramai dan menjaga jarak sekitar setengah meter  ketika berhadapan dengan orang mana pun. 

Itu merupakan cara yang standar. Jika seseorang batuk atau bersin, ia memintanya untuk mengenakan masker untuk menghindari kemungkinan terinfeksi virus. Jika pihak lain menolak, ia akan berada sekitar 1 meter dari orang bersangkutan atau meninggalkannya. Jangan berjabat tangan atau berpelukan dengan orang lain. Jelaskan bahwa kontak badan selama wabah merajalela tidak menguntungkan bagi keduanya.

5. Memperhatikan kebersihan kamar mandi dan handuk

Di rumah Anda sendiri, hindari menggunakan handuk secara bersama. Pastikan semua orang menggunakan handuk mereka sendiri, dan jangan menyentuh handuk orang lain. Cuci semua handuk 2 kali seminggu. Handuk basah adalah “rumah yang nyaman” bagi berbagai virus, seperti virus flu biasa dan tentu saja coronavirus.

6. Berhati-hati dengan pegangan pintu, cuci tangan setelah mengambil barang orang lain

Jika memungkinkan, yang terbaik adalah membuka pintu dengan siku atau bahu, atau mengenakan sarung tangan sewaktu hendak membuka pintu, atau jika tangan Anda menyentuh pegangan pintu, segera cuci tangan Anda setelah pintu terbuka. 

Jika seseorang di keluarga Anda sudah sakit, pastikan untuk menggosok gagang pintu secara teratur. Demikian pula, berhati-hatilah dengan pegangan tangga, desktop, ponsel, mainan, laptop-apa pun yang ingin Anda sentuh dengan tangan Anda. Jika Anda hanya menyentuh barang-barang Anda sendiri, tidak apa-apa, tetapi jika Anda perlu mengambil barang orang lain, segera cuci tangan setelah itu, jangan menyentuh wajah Anda.

7. Hal-hal yang perlu diperhatikan sewaktu makan bersama

Jika Anda makan dengan orang lain, jangan gunakan sumpit dan sendok garpu sendiri untuk mengambil makanan yang dihidangkan di atas piring umum. Jangan membiarkan anak-anak meneguk minuman dari gelas orang lain atau wadah bersama. 

Di Tiongkok sudah menjadi kebiasaan bagi semua orang untuk menggunakan sumpit mereka sendiri mengambil berbagi makanan yang dihidangkan di atas piring umum. Jangan melakukan hal ini terutama saat wabah merajalela. Taruh sendok di setiap piring, dan setiap orang mengambil makanan dari sendok tersebut kemudian mengembalikannya. 

Cuci makanan sebelum memasak, cuci panci dan wajan sebelum dan sesudah makan, jangan pergi ke restoran dengan kebersihan yang buruk.

8. Berwaspada saat memakan daging

Jangan pernah membeli, menyembelih, atau memakan hewan hidup atau ikan hidup sampai Anda tahu hewan apa yang menyebarkan virus yang sedang mengganas.

9. Jika cuaca memungkinkan, menjaga agar udara bersirkulasi

Ketika cuaca memungkinkan, buka jendela di rumah atau di kantor agar udara bersirkulasi. Virus tidak dapat bertahan untuk waktu yang lama di daerah dengan aliran udara yang baik. Tentu saja jika cuaca dingin atau buruk, Anda masih perlu tetap menjaga kehangatan dan menutup jendela.

10. Cara merawat anggota keluarga yang sedang sakit

Jika Anda sedang merawat anggota keluarga atau teman yang mengalami demam, pastikan untuk mengenakan masker ketat ketika berada di sisinya, begitu pula pasien pun memakainya kecuali membuatnya mual. Berhati-hatilah saat mengganti masker pasien. 

Demi keamanan Anda sendiri, Anda harus berasumsi bahwa banyak virus di sana. Kenakan sarung tangan lateks untuk mengambilnya, letakkan masker yang diganti dalam wadah sekali pakai, segel, dan buang ke tempat sampah. 

Mengenakan sarung tangan lateks, cuci wajah pasien dengan lembut dengan air sabun hangat dengan handuk sekali pakai atau  kapas, kemudian juga tutup dengan wadah sekali pakai atau kantong plastik dan buang ke tempat sampah. 

Yang terbaik adalah mengenakan atasan lengan panjang dan pakaian yang menutupi seluruh tubuh Anda saat merawat pasien. Mencuci pakaian atau barang yang tersentuh pasien dengan air sabun panas. 

Jika memungkinkan, mengisolasi pasien di ruangan tertentu dalam rumah, atau di sudut tetap yang nyaman, tetapi terpisah dari anggota keluarga lainnya. Jika cuacanya baik, buka jendela di sisi lain ruangan sehingga hembusan angin bisa melintasi wajah pasien dan kemudian ke luar. Tentu saja, Anda tidak dapat melakukan ini ketika cuaca terlalu dingin, jika Anda membuka jendela untuk membuat ruangan terlalu dingin, itu akan memperburuk kondisi pasien.  (sin)

Video Rekomendasi :