oleh Luo Tingting
Pesawat tanpa awak (UAV) MQ-9 ‘Reaper’ militer Amerika Serikat berhasil menyelesaikan uji penerbangan dengan membawa 8 rudal ‘Hellfire’ sehingga daya serangnya semakin mematikan. Beredar informasi bahwa Amerika Serikat akan menjual setidaknya 4 unit UAV MQ-9B untuk meningkatkan efektivitas tempur militer Taiwan.
Awal tahun ini, militer Amerika Serikat berhasil memenggal kepala Soleimani, tokoh kedua di Iran melalui serangan yang dilakukan MQ-9. Berita tersebut sempat menimbulkan kekhawatiran para petinggi Partai Komunis Tiongkok di Zhongnanhai.
Menurut berita yang dirilis media Angkatan Udara Amerika Serikat ‘Defense World’ pada 29 September lalu, Skuadron Uji dan Evaluasi Angkatan Udara Amerika Serikat pada 10 September telah berhasil melakukan uji terbang pesawat tanpa awak MQ-9 dengan membawa 8 rudal ‘Hellfire’ untuk lebih meningkatkan daya serang dari MQ-9.
Sebelumnya, MQ-9 dapat hanya mampu membawa 4 rudal ‘Hellfire’. Meskipun hanya 4 rudal, tetapi kemampuan “pemenggalannya” telah mengejutkan dunia luar.
Menurut laporan tersebut, kemampuan baru MQ-9 merupakan bagian dari rencana peningkatan MQ-9 Operational Flight Program 2409. Diharapkan sebelum akhir tahun 2020, perangkat lunak akan selesai diperbarui sepenuhnya. Sehingga kedepannya, MQ-9 dapat membawa sekaligus 8 rudal ‘Hellfire’ dalam melakukan serangan.
Kabar sebelumnya menyebutkan bahwa Amerika Serikat berniat menjual MQ-9 ke Taiwan.
Pada awal bulan Agustus, Reuters mengutip 6 orang sumber Amerika Serikat mengabarkan bahwa Amerika berencana untuk menjual setidaknya 4 unit MQ-9B ‘Sea Guardian’, pesawat pengintai tak berawak yang canggih dan bertubuh besar kepada Taiwan.
Pesawat ini dapat terbang hingga 6.000 mil laut dan memiliki kemampuan serang yang tak jauh berbeda dengan MQ-9 meski dibebani membawa senjata tambahan.
Sumber mengungkapkan bahwa Taiwan pada tahun ini sudah mengajukan permintaan pembelian pesawat tanpa awak bersenjata. Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat telah memberikan persetujuan, tetapi persetujuan Kongres Amerika Serikat tetap diperlukan.
Menurut laporan tersebut, 4 unit UAV ditambah fasilitas darat, biaya pelatihan dan dukungan lainnya, nilai total seluruh transaksi sekitar USD. 600 juta.
Baru pertama kalinya Amerika Serikat menjual UAV seri MQ-9 ke Taiwan. Saat ini, hanya beberapa sekutu dekat Amerika Serikat, seperti Inggris, Italia, Australia, Jepang, dan Korea Selatan yang telah disetujui untuk membeli MQ-9 dari Amerika Serikat.
Penjualan senjata ini menunjukkan bahwa hubungan antara Amerika Serikat dengan Taiwan sudah semakin dekat. Dikabarkan bahwa kejadian ini membuat Partai Komunis Tiongkok menjadi khawatir.
MQ-9 Amerika Serikat dikenal sebagai ‘Reaper’ karena memiliki kemampuan “pemenggalan” kepala super ampuh. Dilaporkan bahwa apa yang paling ditakuti oleh otoritas Partai Komunis Tiongkok adalah operasi “pemenggalan kepala” yang dilakukan oleh UAV militer Amerika Serikat tersebut.
Pada 3 Januari tahun ini, Qassem Soleimani, sekutu Partai Komunis Tiongkok dan komandan tentara Iran terbunuh dalam sekejap oleh MQ-9, dan sempat menimbulkan sensasi di opini publik internasional. Setelah Amerika Serikat mengumumkan berita tersebut, para pemimpin kediktatoran, termasuk pemimpin Korea Utara Kim Jong-un terkejut.
Beberapa media berbahasa Mandarin di luar negeri mengutip sumber yang akrab dengan pihak pusat pemerintahan Tiongkok, Zhongnanhai memberitakan bahwa pemenggalan Soleimani menyebabkan ketegangan di antara para pemimpin tertinggi Partai Komunis Tiongkok.
Pemimpin Tiongkok, Xi Jinping menyisihkan waktu kesibukannya untuk mendengarkan pengarahan darurat yang diberikan lembaga pemikir inti dan tim khusus untuk kepala negara. Ketujuh orang anggota Komite Tetap Partai Komunis Tiongkok ditambah Wakil Kepala Negara Wang Qishan hadir dalam pertemuan kecil dan pertemuan rahasia yang diadakan sebelumnya.
Sumber tersebut mengatakan bahwa untuk mencegah operasi “pemenggalan kepala” dari militer Amerika Serikat, keamanan para pemimpin Partai Komunis Tiongkok akan dinaikkan ke tingkat tertinggi dalam sejarah.
Sumber itu juga menyebutkan bahwa menaikkan level keamanan tidak hanya ditujukan kepada Kepala Negara Xi Jinping saja, tetapi juga termasuk para petinggi di tingkat nasional dan wakilnya.
“Pengamanan lebih ketat juga diberlakukan dalam melakukan semua acara publik dan aktivitas harian segala cuaca di dalam dan luar negeri”, kata sumber itu.
Lebih jauh sumber itu menyebutkan bahwa Soleimani, Tsai Ing-wen, Trump, yakni Iran, Taiwan, Amerika Serikat adalah kata kunci yang paling penting dan banyak disebutkan oleh para pemimpin tertinggi Partai Komunis Tiongkok dalam pertemuan rahasia mereka pada tahun 2020.
Tampaknya, instruksi Trump untuk melakukan ‘pemberantasan terhadap target’ yakni Soleimani telah membunyikan alarm waspada bagi para pemimpin Partai Komunis Tiongkok. (sin)
Keterangan Foto : Pesawat tanpa awak (UAV) MQ-9 ‘Reaper’ militer Amerika Serikat berhasil menyelesaikan uji penerbangan dengan membawa 8 rudal ‘Hellfire’ sehingga daya serangnya semakin mematikan. (Ethan Miller/Getty Images)


